Posted in BL, Drama, Romance, Uncategorized, wonkyu, WonKyu Story

Tentang kamu – part 29

Tentang Kamu – part 29
Autor : Cat meonks
Cats : Cho Kyuhyun, choi Siwon dll
BL,Yaoi Mpreg
Warning : Typo berserakan dan bahasa kurang jelas
Cerita gaje tapi hasil karya sendiri
Ini pasti membosankan tapi jangan lupa tinggalkan komentar
Kiss kiss
.
.
.
.

Semua terasa begitu cangggung ketika menjelang pagi. Kyuhyun menatap dingin ke arah Siwon yang tertidur di sampingnya. Tak ada ucapan atau teriakan hanya saling menatap dengan dingin dan penuh kecanggungan. Terkesan berbeda dengan tadi malam begitu panas dan penuh cinta. Kyuhyun menarik selimut sampai menutupi seluruh tubuhnya tanpa berniat turun dari ranjang, sedangkan Siwon terlihat santai seperti tak ada yang salah dengan yang dia lakukan.

“ Bukankah kita sudah sepakat.”cetusnya dengan kesal.

“ kau yang membuat sepatakan itu bukan aku. Lagi pula tidak ada paksaan jadi kenapa kau melotot seakan aku yang bersalah.”

“ Mwo? Lalu ini apa?’ dia menujukan pergelangan tangannya yang merah karna di ikat suaminya kemarin.” Kau pikir aku buta ha—“

“ Lalu setelah itu aku melepasknya lagi bukan. Sudahlah!!” Siwon mengambil kaos yang tergeletak di lantai lalu mengenakannya. Kyuhyun masih memplout bibirnya kesal. “ Kenapa diam saja? Cepat mandi dan gunakan bajumu. Kau ingin masuk angin? Aku akan suruh pelayan untuk membuatkan sarapan pagi.” Siwon pergi keluar kamar dan meninggalkan Kyuhyun yang masih menekuk wajahnya kesal. Kyuhyun melepar-lempar semua bantal diranjang lalu berdiri dengan melilitkan selimut itu di tubuhnya. Dia terus mengerutu tak jelas dan membanting pintu dengan keras.

“ Bik buatkan susu coklat panas.”

“ baik.”

Kyuhyun menikmati sarapanya dengan malas. Dia hanya mengaduk-aduk nasinya. Siwon mengacuhkanya dengan terus terfokus dengan ponselnya.

“ Cepat habiskan sarapanmu. Bukan hari ini kau ada janji dengan kokter kandungan.” Siwon menaruh ponselnya dan menyesap kopi hitamnya. Kyuhyun tak berniat menjawab hanya terus memainkan sumpitnya. Siwon hanya berdecik kesal lalu berdiri mengambil jasnya. Dia menghampiri istrinya lalu ingin melayangkan kecupan tapi Kyuhyun langsung menghindar. “ Okay. Jangan terlalu lelah—“Siwon langsung pergi begitu saja. Kyuhyun hanya melirik sekilas lalu menengguk susu coklatnya sampai habis.

“ Bukan dia yang selau membuatku lelah. Menyebalkan!! Dasar pria mesum.” Kyuhyun tiba-tiba menyeringai ketika terlihat ide dalam otaknya.”Bibi Kim—“

*******

Siwon melepas jas yang dia gunakan lalu melipat lengan bajunya. Dia mengambil keranjang belanjaan yang mulai memilih barang yang dia inginkan. Dia juga pergi ke beberapa restoran untuk membeli makanan yang dia sukai istrinya. Sesampainya di depan rumah beberapa pelayan sudah ada di depan pintu untuk membawakan belajannya. Sedangkan bibi Kim sudah siap dengan dua cup ramen yang di masak dengan telur dan daun bawang.

“ Bawakan kunci cadangan.” Seorang pelayan berlari ke dapur dan mengambil kuncinya. Siwon membuka pintunya dan terlihat Kyuhyun terdiam dengan strik game di tangannya. “ taruh di sana?”perintah Siwon. Kyuhyun hanya terdiam menatap beberapa pelayan menata meja dan makanan di atasnya. Kyuhyun menelan ludah kasar. Semua itu makanan kesukaanya. Ramen,Jajangmyum, sosis bakar, Chicken katsu, Spicy Honey Chiken, puding, es krim dan juga banyak makanan lainya.

“ Apa yang sedang kalian lakukan?”teriak Kyuhyun frustasi.

“ Kalian boleh pergi.”semua pelayan mulai meninggalkan ruangan dan menutup pintunya. Kyuhyun masih melipat tangan di dada. “ Apa kau akan terus berdiri?”

“ Apa kau lupa dimana kamarmu?”sinis Kyuhyun.

Siwon tak menjawab hanya langsung menikmati makananya tanpa melihat ke arah istrinya. Kyuhyun hanya mampu menelan ludah melihat suaminya begitu lahap memakannya. Bibir Kyuhyun sudah basah dengan air liur.

“GLEG!!”

“ Kau mau?” Siwon mengakat mie hitam itu ke atas dan melahapnya hingga bibirnya belepotan dengan saus hitam. “ Sini!!” Kyuhyun terus menatap Siwon tanpa berkedip.

“ Ahh…ani. Kenapa kau sekarang mirip seperti moster penghabis makanan?”

“ Kalau begitu kenapa kau tidak duduk dan ikut makan?’ Siwon mengambil mie ramen dan mulai memakanya dengan santai. Mengambil ayam dan langsung memasukan dalam mulutnya hingga penuh. Air liur Kyuhyun hampir menetes ketika memperhatikan cara makan Siwon. Siwon mengigit daging dan kembali memasukan Jajangmyum ke dalam mulutnya. Tenggoroan Kyuhyun sudah kering melihat Siwon. “ Ini makanan favoritmu bukan? Aku membeli ini dari restoran langggan kita. Kau tahu daging ini kualitas terbaik. Ahh—belum lagi saus hitam ini benar-benar buatan Chef Marchel Kim.”

“ Kenapa kau begitu terobsesi membuat aku makan denganmu?”

“ Bukan kita suami istri. Ini adalah misi perdamaian agar kau memaafkanku.”

“ Ini tak akan berhasil.”

“ Jomalyo?’ Siwon masih terus memasukan makanan dalm mulutnya hingga penuh.

“ Berhenti makan, Siwon.”bentak Kyuhyun. Dia benar-benar tak bisa melihat makanan itu tanpa bisa menyentuhnya. Kyuhyun berjalan mendekat dan memukul pundak Siwon dengan keras. “ Yah!! CHOI SIWON Ku bilang berhenti!! Berhenti!!! Kau seperti moster.”

“ Karna ini begitu lezat, Choi Kyuhyun.” Kyuhyun pun jongkok melihat makanan itu dari dekat.” Kemarilah. Coba ini?” Siwon mengambil ayam dan mengjulurkan ke arah Kyuhyun. Pria manis itu sudah membuka mulutnya secara berlahan.

“ Argh!!! Pergilah!!” Kyuhyun langsung berdiri lagi dan menjauh. “ Aku bisa membelinya sendiri.” Dia mengambil tas dan jaketnya.

“ Selangkah kau maju lagi jangan salahkan aku bila semua yang ada di dompetmu akan aku blokir.’ Kyuhyun langsung menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Siwon kembali.

Kyuhyun mengambil dompet dalam tasnya.” Kau tak perlu susah-susah menyuruh assistenmu untuk memblokirnya.” Kyuhyun mengeluarkan semua kartu dan melempar dompet itu di lantai.

“Aku lelah terus bertengkar denganmu hanya karna masalah sepele. Kau semakin hari membuat aku frustasi. Aku tidak hanya memikirkanmu tapi aku juga harus menjalanan perusahaan dan itu tidak mudah.”

“ kalau begitu tak usah perdulikanku. Mudah bukan?”

Siwon memejamkan mata lalu menarik nafas dalam. “ Kau tahu bukan bila Gucci yang aku pesan belum datang. Itu sangat langka dan mahal.”

“Tenang saja aku tak akan tidur di jalanan dan membuatmu malu. Walau aku tidak berpendidikan tinggi aku tahu dimana aku harus tidur.”

“ Tapi kau selalu membuatku khawatir—“cicitnya. Siwon berjalan mendekat namun Kyuhyun langsung menjaga jarak. “ Sejak dia ada kau semakin rewel—“ Siwon menghela nafas, “ Apa dia tidak lapar?”Siwon menunjuk perut Kyuhyun. Pria manis itu langsung memeluk perutnya. “ Tidakkah kau memikirkannya. Maksudku—bila kau makan sedkit bagaimana dengan dia?” cicitnya.

“ Itu bukan urusanmu.” Kyuhyun duduk di tepi ranjang.

“ Okey itu memang bukan urusanku. “ Kyuhyun membuang muka.“ Tapi—bukanlah kau menginginkanya? Kenapa kau selalu menyia-nyiakan keberadaanya? Aku tahu—sangat tahu kau menyukainya tapi bila kau terus seperti itu—sama saja kau mengabaikanya. Bila kau marah padaku—aku tak apa. Asal jangan sakiti dia—itu saja.’ Kyuhyun memainkan jarinya. “Makanlah!! Kau ingin apa?” Siwon mulai berkata lembut kembali. “ Kau tidak lihat es krim itu mulai meleleh—“ Siwon sudah berdiri di depanya dan mengapai tanganya.

“ Jangan sembarang menyentuhku!!”

“ Kenapa kau masih saja jual mahal, Baby—“ Kyuhyun berdiri dan berjalan keluar kamar. Siwon tersenyum karna istrinya tidak pergi dengan membawa tas dan jaketnya. Dia mengekorinya. Terlihat pelayan masih mondar mandir di ruang tengah.

“ Bibi Kim buatkan aku susu coklat panas.” Kyuhyun duduk di meja makan dan mengambil selembar roti dan mengolesinya dengan selai coklat.

“ Ini nyonya.” Kyuhyun langsung menyambarnya dan menengguknya. Siwon melihat dengan menarik nafas panjang. Dia duduk di sampingnya.

“ Jangan terburu-buru—“ Siwon membersihkan selai yang belepotan di bibir Kyuhyun.

“ Sudah aku bilang jangan menyentuhku.”

Siwon menarik tanganya dan mempehatikan Kyuhyun yang melahap rotinya.” Bersihkan semua makanan yang ada di kamar.” Perintah Siwon. Kyuhyun melirik sekilas suaminya dan menunduk kembali sambil melanjutkan makannya. Semua pelayan sudah berhamburan ke atas “ Hari ini kau batal ke dokter jadi aku akan mengatur jadwalmu besok. Vitaminmu sudah habis jadi segeralah kotrol.” Tak ada jawaban dari Kyuhyun. “ Apa kau benar akan tidur di kamar tamu?” mereka saling menatap lalu Kyuhyun kembali memalingkan wajah. “ Baiklah!! Lalukan sesukamu.” Kyuhyun masih enggan untuk menjawab. “ Kau masih ingin aku temani?” Siwon menunggu senejak tapi keyataanya istrinya juga tak kunjung menjawab.” Arrseo. Jangan tidur terlalu malam atau gamemu yang akan aku sita. Aku kembali ke kamar dulu ada pekerjaan yang harus aku selesaikan.” Siwon ingin mencium kening Kyuhyun seperti biasa tapi dia tahu itu tak mungkin jadi dia langsung pergi begitu saja. Kyuhyun mengikuti gerak langkah suaminya lalu menaruh rotinya begitu saja. Menengguk susu sampai habis lalu berdiri dan berlari mendahului langkah suaminya. Siwon hanya terdiam ketika istrinya benar-benar masuk ke kamar tamu.

******

Siwon terlihat terburu-buru menganti bajunya. Pasalnya dia bangun kesingan karna lembur kerja semalam. Pria berlesung pipi itu berlari ke luar kamar dan terhenti tepat di depan kamar istrinya. Tanganya hendak mengketuk pintunya tapi niat itu diurungkan.

” Mungkin saja dia masih tidur.”pikirnya.

Dia kembali berjalan dengan cepat dan hanya berdiri menyambar kopi hitamnya.

“Antarkan saja sarapanya di kamar. Turuti apa yang dia minta. Ingatkan hari ini dia harus kontrol ke dokter. Aku ada rapat jadi tak bisa menemani dia makan pagi. Sekarang sepertinya dia masih tidur. Ada apa-apa segera hubungi aku.”

“Baik tuan.” Siwon pun langsung pergi setelah mendengar jawaban bibi Kim. Dia mengunakan supir agar leluasa melanjutkan pekerjaanya.

Semalaman Kyuhyun tak bisa tidur dengan tenang. Dia menatap terus pintu masuknya. Dia menghela nafas berkali-kali. Padahal ini sudah pukul sembilan biasanya Siwon sudah bangun tapi sampai sekarang belum terlihat batang hidungnya.

“Tok!! Tok!!”

Kyuhyun tersenyum bahagia. Tapi ketika yang muncul bibi Kim dia kembali meplout bibirnya.

“Kemana Siwon?”

Bibi Kim menaruh nampan itu di depan tubuh Kyuhyun. “Sudah pergi ke kantor sejak pagi tadi. Tuan muda bilang ada rapat lalu saya suruh mengatarkan sarapan Anda.”

Kyuhyun melihat roti isi,telur dan susu coklat ke sukanya. “Tuan juga berpesan nanti ada jadwal kotrol ke dokter.” lanjut bibi Kim.

“Aku tidak mau pergi dan bawa sarapanya ke luar.” Kyuhyun melipat tangan di dada dengan wajah di tekuk.

“Tapi…Nyonya …tuan muda Siwon akan marah dengan saya bila Anda tidak memakan sarapanya.”

“Baiklah!! Pergilah. Aku ingin sendiri.”

“Baik. Saya permisi dulu.”

Kyuhyun menenggukk susu coklatnya dengan mengambil roti dengan tangannya. Dia melihat ponselnya tak ada tanda-tanda telpon atau sms dari Siwon.

“Menyebalkan!!” dia membanting ponselnya dan mengangkat meja di depanya lalu menaruh di sampingnya. Mengabaikan sarapan paginya dan asik bermain game.

******

Siwon berulang kali menghubungi Kyuhyun namun sampai sore hari tak ada tanda-tanda kehadiranya. Dia melihat jam tanganya dan kembali terfokus dengan laptopnya. Minggu ini begitu terberat baginya. Rasa lelah dan bertumpuk pekerjaan membuatnya mudah marah. Belum lagi aksi marah istri membuatnya tambah frustasi. Kadang kala Kyuhyun bisa begitu manis tapi ada ketika Kyuhyun begitu menyebalkan. Dia menutup laptopnya dan membereskan dokumen-dokumennya. Dia tahu pasti istrinya begitu kesal denganya jadi dia harus cepat pulang sebelum semua semakin besar. Gucci yang dia pesan dari Chinna sudah datang jadi sudah ada tampat kabur sang istri.

“Kenapa tak mengangkat telponku?” suara familiar itu membuyarkan lamunan Kyuhyun. pria manis itu langsung merebahkan tubuhnya dengan selimut yang menutupi sampai lehernya. “Kau hanya menghukumku untuk tidak menyentuhmu bukan tak bicara padaku.” Kyuhyun masih membisu.

“Untuk apa kau kemari?”

“Mianhae. Aku tahu kau kesal karna aku tidak menemanimu sarapan. Aku…”

“Pergilah!! Aku mau tidur.”

“Tadi aku mendapatkan laporan kau hanya makan sedikit. Sudah aku bilang…”

“Jangan menyeramahiku bodoh!!” Kyuhyun melepar bantal di sampingnya ke arah wajah Siwon. “Kau menyebalkan!! Keluar dari kamarku…”

“Bila kau terus marah-marah kasihan bayi kita. Dia akan sedih sayang…”

“Kau yang membuatku sedih.” Siwon terdiam. “Aku juga tak mau seperti ini… Dia yang memaksaku…” dia menunjuk perutnya. “Kau kejam. Membuatku hamil tapi tidak berperasaan. Dia ingin di samping ayahnya…”Kyuhyun terisak sedangkan Siwon hanya terdiam. “Hiks… Kau melarangku datang ke kantor tapi kau seenaknya pergi tanpa berpamitan. Kau pikir aku bisa tidur semalam?” Siwon tersenyum kecil. Kyuhyun kesal melihat reaksi Siwon yang santai. Dia melepar bantal lagi. ” Tahu hamil membuatku terlihat bodoh. Aku…aku tak akan mau…”

“CHOI KYUHYUN…”sentak Siwon dengan kesal.

“Wae?? Bukan itu yang ada di pikiranmu. Aku merepotkan dan bodoh. Manja dan malas. Semua berpikir aku merepotkanmu. Kau juga…” teriaknya semakin keras.

Siwon menarik nafas lalu berjalan mendekat. “Jangan mendekatiku…” sergahnya.

“Biarkan aku memelukmu.” pinta Siwon.

“Andwae!! Kau peluk saja yang lain. Nana juga boleh. Terserah!! Tapi jangan tubuhku…”

“Aku menginginkanmu.” cicitnya.

“Kenapa kau ingin denganku? Bukan aku membuat malu,kekanak-kanakkan. Belum lagi aku bukan orang berpendidikan tinggi…”

“Aku hanya tak ingin orang memandangmu sebelah mata. Aku bukan menghinamu…” Kyuhyun terdiam namun terus menangis tersedu-sedu. “Ahh… Aku selalu salah dimatamu walau aku bermaksud baik sekali pun.”

Kyuhyun langsung menghamburkan pelukan. Tapi ketika Siwon membalas pelukanya. “Jangan menyentuhku…” sentaknya. Siwon hanya terdiam ketika Kyuhyun dengan erat memeluknya.

“Baiklah! Lakukan sesuka hatimu padaku. Tubuh ini milikmu…” kyuhyun semakin menangis dan memeluk erat tubuh Siwon.

Lelah berdiri Kyuhyun merebahkan tubuhnya dengan kepala yang berbantal lengan Siwon. Pria manis itu masih terisak dengan tangan bermain kancing kemeja Siwon.

“Apa kau tidak lapar?”

“Jangan banyak bicara.” sentaknya sambil memukul dada Siwon. “Aku masih kesal padamu…”

“Tapi aku lapar,dari pagi sampai sore aku belum makan apa pun.”

“Salahmu. Bukan urusanku…” Kyuhyun menyembunyikan wajahnya di dada Siwon.

“Ahh…baiklah!!”

“Kalau tak suka pergi saja jangan mengeluh” omelnya. Siwon hanya bisa mengkunci bibirnya rapat-rapat atau dia akan di tendang keluar. “Wonnie…”

“Hummm!!”

“Menurutmu anak kita laki-laki apa perempuan?”

“Kau ingin??”

“Perempuan. Pasti cantik…” dia menadahkan wajahnya menatap expresi Siwon.

“Bagaimana bila pria? Dia akan tampan sepertiku?”

“Cih!! Percaya diri sekali kau.”Siwon menunduk mencuri cium di bibir plum istrinya. “Yah!! Sudah aku bilang jangan menyentuhku!” rengeknya. Siwon terkekeh sambil membelai rambut Kyuhyun. “Wonnie kau ingin makan sesuatu?”

Siwon menatap serius wajahnya. ” Maksudnya?” tanya Siwon sambil menyisihkan anak-anak rambut Kyuhyun yang menutupi sebagian wajahnya.

“Kau ingin makan apa? Biar aku yang masak?”

“Mwo?” Kyuhyun mengerutkan keningnya.

“Wae? Kau tak suka aku masakan?”

“Ani. Tapi…”Kyuhyun sudah memasang wajah menangis. “Aku hanya tak ingin kau lelah…”

“Alasan… Ya sudahlah!!”

“Hem… Apa pun?” Kyuhyun tersenyum lalu segera turun dari ranjang dan berlari keluar kamar. Siwon hanya menghela nafas lega. Dia pun ikut mengekorinya.

Kyuhyn mulai sibuk dengan pisau dapurnya. Pria manis itu cukup membuat Siwon khawatir karna polahnya yang berlari kesana kemari. Tak ada pelayan yang boleh membantunya.

“Ta da… lemon garlic shrimp pasta siap di sajikan.”dia membawa dua piring pasta. Lalu dia kembali lagi mengambil ayam goreng,segelas besar susu coklat hangat dan secangkir kopi. Siwon tersenyum dan membersihkan keringat di kening istrinya. “Cobalah!!” Kyuhyun menjulurkan garpu ke arah Siwon.

“Gomawo…”

Siwon mengambil satu suap dan menguyahnya pelan. “Bagaimana?” Kyuhyun terlihat penasaran dengan masakanya.

“Kau ingin aku berkata jujur atau bohong?”

“Wonnie…”

“Akan aku katakan asal kau menyetujui dua syaratku.” Kyuhyun memplout bibirnya. “Satu malam ini kau harus kembali ke kamar kita. ” Kyuhyun menunduk. “Baby…”

“Baiklah!!”

“Good. Kedua…” dia menunjuk pipinya.

“Wonnie…Banyak pelayan disini…”

“Cepatlah!!” dia menunjuk-nunjuk pipinya . Tapi ketika kyuhyun akan menciun pipinya Siwon menoleh dan akhinya bibir mereka bertemu. Semburat merah terlihat di pipi pucat Kyuhyun. Semua pelayan hanya Tersenyum kecil.

“Wonnie…” Siwon terkekeh lalu melanjutkan makannya. Kyuhyun menyentuh ke dua pipinya dan mengigit bibirnya.

“Kenapa diam saja? Ayo makan.”

“Kau selalu membuatku malu…”dia menunduk membuat Siwon gemas dan mengangkat wajah istrinya. Menariknya dalam pelukannya.

“Jangan bertingkah seperti remaja. Kau ingin aku makan lagi?” bisiknya.

“Yah!! Aku lelah. Kasihan dia…” Kyuhyun mendorong tubuh Siwon.

“Arrasseo. Aku hanya bercanda. Cepat habiskan makananmu.” Kyuhyun menganggu.
*******

“Kalau kau memang tak bisa menerima kekurangan dan kelebihanku. Aku tidak masalah bila kita berpisah.” Serunnya dengan suara tinggi.

“ Kata siapa aku tidak bisa menerimanya. Dokter hanya bilang kemungkinan—dan itu masih bisa terjadi.”

“ Oh—ya.” Pria itu duduk dan masih menatap suaminya. “ Lalu—apa yang kau lakukan dengan wanita itu?”

“ Siapa?”

“ Sandara. Aku melihat dengan kedua mataku kau pergi dengan mobilnya malam itu. Kau bilang ada klien yang ingin bertemu.”

“ kau mulai tak percaya denganku?”

“ Iya dan semua ada buktinya.”

“ Hyukjae—“

“ Wae? Kau mulai takut?”

“ Ani. Tapi aku kecewa denganmu—“

“ Kecewa? Bukan itu yang harus aku katakan. Untuk saat ini aku akan pulang ke Busan. Kau bisa memikirkan bagaimana kelanjutan pernikahan kita. Aku tak ingin menjadi bebanmu ketika kau mengambil keputusan—“

“ Bisakah kau diam.”

“ Aku akan berkemas.” Hyukjae pun berdiri berjalan melintasi suaminya. Donghae mengusap wajahnya kasar lalu menarik pergelangan istrinya.” Wae?’

“Kenapa kau menyimpulkan sesuatu sendiri? Aku belum bicara apa pun. Demi Tuhan—“

“ kau juga perlu keturunan bukan. Aku tak apa bila memang itu yang terbaik untukmu. Aku tak akan langsung mengajukan perceraian.”

“ Siapa yang ingin bercerai denganmu? Kebahagian kita bukan hanya sekedar anak saja tapi kau dan aku.”

“ Tapi kau ingin sebuah bayi bukan?”

“ Aku memang tak menampik semua itu. Tapi kita bicarakan semuanya. Aku bertemu dengan Sandara hanya sekedar urusan pekerjaan. Dia akan kembali ke Jepang ke esokan harinya dan malam itu dia ingin bertemu untuk menyerahkan dokumen yang harus di tanda tangani. Kami memang bicara di klub karna hanya itu yang buka di malam hari. Bila aku bertemu di hotel bukan itu lebih negatif.”

Hyukjae sudah menagis dengan menatap suaminya. Donghae segera menghapus air mata istrinya.” Kemandulan bukan akhir segalanya.”

“ Tapi—“ Donghae langsung memeluk istrinya dengan erat.

“ Aku lelah. Kita bicara lain hari saja. Sekarang kita tidur ya!!” Hyukjae sudah berjalan masuk dan menutup pintu kamarnya dengan keras. Donghae hanya terdiam dan mengusap wajahnya yang lelah.

********

“ Apa benar kau akan meminta cerai dengan Donghae?” tanya Kyuhyun
.
“ Kenapa? Bukan kau juga sering mengajukan perpisahan dengan Siwon?’ jawabnya.

“ Tapi kita tak benar-benar berpisah. Maksudku—“ Kyuhyun terlihat binggung dengan ucapnya. Dia tak ingin memperkeruh ke adaan.

“ Apa kau pikir donghae tidak akan mengejarku seperti Siwon?”nada suara Hyukjae terlihat putus asa.
“ Ani aniya. Aku nyakin Donghae akan lebih mengejarmu.” Kyuhyun menuduk. “ Asal kalian tahu saja Siwon tak benar-benar menintaiku—atau mungkin dia mencintaiku tapi dia anggap aku merepottkan.” Kyuhyun tersenyum kecut.

“ kau mulai bermain drama?”sahut Changmin yang masih sibuk menyusui bayinya. Kyuhyun hanya terdiam dengan senyuman kecil. “ Ya—apa benar Siwon melakukanya?’ nada suara Changmin terlihat mengebu.

“ Kau ingat terakhir kita bertemu di jalan. Kami sedang bertengkar dan dia tidak mengejarku. “ ucapnya dengan senyuman kecut. “ Aku datang karna aku tak bisa melepaskannya—maksudku dia pergi ke kantor tanpa menemuiku. Aku kesal dan meleparkan tas ke arahnya. Sebenarnya itu salahku.”

“ Apa yang dia katakan?’tanya Hyukjae.

“ Aku bodah dan tak berpendidikan.” Changmin dan Hyukjae saling menatap. “ Tapi bukan itu benar? Aku tak melanjutkan pendidikanku karna ingin menikahinya. Aku bodoh ya!! Harusnya aku tahu bila itu rekan bisnisnya.”

“ Kau nyakin Siwon mengkatakanya? Bukan dia begitu sabar dengan polahmu?’Changmin tak percaya.

“ Mungkin aku sudah kelewatan.” Kyuhyun mengambil gelas jusnya dan mengguknya.

Changmin dan Hyukjae hanya saling melepar pandang. Jadi karna ini Kyuhyun sedikit aneh dan pendiam. Bahkan dia tak memakan apapun yang di hidangankan changmin. Kyuhyun kembali tersenyum menatap dua sahabatnya yang terdiam. Dia mengaruh rambutnya lalu segera mmemalingkan pandangan ketika ponselnya berbunyi.

From : Siwonnie
“ Kau tak di rumah? Bisakah kau mengambilkan ku dokumen di ruang kerjaku.”

To : Siwonnie
“ Baik. Aku akan meminta pak Kim untuk mengantarkannya.”
SEAD

Drrtt—drttt
From : Siwonnie
“ Itu dokumen penting. Bisakah kau yang mengatarkanya sendiri. Aku masih rapat.”

To : Siwonnie
“ Ne. Arraso.”
SEAD

Kyuhyun memasukan ponselnya dalam tasnya dan tersenyum ke arah sahabatnya.

“ Sepertinya aku harus pulang. Siwon meninggalkan dokument pentingnya dan dia ingin aku yang mengatarnya.” Ucapnya.

Changmin menghela nafas. “ Baiklah!! Besok bila ada waktu datanglah lagi.” Jawab Changmin.

“ Hyukjae—mianhae aku tak bisa menemanimu sekarang. Aku sudah berusaha menolak tapi—“

“ Arraso.” Hyukjae menepuk tangan Kyuhyun dengan senyuman. “ Cepat pergilah!! Siwon pasti membutuhkan dokumen itu.”

“ Gomawo. Aku akan menemuimu lagi dan jangan terlalu bersedih. Kapan kau membutuhkanku datang saja. Kapan pun itu—“ Kyuhyun mengengam kedua tangan Hyukjae.

“ Ne Nyonya Choi.” Jawabnya lalu mereka saling berpelukan.

Kyuhyun berdiri di depan gedung mencakar langit itu dengan resah. Dia melihat ponselnya setiap kali merasa lama menunggu. Jessica tak memberikan balasan lagi. Dia masih memeluk dokumen itu di dadanya. Tiba-tiba seseorang menyentuh pundaknya.

“ Mianhae merepot—“ Kyuhyun mengkunci bibirnya ketika melihat siapa yang menepuk pundaknya. Dia tersenyum kecil lalu menyerahkan dokumen itu ke arah suaminya. “ Mianhae—tadi aku harus berjalan memutar karna ada kecelakaan di jalan tol. Apa rapatnya sudah selsai?’ ucapnya. Siwon masih menatapnya. “ Ya sudah aku pulang dulu. Sampai jumpa nanti malam.”

Ketika Kyuhyun pergi Siwon menahan tangannya. “ Wae?’ Kyuhyun melontarkan pertanyaan.

Siwon semakjn menariknya dalam pelukannya. “ Siwon—dsini banyak orang.” Siwon tak perduli dan tetap memeluk istrinya. Jam makan siang semua kariawan keluar masuk gedung.

“ Saranghae Choi Kyuhyun—saranghae.”Kyuhyun tersenyum tipis. “ Mianhae untuk semua yang aku lakukan terhadapmu. Aku tahu kau masih belum bisa memaafkan ucapaku tapi yang perlu kau tahu aku sangat mencintaimu.” Kyuhyun membelas pelukan Siwon dengan erat. “ Seberapa waktu ini terus berjalan hal yang tak ingin aku lihat adalah kau menangis dan terluka. Tapi sepertinya akulah yang sering membuatmu menangis dan terluka.”

“ Wonniie—“
“ Sudah ku bilang aku tidak suka melihatmu menangis.” Siwon merasakan bahunya basah karna air mata Kyuhyun.

“ Aku tidak bisa menahannya. Ottoke!!”

Siwon melepaskan pelukanya dan membersihkan air mata Kyuhyun dengan ibu jarinya. Mereka saling bertukar senyum. “ Kau ada acara malam ini?’ Kyuhyun mengelengkan kepala.

“ Wae?”

“ Ikut aku di ulang tahun yang di adakan tuan Han.”

“ Bukan bisanya kau datang sendiri.”

“ Kali ini aku ingin bersama istriku. Apa kali ini kau akan menolak lagi?’

“ Tapi terlihat aku gedut beberapa hari ini. Pola makanku berlebihan sejak hamil. Belum lagi perutku yang semakin membuncit. Ini akan memalukan..” Kyuhyun menunduk.

Siwon meraih dagunya dan memberikan kecupa sekilas di bibir plum istrinya. “ Kau akan tetap cantik dimataku.”

“ Itu bagimu—“ Kyuhyun menghela nafas. “ Bagaimana pendapat mereka?’

“ Setelah kita pergi makan siang bagimana kalau kita ke butik Kibum nunna untuk membeli baju.”

“ jangan disana—selain harganya mahal barangnya tidak bermutu—“

Di tempat lain—
“ Asiing!!!”

Kibum berulang kali bersin tiada henti-hentinya.

“ Kau sakit sayang?” Heachul memperiksa kening putrinya.

“ Entahlah umma Hassing!!

“ Kalau begitu istiratlah!! Biar umma yang menjaganya.”

“ Ani.aniya umma. Perasaanku hanya sedikit tak enak umma. Sepertinya aku mencium bawa tak sedap!!”

“ Yahh!! Kau pikir aku sampah?” teriak Kyuhyun dengan keras.

Kibum hanya menatap ibunya dengan wajah ketakutan. “ Sudah aku bilang bukan kalau—“

“ Yaah!! Sudah ku bilang jangan beli disini tetap saja kau mengajakku kemari…” dia memukul dada Siwon. “ Sudah barangnya tidak bermutu dan di jual mahal.”

“ Mwo?!! “

“ Wae? Memang itu kenyataanya bukan. Chez!” Kyuhyun melipat tangan di dada dengan wajah angkuh.

“ Yah!! Kau pikir butikku tak bermutu. Kau tak kenal Han Tae Ssun? Artis papan atas saja memuji semua disainerku. Lihat saja tahun ini aku akan mengunakannya dia sebagai modelku.”

“ Nunna—berhenti bermimpi. Kau gunakan artis yang sudah turun gunung saja. Jangan membuat malu aku—“ Kyuhyun menggelengkan kepala. “ Semua bajumu itu menyedihkan.”

“ Yah!!” Kibum melepar majalah yang dia pegang ke arah Kyuhyun. Siwon langsung menghadangnya. Heachul hanya mengusap wajah kasar . Mereka tak akan akur bila bertemu.

*****

Kyuhyun berjalan dengan pelan melintasi gerumbulan orang yang menatap ke arahnya. Dia hampir terjatuh karna terlalu gugup menghadapi banyak mata memandanganya. Siwon selalu siaga di samping, menututnya sampi ke tengah acara. Alunan musik beralun merdu. Ini memang bukan pertama bagi Kyuhyun tapi rasa gugup tetap menghantui ketika harus bertemau dengan orang-orang penting.

“ Wae?” bisik Siwon.

“ Apa pipiku terlihat bulat? Tadi aku sedkit mengunakan make up. Tidak terlihat?’ Kyuhyun menatap Siwon.

“ Ani. Aniya kau tetap memukau dan terlihat natural.” Jawab Siwon. “ walau aku sedikit tak suka dan cemburu. Inilah asanku membiarkan kau tak pernah ikut dalam acara seperti ini. Egois bukan?’

Kyuhyun tersenyum kecil dan membelai wajah Siwon. “ Mungkin karna kau mencintaiku.” Siwon membalas senyuman itu. “ Bisakah kita mencari makan. Aku lapar.” Siwon pun mengangguk dan membimbing jalan istrinya menuju meja besar berisi makanan.

Kyuhyun memilih-milih makan kesukaanya dan suaminya. Siwon duduk di tempat di tempat yang sudah di sediakan dengan beberapa rekan bisnisnya. Kyuhyun terlihat binggung memilihnya.
“ Apa kau menyukainya?’

“ Huh?’ Kyuhyun menoleh ketika seseorang bicara di sampingnya.

“ Kenapa kau terlihat binggung memilih makan?’

“ Oh—karna aku menyukai semuanya.”

“ Kenapa kau tak mengambilnya semua?’ Kyuhyun tersenyum. “ Wae?”

“ Itu akan memalu. Piringku akan penuh seperti makanan anjing.” Jawabnya lalu kembali terfokus dengan makanannya. “ Oh—apa kau ingin mengambil bagian yang ini?”

Pria itu tersenyum dan mengambil piring kecil dan mengambil sesuatu, “ Han Tae Ssun.”pria itu mengulurkan tangan dengan senyuman khas.

Kyuhyun cukup terkejut dan membalas senyumannya. Dia menaruh makananya dan menjabat tanganya. “ Choi Kyuhyun—“ jawabnya.

Siwon memperhatikan istrinya berincang-bincang dengan seorang pria dengan begitu akrabnya. Sedikit mendidih darahnya namun dia belum bisa berdiri untuk menarik istrinya.

“ Wah—debbak!! Aku tidak langsung mengenalimu. “ Kyuhyun terlihat menganggumi pria yang ada di sampingnya. “ Aku juga ingin bisa menjadi penyanyi sepertimu. Tapi umma bilang aku tak berbakat.”keluah Kyuhyun.

“ Jinjja? Tapi aku pikir suaramu begitu bagus.”

“ Jomalyo? Ahh—darimana kau tahu? Dasar pembual. Apa semua pencipta lagu akan sepertimu?’

Tae ssun tersenyum geli. “ ani. Aniya. Tapi mungkin hanya naluri saja. Kata-kata itu muncul karna melihat seseorang yang indah sepertimu.” Mereka tertawa.

“ Kenapa begitu lama?’Siwon langsung melingkarkan tangan di pinggang Kyuhyun. Pria manis itu menatap suaminya. “ Nuggu?”

“ Yah!! Kau tak kenal dia? Dia Han Tae Ssun. Penyanyi yang sedang populer di kalangan remaja dan dia juga putra bungsu dari tuan Han.” Bisik Kyuhyun.

“ Jinjja?’ Siwon melepar senyuman ke arah pria yang terlihat muda beberapa tahun di bawahnya. “ Choi Siwon.”pria berlesung pipi itu mengulurkan tangannya dengan angkuh.

“Senang berkenalan denganmu.” Pria bermata tajam itu menggenggam dengan kuat.

“ Kita pulang sekarang?’

“Huh?” Kyuhyun terlihat tak suka. “Bahkan aku belum memakannya?”

“Bagimana bila aku menyuruh pelayan untuk membungkuskannya untukmu?’tawar Tae Ssun.

Lelehan karamel itu berbinar tapi Siwon langsung menariknya kebelakang. “ Tidak perlu. Terima kasih untuk tawarannya.” Kyuhyun memplout bibirnya. Siwon langsung menariknya dan pria itu berbicara pelan ke arah Kyuhyun.

“ Kenapa ku bicara dengan orang asing?” Siwon menatap Kyuhyun dengan tajam. “ Bukan tadi kau bilang hanya mengambil makanan?”

“ Waeyo? Dia tak melakukan hal aneh. Meski dia orang asing, bukan dia anak dari tuan Han? Dia juga artis terkenal. Jadi dia tak akan melakukan hal buruk padaku.”

“ Tapi aku cemburu melihatmu bersamanya.” Kyuhyun melirik tajam. “ Rasanya aku menyesal membawamu. Ternyata ada benarnya kalau kau ku kurung di rumah.”

“ Yah!! Tapi kau memang tahu bagiaman daya tariku bukan. Aku adalah penakluk.”

“ Czees!! Kau terlalu percaya diri.” Siwon mencubit hidung Kyuhyun. “ kau jadi ingin makan itu?”

“ Ahh—aku sudah tidak napsu melihatnya. Jadi langsung pulang saja.” Jawabnya sambil tersenyum kecil.
*****

“ Appa—“ seru pria muda dengan wajah angkuh dan erotis. Bibirnya tersenyum merekah. Dia duduk di meja yang sama dengan ayahnya. Itu hal aneh bila putranya duduk satu meja dengannya.

“ Ada apa? Tak biasanya kau duduk di sini?” tanya Han Min Hyuk. Pria tua itu menatap putranya, “ Wae? Kau butuh uang?”

“ Anio appa. Ani. Aku rasa wanita-wanitamu lebih membutuhkan uang itu daripada aku.”

“ Anak kurang ajar.”sentaknya.

“ Appa bisa berikan aku informasi tentang Choi Kyuhyun? “

“ Mwo? Choi Kyuhyun? apa kau sudah gila? Untuk apa kau mencari tahu tentangnya.”

“ Waeyo? Apa yang salah appa? Apa aku tak boleh tertarik dengan pria cantik itu? Appa—“

Min Hyuk memijat tengkuknya,“Yah!! Bocah tengik. Kau cari mati?’

“ Ani appa. Putramu ini hanya jatuh cinta—“ pria itu melipat tangan dengan santai sambil tersenyum bodoh ke arah ayahnya.

“Bocah tengik!! Kau ingin appamu mati karna kehilangan harta dan juga kau?”

“ Memang siapa Choi Kyuhyun?”

TBC
Maaf lama ya…
Tinggalkan komentar untuk part ini
Semoga segera selsai dalam beberapa part lagi
Semoga..hahahhaha dan semoga kalian tak bosan.

Advertisements