Posted in BL, Drama, Family, Romance, wonkyu, WonKyu Story

Tentang Kamu – part 30

Tentang Kamu – part 30

Autor : Cat meonks

Cats : Cho Kyuhyun, choi Siwon dll

BL,Yaoi Mpreg

Warning : Typo berserakan dan bahasa kurang jelas

Cerita gaje tapi hasil karya sendiri

Ini pasti membosankan tapi jangan lupa tinggalkan komentar

Kiss kiss

.

.

.

.

 

“Hassing!!!”

Hari ini cukup dingin dan membuat tuan muda yang sedang hamil ini harus mengalami bersin-bersin.  Tiba-tiba dia merasakan hangat menjalar dalam tubuhnya. Sebuah tangan kekar memeluk perut buncitnya dan dada bidang itu menempel di punggungnya. Dia tersenyum walau lengannya menyikut perut pria di belakangnya.

 

“ Yah!!”

 

“ Kenapa mengejutkanku?”

 

Siwon menaruh dagu di pundak istrinya, “ Tapi aku merasa kau senang bukan terkejut.”bisiknya.

 

“ Jinjja?’ kembali lengan itu menyikut perut Siwon. “ Jangan percaya diri. Tumben kau pulang cepat?’ Siwon mengusap peut Kyuhyun dengan lembut sambil menghirup aroma tubuh Kyuhyun yang memabukan.

 

“ Hanya merindukanmu dan dia.” Siwon menunjuk perut Kyuhyun.  Kyuhyun meletakan telapak tanganya di atas tangan Siwon lalu menatap langit sore yang begitu indah hari itu. “Entah kenapa kau mampu membuatku jatuh cinta di setiap harinya?’ Kyuhyun melepas pelukan Siwon lalu berdiri menghadap suaminya dengan wajah merah, “ Tapi kau juga setiap saat membuatku khawatir dengan polah dan  tingkahmu.” Kyuhyun memplout bibirnya. Siwon mendekatkan bibirnya dan memberikan ciuman lembut di bibir plum itu. Kyuhyun yang memejemakan mata menikamti ciuman suaminya berlahan  terbuka ketika suaminya melepaskan bibirnya.

 

“ Karna itu jangan membuatku kesal. Apalagi mengabaikanku.” Siwon hanya tersenyum sambil menarik tubuh itu dalam dekapannya. Walau tak sepenuhnya terpeluk karna terhalang oleh perut buncit istrinya.

 

“ Iya aku mengerti, tuanku. Hamba akan siap melayani.”goda Siwon. Kyuhyun hanya memukul punggung Siwon sambil tersenyum.

 

*******

 

Kyuhyun  menaruh tas belanjaan di tangan kanannya sambil meneliti apa ada yang kurang atau tidak. Dia ingin mengembalikan baju yang dia beli di butik kakaknya. Dia juga tak lupa bonnya.  Pria cantik itu memang usil bila menyangkut kakaknya.

 

“Kyuhyun-ssi.”sapa salah satu pelayan. “ Ada yang bisa saya bantu.”

 

“Dimana Nunna?”

 

“Sanjangnim sedang melayani pembeli.”

 

“ Padahal aku sudah memilih ukuran besar tapi tetap saja tak nyaman. Tolong besarkan ya! Ahh—apa ada tamu spesial?” tanyanya penasaran.

 

“ Oh—iya. Dia Han Tae ssun. Penyanyi dan aktor terkenal. Ahh—dia juga ramah sekali.” Pelayan wanita itu kegirangan dan Kyuhyun hanya melirik dengan pandangan penasaran.

 

“ Oh—jadi benar dia mengunakan rancangan nunna. Debbak!! Wanita itu ada kemajuan.” Kyuhyun melihat ponselnya. “ Berikan aku susu coklat.”

 

“Baik Kyuhyun-ssi.” Pelayan itu pun pergi meninggalkan Kyuhyun yang asik beramin game di ponselnya.  Segelas susu coklat tersaji dengan satu potong kue. Kyuhyun masih terus bermain tanpa memperdulikan ada yang sedang menatapnya.

 

“ Oh—kau juga suka membeli baju disini?’ Kyuhyun mendongakkan wajahnya sambil berpikir. “ Kau melupakanku?’ tanya pria tampan itu.

 

“ Ani. Aniya. Aku hanya sedikit terkejut kau mengingatku.”

 

“Bagaimana bisa aku melupakan wajah manis dan imut sepertimu?” wajah Kyuhyun berubah masam.  “ Apa yang kau lakukan sini?’

 

“ Oh—bajuku sedikit tak muatt. Ahh—padahal aku sudah memilih ukuran terbesar. “keluh Kyuhyun.  Tae Ssun pun duduk di depanya. “ Jadi benar kau sering membeli baju sini.”  Dia mengangguk.  “ Wahh—debbak!! Bagaimana nunna bisa berkembang sepesat ini.’gumamanya.

 

“ Huh? Kau bicara apa?’

 

Kyuhyun hanya tertawa, “ Ani.’jawabnya singkat lalu menengguk susu coklat yang baru saja di antar pelayan.

 

Tae ssun tersenyum kecil memperiksa jadwalnya. Ketika dia ingin bicara. “ Yah!! Apa yang kau lakukan disini?’sentak Kibum tanpa melihat pria di hadapana adiknya.

 

“ Apa kau tidak bisa membuat ukuran baju yang lebih besar? Huh? Itu sesak dan tak nyaman di perutku.” Jawab Kyuhyun dengan nada tinggi.

 

“ Itu salahmu sendiri bagaimana kau bisa memiliki tubuh begitu gembul.”

 

“ Yah!!” Kyuhyun langsung berdiri sambil berteriak.  “ Aku ini sedang hamil bukan gemuk. Kau tak bisa membuat baju dengan ukuran yang lebih besar.”

 

“ Brisik!! Aku membuat baju untuk orang tampil mempesona bukan untuk membuat baju extra besarmu.”

 

“ Mwo? Yah!! Coba kau ulangi kata-katamu. Bagimana kau bisa memuasakan eplangganmu kalau kau saja tak bisa menerima kritik.”

 

“ Aku tak butuh kritik darimu mulut besar.”

 

“Yahh!!! Kau—“

 

“Chamanayo!! “ semua menatap Tae ssun. “ Kalian benar-benar gila. Apa kalian benar bersaudara?’’  Kibum dan Kyuhyun  terdiam menatap Tae Ssun. “Sebenarnya apa yang ada di pikiran mereka?” batin Tae Ssun.

 

******

 

 

“ Wah—aku tak tahu kalau kau adik Cho Kibum. Aku sudah lama menyukai desain bajunya.” Tae ssun menatap Kyuhyun .

 

“ Yah!! Siapa yang ingin memiliki  kakak seperti itu. Suka sekali mengoda suamiku. Bahkan Siwon memaksaku membeli baju di sana. Menyebalkan!!” omelnya.

 

Mereka kini duduk berdua di kafe yang cukup sepi.  Segelas kopi dan semangku es krim vanilla terhias di depan meja.

 

“ kau memiliki napsu makan yang tinggi?”

 

Kyuhyun terseyum malu, “ Iya. Sejak aku hamil pola makanku semakin rakus.”

 

Tae ssun terdiam. “ hamil?’ tanya tak percaya. Kyuhyun mengangguk lalu memasukan es krim dalam mulutnya. “ Jadi kau sudah hamil?’

 

Kyuhyun tertawa. “ Hum…sejak kita kembali lagi. Ahh—syukurlah…” Kyuhyun menunduk malu.

 

“ Kembali?”

 

“ Oh—Ne. Kita baru saja rujuk. Hemmm—hehehe.” Kyuhyun tersenyum bahagia ketika membayangkan itu.

 

“ Wae? Ahh—maksudku kenapa kalian bisa berpisah?”

 

“Oh—Hemm Hanya karna kesalah pahaman aku sempat ingin berpisah dengan suamiku. Tapi dia mengajakku kembali. Walau sebenarnya keluargaku sempat tak  merestuinya .Teutama nunnaku.. Untung saja aku hamil. Hahahahah…” ceritanya. Tae ssun tertawa tipis lalu kembali memasang wajah dingin. “ Kenapa kau tiba-tiba mengajakku keluar untuk makan? Apa kau menyukai nunnaku?’ tebak Kyuhyun.

 

“ Huh?’

 

Kyuhyun memukul Tae ssun. “ Yah!! Kenapa kau jadi linglung? Tak apa. Lagi pula walau dia terlihat galak tapi hatinya lembut.”goda Kyuhyun.

 

“Bisakah kita bertemu lagi?”

 

“ Huh?’ Tae ssun tersenyum lebar membuat Kyuhyun binggung menjawab. “ Keurumyo. “

 

“ Gomawo.” Mereka saling melepar senyuman.

 

******

 

Kyuhyun membuka-buka majalah yang baru di belinya. Terlihat beberapa gambar Tae ssun muncul di berbagai iklan.  Dia tersenyum bangga melihat rancangan baju kakaknya di pakai oleh artis yang sedang naik daun.

 

“ Sedang apa?’ Kyuhyun langsung menutup majalahnya dan melepar ke meja.

 

“ kau sudah pulang.”senyuman merekah terpampang di wajah Kyuhyun. Dia berdiri dan memeluk suaminya. “ kau sudah makan?’

 

“ Belum. Kau?’ Kyuhyun mengelengkan kepala. “ wae?”

 

“ Ingin menunggu ayah pulang.” Jawabnya manja.

 

“ Kalau begitu tunggu sebentar. Aku mandi dan ganti baju lalu kita makan.” Kyuhyun mengangguk patuh lalu melepaskan pelukan suaminya dan kembali duduk di sofa. Siwon melirik sekilas drama yang di lihat istrinya lalu segera naik ke atas.

 

Tak lama Siwon turun dengan baju santai. Pria berlesung pipi itu menghampiri istrinya yang sedang asik melihat drama. “ Kita makan sekarang?”

 

“ Oh—“Kyuhyun langsung mematikan Tvnya dan mengulurkan tanganya. Siwon yang tanggap langsung mengendong istrinya menunju meja makan. “ Wonnie—“

 

“ Hum?” Siwon menatap istrinya.

 

“ Kau tahu bila artis han Tae Ssun menyukai nunnaku?’ Siwon menurunkannya dan menarik kursi untuk Kyuhyun.

 

“Entahlah!! Wae? Tumben kau perduli.”

 

“ Yah!! Bagaimana pun dia kakak kandungku.”jawabnya.

 

Siwon menaruh daging di piring Kyuhyun,  “ Oh—ya apa kau baru membeli jam tangan baru?”

 

“Oh—ani. Itu hanya sebuah hadiah.”

 

“ Hadiah?’ Kyuhyun mengangguk “Dari?”

 

“Chingu.” Kyuhyun tersenyum lebar.  “ Ahh—atau bisa jadi akan jadi kakak ipar. Waah—debbak!!”girangnya. Siwon menatap Kyuhyun dengan wajah penuh curiga namun pria manis itu begitu santai.

 

****

 

“Debbak!! Bagaimana dia bisa memberikanya ini untukmu? Bukan ini mahal.”tanya Changmin sambil melihat jam tangan merk Ulyse Nardin buatan swiss. “ Siwon tahu?” Kyuhyun mengangguk.

 

“Wahh—selain tampan dia juga baik. Usianya tak jauh beda dengan kita. Dia artis yang sedang naik daun bukan. “sambung Lee Hyukjae.

 

“ Dia menyukai Nunna-ku.”

 

“Mwo?’ mereka berdua terkejut dengan ucapan Kyuhyun.

 

“Ahh—syukurlah.”dia mengangkat tangan di atas. “ Ini adalah kado untuk jalan pintas. Walau sedkit berlebihan.’’kata Kyuhyun.

 

“ Pria ini cukup royal. Tapi apa kau nyakin hanya itu? Maksudku itu jam mahal.”curiga Changmin.

 

“ Wae?”tanya Kyuhyun.

 

“ Jangan-jangan dia menyukaimu?”cetus Hyukjae spontasn.

 

Changmin mengambil tipasnya dan memukulkan di kepala Hyukjae, “ Yah!! Kau gila?” teriak Changmin.

 

Kyuhyun hanya terdiam. “ Apa yang salah? Itu hanya pemikiranku saja. Apa ada seseorang dengan mudah melepas barang mewah bila dia—aahh mian.”  Hyukjae langsung mengkunci bibirnya.

 

“ Bukan semua sudah tahu bila aku istri Choi Siwon? Bahkan aku mengandung anaknya.” Ucap Kyuhyun.

 

Hyukjae dan Changmin hanya saling menatap. Lalu membuang muka. Kyuhyun hanya memainkan jam tangannya.

 

*****

 

Kyuhyun berjalan dengan malas. Ia tak percaya diri dengan baju kekecilan ini. Bagaimna bisa dia naik sampai 4 Kg sejak hamil. Bajunya tak muat untuk perut buncitnya.  Dia duduk di sebelah ibunya sambil bersandar manja di bahunya. Sebenarnya dia tak suka melihat cara fasion seperti ini. Lebih menarik bermain game di kamar dengan beberapa cemilan ahh—ani tapi banyak cemilan. Kyuhyun memainkan ponselnya tanpa berniat melihat semua rancangan kakaknya. Hingga akhir acara dia tak tahu apa saja yang terjadi.  Jadi percumah dia datang.

 

“Cepat bangun.”sentak ibunya. Kyuhyun pun bangun dan bertepuk tangan menyambut kakaknya di atas panggung dengan seikat bunga besar yang di berikan Tae ssun sebagai model utama pria. Kyuhyun kembali duduk lagi dan menghela nafas.

 

Semua bersorak gembira dengan segelas anggur di tangan mereka kecuali Kyuhyun. Dia hanya memplout bibirnya karna di hadapanya hanya ada jus jeruk dan segelas susu. Dia bukan anak tujuh belas tahun.

 

“ Umma—“rengeknya.

 

“ Tak bisakahkah kau berhenti merengek. Nunnamu sedang bahagia dan kau merengek terus. Kau ingin buat malu dan ribut.”sentak kecil Heachul.

 

“Tapi umma—semua—“

 

“ Kau sedang hamil sayang. Apa kau gila? Siwon bisa membunuh ibumu ini. Diam dan nikmati apa yang ada.”sentak ibunya lagi.

 

Kyuhyun memplout bibirnya dan mengacak-acak makannya. Aroma anggur merah kesukaanya membuatnya jadi gila. Dia ingin memecahkan semua gelas tamu tapi pandangan ibunya menakutkan.

 

“ Waeyo?’ tanya Tae ssun yang tiba-tiba menghampirinya.

 

“ Ani. Hanya sedang sedang kesal.”jawab Kyuhyun sambil melahap dagingnya.

 

Tae ssun tersenyum kecil. “ Bagimana kalau kita jalan-jalan sebentar? Aku tahu yang sedang tak enak hati.”

 

“Baiklah!! Daripada berlama disini akan membuatku ingin membunuh orang.” Kyuhyun berdiri dan mengambil tas punggungnya. Ibunya sempat melihatnya berdiri tapi langsung kembali bicara dengan clien suminya yang di undang dalam pertunjuan itu.

 

Kyuhyun berjalan dengan menghentak-hentakkan kaki.  Tae Ssun hanya tersenyum kecil melihat polah Kyuhyun dengan perut yang mulai membuncit.  Kyuhyun tiba-tiba berlari menuju penjual gula kapas.

 

“Ayo kita makan ini.” Kyuhyun menatap Tae Ssun.

 

“ Apa kau anak kecil?” Kyuhyun memplout bibirnya. “ Tolong satu saja.” Kyuhyun tersenyum ketika penjual itu memberikan satu gula kapas. Tae Ssun tersenyum dan membayarnya. Kyuhyun sudah berjalan dahulu sambil menikmatinya.

 

Kyuhyun berhenti dan menoleh kebelakang, “ Yah—palliwa—“ Tae Ssun tersenyum lalu berlari kecil. “ kau lambat seperti siput.’ Ejeknya. Tae Suun gemas dan mengacak rambut Kyuhyun. “ Yah—jangan seenaknya mengacak-acak rambutku.”omel Kyuhyun.  Tae Ssun tertawa. Kyuhyun hanya memplout bibirnya lalu melihat ponselnya.

 

“ Siapa?’ tanya Tae Ssun.

 

“ Oh—suamiku. Dia tanya apa aku akan pulang untuk makan malam atau tidak.” Jawabnya.

 

“Oh—“ wajah Tae ssun berubah menjadi masam. “ Kajja.”

 

*****

 

Kyuhyun merebahkan tubuhnya di ranjang. Siwon yang baru keluar dari kamar mandi melihat beberapa kantung belanjaan di dekat meja rias.

 

“ Tadi kau kemana?” Siwon duduk di tepi ranjang.  Kyuhyun kembali membuka matanya dan melihat ke arah Siwon. “ Kau kabur dari acara dan tak bisa di hubungi.”

 

Kyuhyun tertawa lalu kembali duduk dan menatap suaminya. “ Aku hanya bosan lalu jalan-jalan sebentar dengan Tae Ssun.” Jawabnya.

 

“ Bila kau bosan bukan harusnya kau pulang.”

 

“ Aku masih belum ingin pulang. “ jawabnya.

 

“ Kyunnie—“

 

“ Wae? Kenapa hanya jalan-jalan saja aku salah. Aku bosan disana. Mereka bicara ini itu dan tak bisa aku mengerti. Dia mengajakku belanja untuk menghilangkan bosanku dan kau tahu Wonnie—semua itu gratis. Dia membayarnya.” Kyuhyun tersenyum bangga.

 

“ kau kekurangan uang?’

 

“ Ani. Tapi itu menyenangkan. Dia berbeda dengan Changmin dan Hyukjae yang pelit. Bahkan dia mentraktirku makan.” Kyuhyun kembali merebahkan tubuhnya. “ Ternyata tak semua artis itu sombong dan pelit. Dia cukup baik dan sopan.” Kyuhyun menarik selimutnya sebatas dada.

 

Siwon menghela nafas lalu merebahkan tubuhnya, “ Entah kenapa aku tak suka.”keluh Siwon.

 

“ kau selalu tak suka pada siapa pun.” Kyuhyun menoleh dan mereka saling bertukar pandang.

 

“ Dia terlihat tak sedap di lihat. Kau tahu bukan aku lebih tampan daripada dia?”

 

“  Apa Kau cemburu?”

 

“ A—aku tidak cemburu.’

 

“ Jadi kau tak cemburu?”

 

“Siapa yang perduli dengan artis bodoh itu?’

 

“Oh—kaulah yang memulainya.” Kyuhyun kembali berdiri dan menatap tajam. “ Jangan-jangan kau masih menyukai Nunna-ku?’ hardik Kyuhyun.

 

Siwon pun ikut bangun. “ Apa hubunganya? Aku cemburu padamu kenapa jadi menyangkutkan dengan Kibum?” sentak Siwon.

 

“ Bukan kau bilang tak cemburu tadi?”

 

Siwon menghela nafas, “ Aku hanya takut—takut kehilanganmu. Apa aku salah?” aku tidak perduli bila dia mencintai Kibum atau yang lain yang paling aku takutkan adalah dia menyukaimu—“

 

“ Yah!!” Kyuhyun mengambil guling lalu memukulkan pada Siwon. “ kau seperti Hyukjae saja. Dia tampan dan kaya untuk apa melirik pria hamil. Sudah!! Cepat tidur. Besok kau akan menyalahkanku ketika bangun kesiangan.” Kyuhyun kembali tidur namun membungkungi suaminya.  Siwon hanya menghela nafas lalu mengambil remot dan mematikan lampunya. “ Woonie—“

 

“ Hemm—“

 

Siwon membalik tubuhnya dan memeluk  Siwon.”Dasar bodoh!!” umpatnya. Siwon memiringkan tubuhnya lalu membals pelukan istrinya sambil tersenyum.

 

*******

 

 

Siwon seperti orang gila ketika menghadapi istrinya. Dia sudah mengurangi kadar emosinya untuk menjaga kesehatan mental istri dan calon anaknya namun terlihat Kyuhyun terus membuatnya mendidih dengan bertemu pria itu hampir setiap hari. Bahkan ketika dia memperiksakan kandungan atau senam hamil Tae Ssunlah yang mengantarkannya.  Dia itu suaminya bukan pria itu. Seharian ini dia sibuk dengan rapat dan pulang melihat tumpukan tas belanjaan terlihat di sudut sofa kamarnya.

 

“ Darimana kau dapat barang-barang itu?”tanya Siwon dengan nada tinggi.

 

“ Waeyo? “ Kyuhyun dengan cuek  duduk di ranjang dan merapikan  bantalnya.  Kyuhyun baru selesai mengosok giginya dan ingin beranjak tidur. Siwon lagi-lagi pulang malam dan tak menemaninya makan.  Dia tak lagi protes atau mengeluh karna itu adalah pekerjaan suaminya. Tae Ssun selalu menasehatinya agar tak terlalu manja dan bersikap lebih mandiri.

 

“Choi Kyuhyun darimana kau dapat barang-barang ini?” ucapanya semakin keras dan terkesan kasar.

 

“ Yah!! Kenapa kau membentakku. Aku tak menghabiskan uangmu. Itu hadiah. Diamlah aku lelah dan ingin tidur. Seharian ini aku keliling mall.”omelnya.

 

“ Kau bertemu lagi dengan Tae ssun ?”

 

“ Ne. Waeyo?”  jawab Kyuhyun.

 

“ Sudah aku beri tahu beberapa kali jangan menemui pria itu lagi tapi kau tak mengindahkan ucapanku. Apa kau pikir aku sedang mendongeng?”

 

“  Molla.  Apa salah aku memiliki teman? Dia mengerti aku—bahkan dia tahu kakiku lelah dan memijatnya tanpa aku memintanya. Aku hanya ingin memilik teman yang bisa memahamiku tanpa mengeluh kekuranganku. Apa salah? Kau juga tak pernah perduli padaku. Setiap hari pulang malam. Bahkan makan malam kau lebih suka dengan laptopmu daripada aku. Apa pernah aku protes atau mengeluh?”

 

“Chingu? Kau pikir dia berpikir itu? kau bodoh atau pura-pura bodoh. Kenapa seorang bisa dengan mudah menghambur-hamburkan uangnya hanya untuk Chingu?Kenapa kau jadi berubah menjadi pengemis dan meminta barang-barang  itu dari orang lain? Apa kau sudah tak memilik harga diri? Kau pikir aku tak bisa membelikanya? Aku bisa membelinya dua kali lipat dari apa yang dia berikan padamu.”

 

“ Mwo? Pengemis ? Tak punya harga diri.’

 

“ Ya… Kau mirip pengemis. Aku sudah peringatkan berulang kali padamu untuk tak menemuinya tapi kau semakin gemar mengemis barang padanya. Apa tak cukup kau memilki aku? Aku sudah bekerja siang malam untuk bisa mencukupi apa keinginanmu.”

 

“ Cukup!! Aku tak bisa sesabar ini!!” Kyuhyun berdiri dan menghapus air matanya. “ Apa lagi? Cepat katakan!! Apa lagi yang ingin kau umpatkan padaku. Tak punya pendidikan, pengemis tak punya harga diri. Yah!! Kau pikir kau siapa? Huh?” Kyuhyun menghampus air matanya lalu mengambil ponsel lalu pergi keluar.  “ Aku muak dengan semua ini. “dia membanting daun pintu itu.

 

Siwon melepas dasinya dengan kasar lalu duduk di tepi ranjang dengan wajah kesal. Dia melepar apa pun di sampingnya. Dia meraih ponsel dari kantung celananya.

 

“Cari tahu siapa Han Tae ssun.”perintah Siwon. Dia menutup teleponya lalu melepar ponselnya di ranjang dan merebahkan tubuhnya. Dia menghela nafas kasar. Dia memejamkan mata menikmati hening kamarnya. Bagaimana pun dia terlalu kasar pada istrinya?

 

Kyuhyun berjalan cepat meninggalkan rumah tanpa perduli berbagai pertanyaan dari pengawal atau pelayan di rumahnya. Dia hanya memeluk ponselnya dengan air mata yang tiada hentinya mengalir deras.  Dia merasa lelah dan jongkok di tepi jalan. Dia melihat sekeliling namun tak ada tanda-tanda seseorang membuntitinya.  Dia semakin menangis terseguk-seguk sambil bersimpuh memukul-mukul dadanya yang sakit.

*****

 

 

Siwon berjalan menuruni tangga dan mencari keberadaan istrinya. Semua pelayan menatapnya dengan takut tapi tak ada satu pun yang bicara. Siwon berjalan menuju dapur dan mengambil sekeleng minuman soda dan menatap salah satu pelayan.

 

“Dikamar mana sitriku?’tanya dengan santai sambil membuka kaleng minumannya.

 

Semua saling memandang satu sama lain. “ Dia berlari keluar tuan muda.” Jawab takut salah satu pelayan.

 

Siwon langsung menjatuhkan kaleng minumananya sambil berlari keluar.  Bodoh!! Seharusnya dia tahu istrinya tak mungkin hanya pergi untuk berpindah kamar saja.  Dia mencari di sekitar rumahnya sampai ke ujung jalan raya namun belum terlihat tanda-tandanya.  Dia kembali ke rumahnya dan menghubungi seseorang.

 

“ Cepat cari tahu dimana istriku!!”  dia meremas ponselnya lalu segera masuk dan mengambil mobil.

 

******

 

“ Silahkan. Masih panas, tiuplah sebelum kau meminumnya.”

 

Kyuhyun menerima gelas berisi susu coklat.” Gomawoyo.”jawabnya.

 

Kyuhyun hanya terdiam dengan gelas coklat di tangannya. Dia sudah berhenti menangis sejak tadi namun belum bicara sama sekali. Tae Ssun masih setia menunggunya dalam diam. Kyuhyun menghela nafas lalu menghapus butiran air mata yang tiba-tiba mengalir.

 

“ Mianhae—“

 

“Untuk?’

 

“Malam-malam aku menganggumu. Entah kenapa pertama kali aku pikirkan adalah namamu. Mianhae—“

 

“ Kau melakukan yang benar.”  Kyuhyun kembali diam. “ Wae? Kau tak ingin cerita—“ Kyuhyun menatap Tae Ssun. “ Bukan maksudku ingin ikut campur tapi—apa kau baik-baik saja?“

 

“Tae Ssun-sii”

 

“ Hum!! Wae?’

 

“ Apa aku salah mencintainya?’

 

“ Ani. Karna itu kau menikah dengannya. Wae? Apa dia tak mencintaimu?”

 

Kyuhyun mengelengkan kepala,” Mungkin aku pernah beberapa kali menyukai seseorang tapi baru dengannya aku merendahkan harga diriku—“ Kyuhyun menundukan kepala.” Aku sadar dia pria hebat yang mempunyai segalanya. Tampan,mapan dan baik. Tak sedikit yang menyukainya dan dia memilihku. “

 

“ Lalu—“

 

Kyuhyun menghapus air matanya yang tiba-tiba mengalir,”  Tapi akhir-akhir ini dia sering berkata kasar dan mengumpatku. Bahkan dia tak pernah menyusulku ketika aku kabur. Apa dia sudah mencintaiku lagi? Apa dia bosan dengan keegoisanku? Tae ssun-sii apa aku harus pulang sekarang?”

 

“ Yah!! Kyuhyun-sii!!”

 

“Pabbo!! Harusnya aku tak kabur tadi. Bagaimana bila yang kau bilang benar? Bila Siwon memiliki seseorang yang dia cintai selain aku. Bahkan ketika anak pertama kita belum lahir.”

 

“ Jangan jadi lemah. Kau pria kuat. Bila terus kau tunjukan ketergantunganmu dengan pria itu—kau sendiri yang akan sakit. Dia akan menginjakmu semakin kuat. “

 

“ Tapi—perasaanku?“

 

“ Dia hanya takut harga diri terluka karna ada pria lain yang bisa membelikan sesuatu yang berharga untukmu.”

 

”akuu sangat menyukainya. Mungkin karna itu dia bisa berbuat semaunya. Aku pernah bilang padanya untuk datang dan pergi sesuka hatinya karna aku akan tetap disini menunggunya. Dia menamparku jadi ku pikir dia benar-benar menyukaiku.”

 

“ Apa kau gila ketika mengkatakan itu?”

 

“ Aku tahu. Ini sangat sulit ketika harus menyembunyikan perasaanmu yang sebenarnya. Waktu aku terlepar dalam kegelapan dia selalu saja meraih tanganku dan memberikan kehangatkan yang tak pernah aku banyangkan. Kemudian, sejak ketika itu aku berpikir untuk menyerahkan semua cintaku padanya. Sekarang, bila di dunia ini tanpa apa aku bisa benar-benar hidup. Karna selama aku mencoba aku tak bisa. Aku selalu ingin bertemu dengannya.” Kyuhyun menatap Tae Ssun dengan mata berkaca-kaca.” Bahkan aku pernah memamerkan tubuhku ketika dia ingin membatalkan pernikahan kita. Tapi dia tak menyentuhku.” Kyuhyun tersenyum kecil ketika mengingat kebodohannya.

 

“ Pasti kau sudah gila.”

 

“Iya.”

 

“ Lalu kenapa kau tak lepaskan tergantungan itu?’

 

“ Aku tak bisa.” Kyuhyun menundukan kepala.

 

“ Karna itu dia akan dengan mudah menginjakmu. Orang tuaku juga seperti itu. Umma terlalu mencintai appa hingga dia membiarkan memiliki banyak wanita simpanan.” Tae Ssun terlihat kesal menceritakannya. “ Dia wanita bodoh.’ Kyuhyun menatapnya.  “Karna itu appa  dengan mudah mempermainkannya. Kembali ketika dia ingin dan pergi ketika dia tak ingin.”

 

“ Tae Ssun-sii mianhae—“

 

“ Aku sudah terbiasa. Semua orang tahu. Walau appa bilang putranya satu-satunya hanyalah aku tapi percumah bila tetap saja dia menyakiti umma.”

 

“ Tapi aku belum terbiasa dengan sifatnya yang seperti itu.”

 

“Berusahalah untuk terbiasa atau pergi untuk melepaskannya dan menjadi manusia pintar.”

 

Kyuhyun hanya terdiam tanpa bisa menjawabnya. Tak lama suara bel berbunyi.

 

“ Aku nyakin itu suamimu.”  Kyuhyun masih membeku. Tae Ssun berdiri menuju pintu dan membukaannya. Tanpa bicara pria berlesung pipi itu masuk. Siwon hanya menghela nafas lalu mengambil ponsel istrinya dan membopongnya. Kyuhyun tak berani menatap wajah Siwon  ketika pria itu mendudukkan di kursi mobil. Siwon melepas baju hangatnya dan mengenakan di bahu Kyuhyun.

 

Mobil hitam itu berhenti di depan rumah mereka.Kyuhyun masih terdiam ketika Siwon membukaan pintunya.  Siwon kembali membopongnya . Semua pelayan menunduk hormat ketika mereka datang.

 

“ Buatkan coklat panas  antarkan ke atas.’ Ucapnya sambil berlalu meninggalkan mereka. Siwon menurunkan Kyuhyun di tepi ranjang dan melepas mantelnya. “ Mulai sekarang jangan pergi ke mana pun tanpa seizinku.”sentak Siwon.  Pria itu keluar dengan membating pintunya. Kyuhyun hanya terdiam dengan memeluk perutnya.

 

Tak lama bibi Kim datang dengan segelas susu hangat. Kyuhyun tersenyum ketika bibi Kim menyapanya. “ Minumlah selagi hangat.” Tawar Bibi Kim. “ Anda tidak apa-apa? Bagaimana keadaan bayi Anda?’

 

“Genchana.”

 

“Ahh—syukurlah!! Jangan terlalu sering bertengkar atau marah dengan tuan muda itu tidak baik untuk perkembangan kandungan Anda.”

 

“ Arra.Gomawo—“

 

“Saya permisi dulu.” Kyuhyun mengangguk lalu kembali merebahkan tubuhnya. Dia memejamkankan dan berusaha untuk tertidur.  Dua jam kemudian Siwon kembali ke kamar dan melihat istrinyasudah tertidur pulas. Dia mendesah keras lalu duduk di tepi ranjang sambil membelai wajah istrinya.

 

********

 

Tae Ssun duduk terdiam di kamar mandi hotel tempat dia mengadakan jumpa pres dengan pengemar untuk mempromosikan sebuah produk. Dia mengigil sambil merogoh saku celanannya.  Dia menelan pil itu bulat-bulat lalu menyandarkan tubuhnya di dinding sambil menadahkan wajahanya ke atas. Dia mengigit bibirnya sambil menelan ludah untuk menghilangkan rasa kering di tengoroannya. Nafasnya mulai teratur dan dia segera berdiri sebelum ada seseorang yang masuk dan mempergokinya. Dia mencuci tangannya dan menatap wajahnya di cermin. Tiba-tiba pintu toilte terbuka dan seseorang pria berdiri disampingnya dengan santai sambil mencuci tanganya.  Tae ssun menatap Siwon dengan tajam.

 

“ Yah, Choi Siwon.” Siwon masih santai mencuci tangannya. “ Apa maksudmu menjadi sponsor di acaraku? Apa kau sedang ketakutan?’

 

Siwon tersenyum lalu mengambil sapu tangan di saku celananya, “ Kau pikir aku akan hancur hanya karna hal seperti ini?” tanya balik Siwon sambil membersihkan tangannya.

 

“Oh—ya.” Tae ssun melipat tangannya di dada. “ Lalu—“

 

“ Bermain-mainlah sebentar karna ku juga sedang bosan.” Siwon menatap wajahnya di cermin. “ Tapi kau perlu siapa lawan mainmu.” Dia tersenyum meremehkan.  Tae Ssun tertawa, “ Hai—kau tertawa tapi kenapa wajahmu terlihat ketakutan?’

 

Tae Ssun menghentikan tawanya lalu kembali memasang wajah sinis. “Yah!! Kau pikir hebat. Tak semua bisa kau beli dengan kekuasaanmu.’ Siwon tertawa. “ apa kau pikir aku tak tahu bila kau juga membeli istrimu.”

 

Siwon langsung mengelurkan pistol dari saku jasnya dan menodongkan di depan kepala pria itu dengan wajah sinis, “  Apa kau ingin mati?’ suasana berubah menjadi dingin.

 

“ Mi Cheo seo?”

 

“ Ya.Kau bisa anggap begitu.”  Tae ssun tertawa. “ Jadi jangan pernah dekati dia, jangan pernah menemuinya lagi atau kau akan mati—“ ancammnya.

 

“Kau tak takut bila ada seseorang yang tiba-tiba masuk dan melihat posisi kita—“

 

“ Kau meremahkankku?’ Siwon langsung menyimpan pistolnya kembali dan memasang wajah santai, “ Aku paling membenci seseorang mendekati milikku.” Bisiknya. “ Aku paling membenci limbah yang menghalangi pemandanganku. Kau perlu tahu itu…” Siwon langsung pergi meninggalknya. Tae Ssun menyandarkan tubuhnya di dinding dengan nafas tengeah-enggah. Dia mengepalkan kedua tangannya. Ternyata yang dikatakan appanya benar. Pria itu gila bila menyangkut miliknya.

 

******

 

Kyuhyun terkejut melihat berita yang tersebar marak di di internet. Dia membaca satu-persatu isi artikel yang menyebutkan nama tersebut. Dia terdiam. Pintu terbuka dan dia segera menutup tabletnya dan menatap ke depan.

 

“ Apa kau sudah membaca artikelnya?” Kyuhyun masih terdiam menatap suaminya yang menghampirinya. Siwon melepar tasnya di sofa dan meletakn jasnya di ranjang. Dia duduk di tepi ranjang dekat dengan istrinya lalu memberikan kecupan di keningnya. “ Kenapa diam saja? Apa kau sudah membaca artikelnya?”

 

“ Oh—tumben kau melakuknya dengan lambat.” Kyuhyun dengan santai menjawabnya.  Ini sudah satu minggu lebih setelah kejadian itu.

 

“ Aku hanya memberikan waktu untuknya. Mianhae membuatmu tertekan. “

 

“ Tak apa.”

 

Siwon mengangguk, “ Kita makan malam sekarang.” Kyuhyun terdiam. “ Kyunnie—kau tahu bukan bila aku takut kehilnganmu atau pun anak kita.” Kyuhyun menatap Siwon. “ Karna itu jaga kesehatanmu. Jangan terlalu menekan dirimu. Anak kita akan segera lahir. Jaga kondisimu. Arraseo?”

 

Kyuhyun menggengam tangan Siwon ketika pria itu berdiri dari ranjang. Dia meletakan telapak tangan Siwon di perutnya. “ Dia merindukan ayahnya.” Cicitnya.

 

“ Lalu bagaimana denganmu?’ Siwon tetap membelai perutnya dan menatap istrinya dengan sayut.  “Bagaimana dengan ibunya? Apa dia merindukanku?”  Kyuhyun hanya mendekatkan wajahnya dan mengecup bibir joker itu dengan lembut lalu kembali menyandarkan kepalanya di ranjang. “ Hanya itu—“ Kyuhyun terdiam. “ Ahh—sudahkah. Kita turun sekarang.’ Siwon berdiri meninggalkan Kyuhyun yang masih menunduk.

 

*******

 

Entah kenapa suasana ruang tengah menjadi sedkit tegang dan dingin ketika Siwon dan Kyuhyun turun. Ini pertama kali Kyuhyun turun untuk makan malam sejak kejadian malam itu. Semua pelayan hanya terdiam memperhatian majinkan mereka.  Siwon terus menaruh lauk di piring Kyuhyun tanpa menyetuh makannya sendiri.

 

“ Kenapa kau belum membokar hadiah yang aku berikan?’

 

“ Aku tidak tertarik.”

 

“ Apa itu karna membelianku? Bukan dari artis terkenal.”  Kyuhyun langsung menatap tajam.

 

“ Ani. Aniya. Tapi karna aku tak mau terlihat seperti pengemis saja.” Jawabnya dengan wajah santai.  Siwon menghela nafas sambil menaruh sumpitnya. Napsu makanya menghilang. “ Wae?” Siwon menatap Kyuhyun. “ Apa makan dengan pengemis sepertiku membuat napsu makanmu hilang,tuan?”

 

PYAAARRR!!!

 

Kyuhyun menutup matanya. Siwon langsung berdiri dan meninggalkan meja makan. Kyuhyun seperti orang linglung dengan mata berkaca-kaca.  Dia berusaha tersenyum ketika seorang pelayan mendekat.

 

“ Genchana.” Dia tersenyum namun butiran air mata itu mengalir. “ Ahh—jangan lupa bersihkan pecahan piring itu.” Dia terlihat gugup sampai ketika berdiri dia tak sanggup. “ Genchana—“ dia tersenyum lagi lalu berusaha berjalan.  Sesampainya di kamar dia hanya duduk di tepi ranjang.

 

*****

 

Matanya terlihat hitam dengan kantung mata yang besar. Semalaman Kyuhyun tak tidur dan menunggu Siwon masuk ke dalam kamar namun sampai pagi menjalang pria itu tak terlihat. Dia berusaha duduk dan menyandarkan tubuhnya di punggung ranjang. Dia baru sadar bila tanganya menggenggam sesuatu.

 

“ Cincin ? Bukan ini milik Siwon—“ batinya.

 

Tiba-tiba seorang pelayan masuk dengan membawa nampan berisi makanan. Kyuhyun hanya menatapnya dengan pandangan kosong.

 

“ Permisi nyonya—Tuan Siwon menyuruh saya untuk mengatarkan ini—“

 

Dia melihat ke araja jam dinding. Ini sudah menjelang makan siang pntas saja perutnya terasa lapar.“ Apa aku di kurung lagi?” Pelayan itu terdiam, “ Sudahlah!! Kemana Siwon?”

 

“ Saya tidak tahu. Sejak tadi pagi tuan Siwon sudah berpakaian rapi dan keluar dengan koper.”

 

“ Huh?”

 

“ Tuan Siwon hanya berpesan untuk menjaga Anda.”

 

“Mwo?” Kyuhyun terpaku.

 

“Nyonya—“

 

“ Apa Siwon meninggalkanku?” batinya.

 

TBC

Mian lama ya udah gak up date… hahahaha penulisnya sakit ( curhat dikit—) alhamdulilah masih di kasih kesempatn buat ngelanjut cerita garing ini wkwkkwkw

Selamat membaca!!

 

Ehh SELAMAT HARI RASA IDUL ADHA buat yang merayakannya…

Yuk!! Saling memaafkan!!

Advertisements
Posted in BL, Drama, Romance, Uncategorized, wonkyu, WonKyu Story

Tentang kamu – part 29

Tentang Kamu – part 29
Autor : Cat meonks
Cats : Cho Kyuhyun, choi Siwon dll
BL,Yaoi Mpreg
Warning : Typo berserakan dan bahasa kurang jelas
Cerita gaje tapi hasil karya sendiri
Ini pasti membosankan tapi jangan lupa tinggalkan komentar
Kiss kiss
.
.
.
.

Semua terasa begitu cangggung ketika menjelang pagi. Kyuhyun menatap dingin ke arah Siwon yang tertidur di sampingnya. Tak ada ucapan atau teriakan hanya saling menatap dengan dingin dan penuh kecanggungan. Terkesan berbeda dengan tadi malam begitu panas dan penuh cinta. Kyuhyun menarik selimut sampai menutupi seluruh tubuhnya tanpa berniat turun dari ranjang, sedangkan Siwon terlihat santai seperti tak ada yang salah dengan yang dia lakukan.

“ Bukankah kita sudah sepakat.”cetusnya dengan kesal.

“ kau yang membuat sepatakan itu bukan aku. Lagi pula tidak ada paksaan jadi kenapa kau melotot seakan aku yang bersalah.”

“ Mwo? Lalu ini apa?’ dia menujukan pergelangan tangannya yang merah karna di ikat suaminya kemarin.” Kau pikir aku buta ha—“

“ Lalu setelah itu aku melepasknya lagi bukan. Sudahlah!!” Siwon mengambil kaos yang tergeletak di lantai lalu mengenakannya. Kyuhyun masih memplout bibirnya kesal. “ Kenapa diam saja? Cepat mandi dan gunakan bajumu. Kau ingin masuk angin? Aku akan suruh pelayan untuk membuatkan sarapan pagi.” Siwon pergi keluar kamar dan meninggalkan Kyuhyun yang masih menekuk wajahnya kesal. Kyuhyun melepar-lempar semua bantal diranjang lalu berdiri dengan melilitkan selimut itu di tubuhnya. Dia terus mengerutu tak jelas dan membanting pintu dengan keras.

“ Bik buatkan susu coklat panas.”

“ baik.”

Kyuhyun menikmati sarapanya dengan malas. Dia hanya mengaduk-aduk nasinya. Siwon mengacuhkanya dengan terus terfokus dengan ponselnya.

“ Cepat habiskan sarapanmu. Bukan hari ini kau ada janji dengan kokter kandungan.” Siwon menaruh ponselnya dan menyesap kopi hitamnya. Kyuhyun tak berniat menjawab hanya terus memainkan sumpitnya. Siwon hanya berdecik kesal lalu berdiri mengambil jasnya. Dia menghampiri istrinya lalu ingin melayangkan kecupan tapi Kyuhyun langsung menghindar. “ Okay. Jangan terlalu lelah—“Siwon langsung pergi begitu saja. Kyuhyun hanya melirik sekilas lalu menengguk susu coklatnya sampai habis.

“ Bukan dia yang selau membuatku lelah. Menyebalkan!! Dasar pria mesum.” Kyuhyun tiba-tiba menyeringai ketika terlihat ide dalam otaknya.”Bibi Kim—“

*******

Siwon melepas jas yang dia gunakan lalu melipat lengan bajunya. Dia mengambil keranjang belanjaan yang mulai memilih barang yang dia inginkan. Dia juga pergi ke beberapa restoran untuk membeli makanan yang dia sukai istrinya. Sesampainya di depan rumah beberapa pelayan sudah ada di depan pintu untuk membawakan belajannya. Sedangkan bibi Kim sudah siap dengan dua cup ramen yang di masak dengan telur dan daun bawang.

“ Bawakan kunci cadangan.” Seorang pelayan berlari ke dapur dan mengambil kuncinya. Siwon membuka pintunya dan terlihat Kyuhyun terdiam dengan strik game di tangannya. “ taruh di sana?”perintah Siwon. Kyuhyun hanya terdiam menatap beberapa pelayan menata meja dan makanan di atasnya. Kyuhyun menelan ludah kasar. Semua itu makanan kesukaanya. Ramen,Jajangmyum, sosis bakar, Chicken katsu, Spicy Honey Chiken, puding, es krim dan juga banyak makanan lainya.

“ Apa yang sedang kalian lakukan?”teriak Kyuhyun frustasi.

“ Kalian boleh pergi.”semua pelayan mulai meninggalkan ruangan dan menutup pintunya. Kyuhyun masih melipat tangan di dada. “ Apa kau akan terus berdiri?”

“ Apa kau lupa dimana kamarmu?”sinis Kyuhyun.

Siwon tak menjawab hanya langsung menikmati makananya tanpa melihat ke arah istrinya. Kyuhyun hanya mampu menelan ludah melihat suaminya begitu lahap memakannya. Bibir Kyuhyun sudah basah dengan air liur.

“GLEG!!”

“ Kau mau?” Siwon mengakat mie hitam itu ke atas dan melahapnya hingga bibirnya belepotan dengan saus hitam. “ Sini!!” Kyuhyun terus menatap Siwon tanpa berkedip.

“ Ahh…ani. Kenapa kau sekarang mirip seperti moster penghabis makanan?”

“ Kalau begitu kenapa kau tidak duduk dan ikut makan?’ Siwon mengambil mie ramen dan mulai memakanya dengan santai. Mengambil ayam dan langsung memasukan dalam mulutnya hingga penuh. Air liur Kyuhyun hampir menetes ketika memperhatikan cara makan Siwon. Siwon mengigit daging dan kembali memasukan Jajangmyum ke dalam mulutnya. Tenggoroan Kyuhyun sudah kering melihat Siwon. “ Ini makanan favoritmu bukan? Aku membeli ini dari restoran langggan kita. Kau tahu daging ini kualitas terbaik. Ahh—belum lagi saus hitam ini benar-benar buatan Chef Marchel Kim.”

“ Kenapa kau begitu terobsesi membuat aku makan denganmu?”

“ Bukan kita suami istri. Ini adalah misi perdamaian agar kau memaafkanku.”

“ Ini tak akan berhasil.”

“ Jomalyo?’ Siwon masih terus memasukan makanan dalm mulutnya hingga penuh.

“ Berhenti makan, Siwon.”bentak Kyuhyun. Dia benar-benar tak bisa melihat makanan itu tanpa bisa menyentuhnya. Kyuhyun berjalan mendekat dan memukul pundak Siwon dengan keras. “ Yah!! CHOI SIWON Ku bilang berhenti!! Berhenti!!! Kau seperti moster.”

“ Karna ini begitu lezat, Choi Kyuhyun.” Kyuhyun pun jongkok melihat makanan itu dari dekat.” Kemarilah. Coba ini?” Siwon mengambil ayam dan mengjulurkan ke arah Kyuhyun. Pria manis itu sudah membuka mulutnya secara berlahan.

“ Argh!!! Pergilah!!” Kyuhyun langsung berdiri lagi dan menjauh. “ Aku bisa membelinya sendiri.” Dia mengambil tas dan jaketnya.

“ Selangkah kau maju lagi jangan salahkan aku bila semua yang ada di dompetmu akan aku blokir.’ Kyuhyun langsung menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Siwon kembali.

Kyuhyun mengambil dompet dalam tasnya.” Kau tak perlu susah-susah menyuruh assistenmu untuk memblokirnya.” Kyuhyun mengeluarkan semua kartu dan melempar dompet itu di lantai.

“Aku lelah terus bertengkar denganmu hanya karna masalah sepele. Kau semakin hari membuat aku frustasi. Aku tidak hanya memikirkanmu tapi aku juga harus menjalanan perusahaan dan itu tidak mudah.”

“ kalau begitu tak usah perdulikanku. Mudah bukan?”

Siwon memejamkan mata lalu menarik nafas dalam. “ Kau tahu bukan bila Gucci yang aku pesan belum datang. Itu sangat langka dan mahal.”

“Tenang saja aku tak akan tidur di jalanan dan membuatmu malu. Walau aku tidak berpendidikan tinggi aku tahu dimana aku harus tidur.”

“ Tapi kau selalu membuatku khawatir—“cicitnya. Siwon berjalan mendekat namun Kyuhyun langsung menjaga jarak. “ Sejak dia ada kau semakin rewel—“ Siwon menghela nafas, “ Apa dia tidak lapar?”Siwon menunjuk perut Kyuhyun. Pria manis itu langsung memeluk perutnya. “ Tidakkah kau memikirkannya. Maksudku—bila kau makan sedkit bagaimana dengan dia?” cicitnya.

“ Itu bukan urusanmu.” Kyuhyun duduk di tepi ranjang.

“ Okey itu memang bukan urusanku. “ Kyuhyun membuang muka.“ Tapi—bukanlah kau menginginkanya? Kenapa kau selalu menyia-nyiakan keberadaanya? Aku tahu—sangat tahu kau menyukainya tapi bila kau terus seperti itu—sama saja kau mengabaikanya. Bila kau marah padaku—aku tak apa. Asal jangan sakiti dia—itu saja.’ Kyuhyun memainkan jarinya. “Makanlah!! Kau ingin apa?” Siwon mulai berkata lembut kembali. “ Kau tidak lihat es krim itu mulai meleleh—“ Siwon sudah berdiri di depanya dan mengapai tanganya.

“ Jangan sembarang menyentuhku!!”

“ Kenapa kau masih saja jual mahal, Baby—“ Kyuhyun berdiri dan berjalan keluar kamar. Siwon tersenyum karna istrinya tidak pergi dengan membawa tas dan jaketnya. Dia mengekorinya. Terlihat pelayan masih mondar mandir di ruang tengah.

“ Bibi Kim buatkan aku susu coklat panas.” Kyuhyun duduk di meja makan dan mengambil selembar roti dan mengolesinya dengan selai coklat.

“ Ini nyonya.” Kyuhyun langsung menyambarnya dan menengguknya. Siwon melihat dengan menarik nafas panjang. Dia duduk di sampingnya.

“ Jangan terburu-buru—“ Siwon membersihkan selai yang belepotan di bibir Kyuhyun.

“ Sudah aku bilang jangan menyentuhku.”

Siwon menarik tanganya dan mempehatikan Kyuhyun yang melahap rotinya.” Bersihkan semua makanan yang ada di kamar.” Perintah Siwon. Kyuhyun melirik sekilas suaminya dan menunduk kembali sambil melanjutkan makannya. Semua pelayan sudah berhamburan ke atas “ Hari ini kau batal ke dokter jadi aku akan mengatur jadwalmu besok. Vitaminmu sudah habis jadi segeralah kotrol.” Tak ada jawaban dari Kyuhyun. “ Apa kau benar akan tidur di kamar tamu?” mereka saling menatap lalu Kyuhyun kembali memalingkan wajah. “ Baiklah!! Lalukan sesukamu.” Kyuhyun masih enggan untuk menjawab. “ Kau masih ingin aku temani?” Siwon menunggu senejak tapi keyataanya istrinya juga tak kunjung menjawab.” Arrseo. Jangan tidur terlalu malam atau gamemu yang akan aku sita. Aku kembali ke kamar dulu ada pekerjaan yang harus aku selesaikan.” Siwon ingin mencium kening Kyuhyun seperti biasa tapi dia tahu itu tak mungkin jadi dia langsung pergi begitu saja. Kyuhyun mengikuti gerak langkah suaminya lalu menaruh rotinya begitu saja. Menengguk susu sampai habis lalu berdiri dan berlari mendahului langkah suaminya. Siwon hanya terdiam ketika istrinya benar-benar masuk ke kamar tamu.

******

Siwon terlihat terburu-buru menganti bajunya. Pasalnya dia bangun kesingan karna lembur kerja semalam. Pria berlesung pipi itu berlari ke luar kamar dan terhenti tepat di depan kamar istrinya. Tanganya hendak mengketuk pintunya tapi niat itu diurungkan.

” Mungkin saja dia masih tidur.”pikirnya.

Dia kembali berjalan dengan cepat dan hanya berdiri menyambar kopi hitamnya.

“Antarkan saja sarapanya di kamar. Turuti apa yang dia minta. Ingatkan hari ini dia harus kontrol ke dokter. Aku ada rapat jadi tak bisa menemani dia makan pagi. Sekarang sepertinya dia masih tidur. Ada apa-apa segera hubungi aku.”

“Baik tuan.” Siwon pun langsung pergi setelah mendengar jawaban bibi Kim. Dia mengunakan supir agar leluasa melanjutkan pekerjaanya.

Semalaman Kyuhyun tak bisa tidur dengan tenang. Dia menatap terus pintu masuknya. Dia menghela nafas berkali-kali. Padahal ini sudah pukul sembilan biasanya Siwon sudah bangun tapi sampai sekarang belum terlihat batang hidungnya.

“Tok!! Tok!!”

Kyuhyun tersenyum bahagia. Tapi ketika yang muncul bibi Kim dia kembali meplout bibirnya.

“Kemana Siwon?”

Bibi Kim menaruh nampan itu di depan tubuh Kyuhyun. “Sudah pergi ke kantor sejak pagi tadi. Tuan muda bilang ada rapat lalu saya suruh mengatarkan sarapan Anda.”

Kyuhyun melihat roti isi,telur dan susu coklat ke sukanya. “Tuan juga berpesan nanti ada jadwal kotrol ke dokter.” lanjut bibi Kim.

“Aku tidak mau pergi dan bawa sarapanya ke luar.” Kyuhyun melipat tangan di dada dengan wajah di tekuk.

“Tapi…Nyonya …tuan muda Siwon akan marah dengan saya bila Anda tidak memakan sarapanya.”

“Baiklah!! Pergilah. Aku ingin sendiri.”

“Baik. Saya permisi dulu.”

Kyuhyun menenggukk susu coklatnya dengan mengambil roti dengan tangannya. Dia melihat ponselnya tak ada tanda-tanda telpon atau sms dari Siwon.

“Menyebalkan!!” dia membanting ponselnya dan mengangkat meja di depanya lalu menaruh di sampingnya. Mengabaikan sarapan paginya dan asik bermain game.

******

Siwon berulang kali menghubungi Kyuhyun namun sampai sore hari tak ada tanda-tanda kehadiranya. Dia melihat jam tanganya dan kembali terfokus dengan laptopnya. Minggu ini begitu terberat baginya. Rasa lelah dan bertumpuk pekerjaan membuatnya mudah marah. Belum lagi aksi marah istri membuatnya tambah frustasi. Kadang kala Kyuhyun bisa begitu manis tapi ada ketika Kyuhyun begitu menyebalkan. Dia menutup laptopnya dan membereskan dokumen-dokumennya. Dia tahu pasti istrinya begitu kesal denganya jadi dia harus cepat pulang sebelum semua semakin besar. Gucci yang dia pesan dari Chinna sudah datang jadi sudah ada tampat kabur sang istri.

“Kenapa tak mengangkat telponku?” suara familiar itu membuyarkan lamunan Kyuhyun. pria manis itu langsung merebahkan tubuhnya dengan selimut yang menutupi sampai lehernya. “Kau hanya menghukumku untuk tidak menyentuhmu bukan tak bicara padaku.” Kyuhyun masih membisu.

“Untuk apa kau kemari?”

“Mianhae. Aku tahu kau kesal karna aku tidak menemanimu sarapan. Aku…”

“Pergilah!! Aku mau tidur.”

“Tadi aku mendapatkan laporan kau hanya makan sedikit. Sudah aku bilang…”

“Jangan menyeramahiku bodoh!!” Kyuhyun melepar bantal di sampingnya ke arah wajah Siwon. “Kau menyebalkan!! Keluar dari kamarku…”

“Bila kau terus marah-marah kasihan bayi kita. Dia akan sedih sayang…”

“Kau yang membuatku sedih.” Siwon terdiam. “Aku juga tak mau seperti ini… Dia yang memaksaku…” dia menunjuk perutnya. “Kau kejam. Membuatku hamil tapi tidak berperasaan. Dia ingin di samping ayahnya…”Kyuhyun terisak sedangkan Siwon hanya terdiam. “Hiks… Kau melarangku datang ke kantor tapi kau seenaknya pergi tanpa berpamitan. Kau pikir aku bisa tidur semalam?” Siwon tersenyum kecil. Kyuhyun kesal melihat reaksi Siwon yang santai. Dia melepar bantal lagi. ” Tahu hamil membuatku terlihat bodoh. Aku…aku tak akan mau…”

“CHOI KYUHYUN…”sentak Siwon dengan kesal.

“Wae?? Bukan itu yang ada di pikiranmu. Aku merepotkan dan bodoh. Manja dan malas. Semua berpikir aku merepotkanmu. Kau juga…” teriaknya semakin keras.

Siwon menarik nafas lalu berjalan mendekat. “Jangan mendekatiku…” sergahnya.

“Biarkan aku memelukmu.” pinta Siwon.

“Andwae!! Kau peluk saja yang lain. Nana juga boleh. Terserah!! Tapi jangan tubuhku…”

“Aku menginginkanmu.” cicitnya.

“Kenapa kau ingin denganku? Bukan aku membuat malu,kekanak-kanakkan. Belum lagi aku bukan orang berpendidikan tinggi…”

“Aku hanya tak ingin orang memandangmu sebelah mata. Aku bukan menghinamu…” Kyuhyun terdiam namun terus menangis tersedu-sedu. “Ahh… Aku selalu salah dimatamu walau aku bermaksud baik sekali pun.”

Kyuhyun langsung menghamburkan pelukan. Tapi ketika Siwon membalas pelukanya. “Jangan menyentuhku…” sentaknya. Siwon hanya terdiam ketika Kyuhyun dengan erat memeluknya.

“Baiklah! Lakukan sesuka hatimu padaku. Tubuh ini milikmu…” kyuhyun semakin menangis dan memeluk erat tubuh Siwon.

Lelah berdiri Kyuhyun merebahkan tubuhnya dengan kepala yang berbantal lengan Siwon. Pria manis itu masih terisak dengan tangan bermain kancing kemeja Siwon.

“Apa kau tidak lapar?”

“Jangan banyak bicara.” sentaknya sambil memukul dada Siwon. “Aku masih kesal padamu…”

“Tapi aku lapar,dari pagi sampai sore aku belum makan apa pun.”

“Salahmu. Bukan urusanku…” Kyuhyun menyembunyikan wajahnya di dada Siwon.

“Ahh…baiklah!!”

“Kalau tak suka pergi saja jangan mengeluh” omelnya. Siwon hanya bisa mengkunci bibirnya rapat-rapat atau dia akan di tendang keluar. “Wonnie…”

“Hummm!!”

“Menurutmu anak kita laki-laki apa perempuan?”

“Kau ingin??”

“Perempuan. Pasti cantik…” dia menadahkan wajahnya menatap expresi Siwon.

“Bagaimana bila pria? Dia akan tampan sepertiku?”

“Cih!! Percaya diri sekali kau.”Siwon menunduk mencuri cium di bibir plum istrinya. “Yah!! Sudah aku bilang jangan menyentuhku!” rengeknya. Siwon terkekeh sambil membelai rambut Kyuhyun. “Wonnie kau ingin makan sesuatu?”

Siwon menatap serius wajahnya. ” Maksudnya?” tanya Siwon sambil menyisihkan anak-anak rambut Kyuhyun yang menutupi sebagian wajahnya.

“Kau ingin makan apa? Biar aku yang masak?”

“Mwo?” Kyuhyun mengerutkan keningnya.

“Wae? Kau tak suka aku masakan?”

“Ani. Tapi…”Kyuhyun sudah memasang wajah menangis. “Aku hanya tak ingin kau lelah…”

“Alasan… Ya sudahlah!!”

“Hem… Apa pun?” Kyuhyun tersenyum lalu segera turun dari ranjang dan berlari keluar kamar. Siwon hanya menghela nafas lega. Dia pun ikut mengekorinya.

Kyuhyn mulai sibuk dengan pisau dapurnya. Pria manis itu cukup membuat Siwon khawatir karna polahnya yang berlari kesana kemari. Tak ada pelayan yang boleh membantunya.

“Ta da… lemon garlic shrimp pasta siap di sajikan.”dia membawa dua piring pasta. Lalu dia kembali lagi mengambil ayam goreng,segelas besar susu coklat hangat dan secangkir kopi. Siwon tersenyum dan membersihkan keringat di kening istrinya. “Cobalah!!” Kyuhyun menjulurkan garpu ke arah Siwon.

“Gomawo…”

Siwon mengambil satu suap dan menguyahnya pelan. “Bagaimana?” Kyuhyun terlihat penasaran dengan masakanya.

“Kau ingin aku berkata jujur atau bohong?”

“Wonnie…”

“Akan aku katakan asal kau menyetujui dua syaratku.” Kyuhyun memplout bibirnya. “Satu malam ini kau harus kembali ke kamar kita. ” Kyuhyun menunduk. “Baby…”

“Baiklah!!”

“Good. Kedua…” dia menunjuk pipinya.

“Wonnie…Banyak pelayan disini…”

“Cepatlah!!” dia menunjuk-nunjuk pipinya . Tapi ketika kyuhyun akan menciun pipinya Siwon menoleh dan akhinya bibir mereka bertemu. Semburat merah terlihat di pipi pucat Kyuhyun. Semua pelayan hanya Tersenyum kecil.

“Wonnie…” Siwon terkekeh lalu melanjutkan makannya. Kyuhyun menyentuh ke dua pipinya dan mengigit bibirnya.

“Kenapa diam saja? Ayo makan.”

“Kau selalu membuatku malu…”dia menunduk membuat Siwon gemas dan mengangkat wajah istrinya. Menariknya dalam pelukannya.

“Jangan bertingkah seperti remaja. Kau ingin aku makan lagi?” bisiknya.

“Yah!! Aku lelah. Kasihan dia…” Kyuhyun mendorong tubuh Siwon.

“Arrasseo. Aku hanya bercanda. Cepat habiskan makananmu.” Kyuhyun menganggu.
*******

“Kalau kau memang tak bisa menerima kekurangan dan kelebihanku. Aku tidak masalah bila kita berpisah.” Serunnya dengan suara tinggi.

“ Kata siapa aku tidak bisa menerimanya. Dokter hanya bilang kemungkinan—dan itu masih bisa terjadi.”

“ Oh—ya.” Pria itu duduk dan masih menatap suaminya. “ Lalu—apa yang kau lakukan dengan wanita itu?”

“ Siapa?”

“ Sandara. Aku melihat dengan kedua mataku kau pergi dengan mobilnya malam itu. Kau bilang ada klien yang ingin bertemu.”

“ kau mulai tak percaya denganku?”

“ Iya dan semua ada buktinya.”

“ Hyukjae—“

“ Wae? Kau mulai takut?”

“ Ani. Tapi aku kecewa denganmu—“

“ Kecewa? Bukan itu yang harus aku katakan. Untuk saat ini aku akan pulang ke Busan. Kau bisa memikirkan bagaimana kelanjutan pernikahan kita. Aku tak ingin menjadi bebanmu ketika kau mengambil keputusan—“

“ Bisakah kau diam.”

“ Aku akan berkemas.” Hyukjae pun berdiri berjalan melintasi suaminya. Donghae mengusap wajahnya kasar lalu menarik pergelangan istrinya.” Wae?’

“Kenapa kau menyimpulkan sesuatu sendiri? Aku belum bicara apa pun. Demi Tuhan—“

“ kau juga perlu keturunan bukan. Aku tak apa bila memang itu yang terbaik untukmu. Aku tak akan langsung mengajukan perceraian.”

“ Siapa yang ingin bercerai denganmu? Kebahagian kita bukan hanya sekedar anak saja tapi kau dan aku.”

“ Tapi kau ingin sebuah bayi bukan?”

“ Aku memang tak menampik semua itu. Tapi kita bicarakan semuanya. Aku bertemu dengan Sandara hanya sekedar urusan pekerjaan. Dia akan kembali ke Jepang ke esokan harinya dan malam itu dia ingin bertemu untuk menyerahkan dokumen yang harus di tanda tangani. Kami memang bicara di klub karna hanya itu yang buka di malam hari. Bila aku bertemu di hotel bukan itu lebih negatif.”

Hyukjae sudah menagis dengan menatap suaminya. Donghae segera menghapus air mata istrinya.” Kemandulan bukan akhir segalanya.”

“ Tapi—“ Donghae langsung memeluk istrinya dengan erat.

“ Aku lelah. Kita bicara lain hari saja. Sekarang kita tidur ya!!” Hyukjae sudah berjalan masuk dan menutup pintu kamarnya dengan keras. Donghae hanya terdiam dan mengusap wajahnya yang lelah.

********

“ Apa benar kau akan meminta cerai dengan Donghae?” tanya Kyuhyun
.
“ Kenapa? Bukan kau juga sering mengajukan perpisahan dengan Siwon?’ jawabnya.

“ Tapi kita tak benar-benar berpisah. Maksudku—“ Kyuhyun terlihat binggung dengan ucapnya. Dia tak ingin memperkeruh ke adaan.

“ Apa kau pikir donghae tidak akan mengejarku seperti Siwon?”nada suara Hyukjae terlihat putus asa.
“ Ani aniya. Aku nyakin Donghae akan lebih mengejarmu.” Kyuhyun menuduk. “ Asal kalian tahu saja Siwon tak benar-benar menintaiku—atau mungkin dia mencintaiku tapi dia anggap aku merepottkan.” Kyuhyun tersenyum kecut.

“ kau mulai bermain drama?”sahut Changmin yang masih sibuk menyusui bayinya. Kyuhyun hanya terdiam dengan senyuman kecil. “ Ya—apa benar Siwon melakukanya?’ nada suara Changmin terlihat mengebu.

“ Kau ingat terakhir kita bertemu di jalan. Kami sedang bertengkar dan dia tidak mengejarku. “ ucapnya dengan senyuman kecut. “ Aku datang karna aku tak bisa melepaskannya—maksudku dia pergi ke kantor tanpa menemuiku. Aku kesal dan meleparkan tas ke arahnya. Sebenarnya itu salahku.”

“ Apa yang dia katakan?’tanya Hyukjae.

“ Aku bodah dan tak berpendidikan.” Changmin dan Hyukjae saling menatap. “ Tapi bukan itu benar? Aku tak melanjutkan pendidikanku karna ingin menikahinya. Aku bodoh ya!! Harusnya aku tahu bila itu rekan bisnisnya.”

“ Kau nyakin Siwon mengkatakanya? Bukan dia begitu sabar dengan polahmu?’Changmin tak percaya.

“ Mungkin aku sudah kelewatan.” Kyuhyun mengambil gelas jusnya dan mengguknya.

Changmin dan Hyukjae hanya saling melepar pandang. Jadi karna ini Kyuhyun sedikit aneh dan pendiam. Bahkan dia tak memakan apapun yang di hidangankan changmin. Kyuhyun kembali tersenyum menatap dua sahabatnya yang terdiam. Dia mengaruh rambutnya lalu segera mmemalingkan pandangan ketika ponselnya berbunyi.

From : Siwonnie
“ Kau tak di rumah? Bisakah kau mengambilkan ku dokumen di ruang kerjaku.”

To : Siwonnie
“ Baik. Aku akan meminta pak Kim untuk mengantarkannya.”
SEAD

Drrtt—drttt
From : Siwonnie
“ Itu dokumen penting. Bisakah kau yang mengatarkanya sendiri. Aku masih rapat.”

To : Siwonnie
“ Ne. Arraso.”
SEAD

Kyuhyun memasukan ponselnya dalam tasnya dan tersenyum ke arah sahabatnya.

“ Sepertinya aku harus pulang. Siwon meninggalkan dokument pentingnya dan dia ingin aku yang mengatarnya.” Ucapnya.

Changmin menghela nafas. “ Baiklah!! Besok bila ada waktu datanglah lagi.” Jawab Changmin.

“ Hyukjae—mianhae aku tak bisa menemanimu sekarang. Aku sudah berusaha menolak tapi—“

“ Arraso.” Hyukjae menepuk tangan Kyuhyun dengan senyuman. “ Cepat pergilah!! Siwon pasti membutuhkan dokumen itu.”

“ Gomawo. Aku akan menemuimu lagi dan jangan terlalu bersedih. Kapan kau membutuhkanku datang saja. Kapan pun itu—“ Kyuhyun mengengam kedua tangan Hyukjae.

“ Ne Nyonya Choi.” Jawabnya lalu mereka saling berpelukan.

Kyuhyun berdiri di depan gedung mencakar langit itu dengan resah. Dia melihat ponselnya setiap kali merasa lama menunggu. Jessica tak memberikan balasan lagi. Dia masih memeluk dokumen itu di dadanya. Tiba-tiba seseorang menyentuh pundaknya.

“ Mianhae merepot—“ Kyuhyun mengkunci bibirnya ketika melihat siapa yang menepuk pundaknya. Dia tersenyum kecil lalu menyerahkan dokumen itu ke arah suaminya. “ Mianhae—tadi aku harus berjalan memutar karna ada kecelakaan di jalan tol. Apa rapatnya sudah selsai?’ ucapnya. Siwon masih menatapnya. “ Ya sudah aku pulang dulu. Sampai jumpa nanti malam.”

Ketika Kyuhyun pergi Siwon menahan tangannya. “ Wae?’ Kyuhyun melontarkan pertanyaan.

Siwon semakjn menariknya dalam pelukannya. “ Siwon—dsini banyak orang.” Siwon tak perduli dan tetap memeluk istrinya. Jam makan siang semua kariawan keluar masuk gedung.

“ Saranghae Choi Kyuhyun—saranghae.”Kyuhyun tersenyum tipis. “ Mianhae untuk semua yang aku lakukan terhadapmu. Aku tahu kau masih belum bisa memaafkan ucapaku tapi yang perlu kau tahu aku sangat mencintaimu.” Kyuhyun membelas pelukan Siwon dengan erat. “ Seberapa waktu ini terus berjalan hal yang tak ingin aku lihat adalah kau menangis dan terluka. Tapi sepertinya akulah yang sering membuatmu menangis dan terluka.”

“ Wonniie—“
“ Sudah ku bilang aku tidak suka melihatmu menangis.” Siwon merasakan bahunya basah karna air mata Kyuhyun.

“ Aku tidak bisa menahannya. Ottoke!!”

Siwon melepaskan pelukanya dan membersihkan air mata Kyuhyun dengan ibu jarinya. Mereka saling bertukar senyum. “ Kau ada acara malam ini?’ Kyuhyun mengelengkan kepala.

“ Wae?”

“ Ikut aku di ulang tahun yang di adakan tuan Han.”

“ Bukan bisanya kau datang sendiri.”

“ Kali ini aku ingin bersama istriku. Apa kali ini kau akan menolak lagi?’

“ Tapi terlihat aku gedut beberapa hari ini. Pola makanku berlebihan sejak hamil. Belum lagi perutku yang semakin membuncit. Ini akan memalukan..” Kyuhyun menunduk.

Siwon meraih dagunya dan memberikan kecupa sekilas di bibir plum istrinya. “ Kau akan tetap cantik dimataku.”

“ Itu bagimu—“ Kyuhyun menghela nafas. “ Bagaimana pendapat mereka?’

“ Setelah kita pergi makan siang bagimana kalau kita ke butik Kibum nunna untuk membeli baju.”

“ jangan disana—selain harganya mahal barangnya tidak bermutu—“

Di tempat lain—
“ Asiing!!!”

Kibum berulang kali bersin tiada henti-hentinya.

“ Kau sakit sayang?” Heachul memperiksa kening putrinya.

“ Entahlah umma Hassing!!

“ Kalau begitu istiratlah!! Biar umma yang menjaganya.”

“ Ani.aniya umma. Perasaanku hanya sedikit tak enak umma. Sepertinya aku mencium bawa tak sedap!!”

“ Yahh!! Kau pikir aku sampah?” teriak Kyuhyun dengan keras.

Kibum hanya menatap ibunya dengan wajah ketakutan. “ Sudah aku bilang bukan kalau—“

“ Yaah!! Sudah ku bilang jangan beli disini tetap saja kau mengajakku kemari…” dia memukul dada Siwon. “ Sudah barangnya tidak bermutu dan di jual mahal.”

“ Mwo?!! “

“ Wae? Memang itu kenyataanya bukan. Chez!” Kyuhyun melipat tangan di dada dengan wajah angkuh.

“ Yah!! Kau pikir butikku tak bermutu. Kau tak kenal Han Tae Ssun? Artis papan atas saja memuji semua disainerku. Lihat saja tahun ini aku akan mengunakannya dia sebagai modelku.”

“ Nunna—berhenti bermimpi. Kau gunakan artis yang sudah turun gunung saja. Jangan membuat malu aku—“ Kyuhyun menggelengkan kepala. “ Semua bajumu itu menyedihkan.”

“ Yah!!” Kibum melepar majalah yang dia pegang ke arah Kyuhyun. Siwon langsung menghadangnya. Heachul hanya mengusap wajah kasar . Mereka tak akan akur bila bertemu.

*****

Kyuhyun berjalan dengan pelan melintasi gerumbulan orang yang menatap ke arahnya. Dia hampir terjatuh karna terlalu gugup menghadapi banyak mata memandanganya. Siwon selalu siaga di samping, menututnya sampi ke tengah acara. Alunan musik beralun merdu. Ini memang bukan pertama bagi Kyuhyun tapi rasa gugup tetap menghantui ketika harus bertemau dengan orang-orang penting.

“ Wae?” bisik Siwon.

“ Apa pipiku terlihat bulat? Tadi aku sedkit mengunakan make up. Tidak terlihat?’ Kyuhyun menatap Siwon.

“ Ani. Aniya kau tetap memukau dan terlihat natural.” Jawab Siwon. “ walau aku sedikit tak suka dan cemburu. Inilah asanku membiarkan kau tak pernah ikut dalam acara seperti ini. Egois bukan?’

Kyuhyun tersenyum kecil dan membelai wajah Siwon. “ Mungkin karna kau mencintaiku.” Siwon membalas senyuman itu. “ Bisakah kita mencari makan. Aku lapar.” Siwon pun mengangguk dan membimbing jalan istrinya menuju meja besar berisi makanan.

Kyuhyun memilih-milih makan kesukaanya dan suaminya. Siwon duduk di tempat di tempat yang sudah di sediakan dengan beberapa rekan bisnisnya. Kyuhyun terlihat binggung memilihnya.
“ Apa kau menyukainya?’

“ Huh?’ Kyuhyun menoleh ketika seseorang bicara di sampingnya.

“ Kenapa kau terlihat binggung memilih makan?’

“ Oh—karna aku menyukai semuanya.”

“ Kenapa kau tak mengambilnya semua?’ Kyuhyun tersenyum. “ Wae?”

“ Itu akan memalu. Piringku akan penuh seperti makanan anjing.” Jawabnya lalu kembali terfokus dengan makanannya. “ Oh—apa kau ingin mengambil bagian yang ini?”

Pria itu tersenyum dan mengambil piring kecil dan mengambil sesuatu, “ Han Tae Ssun.”pria itu mengulurkan tangan dengan senyuman khas.

Kyuhyun cukup terkejut dan membalas senyumannya. Dia menaruh makananya dan menjabat tanganya. “ Choi Kyuhyun—“ jawabnya.

Siwon memperhatikan istrinya berincang-bincang dengan seorang pria dengan begitu akrabnya. Sedikit mendidih darahnya namun dia belum bisa berdiri untuk menarik istrinya.

“ Wah—debbak!! Aku tidak langsung mengenalimu. “ Kyuhyun terlihat menganggumi pria yang ada di sampingnya. “ Aku juga ingin bisa menjadi penyanyi sepertimu. Tapi umma bilang aku tak berbakat.”keluah Kyuhyun.

“ Jinjja? Tapi aku pikir suaramu begitu bagus.”

“ Jomalyo? Ahh—darimana kau tahu? Dasar pembual. Apa semua pencipta lagu akan sepertimu?’

Tae ssun tersenyum geli. “ ani. Aniya. Tapi mungkin hanya naluri saja. Kata-kata itu muncul karna melihat seseorang yang indah sepertimu.” Mereka tertawa.

“ Kenapa begitu lama?’Siwon langsung melingkarkan tangan di pinggang Kyuhyun. Pria manis itu menatap suaminya. “ Nuggu?”

“ Yah!! Kau tak kenal dia? Dia Han Tae Ssun. Penyanyi yang sedang populer di kalangan remaja dan dia juga putra bungsu dari tuan Han.” Bisik Kyuhyun.

“ Jinjja?’ Siwon melepar senyuman ke arah pria yang terlihat muda beberapa tahun di bawahnya. “ Choi Siwon.”pria berlesung pipi itu mengulurkan tangannya dengan angkuh.

“Senang berkenalan denganmu.” Pria bermata tajam itu menggenggam dengan kuat.

“ Kita pulang sekarang?’

“Huh?” Kyuhyun terlihat tak suka. “Bahkan aku belum memakannya?”

“Bagimana bila aku menyuruh pelayan untuk membungkuskannya untukmu?’tawar Tae Ssun.

Lelehan karamel itu berbinar tapi Siwon langsung menariknya kebelakang. “ Tidak perlu. Terima kasih untuk tawarannya.” Kyuhyun memplout bibirnya. Siwon langsung menariknya dan pria itu berbicara pelan ke arah Kyuhyun.

“ Kenapa ku bicara dengan orang asing?” Siwon menatap Kyuhyun dengan tajam. “ Bukan tadi kau bilang hanya mengambil makanan?”

“ Waeyo? Dia tak melakukan hal aneh. Meski dia orang asing, bukan dia anak dari tuan Han? Dia juga artis terkenal. Jadi dia tak akan melakukan hal buruk padaku.”

“ Tapi aku cemburu melihatmu bersamanya.” Kyuhyun melirik tajam. “ Rasanya aku menyesal membawamu. Ternyata ada benarnya kalau kau ku kurung di rumah.”

“ Yah!! Tapi kau memang tahu bagiaman daya tariku bukan. Aku adalah penakluk.”

“ Czees!! Kau terlalu percaya diri.” Siwon mencubit hidung Kyuhyun. “ kau jadi ingin makan itu?”

“ Ahh—aku sudah tidak napsu melihatnya. Jadi langsung pulang saja.” Jawabnya sambil tersenyum kecil.
*****

“ Appa—“ seru pria muda dengan wajah angkuh dan erotis. Bibirnya tersenyum merekah. Dia duduk di meja yang sama dengan ayahnya. Itu hal aneh bila putranya duduk satu meja dengannya.

“ Ada apa? Tak biasanya kau duduk di sini?” tanya Han Min Hyuk. Pria tua itu menatap putranya, “ Wae? Kau butuh uang?”

“ Anio appa. Ani. Aku rasa wanita-wanitamu lebih membutuhkan uang itu daripada aku.”

“ Anak kurang ajar.”sentaknya.

“ Appa bisa berikan aku informasi tentang Choi Kyuhyun? “

“ Mwo? Choi Kyuhyun? apa kau sudah gila? Untuk apa kau mencari tahu tentangnya.”

“ Waeyo? Apa yang salah appa? Apa aku tak boleh tertarik dengan pria cantik itu? Appa—“

Min Hyuk memijat tengkuknya,“Yah!! Bocah tengik. Kau cari mati?’

“ Ani appa. Putramu ini hanya jatuh cinta—“ pria itu melipat tangan dengan santai sambil tersenyum bodoh ke arah ayahnya.

“Bocah tengik!! Kau ingin appamu mati karna kehilangan harta dan juga kau?”

“ Memang siapa Choi Kyuhyun?”

TBC
Maaf lama ya…
Tinggalkan komentar untuk part ini
Semoga segera selsai dalam beberapa part lagi
Semoga..hahahhaha dan semoga kalian tak bosan.

Posted in Angst, BL, Drama, Family, Fluffy, Genre, Hurt, Romance, Sad, Series, WonKyu Story

Circle of Love – Take 11

col

Circle of Love – Take 11

By: -ssii-

Choi Siwon, Cho Kyuhyun, Cho Jinra (OC)

Romance, angst, family, BL, OOC, AU, PG 15

Siwon punya Kyuhyun, Kyuhyun punya Siwon, sedangkan WonKyu punya wks… Hehehe.. ^^

Don’t Like, don’t read !

Dilarang membashing WonKyu jika ingin hidup tenang!

(==)

***

CoL

ssiihee©2016

Totally Reserved

***

Swing~~~