Posted in Angst, Drama, Family, Genderswitch, Romance, Sad, Series, Uncategorized, wonkyu, WonKyu Story

Love Story – Mianhae Jongmal Mianhae 2

Love Story – Mianhae Jongmal Mianhae 2
Autor : Cat meonks
Cats : Cho Kyuhyun(GS), choi Siwon dll
Warning : Typo berserakan dan bahasa kurang jelas
Cerita gaje tapi hasil karya sendiri
Ini pasti membosankan tapi jangan lupa tinggalkan komentar
Kiss kiss
.
.
.
.

Hampir satu minggu Kyuhyun tak keluar kamar. Napsu makanya pun sudah berubah drastis lagi. Orang tuanya cukup khawatir. Siwon berusaha menghubunginya bahkan sampai datang ke rumahnya. Choi Hangeng yang masih kesal melontarkan pukulan bertubi-tubi pada pria itu. Dia begitu marah karna kehilangan keceriaan putri satu-satunya. Siwon pun hanya diam tak melawan. Kalau saja nyonya Cho tidak datang mungkin Siwon sudah mati. Kamis ini Kyuhyun ada janji dengan dokter kandungan jadi tetpaksa dia keluar kamar dan pergi dengan supir. Untuk pertama kali Kyuhyun meminta foto kandunganya. Dia tersenyum kecil sambil berjalan keluar ruangan.

“Siwon apa yang kamu lakukan di sini?” Kyuhyun terkejut dan langsung menyimpan foto yang dia genggam. “Apa yang kau lakukan di sini?”

“ Kenapa kau gugup?’

“ Aku tidak gugup.”

“Kenapa tak pernah menbalas pesanku?”

“Karna aku tak ingin membalasnya.” Kyuhyun hendak berjalan.

“Bagaimana ke adaanya?”

Deg!! Jantung Kyuhyun seakan ingin meledak. Dia menoleh dengan wajah penuh kekewatiran.

“Aku baik-baik saja.”

“Bukan…walau aku juga ingin tahu bagaimana ke adaanmu tapi juga ingin tahu bagaimana ke adaanya?? Bukan aku juga berhak tahu.” Kyuhyun memeluk perutnya dengan wajah ketakutan “Aku pikir dengan pura-pura tidak tahuakan membuatnya nyaman bertemu denganku. Tapi tetap saja kau jaga jarak denganku. Aku tak tahan…aku juga ingin tahu bagaimana dia?” Kyuhyun berjalan mundur dengan wajah kebinggungan. Wanita itu langsung berlari. Siwon berusaha mengejarnya dan menarik pergelangan tangan Kyuhyun.

“Lepaskan!! Jeball!! Jeball!!” dia menangis tersedu-sedu. “Aku tak akan meminta apa pun. Ku mohon lepaskan aku…” wajahnya memelas dengan air mata bercucuran.

” Bagaimana aku bisa melepasmu kalau dalam perutmu ada anakku…?”

“Dia bukan anakmu… Dia bukan anakmu…”

“Lalu anak siapa? CHANGMIN…PRIA CHINA ITU…”

PLAASSSS!!!

Siwon menyentuh pipinya. Dia tersenyum. “Dia anakku.” jawab Kyuhyun.

Siwon menarik Kyuhyun untuk masuk ke dalam mobilnya. Wanita itu terus memberontak tapi Siwon tetap memaksanya. Dia terus menggemgam tangan Kyuhyun sambil mengemudikan mobilnya.

“Siwon lepaskan!! Apa kau sudah gila?? SIWON!!” namun pria berlesung pipi itu tak perduli. Dia masih fokus menyetir.

Kyuhyun hanya terdiam menatap semua makanan di meja makan. Siwon pun kembali dengan semangkuk sup ayam.

“Makanlah!” Siwon mengambilkan supnya dan beberapa lauk di piring Kyuhyun. Wanita cantik itu menoleh dan melihat memar-memar di wajah Siwon.

“Apa ayahku pelakuknya?” Kyuhyun mengangkat tanganya dan menyentuh memar di pipi Siwon. “Kenapa tak melawan? Bukan ini sudah keterlaluan?”

Siwon tersenyum kecil dan menyentuh telapak tangan Kyuhyun yang membelai wajahnya. “Aku pantas menerimanya. Ini tak seberapa dengan rasa sakitmu.” jawabnya. “Dokter bilang, kau susah sekali makan. Jadi aku buatkan semua makanan kesukaanmu. Aku tak tahu kau ingin makan apa. Jadi…”

Kyuhyun langsung menarik tanganya dan kembali fokus dengan makananya. Siwon tersenyum kecil lalu mendekatkan wajahnya. “Bolehkah aku menyentuhnya?” Kyuhyun kembali menoleh dan jarak wajah mereka begitu dekat. “Boleh?” tangan Siwon sudah menyentuh perut Kyuhyun dan membelainya dengan lembut. Kyuhyun masih memaku dan dengan lancangnya Siwon mengecup bibir plum itu. Kyuhyun langsung berdiri dengan wajah gugup. Dia kembali terhipnotis. “Wae?”

“Aku ingin pulang .”

Siwon berdiri dan Kyuhyun langsung nenjaga jarak. “Nanti. Setelah kau habiskan makananmu.” siwon berjalan mendekat.

“Tidak. Aku ingin pulang sekarang.”

“Baby…”

“Aku bukan mainanmu. Jangan panggil aku baby…”

“Siapa yang ingin menjadikan mainan? Kyu…kau tahu aku mencintaimu dan semua ini adalah kesalahpaham saja bukan. Kenapa tak bisa memaafkanku? Kau tahu bukan alasanku… Dia sebatang kara.”

“Arra. Aku mengerti karna itu dia lebih membutuhkanmu bukan sedangkan aku tidak. Anak ini adalah anakku. Bukan sejak awal aku sudah tegaskan bila aku hamil pun anak ini akan bermarga Cho.”

“Persetan dengan itu. Aku menginginkan kalian berdua. Jadi aku tidak berduli dengan marga atau apa pun. Aku ingin kau…dan dia.” Kyuhyun terdiam. “Kyu…aku tahu kita masih memiliki perasaan yang sama. Bilang padaku bila ciumanan tadi tidak ada artinya buatmu? Bagaimana malam panjang yang kita lalui malam itu? Itu bukan fantasiku saja bukan. Baby…”

“Sudah aku bilang itu hanya kekilafan saja. Kesalahan besar yang aku buat dan dengan bodohnya aku..aku membiarkan kau menyentuhku lagi.”

“Karna kau mencintaiku…”

“Tidak. Itu tidak benar. Aku sudah mengahapus rasa cintaku setelah melihat kalian berdua hari itu.”

“Baby…”

“Jangan ganggun aku dan calon anakku lagi. Ku mohon!!” Kyuhyun berlutut di hadapan Siwon.

Siwon mengusap wajahnya kasar lalu menarik Kyuhyun dan memeluknya. “Aku yang seharusnya berlutut. Bukan kau…”

“Tidak ada yang bisa aku lakukan lagi. Aku ingin anak ini. Aku sudah pernah hampir kehilangan dia.” Kyuhyun menangis.

“Kenapa kita tidak bisa bersama lagi? Aku mencintaimu Kyu…”

“Karna kau sudah menghianatiku.”

Siwon melepaskan pelukannya. “Baiklah! Aku tidak akan memaksamu sekarang. Aku akan menunggumu sampai kau menerimaku. Aku akan terus datang ke rumahmu sampai kau menerima dan memaafkanku.”

“Kau cari mati. Appa tak akan melepaskanmu…”

“Aku tahu dan aku tidak akan perduli.”

“Kau ingin appaku menjadi pembunuh.”

“Aku akan menulis surat wasiat bila aku rela menyerahkan nyawaku sendiri.”

“Kau gila!!”

“Iya. Sejak aku mengenalmu.”

“Pabbo. Jangan membodohiku lagi. Aku tak akan termakan rayuanmu.”

“Terserah. Aku akan melakukan apa pun asal kau memaafkanku dan kembali padaku.”

Kyuhyun hanya terdiam dengan ucapan Siwon. Dia takut mempercayainya tapi dia tak ingin Siwon terluka.

******

Siwon tersenyum ketika berjalan masuk ke dalam rumahnya. Nyonya Choi sedang menyiapkan sarapan pagi. Siwon langsung melabuhkannpelukan.

“Good morning,mom.”

Sungmin sedikit terkejut. “Tumben anakku ingat pulang.”

“I miss you,mom.” Siwon mengecup pipi ibunya lalu duduk di salah satu kursi.

“Ya Tuhan!! Apa Hangeng pelakukanya?”Siwon hanya tersenyum melihat ibunya khawatir. “Apa ini
tidak keterlaluan? Kenapa tidak melawan saja?”

“Dia juga bilang begitu.”

“Huh?” Sungmin kebinggungan.

“Sudahlah umma. Ini tak seberapa…”

“Tak seberapa katamu. Akan umma laporkan ke kantor polisi. Dia juga perlu tahu bagaimana kekuatan keluarga Choi…”

“Umma…Bila kau memang punya kemampuan itu kembalikan saja Kyuhyun padaku.”

“Anak bodoh.” Sungmin memukul kepala putranya.

“Bukan umma sendiri yang memintaku untuk mencintai istriku. Aku sudah mencintainya dan sekarang dia pergi.”

“Salahmu sendiri kenapa menyakiti dia? Umma malu setengah mati karna perbuatanmu.” Sungmin mengambilkan nasi dan beberapa lauk untuk putranya.

“Karna itu…bantu aku mendapatkanya atau kau akan kehilangan putramu….”

“Yah!!” Sungmin geram dan memukul kepala anaknya lagi. “Kemarin kau menolak dan sekarang merengek. Otakmu itu sempit seperti appamu.”

“Umma…ayolah!! Aku benar-benar akan jadi suami dan ayah yang bertanggung jawab.” Sungmin langsung menoleh dengan expresi terkejut. “Kyuhyun hamil…”

“Mwo?”

“Umma akan jadi nenek.”

“Jinjja?” Siwon mengangguk. “Bagaimana? Ah…Heachul tak bilang padaku. Siwon…”

“Aku rasa Tuhan begitu adil denganku…” Siwon tersenyum dan memakan sarapanya. Sungmin hanya menghela nafas. “Aku bahkan berpikir akan mendapat kabar itu satu sampai dua bulan lagi ternyata…dia sudah hamil.”

“Maksudmu? Apa otakmu hilang?”

“Umma…bila kau sayang padaku. Lakukan apa yang harus kau lakukan karnanaku sudah melakukan tendangan pertama.”

“Otakmu sama-sama dungu seperti appamu.”

“Umma…”

“Jangan merengek seperti bayi. Umma sedang berpikir.”Siwon terdiam. “Salahmu sendiri. Umma tak akan salah memilihkan calon istri untukmu. Kau pikir ini untuk bisnis semata.”

“Mianhae umma…aku tahu umma menyayangiku.”dia memeluk ibunya dengan manja.

“Ah..kenapa aku punya anak bodoh sepertimu? Kau mempertaruhkan persahabatanku dengan Heachul.”

“Mianhae umma…kali ini aku akan serius.”

“TERLAMBAT BODOH. Kau tak tahu bagaimana sikap keras kepala Hangeng.” Sungmin melipat tangan di dada.

“Kenapa umma tak cari kelemahanya?”

“Kelemahanya adalah putri dan istrinya.”

Sungmin tersenyum melihat putranya. Dia berdiri lalu mengambil ponselnya. Siwon tersenyum. Dia tahu ibunya pasti bisa menemukan cara untuk mendapatnya. Dia melahap sarapanya sambil tersenyum bangga. Kadang uang bisa membeli segalanya walau kebahagian itu bukan hanya uang. Tapi uang bisa bicara ketika kita membutuhkanya.

*****

From : Wonnie
“Hari ini kau ingin makan apa? Biar aku bawakan.”

Kyuhyun tersenyum bahagia ketika mendapat pesan singkat itu. Dia memeluk ponselnya dengan wajah hang berseri-seri. Dia berharap itu bukan kebohongan saja. Dia berdiri dan memilih baju yang cocok. Dia kembali mepora-porandakan kamarnya. Dres putih dengan gernelap bunga di bajunya. Dia urai rambut panjangnya dan sedkit mengoleskan lipstik. Dia turun ke bawa karna ayahnya sedang ada perjalanan bisnis ke China jadi Siwon tak akan di pukuli.

Ting tong..

Kyuhyun berhenti di meja makan dan membiarkan pelayan membukan pintunya.

“Sayang…kau cantik sekali hari ini.” Heachul terkejut melihat putrinya terlihat cantik pagi ini.

“Nona ada kiriman bunga untuk Anda.” ucap pelayan itu.

“Sepagi ini. Siapa pengirimnya?” Heachul penasaran.

Kyuhyun langsung merebut bunga mawar merah itu dan menciuminya. Dia membaca note yang di selipkan di bunga itu.

“Untuk sahabatku. Maaf beberapa hari ini aku sibuk. Ini tanda permintan maafku. Changmin.”

Kyuhyun menarik nafas dalam lalu membanting bunga itu di meja begitu saja. Dia kembali ke kamar dengan wajah cemberut.

“Ada apa dengan dia?” Heachul melihat note yang di bungan putrinya. “Changmin…” Heachul hanya mengelengkan kepala. Tak lama pelayan membawa satu bingkisan lagi. “Siapa lagi?”

“Kiriman dari tuan Siwon nyonya.” Heachul langsung melirik ke atas. Dia tersenyum lalu menerima bingkisan itu dan satu mawar putih.

“Antarkan ke atas.”

“Baik.” pelayan itu pun membawa bingkisan itu ke atas. Heachul pun duduk dan tersenyum.

Tok..tok…

“Aku tidak mau makan.” teriak Kyuhyun dari dalam
.

“Nona saya hanya mengatarkan bingkisan dari Tuan Siwon.”

Pintu kamar langsung terbuka dan menampakan wajah Kyuhyun. Dia langsung mengambilnya dan menutup pintunya kembali.

“Kau tidak membalas pesanku. Jadi aku hanya membuatkan spagetty saja. Selamat makan istriku dan calon anakku. I love you.” Kyuhyun kegirangan. Dia meneluk guling sambil menciuminya. Dia kembali seperti remaja yang jatuh cinta.

“Jadi itu yang membuatmu bahagia sayang…” Kyuhyun langsung bangun dan menatap ibunya yang berdiri dengan vas kristal. “Umma bawakan vas. Tapi jika kau perlu…”wanita cantik itu berjalan mendekati putrinya. “Hanya spagetty sudah membuat putriku seperti anak remaja tujuh belas tahun… Wahh debbak!! Ternyata pesona Choi Siwon belum lepas?”

“Umma…” rengeknya.

Heachul mengambil mawar putih itu dan menaruhnya di vas. Dia duduk di samping putrinya. “Umma dan appa sempat khawatir karna melihatmu aneh beberapa hari ini. Kau bahkan tak keluar kamar ketika appa memukuli Siwon.” Kyuhyun memplout bibirnya.”Jadi kau masih mencintainya?”

“Umma…”

“Wae? Sejak tadi kau hanya merajuk. Umma bertanya apa kau masih mencintainya?”

“Umma…” kali ini Kyuhyun menarik-menarik lengan baju ibunya. “Jangan tanya seperti itu. Aku malu…”

“Malu?? Sejak kapan Cho Kyuhyun punya urat malu?”

“Umma…”sentak Kyuhyun lalu merebahkan tubuhnya lagi. Heachul tersenyum kecil membelai rambut anaknya dengan sayang. “Umma…apa Siwon bisa di percaya?” Heachul memperhatikan wajah putrinya. “Aku takut dia hanya berbohong padaku.”Kyu memejamkan mata. ” Kemarin aku mulai percaya padanya tapi dia menghianatiku. Aku jadi takut mempercayainya lagi.”

“Bagiamana dengan hati kecilmu?” Kyuhyun memplout bibirnya. “Bukan kau sudah dengar sendiri kalau semua itu salah paham. Siwon tidak berselingkuh tapi hanya membantu wanita itu. Ya..walau wanita itu bekas kekasihnya. Kalau menutut pendapat umma,sejak pertama kali melihatnya dia adalah pria baik dan sopan.”

“Baik apa ya.” dia kembali duduk dan bersila menghadap ibunya. “Dia itu menyebalkan umma. Dia…tak pernah baik padaku. Bahkan ketika membelikan sesuatu dia selalu meminta imbalan.”

“Jinjja? Wah…dan putriku dengan senang hati memberikan cintanya.”

“Umma kenapa kembali meledekku?”

“Ada tamu. Kau tak ingin melihat siapa yang datang?” Kyuhyun mengelengkan kepala. “Bagaimana kalau Siwon?”

“Appa tak ada di rumah jadi biarkan saja.” Kyuhyun kembali merebahkan tubuhnya.Heachul hanya tersenyum lalu bergegas berdiri. Dia berjalan menuruni anak tangga dan terlihat Siwon menundukan badanya.

“Ada apa lagi Siwon?” tanya Heachul dengan dana sinis.

“Mianhae mengganggu umma sepagi ini.”

“Bukan setiap hari seperti ini.” Siwon tersenyum kecil. “Untung suamiku sedang tidak ada. Jadi kau aman.”

Telihat dari belakang Kyuhyun berjalan dengan santainya. Siwon tersenyum tapi wanita itu mengabaikanya. Kyuhyun menghampiri bunga yang tadi di buang begitu saja lalu menciuminya.

“Wahh… Romantis sekali sahabatku sampai memberikan bunga sebesar ini.” dia sedikit melirik Siwon. “Umma kenapa tak memanggilku. Aku harus mencari vas buang yang besar.” dia pura-pura mencari vas. Heachul hanya mengelangkan kepala lalu pergi tak memperdulikan mereka berdua.

“Kau sudah makan? Aku tak tahu kau ingin makan apa?”

“Untuk apa kau kemari?”

“Hanya untuk melihat senyumu saja.”

“Cih!! Ini masih pagi…”

“Apa kau sudah makan?”

“Aku sudah membuangnya.” ketusnya.

“Satu minggu ini aku ada perjalanan bisnis karna itu aku ingin melihatmu dan dia. Aku pasti akan merindukanmu karna itu aku kemari sebelum pergi. Jujur aku ingin sekali mengajakmu tapi kau belum bisa melakukan perjalanan dengan pesawat.” ruwat wajah Kyuhyun berubah drastis. “Kau harus makan dengan baik. Bila ada apa-apa segera hubungi aku.” Siwon mendekat dan meraih dua tangan Kyuhyun yang lemas. Pria itu mengecup kening Kyuhyun. “Nanti malam aku berangkat.” dia berlutut dan menempelkan wajahnya di perut Kyu. “Jangan rewel dan jaga ibumu. Jangan suka pilih-pilih makanan seperti ibumu. Arra…” Siwon mengecupnya sebelum berdiri. Mereka saling menatap cukup lama. “Saranghae…”

“Untuk siapa?”

“Tentu saja untuk kalian berdua.”

“Kalau begitu pergi sana. Aku muak dan ingin tidur.”

“Apa sedang tak enak badan? Bagaimana kalau kita ke dokter dulu?”

“Tidak usah. Kau pulang saja.” Kyuhyun pun pergi meninggalkan Siwon. Padahal pria berlesung pipi itu ingin berdua lebih lama. Jujur dia semakin tak bisa lepas dari choi Kyuhyun. Apalagi sejak tahu dia hamil. Siwon berjalan menyusul dan meriah pergelangan tangan Kyuhyun.

“Bantu aku mengepak baju.”

“Kau pikir aku pembantumu?” Siwon tidak perduli langsung menarik Kyuhyun dan wanita cantik itu dengan senang hati di tarik olehnya.

*******

“Jadi kau yang memenangkan lelang itu?” Sungmin mengangguk dan Heachul masih terpukau dengan berlian di tangannya. “Debbak!! Ini mencapai seratus juta dolar lebih. Apa Kangin tak memarahimu?” Sungmin mengelengkan kepala. “Ah.. Andai Hannie juga seperti itu. Dia bilang untuk apa kau membeli barang-barang sebanyak itu.” keluhnya.

“Ambilah!!” Heachul terdiam. “Ambilah!! Aku sengaja membelinya untukmu.”

“Minnie ini bukan barang murah dan untuk mendapatkanya pun susah.”

“Tak ada yang lebih berharga selain persahabatan kita….” Sungmin tersenyum. ” ….dan tentunya putraku…”lanjutnya dalam hati.

“Kau nyakin? Minnie ini langka bukan? Kalau bukan karna tas mahal kemarin aku juga pasti akan ikut pelelangan itu.” dia menyesap kopi pesanannya.

“Kalau begitu ambilah… Aku tahu kau begitu menginginkanya. Chullie…kita bersahabat bukan satu tahun dua tahun. Sejak kecil kita selalu berbagi apa pun.”

“Kecuali kekasih.” merek tertawa.

“Aku tak ingin hanya karna masalah Siwon dan Kyuhyun kita terpisah. Bagaimana pun…”

“Aku tahu. Hannie juga tak akan memutuskan kerja sama begitu saja Minnie.”

“Bukan masalah kerja sama tapi ikatan keluarga kita. Bukan kita berjanji tak hanya lima tahun kita bekerja sama tapi puluhan tahun. Ketika itu aku benar-benar bahagia bisa mewujudkan mimpi kita. Ini semua salah Siwon… Harusnya…”

“Minnie…Siwon tak benar-benar bersalah. Bukan semua sudah tahu ini salah paham. Siwon hanya kasihan dengan wanita itu. ”

“Tapi seharusnya dia berkata jujur dengan Kyunnie bukan separti ini. Aku sudah terlanjur menyanyainya…”Heachul memeluk teman baiknya. “Pasti Hangeng membenci putraku…dia bodoh seperti ayahnya.”

“Minnie…”Sungmin melepas pelukanya dan menghapus air matanya. Ini di antara ketulusan dan peran mengambil simpati. Jujur dia benar-benar sedih karna hampir kehilangan sahabat. Hangeng melarang istrinya bertemu dengan Sungmin ketika itu. “Kyuhyun masih mencintai Siwon…”

“Mwo?” Sungmin benar-benar terkejut. “Apa yang kau bicarakan? Benar…Kyu masih mencintai Siwon?” Heachul mengangguk dan Sungmin tersenyum bahagia. “Jadi…”

“Tinggal bagaimana Hannie. Dia tetap bersikukuh memutuskan kotrak kerja dengan perusahaan kalian dan tentunya soal perceraian itu.”

“Chullie…ini juga demi kebahagian anak-anak kita. Siwon juga mencintai Kyunnie…”Heachul hanya terdiam ketika Sungmin berusaha membujuknya.

*******

 

Kyuhyun hanya duduk di ranjang ketika Siwon mengepak bajunya. Dia melontarkan berbagai argumen dan pria itu menuruti apa pun yang di perintahkan istrinya.

“Dasi itu begitu norak dan kampungan.” komentarnya dengan sinis.

“Agnes yang membelikanya. Apa ini tidak sesuai dengan stelan jas yang kau pilih?” jawab Siwon dengan santai. Kyuhyun langsung diam dan tutun dari ranjang. “Hai..mau kemana?” Siwon menahan Kyuhyun untuk pergi.

“Tentu saja pulang.”

“Aku belum selesai. Nanti aku antar pulang. Kau cemburu aku masih menyimpan pemberian Agnes?”

“Ani. Itu bukan urusanku…kau masih menyimpanya,mencintainya, atau menikahinya. Itu bukan urusanku…”

“Lalu kenapa kau pergi?”

“Karna aku tidak mau jadi perusak rumah tangga orang. Harusnya kau memintanya datang.”

“Itu yang ku rasakan tadi. Kau membuang pemberianku dan menyukai memberian Changmin.” Kyuhyun melemparkan tatapan membunuh. “Wae? Kau kesal.” Siwon berkaca pinggang.”Aku masih menjadi suami sahmu dan kau dengan wajah bahagia menerima bunga dari pria lain.” Kyuhyun tak perduli lalu kembali berjalan. Siwon kembali menarik tanganya. ” Dengarkan aku bicara..” sentaknya.

“Kau.. apa yang kau lakukan sekarang? Kau berani membentakku?”

“Aku sudah bilang padaku jangan sering bertemu dengan Changmin walau dalam istilah teman.”

“Apa hakmu? Jangan kau pikir aku sudah berdamai denganmu.” Siwon langsung mencakup wajah Kyuhyun ketika wanita itu membalas teriaknya.

“Okay! Mianhae. Aku bersalah.”

“Kau pikir dengan berkata maaf semua akan baik-baik saja.

“Tidak.” Siwon mengecup bibir itu sesaat. “Kita pergi makan di luar. Bagaimana? Aku akan menuruti semua keinginanmu. Apa pun?”

“APA PUN?” Siwon mengangguk lalu dengan santai Kyuhyun meraih tasnya dan menarik Siwon keluar. Siwon hanya tersenyum kecil. Di tahu pasti ada kabar buruk pada dompetnya.

******

 

“Kau lelah?” Kyuhyun mengangguk dengan mata setengah terpejam. “Kita pulang sekarang ya?” Kyuhyun mengelengkan kepala. “Mobil kita sudah tidak cukup sayang…”

Kyuhyun membuka matanya dan memplout bibirnya. “Tapi aku masih ingin jalan-jalan.”ucapnya.

“Sepulang dari Paris akan aku ajak kau jalan-jalan lagi. Tapi sekarang kau harus istirahat. Okey!”

“Aku ikut!! Sudah lama aku tak kesana.” wajahnya berbiar-binar.

“Jangan. Kau masih hamil muda belum aman melakukan perjalanan.”

“Bilang saja kalau aku merepotkan. Sudah kita pulang saja. Aku tak jadi ambil barang-barang itu.”

“Sayang…”siwon membelai rambut Kyuhyun. “Lalu harus aku apakan semua ini bila kau tak mengambilnya?”

“Terserah. Sudah aku mau pulang.”

“Bagaimana kalau kita pergi ke suatu tempat lagi? Kalau ingin belanja lagi. Akan aku turuti. Kau ingin apa?”

“Aku sudah tidak mood belanja lagi. Kau membuat seleraku hilang. Cepat jalankan mobilnya.”

Siwon menghela nafas lalu mulai menyalakan mobilnya. Kyuhyun masih membuang muka dengan kesal. Siwon memarkirkan mobilnya di dalam dan melihat Kyuhyun sudah tertidur. Dia membelainya dan melepas sambuk pengamanya. Berjalan di mengangkat tubuh itu dan menyuruh beberapa pelayan untuk membawakan barang belanjaanya. Heachul hanya melipat tangan di dada. Siwon melintasi ibu mertunya dan membawa istrinya ke kamar. Dia tersenyum kecil lalu mengecup keningnya cukup lama.

“Kau sudah lebih dari candu. Aku mulai tak bisa lepas darimu. Hingga sampai saat ibu dan ayah bersama. Jaga ibumu baik-baik untuk ayah sayang…” dia membelai pelan perut Kyuhyun. Siwon tersenyum lalu berdiri untuk berpamitan dengan ibu mertunya.

******

 

Kyuhyun berulang kali melihat ponselnya. Menghela nafas lalu kembali berbaring dengan kaki di angkat ke atas. Bibirnya mengumam tak jelas dan terus sana memasukan makanan ringan di mulutnya. Heachul membawa sepotong kue strawberry dan susu untuk putrinya.

“Bukan ini sudah malam kenapa belum tidur? Apa di belum menghubungimu?” dia meletakannnampanya di hadapan Kyuhyun lalu duduk di samping. Kyuhyun membuka mata dengan malas lalu menatap ibunya dengan sinis. “Tebakanku benar?

“Siapa yang menunggunya?” sentaknya lalu berdiri kembali mengonta-ganti chanel TV.

“Oh..jadi benar tak menunggunya?”

“Siapa yang Kyuhyun tunggu?”suara dingin itu membuat dua wanita cantik menoleh ke belakang. Kyuhyun kembali terfokus tapi Heachul berdiri dan memijat pundak suaminya. “Ada yang kalian rahasiakan selama aku pergi ke China?” selidik Hangeng.

TBC

Banyak yang binggung soal sangking lama cerita ini gak di lanjut
Ini sambungan dari

Love story – Karna ku sangggup
Love srory – Me and your
Love srory – Janji
Love srory – Kenangan dan penyesalan

Selamat membaca

Advertisements
Posted in Angst, BL, Comfort, Drama, Family, Romance, Sad, Series, wonkyu, WonKyu Story

Something Called Love ch. 1

Ini hanya cerita tentang dua pemuda dengan kekurangan yang melebur dalam rajut cinta. Cerita yang pastinya akan sangat klise dengan peradegan ala roman picisan yang telah sering kali dikisahkan oleh begitu banyak pencerita di luar sana.

 

Ini hanya salah satu dari sekian banyaknya kisah klasik tentang cinta yang apa adanya. Diawali salju yang perlahan meleleh di awal Februari, kemudian disusul oleh tumbuhnya tunas-tunas baru yang siap dewasa dan lantas mekar ketika masuk dimusimnya. Bunga plum yang perlahan gugur menjadi latar apik untuk kisah-kisah kuno, seperti kisah Si buta dan Si lumpuh kali ini.

.:::WonKyu:::.

.: An absurd fanfiction from Suha Camui :.

Swing~~~

Posted in Angst, BL, Drama, Family, Fluffy, Genre, Hurt, Romance, Sad, Series, WonKyu Story

Circle of Love – Take 11

col

Circle of Love – Take 11

By: -ssii-

Choi Siwon, Cho Kyuhyun, Cho Jinra (OC)

Romance, angst, family, BL, OOC, AU, PG 15

Siwon punya Kyuhyun, Kyuhyun punya Siwon, sedangkan WonKyu punya wks… Hehehe.. ^^

Don’t Like, don’t read !

Dilarang membashing WonKyu jika ingin hidup tenang!

(==)

***

CoL

ssiihee©2016

Totally Reserved

***

Swing~~~

Posted in BL, Drama, Romance, Series

Siwon, a cyborg in love chap.8

siwon, a cyborg in love

By. Ellena Han & Miss Lee

Cast : Siwon x Kyuhyun

other : Hankyung, Shin Rae, Byun Jaebum, Im yoona, Choi Seohee

Genre : BL, Drama/Romance

Rate : M

 

siwon, a cyborg in love

Remang cahaya bulan menjadi satu-satunya sumber cahaya di ruangan itu, membuat ruang yang tak terlalu luas itu berpendar perak yang cantik. Terkesan romantis dan misterius. Layaknya cerminan hubungan dua orang pemuda yang kini sedang sibuk dengan kegiatan mereka disana.

Mungkin, dulu mereka tak akan pernah membayangkan akan sampai dimana hubungan mereka. Karena garis nasib yang sudah sangat jelas berbeda. Itulah misteriusnya. Dan romantis saat mereka akhirnya menang, menang melawan takdir dan berhasil mengendalikannya dengan cinta yang mereka miliki.

Saat ini tak ada hal lebih yang mereka inginkan selain memastikan jika keadaan mereka ini, akan berlangsung selamanya. Masing-masing tak akan pernah menyesali apa yang mereka pilih. Karena mereka tahu, jika mereka hanya akan bahagia jika saling memeluk dan saling mencinta, hanya mereka. Berdua.

Tak peduli walau mereka tak sempurna sebagai manusia. Siapa yang peduli, bukankah cinta milik semua? Dan bukankah cinta bisa mengalahkan logika yang ada? Dan kini, dengan hanya ditemani cahaya bulan yang menyorot malu pada mereka yang tengah terjebak dalam gairah, kesempurnaan apa lagi yang mereka inginkan? Mereka sudah jauh dari sempurna.

Dua orang pemuda itu, si manis tengah bersandar di kepala ranjang. Cho Kyuhyun sedang memejamkan dua mata bulatnya rapat-rapat menggigit bibir bawahnya yang merah. Nafasnya terengah, dan kenikmatan yang tercetak di wajah manisnya membuat semua tahu, jika dirinya mulai terjebak dalam pusaran gairah.

Sedangkan kekasihnya, Choi Siwon, tengah sibuk menenggelamkan diri di dada putihnya yang terbuka. Surai hitamnya yang diremas lembut oleh Kyuhyun membuatnya semakin bersemangat memberikan rangsangan dan sentuhan di kulit hangat itu. Lidahnya yang panas sibuk melata, membelai, dan mencicipi apapun yang tersaji di hadapannya. Bongkahan putih yang terasa kenyal, lembut dan begitu menggoda setiap indra yang dia miliki.

Pemuda itu menggigit satu bagian disana, membuat si pemilik mengerang pelan dan semakin erat mencengkeram surai hitam Siwon.

“Siwon..”

Sungguh, demi apapun juga, desah yang terdengar di bibir Kyuhyun adalah musik yang paling terindah. Alunan yang mampu menggetarkan setiap sel gairah di tubuh Siwon. Pemuda itu masih menyusuri senti demi senti, dada putih itu. Menggigit, menyesap, dan menjilat beberapa bagian yang dia inginkan.

Hingga bibirnya yang hangat menemukan satu titik menonjol yang ada disana. Bisa Siwon rasakan tubuh Kyuhyun yang bergetar pelan ketika dirinya menyentuh titik coklat kemerahan itu dengan ujung lidahnya.

Membuat cengkeraman di surainya erat dan semakin erat.

“Siwon…” lagi, desah itu membuatnya gila.

“Kau menyukainya heeemm?” Bisiknya parau. Di ulanginya lagi apa yang dia lakukan, di kecupnya pelan titik itu, di sentuhnya dengan ujung lidahnya yang hangat, membasahinya hingga berkilat siap di lumat.

Ujung-ujunganya yang merespon rangsang membuat titik sensitif dada itu menegang. Menantang bibir Siwon untuk menejelajah lebih jauh lagi.

Dan pemuda itu menyanggupinya. Perlahan, di masukkannya titik itu kedalam rongga mulutnya yang hangat. Merasakannya dengan lidahnya yang kasar. Siwon tak pernah tahu jika efek yang Kyuhyun rasakan akan sebegitu hebatnya. Tubuh kekasihnya itu menegang, bergetar hebat dan menggelinjang nikmat.

Mendesahkan nama Siwon semakin kencang. Hal itu justru layaknya candu bagi Siwon. Pemuda itu mengulangi sekali lagi. Kali ini tak hanya menghisap dan membelai dengan lidah, tapi juga menyesap dan menggigit kecil.

Serangan di titik sensitifnya itu semakin membuat Kyuhyun hilang akal. Pemuda manis itu memejamkan matanya rapat-rapat, menikmati dan membiarkan jika gairah mulai menyeretnya menjauhi daratan logika. Apapun yang kekasihnya saat ini lakukan pada tubuhnya, dia begitu menyukainya. Dan setiap sel tubuhnya pun meneriakkan hal yang sama, addict pada sentuhan Siwon.

Rasa lidah Siwon yang sedikit kasar, mampu memberikan rangsangan yang membuat pandangan Kyuhyun mengabur menjadi berjuta warna. Bias yang membutakannya dari dunia nyata.

Siwon terus dan terus menyesap ujung dada itu. Menghisap dan membelainya dengan rongga mulutnya. Sementara tangannya yang bebas melata mencari pasangannya. Membelai dan meraba hingga jari-jarinya menemukan titik serupa sebagai pasangan. Di elusnya ujung titik itu dengan buku-buku jarinya, dan respon tubuh sama dia dapatkan. Getar di tubuh Kyuhyun semakin terasa keras.

Di dorong keinginan untuk memberi lebih, Siwon menggunakan ibu jari dan telunjuknya untuk memanja titik itu. Memilin dan menariknya sedikit. Sesekali telapak tangannya akan meremas bongkahan dada Kyuhyun yang terasa begitu pas ditangannya. Terasa lembut dan kenyal. Dan Siwon menyukainya.

Desah dan erang Kyuhyun semakin jelas terdengar saat dua titik miliknya itu dicumbu sedemikian rupa. Gelenyar-gelenyar yang hadir dari jari, lidah, dan bibir Siwon sangat menyentuh sisi gairah terdalamnya. Sebelah tangannya mencengkeram erat tepian bantal, sedang yang satu menyusup dalam helaian Siwon yang ada didadanya. Tanda jika dia memang benar-benar menikmatinya.

Tubuh Kyuhyun terasa semakin panas, jantungnya berdetak tak karuan.  Siwon yang tengah tenggelam di sana, menyeringai senang saat mendengar penanda hidup Kyuhyun yang kini berpacu dengan cepat. Seolah ikut memberi semangat dirinya untuk terus memanja kekasihnya. Aliran darahnya seakan melaju dengan kencang dalam nadinya.

“Siwon.. Siwon.. Siwon..”

“Yess Baby.. Yess.. Aku disini..” bisik Siwon tak kalah menggairahkan. Begitu dekat dengan telinga Kyuhyun, mengirimkan aliran udara panas yang menggelitik leher dan telinganya.

Kyuhyun meraih sisi wajah Siwon dengan tangannya, membuat Siwon bisa melihat pantulan dirinya di bayang mata bulat Kyuhyun. Tapi, dirinya hanya mampu bertahan beberapa detik sebelum Siwon kembali menenggelamkan diri di ceruk leher Kyuhyun dan mata bulat itu kembali terpejam.

Belaian tangan Siwon menuruni tubuh Kyuhyun yang entah sejak kapan sudah terbuka dari setiap helai yang menutupinya. Membuat jengkal-jengkal bagian pribadi Kyuhyun merasakan usapan tangan Siwon yang panas.

Hari ini Kyuhyun seolah menjelma menjadi jajaran dataran hijau dan Siwonlah pengelana yang siap menandai dan menjadikan tanah itu sebagai miliknya. Tubuh Kyuhyun semakin bergetar hebat saat Siwon membelai pusat pusat tubuhnya. Membuat panas yang semula menyebar, kini terkumpul dan mengalir pada satu pusat. Pusat yang haus dan rindu akan sentuhan Siwon.

Setiap gerak dan getar tubuh Kyuhyun seolah sudah memiliki ritme sendiri pada sentuhan Siwon. Hingga dirinya tersentak saat merasakan jika Siwon menyentuh sisi terdalam tubuhnya dengan jarinya yang panjang. Sekali lagi, bahasa geraknya bereaksi pada gerak jemari Siwon dalam dirinya. Awal yang terasa tak nyaman, namun semakin lama, sensasi yang terasa asing itu membuatnya mabuk kepayang.

Demi apapun juga kekasihnya itu memang tahu benar apa yang Kyuhyun inginkan. Mereka layaknya pasangan yang memang telah di takdirkan untuk bersama, begitu sempurna.

“Hnn.. Siwon…” lenguh Kyuhyun sambil menggigit bibir bawahnya.

Siwon mengangkat kepalanya dari dada Kyuhyun, menatap kekasihnya yang kini tengah memerah karena gairah itu. Pemuda itu bergerak ke atas, menciumi leher dan belakang telinga Kyuhyun. Mencoba membuat kekasihnya tenang, sementara jarinya masih menjelajahi sisi tubuh terdalam Kyuhyun.

Telinga Siwon begitu dimanjakan dengan suara merdu Kyuhyun yang menyerahkan diri sepenuhnya pada kuasa Siwon. Menyerahkan semua hasrat yang terkumpul dan siap menyebar keluar. Tak butuh waktu lama hingga Kyuhyun merasakan dirinya meleleh oleh satu panas yang membara. Panas yang kini menyembur keluar tanpa bisa dia tahan, karena satu sentuhan Siwon yang membuatnya menyerah seketika. Merapatkan pelukannya pada tubuh kekasihnya saat gairah memuncak dalam dirinya.

Siwon merasakan tubuh Kyuhyun mengejang dan bergetar hebat dalam pelukannya. Mengerangkan nama Siwon dengan penuh kepuasan. Sebelah tangannya memeluk pinggang Kyuhyun yang balas mengalungkan dua lengannya ke leher Siwon erat-erat. Bisa pemuda itu rasakan sengal nafas Kyuhyun yang terasa panas menyentuh kulit lehernya.

Siwon membaringkan tubuh Kyuhyun dan melepaskan diri sejenak dari pemuda manis itu. Memandangi sosok indah kekasihnya, pemilik hatinya. Kekasihnya itu malam ini sungguh menjelma menjadi semua hal terindah yang hanya pernah dia imajinasikan semata. Siwon akan mengukir lagi kenangan yang tak akan pernah mereka lupakan. Kali ini Siwon yakin itu.

Memastikan bukti jika akan ada jejak dirinya dalam tubuh Kyuhyun. Tanda jika pemuda manis itu hanya miliknya dan akan selalu untuknya. Mereka tak akan lagi berpisah. Tidak oleh takdir ataupun oleh manusia lain.

Tak sanggup lagi menahan diri, Siwon kembali membungkam bibir merah Kyuhyun yang mulai membengkak. Terasa panas menggoda. Pemuda itu menyeringai senang saat kekasih manisnya pun membalas ciumannya dengan tak kalah possesif. Siwon tahu, setelah ini Kyuhyun akan merasakan sedikit tak nyaman, dia harus mengalihkan perhatian kekasihnya itu sebelum dirinya memulai babak utama kebersamaan mereka malam ini.

Dan benar saja, tubuh Kyuhyun kembali menegang saat dia merasakan ketidaknyamanan lebih dari yang pertama tadi. Matanya kembali terkatup rapat dan menggigit bibirnya kuat-kuat. Rasa tak nyaman yang perlahan Siwon alihkan dengan cumbuan di sekitar leher dan dada Kyuhyun. Membuat kekasihnya itu sedikit demi sedikit menerima kehadiran Siwon dalam tubuhnya.

Baby please.. Dont bite your lipss.. tenanglah.. Aku tak akan menyakitimu…” bisik Siwon ditelinga Kyuhyun.

Perlahan, Kyuhyun membuka mata bulatnya, menatap pantulan bayang dirinya di mata gelap Siwon. Ada kilat cemas dan bayang gairah yang menyala terang disana.

Its okay Siwon..”

“Tenanglah.. kau bertingkah seakan ini yang pertama untukmu saja…” goda Siwon, membuat Kyuhyun seketika merona dan berusaha memalingkan wajahnya.

Siwon terkekeh pelan, menangkup wajah Kyuhyun agar kembali menatapnya, “Baby, may I?” pintanya. Bagaimanapun dia tetap harus meminta ijin pada Kyuhyun, karena dia ingin setiap penyatuan mereka tak lagi hanya menjadi pemuas nafsu tapi juga pembauran jiwa.

Menarik nafas dalam dan berusaha meredakan nyeri dengan bayangan kenikmatan, Kyuhyun mengangguk, “Tentu Siwon.. aku mencintaimu.. dan miliki aku..”

Siwon mengalungkan tangan Kyuhyun ke lehernya, kembali meneruskan niat awalnya. Hanya saja berawal dari bergerak teratur dan yakin. Menikmati waktu mulai agar terasa jauh lebih indah.

Nafas Kyuhyun mulai tersengal, tak nyaman yang semula dia rasakan berubah menjadi sensasi menggoda yang dia tahu tak akan berakhir sampai disini saja. Pemuda manis itu menggenggam jari Siwon, memberi isyarat jika dia menginginkan lebih dari ini.

Pemuda tampan itu mengerti apa yang kekasihnya inginkan, meraih sebuah bantal dan menyelipkannya di bawah pinggang Kyuhyun, membuatnya sedikit terangkat. Sekali lagi bibir mereka bersentuhan dalam cumbuan panas. Ada erang tertahan ketika perubahan sedikit posisi dan gerakan Siwon menyentuh semakin menginvasi titik kenikmatan terdalam milik Kyuhyun.

Gerakan itu tak lagi pelan, hentakan itu pun semakin dalam. Sebelum akhirnya satu irama yang meruntuhkan sisa kewarasan mereka tercipta. Hanya nama kekasih masing-masing dan desah tanpa arti yang mampu mereka sebutkan. Darah mereka mendidih merasakan desakan gairah yang semakin membuat hilang akal.

Tarian dua tubuh itu semakin lama semakin cepat, seiring permohonan dan ungkapan jika mereka menikmati apa yang mereka bagi dan apa yang mereka terima. Kyuhyun seolah tak lagi menapak bumi ketika sudut terdalam tubuhnya menerima desakan nikmat berulang-ulang dari Siwon. Sedangkan Siwon dengan senang hati menuruti apapun yang kekasihnya inginkan, meresapi kehangatan tubuh Kyuhyun yang kini membelai dan memijat pusat panas tubuhnya.

Peluh yang menjadi satu, desah nafas yang memburu, suara-suara tanpa makna, gerak otot yang terasa begitu mengikat, dan panas yang memenjarakan logika adalah saksi mereka untuk mengukir sisi ingatan yang istimewa. Dua mata berbeda warna itu saling memandang, memastikan jika keberadaan kekasihnya nyata layaknya penyatuan mereka. Mengikuti arus gairah yang siap untuk dilepaskan.

Semua akan menjadi ikatan yang tak terputus oleh apapun. Ketika mereka sekali lagi tenggelam dalam bauran gairah yang menyatu. Menyemburkan aliran panas yang membasahi tubuh mereka, seriring dengan teriakan dan desah penuh kepuasan dari bibir pasangannya. Diiringi sentakan-sentakan kecil yang menyenangkan.

.

.

Dua orang itu masih berbaring berdampingan. Dengan Kyuhyun yang bergelung dalam dekapan Siwon yang bertelanjang dada.

Thanks, Baby..” bisik Siwon lirih.

Kyuhyun mengangkat wajahnya, menatap mata kekasihnya yang kini sedang memandangnya penuh cinta, “Untuk apa?”

“Semuanya…. cintamu.. dan kebersamaan kita…”

Kyuhyun mengulas senyum lembut, “Oh.. aku lupa jika kau itu chessy sekali Siwon…”

Pemuda tampan itu tertawa, mengecup sekilas bibir Kyuhyun dan kembali memeluknya erat.

“Tapi, setidaknya kau mencintaiku kan?”

Sekali lagi tawa mengalir dari bibir Kyuhyun. Pemuda manis itu menutup matanya, saat Siwon mendekat dan bersiap kembali menciumnya.

Drrrrrrtttt…drrrttttt….

Dering ponsel Kyuhyun membuat Siwon mengumpat pelan. Merutuk dan menyumpahi siapapun yang berani mengganggunya. Kyuhyun terkekeh, mengecup sekilas bibir cemberut Siwon sebelum meraih ponselnya.

Raut wajahnya sedikit berubah ketika membaca nama yang tertera di kotak pesan.

“Dari siapa?” Tanya Siwon melihat perubahan air muka Kyuhyun.

Kyuhyun melirik Siwon dan kembali menyimpan handphone nya di meja kecil dekat ranjang.

“Dari Jaebum”

“Ada apa??” Tanyanya tak suka.

Kyuhyun tersenyum geli melihat raut wajah Siwon, ia mendekatinya dan mengecup bibirnya.

“Hanya ingin bertemu saja”, jawab pemuda manis itu.

“Perlu aku antar??”

Mau tak mau Kyuhyun kembali tertawa, well.. bagaimanapun juga, Jaebum dan Siwon bukanlah kata yang tepat di gabungkan dengan akur, “Tak perlu. Bukankah kau akan bertemu dengan Hankyung Hyung?”

“Ah.. aku lupa” Siwon menepuk dahinya sendiri.

“Sudahlah.. aku mandi dulu..” Kyuhyun bergegas turun dari ranjang dengan mengambil kemeja Siwon yang tergeletak di lantai.

“Mau ikut bergabung??” Smirk Kyuhyun.

Siwon tertawa, “Dengan senang hati..”

.

.

.

Jaebum sudah duduk manis di salah satu tempat duduk yang berada di teras ujung kafe. Sengaja ia memilih tempat itu, agar suasana nyaman dapat terasa sangat jelas. Bagaimana angin semilir yang menerpa, maupun pemandangan hilir mudik mobil lalu lalang pun dapat menjadi pemandangan asik untuk diperhatikan.

Kyuhyun memasuki perkarangan kafe, dapat terlihat jelas olehnya. Jaebum selalu mengambil tempat duduk diluar kafe. Kyuhyun tersenyum, ia memasukkan kedua tangannya di saku celana, melangkah pelan tapi pasti menuju Jaebum.

“Sudah lama?”

Jaebum mendongak, ikut tersenyum saat melihat lengkungan kurva menaik di bibir Kyuhyun.

“Tidak lama juga, duduklah Hyung..”

Kyuhyun menarik kursi dan segera mendudukinya. Mengangkat tangannya untuk memanggil waitress, memesan segelas capucino dingin adalah pilihannya.

“Ada apa??”

“Ck.. kau ini, tak menanyakan kabarku dulu??” Jaebum berpura marah.

Kyuhyun hanya menggelengkan kepalanya. Jaebum telah banyak berubah, tapi ia menyukai sosok ini. Tak ada lagi sisi ambisius. Yang ada hanyalah seseorang yang mempunyai tanggung jawab dan juga rasa kemanusiaan yang tinggi.

“Untuk apa menanyakan kabarmu, jika Yoona saja selalu berucap riang mengenai hubungan kalian”

Jaebum tertawa, “Aku sendiri tak mengerti, mengapa aku bisa jatuh pada pesonanya..”

“Yoona adalah seseorang yang periang dan baik. Kalian pasti bahagia”

“Terima kasih, Hyung..”

Pesanan Kyuhyun datang, dengan segera Kyuhyun menyeruputnya.

“Apa Hyung masih penasaran mengenai kehidupan, Hyung sekarang ini??”

“Tentu.. aku sudah menunggu lebih dari satu tahun. Dan kau belum pernah membocorkannya padaku”

Jaebum tertawa, ia mengambil gelas kopinya dan menyeruputnya dengan tenang. Menatap sekilas Kyuhyun, lalu mengarahkannya menuju mobil yang melintasi kafe. Suasana kafe saat ini tidak terlalu ramai maupun sepi, tapi setidaknya terasa nyaman. Kyuhyun sendiri masih menatap Jaebum dengan penuh pertanyaan.

“Kau akan terus berdiam diri??”

“Saat Siwon mendatangiku untuk memintaku menolongmu. Sungguh ada rasa marah tapi juga perasaan bahagia. Ntah mengapa, aku merasa jika Siwon memang yang terbaik bagimu..”

Jaebum masih enggan menatap wajah Kyuhyun.

“Dan saat pertemuan kita di villa. Semakin membuka mata dan pikiranku, jika kalian sangat mencintai. Aku akan menjadi manusia yang kejam jika aku masih meneruskan keinginanku..”

Jaebum kini mengalihkan pandangannya pada Kyuhyun.

.

.

Flashback

Seohee masih menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Ia menangis, bukan ini yang sebenarnya ia inginkan, tapi..

Suara layar yang menyatakan jika processing complete tak terdengar yang ada suara tergantikan dengan jika proses penghapusan gagal.

‘Ada apa ini?’

Seohee membuka telapak tangannya, ia dapat melihat Jaebum yang kini berdiri di sebuah layar besar. Bahkan bisa terlihat jika Jaebum masih mengatur nafasnya.

“Jaebum-ah..”

Jaebum masih terdiam mengatur nafasnya. Seohee berjalan mendekati Jaebum meletakkan telapak tangan kanannya pada bahunya.

“Jaebum-ah..”

“Aku.. belum terlambat bukan??”

Seohee menarik tubuh Jaebum agar bisa saling berhadapan. Dapat dilihatnya raut wajah Jaebum yang masih terlihat lelah.

“Ada apa? Mengapa kau..”

“Aku tak ingin terlambat..”

Seohee tersenyum dan menarik Jaebum dalam pelukannya.

Gomawo… gomawo…”

.

.

Jaebum masih terduduk diam di sofa. Seohee menyimpan segelas teh hangat di hadapannya.

“Minumlah dulu..”

“Terima kasih..”

Jaebum mengambil gelas itu dan meneguknya cepat.

“Sebenarnya ada apa yang terjadi padamu?”

“Banyak hal.. salah satunya, aku mengerti akan arti saling mencintai.” Jaebum terdiam, masih memperhatikan isi dalam cangkir “Aku hanya tak ingin memisahkan orang yang saling mencintai, demi keinginanku semata… projek ini sudah jauh berbeda semenjak aku semakin berambisi..”

Seohee masih terdiam.

“Aku mengerti bahwa seharusnya aku tak melakukan hal ini dari awal..”

Jaebum meletakkan gelasnya kembali, segera ia memegang tangan Seohee.

“Bantu aku Seohee.. bantu aku..”

“Membantu apa??”

“Bantu memperbaiki sistem Siwon. Serta bantu aku juga untuk penyimpanan memory dalam otak Kyuhyun Hyung..”

Mwo??”

Jaebum melepaskan genggamannya. Ia berdiri dan menuju meja kerjanya. Mengambil secarik file.

“Ini..”

Memberikan kertas itu.

“Ini adalah program yang sudah aku buat sekitar 2 bulan yang lalu. Program penyelamatan seseorang dari penyakit alzheimer..”

“Tapi kita bukan dokter bukan??”

Jaebum tersenyum.

“Aku sudah menghubungi dokter Hwang. Bahkan dalam 2 bulan terakhir itu, aku sedang mendalami pembuatan obat untuk membantu mempertahankan hidup seorang penderita alzheimer”

“Jaebum..”

“Bantu aku Seohee.. aku sangat perlu bantuanmu..”

Seohee ikut tersenyum.

“Pasti.. pasti aku akan membantumu..”

“Tapi..”

“Ya..”

“Ini masih hasil rancangan selama 2 bulan. Aku sendiri tak tau, apakah ini akan berhasil atau tidak”

“Kita belum mencobanya bukan?? Aku yakin kita pasti bisa”

Jaebum menangguk menanggapi ucapan Seohee. Ia kembali menatap file itu.

‘Mungkin waktu pemulihan Siwon maupun Kyuhyun membutuhkan waktu yang tak sedikit. Tapi aku pastikan, kalian akan terus bersama selamanya. Ini janjiku untuk kalian’

Flashback end

.

.

“Jadi kau..”

“Ya.. intinya, aku bekerjasama dengan Seohee dan dokter Hwang untuk penyembuhanmu..”

“Terima kasih Jaebum.. terima kasih.. ntah apa ucapan ini masih bisa mewakilinya tapi aku sungguh sangat berhutang budi padamu..”

“Sudah lah Hyung tak perlu sungkan..”

Kyuhyun menarik tangan Jaebum di atas meja lalu menggemgamnya.

“Sekali lagi terima kasih..”

“Selesai berucap seperti itu. Yang perlu kau lakukan adalah.. hiduplah berbahagia bersama Siwon, Hyung.. berbahagialah.. karena kalian berhak mendapatkan hal itu.. mungkin juga, aku sedang menunggu undangan pernikahan dari kalian”

Kyuhyun tersenyum merona. Memimpikan dirinya bersanding di altar bersama Siwon adalah suatu keinginan terbesarnya. Tapi saat ini, biarlah seperti ini dulu dengan tinggal bersama saja ia sudah sangat berbahagia. Jika Siwon berhasil melamarnya tentu itu adalah suatu reward bagi hubungan mereka.

“Jika Siwon mengetahui semuanya, mungkin ia tak akan menganggapmu sebagai rival lagi”

“Hahaha.. biarlah seperti itu. Bukankah itu tandanya Siwon sangat mencintaimu, Hyung?”

Stop membuatku seakan mejadi seorang wanita yang selalu blushing saat mendengar nama Siwon terucap olehmu..”

“Hahaha.. kau banyak berubah Hyung.. tapi yang tak berubah adalah.. kau tetap selalu cantik”

“Yak!!”

Jaebum tertawa dan memegangi perutnya saat melihat muka Kyuhyun yang tertekuk kesal dengan ucapannya.

.

.

.

Siwon mermarkirkan mobilnya di depan perkarangan rumah milik Hankyung. Dulu ia pernah tinggal di rumah itu, tapi sudah sangat lama ia tak tinggal disana. Ya semenjak Kyuhyun memintanya untuk hidup bersama. Beberapa bulan yang lalu.

Hankyung membuka pintu pagar, terkejutnya ia saat melihat Siwon sudah berdiri di depan dengan bergaya layaknya model. Tak lupa jaket kulit maupun kaca mata hitam bertengger di tubuhnya.

“Hay Hyung..”

“Siwon..”

“Apa kabarmu..” Siwon berjalan segera dan memeluk Hankyung.

Hankyung membalas tak kalah bahagianya.

“Aku baik. Dan kau adik yang nakal, mengapa baru setelah sebulan ini, datang menemuiku?”

Siwon hanya tersenyum menjawab pertanyaan Hankyung, tak mau memakan waktu lama Hankyung memilih untuk mengajak Siwon masuk ke dalam.

“Sudahlah ayo masuk..”

Hankyung merangkul Siwon membawanya menuju ruang tamu, Rae sudah menyambut dengan senyuman selamat datangnya, tak lupa Siwon pun memberikan pelukan hangat seorang adik kepada kaka iparnya. Ya.. Hankyung sudah resmi menikahi Rae sejak 2 bulan yang lalu, bahkan kini Rae telah hamil 4 bulan.

“Siwon.. sudah lama kau tak mengunjungi kami”

“Baru saja sebulan aku tak menemui kalian. Tapi kalian sudah sangat merindukanku, bukan begitu? Lagi pula dikantor kita masih bisa bertemu, Hyung..” goda Siwon yang langsung mendapat jitakan gratis dari Hankyung.

“Ck.. kalian selalu seperti anak kecil. Sudah masuk ke dalam dan aku akan membuatkan minuman untuk kalian berdua”

Rae segera menuju dapurnya, membuatkan minuman untuk kedua namja yang sangat berarti bagi hidupnya. Suami dan adik ipar nya.

“Kita duduk diluar saja ya Hyung

“Baiklah..”

.

.

Siwon dan Hankyung duduk di beranda belakang rumah. Menatap tanaman yang sepertinya di rawat oleh Rae dengan baik. Banyak bunga yang tumbuh dengan indah disana.

“Kau semakin sehat”

Siwon tersenyum dan memegang bahu Hankyung.

“Aku sangat berterima kasih padamu, Hyung..”

“Aku kan sudah mengatakan dari dulu. Kau sudah aku anggap sebagai adikku, apapun yang bisa aku lakukan untukmu. Pasti aku akan melakukannya”

“Kau memang Hyung terbaikku.. padahal kau tau, jika aku..”

Hankyung menggeleng, “Kau sama dengan kami.. sudahlah, jangan mengungkit hal itu. Lalu dimana Kyuhyun? Kenapa dia tak ikut denganmu?”

Siwon merubah raut wajahnya menjadi tak suka, membuat Hankyung menatap khawatir.

“Kalian bertengkar?”

Siwon menggeleng.

“Lalu??”

“Dia menemui Jaebum”

Hankyung tersenyum, masih saja Siwon merasa Jaebum adalah rivalnya. Padahal Siwon sendiri telah memastikan bahwa Jaebum sudah tak ada rasa cinta pada Kyuhyun.

“Kau masih memusuhi Jaebum?? Berhentilah memusuhinya. Tidak baik bagi kalian seperti ini terus”

“Kenapa aku harus berhenti memusuhinya.. kau tahu dia menaruh harap pada kyuhyun kan, Hyung…”

Hankyung menghela nafasnya, mungkin inilah waktu yang tepat menceritakan semuanya kepada Siwon.

“Mungkin kau perlu mendengar ini Siwon-ah..”

.

.

*flashback*

Hankyung berjalan bolak balik tak tentu arah di depan sebuah ruangan yang sangat asing baginya. Kyuhyun lah yang memintanya untuk membawa Siwon menuju gedung BS Electronics. Ntah apa yang dilakukan para professor di dalam sana. Yang pasti saat ini Hankyung sangat mengkhawatirkan kondisi Siwon.

Pintu pun terbuka menampilkan Choi Seohee yang menatap tersenyum padanya.

“Terima kasih kau telah membawa nya kesini..”

“Ya.. aku hanya membantu Kyuhyun dan juga.. aku sudah menganggap Siwon sebagai adikku, aku harap tak ada masalah untuknya”

Seohee masih mempertahankan senyumannya.

“Kyuhyun Oppa masih di villa kah??”

Hankyung mengangguk.

“Masuklah ke dalam, Jaebum membutuhkanmu. Aku harus membawa Kyuhyun Oppa menuju dokter Hwang”

Sebelum Seohee pergi, Hankyung menarik lengannya.

“Tunggu. Sebenarnya ada apa??”

Seohee menatap lengannya yang di cekal oleh Hankyung, dan Hankyung yang menyadarinya segera melepaskan genggamannya.

“Ah maaf..”

“Tak apa.. kau pasti akan mengerti, tapi tidak untuk saat ini.. masuklah..”

Seohee segera pergi meninggalkan Hankyung yang mengernyit bingung. Tapi tak lama ia segera memasuki sebuah ruangan dimana banyaknya layar monitor menyala. Jaebum dan beberapa professor sedang terlibat pembicaraan yang serius sepertinya.

Hankyung tak mempedulikan itu. Yang ada dalam pandangannya saat ini adalah sosok Siwon yang terlihat lemah tertidur di atas blankar di tengah ruangan. Tubuhnya tertutupi sebuah kaca kasat mata, layar monitor besar memperlihatkan kinerja jantung maupun organ tubuh lainnya. Tapi bisa Hankyung pastikan jika kini organ itu tak berfungsi normal. Pergerakannya sangat lamban.

Hankyung melangkah perlahan menuju Siwon. Jaebum yang menyadari kedatangan Hankyung segera berpamitan kepada para professor yang membantunya.

“Hankyung-ssi..”

Hankyung terdiam, melirik sebentar menuju Jaebum sebelum ia kembali melihat ke arah Siwon.

“Bantu kami.. aku yakin kau bisa”

Hankyung menatap kembali Jaebum.

“Kau pasti bisa”

Jaebum menyerahkan sebuah jas lab berwarna putih kepada Hankyung. Masih dilema, tapi akhirnya Hankyung mengambilnya.

“Aku akan membantumu sebisaku..”

“Siwon pasti bahagia, banyak orang yang menyayanginya..”

Jaebum menepuk pundak Hankyung dan membiarkannya berdua dengan Siwon.

.

.

Hankyung sudah sebulan ini membantu Jaebum. Shin Rae tentu mengetahui hal ini, karena tentunya Hankyung menceritakan semua kepadanya. Termasuk Hankyung yang meminta Shin Rae untuk mencari keberadaan Kyuhyun.

Setelah kejadian di villa dan Seohee yang mengatakan akan membawa Kyuhyun. Setelahnya mereka tak pernah bertemu dengan Kyuhyun, terlebih memang Hankyung yang sibuk dengan kinerjanya bersama Jaebum.

Pemasangan otak bionik baru pada Siwon adalah hal yang harus segera di lakukan. Menamamkan chip baru, membuatnya selayaknya manusia normal pada umumnya tanpa menghapus segala memory yang pernah Siwon rasakan.

Jaebum berusaha untuk membuat segala memory Siwon yang lama masih tetap tersimpan utuh di dalam otak bionik terbarunya. Yang Jaebum juga lakukan adalah pemasangan sistem di dalam tubuhnya untuk membantu mengkontrol emosi.

Semua berjalan dengan baik, bahkan setelah program pemulihan Siwon diberlakukan sekitar 3 bulanan. Siwon selayaknya pasien Rumah Sakit yang membutuhkan recovery.

Siwon masih akan terus di pantau pergerakan sistem kinerja tubuhnya. Dari dimulai dia berjalan, makan, minum, bahkan saat dia berpikir maupun mengingat kenangannya. Semua Jaebum dan Hankyung kontrol setiap waktunya.

Hanya saja, setelah Siwon dihidupkan kembali. Jaebum memang tak pernah secara nyata muncul di hadapan Siwon. Hankyung lah yang terlihat membantunya dalam recovery. Itulah yang menyebabkan Siwon menganggap bahwa Hankyung yang membantunya bertahan hidup.

Setelah memastikan bahwa Siwon bisa hidup di dunia luar kembali. Maka Siwon diperbolehkan untuk menjalankan rutinitasnya seperti biasa, menjadi pegawai BS Electronics pun masih dilakukannya.

Hingga pada bulan ke delapan pemulihan kondisinya. Siwon kembali dipertemukan dengan Kyuhyun dalam suatu acara di BS Electronics. Hal yang tak di duganya adalah, Kyuhyun pun masih mengingat dirinya.

‘Apakah Kyuhyun mengingatku karena aku yang meminta untuk pemasangan chip memory?’

Siwon sempat menerkanya, hanya saja tak pernah ada jawaban untuknya. Hankyung sendiri tak banyak bercerita karena memang Siwon pun enggan bertanya lebih detil dalam hal penanganan dirinya.

*Flashback end*

.

.

“Kenapa tak ada yg memberitahuku?”

“Sebenarnya aku ingin, tapi kondisimu tak stabil.. lebih baik sekarang kau lupakan perseteruanmu dengan jaebum”

Siwon masih terdiam. Mencerna ucapan Hankyung adalah hal utama yang dilakukannya kini.

“Yang perlu kau tau pun. Kyuhyun banyak berhutang pada Jaebum”

“Heum..” Siwon mengernyit tak mengerti.

“Keinginanmu agar Jaebum membantu Kyuhyun dalam penyembuhan alzheimernya telah dilakukannya. Kyuhyun telah dipasang otak bionik di dalamnya”

Mwo??”

“Ya Siwon.. Kyuhyun pun sama sepertimu.. jadi, tak perlu ada lagi perdebatan antara kau dan Jaebum..”

“Sebenarnya akupun tak marah pada Jaebum.. aku hanya merasa Jaebum membayangi hidupku, karena memory cintanya lah aku bisa bersama dengan Kyuhyun..”

Hankyung tersenyum.

“Perlu kau ketahui Siwon, pembentukan emosimu sendirilah yang membuat kau semakin jatuh cinta pada Kyuhyun”

“Benarkah??”

“Jawabannya ada dalam hatimu..”

Hankyung meletakkan telapak tangannya di dada Siwon.

.

.

.

“Aku senang melihat perkembangan kesehatanmu Kyuhyun-ssi…” kata dokter Hwang dengan senyum cerah. Menatap pasien istimewanya yang kini duduk dihadapannya. Di tangannya terdapat beberapa lembar hasil ct-scan kepala Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum, “Ya.. semua berkat bantuan Anda, Uisa-nim.. Tapi sungguh, awalnya aku benar-benar tak menyangka jika penyakitku akan bisa disembuhkan dengan cara seperti ini..”

Memang, sejak akhir liburan saat itu, Kyuhyun mengambil semua perawatan yang dianjurkan oleh dokter Hwang. Dia hanya menuruti apapun yang diinginkan oleh Dokter Hwang. Kyuhyun tak menyangka jika operasi kecil yang dikatakan dokter Hwang waktu itu adalah awal mula pemasangan chip memory di otak Kyuhyun.

Sedikit tak percaya lagi jika ternyata dokter pribadinya itu telah bekerja sama dengan Jaebum dan Seohee untuk mencoba menyokong memorynya. Penilitian singkat yang ternyata terbukti cukup efektif, terhitung sejak saat itu, hingga setahun berlalu, kesehatan Kyuhyun jauh lebih baik. Sangat baik malah.

Alzheimer memang tak bisa disembuhkan karena merusak memory sedikit demi sedikit. Tapi, saat itu Siwon yang nekat datang menemui Jaebum sesaat sebelum mereka liburan, bertanya sesuatu yang akhirnya membuat pemuda itu melanjutkan kembali penelitian yang dia lakukan.

Awalnya memang Jaebum tak lagi berniat mengembangkan penelitian itu lagi. Salahkan rasa cemburunya pada Siwon. Tapi, yah.. Beruntung, dirinya saat itu tak lagi bertindak bodoh dan mampu berpikir jernih. Hingga kembali menempatkan rasa kemanusiaan di atas segalanya.

Sebuah otak bionik, hampir mirip seperti otak sistem yang digunakan oleh Siwon ditanamkan di kepala Kyuhyun. Sedikit demi sedikit mulai membantu pemuda itu untuk kembali menyimpan memorynya. Setelah sebelumnya dalam sirkuit itu juga dimasukkan memory-memory lain yang memang diinginkan oleh Kyuhyun.

Mungkin, kali ini akan terdengar semakin lucu, tapi Kyuhyun menikmati statusnya yang baru, manusia setengah robot. Apapun itu, dia tak peduli, asalkan dirinya tetap mampu bersama dan mengingat Siwon, itu sudah jauh dari cukup.

“Aku sungguh tak menyangka jika akan ada cara seperti ini disaat aku hampir putus asa akan penyakitku, Uisa-nim..” desah Kyuhyun.

Dokter Hwang tertawa, tak menjawab dan menunggu Kyuhyun meneruskan ucapannya.

“Di tambah lagi Jaebum yang diam-diam melakukannya untukku…”

“Oh.. Dia sudah memberi tahumu rupanya?”

Kyuhyun mengangguk, “Ya… Aku mendesaknya setelah dia menyembunyikan ini dariku selama setahun, Ya Tuhan…” serunya sambil terkekeh pelan.

“Maafkan aku Kyuhyun-ssi.. sebenarnya aku berencana memberitahumu tentang hal ini sejak awal, tapi Jaebum melarangnya.. Yah.. kau tahu, proyek ini masih dalam tahap penelitian, kemungkinan berhasil belum bisa kami tentukan, karena itu, kami tak ingin memberi tahumu apapun sambil memantau perkembangan kesehatanmu..”

“Jadi, tanpa sadar selama setahun aku berubah menjadi obyek penelitian juga, Uisa-nim..” kata Kyuhyun. Rasa senangnya saat ini sungguh tak akan pernah bisa di hitung lagi. Kehidupannya sempurna, apa lagi yang dia inginkan dalam hidup.

“Ya.. kurang lebih seperti itu, hanya saja.. kau tetap harus menjalani pengobatan untuk membuat sistem imun tubuh dan hormonalmu menerima otak bionikmu, Kyuhyun-ssi…” lanjut Dokter Hwang.

Kyuhyun terdiam sejenak, dan mengangguk, “Tentu saja, aku akan menerima apapun Uisa-nim… Aku tak akan menyia-nyiakan kesempatan kedua yang aku miliki.. dan kali ini aku yakinkan Anda jika aku tak akan menolak pengobatan atau terapi apapun yang anda berikan…”

Mereka tertawa. Ya.. Kali ini Kyuhyun pun akan sungguh-sungguh dengan ucapannya. Dia tak akan lagi menolak atau menunda apapun yang baik untuk kesehatannya.

Saat ini dia tak lagi sendiri, dia memiliki sahabat-sahabat yang baik, Jaebum, dan yang paling utama dia memiliki Siwon. Dan Kyuhyun tak akan menyia-nyiakan seseuatu yang penting seperti itu lagi.

.

.

.

Kyuhyun memasukkan password apartemennya, membuka pintu dan melangkah ke dalam. Sepi, berarti Siwon belum kembali.

Pemuda manis itu melepaskan jaketnya dan menghempaskan tubuh di sofa. Sejenak menutup mata, membayangkan hal-hal ajaib yang belakangan terjadi di sekitarnya dan Siwon. Dulu, jika dia menggunakan otaknya terlalu keras untuk berpikir, maka nyeri akan melanda kepalanya, tapi sekarang, walau terkadang masih terasa, semua jauh lebih baik.

Ah.. Sepertinya perlu ada seseorang lain lagi yang harus menerima ucapan terimakasih Kyuhyun. Seseorang yang dulu pernah ada dihatinya.

Sejak terakhir mereka bertemu saat perbaikan Siwon waktu itu, hingga ketika Kyuhyun menyelesaikan pengobatannya Seohee tak pernah menemuinya. Kata Jaebum, gadis itu memilih kembali ke Amerika.

Jika bisa Kyuhyun sebenarnya menyayangkan hal itu. Tak pernah ada masalah apapun antara dirinya dan Seohee. Mereka sebenarnya masih tetap bisa saling berhubungan baik, layaknya sahabat. Tapi, sepertinya memang hati perempuan tak semudah itu ditebak. Dan untuk hal ini Kyuhyun bersyukur karena sekarang kekasihnya bukan perempuan.

Kyuhyun tersenyum sendiri, menggelengkan kepalanya sejenak, sedikit malu dengan pikirannya sendiri. Mungkin tak ada salahnya jika dia sejenak menghubungi Seohee untuk mengucapkan terimakasih. Pemuda itu meraih ponselnya, menekan beberapa tombol dan menunggu line panggilannya terjawab.

OPPA!!”

Teriakan dari screen layarnya kembali membuat Kyuhyun tesenyum. Wajah Seohee terlihat tersenyum dengan tak kalah lebar.

“Apa kabar Seohee-ya?” tanya Kyuhyun, menyandarkan tubuhnya ke sofa.

‘Tak pernah lebih baik Oppa, kau sendiri? Aku lihat kau tampak jauh lebih sehat, Oppa” kata Seohee, bisa Kyuhyun rasakan jika gadis itu benar-benar tulus mengatakannya.

“Ya.. Aku jauh lebih baik Seohee-ya.. Semua karena kau dan Jaebum..”

Mata Seohee membola jenaka, membuat Kyuhyun pun mengulas tawa yang tak kalah cantik.

“Kau sudah tahu semuanya, Oppa?”

“Ya.. Seohee-ya.. Jaebum sudah menceritakan semuanya padaku, rasanya terimakasih pun tak akan cukup jika harus kukatakan padamu… Semua kerja kerasmu, hingga aku mampu memiliki sesuatu yang bahkan tak pernah aku bayangkan sebelumnya…”

Seohee terlihat bahagia, sebelum sebuah gerakan di belakang tubuhnya membuat gadis itu sediki merona malu.

Kyuhyun terkesiap, “Oh.. Apa aku mengganggu, Seohee-ya..?” godanya saat menyadari bayangan apa yang ada di belakang tubuh Seohee. Seorang pemuda.

Gadis itu semakin memerah, “Lupakan saja Oppa.. jangan menggodaku..”

“Jadi… ternyata kau kembali karena sudah–“

“Yak! Cho Kyuhyun Oppa…!!” teriak Seohee.

Kyuhyun tertawa, “Maaf, maaf… tapi serius Seohee, aku ikut bahagia jika ternyata kau pun menemukan seseorang lain yang bisa membahagiakanmu..”

“Kau tahu Oppa.. Karena kau dan Siwon, aku belajar banyak hal tentang cinta, tentang perasaan tulus demi seseorang yang di cintai.. dan aku senang bisa tahu, jika selain ilmu pengetahuan, pengetahuan tentang cinta dan kehidupan pun harus kita pahami…”

Kyuhyun menatap visual Seohee yang masih tetap tersenyum, “Kau pun berhak bahagia Seohee, terimakasih banyak untuk kerja kerasmu, untukku dan Siwon.. Sungguh.. Aku–“

“Jika Oppa ingin berterimakasih padaku, tak perlu mengucapkan apapun, berbahagialah Kyuhyun Oppa, jalani hidupmu dan Siwon sebaik mungkin, karena aku pun akan ikut bahagia bersama kalian..”

Kyuhyun terkesiap, menatap tak percaya jika Seohee yang dulu begitu egois mampu mengucapkan kalimat setulus itu.

“Seohee…”

‘Tetaplah hidup dengan baik Kyu Oppa, jalani pengobatan dan setiap terapi yang diberikan dokter Hwang, aku tak mau membantumu lagi jika kau tetap keras kepala dan kembali bermasalah..” gurau Seohee sambil memutar bola matanya.

“Yak.. Choi Seohee!!”

Ne.. Choi Kyuhyun Oppa..”

Mata Kyuhyun membola ketika melihat Seohee kembali menggodanya sambil mengedipkan sebelah matanya, “Kau bilang apa?”

“Ayolah Kyu Oppa, tak perlu malu-malu begitu.. jadi… kapan kau akan jadi Choi Kyuhyun dan mengirimkan undangan padaku..”

Kali ini rona wajah Kyuhyun sudah sampai ke telinga. Pemuda manis itu menutup bibirnya dengan tangan menahan senyum malu-malu yang mungkin saja terulas.

“Jangan menggodaku, Seohee..”

“Aku hanya menyampaikan fakta, Oppa.. baiklah.. Aku rasa.. Aku harus pergi sekarang..”

“Seohee.. terimakasih..”

“Berbahagialah Oppa, sampaikan salamku untuk Siwon..”

Sambungan itu terputus. Kyuhyun sejenak menatap layar ponselnya yang kembali menghitam. Ada perasaan lega yang aneh tiba-tiba menyelimuti hatinya. Perasaan lega bercampur bahagia yang membuatnya sedikit takut. Takut jika ini semua hanyalah mimpi semata.

Tapi, Kyuhyun yakin, jika kebersamaannya bersama Siwon kali ini adalah nyata. Tak ingin mengharap selamanya, Kyuhyun hanya berharap semua akan baik-baik saja.

.

.

Percakapan dengan Seohee tadi masih teringat jelas dalam pikirannya. Haah.. mengapa Jaebum dan Seohee kompak menanyakan kapan dirinya akan menikah dengan Siwon?

Jika itu ditanyakan kembali oleh orang ketiga, maka Kyuhyun menjamin akan menodong Siwon segera melamarnya. Memikirkan hal itu membuat panas bagian pipinya, Kyuhyun menepuk-nepuk pelan wajahnya dengan handuk yang memang sedang ia gunakan.

Kyuhyun baru saja membersihkan diri. Ia berjalan menuju lemari, memakai kemeja kebesaran Siwon dan hot pants bisa jadi alternatif pilihannya kali ini, lagi pula ini sudah malam dan akan segera tidur. Tidak salah bukan jika ia memakainya.

Kyuhyun membuka pintu kamarnya dan mendengar suara gaduh di bagian dapur.

“Apakah Siwon sudah pulang?”

Kyuhyun berjalan mengendap menuju dapur dan dapat dilihatnya sosok pencuri hatinya kini sibuk memasukkan bahan persediaan makanan ke dalam lemari maupun kulkas. Tak menyadari jika Kyuhyun berada tepat dibelakangnya.

Kyuhyun yang ntah mengapa semenjak berhubungan dengan Siwon, kini perubahannya adalah merasa selalu terasa menjadi seorang gadis. Ia tak segan melakukan mode manja kepada Siwon. Melingkarkan kedua lengannta di pinggang Siwon dan meletakkan kepalanya di punggungnya.

“Sayang..”

“Kau lama sekali..” rajuk Kyuhyun.

“Aku membeli persediaan makanan untuk kita. Sepertinya kau sudah mandi”

Kyuhyun mengangguk dan Siwon dapat merasakan pergerakan kepala Kyuhyun di belakang punggungnya. Melepaskan pelukan Kyuhyun dan membalikkan tubuhnya. Siwon tak mampu hanya sekedar berkedip, rambut Kyuhyun yang basah. Dua kancing atas yang terbuka bahkan kini Kyuhyun memakai kemeja putih miliknya. Memperlihatkan lekuk tubuh Kyuhyun, jangan lupakan bagaimana kini Kyuhyun hanya memakai celana super pendeknya dan menampilkan kaki jenjangnya.

“Siwon..” Kyuhyun memiringkan kepalanya.

“Oh.. eum.. ya, kenapa?” Siwon menjawab gugup yang tentu bisa terbaca oleh Kyuhyun.

Kyuhyun semakin mendekati tubuh Siwon. Bahkan kini wajahnya dapat sejajar, menghasilkan hawa panas yang menerpa permukaan muka mereka. Refleks Siwon menutup matanya saat Kyuhyun sudah memiringkan kepalanya. Tapi menunggu beberapa lama, tak ada benda yang menempel pada permukaan bibirnya. Siwon membuka matanya dan langsung menatap bola mata karamel, milik kekasihnya.

“Sayang..”

“Kau menungguku??” Goda Kyuhyun.

Siwon tersenyum nakal, bahkan tangannya kini akan mendekati paha mulus milik Kyuhyun tapi dengan sigap di tepis olehnya.

“Kau belum mandi.. pergi sana..” Kyuhyun memutar tubuh Siwon dan mendorongnya pergi.

“Saaayyaanngg..”

“Tak ada.. kau bau, cepatlah mandi..” tolak Kyuhyun yang bahkan kini sibuk membereskan pekerjaan Siwon yang tertunda.

.

.

Siwon sudah melaksanakan keinginan Kyuhyun dengan membersihkan dirinya. Wangi maskulin menguar di tubuh atletisnya. Siwon berjalan mendekati Kyuhyun yang sibuk dengan bumbu maupun peralatan masak lainnya.

Baby..”

Siwon memeluk Kyuhyun dari belakang, beruntung Kyuhyun memiliki kinerja jantung yang baik. Jika tidak, mungkin ia akan terkejut.

“Aku sudah wangi bukan??”

Kyuhyun membalikkan tubuhnya dengan Siwon masih memeluknya.

“Ya.. dan kekasihku ini semakin tampan..”

Cup..

Kyuhyun memberikan sebuah kecupan tepat di bibir tipis Siwon.

“Hanya itu??”

“Aku sedang memasak, jangan menggangguku..”

Siwon akhirnya melepaskan pelukannya dan memilih untuk membantu Kyuhyun.

“Memasak apa??”

“Ayam crispy saos mayo??”

“Eum.. boleh..”

“Lalu??”

“Salad buah?”

Siwon kembali mengangguk.

Potato cheesse, bagaimana??”

“Ya.. semua yang kau masakkan aku suka..”

Kyuhyun tak mau rona merah pipinya dilihat Siwon, maka ia memilih mengkonsentrasikan kerjaannya dengan memotong daging ayam kecil-kecil sebelum dimasukkan ke dalam tepung crispy.

Siwon pun membantu Kyuhyun untuk membuat salad buah, dengan mengupas maupun memotong buah- buahannya.

Mereka melakukan kerjasama yang baik saat ini. Bahkan sesekali Siwon menjahili Kyuhyun dengan mengoleskan mayo salad di pipi Kyuhyun. Dan akan membersihkannya dengan caranya sendiri, ya.. you know lah, pasangan yang sedang di mabuk asmara tentu akan mempunyai cara tersendiri untuk melakukan segala romansa yang ada.

.

.

“Siwon.. bisakah kau berhenti memainkan itu dan bantu aku?” Kyuhyun mengerucutkan bibirnya, menatap kesal Siwon yang tampak duduk santai di meja makan dengan sebotol saus mayo di tangannya.

Pemuda tampan itu hanya mengangkat sebelah alisnya, sambil menyeringai, membuat kerucut di bibir merah Kyuhyun semakin runcing.

“Tak mau ya sudah!!” kata Kyuhyun kesal. Dia ingin segera membereskan kekacauan makan malam mereka agar mereka bisa segera istirahat, tapi sayangnya, kekasih paling tampan sedunianya itu menolak untuk membantunya.

Kyuhyun sudah berniat akan melangkah pergi saat tangan Siwon menahan lengannya.

“Apa?” tanyanya datar.

“Ada mayo di pipimu, Kyu..” kata Siwon sambil menunjuk pipi Kyuhyun. Pemuda manis itu mengernyitkan kening, meraba-raba pipinya.

“Mana?” tanyanya sambil mengusap kanan kiri. Siwon menggerakkan jari telunjuknya, memberi isyarat.

“Tidak.. tidak.. bukan.. bukan disana…”

“Siwon…!”

“Kemarilah.. biar aku bersihkan..” Siwon mengulurkan tangannya. Oh, dan jangan lupakan senyum sejuta watt berlesung pipi yang langsung bisa membuat Kyuhyun merona seketika.

Kyuhyun, masih dengan bibir mengerucut, meraih tangan kekasihnya itu dan melangkah mendekat. Hingga sebuah jegalan mendarat di kakinya, membuat tubuhnya berputar dan mendarat mulus di pangkuan Siwon.

“Siwon!!” pekiknya kaget, “Apa-apa–“

Telunjuk Siwon memutuskan kata-katanya.

“Diamlah Baby.. Lihat.. Ada mayonaise disini..” bisik Siwon tepat di telinga Kyuhyun, membuat pemuda manis itu meremang karena aliran nafas panas yang menerpa bagian belakang telinganya.

“Jangan bercanda…” Kyuhyun masih berusaha melepaskan pelukan Siwon di pinggangnya.

“Sstt….” sekali lagi Siwon menghentikan protes Kyuhyun, saat dengan lembut pemuda itu mengusapkan jari-jarinya ke pipi Kyuhyun. Mengusap suatu krim putih di pipinya.

“Sudah?” tanya Kyuhyun ketus karena Siwon tak juga melepaskan pelukannya.

“Belum..”

“Apa–” lagi-lagi kalimat Kyuhyun terputus saat lidah panas Siwon menyapa pipi putihnya, membersihkan sisa-sisa krim putih itu disisinya.

“Kenapa kau selalu menggodaku, Baby..”

“Apa.. aku tidak..”

“Kau ya..” desis Siwon di bibir Kyuhyun. Kekasihnya itu tengah menatapnya dengan sorot mata yang tak kalah menantang.

“Lalu.. Jika aku memang menggodamu.. apa yang akan kau lakukan?” Kyuhyun mengusapkan jarinya ke dada dan leher Siwon. Menyusuri kulit coklatnya yang halus.

“Aku mau pembayaran..”

“Sekarang..?”

Hell yeah..”

“Tak mau!!” Kyuhyun melompat bangun dari pangkuan Siwon. Tertawa mengejek dan berlari menjauh.

“Hei.. Baby.. Kemari..”

Tak sulit bagi Siwon untuk kembali mendekap Kyuhyun dalam pelukannya. Walau kekasihnya itu terus meronta sambil tertawa.

“Lepaskan aku Siwon.. Lepas!!” teriak Kyuhyun.

Kyuhyun tak menyangka jika Siwon akan benar-benar melepaskan dekapannya begitu saja. Maka tak ayal, tubuhnya yang belum siap langsung terhuyung mundur saat berusaha menyeimbangkan diri. Dan sialnya, kakinya sedikit tersangkut kaki kursi makan dan membuat tubuhnya mendarat dengan posisi aneh.

“Astagaa! Kau tak apa-apa Baby..” Siwon terperanjat, menatap Kyuhyun yang kini meringis kesakitan di lantai. Pemuda itu buru-buru menunduk untuk melihat kondisi kekasihnya itu.

“Kyu.. kau tak apa-apa kan, Sayang?”

“Kenapa kau melepaskanku, Siwon.. sakit tahu..”

“Kau sendiri yang meminta..”

“Tapi setidaknya jangan tiba-tiba seperti itu… sakit…” Kyuhyun meringis sambil memegangi kakinya. Sebenarnya pantat dan punggungnya juga sakit, tapi rasa sakit itu tak sebanding dengan rasa malunya. Untung saja Siwon tak menganggap konyol kejadian tadi dan kini sibuk mencemaskannya.

“Ayo.. aku akan membawamu ke kamar..” ujar Siwon sambil menyodorkan punggungnya, diam-diam mengulas senyum geli.

Dengan masih sibuk mengerucutkan bibir, Kyuhyun melingkarkan tangannya ke leher Siwon, merebahkan badannya di punggung hangat kekasihnya itu.  Sesekali ujung hidungnya akan menghirup aroma maskulin Siwon yang selalu mampu membuatnya bergairah.

Siwon yang bisa merasakan perubahan detak jantung Kyuhyun, semakin menyeringai lebar. Menikmati detak yang semula teratur itu kini berubah kencang.

“Yakk.. Sampai!!” Siwon menurunkan tubuh Kyuhyun dengan hati-hati ke ranjang, “Mau ku pijat?” tawarnya.

“Tumben..”

“Apanya?”

“Tumben kau banyak bicara Siwon, biasanya kan main serang saja..” Kyuhyun mengulum senyum menggoda saat dengan sekali gerakan kekasihnya itu mendorong tubuhnya hingga terbaring di ranjang. Siwon menyamankan posisinya hingga setengah menindih Kyuhyun.

“Sepertinya ini hari keberuntunganku….” Siwon memandang wajah Kyuhyun yang kini tampak pasrah dalam kuasanya.

Bibir mereka bertemu. Ciuman yang berbalas dengan sentuhan sepenuh hati. Kecupan ringan yang menjadi cumbuan panas dengan cepat. Mereka saling menyentuh, saling menuntut lebih, saling memberi apa yang diinginkan yang lain.

Helai demi helai kain yang semula melindungi mereka kini berserak begitu saja, meninggalkan dua pecinta itu dalam keintiman yang sejati. Siwon masih sibuk menciumi tiap jengkal tubuh yang bisa dia jangkau dengan bibirnya. Membuat kekasih manisnya itu menggigit bibir dan tersenyum penuh gairah.

Tubuh telanjang Kyuhyun sedikit tersentak saat merasakan sesuatu yang dingin menyentuh kulit leher dan dadanya. Pemuda manis itu membuka matanya dan membelalak kaget, melihat apa yang sedang dilakukan kekasih tampannya itu.

“Apa yang.. astaggaa… Siwonhh”

“Ini hukuman karena berani menggodaku, Baby.. Selamat makan…”

Kyuhyun melesakkan kepalanya pada bantal di atasnya ketika Siwon mulai menyesap mayo yang di oleskan di atas tubuhnya.

“Hhm…. deliciious..”

“Hnn..” Kyuhyun semakin tersentak, saat Siwon melumat mayo yang melapisi ujung dadanya. Awalnya dengan ibu jari, lalu dengan bibir dan lidahnya. Membawa getaran halus dari lidah panas dan kasar Siwon.

Kyuhyun mengerang, meremas erat sprei putih dibawahnya. Sungguh, kali ini sensasi yang di dapatnya dari sentuhan Siwon begitu berbeda. Kuluman dan jilatan kekasihnya itu terasa begitu melambungkan angannya. Membangunkan semua sel gairah di tubuhnya hanya dengan sekali hisap. Lidah Siwon melata di setiap bagian yang bisa dia capai. Menyapu bersih mayo yang di oleskan oleh Siwon sendiri. Sembari meninggalkan jejak-jejak panas dan merah di beberapa bagian.

Menandai Kyuhyun jika pemuda manis itu hanya miliknya. Tubuh Kyuhyun adalah kuasanya. Siwon menikmati semua reaksi yang dia dapat dari Kyuhyun. Sungguh, selama apapun, dia tak akan pernah bosan pada pemuda ini.

“Hn..!” Kyuhyun kembali tersentak saat bibir Siwon menyusuri perut putihnya. Kedua kakinya terbuka tanpa paksaan. Mengharap sentuhan yang sedari tadi dia tunggu.

Dan begitu harapannya tersambut, seketika logikanya terhenti bekerja. Seluruh inderanya hanya tertuju pada sentuhan Siwon. Begitu penuh gairah, namun dengan gerakan sangat pelan dan penuh pemujaan.

Kyuhyun yang mulai frustasi dan menginginkan lebih melengkungkan tubuhnya, memohon tanpa suara agar kekasihnya itu berhenti menggodanya. Jari-jarinya semakin erat mencengkeram alas tidur mereka. Seolah mengerti apa keinginan kekasihnya, Siwon pun memberikan apa yang Kyuhyun inginkan. Semakin cepat memanja dan menggoda bagian panas tubuh kekasihnya itu. Hingga kekasihnya itu menyerah dan mencapai puncaknya yang pertama. Dan dia tahu, ini belum selesai.

“Sii..woonhh…” Kyuhyun tak lagi bisa menahan desahnya. Terdengar begitu erotis di telinga Siwon. Terlebih saat Siwon kembali mencumbu leher putihnya dan mulai menjelajah bagian lain tubuhnya.

“Sudah tak sabar ehh?” bisik Siwon, menggigit pelan leher Kyuhyun, meninggalkan tanda merah yang tak akan mudah hilang. Menyesapnya pelan dan menyapunya dengan lidah, “Kau tahu Baby.. kau sungguh tampak menggoda..”

“Jadi, apa biasanya aku tak menggoda, Siwon..”

Bibir merah Kyuhyun menyambut ciuman Siwon di bibirnya. Pemuda manis itu menahan nafas saat merasakan jika jari-jari Siwon menyentuh sudut terdalamnya. Memanja titik gairah di dalam tubuh Kyuhyun.

“Kau selalu menggoda Baby.. selalu..”

Kata tak lagi bermakna saat hasrat menggulung dengan lebih deras. Ombak gairah yang menyapa lembutnya jiwa mereka yang haus akan pemuasan. Desah bersambut erang yang mewarnai ruang panas mereka. Siwon tak lagi sanggup menunggu. Dia ingin kembali memasuki kekasihnya, memiliki pemuda manis ini.

Pemuda tampan itu membalik tubuh Kyuhyun membelakanginya. Kekasihnya itu sama sekali tak melawan. Bibir tipisnya menyapu leher, tengkuk dan sepanjang tulang belakang Kyuhyun. Tersenyum puas saat merasakan getaran tubuh mulus kekasih manisnya.

Tak lagi sanggup bersabar, Siwon pun menghentakkan dirinya, menerobos tubuh Kyuhyun. Membuat kekasihnya itu mengerang merasakan sedikit perih, sedikit tak nyaman, namun sarat oleh gairah.

“Siwonhh..” Kyuhyun mencoba mengimbangi gerakan tubuh Siwon. Berusaha menyesuaikan diri dengan menerima kehadiran Siwon dalam tubuhnya, membiarkan tubuhnya menjadi milik  Siwon utuh. Tanpa ada lagi jarak yang memisahkan mereka.

Sebelah tangan Siwon melingkar di pinggang Kyuhyun, mengusap perut lembut itu, sedangkan tangannya yang bebas menggenggam jari-jari kekasihnya itu dengan erat.

Tubuh keduanya bergerak dalam simfoni seirama. Menerima, memberi, ingin memiliki, ingin menyentuh, dan menikmati. Debar jantung yang saling bersahut, desah nafas yang memburu, peluh yang tak lagi milik pribadi, seakan lebur menjadi satu. Gerak yang berpadu sempurna, melangkah dalam irama hentakan yang berpadu mesra. Cepat, hentak dan tekan.

Dalam pelukan selimut panas hasrat yang terus mendesak dan memuncak, Siwon merengkuh erat tubuh Kyuhyun. Mengeluarkan lenguhan panjang saat tak sanggup lagi menahan diri. Mengalirkan hasrat cinta yang membaur dalam tubuh Kyuhyun.

Kyuhyun merasakan tubuhnya begitu penuh. Panas. Hampa yang dia rasa telah hilang sempurna, berganti jejak cinta yang ditinggalkan kekasihnya. Jejak cinta yang kini mengalir di dalam tubuhnya. Hangat yang memenuhi rongganya.

Sekali, dua kali bahkan untuk ketiga kalinya. Seakan mereka tak pernah puas, dan tak akan puas. Mereka masih ingin saling menikmati, masih ingin saling mencintai, memiliki dan menyatukan jiwa mereka untuk kesekian kali. Seolah waktu tak lagi berarti.

.

.

.

Setelah pertemuan Siwon dan Hankyung kemarin membuat hatinya tak tenang, hal itu tak luput dari penglihatan Kyuhyun. Ingin sekali ia bertanya, tapi Kyuhyun hanya berusaha membuat Siwon nyaman terlebih dahulu. Mungkin kini Siwon butuh waktu untuk pikirannya, sendirian.

Siwon masih terdiam di depan jendela besar apartemen Kyuhyun. Menatap langit biru seakan menjadi hal yang tepat baginya saat ini, suasana yang indah tak membuatnya ikut merasakan, karena kini pikirannya justru berbanding terbalik dengan terlihatnya ia yang menikmati panorama alam.

Kyuhyun berjalan mendekat dan memeluk Siwon dari belakang, meletakkan kepalanya di punggung Siwon. Bisa jadi hal ini sedikit meringankan beban Siwon.

“Ada apa heum?”

Siwon menggeleng, ia lebih memilih mengambil kedua lengan Kyuhyun yang melingkari perutnya dengan semakin mengeratkannya. Kyuhyun kembali terdiam, Siwon benar-benar tak ingin berbagi dengannya saat ini dan Kyuhyun hanya kembali menyamankan dirinya. Waktu terus berlalu, menit berganti menit, hingga..

“Apa yang aku lakukan selama ini terlalu keterlaluan?”

Kyuhyun yang memejamkan matanya kini membukanya, ia melepaskan pelukannya dan memilih membalik tubuh Siwon, melihat bagaimana wajah kekasihnya yang sangat frustrasi.

“Kita duduk dulu” Kyuhyun menarik Siwon mengikutinya, membawa menuju sofa yang tak jauh dari sana. Membiarkan Siwon menyandarkan punggungnya.

Kyuhyun mengusap wajah Siwon lembut.

“Apa yang kau pikirkan?”

“Jaebum..”

Kyuhyun mengernyitkan dahinya.

“Aku sudah mengetahui semuanya..”

Kyuhyun kini mengerti apa yang dipikirkan Siwon saat ini.

“Aku pun baru mengetahuinya kemarin. Sedikit kecewa tentunya, tapi lebih banyak aku berterima kasih.. karena ia..” Kyuhyun memgambil jari jemari Siwon dan menautkan dengan jemarinya. “Kita bisa bersama..”

“Itulah yang kini ku pikirkan”

“Heum..”

Siwon meletakkan kepalanya di bahu Kyuhyun yang sedang menghadapnya.

“Aku membencinya, padahal ia banyak membantu kita. Aku jahat padanya..”

Kyuhyun menarik kepala Siwon untuk bisa melihat matanya.

“Sstt.. kau tak tau hal ini, tentu kau akan membentuk pemikiran seperti itu. Sudahlah, lagi pula Jaebum tak mempermasalahkannya.. mungkin kini kalian bisa berteman baik..”

“Semudah itukah???”

Kyuhyun tersenyum, “Aku mengenal Jaebum sudah lama, ia adalah orang yang baik. Dan kau.. kekasihku, adalah orang yang baik pula. Permasalahan kemarin, mari kita lupakan, kini kita menjalani kehidupan baru, dengan saling menyayangi..”

“Sayang… aku sangat mencintaimu..”

Kyuhyun masih mempertahankan senyumannya, ia mendekatkan wajahnya hingga sejajar dengan Siwon. Menekan bibir tipis Siwon dengan bibirnya, hanya mengecup, tak lebih.

“Aku akan mengatur pertemuan kalian berdua”

“Tak perlu, biarkan aku yang akan menghampirinya esok”

Kyuhyun mengangguk. Siwon membawa tubuh Kyuhyun dalam pelukannya.

.

.

.

Siwon sudah berdiri lama di depan ruangan Jaebum, rasanya ia sudah lama tak pernah datang kesini, terakhir ia datang adalah saat dirinya memohon kepada Jaebum untuk menyelamatkan memory Kyuhyun. Mengingat hal itu, Siwon hanya mampu tersenyum, ternyata Jaebum benar-benar mengikuti apa keinginannya.

Pintu ruangan terbuka menampilkan sosok Jaebum yang terkejut akan kehadiran Siwon di depan ruangannya, tak jauh dari apa yang dirasakan Jaebum, kini Siwon pun sama hal nya. Mereka hanya bisa saling terdiam, hingga Jaebum mampu menguasai keadaan dan tersenyum canggung.

“Kau sudah berdiri lama disini??”

Siwon masih terdiam.

“Masuklah, sepertinya ada yang ingin kau bicarakan”

Jaebum meninggalkan Siwon yang masih betah berdiri disana, oh.. jika Jaebum tau, sebenarnya Siwon saat ini sedang gugup, mungkin dulu ia berani berhadapan dengan Jaebum karena merasa bahwa Jaebum bisa sewaktu-waktu merebut Kyuhyun darinya. Tapi tidak kali ini, karena nyatanya pemikirannya tak pernah benar adanya. Jaebum berdeham hingga Siwon pun akhirnya berjalan perlahan memasuki ruangan Jaebum. Tak lupa ia menutup kembali pintunya dan duduk di sofa.

Jaebum pun masih terdiam, tak tau harus apa yang dilakukannya. Ia lebih memilih melihat Siwon yang selalu sinis kepadanya, bukan seperti ini yang terasa sangat canggung bagi keduanya.

“Eum.. apa kau mau minum sesuatu??”

Siwon yang sedari tadi menunduk kini hanya menggeleng, menghembuskan nafasnya. Ia pun mulai menegakkan kembali tubuhnya.

“Terima kasih..”

Mwo??”

Siwon berdeham kecil, ia mengatur volume suaranya dan juga detak jantungnya. Ini bukan mengenai seperti saat ia mengajak kencan Kyuhyun, tapi lebih tepatnya ia sangat malu dengan apa yang dilakukannya selama ini pada sosok di hadapannya. Sosok yang berjasa tapi justru ia malah membencinya.

“Mengenai aku dan Kyuhyun..”

“Kau mengetahuinya??”

Siwon mengangguk, “Jika bukan Hankyung Hyung yang mengatakannya, aku pikir tak ada satupun orang yang akan mau mengungkapkan kebenaran ini, mengapa??”

Jaebum tersenyum. “Menurutku, melihat kalian berdua bahagia, sudah sangat cukup”

“Tapi aku selalu salah paham denganmu..”

“Tak apa Siwon, aku merasa kau sangat mencintai dan melindungi Kyuhyun, jika dengan salah paham kau bisa selalu protektif pada Kyuhyun. Tak masalah bagiku..”

“Aku tetap akan menjaga protektif Kyuhyun tanpa harus selalu berperang dingin denganmu..”

Jaebum tertawa renyah, menghasilkan tatapan bingung dari Siwon.

“Sungguh.. kau memang orang yang tepat bagi Kyuhyun Hyung..”

Siwon merasakan kelegaan dihatinya. Ternyata ucapan Kyuhyun benar, Jaebum orang yang sangat baik.

“Tentu.. sebelumnya aku berterima kasih, karena memori cintamu. Hingga membuatku menjadi seperti ini..”

Jaebum menggeleng, “Tidak Siwon. Cintamu murni dari pembentukan emosi yang sama seperti manusia pada umumnya. Mungkin benar karena memori ku, tapi sedikit banyaknya kau lah yang membentuknya sendiri..”

“Begitukah??”

Jaebum mengangguk bersemangat.

“Aku berpikir semua orang hanya menghiburku dengan mengatakan bahwa cintaku ini adalah hasil pengembangan emosi, tapi mendengarnya langsung darimu… aku yakin cintaku ini memang murni aku yang telah mengembangkannya..”

Mereka berdua tersenyum, hanya ada keheningan kini..

“Sudahlah lupakan yang telah terjadi” ia mengulurkan tangan kanannya. Siwon sempat ragu walau tetap menyambutnya.

“Mulai saat ini kita berteman..”

“Dan selamanya akan selalu berteman baik” lanjut Siwon.

Mereka berdua saling memberikan senyuman, hingga Jaebum teringat sesuatu.

Ia berjalan menuju mejanya, membuka laci dan mengambil sebuah kartu undangan. Melirik Siwon sembari tersenyum. Kembali berjalan menujunya, menyerahkan kartu itu di hadapan Siwon.

“Apa ini??”

“Untukmu dan Kyuhyun”

Siwon mengambil dan segera membukanya, tertera nama Byun Jaebum dan Im Yoona sebagai pertanda yang akan menjalani tunangan.

“Kalian…”

“Heum.. datanglah, jangan sampai telat”

“Woooww progres yang terbilang cepat..”

“Memangnya aku itu kau.. segeralah lamar Kyuhyun Hyung, kalian tak ingin tinggal bersama dalam suatu ikatan pasti??”

“Aku hanya sedang mencari waktu yang tepat”

“Kapan?? Sampai Kyu Hyung hamil??” Jaebum tertawa dan diikuti Siwon.

Seakan lelucon itu tak pernah bisa jadi nyata, lagi pula mau berapa kalipun Siwon melakukannya dengan Kyuhyun, bukankah tak akan membuahkan hasil?? Tapi bagi Siwon bisa bersama dengan Kyuhyun adalah impian besar baginya, jikapun kenyataan Kyuhyun tak bisa memberikan keturunan baginya bukanlah hal yang jadi masalah besar. Lagi pula, apakah ia bisa membuat anaknya kelak mengerti bahwa dirinya dan Kyuhyun bukanlah manusia seutuhnya. Biarkan seperti ini, tapi mereka sudah sangat bahagia.

“Kau melamun Siwon??”

“Tidak..” ia memegang kartu itu dan berdiri.

“Aku pasti akan datang bersama Kyuhyun.. sebelumnya selamat..”

“Terima kasih..”

“Baiklah, aku harus segera kembali ke ruanganku, siapa tau jika aku berlama-lama mungkin terkena SP” sindirnya.

Jaebum tertawa, “Kau menyindirku??”

“Aku hanya mentaati peraturan, direktur..”

“Yak!!!”

Siwon berlari menuju pintu dengan tertawa lepas. Jaebum kini bahagia, dapat berteman dengan Siwon adalah keinginannya sejak dulu, kini semua menjadi kenyataan.

“Sangat lega kini…”

Ia pun bergegas keluar ruangan dan menuju ruang rapat. Sepertinya ia harus minta maaf karena sudah terlambat, bahkan sangat terlambat.

.

.

Kyuhyun mengeringkan rambutnya, ia melirik di atas nakas dekat ranjangnya dimana kini sebuah undangan menyita perhatiannya. Pemuda manis itu mengambilnya dan berteriak seketika.

IGE MWOYA…?!!!”

***TBC***

Note:

Terima kasih kepada yang selalu setia hadir bersama kami…

kepada semua para wks yang membaca ff kami bahkan meninggalkan jejaknya di ff ini… terima kasih banyak,, kami meluangkan waktu dan pikiran untuk membuatnya menjadi sebuah cerita yang semoga kalian bisa terima, dan kalian menghargainya dengan sebuah review adalah suatu kebahagiaan untuk kami berdua…

-MissHan & MissLee-