Posted in Angst, BL, Romance, Sad, Uncategorized, wonkyu, WonKyu Story

Make A Wish – part 4

Make A Wish – part 4
Autor : Cat meonks
Cats : Cho Kyuhyun, choi Siwon ,Lee Hyukjae dll
BL,Yaoi Mpreg
Warning : Typo berserakan dan bahasa kurang jelas
Cerita gaje tapi hasil karya sendiri
Ini pasti membosankan tapi jangan lupa tinggalkan komentar
Kiss kiss
.
..
.
.

Kyuhyun masih menatap Siwon dengan wajah kesal. Suara gemuruh di luar di abaikan bagai musik menghiasi keheningan mereka.

“ kau akan biarkan dia di luar?” tanya Kyuhyun.

“ Bila dia lelah akan pergi sendiri.”

“ kau begitu buruk memperlakukan wanita terlebih itu tunangannmu. Walau kalian sedang marahan bukan berati kau tak membiarkan dia masuk.”

“ Dia bukan tunangannku.” Kyuhyun terdiam dengan perasaan berkecamuk. “ Dia hanya wanita gila. Aku sudah sering tegasnkan padanya untuk mencari pria lain yang lebih baik dari aku tapi dia masih saja mengejarku. Ketika dia bosan pasti dia akan kembali ke rumahnya. “ Kyuhyun masih membeku. Dia memalingkan wajahnya dan suasana kembali canggung. “ Kami tak pernah memilik hubungan spesial apa pun. Kita hanya teman di masa kecil yang terlalu terobsesi terhadapku itu saja.” Kyuhyun kembali menatap Siwon.

“ Lalu—bagaimana soal ci—ci—ciuman itu?’

Siwon sempat terdiam untuk mencerna ucapan Kyuhyun. “ Oh—itu. Dia selalu melakukan seenaknya. “jawab Siwon. “ Kau melihatnya? Apa karna itu kau pergi?”

“ Ani. Aniya. “batahnya dengan tegas. “Aku tidak datang karna memang akan menemui seseorang.” Kyuhyun mengambil duduk di sofa dan memalingkan wajah karna malu.

Siwon tersenyum tipis lalu duduk di depan Kyuhyun dengan santai. “ Jomalyo?” Kyuhyun membulatkan mata. Siwon tersenyum lagi dengan kedua lesung pipi yang terlihat. Kyuhyun serba salah.

“ Apa sudah selesai? Dan apa wanita di luar itu sudah pergi? Aku harus pulang.’’

“ Mana aku tahu? Kenapa kau tak menginap seperti biasanya. Aku sudah banyak memesan makanan tak mungin aku habiskan sendiri.”

“Itu salahmu dan bukan menjadi urusanku.” Kyuhyun akan berdiri namun langsung di tahan Siwon. “ Wae?” teriaknya.

“ Aku selalu melakukan hal sendiri sejak kecil. Orang tuaku sibuk dengan pekerjaan mereka sendiri. Hari itu adalah ulang tahunku karna itu aku memintamu datang.” Kyuhyun terdiam. “ Aku tak memilik banyak teman karna kesibukanku sendiri.”

“ Bukan bosku adalah temanmu.”

Siwon mengangguk. “ Karna itu aku memintanya untuk melepaskanmu hari itu.” Kyuhyun menunduk bersalah. “ Hari itu aku sudah memesan sup rumput laut dan kue ulang tahun.” Siwon menghela nafas. “ Aku mencarimu di tempat kerja. Aku pikir Changmin tak melepaskanmu. Dia bilang kau sudah pergi dari tiga jam yang lalu. Aku menghubungimu namun tak ada satu pun yang kau angkat. Dua jam kemudian kau matikan ponselmu.”

“Bateraiku habis.”

“ Lalu—sebenarnya kau kemana?’

Kyuhyun mengigit bibirnya. “ Pergi ke suatu tempat yang tak kau ketahui.’”jawabnya.

“ Apa bersama pria yang selalu membuntuimu itu?”

“ Huh?’

“ Apa pria itu begitu penting untukmu? Lalu kenapa kau berlari ketika dia mendekatimu malam itu.”

Kyuhyun terdiam menatap Siwon yang terlihat begitu marah terhadapnya.

“ Siwon-sii.”

“ Hum!!”

Mendengar jawaban dingin Siwon membuat Kyuhyun kembali terdiam. “ Pizzanya akan dingin. Tak bisakah kita makan sekarang.” Kyuhyun tersenyum kecil.

“ Kau makanlah dulu. Aku sudah tak berselera.” Siwon berdiri dan berjalan menuju dapur.

“ Yah!! Bukan kau yang mengajakku makan. Kenapa sekarang kau tak berselera? Kalau begitu—“ ucap Kyu terhenti ketika Siwon menatapnya dengan tajam. “ Berhenti menatapku seperti itu!!”sentak Kyuhyun namun Siwon tak mendenganya. “ Ahh—terserah. Aku pergi.” Kyuhyun mengambil tasnya dan berjalan keluar rumah. Wanita itu masih di depan pintu dengan wajah pucat. Malam ini begitu dingin bagaimana Siwon begitu tega membuatnya berdiri di depan rumahnya. Dia menoleh kebelakang namun Siwon tak mengejarnya. Dia melintasi gadis itu dengan sinis.

*****

“ Ku pikir kau akan menginap di rumahnya?” Hyukjae mengambil piring kotor dan membawanya kebelakang. “ Bukan dia suka sekali memasaksamu untuk menginpa di rumahnya?”

“ Memang siapa dia?’ Kyuhyun mengambil gelas dan menuangkan air lalu menengguknya. “ Wanita itu begitu cantik dan rela menunggunya di luar sampai bibir membiru. Aku nyakin walau dia bukan tunanganya pasti dia sangat mencintainya.”

“ Kau cemburu?”

“ Wae?”

“ Kyuhyun—bila kau sudah tahu bagaimana kondisimu, bukankah kau harus berhenti? Maksudku aku tak ingin kau terluka lagi.”

“Aku terus melihat kebelakang dan terus menyesalinya. “

“ Kyuhyun—“

“Tidak pernah sekali pun aku memikirkan hatiku setelah aku putus dengan Jae Hyun. Aku juga punya mimpi bisa hidup bersama dengan orang yang aku cintai. Menunggu seseorang pulang dan menyiampan makanan untuknya. Dia bisa melakukanya kenapa aku belum bisa? Apa aku masih mengharapkannya?” Hyukjae terdiam menatap sahabatnya. “ Apa aku terlihat bodoh? Ku mohon jangan menertawakanku.” Kyuhyun menunduk lalu berjalan meninggalkan Hyukjae yang masih terdiam. Dia mengambil bulpen dan buku menu.

“ Bahkan suasanya sedih, bagaimana diabilang aku menertawakannya?” gumama Hyukjae lalu pria itu mengikutinya. “ Oh—bukan itu Siwon?’ Kyuhyun langsung menoleh. “ Wah—tumben dia tak menyapamu?”

“ Memang aku siapa harus di sapa olehnya.” Kyuhyun langsung kembali ke belakang dan mengambil kantung sampah dan membuangnya. Dia mengusap wajahnya kasar. Ada perasaaan kesal dalam hatinya namun dia tak tahu apa yang dia rasakan.

“ Kyuhyun-ssi”

“ Ahh—ya Tuhan kau mengejutkanku. Ada apa?’ tanya Kyuhyun.

“ Bos memanggilmu.”jawabnya. Kyuhyun hanya diam beberapa saat sebelum ikut masuk ke dalam lagi.

Changmin melihat sekeliling ketika Siwon tiba-tiba mengajaknya duduk di luar kafe. Dia melihat buku menu dan membacanya.

“ Kau nyakin akan makan disini? Bukan kau sudah anti. Bila kau ingin melihatnya, ajak saja dia keluar. Aku taka akan menahannya.”ucap Changmin dengan serius.

“ Nugu?” Siwon menatap changmin dengan serius.

“ Kau pikir aku tak tahu.”

“ Mana pelayanmu, aku sudah lapar.”

“ sedang aku panggilkan.”jawab Changmin dengan santai. “ Ahh—dan satu lagi. Bila kau jatuh sakit atau apa jangan salahkan aku. Arraseo?’

“Berisik!!’sentak Siwon.

Seseorang datang dan menunduk. “ Ada apa bos memanggilku?’ tanya Kyuhyun. Siwon hanya meliriknya sekilas.

“ Cepat katakan. Kau ingin makan apa?’sentak Changmin.

Kyuhyun meliriknya sekilas lalu mengambil ketas dan pena. “ Bawakan apa pun. Asal bisa dimakan.” Siwon menutup buku menunya dan melipat tangan di dada. Kyuhyun hanya diam di tempat dan menatap Siwon.

‘ Bawakan menu spesial kafe kita hari ini dan juga kopi.”sahut Changmin.

“Baik. Saya permisi.” Kyuhyun berjalan meninggalkan meje itu.

“ Kalian bertengkar?” Siwon hanya diam saja. “ Yah!! Aku sedang bicara denganmu, jadi karna ini kau mengajakku makan? Dasar pria brengsek!!” Changmin melepar ponselnya di meja dengan kesal. Siwon masih terdiam menatap Kyuhyun masuk ke dalam.,

Kyuhyun kembali dengan makanan dan kopi pesanan bosnya. Tak terlihat Changmin disana, padahal dia membawa dua menu.

“ Silahkan dinikmati!!’ Kyuhyun memberikan menata makananya di meja.

“ Kau pikir aku rakus?’ pria itu menatapnya dengan dingin. “ Ini saja belum tentu aku habiskan. Kau memberikanku dua porsi?”

“Joesong-hamnida.” Kyuhyun menundukan kepala. “ Saya pikir tadi sanjamin bersama Anda.” Lanjutnya.

Siwon menaruh ponselnya di meja dengan kasar lalu menatap Kyuhyun. “ kau melihatnya sekarang?’ Kyuhyun menarik nafas lalu kembali mengambil makananyanya, “ Temani aku makan saja.”

“ Huh?”

“ Bila kau menariknya bukan itu sayang akan terbuang. Changmin sedang makan dengan kekasihnya dan—kau bisa mengantiknya.”

“ Joesong-hamnida. Tapi saya sedang bekerja.”

“ Oh—“ Siwon mengambil dompetnya lalu mengelurkan beberapa lembar won dan pergi tanpa bicara apa pun lagi. Kyuhyun hanya menghela nafasa lalu membereskan meja dan dan mengambil uangnya. Hyukjae menatapnya dari jauh dan dia hanya tersenyum kecil.

“ Dia pergi tanpa menyentuhnya lagi—“ tanya Stella. Kyuhyun hanya terdiam. “ kekasihmu sungguh unik.” Kyuhyun pun berlalu tanpa berniat menjawab pertanyaan Stella. “ Yah!!”wanita itu begitu kesal dan berjalan dengan menghentakkan kaki.

Kyuhyun duduk di belakang kafe dengan kesal. Dia menengguk susu kotak untuk makan siangnya. Tenggorokannya teras mati rasa dan sulit menelan apa pun. Dia terlihat kacau. Hyukjae menatap sahabatnya dan memberikan sekeleng minuman bersoda.

“ Minumlah!! Ini masih jam kerja jadi tak mungkin aku memberikanmu soju.” Kyuhyun tersenyum kecil.

“ Gomawo.”

Hyukjae hanya tersenyum lalu dia membuka kaleng miliknya dan menengguknya. “ Dia lebih unik daripada Jae Hyun.” Kyuhyun menatap Hyukjae. “Pria itu terlihat hangat dan menyebalkan. Pria itu tak seperti Jae yang terkesan malu dan lebih terbuka. Sebenarnya kenapa dia bersikap seperti itu?’

“ Dia bertanya padaku. Apa Jae hyun masih berarti untukku?’

“ Lalu—kau menjawab bagaimana?”

Kyuhyun menunduk, “ Aku tidak menjawabnya.”

“ Waeyo? Apa kau—?”

“ Ani. Aku hanya belum siap menjawabnya. Aku takut memberikan harapan pada diriku sendiri karna itu aku kembali memasang benteng besar. Hari itu, dimana aku melihatnya mencium gadis adalah hari ulang tahunya.” Hyukjae menatap Kyuhyun dengan tajam. “ Dia bilang tak punya teman karna itu dia ingin bersamaku.” Kyuhyun menatap sahabatnya dengan senyuman kecil, “ Aku hanya takut terluka untuk kedua kalinya. Cinta pertamaku—meninggalkan luka mendalam. Hyung tahu bukan, dia memutuskanku ketika mereka sudah menikah. Aku tahu benar bila Hye Sun menyukianya sejak kita masih sekolah.” Kyuhyun menghela nafas. “ Sebenarnya aku tahu dia tak bisa hidup tanpa fasilitas orang tuanya sejak dia berusaha kabur demi aku. Tapi aku terus mempercayainya. Kali ini aku takut—takut ketika dia akan meninggalkanku lagi karna itu aku tak menjawabnya. “

“ Mereka dua orang berbeda. Bukan kalian sudah dekat. Tak bisakah kau menilainya.”

Kyuhyun menghela nafas. “ Tapi mereka berasal dari keluarga konglomerat.” Kyuhyun menatap Hyukjae dengan wajah sayut. “ Jadi? Apa bedanya? Aku tetap akan terbuang pada akhirnya. Bukan begitu?’

“ Yah!! Kyuhyun—“

“ Hyung—bukan yang aku katakan itu benar? Mereka hanya menganggap orang miskin adalah mainannya. Ketika dia bosan dan harus kembali kedua nyata lalu akan meninggalkan mainannnya.” Hyukjae tak bisa menjawab. “ Karna itu biarkan aku tetap disini dengan bayangan Jae Hyun dan Siwon—“

“ Lalu kau akan tetap begitu? Bagimana bila Siwon bisa memperjungankanmu?’

Kyuhyun tersenyum, “ Biar waktu yang akan menjawabnya. Aku tak berani mempertaruhkan hatiku lagi. Aku tak ingin terlalu banyak berharap.”

“ Geude—apa kau mencintainya? Huh? Huh?” Kyuhyun langsung menoleh dengan wajah sedikit tegang. “ Tak apa. Kau hanya mengaku denganku.” Kyuhyun memalingkan wajahnya.” Yah!! Bukan aku keluargamu…” Kyuhyun masih terdiam tapi tanpa menatap hyungnya sama sekali.

*****

Jae Hyun melepas mantelnya. Hari ini tubuhnya begitu lelah dan memutuskan untuk pulang ke rumah.Minho terlihat senang dan atusias melihat ayahnya pulang hari ini. Sejak tadi pria kecil itu memberontak tak ingin makan siang karna ingin bermain game dan beruntunglah siang itu ayahnya pulang.

“ Appa—kita makan siang bersama ya?’tawar Minho yang kini duduk di pangkuan ayahnya. Jae Hyun hanya mengangguk dengan senyuman tipis.

Pria itu terlihat segar setelah mandi dan mengunakan baju santai. Minho langsung berlari menghaampirinya. Jarang sekali ayahnya pulang ketika dia masih bangun. Anak kecil itu berulang kali menatap ayahnya dengan senyuman khasnya. Dia begitu manis. Jae pun berulang kali mengusap rambut putranya dan memberikan lauk dimangkuknya.

“ Appa—“

“ Hum? Waeyo?’

“ Appa—apa Minho bisa memiliki adik?’kakinya berayun bebas ketika melontarkan pertanyaan yang cukup menyulitkan. “ Sulli bilang, Minho tak akan bisa punya adik karna appa sibuk bekerja.” Lanjutnya.

“ Wae? Kenapa kau ingin memilik adik?” tanya Jae Hyun hati-hati.

‘ Sulli mengejekku. Dia bilang aku anak kesepian. Appa—bisakan appa memberikan minho adik?’

“ Sayang habiskan makananmu dulu!!” sergah Hye Sun.

“ Umma—bukan umma bilang bila ayah setuju Minho akan memilik adik? Kenapa sekarang umma melarangku membujuk appa.” Rengeknya. Jaehyun menatap hye sun dengan tajam.

“ Appa lelah sayang. Cepat habiskan makananmu! Nanti umma yang akan membujuk appa. Arra?”

Minho mengangguk lalu melanjutkan makananya. Jae Hyun hanya terdiam tanpa berniat melanjutkan makannya. Jae Hyun menudurkan putranya setlah tiga kali pria itu membacakan cerita. Hye sun menghampiri Jae yang terlihat sibuk dengan ponselnya.

“ Kenapa kau berbohong padanya?’tanya Jae hyun ketika wanita yang bersatus istrinya duduk di sampingnya. “ Dia bukan anak yang bodoh. Jadi cepat jelaskan.” Jae berdiri dan mulai mengambil baju-baju yang lemari.

“ kau akan pergi lagi. Tanpa menunggunya bangun” sentak Hye Sun.

“ Bila kau tidak melakukan kebohongan itu, mungkin aku sampai besok disini.’’ Sentak Jae Hyun.

“ Apa salahnya membahagiakan putra kita? Bahkan aku tetap diam dan emnutupi kebusukkan ayahnya.”

Jae menghentikan kegiatanya dan menoleh ke arah wanita itu. “ Kebusukan. Bukan kau yang melakukan kebusukan itu sampai terlahir Minho?”suara Jae Hyun meninggi. Hye Sun membulatkan mata. “ Mungkin bila Minho tak ada Kyuhyun akan kembali padaku.”

“ Turunkan suaramu. Bagaiamna bila Minho mendnegarnya?” Itu tak baik untuk mentalnya.

“ Lalu bagaimana denganku Hye sun?” tanya Jae Hyun dengan nada dingin. “ kau pikir lima tahun ini aku tak pernah pergi ke spikiater?”

“ Itu salahmu sendiri. Kau sudah memilik keluarga tapi kau masih mengejar pria itu.”

Jae tertawa keras sambil berkaca pinggang. “ Kau—kau yang merebut kebahagianku.” Pria itu menjuknya tepat di wajahnya. “ Kau—yang membuat Kyuhyun menjauhiku dan meninggalkanku. Kau—yang membuat Kyuhyun membenciku. Lalu kau masih menyalahkanku?” sentak Jae.

Hye sun berusaha tegar dan berdiri di hadapan suaminya. “ Mengapa bukan aku saja? Wae? Aku jauh lebih cantik dan mempesona dari dia. Dan aku sangat lebih mencintaimu. Jadi, mengapa?” Jae Hyun mengabaikanya. Hye sun terlihat kesal dan menarik tubuh Jae Hyun untuk menatapnya.” Mengapa dia dan bukan aku?”

“Hanya dia satu-satunya pria..yang aku cintai di dunia ini. Tidak ada sebelum dia dan tidak ada lagi setelah dia.”

“ Oppa—“ Hye sun langsung bersimbuh di bawah Jae Hyun dengan tangisan.

“Minahae—“

“Mianhae—aku tak tahu mengapa aku harus mendengar penyesalanmu. Aku juga tertekan sampai tak bisa bernafas dan kau hanya ucapkan mianhae.”

“ Lalu kau ingin apa dariku? Aku mengajukan suart cerai pun tak kau hiraukan. Aku tak bisa bila tak disampingnya.”

“ Bahkan hatimu masih begitu dingin. “ Hye Sun mendongakkan kepalanya. “ Apa kau tidak terbawa suasana dan memelukku? Kau bahkan masih berdiri tenang walau aku sudah bersimbuh dan menangis di hadapanmu. Bahkan kau tak melihatku—bagaimana?bagaimana agar kau bisa melihatku?”

“Hye Sun—berhentilah!! Sudah cukup kau menyakiti diriimu sendiri.” Jae mengambil baju hangatnya dan mengenakannya. Hye Sun hanya terdiam menatapp lantai ketika suaminya pergi begitu saja. Wanita itu memejamkan mata dan kembali menangis tersedu-sedu.

*******

Kyuhyun terdiam ketika pertama kali menginjakan kaki di ruang kerja bosnya. Changmin sedang pergi sebentar dan Siwon tiba-tiba datang. Sudah pasti Kyuhyunlah yang akan di perintah untuk menemui pria itu. Suasa canggung cukup terasa disini. Mereka hanya saling menatap satu sama lain.Kyuhyun mengambil nafas dalam dan menghembuskannya.

“ Bos sedang pergi sebentar—“

“ Arrayo. Ambilkan aku air putih.’jawab Siwon.

“Ne.” Kyuhyun langsung bergegas keluar dan mengambilkan segelas air putih dan kembali ke rungan bosnya. “ Ini. Bila perlu sesuatu—“

“ Temani aku—“

“ Huh?”

“ Kafe terlihat tak begitu ramai. Bila aku kembali itu akan membuang-buang waktu saja. Temani aku sampai Changmin datang.” Kyuhyun terdiam. Kali ini dia tak bisa mengunakan alasan itu. “ Dia tak akan memotong gajimu atau memecatmu. Aku bosan bila hanya terdiam disini.”

“ Tapi—“

Siwon langsung menarik pergelangan tangannya dan membuatnya duduk disampingnya. Kyuhyun tak bisa membantah ketika Siwon menyandarkan kepalanya di bahunya.

“Beberapa hari ini aku tak bisa tidur dengan nyenyak. Rasanya begitu menyebalkan.” Keluah Siwon.

Kyuhyun mengigit bibir bawahnya. “ Waeyo? Apa ada yang menganggu pikiranmu?” Siwon mengangguk lalu melepas alas kakinya dan merebahkan kepalanya di pangkuan Kyuhyun. “Tentang?”

“Banyak hal.”jawabnya dengan suara serak. “ Terutama tentangmu.”

“ huh? Nugu?”

“ Kamu.” Mereka terdiam sejenak. “ Ada kesalahan dalam kotrak kerja sama yang di ajukan perusahaan asing. Mereka mengajukan permohonan kerja sama tapi ketika ada kesalahn sedkit pada isi kotrak yang di buat mereka. Seenaknya membatalkan kerja sama. Itu menjengkelkan. Mereka yang memohon dan mereka juga yang seenaknya membatalkan.” Entah keberanian darimana Kyuhyun mulai membelai rambut pria itu. Siwon mendongakan wajahnya lalu tersenyum, “ Entah kenapa rasa kesalku bisa hilang bila di dekatmu. Aku hampir saja mengomel di depan Changmin.”

“Kau terlihat lelah dan kurang tidur. Kau akan terlihat tua dari umurmu. “jawab Kyuhyun.

Siwon tersenyum, “ Aku hanya ingin hebat seperti ayahku. Aku belum siap menjalakan perusahaan ini tapi ke adaan yang memaksaku.” Kyuhyun hanya terdiam. “ Dulu aku selalu kesal dan marah ketika ayah membatalkan janjinya karna pekerjaanya. Sejak kecil aku selalu didik mandiri. Sampai aku kesal dan ingin bersekolah di luar negeri. Tapi kini aku menyesal sendiri. Kenapa tak menghabiskan waktu bersama ayahku bila aku tahu itu begitu singkat. Semua orang mengkatakan aku gila kerja dan melupakan kehidupanku. Aku berusaha membesarkan perusahaan ini semampuku. Walau aku sudah berada di atas langit. Entah kenapa aku merasa masih di tempat yang sama. Menjadi Siwon yang kehilangan ayahnya.”

“ Siwon-sii genchana? “ Kyuhyun menghapus air mata yang mengalir di wajah Siwon.

“ Apa aku terlalu banyak mengeluh

“ Appa meninggalkanku ketika aku masih kecil. Kecelakaan keja. Mereka membiarkan ibu dan aku menderita dan mengaggap itu kesalahn appa. Kami terlalu miskin untuk melakukan keadilan. Ibu Hyukjae selalu ada di samping kami ketika aku mengalami banyak kesulitan keuangan. Umma begitu kerja keras menghidupiku. Menjadi buruh sampai akhirnya umma meninggalkanku karna sakit ketika aku duduk di sekolah menengah keatas. Sejak itu ibu Hyukjae merawatku bagai anaknya sendiri.

“Kau lebih menderita dari aku.”

Kyuhyun tersenyum lalu mengecup kening Siwon. “ Siapa yang bilang? Huh? Aku bahagia walau hidup kami serba kekurangan.” Siwon tersenyum mendengar sentakan Kyuhyun.

“ Arrata.”jawabnya lalu memejamkan matanya kembali. Dia mengambil ponselnya dan menekan satu nomer, “ Shim Changmin jangan kembali sampai nanti malam. Aku ingin menumpang tidur di ruanganmu.”

“ Yah!!” Kyuhyun memukul Siwon namun pria itu sudah memutuskan sambungan teleponya.

“ Diamlah!! Aku ingin tidur.”ucap Siwon sambil mengubah posisi wajahnya menghadap perut Kyuhyun. “ Bernafas saja. Tak masalah hidungku menghantam perutmu.” Siwon terkekek ketika Kyuhyun langsung memukul kepala. “ jangan tinggalkan aku walau kau sudah tidur terlelap.” Kyuhyun terpaku lalu terenyum kecil.

“Tak apa bila hanya seperti ini saja.” Batinya lalu melanjutkan membelai rambut Siwon.

Kyuhyun tertidur dengan kepala menghadap ke atas dan mulut terbuka. Suara dengkuranya cukup menganggu tidur Siwon. Pria berlesung pipi itu tersenyum lalu berdiri merenggangkan tubuhnya. Dia menatap pria manis itu dan membelai wajahnya dengan lembut. Dia merapikan bajunya dan keluar dari rungan itu. Dia menemui Hyukjae dan meminta ijin membawa Kyuhyun ke rumahnya Mau bagaimana lagi, Hyukjae hanya mengangguk setuju saja sambil menyerahkan tas Kyuhyun dan kunci rumah mereka. Pria itu kembali ke rungan Changmin dan membopongnya. Changmin hanya menghela nafas melihat sahabatnya baru keluar dari tempat kerjanya. Siwon hanya melontarkan senyuman dan menyuruh pria jangkung itu membukan pintu mobilnya.

“ Soal modal yang kau bicarakan. Anggap aku setuju. Kita bicarakan besok saja.” Siwon langsung menutup jendela mobilnya dan pergi.

“ Yah!! Pria itu selalu seenaknya sendiri. Bagaimana mungkin ada orang yang tahan selain aku? Ahh—ani. Kyuhyun juga cukup tangguh—“ dia memijat pundaknya sendiri lalu masuk ke dalam kafenya. Semua kariawan hanya menatap saja.” Apa yang kalian lihat? Kembali bekerja.” Sentaknya.

********

Kyuhyun mengeliat tak nyaman ketika perutnya merasa lapar. Dia berlahan membuka matanya dan melihat seseorang sedang menatapnya. Kyuhyun tersenyum.

“ kau sudah bangun?’

“ Apa aku berjalan sambil tidur?’

“ Ani. Aku yang membopongmu.” Siwon pun berdiri.

“ lalu apa yang kau lakukan disini? Dimana Jae Hyung—“

“ Entalah! Mungkin pergi bersama kekasihnya.”

“ Ahh—kau selalu saja seperti itu.” Kyuhyun kembali memeluk gulingnya dan memejamkan mata. “ Pulanglah!!”usir Kyuhyun.

“ Aku belum makan?’

“ Apa kau miskin? Apa kau pengemis? Huh?” Kyuhyun mengusapkanya dengan nada kesal. Siwon hanya berwajah memelas.

Kyuhyun menghangatkan beberapa makanan yang ada di kulkas. Pria manis itu juga membuat telur gulung dan rebusan kimchi. Dia menaruh nasi di depan Siwon dan duduk di hadapanya.

“ Makanlah!! Aku tahu ini tak enak tapi kau mengeluh lapar. Hanya ini yang aku punya.”omel Kyuhyun ketika Siwon hanya menatapnya tanpa memakan hidangan di depanya.

“ Rasanya aku jadi ingin cepat menikah?’ Kyuhyun langsung menelan bulat-bulat makananya.

“ lalu kenapa kau tidak segera menikah namun bilang padaku?’sentaknya sambil menujuk-nunjuk wajah Siwon dengan sumpitnya.

“ lalu kau juga ingin menikah? Ahh—rasanya pasti menyenangkan bila kita pulang kerja ada yang menyipakan makan atau ketika kita bangun pagi ada yang membangunkan kita dengan ciuman. Aigoo!! Rasanya aku iri dengan mereka.”

“ Bukan kau CEO.” Ksiwon mengangguk. “ Kau hanya ingin ada yang memasakkanmu. Kau tinggal cari pembantu bukan—aneh.”

“ Rumahku kecil. Jadi tak nyaman bila harus tinggal bersama orang asing.”jawab Siwon.

“ Bukan kau kaya—siapa yang menimntamu tinggal di rumah kecil seperi itu. Kau bisa beli apaterment atau rumah mewah lainya. Itu salahmu sendiri. Kenapa mengerutu.”omel Kyuhyun.

“ Aku hanya tinggal sediri untuk apa membeli rumah sebesar itu. Apaterment. Aku punya tapi jarang aku tempati. Biasanya ketika aku lelah saja.” Kyuhyun terdiam lalu kembali melanjutkan makanan. “ Lalu bagaimana ciuman selamat paginya?”

Blush!!!

Wajah Kyuhyun sontak memerah. “ Yah!! Kenapa kau tanya itu padaku?’ Siwon masih menatapnya. “ kalau itu—itu—bukan kau punya Bugsy? Kalaian begitu dekat bukan? Nah—itu kau bisa memintanya menbangunkanmu dengan ciumanya.” Kyuhyun menahan tawa ketika membayangkan anjing gila itu membasahi wajah siwon dengan air liurnya. “ Hahhaha…bagaimana? Okey bukan saranku…” dia terkekeh.

Siwon hanya diam tak menanggapi ucapan Kyuhyu. Pria manis itu pun menghentikan tawanya lalu kembali makan dengan tenang. Dia menghela nafas lalu mengambil lauk dan memakannya.

“ Siwon—“

“ Huh?’tanpa melihat wajah Kyuhyun sama sekali.

“ Kau—marah?’ tanya Kyuhyun hati-hati.

“ Untuk masalah apa?” Kyuhyun terdiam. Siwon mengangkat kepalanya, “ untuk masalah apa?”ulangnya.

“ Ahh—untuk candaanku tadi. Kau sedang banyak masalah jadi aku berusaha menghiburmu saja.” Kyuhyun memejamkan mata karna salah bicara. Menghibur? Bukan tadi dia membentak Siwon dan menertawakannya. “ Mianhae—jongmal mianhae…”

“ Okey. Makanlah lagi.”jawab singkat Siwon. Kyuhyun jadi serba salah. Dia melanjutkan makan dengan sesekali menatap Siwon yang begitu dingin.

Kyuhyun teriam menatap Siwon mengenakan sepatu dan merapikan mantelnya.

“ kau akan pulang?” tanya Kyuhyun.

Siwon menoleh, “ Hum!! Wae? Kau ingin aku menginap?”

“ Huh? Ahh—ani.aniya. aku hanya bertanya saja. Jae Hyung-ie belum pulang. Jadi—ahh sudah lupakan.” Kyuhyun bicara ngelantur. Siwon kembali melepaskan alas kakinya dan berdiri di depan Kyuhyun, “ Waeyo?’

“ Kau punya bir?” tanya Siwon. Kyuhyun mengangguk.

Mereka berdua duduk di atap dengan beralasakan tikar. Bbeberapa kaleng bir, sepiring kimchi dan cemilan pendamping. Kyuhyun terus enatap Siwon yang nenengguk minumanya.

“ Kenapa kau menatapku?’tanya Siwon.

“ bukan kau tidak kuat minum. Jangan terlalu minum. Akan aku buatkan kopi.” Kyuhyun segera berdiri namun di tahan,” Wae?”

“ Duduklah!! Jangan kemana-mana.” Kyuhyun kembali duduk dan mengambil kaleng bir miliknya.

“Bagaimana kau mengendari mobil bila kau mabuk?”

“ Aku akan memanggil supir. Ahh—bagaimana bila kau kursus mengemudi, jadi bila aku mabuk kau bisa mengantikanku?’

“ kau ini bicara apa.”Kyuhyun memasukan kimchi di dalam mulutnya lalu menguyahnya tanpa melihat ke arah Siwon.. “ Siwon—“

“ Hum?”

“ Bukan ini sudah malam. Kau tidak ingin pulang?”

“ Bukan kau yang menahanku disini. Kenapa kau mengusirku sekarang?” Kyuhyun terdiam. Dia juga tak tahu kenapa harus menahan pria itu. “ Biarkan aku meminjam ranjangmu.”

“ Yah!! Kau bicara apa?’wajah Kyuhyun memerah.

“ Wae? Kenapa kau terlihat malu?”

“ Yas!! Siapa yang malu? Sudahlah!! Aku harus berkerja besok.” Siwon kembali menahan tanganya ketika Kyuhyun hendak berdiri. “ Wae?” Kyuhyun kembali duduk dan Siwon memberikan sekaleng bir lagi. “ Aku tidak mau minum lagi.”

“Baiklah. Jangan minum lagi. Biar aku habiskan semua.” Siwon mengambil sekaleng lagi dan membukanya. Kyuhyun hanya memandangnya sambil memakan cemilanya. Siwon terus menengguk bir itu hingga habis. Kyuhyun menatap Siwon membuat niatnya untuk tak minum menjadi begitu ingin menengguknya. Kyuhyun mengambilsatu kaleng dan membukanya. Siwon hanya meliriknya sekilas. Mereka berdua tak sadar telah menghabiskan berkaleng-kaleng bir. Siwon sudah hampir kehilangan kesadararan. Kyuhyun masih menikmati bintang. Tiba-tiba Siwon menarik dagunya.

“ ternyata ada juga wajah secantikmu?”

“ kau ini bicara apa? Aku ini pria.”keluahnya sambil menampik tangan Siwon. “ Pergi sana.”

“Saranghae.” Kyuhyun terpaku. Dia masih cukup sadar berbeda dengan Siwon. Tiba-tiba Siwon menempelkan bibirnya di bibir plumnya. Pria manis itu hanya terpaku membiarkan Siwon menciumnya lagi.

“ Apa kau sudah gila Tuhan. Dia menciumku lagi dan aku membiraknnya.. apa yang terjadi denganku.

Kini dengan gilanya Kyuhyun meletakan kedua tanganya di leher Siwon.

Mungkin aku akan menyesalinya esok pagi. Tapi biarkan saat ini aku menikmati semua ini.”

TBC
Tinggalkan komentar dan like kalian

Posted in BL, Family, Fluffy, wonkyu

“?!!” 

Cast    : Siwon, Kyuhyun,  Joonmyeon

Genre : Family

***WonKyu***



Choi Kyuhyun masih begitu fokus pada layar laptopnya. Membaca setiap kata yang tertera disana, lalu mengganti setiap kata yang dianggapnya rancu. Sesekali ia pun membenarkan letak kacamata nya yang agak turun dan meregangkan otot-otot lehernya. Tiga jam berkutat pada layar datar itu, nyata nya memang membuat kepalanya terasa berdenyut. Tapi mau bagaimana lagi, ia harus segera menyelesaikan tugas akhirnya agar segera mendapatkan gelar profesor. Ya, meski telah menikah dan memiliki seorang anak tapi Kyuhyun tetap peduli dengan pendidikan nya. Dan tidak ada kata terlambat dalam kamus nya jika mengenai menuntut ilmu.

“Mii.. mii…”

Tiba- Tiba terdengar suara dari arah tempat tidur. Dan Kyuhyun pun seketika menghentikan aktivitas nya lalu tersenyum ke arah sumber suara. Disana, bayi berusia 13 bulan tengah terduduk sambil mengusap-usap matanya.

“Anak mommy sudah bangun, hm.” Kyuhyun pun mengecup pipi bulat putranya. “Tidur mu begitu pulas.”

“Mii.. mii..”

“Hmm?”

“Cu..cuu.” ucap bayi menggemaskan itu dengan bibir yang mengerucut.

“Apa? Mommy tidak dengar?” Tanya Kyuhyun dengan nada jail. Ya, dia hanya iseng ingin mengerjai Choi Joonmyeon. Putranya yang masih bayi.

“Cu.. cuuu..” Kembali bocah berumur 13 bulan itu mengucapkan nya dengan bibir yang mengerucut.

Melihat ekspresi menggemaskan putranya itu semakin membuat Kyuhyun ingin mengerjai nya. Ia berpura-pura seolah-olah tak mengerti apa yang diucapkan anaknya itu. Padahal dalam hati, ia tertawa senang. Haha..

“Apa?” Tanya Kyuhyun lagi sambil menahan tawa.

“Hiks.. Mii.. mii, hiks cu.. cuu.” Dan kali ini bocah bertubuh gempal itu pun menangis hingga hidungnya yang hanya sebesar ceri itu pun memerah.

Dan Kyuhyun selaku Sang Ibu justru tak kuasa menahan tawanya. Rasa penat di kepalanya telah menguar hanya karena melihat ekspresi putranya.

“Hahaa.. Iya  mommy hanya bercanda.” Ucap Kyuhyun sambil membaringkan putranya. Kemudian iapun membuka kancing kemeja nya lalu mengarahkan puting nya pada anak nya. Tangisan Suho pun mereda dan hanya menyisakan isakan. “Maafkan mommy, ne?” Kyuhyun pun mencium kepala putranya. “Kau pasti hauskan? Minum yang banyak agar kau tetap sehat.” Ucap Kyuhyun sambil memainkan tangan Suho.

Drrrtt.. drrrrtttt… 

Salah satu tangan Kyuhyun pun berusaha mengambil smartphone nya yang berada tidak jauh dari nya. Begitu melihat nama yang tertera disana, ia pun segera mengangkatnya.

“Kalian sedang apa?”

“Kau mengganggu nya hyung.”

“Hmm?”

“Myeoni baru bangun tidur dan sedang menyusu.” Kyuhyun pun mengarahkan layarnya agar anaknya itu terlihat.

“Ahh, maaf. Tapi hyung sangat merindukan kalian.”

“Cepat pulang dan main bersama Myeoni.”

Sementara itu Choi Joonmyeon masih asyik mengisap puting ibu nya. Meski mata nya ikut melihat ke arah smartphone Kyuhyun.

“Ne, hyung akan pulang cepat. Heii.. Babysu, apa kau merindukan daddy?”

Kali ini bayi menggemaskan itu melepaskan puting ibunya. Lalu, “Dii.. dii.” ucap nya sambil tersenyum ke arah layar kemudian tanpa diduga dia ikut menggenggam benda persegi panjang itu lalu mencium layar nya. Dan setelahnya ia kembali melanjutkan menyusu pada ibunya.

Meninggalkan Siwon yang tertawa gemas disebrang sana.

“Nampak nya anak mu sedang merajuk hyung. Karena kau akhir-akhir ini kau jarang bermain dengan nya.”

“Hahh, pekerjaan kali ini memang telah menyita waktu ku. Maaf jika hyung jadi kurang memperhatikan kalian.”

“Kau tetap suami dan ayah yang terbaik.”

Tiba-tiba…

“Sajangnim rapat akan segera dimulai.” Sekretaris Siwon datang memanggilnya.

“Baby, kita lanjut lagi nanti.”

“Ne.”

“Aku menyanyangi kalian. Muachh..”

Dan akhirnya sambungan video call itu pun berakhir.

“Heii, Choi Joonmyeon kau tidak boleh merajuk pada daddy mu ne? Dia adalah ayah yang hebat. Kau tahu, dia pula lah orang pertama yang menyayangi mu.” Kyuhyun pun mengecup tangan putranya yang sedari tadi bermain di pipi bulat ibunya. “Kalau bukan karena daddy mu, mungkin kita tidak akan pernah seperti sekarang.” Pikiran Kyuhyun kembali terlempar pada masa itu. Postpatrum depression. Rasa sedih dan bersalah seketika menjalar dihati nya.

“Mii.. miii..” ucap bocah gempal itu setelah melepaskan puting ibu nya.

“Hmm, sudah kenyang?”

“Dii.. diii..”

“Ya, daddy mu sedang bekerja. Kau merindukan nya ya?”

“Dii.. diii..”

“Sambil menunggu daddy mu pulang, kita bermain saja.” Kyuhyun kembali mengancingkan kemeja nya lalu ia menggendong putranya.

Setelah sampai di lantai bawah, Kyuhyun langsung menghidupkan dvd player yang menampilkan konser Super Junior. Ya, Kyuhyun punya kebiasaan memutar ulang konser-konser Super Junior yang menurutnya sangat menyenangkan. Dan beruntung nya Suho, sangat menyukai lagu-lagu Super Junior.

“Nah, kau disini dulu sebentar. Mommy akan mengambilkan cemilan untuk mu.” Ucap Kyuhyun sambil meletakkan bayi yang satu bulan lalu genap berusia 1 tahun itu di depan layar datar berukuran 32 inc.

Dan Choi Joonmyeon begitu ditinggal ibu nya, ia langsung berdiri dan menggerakkan tangan dan kaki nya dengan antusias mengikuti irama musik yang terdapat di layar datar itu. Tawa bahagia pun tergambar di wajah nya.

Gukk… gukkk… 

Tiba-tiba hewan berbulu coklat tebal itu menghampiri Suho sambil menggerakkan – gerakkan ekor nya.

Gukk.. gukk.. 

“Dii.. dii..” ucap Suho antusias dan seolah-olah ingin menunjukkan pada hewan berjenis Golden Retriver itu jika daddy nya ada di layar datar itu.

Lagu “Doremi” terus mengalun diruang itu dengan Suho yang tetap semangat ikut menari-nari dengan gerakkan bayi nya. Menggemaskan.

Dan Kyuhyun tak kuasa menahan senyum nya saat melihat tingkah anak semata wayang nya itu.

“Mii.. mii..” ucap Suho saat menyadari ibu nya telah kembali. Tawa bahagia tetap menghiasi wajah nya. “Mii.. mii.”

“Ya?”

“Dii.. diii..” kali ini Suho berjalan mendekati layar datar itu dan menepuk-nepuk benda tersebut setiap kali wajah daddy nya terlihat dengan jelas.

“Ya, itu daddy mu. Choi Siw___ hahaaa…” tawa Kyuhyun pun seketika pecah saat melihat anaknya itu mencium layar datar itu berkali-kali. Ya, disana Choi Siwon, sedang melakukan talking kepada para fans Super Junior.

“Dii.. dii.” Panggil Suho dengan senang kemudian kembali mencium benda itu.

Kyuhyun benar-benar dibuat gemas dengan tingkah putra nya . “Nampak nya kau benar-benar merindukan daddy mu.” Ucap Kyuhyun sambil mencium pipi bulat putranya.

.

.

.

Waktu telah menunjukan pukul 23.00 saat Siwon sampai di rumah. Rasa bersalah kembali menghinggapi hati nya. Bagaimana tidak, padahal dia sudah berjanji akan pulang cepat agar bisa bermain bersama putra nya tapi nyatanya hampir tengah malam dia baru sampai rumah. Begitu sampai kamar, dilihatnya Kyuhyun yang tengah tertidur sambil menyusui putranya yang juga sudah terlelap namun tidak melepas puting ibu nya. Nampaknya mereka berdua sama-sama ketiduran.

“Badan kalian bisa sakit jika tidur sepeti ini sepanjang malam.” Kemudian Siwon dengan hati-hati memindahkan Suho ke keranjang bayi nya, “maafkan daddy yang tidak menepati janji ne? Daddy menyayangi mu, nak.” Siwon pun mencium kening putranya. Setelah itu Siwon pun kembali ke tempat tidurnya untuk membenarkan posisi tidur Kyuhyun dan mengancingkan piyama istrinya itu. “Kau pasti lelah, baby?” Ucap Siwon sambil merapihkan rambut Kyuhyun yang berantakan. “Mimpi indah, ne.” Kemudian ia pun mencium kening istrinya itu dengan sangat lembut.

Setelah itu Siwon pun bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.

Ketika waktu telah menunjukan pukul 01.00, Choi Siwon belum juga tertidur. Masih ada hal yang harus ia kerjakan. Ya, disinilah ia sekarang. Di depan laptop berlogo apple. Dengan sangat teliti dia membaca setiap kata yang tertera disana dan merapihkan nya. Sebagai seorang suami hanya ini yang bisa Siwon lakukan untuk membantu istrinya itu. Merapihkan teknik penulisan pada karya ilmiah istrinya. Saat sedang fokus mengetik tiba-tiba saja sepasang tangan melingkar di lehernya dari arah belakang.

“Kenapa hyung tidak membangunkan ku?”

Siwon pun membalikkan tubuhnya dan menghadap istrinya. “Kau sudah tahu jawaban nya baby.” Seulas senyum menghias wajah tampan nya.

“Huhh, menyebalkan.” Ucap Kyuhyun kemudian mencubit pinggang suami nya.

“Auwww.”

“Rasakan.”

“Sorry.” Nada bicara Siwon tiba-tiba menjadi serius.

“Hmm?”

“Maaf, karena aku tidak bisa menepati janji ku untuk pulang cepat agar bisa menghabiskan waktu bersama kalian. Aku merasa buruk akan hal itu, s-sungguh a-ku meny___ hmmffh..

Kyuhyun pun seketika mencium bibir suaminya itu. Hanya ciuman singkat.

“Jangan pernah mengatakan hal seperti itu hyung. Bagi ku dan Myeoni, kau adalah kebanggaan kami. Aku sangat mencintaimu hyung.”

“Aku juga mencintaimu, baby.” Dan kembali ciuman itu pun terjadi namun kali ini lebih dalam.

Setelah hampir 5 menit berlalu penyatuan mereka pun terlepas. Dengan napas yang masih memburu karena pasokan oksigen yang menipis, diusapnya wajah Kyuhyun yang sudah merona dan juga berkeringat. Dan hal itu semakin membuat Siwon menginginkan lebih.

“Baby, aku merindukan mu.” Ucap Siwon setengah berbisik ke telinga istrinya. “Bolehkah?” Lanjutnya dengan nada seductive. Dan senyum bahagia pun seketika berkembang di wajah tampan nya saat sebuah anggukan ia dapatkan dari istri cantik nya itu. Ahh, mari kita tinggalkan mereka..

***end*** 



Hahaaa…

Choi Kyuhyun yang semakin manis setelah melahirkan.

Dan Choi Siwon yang tampan nya make formalin.

Choi Joonmyeon ^^

Posted in BL, Drama, Romance, Uncategorized, wonkyu, WonKyu Story

Tentang kamu – part 29

Tentang Kamu – part 29
Autor : Cat meonks
Cats : Cho Kyuhyun, choi Siwon dll
BL,Yaoi Mpreg
Warning : Typo berserakan dan bahasa kurang jelas
Cerita gaje tapi hasil karya sendiri
Ini pasti membosankan tapi jangan lupa tinggalkan komentar
Kiss kiss
.
.
.
.

Semua terasa begitu cangggung ketika menjelang pagi. Kyuhyun menatap dingin ke arah Siwon yang tertidur di sampingnya. Tak ada ucapan atau teriakan hanya saling menatap dengan dingin dan penuh kecanggungan. Terkesan berbeda dengan tadi malam begitu panas dan penuh cinta. Kyuhyun menarik selimut sampai menutupi seluruh tubuhnya tanpa berniat turun dari ranjang, sedangkan Siwon terlihat santai seperti tak ada yang salah dengan yang dia lakukan.

“ Bukankah kita sudah sepakat.”cetusnya dengan kesal.

“ kau yang membuat sepatakan itu bukan aku. Lagi pula tidak ada paksaan jadi kenapa kau melotot seakan aku yang bersalah.”

“ Mwo? Lalu ini apa?’ dia menujukan pergelangan tangannya yang merah karna di ikat suaminya kemarin.” Kau pikir aku buta ha—“

“ Lalu setelah itu aku melepasknya lagi bukan. Sudahlah!!” Siwon mengambil kaos yang tergeletak di lantai lalu mengenakannya. Kyuhyun masih memplout bibirnya kesal. “ Kenapa diam saja? Cepat mandi dan gunakan bajumu. Kau ingin masuk angin? Aku akan suruh pelayan untuk membuatkan sarapan pagi.” Siwon pergi keluar kamar dan meninggalkan Kyuhyun yang masih menekuk wajahnya kesal. Kyuhyun melepar-lempar semua bantal diranjang lalu berdiri dengan melilitkan selimut itu di tubuhnya. Dia terus mengerutu tak jelas dan membanting pintu dengan keras.

“ Bik buatkan susu coklat panas.”

“ baik.”

Kyuhyun menikmati sarapanya dengan malas. Dia hanya mengaduk-aduk nasinya. Siwon mengacuhkanya dengan terus terfokus dengan ponselnya.

“ Cepat habiskan sarapanmu. Bukan hari ini kau ada janji dengan kokter kandungan.” Siwon menaruh ponselnya dan menyesap kopi hitamnya. Kyuhyun tak berniat menjawab hanya terus memainkan sumpitnya. Siwon hanya berdecik kesal lalu berdiri mengambil jasnya. Dia menghampiri istrinya lalu ingin melayangkan kecupan tapi Kyuhyun langsung menghindar. “ Okay. Jangan terlalu lelah—“Siwon langsung pergi begitu saja. Kyuhyun hanya melirik sekilas lalu menengguk susu coklatnya sampai habis.

“ Bukan dia yang selau membuatku lelah. Menyebalkan!! Dasar pria mesum.” Kyuhyun tiba-tiba menyeringai ketika terlihat ide dalam otaknya.”Bibi Kim—“

*******

Siwon melepas jas yang dia gunakan lalu melipat lengan bajunya. Dia mengambil keranjang belanjaan yang mulai memilih barang yang dia inginkan. Dia juga pergi ke beberapa restoran untuk membeli makanan yang dia sukai istrinya. Sesampainya di depan rumah beberapa pelayan sudah ada di depan pintu untuk membawakan belajannya. Sedangkan bibi Kim sudah siap dengan dua cup ramen yang di masak dengan telur dan daun bawang.

“ Bawakan kunci cadangan.” Seorang pelayan berlari ke dapur dan mengambil kuncinya. Siwon membuka pintunya dan terlihat Kyuhyun terdiam dengan strik game di tangannya. “ taruh di sana?”perintah Siwon. Kyuhyun hanya terdiam menatap beberapa pelayan menata meja dan makanan di atasnya. Kyuhyun menelan ludah kasar. Semua itu makanan kesukaanya. Ramen,Jajangmyum, sosis bakar, Chicken katsu, Spicy Honey Chiken, puding, es krim dan juga banyak makanan lainya.

“ Apa yang sedang kalian lakukan?”teriak Kyuhyun frustasi.

“ Kalian boleh pergi.”semua pelayan mulai meninggalkan ruangan dan menutup pintunya. Kyuhyun masih melipat tangan di dada. “ Apa kau akan terus berdiri?”

“ Apa kau lupa dimana kamarmu?”sinis Kyuhyun.

Siwon tak menjawab hanya langsung menikmati makananya tanpa melihat ke arah istrinya. Kyuhyun hanya mampu menelan ludah melihat suaminya begitu lahap memakannya. Bibir Kyuhyun sudah basah dengan air liur.

“GLEG!!”

“ Kau mau?” Siwon mengakat mie hitam itu ke atas dan melahapnya hingga bibirnya belepotan dengan saus hitam. “ Sini!!” Kyuhyun terus menatap Siwon tanpa berkedip.

“ Ahh…ani. Kenapa kau sekarang mirip seperti moster penghabis makanan?”

“ Kalau begitu kenapa kau tidak duduk dan ikut makan?’ Siwon mengambil mie ramen dan mulai memakanya dengan santai. Mengambil ayam dan langsung memasukan dalam mulutnya hingga penuh. Air liur Kyuhyun hampir menetes ketika memperhatikan cara makan Siwon. Siwon mengigit daging dan kembali memasukan Jajangmyum ke dalam mulutnya. Tenggoroan Kyuhyun sudah kering melihat Siwon. “ Ini makanan favoritmu bukan? Aku membeli ini dari restoran langggan kita. Kau tahu daging ini kualitas terbaik. Ahh—belum lagi saus hitam ini benar-benar buatan Chef Marchel Kim.”

“ Kenapa kau begitu terobsesi membuat aku makan denganmu?”

“ Bukan kita suami istri. Ini adalah misi perdamaian agar kau memaafkanku.”

“ Ini tak akan berhasil.”

“ Jomalyo?’ Siwon masih terus memasukan makanan dalm mulutnya hingga penuh.

“ Berhenti makan, Siwon.”bentak Kyuhyun. Dia benar-benar tak bisa melihat makanan itu tanpa bisa menyentuhnya. Kyuhyun berjalan mendekat dan memukul pundak Siwon dengan keras. “ Yah!! CHOI SIWON Ku bilang berhenti!! Berhenti!!! Kau seperti moster.”

“ Karna ini begitu lezat, Choi Kyuhyun.” Kyuhyun pun jongkok melihat makanan itu dari dekat.” Kemarilah. Coba ini?” Siwon mengambil ayam dan mengjulurkan ke arah Kyuhyun. Pria manis itu sudah membuka mulutnya secara berlahan.

“ Argh!!! Pergilah!!” Kyuhyun langsung berdiri lagi dan menjauh. “ Aku bisa membelinya sendiri.” Dia mengambil tas dan jaketnya.

“ Selangkah kau maju lagi jangan salahkan aku bila semua yang ada di dompetmu akan aku blokir.’ Kyuhyun langsung menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Siwon kembali.

Kyuhyun mengambil dompet dalam tasnya.” Kau tak perlu susah-susah menyuruh assistenmu untuk memblokirnya.” Kyuhyun mengeluarkan semua kartu dan melempar dompet itu di lantai.

“Aku lelah terus bertengkar denganmu hanya karna masalah sepele. Kau semakin hari membuat aku frustasi. Aku tidak hanya memikirkanmu tapi aku juga harus menjalanan perusahaan dan itu tidak mudah.”

“ kalau begitu tak usah perdulikanku. Mudah bukan?”

Siwon memejamkan mata lalu menarik nafas dalam. “ Kau tahu bukan bila Gucci yang aku pesan belum datang. Itu sangat langka dan mahal.”

“Tenang saja aku tak akan tidur di jalanan dan membuatmu malu. Walau aku tidak berpendidikan tinggi aku tahu dimana aku harus tidur.”

“ Tapi kau selalu membuatku khawatir—“cicitnya. Siwon berjalan mendekat namun Kyuhyun langsung menjaga jarak. “ Sejak dia ada kau semakin rewel—“ Siwon menghela nafas, “ Apa dia tidak lapar?”Siwon menunjuk perut Kyuhyun. Pria manis itu langsung memeluk perutnya. “ Tidakkah kau memikirkannya. Maksudku—bila kau makan sedkit bagaimana dengan dia?” cicitnya.

“ Itu bukan urusanmu.” Kyuhyun duduk di tepi ranjang.

“ Okey itu memang bukan urusanku. “ Kyuhyun membuang muka.“ Tapi—bukanlah kau menginginkanya? Kenapa kau selalu menyia-nyiakan keberadaanya? Aku tahu—sangat tahu kau menyukainya tapi bila kau terus seperti itu—sama saja kau mengabaikanya. Bila kau marah padaku—aku tak apa. Asal jangan sakiti dia—itu saja.’ Kyuhyun memainkan jarinya. “Makanlah!! Kau ingin apa?” Siwon mulai berkata lembut kembali. “ Kau tidak lihat es krim itu mulai meleleh—“ Siwon sudah berdiri di depanya dan mengapai tanganya.

“ Jangan sembarang menyentuhku!!”

“ Kenapa kau masih saja jual mahal, Baby—“ Kyuhyun berdiri dan berjalan keluar kamar. Siwon tersenyum karna istrinya tidak pergi dengan membawa tas dan jaketnya. Dia mengekorinya. Terlihat pelayan masih mondar mandir di ruang tengah.

“ Bibi Kim buatkan aku susu coklat panas.” Kyuhyun duduk di meja makan dan mengambil selembar roti dan mengolesinya dengan selai coklat.

“ Ini nyonya.” Kyuhyun langsung menyambarnya dan menengguknya. Siwon melihat dengan menarik nafas panjang. Dia duduk di sampingnya.

“ Jangan terburu-buru—“ Siwon membersihkan selai yang belepotan di bibir Kyuhyun.

“ Sudah aku bilang jangan menyentuhku.”

Siwon menarik tanganya dan mempehatikan Kyuhyun yang melahap rotinya.” Bersihkan semua makanan yang ada di kamar.” Perintah Siwon. Kyuhyun melirik sekilas suaminya dan menunduk kembali sambil melanjutkan makannya. Semua pelayan sudah berhamburan ke atas “ Hari ini kau batal ke dokter jadi aku akan mengatur jadwalmu besok. Vitaminmu sudah habis jadi segeralah kotrol.” Tak ada jawaban dari Kyuhyun. “ Apa kau benar akan tidur di kamar tamu?” mereka saling menatap lalu Kyuhyun kembali memalingkan wajah. “ Baiklah!! Lalukan sesukamu.” Kyuhyun masih enggan untuk menjawab. “ Kau masih ingin aku temani?” Siwon menunggu senejak tapi keyataanya istrinya juga tak kunjung menjawab.” Arrseo. Jangan tidur terlalu malam atau gamemu yang akan aku sita. Aku kembali ke kamar dulu ada pekerjaan yang harus aku selesaikan.” Siwon ingin mencium kening Kyuhyun seperti biasa tapi dia tahu itu tak mungkin jadi dia langsung pergi begitu saja. Kyuhyun mengikuti gerak langkah suaminya lalu menaruh rotinya begitu saja. Menengguk susu sampai habis lalu berdiri dan berlari mendahului langkah suaminya. Siwon hanya terdiam ketika istrinya benar-benar masuk ke kamar tamu.

******

Siwon terlihat terburu-buru menganti bajunya. Pasalnya dia bangun kesingan karna lembur kerja semalam. Pria berlesung pipi itu berlari ke luar kamar dan terhenti tepat di depan kamar istrinya. Tanganya hendak mengketuk pintunya tapi niat itu diurungkan.

” Mungkin saja dia masih tidur.”pikirnya.

Dia kembali berjalan dengan cepat dan hanya berdiri menyambar kopi hitamnya.

“Antarkan saja sarapanya di kamar. Turuti apa yang dia minta. Ingatkan hari ini dia harus kontrol ke dokter. Aku ada rapat jadi tak bisa menemani dia makan pagi. Sekarang sepertinya dia masih tidur. Ada apa-apa segera hubungi aku.”

“Baik tuan.” Siwon pun langsung pergi setelah mendengar jawaban bibi Kim. Dia mengunakan supir agar leluasa melanjutkan pekerjaanya.

Semalaman Kyuhyun tak bisa tidur dengan tenang. Dia menatap terus pintu masuknya. Dia menghela nafas berkali-kali. Padahal ini sudah pukul sembilan biasanya Siwon sudah bangun tapi sampai sekarang belum terlihat batang hidungnya.

“Tok!! Tok!!”

Kyuhyun tersenyum bahagia. Tapi ketika yang muncul bibi Kim dia kembali meplout bibirnya.

“Kemana Siwon?”

Bibi Kim menaruh nampan itu di depan tubuh Kyuhyun. “Sudah pergi ke kantor sejak pagi tadi. Tuan muda bilang ada rapat lalu saya suruh mengatarkan sarapan Anda.”

Kyuhyun melihat roti isi,telur dan susu coklat ke sukanya. “Tuan juga berpesan nanti ada jadwal kotrol ke dokter.” lanjut bibi Kim.

“Aku tidak mau pergi dan bawa sarapanya ke luar.” Kyuhyun melipat tangan di dada dengan wajah di tekuk.

“Tapi…Nyonya …tuan muda Siwon akan marah dengan saya bila Anda tidak memakan sarapanya.”

“Baiklah!! Pergilah. Aku ingin sendiri.”

“Baik. Saya permisi dulu.”

Kyuhyun menenggukk susu coklatnya dengan mengambil roti dengan tangannya. Dia melihat ponselnya tak ada tanda-tanda telpon atau sms dari Siwon.

“Menyebalkan!!” dia membanting ponselnya dan mengangkat meja di depanya lalu menaruh di sampingnya. Mengabaikan sarapan paginya dan asik bermain game.

******

Siwon berulang kali menghubungi Kyuhyun namun sampai sore hari tak ada tanda-tanda kehadiranya. Dia melihat jam tanganya dan kembali terfokus dengan laptopnya. Minggu ini begitu terberat baginya. Rasa lelah dan bertumpuk pekerjaan membuatnya mudah marah. Belum lagi aksi marah istri membuatnya tambah frustasi. Kadang kala Kyuhyun bisa begitu manis tapi ada ketika Kyuhyun begitu menyebalkan. Dia menutup laptopnya dan membereskan dokumen-dokumennya. Dia tahu pasti istrinya begitu kesal denganya jadi dia harus cepat pulang sebelum semua semakin besar. Gucci yang dia pesan dari Chinna sudah datang jadi sudah ada tampat kabur sang istri.

“Kenapa tak mengangkat telponku?” suara familiar itu membuyarkan lamunan Kyuhyun. pria manis itu langsung merebahkan tubuhnya dengan selimut yang menutupi sampai lehernya. “Kau hanya menghukumku untuk tidak menyentuhmu bukan tak bicara padaku.” Kyuhyun masih membisu.

“Untuk apa kau kemari?”

“Mianhae. Aku tahu kau kesal karna aku tidak menemanimu sarapan. Aku…”

“Pergilah!! Aku mau tidur.”

“Tadi aku mendapatkan laporan kau hanya makan sedikit. Sudah aku bilang…”

“Jangan menyeramahiku bodoh!!” Kyuhyun melepar bantal di sampingnya ke arah wajah Siwon. “Kau menyebalkan!! Keluar dari kamarku…”

“Bila kau terus marah-marah kasihan bayi kita. Dia akan sedih sayang…”

“Kau yang membuatku sedih.” Siwon terdiam. “Aku juga tak mau seperti ini… Dia yang memaksaku…” dia menunjuk perutnya. “Kau kejam. Membuatku hamil tapi tidak berperasaan. Dia ingin di samping ayahnya…”Kyuhyun terisak sedangkan Siwon hanya terdiam. “Hiks… Kau melarangku datang ke kantor tapi kau seenaknya pergi tanpa berpamitan. Kau pikir aku bisa tidur semalam?” Siwon tersenyum kecil. Kyuhyun kesal melihat reaksi Siwon yang santai. Dia melepar bantal lagi. ” Tahu hamil membuatku terlihat bodoh. Aku…aku tak akan mau…”

“CHOI KYUHYUN…”sentak Siwon dengan kesal.

“Wae?? Bukan itu yang ada di pikiranmu. Aku merepotkan dan bodoh. Manja dan malas. Semua berpikir aku merepotkanmu. Kau juga…” teriaknya semakin keras.

Siwon menarik nafas lalu berjalan mendekat. “Jangan mendekatiku…” sergahnya.

“Biarkan aku memelukmu.” pinta Siwon.

“Andwae!! Kau peluk saja yang lain. Nana juga boleh. Terserah!! Tapi jangan tubuhku…”

“Aku menginginkanmu.” cicitnya.

“Kenapa kau ingin denganku? Bukan aku membuat malu,kekanak-kanakkan. Belum lagi aku bukan orang berpendidikan tinggi…”

“Aku hanya tak ingin orang memandangmu sebelah mata. Aku bukan menghinamu…” Kyuhyun terdiam namun terus menangis tersedu-sedu. “Ahh… Aku selalu salah dimatamu walau aku bermaksud baik sekali pun.”

Kyuhyun langsung menghamburkan pelukan. Tapi ketika Siwon membalas pelukanya. “Jangan menyentuhku…” sentaknya. Siwon hanya terdiam ketika Kyuhyun dengan erat memeluknya.

“Baiklah! Lakukan sesuka hatimu padaku. Tubuh ini milikmu…” kyuhyun semakin menangis dan memeluk erat tubuh Siwon.

Lelah berdiri Kyuhyun merebahkan tubuhnya dengan kepala yang berbantal lengan Siwon. Pria manis itu masih terisak dengan tangan bermain kancing kemeja Siwon.

“Apa kau tidak lapar?”

“Jangan banyak bicara.” sentaknya sambil memukul dada Siwon. “Aku masih kesal padamu…”

“Tapi aku lapar,dari pagi sampai sore aku belum makan apa pun.”

“Salahmu. Bukan urusanku…” Kyuhyun menyembunyikan wajahnya di dada Siwon.

“Ahh…baiklah!!”

“Kalau tak suka pergi saja jangan mengeluh” omelnya. Siwon hanya bisa mengkunci bibirnya rapat-rapat atau dia akan di tendang keluar. “Wonnie…”

“Hummm!!”

“Menurutmu anak kita laki-laki apa perempuan?”

“Kau ingin??”

“Perempuan. Pasti cantik…” dia menadahkan wajahnya menatap expresi Siwon.

“Bagaimana bila pria? Dia akan tampan sepertiku?”

“Cih!! Percaya diri sekali kau.”Siwon menunduk mencuri cium di bibir plum istrinya. “Yah!! Sudah aku bilang jangan menyentuhku!” rengeknya. Siwon terkekeh sambil membelai rambut Kyuhyun. “Wonnie kau ingin makan sesuatu?”

Siwon menatap serius wajahnya. ” Maksudnya?” tanya Siwon sambil menyisihkan anak-anak rambut Kyuhyun yang menutupi sebagian wajahnya.

“Kau ingin makan apa? Biar aku yang masak?”

“Mwo?” Kyuhyun mengerutkan keningnya.

“Wae? Kau tak suka aku masakan?”

“Ani. Tapi…”Kyuhyun sudah memasang wajah menangis. “Aku hanya tak ingin kau lelah…”

“Alasan… Ya sudahlah!!”

“Hem… Apa pun?” Kyuhyun tersenyum lalu segera turun dari ranjang dan berlari keluar kamar. Siwon hanya menghela nafas lega. Dia pun ikut mengekorinya.

Kyuhyn mulai sibuk dengan pisau dapurnya. Pria manis itu cukup membuat Siwon khawatir karna polahnya yang berlari kesana kemari. Tak ada pelayan yang boleh membantunya.

“Ta da… lemon garlic shrimp pasta siap di sajikan.”dia membawa dua piring pasta. Lalu dia kembali lagi mengambil ayam goreng,segelas besar susu coklat hangat dan secangkir kopi. Siwon tersenyum dan membersihkan keringat di kening istrinya. “Cobalah!!” Kyuhyun menjulurkan garpu ke arah Siwon.

“Gomawo…”

Siwon mengambil satu suap dan menguyahnya pelan. “Bagaimana?” Kyuhyun terlihat penasaran dengan masakanya.

“Kau ingin aku berkata jujur atau bohong?”

“Wonnie…”

“Akan aku katakan asal kau menyetujui dua syaratku.” Kyuhyun memplout bibirnya. “Satu malam ini kau harus kembali ke kamar kita. ” Kyuhyun menunduk. “Baby…”

“Baiklah!!”

“Good. Kedua…” dia menunjuk pipinya.

“Wonnie…Banyak pelayan disini…”

“Cepatlah!!” dia menunjuk-nunjuk pipinya . Tapi ketika kyuhyun akan menciun pipinya Siwon menoleh dan akhinya bibir mereka bertemu. Semburat merah terlihat di pipi pucat Kyuhyun. Semua pelayan hanya Tersenyum kecil.

“Wonnie…” Siwon terkekeh lalu melanjutkan makannya. Kyuhyun menyentuh ke dua pipinya dan mengigit bibirnya.

“Kenapa diam saja? Ayo makan.”

“Kau selalu membuatku malu…”dia menunduk membuat Siwon gemas dan mengangkat wajah istrinya. Menariknya dalam pelukannya.

“Jangan bertingkah seperti remaja. Kau ingin aku makan lagi?” bisiknya.

“Yah!! Aku lelah. Kasihan dia…” Kyuhyun mendorong tubuh Siwon.

“Arrasseo. Aku hanya bercanda. Cepat habiskan makananmu.” Kyuhyun menganggu.
*******

“Kalau kau memang tak bisa menerima kekurangan dan kelebihanku. Aku tidak masalah bila kita berpisah.” Serunnya dengan suara tinggi.

“ Kata siapa aku tidak bisa menerimanya. Dokter hanya bilang kemungkinan—dan itu masih bisa terjadi.”

“ Oh—ya.” Pria itu duduk dan masih menatap suaminya. “ Lalu—apa yang kau lakukan dengan wanita itu?”

“ Siapa?”

“ Sandara. Aku melihat dengan kedua mataku kau pergi dengan mobilnya malam itu. Kau bilang ada klien yang ingin bertemu.”

“ kau mulai tak percaya denganku?”

“ Iya dan semua ada buktinya.”

“ Hyukjae—“

“ Wae? Kau mulai takut?”

“ Ani. Tapi aku kecewa denganmu—“

“ Kecewa? Bukan itu yang harus aku katakan. Untuk saat ini aku akan pulang ke Busan. Kau bisa memikirkan bagaimana kelanjutan pernikahan kita. Aku tak ingin menjadi bebanmu ketika kau mengambil keputusan—“

“ Bisakah kau diam.”

“ Aku akan berkemas.” Hyukjae pun berdiri berjalan melintasi suaminya. Donghae mengusap wajahnya kasar lalu menarik pergelangan istrinya.” Wae?’

“Kenapa kau menyimpulkan sesuatu sendiri? Aku belum bicara apa pun. Demi Tuhan—“

“ kau juga perlu keturunan bukan. Aku tak apa bila memang itu yang terbaik untukmu. Aku tak akan langsung mengajukan perceraian.”

“ Siapa yang ingin bercerai denganmu? Kebahagian kita bukan hanya sekedar anak saja tapi kau dan aku.”

“ Tapi kau ingin sebuah bayi bukan?”

“ Aku memang tak menampik semua itu. Tapi kita bicarakan semuanya. Aku bertemu dengan Sandara hanya sekedar urusan pekerjaan. Dia akan kembali ke Jepang ke esokan harinya dan malam itu dia ingin bertemu untuk menyerahkan dokumen yang harus di tanda tangani. Kami memang bicara di klub karna hanya itu yang buka di malam hari. Bila aku bertemu di hotel bukan itu lebih negatif.”

Hyukjae sudah menagis dengan menatap suaminya. Donghae segera menghapus air mata istrinya.” Kemandulan bukan akhir segalanya.”

“ Tapi—“ Donghae langsung memeluk istrinya dengan erat.

“ Aku lelah. Kita bicara lain hari saja. Sekarang kita tidur ya!!” Hyukjae sudah berjalan masuk dan menutup pintu kamarnya dengan keras. Donghae hanya terdiam dan mengusap wajahnya yang lelah.

********

“ Apa benar kau akan meminta cerai dengan Donghae?” tanya Kyuhyun
.
“ Kenapa? Bukan kau juga sering mengajukan perpisahan dengan Siwon?’ jawabnya.

“ Tapi kita tak benar-benar berpisah. Maksudku—“ Kyuhyun terlihat binggung dengan ucapnya. Dia tak ingin memperkeruh ke adaan.

“ Apa kau pikir donghae tidak akan mengejarku seperti Siwon?”nada suara Hyukjae terlihat putus asa.
“ Ani aniya. Aku nyakin Donghae akan lebih mengejarmu.” Kyuhyun menuduk. “ Asal kalian tahu saja Siwon tak benar-benar menintaiku—atau mungkin dia mencintaiku tapi dia anggap aku merepottkan.” Kyuhyun tersenyum kecut.

“ kau mulai bermain drama?”sahut Changmin yang masih sibuk menyusui bayinya. Kyuhyun hanya terdiam dengan senyuman kecil. “ Ya—apa benar Siwon melakukanya?’ nada suara Changmin terlihat mengebu.

“ Kau ingat terakhir kita bertemu di jalan. Kami sedang bertengkar dan dia tidak mengejarku. “ ucapnya dengan senyuman kecut. “ Aku datang karna aku tak bisa melepaskannya—maksudku dia pergi ke kantor tanpa menemuiku. Aku kesal dan meleparkan tas ke arahnya. Sebenarnya itu salahku.”

“ Apa yang dia katakan?’tanya Hyukjae.

“ Aku bodah dan tak berpendidikan.” Changmin dan Hyukjae saling menatap. “ Tapi bukan itu benar? Aku tak melanjutkan pendidikanku karna ingin menikahinya. Aku bodoh ya!! Harusnya aku tahu bila itu rekan bisnisnya.”

“ Kau nyakin Siwon mengkatakanya? Bukan dia begitu sabar dengan polahmu?’Changmin tak percaya.

“ Mungkin aku sudah kelewatan.” Kyuhyun mengambil gelas jusnya dan mengguknya.

Changmin dan Hyukjae hanya saling melepar pandang. Jadi karna ini Kyuhyun sedikit aneh dan pendiam. Bahkan dia tak memakan apapun yang di hidangankan changmin. Kyuhyun kembali tersenyum menatap dua sahabatnya yang terdiam. Dia mengaruh rambutnya lalu segera mmemalingkan pandangan ketika ponselnya berbunyi.

From : Siwonnie
“ Kau tak di rumah? Bisakah kau mengambilkan ku dokumen di ruang kerjaku.”

To : Siwonnie
“ Baik. Aku akan meminta pak Kim untuk mengantarkannya.”
SEAD

Drrtt—drttt
From : Siwonnie
“ Itu dokumen penting. Bisakah kau yang mengatarkanya sendiri. Aku masih rapat.”

To : Siwonnie
“ Ne. Arraso.”
SEAD

Kyuhyun memasukan ponselnya dalam tasnya dan tersenyum ke arah sahabatnya.

“ Sepertinya aku harus pulang. Siwon meninggalkan dokument pentingnya dan dia ingin aku yang mengatarnya.” Ucapnya.

Changmin menghela nafas. “ Baiklah!! Besok bila ada waktu datanglah lagi.” Jawab Changmin.

“ Hyukjae—mianhae aku tak bisa menemanimu sekarang. Aku sudah berusaha menolak tapi—“

“ Arraso.” Hyukjae menepuk tangan Kyuhyun dengan senyuman. “ Cepat pergilah!! Siwon pasti membutuhkan dokumen itu.”

“ Gomawo. Aku akan menemuimu lagi dan jangan terlalu bersedih. Kapan kau membutuhkanku datang saja. Kapan pun itu—“ Kyuhyun mengengam kedua tangan Hyukjae.

“ Ne Nyonya Choi.” Jawabnya lalu mereka saling berpelukan.

Kyuhyun berdiri di depan gedung mencakar langit itu dengan resah. Dia melihat ponselnya setiap kali merasa lama menunggu. Jessica tak memberikan balasan lagi. Dia masih memeluk dokumen itu di dadanya. Tiba-tiba seseorang menyentuh pundaknya.

“ Mianhae merepot—“ Kyuhyun mengkunci bibirnya ketika melihat siapa yang menepuk pundaknya. Dia tersenyum kecil lalu menyerahkan dokumen itu ke arah suaminya. “ Mianhae—tadi aku harus berjalan memutar karna ada kecelakaan di jalan tol. Apa rapatnya sudah selsai?’ ucapnya. Siwon masih menatapnya. “ Ya sudah aku pulang dulu. Sampai jumpa nanti malam.”

Ketika Kyuhyun pergi Siwon menahan tangannya. “ Wae?’ Kyuhyun melontarkan pertanyaan.

Siwon semakjn menariknya dalam pelukannya. “ Siwon—dsini banyak orang.” Siwon tak perduli dan tetap memeluk istrinya. Jam makan siang semua kariawan keluar masuk gedung.

“ Saranghae Choi Kyuhyun—saranghae.”Kyuhyun tersenyum tipis. “ Mianhae untuk semua yang aku lakukan terhadapmu. Aku tahu kau masih belum bisa memaafkan ucapaku tapi yang perlu kau tahu aku sangat mencintaimu.” Kyuhyun membelas pelukan Siwon dengan erat. “ Seberapa waktu ini terus berjalan hal yang tak ingin aku lihat adalah kau menangis dan terluka. Tapi sepertinya akulah yang sering membuatmu menangis dan terluka.”

“ Wonniie—“
“ Sudah ku bilang aku tidak suka melihatmu menangis.” Siwon merasakan bahunya basah karna air mata Kyuhyun.

“ Aku tidak bisa menahannya. Ottoke!!”

Siwon melepaskan pelukanya dan membersihkan air mata Kyuhyun dengan ibu jarinya. Mereka saling bertukar senyum. “ Kau ada acara malam ini?’ Kyuhyun mengelengkan kepala.

“ Wae?”

“ Ikut aku di ulang tahun yang di adakan tuan Han.”

“ Bukan bisanya kau datang sendiri.”

“ Kali ini aku ingin bersama istriku. Apa kali ini kau akan menolak lagi?’

“ Tapi terlihat aku gedut beberapa hari ini. Pola makanku berlebihan sejak hamil. Belum lagi perutku yang semakin membuncit. Ini akan memalukan..” Kyuhyun menunduk.

Siwon meraih dagunya dan memberikan kecupa sekilas di bibir plum istrinya. “ Kau akan tetap cantik dimataku.”

“ Itu bagimu—“ Kyuhyun menghela nafas. “ Bagaimana pendapat mereka?’

“ Setelah kita pergi makan siang bagimana kalau kita ke butik Kibum nunna untuk membeli baju.”

“ jangan disana—selain harganya mahal barangnya tidak bermutu—“

Di tempat lain—
“ Asiing!!!”

Kibum berulang kali bersin tiada henti-hentinya.

“ Kau sakit sayang?” Heachul memperiksa kening putrinya.

“ Entahlah umma Hassing!!

“ Kalau begitu istiratlah!! Biar umma yang menjaganya.”

“ Ani.aniya umma. Perasaanku hanya sedikit tak enak umma. Sepertinya aku mencium bawa tak sedap!!”

“ Yahh!! Kau pikir aku sampah?” teriak Kyuhyun dengan keras.

Kibum hanya menatap ibunya dengan wajah ketakutan. “ Sudah aku bilang bukan kalau—“

“ Yaah!! Sudah ku bilang jangan beli disini tetap saja kau mengajakku kemari…” dia memukul dada Siwon. “ Sudah barangnya tidak bermutu dan di jual mahal.”

“ Mwo?!! “

“ Wae? Memang itu kenyataanya bukan. Chez!” Kyuhyun melipat tangan di dada dengan wajah angkuh.

“ Yah!! Kau pikir butikku tak bermutu. Kau tak kenal Han Tae Ssun? Artis papan atas saja memuji semua disainerku. Lihat saja tahun ini aku akan mengunakannya dia sebagai modelku.”

“ Nunna—berhenti bermimpi. Kau gunakan artis yang sudah turun gunung saja. Jangan membuat malu aku—“ Kyuhyun menggelengkan kepala. “ Semua bajumu itu menyedihkan.”

“ Yah!!” Kibum melepar majalah yang dia pegang ke arah Kyuhyun. Siwon langsung menghadangnya. Heachul hanya mengusap wajah kasar . Mereka tak akan akur bila bertemu.

*****

Kyuhyun berjalan dengan pelan melintasi gerumbulan orang yang menatap ke arahnya. Dia hampir terjatuh karna terlalu gugup menghadapi banyak mata memandanganya. Siwon selalu siaga di samping, menututnya sampi ke tengah acara. Alunan musik beralun merdu. Ini memang bukan pertama bagi Kyuhyun tapi rasa gugup tetap menghantui ketika harus bertemau dengan orang-orang penting.

“ Wae?” bisik Siwon.

“ Apa pipiku terlihat bulat? Tadi aku sedkit mengunakan make up. Tidak terlihat?’ Kyuhyun menatap Siwon.

“ Ani. Aniya kau tetap memukau dan terlihat natural.” Jawab Siwon. “ walau aku sedikit tak suka dan cemburu. Inilah asanku membiarkan kau tak pernah ikut dalam acara seperti ini. Egois bukan?’

Kyuhyun tersenyum kecil dan membelai wajah Siwon. “ Mungkin karna kau mencintaiku.” Siwon membalas senyuman itu. “ Bisakah kita mencari makan. Aku lapar.” Siwon pun mengangguk dan membimbing jalan istrinya menuju meja besar berisi makanan.

Kyuhyun memilih-milih makan kesukaanya dan suaminya. Siwon duduk di tempat di tempat yang sudah di sediakan dengan beberapa rekan bisnisnya. Kyuhyun terlihat binggung memilihnya.
“ Apa kau menyukainya?’

“ Huh?’ Kyuhyun menoleh ketika seseorang bicara di sampingnya.

“ Kenapa kau terlihat binggung memilih makan?’

“ Oh—karna aku menyukai semuanya.”

“ Kenapa kau tak mengambilnya semua?’ Kyuhyun tersenyum. “ Wae?”

“ Itu akan memalu. Piringku akan penuh seperti makanan anjing.” Jawabnya lalu kembali terfokus dengan makanannya. “ Oh—apa kau ingin mengambil bagian yang ini?”

Pria itu tersenyum dan mengambil piring kecil dan mengambil sesuatu, “ Han Tae Ssun.”pria itu mengulurkan tangan dengan senyuman khas.

Kyuhyun cukup terkejut dan membalas senyumannya. Dia menaruh makananya dan menjabat tanganya. “ Choi Kyuhyun—“ jawabnya.

Siwon memperhatikan istrinya berincang-bincang dengan seorang pria dengan begitu akrabnya. Sedikit mendidih darahnya namun dia belum bisa berdiri untuk menarik istrinya.

“ Wah—debbak!! Aku tidak langsung mengenalimu. “ Kyuhyun terlihat menganggumi pria yang ada di sampingnya. “ Aku juga ingin bisa menjadi penyanyi sepertimu. Tapi umma bilang aku tak berbakat.”keluah Kyuhyun.

“ Jinjja? Tapi aku pikir suaramu begitu bagus.”

“ Jomalyo? Ahh—darimana kau tahu? Dasar pembual. Apa semua pencipta lagu akan sepertimu?’

Tae ssun tersenyum geli. “ ani. Aniya. Tapi mungkin hanya naluri saja. Kata-kata itu muncul karna melihat seseorang yang indah sepertimu.” Mereka tertawa.

“ Kenapa begitu lama?’Siwon langsung melingkarkan tangan di pinggang Kyuhyun. Pria manis itu menatap suaminya. “ Nuggu?”

“ Yah!! Kau tak kenal dia? Dia Han Tae Ssun. Penyanyi yang sedang populer di kalangan remaja dan dia juga putra bungsu dari tuan Han.” Bisik Kyuhyun.

“ Jinjja?’ Siwon melepar senyuman ke arah pria yang terlihat muda beberapa tahun di bawahnya. “ Choi Siwon.”pria berlesung pipi itu mengulurkan tangannya dengan angkuh.

“Senang berkenalan denganmu.” Pria bermata tajam itu menggenggam dengan kuat.

“ Kita pulang sekarang?’

“Huh?” Kyuhyun terlihat tak suka. “Bahkan aku belum memakannya?”

“Bagimana bila aku menyuruh pelayan untuk membungkuskannya untukmu?’tawar Tae Ssun.

Lelehan karamel itu berbinar tapi Siwon langsung menariknya kebelakang. “ Tidak perlu. Terima kasih untuk tawarannya.” Kyuhyun memplout bibirnya. Siwon langsung menariknya dan pria itu berbicara pelan ke arah Kyuhyun.

“ Kenapa ku bicara dengan orang asing?” Siwon menatap Kyuhyun dengan tajam. “ Bukan tadi kau bilang hanya mengambil makanan?”

“ Waeyo? Dia tak melakukan hal aneh. Meski dia orang asing, bukan dia anak dari tuan Han? Dia juga artis terkenal. Jadi dia tak akan melakukan hal buruk padaku.”

“ Tapi aku cemburu melihatmu bersamanya.” Kyuhyun melirik tajam. “ Rasanya aku menyesal membawamu. Ternyata ada benarnya kalau kau ku kurung di rumah.”

“ Yah!! Tapi kau memang tahu bagiaman daya tariku bukan. Aku adalah penakluk.”

“ Czees!! Kau terlalu percaya diri.” Siwon mencubit hidung Kyuhyun. “ kau jadi ingin makan itu?”

“ Ahh—aku sudah tidak napsu melihatnya. Jadi langsung pulang saja.” Jawabnya sambil tersenyum kecil.
*****

“ Appa—“ seru pria muda dengan wajah angkuh dan erotis. Bibirnya tersenyum merekah. Dia duduk di meja yang sama dengan ayahnya. Itu hal aneh bila putranya duduk satu meja dengannya.

“ Ada apa? Tak biasanya kau duduk di sini?” tanya Han Min Hyuk. Pria tua itu menatap putranya, “ Wae? Kau butuh uang?”

“ Anio appa. Ani. Aku rasa wanita-wanitamu lebih membutuhkan uang itu daripada aku.”

“ Anak kurang ajar.”sentaknya.

“ Appa bisa berikan aku informasi tentang Choi Kyuhyun? “

“ Mwo? Choi Kyuhyun? apa kau sudah gila? Untuk apa kau mencari tahu tentangnya.”

“ Waeyo? Apa yang salah appa? Apa aku tak boleh tertarik dengan pria cantik itu? Appa—“

Min Hyuk memijat tengkuknya,“Yah!! Bocah tengik. Kau cari mati?’

“ Ani appa. Putramu ini hanya jatuh cinta—“ pria itu melipat tangan dengan santai sambil tersenyum bodoh ke arah ayahnya.

“Bocah tengik!! Kau ingin appamu mati karna kehilangan harta dan juga kau?”

“ Memang siapa Choi Kyuhyun?”

TBC
Maaf lama ya…
Tinggalkan komentar untuk part ini
Semoga segera selsai dalam beberapa part lagi
Semoga..hahahhaha dan semoga kalian tak bosan.

Posted in BL, Drama, Romance, Uncategorized, wonkyu, WonKyu Story

Make A Wish – part 3

Make A Wish – part 3
Autor : Cat meonks
Cats : Cho Kyuhyun, choi Siwon ,Lee Hyukjae dll
BL,Yaoi Mpreg
Warning : Typo berserakan dan bahasa kurang jelas
Cerita gaje tapi hasil karya sendiri
Ini pasti membosankan tapi jangan lupa tinggalkan komentar
Kiss kiss
.
..
.
.

“ Kau membuntutiku lagi?” Kyuhyun menoleh dengan tatapan dingin.
“ Tidak. Aku kebetulan ada di sekitar sini dan melihatmu. ‘ Kyuhyun manggut-manggut ketika mendapat jawaban itu. “ Lalu—“ Kyuhyun kembali menoleh. “ Apa yang ingin kau buang?’
“ Oh—kau mau? Makanlah. Aku pikir kau lebih kurus daripada aku. Sebenarnya siapa yang pengemis disini?’
“ Kyunnie—“ pria itu terlihat tak suka. Kyuhyun tersenyum tipis . Jae hyun masih memperhatikanya.
“ Wae? Apa aku masih terlihat mempesona? Bukankah kau sudah punya istri yang cantik ?”
“ Sudah lama kita tidak bicara normal seperti ini.” Kyuhyun langsung menoleh tapi Jae dengan santai memakan bungkusan yang di berikan Kyuhyun. “ Tak ada yang lebih baik dari hari ini—‘ cicitnya.
Kyuhyun berusaha tak terbawa suasana dan tersenyum kecil. Dia mengambil kaleng jus dan menengguknya. “ Ahh—benar juga. Sudah lama kita tak pernah kemari dan menikmati sungai. Jae kau ingat penjual ddeokbokki di dekat sekolah kita?’ Jae menghentikan makannya. “ Dia sudah meninggal satu bulan yang lalu. Padahal aku sangat menyukai masakan buatanya.”
“ Kau selalalu menambah porsi makanmu.” Kyuhyun melirik sinis lalu tertawa ketika melihat Jae terdiam. “ ternyata kau masih tetap tak suka di katakan gendut?’
“ Yah!! Manusia mana yang mau di katakan gedut? Aneh!!’’
Susana kembali hening. Jae masih menikmati makannya. “ kau tak ada kerjaan? Bila kau sibuk pergilah aku masih ingin disini.”
“Menunggu bukan bagian dari perkerjaan.”
“Kau selalu saja bilang seperti itu. Sudah;ah!!habiskan makananmu lalu antar aku ke kafeku.” Kyuhyun menghabiskan jusnya .
******

Kyuhyun merebahkan kepalanya di meja makan sambil menatap Hyukjae menhabiskan makan malamnya.
“ Hyung—“
“ Hum? Wae?’
“ Kapan hidup ini akan merasa lelah mempermainkanku?”
“ Apa kau tidak tahu diri bila kau bertanya seperti itu lawan bicaramu akan merasa lelah untuk menjawab?’
Kyuhyun mengkat kepalanya lalu menghabiskan kaleng bir yang baru di bukanya. “Iya juga. Tak perpikir olehku.”
Hyukjae menaruh sumpitnya dan menatap sahabtnya.” Apa apa? Bukan tadi kau keluar ingin menemui pria itu tapi kenapa dia sampai datang ke kafe.” Tanya Hyukjae. Kyuhyun tersenyum. “ Aku bertanya padamu?’
“ Aku melihatnya mencium seorang wanita di depan kantornya.” Hyukjae langsung terpaku. “karn aitu aku langsung pergi—“
“ Tunggu sebentar—jadi apa hubungan kalian sebenarnya? Maksudku?’
“ Aku juga tidak tahu.” Kyuhyun tersenyum lalu menengguk minumanya sampai habis.
“ Dia mempermainkanmu? Ya Tuhan!!” hyukjae mengangguk kepalanya yang tak gatal.
Hyukjae geram dan langsung berdiri, “ mau kemana Hyung?” Kyuhyun menahan pria itu pergi.
“ Tentu saja membunuhnya. Apa lagi? Berani-berninya dia mempermainkanmu. Aku tak akan diam saja seperti kau di sakiti Jae hyun.’’
“Tidak ada yang bisa kau lakukan untukku,hyung.” Hyukjae pun kembali duduk dan menatap temanya.
“ Aku bisa memukulnya. Tak perduli bila dia akan mempenjarakanku.”
“ Hyung—“ rengeknya.
“ Apa yang harus aku lakukan denganmu?Huh?” Kyuhyun menundukan wajah. “ harusnya aku tak menyakinkanmu untuk memulai dengan dia bila dia—sama-sama iblisnya dengan—ahh” hyukjae mengoyang-goyangkan pundah temanya dengan pelan tapi Kyuhyun hanya diam. “ Ah, ini benar-benar membuatku gila.” Kyuhyun hanya tersenyum kecil .
******

Kyuhyun berusaha menghindar sebisa mungkin. Selama satu minggu ini dia berhasil menghindari pria berlesung pipi itu. Bahkan dia sampai menghanti nomer ponselnya agar tak di ributkan oleh suara ponsel yang terus berdering. Kafe hari ini begitu ramai dengan pengunjung. Kyuhyun sampai tak bisa berhenti bergerak kesana- kemari. Tiba-tiba—
“ Apa yang kau lakukan disini?”
Pria berjas hitam itu menatap tajam dengan kedua tangan di saku celana. Semua orang yang ada di situ sontak minggir dan menatap ke arah mereka berdua.
“ Bagaimana kau bisa masuk kesini? Ini khusus kariawan. Lihat mereka sampi berhenti aktifitas.”
Siwon tak bergeming dia masih menatap dengan pandangan yang sulit di tebak. Alis mata itu menjadi satu dengan mata yang tajam. “ Aku punya saham di sini .”
“ Kafe sedang ramai. Bila kau terus disini kami tak bisa bekerja. Bagaimana bos tahu? Dia akan memecatku.” Keluhnya.
“ Kenapa kau menghindariku beberapa hari ini? Dan kau—bagaimana hari itu kau tidak datang?” ucap Siwon dengan kesal.
“ Okey—okey tapi tidak sekarang. Kau bisa lakukan nanti.” Siwon masih terdiam. “lihatlah!! Mereka tak bisa bekerja.”
“ Tarawa!!” SIWON MENARIK Kyuhyun keluar dari dapur dannaik ke lantai dua. Tanpa mengetuk pintu Siwon langsung masuk ke tempat kerja Changmin. “ Kaluarlah!! Aku pinjam tempatmu.”
“ Kenapa kau begitu seenaknya Siwon?’ Changmin berdiri dan meninggalkan rungan itu dengan membanting pintunya.
Siwon melipat tanga di dada dan menatap Kyuhyun dengan datar. Pria manis itu hanya menghela nafas tanpa bicara satu patah pun.
“ Bicaralah!!” perintah Siwon.
“ Apa yang harus aku ucapkan?’ tanya balik Kyuhyun.
“ Bukan kau berhutang penjelasan denganku. Kyu—“ Siwon berjalan mendekati Kyuhyun dan menghimpitnya ke dinding. Dia mengurung dengan kedua tangannya. “Baiklah! Bila kau tak ingin bicara biar aku yang akan bicara sekarang—“ bisik Siwon lalu berlahan mendekatkan wajahnya. Bibir itu sedkit membuka dan mengcup bibirr plum Kyuhyun dengan lembut. Kyuhyun hanya terdiam dengan kedua tangan yanga mengepal kuat. Siwon begitu lihat menciumnya.
Drrtt—drttt
Siwon mengumpat kesal ketika ponselnya tidak berhenti berdering. Kyuhyun mengambil nafas lega dengan wajah seperti kepiting rebus. Dia mengigit bibirnya ketika Siwon sibuk melihat ponselnya.
“ Ahh—kenapa harus menganggu di saat penting seperti ini?’umpatnya. Siwon kembali measukan ponselnya da membelai wajah Kyuhyun dengan lembut. “ Mianhae—kita lanjutkan bicara nanti saja. Aku akan menjemputmu pulang kerja.” Siwon membersihkan bibir Kyuhyun dan memberikan kecupan di kening Kyuhyun. “ Jangan coba menghindar lagi. Arraseo?” Siwon menyisihkan anak-anak rambut yang menutupi wajah cantik Kyuhyun dengan lembut sebelum pria berlesung pipi itu meninggalkan ruangan Changmin.
Kyuhyun menarik nafas dalam ketika pria itu benar-benar hilang dari hadapanya. Dia memejamkan mata sebentar sebelum berjalan keluar.
“ Kau sudah selesai?’ Changmin yang baru datang langsung melontarkan pertanyaan.
“ Ah—ye. Mianhae…” Kyuhyun membungkuk.
“ Itu bukan salahmu. Siwon memang seperti itu. Seenaknya. Tapi dia pria baik. Kembali bekerja.” Kyuhyun tak menjawab hanya kembali membungkuk dan keluar rungan bosnya. Sekali lagi jarinya menyentuh bibirnya. Ini bukan pertama kali Siwon menyentuh bibirnya namun semakin hari ciuman itu semakin hangat dan memabukkan. Dia menggelangkan kepala ketika mengingat wanita itu mencium Siwon di depan tempat kerjanya.
“ Dia memang playboy sejati. Harusnya aku tak membiarkannya.” Dia kembali berjalan dengan perasaan yang campur aduk.
*******

Kyuhyun hanya terdiam di tempat sambil menatap Siwon yang berjalan ke dapur untuk membuatkan susu hangat. Siwon kembali menarik Kyuhyun untuk duduk dan memberikan gelas itu.
“Minumlah dulu.” Kyuhyun pun menurut. Sejak tadi pria manis itu hanya diam dan menuruti semua apa yang di perintahkan Siwon. “ Sebentar lagi mungin pesanan makana akan datang. Kau belum lapar kan?” Kyuhyun menaruh gelas itu di meja dan menatap Siwon.
“ Bukan kau ingin bicara? Bicaralah aku harus pulang.”
Siwon menata duduknya lebih nyaman dan membalas tatapan Kyuhyun dengan hangat.” Kita bicara sambil makan saja. Ahh—aku sudah lapar sejak tadi siang belum ada sesuatu yang masuk dalam perutku.’rengeknya. “ Aku akan mandi dulu. Bila pesanananya datang tolong bayarkan ya!!” Siwon memberikan dompetnya lalu berdiri dan berjalan menuju kamar. Kyuhyun hanya terdiam melihat pria itu pergi tanpa melontarkan protes. Dia mengusap wajahnya dengan kasar. Bukan rencananya dia hanya sebentar namun tetap saja dia terperangkap disini.
Beberapa kali Kyuhyun harus membukakan pintu. Siwon memesan banyak makanan dan semua kesukaanya.
“ apa sudah datang?” Siwon mengusap rambutnya dengan handuk. Dia duduk di samping sambil menatap Kyuhyun yang terdiam memainkan ponselnya.
“ Kenapa menatapku?” Kyuhyun menaruh ponselnya. “ Cepat katakan!! Aku harus segera pulang.”
“ Kau—“belum selesai Siwon bicara bel rumah terdenar lagi. “ Tunggu sebentar—“ Siwon menaruh handuknya lalu segera membuka pintu.
“ Oppa—“ tiba-tiba seorang wanita langsung menghamburkan pelukan. Kyuhyun yang penasaran dia pun berjalan mengikuti.
“ Apa yang kamu lakukan di sini?” Siwon mendorong wanita itu untuk menjahui dirinya. Siwon menoleh kebelakang.
“ Sepertinya kau ada tamu penting. Kita bicara lain kali saja.” Kyuhyun kembali ke dalam untuk mengambil tasnya ketika Siwon ingin menyusul wanita itu menahanya.
“ siapa dia oppa?” tanyanya.
“ Itu bukan urusanmu.”
“ Oppa bagaimana pun aku adalah tunanganmu.” Kyuhyun berhenti ketika mendengar wanita itu berteriak. “ Yah!! Kenapa kau hanya berdiri disana? Cepat pergi!! Mengnggu saja.”
“ Mianhae—“ Kyuhyun kembali berjalan dengan wajah yang menunduk tapi ketika melintasi Siwon, pria itu menahannya. “ Lepaskan!!”
“ Kita belum selesai bicara.” Jawabnya.
“ Apa yang ingin kalian bicarakan? Jangan buat aku salah paham.” Teriak wanita itu.
“ Yah!! Park Hye Ji—“
“ Wae?’wanita itu semakin kesal. Kyuhyun berusaha melepaskan tangan Siwon namun pria itu masih mengggem erat tangannya.

TBC
Pendek ya?? Semoga part depan lebih panjang
Jangan lupa tinggalkan komen dan like ya..
Kiss kiss… ^_^
Semoga bisa cepat post tentang kamu juga.

Posted in BL, Family, wonkyu

“????”

“????”

Cast  : Siwon, Kyuhyun

Genre : Family

Rate  : T
***WonKyu***


“Eunghh” suara erangan pun mengalun dari bibir plum seorang namja berwajah manis. Mata nya yang sejak tadi terpejam mulai terbuka, menyesuaikan dengan bias cahaya. Dengan sedikit malas, ia pun berusaha menggapai telepon genggam nya demi memastikan suatu hal. Swing~~~