Posted in Angst, Drama, Family, Genderswitch, Romance, Sad, Series, Uncategorized, wonkyu, WonKyu Story

Love Story – Mianhae Jongmal Mianhae 2

Love Story – Mianhae Jongmal Mianhae 2
Autor : Cat meonks
Cats : Cho Kyuhyun(GS), choi Siwon dll
Warning : Typo berserakan dan bahasa kurang jelas
Cerita gaje tapi hasil karya sendiri
Ini pasti membosankan tapi jangan lupa tinggalkan komentar
Kiss kiss
.
.
.
.

Hampir satu minggu Kyuhyun tak keluar kamar. Napsu makanya pun sudah berubah drastis lagi. Orang tuanya cukup khawatir. Siwon berusaha menghubunginya bahkan sampai datang ke rumahnya. Choi Hangeng yang masih kesal melontarkan pukulan bertubi-tubi pada pria itu. Dia begitu marah karna kehilangan keceriaan putri satu-satunya. Siwon pun hanya diam tak melawan. Kalau saja nyonya Cho tidak datang mungkin Siwon sudah mati. Kamis ini Kyuhyun ada janji dengan dokter kandungan jadi tetpaksa dia keluar kamar dan pergi dengan supir. Untuk pertama kali Kyuhyun meminta foto kandunganya. Dia tersenyum kecil sambil berjalan keluar ruangan.

“Siwon apa yang kamu lakukan di sini?” Kyuhyun terkejut dan langsung menyimpan foto yang dia genggam. “Apa yang kau lakukan di sini?”

“ Kenapa kau gugup?’

“ Aku tidak gugup.”

“Kenapa tak pernah menbalas pesanku?”

“Karna aku tak ingin membalasnya.” Kyuhyun hendak berjalan.

“Bagaimana ke adaanya?”

Deg!! Jantung Kyuhyun seakan ingin meledak. Dia menoleh dengan wajah penuh kekewatiran.

“Aku baik-baik saja.”

“Bukan…walau aku juga ingin tahu bagaimana ke adaanmu tapi juga ingin tahu bagaimana ke adaanya?? Bukan aku juga berhak tahu.” Kyuhyun memeluk perutnya dengan wajah ketakutan “Aku pikir dengan pura-pura tidak tahuakan membuatnya nyaman bertemu denganku. Tapi tetap saja kau jaga jarak denganku. Aku tak tahan…aku juga ingin tahu bagaimana dia?” Kyuhyun berjalan mundur dengan wajah kebinggungan. Wanita itu langsung berlari. Siwon berusaha mengejarnya dan menarik pergelangan tangan Kyuhyun.

“Lepaskan!! Jeball!! Jeball!!” dia menangis tersedu-sedu. “Aku tak akan meminta apa pun. Ku mohon lepaskan aku…” wajahnya memelas dengan air mata bercucuran.

” Bagaimana aku bisa melepasmu kalau dalam perutmu ada anakku…?”

“Dia bukan anakmu… Dia bukan anakmu…”

“Lalu anak siapa? CHANGMIN…PRIA CHINA ITU…”

PLAASSSS!!!

Siwon menyentuh pipinya. Dia tersenyum. “Dia anakku.” jawab Kyuhyun.

Siwon menarik Kyuhyun untuk masuk ke dalam mobilnya. Wanita itu terus memberontak tapi Siwon tetap memaksanya. Dia terus menggemgam tangan Kyuhyun sambil mengemudikan mobilnya.

“Siwon lepaskan!! Apa kau sudah gila?? SIWON!!” namun pria berlesung pipi itu tak perduli. Dia masih fokus menyetir.

Kyuhyun hanya terdiam menatap semua makanan di meja makan. Siwon pun kembali dengan semangkuk sup ayam.

“Makanlah!” Siwon mengambilkan supnya dan beberapa lauk di piring Kyuhyun. Wanita cantik itu menoleh dan melihat memar-memar di wajah Siwon.

“Apa ayahku pelakuknya?” Kyuhyun mengangkat tanganya dan menyentuh memar di pipi Siwon. “Kenapa tak melawan? Bukan ini sudah keterlaluan?”

Siwon tersenyum kecil dan menyentuh telapak tangan Kyuhyun yang membelai wajahnya. “Aku pantas menerimanya. Ini tak seberapa dengan rasa sakitmu.” jawabnya. “Dokter bilang, kau susah sekali makan. Jadi aku buatkan semua makanan kesukaanmu. Aku tak tahu kau ingin makan apa. Jadi…”

Kyuhyun langsung menarik tanganya dan kembali fokus dengan makananya. Siwon tersenyum kecil lalu mendekatkan wajahnya. “Bolehkah aku menyentuhnya?” Kyuhyun kembali menoleh dan jarak wajah mereka begitu dekat. “Boleh?” tangan Siwon sudah menyentuh perut Kyuhyun dan membelainya dengan lembut. Kyuhyun masih memaku dan dengan lancangnya Siwon mengecup bibir plum itu. Kyuhyun langsung berdiri dengan wajah gugup. Dia kembali terhipnotis. “Wae?”

“Aku ingin pulang .”

Siwon berdiri dan Kyuhyun langsung nenjaga jarak. “Nanti. Setelah kau habiskan makananmu.” siwon berjalan mendekat.

“Tidak. Aku ingin pulang sekarang.”

“Baby…”

“Aku bukan mainanmu. Jangan panggil aku baby…”

“Siapa yang ingin menjadikan mainan? Kyu…kau tahu aku mencintaimu dan semua ini adalah kesalahpaham saja bukan. Kenapa tak bisa memaafkanku? Kau tahu bukan alasanku… Dia sebatang kara.”

“Arra. Aku mengerti karna itu dia lebih membutuhkanmu bukan sedangkan aku tidak. Anak ini adalah anakku. Bukan sejak awal aku sudah tegaskan bila aku hamil pun anak ini akan bermarga Cho.”

“Persetan dengan itu. Aku menginginkan kalian berdua. Jadi aku tidak berduli dengan marga atau apa pun. Aku ingin kau…dan dia.” Kyuhyun terdiam. “Kyu…aku tahu kita masih memiliki perasaan yang sama. Bilang padaku bila ciumanan tadi tidak ada artinya buatmu? Bagaimana malam panjang yang kita lalui malam itu? Itu bukan fantasiku saja bukan. Baby…”

“Sudah aku bilang itu hanya kekilafan saja. Kesalahan besar yang aku buat dan dengan bodohnya aku..aku membiarkan kau menyentuhku lagi.”

“Karna kau mencintaiku…”

“Tidak. Itu tidak benar. Aku sudah mengahapus rasa cintaku setelah melihat kalian berdua hari itu.”

“Baby…”

“Jangan ganggun aku dan calon anakku lagi. Ku mohon!!” Kyuhyun berlutut di hadapan Siwon.

Siwon mengusap wajahnya kasar lalu menarik Kyuhyun dan memeluknya. “Aku yang seharusnya berlutut. Bukan kau…”

“Tidak ada yang bisa aku lakukan lagi. Aku ingin anak ini. Aku sudah pernah hampir kehilangan dia.” Kyuhyun menangis.

“Kenapa kita tidak bisa bersama lagi? Aku mencintaimu Kyu…”

“Karna kau sudah menghianatiku.”

Siwon melepaskan pelukannya. “Baiklah! Aku tidak akan memaksamu sekarang. Aku akan menunggumu sampai kau menerimaku. Aku akan terus datang ke rumahmu sampai kau menerima dan memaafkanku.”

“Kau cari mati. Appa tak akan melepaskanmu…”

“Aku tahu dan aku tidak akan perduli.”

“Kau ingin appaku menjadi pembunuh.”

“Aku akan menulis surat wasiat bila aku rela menyerahkan nyawaku sendiri.”

“Kau gila!!”

“Iya. Sejak aku mengenalmu.”

“Pabbo. Jangan membodohiku lagi. Aku tak akan termakan rayuanmu.”

“Terserah. Aku akan melakukan apa pun asal kau memaafkanku dan kembali padaku.”

Kyuhyun hanya terdiam dengan ucapan Siwon. Dia takut mempercayainya tapi dia tak ingin Siwon terluka.

******

Siwon tersenyum ketika berjalan masuk ke dalam rumahnya. Nyonya Choi sedang menyiapkan sarapan pagi. Siwon langsung melabuhkannpelukan.

“Good morning,mom.”

Sungmin sedikit terkejut. “Tumben anakku ingat pulang.”

“I miss you,mom.” Siwon mengecup pipi ibunya lalu duduk di salah satu kursi.

“Ya Tuhan!! Apa Hangeng pelakukanya?”Siwon hanya tersenyum melihat ibunya khawatir. “Apa ini
tidak keterlaluan? Kenapa tidak melawan saja?”

“Dia juga bilang begitu.”

“Huh?” Sungmin kebinggungan.

“Sudahlah umma. Ini tak seberapa…”

“Tak seberapa katamu. Akan umma laporkan ke kantor polisi. Dia juga perlu tahu bagaimana kekuatan keluarga Choi…”

“Umma…Bila kau memang punya kemampuan itu kembalikan saja Kyuhyun padaku.”

“Anak bodoh.” Sungmin memukul kepala putranya.

“Bukan umma sendiri yang memintaku untuk mencintai istriku. Aku sudah mencintainya dan sekarang dia pergi.”

“Salahmu sendiri kenapa menyakiti dia? Umma malu setengah mati karna perbuatanmu.” Sungmin mengambilkan nasi dan beberapa lauk untuk putranya.

“Karna itu…bantu aku mendapatkanya atau kau akan kehilangan putramu….”

“Yah!!” Sungmin geram dan memukul kepala anaknya lagi. “Kemarin kau menolak dan sekarang merengek. Otakmu itu sempit seperti appamu.”

“Umma…ayolah!! Aku benar-benar akan jadi suami dan ayah yang bertanggung jawab.” Sungmin langsung menoleh dengan expresi terkejut. “Kyuhyun hamil…”

“Mwo?”

“Umma akan jadi nenek.”

“Jinjja?” Siwon mengangguk. “Bagaimana? Ah…Heachul tak bilang padaku. Siwon…”

“Aku rasa Tuhan begitu adil denganku…” Siwon tersenyum dan memakan sarapanya. Sungmin hanya menghela nafas. “Aku bahkan berpikir akan mendapat kabar itu satu sampai dua bulan lagi ternyata…dia sudah hamil.”

“Maksudmu? Apa otakmu hilang?”

“Umma…bila kau sayang padaku. Lakukan apa yang harus kau lakukan karnanaku sudah melakukan tendangan pertama.”

“Otakmu sama-sama dungu seperti appamu.”

“Umma…”

“Jangan merengek seperti bayi. Umma sedang berpikir.”Siwon terdiam. “Salahmu sendiri. Umma tak akan salah memilihkan calon istri untukmu. Kau pikir ini untuk bisnis semata.”

“Mianhae umma…aku tahu umma menyayangiku.”dia memeluk ibunya dengan manja.

“Ah..kenapa aku punya anak bodoh sepertimu? Kau mempertaruhkan persahabatanku dengan Heachul.”

“Mianhae umma…kali ini aku akan serius.”

“TERLAMBAT BODOH. Kau tak tahu bagaimana sikap keras kepala Hangeng.” Sungmin melipat tangan di dada.

“Kenapa umma tak cari kelemahanya?”

“Kelemahanya adalah putri dan istrinya.”

Sungmin tersenyum melihat putranya. Dia berdiri lalu mengambil ponselnya. Siwon tersenyum. Dia tahu ibunya pasti bisa menemukan cara untuk mendapatnya. Dia melahap sarapanya sambil tersenyum bangga. Kadang uang bisa membeli segalanya walau kebahagian itu bukan hanya uang. Tapi uang bisa bicara ketika kita membutuhkanya.

*****

From : Wonnie
“Hari ini kau ingin makan apa? Biar aku bawakan.”

Kyuhyun tersenyum bahagia ketika mendapat pesan singkat itu. Dia memeluk ponselnya dengan wajah hang berseri-seri. Dia berharap itu bukan kebohongan saja. Dia berdiri dan memilih baju yang cocok. Dia kembali mepora-porandakan kamarnya. Dres putih dengan gernelap bunga di bajunya. Dia urai rambut panjangnya dan sedkit mengoleskan lipstik. Dia turun ke bawa karna ayahnya sedang ada perjalanan bisnis ke China jadi Siwon tak akan di pukuli.

Ting tong..

Kyuhyun berhenti di meja makan dan membiarkan pelayan membukan pintunya.

“Sayang…kau cantik sekali hari ini.” Heachul terkejut melihat putrinya terlihat cantik pagi ini.

“Nona ada kiriman bunga untuk Anda.” ucap pelayan itu.

“Sepagi ini. Siapa pengirimnya?” Heachul penasaran.

Kyuhyun langsung merebut bunga mawar merah itu dan menciuminya. Dia membaca note yang di selipkan di bunga itu.

“Untuk sahabatku. Maaf beberapa hari ini aku sibuk. Ini tanda permintan maafku. Changmin.”

Kyuhyun menarik nafas dalam lalu membanting bunga itu di meja begitu saja. Dia kembali ke kamar dengan wajah cemberut.

“Ada apa dengan dia?” Heachul melihat note yang di bungan putrinya. “Changmin…” Heachul hanya mengelengkan kepala. Tak lama pelayan membawa satu bingkisan lagi. “Siapa lagi?”

“Kiriman dari tuan Siwon nyonya.” Heachul langsung melirik ke atas. Dia tersenyum lalu menerima bingkisan itu dan satu mawar putih.

“Antarkan ke atas.”

“Baik.” pelayan itu pun membawa bingkisan itu ke atas. Heachul pun duduk dan tersenyum.

Tok..tok…

“Aku tidak mau makan.” teriak Kyuhyun dari dalam
.

“Nona saya hanya mengatarkan bingkisan dari Tuan Siwon.”

Pintu kamar langsung terbuka dan menampakan wajah Kyuhyun. Dia langsung mengambilnya dan menutup pintunya kembali.

“Kau tidak membalas pesanku. Jadi aku hanya membuatkan spagetty saja. Selamat makan istriku dan calon anakku. I love you.” Kyuhyun kegirangan. Dia meneluk guling sambil menciuminya. Dia kembali seperti remaja yang jatuh cinta.

“Jadi itu yang membuatmu bahagia sayang…” Kyuhyun langsung bangun dan menatap ibunya yang berdiri dengan vas kristal. “Umma bawakan vas. Tapi jika kau perlu…”wanita cantik itu berjalan mendekati putrinya. “Hanya spagetty sudah membuat putriku seperti anak remaja tujuh belas tahun… Wahh debbak!! Ternyata pesona Choi Siwon belum lepas?”

“Umma…” rengeknya.

Heachul mengambil mawar putih itu dan menaruhnya di vas. Dia duduk di samping putrinya. “Umma dan appa sempat khawatir karna melihatmu aneh beberapa hari ini. Kau bahkan tak keluar kamar ketika appa memukuli Siwon.” Kyuhyun memplout bibirnya.”Jadi kau masih mencintainya?”

“Umma…”

“Wae? Sejak tadi kau hanya merajuk. Umma bertanya apa kau masih mencintainya?”

“Umma…” kali ini Kyuhyun menarik-menarik lengan baju ibunya. “Jangan tanya seperti itu. Aku malu…”

“Malu?? Sejak kapan Cho Kyuhyun punya urat malu?”

“Umma…”sentak Kyuhyun lalu merebahkan tubuhnya lagi. Heachul tersenyum kecil membelai rambut anaknya dengan sayang. “Umma…apa Siwon bisa di percaya?” Heachul memperhatikan wajah putrinya. “Aku takut dia hanya berbohong padaku.”Kyu memejamkan mata. ” Kemarin aku mulai percaya padanya tapi dia menghianatiku. Aku jadi takut mempercayainya lagi.”

“Bagiamana dengan hati kecilmu?” Kyuhyun memplout bibirnya. “Bukan kau sudah dengar sendiri kalau semua itu salah paham. Siwon tidak berselingkuh tapi hanya membantu wanita itu. Ya..walau wanita itu bekas kekasihnya. Kalau menutut pendapat umma,sejak pertama kali melihatnya dia adalah pria baik dan sopan.”

“Baik apa ya.” dia kembali duduk dan bersila menghadap ibunya. “Dia itu menyebalkan umma. Dia…tak pernah baik padaku. Bahkan ketika membelikan sesuatu dia selalu meminta imbalan.”

“Jinjja? Wah…dan putriku dengan senang hati memberikan cintanya.”

“Umma kenapa kembali meledekku?”

“Ada tamu. Kau tak ingin melihat siapa yang datang?” Kyuhyun mengelengkan kepala. “Bagaimana kalau Siwon?”

“Appa tak ada di rumah jadi biarkan saja.” Kyuhyun kembali merebahkan tubuhnya.Heachul hanya tersenyum lalu bergegas berdiri. Dia berjalan menuruni anak tangga dan terlihat Siwon menundukan badanya.

“Ada apa lagi Siwon?” tanya Heachul dengan dana sinis.

“Mianhae mengganggu umma sepagi ini.”

“Bukan setiap hari seperti ini.” Siwon tersenyum kecil. “Untung suamiku sedang tidak ada. Jadi kau aman.”

Telihat dari belakang Kyuhyun berjalan dengan santainya. Siwon tersenyum tapi wanita itu mengabaikanya. Kyuhyun menghampiri bunga yang tadi di buang begitu saja lalu menciuminya.

“Wahh… Romantis sekali sahabatku sampai memberikan bunga sebesar ini.” dia sedikit melirik Siwon. “Umma kenapa tak memanggilku. Aku harus mencari vas buang yang besar.” dia pura-pura mencari vas. Heachul hanya mengelangkan kepala lalu pergi tak memperdulikan mereka berdua.

“Kau sudah makan? Aku tak tahu kau ingin makan apa?”

“Untuk apa kau kemari?”

“Hanya untuk melihat senyumu saja.”

“Cih!! Ini masih pagi…”

“Apa kau sudah makan?”

“Aku sudah membuangnya.” ketusnya.

“Satu minggu ini aku ada perjalanan bisnis karna itu aku ingin melihatmu dan dia. Aku pasti akan merindukanmu karna itu aku kemari sebelum pergi. Jujur aku ingin sekali mengajakmu tapi kau belum bisa melakukan perjalanan dengan pesawat.” ruwat wajah Kyuhyun berubah drastis. “Kau harus makan dengan baik. Bila ada apa-apa segera hubungi aku.” Siwon mendekat dan meraih dua tangan Kyuhyun yang lemas. Pria itu mengecup kening Kyuhyun. “Nanti malam aku berangkat.” dia berlutut dan menempelkan wajahnya di perut Kyu. “Jangan rewel dan jaga ibumu. Jangan suka pilih-pilih makanan seperti ibumu. Arra…” Siwon mengecupnya sebelum berdiri. Mereka saling menatap cukup lama. “Saranghae…”

“Untuk siapa?”

“Tentu saja untuk kalian berdua.”

“Kalau begitu pergi sana. Aku muak dan ingin tidur.”

“Apa sedang tak enak badan? Bagaimana kalau kita ke dokter dulu?”

“Tidak usah. Kau pulang saja.” Kyuhyun pun pergi meninggalkan Siwon. Padahal pria berlesung pipi itu ingin berdua lebih lama. Jujur dia semakin tak bisa lepas dari choi Kyuhyun. Apalagi sejak tahu dia hamil. Siwon berjalan menyusul dan meriah pergelangan tangan Kyuhyun.

“Bantu aku mengepak baju.”

“Kau pikir aku pembantumu?” Siwon tidak perduli langsung menarik Kyuhyun dan wanita cantik itu dengan senang hati di tarik olehnya.

*******

“Jadi kau yang memenangkan lelang itu?” Sungmin mengangguk dan Heachul masih terpukau dengan berlian di tangannya. “Debbak!! Ini mencapai seratus juta dolar lebih. Apa Kangin tak memarahimu?” Sungmin mengelengkan kepala. “Ah.. Andai Hannie juga seperti itu. Dia bilang untuk apa kau membeli barang-barang sebanyak itu.” keluhnya.

“Ambilah!!” Heachul terdiam. “Ambilah!! Aku sengaja membelinya untukmu.”

“Minnie ini bukan barang murah dan untuk mendapatkanya pun susah.”

“Tak ada yang lebih berharga selain persahabatan kita….” Sungmin tersenyum. ” ….dan tentunya putraku…”lanjutnya dalam hati.

“Kau nyakin? Minnie ini langka bukan? Kalau bukan karna tas mahal kemarin aku juga pasti akan ikut pelelangan itu.” dia menyesap kopi pesanannya.

“Kalau begitu ambilah… Aku tahu kau begitu menginginkanya. Chullie…kita bersahabat bukan satu tahun dua tahun. Sejak kecil kita selalu berbagi apa pun.”

“Kecuali kekasih.” merek tertawa.

“Aku tak ingin hanya karna masalah Siwon dan Kyuhyun kita terpisah. Bagaimana pun…”

“Aku tahu. Hannie juga tak akan memutuskan kerja sama begitu saja Minnie.”

“Bukan masalah kerja sama tapi ikatan keluarga kita. Bukan kita berjanji tak hanya lima tahun kita bekerja sama tapi puluhan tahun. Ketika itu aku benar-benar bahagia bisa mewujudkan mimpi kita. Ini semua salah Siwon… Harusnya…”

“Minnie…Siwon tak benar-benar bersalah. Bukan semua sudah tahu ini salah paham. Siwon hanya kasihan dengan wanita itu. ”

“Tapi seharusnya dia berkata jujur dengan Kyunnie bukan separti ini. Aku sudah terlanjur menyanyainya…”Heachul memeluk teman baiknya. “Pasti Hangeng membenci putraku…dia bodoh seperti ayahnya.”

“Minnie…”Sungmin melepas pelukanya dan menghapus air matanya. Ini di antara ketulusan dan peran mengambil simpati. Jujur dia benar-benar sedih karna hampir kehilangan sahabat. Hangeng melarang istrinya bertemu dengan Sungmin ketika itu. “Kyuhyun masih mencintai Siwon…”

“Mwo?” Sungmin benar-benar terkejut. “Apa yang kau bicarakan? Benar…Kyu masih mencintai Siwon?” Heachul mengangguk dan Sungmin tersenyum bahagia. “Jadi…”

“Tinggal bagaimana Hannie. Dia tetap bersikukuh memutuskan kotrak kerja dengan perusahaan kalian dan tentunya soal perceraian itu.”

“Chullie…ini juga demi kebahagian anak-anak kita. Siwon juga mencintai Kyunnie…”Heachul hanya terdiam ketika Sungmin berusaha membujuknya.

*******

 

Kyuhyun hanya duduk di ranjang ketika Siwon mengepak bajunya. Dia melontarkan berbagai argumen dan pria itu menuruti apa pun yang di perintahkan istrinya.

“Dasi itu begitu norak dan kampungan.” komentarnya dengan sinis.

“Agnes yang membelikanya. Apa ini tidak sesuai dengan stelan jas yang kau pilih?” jawab Siwon dengan santai. Kyuhyun langsung diam dan tutun dari ranjang. “Hai..mau kemana?” Siwon menahan Kyuhyun untuk pergi.

“Tentu saja pulang.”

“Aku belum selesai. Nanti aku antar pulang. Kau cemburu aku masih menyimpan pemberian Agnes?”

“Ani. Itu bukan urusanku…kau masih menyimpanya,mencintainya, atau menikahinya. Itu bukan urusanku…”

“Lalu kenapa kau pergi?”

“Karna aku tidak mau jadi perusak rumah tangga orang. Harusnya kau memintanya datang.”

“Itu yang ku rasakan tadi. Kau membuang pemberianku dan menyukai memberian Changmin.” Kyuhyun melemparkan tatapan membunuh. “Wae? Kau kesal.” Siwon berkaca pinggang.”Aku masih menjadi suami sahmu dan kau dengan wajah bahagia menerima bunga dari pria lain.” Kyuhyun tak perduli lalu kembali berjalan. Siwon kembali menarik tanganya. ” Dengarkan aku bicara..” sentaknya.

“Kau.. apa yang kau lakukan sekarang? Kau berani membentakku?”

“Aku sudah bilang padaku jangan sering bertemu dengan Changmin walau dalam istilah teman.”

“Apa hakmu? Jangan kau pikir aku sudah berdamai denganmu.” Siwon langsung mencakup wajah Kyuhyun ketika wanita itu membalas teriaknya.

“Okay! Mianhae. Aku bersalah.”

“Kau pikir dengan berkata maaf semua akan baik-baik saja.

“Tidak.” Siwon mengecup bibir itu sesaat. “Kita pergi makan di luar. Bagaimana? Aku akan menuruti semua keinginanmu. Apa pun?”

“APA PUN?” Siwon mengangguk lalu dengan santai Kyuhyun meraih tasnya dan menarik Siwon keluar. Siwon hanya tersenyum kecil. Di tahu pasti ada kabar buruk pada dompetnya.

******

 

“Kau lelah?” Kyuhyun mengangguk dengan mata setengah terpejam. “Kita pulang sekarang ya?” Kyuhyun mengelengkan kepala. “Mobil kita sudah tidak cukup sayang…”

Kyuhyun membuka matanya dan memplout bibirnya. “Tapi aku masih ingin jalan-jalan.”ucapnya.

“Sepulang dari Paris akan aku ajak kau jalan-jalan lagi. Tapi sekarang kau harus istirahat. Okey!”

“Aku ikut!! Sudah lama aku tak kesana.” wajahnya berbiar-binar.

“Jangan. Kau masih hamil muda belum aman melakukan perjalanan.”

“Bilang saja kalau aku merepotkan. Sudah kita pulang saja. Aku tak jadi ambil barang-barang itu.”

“Sayang…”siwon membelai rambut Kyuhyun. “Lalu harus aku apakan semua ini bila kau tak mengambilnya?”

“Terserah. Sudah aku mau pulang.”

“Bagaimana kalau kita pergi ke suatu tempat lagi? Kalau ingin belanja lagi. Akan aku turuti. Kau ingin apa?”

“Aku sudah tidak mood belanja lagi. Kau membuat seleraku hilang. Cepat jalankan mobilnya.”

Siwon menghela nafas lalu mulai menyalakan mobilnya. Kyuhyun masih membuang muka dengan kesal. Siwon memarkirkan mobilnya di dalam dan melihat Kyuhyun sudah tertidur. Dia membelainya dan melepas sambuk pengamanya. Berjalan di mengangkat tubuh itu dan menyuruh beberapa pelayan untuk membawakan barang belanjaanya. Heachul hanya melipat tangan di dada. Siwon melintasi ibu mertunya dan membawa istrinya ke kamar. Dia tersenyum kecil lalu mengecup keningnya cukup lama.

“Kau sudah lebih dari candu. Aku mulai tak bisa lepas darimu. Hingga sampai saat ibu dan ayah bersama. Jaga ibumu baik-baik untuk ayah sayang…” dia membelai pelan perut Kyuhyun. Siwon tersenyum lalu berdiri untuk berpamitan dengan ibu mertunya.

******

 

Kyuhyun berulang kali melihat ponselnya. Menghela nafas lalu kembali berbaring dengan kaki di angkat ke atas. Bibirnya mengumam tak jelas dan terus sana memasukan makanan ringan di mulutnya. Heachul membawa sepotong kue strawberry dan susu untuk putrinya.

“Bukan ini sudah malam kenapa belum tidur? Apa di belum menghubungimu?” dia meletakannnampanya di hadapan Kyuhyun lalu duduk di samping. Kyuhyun membuka mata dengan malas lalu menatap ibunya dengan sinis. “Tebakanku benar?

“Siapa yang menunggunya?” sentaknya lalu berdiri kembali mengonta-ganti chanel TV.

“Oh..jadi benar tak menunggunya?”

“Siapa yang Kyuhyun tunggu?”suara dingin itu membuat dua wanita cantik menoleh ke belakang. Kyuhyun kembali terfokus tapi Heachul berdiri dan memijat pundak suaminya. “Ada yang kalian rahasiakan selama aku pergi ke China?” selidik Hangeng.

TBC

Banyak yang binggung soal sangking lama cerita ini gak di lanjut
Ini sambungan dari

Love story – Karna ku sangggup
Love srory – Me and your
Love srory – Janji
Love srory – Kenangan dan penyesalan

Selamat membaca

Advertisements
Posted in Angst, BL, Romance, Sad, Uncategorized, wonkyu, WonKyu Story

Make A Wish – part 4

Make A Wish – part 4
Autor : Cat meonks
Cats : Cho Kyuhyun, choi Siwon ,Lee Hyukjae dll
BL,Yaoi Mpreg
Warning : Typo berserakan dan bahasa kurang jelas
Cerita gaje tapi hasil karya sendiri
Ini pasti membosankan tapi jangan lupa tinggalkan komentar
Kiss kiss
.
..
.
.

Kyuhyun masih menatap Siwon dengan wajah kesal. Suara gemuruh di luar di abaikan bagai musik menghiasi keheningan mereka.

“ kau akan biarkan dia di luar?” tanya Kyuhyun.

“ Bila dia lelah akan pergi sendiri.”

“ kau begitu buruk memperlakukan wanita terlebih itu tunangannmu. Walau kalian sedang marahan bukan berati kau tak membiarkan dia masuk.”

“ Dia bukan tunangannku.” Kyuhyun terdiam dengan perasaan berkecamuk. “ Dia hanya wanita gila. Aku sudah sering tegasnkan padanya untuk mencari pria lain yang lebih baik dari aku tapi dia masih saja mengejarku. Ketika dia bosan pasti dia akan kembali ke rumahnya. “ Kyuhyun masih membeku. Dia memalingkan wajahnya dan suasana kembali canggung. “ Kami tak pernah memilik hubungan spesial apa pun. Kita hanya teman di masa kecil yang terlalu terobsesi terhadapku itu saja.” Kyuhyun kembali menatap Siwon.

“ Lalu—bagaimana soal ci—ci—ciuman itu?’

Siwon sempat terdiam untuk mencerna ucapan Kyuhyun. “ Oh—itu. Dia selalu melakukan seenaknya. “jawab Siwon. “ Kau melihatnya? Apa karna itu kau pergi?”

“ Ani. Aniya. “batahnya dengan tegas. “Aku tidak datang karna memang akan menemui seseorang.” Kyuhyun mengambil duduk di sofa dan memalingkan wajah karna malu.

Siwon tersenyum tipis lalu duduk di depan Kyuhyun dengan santai. “ Jomalyo?” Kyuhyun membulatkan mata. Siwon tersenyum lagi dengan kedua lesung pipi yang terlihat. Kyuhyun serba salah.

“ Apa sudah selesai? Dan apa wanita di luar itu sudah pergi? Aku harus pulang.’’

“ Mana aku tahu? Kenapa kau tak menginap seperti biasanya. Aku sudah banyak memesan makanan tak mungin aku habiskan sendiri.”

“Itu salahmu dan bukan menjadi urusanku.” Kyuhyun akan berdiri namun langsung di tahan Siwon. “ Wae?” teriaknya.

“ Aku selalu melakukan hal sendiri sejak kecil. Orang tuaku sibuk dengan pekerjaan mereka sendiri. Hari itu adalah ulang tahunku karna itu aku memintamu datang.” Kyuhyun terdiam. “ Aku tak memilik banyak teman karna kesibukanku sendiri.”

“ Bukan bosku adalah temanmu.”

Siwon mengangguk. “ Karna itu aku memintanya untuk melepaskanmu hari itu.” Kyuhyun menunduk bersalah. “ Hari itu aku sudah memesan sup rumput laut dan kue ulang tahun.” Siwon menghela nafas. “ Aku mencarimu di tempat kerja. Aku pikir Changmin tak melepaskanmu. Dia bilang kau sudah pergi dari tiga jam yang lalu. Aku menghubungimu namun tak ada satu pun yang kau angkat. Dua jam kemudian kau matikan ponselmu.”

“Bateraiku habis.”

“ Lalu—sebenarnya kau kemana?’

Kyuhyun mengigit bibirnya. “ Pergi ke suatu tempat yang tak kau ketahui.’”jawabnya.

“ Apa bersama pria yang selalu membuntuimu itu?”

“ Huh?’

“ Apa pria itu begitu penting untukmu? Lalu kenapa kau berlari ketika dia mendekatimu malam itu.”

Kyuhyun terdiam menatap Siwon yang terlihat begitu marah terhadapnya.

“ Siwon-sii.”

“ Hum!!”

Mendengar jawaban dingin Siwon membuat Kyuhyun kembali terdiam. “ Pizzanya akan dingin. Tak bisakah kita makan sekarang.” Kyuhyun tersenyum kecil.

“ Kau makanlah dulu. Aku sudah tak berselera.” Siwon berdiri dan berjalan menuju dapur.

“ Yah!! Bukan kau yang mengajakku makan. Kenapa sekarang kau tak berselera? Kalau begitu—“ ucap Kyu terhenti ketika Siwon menatapnya dengan tajam. “ Berhenti menatapku seperti itu!!”sentak Kyuhyun namun Siwon tak mendenganya. “ Ahh—terserah. Aku pergi.” Kyuhyun mengambil tasnya dan berjalan keluar rumah. Wanita itu masih di depan pintu dengan wajah pucat. Malam ini begitu dingin bagaimana Siwon begitu tega membuatnya berdiri di depan rumahnya. Dia menoleh kebelakang namun Siwon tak mengejarnya. Dia melintasi gadis itu dengan sinis.

*****

“ Ku pikir kau akan menginap di rumahnya?” Hyukjae mengambil piring kotor dan membawanya kebelakang. “ Bukan dia suka sekali memasaksamu untuk menginpa di rumahnya?”

“ Memang siapa dia?’ Kyuhyun mengambil gelas dan menuangkan air lalu menengguknya. “ Wanita itu begitu cantik dan rela menunggunya di luar sampai bibir membiru. Aku nyakin walau dia bukan tunanganya pasti dia sangat mencintainya.”

“ Kau cemburu?”

“ Wae?”

“ Kyuhyun—bila kau sudah tahu bagaimana kondisimu, bukankah kau harus berhenti? Maksudku aku tak ingin kau terluka lagi.”

“Aku terus melihat kebelakang dan terus menyesalinya. “

“ Kyuhyun—“

“Tidak pernah sekali pun aku memikirkan hatiku setelah aku putus dengan Jae Hyun. Aku juga punya mimpi bisa hidup bersama dengan orang yang aku cintai. Menunggu seseorang pulang dan menyiampan makanan untuknya. Dia bisa melakukanya kenapa aku belum bisa? Apa aku masih mengharapkannya?” Hyukjae terdiam menatap sahabatnya. “ Apa aku terlihat bodoh? Ku mohon jangan menertawakanku.” Kyuhyun menunduk lalu berjalan meninggalkan Hyukjae yang masih terdiam. Dia mengambil bulpen dan buku menu.

“ Bahkan suasanya sedih, bagaimana diabilang aku menertawakannya?” gumama Hyukjae lalu pria itu mengikutinya. “ Oh—bukan itu Siwon?’ Kyuhyun langsung menoleh. “ Wah—tumben dia tak menyapamu?”

“ Memang aku siapa harus di sapa olehnya.” Kyuhyun langsung kembali ke belakang dan mengambil kantung sampah dan membuangnya. Dia mengusap wajahnya kasar. Ada perasaaan kesal dalam hatinya namun dia tak tahu apa yang dia rasakan.

“ Kyuhyun-ssi”

“ Ahh—ya Tuhan kau mengejutkanku. Ada apa?’ tanya Kyuhyun.

“ Bos memanggilmu.”jawabnya. Kyuhyun hanya diam beberapa saat sebelum ikut masuk ke dalam lagi.

Changmin melihat sekeliling ketika Siwon tiba-tiba mengajaknya duduk di luar kafe. Dia melihat buku menu dan membacanya.

“ Kau nyakin akan makan disini? Bukan kau sudah anti. Bila kau ingin melihatnya, ajak saja dia keluar. Aku taka akan menahannya.”ucap Changmin dengan serius.

“ Nugu?” Siwon menatap changmin dengan serius.

“ Kau pikir aku tak tahu.”

“ Mana pelayanmu, aku sudah lapar.”

“ sedang aku panggilkan.”jawab Changmin dengan santai. “ Ahh—dan satu lagi. Bila kau jatuh sakit atau apa jangan salahkan aku. Arraseo?’

“Berisik!!’sentak Siwon.

Seseorang datang dan menunduk. “ Ada apa bos memanggilku?’ tanya Kyuhyun. Siwon hanya meliriknya sekilas.

“ Cepat katakan. Kau ingin makan apa?’sentak Changmin.

Kyuhyun meliriknya sekilas lalu mengambil ketas dan pena. “ Bawakan apa pun. Asal bisa dimakan.” Siwon menutup buku menunya dan melipat tangan di dada. Kyuhyun hanya diam di tempat dan menatap Siwon.

‘ Bawakan menu spesial kafe kita hari ini dan juga kopi.”sahut Changmin.

“Baik. Saya permisi.” Kyuhyun berjalan meninggalkan meje itu.

“ Kalian bertengkar?” Siwon hanya diam saja. “ Yah!! Aku sedang bicara denganmu, jadi karna ini kau mengajakku makan? Dasar pria brengsek!!” Changmin melepar ponselnya di meja dengan kesal. Siwon masih terdiam menatap Kyuhyun masuk ke dalam.,

Kyuhyun kembali dengan makanan dan kopi pesanan bosnya. Tak terlihat Changmin disana, padahal dia membawa dua menu.

“ Silahkan dinikmati!!’ Kyuhyun memberikan menata makananya di meja.

“ Kau pikir aku rakus?’ pria itu menatapnya dengan dingin. “ Ini saja belum tentu aku habiskan. Kau memberikanku dua porsi?”

“Joesong-hamnida.” Kyuhyun menundukan kepala. “ Saya pikir tadi sanjamin bersama Anda.” Lanjutnya.

Siwon menaruh ponselnya di meja dengan kasar lalu menatap Kyuhyun. “ kau melihatnya sekarang?’ Kyuhyun menarik nafas lalu kembali mengambil makananyanya, “ Temani aku makan saja.”

“ Huh?”

“ Bila kau menariknya bukan itu sayang akan terbuang. Changmin sedang makan dengan kekasihnya dan—kau bisa mengantiknya.”

“ Joesong-hamnida. Tapi saya sedang bekerja.”

“ Oh—“ Siwon mengambil dompetnya lalu mengelurkan beberapa lembar won dan pergi tanpa bicara apa pun lagi. Kyuhyun hanya menghela nafasa lalu membereskan meja dan dan mengambil uangnya. Hyukjae menatapnya dari jauh dan dia hanya tersenyum kecil.

“ Dia pergi tanpa menyentuhnya lagi—“ tanya Stella. Kyuhyun hanya terdiam. “ kekasihmu sungguh unik.” Kyuhyun pun berlalu tanpa berniat menjawab pertanyaan Stella. “ Yah!!”wanita itu begitu kesal dan berjalan dengan menghentakkan kaki.

Kyuhyun duduk di belakang kafe dengan kesal. Dia menengguk susu kotak untuk makan siangnya. Tenggorokannya teras mati rasa dan sulit menelan apa pun. Dia terlihat kacau. Hyukjae menatap sahabatnya dan memberikan sekeleng minuman bersoda.

“ Minumlah!! Ini masih jam kerja jadi tak mungkin aku memberikanmu soju.” Kyuhyun tersenyum kecil.

“ Gomawo.”

Hyukjae hanya tersenyum lalu dia membuka kaleng miliknya dan menengguknya. “ Dia lebih unik daripada Jae Hyun.” Kyuhyun menatap Hyukjae. “Pria itu terlihat hangat dan menyebalkan. Pria itu tak seperti Jae yang terkesan malu dan lebih terbuka. Sebenarnya kenapa dia bersikap seperti itu?’

“ Dia bertanya padaku. Apa Jae hyun masih berarti untukku?’

“ Lalu—kau menjawab bagaimana?”

Kyuhyun menunduk, “ Aku tidak menjawabnya.”

“ Waeyo? Apa kau—?”

“ Ani. Aku hanya belum siap menjawabnya. Aku takut memberikan harapan pada diriku sendiri karna itu aku kembali memasang benteng besar. Hari itu, dimana aku melihatnya mencium gadis adalah hari ulang tahunya.” Hyukjae menatap Kyuhyun dengan tajam. “ Dia bilang tak punya teman karna itu dia ingin bersamaku.” Kyuhyun menatap sahabatnya dengan senyuman kecil, “ Aku hanya takut terluka untuk kedua kalinya. Cinta pertamaku—meninggalkan luka mendalam. Hyung tahu bukan, dia memutuskanku ketika mereka sudah menikah. Aku tahu benar bila Hye Sun menyukianya sejak kita masih sekolah.” Kyuhyun menghela nafas. “ Sebenarnya aku tahu dia tak bisa hidup tanpa fasilitas orang tuanya sejak dia berusaha kabur demi aku. Tapi aku terus mempercayainya. Kali ini aku takut—takut ketika dia akan meninggalkanku lagi karna itu aku tak menjawabnya. “

“ Mereka dua orang berbeda. Bukan kalian sudah dekat. Tak bisakah kau menilainya.”

Kyuhyun menghela nafas. “ Tapi mereka berasal dari keluarga konglomerat.” Kyuhyun menatap Hyukjae dengan wajah sayut. “ Jadi? Apa bedanya? Aku tetap akan terbuang pada akhirnya. Bukan begitu?’

“ Yah!! Kyuhyun—“

“ Hyung—bukan yang aku katakan itu benar? Mereka hanya menganggap orang miskin adalah mainannya. Ketika dia bosan dan harus kembali kedua nyata lalu akan meninggalkan mainannnya.” Hyukjae tak bisa menjawab. “ Karna itu biarkan aku tetap disini dengan bayangan Jae Hyun dan Siwon—“

“ Lalu kau akan tetap begitu? Bagimana bila Siwon bisa memperjungankanmu?’

Kyuhyun tersenyum, “ Biar waktu yang akan menjawabnya. Aku tak berani mempertaruhkan hatiku lagi. Aku tak ingin terlalu banyak berharap.”

“ Geude—apa kau mencintainya? Huh? Huh?” Kyuhyun langsung menoleh dengan wajah sedikit tegang. “ Tak apa. Kau hanya mengaku denganku.” Kyuhyun memalingkan wajahnya.” Yah!! Bukan aku keluargamu…” Kyuhyun masih terdiam tapi tanpa menatap hyungnya sama sekali.

*****

Jae Hyun melepas mantelnya. Hari ini tubuhnya begitu lelah dan memutuskan untuk pulang ke rumah.Minho terlihat senang dan atusias melihat ayahnya pulang hari ini. Sejak tadi pria kecil itu memberontak tak ingin makan siang karna ingin bermain game dan beruntunglah siang itu ayahnya pulang.

“ Appa—kita makan siang bersama ya?’tawar Minho yang kini duduk di pangkuan ayahnya. Jae Hyun hanya mengangguk dengan senyuman tipis.

Pria itu terlihat segar setelah mandi dan mengunakan baju santai. Minho langsung berlari menghaampirinya. Jarang sekali ayahnya pulang ketika dia masih bangun. Anak kecil itu berulang kali menatap ayahnya dengan senyuman khasnya. Dia begitu manis. Jae pun berulang kali mengusap rambut putranya dan memberikan lauk dimangkuknya.

“ Appa—“

“ Hum? Waeyo?’

“ Appa—apa Minho bisa memiliki adik?’kakinya berayun bebas ketika melontarkan pertanyaan yang cukup menyulitkan. “ Sulli bilang, Minho tak akan bisa punya adik karna appa sibuk bekerja.” Lanjutnya.

“ Wae? Kenapa kau ingin memilik adik?” tanya Jae Hyun hati-hati.

‘ Sulli mengejekku. Dia bilang aku anak kesepian. Appa—bisakan appa memberikan minho adik?’

“ Sayang habiskan makananmu dulu!!” sergah Hye Sun.

“ Umma—bukan umma bilang bila ayah setuju Minho akan memilik adik? Kenapa sekarang umma melarangku membujuk appa.” Rengeknya. Jaehyun menatap hye sun dengan tajam.

“ Appa lelah sayang. Cepat habiskan makananmu! Nanti umma yang akan membujuk appa. Arra?”

Minho mengangguk lalu melanjutkan makananya. Jae Hyun hanya terdiam tanpa berniat melanjutkan makannya. Jae Hyun menudurkan putranya setlah tiga kali pria itu membacakan cerita. Hye sun menghampiri Jae yang terlihat sibuk dengan ponselnya.

“ Kenapa kau berbohong padanya?’tanya Jae hyun ketika wanita yang bersatus istrinya duduk di sampingnya. “ Dia bukan anak yang bodoh. Jadi cepat jelaskan.” Jae berdiri dan mulai mengambil baju-baju yang lemari.

“ kau akan pergi lagi. Tanpa menunggunya bangun” sentak Hye Sun.

“ Bila kau tidak melakukan kebohongan itu, mungkin aku sampai besok disini.’’ Sentak Jae Hyun.

“ Apa salahnya membahagiakan putra kita? Bahkan aku tetap diam dan emnutupi kebusukkan ayahnya.”

Jae menghentikan kegiatanya dan menoleh ke arah wanita itu. “ Kebusukan. Bukan kau yang melakukan kebusukan itu sampai terlahir Minho?”suara Jae Hyun meninggi. Hye Sun membulatkan mata. “ Mungkin bila Minho tak ada Kyuhyun akan kembali padaku.”

“ Turunkan suaramu. Bagaiamna bila Minho mendnegarnya?” Itu tak baik untuk mentalnya.

“ Lalu bagaimana denganku Hye sun?” tanya Jae Hyun dengan nada dingin. “ kau pikir lima tahun ini aku tak pernah pergi ke spikiater?”

“ Itu salahmu sendiri. Kau sudah memilik keluarga tapi kau masih mengejar pria itu.”

Jae tertawa keras sambil berkaca pinggang. “ Kau—kau yang merebut kebahagianku.” Pria itu menjuknya tepat di wajahnya. “ Kau—yang membuat Kyuhyun menjauhiku dan meninggalkanku. Kau—yang membuat Kyuhyun membenciku. Lalu kau masih menyalahkanku?” sentak Jae.

Hye sun berusaha tegar dan berdiri di hadapan suaminya. “ Mengapa bukan aku saja? Wae? Aku jauh lebih cantik dan mempesona dari dia. Dan aku sangat lebih mencintaimu. Jadi, mengapa?” Jae Hyun mengabaikanya. Hye sun terlihat kesal dan menarik tubuh Jae Hyun untuk menatapnya.” Mengapa dia dan bukan aku?”

“Hanya dia satu-satunya pria..yang aku cintai di dunia ini. Tidak ada sebelum dia dan tidak ada lagi setelah dia.”

“ Oppa—“ Hye sun langsung bersimbuh di bawah Jae Hyun dengan tangisan.

“Minahae—“

“Mianhae—aku tak tahu mengapa aku harus mendengar penyesalanmu. Aku juga tertekan sampai tak bisa bernafas dan kau hanya ucapkan mianhae.”

“ Lalu kau ingin apa dariku? Aku mengajukan suart cerai pun tak kau hiraukan. Aku tak bisa bila tak disampingnya.”

“ Bahkan hatimu masih begitu dingin. “ Hye Sun mendongakkan kepalanya. “ Apa kau tidak terbawa suasana dan memelukku? Kau bahkan masih berdiri tenang walau aku sudah bersimbuh dan menangis di hadapanmu. Bahkan kau tak melihatku—bagaimana?bagaimana agar kau bisa melihatku?”

“Hye Sun—berhentilah!! Sudah cukup kau menyakiti diriimu sendiri.” Jae mengambil baju hangatnya dan mengenakannya. Hye Sun hanya terdiam menatapp lantai ketika suaminya pergi begitu saja. Wanita itu memejamkan mata dan kembali menangis tersedu-sedu.

*******

Kyuhyun terdiam ketika pertama kali menginjakan kaki di ruang kerja bosnya. Changmin sedang pergi sebentar dan Siwon tiba-tiba datang. Sudah pasti Kyuhyunlah yang akan di perintah untuk menemui pria itu. Suasa canggung cukup terasa disini. Mereka hanya saling menatap satu sama lain.Kyuhyun mengambil nafas dalam dan menghembuskannya.

“ Bos sedang pergi sebentar—“

“ Arrayo. Ambilkan aku air putih.’jawab Siwon.

“Ne.” Kyuhyun langsung bergegas keluar dan mengambilkan segelas air putih dan kembali ke rungan bosnya. “ Ini. Bila perlu sesuatu—“

“ Temani aku—“

“ Huh?”

“ Kafe terlihat tak begitu ramai. Bila aku kembali itu akan membuang-buang waktu saja. Temani aku sampai Changmin datang.” Kyuhyun terdiam. Kali ini dia tak bisa mengunakan alasan itu. “ Dia tak akan memotong gajimu atau memecatmu. Aku bosan bila hanya terdiam disini.”

“ Tapi—“

Siwon langsung menarik pergelangan tangannya dan membuatnya duduk disampingnya. Kyuhyun tak bisa membantah ketika Siwon menyandarkan kepalanya di bahunya.

“Beberapa hari ini aku tak bisa tidur dengan nyenyak. Rasanya begitu menyebalkan.” Keluah Siwon.

Kyuhyun mengigit bibir bawahnya. “ Waeyo? Apa ada yang menganggu pikiranmu?” Siwon mengangguk lalu melepas alas kakinya dan merebahkan kepalanya di pangkuan Kyuhyun. “Tentang?”

“Banyak hal.”jawabnya dengan suara serak. “ Terutama tentangmu.”

“ huh? Nugu?”

“ Kamu.” Mereka terdiam sejenak. “ Ada kesalahan dalam kotrak kerja sama yang di ajukan perusahaan asing. Mereka mengajukan permohonan kerja sama tapi ketika ada kesalahn sedkit pada isi kotrak yang di buat mereka. Seenaknya membatalkan kerja sama. Itu menjengkelkan. Mereka yang memohon dan mereka juga yang seenaknya membatalkan.” Entah keberanian darimana Kyuhyun mulai membelai rambut pria itu. Siwon mendongakan wajahnya lalu tersenyum, “ Entah kenapa rasa kesalku bisa hilang bila di dekatmu. Aku hampir saja mengomel di depan Changmin.”

“Kau terlihat lelah dan kurang tidur. Kau akan terlihat tua dari umurmu. “jawab Kyuhyun.

Siwon tersenyum, “ Aku hanya ingin hebat seperti ayahku. Aku belum siap menjalakan perusahaan ini tapi ke adaan yang memaksaku.” Kyuhyun hanya terdiam. “ Dulu aku selalu kesal dan marah ketika ayah membatalkan janjinya karna pekerjaanya. Sejak kecil aku selalu didik mandiri. Sampai aku kesal dan ingin bersekolah di luar negeri. Tapi kini aku menyesal sendiri. Kenapa tak menghabiskan waktu bersama ayahku bila aku tahu itu begitu singkat. Semua orang mengkatakan aku gila kerja dan melupakan kehidupanku. Aku berusaha membesarkan perusahaan ini semampuku. Walau aku sudah berada di atas langit. Entah kenapa aku merasa masih di tempat yang sama. Menjadi Siwon yang kehilangan ayahnya.”

“ Siwon-sii genchana? “ Kyuhyun menghapus air mata yang mengalir di wajah Siwon.

“ Apa aku terlalu banyak mengeluh

“ Appa meninggalkanku ketika aku masih kecil. Kecelakaan keja. Mereka membiarkan ibu dan aku menderita dan mengaggap itu kesalahn appa. Kami terlalu miskin untuk melakukan keadilan. Ibu Hyukjae selalu ada di samping kami ketika aku mengalami banyak kesulitan keuangan. Umma begitu kerja keras menghidupiku. Menjadi buruh sampai akhirnya umma meninggalkanku karna sakit ketika aku duduk di sekolah menengah keatas. Sejak itu ibu Hyukjae merawatku bagai anaknya sendiri.

“Kau lebih menderita dari aku.”

Kyuhyun tersenyum lalu mengecup kening Siwon. “ Siapa yang bilang? Huh? Aku bahagia walau hidup kami serba kekurangan.” Siwon tersenyum mendengar sentakan Kyuhyun.

“ Arrata.”jawabnya lalu memejamkan matanya kembali. Dia mengambil ponselnya dan menekan satu nomer, “ Shim Changmin jangan kembali sampai nanti malam. Aku ingin menumpang tidur di ruanganmu.”

“ Yah!!” Kyuhyun memukul Siwon namun pria itu sudah memutuskan sambungan teleponya.

“ Diamlah!! Aku ingin tidur.”ucap Siwon sambil mengubah posisi wajahnya menghadap perut Kyuhyun. “ Bernafas saja. Tak masalah hidungku menghantam perutmu.” Siwon terkekek ketika Kyuhyun langsung memukul kepala. “ jangan tinggalkan aku walau kau sudah tidur terlelap.” Kyuhyun terpaku lalu terenyum kecil.

“Tak apa bila hanya seperti ini saja.” Batinya lalu melanjutkan membelai rambut Siwon.

Kyuhyun tertidur dengan kepala menghadap ke atas dan mulut terbuka. Suara dengkuranya cukup menganggu tidur Siwon. Pria berlesung pipi itu tersenyum lalu berdiri merenggangkan tubuhnya. Dia menatap pria manis itu dan membelai wajahnya dengan lembut. Dia merapikan bajunya dan keluar dari rungan itu. Dia menemui Hyukjae dan meminta ijin membawa Kyuhyun ke rumahnya Mau bagaimana lagi, Hyukjae hanya mengangguk setuju saja sambil menyerahkan tas Kyuhyun dan kunci rumah mereka. Pria itu kembali ke rungan Changmin dan membopongnya. Changmin hanya menghela nafas melihat sahabatnya baru keluar dari tempat kerjanya. Siwon hanya melontarkan senyuman dan menyuruh pria jangkung itu membukan pintu mobilnya.

“ Soal modal yang kau bicarakan. Anggap aku setuju. Kita bicarakan besok saja.” Siwon langsung menutup jendela mobilnya dan pergi.

“ Yah!! Pria itu selalu seenaknya sendiri. Bagaimana mungkin ada orang yang tahan selain aku? Ahh—ani. Kyuhyun juga cukup tangguh—“ dia memijat pundaknya sendiri lalu masuk ke dalam kafenya. Semua kariawan hanya menatap saja.” Apa yang kalian lihat? Kembali bekerja.” Sentaknya.

********

Kyuhyun mengeliat tak nyaman ketika perutnya merasa lapar. Dia berlahan membuka matanya dan melihat seseorang sedang menatapnya. Kyuhyun tersenyum.

“ kau sudah bangun?’

“ Apa aku berjalan sambil tidur?’

“ Ani. Aku yang membopongmu.” Siwon pun berdiri.

“ lalu apa yang kau lakukan disini? Dimana Jae Hyung—“

“ Entalah! Mungkin pergi bersama kekasihnya.”

“ Ahh—kau selalu saja seperti itu.” Kyuhyun kembali memeluk gulingnya dan memejamkan mata. “ Pulanglah!!”usir Kyuhyun.

“ Aku belum makan?’

“ Apa kau miskin? Apa kau pengemis? Huh?” Kyuhyun mengusapkanya dengan nada kesal. Siwon hanya berwajah memelas.

Kyuhyun menghangatkan beberapa makanan yang ada di kulkas. Pria manis itu juga membuat telur gulung dan rebusan kimchi. Dia menaruh nasi di depan Siwon dan duduk di hadapanya.

“ Makanlah!! Aku tahu ini tak enak tapi kau mengeluh lapar. Hanya ini yang aku punya.”omel Kyuhyun ketika Siwon hanya menatapnya tanpa memakan hidangan di depanya.

“ Rasanya aku jadi ingin cepat menikah?’ Kyuhyun langsung menelan bulat-bulat makananya.

“ lalu kenapa kau tidak segera menikah namun bilang padaku?’sentaknya sambil menujuk-nunjuk wajah Siwon dengan sumpitnya.

“ lalu kau juga ingin menikah? Ahh—rasanya pasti menyenangkan bila kita pulang kerja ada yang menyipakan makan atau ketika kita bangun pagi ada yang membangunkan kita dengan ciuman. Aigoo!! Rasanya aku iri dengan mereka.”

“ Bukan kau CEO.” Ksiwon mengangguk. “ Kau hanya ingin ada yang memasakkanmu. Kau tinggal cari pembantu bukan—aneh.”

“ Rumahku kecil. Jadi tak nyaman bila harus tinggal bersama orang asing.”jawab Siwon.

“ Bukan kau kaya—siapa yang menimntamu tinggal di rumah kecil seperi itu. Kau bisa beli apaterment atau rumah mewah lainya. Itu salahmu sendiri. Kenapa mengerutu.”omel Kyuhyun.

“ Aku hanya tinggal sediri untuk apa membeli rumah sebesar itu. Apaterment. Aku punya tapi jarang aku tempati. Biasanya ketika aku lelah saja.” Kyuhyun terdiam lalu kembali melanjutkan makanan. “ Lalu bagaimana ciuman selamat paginya?”

Blush!!!

Wajah Kyuhyun sontak memerah. “ Yah!! Kenapa kau tanya itu padaku?’ Siwon masih menatapnya. “ kalau itu—itu—bukan kau punya Bugsy? Kalaian begitu dekat bukan? Nah—itu kau bisa memintanya menbangunkanmu dengan ciumanya.” Kyuhyun menahan tawa ketika membayangkan anjing gila itu membasahi wajah siwon dengan air liurnya. “ Hahhaha…bagaimana? Okey bukan saranku…” dia terkekeh.

Siwon hanya diam tak menanggapi ucapan Kyuhyu. Pria manis itu pun menghentikan tawanya lalu kembali makan dengan tenang. Dia menghela nafas lalu mengambil lauk dan memakannya.

“ Siwon—“

“ Huh?’tanpa melihat wajah Kyuhyun sama sekali.

“ Kau—marah?’ tanya Kyuhyun hati-hati.

“ Untuk masalah apa?” Kyuhyun terdiam. Siwon mengangkat kepalanya, “ untuk masalah apa?”ulangnya.

“ Ahh—untuk candaanku tadi. Kau sedang banyak masalah jadi aku berusaha menghiburmu saja.” Kyuhyun memejamkan mata karna salah bicara. Menghibur? Bukan tadi dia membentak Siwon dan menertawakannya. “ Mianhae—jongmal mianhae…”

“ Okey. Makanlah lagi.”jawab singkat Siwon. Kyuhyun jadi serba salah. Dia melanjutkan makan dengan sesekali menatap Siwon yang begitu dingin.

Kyuhyun teriam menatap Siwon mengenakan sepatu dan merapikan mantelnya.

“ kau akan pulang?” tanya Kyuhyun.

Siwon menoleh, “ Hum!! Wae? Kau ingin aku menginap?”

“ Huh? Ahh—ani.aniya. aku hanya bertanya saja. Jae Hyung-ie belum pulang. Jadi—ahh sudah lupakan.” Kyuhyun bicara ngelantur. Siwon kembali melepaskan alas kakinya dan berdiri di depan Kyuhyun, “ Waeyo?’

“ Kau punya bir?” tanya Siwon. Kyuhyun mengangguk.

Mereka berdua duduk di atap dengan beralasakan tikar. Bbeberapa kaleng bir, sepiring kimchi dan cemilan pendamping. Kyuhyun terus enatap Siwon yang nenengguk minumanya.

“ Kenapa kau menatapku?’tanya Siwon.

“ bukan kau tidak kuat minum. Jangan terlalu minum. Akan aku buatkan kopi.” Kyuhyun segera berdiri namun di tahan,” Wae?”

“ Duduklah!! Jangan kemana-mana.” Kyuhyun kembali duduk dan mengambil kaleng bir miliknya.

“Bagaimana kau mengendari mobil bila kau mabuk?”

“ Aku akan memanggil supir. Ahh—bagaimana bila kau kursus mengemudi, jadi bila aku mabuk kau bisa mengantikanku?’

“ kau ini bicara apa.”Kyuhyun memasukan kimchi di dalam mulutnya lalu menguyahnya tanpa melihat ke arah Siwon.. “ Siwon—“

“ Hum?”

“ Bukan ini sudah malam. Kau tidak ingin pulang?”

“ Bukan kau yang menahanku disini. Kenapa kau mengusirku sekarang?” Kyuhyun terdiam. Dia juga tak tahu kenapa harus menahan pria itu. “ Biarkan aku meminjam ranjangmu.”

“ Yah!! Kau bicara apa?’wajah Kyuhyun memerah.

“ Wae? Kenapa kau terlihat malu?”

“ Yas!! Siapa yang malu? Sudahlah!! Aku harus berkerja besok.” Siwon kembali menahan tanganya ketika Kyuhyun hendak berdiri. “ Wae?” Kyuhyun kembali duduk dan Siwon memberikan sekaleng bir lagi. “ Aku tidak mau minum lagi.”

“Baiklah. Jangan minum lagi. Biar aku habiskan semua.” Siwon mengambil sekaleng lagi dan membukanya. Kyuhyun hanya memandangnya sambil memakan cemilanya. Siwon terus menengguk bir itu hingga habis. Kyuhyun menatap Siwon membuat niatnya untuk tak minum menjadi begitu ingin menengguknya. Kyuhyun mengambilsatu kaleng dan membukanya. Siwon hanya meliriknya sekilas. Mereka berdua tak sadar telah menghabiskan berkaleng-kaleng bir. Siwon sudah hampir kehilangan kesadararan. Kyuhyun masih menikmati bintang. Tiba-tiba Siwon menarik dagunya.

“ ternyata ada juga wajah secantikmu?”

“ kau ini bicara apa? Aku ini pria.”keluahnya sambil menampik tangan Siwon. “ Pergi sana.”

“Saranghae.” Kyuhyun terpaku. Dia masih cukup sadar berbeda dengan Siwon. Tiba-tiba Siwon menempelkan bibirnya di bibir plumnya. Pria manis itu hanya terpaku membiarkan Siwon menciumnya lagi.

“ Apa kau sudah gila Tuhan. Dia menciumku lagi dan aku membiraknnya.. apa yang terjadi denganku.

Kini dengan gilanya Kyuhyun meletakan kedua tanganya di leher Siwon.

Mungkin aku akan menyesalinya esok pagi. Tapi biarkan saat ini aku menikmati semua ini.”

TBC
Tinggalkan komentar dan like kalian

Posted in Drama, Family, Genderswitch, Romance, Sad, Uncategorized, wonkyu, WonKyu Story

Love Story – Mianhae Jongmal Mianhae 1

Love Story – Mianhae Jongmal Mianhae 1
Autor : Cat meonks
Cats : Cho Kyuhyun(GS), choi Siwon dll
Warning : Typo berserakan dan bahasa kurang jelas
Cerita gaje tapi hasil karya sendiri
Ini pasti membosankan tapi jangan lupa tinggalkan komentar
Kiss kiss
.
.
.
.

Siwon terlihat seperti orang bodoh selama dua bulan ini. Bagimana dia berusaha menemui Kyuhyun tapi tiada hasilnya. Sampai saat ini dia masih harus bolak-balik ke rumah sakit hanya untuk memperisakan kondsi tanganya yang patah. Hari ini Siwon sudah bisa melepaskan gipsnya dan mulai mengerakan tanganya pelan-pelan. Pagi ini dia kembali datang ke kediaman Cho dan kali ini wanita paru baya itu membawanya pergi sebelum suaminya melihat dan memukul Siwon lagi.

“ Umma—“

“ kau tahu bukan Kyuhyun adalah putri tunggalku. Sebenarnya aku ingin memiliki banyak anak tapi Tuhan hanya mengijinkanku memiliki satu putri.” Siwon terdiam. “ Sebenarnya dia adalah wanita baik dan lembut namun karna ulahku dia menjadi manja dan ketus.” Siwon tersenyum. Dia tahu bagaimana sikap istrinya itu. “ Ini salahku—dia bilang dia mencintaimu karna itu aku setuju saja dengan usul orang tuamu untuk menjodohkan kalian. Aku pikir dia akan jadi bahagia ketika bersamamu—“ Siwon terkejut dengan pertanyaan mertunya. Jadi Kyuhyun sudah mencintainya sejak awal. Dia hanya bisa tersenyum. “ Setiap hari dia mengeluh dan sedih. Bagimana cara agar kau melihatnya? Dia mencoba berbagai cara agar kau melihatnya tapi dimatamu hanya ada dia. Sebenarnya aku terluka ketika mendengar ucapanya tapi dia selalu bilang bisa membuatnya jtuh cinta dan melupakan wanita itu. Karn aitu aku percaya—tapi kini..”

“ Umma—itu semua salah paham.”

“ Salah paham atau bukan kau masih menemui wanita itu.” Siwon terdiam. “ Bisakah kau kabulkan keinginanku?”

“ Umma—apa pun akan aku kabulkan asal kau memaafkanku..”

“ Jangan pernah temui putriku lagi. Jangan buat dia terluka ketika melihatmu lagi—aku mohon. Dia sudah cukup menderita—biarkan dia melupakanmu.”

“ Umma—“

“ Aku sudah selesai bicara. Aku mohon segera tandatangi surat cerainya. Kami tak akan membatalkan kerja sama.” Heachul pun pergi begitu saja tanpa mendengar jawaban dari Siwon. Pria berlesung pipi itu hanya terdiam dengan air mata yang mengalir dengan derasnya. Dia kacau dan tak tahu harus bagaimana. Dia terdiam cukup lama disana tanpa bicara atau bergerak. Dia merasa lelah hingga dia berjalan kembali pulang. Dia menghela nafas. Dia kembali tinggal di apatermentnya. Sendiri melepas sepi.

Ting..tong…

Siwon menaruh kaleng birnya dan berjalan menuju pintu. Wajahnya pucat tubuhnya lemas. Matanya sedikit berkunang tapi dia tetap berjalan membuka pintu. Seharian dia hanya duduk disana meratapi nasip.Dia tak percaya siapa yang datang di hadapanya.

“ Bila kau menginginkan aku mendatangani surat cerai itu. Jangan harap.”

Kyuhyun terdiam menatap Siwon yang terlihat pucat tak bertenaga. “ Apa kau sakit?’tanyanya.

“ Itu bukan urusanmu. Pergilah!!” usir siwon. Kyuhyun langsung menerobos masuk ketika Siwon hendak menutup pintunya. “ Choi Kyuhyun—“

Kyuhyun berdiri di hadapanya. “ Kau selalu menolak ketika pengacaraku menemuimu.” Siwon tak perduli dia kembali ke meja makan dan meraih birnya. “ kau terlihat pucat bagaimana kau masih meminum bir?”

“ kamu terlalu banyak bicara dan ini bukan lagi menjadi urusanmu.”

“ Ini urusanku atau tidak bila kau sudah mendatanganinya semua akan beres dan aku tidak akan menganggumu.”

“ Sudah aku bilang jangan harap aku mendatanganinya.” Siwon berdiri dan membuat semua kaleng bir itu terjatuh karna gerakan sempoyongnya. Kyuhyun sedkit berjalan mendekat. Dia tahu Siwon sedang tak enak badan. “Lebih baik kau pergi sebelum aku melakukan sesuatu lebih berani—“

“ Aku bukan anak kecil yang bisa kau takuti.”

Siwon mendorong Kyuhyun ke dinding dan mengurungnya. “ Tapi aku juga bukan orang yang hanya asal bicara tanpa melakukan apa-apa.”

“ Aku tidak takut…”

“ Benarkah?” Kyuhyun masih menatap tajam ke arah Siwon.” Baiklah!!” Siwon langsung mengecup bibir Kyuhyun dengan rakus. Kyuhyun memberontak dan memukul-mukul dada Siwon namun begitu dia merasa nyaman dia memeluk erat punggung Siwon. Mereka terus berciuman dan membalas satu sama lain. Bahkan kini Siwon membawanya masuk ke dalam kamarnya. Kyuhyun mendorong Siwon ke rajang dan mereka saling menatap sejenak sebelum Kyuhyun kembali menciumnya. Siwon hanya memejamkan mata menikmatinya.

Pagi yang cerah dan Kyuhyun masih tertidur lelap. Siwon sudah mengenakan jubah mandinya dan tersenyum melihat istrinya masih terlihat menikmati tidurnya. Siwon kembali naik ke ranjang dan membelai wajah istrinya. Ini terasa seperti mimpi indah. Kyuhyun ada di depanyanya. Dia tersenyum ketika Kyuhyun mengeliat tak nyaman.

‘ Mianahe—apa aku menganggumu.” Bisik Siwon.

Kyuhyun sedikit pegal ketika mengerakan tubuhnya. Dia menghela nafas lalu menutup matanya sebentar. “ Kenapa kau tak membangunkanku?”ucapnya.

“ Untuk apa? Aku rela menunggumu sampai bangun.” Siwon tersenyum.

“ Tapi aku tidak.”

“ Baiklah!! Lain kali aku akan bangunkamu lebih awal.”

“ Jangan salah paham Ini adalah sebuah kesalahan saja. Ini tak ada artinya apa-apa buatku.”

“ Aku paham. Walau itu adalah hal terindah untukku.” Kyuhyun berusaha melilitkan selimutnya dan mencari baju yang berserakan di lantai. “ Kau ingin mandi sekarang atau kau ingin sarapan dahulu.”

“ Aku ingin pulang. Dimana bajuku?”

“ Tanpa sarapan?” Kyuhyun hanya menatapnya dengan tajam. “ Baiklah. Akan aku atar kau pulang.”

“ Aku membawa mobil sendiri.’ Kyuhyun memungggungi Siwon dan mulai mengenakan bajunya satu persatu.

Siwon tersenyum kecil. “Aku nyakin kau lelah dan perlu istirahat. Jadi biarkan aku mengatarmu.” Kyuhyun melirik sekilas dan suasana kembali hening. “ Tinggalkan kunci mobilmu. Aku akan mengatarkannya—“ Kyuhyun pun berdiri dan terasa nyeri di perutnya. Dia mengigit bibirnya. Dia mengambil tas merahnya dan melepar kunci mobilnya di ranjang lalu pergi begitu saja. Siwon yang sudah berganti baju tersenyum dan mengekor di belakang wanita itu.

Siwon terus memperhatikan Kyuhyun yang banyak diam dalam mobil. Wanita itu terus memengai perutnya membuat risau pikiran Siwon.

“ Apa ada yang sakit?’ Kyuhyun terlihat terkejut dengan pertanyaan Siwon. “ Apa semalam aku menyakitimu?Kenapa dari tadi aku perhatikan kau memengai perutmu?”

“ Bukan urusanmu.”

“ Bila kau lapar kita bisa mencari tempat makan. Kau ingin makan apa?”

“ Ku bilang bukan urusanmu. Menyetirlah yang baik. Aku tak ingin mati konyol.”

Siwon hanya tersenyum kecil walau matanya terus menatap ke arah perut Kyuhyun. Sejak tadi wanita cantik itu tak melepaskan tanganya dari perutnya. Dia cukup merasa bersalah bila memang dia yang menyebabkanya.

“ Kau nyakin tak perlu ke dokter?”pria berlesung pipi itu benar-benar khawatir bila semalam dia terlalu kasar padanya.

Kyuhyun langsung menoleh, “ Andwae!!” Siwon terkejut ketika Kyuhyun langsung berteriak histeris.

“ Okey! Kau tak perlu sampai berteriak.” Siwon hanya menarik nafas lalu kembali fokus menyetir. Mobil silver itu berhenti di depan rumah Kyuhyun. Siwon melihat ke dalam. “ Apa perlu ku antar ke dalam?”

“ Kau ingin patah tulang lagi. Appa akan lebih kejam untuk ke tiga kalinya.” Dia melepaskan sabuk pengamannya.

“ Aku tidak perduli. Kau terlihat pucat. Aku antar ke dalam.” Siwon melepaskan sabuk pengamananya.

“ Kau pikir aku wanita lemah?”

“ Ani. Aku tahu kau kuat.” Siwon membersihkan keringat di kening Kyuhyun. “ Buktinya kau mampu mematahkan tanganku.”goda Siwon. “Baiklah! Masuklah!!.” Kyuhyun buru-buru turun dan berlari. Siwon pun langsung melajukan mobilnya.

Kyuhyun berjalan berjalan menuju ruang tengah. Dia tahu ayahnya pasti sudah ada disana. Menunggunya—

“ Darimana saja kau?’ suara keras itu membuat bulu kudu Kyuhyun merinding.” Bagaimana kau bisa tak pulang semalam?” pria paru baya itu berjalan mendekati putrinya. Istrinya hanya mengeleng pelan.

“ Appa—aku bukan anak kecil lagi—“ Kyuhyun langsung merengek manja. Bergelayut di lengan sang ayah.

“ Bagaimana pun kau mengandung cucuku—“

“ Appa—“

“Masuklah!! Bersihkan diri lalu segera sarapan.”

“ Siap komandan!” dia memberikan hormat pada ayahnya lalu pergi menaiki anak tangga. Hangeng hanya bisa mengelengkan kepala. “ Apa dia tidak datang lagi hari ini?” Heachul membawakan kopi suaminya.

“ Belum. Sepertinya dia sudah menyerah setelah pembicaraan kemarin.” Jawab wanita cantik itu.

“ Baguslah! Bila aku tak memandang Kangin mungkin sudah aku remukan dia.”

Heachul membelai lembut lengan suaminya.” Dia masih berstatus suami anakmu dan ayah dari cucu kita.” Ucapnya.

“ Aku tidak perduli. Putriku segalanya. Kenapa aku begitu bodoh menyerahkan putriku begitu saja padanya. Sialan!!”

“ Hannie!! Jaga emosimu. Aku tak ingin kau yang akan berakhir di rumah sakit. Arrachi?’ hangeng pun mengangguk lalu menikmati kopi buatan istrinya.

*******

Kyuhyun terlihat tegang ketika pemeriksaan berlangsung. Dia tak ingin terjadi sesuatu yang buruk pada kandunganya. Pagi ini dia membuat jadwal khusus.

“ Untuk tiga bulan pertama lebih baik hindari dulu berhubungan dengan suami Anda. Apalagi dalam jangka yang cukup lama. Itu bisa menyebabkan kelelahan tersendiri. Kandungan Anda baik-baik saja. Gizi juga harus di pertimbangkan. Apa yang Anda makan juga akan diserap olehnya? Semua masih baik-baik saja. Tapi bila masih terasa sakit segera hubungi saya. “

“ Syukurlah!! Terima aksih dokter.” Kyuhyun langsung berdiri dan mendunduk hormat.

“ Sampaikan salamku untuk ayahmu.”

“ Ne.” Kyuhyun berjalan keluar ruangan dengan perasaan gembira. Di luar rungan dia mengusap perutnya dengan sayang. “ Mianhae sayang—umma yang bersalah terhadapmu. Jangan salahkan appamu.. Arra—Karna dia belum tahu keberadaanmu. Maafkan umma—yang tak bisa mengedalikan diri ketika melihat ayahmu.“ dia menatap di depanya. Entah kenapa dia begitu iri. Melihat sepsang suami istri berjalan berdua. Dia menitihkan air mata. Dia berjalan menunduk dengan linangan air mata. Andai dia mampu seprti itu. Memiliki keluarga bahagia.

Kyuhyun menghabiskan makan siangnya. Heachul tak habis pikir sudah dua hari ini putrinya bertingkah ajaib. Padahal sejak putrinya mengadung pola makanya sedikit terganggu. Dia menghela nafas lega walau masih tersebesit tanda tanya.

“ Tumben kau tidak pilih-pilih makanan?’

“ Hum?”

“ Tumben kau tidak pilih-pilih makanan.”

“ Masakan umma enak. Umma—tambah lagi…” dia mengulurkan piringnya lagi. Heachul pun berdiri dan mengambilkan nasi lagi. “ Gomawo—“

“Dimana mobilmu?’ Kyuhyun langsung menelan makananya dengan buru-buru. “ Dua hari ini aku tak melihatnya.”

“ Aku—aku taruh di bengkel. Entah kenapa belum juga di kembalikan. Nanti aku coba hubungi lagi.” Dia menaruh piringnya lalu berdiri. “ Aku sudah selesai.”dia pun segera berjalan ke atas tanpa bicara apa pun. Dia lupa bila mobilnya masih dia tinggal di parkiran apaterment Siwon. Kyuhyun menghela nafas dan memilih-milih baju yang terlihat menawan tapi tidak membuat anaknya tertekan. “ Kita akan bertemu ayahmu. Apa kau senang sayang?’ dia tersenyum sendiri di depan kaca. Dia pun segera berdiri lalu mengambil tasnya dan turun.

“ kau mau kemana lagi?’ tanya Heachul,

“ Mengambil mobilku.” Kyuhyun segera berjalan cepat keluar rumah. Heachul hanya terdiam memperhatikan tingkah aneh putrinya.

******

Kyuhyun terdiam di depan pintu. Seakan dia lupa bagaimana cara mengketuk pintu. Terdiam menatap besi itu dan berulang kali menghela nafas. Wanita itu memejamkan mata,bernafas semampunya lalu menyandarkan ounggungnya di dinding sebelum merosot jatuh ke lantai. Pemilik rumah sendiri sudah tak oulang selama dua hari ini. Pria berlesung pipi itu sedang sibuk dengan pekerjaanya. Makan pun tak sempat hanya kopi yang sering dia tenggak. Dia terus menatap ponselnya,sejak kejadian itu tak ada kabar darinya. Merindukanya? Iya mungkin sangat. Pria itu berdiri mengambil jas hitamnya lalu meraih kunci mobilnya. Malam ini dia ingin pulang dan sekedar menikmati malam dengan aroma tubuh yang di tinggal istrinya di alas tidurnya. Sebelum pulang dia membeli beberapa keperluan rumah. Ketika pintu lif terbuka terlihat seseorang meringkuk di depan rumahnya.

“Kyuhyun…” wanita itu berusaha mengangkat kepalanya. “Apa yang kau lakukan disini?”tanyanya.

“Ahh…kau sudah datang…Aku ingin…” ucapnya terputus ketika dia berdiri dan kehilangan keseimbangan.

“Kyu…” Siwon langsung menangkapnya.

Siwon masih terdiam menatap Kyuhyun yang tertidur. Dia tak habis pikir apa yang di ucapkan dokter itu. Dia sedikit terkejut dan senang. Dia memperhatikan setiap lengkuk tubuh Kyu yang belum berubah. Menyedihkan! Jadi karna itu Kyuhyun memegangi perutnya. Dia terlalu keras dan melukai anaknya. Dia memejamkan mata dan mulai marah dengan dirinya sendiri. Setelah cukup lama Kyuhyun akhirnya sadar juga. Dia mengeliat pelan dan melihat sekeliling.

“Aku dimana?” dia memijat keningnya.

“Di kamarku. Kau pinsan jadi aku membawamu masuk.” jawab Siwon. Kyuhyun masih belum nyaman dengan dirinya hingga diam saja. ” Apa yang membawamu kemari?” tanya Siwon dengan hati-hati.

Kyuhyun berusaha berdiri dan menyandarkan tubuhnya di punggung ranjang. “Aku ingin mengambil kunci mobilku.”jawabnya.

“Kenapa tak menghibungiku?”

“Aku sudah menghapus nomer ponselmu.”

“Dan kau menungguku?” mereka saling menatap. “Tak mungkin bukan hanya karna sebuah mobil kau menungguku sampai pingsan? Maksudku… tak ada tujuan lain.”

“Tentu tidak. Aku memang sedikit tak enak badan. Jadi daripada aku pulang lebih baik aku menununggu sebentar.”

“Sebentar?” Kyuhyun mengangguk. Siwon menunduk dengan senyuman tipis. ” Apa aku perlu panggilkan dokter? Bukan kau bilang sedang tak enak badan.”

“ANDWAE!! Aku akan pergi sendiri.” Kyuhyun pun beranjak turun.

“Mau kemana?”

“PULANG. Untuk apa aku berlama-lama disini.”

“Aku antar.”

“Tidak perlu. Aku kemari untuk mengambil mobil.”

“Aku yang akan menyetir dengan mobilmu.” Siwon berjalan mendahului Kyuhyun. Wanita itu masih terdiam di tepi ranjang. Kenapa Siwon begitu tegang dan dingin? Kyuhyun mengambil tasnya dan berjalan di belakang Siwon.

Di dalam mobil suasan pun jadi canggung. Siwon terus terfokus pada jalan,tidak seperti yang kemarin terlihat hangat. Kyuhyun pun tak bisa berkata apa-apa. Dia memilih diam dengan wajah menunduk.

“Sudah sampai.” Siwon melepas sabuk pengamannya dan menatap ke arah Kyuhyun.

“Ahh…iya. Gomawo.” Kyuhyun pun hendak turun tapi di tahan oleh Siwon. “Wae?” tanya Kyu dengan lemas.

Siwon terdiam sesaat lalu menghela nafas. “Kau nyakin tak ada yang ingin kau bicarakan denganku?” wajah Kyuhyun tegang.

“Oh..iya. Soal…” Siwon masih memperhatikan Kyuhyun dengan teliti. “Soal surat cerai itu…kapan..”

“Turunlah!!” Siwon melepas gegaman tangan Kyuhyun lalu segera membuang muka. Kyuhyun jadibsalah tingkah. Siwon turun dan membuka pintu untuk Kyuhyun. “Apa perlu aku sampai dalam?”

“Ani. Kau pulanglah!” Kyuhyun turun dan berjalan ke arah pengemudi. “Sekali lagi terima kasih.” Kyuhyun menyalakan mobilnya.

“Aku akan menghubungimu nanti.”

“Huh?”

“Dan simpan nomerku baik-baik. Masuklah!” Siwon pun langsung pergi dan memanggil taksi. Kyuhyun masih terdiam sampai ada satpam yang menghampirinya.

“Nona…”

“Masukan mobilnya.” Kyuhyun turun dan membiarkan satpam memasukan mobilnya dalam istananya. Dia berjalan pelan sambil terus berpikir. “Ada apa dengan ayahmu sayang? Apa…apa dia ingin berpisah dengan umma?” cicitnya sambil mengelus perutnya. Dia menghapus air matanya dan berjalan cepat masuk ke dalam rumah.

******

Siwon tak bisa tidur semalaman. Dia masih terus terjaga dengan pikiran yang berkecamuk.

“Istri Anda hamil. Sudah masuk bulan ke tiga.”

Siwon berpikir keras. Jadi sebelum pertengkaran itu Kyuhyun sudah hamil tapi tidak memberitahunya. Rasanya itu tidak adil untuknya. Dia ayahnya bukan? Dia mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan.

To : Kyuhyun
“Kau sudah tidur? Siwon”
SEAD

Siwon melirik jam dindingnya. Ini sudah lewat tengah malam pasti Kyuhyun sudah tidur. Dia menaruh ponselnya.

Kyuhyun terkejut ketika ponselnya berbunyi. Sejak tadi dia tak tidur hanya untuk menunggu Siwon menghubunginya tapi sampai tengah malam dia belum menghubunginya. Dia mengigit bibirnya ketika membaca pesan singkat itu. Dia berulang kali menghapus dan mengketik kembali sampai berulang kali.

To : Siwonnie
” Kau tak tahu waktu. Ini sudah tengah malam dan semua orang akan tidur.”
SEAD

Sebenarnya dia belum menghapus nomer Siwon tapi dia berdusta. Siwon yang baru kembali dari dapur terkejut Kyuhyun membalas pesannya. Siwon tersenyum dan menengguk kopinya. Dia menyandarkan tubuhnya.

To : Kyuhyun
” Mianhae…tapi aku tak bisa berhenti memikirkanmu. Apa kau sudah baikkan?”
SEAD

Kyuhyun tersenyum ketika membaca pesan Siwon. Ternyata Siwon masih perduli terhadapnya. Dia mengelus perutnya. Sejak tadi dia tak napsu makan karna perilaku dinginnya. Dia dengan semangat mengketik dan mengirimnya dengan wajah sumringah.

To : Siwonnie
” Sudah dan sekarang aku mual lagi karna membaca pesanmu.”
SEAD

Siwon langsung bangun dengan wajah tegang ketika membaca pesan Kyuhyun. Dia duduk dan tersenyum tipis.

To : Kyunnie
“Aku ingin keluar untuk membeli sesuatu. Apa kau ingin sesuatu? Maksudku..kau lapar atau sejenisnya.”
SEAD

Kyuhyun terdiam setelah membaca pesan Siwon. Dia mengusap perutnya dan menyandarkan tubuhnya di punggung ranjang. Dia memejamkan mata. Sebenarnya dia ingin mrminta sesuatu dengan pria itu tapi harga dirinya lebih tinggi. Dia memeluk ponselnya sambil menangis. Sedangkan Siwon masih terus menatap ponselnya. Kyuhyun belum membalasnya sejak dua jam yang lalu. Dia ingin menghubunginya tapi ada rasa ragu di dalam hatinya. Hingga pagi menjelang mereka berdua masih terjaga dengan pemikiran masing-masing.

*****

Hampir satu minggu Kyuhyun tak keluar kamar. Napsu makanya pun sudah berubah drastis lagi. Orang tuanya cukup khawatir. Siwon berusaha menghubunginya bahkan sampai datang ke rumahnya. Choi Hangeng yang masih kesal melontarkan pukulan bertubi-tubi pada pria itu. Dia begitu marah karna kehilangan keceriaan putri satu-satunya. Siwon pun hanya diam tak melawan. Kalau saja nyonya Cho tidak datang mungkin Siwon sudah mati. Kamis ini Kyuhyun ada janji dengan dokter kandungan jadi tetpaksa dia keluar kamar dan pergi dengan supir. Untuk pertama kali Kyuhyun meminta foto kandunganya. Dia tersenyum kecil sambil berjalan keluar ruangan.

“Siwon apa yang kamu lakukan di sini?” Kyuhyun terkejut dan langsung menyimpan foto yang dia genggam. “Apa yang kau lakukan di sini?”

“ Kenapa kau gugup?’

TBC
Semoga masih ingat ya soal ini sudah lama bgt hahahahha
Jangan lupa komentar da like ya
Kiss kiss
Semoga bisa cepat post tentang kamu juga.

Posted in Angst, BL, Drama, Hurt, Romance, Sad, WonKyu Story

Surat-surat yang Tak Akan Pernah Sampai Padamu : Part 1

Siapa bilang pernikahan bisa terjadi hanya jika berlandaskan cinta? Omong kosong. Tanpa cinta, kau bisa menikah dengan orang asing yang bahkan tak pernah kau kenal.

Aku adalah Choi Siwon, seseorang yang harus menikah dengan orang asing, terlebih lagi dengan seorang lelaki. Entah apa yang Tuhan pikirkan ketika membuat skenario hidupku, namun ini adalah hal paling gila yang ada dalam hidupku.

Entah sejak kapan aku hidup bersamanya. Bahkan aku lupa kapan kami menikah, aku tidak peduli, pada pernikahan ini ataupun pada dirinya.

Aku pria normal yang bahkan telah memiliki kekasih yang cantik dan juga baik, terlebih lagi aku mencintainya. Hanya wanita itu yang kuizinkan untuk berada sisisiku, mendampingi sisa hidupku dan membahagiakanku selamanya. Tidak ada dia, atau orang lainnya.

. Swing~~~

Posted in Angst, BL, Comfort, Drama, Family, Romance, Sad, Series, wonkyu, WonKyu Story

Something Called Love ch. 1

Ini hanya cerita tentang dua pemuda dengan kekurangan yang melebur dalam rajut cinta. Cerita yang pastinya akan sangat klise dengan peradegan ala roman picisan yang telah sering kali dikisahkan oleh begitu banyak pencerita di luar sana.

 

Ini hanya salah satu dari sekian banyaknya kisah klasik tentang cinta yang apa adanya. Diawali salju yang perlahan meleleh di awal Februari, kemudian disusul oleh tumbuhnya tunas-tunas baru yang siap dewasa dan lantas mekar ketika masuk dimusimnya. Bunga plum yang perlahan gugur menjadi latar apik untuk kisah-kisah kuno, seperti kisah Si buta dan Si lumpuh kali ini.

.:::WonKyu:::.

.: An absurd fanfiction from Suha Camui :.

Swing~~~

Posted in Angst, BL, Drama, Family, Fluffy, Genre, Hurt, Romance, Sad, Series, WonKyu Story

Circle of Love – Take 11

col

Circle of Love – Take 11

By: -ssii-

Choi Siwon, Cho Kyuhyun, Cho Jinra (OC)

Romance, angst, family, BL, OOC, AU, PG 15

Siwon punya Kyuhyun, Kyuhyun punya Siwon, sedangkan WonKyu punya wks… Hehehe.. ^^

Don’t Like, don’t read !

Dilarang membashing WonKyu jika ingin hidup tenang!

(==)

***

CoL

ssiihee©2016

Totally Reserved

***

Swing~~~

Posted in Drama, Family, FF Kontes, Genderswitch, Genre, Oneshoot, Romance, Sad, WonKyu Story

[FF Kontes] The Faith

THE FAITH

THE FAITH

.

Kakagalau

.

Another love story from

SIWON & KYUHYUN

.

Teenager

.

Romance – Family

.

 

GENDER SWITCH

.

 

Karena sabar tak mengenal batas tepi,

Karena menyayangi tak mengenal untung-rugi,

Dan karena cinta tak pernah mengajarkan untuk lemah dan menyerah,

Maka Tuhan akan selalu mendengar doa yang terucap setulus hati.

.

.

.

Swing~~~

Posted in Angst, BL, Drama, FF Kontes, Genre, Hurt, Oneshoot, Romance, Sad, WonKyu Story

[FF Kontes] Romeo dan Juliet

WKCAnnive – Romeo dan Juliet

Romeo and Juliet

Author: Mojil (momoji.leaf)

Main Cast and Pair: Siwon dan Kyuhyun

Suport Cast:  Kim Jongwoon dan Shim Changmin

Genre: BL

Rate: T

Sumarry:

Kisah kita terhalang banyak palang. Apakah kita akan berakhir seperti Romeo dan Juliet?/ “Apa kita akan berakhir seperti Romeo dan Juliet?”/“Apa kau menginginkan kita berakhir seperti mereka?”/ Swing~~~

Posted in Angst, BL, Brothership, Drama, Family, Genre, Hurt, Romance, Sad, Series, WonKyu Story

Circle of Love – Take 9

col.jpg

Circle of Love – Take 9

By: -ssiihee-

Choi Siwon, Cho Kyuhyun, Cho Jinra (OC)

Romance, angst, family, BL, OOC, AU, PG 15

 

Siwon punya Kyuhyun, Kyuhyun punya Siwon, sedangkan WonKyu punya wks… Hehehe.. ^^

 

Don’t Like, don’t read!

Dilarang membashing WonKyu jika ingin hidup tenang!

(= ̄▽ ̄=)

 

***

CoL

ssiihee©2015

Totally Reserved

***

Swing~~~