Posted in BL, Drama, Family, wonkyu

?!!!

Cast : Siwon, Kyuhyun

Genre: Family, drama

Rate : ?

.

.

“Pernikahan bukanlah hal yang main-main kau tentu tahu hal itu.”

“Ya, dan aku sudah memikirkan nya baik-baik. Aku ingin membawa hubungan kami pada ikatan yang serius.”

“Termasuk bagaimana konsekuensi nya?”

“Ya.”

“Kalau kau ingin tau aku berada pada pihak siapa, sesungguhnya aku berada pada pihak ayah mu.” Ucap pria yang berstatus sebagai CEO google itu. “Aku masih belum bisa menerima kenyataan kalau kau menjalin hubungan terlarang dengan nya. Tapi sebagai seorang sahabat bukan kapasitas ku untuk menentukan pada siapa kau harus memilih pasangan hidup. Karena masa depan mu kau sendirilah yang menentukan.” Pria berusia 40th itupun kembali meminum kopi hitam di hadapan nya.

Siwon. Masih terdiam mendengar segala perkataan sahabatnya itu. Sahabat yang sudah ia anggap sebagai kakak sendiri bagi nya.

“Saat kalian memutuskan untuk menikah, ku harap kalian bisa melewati masa sulit bersama. Termasuk bagaimana dunia memandang kalian. Dunia yang terkadang kejam. Oya satu hal lagi, mesti terlihat sebagai orang yang kuat tapi ku rasa dalam hal ini, Kyuhyun lah yang paling mendapat tekanan. Dia akan terus-terusan merasa bersalah karena sudah membuat mu sebagai pendosa. Jadi kau harus bisa melindungi nya dari segala intimidasi baik itu dari fans maupun dari keluarga mu. ”

“Hyung.”

“Aku, Siwan, dan Jorg akan tetap menjadi sahabat mu apapun kondisinya. Kami pasti akan hadir dipernikahan kalian.”

Rasa haru seketika menyeruak dalam diri Siwon. Ingin menangis rasanya. Siwon pun memeluk sahabatnya itu dan berkali-kali mengucapkan terimakasih. Siwon seakan mendapat dukungan moril lagi dari para sahabatnya. Mengingat bagaimana keluarganya menentang keinginan nya untuk menikah dengan seseorang yang telah mengisi hati nya selama 8th ini. Namun, keputusan Siwon telah final. Ia akan tetap menikahi kekasihnya itu. Sekalipun ia harus menerima bayaran yang mahal, yaitu dicoret dari daftar pewaris keluarga Choi. Semua aset-aset nya telah dicabut sehari setelah ia mengungkapkan pada orangtua nya kalau ia akan menikah dengan Cho Kyuhyun.

“Jadi kapan kalian akan menikah?”

“Musim gugur tahun ini hyung. Tidak akan ada perayaan yang besar. Kami ingin melangsungkan pernikahan yang tertutup di Nowon.”

“Baiklah aku akan memberitahu yang lain setelah ini.”

“Ne.. terimakasih hyung.”

“Ya.” Ucap Mr. Kim sambil mengusap-usap punggung Siwon. “Oya nampak nya aku harus pergi karena aku ada janji dengan Ginnie, dia minta diajak jalan-jalan. Sampaikan salam ku pada Kyuhyun. ”

“Ne.. salam juga untuk Gennie, hyung.”

“Dia pasti patah hati saat tahu paman tampan nya akan menikah.”

“Hahaa.. kau bisa saja hyung.”

“Dia adalah fans berat mu. Hah..baiklah, sampai bertemu lagi kawan.” Mr. Kim pun kemudiam pergi meninggalkan Siwon di cafe yang terletak di Seoul itu.

Setelah Mr. Kim pergi Siwon pun membuka iphone nya lalu menuliskan sebuah pesan untuk seseorang yang sudah membuatnya menggila.

“Saranghae Choi Kyuhyun.”

Siwon pun mengirim pesan itu dengan senyum bahagia di wajahnya. Dia membayangkan wajah kekasihnya yang akan merona sekaligus mengumpat ketika membaca pesan darinya. Tak berapa lama kemudian benda berlogo apple itu pun bergetar namun bukan nama kekasihnya yang tertera pada layar itu.

“Oppa?”

“Ne.”

“Oppa baik-baik saja?”

“Ya, aku baik-baik saja.”

“Syukurlah. Aku senang mendengarnya.”

“Kau sendiri bagaimana?”

“Mmm.. ”

“Heii.. ada apa?”

“Semuanya terasa berbeda sekarang.” Jiwon. Gadis cantik bermarga Choi itu berusaha menahan air matanya.

“,,,,”

“Appa dan umma baru saja bertengkar.” Ucap Jiwon sambil menyeka air mata nya yang berkhianat. “Tidak ada lagi senyum hangat dari keduanya. A-aku benci keadaan ini oppa. Aku m-merindukkan keluarga kita yang dulu. Berkumpul bersama.”

Sementara Siwon, dia pun berusaha mengatasi rasa sesak di dadanya saat mendengar perkataan adiknya itu.

“Maaf.” Hanya itu yang bisa Siwon ucapkan.

“Oppa.. ”

“Semua ini memang salah ku, tapi aku akan tetap pada pilihan ku. Maaf, hanya itu yang bisa ku katakan. Dan meski keadaan kita telah berbeda bagi ku kau tetaplah adik ku. Aku akan selalu menyayangi mu Jiwon.”

“Aku juga menyanyangi mu oppa.”

“Jangan menangis lagi. Semua pasti akan baik-baik saja.”

“Ne..”

Ya, Siwon benar apapun yang terjadi mereka berdua tetaplah saudara. Ikatan darah yang tidak akan pernah terputus sekalipun nama Siwon telah dicoret dari daftar keluarga Choi.

Setelah sambungan telepon itu berakhir, Siwon pun bergegas menuju ke mobil nya. Ada suatu hal yang harus ia lakukan.

Dan disinilah ia sekarang. Berdiri di depan sebuah rumah yang tak terlalu besar. Siwon berusaha mengatur detak jantung nya agar kembali stabil. Begitu dirasa sudah tenang, iapun menekan bel rumah tersebut.

Ting tong

Ting tong

“Ya sebentar.” Terdengar suara yang sangat familiar bagi Siwon. Dan begitu pintu itu terbuka Siwon pun langsung menampilkan senyum terbaiknya. “Ya ampun Siwon.”

“Aku merindukan umma.” Siwon pun kemudian memeluk wanita paruh baya itu.

“Umma juga merindukkan mu nak.” Ucap wanita itu sambil mengusap-usap punggung Siwon. “Ayo masuk.”

“Oya appa ada?”

“Sedang di ruangan baca nya. Nanti umma panggilkan. Kau mau minum apa?”

“Apa saja terserah umma.”

“Baiklah tunggu disini sebentar.”

Begitu wanita yang dihormati nya itu pergi, Siwon bukan nya duduk justru ia memusatkan perhatian nya pada figura besar yang terdapat di ruang tengah keluarga itu. Ntahlah dia selalu suka memandangi potret keluarga bahagia yang tercetak disana.

“Siwon?”

“Appa.”

“Sudah lama?”

“Aku baru saja sampai.” Mereka berdua pun duduk di ruang keluarga.

“Kau datang kesini pasti ada hal penting yang ingin kau sampaikan, benarkan?”

“Ya. Begitulah.” Ucap Siwon sambil menggaruk tengguk nya meski tak gatal.

Umma Cho pun datang dengan membawa minuman. Setelah itu, dia pun ikut bergabung.

“Jadi apa yang ingin kau sampaikan nak?”

“Mengenai pernikahan. A-aku… ” Siwon terdiam, mencari kata-kata yang bisa mewakili isi hatinya.

“Ya?”

“Banyak hal yang terjadi akhir-akhir ini. Dan itu sangat mengganggu pikiran ku sampai aku berpikir, bagaimana aku bisa melindungi Kyuhyun jika keadaan nya seperti ini terus. Aku tidak ingin dia menderita karena intimidasi dari keluarga ku. Aku tidak bisa membiarkan nya terlalu lama. Jadi… jadi aku telah memutuskan untuk mengakhiri semuanya. Pernikahan yang seharusnya musim gugur ini, aku tidak bisa mewujudkan nya.”

Suasana pun menjadi hening. Baik appa maupun umma Cho masih berusaha memahami keputusan yang diambil oleh kekasih anak mereka.

“Jika memang itu keputusan yang terbaik, kami akan terima. Kau tentu banyak berkorban selama ini demi Kyunie jadi jika pada akhirnya kalian tidak bersama dalam ikatan pernikahan ku harap kalian bisa tetap bisa menjadi sahabat yang… ”

“A-ahh bu-bukan itu maksud ku.” Siwon pun buru-buru memotong ucapan appa Cho agar keadaan tidak menjadi rumit. “Aku akan tetap menikah dengan Kyuhyun tapi bukan musim gugur ini, a-aku ingin menikahinya bulan depan.”

“APA!!”

Semuanya pun melihat ke arah sumber suara. Disana seorang namja manis berdiri dengan wajah penuh keterkejutan.

“K-kyuhyun.”

Namja cantik itupun menghampiri kekasihnya itu. “Kau sudah gila Choi Siwon.”

“Aku gila karena mu, baby.”

“Hah, pernikahan itu bukan hal yang main-main hyung. Bulan depan, bahkan kita belum menyiapkan apapun.”

“Kau hanya perlu menyiapkan diri saja Kyu. Untuk keperluan pernikahan hyung yang urus. Kau tidak perlu memikirkan apapun. Kalau kita segeta menikah, aku lebih mudah untuk melindungi mu. Mr. Kim, Siwan, dan Jorg akan datang juga ke pernikahan kita.”

“Tapi… ”

“Apa kau tidak ingin menikah dengan ku?”

“Tentu saja aku mau hyung.”

“Jadi, ayo kita menikah bulan depan.”

Kyuhyun pun melirik ke arah oramg tua nya. Dan mereka pun membalas dengan senyuman sebagai tanda mengIYAkan.

“Ya, aku mau.” Ucap Kyuhyun dengan wajah merona. Siwon pun seketika memeluk calon istrinya itu.

Kisah cinta kedua nya memasuki tahapan baru. Mengikat janji suci untuk hidup bersama dalam suka maupun duka.

Dengan ini kalian telah sah sebagai suami istri”

Kalimat sakral itupun terucap sebagai suatu tanda jika kedua nya kini telah resmi sebagai pasangan hidup yang sah tepat pada tanggal 05 Juli.

“Kyu?”

“Hm..”

“Bagaimana perasaan mu?”

“Kau sendiri bagaimana?”

Kedua nya kini berada di atas tempat tidur sambil menghadap ke langit-langit kamar mereka. Pernikahan yang berlangsung tertutup itu telah usai 4jam yang lalu.

“Aku rasa, aku menyesal dengan semua ini.”

Mendengar hal itu, Kyuhyun pun langsung menghadap ke arah suami nya itu.

“Aku menyesal kenapa tidak menikahi mu dari dulu. Heheee..”

“Menyebalkan.” Ucap kyuhyun sambil mecubit pinggang suami dan sukses membuat Siwon mengaduh.

“Aku serius Kyu. Selama kita menjalin hubungan baru kali aku merasa sangat tenang sekaligus bahagia karena aku bisa memiliki mu sepenuhnya. Sebelumnya aku selalu takut kau akan pergi meninggalkan ku.”

Kyuhyun kembali menatap tajam ke arah suaminya. “Jadi kau meragukan ku?”

“Kau kan kadang susah ditebak Kyu. Siapa tau di luar sana kau menemukan laki-laki yang lebih baik dari ku.”

Kyuhyun sukses memberikan cubitan lagi pada pinggang suaminya.

“Kau senang sekali mencubitku. Ini bisa dikatakan kekerasan dalam rumah tangga.”

“Terserah. Sudahlah aku mau tidur.” Kyuhyun pun menarik selimut hingga menutupi lehernya. Lalu iapun memejamkan matanya.

Suasana pun hening selama beberapa saat, sampai akhirnya Siwon membuka suara. “Kyu?”

“…”

“Baby?”

“…”

“Aku minta maaf atas pernikahan ini.” Ucap Siwon dengan sedih.

Kyuhyun pun membuka matanya lalu menatap suaminya dengan tatapan tak mengerti.

“Maaf karena aku hanya bisa memberikan mu pernikahan yang sederhana, bahkan hanya dihadiri beberapa orang saja. Pernikahan yang bagi orang lain mungkin dianggap lelucon dan tak pantas. Pernikahan yang seharusnya dihadiri oleh… ” ucapan Siwon pun terhenti.

“Hyung.” Kyuhyun pun menggenggam jemari suaminya itu dengan lembut. “Pernikahan bukan soal berapa banyak orang yang datang, bukan juga soal kemewahan tetapi tentang sebuah kebahagian yang terjadi sekali seumur hidup. Kita bersama-sama mengikat janji suci dihadapan Tuhan meski kita adalah seorang pendosa. Sekalipu yang kita lakukan adalah sebuah kesalahan, bagi ku tak mengapa berada dalam kesalahan ini seumur hidup. Ini adalah kesalahan terindah yang pernah ku lakukan. Kesalahan yang membuatku bahagia dan kau adalah sumber kebahagian ku.” Ucap Kyuhyun sambil membawa jemari Siwon ke wajahnya.

“Kyu.” Suara Siwon pun terdengar parau karena menahan tangis haru.

“Saranghae Choi Siwon.”

Dan penyatuan itu pun terjadi. Siwon membawa istrinya itu dalam ciuman penyaluran kebahagian. Ciuman yang awal lembut berubah menjadi lebih panas, hingga tanpa disadari posisi Siwon kini tepat berada di atas tubuh istrinya itu. Wajah Kyuhyun begitu menggoda bagi Siwon. Sampai akhirnya…

“Kyu, bolehkah?”

Dengan wajah merona, Kyuhyun memberikan sebuah anggukan. Dan dengan sekejap Siwon pun kembali melumat bibir sintal istrinya itu sementara tangan nya sibuk membuka satu persatu kancing piyama istrinya.

.

.

“Daddyyyyy.”

“Daddyyyyyyy!!”

“…..”

“Daddy bangun!!”

“Eunghh”

“Daddy bangun!!” Nampak nya bocah bertubuh gempal itu pantang menyerah. Sampai sebuah ide muncul dibenaknya. Di arahkan nya pandangan nya pada kaki ayah nya itu. “Hihi..” tawanya geli. “Catu, duaaa, tiga!!”

“AWWW!!” Suara teriakan kesakitan pun terdengar. Siwon seketika mengusap bagian yang sakit di kakinya itu. Heii, meski hanya satu bulu kaki rasanya sangat menyakitkan bila dicabut paksa bukan?

“Daddy ci, cuo bangunin ndak bangun-bangun.”

“Itu karena daddy kecapean membersihkan kasur yang kau ompoli.”

“Calah daddy cendili klitikin Cuo.”

“Hah, kau ini.” Ucap Siwon sambil memencet hidung putranya. “Berhasil menangkap dragonfly nya?”

“Cuo dapat 4 daddy.” Ucap Suho dengan bangga.

“Ohya? Sini daddy lihat.”

“Cudah Cuo lepacin daddy.”

“Ne?”

“Kacian daddy, mereka pacti nangic picah dari mommy dan daddy mereka. Kata grandfa kita ndak boyeh jadi oyang jahat daddy.”

Siwon pun tak kuasa menahan senyum nya. Anaknya tumbuh menjadi pribadi yang baik. “Ya, kita memang tidak boleh jadi orang jahat.” Ucap Siwon sambil merapihkan topi putih yang dikenakan putranya itu. “Nah, ayo pulang. Mommy juga pasti mencari kita.”

“Beli ec cleam dulu daddy.”

“Iya kita ke supermarket beli es cream.”

Pemburuan dragonfly itu pun berakhir, mereka pulang dengan menaiki sepeda masing-masing.

I7.00PM

Seorang namja manis tengah asyik berkutat pada adonan tepungnya sambil bersenandung. Jika dilihat dari bahan-bahan nya dia akan membuat pancake. Tiba-tiba saja gerakan nya terhenti saat sebuah tangan melingkar di pinggang nya dari belakang.

“Hyung, aku sedang buat cake.”

Siwon justru semakin mengeratkan pelukan nya. “Kyu, ayo kita menikah lagi.”

Kyuhyun pun seketika melepaskan pelukkan suaminya itu dan menatapnya tajam. “Apa otak mu tertinggal saat mencari dragonfly tadi!!”

“Tentu saja tidak, baby.”

“Menikah lagi? Kau pikir pernikahan kita ini suatu hal yang main-main?!”

“Dengarkan aku dulu Kyu. Saat di taman tadi tiba-tiba saja kenangan itu muncul, jadi aku berpikir tidak ada salahnya kita menikah lagi karena kali ini kondisi nya telah berbeda. Kita tidak perlu mengucap janji suci lagi, hanya melalukan resepsi.”

Belum sempat Kyuhyun menjawab sebuah suara telah mendahuluinya. “Kami setuju dengan ide Siwon.”

“Appa, umma!!” Kyuhyun pun terkejut saat melihat siapa yang datang.

“Kita akan mengadakan pesta pernikahan yang besar. Appa akan mengundang semua rekan bisnis appa dan memperkenalkan mu pada mereka. Appa yakin mereka pasti iri karena tidak memiliki menantu seperti mu.”

“A-appa tapi…

“Kami juga ingin merasakan berada dimoment paling berharga dalam hidup kalian. Meski terlambat, paling tidak saat kalian membuka foto-foto pernikahan ada wajah kami disana.” Ucap umma sambil mengenggam jemari menantu nya itu. Tatapan umma Choi pun penuh harap.

Kyuhyun. Namja manis itu tak mampu berkata-kata, air mata nya justru mengalir tanpa bisa ia cegah.

“Hei, jangan menangis.” Ucap umma Choi sambil menghapus air mata menantunya. “Kalau kau memang tak mau, juga tidak apa-apa sayangg.”

“A-aku mau umma. Aku mau.” Ya, air mata Kyuhyun bukan lah air mata kesedihan. Ia justru menangis haru.

Umma Choi pun memeluk kyuhyun erat. ” terimakasih, nak.”

Tiba-tiba…

“Grandfaa… grandmoooooo!!” Bocah bertubuh gempal itu berlari ke arah kakek nya.

“Cucu grandfa sudah wangi.” Ucap appa Choi sambil menggendong cucunya itu.

“Cuo mandi cendiri grandfa.”

“Cucu grandfa memang pintar.”

“Tentu caja.” Ucap nya bangga. Lalu, “mommy kenapa nangic?”

“Mommy nangis karena rindu padamu, babysu.” Siwon mengacak-acak rambut putranya yang tersisir rapih ke arah kiri.

“Cini Cuo peluk.” Appa Choi pun mendekat Suho pada Kyuhyun. Moment yang akhirnya mengundang tawa.

“Umma jadi tidak sabar mengadakan pesta pernikahan kalian. Dan melihat cucu kesayangan umma ini memakai tuxedo. Pasti sangat menggemaskan.” Umma Choi pun mencubit pipi cucu nya itu.

“Pelnikahan itu apa, grandmo?”

“Ne?”

*sekian*

#kaburrrrr

Advertisements
Posted in BL, Drama, Family, Romance, wonkyu, WonKyu Story

Tentang Kamu – part 30

Tentang Kamu – part 30

Autor : Cat meonks

Cats : Cho Kyuhyun, choi Siwon dll

BL,Yaoi Mpreg

Warning : Typo berserakan dan bahasa kurang jelas

Cerita gaje tapi hasil karya sendiri

Ini pasti membosankan tapi jangan lupa tinggalkan komentar

Kiss kiss

.

.

.

.

 

“Hassing!!!”

Hari ini cukup dingin dan membuat tuan muda yang sedang hamil ini harus mengalami bersin-bersin.  Tiba-tiba dia merasakan hangat menjalar dalam tubuhnya. Sebuah tangan kekar memeluk perut buncitnya dan dada bidang itu menempel di punggungnya. Dia tersenyum walau lengannya menyikut perut pria di belakangnya.

 

“ Yah!!”

 

“ Kenapa mengejutkanku?”

 

Siwon menaruh dagu di pundak istrinya, “ Tapi aku merasa kau senang bukan terkejut.”bisiknya.

 

“ Jinjja?’ kembali lengan itu menyikut perut Siwon. “ Jangan percaya diri. Tumben kau pulang cepat?’ Siwon mengusap peut Kyuhyun dengan lembut sambil menghirup aroma tubuh Kyuhyun yang memabukan.

 

“ Hanya merindukanmu dan dia.” Siwon menunjuk perut Kyuhyun.  Kyuhyun meletakan telapak tanganya di atas tangan Siwon lalu menatap langit sore yang begitu indah hari itu. “Entah kenapa kau mampu membuatku jatuh cinta di setiap harinya?’ Kyuhyun melepas pelukan Siwon lalu berdiri menghadap suaminya dengan wajah merah, “ Tapi kau juga setiap saat membuatku khawatir dengan polah dan  tingkahmu.” Kyuhyun memplout bibirnya. Siwon mendekatkan bibirnya dan memberikan ciuman lembut di bibir plum itu. Kyuhyun yang memejemakan mata menikamti ciuman suaminya berlahan  terbuka ketika suaminya melepaskan bibirnya.

 

“ Karna itu jangan membuatku kesal. Apalagi mengabaikanku.” Siwon hanya tersenyum sambil menarik tubuh itu dalam dekapannya. Walau tak sepenuhnya terpeluk karna terhalang oleh perut buncit istrinya.

 

“ Iya aku mengerti, tuanku. Hamba akan siap melayani.”goda Siwon. Kyuhyun hanya memukul punggung Siwon sambil tersenyum.

 

*******

 

Kyuhyun  menaruh tas belanjaan di tangan kanannya sambil meneliti apa ada yang kurang atau tidak. Dia ingin mengembalikan baju yang dia beli di butik kakaknya. Dia juga tak lupa bonnya.  Pria cantik itu memang usil bila menyangkut kakaknya.

 

“Kyuhyun-ssi.”sapa salah satu pelayan. “ Ada yang bisa saya bantu.”

 

“Dimana Nunna?”

 

“Sanjangnim sedang melayani pembeli.”

 

“ Padahal aku sudah memilih ukuran besar tapi tetap saja tak nyaman. Tolong besarkan ya! Ahh—apa ada tamu spesial?” tanyanya penasaran.

 

“ Oh—iya. Dia Han Tae ssun. Penyanyi dan aktor terkenal. Ahh—dia juga ramah sekali.” Pelayan wanita itu kegirangan dan Kyuhyun hanya melirik dengan pandangan penasaran.

 

“ Oh—jadi benar dia mengunakan rancangan nunna. Debbak!! Wanita itu ada kemajuan.” Kyuhyun melihat ponselnya. “ Berikan aku susu coklat.”

 

“Baik Kyuhyun-ssi.” Pelayan itu pun pergi meninggalkan Kyuhyun yang asik beramin game di ponselnya.  Segelas susu coklat tersaji dengan satu potong kue. Kyuhyun masih terus bermain tanpa memperdulikan ada yang sedang menatapnya.

 

“ Oh—kau juga suka membeli baju disini?’ Kyuhyun mendongakkan wajahnya sambil berpikir. “ Kau melupakanku?’ tanya pria tampan itu.

 

“ Ani. Aniya. Aku hanya sedikit terkejut kau mengingatku.”

 

“Bagaimana bisa aku melupakan wajah manis dan imut sepertimu?” wajah Kyuhyun berubah masam.  “ Apa yang kau lakukan sini?’

 

“ Oh—bajuku sedikit tak muatt. Ahh—padahal aku sudah memilih ukuran terbesar. “keluh Kyuhyun.  Tae Ssun pun duduk di depanya. “ Jadi benar kau sering membeli baju sini.”  Dia mengangguk.  “ Wahh—debbak!! Bagaimana nunna bisa berkembang sepesat ini.’gumamanya.

 

“ Huh? Kau bicara apa?’

 

Kyuhyun hanya tertawa, “ Ani.’jawabnya singkat lalu menengguk susu coklat yang baru saja di antar pelayan.

 

Tae ssun tersenyum kecil memperiksa jadwalnya. Ketika dia ingin bicara. “ Yah!! Apa yang kau lakukan disini?’sentak Kibum tanpa melihat pria di hadapana adiknya.

 

“ Apa kau tidak bisa membuat ukuran baju yang lebih besar? Huh? Itu sesak dan tak nyaman di perutku.” Jawab Kyuhyun dengan nada tinggi.

 

“ Itu salahmu sendiri bagaimana kau bisa memiliki tubuh begitu gembul.”

 

“ Yah!!” Kyuhyun langsung berdiri sambil berteriak.  “ Aku ini sedang hamil bukan gemuk. Kau tak bisa membuat baju dengan ukuran yang lebih besar.”

 

“ Brisik!! Aku membuat baju untuk orang tampil mempesona bukan untuk membuat baju extra besarmu.”

 

“ Mwo? Yah!! Coba kau ulangi kata-katamu. Bagimana kau bisa memuasakan eplangganmu kalau kau saja tak bisa menerima kritik.”

 

“ Aku tak butuh kritik darimu mulut besar.”

 

“Yahh!!! Kau—“

 

“Chamanayo!! “ semua menatap Tae ssun. “ Kalian benar-benar gila. Apa kalian benar bersaudara?’’  Kibum dan Kyuhyun  terdiam menatap Tae Ssun. “Sebenarnya apa yang ada di pikiran mereka?” batin Tae Ssun.

 

******

 

 

“ Wah—aku tak tahu kalau kau adik Cho Kibum. Aku sudah lama menyukai desain bajunya.” Tae ssun menatap Kyuhyun .

 

“ Yah!! Siapa yang ingin memiliki  kakak seperti itu. Suka sekali mengoda suamiku. Bahkan Siwon memaksaku membeli baju di sana. Menyebalkan!!” omelnya.

 

Mereka kini duduk berdua di kafe yang cukup sepi.  Segelas kopi dan semangku es krim vanilla terhias di depan meja.

 

“ kau memiliki napsu makan yang tinggi?”

 

Kyuhyun terseyum malu, “ Iya. Sejak aku hamil pola makanku semakin rakus.”

 

Tae ssun terdiam. “ hamil?’ tanya tak percaya. Kyuhyun mengangguk lalu memasukan es krim dalam mulutnya. “ Jadi kau sudah hamil?’

 

Kyuhyun tertawa. “ Hum…sejak kita kembali lagi. Ahh—syukurlah…” Kyuhyun menunduk malu.

 

“ Kembali?”

 

“ Oh—Ne. Kita baru saja rujuk. Hemmm—hehehe.” Kyuhyun tersenyum bahagia ketika membayangkan itu.

 

“ Wae? Ahh—maksudku kenapa kalian bisa berpisah?”

 

“Oh—Hemm Hanya karna kesalah pahaman aku sempat ingin berpisah dengan suamiku. Tapi dia mengajakku kembali. Walau sebenarnya keluargaku sempat tak  merestuinya .Teutama nunnaku.. Untung saja aku hamil. Hahahahah…” ceritanya. Tae ssun tertawa tipis lalu kembali memasang wajah dingin. “ Kenapa kau tiba-tiba mengajakku keluar untuk makan? Apa kau menyukai nunnaku?’ tebak Kyuhyun.

 

“ Huh?’

 

Kyuhyun memukul Tae ssun. “ Yah!! Kenapa kau jadi linglung? Tak apa. Lagi pula walau dia terlihat galak tapi hatinya lembut.”goda Kyuhyun.

 

“Bisakah kita bertemu lagi?”

 

“ Huh?’ Tae ssun tersenyum lebar membuat Kyuhyun binggung menjawab. “ Keurumyo. “

 

“ Gomawo.” Mereka saling melepar senyuman.

 

******

 

Kyuhyun membuka-buka majalah yang baru di belinya. Terlihat beberapa gambar Tae ssun muncul di berbagai iklan.  Dia tersenyum bangga melihat rancangan baju kakaknya di pakai oleh artis yang sedang naik daun.

 

“ Sedang apa?’ Kyuhyun langsung menutup majalahnya dan melepar ke meja.

 

“ kau sudah pulang.”senyuman merekah terpampang di wajah Kyuhyun. Dia berdiri dan memeluk suaminya. “ kau sudah makan?’

 

“ Belum. Kau?’ Kyuhyun mengelengkan kepala. “ wae?”

 

“ Ingin menunggu ayah pulang.” Jawabnya manja.

 

“ Kalau begitu tunggu sebentar. Aku mandi dan ganti baju lalu kita makan.” Kyuhyun mengangguk patuh lalu melepaskan pelukan suaminya dan kembali duduk di sofa. Siwon melirik sekilas drama yang di lihat istrinya lalu segera naik ke atas.

 

Tak lama Siwon turun dengan baju santai. Pria berlesung pipi itu menghampiri istrinya yang sedang asik melihat drama. “ Kita makan sekarang?”

 

“ Oh—“Kyuhyun langsung mematikan Tvnya dan mengulurkan tanganya. Siwon yang tanggap langsung mengendong istrinya menunju meja makan. “ Wonnie—“

 

“ Hum?” Siwon menatap istrinya.

 

“ Kau tahu bila artis han Tae Ssun menyukai nunnaku?’ Siwon menurunkannya dan menarik kursi untuk Kyuhyun.

 

“Entahlah!! Wae? Tumben kau perduli.”

 

“ Yah!! Bagaimana pun dia kakak kandungku.”jawabnya.

 

Siwon menaruh daging di piring Kyuhyun,  “ Oh—ya apa kau baru membeli jam tangan baru?”

 

“Oh—ani. Itu hanya sebuah hadiah.”

 

“ Hadiah?’ Kyuhyun mengangguk “Dari?”

 

“Chingu.” Kyuhyun tersenyum lebar.  “ Ahh—atau bisa jadi akan jadi kakak ipar. Waah—debbak!!”girangnya. Siwon menatap Kyuhyun dengan wajah penuh curiga namun pria manis itu begitu santai.

 

****

 

“Debbak!! Bagaimana dia bisa memberikanya ini untukmu? Bukan ini mahal.”tanya Changmin sambil melihat jam tangan merk Ulyse Nardin buatan swiss. “ Siwon tahu?” Kyuhyun mengangguk.

 

“Wahh—selain tampan dia juga baik. Usianya tak jauh beda dengan kita. Dia artis yang sedang naik daun bukan. “sambung Lee Hyukjae.

 

“ Dia menyukai Nunna-ku.”

 

“Mwo?’ mereka berdua terkejut dengan ucapan Kyuhyun.

 

“Ahh—syukurlah.”dia mengangkat tangan di atas. “ Ini adalah kado untuk jalan pintas. Walau sedkit berlebihan.’’kata Kyuhyun.

 

“ Pria ini cukup royal. Tapi apa kau nyakin hanya itu? Maksudku itu jam mahal.”curiga Changmin.

 

“ Wae?”tanya Kyuhyun.

 

“ Jangan-jangan dia menyukaimu?”cetus Hyukjae spontasn.

 

Changmin mengambil tipasnya dan memukulkan di kepala Hyukjae, “ Yah!! Kau gila?” teriak Changmin.

 

Kyuhyun hanya terdiam. “ Apa yang salah? Itu hanya pemikiranku saja. Apa ada seseorang dengan mudah melepas barang mewah bila dia—aahh mian.”  Hyukjae langsung mengkunci bibirnya.

 

“ Bukan semua sudah tahu bila aku istri Choi Siwon? Bahkan aku mengandung anaknya.” Ucap Kyuhyun.

 

Hyukjae dan Changmin hanya saling menatap. Lalu membuang muka. Kyuhyun hanya memainkan jam tangannya.

 

*****

 

Kyuhyun berjalan dengan malas. Ia tak percaya diri dengan baju kekecilan ini. Bagaimna bisa dia naik sampai 4 Kg sejak hamil. Bajunya tak muat untuk perut buncitnya.  Dia duduk di sebelah ibunya sambil bersandar manja di bahunya. Sebenarnya dia tak suka melihat cara fasion seperti ini. Lebih menarik bermain game di kamar dengan beberapa cemilan ahh—ani tapi banyak cemilan. Kyuhyun memainkan ponselnya tanpa berniat melihat semua rancangan kakaknya. Hingga akhir acara dia tak tahu apa saja yang terjadi.  Jadi percumah dia datang.

 

“Cepat bangun.”sentak ibunya. Kyuhyun pun bangun dan bertepuk tangan menyambut kakaknya di atas panggung dengan seikat bunga besar yang di berikan Tae ssun sebagai model utama pria. Kyuhyun kembali duduk lagi dan menghela nafas.

 

Semua bersorak gembira dengan segelas anggur di tangan mereka kecuali Kyuhyun. Dia hanya memplout bibirnya karna di hadapanya hanya ada jus jeruk dan segelas susu. Dia bukan anak tujuh belas tahun.

 

“ Umma—“rengeknya.

 

“ Tak bisakahkah kau berhenti merengek. Nunnamu sedang bahagia dan kau merengek terus. Kau ingin buat malu dan ribut.”sentak kecil Heachul.

 

“Tapi umma—semua—“

 

“ Kau sedang hamil sayang. Apa kau gila? Siwon bisa membunuh ibumu ini. Diam dan nikmati apa yang ada.”sentak ibunya lagi.

 

Kyuhyun memplout bibirnya dan mengacak-acak makannya. Aroma anggur merah kesukaanya membuatnya jadi gila. Dia ingin memecahkan semua gelas tamu tapi pandangan ibunya menakutkan.

 

“ Waeyo?’ tanya Tae ssun yang tiba-tiba menghampirinya.

 

“ Ani. Hanya sedang sedang kesal.”jawab Kyuhyun sambil melahap dagingnya.

 

Tae ssun tersenyum kecil. “ Bagimana kalau kita jalan-jalan sebentar? Aku tahu yang sedang tak enak hati.”

 

“Baiklah!! Daripada berlama disini akan membuatku ingin membunuh orang.” Kyuhyun berdiri dan mengambil tas punggungnya. Ibunya sempat melihatnya berdiri tapi langsung kembali bicara dengan clien suminya yang di undang dalam pertunjuan itu.

 

Kyuhyun berjalan dengan menghentak-hentakkan kaki.  Tae Ssun hanya tersenyum kecil melihat polah Kyuhyun dengan perut yang mulai membuncit.  Kyuhyun tiba-tiba berlari menuju penjual gula kapas.

 

“Ayo kita makan ini.” Kyuhyun menatap Tae Ssun.

 

“ Apa kau anak kecil?” Kyuhyun memplout bibirnya. “ Tolong satu saja.” Kyuhyun tersenyum ketika penjual itu memberikan satu gula kapas. Tae Ssun tersenyum dan membayarnya. Kyuhyun sudah berjalan dahulu sambil menikmatinya.

 

Kyuhyun berhenti dan menoleh kebelakang, “ Yah—palliwa—“ Tae Ssun tersenyum lalu berlari kecil. “ kau lambat seperti siput.’ Ejeknya. Tae Suun gemas dan mengacak rambut Kyuhyun. “ Yah—jangan seenaknya mengacak-acak rambutku.”omel Kyuhyun.  Tae Ssun tertawa. Kyuhyun hanya memplout bibirnya lalu melihat ponselnya.

 

“ Siapa?’ tanya Tae Ssun.

 

“ Oh—suamiku. Dia tanya apa aku akan pulang untuk makan malam atau tidak.” Jawabnya.

 

“Oh—“ wajah Tae ssun berubah menjadi masam. “ Kajja.”

 

*****

 

Kyuhyun merebahkan tubuhnya di ranjang. Siwon yang baru keluar dari kamar mandi melihat beberapa kantung belanjaan di dekat meja rias.

 

“ Tadi kau kemana?” Siwon duduk di tepi ranjang.  Kyuhyun kembali membuka matanya dan melihat ke arah Siwon. “ Kau kabur dari acara dan tak bisa di hubungi.”

 

Kyuhyun tertawa lalu kembali duduk dan menatap suaminya. “ Aku hanya bosan lalu jalan-jalan sebentar dengan Tae Ssun.” Jawabnya.

 

“ Bila kau bosan bukan harusnya kau pulang.”

 

“ Aku masih belum ingin pulang. “ jawabnya.

 

“ Kyunnie—“

 

“ Wae? Kenapa hanya jalan-jalan saja aku salah. Aku bosan disana. Mereka bicara ini itu dan tak bisa aku mengerti. Dia mengajakku belanja untuk menghilangkan bosanku dan kau tahu Wonnie—semua itu gratis. Dia membayarnya.” Kyuhyun tersenyum bangga.

 

“ kau kekurangan uang?’

 

“ Ani. Tapi itu menyenangkan. Dia berbeda dengan Changmin dan Hyukjae yang pelit. Bahkan dia mentraktirku makan.” Kyuhyun kembali merebahkan tubuhnya. “ Ternyata tak semua artis itu sombong dan pelit. Dia cukup baik dan sopan.” Kyuhyun menarik selimutnya sebatas dada.

 

Siwon menghela nafas lalu merebahkan tubuhnya, “ Entah kenapa aku tak suka.”keluh Siwon.

 

“ kau selalu tak suka pada siapa pun.” Kyuhyun menoleh dan mereka saling bertukar pandang.

 

“ Dia terlihat tak sedap di lihat. Kau tahu bukan aku lebih tampan daripada dia?”

 

“  Apa Kau cemburu?”

 

“ A—aku tidak cemburu.’

 

“ Jadi kau tak cemburu?”

 

“Siapa yang perduli dengan artis bodoh itu?’

 

“Oh—kaulah yang memulainya.” Kyuhyun kembali berdiri dan menatap tajam. “ Jangan-jangan kau masih menyukai Nunna-ku?’ hardik Kyuhyun.

 

Siwon pun ikut bangun. “ Apa hubunganya? Aku cemburu padamu kenapa jadi menyangkutkan dengan Kibum?” sentak Siwon.

 

“ Bukan kau bilang tak cemburu tadi?”

 

Siwon menghela nafas, “ Aku hanya takut—takut kehilanganmu. Apa aku salah?” aku tidak perduli bila dia mencintai Kibum atau yang lain yang paling aku takutkan adalah dia menyukaimu—“

 

“ Yah!!” Kyuhyun mengambil guling lalu memukulkan pada Siwon. “ kau seperti Hyukjae saja. Dia tampan dan kaya untuk apa melirik pria hamil. Sudah!! Cepat tidur. Besok kau akan menyalahkanku ketika bangun kesiangan.” Kyuhyun kembali tidur namun membungkungi suaminya.  Siwon hanya menghela nafas lalu mengambil remot dan mematikan lampunya. “ Woonie—“

 

“ Hemm—“

 

Siwon membalik tubuhnya dan memeluk  Siwon.”Dasar bodoh!!” umpatnya. Siwon memiringkan tubuhnya lalu membals pelukan istrinya sambil tersenyum.

 

*******

 

 

Siwon seperti orang gila ketika menghadapi istrinya. Dia sudah mengurangi kadar emosinya untuk menjaga kesehatan mental istri dan calon anaknya namun terlihat Kyuhyun terus membuatnya mendidih dengan bertemu pria itu hampir setiap hari. Bahkan ketika dia memperiksakan kandungan atau senam hamil Tae Ssunlah yang mengantarkannya.  Dia itu suaminya bukan pria itu. Seharian ini dia sibuk dengan rapat dan pulang melihat tumpukan tas belanjaan terlihat di sudut sofa kamarnya.

 

“ Darimana kau dapat barang-barang itu?”tanya Siwon dengan nada tinggi.

 

“ Waeyo? “ Kyuhyun dengan cuek  duduk di ranjang dan merapikan  bantalnya.  Kyuhyun baru selesai mengosok giginya dan ingin beranjak tidur. Siwon lagi-lagi pulang malam dan tak menemaninya makan.  Dia tak lagi protes atau mengeluh karna itu adalah pekerjaan suaminya. Tae Ssun selalu menasehatinya agar tak terlalu manja dan bersikap lebih mandiri.

 

“Choi Kyuhyun darimana kau dapat barang-barang ini?” ucapanya semakin keras dan terkesan kasar.

 

“ Yah!! Kenapa kau membentakku. Aku tak menghabiskan uangmu. Itu hadiah. Diamlah aku lelah dan ingin tidur. Seharian ini aku keliling mall.”omelnya.

 

“ Kau bertemu lagi dengan Tae ssun ?”

 

“ Ne. Waeyo?”  jawab Kyuhyun.

 

“ Sudah aku beri tahu beberapa kali jangan menemui pria itu lagi tapi kau tak mengindahkan ucapanku. Apa kau pikir aku sedang mendongeng?”

 

“  Molla.  Apa salah aku memiliki teman? Dia mengerti aku—bahkan dia tahu kakiku lelah dan memijatnya tanpa aku memintanya. Aku hanya ingin memilik teman yang bisa memahamiku tanpa mengeluh kekuranganku. Apa salah? Kau juga tak pernah perduli padaku. Setiap hari pulang malam. Bahkan makan malam kau lebih suka dengan laptopmu daripada aku. Apa pernah aku protes atau mengeluh?”

 

“Chingu? Kau pikir dia berpikir itu? kau bodoh atau pura-pura bodoh. Kenapa seorang bisa dengan mudah menghambur-hamburkan uangnya hanya untuk Chingu?Kenapa kau jadi berubah menjadi pengemis dan meminta barang-barang  itu dari orang lain? Apa kau sudah tak memilik harga diri? Kau pikir aku tak bisa membelikanya? Aku bisa membelinya dua kali lipat dari apa yang dia berikan padamu.”

 

“ Mwo? Pengemis ? Tak punya harga diri.’

 

“ Ya… Kau mirip pengemis. Aku sudah peringatkan berulang kali padamu untuk tak menemuinya tapi kau semakin gemar mengemis barang padanya. Apa tak cukup kau memilki aku? Aku sudah bekerja siang malam untuk bisa mencukupi apa keinginanmu.”

 

“ Cukup!! Aku tak bisa sesabar ini!!” Kyuhyun berdiri dan menghapus air matanya. “ Apa lagi? Cepat katakan!! Apa lagi yang ingin kau umpatkan padaku. Tak punya pendidikan, pengemis tak punya harga diri. Yah!! Kau pikir kau siapa? Huh?” Kyuhyun menghampus air matanya lalu mengambil ponsel lalu pergi keluar.  “ Aku muak dengan semua ini. “dia membanting daun pintu itu.

 

Siwon melepas dasinya dengan kasar lalu duduk di tepi ranjang dengan wajah kesal. Dia melepar apa pun di sampingnya. Dia meraih ponsel dari kantung celananya.

 

“Cari tahu siapa Han Tae ssun.”perintah Siwon. Dia menutup teleponya lalu melepar ponselnya di ranjang dan merebahkan tubuhnya. Dia menghela nafas kasar. Dia memejamkan mata menikmati hening kamarnya. Bagaimana pun dia terlalu kasar pada istrinya?

 

Kyuhyun berjalan cepat meninggalkan rumah tanpa perduli berbagai pertanyaan dari pengawal atau pelayan di rumahnya. Dia hanya memeluk ponselnya dengan air mata yang tiada hentinya mengalir deras.  Dia merasa lelah dan jongkok di tepi jalan. Dia melihat sekeliling namun tak ada tanda-tanda seseorang membuntitinya.  Dia semakin menangis terseguk-seguk sambil bersimpuh memukul-mukul dadanya yang sakit.

*****

 

 

Siwon berjalan menuruni tangga dan mencari keberadaan istrinya. Semua pelayan menatapnya dengan takut tapi tak ada satu pun yang bicara. Siwon berjalan menuju dapur dan mengambil sekeleng minuman soda dan menatap salah satu pelayan.

 

“Dikamar mana sitriku?’tanya dengan santai sambil membuka kaleng minumannya.

 

Semua saling memandang satu sama lain. “ Dia berlari keluar tuan muda.” Jawab takut salah satu pelayan.

 

Siwon langsung menjatuhkan kaleng minumananya sambil berlari keluar.  Bodoh!! Seharusnya dia tahu istrinya tak mungkin hanya pergi untuk berpindah kamar saja.  Dia mencari di sekitar rumahnya sampai ke ujung jalan raya namun belum terlihat tanda-tandanya.  Dia kembali ke rumahnya dan menghubungi seseorang.

 

“ Cepat cari tahu dimana istriku!!”  dia meremas ponselnya lalu segera masuk dan mengambil mobil.

 

******

 

“ Silahkan. Masih panas, tiuplah sebelum kau meminumnya.”

 

Kyuhyun menerima gelas berisi susu coklat.” Gomawoyo.”jawabnya.

 

Kyuhyun hanya terdiam dengan gelas coklat di tangannya. Dia sudah berhenti menangis sejak tadi namun belum bicara sama sekali. Tae Ssun masih setia menunggunya dalam diam. Kyuhyun menghela nafas lalu menghapus butiran air mata yang tiba-tiba mengalir.

 

“ Mianhae—“

 

“Untuk?’

 

“Malam-malam aku menganggumu. Entah kenapa pertama kali aku pikirkan adalah namamu. Mianhae—“

 

“ Kau melakukan yang benar.”  Kyuhyun kembali diam. “ Wae? Kau tak ingin cerita—“ Kyuhyun menatap Tae Ssun. “ Bukan maksudku ingin ikut campur tapi—apa kau baik-baik saja?“

 

“Tae Ssun-sii”

 

“ Hum!! Wae?’

 

“ Apa aku salah mencintainya?’

 

“ Ani. Karna itu kau menikah dengannya. Wae? Apa dia tak mencintaimu?”

 

Kyuhyun mengelengkan kepala,” Mungkin aku pernah beberapa kali menyukai seseorang tapi baru dengannya aku merendahkan harga diriku—“ Kyuhyun menundukan kepala.” Aku sadar dia pria hebat yang mempunyai segalanya. Tampan,mapan dan baik. Tak sedikit yang menyukainya dan dia memilihku. “

 

“ Lalu—“

 

Kyuhyun menghapus air matanya yang tiba-tiba mengalir,”  Tapi akhir-akhir ini dia sering berkata kasar dan mengumpatku. Bahkan dia tak pernah menyusulku ketika aku kabur. Apa dia sudah mencintaiku lagi? Apa dia bosan dengan keegoisanku? Tae ssun-sii apa aku harus pulang sekarang?”

 

“ Yah!! Kyuhyun-sii!!”

 

“Pabbo!! Harusnya aku tak kabur tadi. Bagaimana bila yang kau bilang benar? Bila Siwon memiliki seseorang yang dia cintai selain aku. Bahkan ketika anak pertama kita belum lahir.”

 

“ Jangan jadi lemah. Kau pria kuat. Bila terus kau tunjukan ketergantunganmu dengan pria itu—kau sendiri yang akan sakit. Dia akan menginjakmu semakin kuat. “

 

“ Tapi—perasaanku?“

 

“ Dia hanya takut harga diri terluka karna ada pria lain yang bisa membelikan sesuatu yang berharga untukmu.”

 

”akuu sangat menyukainya. Mungkin karna itu dia bisa berbuat semaunya. Aku pernah bilang padanya untuk datang dan pergi sesuka hatinya karna aku akan tetap disini menunggunya. Dia menamparku jadi ku pikir dia benar-benar menyukaiku.”

 

“ Apa kau gila ketika mengkatakan itu?”

 

“ Aku tahu. Ini sangat sulit ketika harus menyembunyikan perasaanmu yang sebenarnya. Waktu aku terlepar dalam kegelapan dia selalu saja meraih tanganku dan memberikan kehangatkan yang tak pernah aku banyangkan. Kemudian, sejak ketika itu aku berpikir untuk menyerahkan semua cintaku padanya. Sekarang, bila di dunia ini tanpa apa aku bisa benar-benar hidup. Karna selama aku mencoba aku tak bisa. Aku selalu ingin bertemu dengannya.” Kyuhyun menatap Tae Ssun dengan mata berkaca-kaca.” Bahkan aku pernah memamerkan tubuhku ketika dia ingin membatalkan pernikahan kita. Tapi dia tak menyentuhku.” Kyuhyun tersenyum kecil ketika mengingat kebodohannya.

 

“ Pasti kau sudah gila.”

 

“Iya.”

 

“ Lalu kenapa kau tak lepaskan tergantungan itu?’

 

“ Aku tak bisa.” Kyuhyun menundukan kepala.

 

“ Karna itu dia akan dengan mudah menginjakmu. Orang tuaku juga seperti itu. Umma terlalu mencintai appa hingga dia membiarkan memiliki banyak wanita simpanan.” Tae Ssun terlihat kesal menceritakannya. “ Dia wanita bodoh.’ Kyuhyun menatapnya.  “Karna itu appa  dengan mudah mempermainkannya. Kembali ketika dia ingin dan pergi ketika dia tak ingin.”

 

“ Tae Ssun-sii mianhae—“

 

“ Aku sudah terbiasa. Semua orang tahu. Walau appa bilang putranya satu-satunya hanyalah aku tapi percumah bila tetap saja dia menyakiti umma.”

 

“ Tapi aku belum terbiasa dengan sifatnya yang seperti itu.”

 

“Berusahalah untuk terbiasa atau pergi untuk melepaskannya dan menjadi manusia pintar.”

 

Kyuhyun hanya terdiam tanpa bisa menjawabnya. Tak lama suara bel berbunyi.

 

“ Aku nyakin itu suamimu.”  Kyuhyun masih membeku. Tae Ssun berdiri menuju pintu dan membukaannya. Tanpa bicara pria berlesung pipi itu masuk. Siwon hanya menghela nafas lalu mengambil ponsel istrinya dan membopongnya. Kyuhyun tak berani menatap wajah Siwon  ketika pria itu mendudukkan di kursi mobil. Siwon melepas baju hangatnya dan mengenakan di bahu Kyuhyun.

 

Mobil hitam itu berhenti di depan rumah mereka.Kyuhyun masih terdiam ketika Siwon membukaan pintunya.  Siwon kembali membopongnya . Semua pelayan menunduk hormat ketika mereka datang.

 

“ Buatkan coklat panas  antarkan ke atas.’ Ucapnya sambil berlalu meninggalkan mereka. Siwon menurunkan Kyuhyun di tepi ranjang dan melepas mantelnya. “ Mulai sekarang jangan pergi ke mana pun tanpa seizinku.”sentak Siwon.  Pria itu keluar dengan membating pintunya. Kyuhyun hanya terdiam dengan memeluk perutnya.

 

Tak lama bibi Kim datang dengan segelas susu hangat. Kyuhyun tersenyum ketika bibi Kim menyapanya. “ Minumlah selagi hangat.” Tawar Bibi Kim. “ Anda tidak apa-apa? Bagaimana keadaan bayi Anda?’

 

“Genchana.”

 

“Ahh—syukurlah!! Jangan terlalu sering bertengkar atau marah dengan tuan muda itu tidak baik untuk perkembangan kandungan Anda.”

 

“ Arra.Gomawo—“

 

“Saya permisi dulu.” Kyuhyun mengangguk lalu kembali merebahkan tubuhnya. Dia memejamkankan dan berusaha untuk tertidur.  Dua jam kemudian Siwon kembali ke kamar dan melihat istrinyasudah tertidur pulas. Dia mendesah keras lalu duduk di tepi ranjang sambil membelai wajah istrinya.

 

********

 

Tae Ssun duduk terdiam di kamar mandi hotel tempat dia mengadakan jumpa pres dengan pengemar untuk mempromosikan sebuah produk. Dia mengigil sambil merogoh saku celanannya.  Dia menelan pil itu bulat-bulat lalu menyandarkan tubuhnya di dinding sambil menadahkan wajahanya ke atas. Dia mengigit bibirnya sambil menelan ludah untuk menghilangkan rasa kering di tengoroannya. Nafasnya mulai teratur dan dia segera berdiri sebelum ada seseorang yang masuk dan mempergokinya. Dia mencuci tangannya dan menatap wajahnya di cermin. Tiba-tiba pintu toilte terbuka dan seseorang pria berdiri disampingnya dengan santai sambil mencuci tanganya.  Tae ssun menatap Siwon dengan tajam.

 

“ Yah, Choi Siwon.” Siwon masih santai mencuci tangannya. “ Apa maksudmu menjadi sponsor di acaraku? Apa kau sedang ketakutan?’

 

Siwon tersenyum lalu mengambil sapu tangan di saku celananya, “ Kau pikir aku akan hancur hanya karna hal seperti ini?” tanya balik Siwon sambil membersihkan tangannya.

 

“Oh—ya.” Tae ssun melipat tangannya di dada. “ Lalu—“

 

“ Bermain-mainlah sebentar karna ku juga sedang bosan.” Siwon menatap wajahnya di cermin. “ Tapi kau perlu siapa lawan mainmu.” Dia tersenyum meremehkan.  Tae Ssun tertawa, “ Hai—kau tertawa tapi kenapa wajahmu terlihat ketakutan?’

 

Tae Ssun menghentikan tawanya lalu kembali memasang wajah sinis. “Yah!! Kau pikir hebat. Tak semua bisa kau beli dengan kekuasaanmu.’ Siwon tertawa. “ apa kau pikir aku tak tahu bila kau juga membeli istrimu.”

 

Siwon langsung mengelurkan pistol dari saku jasnya dan menodongkan di depan kepala pria itu dengan wajah sinis, “  Apa kau ingin mati?’ suasana berubah menjadi dingin.

 

“ Mi Cheo seo?”

 

“ Ya.Kau bisa anggap begitu.”  Tae ssun tertawa. “ Jadi jangan pernah dekati dia, jangan pernah menemuinya lagi atau kau akan mati—“ ancammnya.

 

“Kau tak takut bila ada seseorang yang tiba-tiba masuk dan melihat posisi kita—“

 

“ Kau meremahkankku?’ Siwon langsung menyimpan pistolnya kembali dan memasang wajah santai, “ Aku paling membenci seseorang mendekati milikku.” Bisiknya. “ Aku paling membenci limbah yang menghalangi pemandanganku. Kau perlu tahu itu…” Siwon langsung pergi meninggalknya. Tae Ssun menyandarkan tubuhnya di dinding dengan nafas tengeah-enggah. Dia mengepalkan kedua tangannya. Ternyata yang dikatakan appanya benar. Pria itu gila bila menyangkut miliknya.

 

******

 

Kyuhyun terkejut melihat berita yang tersebar marak di di internet. Dia membaca satu-persatu isi artikel yang menyebutkan nama tersebut. Dia terdiam. Pintu terbuka dan dia segera menutup tabletnya dan menatap ke depan.

 

“ Apa kau sudah membaca artikelnya?” Kyuhyun masih terdiam menatap suaminya yang menghampirinya. Siwon melepar tasnya di sofa dan meletakn jasnya di ranjang. Dia duduk di tepi ranjang dekat dengan istrinya lalu memberikan kecupan di keningnya. “ Kenapa diam saja? Apa kau sudah membaca artikelnya?”

 

“ Oh—tumben kau melakuknya dengan lambat.” Kyuhyun dengan santai menjawabnya.  Ini sudah satu minggu lebih setelah kejadian itu.

 

“ Aku hanya memberikan waktu untuknya. Mianhae membuatmu tertekan. “

 

“ Tak apa.”

 

Siwon mengangguk, “ Kita makan malam sekarang.” Kyuhyun terdiam. “ Kyunnie—kau tahu bukan bila aku takut kehilnganmu atau pun anak kita.” Kyuhyun menatap Siwon. “ Karna itu jaga kesehatanmu. Jangan terlalu menekan dirimu. Anak kita akan segera lahir. Jaga kondisimu. Arraseo?”

 

Kyuhyun menggengam tangan Siwon ketika pria itu berdiri dari ranjang. Dia meletakan telapak tangan Siwon di perutnya. “ Dia merindukan ayahnya.” Cicitnya.

 

“ Lalu bagaimana denganmu?’ Siwon tetap membelai perutnya dan menatap istrinya dengan sayut.  “Bagaimana dengan ibunya? Apa dia merindukanku?”  Kyuhyun hanya mendekatkan wajahnya dan mengecup bibir joker itu dengan lembut lalu kembali menyandarkan kepalanya di ranjang. “ Hanya itu—“ Kyuhyun terdiam. “ Ahh—sudahkah. Kita turun sekarang.’ Siwon berdiri meninggalkan Kyuhyun yang masih menunduk.

 

*******

 

Entah kenapa suasana ruang tengah menjadi sedkit tegang dan dingin ketika Siwon dan Kyuhyun turun. Ini pertama kali Kyuhyun turun untuk makan malam sejak kejadian malam itu. Semua pelayan hanya terdiam memperhatian majinkan mereka.  Siwon terus menaruh lauk di piring Kyuhyun tanpa menyetuh makannya sendiri.

 

“ Kenapa kau belum membokar hadiah yang aku berikan?’

 

“ Aku tidak tertarik.”

 

“ Apa itu karna membelianku? Bukan dari artis terkenal.”  Kyuhyun langsung menatap tajam.

 

“ Ani. Aniya. Tapi karna aku tak mau terlihat seperti pengemis saja.” Jawabnya dengan wajah santai.  Siwon menghela nafas sambil menaruh sumpitnya. Napsu makanya menghilang. “ Wae?” Siwon menatap Kyuhyun. “ Apa makan dengan pengemis sepertiku membuat napsu makanmu hilang,tuan?”

 

PYAAARRR!!!

 

Kyuhyun menutup matanya. Siwon langsung berdiri dan meninggalkan meja makan. Kyuhyun seperti orang linglung dengan mata berkaca-kaca.  Dia berusaha tersenyum ketika seorang pelayan mendekat.

 

“ Genchana.” Dia tersenyum namun butiran air mata itu mengalir. “ Ahh—jangan lupa bersihkan pecahan piring itu.” Dia terlihat gugup sampai ketika berdiri dia tak sanggup. “ Genchana—“ dia tersenyum lagi lalu berusaha berjalan.  Sesampainya di kamar dia hanya duduk di tepi ranjang.

 

*****

 

Matanya terlihat hitam dengan kantung mata yang besar. Semalaman Kyuhyun tak tidur dan menunggu Siwon masuk ke dalam kamar namun sampai pagi menjalang pria itu tak terlihat. Dia berusaha duduk dan menyandarkan tubuhnya di punggung ranjang. Dia baru sadar bila tanganya menggenggam sesuatu.

 

“ Cincin ? Bukan ini milik Siwon—“ batinya.

 

Tiba-tiba seorang pelayan masuk dengan membawa nampan berisi makanan. Kyuhyun hanya menatapnya dengan pandangan kosong.

 

“ Permisi nyonya—Tuan Siwon menyuruh saya untuk mengatarkan ini—“

 

Dia melihat ke araja jam dinding. Ini sudah menjelang makan siang pntas saja perutnya terasa lapar.“ Apa aku di kurung lagi?” Pelayan itu terdiam, “ Sudahlah!! Kemana Siwon?”

 

“ Saya tidak tahu. Sejak tadi pagi tuan Siwon sudah berpakaian rapi dan keluar dengan koper.”

 

“ Huh?”

 

“ Tuan Siwon hanya berpesan untuk menjaga Anda.”

 

“Mwo?” Kyuhyun terpaku.

 

“Nyonya—“

 

“ Apa Siwon meninggalkanku?” batinya.

 

TBC

Mian lama ya udah gak up date… hahahaha penulisnya sakit ( curhat dikit—) alhamdulilah masih di kasih kesempatn buat ngelanjut cerita garing ini wkwkkwkw

Selamat membaca!!

 

Ehh SELAMAT HARI RASA IDUL ADHA buat yang merayakannya…

Yuk!! Saling memaafkan!!

Posted in Angst, Drama, Family, Genderswitch, Romance, Sad, Series, Uncategorized, wonkyu, WonKyu Story

Love Story – Mianhae Jongmal Mianhae 2

Love Story – Mianhae Jongmal Mianhae 2
Autor : Cat meonks
Cats : Cho Kyuhyun(GS), choi Siwon dll
Warning : Typo berserakan dan bahasa kurang jelas
Cerita gaje tapi hasil karya sendiri
Ini pasti membosankan tapi jangan lupa tinggalkan komentar
Kiss kiss
.
.
.
.

Hampir satu minggu Kyuhyun tak keluar kamar. Napsu makanya pun sudah berubah drastis lagi. Orang tuanya cukup khawatir. Siwon berusaha menghubunginya bahkan sampai datang ke rumahnya. Choi Hangeng yang masih kesal melontarkan pukulan bertubi-tubi pada pria itu. Dia begitu marah karna kehilangan keceriaan putri satu-satunya. Siwon pun hanya diam tak melawan. Kalau saja nyonya Cho tidak datang mungkin Siwon sudah mati. Kamis ini Kyuhyun ada janji dengan dokter kandungan jadi tetpaksa dia keluar kamar dan pergi dengan supir. Untuk pertama kali Kyuhyun meminta foto kandunganya. Dia tersenyum kecil sambil berjalan keluar ruangan.

“Siwon apa yang kamu lakukan di sini?” Kyuhyun terkejut dan langsung menyimpan foto yang dia genggam. “Apa yang kau lakukan di sini?”

“ Kenapa kau gugup?’

“ Aku tidak gugup.”

“Kenapa tak pernah menbalas pesanku?”

“Karna aku tak ingin membalasnya.” Kyuhyun hendak berjalan.

“Bagaimana ke adaanya?”

Deg!! Jantung Kyuhyun seakan ingin meledak. Dia menoleh dengan wajah penuh kekewatiran.

“Aku baik-baik saja.”

“Bukan…walau aku juga ingin tahu bagaimana ke adaanmu tapi juga ingin tahu bagaimana ke adaanya?? Bukan aku juga berhak tahu.” Kyuhyun memeluk perutnya dengan wajah ketakutan “Aku pikir dengan pura-pura tidak tahuakan membuatnya nyaman bertemu denganku. Tapi tetap saja kau jaga jarak denganku. Aku tak tahan…aku juga ingin tahu bagaimana dia?” Kyuhyun berjalan mundur dengan wajah kebinggungan. Wanita itu langsung berlari. Siwon berusaha mengejarnya dan menarik pergelangan tangan Kyuhyun.

“Lepaskan!! Jeball!! Jeball!!” dia menangis tersedu-sedu. “Aku tak akan meminta apa pun. Ku mohon lepaskan aku…” wajahnya memelas dengan air mata bercucuran.

” Bagaimana aku bisa melepasmu kalau dalam perutmu ada anakku…?”

“Dia bukan anakmu… Dia bukan anakmu…”

“Lalu anak siapa? CHANGMIN…PRIA CHINA ITU…”

PLAASSSS!!!

Siwon menyentuh pipinya. Dia tersenyum. “Dia anakku.” jawab Kyuhyun.

Siwon menarik Kyuhyun untuk masuk ke dalam mobilnya. Wanita itu terus memberontak tapi Siwon tetap memaksanya. Dia terus menggemgam tangan Kyuhyun sambil mengemudikan mobilnya.

“Siwon lepaskan!! Apa kau sudah gila?? SIWON!!” namun pria berlesung pipi itu tak perduli. Dia masih fokus menyetir.

Kyuhyun hanya terdiam menatap semua makanan di meja makan. Siwon pun kembali dengan semangkuk sup ayam.

“Makanlah!” Siwon mengambilkan supnya dan beberapa lauk di piring Kyuhyun. Wanita cantik itu menoleh dan melihat memar-memar di wajah Siwon.

“Apa ayahku pelakuknya?” Kyuhyun mengangkat tanganya dan menyentuh memar di pipi Siwon. “Kenapa tak melawan? Bukan ini sudah keterlaluan?”

Siwon tersenyum kecil dan menyentuh telapak tangan Kyuhyun yang membelai wajahnya. “Aku pantas menerimanya. Ini tak seberapa dengan rasa sakitmu.” jawabnya. “Dokter bilang, kau susah sekali makan. Jadi aku buatkan semua makanan kesukaanmu. Aku tak tahu kau ingin makan apa. Jadi…”

Kyuhyun langsung menarik tanganya dan kembali fokus dengan makananya. Siwon tersenyum kecil lalu mendekatkan wajahnya. “Bolehkah aku menyentuhnya?” Kyuhyun kembali menoleh dan jarak wajah mereka begitu dekat. “Boleh?” tangan Siwon sudah menyentuh perut Kyuhyun dan membelainya dengan lembut. Kyuhyun masih memaku dan dengan lancangnya Siwon mengecup bibir plum itu. Kyuhyun langsung berdiri dengan wajah gugup. Dia kembali terhipnotis. “Wae?”

“Aku ingin pulang .”

Siwon berdiri dan Kyuhyun langsung nenjaga jarak. “Nanti. Setelah kau habiskan makananmu.” siwon berjalan mendekat.

“Tidak. Aku ingin pulang sekarang.”

“Baby…”

“Aku bukan mainanmu. Jangan panggil aku baby…”

“Siapa yang ingin menjadikan mainan? Kyu…kau tahu aku mencintaimu dan semua ini adalah kesalahpaham saja bukan. Kenapa tak bisa memaafkanku? Kau tahu bukan alasanku… Dia sebatang kara.”

“Arra. Aku mengerti karna itu dia lebih membutuhkanmu bukan sedangkan aku tidak. Anak ini adalah anakku. Bukan sejak awal aku sudah tegaskan bila aku hamil pun anak ini akan bermarga Cho.”

“Persetan dengan itu. Aku menginginkan kalian berdua. Jadi aku tidak berduli dengan marga atau apa pun. Aku ingin kau…dan dia.” Kyuhyun terdiam. “Kyu…aku tahu kita masih memiliki perasaan yang sama. Bilang padaku bila ciumanan tadi tidak ada artinya buatmu? Bagaimana malam panjang yang kita lalui malam itu? Itu bukan fantasiku saja bukan. Baby…”

“Sudah aku bilang itu hanya kekilafan saja. Kesalahan besar yang aku buat dan dengan bodohnya aku..aku membiarkan kau menyentuhku lagi.”

“Karna kau mencintaiku…”

“Tidak. Itu tidak benar. Aku sudah mengahapus rasa cintaku setelah melihat kalian berdua hari itu.”

“Baby…”

“Jangan ganggun aku dan calon anakku lagi. Ku mohon!!” Kyuhyun berlutut di hadapan Siwon.

Siwon mengusap wajahnya kasar lalu menarik Kyuhyun dan memeluknya. “Aku yang seharusnya berlutut. Bukan kau…”

“Tidak ada yang bisa aku lakukan lagi. Aku ingin anak ini. Aku sudah pernah hampir kehilangan dia.” Kyuhyun menangis.

“Kenapa kita tidak bisa bersama lagi? Aku mencintaimu Kyu…”

“Karna kau sudah menghianatiku.”

Siwon melepaskan pelukannya. “Baiklah! Aku tidak akan memaksamu sekarang. Aku akan menunggumu sampai kau menerimaku. Aku akan terus datang ke rumahmu sampai kau menerima dan memaafkanku.”

“Kau cari mati. Appa tak akan melepaskanmu…”

“Aku tahu dan aku tidak akan perduli.”

“Kau ingin appaku menjadi pembunuh.”

“Aku akan menulis surat wasiat bila aku rela menyerahkan nyawaku sendiri.”

“Kau gila!!”

“Iya. Sejak aku mengenalmu.”

“Pabbo. Jangan membodohiku lagi. Aku tak akan termakan rayuanmu.”

“Terserah. Aku akan melakukan apa pun asal kau memaafkanku dan kembali padaku.”

Kyuhyun hanya terdiam dengan ucapan Siwon. Dia takut mempercayainya tapi dia tak ingin Siwon terluka.

******

Siwon tersenyum ketika berjalan masuk ke dalam rumahnya. Nyonya Choi sedang menyiapkan sarapan pagi. Siwon langsung melabuhkannpelukan.

“Good morning,mom.”

Sungmin sedikit terkejut. “Tumben anakku ingat pulang.”

“I miss you,mom.” Siwon mengecup pipi ibunya lalu duduk di salah satu kursi.

“Ya Tuhan!! Apa Hangeng pelakukanya?”Siwon hanya tersenyum melihat ibunya khawatir. “Apa ini
tidak keterlaluan? Kenapa tidak melawan saja?”

“Dia juga bilang begitu.”

“Huh?” Sungmin kebinggungan.

“Sudahlah umma. Ini tak seberapa…”

“Tak seberapa katamu. Akan umma laporkan ke kantor polisi. Dia juga perlu tahu bagaimana kekuatan keluarga Choi…”

“Umma…Bila kau memang punya kemampuan itu kembalikan saja Kyuhyun padaku.”

“Anak bodoh.” Sungmin memukul kepala putranya.

“Bukan umma sendiri yang memintaku untuk mencintai istriku. Aku sudah mencintainya dan sekarang dia pergi.”

“Salahmu sendiri kenapa menyakiti dia? Umma malu setengah mati karna perbuatanmu.” Sungmin mengambilkan nasi dan beberapa lauk untuk putranya.

“Karna itu…bantu aku mendapatkanya atau kau akan kehilangan putramu….”

“Yah!!” Sungmin geram dan memukul kepala anaknya lagi. “Kemarin kau menolak dan sekarang merengek. Otakmu itu sempit seperti appamu.”

“Umma…ayolah!! Aku benar-benar akan jadi suami dan ayah yang bertanggung jawab.” Sungmin langsung menoleh dengan expresi terkejut. “Kyuhyun hamil…”

“Mwo?”

“Umma akan jadi nenek.”

“Jinjja?” Siwon mengangguk. “Bagaimana? Ah…Heachul tak bilang padaku. Siwon…”

“Aku rasa Tuhan begitu adil denganku…” Siwon tersenyum dan memakan sarapanya. Sungmin hanya menghela nafas. “Aku bahkan berpikir akan mendapat kabar itu satu sampai dua bulan lagi ternyata…dia sudah hamil.”

“Maksudmu? Apa otakmu hilang?”

“Umma…bila kau sayang padaku. Lakukan apa yang harus kau lakukan karnanaku sudah melakukan tendangan pertama.”

“Otakmu sama-sama dungu seperti appamu.”

“Umma…”

“Jangan merengek seperti bayi. Umma sedang berpikir.”Siwon terdiam. “Salahmu sendiri. Umma tak akan salah memilihkan calon istri untukmu. Kau pikir ini untuk bisnis semata.”

“Mianhae umma…aku tahu umma menyayangiku.”dia memeluk ibunya dengan manja.

“Ah..kenapa aku punya anak bodoh sepertimu? Kau mempertaruhkan persahabatanku dengan Heachul.”

“Mianhae umma…kali ini aku akan serius.”

“TERLAMBAT BODOH. Kau tak tahu bagaimana sikap keras kepala Hangeng.” Sungmin melipat tangan di dada.

“Kenapa umma tak cari kelemahanya?”

“Kelemahanya adalah putri dan istrinya.”

Sungmin tersenyum melihat putranya. Dia berdiri lalu mengambil ponselnya. Siwon tersenyum. Dia tahu ibunya pasti bisa menemukan cara untuk mendapatnya. Dia melahap sarapanya sambil tersenyum bangga. Kadang uang bisa membeli segalanya walau kebahagian itu bukan hanya uang. Tapi uang bisa bicara ketika kita membutuhkanya.

*****

From : Wonnie
“Hari ini kau ingin makan apa? Biar aku bawakan.”

Kyuhyun tersenyum bahagia ketika mendapat pesan singkat itu. Dia memeluk ponselnya dengan wajah hang berseri-seri. Dia berharap itu bukan kebohongan saja. Dia berdiri dan memilih baju yang cocok. Dia kembali mepora-porandakan kamarnya. Dres putih dengan gernelap bunga di bajunya. Dia urai rambut panjangnya dan sedkit mengoleskan lipstik. Dia turun ke bawa karna ayahnya sedang ada perjalanan bisnis ke China jadi Siwon tak akan di pukuli.

Ting tong..

Kyuhyun berhenti di meja makan dan membiarkan pelayan membukan pintunya.

“Sayang…kau cantik sekali hari ini.” Heachul terkejut melihat putrinya terlihat cantik pagi ini.

“Nona ada kiriman bunga untuk Anda.” ucap pelayan itu.

“Sepagi ini. Siapa pengirimnya?” Heachul penasaran.

Kyuhyun langsung merebut bunga mawar merah itu dan menciuminya. Dia membaca note yang di selipkan di bunga itu.

“Untuk sahabatku. Maaf beberapa hari ini aku sibuk. Ini tanda permintan maafku. Changmin.”

Kyuhyun menarik nafas dalam lalu membanting bunga itu di meja begitu saja. Dia kembali ke kamar dengan wajah cemberut.

“Ada apa dengan dia?” Heachul melihat note yang di bungan putrinya. “Changmin…” Heachul hanya mengelengkan kepala. Tak lama pelayan membawa satu bingkisan lagi. “Siapa lagi?”

“Kiriman dari tuan Siwon nyonya.” Heachul langsung melirik ke atas. Dia tersenyum lalu menerima bingkisan itu dan satu mawar putih.

“Antarkan ke atas.”

“Baik.” pelayan itu pun membawa bingkisan itu ke atas. Heachul pun duduk dan tersenyum.

Tok..tok…

“Aku tidak mau makan.” teriak Kyuhyun dari dalam
.

“Nona saya hanya mengatarkan bingkisan dari Tuan Siwon.”

Pintu kamar langsung terbuka dan menampakan wajah Kyuhyun. Dia langsung mengambilnya dan menutup pintunya kembali.

“Kau tidak membalas pesanku. Jadi aku hanya membuatkan spagetty saja. Selamat makan istriku dan calon anakku. I love you.” Kyuhyun kegirangan. Dia meneluk guling sambil menciuminya. Dia kembali seperti remaja yang jatuh cinta.

“Jadi itu yang membuatmu bahagia sayang…” Kyuhyun langsung bangun dan menatap ibunya yang berdiri dengan vas kristal. “Umma bawakan vas. Tapi jika kau perlu…”wanita cantik itu berjalan mendekati putrinya. “Hanya spagetty sudah membuat putriku seperti anak remaja tujuh belas tahun… Wahh debbak!! Ternyata pesona Choi Siwon belum lepas?”

“Umma…” rengeknya.

Heachul mengambil mawar putih itu dan menaruhnya di vas. Dia duduk di samping putrinya. “Umma dan appa sempat khawatir karna melihatmu aneh beberapa hari ini. Kau bahkan tak keluar kamar ketika appa memukuli Siwon.” Kyuhyun memplout bibirnya.”Jadi kau masih mencintainya?”

“Umma…”

“Wae? Sejak tadi kau hanya merajuk. Umma bertanya apa kau masih mencintainya?”

“Umma…” kali ini Kyuhyun menarik-menarik lengan baju ibunya. “Jangan tanya seperti itu. Aku malu…”

“Malu?? Sejak kapan Cho Kyuhyun punya urat malu?”

“Umma…”sentak Kyuhyun lalu merebahkan tubuhnya lagi. Heachul tersenyum kecil membelai rambut anaknya dengan sayang. “Umma…apa Siwon bisa di percaya?” Heachul memperhatikan wajah putrinya. “Aku takut dia hanya berbohong padaku.”Kyu memejamkan mata. ” Kemarin aku mulai percaya padanya tapi dia menghianatiku. Aku jadi takut mempercayainya lagi.”

“Bagiamana dengan hati kecilmu?” Kyuhyun memplout bibirnya. “Bukan kau sudah dengar sendiri kalau semua itu salah paham. Siwon tidak berselingkuh tapi hanya membantu wanita itu. Ya..walau wanita itu bekas kekasihnya. Kalau menutut pendapat umma,sejak pertama kali melihatnya dia adalah pria baik dan sopan.”

“Baik apa ya.” dia kembali duduk dan bersila menghadap ibunya. “Dia itu menyebalkan umma. Dia…tak pernah baik padaku. Bahkan ketika membelikan sesuatu dia selalu meminta imbalan.”

“Jinjja? Wah…dan putriku dengan senang hati memberikan cintanya.”

“Umma kenapa kembali meledekku?”

“Ada tamu. Kau tak ingin melihat siapa yang datang?” Kyuhyun mengelengkan kepala. “Bagaimana kalau Siwon?”

“Appa tak ada di rumah jadi biarkan saja.” Kyuhyun kembali merebahkan tubuhnya.Heachul hanya tersenyum lalu bergegas berdiri. Dia berjalan menuruni anak tangga dan terlihat Siwon menundukan badanya.

“Ada apa lagi Siwon?” tanya Heachul dengan dana sinis.

“Mianhae mengganggu umma sepagi ini.”

“Bukan setiap hari seperti ini.” Siwon tersenyum kecil. “Untung suamiku sedang tidak ada. Jadi kau aman.”

Telihat dari belakang Kyuhyun berjalan dengan santainya. Siwon tersenyum tapi wanita itu mengabaikanya. Kyuhyun menghampiri bunga yang tadi di buang begitu saja lalu menciuminya.

“Wahh… Romantis sekali sahabatku sampai memberikan bunga sebesar ini.” dia sedikit melirik Siwon. “Umma kenapa tak memanggilku. Aku harus mencari vas buang yang besar.” dia pura-pura mencari vas. Heachul hanya mengelangkan kepala lalu pergi tak memperdulikan mereka berdua.

“Kau sudah makan? Aku tak tahu kau ingin makan apa?”

“Untuk apa kau kemari?”

“Hanya untuk melihat senyumu saja.”

“Cih!! Ini masih pagi…”

“Apa kau sudah makan?”

“Aku sudah membuangnya.” ketusnya.

“Satu minggu ini aku ada perjalanan bisnis karna itu aku ingin melihatmu dan dia. Aku pasti akan merindukanmu karna itu aku kemari sebelum pergi. Jujur aku ingin sekali mengajakmu tapi kau belum bisa melakukan perjalanan dengan pesawat.” ruwat wajah Kyuhyun berubah drastis. “Kau harus makan dengan baik. Bila ada apa-apa segera hubungi aku.” Siwon mendekat dan meraih dua tangan Kyuhyun yang lemas. Pria itu mengecup kening Kyuhyun. “Nanti malam aku berangkat.” dia berlutut dan menempelkan wajahnya di perut Kyu. “Jangan rewel dan jaga ibumu. Jangan suka pilih-pilih makanan seperti ibumu. Arra…” Siwon mengecupnya sebelum berdiri. Mereka saling menatap cukup lama. “Saranghae…”

“Untuk siapa?”

“Tentu saja untuk kalian berdua.”

“Kalau begitu pergi sana. Aku muak dan ingin tidur.”

“Apa sedang tak enak badan? Bagaimana kalau kita ke dokter dulu?”

“Tidak usah. Kau pulang saja.” Kyuhyun pun pergi meninggalkan Siwon. Padahal pria berlesung pipi itu ingin berdua lebih lama. Jujur dia semakin tak bisa lepas dari choi Kyuhyun. Apalagi sejak tahu dia hamil. Siwon berjalan menyusul dan meriah pergelangan tangan Kyuhyun.

“Bantu aku mengepak baju.”

“Kau pikir aku pembantumu?” Siwon tidak perduli langsung menarik Kyuhyun dan wanita cantik itu dengan senang hati di tarik olehnya.

*******

“Jadi kau yang memenangkan lelang itu?” Sungmin mengangguk dan Heachul masih terpukau dengan berlian di tangannya. “Debbak!! Ini mencapai seratus juta dolar lebih. Apa Kangin tak memarahimu?” Sungmin mengelengkan kepala. “Ah.. Andai Hannie juga seperti itu. Dia bilang untuk apa kau membeli barang-barang sebanyak itu.” keluhnya.

“Ambilah!!” Heachul terdiam. “Ambilah!! Aku sengaja membelinya untukmu.”

“Minnie ini bukan barang murah dan untuk mendapatkanya pun susah.”

“Tak ada yang lebih berharga selain persahabatan kita….” Sungmin tersenyum. ” ….dan tentunya putraku…”lanjutnya dalam hati.

“Kau nyakin? Minnie ini langka bukan? Kalau bukan karna tas mahal kemarin aku juga pasti akan ikut pelelangan itu.” dia menyesap kopi pesanannya.

“Kalau begitu ambilah… Aku tahu kau begitu menginginkanya. Chullie…kita bersahabat bukan satu tahun dua tahun. Sejak kecil kita selalu berbagi apa pun.”

“Kecuali kekasih.” merek tertawa.

“Aku tak ingin hanya karna masalah Siwon dan Kyuhyun kita terpisah. Bagaimana pun…”

“Aku tahu. Hannie juga tak akan memutuskan kerja sama begitu saja Minnie.”

“Bukan masalah kerja sama tapi ikatan keluarga kita. Bukan kita berjanji tak hanya lima tahun kita bekerja sama tapi puluhan tahun. Ketika itu aku benar-benar bahagia bisa mewujudkan mimpi kita. Ini semua salah Siwon… Harusnya…”

“Minnie…Siwon tak benar-benar bersalah. Bukan semua sudah tahu ini salah paham. Siwon hanya kasihan dengan wanita itu. ”

“Tapi seharusnya dia berkata jujur dengan Kyunnie bukan separti ini. Aku sudah terlanjur menyanyainya…”Heachul memeluk teman baiknya. “Pasti Hangeng membenci putraku…dia bodoh seperti ayahnya.”

“Minnie…”Sungmin melepas pelukanya dan menghapus air matanya. Ini di antara ketulusan dan peran mengambil simpati. Jujur dia benar-benar sedih karna hampir kehilangan sahabat. Hangeng melarang istrinya bertemu dengan Sungmin ketika itu. “Kyuhyun masih mencintai Siwon…”

“Mwo?” Sungmin benar-benar terkejut. “Apa yang kau bicarakan? Benar…Kyu masih mencintai Siwon?” Heachul mengangguk dan Sungmin tersenyum bahagia. “Jadi…”

“Tinggal bagaimana Hannie. Dia tetap bersikukuh memutuskan kotrak kerja dengan perusahaan kalian dan tentunya soal perceraian itu.”

“Chullie…ini juga demi kebahagian anak-anak kita. Siwon juga mencintai Kyunnie…”Heachul hanya terdiam ketika Sungmin berusaha membujuknya.

*******

 

Kyuhyun hanya duduk di ranjang ketika Siwon mengepak bajunya. Dia melontarkan berbagai argumen dan pria itu menuruti apa pun yang di perintahkan istrinya.

“Dasi itu begitu norak dan kampungan.” komentarnya dengan sinis.

“Agnes yang membelikanya. Apa ini tidak sesuai dengan stelan jas yang kau pilih?” jawab Siwon dengan santai. Kyuhyun langsung diam dan tutun dari ranjang. “Hai..mau kemana?” Siwon menahan Kyuhyun untuk pergi.

“Tentu saja pulang.”

“Aku belum selesai. Nanti aku antar pulang. Kau cemburu aku masih menyimpan pemberian Agnes?”

“Ani. Itu bukan urusanku…kau masih menyimpanya,mencintainya, atau menikahinya. Itu bukan urusanku…”

“Lalu kenapa kau pergi?”

“Karna aku tidak mau jadi perusak rumah tangga orang. Harusnya kau memintanya datang.”

“Itu yang ku rasakan tadi. Kau membuang pemberianku dan menyukai memberian Changmin.” Kyuhyun melemparkan tatapan membunuh. “Wae? Kau kesal.” Siwon berkaca pinggang.”Aku masih menjadi suami sahmu dan kau dengan wajah bahagia menerima bunga dari pria lain.” Kyuhyun tak perduli lalu kembali berjalan. Siwon kembali menarik tanganya. ” Dengarkan aku bicara..” sentaknya.

“Kau.. apa yang kau lakukan sekarang? Kau berani membentakku?”

“Aku sudah bilang padaku jangan sering bertemu dengan Changmin walau dalam istilah teman.”

“Apa hakmu? Jangan kau pikir aku sudah berdamai denganmu.” Siwon langsung mencakup wajah Kyuhyun ketika wanita itu membalas teriaknya.

“Okay! Mianhae. Aku bersalah.”

“Kau pikir dengan berkata maaf semua akan baik-baik saja.

“Tidak.” Siwon mengecup bibir itu sesaat. “Kita pergi makan di luar. Bagaimana? Aku akan menuruti semua keinginanmu. Apa pun?”

“APA PUN?” Siwon mengangguk lalu dengan santai Kyuhyun meraih tasnya dan menarik Siwon keluar. Siwon hanya tersenyum kecil. Di tahu pasti ada kabar buruk pada dompetnya.

******

 

“Kau lelah?” Kyuhyun mengangguk dengan mata setengah terpejam. “Kita pulang sekarang ya?” Kyuhyun mengelengkan kepala. “Mobil kita sudah tidak cukup sayang…”

Kyuhyun membuka matanya dan memplout bibirnya. “Tapi aku masih ingin jalan-jalan.”ucapnya.

“Sepulang dari Paris akan aku ajak kau jalan-jalan lagi. Tapi sekarang kau harus istirahat. Okey!”

“Aku ikut!! Sudah lama aku tak kesana.” wajahnya berbiar-binar.

“Jangan. Kau masih hamil muda belum aman melakukan perjalanan.”

“Bilang saja kalau aku merepotkan. Sudah kita pulang saja. Aku tak jadi ambil barang-barang itu.”

“Sayang…”siwon membelai rambut Kyuhyun. “Lalu harus aku apakan semua ini bila kau tak mengambilnya?”

“Terserah. Sudah aku mau pulang.”

“Bagaimana kalau kita pergi ke suatu tempat lagi? Kalau ingin belanja lagi. Akan aku turuti. Kau ingin apa?”

“Aku sudah tidak mood belanja lagi. Kau membuat seleraku hilang. Cepat jalankan mobilnya.”

Siwon menghela nafas lalu mulai menyalakan mobilnya. Kyuhyun masih membuang muka dengan kesal. Siwon memarkirkan mobilnya di dalam dan melihat Kyuhyun sudah tertidur. Dia membelainya dan melepas sambuk pengamanya. Berjalan di mengangkat tubuh itu dan menyuruh beberapa pelayan untuk membawakan barang belanjaanya. Heachul hanya melipat tangan di dada. Siwon melintasi ibu mertunya dan membawa istrinya ke kamar. Dia tersenyum kecil lalu mengecup keningnya cukup lama.

“Kau sudah lebih dari candu. Aku mulai tak bisa lepas darimu. Hingga sampai saat ibu dan ayah bersama. Jaga ibumu baik-baik untuk ayah sayang…” dia membelai pelan perut Kyuhyun. Siwon tersenyum lalu berdiri untuk berpamitan dengan ibu mertunya.

******

 

Kyuhyun berulang kali melihat ponselnya. Menghela nafas lalu kembali berbaring dengan kaki di angkat ke atas. Bibirnya mengumam tak jelas dan terus sana memasukan makanan ringan di mulutnya. Heachul membawa sepotong kue strawberry dan susu untuk putrinya.

“Bukan ini sudah malam kenapa belum tidur? Apa di belum menghubungimu?” dia meletakannnampanya di hadapan Kyuhyun lalu duduk di samping. Kyuhyun membuka mata dengan malas lalu menatap ibunya dengan sinis. “Tebakanku benar?

“Siapa yang menunggunya?” sentaknya lalu berdiri kembali mengonta-ganti chanel TV.

“Oh..jadi benar tak menunggunya?”

“Siapa yang Kyuhyun tunggu?”suara dingin itu membuat dua wanita cantik menoleh ke belakang. Kyuhyun kembali terfokus tapi Heachul berdiri dan memijat pundak suaminya. “Ada yang kalian rahasiakan selama aku pergi ke China?” selidik Hangeng.

TBC

Banyak yang binggung soal sangking lama cerita ini gak di lanjut
Ini sambungan dari

Love story – Karna ku sangggup
Love srory – Me and your
Love srory – Janji
Love srory – Kenangan dan penyesalan

Selamat membaca

Posted in BL, Drama, Romance, Uncategorized, wonkyu, WonKyu Story

Tentang kamu – part 29

Tentang Kamu – part 29
Autor : Cat meonks
Cats : Cho Kyuhyun, choi Siwon dll
BL,Yaoi Mpreg
Warning : Typo berserakan dan bahasa kurang jelas
Cerita gaje tapi hasil karya sendiri
Ini pasti membosankan tapi jangan lupa tinggalkan komentar
Kiss kiss
.
.
.
.

Semua terasa begitu cangggung ketika menjelang pagi. Kyuhyun menatap dingin ke arah Siwon yang tertidur di sampingnya. Tak ada ucapan atau teriakan hanya saling menatap dengan dingin dan penuh kecanggungan. Terkesan berbeda dengan tadi malam begitu panas dan penuh cinta. Kyuhyun menarik selimut sampai menutupi seluruh tubuhnya tanpa berniat turun dari ranjang, sedangkan Siwon terlihat santai seperti tak ada yang salah dengan yang dia lakukan.

“ Bukankah kita sudah sepakat.”cetusnya dengan kesal.

“ kau yang membuat sepatakan itu bukan aku. Lagi pula tidak ada paksaan jadi kenapa kau melotot seakan aku yang bersalah.”

“ Mwo? Lalu ini apa?’ dia menujukan pergelangan tangannya yang merah karna di ikat suaminya kemarin.” Kau pikir aku buta ha—“

“ Lalu setelah itu aku melepasknya lagi bukan. Sudahlah!!” Siwon mengambil kaos yang tergeletak di lantai lalu mengenakannya. Kyuhyun masih memplout bibirnya kesal. “ Kenapa diam saja? Cepat mandi dan gunakan bajumu. Kau ingin masuk angin? Aku akan suruh pelayan untuk membuatkan sarapan pagi.” Siwon pergi keluar kamar dan meninggalkan Kyuhyun yang masih menekuk wajahnya kesal. Kyuhyun melepar-lempar semua bantal diranjang lalu berdiri dengan melilitkan selimut itu di tubuhnya. Dia terus mengerutu tak jelas dan membanting pintu dengan keras.

“ Bik buatkan susu coklat panas.”

“ baik.”

Kyuhyun menikmati sarapanya dengan malas. Dia hanya mengaduk-aduk nasinya. Siwon mengacuhkanya dengan terus terfokus dengan ponselnya.

“ Cepat habiskan sarapanmu. Bukan hari ini kau ada janji dengan kokter kandungan.” Siwon menaruh ponselnya dan menyesap kopi hitamnya. Kyuhyun tak berniat menjawab hanya terus memainkan sumpitnya. Siwon hanya berdecik kesal lalu berdiri mengambil jasnya. Dia menghampiri istrinya lalu ingin melayangkan kecupan tapi Kyuhyun langsung menghindar. “ Okay. Jangan terlalu lelah—“Siwon langsung pergi begitu saja. Kyuhyun hanya melirik sekilas lalu menengguk susu coklatnya sampai habis.

“ Bukan dia yang selau membuatku lelah. Menyebalkan!! Dasar pria mesum.” Kyuhyun tiba-tiba menyeringai ketika terlihat ide dalam otaknya.”Bibi Kim—“

*******

Siwon melepas jas yang dia gunakan lalu melipat lengan bajunya. Dia mengambil keranjang belanjaan yang mulai memilih barang yang dia inginkan. Dia juga pergi ke beberapa restoran untuk membeli makanan yang dia sukai istrinya. Sesampainya di depan rumah beberapa pelayan sudah ada di depan pintu untuk membawakan belajannya. Sedangkan bibi Kim sudah siap dengan dua cup ramen yang di masak dengan telur dan daun bawang.

“ Bawakan kunci cadangan.” Seorang pelayan berlari ke dapur dan mengambil kuncinya. Siwon membuka pintunya dan terlihat Kyuhyun terdiam dengan strik game di tangannya. “ taruh di sana?”perintah Siwon. Kyuhyun hanya terdiam menatap beberapa pelayan menata meja dan makanan di atasnya. Kyuhyun menelan ludah kasar. Semua itu makanan kesukaanya. Ramen,Jajangmyum, sosis bakar, Chicken katsu, Spicy Honey Chiken, puding, es krim dan juga banyak makanan lainya.

“ Apa yang sedang kalian lakukan?”teriak Kyuhyun frustasi.

“ Kalian boleh pergi.”semua pelayan mulai meninggalkan ruangan dan menutup pintunya. Kyuhyun masih melipat tangan di dada. “ Apa kau akan terus berdiri?”

“ Apa kau lupa dimana kamarmu?”sinis Kyuhyun.

Siwon tak menjawab hanya langsung menikmati makananya tanpa melihat ke arah istrinya. Kyuhyun hanya mampu menelan ludah melihat suaminya begitu lahap memakannya. Bibir Kyuhyun sudah basah dengan air liur.

“GLEG!!”

“ Kau mau?” Siwon mengakat mie hitam itu ke atas dan melahapnya hingga bibirnya belepotan dengan saus hitam. “ Sini!!” Kyuhyun terus menatap Siwon tanpa berkedip.

“ Ahh…ani. Kenapa kau sekarang mirip seperti moster penghabis makanan?”

“ Kalau begitu kenapa kau tidak duduk dan ikut makan?’ Siwon mengambil mie ramen dan mulai memakanya dengan santai. Mengambil ayam dan langsung memasukan dalam mulutnya hingga penuh. Air liur Kyuhyun hampir menetes ketika memperhatikan cara makan Siwon. Siwon mengigit daging dan kembali memasukan Jajangmyum ke dalam mulutnya. Tenggoroan Kyuhyun sudah kering melihat Siwon. “ Ini makanan favoritmu bukan? Aku membeli ini dari restoran langggan kita. Kau tahu daging ini kualitas terbaik. Ahh—belum lagi saus hitam ini benar-benar buatan Chef Marchel Kim.”

“ Kenapa kau begitu terobsesi membuat aku makan denganmu?”

“ Bukan kita suami istri. Ini adalah misi perdamaian agar kau memaafkanku.”

“ Ini tak akan berhasil.”

“ Jomalyo?’ Siwon masih terus memasukan makanan dalm mulutnya hingga penuh.

“ Berhenti makan, Siwon.”bentak Kyuhyun. Dia benar-benar tak bisa melihat makanan itu tanpa bisa menyentuhnya. Kyuhyun berjalan mendekat dan memukul pundak Siwon dengan keras. “ Yah!! CHOI SIWON Ku bilang berhenti!! Berhenti!!! Kau seperti moster.”

“ Karna ini begitu lezat, Choi Kyuhyun.” Kyuhyun pun jongkok melihat makanan itu dari dekat.” Kemarilah. Coba ini?” Siwon mengambil ayam dan mengjulurkan ke arah Kyuhyun. Pria manis itu sudah membuka mulutnya secara berlahan.

“ Argh!!! Pergilah!!” Kyuhyun langsung berdiri lagi dan menjauh. “ Aku bisa membelinya sendiri.” Dia mengambil tas dan jaketnya.

“ Selangkah kau maju lagi jangan salahkan aku bila semua yang ada di dompetmu akan aku blokir.’ Kyuhyun langsung menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Siwon kembali.

Kyuhyun mengambil dompet dalam tasnya.” Kau tak perlu susah-susah menyuruh assistenmu untuk memblokirnya.” Kyuhyun mengeluarkan semua kartu dan melempar dompet itu di lantai.

“Aku lelah terus bertengkar denganmu hanya karna masalah sepele. Kau semakin hari membuat aku frustasi. Aku tidak hanya memikirkanmu tapi aku juga harus menjalanan perusahaan dan itu tidak mudah.”

“ kalau begitu tak usah perdulikanku. Mudah bukan?”

Siwon memejamkan mata lalu menarik nafas dalam. “ Kau tahu bukan bila Gucci yang aku pesan belum datang. Itu sangat langka dan mahal.”

“Tenang saja aku tak akan tidur di jalanan dan membuatmu malu. Walau aku tidak berpendidikan tinggi aku tahu dimana aku harus tidur.”

“ Tapi kau selalu membuatku khawatir—“cicitnya. Siwon berjalan mendekat namun Kyuhyun langsung menjaga jarak. “ Sejak dia ada kau semakin rewel—“ Siwon menghela nafas, “ Apa dia tidak lapar?”Siwon menunjuk perut Kyuhyun. Pria manis itu langsung memeluk perutnya. “ Tidakkah kau memikirkannya. Maksudku—bila kau makan sedkit bagaimana dengan dia?” cicitnya.

“ Itu bukan urusanmu.” Kyuhyun duduk di tepi ranjang.

“ Okey itu memang bukan urusanku. “ Kyuhyun membuang muka.“ Tapi—bukanlah kau menginginkanya? Kenapa kau selalu menyia-nyiakan keberadaanya? Aku tahu—sangat tahu kau menyukainya tapi bila kau terus seperti itu—sama saja kau mengabaikanya. Bila kau marah padaku—aku tak apa. Asal jangan sakiti dia—itu saja.’ Kyuhyun memainkan jarinya. “Makanlah!! Kau ingin apa?” Siwon mulai berkata lembut kembali. “ Kau tidak lihat es krim itu mulai meleleh—“ Siwon sudah berdiri di depanya dan mengapai tanganya.

“ Jangan sembarang menyentuhku!!”

“ Kenapa kau masih saja jual mahal, Baby—“ Kyuhyun berdiri dan berjalan keluar kamar. Siwon tersenyum karna istrinya tidak pergi dengan membawa tas dan jaketnya. Dia mengekorinya. Terlihat pelayan masih mondar mandir di ruang tengah.

“ Bibi Kim buatkan aku susu coklat panas.” Kyuhyun duduk di meja makan dan mengambil selembar roti dan mengolesinya dengan selai coklat.

“ Ini nyonya.” Kyuhyun langsung menyambarnya dan menengguknya. Siwon melihat dengan menarik nafas panjang. Dia duduk di sampingnya.

“ Jangan terburu-buru—“ Siwon membersihkan selai yang belepotan di bibir Kyuhyun.

“ Sudah aku bilang jangan menyentuhku.”

Siwon menarik tanganya dan mempehatikan Kyuhyun yang melahap rotinya.” Bersihkan semua makanan yang ada di kamar.” Perintah Siwon. Kyuhyun melirik sekilas suaminya dan menunduk kembali sambil melanjutkan makannya. Semua pelayan sudah berhamburan ke atas “ Hari ini kau batal ke dokter jadi aku akan mengatur jadwalmu besok. Vitaminmu sudah habis jadi segeralah kotrol.” Tak ada jawaban dari Kyuhyun. “ Apa kau benar akan tidur di kamar tamu?” mereka saling menatap lalu Kyuhyun kembali memalingkan wajah. “ Baiklah!! Lalukan sesukamu.” Kyuhyun masih enggan untuk menjawab. “ Kau masih ingin aku temani?” Siwon menunggu senejak tapi keyataanya istrinya juga tak kunjung menjawab.” Arrseo. Jangan tidur terlalu malam atau gamemu yang akan aku sita. Aku kembali ke kamar dulu ada pekerjaan yang harus aku selesaikan.” Siwon ingin mencium kening Kyuhyun seperti biasa tapi dia tahu itu tak mungkin jadi dia langsung pergi begitu saja. Kyuhyun mengikuti gerak langkah suaminya lalu menaruh rotinya begitu saja. Menengguk susu sampai habis lalu berdiri dan berlari mendahului langkah suaminya. Siwon hanya terdiam ketika istrinya benar-benar masuk ke kamar tamu.

******

Siwon terlihat terburu-buru menganti bajunya. Pasalnya dia bangun kesingan karna lembur kerja semalam. Pria berlesung pipi itu berlari ke luar kamar dan terhenti tepat di depan kamar istrinya. Tanganya hendak mengketuk pintunya tapi niat itu diurungkan.

” Mungkin saja dia masih tidur.”pikirnya.

Dia kembali berjalan dengan cepat dan hanya berdiri menyambar kopi hitamnya.

“Antarkan saja sarapanya di kamar. Turuti apa yang dia minta. Ingatkan hari ini dia harus kontrol ke dokter. Aku ada rapat jadi tak bisa menemani dia makan pagi. Sekarang sepertinya dia masih tidur. Ada apa-apa segera hubungi aku.”

“Baik tuan.” Siwon pun langsung pergi setelah mendengar jawaban bibi Kim. Dia mengunakan supir agar leluasa melanjutkan pekerjaanya.

Semalaman Kyuhyun tak bisa tidur dengan tenang. Dia menatap terus pintu masuknya. Dia menghela nafas berkali-kali. Padahal ini sudah pukul sembilan biasanya Siwon sudah bangun tapi sampai sekarang belum terlihat batang hidungnya.

“Tok!! Tok!!”

Kyuhyun tersenyum bahagia. Tapi ketika yang muncul bibi Kim dia kembali meplout bibirnya.

“Kemana Siwon?”

Bibi Kim menaruh nampan itu di depan tubuh Kyuhyun. “Sudah pergi ke kantor sejak pagi tadi. Tuan muda bilang ada rapat lalu saya suruh mengatarkan sarapan Anda.”

Kyuhyun melihat roti isi,telur dan susu coklat ke sukanya. “Tuan juga berpesan nanti ada jadwal kotrol ke dokter.” lanjut bibi Kim.

“Aku tidak mau pergi dan bawa sarapanya ke luar.” Kyuhyun melipat tangan di dada dengan wajah di tekuk.

“Tapi…Nyonya …tuan muda Siwon akan marah dengan saya bila Anda tidak memakan sarapanya.”

“Baiklah!! Pergilah. Aku ingin sendiri.”

“Baik. Saya permisi dulu.”

Kyuhyun menenggukk susu coklatnya dengan mengambil roti dengan tangannya. Dia melihat ponselnya tak ada tanda-tanda telpon atau sms dari Siwon.

“Menyebalkan!!” dia membanting ponselnya dan mengangkat meja di depanya lalu menaruh di sampingnya. Mengabaikan sarapan paginya dan asik bermain game.

******

Siwon berulang kali menghubungi Kyuhyun namun sampai sore hari tak ada tanda-tanda kehadiranya. Dia melihat jam tanganya dan kembali terfokus dengan laptopnya. Minggu ini begitu terberat baginya. Rasa lelah dan bertumpuk pekerjaan membuatnya mudah marah. Belum lagi aksi marah istri membuatnya tambah frustasi. Kadang kala Kyuhyun bisa begitu manis tapi ada ketika Kyuhyun begitu menyebalkan. Dia menutup laptopnya dan membereskan dokumen-dokumennya. Dia tahu pasti istrinya begitu kesal denganya jadi dia harus cepat pulang sebelum semua semakin besar. Gucci yang dia pesan dari Chinna sudah datang jadi sudah ada tampat kabur sang istri.

“Kenapa tak mengangkat telponku?” suara familiar itu membuyarkan lamunan Kyuhyun. pria manis itu langsung merebahkan tubuhnya dengan selimut yang menutupi sampai lehernya. “Kau hanya menghukumku untuk tidak menyentuhmu bukan tak bicara padaku.” Kyuhyun masih membisu.

“Untuk apa kau kemari?”

“Mianhae. Aku tahu kau kesal karna aku tidak menemanimu sarapan. Aku…”

“Pergilah!! Aku mau tidur.”

“Tadi aku mendapatkan laporan kau hanya makan sedikit. Sudah aku bilang…”

“Jangan menyeramahiku bodoh!!” Kyuhyun melepar bantal di sampingnya ke arah wajah Siwon. “Kau menyebalkan!! Keluar dari kamarku…”

“Bila kau terus marah-marah kasihan bayi kita. Dia akan sedih sayang…”

“Kau yang membuatku sedih.” Siwon terdiam. “Aku juga tak mau seperti ini… Dia yang memaksaku…” dia menunjuk perutnya. “Kau kejam. Membuatku hamil tapi tidak berperasaan. Dia ingin di samping ayahnya…”Kyuhyun terisak sedangkan Siwon hanya terdiam. “Hiks… Kau melarangku datang ke kantor tapi kau seenaknya pergi tanpa berpamitan. Kau pikir aku bisa tidur semalam?” Siwon tersenyum kecil. Kyuhyun kesal melihat reaksi Siwon yang santai. Dia melepar bantal lagi. ” Tahu hamil membuatku terlihat bodoh. Aku…aku tak akan mau…”

“CHOI KYUHYUN…”sentak Siwon dengan kesal.

“Wae?? Bukan itu yang ada di pikiranmu. Aku merepotkan dan bodoh. Manja dan malas. Semua berpikir aku merepotkanmu. Kau juga…” teriaknya semakin keras.

Siwon menarik nafas lalu berjalan mendekat. “Jangan mendekatiku…” sergahnya.

“Biarkan aku memelukmu.” pinta Siwon.

“Andwae!! Kau peluk saja yang lain. Nana juga boleh. Terserah!! Tapi jangan tubuhku…”

“Aku menginginkanmu.” cicitnya.

“Kenapa kau ingin denganku? Bukan aku membuat malu,kekanak-kanakkan. Belum lagi aku bukan orang berpendidikan tinggi…”

“Aku hanya tak ingin orang memandangmu sebelah mata. Aku bukan menghinamu…” Kyuhyun terdiam namun terus menangis tersedu-sedu. “Ahh… Aku selalu salah dimatamu walau aku bermaksud baik sekali pun.”

Kyuhyun langsung menghamburkan pelukan. Tapi ketika Siwon membalas pelukanya. “Jangan menyentuhku…” sentaknya. Siwon hanya terdiam ketika Kyuhyun dengan erat memeluknya.

“Baiklah! Lakukan sesuka hatimu padaku. Tubuh ini milikmu…” kyuhyun semakin menangis dan memeluk erat tubuh Siwon.

Lelah berdiri Kyuhyun merebahkan tubuhnya dengan kepala yang berbantal lengan Siwon. Pria manis itu masih terisak dengan tangan bermain kancing kemeja Siwon.

“Apa kau tidak lapar?”

“Jangan banyak bicara.” sentaknya sambil memukul dada Siwon. “Aku masih kesal padamu…”

“Tapi aku lapar,dari pagi sampai sore aku belum makan apa pun.”

“Salahmu. Bukan urusanku…” Kyuhyun menyembunyikan wajahnya di dada Siwon.

“Ahh…baiklah!!”

“Kalau tak suka pergi saja jangan mengeluh” omelnya. Siwon hanya bisa mengkunci bibirnya rapat-rapat atau dia akan di tendang keluar. “Wonnie…”

“Hummm!!”

“Menurutmu anak kita laki-laki apa perempuan?”

“Kau ingin??”

“Perempuan. Pasti cantik…” dia menadahkan wajahnya menatap expresi Siwon.

“Bagaimana bila pria? Dia akan tampan sepertiku?”

“Cih!! Percaya diri sekali kau.”Siwon menunduk mencuri cium di bibir plum istrinya. “Yah!! Sudah aku bilang jangan menyentuhku!” rengeknya. Siwon terkekeh sambil membelai rambut Kyuhyun. “Wonnie kau ingin makan sesuatu?”

Siwon menatap serius wajahnya. ” Maksudnya?” tanya Siwon sambil menyisihkan anak-anak rambut Kyuhyun yang menutupi sebagian wajahnya.

“Kau ingin makan apa? Biar aku yang masak?”

“Mwo?” Kyuhyun mengerutkan keningnya.

“Wae? Kau tak suka aku masakan?”

“Ani. Tapi…”Kyuhyun sudah memasang wajah menangis. “Aku hanya tak ingin kau lelah…”

“Alasan… Ya sudahlah!!”

“Hem… Apa pun?” Kyuhyun tersenyum lalu segera turun dari ranjang dan berlari keluar kamar. Siwon hanya menghela nafas lega. Dia pun ikut mengekorinya.

Kyuhyn mulai sibuk dengan pisau dapurnya. Pria manis itu cukup membuat Siwon khawatir karna polahnya yang berlari kesana kemari. Tak ada pelayan yang boleh membantunya.

“Ta da… lemon garlic shrimp pasta siap di sajikan.”dia membawa dua piring pasta. Lalu dia kembali lagi mengambil ayam goreng,segelas besar susu coklat hangat dan secangkir kopi. Siwon tersenyum dan membersihkan keringat di kening istrinya. “Cobalah!!” Kyuhyun menjulurkan garpu ke arah Siwon.

“Gomawo…”

Siwon mengambil satu suap dan menguyahnya pelan. “Bagaimana?” Kyuhyun terlihat penasaran dengan masakanya.

“Kau ingin aku berkata jujur atau bohong?”

“Wonnie…”

“Akan aku katakan asal kau menyetujui dua syaratku.” Kyuhyun memplout bibirnya. “Satu malam ini kau harus kembali ke kamar kita. ” Kyuhyun menunduk. “Baby…”

“Baiklah!!”

“Good. Kedua…” dia menunjuk pipinya.

“Wonnie…Banyak pelayan disini…”

“Cepatlah!!” dia menunjuk-nunjuk pipinya . Tapi ketika kyuhyun akan menciun pipinya Siwon menoleh dan akhinya bibir mereka bertemu. Semburat merah terlihat di pipi pucat Kyuhyun. Semua pelayan hanya Tersenyum kecil.

“Wonnie…” Siwon terkekeh lalu melanjutkan makannya. Kyuhyun menyentuh ke dua pipinya dan mengigit bibirnya.

“Kenapa diam saja? Ayo makan.”

“Kau selalu membuatku malu…”dia menunduk membuat Siwon gemas dan mengangkat wajah istrinya. Menariknya dalam pelukannya.

“Jangan bertingkah seperti remaja. Kau ingin aku makan lagi?” bisiknya.

“Yah!! Aku lelah. Kasihan dia…” Kyuhyun mendorong tubuh Siwon.

“Arrasseo. Aku hanya bercanda. Cepat habiskan makananmu.” Kyuhyun menganggu.
*******

“Kalau kau memang tak bisa menerima kekurangan dan kelebihanku. Aku tidak masalah bila kita berpisah.” Serunnya dengan suara tinggi.

“ Kata siapa aku tidak bisa menerimanya. Dokter hanya bilang kemungkinan—dan itu masih bisa terjadi.”

“ Oh—ya.” Pria itu duduk dan masih menatap suaminya. “ Lalu—apa yang kau lakukan dengan wanita itu?”

“ Siapa?”

“ Sandara. Aku melihat dengan kedua mataku kau pergi dengan mobilnya malam itu. Kau bilang ada klien yang ingin bertemu.”

“ kau mulai tak percaya denganku?”

“ Iya dan semua ada buktinya.”

“ Hyukjae—“

“ Wae? Kau mulai takut?”

“ Ani. Tapi aku kecewa denganmu—“

“ Kecewa? Bukan itu yang harus aku katakan. Untuk saat ini aku akan pulang ke Busan. Kau bisa memikirkan bagaimana kelanjutan pernikahan kita. Aku tak ingin menjadi bebanmu ketika kau mengambil keputusan—“

“ Bisakah kau diam.”

“ Aku akan berkemas.” Hyukjae pun berdiri berjalan melintasi suaminya. Donghae mengusap wajahnya kasar lalu menarik pergelangan istrinya.” Wae?’

“Kenapa kau menyimpulkan sesuatu sendiri? Aku belum bicara apa pun. Demi Tuhan—“

“ kau juga perlu keturunan bukan. Aku tak apa bila memang itu yang terbaik untukmu. Aku tak akan langsung mengajukan perceraian.”

“ Siapa yang ingin bercerai denganmu? Kebahagian kita bukan hanya sekedar anak saja tapi kau dan aku.”

“ Tapi kau ingin sebuah bayi bukan?”

“ Aku memang tak menampik semua itu. Tapi kita bicarakan semuanya. Aku bertemu dengan Sandara hanya sekedar urusan pekerjaan. Dia akan kembali ke Jepang ke esokan harinya dan malam itu dia ingin bertemu untuk menyerahkan dokumen yang harus di tanda tangani. Kami memang bicara di klub karna hanya itu yang buka di malam hari. Bila aku bertemu di hotel bukan itu lebih negatif.”

Hyukjae sudah menagis dengan menatap suaminya. Donghae segera menghapus air mata istrinya.” Kemandulan bukan akhir segalanya.”

“ Tapi—“ Donghae langsung memeluk istrinya dengan erat.

“ Aku lelah. Kita bicara lain hari saja. Sekarang kita tidur ya!!” Hyukjae sudah berjalan masuk dan menutup pintu kamarnya dengan keras. Donghae hanya terdiam dan mengusap wajahnya yang lelah.

********

“ Apa benar kau akan meminta cerai dengan Donghae?” tanya Kyuhyun
.
“ Kenapa? Bukan kau juga sering mengajukan perpisahan dengan Siwon?’ jawabnya.

“ Tapi kita tak benar-benar berpisah. Maksudku—“ Kyuhyun terlihat binggung dengan ucapnya. Dia tak ingin memperkeruh ke adaan.

“ Apa kau pikir donghae tidak akan mengejarku seperti Siwon?”nada suara Hyukjae terlihat putus asa.
“ Ani aniya. Aku nyakin Donghae akan lebih mengejarmu.” Kyuhyun menuduk. “ Asal kalian tahu saja Siwon tak benar-benar menintaiku—atau mungkin dia mencintaiku tapi dia anggap aku merepottkan.” Kyuhyun tersenyum kecut.

“ kau mulai bermain drama?”sahut Changmin yang masih sibuk menyusui bayinya. Kyuhyun hanya terdiam dengan senyuman kecil. “ Ya—apa benar Siwon melakukanya?’ nada suara Changmin terlihat mengebu.

“ Kau ingat terakhir kita bertemu di jalan. Kami sedang bertengkar dan dia tidak mengejarku. “ ucapnya dengan senyuman kecut. “ Aku datang karna aku tak bisa melepaskannya—maksudku dia pergi ke kantor tanpa menemuiku. Aku kesal dan meleparkan tas ke arahnya. Sebenarnya itu salahku.”

“ Apa yang dia katakan?’tanya Hyukjae.

“ Aku bodah dan tak berpendidikan.” Changmin dan Hyukjae saling menatap. “ Tapi bukan itu benar? Aku tak melanjutkan pendidikanku karna ingin menikahinya. Aku bodoh ya!! Harusnya aku tahu bila itu rekan bisnisnya.”

“ Kau nyakin Siwon mengkatakanya? Bukan dia begitu sabar dengan polahmu?’Changmin tak percaya.

“ Mungkin aku sudah kelewatan.” Kyuhyun mengambil gelas jusnya dan mengguknya.

Changmin dan Hyukjae hanya saling melepar pandang. Jadi karna ini Kyuhyun sedikit aneh dan pendiam. Bahkan dia tak memakan apapun yang di hidangankan changmin. Kyuhyun kembali tersenyum menatap dua sahabatnya yang terdiam. Dia mengaruh rambutnya lalu segera mmemalingkan pandangan ketika ponselnya berbunyi.

From : Siwonnie
“ Kau tak di rumah? Bisakah kau mengambilkan ku dokumen di ruang kerjaku.”

To : Siwonnie
“ Baik. Aku akan meminta pak Kim untuk mengantarkannya.”
SEAD

Drrtt—drttt
From : Siwonnie
“ Itu dokumen penting. Bisakah kau yang mengatarkanya sendiri. Aku masih rapat.”

To : Siwonnie
“ Ne. Arraso.”
SEAD

Kyuhyun memasukan ponselnya dalam tasnya dan tersenyum ke arah sahabatnya.

“ Sepertinya aku harus pulang. Siwon meninggalkan dokument pentingnya dan dia ingin aku yang mengatarnya.” Ucapnya.

Changmin menghela nafas. “ Baiklah!! Besok bila ada waktu datanglah lagi.” Jawab Changmin.

“ Hyukjae—mianhae aku tak bisa menemanimu sekarang. Aku sudah berusaha menolak tapi—“

“ Arraso.” Hyukjae menepuk tangan Kyuhyun dengan senyuman. “ Cepat pergilah!! Siwon pasti membutuhkan dokumen itu.”

“ Gomawo. Aku akan menemuimu lagi dan jangan terlalu bersedih. Kapan kau membutuhkanku datang saja. Kapan pun itu—“ Kyuhyun mengengam kedua tangan Hyukjae.

“ Ne Nyonya Choi.” Jawabnya lalu mereka saling berpelukan.

Kyuhyun berdiri di depan gedung mencakar langit itu dengan resah. Dia melihat ponselnya setiap kali merasa lama menunggu. Jessica tak memberikan balasan lagi. Dia masih memeluk dokumen itu di dadanya. Tiba-tiba seseorang menyentuh pundaknya.

“ Mianhae merepot—“ Kyuhyun mengkunci bibirnya ketika melihat siapa yang menepuk pundaknya. Dia tersenyum kecil lalu menyerahkan dokumen itu ke arah suaminya. “ Mianhae—tadi aku harus berjalan memutar karna ada kecelakaan di jalan tol. Apa rapatnya sudah selsai?’ ucapnya. Siwon masih menatapnya. “ Ya sudah aku pulang dulu. Sampai jumpa nanti malam.”

Ketika Kyuhyun pergi Siwon menahan tangannya. “ Wae?’ Kyuhyun melontarkan pertanyaan.

Siwon semakjn menariknya dalam pelukannya. “ Siwon—dsini banyak orang.” Siwon tak perduli dan tetap memeluk istrinya. Jam makan siang semua kariawan keluar masuk gedung.

“ Saranghae Choi Kyuhyun—saranghae.”Kyuhyun tersenyum tipis. “ Mianhae untuk semua yang aku lakukan terhadapmu. Aku tahu kau masih belum bisa memaafkan ucapaku tapi yang perlu kau tahu aku sangat mencintaimu.” Kyuhyun membelas pelukan Siwon dengan erat. “ Seberapa waktu ini terus berjalan hal yang tak ingin aku lihat adalah kau menangis dan terluka. Tapi sepertinya akulah yang sering membuatmu menangis dan terluka.”

“ Wonniie—“
“ Sudah ku bilang aku tidak suka melihatmu menangis.” Siwon merasakan bahunya basah karna air mata Kyuhyun.

“ Aku tidak bisa menahannya. Ottoke!!”

Siwon melepaskan pelukanya dan membersihkan air mata Kyuhyun dengan ibu jarinya. Mereka saling bertukar senyum. “ Kau ada acara malam ini?’ Kyuhyun mengelengkan kepala.

“ Wae?”

“ Ikut aku di ulang tahun yang di adakan tuan Han.”

“ Bukan bisanya kau datang sendiri.”

“ Kali ini aku ingin bersama istriku. Apa kali ini kau akan menolak lagi?’

“ Tapi terlihat aku gedut beberapa hari ini. Pola makanku berlebihan sejak hamil. Belum lagi perutku yang semakin membuncit. Ini akan memalukan..” Kyuhyun menunduk.

Siwon meraih dagunya dan memberikan kecupa sekilas di bibir plum istrinya. “ Kau akan tetap cantik dimataku.”

“ Itu bagimu—“ Kyuhyun menghela nafas. “ Bagaimana pendapat mereka?’

“ Setelah kita pergi makan siang bagimana kalau kita ke butik Kibum nunna untuk membeli baju.”

“ jangan disana—selain harganya mahal barangnya tidak bermutu—“

Di tempat lain—
“ Asiing!!!”

Kibum berulang kali bersin tiada henti-hentinya.

“ Kau sakit sayang?” Heachul memperiksa kening putrinya.

“ Entahlah umma Hassing!!

“ Kalau begitu istiratlah!! Biar umma yang menjaganya.”

“ Ani.aniya umma. Perasaanku hanya sedikit tak enak umma. Sepertinya aku mencium bawa tak sedap!!”

“ Yahh!! Kau pikir aku sampah?” teriak Kyuhyun dengan keras.

Kibum hanya menatap ibunya dengan wajah ketakutan. “ Sudah aku bilang bukan kalau—“

“ Yaah!! Sudah ku bilang jangan beli disini tetap saja kau mengajakku kemari…” dia memukul dada Siwon. “ Sudah barangnya tidak bermutu dan di jual mahal.”

“ Mwo?!! “

“ Wae? Memang itu kenyataanya bukan. Chez!” Kyuhyun melipat tangan di dada dengan wajah angkuh.

“ Yah!! Kau pikir butikku tak bermutu. Kau tak kenal Han Tae Ssun? Artis papan atas saja memuji semua disainerku. Lihat saja tahun ini aku akan mengunakannya dia sebagai modelku.”

“ Nunna—berhenti bermimpi. Kau gunakan artis yang sudah turun gunung saja. Jangan membuat malu aku—“ Kyuhyun menggelengkan kepala. “ Semua bajumu itu menyedihkan.”

“ Yah!!” Kibum melepar majalah yang dia pegang ke arah Kyuhyun. Siwon langsung menghadangnya. Heachul hanya mengusap wajah kasar . Mereka tak akan akur bila bertemu.

*****

Kyuhyun berjalan dengan pelan melintasi gerumbulan orang yang menatap ke arahnya. Dia hampir terjatuh karna terlalu gugup menghadapi banyak mata memandanganya. Siwon selalu siaga di samping, menututnya sampi ke tengah acara. Alunan musik beralun merdu. Ini memang bukan pertama bagi Kyuhyun tapi rasa gugup tetap menghantui ketika harus bertemau dengan orang-orang penting.

“ Wae?” bisik Siwon.

“ Apa pipiku terlihat bulat? Tadi aku sedkit mengunakan make up. Tidak terlihat?’ Kyuhyun menatap Siwon.

“ Ani. Aniya kau tetap memukau dan terlihat natural.” Jawab Siwon. “ walau aku sedikit tak suka dan cemburu. Inilah asanku membiarkan kau tak pernah ikut dalam acara seperti ini. Egois bukan?’

Kyuhyun tersenyum kecil dan membelai wajah Siwon. “ Mungkin karna kau mencintaiku.” Siwon membalas senyuman itu. “ Bisakah kita mencari makan. Aku lapar.” Siwon pun mengangguk dan membimbing jalan istrinya menuju meja besar berisi makanan.

Kyuhyun memilih-milih makan kesukaanya dan suaminya. Siwon duduk di tempat di tempat yang sudah di sediakan dengan beberapa rekan bisnisnya. Kyuhyun terlihat binggung memilihnya.
“ Apa kau menyukainya?’

“ Huh?’ Kyuhyun menoleh ketika seseorang bicara di sampingnya.

“ Kenapa kau terlihat binggung memilih makan?’

“ Oh—karna aku menyukai semuanya.”

“ Kenapa kau tak mengambilnya semua?’ Kyuhyun tersenyum. “ Wae?”

“ Itu akan memalu. Piringku akan penuh seperti makanan anjing.” Jawabnya lalu kembali terfokus dengan makanannya. “ Oh—apa kau ingin mengambil bagian yang ini?”

Pria itu tersenyum dan mengambil piring kecil dan mengambil sesuatu, “ Han Tae Ssun.”pria itu mengulurkan tangan dengan senyuman khas.

Kyuhyun cukup terkejut dan membalas senyumannya. Dia menaruh makananya dan menjabat tanganya. “ Choi Kyuhyun—“ jawabnya.

Siwon memperhatikan istrinya berincang-bincang dengan seorang pria dengan begitu akrabnya. Sedikit mendidih darahnya namun dia belum bisa berdiri untuk menarik istrinya.

“ Wah—debbak!! Aku tidak langsung mengenalimu. “ Kyuhyun terlihat menganggumi pria yang ada di sampingnya. “ Aku juga ingin bisa menjadi penyanyi sepertimu. Tapi umma bilang aku tak berbakat.”keluah Kyuhyun.

“ Jinjja? Tapi aku pikir suaramu begitu bagus.”

“ Jomalyo? Ahh—darimana kau tahu? Dasar pembual. Apa semua pencipta lagu akan sepertimu?’

Tae ssun tersenyum geli. “ ani. Aniya. Tapi mungkin hanya naluri saja. Kata-kata itu muncul karna melihat seseorang yang indah sepertimu.” Mereka tertawa.

“ Kenapa begitu lama?’Siwon langsung melingkarkan tangan di pinggang Kyuhyun. Pria manis itu menatap suaminya. “ Nuggu?”

“ Yah!! Kau tak kenal dia? Dia Han Tae Ssun. Penyanyi yang sedang populer di kalangan remaja dan dia juga putra bungsu dari tuan Han.” Bisik Kyuhyun.

“ Jinjja?’ Siwon melepar senyuman ke arah pria yang terlihat muda beberapa tahun di bawahnya. “ Choi Siwon.”pria berlesung pipi itu mengulurkan tangannya dengan angkuh.

“Senang berkenalan denganmu.” Pria bermata tajam itu menggenggam dengan kuat.

“ Kita pulang sekarang?’

“Huh?” Kyuhyun terlihat tak suka. “Bahkan aku belum memakannya?”

“Bagimana bila aku menyuruh pelayan untuk membungkuskannya untukmu?’tawar Tae Ssun.

Lelehan karamel itu berbinar tapi Siwon langsung menariknya kebelakang. “ Tidak perlu. Terima kasih untuk tawarannya.” Kyuhyun memplout bibirnya. Siwon langsung menariknya dan pria itu berbicara pelan ke arah Kyuhyun.

“ Kenapa ku bicara dengan orang asing?” Siwon menatap Kyuhyun dengan tajam. “ Bukan tadi kau bilang hanya mengambil makanan?”

“ Waeyo? Dia tak melakukan hal aneh. Meski dia orang asing, bukan dia anak dari tuan Han? Dia juga artis terkenal. Jadi dia tak akan melakukan hal buruk padaku.”

“ Tapi aku cemburu melihatmu bersamanya.” Kyuhyun melirik tajam. “ Rasanya aku menyesal membawamu. Ternyata ada benarnya kalau kau ku kurung di rumah.”

“ Yah!! Tapi kau memang tahu bagiaman daya tariku bukan. Aku adalah penakluk.”

“ Czees!! Kau terlalu percaya diri.” Siwon mencubit hidung Kyuhyun. “ kau jadi ingin makan itu?”

“ Ahh—aku sudah tidak napsu melihatnya. Jadi langsung pulang saja.” Jawabnya sambil tersenyum kecil.
*****

“ Appa—“ seru pria muda dengan wajah angkuh dan erotis. Bibirnya tersenyum merekah. Dia duduk di meja yang sama dengan ayahnya. Itu hal aneh bila putranya duduk satu meja dengannya.

“ Ada apa? Tak biasanya kau duduk di sini?” tanya Han Min Hyuk. Pria tua itu menatap putranya, “ Wae? Kau butuh uang?”

“ Anio appa. Ani. Aku rasa wanita-wanitamu lebih membutuhkan uang itu daripada aku.”

“ Anak kurang ajar.”sentaknya.

“ Appa bisa berikan aku informasi tentang Choi Kyuhyun? “

“ Mwo? Choi Kyuhyun? apa kau sudah gila? Untuk apa kau mencari tahu tentangnya.”

“ Waeyo? Apa yang salah appa? Apa aku tak boleh tertarik dengan pria cantik itu? Appa—“

Min Hyuk memijat tengkuknya,“Yah!! Bocah tengik. Kau cari mati?’

“ Ani appa. Putramu ini hanya jatuh cinta—“ pria itu melipat tangan dengan santai sambil tersenyum bodoh ke arah ayahnya.

“Bocah tengik!! Kau ingin appamu mati karna kehilangan harta dan juga kau?”

“ Memang siapa Choi Kyuhyun?”

TBC
Maaf lama ya…
Tinggalkan komentar untuk part ini
Semoga segera selsai dalam beberapa part lagi
Semoga..hahahhaha dan semoga kalian tak bosan.

Posted in BL, Drama, Romance, Uncategorized, wonkyu, WonKyu Story

Make A Wish – part 3

Make A Wish – part 3
Autor : Cat meonks
Cats : Cho Kyuhyun, choi Siwon ,Lee Hyukjae dll
BL,Yaoi Mpreg
Warning : Typo berserakan dan bahasa kurang jelas
Cerita gaje tapi hasil karya sendiri
Ini pasti membosankan tapi jangan lupa tinggalkan komentar
Kiss kiss
.
..
.
.

“ Kau membuntutiku lagi?” Kyuhyun menoleh dengan tatapan dingin.
“ Tidak. Aku kebetulan ada di sekitar sini dan melihatmu. ‘ Kyuhyun manggut-manggut ketika mendapat jawaban itu. “ Lalu—“ Kyuhyun kembali menoleh. “ Apa yang ingin kau buang?’
“ Oh—kau mau? Makanlah. Aku pikir kau lebih kurus daripada aku. Sebenarnya siapa yang pengemis disini?’
“ Kyunnie—“ pria itu terlihat tak suka. Kyuhyun tersenyum tipis . Jae hyun masih memperhatikanya.
“ Wae? Apa aku masih terlihat mempesona? Bukankah kau sudah punya istri yang cantik ?”
“ Sudah lama kita tidak bicara normal seperti ini.” Kyuhyun langsung menoleh tapi Jae dengan santai memakan bungkusan yang di berikan Kyuhyun. “ Tak ada yang lebih baik dari hari ini—‘ cicitnya.
Kyuhyun berusaha tak terbawa suasana dan tersenyum kecil. Dia mengambil kaleng jus dan menengguknya. “ Ahh—benar juga. Sudah lama kita tak pernah kemari dan menikmati sungai. Jae kau ingat penjual ddeokbokki di dekat sekolah kita?’ Jae menghentikan makannya. “ Dia sudah meninggal satu bulan yang lalu. Padahal aku sangat menyukai masakan buatanya.”
“ Kau selalalu menambah porsi makanmu.” Kyuhyun melirik sinis lalu tertawa ketika melihat Jae terdiam. “ ternyata kau masih tetap tak suka di katakan gendut?’
“ Yah!! Manusia mana yang mau di katakan gedut? Aneh!!’’
Susana kembali hening. Jae masih menikmati makannya. “ kau tak ada kerjaan? Bila kau sibuk pergilah aku masih ingin disini.”
“Menunggu bukan bagian dari perkerjaan.”
“Kau selalu saja bilang seperti itu. Sudah;ah!!habiskan makananmu lalu antar aku ke kafeku.” Kyuhyun menghabiskan jusnya .
******

Kyuhyun merebahkan kepalanya di meja makan sambil menatap Hyukjae menhabiskan makan malamnya.
“ Hyung—“
“ Hum? Wae?’
“ Kapan hidup ini akan merasa lelah mempermainkanku?”
“ Apa kau tidak tahu diri bila kau bertanya seperti itu lawan bicaramu akan merasa lelah untuk menjawab?’
Kyuhyun mengkat kepalanya lalu menghabiskan kaleng bir yang baru di bukanya. “Iya juga. Tak perpikir olehku.”
Hyukjae menaruh sumpitnya dan menatap sahabtnya.” Apa apa? Bukan tadi kau keluar ingin menemui pria itu tapi kenapa dia sampai datang ke kafe.” Tanya Hyukjae. Kyuhyun tersenyum. “ Aku bertanya padamu?’
“ Aku melihatnya mencium seorang wanita di depan kantornya.” Hyukjae langsung terpaku. “karn aitu aku langsung pergi—“
“ Tunggu sebentar—jadi apa hubungan kalian sebenarnya? Maksudku?’
“ Aku juga tidak tahu.” Kyuhyun tersenyum lalu menengguk minumanya sampai habis.
“ Dia mempermainkanmu? Ya Tuhan!!” hyukjae mengangguk kepalanya yang tak gatal.
Hyukjae geram dan langsung berdiri, “ mau kemana Hyung?” Kyuhyun menahan pria itu pergi.
“ Tentu saja membunuhnya. Apa lagi? Berani-berninya dia mempermainkanmu. Aku tak akan diam saja seperti kau di sakiti Jae hyun.’’
“Tidak ada yang bisa kau lakukan untukku,hyung.” Hyukjae pun kembali duduk dan menatap temanya.
“ Aku bisa memukulnya. Tak perduli bila dia akan mempenjarakanku.”
“ Hyung—“ rengeknya.
“ Apa yang harus aku lakukan denganmu?Huh?” Kyuhyun menundukan wajah. “ harusnya aku tak menyakinkanmu untuk memulai dengan dia bila dia—sama-sama iblisnya dengan—ahh” hyukjae mengoyang-goyangkan pundah temanya dengan pelan tapi Kyuhyun hanya diam. “ Ah, ini benar-benar membuatku gila.” Kyuhyun hanya tersenyum kecil .
******

Kyuhyun berusaha menghindar sebisa mungkin. Selama satu minggu ini dia berhasil menghindari pria berlesung pipi itu. Bahkan dia sampai menghanti nomer ponselnya agar tak di ributkan oleh suara ponsel yang terus berdering. Kafe hari ini begitu ramai dengan pengunjung. Kyuhyun sampai tak bisa berhenti bergerak kesana- kemari. Tiba-tiba—
“ Apa yang kau lakukan disini?”
Pria berjas hitam itu menatap tajam dengan kedua tangan di saku celana. Semua orang yang ada di situ sontak minggir dan menatap ke arah mereka berdua.
“ Bagaimana kau bisa masuk kesini? Ini khusus kariawan. Lihat mereka sampi berhenti aktifitas.”
Siwon tak bergeming dia masih menatap dengan pandangan yang sulit di tebak. Alis mata itu menjadi satu dengan mata yang tajam. “ Aku punya saham di sini .”
“ Kafe sedang ramai. Bila kau terus disini kami tak bisa bekerja. Bagaimana bos tahu? Dia akan memecatku.” Keluhnya.
“ Kenapa kau menghindariku beberapa hari ini? Dan kau—bagaimana hari itu kau tidak datang?” ucap Siwon dengan kesal.
“ Okey—okey tapi tidak sekarang. Kau bisa lakukan nanti.” Siwon masih terdiam. “lihatlah!! Mereka tak bisa bekerja.”
“ Tarawa!!” SIWON MENARIK Kyuhyun keluar dari dapur dannaik ke lantai dua. Tanpa mengetuk pintu Siwon langsung masuk ke tempat kerja Changmin. “ Kaluarlah!! Aku pinjam tempatmu.”
“ Kenapa kau begitu seenaknya Siwon?’ Changmin berdiri dan meninggalkan rungan itu dengan membanting pintunya.
Siwon melipat tanga di dada dan menatap Kyuhyun dengan datar. Pria manis itu hanya menghela nafas tanpa bicara satu patah pun.
“ Bicaralah!!” perintah Siwon.
“ Apa yang harus aku ucapkan?’ tanya balik Kyuhyun.
“ Bukan kau berhutang penjelasan denganku. Kyu—“ Siwon berjalan mendekati Kyuhyun dan menghimpitnya ke dinding. Dia mengurung dengan kedua tangannya. “Baiklah! Bila kau tak ingin bicara biar aku yang akan bicara sekarang—“ bisik Siwon lalu berlahan mendekatkan wajahnya. Bibir itu sedkit membuka dan mengcup bibirr plum Kyuhyun dengan lembut. Kyuhyun hanya terdiam dengan kedua tangan yanga mengepal kuat. Siwon begitu lihat menciumnya.
Drrtt—drttt
Siwon mengumpat kesal ketika ponselnya tidak berhenti berdering. Kyuhyun mengambil nafas lega dengan wajah seperti kepiting rebus. Dia mengigit bibirnya ketika Siwon sibuk melihat ponselnya.
“ Ahh—kenapa harus menganggu di saat penting seperti ini?’umpatnya. Siwon kembali measukan ponselnya da membelai wajah Kyuhyun dengan lembut. “ Mianhae—kita lanjutkan bicara nanti saja. Aku akan menjemputmu pulang kerja.” Siwon membersihkan bibir Kyuhyun dan memberikan kecupan di kening Kyuhyun. “ Jangan coba menghindar lagi. Arraseo?” Siwon menyisihkan anak-anak rambut yang menutupi wajah cantik Kyuhyun dengan lembut sebelum pria berlesung pipi itu meninggalkan ruangan Changmin.
Kyuhyun menarik nafas dalam ketika pria itu benar-benar hilang dari hadapanya. Dia memejamkan mata sebentar sebelum berjalan keluar.
“ Kau sudah selesai?’ Changmin yang baru datang langsung melontarkan pertanyaan.
“ Ah—ye. Mianhae…” Kyuhyun membungkuk.
“ Itu bukan salahmu. Siwon memang seperti itu. Seenaknya. Tapi dia pria baik. Kembali bekerja.” Kyuhyun tak menjawab hanya kembali membungkuk dan keluar rungan bosnya. Sekali lagi jarinya menyentuh bibirnya. Ini bukan pertama kali Siwon menyentuh bibirnya namun semakin hari ciuman itu semakin hangat dan memabukkan. Dia menggelangkan kepala ketika mengingat wanita itu mencium Siwon di depan tempat kerjanya.
“ Dia memang playboy sejati. Harusnya aku tak membiarkannya.” Dia kembali berjalan dengan perasaan yang campur aduk.
*******

Kyuhyun hanya terdiam di tempat sambil menatap Siwon yang berjalan ke dapur untuk membuatkan susu hangat. Siwon kembali menarik Kyuhyun untuk duduk dan memberikan gelas itu.
“Minumlah dulu.” Kyuhyun pun menurut. Sejak tadi pria manis itu hanya diam dan menuruti semua apa yang di perintahkan Siwon. “ Sebentar lagi mungin pesanan makana akan datang. Kau belum lapar kan?” Kyuhyun menaruh gelas itu di meja dan menatap Siwon.
“ Bukan kau ingin bicara? Bicaralah aku harus pulang.”
Siwon menata duduknya lebih nyaman dan membalas tatapan Kyuhyun dengan hangat.” Kita bicara sambil makan saja. Ahh—aku sudah lapar sejak tadi siang belum ada sesuatu yang masuk dalam perutku.’rengeknya. “ Aku akan mandi dulu. Bila pesanananya datang tolong bayarkan ya!!” Siwon memberikan dompetnya lalu berdiri dan berjalan menuju kamar. Kyuhyun hanya terdiam melihat pria itu pergi tanpa melontarkan protes. Dia mengusap wajahnya dengan kasar. Bukan rencananya dia hanya sebentar namun tetap saja dia terperangkap disini.
Beberapa kali Kyuhyun harus membukakan pintu. Siwon memesan banyak makanan dan semua kesukaanya.
“ apa sudah datang?” Siwon mengusap rambutnya dengan handuk. Dia duduk di samping sambil menatap Kyuhyun yang terdiam memainkan ponselnya.
“ Kenapa menatapku?” Kyuhyun menaruh ponselnya. “ Cepat katakan!! Aku harus segera pulang.”
“ Kau—“belum selesai Siwon bicara bel rumah terdenar lagi. “ Tunggu sebentar—“ Siwon menaruh handuknya lalu segera membuka pintu.
“ Oppa—“ tiba-tiba seorang wanita langsung menghamburkan pelukan. Kyuhyun yang penasaran dia pun berjalan mengikuti.
“ Apa yang kamu lakukan di sini?” Siwon mendorong wanita itu untuk menjahui dirinya. Siwon menoleh kebelakang.
“ Sepertinya kau ada tamu penting. Kita bicara lain kali saja.” Kyuhyun kembali ke dalam untuk mengambil tasnya ketika Siwon ingin menyusul wanita itu menahanya.
“ siapa dia oppa?” tanyanya.
“ Itu bukan urusanmu.”
“ Oppa bagaimana pun aku adalah tunanganmu.” Kyuhyun berhenti ketika mendengar wanita itu berteriak. “ Yah!! Kenapa kau hanya berdiri disana? Cepat pergi!! Mengnggu saja.”
“ Mianhae—“ Kyuhyun kembali berjalan dengan wajah yang menunduk tapi ketika melintasi Siwon, pria itu menahannya. “ Lepaskan!!”
“ Kita belum selesai bicara.” Jawabnya.
“ Apa yang ingin kalian bicarakan? Jangan buat aku salah paham.” Teriak wanita itu.
“ Yah!! Park Hye Ji—“
“ Wae?’wanita itu semakin kesal. Kyuhyun berusaha melepaskan tangan Siwon namun pria itu masih mengggem erat tangannya.

TBC
Pendek ya?? Semoga part depan lebih panjang
Jangan lupa tinggalkan komen dan like ya..
Kiss kiss… ^_^
Semoga bisa cepat post tentang kamu juga.

Posted in Drama, Family, Genderswitch, Romance, Sad, Uncategorized, wonkyu, WonKyu Story

Love Story – Mianhae Jongmal Mianhae 1

Love Story – Mianhae Jongmal Mianhae 1
Autor : Cat meonks
Cats : Cho Kyuhyun(GS), choi Siwon dll
Warning : Typo berserakan dan bahasa kurang jelas
Cerita gaje tapi hasil karya sendiri
Ini pasti membosankan tapi jangan lupa tinggalkan komentar
Kiss kiss
.
.
.
.

Siwon terlihat seperti orang bodoh selama dua bulan ini. Bagimana dia berusaha menemui Kyuhyun tapi tiada hasilnya. Sampai saat ini dia masih harus bolak-balik ke rumah sakit hanya untuk memperisakan kondsi tanganya yang patah. Hari ini Siwon sudah bisa melepaskan gipsnya dan mulai mengerakan tanganya pelan-pelan. Pagi ini dia kembali datang ke kediaman Cho dan kali ini wanita paru baya itu membawanya pergi sebelum suaminya melihat dan memukul Siwon lagi.

“ Umma—“

“ kau tahu bukan Kyuhyun adalah putri tunggalku. Sebenarnya aku ingin memiliki banyak anak tapi Tuhan hanya mengijinkanku memiliki satu putri.” Siwon terdiam. “ Sebenarnya dia adalah wanita baik dan lembut namun karna ulahku dia menjadi manja dan ketus.” Siwon tersenyum. Dia tahu bagaimana sikap istrinya itu. “ Ini salahku—dia bilang dia mencintaimu karna itu aku setuju saja dengan usul orang tuamu untuk menjodohkan kalian. Aku pikir dia akan jadi bahagia ketika bersamamu—“ Siwon terkejut dengan pertanyaan mertunya. Jadi Kyuhyun sudah mencintainya sejak awal. Dia hanya bisa tersenyum. “ Setiap hari dia mengeluh dan sedih. Bagimana cara agar kau melihatnya? Dia mencoba berbagai cara agar kau melihatnya tapi dimatamu hanya ada dia. Sebenarnya aku terluka ketika mendengar ucapanya tapi dia selalu bilang bisa membuatnya jtuh cinta dan melupakan wanita itu. Karn aitu aku percaya—tapi kini..”

“ Umma—itu semua salah paham.”

“ Salah paham atau bukan kau masih menemui wanita itu.” Siwon terdiam. “ Bisakah kau kabulkan keinginanku?”

“ Umma—apa pun akan aku kabulkan asal kau memaafkanku..”

“ Jangan pernah temui putriku lagi. Jangan buat dia terluka ketika melihatmu lagi—aku mohon. Dia sudah cukup menderita—biarkan dia melupakanmu.”

“ Umma—“

“ Aku sudah selesai bicara. Aku mohon segera tandatangi surat cerainya. Kami tak akan membatalkan kerja sama.” Heachul pun pergi begitu saja tanpa mendengar jawaban dari Siwon. Pria berlesung pipi itu hanya terdiam dengan air mata yang mengalir dengan derasnya. Dia kacau dan tak tahu harus bagaimana. Dia terdiam cukup lama disana tanpa bicara atau bergerak. Dia merasa lelah hingga dia berjalan kembali pulang. Dia menghela nafas. Dia kembali tinggal di apatermentnya. Sendiri melepas sepi.

Ting..tong…

Siwon menaruh kaleng birnya dan berjalan menuju pintu. Wajahnya pucat tubuhnya lemas. Matanya sedikit berkunang tapi dia tetap berjalan membuka pintu. Seharian dia hanya duduk disana meratapi nasip.Dia tak percaya siapa yang datang di hadapanya.

“ Bila kau menginginkan aku mendatangani surat cerai itu. Jangan harap.”

Kyuhyun terdiam menatap Siwon yang terlihat pucat tak bertenaga. “ Apa kau sakit?’tanyanya.

“ Itu bukan urusanmu. Pergilah!!” usir siwon. Kyuhyun langsung menerobos masuk ketika Siwon hendak menutup pintunya. “ Choi Kyuhyun—“

Kyuhyun berdiri di hadapanya. “ Kau selalu menolak ketika pengacaraku menemuimu.” Siwon tak perduli dia kembali ke meja makan dan meraih birnya. “ kau terlihat pucat bagaimana kau masih meminum bir?”

“ kamu terlalu banyak bicara dan ini bukan lagi menjadi urusanmu.”

“ Ini urusanku atau tidak bila kau sudah mendatanganinya semua akan beres dan aku tidak akan menganggumu.”

“ Sudah aku bilang jangan harap aku mendatanganinya.” Siwon berdiri dan membuat semua kaleng bir itu terjatuh karna gerakan sempoyongnya. Kyuhyun sedkit berjalan mendekat. Dia tahu Siwon sedang tak enak badan. “Lebih baik kau pergi sebelum aku melakukan sesuatu lebih berani—“

“ Aku bukan anak kecil yang bisa kau takuti.”

Siwon mendorong Kyuhyun ke dinding dan mengurungnya. “ Tapi aku juga bukan orang yang hanya asal bicara tanpa melakukan apa-apa.”

“ Aku tidak takut…”

“ Benarkah?” Kyuhyun masih menatap tajam ke arah Siwon.” Baiklah!!” Siwon langsung mengecup bibir Kyuhyun dengan rakus. Kyuhyun memberontak dan memukul-mukul dada Siwon namun begitu dia merasa nyaman dia memeluk erat punggung Siwon. Mereka terus berciuman dan membalas satu sama lain. Bahkan kini Siwon membawanya masuk ke dalam kamarnya. Kyuhyun mendorong Siwon ke rajang dan mereka saling menatap sejenak sebelum Kyuhyun kembali menciumnya. Siwon hanya memejamkan mata menikmatinya.

Pagi yang cerah dan Kyuhyun masih tertidur lelap. Siwon sudah mengenakan jubah mandinya dan tersenyum melihat istrinya masih terlihat menikmati tidurnya. Siwon kembali naik ke ranjang dan membelai wajah istrinya. Ini terasa seperti mimpi indah. Kyuhyun ada di depanyanya. Dia tersenyum ketika Kyuhyun mengeliat tak nyaman.

‘ Mianahe—apa aku menganggumu.” Bisik Siwon.

Kyuhyun sedikit pegal ketika mengerakan tubuhnya. Dia menghela nafas lalu menutup matanya sebentar. “ Kenapa kau tak membangunkanku?”ucapnya.

“ Untuk apa? Aku rela menunggumu sampai bangun.” Siwon tersenyum.

“ Tapi aku tidak.”

“ Baiklah!! Lain kali aku akan bangunkamu lebih awal.”

“ Jangan salah paham Ini adalah sebuah kesalahan saja. Ini tak ada artinya apa-apa buatku.”

“ Aku paham. Walau itu adalah hal terindah untukku.” Kyuhyun berusaha melilitkan selimutnya dan mencari baju yang berserakan di lantai. “ Kau ingin mandi sekarang atau kau ingin sarapan dahulu.”

“ Aku ingin pulang. Dimana bajuku?”

“ Tanpa sarapan?” Kyuhyun hanya menatapnya dengan tajam. “ Baiklah. Akan aku atar kau pulang.”

“ Aku membawa mobil sendiri.’ Kyuhyun memungggungi Siwon dan mulai mengenakan bajunya satu persatu.

Siwon tersenyum kecil. “Aku nyakin kau lelah dan perlu istirahat. Jadi biarkan aku mengatarmu.” Kyuhyun melirik sekilas dan suasana kembali hening. “ Tinggalkan kunci mobilmu. Aku akan mengatarkannya—“ Kyuhyun pun berdiri dan terasa nyeri di perutnya. Dia mengigit bibirnya. Dia mengambil tas merahnya dan melepar kunci mobilnya di ranjang lalu pergi begitu saja. Siwon yang sudah berganti baju tersenyum dan mengekor di belakang wanita itu.

Siwon terus memperhatikan Kyuhyun yang banyak diam dalam mobil. Wanita itu terus memengai perutnya membuat risau pikiran Siwon.

“ Apa ada yang sakit?’ Kyuhyun terlihat terkejut dengan pertanyaan Siwon. “ Apa semalam aku menyakitimu?Kenapa dari tadi aku perhatikan kau memengai perutmu?”

“ Bukan urusanmu.”

“ Bila kau lapar kita bisa mencari tempat makan. Kau ingin makan apa?”

“ Ku bilang bukan urusanmu. Menyetirlah yang baik. Aku tak ingin mati konyol.”

Siwon hanya tersenyum kecil walau matanya terus menatap ke arah perut Kyuhyun. Sejak tadi wanita cantik itu tak melepaskan tanganya dari perutnya. Dia cukup merasa bersalah bila memang dia yang menyebabkanya.

“ Kau nyakin tak perlu ke dokter?”pria berlesung pipi itu benar-benar khawatir bila semalam dia terlalu kasar padanya.

Kyuhyun langsung menoleh, “ Andwae!!” Siwon terkejut ketika Kyuhyun langsung berteriak histeris.

“ Okey! Kau tak perlu sampai berteriak.” Siwon hanya menarik nafas lalu kembali fokus menyetir. Mobil silver itu berhenti di depan rumah Kyuhyun. Siwon melihat ke dalam. “ Apa perlu ku antar ke dalam?”

“ Kau ingin patah tulang lagi. Appa akan lebih kejam untuk ke tiga kalinya.” Dia melepaskan sabuk pengamannya.

“ Aku tidak perduli. Kau terlihat pucat. Aku antar ke dalam.” Siwon melepaskan sabuk pengamananya.

“ Kau pikir aku wanita lemah?”

“ Ani. Aku tahu kau kuat.” Siwon membersihkan keringat di kening Kyuhyun. “ Buktinya kau mampu mematahkan tanganku.”goda Siwon. “Baiklah! Masuklah!!.” Kyuhyun buru-buru turun dan berlari. Siwon pun langsung melajukan mobilnya.

Kyuhyun berjalan berjalan menuju ruang tengah. Dia tahu ayahnya pasti sudah ada disana. Menunggunya—

“ Darimana saja kau?’ suara keras itu membuat bulu kudu Kyuhyun merinding.” Bagaimana kau bisa tak pulang semalam?” pria paru baya itu berjalan mendekati putrinya. Istrinya hanya mengeleng pelan.

“ Appa—aku bukan anak kecil lagi—“ Kyuhyun langsung merengek manja. Bergelayut di lengan sang ayah.

“ Bagaimana pun kau mengandung cucuku—“

“ Appa—“

“Masuklah!! Bersihkan diri lalu segera sarapan.”

“ Siap komandan!” dia memberikan hormat pada ayahnya lalu pergi menaiki anak tangga. Hangeng hanya bisa mengelengkan kepala. “ Apa dia tidak datang lagi hari ini?” Heachul membawakan kopi suaminya.

“ Belum. Sepertinya dia sudah menyerah setelah pembicaraan kemarin.” Jawab wanita cantik itu.

“ Baguslah! Bila aku tak memandang Kangin mungkin sudah aku remukan dia.”

Heachul membelai lembut lengan suaminya.” Dia masih berstatus suami anakmu dan ayah dari cucu kita.” Ucapnya.

“ Aku tidak perduli. Putriku segalanya. Kenapa aku begitu bodoh menyerahkan putriku begitu saja padanya. Sialan!!”

“ Hannie!! Jaga emosimu. Aku tak ingin kau yang akan berakhir di rumah sakit. Arrachi?’ hangeng pun mengangguk lalu menikmati kopi buatan istrinya.

*******

Kyuhyun terlihat tegang ketika pemeriksaan berlangsung. Dia tak ingin terjadi sesuatu yang buruk pada kandunganya. Pagi ini dia membuat jadwal khusus.

“ Untuk tiga bulan pertama lebih baik hindari dulu berhubungan dengan suami Anda. Apalagi dalam jangka yang cukup lama. Itu bisa menyebabkan kelelahan tersendiri. Kandungan Anda baik-baik saja. Gizi juga harus di pertimbangkan. Apa yang Anda makan juga akan diserap olehnya? Semua masih baik-baik saja. Tapi bila masih terasa sakit segera hubungi saya. “

“ Syukurlah!! Terima aksih dokter.” Kyuhyun langsung berdiri dan mendunduk hormat.

“ Sampaikan salamku untuk ayahmu.”

“ Ne.” Kyuhyun berjalan keluar ruangan dengan perasaan gembira. Di luar rungan dia mengusap perutnya dengan sayang. “ Mianhae sayang—umma yang bersalah terhadapmu. Jangan salahkan appamu.. Arra—Karna dia belum tahu keberadaanmu. Maafkan umma—yang tak bisa mengedalikan diri ketika melihat ayahmu.“ dia menatap di depanya. Entah kenapa dia begitu iri. Melihat sepsang suami istri berjalan berdua. Dia menitihkan air mata. Dia berjalan menunduk dengan linangan air mata. Andai dia mampu seprti itu. Memiliki keluarga bahagia.

Kyuhyun menghabiskan makan siangnya. Heachul tak habis pikir sudah dua hari ini putrinya bertingkah ajaib. Padahal sejak putrinya mengadung pola makanya sedikit terganggu. Dia menghela nafas lega walau masih tersebesit tanda tanya.

“ Tumben kau tidak pilih-pilih makanan?’

“ Hum?”

“ Tumben kau tidak pilih-pilih makanan.”

“ Masakan umma enak. Umma—tambah lagi…” dia mengulurkan piringnya lagi. Heachul pun berdiri dan mengambilkan nasi lagi. “ Gomawo—“

“Dimana mobilmu?’ Kyuhyun langsung menelan makananya dengan buru-buru. “ Dua hari ini aku tak melihatnya.”

“ Aku—aku taruh di bengkel. Entah kenapa belum juga di kembalikan. Nanti aku coba hubungi lagi.” Dia menaruh piringnya lalu berdiri. “ Aku sudah selesai.”dia pun segera berjalan ke atas tanpa bicara apa pun. Dia lupa bila mobilnya masih dia tinggal di parkiran apaterment Siwon. Kyuhyun menghela nafas dan memilih-milih baju yang terlihat menawan tapi tidak membuat anaknya tertekan. “ Kita akan bertemu ayahmu. Apa kau senang sayang?’ dia tersenyum sendiri di depan kaca. Dia pun segera berdiri lalu mengambil tasnya dan turun.

“ kau mau kemana lagi?’ tanya Heachul,

“ Mengambil mobilku.” Kyuhyun segera berjalan cepat keluar rumah. Heachul hanya terdiam memperhatikan tingkah aneh putrinya.

******

Kyuhyun terdiam di depan pintu. Seakan dia lupa bagaimana cara mengketuk pintu. Terdiam menatap besi itu dan berulang kali menghela nafas. Wanita itu memejamkan mata,bernafas semampunya lalu menyandarkan ounggungnya di dinding sebelum merosot jatuh ke lantai. Pemilik rumah sendiri sudah tak oulang selama dua hari ini. Pria berlesung pipi itu sedang sibuk dengan pekerjaanya. Makan pun tak sempat hanya kopi yang sering dia tenggak. Dia terus menatap ponselnya,sejak kejadian itu tak ada kabar darinya. Merindukanya? Iya mungkin sangat. Pria itu berdiri mengambil jas hitamnya lalu meraih kunci mobilnya. Malam ini dia ingin pulang dan sekedar menikmati malam dengan aroma tubuh yang di tinggal istrinya di alas tidurnya. Sebelum pulang dia membeli beberapa keperluan rumah. Ketika pintu lif terbuka terlihat seseorang meringkuk di depan rumahnya.

“Kyuhyun…” wanita itu berusaha mengangkat kepalanya. “Apa yang kau lakukan disini?”tanyanya.

“Ahh…kau sudah datang…Aku ingin…” ucapnya terputus ketika dia berdiri dan kehilangan keseimbangan.

“Kyu…” Siwon langsung menangkapnya.

Siwon masih terdiam menatap Kyuhyun yang tertidur. Dia tak habis pikir apa yang di ucapkan dokter itu. Dia sedikit terkejut dan senang. Dia memperhatikan setiap lengkuk tubuh Kyu yang belum berubah. Menyedihkan! Jadi karna itu Kyuhyun memegangi perutnya. Dia terlalu keras dan melukai anaknya. Dia memejamkan mata dan mulai marah dengan dirinya sendiri. Setelah cukup lama Kyuhyun akhirnya sadar juga. Dia mengeliat pelan dan melihat sekeliling.

“Aku dimana?” dia memijat keningnya.

“Di kamarku. Kau pinsan jadi aku membawamu masuk.” jawab Siwon. Kyuhyun masih belum nyaman dengan dirinya hingga diam saja. ” Apa yang membawamu kemari?” tanya Siwon dengan hati-hati.

Kyuhyun berusaha berdiri dan menyandarkan tubuhnya di punggung ranjang. “Aku ingin mengambil kunci mobilku.”jawabnya.

“Kenapa tak menghibungiku?”

“Aku sudah menghapus nomer ponselmu.”

“Dan kau menungguku?” mereka saling menatap. “Tak mungkin bukan hanya karna sebuah mobil kau menungguku sampai pingsan? Maksudku… tak ada tujuan lain.”

“Tentu tidak. Aku memang sedikit tak enak badan. Jadi daripada aku pulang lebih baik aku menununggu sebentar.”

“Sebentar?” Kyuhyun mengangguk. Siwon menunduk dengan senyuman tipis. ” Apa aku perlu panggilkan dokter? Bukan kau bilang sedang tak enak badan.”

“ANDWAE!! Aku akan pergi sendiri.” Kyuhyun pun beranjak turun.

“Mau kemana?”

“PULANG. Untuk apa aku berlama-lama disini.”

“Aku antar.”

“Tidak perlu. Aku kemari untuk mengambil mobil.”

“Aku yang akan menyetir dengan mobilmu.” Siwon berjalan mendahului Kyuhyun. Wanita itu masih terdiam di tepi ranjang. Kenapa Siwon begitu tegang dan dingin? Kyuhyun mengambil tasnya dan berjalan di belakang Siwon.

Di dalam mobil suasan pun jadi canggung. Siwon terus terfokus pada jalan,tidak seperti yang kemarin terlihat hangat. Kyuhyun pun tak bisa berkata apa-apa. Dia memilih diam dengan wajah menunduk.

“Sudah sampai.” Siwon melepas sabuk pengamannya dan menatap ke arah Kyuhyun.

“Ahh…iya. Gomawo.” Kyuhyun pun hendak turun tapi di tahan oleh Siwon. “Wae?” tanya Kyu dengan lemas.

Siwon terdiam sesaat lalu menghela nafas. “Kau nyakin tak ada yang ingin kau bicarakan denganku?” wajah Kyuhyun tegang.

“Oh..iya. Soal…” Siwon masih memperhatikan Kyuhyun dengan teliti. “Soal surat cerai itu…kapan..”

“Turunlah!!” Siwon melepas gegaman tangan Kyuhyun lalu segera membuang muka. Kyuhyun jadibsalah tingkah. Siwon turun dan membuka pintu untuk Kyuhyun. “Apa perlu aku sampai dalam?”

“Ani. Kau pulanglah!” Kyuhyun turun dan berjalan ke arah pengemudi. “Sekali lagi terima kasih.” Kyuhyun menyalakan mobilnya.

“Aku akan menghubungimu nanti.”

“Huh?”

“Dan simpan nomerku baik-baik. Masuklah!” Siwon pun langsung pergi dan memanggil taksi. Kyuhyun masih terdiam sampai ada satpam yang menghampirinya.

“Nona…”

“Masukan mobilnya.” Kyuhyun turun dan membiarkan satpam memasukan mobilnya dalam istananya. Dia berjalan pelan sambil terus berpikir. “Ada apa dengan ayahmu sayang? Apa…apa dia ingin berpisah dengan umma?” cicitnya sambil mengelus perutnya. Dia menghapus air matanya dan berjalan cepat masuk ke dalam rumah.

******

Siwon tak bisa tidur semalaman. Dia masih terus terjaga dengan pikiran yang berkecamuk.

“Istri Anda hamil. Sudah masuk bulan ke tiga.”

Siwon berpikir keras. Jadi sebelum pertengkaran itu Kyuhyun sudah hamil tapi tidak memberitahunya. Rasanya itu tidak adil untuknya. Dia ayahnya bukan? Dia mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan.

To : Kyuhyun
“Kau sudah tidur? Siwon”
SEAD

Siwon melirik jam dindingnya. Ini sudah lewat tengah malam pasti Kyuhyun sudah tidur. Dia menaruh ponselnya.

Kyuhyun terkejut ketika ponselnya berbunyi. Sejak tadi dia tak tidur hanya untuk menunggu Siwon menghubunginya tapi sampai tengah malam dia belum menghubunginya. Dia mengigit bibirnya ketika membaca pesan singkat itu. Dia berulang kali menghapus dan mengketik kembali sampai berulang kali.

To : Siwonnie
” Kau tak tahu waktu. Ini sudah tengah malam dan semua orang akan tidur.”
SEAD

Sebenarnya dia belum menghapus nomer Siwon tapi dia berdusta. Siwon yang baru kembali dari dapur terkejut Kyuhyun membalas pesannya. Siwon tersenyum dan menengguk kopinya. Dia menyandarkan tubuhnya.

To : Kyuhyun
” Mianhae…tapi aku tak bisa berhenti memikirkanmu. Apa kau sudah baikkan?”
SEAD

Kyuhyun tersenyum ketika membaca pesan Siwon. Ternyata Siwon masih perduli terhadapnya. Dia mengelus perutnya. Sejak tadi dia tak napsu makan karna perilaku dinginnya. Dia dengan semangat mengketik dan mengirimnya dengan wajah sumringah.

To : Siwonnie
” Sudah dan sekarang aku mual lagi karna membaca pesanmu.”
SEAD

Siwon langsung bangun dengan wajah tegang ketika membaca pesan Kyuhyun. Dia duduk dan tersenyum tipis.

To : Kyunnie
“Aku ingin keluar untuk membeli sesuatu. Apa kau ingin sesuatu? Maksudku..kau lapar atau sejenisnya.”
SEAD

Kyuhyun terdiam setelah membaca pesan Siwon. Dia mengusap perutnya dan menyandarkan tubuhnya di punggung ranjang. Dia memejamkan mata. Sebenarnya dia ingin mrminta sesuatu dengan pria itu tapi harga dirinya lebih tinggi. Dia memeluk ponselnya sambil menangis. Sedangkan Siwon masih terus menatap ponselnya. Kyuhyun belum membalasnya sejak dua jam yang lalu. Dia ingin menghubunginya tapi ada rasa ragu di dalam hatinya. Hingga pagi menjelang mereka berdua masih terjaga dengan pemikiran masing-masing.

*****

Hampir satu minggu Kyuhyun tak keluar kamar. Napsu makanya pun sudah berubah drastis lagi. Orang tuanya cukup khawatir. Siwon berusaha menghubunginya bahkan sampai datang ke rumahnya. Choi Hangeng yang masih kesal melontarkan pukulan bertubi-tubi pada pria itu. Dia begitu marah karna kehilangan keceriaan putri satu-satunya. Siwon pun hanya diam tak melawan. Kalau saja nyonya Cho tidak datang mungkin Siwon sudah mati. Kamis ini Kyuhyun ada janji dengan dokter kandungan jadi tetpaksa dia keluar kamar dan pergi dengan supir. Untuk pertama kali Kyuhyun meminta foto kandunganya. Dia tersenyum kecil sambil berjalan keluar ruangan.

“Siwon apa yang kamu lakukan di sini?” Kyuhyun terkejut dan langsung menyimpan foto yang dia genggam. “Apa yang kau lakukan di sini?”

“ Kenapa kau gugup?’

TBC
Semoga masih ingat ya soal ini sudah lama bgt hahahahha
Jangan lupa komentar da like ya
Kiss kiss
Semoga bisa cepat post tentang kamu juga.