Posted in Angst, BL, Comfort, Romance, wonkyu

I Choose to Love You chap.3

By. Ryupyo & Miss Lee

Cast : Siwon x Kyuhyun / Claudia

Genre : Angst/comfort, Romance

Rate : T-M

 

I Choose to Love You

Continue reading “I Choose to Love You chap.3”

Advertisements
Posted in Uncategorized

Siwon, a cyborg in love chap.10 (END)

siwon, a cyborg in love

By. Ellena Han & Miss Lee

Cast : Siwon x Kyuhyun

other : Hankyung, Shin Rae, Byun Jaebum, Im Yoona, Choi Seohee

Genre : BL, Drama/Romance

Rate : M

 

siwon, a cyborg in love

Siwon melangkah lunglai memasuki kantor, tak dapat ditampik jika Hankyung jelas melihat semuanya.

“Kau ada apa??”

Tanyanya sekilas saat Siwon telah menduduki kursi kerjanya. Tapi bukan jawaban yang di terima, kini Siwon lebih memilih menempatkan kepalanya di meja dan menutup matanya, terlihat sekali jika ia kelelahan.

Hankyung hanya bisa menggelengkan kepala. Dan membiarkan Siwon tertidur, karena Hankyung pun mengetahui bagaimana mengalami fase ngidam saat Rae dulu. Beruntunglah Rae tak mempunyai ngidam yang terlalu berlebihan walau tetap dirinya sangat kelelahan saat itu.

Jaebum datang memasuki ruangan, didapatinya Hankyung yang konsen di depan komputernya, serta Siwon yang tertidur di atas meja. Rae sendiri sudah mengajukan cuti saat kini yang tengah memasuki kehamilan 9 bulan. Hankyung lah yang memintanya. Beruntung Jaebum sangat pengertian, lalu dimana Yoona? Ia kini merubah statusnya menjadi sekretaris pribadi Jaebum. Jadilah saat ini yang ada di ruangan hanya Hankyung dan Siwon.

Jaebum terus berjalan ke arah keduanya, menepuk pundak Siwon hingga membuatnya terlonjak terkejut.

“Yak!! Aku baru saja tertidur kau sudah membangunkanku..” gerutunya.

“Ck.. seenaknya kau tertidur disini.. ini kantor”

“Oh aku sangat tau direktur, tapi izinkan aku menyelesaikan tidurku terlebih dahulu. Kau tau.. aku adalah orang yang bisa di andalkan, maka aku pun bisa menyelesaikan pekerjaanku dengan cepat nantinya.”

“Ck karyawan yang manja, kau bisa tidur di apartemenmu..”

Siwon memilih untuk kembali tertidur dibanding mendengar ceramah gratis Jaebum. Hankyung hanya melihat sekilas pertengkaran keduanya.

“Yak!! Kenapa kau malah tertidur kembali..”

“Ck kau sangat mengganggu direktur…”

“Sudahlah.. mengapa kalian jadi ribut, sebenarnya ada apa kau datang kemari, direktur??”

“Haahh.. kenapa aku harus memiliki karyawan yang tak punya attitude seperti kalian berdua.. andai kalian bukan sahabatku.. sudah aku berikan surat peringatan..”

Hankyung maupun Siwon berdecak sebal mendengarnya.

“Baiklah.. baiklah.. aku datang kemari sebenarnya bukan soal kerjaan. Tapi.. mengenai masalah pernikahanmu Siwon”

“Pernikahanku??”

“Ck.. kau yang menikah mengapa kami berdua yang sangat di repotkan?”

Siwon mengacak rambutnya, “Kau sangat menyebalkan. Kau tau pasti akan mengerti jika kau merasakan Yoona hamil nanti”

Mwo??”

“Mengidam Kyuhyun bahkan sangat memberatkanku..”

“Maksudmu?” Hankyung ikut menimbrung.

“Kalian tau?? Jika semalaman aku tidur di luar kamar karena Kyuhyun menangis, ia tak ingin tidur sekamar denganku. Baru saja aku akan tidur, ia menghubungiku dan memintaku menyanyi. Tapi bukannya tidur, ia malah memintaku menyanyi terus.. arghh.. aku sangat mengantuk hari ini..”

“Memangnya kau baru tidur jam berapa?”

“Jam 5 pagi jika kalian ingin tau.. maka itu” Siwon mengepalkan kedua tangannya seraya memohon, “Persiapan pernikahan aku mengandalkan kalian, karena aku tak bisa berbuat banyak saat kini.. Kyuhyun..”

Hankyung menepuk pundak Siwon.

“Kami mengerti, karena aku pernah merasakannya..”

Jaebum mendesah.

“Aku walau belum merasakannya, tapi.. aku turut prihatin.. tenanglah, kami akan membantumu..”

“Oh gomawo.. kalian memang sahabat terbaikku..”

Siwon kembali merebahkan kepalanya dan tertidur pula di meja.

“Haishh aku memang akan membantunya tapi bukan menyuruhnya kembali tertidur..”

Hankyung tertawa, “Sudahlah.. biarkan dia istirahat. Aku akan membantu menyelesaikan pekerjaannya..”

“Kau memang dapat di andalkan Hyung

Hankyung tersenyum dan dibalas dengan senyuman kembali oleh Jaebum, ia melirik sebentar ke arah Siwon dan memilih untuk keluar ruangan. Karena kerjaannya tentu sudah memanggilnya.

.

.

.

Siwon sedang berbaring diranjang mereka. Dengan Kyuhyun yang tengah terlelap dalam pelukannya. Di perhatikannya kini nafas kekasih manisnya yang tampak naik turun teratur itu. Seulas senyum lembut terulas di bibir tipisnya. Tangan Siwon yang besar mengusap penuh kasih perut Kyuhyun yang belum tampak berubah, tempat buah cinta mereka sedang tertidur dengan damai.

“Kau tahu, Nak.. walau sekarang Daddy tak tahu seperti apa wujudmu, tapi Daddy yakin, jika kelak kau akan tumbuh menakjubkan, lebih dari aku maupun Mommy-mu..” katanya sambil terkekeh pelan, merasa sedikit konyol karena bicara sendiri di tengah malam. Masih tetap di usapnya perut Kyuhyun dengan penuh kasih.

Besok adalah hari yang penting bagi mereka, hari dimana dirinya dan Kyuhyun, akan mengucapkan janji sehidup semati di hadapan Tuhan. Hari saat tak akan lagi ada yang bisa memisahkan mereka berdua. Mungkin, dulu Siwon tak akan pernah membayangkan jika dirinya dan Kyuhyun akan mampu mencapai hari ini, ditambah lagi dengan bonus kebahagiaan yang 6 bulan lagi akan hadir di tengah mereka berdua.

“Kau tahu, Baby.. aku sangat dan sangat mencintaimu.. hal yang membuat hidupku menjadi sempurna adalah bersanding denganmu.. apakah kau pun begitu?”

Entah Kyuhyun dengar atau tidak, tapi gerakan kepalanya yang semakin menyusup ke dada Siwon, dia anggap sebagai tanda  persetujuan.

Pemuda tampan itu masih tetap mengelus lembut perut Kyuhyun. Sejak tahu jika dirinya mengandung, tingkah Kyuhyun semakin hari terasa semakin aneh baginya. Kekasih manisnya itu pun mengalami masa ngidam yang sungguh demi apapun juga membuat Siwon sampai pusing tujuh kelililing.

**flashback**

Pernah satu waktu, Siwon yang tengah asyik terlelap di alam mimpi merasakan jika tubuhnya terguncang pelan.

“Siwon.. Siwonnie…” panggil sebuah suara yang hanya sayup-sayup sampai ke telinga Siwon.

“Siwon…” panggil suara itu lagi, yang kini semakin jelas jika itu suara milik Kyuhyun.

Siwon menggumam tak jelas, semakin menarik selimut hingga menutupi kepalanya. Kyuhyun yang sudah mulai kesal menarik kuat-kuat selimut itu dan berteriak, “YAK! CHOI SIWON! BANGUN SEKARANG JUGA!!!!”

Sontak teriakan itu membuat Siwon terlonjak dan terduduk dengan segera, memasang wajah sulking yang tampak terkejut.

“Astaga.. Baby… Ada apa? Ini masih jam 3 pagi.. Aku masih ngantuk..” Siwon menggaruk pipinya yang gatal.

“Aku ingin makan ttokbokie..”

“Tunggulah sebentar lagi, sebentar lagi pagi..”

“Tapi aku mau sekarang!!” Kyuhyun memasang tatapan memelas yang membuat Siwon mendesah tak tega. Salahkan dirinya yang terlalu mencintai Kyuhyun hingga tak bisa menolak apapun keinginan kekasihnya itu.

“Baiklah.. Akan aku carikan..” Siwon bersiap turun dari ranjang, saat lengan Kyuhyun menahannya.

“Kenapa?”

“Siapa yang menyuruhmu membelinya.. Aku ingin kau yang memasaknya untukku..”

Mwo!?”

Bisa di pastikan jika dirinya saat itu juga Siwon melangkah ke dapur dan bersiap membuat ttokboki permintaan kekasihnya itu. Di tangannya tergenggam ponsel yang tengah menampilkan beberapa resep masakan itu.

Siwon sudah bersiap untuk membuat adonan ttokbokinya hingga suara Kyuhyun yang mengikutinya ke ambang pintu dapur membuatnya membeku.

“Siwon.. aku ingin ttokboki rasa strawberry..”

Mata Siwon melebar mendengar perkataan Kyuhyun, tunggu, ttokboki? Rasa strawberry?

“Tapi Kyu..”

“Aku ingin itu, Siwon.. ingin itu.. hiks..”

“Ah baiklah.. baiklah.. Akan aku buatkan.. jangan menangis, okay..” Siwon berusaha membujuk Kyuhyun yang rumpahkan tangisnya sebentar lagi.

“Benarkah.. Yeaayy.. Aku menunggu itu!!” Kyuhyun berteriak senang, bergegas kembali keruang tengah dan menghempaskan tubuhnya di sofa. Berguling-guling sambil sibuk bicara dengan bayinya, “Sabar ne.. Daddy sedang masak untuk kita…” ucapnya santai tanpa tahu jika Siwon kini hampir menangis frustrasi.

Tak lama, walau sempat di isi dengan teriakan Kyuhyun yang tak sabar menunggu makanannya matang, akhirnya, ttokbokki paling aneh di seluruh dunia itu jadi juga. Alih-alih memakai saus tomat sebagai saus, Siwon justru memasukkan selai strawberry seperti permintaan Kyuhyun.

Kyuhyun menatap makanannya dengan mata berbinar, “Waahh..”

“Habiskan..”

“Karena kau tadi lama, aku sudah terlanjur makan cake, dan sekarang kenyang.. jadi, bisakah kau memakannya untukku dan uri aegi, Siwon?”

Sekali lagi, mata Siwon membola, “Apa!”

“Kau tak mau ya… kau menolak permintaan anakmu??”

Siwon mengeluh pelan, “Bukan.. bukan begitu.. hanya saja, kau kan yang tadi menginginkannya, jadi.. Makanlah.. Aku sudah buatkan untukmu..”

Kyuhyun menggeleng, kembali memasang tatapan dengan mata bonekanya yang tampak berkaca-kaca, “Aku kenyang… ayolah Siwonnie.. makanlah untuk kami.. Aku akan menyuapimu..”

Dan yah… pasti sudah bisa ditebak kan bagaimana hasilnya di pagi buta itu, Siwon harus menahan rasa aneh dari makanan buatanya sendiri, sementara Kyuhyun tengah menyuapinya dengan wajah berbinar bahagia.

**flashback end**

Gerakan pelan dari tubuh Kyuhyun sedikit membuyarkan lamunan Siwon. Pemuda itu kembali mengusap surai lembut kekasihnya untuk membuatnya kembali pulas. Dari semua masa ngidam yang di alami Kyuhyun, hal itu bukanlah satu-satunya hal yang paling aneh.

**flashback**

Pernah satu ketika pula, Kyuhyun merengek pada Siwon untuk membawanya berlibur ke pantai. Awalnya Siwon menolak, karena jarak pantai dan apartemen mereka yang cukup jauh. Dia tak ingin Kyuhyun kelelahan. Tapi ketika Kyuhyun mengeluarkan jurus merajuknya, tentu saja Siwon akan menurutinya, karena dia pikir, hal aneh apa yang mungkin Kyuhyun inginkan di pantai, tentunya tak akan ada.

Mereka berdua pergi ke sebuah pantai indah di daerah Naksan. Seperti umumnya pantai, tentu saja tempat wisata itu pun ramai dan sesak pengunjung, apalagi di musim panas seperti ini.

Dan rupanya, harapan Siwon tentang Kyuhyun yang tak melakukan aneh-aneh tak pernah terkabul, karena sesampainya disana, bukannya teriakan senang atau apa, Kyuhyun justru merajuk dan meminta bergegas pulang. Dengan alasan terlalu banyak gadis-gadis cantik berbikini dan dia tak suka Siwon melihat mereka.

Ya Tuhan.. memangnya apalagi yang bisa dilakukan dan di pakai saat di pantai, jika bukan berbikini dan berbaju renang. Apa mungkin Kyuhyun berharap jika Pantai itu akan di penuhi dengan pengunjung yang memakai tuxedo dan gaun pesta?

Beruntung saat itu ada Jaebum yang menyarankan satu pantai yang jauh lebih sepi daripada Naksan. Sebuah pantai cantik berpasir putih. Kyuhyun yang semula memasang wajah sulking kini kembali memasang wajah bahagia.

Mereka melaju menuju tempat yang disebutkan oleh Jaebum. Dan benar saja, pantai itu memang sedikit lebih sepi, dan jauh lebih indah.

“Ayo berenang, Baby..” ajak Siwon.

Kyuhyun menggeleng, membuat Siwon menatapnya heran, “Kenapa?”

“Aku hanya ingin melihat pantai, Siwon.. tak ingin berenang.. aku hanya ingin melihat air laut..”

Ige mwoya..!!”

**flashback end**

Siwon tersenyum kembali saat mengenang semuanya, tapi kini semua sudah terlewati walau Siwon pun tak tau apa Kyuhyun akan kembali meminta hal aneh lainnya kepadanya kah? Atau ia bisa merasa aman kini…

.

.

.

Sebuah taman di sulap menjadi tempat yang dipenuhi berbagai bunga dari mulai bentuk hingga warna. Ada sebuah pintu masuk yang dihiasi berbagai bunga maupun daun, menambah kesan sangat asri.

Taburan mawar merah memanjang dari pintu masuk menuju altar yang lurus di hadapan. Di pinggir altar terdapat mini band, menambah suasana romantis dengan mendendangkan lagu cinta. Kursi-kursi sengaja di tempatkan di dekat altar, di khususkan untuk para tamu yang akan mendengar ucap janji suci pasangan. Serta tak lupa, gelas yang berada di meja sudut dibentukkan menyerupai piramida, guna untuk menuangkan wine yang memang sudah tersiapkan.

Perfect

Siwon membenarkan dasi kupu-kupunya berkali-kali, menghembuskan nafasnya guna menghilangkan rasa gugup. Hankyung hanya bisa tersenyum melihat tingkah Siwon. Dulu ia pun merasakannya.

“Mau sampai kapan kau akan membenarkan dasimu itu?”

“Lalu aku harus bagaimana, Hyung?”

“Duduk dengan tenang di sampingku, sebentar lagi pintumu akan di ketuk dan kau harus segera menuju altar” ucap Hankyung tenang.

“Tapi aku tak bisa Hyung..” Siwon menggigit bibir bawahnya.

Hankyung berjalan mendekat. Ia menaruh tangannya di bahu Siwon.

“Siwon, percayalah semua akan baik-baik saja. Kau pasti bisa mengucapkan janjimu dengan tenang, sebentar lagi kau akan menjadi suami sah Kyuhyun dan kalian pun akan segera mempunyai anak”

Siwon hanya mengangguk. Hankyung membenarkan dasi maupun jas Siwon, tak lupa menyisir kembali rambut Siwon agar semakin rapih.

“Cha.. kau sudah sangat tampan, duduk dengan tenang bersamaku..”

“Kyuhyun bagaimana??”

“Dia berada di ruang samping bersama Rae jadi tenanglah..”

.

.

Kyuhyun pun tak kalah cemas seperti Siwon, hanya saja ia lebih memilih duduk dengan meremas kedua tangannya yang saling terpaut. Rae mendekati dan menempatkan tangannya di atas tangan Kyuhyun, membuat Kyuhyun mendongakkan wajahnya.

“Kau gugup?”

“Sangat..”

“Semua akan berjalan lancar dan kalian akan bahagia..”

Kyuhyun mengangguk walau wajah pucatnya karena gugup, masih kentara terlihat.

.

.

Siwon sudah berdiam diri di depan altar, di hadapannya terdapat pendeta paruh baya, jika ia bisa lihat seusia ayahnya.

_”Ah maksudnya ayah Kyuhyun”_ Siwon tersenyum saat memikirkan bahwa memory ia mempunyai keluarga itu adalah memory Kyuhyun.

Kyuhyun berjalan perlahan di dampingi oleh Hankyung di sampingnya. Berjalan pasti menuju Siwon yang tersenyum menyambutnya. Kyuhyun hanya bisa mengeratkan tangannya dalam gandengan Hankyung.

“Semua akan segera usai setelah kau mengucapkan janji, berbahagialah” bisik Hankyung.

Hingga kini Kyuhyun sudah berada di depan Siwon, Hankyung melepaskan gandengannya. Lalu mengarahkan tangan Kyuhyun untuk disambut oleh Siwon. Kyuhyun maupun Siwon kini berhadapan dengan pendeta yang menebar senyum menenangkan.

“Sebelum kita berucap janji suci, apakah ada di antara kalian yang berkeberatan dengan pernikahan ini?”

Tapi tak nampak satupun yang menjawabnya, yang sudah dipastikan bahwa pernikahan ini telah di setujui para undangan yang hadir.

“Baiklah jika begitu, saya akan melanjutkan untuk pengucapan janji suci..”

“Dihadapan Tuhan, kau Choi Siwon. Akan menerima Cho Kyuhyun sebagai pasanganmu dalam suka maupun sedih, dalam susah maupun senang, dalam sakit maupun sehat hidup selamanya sampai maut memisahkan”

“Ya.. aku bersedia” ucap Siwon lantang.

“Giliran Cho Kyuhyun. Kau.. Cho Kyuhyun, akan menerima Choi Siwon sebagai pasanganmu, dalam suka maupun duka, dalam susah maupun senang, dalam sehat maupun sakit, hidup selamanya sampai maut memisahkan”

“Ya.. aku bersedia”

“Kalian sudah sah sebagai pasangan, maka itu Choi Siwon, kau berhak mencium pengantinmu”

Siwon menghadapkan dirinya dengan menarik Kyuhyun untuk ikut menghadapnya. Siwon semakin mengikis jaraknya, Kyuhyun refleks menutup matanya menyambut Siwon dalam kebahagiaan.

Ciuman yang penuh akan kebahagiaan, kelegaan, kedamaian. Tak ada lumatan, hanya sebuah kecupan panjang, menyalurkan rasa indah didalamnya.

“Aku bahagia..”

“Aku pun bahagia, Siwonnie..”

“Kalian.. selamat…” tanpa dipinta Jaebum, Yoona, Hankyung maupun Rae berteriak dan bersorak saat Siwon maupun Kyuhyun telah selesai mengucapkan janji suci.

.

.

.

Bulan telah berganti bulan, usia kandungan Kyuhyun telah memasuki masa 6 bulan. Kemarin baru saja ia menyelesaikan chek up rutinnya.

Kyuhyun kini lebih banyak berdiam di apartemen, walau usia kandungannya baru 6 bulan tapi bentuk perutnya kini terasa sangat lah besar. Mungkin bayi yang di kandungnya memanglah besar, itulah pikiran Kyuhyun. Karena memang Kyuhyun maupun Siwon selalu menolak untuk melakukan USG, mereka lebih suka jika mengetahui jenis bayi nya saat melahirkan nanti.

Dokter Hwang pun tak banyak berkomentar, karena semua adalah hak pasien. Kyuhyun membersihkan seisi apartemennya, melelahkan tapi juga menyenangkan. Bahkan ia selalu betah berlama-lama melihat foto pernikahan mereka saat di ambil 3 bulan yang lalu.

“Kau sangat tampan sekali.. benarkan?? Daddy mu sangat tampan?” Ujar Kyuhyun sembari mengusap perutnya, di setujui dengan tendangan dari dalam perut yang membuat Kyuhyun meringis sakit.

“Ah araseo, Mommy tau, tapi jangan terlalu keras menendangnya. Mommy kesakitan baby..”

Kyuhyun kembali dalam kegiatan bersih-bersihnya. Setelah itu ia pun menyiapkan makan malam untuk dirinya dan Siwon. Hingga tak mengerti kenapa, Kyuhyun pun memilih bergegas mandi, setelah melihat jam bahwa tak lama lagi Siwon akan kembali.

“Mari kita bersenang-senang dengan Daddy mu.. kau mengizinkannya kan??” Kembali tendangan dapat dirasakan Kyuhyun di perutnya.

“Ah aku lupa pasti kau akan menendang Mommy untuk menjawabnya.. baiklah baiklah..”

Kyuhyun bergegas menuju kamar mandi, membersihkan diri dan mari kita lihat pertunjukkan apa yang akan diberikan Kyuhyun pada Siwon nanti.

.

.

.

Siwon membuka pintu apartemen mereka dengan sedikit kasar. Pemuda tampan itu semakin khawatir ketika mendapati jika huswife nya tak menyambut kedatangannya seperti biasa. Hanya sebuah pesan singkat yang dikirimkan ke ponsel Siwon dan membuat pemuda tampan itu pulang tergesa-gesa seperti orang hilang akal.

‘Pulang sekarang, penting!’

Seperti itu pesannya. Orang waras mana yang begitu mencintai istrinya tak bingung dan khawatir jika mendapat pesan seperti itu. Dan kini, apartemen mereka kosong. Kyuhyun tak ada. Demi apapun, tentu saja Siwon khawatir, kekasihnya itu sedang mengandung, dan dia tak ingin apapun terjadi pada Kyuhyun maupun anak mereka.

“Kyu.. kau dimana?” teriak Siwon, berkeliling seantero apartemen mereka, namun hasilnya nihil.

Ding!

Sebuah bunyi familiar kembali terdengar di ponselnya, tanda jika satu pesan kembali masuk. Di gesernya dengan cepat layar ponselnya, dan satu pesan terbuka. Dari Kyuhyun.

‘Naiklah ke atap, sekarang!’

Apalagi sekarang? Atap? Apa yang Kyuhyun lakukan pada malam hari seperti ini di atap? Dia tak berniat melakukan sesuatu yang buruk kan? Misal Kyuhyun tak suka akan kandungannya atau apa? Demi Tuhan… Choi Siwon! Hentikan pikiran-pikiran konyolmu dan segera temukan Kyuhyun!

Siwon mencoba membuat pikirannya kembali seperti semula. Mereka baru saja menikah, dan kehidupan mereka terasa begitu sempurna, jadi Siwon rasa tak ada alasan untuk Kyuhyun melakukan hal-hal yang tak dia inginkan.

Apapun itu, tak penting, yang paling penting sekarang adalah menemukan Kyuhyun. Siwon bergegas keluar dari rumah mereka, menaiki tangga menuju atap apartemen.

“Kyu!!” dengan kasar dan nafas yang terengah, di buka nya pintu atap itu. Seketika pandangannya tertutupi oleh gumpalan coklat lembut dan aroma vanilla yang familiar.

Siwon mengerjapkan matanya, dan sadar jika kini Kyuhyun tengah memeluknya dengan begitu erat.

Baby.. Apa yang kau lakukan disini, heemm?” tanyanya, mengusap pelan punggung Kyuhyun yang masih menyurukkan kepala di lehernya.

“Aku merindukanmu”

Baby..?”

“Aku menginginkanmu..”

Dahi Siwon berkerut heran, “Apa-“

Tanpa peringatan, Kyuhyun membungkam bibir Siwon dalam satu ciuman panjang. Mata bulatnya terpejam, menikmati sensasi hangat bibir suaminya yang sangat dia suka.  Berbanding terbalik dengan Siwon yang bahkan belum sepenuhnya mengerti apa yang terjadi.

Hingga akibat sentuhan yang terus menerus itu, membuat Siwon mulai menikmati bibir Kyuhyun. Membalas setiap kecupan yang diberikan istri manisnya itu. Jemari lentik Kyuhyun mencengkeram erat bagian depan kemeja Siwon, mengabaikan deru angin atap yang bertiup sedikit dingin. Kyuhyun semakin merapatkan tubuhnya pada kekasihnya itu, mencoba mendapatkan kehangatan dari Siwon.

Kyuhyun memberi celah kecil di bibirnya ketika lidah Siwon mengetuk bibir bawahnya, meminta akses untuk menjelajah lebih dalam. Membiarkan benda panas itu menginvasi rongganya yang hangat.

Siwon sedikit tersentak saat sebuah benda manis berpindah dalam mulutnya. Sebuah permen coklat, rupanya Kyuhyun sempat mengulum sebuah permen coklat. Benda manis itu dengan cepat berpindah antara Siwon dan Kyuhyun seiring dengan ciuman mereka yang semakin memanas. Dan Siwon mulai menyukai cara memakan permen seperti ini.

Pagutan itu terlepas ketika Siwon merasa jika pemuda manis dalam dekapannya itu hampir kehabisan nafas. Di pandanginya paras rupawan yang dimiliki sosok di hadapannya itu. Sangat menggoda, dengan rona merah dan nafas terengah.

Baby... kenapa–“

Kyuhyun tersenyum, menghentikan ucapan Siwon dengan isyarat telunjuknya.

“Aku hanya merindukan dan menginginkanmu..” jawabnya, sambil mengalungkan tangan ke leher Siwon dan menyatukan dahi mereka.

“Ayo kita kembali..”

Kyuhyun menggeleng pelan, yang membuat Siwon mengernyit heran.

“Kenapa?”

“Tidakkah kau pikir disini indah, di bawah payungan sejuta bintang?” bisik Kyuhyun pelan.

“Apa maksudmu..?”

“Kita lakukan disini..”

“Apa? Tapi Baby, disini dingin.. Aku tak mau kau ataupun uri aegi sakit..” jawab Siwon, benar-benar tak mengerti apa yang tengah di pikirkan Kyuhyun.

“Jika disini dingin, maka tugasmulah menghangatkan kami, Daddy…” Kyuhyun mengulas senyum dengan rona merah yang hampir sampai ke telinganya. Menggigit bibir bawahnya yang membuat Siwon mengeluh pelan.

Damn it, Kyu.. kau membuatku hilang akal..”

“Ini akan sangat menyenangkan..” bisik Kyuhyun.

Tak ada lagi yang berniat untuk menolak saat pagutan mereka kembali menyatu. Mengulang semua ciuman yang sering mereka bagi namun tak akan pernah membuat mereka bosan.

Jari-jari tangan Siwon mengelus leher Kyuhyun yang putih, membelai anak rambut yang menjuntai di tengkuknya. Sedangkan tangan Kyuhyun yang bebas membuka kancing kemeja Siwon satu demi satu. Seiring dengan pagutan bibir yang masih saling tertaut. Kyuhyun sedikit mengerang saat jari-jari Siwon mulai menelusuri lehernya, dan berlabuh di kemeja putih yang dia pakai, melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan Kyuhyun pada kemejanya.

“Siwonhh” Kyuhyun meraup nafas sebanyak yang dia bisa saat Siwon sedikit membebaskan bibirnya, walau tak sepenuhnya terlepas karena Siwon masih menggigit ujung bibir Kyuhyun.

Kuluman itu berpindah ke arah telinga Kyuhyun dan leher putih mulusnya.

“Katakan padaku, Baby.. apa yang membuatmu semakin berani??” bisiknya di telinga Kyuhyun yang dia goda dengan lidahnya yang panas.

Tak ada jawaban jelas dari bibir Kyuhyun, hanya erangan saat Siwon mulai menjamah lehernya. Mengecup dan membuat hak kepemilikan atas Kyuhyun. Siwon semakin gencar menandai Kyuhyun, desah merdu pemuda dalam dekapannya ini seolah menjadi musik paling indah yang pernah dia dengar.

Tangan besarnya merayap kembali di tubuh Kyuhyun. Memberikan semua yang kekasihnya itu inginkan. Membuat Kyuhyun semakin erat mengalungkan tangan di leher Siwon untuk menyangga tubuhnya yang seolah berubah menjadi jelly dalam setiap sentuhan Siwon.

Usapan itu terus melata, sengaja melewati puncak dada Kyuhyun untuk meneruskan membuka kancing kemeja yang belum terlepas dari tautannya. Bisa Siwon lihat jika tubuh Kyuhyun bergetar, dengan menggigit bibirnya walau tanpa desah. Siwon tahu, area itu sensitif sekali bagi Kyuhyun.

Gerakan tangan Siwon semakin ke bawah, mengusap pusat tubuh Kyuhyun yang terasa menegang di bawah sana.

“Siwonhh..”

Lagi, erangan itu justru semakin menambah semangatnya.

“Jangan menggodaku Siwon.. please..” protes Kyuhyun ketika melepaskan pagutan bibir mereka. Tapi, berbuah panjang ketika Siwon menyurukkan kepala di dadanya yang terbuka dan berganti haluan dengan mengecup puncak dada kirinya.

Rasa berbeda langsung menyergap Kyuhyun ketika lidah Siwon bermain disana, sensasi lebih di bandingkan hanya dengan tangan. Setiap jilatan dan kuluman di ujung dadanya terasa seperti sengatan listrik bagi Kyuhyun, membuat tubuhnya bergetar hebat dan kakinya semakin melemas. Siwon masih terus memainkan titik itu, menyentuh lebih intens dengan kuluman dan gigitan kecil.

“Siwon sekarang..”

“Tapi Baby…”

Please…” bisik Kyuhyun memohon, sentuhan-sentuhan Siwon sudah membuatnya tak tahan. Dia ingin segera merasakan Siwon dalam dirinya, memenuhi tubuhnya dengan hasrat yang tak lagi dapat di bendung.

“Apa aku tak akan menyakitinya?” bisik Siwon pelan, mengusap perut Kyuhyun yang membesar.

Kyuhyun mengecup sekilas bibir tipis Siwon, “Kau ayahnya, kau tak akan menyakitinya..”

Bibir mereka kembali bertemu dalam satu kecupan panas. Perlahan, Siwon melingkarkan salah satu kaki Kyuhyun ke pinggangnya, tanpa melepaskan tautan bibir mereka.

Pemuda tampan itu membungkam teriakan Kyuhyun dengan gigitan di bibir merahnya saat dirinya menyatukan tubuh mereka dalam sekali sentak. Siwon tak mau membuat Kyuhyun terlalu lama merasakan sakit, memilih menghentaknya dengan cepat hingga dirinya menemukan titik nikmat Kyuhyun yang mampu membuat pemuda manis itu melupakan sakit di bagian bawah tubuhnya.

Kyuhyun mengerang, menancapkan kukunya di punggung Siwon saat merasakan kekasih itu memasukinya, memenuhinya seperti yang dia inginkan. Mencoba mengalihkan rasa sakitnya dengan semakin dalam mengecup bibir Siwon.

“Kau tak apa-apa?” tanya Siwon.

Kyuhyun menggeleng.

“Maafkan aku.. Aku menyakitimu..”

“Berhenti mengucapkan itu ketika kita bercinta Siwon..dan bergeraklah..”

Siwon mengusap pipi Kyuhyun, mengecupnya penuh kasih, “Lets fly to the moon, Baby.. Make love under thousand stars..

Kyuhyun menyeringai, dengan rona merah yang memenuhi pipinya, “Yeah.. fly me.. Siwonnie..”

Dan Siwon pun memenuhi ucapannya, membawa Kyuhyun bergerak di bawah taburan bintang malam dan semilir angin yang terasa menyejukkan karena panasnya aktivitas mereka. Dua tangannya menahan tubuh Kyuhyun yang sepenuhnya bersandar padanya, sementara dirinya terus membawa dan menghujam Kyuhyun dalam gerakan yang membuat kekasihnya itu mengerang.

Kyuhyun mencengkeram erat bahu Siwon, merasakan setiap gerakan yang semakin membuatnya terlena. Menikmati sentuhan yang dia inginkan, sentuhan memabukkan membuatnya mengunci logika di sudut terdalam otaknya. Desah dan peluh tak lagi milik pribadi, masing-masing memberi dan mencari apa yang mereka butuhkan.

More Siwonhh…”

Dan Siwon pun mengabulkannya, menghentakkan semakin cepat. Membawa Kyuhyun berlari menuju puncak yang semakin dekat. Detak jantung yang semakin berpacu menjadi melodi yang mengiringi tarian tubuh mereka.

Hingga saat gerakan dan hentakan itu semakin menuntut, meledakkan gairah mereka yang telah lama tertahan dalam satu dekapan yang begitu erat. Mengalirkan cairan panas yang memenuhi tubuh mereka berdua. Di iringi dengan sentakan penuh kepuasan dan teriakan nama kekasih seolah hanya itu yang mampu mereka ingat.

.

.

.

Bulan berganti bulan. Segala persiapan sudah Siwon lakukan, dari membuat ruangan khusus di kamarnya untuk kamar bayi. Bukan kamar lebih tepatnya, tapi hanya di berikan sekat pemisah saja. Mungkin Siwon akan mulai menabung untuk membeli apartemen atau rumah yang bisa ditinggali dirinya dan anak mereka kelak. Bahkan kini masa mengidam Kyuhyun telah berlalu, Siwon tentu bisa bernafas lega akan hal itu.

Pekerjaannya pun berjalan dengan lancar, karena Kyuhyun tak sering menghubunginya hanya untuk meminta hal aneh yang di berikan label alasan bahwa itu mengidam demi buah hati mereka.

“Siwon..”

Kyuhyun yang sedang melipat baju bayi kini mengarahkan pandangannya pada Siwon. Ya.. hari ini adalah hari libur, maka Kyuhyun dapat ditemani sepuasnya oleh Siwon.

“Ya sayang..”

“Apa kau sudah mencarikan nama untuk anak kita??”

Siwon yang juga sedang merapihkan kamar bayi mereka, kini mendekati Kyuhyun. Berlutut di hadapannya, mencium perut Kyuhyun sekilas.

“Sebenarnya ada beberapa nama yang sudah aku pikirkan”

“Siapa??” Tanya Kyuhyun penasaran.

“Karena kita tak pernah USG hingga tak tau jenis kelamin anak kita apa? Eum jika perempuan bagaimana bila namanya Choi Sarang dan jika lelaki maka namanya Choi Jaehyun..”

“Eum… nama yang bagus, aku suka”

“Benarkah??”

Kyuhyun mengangguk antusias. Siwon terlihat lega.

“Syukurlah aku kira kau tak akan menyukainya.”

“Mana mungkin?? Apapun nama yang kau berikan, aku pasti menyukainya..”

Gomawo..”

“For??”

“Everything..”

Kyuhyun tersenyum, Siwon mendekatkan wajahnya hingga terpaan nafas mulai terasa panas di wajah Kyuhyun, refleks menutup matanya.

Bibir tipis itu kini mengklaim kekuasaannya. Kyuhyun adalah seseorang yang sangat dicintainya, ia tak menyangka bahwa kini mereka bisa menikah bahkan akan segera memiliki momongan, terasa mimpi tapi ini adalah nyata. Siwon terus memagut bibir huswifenya, bahkan kedua lengan Kyuhyun telah berpindah melingkari leher Siwon.

Bunyi decakan lidah mengisi ruangan kamar. Bahkan tangan Siwon menjelajah bagian tubuh depan Kyuhyun. Kyuhyun menarik dirinya agar bisa meraup oksigen, Siwon tak mengurangi atensinya dengan terus memberikan rangsangan pada Kyuhyun. Bahkan kini Kyuhyun berbaring pasrah di ranjang dengan kaki menjuntai ke lantai.

Siwon beranjak untuk menatap Kyuhyun yang merona merah. Sungguh ciptaan Tuhan yang membuat Siwon selalu bersyukur. Walaupun ia bukanlah manusia tapi ia tau arti dari segala kehidupan ini. Kyuhyun yang merasa Siwon melamun kini kembali menyimpan kedua telapak tangannya untuk menarik wajah Siwon, kembali mereka berpagutan. Menciptakan hawa panas dalam tubuh mereka. Sesuatu yang perlu di tuntaskan mendesak ingin segera terselesaikan.

“Sayang…” Siwon ingin sungguh ingin, tapi ia takut.

“Tak apa.. kata dokter Hwang, usia seperti ini.. bagus untuk melancarkan persalinan..”

“Tapi kau kan bukan??”

“Ya.. tetapi bisa membantu bayi dalam kandunganku berada pada posisi yang benar untuk proses kelahiran”

“Begitukah??”

“Heum”

Siwon tersenyum, ia mengecup kedua kelopak mata Kyuhyun, hidung, dahi dan berujung pada bibir tebal Kyuhyun.

“Terima kasih sayang.. hanya itulah kata yang mewakilkan segala kebahagiaanku kini..”

“Aku tau..”

Kyuhyun mengarahkan tangannya dengan jahil di pusat tubuh Siwon, sedikitnya memberikan tekanan dan membuat Siwon membelalak terkejut.

“Sayanghh..”

“Kita lanjutkan..”

Siwon pun dengan smirk nya, mengarahkan wajahnya pada dada Kyuhyun yang telah terbuka, menampilkan kulit putih mulusnya dan jangan salahkan jika Siwon bisa pervert karena yang perlu disalahkan adalah tubuh Kyuhyun layaknya manekin yang sangat sempurna.

Biarkanlah mereka menuntaskan hasrat yang ada. Mungkin dengan usulan dokter Hwang dapat membantu proses kelahiran bayi mereka dengan mudah.

.

.

Kyuhyun terbangun dari tidurnya, ia melirik jam weker di nakasnya. Menunjukkan pukul 01.00 malam. Tenggorokannya terasa kering kini, dengan perlahan ia pun melepaskan pelukan Siwon. Mengambil kemeja kebesaran milik Siwon untuk dipakainya. Berjalan mengendap agar Siwon tak terbangun.

Kyuhyun menuju dapur, mengambil gelasnya dan mengisi dengan air mineral. Duduk di sofa. Rasanya ia tak mengantuk kembali. Hingga ia memilih untuk menonton tv.

Waktu pun terus berjalan dan telah menunjukkan pukul 02.30 perut Kyuhyun merasa bergejolak. Biasanya bila seperti ini, bayinya sedang bergerak. Tetapi kali ini sangat menyakiti tubuhnya. Kyuhyun berteriak kesakitan. Tapi tanda Siwon akan segera datang tak terlihat juga.

“Siwooonnn…”

Siwon yang mendengar sayup-sayup ada yang memanggilnya. Menepuk bagian samping ranjangnya, dirasakan dingin. Siwon segera membuka matanya dan tak mendapati Kyuhyun disana. Segeralah ia melesat dengan tak lupa memakai dulu pakaiannya.

Didapati Kyuhyun yang mengerang kesakitan di bawah sofa.

“Sayang.. ada apa??”

“Bawa aku ke rumah sakit, sepertinya ini waktu melahirkannya”

“Be..benarkah??” Ucap Siwon panik.

“Cepat Siwon”

“Ah ya.. ya..”

Siwon kembali ke kamarnya, membawa jaket, tas (Kyuhyun dan juga pakaian bayi) dan juga kunci mobil.

“Ayo sayang.. apa kau masih bisa berjalan??”

Kyuhyun menggelengkan kepalanya.

“Baiklah..”

Siwon menyampirkan jas di tubuh Kyuhyun, menyelempangkan tas yang dibawanya dan mengangkat Kyuhyun ala bridal style.

“Sabar sayang.. kita akan segera menuju rumah sakit”

.

.

Kyuhyun sudah berada di dalam ruang gawat darurat Rumah Sakit.  Sedangkan Siwon  tengah mondar-mandir di depan pintu ganda putih. Perasaannya kacau. Dirinya sempat melihat banyak sekali darah yang keluar dari tubuh istrinya tadi. Dia tak pernah punya pengalaman dengan satu kelahiran, oleh karena itu dia tak tahu apa itu normal atau tidak. Mengingat jika kehamilan Kyuhyun pun di luar kewajaran. Satu persatu, dokter maupun perawat terlihat hilir mudik, dan itu membuatnya semakin takut.

“Choi Siwon??”

“Bagaimana? Apa yang terjadi? Bagaimana istriku? Anakku?” Siwon memberondong dokter Hwang dengan berbagai macam pertanyaan.

“Tenanglah, Siwon-ssi..”

“Katakan padaku.. cepatlah..!!” Sergahnya panik.

Dokter itu menghela nafas, “Kami tak tahu apa kami akan sanggup menyelamatkan nyawa istri dan anak anda. Jadi, kami ingin menanyakan pada Anda, siapa yang harus menjadi prioritas untuk kami selamatkan..?”

“Apa maksudmu, Uisa-nim??” tanya Siwon.

“Kehamilan Kyuhyun-ssi di luar kewajaran, sesuatu yang sangat jarang terjadi, di tambah lagi terjadi pendarahan dalam tubuh istri anda, dia tak hanya mengandung satu janin, tapi dua…”

“Dua??”

“Ya…. kau akan memiliki bayi kembar, Siwon-ssi... tapi ada hal yang jauh lebih penting dari itu-“

“Selamatkan ketiganya.. Istri dan anak-anakku..” potong Siwon  dingin.

“Siwon-ssi…. Kami tak tahu apa hal itu bisa kami lakukan atau tidak, mereka dalam keadaan kritis..”

“Selamatkan mereka! Berapapun biayanya, aku mohon… Selamatkan ketiganya!”

“Ini bukan masalah biaya, Siwon-ssi, ini lebih kepada masalah istri dan bayi Anda.. Istri anda kehilangan banyak darah, sementara pasokan oksigen ke anak Anda semakin menipis. Putuskan sekarang juga, sebelum Anda kehilangan mereka semua..” emosi Dokter Hwang  ikut terpancing. Bagaimanapun dia juga khawatir dengan keadaan Kyuhyun.

Siwon membeku, dia tak dapat membayangkan hidup tanpa Kyuhyun. Dia tak dapat membayangkan hadir di pemakaman orang yang baru saja akan memberinya kebahagiaan. Sementara dia tak mungkin membiarkan Kyuhyun menderita karena kehilangan bayi-bayi mereka. Dia sangat yakin, Kyuhyun akan memilih nyawa buah hati mereka daripada nyawanya sendiri.

Tetapi, semua keputusan sekarang ada padanya. Tak peduli apapun yang akan Kyuhyun pikirkan nanti, ini adalah keputusannya.

“Selamatkan ibunya.. Uisa-nim...selamatkan Kyuhyun….”

“Baik, Siwon-ssi..” Dokter itu kembali masuk ke dalam ruangan dimana Siwon harus merelakan salah satu dari kebahagiaannya.

.

.

.

Siwon terlihat seperti zombie, dengan lingkaran hitam di sekitar mata tipisnya dan surai acak-acakannya. Setelah lima jam tak ada kabar apapun dari dalam ruang operasi, akhirnya Dokter Hwang keluar dan menemuinya.

“Siwon-ssi, Kyuhyun sudah kami pindahkan ke ruang perawatan..”

Kamsahamnida, Uisa-nim..” pria itu membungkuk dalam.

Istrinya selamat. Kyuhyun selamat. Sekarang dia hanya berjalan gontai dan terus berpikir keras untuk mencari cara bagaimana menyampaikan kabar buruk ini pada Kyuhyunnya.

Langkahnya berhenti di depan pintu ruang rawat VVIP 1013. Tubuhnya bergetar. Seharusnya tak ada yang perlu disesali. Dia tak kehilangan apapun miliknya. Dia masih akan melihat wajah manis Kyuhyun. Karena hanya Kyuhyun-lah yang dia miliki secara nyata saat ini.

Biarlah Siwon menganggap bayinya merupakan hadiah yang belum beruntung sampai ke tangannya. Jadi, seharusnya tak ada yang perlu disesali, karena secara harfiah dia dan Kyuhyun belum sepenuhnya memiliki anak mereka.

Bukankah kita seharusnya mensyukuri apa yang kita miliki, bukan menyesali apa yang belum ada pada kita? Siwon terus menggumamkan kalimat itu dalam pikirannya.

Tapi, tetap saja, rasa sedih, terlebih rasa bersalah itu menderanya. Mereka baru saja mencecap kehidupan yang sempurna, dan sekarang mereka harus kehilangan salah satu dari penyempurna kebahagiaan mereka.

Helaan nafas, entah sudah yang keberapa kalinya, terdengar lagi dari bibir Siwon. Dengan ragu, dia membuka pintu itu, dan kembali terpaku melihat apa yang dia temui di dalam. Kyuhyun masih terpejam di ranjangnya. Hal yang membuatnya terpaku adalah dua orang perawat berseragam merah muda tengah menimang bayi di masing-masing tangannya. Di sisi ranjang istrinya terdapat dua tempat tidur mungil.

“Mereka selamat?” tanya Siwon tak percaya saat melihat apa yang ada dihadapannya.

Perawat itu mengangguk. Siwon masih terpaku di tempatnya, dengan tatapan yang tak dapat di lukiskan. Mata hitamnya dipenuhi binar kebahagiaan.

“Kemarilah, Tuan..” kata perawat itu.

Dengan ragu Siwon melangkah mendekat. Seorang bayi laki-laki, yang terlihat sangat sehat tengah tertidur di gendongan perawat disebelah kanan, sedangkan seorang bayi perempuan cantik dengan tangan mungilnya yang terkepal terlelap dalam dekapan perawat yang lain. Siwon langsung mengenali rupa anak-anaknya. Choi Jaehyun dan Choi Sarang -nya, seperti nama yang telah mereka sepakati.

Sedikit rikuh, Siwon menerima salah satu bayi yang di ulurkan perawat, ini Jaehyun, menatap wajah mungil itu dengan penuh kasih. Matanya terpejam dengan nafas begitu teratur. Dia terlihat begitu sehat dan sangat menggemaskan. Bayi mungil dalam dekapannya itu benar-benar cetak biru dirinya, hanya bentuk matanya yang memiliki mata indah milik Kyuhyun.

“Bagaimana keadaan istriku?”

Perawat itu kembali meraih Jaehyun dalam gendongannya, tersenyum menenangkan, “Dia sedang tidur karena pengaruh obat, besok pagi dia pasti sudah sadar, kami sengaja memberinya obat tidur agar kesehatannya segera pulih..”

“Terimakasih..” ucap Siwon tulus.

“Sebaiknya Anda tidur juga, Tuan, putra putri anda akan saya bawa kembali ke ruang bayi..”

Siwon mengernyitkan dahi, “Mereka tak tidur disini?”

“Ruangan ini kurang hangat bagi anak-anak anda, kehangatan suhu ruangan harus di jaga agar tak terjadi hipotermia mendadak..”

Siwon mengangguk, “Baiklah.. Aku mengerti..” dengan berat hati dia menatap perawat yang kini membawa dua buah hatinya menghilang dari balik pintu.

Siwon menarik kursi ke sisi ranjang istri manisnya yang masih tertidur. Di usapnya pipi Kyuhyun yang terasa dingin, di kecupnya lembut kening istrinya itu. Pria itu menggenggam erat tangan istrinya, “Cepatlah bangun, Baby…. anak-anak kita menunggumu..”

.

.

.

Siwon merasa ia baru saja merasakan hilang ke alam mimpi, hingga sebuah tangan mengelus belakang kepalanya. Siwon segera terbangun, melihat dengan berbinar bagaimana Kyuhyun kini kembali menyapanya saat terbangun.

“Sayang…”

“Siwon..”

Kyuhyun masih mengenakan selang oksigen di hidungnya belum lagi tangan kanannya yang tertancap selang infus.

“Ada yang sakit??” Tanya Siwon khawatir.

Kyuhyun tersenyum, ia sempat mendengar bahwa dokter Hwang mengatakan jika dirinya mengalami fase kritis. Disaat kesadarannya hampir menghilang, yang hanya ia pikirkan adalah bertemu dengan Siwon dan anaknya, jikapun waktunya tak banyak. Yang terpenting ia bisa berpamitan terlebih dahulu.

“Apa yang kau pikirkan, sayang?” Sontak pertanyaan Siwon membangunkan lamunan Kyuhyun.

Aniyo… anak kita??”

“Anak-anak kita”

Kyuhyun mengernyit bingung. Siwon mengecup kening Kyuhyun penuh cinta.

“Ya sayang, anak-anak kita. Choi Jaehyun dan Choi Sarang.. mereka sehat”

“Du-dua??”

Siwon kembali tersenyum. Ia sungguh sangat senang saat ini. Kebahagiaannya, menerpa di depan jalan.

“Tapi.. bagaimana bisa?”

“Aku tak tau.. tapi dokter Hwang menyelamatkan kau dan kedua bayi kita..”

“Dokter Hwang selama ini tak pernah mengatakan jika bayinya ada dua??”

Seseorang yang sedang di perbincangkan datang masuk tanpa mengetuk terlebih dahulu, oh jangan salahkan pintu yang tak tertutup rapat.

“Ternyata suntik hormon mu bisa membuahkan hasil agar kau mempunyai kandungan. Dan ternyata, pembuahan itu menghasilkan dua janin. Selama ini, si kaka selalu melindungi adiknya, ia dengan posesif tak pernah memperlihatkan adiknya.”

“Maksud dokter?”

Dokter Hwang berjalan menuju ranjang Kyuhyun.

“Aku sebenarnya mempunyai kecurigaan bahwa kau mengandung dua janin, hanya saja aku tak bisa membuktikannya karena kau tak pernah menginginkan USG. Jika aku hanya menebak dan hasilnya meleset, aku tak ingin menyakiti hati kalian”

Siwon memegang lengan dokter Hwang.

“Tak masalah dokter, aku memakluminya. Lalu bagaimana dengan keadaan Kyuhyun?” Sembari melirik Kyuhyun.

Dokter Hwang yang dibantu oleh seorang suster, mengecek keadaan Kyuhyun. Dan lega hati Siwon saat selang oksigen Kyuhyun telah dicabut.

“Keadaan Kyuhyun sudah membaik dan stabil. Selang infus akan segera di cabut saat tabung infus telah habis” begitulah penuturan dokter Hwang sebelum ia berpamitan pergi.

“Lalu anak-anak kita?? Kapan aku bisa melihatnya?”

“Nanti aku akan memanggilkan suster untuk membawa mereka kemari”

Tetapi seperti hal tadi, kini kedua suster tengah membawa dua box bayi menuju ruangan Kyuhyun. Berbinarnya mata Kyuhyun saat menyaksikan buah hatinya kini dalam keadaan sehat.

“Siwon..”

“Ya.. ini anak-anak kita sayang”

Salah satu suster membawa bayi perempuan ke dalam dekapan Kyuhyun, karena memang bayi perempuan lebih agresif dibanding kakanya si bayi laki-laki yang terlihat tenang tidur di dalam box nya.

“Kami akan meninggalkan mereka disini, nanti sore kami harus membawa ke ruangan kembali. Mereka akan dimandikan dan tidur”

“Ya.. terima kasih suster”

.

.

Di sebuah lorong, Hankyung dan Rae berjalan cepat menuju sebuah ruangan. Siwon mengabarkan mengenai kelahiran anaknya. Beruntung saat itu Hankyung belum menaiki pesawat yang akan membawanya ke negeri China. Awalnya Hankyung akan membawa istri dan anaknya liburan ke rumah orang tuanya. Tetapi setelah mendengar kabar maka Hankyung lebih memilih untuk menjenguk keadaan Kyuhyun terlebih dahulu.

“Siwon…” Hankyung membuka pintu rawat tak sabaran.

Terkejutnya ia saat melihat Kyuhyun yang tengah berbaring dengan bertelanjang dada dan di atas nya ada seorang bayi yang sedang mencari minumnya.

Sama hal seperti Hankyung, Rae pun kini berdiri takjub. Oh sungguh mereka ikut berbahagia.

Hyung.. kau sudah datang?”

“Maafkan aku datang terlambat, karena aku harus menunggu kembali koper yang hampir masuk ke dalam pesawat.”

“Maafkan aku yang sudah membuatmu susah Hyung

“Ck.. kau ini”

Hankyung merangkul Rae yang juga sedang menggendong anak mereka memasuki ruangan.

“Siwon.. anakmu..”

“Ya.. aku pun tak menyangka.. mereka sepasang” Siwon tersenyum senang.

Hankyung memeluk Siwon. Sedangkan Rae mendekati Kyuhyun yang masih membiarkan bayi perempuannya, menyedot sesuatu di dadanya. Ada rasa perih, tapi juga ada rasa bahagia yang tak bisa ia ungkapkan dalam kata-kata.

Noona.. hay baby Junghan, kita bertemu lagi” sapa Kyuhyun pada seorang bayi bertubuh gempal di dalam gendongan Rae.

“Kyuhyun selamat.. aku.. aku tak tau harus berkata apa? Aku sangat takjub dengan semua ini”

“Akupun merasa begitu Noona” sembari tersenyum Kyuhyun tetap mengarahkan pandangannya pada Rae.

Suara rengekan bayi satu nya lagi di dalam box membuat Siwon dengan sigap membawanya dalam gendongan.

“Siapa namanya Siwon??”

“Choi Jaehyun dan Choi Sarang”

“Nama yang bagus, bukan begitu baby boy?? Kau mempunyai dua adik” ucap Hankyung sembari mengambil Junghan dalam gendongan Rae dan mengajaknya untuk melihat Jaehyun yang ada dalam gendongan Siwon.

.

.

Tak kalah seperti Hankyung, pasangan Jaebum dan Yoona pun berlarian seperti orang yang kepanikan. Telephone Siwon yang mengatakan jika kondisi Kyuhyun kritis membuat Jaebum membatalkan kerjanya, bahkan ia harus menjemput Yoona terlebih dahulu karena ia merajuk ingin ikut.

“Ruangannya nomor berapa??” Jaebum melihat ke kiri dan kanannya sembari gerakkan langkahnya tak mengenal kata lelah.

“1013 VIP”

“Ah ini..” Jaebum tersenyum bahagia saat ruangan yang di tuju nya telah ia temukan.

Belum Jaebum membukanya, Yoona segera mendahului. Wajah panik mereka berubah menjadi terkejut karena kini mereka melihat Kyuhyun yang berbaring dengan menggendong bayinya dapat tersenyum cerah.

“Kalian sudah datang?”

“Kau mengatakan jika..”

“Ya.. tapi itu sudah terlewati, Kyuhyun sudah membaik..”

“Ah syukurlah..” Jaebum berjalan mendekati Kyuhyun tapi belum sempat sampai di ranjang Kyuhyun. Yoona segera mendorong Jaebum menjauh dan memilih agar ia yang berada disana.

‘Posesif’ begitulah pikiran lainnya.

“Tunggu dulu.. jadi anak kalian..”

“Ya.. sepasang”

“Wooowww keren…” ucap Jaebum dengan sedikit keras.

Membuat dua bayi yang sedang tertidur nyenyak bergerak tak nyaman dalam pelukan Kyuhyun maupun Siwon. Membuat Kyuhyun memberikan death glare gratisnya.

“Ah maaf.. maaf aku terlalu excited

Yoona mendekati Kyuhyun dan menyentuh wajah halus bayi perempuan dalam pelukan Kyuhyun.

“Ahh sangat menggemaskan..”

“Tentu.. seperti ku bukan??”

“Ck” Yoona mendecih sebal.

“Kau ini tak pernah berubah, Yoona” sindir Rae.

“Melihat kalian sudah memiliki momongan membuatku iri..” Yoona memajukan bibirnya beberapa centi.

“Aku ambil satu bayimu saja, bagaimana??”

Sembari akan mengambil bayi dalam gendongan Kyuhyun.

Pletak!!

“Aw appooo.. Unnieee..” rajuk Yoona.

“Kau ini, enak saja akan mengambil anak orang”

Kyuhyun hanya diam menikmati momen, begitu pula dengan ketiga namja yang bediri tak jauh dari ranjang Kyuhyun.

“Kita buat anak saja dulu Yoon.. baru menikah.. seperti mereka” dengan mengerlingkan mata sebelahnya Jaebum berucap tenang.

Ige mwoya!!!” Yoona mendekati Jaebum dan menjewer kupingnya.

Appoo Yoon.. aku hanya mencari solusi..”

“Itu bukan solusi..”

“Yak!! Kalian jangan bertengkar disini, nanti akan mengganggu anak-anak kami tidur” ucap Hankyung.

“Ck.. kau menyebalkan..” Yoona mensidekapkan tangannya di dada.

Sedangkan yang lainnya hanya tertawa menyaksikan pasangan fenomenal lainnya beradu argumen, Siwon mendekati Kyuhyun, menyimpan Jaehyun tidur di sampingnya. Sedangkan Kyuhyun pun tak lupa menyimpan Sarang di samping satu nya lagi.

Siwon di bantu Rae memasang besi pembatas ranjang, agar Kyuhyun dapat tidur nyenyak tanpa takut jika kedua anaknya nanti terjatuh.

“Aku mencintaimu..” Siwon membuat gerakan tanpa suara kepada Kyuhyun.

“Aku juga mencintaimu..” balasnya.

Ya… cinta. Cinta yang akan selalu menyatukan mereka. Siwon, Kyuhyun dan keluarga kecil mereka. Tak peduli akan waktu. Selamanya? Mungkin selamanya tak akan cukup. Tapi tak apa.. asalkan mereka bersama, semua akan baik-baik saja.

*END*

Note :

Dan… disinilah chap end nya..

Buat partner setiaku.. Haera ku sayang…yang selalu bisa memahami dan sabar menghadapiku, TERIMAKASIH BANYAK…!!!

Dan buat kalian juga..yg sudah setia menemani kami dari awal sampai akhir… TERIMAKASIH BANYAK JUGAAAA !!!!!

Sampai jumpa di cerita selanjutnya…

Paii…paiiii….. *lambai-lambai..

—missHan—

Akhirnya project ke berapa kami sukses terlaksana… terima kasih banyak kepada yang telah setia menunggu dan membaca per chapter tulisan seadanya kami ini…

maafkan jika tak bisa memenuhi keinginan kalian semua..

ntah ini project terakhir kami atau masih akan ada yang lainnya dan makasih ka el.. mama rae yang selalu membantu+memberikan motivasi dan sarannya… akhirnya kita bisa banyak menghasilkan karya, cielaaahhh hahaha, support selalu wonkyu… hehehe

-MissLee-

Posted in BL, Drama, Romance, Series

Siwon, a cyborg in love chap.8

siwon, a cyborg in love

By. Ellena Han & Miss Lee

Cast : Siwon x Kyuhyun

other : Hankyung, Shin Rae, Byun Jaebum, Im yoona, Choi Seohee

Genre : BL, Drama/Romance

Rate : M

 

siwon, a cyborg in love

Remang cahaya bulan menjadi satu-satunya sumber cahaya di ruangan itu, membuat ruang yang tak terlalu luas itu berpendar perak yang cantik. Terkesan romantis dan misterius. Layaknya cerminan hubungan dua orang pemuda yang kini sedang sibuk dengan kegiatan mereka disana.

Mungkin, dulu mereka tak akan pernah membayangkan akan sampai dimana hubungan mereka. Karena garis nasib yang sudah sangat jelas berbeda. Itulah misteriusnya. Dan romantis saat mereka akhirnya menang, menang melawan takdir dan berhasil mengendalikannya dengan cinta yang mereka miliki.

Saat ini tak ada hal lebih yang mereka inginkan selain memastikan jika keadaan mereka ini, akan berlangsung selamanya. Masing-masing tak akan pernah menyesali apa yang mereka pilih. Karena mereka tahu, jika mereka hanya akan bahagia jika saling memeluk dan saling mencinta, hanya mereka. Berdua.

Tak peduli walau mereka tak sempurna sebagai manusia. Siapa yang peduli, bukankah cinta milik semua? Dan bukankah cinta bisa mengalahkan logika yang ada? Dan kini, dengan hanya ditemani cahaya bulan yang menyorot malu pada mereka yang tengah terjebak dalam gairah, kesempurnaan apa lagi yang mereka inginkan? Mereka sudah jauh dari sempurna.

Dua orang pemuda itu, si manis tengah bersandar di kepala ranjang. Cho Kyuhyun sedang memejamkan dua mata bulatnya rapat-rapat menggigit bibir bawahnya yang merah. Nafasnya terengah, dan kenikmatan yang tercetak di wajah manisnya membuat semua tahu, jika dirinya mulai terjebak dalam pusaran gairah.

Sedangkan kekasihnya, Choi Siwon, tengah sibuk menenggelamkan diri di dada putihnya yang terbuka. Surai hitamnya yang diremas lembut oleh Kyuhyun membuatnya semakin bersemangat memberikan rangsangan dan sentuhan di kulit hangat itu. Lidahnya yang panas sibuk melata, membelai, dan mencicipi apapun yang tersaji di hadapannya. Bongkahan putih yang terasa kenyal, lembut dan begitu menggoda setiap indra yang dia miliki.

Pemuda itu menggigit satu bagian disana, membuat si pemilik mengerang pelan dan semakin erat mencengkeram surai hitam Siwon.

“Siwon..”

Sungguh, demi apapun juga, desah yang terdengar di bibir Kyuhyun adalah musik yang paling terindah. Alunan yang mampu menggetarkan setiap sel gairah di tubuh Siwon. Pemuda itu masih menyusuri senti demi senti, dada putih itu. Menggigit, menyesap, dan menjilat beberapa bagian yang dia inginkan.

Hingga bibirnya yang hangat menemukan satu titik menonjol yang ada disana. Bisa Siwon rasakan tubuh Kyuhyun yang bergetar pelan ketika dirinya menyentuh titik coklat kemerahan itu dengan ujung lidahnya.

Membuat cengkeraman di surainya erat dan semakin erat.

“Siwon…” lagi, desah itu membuatnya gila.

“Kau menyukainya heeemm?” Bisiknya parau. Di ulanginya lagi apa yang dia lakukan, di kecupnya pelan titik itu, di sentuhnya dengan ujung lidahnya yang hangat, membasahinya hingga berkilat siap di lumat.

Ujung-ujunganya yang merespon rangsang membuat titik sensitif dada itu menegang. Menantang bibir Siwon untuk menejelajah lebih jauh lagi.

Dan pemuda itu menyanggupinya. Perlahan, di masukkannya titik itu kedalam rongga mulutnya yang hangat. Merasakannya dengan lidahnya yang kasar. Siwon tak pernah tahu jika efek yang Kyuhyun rasakan akan sebegitu hebatnya. Tubuh kekasihnya itu menegang, bergetar hebat dan menggelinjang nikmat.

Mendesahkan nama Siwon semakin kencang. Hal itu justru layaknya candu bagi Siwon. Pemuda itu mengulangi sekali lagi. Kali ini tak hanya menghisap dan membelai dengan lidah, tapi juga menyesap dan menggigit kecil.

Serangan di titik sensitifnya itu semakin membuat Kyuhyun hilang akal. Pemuda manis itu memejamkan matanya rapat-rapat, menikmati dan membiarkan jika gairah mulai menyeretnya menjauhi daratan logika. Apapun yang kekasihnya saat ini lakukan pada tubuhnya, dia begitu menyukainya. Dan setiap sel tubuhnya pun meneriakkan hal yang sama, addict pada sentuhan Siwon.

Rasa lidah Siwon yang sedikit kasar, mampu memberikan rangsangan yang membuat pandangan Kyuhyun mengabur menjadi berjuta warna. Bias yang membutakannya dari dunia nyata.

Siwon terus dan terus menyesap ujung dada itu. Menghisap dan membelainya dengan rongga mulutnya. Sementara tangannya yang bebas melata mencari pasangannya. Membelai dan meraba hingga jari-jarinya menemukan titik serupa sebagai pasangan. Di elusnya ujung titik itu dengan buku-buku jarinya, dan respon tubuh sama dia dapatkan. Getar di tubuh Kyuhyun semakin terasa keras.

Di dorong keinginan untuk memberi lebih, Siwon menggunakan ibu jari dan telunjuknya untuk memanja titik itu. Memilin dan menariknya sedikit. Sesekali telapak tangannya akan meremas bongkahan dada Kyuhyun yang terasa begitu pas ditangannya. Terasa lembut dan kenyal. Dan Siwon menyukainya.

Desah dan erang Kyuhyun semakin jelas terdengar saat dua titik miliknya itu dicumbu sedemikian rupa. Gelenyar-gelenyar yang hadir dari jari, lidah, dan bibir Siwon sangat menyentuh sisi gairah terdalamnya. Sebelah tangannya mencengkeram erat tepian bantal, sedang yang satu menyusup dalam helaian Siwon yang ada didadanya. Tanda jika dia memang benar-benar menikmatinya.

Tubuh Kyuhyun terasa semakin panas, jantungnya berdetak tak karuan.  Siwon yang tengah tenggelam di sana, menyeringai senang saat mendengar penanda hidup Kyuhyun yang kini berpacu dengan cepat. Seolah ikut memberi semangat dirinya untuk terus memanja kekasihnya. Aliran darahnya seakan melaju dengan kencang dalam nadinya.

“Siwon.. Siwon.. Siwon..”

“Yess Baby.. Yess.. Aku disini..” bisik Siwon tak kalah menggairahkan. Begitu dekat dengan telinga Kyuhyun, mengirimkan aliran udara panas yang menggelitik leher dan telinganya.

Kyuhyun meraih sisi wajah Siwon dengan tangannya, membuat Siwon bisa melihat pantulan dirinya di bayang mata bulat Kyuhyun. Tapi, dirinya hanya mampu bertahan beberapa detik sebelum Siwon kembali menenggelamkan diri di ceruk leher Kyuhyun dan mata bulat itu kembali terpejam.

Belaian tangan Siwon menuruni tubuh Kyuhyun yang entah sejak kapan sudah terbuka dari setiap helai yang menutupinya. Membuat jengkal-jengkal bagian pribadi Kyuhyun merasakan usapan tangan Siwon yang panas.

Hari ini Kyuhyun seolah menjelma menjadi jajaran dataran hijau dan Siwonlah pengelana yang siap menandai dan menjadikan tanah itu sebagai miliknya. Tubuh Kyuhyun semakin bergetar hebat saat Siwon membelai pusat pusat tubuhnya. Membuat panas yang semula menyebar, kini terkumpul dan mengalir pada satu pusat. Pusat yang haus dan rindu akan sentuhan Siwon.

Setiap gerak dan getar tubuh Kyuhyun seolah sudah memiliki ritme sendiri pada sentuhan Siwon. Hingga dirinya tersentak saat merasakan jika Siwon menyentuh sisi terdalam tubuhnya dengan jarinya yang panjang. Sekali lagi, bahasa geraknya bereaksi pada gerak jemari Siwon dalam dirinya. Awal yang terasa tak nyaman, namun semakin lama, sensasi yang terasa asing itu membuatnya mabuk kepayang.

Demi apapun juga kekasihnya itu memang tahu benar apa yang Kyuhyun inginkan. Mereka layaknya pasangan yang memang telah di takdirkan untuk bersama, begitu sempurna.

“Hnn.. Siwon…” lenguh Kyuhyun sambil menggigit bibir bawahnya.

Siwon mengangkat kepalanya dari dada Kyuhyun, menatap kekasihnya yang kini tengah memerah karena gairah itu. Pemuda itu bergerak ke atas, menciumi leher dan belakang telinga Kyuhyun. Mencoba membuat kekasihnya tenang, sementara jarinya masih menjelajahi sisi tubuh terdalam Kyuhyun.

Telinga Siwon begitu dimanjakan dengan suara merdu Kyuhyun yang menyerahkan diri sepenuhnya pada kuasa Siwon. Menyerahkan semua hasrat yang terkumpul dan siap menyebar keluar. Tak butuh waktu lama hingga Kyuhyun merasakan dirinya meleleh oleh satu panas yang membara. Panas yang kini menyembur keluar tanpa bisa dia tahan, karena satu sentuhan Siwon yang membuatnya menyerah seketika. Merapatkan pelukannya pada tubuh kekasihnya saat gairah memuncak dalam dirinya.

Siwon merasakan tubuh Kyuhyun mengejang dan bergetar hebat dalam pelukannya. Mengerangkan nama Siwon dengan penuh kepuasan. Sebelah tangannya memeluk pinggang Kyuhyun yang balas mengalungkan dua lengannya ke leher Siwon erat-erat. Bisa pemuda itu rasakan sengal nafas Kyuhyun yang terasa panas menyentuh kulit lehernya.

Siwon membaringkan tubuh Kyuhyun dan melepaskan diri sejenak dari pemuda manis itu. Memandangi sosok indah kekasihnya, pemilik hatinya. Kekasihnya itu malam ini sungguh menjelma menjadi semua hal terindah yang hanya pernah dia imajinasikan semata. Siwon akan mengukir lagi kenangan yang tak akan pernah mereka lupakan. Kali ini Siwon yakin itu.

Memastikan bukti jika akan ada jejak dirinya dalam tubuh Kyuhyun. Tanda jika pemuda manis itu hanya miliknya dan akan selalu untuknya. Mereka tak akan lagi berpisah. Tidak oleh takdir ataupun oleh manusia lain.

Tak sanggup lagi menahan diri, Siwon kembali membungkam bibir merah Kyuhyun yang mulai membengkak. Terasa panas menggoda. Pemuda itu menyeringai senang saat kekasih manisnya pun membalas ciumannya dengan tak kalah possesif. Siwon tahu, setelah ini Kyuhyun akan merasakan sedikit tak nyaman, dia harus mengalihkan perhatian kekasihnya itu sebelum dirinya memulai babak utama kebersamaan mereka malam ini.

Dan benar saja, tubuh Kyuhyun kembali menegang saat dia merasakan ketidaknyamanan lebih dari yang pertama tadi. Matanya kembali terkatup rapat dan menggigit bibirnya kuat-kuat. Rasa tak nyaman yang perlahan Siwon alihkan dengan cumbuan di sekitar leher dan dada Kyuhyun. Membuat kekasihnya itu sedikit demi sedikit menerima kehadiran Siwon dalam tubuhnya.

Baby please.. Dont bite your lipss.. tenanglah.. Aku tak akan menyakitimu…” bisik Siwon ditelinga Kyuhyun.

Perlahan, Kyuhyun membuka mata bulatnya, menatap pantulan bayang dirinya di mata gelap Siwon. Ada kilat cemas dan bayang gairah yang menyala terang disana.

Its okay Siwon..”

“Tenanglah.. kau bertingkah seakan ini yang pertama untukmu saja…” goda Siwon, membuat Kyuhyun seketika merona dan berusaha memalingkan wajahnya.

Siwon terkekeh pelan, menangkup wajah Kyuhyun agar kembali menatapnya, “Baby, may I?” pintanya. Bagaimanapun dia tetap harus meminta ijin pada Kyuhyun, karena dia ingin setiap penyatuan mereka tak lagi hanya menjadi pemuas nafsu tapi juga pembauran jiwa.

Menarik nafas dalam dan berusaha meredakan nyeri dengan bayangan kenikmatan, Kyuhyun mengangguk, “Tentu Siwon.. aku mencintaimu.. dan miliki aku..”

Siwon mengalungkan tangan Kyuhyun ke lehernya, kembali meneruskan niat awalnya. Hanya saja berawal dari bergerak teratur dan yakin. Menikmati waktu mulai agar terasa jauh lebih indah.

Nafas Kyuhyun mulai tersengal, tak nyaman yang semula dia rasakan berubah menjadi sensasi menggoda yang dia tahu tak akan berakhir sampai disini saja. Pemuda manis itu menggenggam jari Siwon, memberi isyarat jika dia menginginkan lebih dari ini.

Pemuda tampan itu mengerti apa yang kekasihnya inginkan, meraih sebuah bantal dan menyelipkannya di bawah pinggang Kyuhyun, membuatnya sedikit terangkat. Sekali lagi bibir mereka bersentuhan dalam cumbuan panas. Ada erang tertahan ketika perubahan sedikit posisi dan gerakan Siwon menyentuh semakin menginvasi titik kenikmatan terdalam milik Kyuhyun.

Gerakan itu tak lagi pelan, hentakan itu pun semakin dalam. Sebelum akhirnya satu irama yang meruntuhkan sisa kewarasan mereka tercipta. Hanya nama kekasih masing-masing dan desah tanpa arti yang mampu mereka sebutkan. Darah mereka mendidih merasakan desakan gairah yang semakin membuat hilang akal.

Tarian dua tubuh itu semakin lama semakin cepat, seiring permohonan dan ungkapan jika mereka menikmati apa yang mereka bagi dan apa yang mereka terima. Kyuhyun seolah tak lagi menapak bumi ketika sudut terdalam tubuhnya menerima desakan nikmat berulang-ulang dari Siwon. Sedangkan Siwon dengan senang hati menuruti apapun yang kekasihnya inginkan, meresapi kehangatan tubuh Kyuhyun yang kini membelai dan memijat pusat panas tubuhnya.

Peluh yang menjadi satu, desah nafas yang memburu, suara-suara tanpa makna, gerak otot yang terasa begitu mengikat, dan panas yang memenjarakan logika adalah saksi mereka untuk mengukir sisi ingatan yang istimewa. Dua mata berbeda warna itu saling memandang, memastikan jika keberadaan kekasihnya nyata layaknya penyatuan mereka. Mengikuti arus gairah yang siap untuk dilepaskan.

Semua akan menjadi ikatan yang tak terputus oleh apapun. Ketika mereka sekali lagi tenggelam dalam bauran gairah yang menyatu. Menyemburkan aliran panas yang membasahi tubuh mereka, seriring dengan teriakan dan desah penuh kepuasan dari bibir pasangannya. Diiringi sentakan-sentakan kecil yang menyenangkan.

.

.

Dua orang itu masih berbaring berdampingan. Dengan Kyuhyun yang bergelung dalam dekapan Siwon yang bertelanjang dada.

Thanks, Baby..” bisik Siwon lirih.

Kyuhyun mengangkat wajahnya, menatap mata kekasihnya yang kini sedang memandangnya penuh cinta, “Untuk apa?”

“Semuanya…. cintamu.. dan kebersamaan kita…”

Kyuhyun mengulas senyum lembut, “Oh.. aku lupa jika kau itu chessy sekali Siwon…”

Pemuda tampan itu tertawa, mengecup sekilas bibir Kyuhyun dan kembali memeluknya erat.

“Tapi, setidaknya kau mencintaiku kan?”

Sekali lagi tawa mengalir dari bibir Kyuhyun. Pemuda manis itu menutup matanya, saat Siwon mendekat dan bersiap kembali menciumnya.

Drrrrrrtttt…drrrttttt….

Dering ponsel Kyuhyun membuat Siwon mengumpat pelan. Merutuk dan menyumpahi siapapun yang berani mengganggunya. Kyuhyun terkekeh, mengecup sekilas bibir cemberut Siwon sebelum meraih ponselnya.

Raut wajahnya sedikit berubah ketika membaca nama yang tertera di kotak pesan.

“Dari siapa?” Tanya Siwon melihat perubahan air muka Kyuhyun.

Kyuhyun melirik Siwon dan kembali menyimpan handphone nya di meja kecil dekat ranjang.

“Dari Jaebum”

“Ada apa??” Tanyanya tak suka.

Kyuhyun tersenyum geli melihat raut wajah Siwon, ia mendekatinya dan mengecup bibirnya.

“Hanya ingin bertemu saja”, jawab pemuda manis itu.

“Perlu aku antar??”

Mau tak mau Kyuhyun kembali tertawa, well.. bagaimanapun juga, Jaebum dan Siwon bukanlah kata yang tepat di gabungkan dengan akur, “Tak perlu. Bukankah kau akan bertemu dengan Hankyung Hyung?”

“Ah.. aku lupa” Siwon menepuk dahinya sendiri.

“Sudahlah.. aku mandi dulu..” Kyuhyun bergegas turun dari ranjang dengan mengambil kemeja Siwon yang tergeletak di lantai.

“Mau ikut bergabung??” Smirk Kyuhyun.

Siwon tertawa, “Dengan senang hati..”

.

.

.

Jaebum sudah duduk manis di salah satu tempat duduk yang berada di teras ujung kafe. Sengaja ia memilih tempat itu, agar suasana nyaman dapat terasa sangat jelas. Bagaimana angin semilir yang menerpa, maupun pemandangan hilir mudik mobil lalu lalang pun dapat menjadi pemandangan asik untuk diperhatikan.

Kyuhyun memasuki perkarangan kafe, dapat terlihat jelas olehnya. Jaebum selalu mengambil tempat duduk diluar kafe. Kyuhyun tersenyum, ia memasukkan kedua tangannya di saku celana, melangkah pelan tapi pasti menuju Jaebum.

“Sudah lama?”

Jaebum mendongak, ikut tersenyum saat melihat lengkungan kurva menaik di bibir Kyuhyun.

“Tidak lama juga, duduklah Hyung..”

Kyuhyun menarik kursi dan segera mendudukinya. Mengangkat tangannya untuk memanggil waitress, memesan segelas capucino dingin adalah pilihannya.

“Ada apa??”

“Ck.. kau ini, tak menanyakan kabarku dulu??” Jaebum berpura marah.

Kyuhyun hanya menggelengkan kepalanya. Jaebum telah banyak berubah, tapi ia menyukai sosok ini. Tak ada lagi sisi ambisius. Yang ada hanyalah seseorang yang mempunyai tanggung jawab dan juga rasa kemanusiaan yang tinggi.

“Untuk apa menanyakan kabarmu, jika Yoona saja selalu berucap riang mengenai hubungan kalian”

Jaebum tertawa, “Aku sendiri tak mengerti, mengapa aku bisa jatuh pada pesonanya..”

“Yoona adalah seseorang yang periang dan baik. Kalian pasti bahagia”

“Terima kasih, Hyung..”

Pesanan Kyuhyun datang, dengan segera Kyuhyun menyeruputnya.

“Apa Hyung masih penasaran mengenai kehidupan, Hyung sekarang ini??”

“Tentu.. aku sudah menunggu lebih dari satu tahun. Dan kau belum pernah membocorkannya padaku”

Jaebum tertawa, ia mengambil gelas kopinya dan menyeruputnya dengan tenang. Menatap sekilas Kyuhyun, lalu mengarahkannya menuju mobil yang melintasi kafe. Suasana kafe saat ini tidak terlalu ramai maupun sepi, tapi setidaknya terasa nyaman. Kyuhyun sendiri masih menatap Jaebum dengan penuh pertanyaan.

“Kau akan terus berdiam diri??”

“Saat Siwon mendatangiku untuk memintaku menolongmu. Sungguh ada rasa marah tapi juga perasaan bahagia. Ntah mengapa, aku merasa jika Siwon memang yang terbaik bagimu..”

Jaebum masih enggan menatap wajah Kyuhyun.

“Dan saat pertemuan kita di villa. Semakin membuka mata dan pikiranku, jika kalian sangat mencintai. Aku akan menjadi manusia yang kejam jika aku masih meneruskan keinginanku..”

Jaebum kini mengalihkan pandangannya pada Kyuhyun.

.

.

Flashback

Seohee masih menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Ia menangis, bukan ini yang sebenarnya ia inginkan, tapi..

Suara layar yang menyatakan jika processing complete tak terdengar yang ada suara tergantikan dengan jika proses penghapusan gagal.

‘Ada apa ini?’

Seohee membuka telapak tangannya, ia dapat melihat Jaebum yang kini berdiri di sebuah layar besar. Bahkan bisa terlihat jika Jaebum masih mengatur nafasnya.

“Jaebum-ah..”

Jaebum masih terdiam mengatur nafasnya. Seohee berjalan mendekati Jaebum meletakkan telapak tangan kanannya pada bahunya.

“Jaebum-ah..”

“Aku.. belum terlambat bukan??”

Seohee menarik tubuh Jaebum agar bisa saling berhadapan. Dapat dilihatnya raut wajah Jaebum yang masih terlihat lelah.

“Ada apa? Mengapa kau..”

“Aku tak ingin terlambat..”

Seohee tersenyum dan menarik Jaebum dalam pelukannya.

Gomawo… gomawo…”

.

.

Jaebum masih terduduk diam di sofa. Seohee menyimpan segelas teh hangat di hadapannya.

“Minumlah dulu..”

“Terima kasih..”

Jaebum mengambil gelas itu dan meneguknya cepat.

“Sebenarnya ada apa yang terjadi padamu?”

“Banyak hal.. salah satunya, aku mengerti akan arti saling mencintai.” Jaebum terdiam, masih memperhatikan isi dalam cangkir “Aku hanya tak ingin memisahkan orang yang saling mencintai, demi keinginanku semata… projek ini sudah jauh berbeda semenjak aku semakin berambisi..”

Seohee masih terdiam.

“Aku mengerti bahwa seharusnya aku tak melakukan hal ini dari awal..”

Jaebum meletakkan gelasnya kembali, segera ia memegang tangan Seohee.

“Bantu aku Seohee.. bantu aku..”

“Membantu apa??”

“Bantu memperbaiki sistem Siwon. Serta bantu aku juga untuk penyimpanan memory dalam otak Kyuhyun Hyung..”

Mwo??”

Jaebum melepaskan genggamannya. Ia berdiri dan menuju meja kerjanya. Mengambil secarik file.

“Ini..”

Memberikan kertas itu.

“Ini adalah program yang sudah aku buat sekitar 2 bulan yang lalu. Program penyelamatan seseorang dari penyakit alzheimer..”

“Tapi kita bukan dokter bukan??”

Jaebum tersenyum.

“Aku sudah menghubungi dokter Hwang. Bahkan dalam 2 bulan terakhir itu, aku sedang mendalami pembuatan obat untuk membantu mempertahankan hidup seorang penderita alzheimer”

“Jaebum..”

“Bantu aku Seohee.. aku sangat perlu bantuanmu..”

Seohee ikut tersenyum.

“Pasti.. pasti aku akan membantumu..”

“Tapi..”

“Ya..”

“Ini masih hasil rancangan selama 2 bulan. Aku sendiri tak tau, apakah ini akan berhasil atau tidak”

“Kita belum mencobanya bukan?? Aku yakin kita pasti bisa”

Jaebum menangguk menanggapi ucapan Seohee. Ia kembali menatap file itu.

‘Mungkin waktu pemulihan Siwon maupun Kyuhyun membutuhkan waktu yang tak sedikit. Tapi aku pastikan, kalian akan terus bersama selamanya. Ini janjiku untuk kalian’

Flashback end

.

.

“Jadi kau..”

“Ya.. intinya, aku bekerjasama dengan Seohee dan dokter Hwang untuk penyembuhanmu..”

“Terima kasih Jaebum.. terima kasih.. ntah apa ucapan ini masih bisa mewakilinya tapi aku sungguh sangat berhutang budi padamu..”

“Sudah lah Hyung tak perlu sungkan..”

Kyuhyun menarik tangan Jaebum di atas meja lalu menggemgamnya.

“Sekali lagi terima kasih..”

“Selesai berucap seperti itu. Yang perlu kau lakukan adalah.. hiduplah berbahagia bersama Siwon, Hyung.. berbahagialah.. karena kalian berhak mendapatkan hal itu.. mungkin juga, aku sedang menunggu undangan pernikahan dari kalian”

Kyuhyun tersenyum merona. Memimpikan dirinya bersanding di altar bersama Siwon adalah suatu keinginan terbesarnya. Tapi saat ini, biarlah seperti ini dulu dengan tinggal bersama saja ia sudah sangat berbahagia. Jika Siwon berhasil melamarnya tentu itu adalah suatu reward bagi hubungan mereka.

“Jika Siwon mengetahui semuanya, mungkin ia tak akan menganggapmu sebagai rival lagi”

“Hahaha.. biarlah seperti itu. Bukankah itu tandanya Siwon sangat mencintaimu, Hyung?”

Stop membuatku seakan mejadi seorang wanita yang selalu blushing saat mendengar nama Siwon terucap olehmu..”

“Hahaha.. kau banyak berubah Hyung.. tapi yang tak berubah adalah.. kau tetap selalu cantik”

“Yak!!”

Jaebum tertawa dan memegangi perutnya saat melihat muka Kyuhyun yang tertekuk kesal dengan ucapannya.

.

.

.

Siwon mermarkirkan mobilnya di depan perkarangan rumah milik Hankyung. Dulu ia pernah tinggal di rumah itu, tapi sudah sangat lama ia tak tinggal disana. Ya semenjak Kyuhyun memintanya untuk hidup bersama. Beberapa bulan yang lalu.

Hankyung membuka pintu pagar, terkejutnya ia saat melihat Siwon sudah berdiri di depan dengan bergaya layaknya model. Tak lupa jaket kulit maupun kaca mata hitam bertengger di tubuhnya.

“Hay Hyung..”

“Siwon..”

“Apa kabarmu..” Siwon berjalan segera dan memeluk Hankyung.

Hankyung membalas tak kalah bahagianya.

“Aku baik. Dan kau adik yang nakal, mengapa baru setelah sebulan ini, datang menemuiku?”

Siwon hanya tersenyum menjawab pertanyaan Hankyung, tak mau memakan waktu lama Hankyung memilih untuk mengajak Siwon masuk ke dalam.

“Sudahlah ayo masuk..”

Hankyung merangkul Siwon membawanya menuju ruang tamu, Rae sudah menyambut dengan senyuman selamat datangnya, tak lupa Siwon pun memberikan pelukan hangat seorang adik kepada kaka iparnya. Ya.. Hankyung sudah resmi menikahi Rae sejak 2 bulan yang lalu, bahkan kini Rae telah hamil 4 bulan.

“Siwon.. sudah lama kau tak mengunjungi kami”

“Baru saja sebulan aku tak menemui kalian. Tapi kalian sudah sangat merindukanku, bukan begitu? Lagi pula dikantor kita masih bisa bertemu, Hyung..” goda Siwon yang langsung mendapat jitakan gratis dari Hankyung.

“Ck.. kalian selalu seperti anak kecil. Sudah masuk ke dalam dan aku akan membuatkan minuman untuk kalian berdua”

Rae segera menuju dapurnya, membuatkan minuman untuk kedua namja yang sangat berarti bagi hidupnya. Suami dan adik ipar nya.

“Kita duduk diluar saja ya Hyung

“Baiklah..”

.

.

Siwon dan Hankyung duduk di beranda belakang rumah. Menatap tanaman yang sepertinya di rawat oleh Rae dengan baik. Banyak bunga yang tumbuh dengan indah disana.

“Kau semakin sehat”

Siwon tersenyum dan memegang bahu Hankyung.

“Aku sangat berterima kasih padamu, Hyung..”

“Aku kan sudah mengatakan dari dulu. Kau sudah aku anggap sebagai adikku, apapun yang bisa aku lakukan untukmu. Pasti aku akan melakukannya”

“Kau memang Hyung terbaikku.. padahal kau tau, jika aku..”

Hankyung menggeleng, “Kau sama dengan kami.. sudahlah, jangan mengungkit hal itu. Lalu dimana Kyuhyun? Kenapa dia tak ikut denganmu?”

Siwon merubah raut wajahnya menjadi tak suka, membuat Hankyung menatap khawatir.

“Kalian bertengkar?”

Siwon menggeleng.

“Lalu??”

“Dia menemui Jaebum”

Hankyung tersenyum, masih saja Siwon merasa Jaebum adalah rivalnya. Padahal Siwon sendiri telah memastikan bahwa Jaebum sudah tak ada rasa cinta pada Kyuhyun.

“Kau masih memusuhi Jaebum?? Berhentilah memusuhinya. Tidak baik bagi kalian seperti ini terus”

“Kenapa aku harus berhenti memusuhinya.. kau tahu dia menaruh harap pada kyuhyun kan, Hyung…”

Hankyung menghela nafasnya, mungkin inilah waktu yang tepat menceritakan semuanya kepada Siwon.

“Mungkin kau perlu mendengar ini Siwon-ah..”

.

.

*flashback*

Hankyung berjalan bolak balik tak tentu arah di depan sebuah ruangan yang sangat asing baginya. Kyuhyun lah yang memintanya untuk membawa Siwon menuju gedung BS Electronics. Ntah apa yang dilakukan para professor di dalam sana. Yang pasti saat ini Hankyung sangat mengkhawatirkan kondisi Siwon.

Pintu pun terbuka menampilkan Choi Seohee yang menatap tersenyum padanya.

“Terima kasih kau telah membawa nya kesini..”

“Ya.. aku hanya membantu Kyuhyun dan juga.. aku sudah menganggap Siwon sebagai adikku, aku harap tak ada masalah untuknya”

Seohee masih mempertahankan senyumannya.

“Kyuhyun Oppa masih di villa kah??”

Hankyung mengangguk.

“Masuklah ke dalam, Jaebum membutuhkanmu. Aku harus membawa Kyuhyun Oppa menuju dokter Hwang”

Sebelum Seohee pergi, Hankyung menarik lengannya.

“Tunggu. Sebenarnya ada apa??”

Seohee menatap lengannya yang di cekal oleh Hankyung, dan Hankyung yang menyadarinya segera melepaskan genggamannya.

“Ah maaf..”

“Tak apa.. kau pasti akan mengerti, tapi tidak untuk saat ini.. masuklah..”

Seohee segera pergi meninggalkan Hankyung yang mengernyit bingung. Tapi tak lama ia segera memasuki sebuah ruangan dimana banyaknya layar monitor menyala. Jaebum dan beberapa professor sedang terlibat pembicaraan yang serius sepertinya.

Hankyung tak mempedulikan itu. Yang ada dalam pandangannya saat ini adalah sosok Siwon yang terlihat lemah tertidur di atas blankar di tengah ruangan. Tubuhnya tertutupi sebuah kaca kasat mata, layar monitor besar memperlihatkan kinerja jantung maupun organ tubuh lainnya. Tapi bisa Hankyung pastikan jika kini organ itu tak berfungsi normal. Pergerakannya sangat lamban.

Hankyung melangkah perlahan menuju Siwon. Jaebum yang menyadari kedatangan Hankyung segera berpamitan kepada para professor yang membantunya.

“Hankyung-ssi..”

Hankyung terdiam, melirik sebentar menuju Jaebum sebelum ia kembali melihat ke arah Siwon.

“Bantu kami.. aku yakin kau bisa”

Hankyung menatap kembali Jaebum.

“Kau pasti bisa”

Jaebum menyerahkan sebuah jas lab berwarna putih kepada Hankyung. Masih dilema, tapi akhirnya Hankyung mengambilnya.

“Aku akan membantumu sebisaku..”

“Siwon pasti bahagia, banyak orang yang menyayanginya..”

Jaebum menepuk pundak Hankyung dan membiarkannya berdua dengan Siwon.

.

.

Hankyung sudah sebulan ini membantu Jaebum. Shin Rae tentu mengetahui hal ini, karena tentunya Hankyung menceritakan semua kepadanya. Termasuk Hankyung yang meminta Shin Rae untuk mencari keberadaan Kyuhyun.

Setelah kejadian di villa dan Seohee yang mengatakan akan membawa Kyuhyun. Setelahnya mereka tak pernah bertemu dengan Kyuhyun, terlebih memang Hankyung yang sibuk dengan kinerjanya bersama Jaebum.

Pemasangan otak bionik baru pada Siwon adalah hal yang harus segera di lakukan. Menamamkan chip baru, membuatnya selayaknya manusia normal pada umumnya tanpa menghapus segala memory yang pernah Siwon rasakan.

Jaebum berusaha untuk membuat segala memory Siwon yang lama masih tetap tersimpan utuh di dalam otak bionik terbarunya. Yang Jaebum juga lakukan adalah pemasangan sistem di dalam tubuhnya untuk membantu mengkontrol emosi.

Semua berjalan dengan baik, bahkan setelah program pemulihan Siwon diberlakukan sekitar 3 bulanan. Siwon selayaknya pasien Rumah Sakit yang membutuhkan recovery.

Siwon masih akan terus di pantau pergerakan sistem kinerja tubuhnya. Dari dimulai dia berjalan, makan, minum, bahkan saat dia berpikir maupun mengingat kenangannya. Semua Jaebum dan Hankyung kontrol setiap waktunya.

Hanya saja, setelah Siwon dihidupkan kembali. Jaebum memang tak pernah secara nyata muncul di hadapan Siwon. Hankyung lah yang terlihat membantunya dalam recovery. Itulah yang menyebabkan Siwon menganggap bahwa Hankyung yang membantunya bertahan hidup.

Setelah memastikan bahwa Siwon bisa hidup di dunia luar kembali. Maka Siwon diperbolehkan untuk menjalankan rutinitasnya seperti biasa, menjadi pegawai BS Electronics pun masih dilakukannya.

Hingga pada bulan ke delapan pemulihan kondisinya. Siwon kembali dipertemukan dengan Kyuhyun dalam suatu acara di BS Electronics. Hal yang tak di duganya adalah, Kyuhyun pun masih mengingat dirinya.

‘Apakah Kyuhyun mengingatku karena aku yang meminta untuk pemasangan chip memory?’

Siwon sempat menerkanya, hanya saja tak pernah ada jawaban untuknya. Hankyung sendiri tak banyak bercerita karena memang Siwon pun enggan bertanya lebih detil dalam hal penanganan dirinya.

*Flashback end*

.

.

“Kenapa tak ada yg memberitahuku?”

“Sebenarnya aku ingin, tapi kondisimu tak stabil.. lebih baik sekarang kau lupakan perseteruanmu dengan jaebum”

Siwon masih terdiam. Mencerna ucapan Hankyung adalah hal utama yang dilakukannya kini.

“Yang perlu kau tau pun. Kyuhyun banyak berhutang pada Jaebum”

“Heum..” Siwon mengernyit tak mengerti.

“Keinginanmu agar Jaebum membantu Kyuhyun dalam penyembuhan alzheimernya telah dilakukannya. Kyuhyun telah dipasang otak bionik di dalamnya”

Mwo??”

“Ya Siwon.. Kyuhyun pun sama sepertimu.. jadi, tak perlu ada lagi perdebatan antara kau dan Jaebum..”

“Sebenarnya akupun tak marah pada Jaebum.. aku hanya merasa Jaebum membayangi hidupku, karena memory cintanya lah aku bisa bersama dengan Kyuhyun..”

Hankyung tersenyum.

“Perlu kau ketahui Siwon, pembentukan emosimu sendirilah yang membuat kau semakin jatuh cinta pada Kyuhyun”

“Benarkah??”

“Jawabannya ada dalam hatimu..”

Hankyung meletakkan telapak tangannya di dada Siwon.

.

.

.

“Aku senang melihat perkembangan kesehatanmu Kyuhyun-ssi…” kata dokter Hwang dengan senyum cerah. Menatap pasien istimewanya yang kini duduk dihadapannya. Di tangannya terdapat beberapa lembar hasil ct-scan kepala Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum, “Ya.. semua berkat bantuan Anda, Uisa-nim.. Tapi sungguh, awalnya aku benar-benar tak menyangka jika penyakitku akan bisa disembuhkan dengan cara seperti ini..”

Memang, sejak akhir liburan saat itu, Kyuhyun mengambil semua perawatan yang dianjurkan oleh dokter Hwang. Dia hanya menuruti apapun yang diinginkan oleh Dokter Hwang. Kyuhyun tak menyangka jika operasi kecil yang dikatakan dokter Hwang waktu itu adalah awal mula pemasangan chip memory di otak Kyuhyun.

Sedikit tak percaya lagi jika ternyata dokter pribadinya itu telah bekerja sama dengan Jaebum dan Seohee untuk mencoba menyokong memorynya. Penilitian singkat yang ternyata terbukti cukup efektif, terhitung sejak saat itu, hingga setahun berlalu, kesehatan Kyuhyun jauh lebih baik. Sangat baik malah.

Alzheimer memang tak bisa disembuhkan karena merusak memory sedikit demi sedikit. Tapi, saat itu Siwon yang nekat datang menemui Jaebum sesaat sebelum mereka liburan, bertanya sesuatu yang akhirnya membuat pemuda itu melanjutkan kembali penelitian yang dia lakukan.

Awalnya memang Jaebum tak lagi berniat mengembangkan penelitian itu lagi. Salahkan rasa cemburunya pada Siwon. Tapi, yah.. Beruntung, dirinya saat itu tak lagi bertindak bodoh dan mampu berpikir jernih. Hingga kembali menempatkan rasa kemanusiaan di atas segalanya.

Sebuah otak bionik, hampir mirip seperti otak sistem yang digunakan oleh Siwon ditanamkan di kepala Kyuhyun. Sedikit demi sedikit mulai membantu pemuda itu untuk kembali menyimpan memorynya. Setelah sebelumnya dalam sirkuit itu juga dimasukkan memory-memory lain yang memang diinginkan oleh Kyuhyun.

Mungkin, kali ini akan terdengar semakin lucu, tapi Kyuhyun menikmati statusnya yang baru, manusia setengah robot. Apapun itu, dia tak peduli, asalkan dirinya tetap mampu bersama dan mengingat Siwon, itu sudah jauh dari cukup.

“Aku sungguh tak menyangka jika akan ada cara seperti ini disaat aku hampir putus asa akan penyakitku, Uisa-nim..” desah Kyuhyun.

Dokter Hwang tertawa, tak menjawab dan menunggu Kyuhyun meneruskan ucapannya.

“Di tambah lagi Jaebum yang diam-diam melakukannya untukku…”

“Oh.. Dia sudah memberi tahumu rupanya?”

Kyuhyun mengangguk, “Ya… Aku mendesaknya setelah dia menyembunyikan ini dariku selama setahun, Ya Tuhan…” serunya sambil terkekeh pelan.

“Maafkan aku Kyuhyun-ssi.. sebenarnya aku berencana memberitahumu tentang hal ini sejak awal, tapi Jaebum melarangnya.. Yah.. kau tahu, proyek ini masih dalam tahap penelitian, kemungkinan berhasil belum bisa kami tentukan, karena itu, kami tak ingin memberi tahumu apapun sambil memantau perkembangan kesehatanmu..”

“Jadi, tanpa sadar selama setahun aku berubah menjadi obyek penelitian juga, Uisa-nim..” kata Kyuhyun. Rasa senangnya saat ini sungguh tak akan pernah bisa di hitung lagi. Kehidupannya sempurna, apa lagi yang dia inginkan dalam hidup.

“Ya.. kurang lebih seperti itu, hanya saja.. kau tetap harus menjalani pengobatan untuk membuat sistem imun tubuh dan hormonalmu menerima otak bionikmu, Kyuhyun-ssi…” lanjut Dokter Hwang.

Kyuhyun terdiam sejenak, dan mengangguk, “Tentu saja, aku akan menerima apapun Uisa-nim… Aku tak akan menyia-nyiakan kesempatan kedua yang aku miliki.. dan kali ini aku yakinkan Anda jika aku tak akan menolak pengobatan atau terapi apapun yang anda berikan…”

Mereka tertawa. Ya.. Kali ini Kyuhyun pun akan sungguh-sungguh dengan ucapannya. Dia tak akan lagi menolak atau menunda apapun yang baik untuk kesehatannya.

Saat ini dia tak lagi sendiri, dia memiliki sahabat-sahabat yang baik, Jaebum, dan yang paling utama dia memiliki Siwon. Dan Kyuhyun tak akan menyia-nyiakan seseuatu yang penting seperti itu lagi.

.

.

.

Kyuhyun memasukkan password apartemennya, membuka pintu dan melangkah ke dalam. Sepi, berarti Siwon belum kembali.

Pemuda manis itu melepaskan jaketnya dan menghempaskan tubuh di sofa. Sejenak menutup mata, membayangkan hal-hal ajaib yang belakangan terjadi di sekitarnya dan Siwon. Dulu, jika dia menggunakan otaknya terlalu keras untuk berpikir, maka nyeri akan melanda kepalanya, tapi sekarang, walau terkadang masih terasa, semua jauh lebih baik.

Ah.. Sepertinya perlu ada seseorang lain lagi yang harus menerima ucapan terimakasih Kyuhyun. Seseorang yang dulu pernah ada dihatinya.

Sejak terakhir mereka bertemu saat perbaikan Siwon waktu itu, hingga ketika Kyuhyun menyelesaikan pengobatannya Seohee tak pernah menemuinya. Kata Jaebum, gadis itu memilih kembali ke Amerika.

Jika bisa Kyuhyun sebenarnya menyayangkan hal itu. Tak pernah ada masalah apapun antara dirinya dan Seohee. Mereka sebenarnya masih tetap bisa saling berhubungan baik, layaknya sahabat. Tapi, sepertinya memang hati perempuan tak semudah itu ditebak. Dan untuk hal ini Kyuhyun bersyukur karena sekarang kekasihnya bukan perempuan.

Kyuhyun tersenyum sendiri, menggelengkan kepalanya sejenak, sedikit malu dengan pikirannya sendiri. Mungkin tak ada salahnya jika dia sejenak menghubungi Seohee untuk mengucapkan terimakasih. Pemuda itu meraih ponselnya, menekan beberapa tombol dan menunggu line panggilannya terjawab.

OPPA!!”

Teriakan dari screen layarnya kembali membuat Kyuhyun tesenyum. Wajah Seohee terlihat tersenyum dengan tak kalah lebar.

“Apa kabar Seohee-ya?” tanya Kyuhyun, menyandarkan tubuhnya ke sofa.

‘Tak pernah lebih baik Oppa, kau sendiri? Aku lihat kau tampak jauh lebih sehat, Oppa” kata Seohee, bisa Kyuhyun rasakan jika gadis itu benar-benar tulus mengatakannya.

“Ya.. Aku jauh lebih baik Seohee-ya.. Semua karena kau dan Jaebum..”

Mata Seohee membola jenaka, membuat Kyuhyun pun mengulas tawa yang tak kalah cantik.

“Kau sudah tahu semuanya, Oppa?”

“Ya.. Seohee-ya.. Jaebum sudah menceritakan semuanya padaku, rasanya terimakasih pun tak akan cukup jika harus kukatakan padamu… Semua kerja kerasmu, hingga aku mampu memiliki sesuatu yang bahkan tak pernah aku bayangkan sebelumnya…”

Seohee terlihat bahagia, sebelum sebuah gerakan di belakang tubuhnya membuat gadis itu sediki merona malu.

Kyuhyun terkesiap, “Oh.. Apa aku mengganggu, Seohee-ya..?” godanya saat menyadari bayangan apa yang ada di belakang tubuh Seohee. Seorang pemuda.

Gadis itu semakin memerah, “Lupakan saja Oppa.. jangan menggodaku..”

“Jadi… ternyata kau kembali karena sudah–“

“Yak! Cho Kyuhyun Oppa…!!” teriak Seohee.

Kyuhyun tertawa, “Maaf, maaf… tapi serius Seohee, aku ikut bahagia jika ternyata kau pun menemukan seseorang lain yang bisa membahagiakanmu..”

“Kau tahu Oppa.. Karena kau dan Siwon, aku belajar banyak hal tentang cinta, tentang perasaan tulus demi seseorang yang di cintai.. dan aku senang bisa tahu, jika selain ilmu pengetahuan, pengetahuan tentang cinta dan kehidupan pun harus kita pahami…”

Kyuhyun menatap visual Seohee yang masih tetap tersenyum, “Kau pun berhak bahagia Seohee, terimakasih banyak untuk kerja kerasmu, untukku dan Siwon.. Sungguh.. Aku–“

“Jika Oppa ingin berterimakasih padaku, tak perlu mengucapkan apapun, berbahagialah Kyuhyun Oppa, jalani hidupmu dan Siwon sebaik mungkin, karena aku pun akan ikut bahagia bersama kalian..”

Kyuhyun terkesiap, menatap tak percaya jika Seohee yang dulu begitu egois mampu mengucapkan kalimat setulus itu.

“Seohee…”

‘Tetaplah hidup dengan baik Kyu Oppa, jalani pengobatan dan setiap terapi yang diberikan dokter Hwang, aku tak mau membantumu lagi jika kau tetap keras kepala dan kembali bermasalah..” gurau Seohee sambil memutar bola matanya.

“Yak.. Choi Seohee!!”

Ne.. Choi Kyuhyun Oppa..”

Mata Kyuhyun membola ketika melihat Seohee kembali menggodanya sambil mengedipkan sebelah matanya, “Kau bilang apa?”

“Ayolah Kyu Oppa, tak perlu malu-malu begitu.. jadi… kapan kau akan jadi Choi Kyuhyun dan mengirimkan undangan padaku..”

Kali ini rona wajah Kyuhyun sudah sampai ke telinga. Pemuda manis itu menutup bibirnya dengan tangan menahan senyum malu-malu yang mungkin saja terulas.

“Jangan menggodaku, Seohee..”

“Aku hanya menyampaikan fakta, Oppa.. baiklah.. Aku rasa.. Aku harus pergi sekarang..”

“Seohee.. terimakasih..”

“Berbahagialah Oppa, sampaikan salamku untuk Siwon..”

Sambungan itu terputus. Kyuhyun sejenak menatap layar ponselnya yang kembali menghitam. Ada perasaan lega yang aneh tiba-tiba menyelimuti hatinya. Perasaan lega bercampur bahagia yang membuatnya sedikit takut. Takut jika ini semua hanyalah mimpi semata.

Tapi, Kyuhyun yakin, jika kebersamaannya bersama Siwon kali ini adalah nyata. Tak ingin mengharap selamanya, Kyuhyun hanya berharap semua akan baik-baik saja.

.

.

Percakapan dengan Seohee tadi masih teringat jelas dalam pikirannya. Haah.. mengapa Jaebum dan Seohee kompak menanyakan kapan dirinya akan menikah dengan Siwon?

Jika itu ditanyakan kembali oleh orang ketiga, maka Kyuhyun menjamin akan menodong Siwon segera melamarnya. Memikirkan hal itu membuat panas bagian pipinya, Kyuhyun menepuk-nepuk pelan wajahnya dengan handuk yang memang sedang ia gunakan.

Kyuhyun baru saja membersihkan diri. Ia berjalan menuju lemari, memakai kemeja kebesaran Siwon dan hot pants bisa jadi alternatif pilihannya kali ini, lagi pula ini sudah malam dan akan segera tidur. Tidak salah bukan jika ia memakainya.

Kyuhyun membuka pintu kamarnya dan mendengar suara gaduh di bagian dapur.

“Apakah Siwon sudah pulang?”

Kyuhyun berjalan mengendap menuju dapur dan dapat dilihatnya sosok pencuri hatinya kini sibuk memasukkan bahan persediaan makanan ke dalam lemari maupun kulkas. Tak menyadari jika Kyuhyun berada tepat dibelakangnya.

Kyuhyun yang ntah mengapa semenjak berhubungan dengan Siwon, kini perubahannya adalah merasa selalu terasa menjadi seorang gadis. Ia tak segan melakukan mode manja kepada Siwon. Melingkarkan kedua lengannta di pinggang Siwon dan meletakkan kepalanya di punggungnya.

“Sayang..”

“Kau lama sekali..” rajuk Kyuhyun.

“Aku membeli persediaan makanan untuk kita. Sepertinya kau sudah mandi”

Kyuhyun mengangguk dan Siwon dapat merasakan pergerakan kepala Kyuhyun di belakang punggungnya. Melepaskan pelukan Kyuhyun dan membalikkan tubuhnya. Siwon tak mampu hanya sekedar berkedip, rambut Kyuhyun yang basah. Dua kancing atas yang terbuka bahkan kini Kyuhyun memakai kemeja putih miliknya. Memperlihatkan lekuk tubuh Kyuhyun, jangan lupakan bagaimana kini Kyuhyun hanya memakai celana super pendeknya dan menampilkan kaki jenjangnya.

“Siwon..” Kyuhyun memiringkan kepalanya.

“Oh.. eum.. ya, kenapa?” Siwon menjawab gugup yang tentu bisa terbaca oleh Kyuhyun.

Kyuhyun semakin mendekati tubuh Siwon. Bahkan kini wajahnya dapat sejajar, menghasilkan hawa panas yang menerpa permukaan muka mereka. Refleks Siwon menutup matanya saat Kyuhyun sudah memiringkan kepalanya. Tapi menunggu beberapa lama, tak ada benda yang menempel pada permukaan bibirnya. Siwon membuka matanya dan langsung menatap bola mata karamel, milik kekasihnya.

“Sayang..”

“Kau menungguku??” Goda Kyuhyun.

Siwon tersenyum nakal, bahkan tangannya kini akan mendekati paha mulus milik Kyuhyun tapi dengan sigap di tepis olehnya.

“Kau belum mandi.. pergi sana..” Kyuhyun memutar tubuh Siwon dan mendorongnya pergi.

“Saaayyaanngg..”

“Tak ada.. kau bau, cepatlah mandi..” tolak Kyuhyun yang bahkan kini sibuk membereskan pekerjaan Siwon yang tertunda.

.

.

Siwon sudah melaksanakan keinginan Kyuhyun dengan membersihkan dirinya. Wangi maskulin menguar di tubuh atletisnya. Siwon berjalan mendekati Kyuhyun yang sibuk dengan bumbu maupun peralatan masak lainnya.

Baby..”

Siwon memeluk Kyuhyun dari belakang, beruntung Kyuhyun memiliki kinerja jantung yang baik. Jika tidak, mungkin ia akan terkejut.

“Aku sudah wangi bukan??”

Kyuhyun membalikkan tubuhnya dengan Siwon masih memeluknya.

“Ya.. dan kekasihku ini semakin tampan..”

Cup..

Kyuhyun memberikan sebuah kecupan tepat di bibir tipis Siwon.

“Hanya itu??”

“Aku sedang memasak, jangan menggangguku..”

Siwon akhirnya melepaskan pelukannya dan memilih untuk membantu Kyuhyun.

“Memasak apa??”

“Ayam crispy saos mayo??”

“Eum.. boleh..”

“Lalu??”

“Salad buah?”

Siwon kembali mengangguk.

Potato cheesse, bagaimana??”

“Ya.. semua yang kau masakkan aku suka..”

Kyuhyun tak mau rona merah pipinya dilihat Siwon, maka ia memilih mengkonsentrasikan kerjaannya dengan memotong daging ayam kecil-kecil sebelum dimasukkan ke dalam tepung crispy.

Siwon pun membantu Kyuhyun untuk membuat salad buah, dengan mengupas maupun memotong buah- buahannya.

Mereka melakukan kerjasama yang baik saat ini. Bahkan sesekali Siwon menjahili Kyuhyun dengan mengoleskan mayo salad di pipi Kyuhyun. Dan akan membersihkannya dengan caranya sendiri, ya.. you know lah, pasangan yang sedang di mabuk asmara tentu akan mempunyai cara tersendiri untuk melakukan segala romansa yang ada.

.

.

“Siwon.. bisakah kau berhenti memainkan itu dan bantu aku?” Kyuhyun mengerucutkan bibirnya, menatap kesal Siwon yang tampak duduk santai di meja makan dengan sebotol saus mayo di tangannya.

Pemuda tampan itu hanya mengangkat sebelah alisnya, sambil menyeringai, membuat kerucut di bibir merah Kyuhyun semakin runcing.

“Tak mau ya sudah!!” kata Kyuhyun kesal. Dia ingin segera membereskan kekacauan makan malam mereka agar mereka bisa segera istirahat, tapi sayangnya, kekasih paling tampan sedunianya itu menolak untuk membantunya.

Kyuhyun sudah berniat akan melangkah pergi saat tangan Siwon menahan lengannya.

“Apa?” tanyanya datar.

“Ada mayo di pipimu, Kyu..” kata Siwon sambil menunjuk pipi Kyuhyun. Pemuda manis itu mengernyitkan kening, meraba-raba pipinya.

“Mana?” tanyanya sambil mengusap kanan kiri. Siwon menggerakkan jari telunjuknya, memberi isyarat.

“Tidak.. tidak.. bukan.. bukan disana…”

“Siwon…!”

“Kemarilah.. biar aku bersihkan..” Siwon mengulurkan tangannya. Oh, dan jangan lupakan senyum sejuta watt berlesung pipi yang langsung bisa membuat Kyuhyun merona seketika.

Kyuhyun, masih dengan bibir mengerucut, meraih tangan kekasihnya itu dan melangkah mendekat. Hingga sebuah jegalan mendarat di kakinya, membuat tubuhnya berputar dan mendarat mulus di pangkuan Siwon.

“Siwon!!” pekiknya kaget, “Apa-apa–“

Telunjuk Siwon memutuskan kata-katanya.

“Diamlah Baby.. Lihat.. Ada mayonaise disini..” bisik Siwon tepat di telinga Kyuhyun, membuat pemuda manis itu meremang karena aliran nafas panas yang menerpa bagian belakang telinganya.

“Jangan bercanda…” Kyuhyun masih berusaha melepaskan pelukan Siwon di pinggangnya.

“Sstt….” sekali lagi Siwon menghentikan protes Kyuhyun, saat dengan lembut pemuda itu mengusapkan jari-jarinya ke pipi Kyuhyun. Mengusap suatu krim putih di pipinya.

“Sudah?” tanya Kyuhyun ketus karena Siwon tak juga melepaskan pelukannya.

“Belum..”

“Apa–” lagi-lagi kalimat Kyuhyun terputus saat lidah panas Siwon menyapa pipi putihnya, membersihkan sisa-sisa krim putih itu disisinya.

“Kenapa kau selalu menggodaku, Baby..”

“Apa.. aku tidak..”

“Kau ya..” desis Siwon di bibir Kyuhyun. Kekasihnya itu tengah menatapnya dengan sorot mata yang tak kalah menantang.

“Lalu.. Jika aku memang menggodamu.. apa yang akan kau lakukan?” Kyuhyun mengusapkan jarinya ke dada dan leher Siwon. Menyusuri kulit coklatnya yang halus.

“Aku mau pembayaran..”

“Sekarang..?”

Hell yeah..”

“Tak mau!!” Kyuhyun melompat bangun dari pangkuan Siwon. Tertawa mengejek dan berlari menjauh.

“Hei.. Baby.. Kemari..”

Tak sulit bagi Siwon untuk kembali mendekap Kyuhyun dalam pelukannya. Walau kekasihnya itu terus meronta sambil tertawa.

“Lepaskan aku Siwon.. Lepas!!” teriak Kyuhyun.

Kyuhyun tak menyangka jika Siwon akan benar-benar melepaskan dekapannya begitu saja. Maka tak ayal, tubuhnya yang belum siap langsung terhuyung mundur saat berusaha menyeimbangkan diri. Dan sialnya, kakinya sedikit tersangkut kaki kursi makan dan membuat tubuhnya mendarat dengan posisi aneh.

“Astagaa! Kau tak apa-apa Baby..” Siwon terperanjat, menatap Kyuhyun yang kini meringis kesakitan di lantai. Pemuda itu buru-buru menunduk untuk melihat kondisi kekasihnya itu.

“Kyu.. kau tak apa-apa kan, Sayang?”

“Kenapa kau melepaskanku, Siwon.. sakit tahu..”

“Kau sendiri yang meminta..”

“Tapi setidaknya jangan tiba-tiba seperti itu… sakit…” Kyuhyun meringis sambil memegangi kakinya. Sebenarnya pantat dan punggungnya juga sakit, tapi rasa sakit itu tak sebanding dengan rasa malunya. Untung saja Siwon tak menganggap konyol kejadian tadi dan kini sibuk mencemaskannya.

“Ayo.. aku akan membawamu ke kamar..” ujar Siwon sambil menyodorkan punggungnya, diam-diam mengulas senyum geli.

Dengan masih sibuk mengerucutkan bibir, Kyuhyun melingkarkan tangannya ke leher Siwon, merebahkan badannya di punggung hangat kekasihnya itu.  Sesekali ujung hidungnya akan menghirup aroma maskulin Siwon yang selalu mampu membuatnya bergairah.

Siwon yang bisa merasakan perubahan detak jantung Kyuhyun, semakin menyeringai lebar. Menikmati detak yang semula teratur itu kini berubah kencang.

“Yakk.. Sampai!!” Siwon menurunkan tubuh Kyuhyun dengan hati-hati ke ranjang, “Mau ku pijat?” tawarnya.

“Tumben..”

“Apanya?”

“Tumben kau banyak bicara Siwon, biasanya kan main serang saja..” Kyuhyun mengulum senyum menggoda saat dengan sekali gerakan kekasihnya itu mendorong tubuhnya hingga terbaring di ranjang. Siwon menyamankan posisinya hingga setengah menindih Kyuhyun.

“Sepertinya ini hari keberuntunganku….” Siwon memandang wajah Kyuhyun yang kini tampak pasrah dalam kuasanya.

Bibir mereka bertemu. Ciuman yang berbalas dengan sentuhan sepenuh hati. Kecupan ringan yang menjadi cumbuan panas dengan cepat. Mereka saling menyentuh, saling menuntut lebih, saling memberi apa yang diinginkan yang lain.

Helai demi helai kain yang semula melindungi mereka kini berserak begitu saja, meninggalkan dua pecinta itu dalam keintiman yang sejati. Siwon masih sibuk menciumi tiap jengkal tubuh yang bisa dia jangkau dengan bibirnya. Membuat kekasih manisnya itu menggigit bibir dan tersenyum penuh gairah.

Tubuh telanjang Kyuhyun sedikit tersentak saat merasakan sesuatu yang dingin menyentuh kulit leher dan dadanya. Pemuda manis itu membuka matanya dan membelalak kaget, melihat apa yang sedang dilakukan kekasih tampannya itu.

“Apa yang.. astaggaa… Siwonhh”

“Ini hukuman karena berani menggodaku, Baby.. Selamat makan…”

Kyuhyun melesakkan kepalanya pada bantal di atasnya ketika Siwon mulai menyesap mayo yang di oleskan di atas tubuhnya.

“Hhm…. deliciious..”

“Hnn..” Kyuhyun semakin tersentak, saat Siwon melumat mayo yang melapisi ujung dadanya. Awalnya dengan ibu jari, lalu dengan bibir dan lidahnya. Membawa getaran halus dari lidah panas dan kasar Siwon.

Kyuhyun mengerang, meremas erat sprei putih dibawahnya. Sungguh, kali ini sensasi yang di dapatnya dari sentuhan Siwon begitu berbeda. Kuluman dan jilatan kekasihnya itu terasa begitu melambungkan angannya. Membangunkan semua sel gairah di tubuhnya hanya dengan sekali hisap. Lidah Siwon melata di setiap bagian yang bisa dia capai. Menyapu bersih mayo yang di oleskan oleh Siwon sendiri. Sembari meninggalkan jejak-jejak panas dan merah di beberapa bagian.

Menandai Kyuhyun jika pemuda manis itu hanya miliknya. Tubuh Kyuhyun adalah kuasanya. Siwon menikmati semua reaksi yang dia dapat dari Kyuhyun. Sungguh, selama apapun, dia tak akan pernah bosan pada pemuda ini.

“Hn..!” Kyuhyun kembali tersentak saat bibir Siwon menyusuri perut putihnya. Kedua kakinya terbuka tanpa paksaan. Mengharap sentuhan yang sedari tadi dia tunggu.

Dan begitu harapannya tersambut, seketika logikanya terhenti bekerja. Seluruh inderanya hanya tertuju pada sentuhan Siwon. Begitu penuh gairah, namun dengan gerakan sangat pelan dan penuh pemujaan.

Kyuhyun yang mulai frustasi dan menginginkan lebih melengkungkan tubuhnya, memohon tanpa suara agar kekasihnya itu berhenti menggodanya. Jari-jarinya semakin erat mencengkeram alas tidur mereka. Seolah mengerti apa keinginan kekasihnya, Siwon pun memberikan apa yang Kyuhyun inginkan. Semakin cepat memanja dan menggoda bagian panas tubuh kekasihnya itu. Hingga kekasihnya itu menyerah dan mencapai puncaknya yang pertama. Dan dia tahu, ini belum selesai.

“Sii..woonhh…” Kyuhyun tak lagi bisa menahan desahnya. Terdengar begitu erotis di telinga Siwon. Terlebih saat Siwon kembali mencumbu leher putihnya dan mulai menjelajah bagian lain tubuhnya.

“Sudah tak sabar ehh?” bisik Siwon, menggigit pelan leher Kyuhyun, meninggalkan tanda merah yang tak akan mudah hilang. Menyesapnya pelan dan menyapunya dengan lidah, “Kau tahu Baby.. kau sungguh tampak menggoda..”

“Jadi, apa biasanya aku tak menggoda, Siwon..”

Bibir merah Kyuhyun menyambut ciuman Siwon di bibirnya. Pemuda manis itu menahan nafas saat merasakan jika jari-jari Siwon menyentuh sudut terdalamnya. Memanja titik gairah di dalam tubuh Kyuhyun.

“Kau selalu menggoda Baby.. selalu..”

Kata tak lagi bermakna saat hasrat menggulung dengan lebih deras. Ombak gairah yang menyapa lembutnya jiwa mereka yang haus akan pemuasan. Desah bersambut erang yang mewarnai ruang panas mereka. Siwon tak lagi sanggup menunggu. Dia ingin kembali memasuki kekasihnya, memiliki pemuda manis ini.

Pemuda tampan itu membalik tubuh Kyuhyun membelakanginya. Kekasihnya itu sama sekali tak melawan. Bibir tipisnya menyapu leher, tengkuk dan sepanjang tulang belakang Kyuhyun. Tersenyum puas saat merasakan getaran tubuh mulus kekasih manisnya.

Tak lagi sanggup bersabar, Siwon pun menghentakkan dirinya, menerobos tubuh Kyuhyun. Membuat kekasihnya itu mengerang merasakan sedikit perih, sedikit tak nyaman, namun sarat oleh gairah.

“Siwonhh..” Kyuhyun mencoba mengimbangi gerakan tubuh Siwon. Berusaha menyesuaikan diri dengan menerima kehadiran Siwon dalam tubuhnya, membiarkan tubuhnya menjadi milik  Siwon utuh. Tanpa ada lagi jarak yang memisahkan mereka.

Sebelah tangan Siwon melingkar di pinggang Kyuhyun, mengusap perut lembut itu, sedangkan tangannya yang bebas menggenggam jari-jari kekasihnya itu dengan erat.

Tubuh keduanya bergerak dalam simfoni seirama. Menerima, memberi, ingin memiliki, ingin menyentuh, dan menikmati. Debar jantung yang saling bersahut, desah nafas yang memburu, peluh yang tak lagi milik pribadi, seakan lebur menjadi satu. Gerak yang berpadu sempurna, melangkah dalam irama hentakan yang berpadu mesra. Cepat, hentak dan tekan.

Dalam pelukan selimut panas hasrat yang terus mendesak dan memuncak, Siwon merengkuh erat tubuh Kyuhyun. Mengeluarkan lenguhan panjang saat tak sanggup lagi menahan diri. Mengalirkan hasrat cinta yang membaur dalam tubuh Kyuhyun.

Kyuhyun merasakan tubuhnya begitu penuh. Panas. Hampa yang dia rasa telah hilang sempurna, berganti jejak cinta yang ditinggalkan kekasihnya. Jejak cinta yang kini mengalir di dalam tubuhnya. Hangat yang memenuhi rongganya.

Sekali, dua kali bahkan untuk ketiga kalinya. Seakan mereka tak pernah puas, dan tak akan puas. Mereka masih ingin saling menikmati, masih ingin saling mencintai, memiliki dan menyatukan jiwa mereka untuk kesekian kali. Seolah waktu tak lagi berarti.

.

.

.

Setelah pertemuan Siwon dan Hankyung kemarin membuat hatinya tak tenang, hal itu tak luput dari penglihatan Kyuhyun. Ingin sekali ia bertanya, tapi Kyuhyun hanya berusaha membuat Siwon nyaman terlebih dahulu. Mungkin kini Siwon butuh waktu untuk pikirannya, sendirian.

Siwon masih terdiam di depan jendela besar apartemen Kyuhyun. Menatap langit biru seakan menjadi hal yang tepat baginya saat ini, suasana yang indah tak membuatnya ikut merasakan, karena kini pikirannya justru berbanding terbalik dengan terlihatnya ia yang menikmati panorama alam.

Kyuhyun berjalan mendekat dan memeluk Siwon dari belakang, meletakkan kepalanya di punggung Siwon. Bisa jadi hal ini sedikit meringankan beban Siwon.

“Ada apa heum?”

Siwon menggeleng, ia lebih memilih mengambil kedua lengan Kyuhyun yang melingkari perutnya dengan semakin mengeratkannya. Kyuhyun kembali terdiam, Siwon benar-benar tak ingin berbagi dengannya saat ini dan Kyuhyun hanya kembali menyamankan dirinya. Waktu terus berlalu, menit berganti menit, hingga..

“Apa yang aku lakukan selama ini terlalu keterlaluan?”

Kyuhyun yang memejamkan matanya kini membukanya, ia melepaskan pelukannya dan memilih membalik tubuh Siwon, melihat bagaimana wajah kekasihnya yang sangat frustrasi.

“Kita duduk dulu” Kyuhyun menarik Siwon mengikutinya, membawa menuju sofa yang tak jauh dari sana. Membiarkan Siwon menyandarkan punggungnya.

Kyuhyun mengusap wajah Siwon lembut.

“Apa yang kau pikirkan?”

“Jaebum..”

Kyuhyun mengernyitkan dahinya.

“Aku sudah mengetahui semuanya..”

Kyuhyun kini mengerti apa yang dipikirkan Siwon saat ini.

“Aku pun baru mengetahuinya kemarin. Sedikit kecewa tentunya, tapi lebih banyak aku berterima kasih.. karena ia..” Kyuhyun memgambil jari jemari Siwon dan menautkan dengan jemarinya. “Kita bisa bersama..”

“Itulah yang kini ku pikirkan”

“Heum..”

Siwon meletakkan kepalanya di bahu Kyuhyun yang sedang menghadapnya.

“Aku membencinya, padahal ia banyak membantu kita. Aku jahat padanya..”

Kyuhyun menarik kepala Siwon untuk bisa melihat matanya.

“Sstt.. kau tak tau hal ini, tentu kau akan membentuk pemikiran seperti itu. Sudahlah, lagi pula Jaebum tak mempermasalahkannya.. mungkin kini kalian bisa berteman baik..”

“Semudah itukah???”

Kyuhyun tersenyum, “Aku mengenal Jaebum sudah lama, ia adalah orang yang baik. Dan kau.. kekasihku, adalah orang yang baik pula. Permasalahan kemarin, mari kita lupakan, kini kita menjalani kehidupan baru, dengan saling menyayangi..”

“Sayang… aku sangat mencintaimu..”

Kyuhyun masih mempertahankan senyumannya, ia mendekatkan wajahnya hingga sejajar dengan Siwon. Menekan bibir tipis Siwon dengan bibirnya, hanya mengecup, tak lebih.

“Aku akan mengatur pertemuan kalian berdua”

“Tak perlu, biarkan aku yang akan menghampirinya esok”

Kyuhyun mengangguk. Siwon membawa tubuh Kyuhyun dalam pelukannya.

.

.

.

Siwon sudah berdiri lama di depan ruangan Jaebum, rasanya ia sudah lama tak pernah datang kesini, terakhir ia datang adalah saat dirinya memohon kepada Jaebum untuk menyelamatkan memory Kyuhyun. Mengingat hal itu, Siwon hanya mampu tersenyum, ternyata Jaebum benar-benar mengikuti apa keinginannya.

Pintu ruangan terbuka menampilkan sosok Jaebum yang terkejut akan kehadiran Siwon di depan ruangannya, tak jauh dari apa yang dirasakan Jaebum, kini Siwon pun sama hal nya. Mereka hanya bisa saling terdiam, hingga Jaebum mampu menguasai keadaan dan tersenyum canggung.

“Kau sudah berdiri lama disini??”

Siwon masih terdiam.

“Masuklah, sepertinya ada yang ingin kau bicarakan”

Jaebum meninggalkan Siwon yang masih betah berdiri disana, oh.. jika Jaebum tau, sebenarnya Siwon saat ini sedang gugup, mungkin dulu ia berani berhadapan dengan Jaebum karena merasa bahwa Jaebum bisa sewaktu-waktu merebut Kyuhyun darinya. Tapi tidak kali ini, karena nyatanya pemikirannya tak pernah benar adanya. Jaebum berdeham hingga Siwon pun akhirnya berjalan perlahan memasuki ruangan Jaebum. Tak lupa ia menutup kembali pintunya dan duduk di sofa.

Jaebum pun masih terdiam, tak tau harus apa yang dilakukannya. Ia lebih memilih melihat Siwon yang selalu sinis kepadanya, bukan seperti ini yang terasa sangat canggung bagi keduanya.

“Eum.. apa kau mau minum sesuatu??”

Siwon yang sedari tadi menunduk kini hanya menggeleng, menghembuskan nafasnya. Ia pun mulai menegakkan kembali tubuhnya.

“Terima kasih..”

Mwo??”

Siwon berdeham kecil, ia mengatur volume suaranya dan juga detak jantungnya. Ini bukan mengenai seperti saat ia mengajak kencan Kyuhyun, tapi lebih tepatnya ia sangat malu dengan apa yang dilakukannya selama ini pada sosok di hadapannya. Sosok yang berjasa tapi justru ia malah membencinya.

“Mengenai aku dan Kyuhyun..”

“Kau mengetahuinya??”

Siwon mengangguk, “Jika bukan Hankyung Hyung yang mengatakannya, aku pikir tak ada satupun orang yang akan mau mengungkapkan kebenaran ini, mengapa??”

Jaebum tersenyum. “Menurutku, melihat kalian berdua bahagia, sudah sangat cukup”

“Tapi aku selalu salah paham denganmu..”

“Tak apa Siwon, aku merasa kau sangat mencintai dan melindungi Kyuhyun, jika dengan salah paham kau bisa selalu protektif pada Kyuhyun. Tak masalah bagiku..”

“Aku tetap akan menjaga protektif Kyuhyun tanpa harus selalu berperang dingin denganmu..”

Jaebum tertawa renyah, menghasilkan tatapan bingung dari Siwon.

“Sungguh.. kau memang orang yang tepat bagi Kyuhyun Hyung..”

Siwon merasakan kelegaan dihatinya. Ternyata ucapan Kyuhyun benar, Jaebum orang yang sangat baik.

“Tentu.. sebelumnya aku berterima kasih, karena memori cintamu. Hingga membuatku menjadi seperti ini..”

Jaebum menggeleng, “Tidak Siwon. Cintamu murni dari pembentukan emosi yang sama seperti manusia pada umumnya. Mungkin benar karena memori ku, tapi sedikit banyaknya kau lah yang membentuknya sendiri..”

“Begitukah??”

Jaebum mengangguk bersemangat.

“Aku berpikir semua orang hanya menghiburku dengan mengatakan bahwa cintaku ini adalah hasil pengembangan emosi, tapi mendengarnya langsung darimu… aku yakin cintaku ini memang murni aku yang telah mengembangkannya..”

Mereka berdua tersenyum, hanya ada keheningan kini..

“Sudahlah lupakan yang telah terjadi” ia mengulurkan tangan kanannya. Siwon sempat ragu walau tetap menyambutnya.

“Mulai saat ini kita berteman..”

“Dan selamanya akan selalu berteman baik” lanjut Siwon.

Mereka berdua saling memberikan senyuman, hingga Jaebum teringat sesuatu.

Ia berjalan menuju mejanya, membuka laci dan mengambil sebuah kartu undangan. Melirik Siwon sembari tersenyum. Kembali berjalan menujunya, menyerahkan kartu itu di hadapan Siwon.

“Apa ini??”

“Untukmu dan Kyuhyun”

Siwon mengambil dan segera membukanya, tertera nama Byun Jaebum dan Im Yoona sebagai pertanda yang akan menjalani tunangan.

“Kalian…”

“Heum.. datanglah, jangan sampai telat”

“Woooww progres yang terbilang cepat..”

“Memangnya aku itu kau.. segeralah lamar Kyuhyun Hyung, kalian tak ingin tinggal bersama dalam suatu ikatan pasti??”

“Aku hanya sedang mencari waktu yang tepat”

“Kapan?? Sampai Kyu Hyung hamil??” Jaebum tertawa dan diikuti Siwon.

Seakan lelucon itu tak pernah bisa jadi nyata, lagi pula mau berapa kalipun Siwon melakukannya dengan Kyuhyun, bukankah tak akan membuahkan hasil?? Tapi bagi Siwon bisa bersama dengan Kyuhyun adalah impian besar baginya, jikapun kenyataan Kyuhyun tak bisa memberikan keturunan baginya bukanlah hal yang jadi masalah besar. Lagi pula, apakah ia bisa membuat anaknya kelak mengerti bahwa dirinya dan Kyuhyun bukanlah manusia seutuhnya. Biarkan seperti ini, tapi mereka sudah sangat bahagia.

“Kau melamun Siwon??”

“Tidak..” ia memegang kartu itu dan berdiri.

“Aku pasti akan datang bersama Kyuhyun.. sebelumnya selamat..”

“Terima kasih..”

“Baiklah, aku harus segera kembali ke ruanganku, siapa tau jika aku berlama-lama mungkin terkena SP” sindirnya.

Jaebum tertawa, “Kau menyindirku??”

“Aku hanya mentaati peraturan, direktur..”

“Yak!!!”

Siwon berlari menuju pintu dengan tertawa lepas. Jaebum kini bahagia, dapat berteman dengan Siwon adalah keinginannya sejak dulu, kini semua menjadi kenyataan.

“Sangat lega kini…”

Ia pun bergegas keluar ruangan dan menuju ruang rapat. Sepertinya ia harus minta maaf karena sudah terlambat, bahkan sangat terlambat.

.

.

Kyuhyun mengeringkan rambutnya, ia melirik di atas nakas dekat ranjangnya dimana kini sebuah undangan menyita perhatiannya. Pemuda manis itu mengambilnya dan berteriak seketika.

IGE MWOYA…?!!!”

***TBC***

Note:

Terima kasih kepada yang selalu setia hadir bersama kami…

kepada semua para wks yang membaca ff kami bahkan meninggalkan jejaknya di ff ini… terima kasih banyak,, kami meluangkan waktu dan pikiran untuk membuatnya menjadi sebuah cerita yang semoga kalian bisa terima, dan kalian menghargainya dengan sebuah review adalah suatu kebahagiaan untuk kami berdua…

-MissHan & MissLee-