Posted in BL, Drama, Family, wonkyu

?!!!

Cast : Siwon, Kyuhyun

Genre: Family, drama

Rate : ?

.

.

“Pernikahan bukanlah hal yang main-main kau tentu tahu hal itu.”

“Ya, dan aku sudah memikirkan nya baik-baik. Aku ingin membawa hubungan kami pada ikatan yang serius.”

“Termasuk bagaimana konsekuensi nya?”

“Ya.”

“Kalau kau ingin tau aku berada pada pihak siapa, sesungguhnya aku berada pada pihak ayah mu.” Ucap pria yang berstatus sebagai CEO google itu. “Aku masih belum bisa menerima kenyataan kalau kau menjalin hubungan terlarang dengan nya. Tapi sebagai seorang sahabat bukan kapasitas ku untuk menentukan pada siapa kau harus memilih pasangan hidup. Karena masa depan mu kau sendirilah yang menentukan.” Pria berusia 40th itupun kembali meminum kopi hitam di hadapan nya.

Siwon. Masih terdiam mendengar segala perkataan sahabatnya itu. Sahabat yang sudah ia anggap sebagai kakak sendiri bagi nya.

“Saat kalian memutuskan untuk menikah, ku harap kalian bisa melewati masa sulit bersama. Termasuk bagaimana dunia memandang kalian. Dunia yang terkadang kejam. Oya satu hal lagi, mesti terlihat sebagai orang yang kuat tapi ku rasa dalam hal ini, Kyuhyun lah yang paling mendapat tekanan. Dia akan terus-terusan merasa bersalah karena sudah membuat mu sebagai pendosa. Jadi kau harus bisa melindungi nya dari segala intimidasi baik itu dari fans maupun dari keluarga mu. ”

“Hyung.”

“Aku, Siwan, dan Jorg akan tetap menjadi sahabat mu apapun kondisinya. Kami pasti akan hadir dipernikahan kalian.”

Rasa haru seketika menyeruak dalam diri Siwon. Ingin menangis rasanya. Siwon pun memeluk sahabatnya itu dan berkali-kali mengucapkan terimakasih. Siwon seakan mendapat dukungan moril lagi dari para sahabatnya. Mengingat bagaimana keluarganya menentang keinginan nya untuk menikah dengan seseorang yang telah mengisi hati nya selama 8th ini. Namun, keputusan Siwon telah final. Ia akan tetap menikahi kekasihnya itu. Sekalipun ia harus menerima bayaran yang mahal, yaitu dicoret dari daftar pewaris keluarga Choi. Semua aset-aset nya telah dicabut sehari setelah ia mengungkapkan pada orangtua nya kalau ia akan menikah dengan Cho Kyuhyun.

“Jadi kapan kalian akan menikah?”

“Musim gugur tahun ini hyung. Tidak akan ada perayaan yang besar. Kami ingin melangsungkan pernikahan yang tertutup di Nowon.”

“Baiklah aku akan memberitahu yang lain setelah ini.”

“Ne.. terimakasih hyung.”

“Ya.” Ucap Mr. Kim sambil mengusap-usap punggung Siwon. “Oya nampak nya aku harus pergi karena aku ada janji dengan Ginnie, dia minta diajak jalan-jalan. Sampaikan salam ku pada Kyuhyun. ”

“Ne.. salam juga untuk Gennie, hyung.”

“Dia pasti patah hati saat tahu paman tampan nya akan menikah.”

“Hahaa.. kau bisa saja hyung.”

“Dia adalah fans berat mu. Hah..baiklah, sampai bertemu lagi kawan.” Mr. Kim pun kemudiam pergi meninggalkan Siwon di cafe yang terletak di Seoul itu.

Setelah Mr. Kim pergi Siwon pun membuka iphone nya lalu menuliskan sebuah pesan untuk seseorang yang sudah membuatnya menggila.

“Saranghae Choi Kyuhyun.”

Siwon pun mengirim pesan itu dengan senyum bahagia di wajahnya. Dia membayangkan wajah kekasihnya yang akan merona sekaligus mengumpat ketika membaca pesan darinya. Tak berapa lama kemudian benda berlogo apple itu pun bergetar namun bukan nama kekasihnya yang tertera pada layar itu.

“Oppa?”

“Ne.”

“Oppa baik-baik saja?”

“Ya, aku baik-baik saja.”

“Syukurlah. Aku senang mendengarnya.”

“Kau sendiri bagaimana?”

“Mmm.. ”

“Heii.. ada apa?”

“Semuanya terasa berbeda sekarang.” Jiwon. Gadis cantik bermarga Choi itu berusaha menahan air matanya.

“,,,,”

“Appa dan umma baru saja bertengkar.” Ucap Jiwon sambil menyeka air mata nya yang berkhianat. “Tidak ada lagi senyum hangat dari keduanya. A-aku benci keadaan ini oppa. Aku m-merindukkan keluarga kita yang dulu. Berkumpul bersama.”

Sementara Siwon, dia pun berusaha mengatasi rasa sesak di dadanya saat mendengar perkataan adiknya itu.

“Maaf.” Hanya itu yang bisa Siwon ucapkan.

“Oppa.. ”

“Semua ini memang salah ku, tapi aku akan tetap pada pilihan ku. Maaf, hanya itu yang bisa ku katakan. Dan meski keadaan kita telah berbeda bagi ku kau tetaplah adik ku. Aku akan selalu menyayangi mu Jiwon.”

“Aku juga menyanyangi mu oppa.”

“Jangan menangis lagi. Semua pasti akan baik-baik saja.”

“Ne..”

Ya, Siwon benar apapun yang terjadi mereka berdua tetaplah saudara. Ikatan darah yang tidak akan pernah terputus sekalipun nama Siwon telah dicoret dari daftar keluarga Choi.

Setelah sambungan telepon itu berakhir, Siwon pun bergegas menuju ke mobil nya. Ada suatu hal yang harus ia lakukan.

Dan disinilah ia sekarang. Berdiri di depan sebuah rumah yang tak terlalu besar. Siwon berusaha mengatur detak jantung nya agar kembali stabil. Begitu dirasa sudah tenang, iapun menekan bel rumah tersebut.

Ting tong

Ting tong

“Ya sebentar.” Terdengar suara yang sangat familiar bagi Siwon. Dan begitu pintu itu terbuka Siwon pun langsung menampilkan senyum terbaiknya. “Ya ampun Siwon.”

“Aku merindukan umma.” Siwon pun kemudian memeluk wanita paruh baya itu.

“Umma juga merindukkan mu nak.” Ucap wanita itu sambil mengusap-usap punggung Siwon. “Ayo masuk.”

“Oya appa ada?”

“Sedang di ruangan baca nya. Nanti umma panggilkan. Kau mau minum apa?”

“Apa saja terserah umma.”

“Baiklah tunggu disini sebentar.”

Begitu wanita yang dihormati nya itu pergi, Siwon bukan nya duduk justru ia memusatkan perhatian nya pada figura besar yang terdapat di ruang tengah keluarga itu. Ntahlah dia selalu suka memandangi potret keluarga bahagia yang tercetak disana.

“Siwon?”

“Appa.”

“Sudah lama?”

“Aku baru saja sampai.” Mereka berdua pun duduk di ruang keluarga.

“Kau datang kesini pasti ada hal penting yang ingin kau sampaikan, benarkan?”

“Ya. Begitulah.” Ucap Siwon sambil menggaruk tengguk nya meski tak gatal.

Umma Cho pun datang dengan membawa minuman. Setelah itu, dia pun ikut bergabung.

“Jadi apa yang ingin kau sampaikan nak?”

“Mengenai pernikahan. A-aku… ” Siwon terdiam, mencari kata-kata yang bisa mewakili isi hatinya.

“Ya?”

“Banyak hal yang terjadi akhir-akhir ini. Dan itu sangat mengganggu pikiran ku sampai aku berpikir, bagaimana aku bisa melindungi Kyuhyun jika keadaan nya seperti ini terus. Aku tidak ingin dia menderita karena intimidasi dari keluarga ku. Aku tidak bisa membiarkan nya terlalu lama. Jadi… jadi aku telah memutuskan untuk mengakhiri semuanya. Pernikahan yang seharusnya musim gugur ini, aku tidak bisa mewujudkan nya.”

Suasana pun menjadi hening. Baik appa maupun umma Cho masih berusaha memahami keputusan yang diambil oleh kekasih anak mereka.

“Jika memang itu keputusan yang terbaik, kami akan terima. Kau tentu banyak berkorban selama ini demi Kyunie jadi jika pada akhirnya kalian tidak bersama dalam ikatan pernikahan ku harap kalian bisa tetap bisa menjadi sahabat yang… ”

“A-ahh bu-bukan itu maksud ku.” Siwon pun buru-buru memotong ucapan appa Cho agar keadaan tidak menjadi rumit. “Aku akan tetap menikah dengan Kyuhyun tapi bukan musim gugur ini, a-aku ingin menikahinya bulan depan.”

“APA!!”

Semuanya pun melihat ke arah sumber suara. Disana seorang namja manis berdiri dengan wajah penuh keterkejutan.

“K-kyuhyun.”

Namja cantik itupun menghampiri kekasihnya itu. “Kau sudah gila Choi Siwon.”

“Aku gila karena mu, baby.”

“Hah, pernikahan itu bukan hal yang main-main hyung. Bulan depan, bahkan kita belum menyiapkan apapun.”

“Kau hanya perlu menyiapkan diri saja Kyu. Untuk keperluan pernikahan hyung yang urus. Kau tidak perlu memikirkan apapun. Kalau kita segeta menikah, aku lebih mudah untuk melindungi mu. Mr. Kim, Siwan, dan Jorg akan datang juga ke pernikahan kita.”

“Tapi… ”

“Apa kau tidak ingin menikah dengan ku?”

“Tentu saja aku mau hyung.”

“Jadi, ayo kita menikah bulan depan.”

Kyuhyun pun melirik ke arah oramg tua nya. Dan mereka pun membalas dengan senyuman sebagai tanda mengIYAkan.

“Ya, aku mau.” Ucap Kyuhyun dengan wajah merona. Siwon pun seketika memeluk calon istrinya itu.

Kisah cinta kedua nya memasuki tahapan baru. Mengikat janji suci untuk hidup bersama dalam suka maupun duka.

Dengan ini kalian telah sah sebagai suami istri”

Kalimat sakral itupun terucap sebagai suatu tanda jika kedua nya kini telah resmi sebagai pasangan hidup yang sah tepat pada tanggal 05 Juli.

“Kyu?”

“Hm..”

“Bagaimana perasaan mu?”

“Kau sendiri bagaimana?”

Kedua nya kini berada di atas tempat tidur sambil menghadap ke langit-langit kamar mereka. Pernikahan yang berlangsung tertutup itu telah usai 4jam yang lalu.

“Aku rasa, aku menyesal dengan semua ini.”

Mendengar hal itu, Kyuhyun pun langsung menghadap ke arah suami nya itu.

“Aku menyesal kenapa tidak menikahi mu dari dulu. Heheee..”

“Menyebalkan.” Ucap kyuhyun sambil mecubit pinggang suami dan sukses membuat Siwon mengaduh.

“Aku serius Kyu. Selama kita menjalin hubungan baru kali aku merasa sangat tenang sekaligus bahagia karena aku bisa memiliki mu sepenuhnya. Sebelumnya aku selalu takut kau akan pergi meninggalkan ku.”

Kyuhyun kembali menatap tajam ke arah suaminya. “Jadi kau meragukan ku?”

“Kau kan kadang susah ditebak Kyu. Siapa tau di luar sana kau menemukan laki-laki yang lebih baik dari ku.”

Kyuhyun sukses memberikan cubitan lagi pada pinggang suaminya.

“Kau senang sekali mencubitku. Ini bisa dikatakan kekerasan dalam rumah tangga.”

“Terserah. Sudahlah aku mau tidur.” Kyuhyun pun menarik selimut hingga menutupi lehernya. Lalu iapun memejamkan matanya.

Suasana pun hening selama beberapa saat, sampai akhirnya Siwon membuka suara. “Kyu?”

“…”

“Baby?”

“…”

“Aku minta maaf atas pernikahan ini.” Ucap Siwon dengan sedih.

Kyuhyun pun membuka matanya lalu menatap suaminya dengan tatapan tak mengerti.

“Maaf karena aku hanya bisa memberikan mu pernikahan yang sederhana, bahkan hanya dihadiri beberapa orang saja. Pernikahan yang bagi orang lain mungkin dianggap lelucon dan tak pantas. Pernikahan yang seharusnya dihadiri oleh… ” ucapan Siwon pun terhenti.

“Hyung.” Kyuhyun pun menggenggam jemari suaminya itu dengan lembut. “Pernikahan bukan soal berapa banyak orang yang datang, bukan juga soal kemewahan tetapi tentang sebuah kebahagian yang terjadi sekali seumur hidup. Kita bersama-sama mengikat janji suci dihadapan Tuhan meski kita adalah seorang pendosa. Sekalipu yang kita lakukan adalah sebuah kesalahan, bagi ku tak mengapa berada dalam kesalahan ini seumur hidup. Ini adalah kesalahan terindah yang pernah ku lakukan. Kesalahan yang membuatku bahagia dan kau adalah sumber kebahagian ku.” Ucap Kyuhyun sambil membawa jemari Siwon ke wajahnya.

“Kyu.” Suara Siwon pun terdengar parau karena menahan tangis haru.

“Saranghae Choi Siwon.”

Dan penyatuan itu pun terjadi. Siwon membawa istrinya itu dalam ciuman penyaluran kebahagian. Ciuman yang awal lembut berubah menjadi lebih panas, hingga tanpa disadari posisi Siwon kini tepat berada di atas tubuh istrinya itu. Wajah Kyuhyun begitu menggoda bagi Siwon. Sampai akhirnya…

“Kyu, bolehkah?”

Dengan wajah merona, Kyuhyun memberikan sebuah anggukan. Dan dengan sekejap Siwon pun kembali melumat bibir sintal istrinya itu sementara tangan nya sibuk membuka satu persatu kancing piyama istrinya.

.

.

“Daddyyyyy.”

“Daddyyyyyyy!!”

“…..”

“Daddy bangun!!”

“Eunghh”

“Daddy bangun!!” Nampak nya bocah bertubuh gempal itu pantang menyerah. Sampai sebuah ide muncul dibenaknya. Di arahkan nya pandangan nya pada kaki ayah nya itu. “Hihi..” tawanya geli. “Catu, duaaa, tiga!!”

“AWWW!!” Suara teriakan kesakitan pun terdengar. Siwon seketika mengusap bagian yang sakit di kakinya itu. Heii, meski hanya satu bulu kaki rasanya sangat menyakitkan bila dicabut paksa bukan?

“Daddy ci, cuo bangunin ndak bangun-bangun.”

“Itu karena daddy kecapean membersihkan kasur yang kau ompoli.”

“Calah daddy cendili klitikin Cuo.”

“Hah, kau ini.” Ucap Siwon sambil memencet hidung putranya. “Berhasil menangkap dragonfly nya?”

“Cuo dapat 4 daddy.” Ucap Suho dengan bangga.

“Ohya? Sini daddy lihat.”

“Cudah Cuo lepacin daddy.”

“Ne?”

“Kacian daddy, mereka pacti nangic picah dari mommy dan daddy mereka. Kata grandfa kita ndak boyeh jadi oyang jahat daddy.”

Siwon pun tak kuasa menahan senyum nya. Anaknya tumbuh menjadi pribadi yang baik. “Ya, kita memang tidak boleh jadi orang jahat.” Ucap Siwon sambil merapihkan topi putih yang dikenakan putranya itu. “Nah, ayo pulang. Mommy juga pasti mencari kita.”

“Beli ec cleam dulu daddy.”

“Iya kita ke supermarket beli es cream.”

Pemburuan dragonfly itu pun berakhir, mereka pulang dengan menaiki sepeda masing-masing.

I7.00PM

Seorang namja manis tengah asyik berkutat pada adonan tepungnya sambil bersenandung. Jika dilihat dari bahan-bahan nya dia akan membuat pancake. Tiba-tiba saja gerakan nya terhenti saat sebuah tangan melingkar di pinggang nya dari belakang.

“Hyung, aku sedang buat cake.”

Siwon justru semakin mengeratkan pelukan nya. “Kyu, ayo kita menikah lagi.”

Kyuhyun pun seketika melepaskan pelukkan suaminya itu dan menatapnya tajam. “Apa otak mu tertinggal saat mencari dragonfly tadi!!”

“Tentu saja tidak, baby.”

“Menikah lagi? Kau pikir pernikahan kita ini suatu hal yang main-main?!”

“Dengarkan aku dulu Kyu. Saat di taman tadi tiba-tiba saja kenangan itu muncul, jadi aku berpikir tidak ada salahnya kita menikah lagi karena kali ini kondisi nya telah berbeda. Kita tidak perlu mengucap janji suci lagi, hanya melalukan resepsi.”

Belum sempat Kyuhyun menjawab sebuah suara telah mendahuluinya. “Kami setuju dengan ide Siwon.”

“Appa, umma!!” Kyuhyun pun terkejut saat melihat siapa yang datang.

“Kita akan mengadakan pesta pernikahan yang besar. Appa akan mengundang semua rekan bisnis appa dan memperkenalkan mu pada mereka. Appa yakin mereka pasti iri karena tidak memiliki menantu seperti mu.”

“A-appa tapi…

“Kami juga ingin merasakan berada dimoment paling berharga dalam hidup kalian. Meski terlambat, paling tidak saat kalian membuka foto-foto pernikahan ada wajah kami disana.” Ucap umma sambil mengenggam jemari menantu nya itu. Tatapan umma Choi pun penuh harap.

Kyuhyun. Namja manis itu tak mampu berkata-kata, air mata nya justru mengalir tanpa bisa ia cegah.

“Hei, jangan menangis.” Ucap umma Choi sambil menghapus air mata menantunya. “Kalau kau memang tak mau, juga tidak apa-apa sayangg.”

“A-aku mau umma. Aku mau.” Ya, air mata Kyuhyun bukan lah air mata kesedihan. Ia justru menangis haru.

Umma Choi pun memeluk kyuhyun erat. ” terimakasih, nak.”

Tiba-tiba…

“Grandfaa… grandmoooooo!!” Bocah bertubuh gempal itu berlari ke arah kakek nya.

“Cucu grandfa sudah wangi.” Ucap appa Choi sambil menggendong cucunya itu.

“Cuo mandi cendiri grandfa.”

“Cucu grandfa memang pintar.”

“Tentu caja.” Ucap nya bangga. Lalu, “mommy kenapa nangic?”

“Mommy nangis karena rindu padamu, babysu.” Siwon mengacak-acak rambut putranya yang tersisir rapih ke arah kiri.

“Cini Cuo peluk.” Appa Choi pun mendekat Suho pada Kyuhyun. Moment yang akhirnya mengundang tawa.

“Umma jadi tidak sabar mengadakan pesta pernikahan kalian. Dan melihat cucu kesayangan umma ini memakai tuxedo. Pasti sangat menggemaskan.” Umma Choi pun mencubit pipi cucu nya itu.

“Pelnikahan itu apa, grandmo?”

“Ne?”

*sekian*

#kaburrrrr

Advertisements
Posted in BL, Family, Fluffy, wonkyu

“?!!” 

Cast    : Siwon, Kyuhyun,  Joonmyeon

Genre : Family

***WonKyu***



Choi Kyuhyun masih begitu fokus pada layar laptopnya. Membaca setiap kata yang tertera disana, lalu mengganti setiap kata yang dianggapnya rancu. Sesekali ia pun membenarkan letak kacamata nya yang agak turun dan meregangkan otot-otot lehernya. Tiga jam berkutat pada layar datar itu, nyata nya memang membuat kepalanya terasa berdenyut. Tapi mau bagaimana lagi, ia harus segera menyelesaikan tugas akhirnya agar segera mendapatkan gelar profesor. Ya, meski telah menikah dan memiliki seorang anak tapi Kyuhyun tetap peduli dengan pendidikan nya. Dan tidak ada kata terlambat dalam kamus nya jika mengenai menuntut ilmu.

“Mii.. mii…”

Tiba- Tiba terdengar suara dari arah tempat tidur. Dan Kyuhyun pun seketika menghentikan aktivitas nya lalu tersenyum ke arah sumber suara. Disana, bayi berusia 13 bulan tengah terduduk sambil mengusap-usap matanya.

“Anak mommy sudah bangun, hm.” Kyuhyun pun mengecup pipi bulat putranya. “Tidur mu begitu pulas.”

“Mii.. mii..”

“Hmm?”

“Cu..cuu.” ucap bayi menggemaskan itu dengan bibir yang mengerucut.

“Apa? Mommy tidak dengar?” Tanya Kyuhyun dengan nada jail. Ya, dia hanya iseng ingin mengerjai Choi Joonmyeon. Putranya yang masih bayi.

“Cu.. cuuu..” Kembali bocah berumur 13 bulan itu mengucapkan nya dengan bibir yang mengerucut.

Melihat ekspresi menggemaskan putranya itu semakin membuat Kyuhyun ingin mengerjai nya. Ia berpura-pura seolah-olah tak mengerti apa yang diucapkan anaknya itu. Padahal dalam hati, ia tertawa senang. Haha..

“Apa?” Tanya Kyuhyun lagi sambil menahan tawa.

“Hiks.. Mii.. mii, hiks cu.. cuu.” Dan kali ini bocah bertubuh gempal itu pun menangis hingga hidungnya yang hanya sebesar ceri itu pun memerah.

Dan Kyuhyun selaku Sang Ibu justru tak kuasa menahan tawanya. Rasa penat di kepalanya telah menguar hanya karena melihat ekspresi putranya.

“Hahaa.. Iya  mommy hanya bercanda.” Ucap Kyuhyun sambil membaringkan putranya. Kemudian iapun membuka kancing kemeja nya lalu mengarahkan puting nya pada anak nya. Tangisan Suho pun mereda dan hanya menyisakan isakan. “Maafkan mommy, ne?” Kyuhyun pun mencium kepala putranya. “Kau pasti hauskan? Minum yang banyak agar kau tetap sehat.” Ucap Kyuhyun sambil memainkan tangan Suho.

Drrrtt.. drrrrtttt… 

Salah satu tangan Kyuhyun pun berusaha mengambil smartphone nya yang berada tidak jauh dari nya. Begitu melihat nama yang tertera disana, ia pun segera mengangkatnya.

“Kalian sedang apa?”

“Kau mengganggu nya hyung.”

“Hmm?”

“Myeoni baru bangun tidur dan sedang menyusu.” Kyuhyun pun mengarahkan layarnya agar anaknya itu terlihat.

“Ahh, maaf. Tapi hyung sangat merindukan kalian.”

“Cepat pulang dan main bersama Myeoni.”

Sementara itu Choi Joonmyeon masih asyik mengisap puting ibu nya. Meski mata nya ikut melihat ke arah smartphone Kyuhyun.

“Ne, hyung akan pulang cepat. Heii.. Babysu, apa kau merindukan daddy?”

Kali ini bayi menggemaskan itu melepaskan puting ibunya. Lalu, “Dii.. dii.” ucap nya sambil tersenyum ke arah layar kemudian tanpa diduga dia ikut menggenggam benda persegi panjang itu lalu mencium layar nya. Dan setelahnya ia kembali melanjutkan menyusu pada ibunya.

Meninggalkan Siwon yang tertawa gemas disebrang sana.

“Nampak nya anak mu sedang merajuk hyung. Karena kau akhir-akhir ini kau jarang bermain dengan nya.”

“Hahh, pekerjaan kali ini memang telah menyita waktu ku. Maaf jika hyung jadi kurang memperhatikan kalian.”

“Kau tetap suami dan ayah yang terbaik.”

Tiba-tiba…

“Sajangnim rapat akan segera dimulai.” Sekretaris Siwon datang memanggilnya.

“Baby, kita lanjut lagi nanti.”

“Ne.”

“Aku menyanyangi kalian. Muachh..”

Dan akhirnya sambungan video call itu pun berakhir.

“Heii, Choi Joonmyeon kau tidak boleh merajuk pada daddy mu ne? Dia adalah ayah yang hebat. Kau tahu, dia pula lah orang pertama yang menyayangi mu.” Kyuhyun pun mengecup tangan putranya yang sedari tadi bermain di pipi bulat ibunya. “Kalau bukan karena daddy mu, mungkin kita tidak akan pernah seperti sekarang.” Pikiran Kyuhyun kembali terlempar pada masa itu. Postpatrum depression. Rasa sedih dan bersalah seketika menjalar dihati nya.

“Mii.. miii..” ucap bocah gempal itu setelah melepaskan puting ibu nya.

“Hmm, sudah kenyang?”

“Dii.. diii..”

“Ya, daddy mu sedang bekerja. Kau merindukan nya ya?”

“Dii.. diii..”

“Sambil menunggu daddy mu pulang, kita bermain saja.” Kyuhyun kembali mengancingkan kemeja nya lalu ia menggendong putranya.

Setelah sampai di lantai bawah, Kyuhyun langsung menghidupkan dvd player yang menampilkan konser Super Junior. Ya, Kyuhyun punya kebiasaan memutar ulang konser-konser Super Junior yang menurutnya sangat menyenangkan. Dan beruntung nya Suho, sangat menyukai lagu-lagu Super Junior.

“Nah, kau disini dulu sebentar. Mommy akan mengambilkan cemilan untuk mu.” Ucap Kyuhyun sambil meletakkan bayi yang satu bulan lalu genap berusia 1 tahun itu di depan layar datar berukuran 32 inc.

Dan Choi Joonmyeon begitu ditinggal ibu nya, ia langsung berdiri dan menggerakkan tangan dan kaki nya dengan antusias mengikuti irama musik yang terdapat di layar datar itu. Tawa bahagia pun tergambar di wajah nya.

Gukk… gukkk… 

Tiba-tiba hewan berbulu coklat tebal itu menghampiri Suho sambil menggerakkan – gerakkan ekor nya.

Gukk.. gukk.. 

“Dii.. dii..” ucap Suho antusias dan seolah-olah ingin menunjukkan pada hewan berjenis Golden Retriver itu jika daddy nya ada di layar datar itu.

Lagu “Doremi” terus mengalun diruang itu dengan Suho yang tetap semangat ikut menari-nari dengan gerakkan bayi nya. Menggemaskan.

Dan Kyuhyun tak kuasa menahan senyum nya saat melihat tingkah anak semata wayang nya itu.

“Mii.. mii..” ucap Suho saat menyadari ibu nya telah kembali. Tawa bahagia tetap menghiasi wajah nya. “Mii.. mii.”

“Ya?”

“Dii.. diii..” kali ini Suho berjalan mendekati layar datar itu dan menepuk-nepuk benda tersebut setiap kali wajah daddy nya terlihat dengan jelas.

“Ya, itu daddy mu. Choi Siw___ hahaaa…” tawa Kyuhyun pun seketika pecah saat melihat anaknya itu mencium layar datar itu berkali-kali. Ya, disana Choi Siwon, sedang melakukan talking kepada para fans Super Junior.

“Dii.. dii.” Panggil Suho dengan senang kemudian kembali mencium benda itu.

Kyuhyun benar-benar dibuat gemas dengan tingkah putra nya . “Nampak nya kau benar-benar merindukan daddy mu.” Ucap Kyuhyun sambil mencium pipi bulat putranya.

.

.

.

Waktu telah menunjukan pukul 23.00 saat Siwon sampai di rumah. Rasa bersalah kembali menghinggapi hati nya. Bagaimana tidak, padahal dia sudah berjanji akan pulang cepat agar bisa bermain bersama putra nya tapi nyatanya hampir tengah malam dia baru sampai rumah. Begitu sampai kamar, dilihatnya Kyuhyun yang tengah tertidur sambil menyusui putranya yang juga sudah terlelap namun tidak melepas puting ibu nya. Nampaknya mereka berdua sama-sama ketiduran.

“Badan kalian bisa sakit jika tidur sepeti ini sepanjang malam.” Kemudian Siwon dengan hati-hati memindahkan Suho ke keranjang bayi nya, “maafkan daddy yang tidak menepati janji ne? Daddy menyayangi mu, nak.” Siwon pun mencium kening putranya. Setelah itu Siwon pun kembali ke tempat tidurnya untuk membenarkan posisi tidur Kyuhyun dan mengancingkan piyama istrinya itu. “Kau pasti lelah, baby?” Ucap Siwon sambil merapihkan rambut Kyuhyun yang berantakan. “Mimpi indah, ne.” Kemudian ia pun mencium kening istrinya itu dengan sangat lembut.

Setelah itu Siwon pun bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.

Ketika waktu telah menunjukan pukul 01.00, Choi Siwon belum juga tertidur. Masih ada hal yang harus ia kerjakan. Ya, disinilah ia sekarang. Di depan laptop berlogo apple. Dengan sangat teliti dia membaca setiap kata yang tertera disana dan merapihkan nya. Sebagai seorang suami hanya ini yang bisa Siwon lakukan untuk membantu istrinya itu. Merapihkan teknik penulisan pada karya ilmiah istrinya. Saat sedang fokus mengetik tiba-tiba saja sepasang tangan melingkar di lehernya dari arah belakang.

“Kenapa hyung tidak membangunkan ku?”

Siwon pun membalikkan tubuhnya dan menghadap istrinya. “Kau sudah tahu jawaban nya baby.” Seulas senyum menghias wajah tampan nya.

“Huhh, menyebalkan.” Ucap Kyuhyun kemudian mencubit pinggang suami nya.

“Auwww.”

“Rasakan.”

“Sorry.” Nada bicara Siwon tiba-tiba menjadi serius.

“Hmm?”

“Maaf, karena aku tidak bisa menepati janji ku untuk pulang cepat agar bisa menghabiskan waktu bersama kalian. Aku merasa buruk akan hal itu, s-sungguh a-ku meny___ hmmffh..

Kyuhyun pun seketika mencium bibir suaminya itu. Hanya ciuman singkat.

“Jangan pernah mengatakan hal seperti itu hyung. Bagi ku dan Myeoni, kau adalah kebanggaan kami. Aku sangat mencintaimu hyung.”

“Aku juga mencintaimu, baby.” Dan kembali ciuman itu pun terjadi namun kali ini lebih dalam.

Setelah hampir 5 menit berlalu penyatuan mereka pun terlepas. Dengan napas yang masih memburu karena pasokan oksigen yang menipis, diusapnya wajah Kyuhyun yang sudah merona dan juga berkeringat. Dan hal itu semakin membuat Siwon menginginkan lebih.

“Baby, aku merindukan mu.” Ucap Siwon setengah berbisik ke telinga istrinya. “Bolehkah?” Lanjutnya dengan nada seductive. Dan senyum bahagia pun seketika berkembang di wajah tampan nya saat sebuah anggukan ia dapatkan dari istri cantik nya itu. Ahh, mari kita tinggalkan mereka..

***end*** 



Hahaaa…

Choi Kyuhyun yang semakin manis setelah melahirkan.

Dan Choi Siwon yang tampan nya make formalin.

Choi Joonmyeon ^^

Posted in BL, Family, wonkyu

“????”

“????”

Cast  : Siwon, Kyuhyun

Genre : Family

Rate  : T
***WonKyu***


“Eunghh” suara erangan pun mengalun dari bibir plum seorang namja berwajah manis. Mata nya yang sejak tadi terpejam mulai terbuka, menyesuaikan dengan bias cahaya. Dengan sedikit malas, ia pun berusaha menggapai telepon genggam nya demi memastikan suatu hal. Swing~~~

Posted in BL, Family, wonkyu

Family chap 10(??)

image

Cast : Siwon, Kyuhyun

Rate : T

**wonkyu***

” daddyyyyyyyy” teriak bocah berpipi bulat sambil berlari menghampiri daddy’y yang baru saja datang.

” heyy boy belajar apa tadi?” Tanya namja tampan itu sambil memencet hidung mungil putranya yang saat ini sudah berada dalam gendongannya.

” cuo ambal cupemen.” Swing~~~