Posted in BL, Drama, Family, Romance, wonkyu, WonKyu Story

Tentang Kamu – part 30

Tentang Kamu – part 30

Autor : Cat meonks

Cats : Cho Kyuhyun, choi Siwon dll

BL,Yaoi Mpreg

Warning : Typo berserakan dan bahasa kurang jelas

Cerita gaje tapi hasil karya sendiri

Ini pasti membosankan tapi jangan lupa tinggalkan komentar

Kiss kiss

.

.

.

.

 

“Hassing!!!”

Hari ini cukup dingin dan membuat tuan muda yang sedang hamil ini harus mengalami bersin-bersin.  Tiba-tiba dia merasakan hangat menjalar dalam tubuhnya. Sebuah tangan kekar memeluk perut buncitnya dan dada bidang itu menempel di punggungnya. Dia tersenyum walau lengannya menyikut perut pria di belakangnya.

 

“ Yah!!”

 

“ Kenapa mengejutkanku?”

 

Siwon menaruh dagu di pundak istrinya, “ Tapi aku merasa kau senang bukan terkejut.”bisiknya.

 

“ Jinjja?’ kembali lengan itu menyikut perut Siwon. “ Jangan percaya diri. Tumben kau pulang cepat?’ Siwon mengusap peut Kyuhyun dengan lembut sambil menghirup aroma tubuh Kyuhyun yang memabukan.

 

“ Hanya merindukanmu dan dia.” Siwon menunjuk perut Kyuhyun.  Kyuhyun meletakan telapak tanganya di atas tangan Siwon lalu menatap langit sore yang begitu indah hari itu. “Entah kenapa kau mampu membuatku jatuh cinta di setiap harinya?’ Kyuhyun melepas pelukan Siwon lalu berdiri menghadap suaminya dengan wajah merah, “ Tapi kau juga setiap saat membuatku khawatir dengan polah dan  tingkahmu.” Kyuhyun memplout bibirnya. Siwon mendekatkan bibirnya dan memberikan ciuman lembut di bibir plum itu. Kyuhyun yang memejemakan mata menikamti ciuman suaminya berlahan  terbuka ketika suaminya melepaskan bibirnya.

 

“ Karna itu jangan membuatku kesal. Apalagi mengabaikanku.” Siwon hanya tersenyum sambil menarik tubuh itu dalam dekapannya. Walau tak sepenuhnya terpeluk karna terhalang oleh perut buncit istrinya.

 

“ Iya aku mengerti, tuanku. Hamba akan siap melayani.”goda Siwon. Kyuhyun hanya memukul punggung Siwon sambil tersenyum.

 

*******

 

Kyuhyun  menaruh tas belanjaan di tangan kanannya sambil meneliti apa ada yang kurang atau tidak. Dia ingin mengembalikan baju yang dia beli di butik kakaknya. Dia juga tak lupa bonnya.  Pria cantik itu memang usil bila menyangkut kakaknya.

 

“Kyuhyun-ssi.”sapa salah satu pelayan. “ Ada yang bisa saya bantu.”

 

“Dimana Nunna?”

 

“Sanjangnim sedang melayani pembeli.”

 

“ Padahal aku sudah memilih ukuran besar tapi tetap saja tak nyaman. Tolong besarkan ya! Ahh—apa ada tamu spesial?” tanyanya penasaran.

 

“ Oh—iya. Dia Han Tae ssun. Penyanyi dan aktor terkenal. Ahh—dia juga ramah sekali.” Pelayan wanita itu kegirangan dan Kyuhyun hanya melirik dengan pandangan penasaran.

 

“ Oh—jadi benar dia mengunakan rancangan nunna. Debbak!! Wanita itu ada kemajuan.” Kyuhyun melihat ponselnya. “ Berikan aku susu coklat.”

 

“Baik Kyuhyun-ssi.” Pelayan itu pun pergi meninggalkan Kyuhyun yang asik beramin game di ponselnya.  Segelas susu coklat tersaji dengan satu potong kue. Kyuhyun masih terus bermain tanpa memperdulikan ada yang sedang menatapnya.

 

“ Oh—kau juga suka membeli baju disini?’ Kyuhyun mendongakkan wajahnya sambil berpikir. “ Kau melupakanku?’ tanya pria tampan itu.

 

“ Ani. Aniya. Aku hanya sedikit terkejut kau mengingatku.”

 

“Bagaimana bisa aku melupakan wajah manis dan imut sepertimu?” wajah Kyuhyun berubah masam.  “ Apa yang kau lakukan sini?’

 

“ Oh—bajuku sedikit tak muatt. Ahh—padahal aku sudah memilih ukuran terbesar. “keluh Kyuhyun.  Tae Ssun pun duduk di depanya. “ Jadi benar kau sering membeli baju sini.”  Dia mengangguk.  “ Wahh—debbak!! Bagaimana nunna bisa berkembang sepesat ini.’gumamanya.

 

“ Huh? Kau bicara apa?’

 

Kyuhyun hanya tertawa, “ Ani.’jawabnya singkat lalu menengguk susu coklat yang baru saja di antar pelayan.

 

Tae ssun tersenyum kecil memperiksa jadwalnya. Ketika dia ingin bicara. “ Yah!! Apa yang kau lakukan disini?’sentak Kibum tanpa melihat pria di hadapana adiknya.

 

“ Apa kau tidak bisa membuat ukuran baju yang lebih besar? Huh? Itu sesak dan tak nyaman di perutku.” Jawab Kyuhyun dengan nada tinggi.

 

“ Itu salahmu sendiri bagaimana kau bisa memiliki tubuh begitu gembul.”

 

“ Yah!!” Kyuhyun langsung berdiri sambil berteriak.  “ Aku ini sedang hamil bukan gemuk. Kau tak bisa membuat baju dengan ukuran yang lebih besar.”

 

“ Brisik!! Aku membuat baju untuk orang tampil mempesona bukan untuk membuat baju extra besarmu.”

 

“ Mwo? Yah!! Coba kau ulangi kata-katamu. Bagimana kau bisa memuasakan eplangganmu kalau kau saja tak bisa menerima kritik.”

 

“ Aku tak butuh kritik darimu mulut besar.”

 

“Yahh!!! Kau—“

 

“Chamanayo!! “ semua menatap Tae ssun. “ Kalian benar-benar gila. Apa kalian benar bersaudara?’’  Kibum dan Kyuhyun  terdiam menatap Tae Ssun. “Sebenarnya apa yang ada di pikiran mereka?” batin Tae Ssun.

 

******

 

 

“ Wah—aku tak tahu kalau kau adik Cho Kibum. Aku sudah lama menyukai desain bajunya.” Tae ssun menatap Kyuhyun .

 

“ Yah!! Siapa yang ingin memiliki  kakak seperti itu. Suka sekali mengoda suamiku. Bahkan Siwon memaksaku membeli baju di sana. Menyebalkan!!” omelnya.

 

Mereka kini duduk berdua di kafe yang cukup sepi.  Segelas kopi dan semangku es krim vanilla terhias di depan meja.

 

“ kau memiliki napsu makan yang tinggi?”

 

Kyuhyun terseyum malu, “ Iya. Sejak aku hamil pola makanku semakin rakus.”

 

Tae ssun terdiam. “ hamil?’ tanya tak percaya. Kyuhyun mengangguk lalu memasukan es krim dalam mulutnya. “ Jadi kau sudah hamil?’

 

Kyuhyun tertawa. “ Hum…sejak kita kembali lagi. Ahh—syukurlah…” Kyuhyun menunduk malu.

 

“ Kembali?”

 

“ Oh—Ne. Kita baru saja rujuk. Hemmm—hehehe.” Kyuhyun tersenyum bahagia ketika membayangkan itu.

 

“ Wae? Ahh—maksudku kenapa kalian bisa berpisah?”

 

“Oh—Hemm Hanya karna kesalah pahaman aku sempat ingin berpisah dengan suamiku. Tapi dia mengajakku kembali. Walau sebenarnya keluargaku sempat tak  merestuinya .Teutama nunnaku.. Untung saja aku hamil. Hahahahah…” ceritanya. Tae ssun tertawa tipis lalu kembali memasang wajah dingin. “ Kenapa kau tiba-tiba mengajakku keluar untuk makan? Apa kau menyukai nunnaku?’ tebak Kyuhyun.

 

“ Huh?’

 

Kyuhyun memukul Tae ssun. “ Yah!! Kenapa kau jadi linglung? Tak apa. Lagi pula walau dia terlihat galak tapi hatinya lembut.”goda Kyuhyun.

 

“Bisakah kita bertemu lagi?”

 

“ Huh?’ Tae ssun tersenyum lebar membuat Kyuhyun binggung menjawab. “ Keurumyo. “

 

“ Gomawo.” Mereka saling melepar senyuman.

 

******

 

Kyuhyun membuka-buka majalah yang baru di belinya. Terlihat beberapa gambar Tae ssun muncul di berbagai iklan.  Dia tersenyum bangga melihat rancangan baju kakaknya di pakai oleh artis yang sedang naik daun.

 

“ Sedang apa?’ Kyuhyun langsung menutup majalahnya dan melepar ke meja.

 

“ kau sudah pulang.”senyuman merekah terpampang di wajah Kyuhyun. Dia berdiri dan memeluk suaminya. “ kau sudah makan?’

 

“ Belum. Kau?’ Kyuhyun mengelengkan kepala. “ wae?”

 

“ Ingin menunggu ayah pulang.” Jawabnya manja.

 

“ Kalau begitu tunggu sebentar. Aku mandi dan ganti baju lalu kita makan.” Kyuhyun mengangguk patuh lalu melepaskan pelukan suaminya dan kembali duduk di sofa. Siwon melirik sekilas drama yang di lihat istrinya lalu segera naik ke atas.

 

Tak lama Siwon turun dengan baju santai. Pria berlesung pipi itu menghampiri istrinya yang sedang asik melihat drama. “ Kita makan sekarang?”

 

“ Oh—“Kyuhyun langsung mematikan Tvnya dan mengulurkan tanganya. Siwon yang tanggap langsung mengendong istrinya menunju meja makan. “ Wonnie—“

 

“ Hum?” Siwon menatap istrinya.

 

“ Kau tahu bila artis han Tae Ssun menyukai nunnaku?’ Siwon menurunkannya dan menarik kursi untuk Kyuhyun.

 

“Entahlah!! Wae? Tumben kau perduli.”

 

“ Yah!! Bagaimana pun dia kakak kandungku.”jawabnya.

 

Siwon menaruh daging di piring Kyuhyun,  “ Oh—ya apa kau baru membeli jam tangan baru?”

 

“Oh—ani. Itu hanya sebuah hadiah.”

 

“ Hadiah?’ Kyuhyun mengangguk “Dari?”

 

“Chingu.” Kyuhyun tersenyum lebar.  “ Ahh—atau bisa jadi akan jadi kakak ipar. Waah—debbak!!”girangnya. Siwon menatap Kyuhyun dengan wajah penuh curiga namun pria manis itu begitu santai.

 

****

 

“Debbak!! Bagaimana dia bisa memberikanya ini untukmu? Bukan ini mahal.”tanya Changmin sambil melihat jam tangan merk Ulyse Nardin buatan swiss. “ Siwon tahu?” Kyuhyun mengangguk.

 

“Wahh—selain tampan dia juga baik. Usianya tak jauh beda dengan kita. Dia artis yang sedang naik daun bukan. “sambung Lee Hyukjae.

 

“ Dia menyukai Nunna-ku.”

 

“Mwo?’ mereka berdua terkejut dengan ucapan Kyuhyun.

 

“Ahh—syukurlah.”dia mengangkat tangan di atas. “ Ini adalah kado untuk jalan pintas. Walau sedkit berlebihan.’’kata Kyuhyun.

 

“ Pria ini cukup royal. Tapi apa kau nyakin hanya itu? Maksudku itu jam mahal.”curiga Changmin.

 

“ Wae?”tanya Kyuhyun.

 

“ Jangan-jangan dia menyukaimu?”cetus Hyukjae spontasn.

 

Changmin mengambil tipasnya dan memukulkan di kepala Hyukjae, “ Yah!! Kau gila?” teriak Changmin.

 

Kyuhyun hanya terdiam. “ Apa yang salah? Itu hanya pemikiranku saja. Apa ada seseorang dengan mudah melepas barang mewah bila dia—aahh mian.”  Hyukjae langsung mengkunci bibirnya.

 

“ Bukan semua sudah tahu bila aku istri Choi Siwon? Bahkan aku mengandung anaknya.” Ucap Kyuhyun.

 

Hyukjae dan Changmin hanya saling menatap. Lalu membuang muka. Kyuhyun hanya memainkan jam tangannya.

 

*****

 

Kyuhyun berjalan dengan malas. Ia tak percaya diri dengan baju kekecilan ini. Bagaimna bisa dia naik sampai 4 Kg sejak hamil. Bajunya tak muat untuk perut buncitnya.  Dia duduk di sebelah ibunya sambil bersandar manja di bahunya. Sebenarnya dia tak suka melihat cara fasion seperti ini. Lebih menarik bermain game di kamar dengan beberapa cemilan ahh—ani tapi banyak cemilan. Kyuhyun memainkan ponselnya tanpa berniat melihat semua rancangan kakaknya. Hingga akhir acara dia tak tahu apa saja yang terjadi.  Jadi percumah dia datang.

 

“Cepat bangun.”sentak ibunya. Kyuhyun pun bangun dan bertepuk tangan menyambut kakaknya di atas panggung dengan seikat bunga besar yang di berikan Tae ssun sebagai model utama pria. Kyuhyun kembali duduk lagi dan menghela nafas.

 

Semua bersorak gembira dengan segelas anggur di tangan mereka kecuali Kyuhyun. Dia hanya memplout bibirnya karna di hadapanya hanya ada jus jeruk dan segelas susu. Dia bukan anak tujuh belas tahun.

 

“ Umma—“rengeknya.

 

“ Tak bisakahkah kau berhenti merengek. Nunnamu sedang bahagia dan kau merengek terus. Kau ingin buat malu dan ribut.”sentak kecil Heachul.

 

“Tapi umma—semua—“

 

“ Kau sedang hamil sayang. Apa kau gila? Siwon bisa membunuh ibumu ini. Diam dan nikmati apa yang ada.”sentak ibunya lagi.

 

Kyuhyun memplout bibirnya dan mengacak-acak makannya. Aroma anggur merah kesukaanya membuatnya jadi gila. Dia ingin memecahkan semua gelas tamu tapi pandangan ibunya menakutkan.

 

“ Waeyo?’ tanya Tae ssun yang tiba-tiba menghampirinya.

 

“ Ani. Hanya sedang sedang kesal.”jawab Kyuhyun sambil melahap dagingnya.

 

Tae ssun tersenyum kecil. “ Bagimana kalau kita jalan-jalan sebentar? Aku tahu yang sedang tak enak hati.”

 

“Baiklah!! Daripada berlama disini akan membuatku ingin membunuh orang.” Kyuhyun berdiri dan mengambil tas punggungnya. Ibunya sempat melihatnya berdiri tapi langsung kembali bicara dengan clien suminya yang di undang dalam pertunjuan itu.

 

Kyuhyun berjalan dengan menghentak-hentakkan kaki.  Tae Ssun hanya tersenyum kecil melihat polah Kyuhyun dengan perut yang mulai membuncit.  Kyuhyun tiba-tiba berlari menuju penjual gula kapas.

 

“Ayo kita makan ini.” Kyuhyun menatap Tae Ssun.

 

“ Apa kau anak kecil?” Kyuhyun memplout bibirnya. “ Tolong satu saja.” Kyuhyun tersenyum ketika penjual itu memberikan satu gula kapas. Tae Ssun tersenyum dan membayarnya. Kyuhyun sudah berjalan dahulu sambil menikmatinya.

 

Kyuhyun berhenti dan menoleh kebelakang, “ Yah—palliwa—“ Tae Ssun tersenyum lalu berlari kecil. “ kau lambat seperti siput.’ Ejeknya. Tae Suun gemas dan mengacak rambut Kyuhyun. “ Yah—jangan seenaknya mengacak-acak rambutku.”omel Kyuhyun.  Tae Ssun tertawa. Kyuhyun hanya memplout bibirnya lalu melihat ponselnya.

 

“ Siapa?’ tanya Tae Ssun.

 

“ Oh—suamiku. Dia tanya apa aku akan pulang untuk makan malam atau tidak.” Jawabnya.

 

“Oh—“ wajah Tae ssun berubah menjadi masam. “ Kajja.”

 

*****

 

Kyuhyun merebahkan tubuhnya di ranjang. Siwon yang baru keluar dari kamar mandi melihat beberapa kantung belanjaan di dekat meja rias.

 

“ Tadi kau kemana?” Siwon duduk di tepi ranjang.  Kyuhyun kembali membuka matanya dan melihat ke arah Siwon. “ Kau kabur dari acara dan tak bisa di hubungi.”

 

Kyuhyun tertawa lalu kembali duduk dan menatap suaminya. “ Aku hanya bosan lalu jalan-jalan sebentar dengan Tae Ssun.” Jawabnya.

 

“ Bila kau bosan bukan harusnya kau pulang.”

 

“ Aku masih belum ingin pulang. “ jawabnya.

 

“ Kyunnie—“

 

“ Wae? Kenapa hanya jalan-jalan saja aku salah. Aku bosan disana. Mereka bicara ini itu dan tak bisa aku mengerti. Dia mengajakku belanja untuk menghilangkan bosanku dan kau tahu Wonnie—semua itu gratis. Dia membayarnya.” Kyuhyun tersenyum bangga.

 

“ kau kekurangan uang?’

 

“ Ani. Tapi itu menyenangkan. Dia berbeda dengan Changmin dan Hyukjae yang pelit. Bahkan dia mentraktirku makan.” Kyuhyun kembali merebahkan tubuhnya. “ Ternyata tak semua artis itu sombong dan pelit. Dia cukup baik dan sopan.” Kyuhyun menarik selimutnya sebatas dada.

 

Siwon menghela nafas lalu merebahkan tubuhnya, “ Entah kenapa aku tak suka.”keluh Siwon.

 

“ kau selalu tak suka pada siapa pun.” Kyuhyun menoleh dan mereka saling bertukar pandang.

 

“ Dia terlihat tak sedap di lihat. Kau tahu bukan aku lebih tampan daripada dia?”

 

“  Apa Kau cemburu?”

 

“ A—aku tidak cemburu.’

 

“ Jadi kau tak cemburu?”

 

“Siapa yang perduli dengan artis bodoh itu?’

 

“Oh—kaulah yang memulainya.” Kyuhyun kembali berdiri dan menatap tajam. “ Jangan-jangan kau masih menyukai Nunna-ku?’ hardik Kyuhyun.

 

Siwon pun ikut bangun. “ Apa hubunganya? Aku cemburu padamu kenapa jadi menyangkutkan dengan Kibum?” sentak Siwon.

 

“ Bukan kau bilang tak cemburu tadi?”

 

Siwon menghela nafas, “ Aku hanya takut—takut kehilanganmu. Apa aku salah?” aku tidak perduli bila dia mencintai Kibum atau yang lain yang paling aku takutkan adalah dia menyukaimu—“

 

“ Yah!!” Kyuhyun mengambil guling lalu memukulkan pada Siwon. “ kau seperti Hyukjae saja. Dia tampan dan kaya untuk apa melirik pria hamil. Sudah!! Cepat tidur. Besok kau akan menyalahkanku ketika bangun kesiangan.” Kyuhyun kembali tidur namun membungkungi suaminya.  Siwon hanya menghela nafas lalu mengambil remot dan mematikan lampunya. “ Woonie—“

 

“ Hemm—“

 

Siwon membalik tubuhnya dan memeluk  Siwon.”Dasar bodoh!!” umpatnya. Siwon memiringkan tubuhnya lalu membals pelukan istrinya sambil tersenyum.

 

*******

 

 

Siwon seperti orang gila ketika menghadapi istrinya. Dia sudah mengurangi kadar emosinya untuk menjaga kesehatan mental istri dan calon anaknya namun terlihat Kyuhyun terus membuatnya mendidih dengan bertemu pria itu hampir setiap hari. Bahkan ketika dia memperiksakan kandungan atau senam hamil Tae Ssunlah yang mengantarkannya.  Dia itu suaminya bukan pria itu. Seharian ini dia sibuk dengan rapat dan pulang melihat tumpukan tas belanjaan terlihat di sudut sofa kamarnya.

 

“ Darimana kau dapat barang-barang itu?”tanya Siwon dengan nada tinggi.

 

“ Waeyo? “ Kyuhyun dengan cuek  duduk di ranjang dan merapikan  bantalnya.  Kyuhyun baru selesai mengosok giginya dan ingin beranjak tidur. Siwon lagi-lagi pulang malam dan tak menemaninya makan.  Dia tak lagi protes atau mengeluh karna itu adalah pekerjaan suaminya. Tae Ssun selalu menasehatinya agar tak terlalu manja dan bersikap lebih mandiri.

 

“Choi Kyuhyun darimana kau dapat barang-barang ini?” ucapanya semakin keras dan terkesan kasar.

 

“ Yah!! Kenapa kau membentakku. Aku tak menghabiskan uangmu. Itu hadiah. Diamlah aku lelah dan ingin tidur. Seharian ini aku keliling mall.”omelnya.

 

“ Kau bertemu lagi dengan Tae ssun ?”

 

“ Ne. Waeyo?”  jawab Kyuhyun.

 

“ Sudah aku beri tahu beberapa kali jangan menemui pria itu lagi tapi kau tak mengindahkan ucapanku. Apa kau pikir aku sedang mendongeng?”

 

“  Molla.  Apa salah aku memiliki teman? Dia mengerti aku—bahkan dia tahu kakiku lelah dan memijatnya tanpa aku memintanya. Aku hanya ingin memilik teman yang bisa memahamiku tanpa mengeluh kekuranganku. Apa salah? Kau juga tak pernah perduli padaku. Setiap hari pulang malam. Bahkan makan malam kau lebih suka dengan laptopmu daripada aku. Apa pernah aku protes atau mengeluh?”

 

“Chingu? Kau pikir dia berpikir itu? kau bodoh atau pura-pura bodoh. Kenapa seorang bisa dengan mudah menghambur-hamburkan uangnya hanya untuk Chingu?Kenapa kau jadi berubah menjadi pengemis dan meminta barang-barang  itu dari orang lain? Apa kau sudah tak memilik harga diri? Kau pikir aku tak bisa membelikanya? Aku bisa membelinya dua kali lipat dari apa yang dia berikan padamu.”

 

“ Mwo? Pengemis ? Tak punya harga diri.’

 

“ Ya… Kau mirip pengemis. Aku sudah peringatkan berulang kali padamu untuk tak menemuinya tapi kau semakin gemar mengemis barang padanya. Apa tak cukup kau memilki aku? Aku sudah bekerja siang malam untuk bisa mencukupi apa keinginanmu.”

 

“ Cukup!! Aku tak bisa sesabar ini!!” Kyuhyun berdiri dan menghapus air matanya. “ Apa lagi? Cepat katakan!! Apa lagi yang ingin kau umpatkan padaku. Tak punya pendidikan, pengemis tak punya harga diri. Yah!! Kau pikir kau siapa? Huh?” Kyuhyun menghampus air matanya lalu mengambil ponsel lalu pergi keluar.  “ Aku muak dengan semua ini. “dia membanting daun pintu itu.

 

Siwon melepas dasinya dengan kasar lalu duduk di tepi ranjang dengan wajah kesal. Dia melepar apa pun di sampingnya. Dia meraih ponsel dari kantung celananya.

 

“Cari tahu siapa Han Tae ssun.”perintah Siwon. Dia menutup teleponya lalu melepar ponselnya di ranjang dan merebahkan tubuhnya. Dia menghela nafas kasar. Dia memejamkan mata menikmati hening kamarnya. Bagaimana pun dia terlalu kasar pada istrinya?

 

Kyuhyun berjalan cepat meninggalkan rumah tanpa perduli berbagai pertanyaan dari pengawal atau pelayan di rumahnya. Dia hanya memeluk ponselnya dengan air mata yang tiada hentinya mengalir deras.  Dia merasa lelah dan jongkok di tepi jalan. Dia melihat sekeliling namun tak ada tanda-tanda seseorang membuntitinya.  Dia semakin menangis terseguk-seguk sambil bersimpuh memukul-mukul dadanya yang sakit.

*****

 

 

Siwon berjalan menuruni tangga dan mencari keberadaan istrinya. Semua pelayan menatapnya dengan takut tapi tak ada satu pun yang bicara. Siwon berjalan menuju dapur dan mengambil sekeleng minuman soda dan menatap salah satu pelayan.

 

“Dikamar mana sitriku?’tanya dengan santai sambil membuka kaleng minumannya.

 

Semua saling memandang satu sama lain. “ Dia berlari keluar tuan muda.” Jawab takut salah satu pelayan.

 

Siwon langsung menjatuhkan kaleng minumananya sambil berlari keluar.  Bodoh!! Seharusnya dia tahu istrinya tak mungkin hanya pergi untuk berpindah kamar saja.  Dia mencari di sekitar rumahnya sampai ke ujung jalan raya namun belum terlihat tanda-tandanya.  Dia kembali ke rumahnya dan menghubungi seseorang.

 

“ Cepat cari tahu dimana istriku!!”  dia meremas ponselnya lalu segera masuk dan mengambil mobil.

 

******

 

“ Silahkan. Masih panas, tiuplah sebelum kau meminumnya.”

 

Kyuhyun menerima gelas berisi susu coklat.” Gomawoyo.”jawabnya.

 

Kyuhyun hanya terdiam dengan gelas coklat di tangannya. Dia sudah berhenti menangis sejak tadi namun belum bicara sama sekali. Tae Ssun masih setia menunggunya dalam diam. Kyuhyun menghela nafas lalu menghapus butiran air mata yang tiba-tiba mengalir.

 

“ Mianhae—“

 

“Untuk?’

 

“Malam-malam aku menganggumu. Entah kenapa pertama kali aku pikirkan adalah namamu. Mianhae—“

 

“ Kau melakukan yang benar.”  Kyuhyun kembali diam. “ Wae? Kau tak ingin cerita—“ Kyuhyun menatap Tae Ssun. “ Bukan maksudku ingin ikut campur tapi—apa kau baik-baik saja?“

 

“Tae Ssun-sii”

 

“ Hum!! Wae?’

 

“ Apa aku salah mencintainya?’

 

“ Ani. Karna itu kau menikah dengannya. Wae? Apa dia tak mencintaimu?”

 

Kyuhyun mengelengkan kepala,” Mungkin aku pernah beberapa kali menyukai seseorang tapi baru dengannya aku merendahkan harga diriku—“ Kyuhyun menundukan kepala.” Aku sadar dia pria hebat yang mempunyai segalanya. Tampan,mapan dan baik. Tak sedikit yang menyukainya dan dia memilihku. “

 

“ Lalu—“

 

Kyuhyun menghapus air matanya yang tiba-tiba mengalir,”  Tapi akhir-akhir ini dia sering berkata kasar dan mengumpatku. Bahkan dia tak pernah menyusulku ketika aku kabur. Apa dia sudah mencintaiku lagi? Apa dia bosan dengan keegoisanku? Tae ssun-sii apa aku harus pulang sekarang?”

 

“ Yah!! Kyuhyun-sii!!”

 

“Pabbo!! Harusnya aku tak kabur tadi. Bagaimana bila yang kau bilang benar? Bila Siwon memiliki seseorang yang dia cintai selain aku. Bahkan ketika anak pertama kita belum lahir.”

 

“ Jangan jadi lemah. Kau pria kuat. Bila terus kau tunjukan ketergantunganmu dengan pria itu—kau sendiri yang akan sakit. Dia akan menginjakmu semakin kuat. “

 

“ Tapi—perasaanku?“

 

“ Dia hanya takut harga diri terluka karna ada pria lain yang bisa membelikan sesuatu yang berharga untukmu.”

 

”akuu sangat menyukainya. Mungkin karna itu dia bisa berbuat semaunya. Aku pernah bilang padanya untuk datang dan pergi sesuka hatinya karna aku akan tetap disini menunggunya. Dia menamparku jadi ku pikir dia benar-benar menyukaiku.”

 

“ Apa kau gila ketika mengkatakan itu?”

 

“ Aku tahu. Ini sangat sulit ketika harus menyembunyikan perasaanmu yang sebenarnya. Waktu aku terlepar dalam kegelapan dia selalu saja meraih tanganku dan memberikan kehangatkan yang tak pernah aku banyangkan. Kemudian, sejak ketika itu aku berpikir untuk menyerahkan semua cintaku padanya. Sekarang, bila di dunia ini tanpa apa aku bisa benar-benar hidup. Karna selama aku mencoba aku tak bisa. Aku selalu ingin bertemu dengannya.” Kyuhyun menatap Tae Ssun dengan mata berkaca-kaca.” Bahkan aku pernah memamerkan tubuhku ketika dia ingin membatalkan pernikahan kita. Tapi dia tak menyentuhku.” Kyuhyun tersenyum kecil ketika mengingat kebodohannya.

 

“ Pasti kau sudah gila.”

 

“Iya.”

 

“ Lalu kenapa kau tak lepaskan tergantungan itu?’

 

“ Aku tak bisa.” Kyuhyun menundukan kepala.

 

“ Karna itu dia akan dengan mudah menginjakmu. Orang tuaku juga seperti itu. Umma terlalu mencintai appa hingga dia membiarkan memiliki banyak wanita simpanan.” Tae Ssun terlihat kesal menceritakannya. “ Dia wanita bodoh.’ Kyuhyun menatapnya.  “Karna itu appa  dengan mudah mempermainkannya. Kembali ketika dia ingin dan pergi ketika dia tak ingin.”

 

“ Tae Ssun-sii mianhae—“

 

“ Aku sudah terbiasa. Semua orang tahu. Walau appa bilang putranya satu-satunya hanyalah aku tapi percumah bila tetap saja dia menyakiti umma.”

 

“ Tapi aku belum terbiasa dengan sifatnya yang seperti itu.”

 

“Berusahalah untuk terbiasa atau pergi untuk melepaskannya dan menjadi manusia pintar.”

 

Kyuhyun hanya terdiam tanpa bisa menjawabnya. Tak lama suara bel berbunyi.

 

“ Aku nyakin itu suamimu.”  Kyuhyun masih membeku. Tae Ssun berdiri menuju pintu dan membukaannya. Tanpa bicara pria berlesung pipi itu masuk. Siwon hanya menghela nafas lalu mengambil ponsel istrinya dan membopongnya. Kyuhyun tak berani menatap wajah Siwon  ketika pria itu mendudukkan di kursi mobil. Siwon melepas baju hangatnya dan mengenakan di bahu Kyuhyun.

 

Mobil hitam itu berhenti di depan rumah mereka.Kyuhyun masih terdiam ketika Siwon membukaan pintunya.  Siwon kembali membopongnya . Semua pelayan menunduk hormat ketika mereka datang.

 

“ Buatkan coklat panas  antarkan ke atas.’ Ucapnya sambil berlalu meninggalkan mereka. Siwon menurunkan Kyuhyun di tepi ranjang dan melepas mantelnya. “ Mulai sekarang jangan pergi ke mana pun tanpa seizinku.”sentak Siwon.  Pria itu keluar dengan membating pintunya. Kyuhyun hanya terdiam dengan memeluk perutnya.

 

Tak lama bibi Kim datang dengan segelas susu hangat. Kyuhyun tersenyum ketika bibi Kim menyapanya. “ Minumlah selagi hangat.” Tawar Bibi Kim. “ Anda tidak apa-apa? Bagaimana keadaan bayi Anda?’

 

“Genchana.”

 

“Ahh—syukurlah!! Jangan terlalu sering bertengkar atau marah dengan tuan muda itu tidak baik untuk perkembangan kandungan Anda.”

 

“ Arra.Gomawo—“

 

“Saya permisi dulu.” Kyuhyun mengangguk lalu kembali merebahkan tubuhnya. Dia memejamkankan dan berusaha untuk tertidur.  Dua jam kemudian Siwon kembali ke kamar dan melihat istrinyasudah tertidur pulas. Dia mendesah keras lalu duduk di tepi ranjang sambil membelai wajah istrinya.

 

********

 

Tae Ssun duduk terdiam di kamar mandi hotel tempat dia mengadakan jumpa pres dengan pengemar untuk mempromosikan sebuah produk. Dia mengigil sambil merogoh saku celanannya.  Dia menelan pil itu bulat-bulat lalu menyandarkan tubuhnya di dinding sambil menadahkan wajahanya ke atas. Dia mengigit bibirnya sambil menelan ludah untuk menghilangkan rasa kering di tengoroannya. Nafasnya mulai teratur dan dia segera berdiri sebelum ada seseorang yang masuk dan mempergokinya. Dia mencuci tangannya dan menatap wajahnya di cermin. Tiba-tiba pintu toilte terbuka dan seseorang pria berdiri disampingnya dengan santai sambil mencuci tanganya.  Tae ssun menatap Siwon dengan tajam.

 

“ Yah, Choi Siwon.” Siwon masih santai mencuci tangannya. “ Apa maksudmu menjadi sponsor di acaraku? Apa kau sedang ketakutan?’

 

Siwon tersenyum lalu mengambil sapu tangan di saku celananya, “ Kau pikir aku akan hancur hanya karna hal seperti ini?” tanya balik Siwon sambil membersihkan tangannya.

 

“Oh—ya.” Tae ssun melipat tangannya di dada. “ Lalu—“

 

“ Bermain-mainlah sebentar karna ku juga sedang bosan.” Siwon menatap wajahnya di cermin. “ Tapi kau perlu siapa lawan mainmu.” Dia tersenyum meremehkan.  Tae Ssun tertawa, “ Hai—kau tertawa tapi kenapa wajahmu terlihat ketakutan?’

 

Tae Ssun menghentikan tawanya lalu kembali memasang wajah sinis. “Yah!! Kau pikir hebat. Tak semua bisa kau beli dengan kekuasaanmu.’ Siwon tertawa. “ apa kau pikir aku tak tahu bila kau juga membeli istrimu.”

 

Siwon langsung mengelurkan pistol dari saku jasnya dan menodongkan di depan kepala pria itu dengan wajah sinis, “  Apa kau ingin mati?’ suasana berubah menjadi dingin.

 

“ Mi Cheo seo?”

 

“ Ya.Kau bisa anggap begitu.”  Tae ssun tertawa. “ Jadi jangan pernah dekati dia, jangan pernah menemuinya lagi atau kau akan mati—“ ancammnya.

 

“Kau tak takut bila ada seseorang yang tiba-tiba masuk dan melihat posisi kita—“

 

“ Kau meremahkankku?’ Siwon langsung menyimpan pistolnya kembali dan memasang wajah santai, “ Aku paling membenci seseorang mendekati milikku.” Bisiknya. “ Aku paling membenci limbah yang menghalangi pemandanganku. Kau perlu tahu itu…” Siwon langsung pergi meninggalknya. Tae Ssun menyandarkan tubuhnya di dinding dengan nafas tengeah-enggah. Dia mengepalkan kedua tangannya. Ternyata yang dikatakan appanya benar. Pria itu gila bila menyangkut miliknya.

 

******

 

Kyuhyun terkejut melihat berita yang tersebar marak di di internet. Dia membaca satu-persatu isi artikel yang menyebutkan nama tersebut. Dia terdiam. Pintu terbuka dan dia segera menutup tabletnya dan menatap ke depan.

 

“ Apa kau sudah membaca artikelnya?” Kyuhyun masih terdiam menatap suaminya yang menghampirinya. Siwon melepar tasnya di sofa dan meletakn jasnya di ranjang. Dia duduk di tepi ranjang dekat dengan istrinya lalu memberikan kecupan di keningnya. “ Kenapa diam saja? Apa kau sudah membaca artikelnya?”

 

“ Oh—tumben kau melakuknya dengan lambat.” Kyuhyun dengan santai menjawabnya.  Ini sudah satu minggu lebih setelah kejadian itu.

 

“ Aku hanya memberikan waktu untuknya. Mianhae membuatmu tertekan. “

 

“ Tak apa.”

 

Siwon mengangguk, “ Kita makan malam sekarang.” Kyuhyun terdiam. “ Kyunnie—kau tahu bukan bila aku takut kehilnganmu atau pun anak kita.” Kyuhyun menatap Siwon. “ Karna itu jaga kesehatanmu. Jangan terlalu menekan dirimu. Anak kita akan segera lahir. Jaga kondisimu. Arraseo?”

 

Kyuhyun menggengam tangan Siwon ketika pria itu berdiri dari ranjang. Dia meletakan telapak tangan Siwon di perutnya. “ Dia merindukan ayahnya.” Cicitnya.

 

“ Lalu bagaimana denganmu?’ Siwon tetap membelai perutnya dan menatap istrinya dengan sayut.  “Bagaimana dengan ibunya? Apa dia merindukanku?”  Kyuhyun hanya mendekatkan wajahnya dan mengecup bibir joker itu dengan lembut lalu kembali menyandarkan kepalanya di ranjang. “ Hanya itu—“ Kyuhyun terdiam. “ Ahh—sudahkah. Kita turun sekarang.’ Siwon berdiri meninggalkan Kyuhyun yang masih menunduk.

 

*******

 

Entah kenapa suasana ruang tengah menjadi sedkit tegang dan dingin ketika Siwon dan Kyuhyun turun. Ini pertama kali Kyuhyun turun untuk makan malam sejak kejadian malam itu. Semua pelayan hanya terdiam memperhatian majinkan mereka.  Siwon terus menaruh lauk di piring Kyuhyun tanpa menyetuh makannya sendiri.

 

“ Kenapa kau belum membokar hadiah yang aku berikan?’

 

“ Aku tidak tertarik.”

 

“ Apa itu karna membelianku? Bukan dari artis terkenal.”  Kyuhyun langsung menatap tajam.

 

“ Ani. Aniya. Tapi karna aku tak mau terlihat seperti pengemis saja.” Jawabnya dengan wajah santai.  Siwon menghela nafas sambil menaruh sumpitnya. Napsu makanya menghilang. “ Wae?” Siwon menatap Kyuhyun. “ Apa makan dengan pengemis sepertiku membuat napsu makanmu hilang,tuan?”

 

PYAAARRR!!!

 

Kyuhyun menutup matanya. Siwon langsung berdiri dan meninggalkan meja makan. Kyuhyun seperti orang linglung dengan mata berkaca-kaca.  Dia berusaha tersenyum ketika seorang pelayan mendekat.

 

“ Genchana.” Dia tersenyum namun butiran air mata itu mengalir. “ Ahh—jangan lupa bersihkan pecahan piring itu.” Dia terlihat gugup sampai ketika berdiri dia tak sanggup. “ Genchana—“ dia tersenyum lagi lalu berusaha berjalan.  Sesampainya di kamar dia hanya duduk di tepi ranjang.

 

*****

 

Matanya terlihat hitam dengan kantung mata yang besar. Semalaman Kyuhyun tak tidur dan menunggu Siwon masuk ke dalam kamar namun sampai pagi menjalang pria itu tak terlihat. Dia berusaha duduk dan menyandarkan tubuhnya di punggung ranjang. Dia baru sadar bila tanganya menggenggam sesuatu.

 

“ Cincin ? Bukan ini milik Siwon—“ batinya.

 

Tiba-tiba seorang pelayan masuk dengan membawa nampan berisi makanan. Kyuhyun hanya menatapnya dengan pandangan kosong.

 

“ Permisi nyonya—Tuan Siwon menyuruh saya untuk mengatarkan ini—“

 

Dia melihat ke araja jam dinding. Ini sudah menjelang makan siang pntas saja perutnya terasa lapar.“ Apa aku di kurung lagi?” Pelayan itu terdiam, “ Sudahlah!! Kemana Siwon?”

 

“ Saya tidak tahu. Sejak tadi pagi tuan Siwon sudah berpakaian rapi dan keluar dengan koper.”

 

“ Huh?”

 

“ Tuan Siwon hanya berpesan untuk menjaga Anda.”

 

“Mwo?” Kyuhyun terpaku.

 

“Nyonya—“

 

“ Apa Siwon meninggalkanku?” batinya.

 

TBC

Mian lama ya udah gak up date… hahahaha penulisnya sakit ( curhat dikit—) alhamdulilah masih di kasih kesempatn buat ngelanjut cerita garing ini wkwkkwkw

Selamat membaca!!

 

Ehh SELAMAT HARI RASA IDUL ADHA buat yang merayakannya…

Yuk!! Saling memaafkan!!

Advertisements

Author:

Saya manusia biasa Punya salah dan tak sempurna Saya jatuh cinta dengan Wonkyu Tak perduli banyak yang bilang saya gila Bahkan pacar saya... Saya jatuh cinta dengan mereka ♡♡♡♡

27 thoughts on “Tentang Kamu – part 30

  1. Andwaeee WONdad jangan tinggalin KYUmom 😭😭😭😭
    Kenapa mereka sering banget bertengkar kasian KYUmom lagi hamil tertekan 😢😢😢😢
    Si taesun minim obat apa
    Di tunggu lanjutannya 😉😉

  2. Udh baca dri dlu, tpi baru komen sekarang..mianhae

    Si kyu imut sih, tpi kelakuannya emg bkin darah tinggi sih, gk slah siwon kya gtu tpi emg kata2 siwon berlebihan,.

    Itu ada bbrpa typo sama ada bbrapa kata yg kepotong juga , yg kata “yakin” kamu nulisnya’nyakin’ mulu itu kurng nyaman bacanya.
    Ahh ditunggu lanjutannya.. update soon ya.. thanks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s