Posted in Angst, BL, Romance, Sad, Uncategorized, wonkyu, WonKyu Story

Make A Wish – part 4

Make A Wish – part 4
Autor : Cat meonks
Cats : Cho Kyuhyun, choi Siwon ,Lee Hyukjae dll
BL,Yaoi Mpreg
Warning : Typo berserakan dan bahasa kurang jelas
Cerita gaje tapi hasil karya sendiri
Ini pasti membosankan tapi jangan lupa tinggalkan komentar
Kiss kiss
.
..
.
.

Kyuhyun masih menatap Siwon dengan wajah kesal. Suara gemuruh di luar di abaikan bagai musik menghiasi keheningan mereka.

“ kau akan biarkan dia di luar?” tanya Kyuhyun.

“ Bila dia lelah akan pergi sendiri.”

“ kau begitu buruk memperlakukan wanita terlebih itu tunangannmu. Walau kalian sedang marahan bukan berati kau tak membiarkan dia masuk.”

“ Dia bukan tunangannku.” Kyuhyun terdiam dengan perasaan berkecamuk. “ Dia hanya wanita gila. Aku sudah sering tegasnkan padanya untuk mencari pria lain yang lebih baik dari aku tapi dia masih saja mengejarku. Ketika dia bosan pasti dia akan kembali ke rumahnya. “ Kyuhyun masih membeku. Dia memalingkan wajahnya dan suasana kembali canggung. “ Kami tak pernah memilik hubungan spesial apa pun. Kita hanya teman di masa kecil yang terlalu terobsesi terhadapku itu saja.” Kyuhyun kembali menatap Siwon.

“ Lalu—bagaimana soal ci—ci—ciuman itu?’

Siwon sempat terdiam untuk mencerna ucapan Kyuhyun. “ Oh—itu. Dia selalu melakukan seenaknya. “jawab Siwon. “ Kau melihatnya? Apa karna itu kau pergi?”

“ Ani. Aniya. “batahnya dengan tegas. “Aku tidak datang karna memang akan menemui seseorang.” Kyuhyun mengambil duduk di sofa dan memalingkan wajah karna malu.

Siwon tersenyum tipis lalu duduk di depan Kyuhyun dengan santai. “ Jomalyo?” Kyuhyun membulatkan mata. Siwon tersenyum lagi dengan kedua lesung pipi yang terlihat. Kyuhyun serba salah.

“ Apa sudah selesai? Dan apa wanita di luar itu sudah pergi? Aku harus pulang.’’

“ Mana aku tahu? Kenapa kau tak menginap seperti biasanya. Aku sudah banyak memesan makanan tak mungin aku habiskan sendiri.”

“Itu salahmu dan bukan menjadi urusanku.” Kyuhyun akan berdiri namun langsung di tahan Siwon. “ Wae?” teriaknya.

“ Aku selalu melakukan hal sendiri sejak kecil. Orang tuaku sibuk dengan pekerjaan mereka sendiri. Hari itu adalah ulang tahunku karna itu aku memintamu datang.” Kyuhyun terdiam. “ Aku tak memilik banyak teman karna kesibukanku sendiri.”

“ Bukan bosku adalah temanmu.”

Siwon mengangguk. “ Karna itu aku memintanya untuk melepaskanmu hari itu.” Kyuhyun menunduk bersalah. “ Hari itu aku sudah memesan sup rumput laut dan kue ulang tahun.” Siwon menghela nafas. “ Aku mencarimu di tempat kerja. Aku pikir Changmin tak melepaskanmu. Dia bilang kau sudah pergi dari tiga jam yang lalu. Aku menghubungimu namun tak ada satu pun yang kau angkat. Dua jam kemudian kau matikan ponselmu.”

“Bateraiku habis.”

“ Lalu—sebenarnya kau kemana?’

Kyuhyun mengigit bibirnya. “ Pergi ke suatu tempat yang tak kau ketahui.’”jawabnya.

“ Apa bersama pria yang selalu membuntuimu itu?”

“ Huh?’

“ Apa pria itu begitu penting untukmu? Lalu kenapa kau berlari ketika dia mendekatimu malam itu.”

Kyuhyun terdiam menatap Siwon yang terlihat begitu marah terhadapnya.

“ Siwon-sii.”

“ Hum!!”

Mendengar jawaban dingin Siwon membuat Kyuhyun kembali terdiam. “ Pizzanya akan dingin. Tak bisakah kita makan sekarang.” Kyuhyun tersenyum kecil.

“ Kau makanlah dulu. Aku sudah tak berselera.” Siwon berdiri dan berjalan menuju dapur.

“ Yah!! Bukan kau yang mengajakku makan. Kenapa sekarang kau tak berselera? Kalau begitu—“ ucap Kyu terhenti ketika Siwon menatapnya dengan tajam. “ Berhenti menatapku seperti itu!!”sentak Kyuhyun namun Siwon tak mendenganya. “ Ahh—terserah. Aku pergi.” Kyuhyun mengambil tasnya dan berjalan keluar rumah. Wanita itu masih di depan pintu dengan wajah pucat. Malam ini begitu dingin bagaimana Siwon begitu tega membuatnya berdiri di depan rumahnya. Dia menoleh kebelakang namun Siwon tak mengejarnya. Dia melintasi gadis itu dengan sinis.

*****

“ Ku pikir kau akan menginap di rumahnya?” Hyukjae mengambil piring kotor dan membawanya kebelakang. “ Bukan dia suka sekali memasaksamu untuk menginpa di rumahnya?”

“ Memang siapa dia?’ Kyuhyun mengambil gelas dan menuangkan air lalu menengguknya. “ Wanita itu begitu cantik dan rela menunggunya di luar sampai bibir membiru. Aku nyakin walau dia bukan tunanganya pasti dia sangat mencintainya.”

“ Kau cemburu?”

“ Wae?”

“ Kyuhyun—bila kau sudah tahu bagaimana kondisimu, bukankah kau harus berhenti? Maksudku aku tak ingin kau terluka lagi.”

“Aku terus melihat kebelakang dan terus menyesalinya. “

“ Kyuhyun—“

“Tidak pernah sekali pun aku memikirkan hatiku setelah aku putus dengan Jae Hyun. Aku juga punya mimpi bisa hidup bersama dengan orang yang aku cintai. Menunggu seseorang pulang dan menyiampan makanan untuknya. Dia bisa melakukanya kenapa aku belum bisa? Apa aku masih mengharapkannya?” Hyukjae terdiam menatap sahabatnya. “ Apa aku terlihat bodoh? Ku mohon jangan menertawakanku.” Kyuhyun menunduk lalu berjalan meninggalkan Hyukjae yang masih terdiam. Dia mengambil bulpen dan buku menu.

“ Bahkan suasanya sedih, bagaimana diabilang aku menertawakannya?” gumama Hyukjae lalu pria itu mengikutinya. “ Oh—bukan itu Siwon?’ Kyuhyun langsung menoleh. “ Wah—tumben dia tak menyapamu?”

“ Memang aku siapa harus di sapa olehnya.” Kyuhyun langsung kembali ke belakang dan mengambil kantung sampah dan membuangnya. Dia mengusap wajahnya kasar. Ada perasaaan kesal dalam hatinya namun dia tak tahu apa yang dia rasakan.

“ Kyuhyun-ssi”

“ Ahh—ya Tuhan kau mengejutkanku. Ada apa?’ tanya Kyuhyun.

“ Bos memanggilmu.”jawabnya. Kyuhyun hanya diam beberapa saat sebelum ikut masuk ke dalam lagi.

Changmin melihat sekeliling ketika Siwon tiba-tiba mengajaknya duduk di luar kafe. Dia melihat buku menu dan membacanya.

“ Kau nyakin akan makan disini? Bukan kau sudah anti. Bila kau ingin melihatnya, ajak saja dia keluar. Aku taka akan menahannya.”ucap Changmin dengan serius.

“ Nugu?” Siwon menatap changmin dengan serius.

“ Kau pikir aku tak tahu.”

“ Mana pelayanmu, aku sudah lapar.”

“ sedang aku panggilkan.”jawab Changmin dengan santai. “ Ahh—dan satu lagi. Bila kau jatuh sakit atau apa jangan salahkan aku. Arraseo?’

“Berisik!!’sentak Siwon.

Seseorang datang dan menunduk. “ Ada apa bos memanggilku?’ tanya Kyuhyun. Siwon hanya meliriknya sekilas.

“ Cepat katakan. Kau ingin makan apa?’sentak Changmin.

Kyuhyun meliriknya sekilas lalu mengambil ketas dan pena. “ Bawakan apa pun. Asal bisa dimakan.” Siwon menutup buku menunya dan melipat tangan di dada. Kyuhyun hanya diam di tempat dan menatap Siwon.

‘ Bawakan menu spesial kafe kita hari ini dan juga kopi.”sahut Changmin.

“Baik. Saya permisi.” Kyuhyun berjalan meninggalkan meje itu.

“ Kalian bertengkar?” Siwon hanya diam saja. “ Yah!! Aku sedang bicara denganmu, jadi karna ini kau mengajakku makan? Dasar pria brengsek!!” Changmin melepar ponselnya di meja dengan kesal. Siwon masih terdiam menatap Kyuhyun masuk ke dalam.,

Kyuhyun kembali dengan makanan dan kopi pesanan bosnya. Tak terlihat Changmin disana, padahal dia membawa dua menu.

“ Silahkan dinikmati!!’ Kyuhyun memberikan menata makananya di meja.

“ Kau pikir aku rakus?’ pria itu menatapnya dengan dingin. “ Ini saja belum tentu aku habiskan. Kau memberikanku dua porsi?”

“Joesong-hamnida.” Kyuhyun menundukan kepala. “ Saya pikir tadi sanjamin bersama Anda.” Lanjutnya.

Siwon menaruh ponselnya di meja dengan kasar lalu menatap Kyuhyun. “ kau melihatnya sekarang?’ Kyuhyun menarik nafas lalu kembali mengambil makananyanya, “ Temani aku makan saja.”

“ Huh?”

“ Bila kau menariknya bukan itu sayang akan terbuang. Changmin sedang makan dengan kekasihnya dan—kau bisa mengantiknya.”

“ Joesong-hamnida. Tapi saya sedang bekerja.”

“ Oh—“ Siwon mengambil dompetnya lalu mengelurkan beberapa lembar won dan pergi tanpa bicara apa pun lagi. Kyuhyun hanya menghela nafasa lalu membereskan meja dan dan mengambil uangnya. Hyukjae menatapnya dari jauh dan dia hanya tersenyum kecil.

“ Dia pergi tanpa menyentuhnya lagi—“ tanya Stella. Kyuhyun hanya terdiam. “ kekasihmu sungguh unik.” Kyuhyun pun berlalu tanpa berniat menjawab pertanyaan Stella. “ Yah!!”wanita itu begitu kesal dan berjalan dengan menghentakkan kaki.

Kyuhyun duduk di belakang kafe dengan kesal. Dia menengguk susu kotak untuk makan siangnya. Tenggorokannya teras mati rasa dan sulit menelan apa pun. Dia terlihat kacau. Hyukjae menatap sahabatnya dan memberikan sekeleng minuman bersoda.

“ Minumlah!! Ini masih jam kerja jadi tak mungkin aku memberikanmu soju.” Kyuhyun tersenyum kecil.

“ Gomawo.”

Hyukjae hanya tersenyum lalu dia membuka kaleng miliknya dan menengguknya. “ Dia lebih unik daripada Jae Hyun.” Kyuhyun menatap Hyukjae. “Pria itu terlihat hangat dan menyebalkan. Pria itu tak seperti Jae yang terkesan malu dan lebih terbuka. Sebenarnya kenapa dia bersikap seperti itu?’

“ Dia bertanya padaku. Apa Jae hyun masih berarti untukku?’

“ Lalu—kau menjawab bagaimana?”

Kyuhyun menunduk, “ Aku tidak menjawabnya.”

“ Waeyo? Apa kau—?”

“ Ani. Aku hanya belum siap menjawabnya. Aku takut memberikan harapan pada diriku sendiri karna itu aku kembali memasang benteng besar. Hari itu, dimana aku melihatnya mencium gadis adalah hari ulang tahunya.” Hyukjae menatap Kyuhyun dengan tajam. “ Dia bilang tak punya teman karna itu dia ingin bersamaku.” Kyuhyun menatap sahabatnya dengan senyuman kecil, “ Aku hanya takut terluka untuk kedua kalinya. Cinta pertamaku—meninggalkan luka mendalam. Hyung tahu bukan, dia memutuskanku ketika mereka sudah menikah. Aku tahu benar bila Hye Sun menyukianya sejak kita masih sekolah.” Kyuhyun menghela nafas. “ Sebenarnya aku tahu dia tak bisa hidup tanpa fasilitas orang tuanya sejak dia berusaha kabur demi aku. Tapi aku terus mempercayainya. Kali ini aku takut—takut ketika dia akan meninggalkanku lagi karna itu aku tak menjawabnya. “

“ Mereka dua orang berbeda. Bukan kalian sudah dekat. Tak bisakah kau menilainya.”

Kyuhyun menghela nafas. “ Tapi mereka berasal dari keluarga konglomerat.” Kyuhyun menatap Hyukjae dengan wajah sayut. “ Jadi? Apa bedanya? Aku tetap akan terbuang pada akhirnya. Bukan begitu?’

“ Yah!! Kyuhyun—“

“ Hyung—bukan yang aku katakan itu benar? Mereka hanya menganggap orang miskin adalah mainannya. Ketika dia bosan dan harus kembali kedua nyata lalu akan meninggalkan mainannnya.” Hyukjae tak bisa menjawab. “ Karna itu biarkan aku tetap disini dengan bayangan Jae Hyun dan Siwon—“

“ Lalu kau akan tetap begitu? Bagimana bila Siwon bisa memperjungankanmu?’

Kyuhyun tersenyum, “ Biar waktu yang akan menjawabnya. Aku tak berani mempertaruhkan hatiku lagi. Aku tak ingin terlalu banyak berharap.”

“ Geude—apa kau mencintainya? Huh? Huh?” Kyuhyun langsung menoleh dengan wajah sedikit tegang. “ Tak apa. Kau hanya mengaku denganku.” Kyuhyun memalingkan wajahnya.” Yah!! Bukan aku keluargamu…” Kyuhyun masih terdiam tapi tanpa menatap hyungnya sama sekali.

*****

Jae Hyun melepas mantelnya. Hari ini tubuhnya begitu lelah dan memutuskan untuk pulang ke rumah.Minho terlihat senang dan atusias melihat ayahnya pulang hari ini. Sejak tadi pria kecil itu memberontak tak ingin makan siang karna ingin bermain game dan beruntunglah siang itu ayahnya pulang.

“ Appa—kita makan siang bersama ya?’tawar Minho yang kini duduk di pangkuan ayahnya. Jae Hyun hanya mengangguk dengan senyuman tipis.

Pria itu terlihat segar setelah mandi dan mengunakan baju santai. Minho langsung berlari menghaampirinya. Jarang sekali ayahnya pulang ketika dia masih bangun. Anak kecil itu berulang kali menatap ayahnya dengan senyuman khasnya. Dia begitu manis. Jae pun berulang kali mengusap rambut putranya dan memberikan lauk dimangkuknya.

“ Appa—“

“ Hum? Waeyo?’

“ Appa—apa Minho bisa memiliki adik?’kakinya berayun bebas ketika melontarkan pertanyaan yang cukup menyulitkan. “ Sulli bilang, Minho tak akan bisa punya adik karna appa sibuk bekerja.” Lanjutnya.

“ Wae? Kenapa kau ingin memilik adik?” tanya Jae Hyun hati-hati.

‘ Sulli mengejekku. Dia bilang aku anak kesepian. Appa—bisakan appa memberikan minho adik?’

“ Sayang habiskan makananmu dulu!!” sergah Hye Sun.

“ Umma—bukan umma bilang bila ayah setuju Minho akan memilik adik? Kenapa sekarang umma melarangku membujuk appa.” Rengeknya. Jaehyun menatap hye sun dengan tajam.

“ Appa lelah sayang. Cepat habiskan makananmu! Nanti umma yang akan membujuk appa. Arra?”

Minho mengangguk lalu melanjutkan makananya. Jae Hyun hanya terdiam tanpa berniat melanjutkan makannya. Jae Hyun menudurkan putranya setlah tiga kali pria itu membacakan cerita. Hye sun menghampiri Jae yang terlihat sibuk dengan ponselnya.

“ Kenapa kau berbohong padanya?’tanya Jae hyun ketika wanita yang bersatus istrinya duduk di sampingnya. “ Dia bukan anak yang bodoh. Jadi cepat jelaskan.” Jae berdiri dan mulai mengambil baju-baju yang lemari.

“ kau akan pergi lagi. Tanpa menunggunya bangun” sentak Hye Sun.

“ Bila kau tidak melakukan kebohongan itu, mungkin aku sampai besok disini.’’ Sentak Jae Hyun.

“ Apa salahnya membahagiakan putra kita? Bahkan aku tetap diam dan emnutupi kebusukkan ayahnya.”

Jae menghentikan kegiatanya dan menoleh ke arah wanita itu. “ Kebusukan. Bukan kau yang melakukan kebusukan itu sampai terlahir Minho?”suara Jae Hyun meninggi. Hye Sun membulatkan mata. “ Mungkin bila Minho tak ada Kyuhyun akan kembali padaku.”

“ Turunkan suaramu. Bagaiamna bila Minho mendnegarnya?” Itu tak baik untuk mentalnya.

“ Lalu bagaimana denganku Hye sun?” tanya Jae Hyun dengan nada dingin. “ kau pikir lima tahun ini aku tak pernah pergi ke spikiater?”

“ Itu salahmu sendiri. Kau sudah memilik keluarga tapi kau masih mengejar pria itu.”

Jae tertawa keras sambil berkaca pinggang. “ Kau—kau yang merebut kebahagianku.” Pria itu menjuknya tepat di wajahnya. “ Kau—yang membuat Kyuhyun menjauhiku dan meninggalkanku. Kau—yang membuat Kyuhyun membenciku. Lalu kau masih menyalahkanku?” sentak Jae.

Hye sun berusaha tegar dan berdiri di hadapan suaminya. “ Mengapa bukan aku saja? Wae? Aku jauh lebih cantik dan mempesona dari dia. Dan aku sangat lebih mencintaimu. Jadi, mengapa?” Jae Hyun mengabaikanya. Hye sun terlihat kesal dan menarik tubuh Jae Hyun untuk menatapnya.” Mengapa dia dan bukan aku?”

“Hanya dia satu-satunya pria..yang aku cintai di dunia ini. Tidak ada sebelum dia dan tidak ada lagi setelah dia.”

“ Oppa—“ Hye sun langsung bersimbuh di bawah Jae Hyun dengan tangisan.

“Minahae—“

“Mianhae—aku tak tahu mengapa aku harus mendengar penyesalanmu. Aku juga tertekan sampai tak bisa bernafas dan kau hanya ucapkan mianhae.”

“ Lalu kau ingin apa dariku? Aku mengajukan suart cerai pun tak kau hiraukan. Aku tak bisa bila tak disampingnya.”

“ Bahkan hatimu masih begitu dingin. “ Hye Sun mendongakkan kepalanya. “ Apa kau tidak terbawa suasana dan memelukku? Kau bahkan masih berdiri tenang walau aku sudah bersimbuh dan menangis di hadapanmu. Bahkan kau tak melihatku—bagaimana?bagaimana agar kau bisa melihatku?”

“Hye Sun—berhentilah!! Sudah cukup kau menyakiti diriimu sendiri.” Jae mengambil baju hangatnya dan mengenakannya. Hye Sun hanya terdiam menatapp lantai ketika suaminya pergi begitu saja. Wanita itu memejamkan mata dan kembali menangis tersedu-sedu.

*******

Kyuhyun terdiam ketika pertama kali menginjakan kaki di ruang kerja bosnya. Changmin sedang pergi sebentar dan Siwon tiba-tiba datang. Sudah pasti Kyuhyunlah yang akan di perintah untuk menemui pria itu. Suasa canggung cukup terasa disini. Mereka hanya saling menatap satu sama lain.Kyuhyun mengambil nafas dalam dan menghembuskannya.

“ Bos sedang pergi sebentar—“

“ Arrayo. Ambilkan aku air putih.’jawab Siwon.

“Ne.” Kyuhyun langsung bergegas keluar dan mengambilkan segelas air putih dan kembali ke rungan bosnya. “ Ini. Bila perlu sesuatu—“

“ Temani aku—“

“ Huh?”

“ Kafe terlihat tak begitu ramai. Bila aku kembali itu akan membuang-buang waktu saja. Temani aku sampai Changmin datang.” Kyuhyun terdiam. Kali ini dia tak bisa mengunakan alasan itu. “ Dia tak akan memotong gajimu atau memecatmu. Aku bosan bila hanya terdiam disini.”

“ Tapi—“

Siwon langsung menarik pergelangan tangannya dan membuatnya duduk disampingnya. Kyuhyun tak bisa membantah ketika Siwon menyandarkan kepalanya di bahunya.

“Beberapa hari ini aku tak bisa tidur dengan nyenyak. Rasanya begitu menyebalkan.” Keluah Siwon.

Kyuhyun mengigit bibir bawahnya. “ Waeyo? Apa ada yang menganggu pikiranmu?” Siwon mengangguk lalu melepas alas kakinya dan merebahkan kepalanya di pangkuan Kyuhyun. “Tentang?”

“Banyak hal.”jawabnya dengan suara serak. “ Terutama tentangmu.”

“ huh? Nugu?”

“ Kamu.” Mereka terdiam sejenak. “ Ada kesalahan dalam kotrak kerja sama yang di ajukan perusahaan asing. Mereka mengajukan permohonan kerja sama tapi ketika ada kesalahn sedkit pada isi kotrak yang di buat mereka. Seenaknya membatalkan kerja sama. Itu menjengkelkan. Mereka yang memohon dan mereka juga yang seenaknya membatalkan.” Entah keberanian darimana Kyuhyun mulai membelai rambut pria itu. Siwon mendongakan wajahnya lalu tersenyum, “ Entah kenapa rasa kesalku bisa hilang bila di dekatmu. Aku hampir saja mengomel di depan Changmin.”

“Kau terlihat lelah dan kurang tidur. Kau akan terlihat tua dari umurmu. “jawab Kyuhyun.

Siwon tersenyum, “ Aku hanya ingin hebat seperti ayahku. Aku belum siap menjalakan perusahaan ini tapi ke adaan yang memaksaku.” Kyuhyun hanya terdiam. “ Dulu aku selalu kesal dan marah ketika ayah membatalkan janjinya karna pekerjaanya. Sejak kecil aku selalu didik mandiri. Sampai aku kesal dan ingin bersekolah di luar negeri. Tapi kini aku menyesal sendiri. Kenapa tak menghabiskan waktu bersama ayahku bila aku tahu itu begitu singkat. Semua orang mengkatakan aku gila kerja dan melupakan kehidupanku. Aku berusaha membesarkan perusahaan ini semampuku. Walau aku sudah berada di atas langit. Entah kenapa aku merasa masih di tempat yang sama. Menjadi Siwon yang kehilangan ayahnya.”

“ Siwon-sii genchana? “ Kyuhyun menghapus air mata yang mengalir di wajah Siwon.

“ Apa aku terlalu banyak mengeluh

“ Appa meninggalkanku ketika aku masih kecil. Kecelakaan keja. Mereka membiarkan ibu dan aku menderita dan mengaggap itu kesalahn appa. Kami terlalu miskin untuk melakukan keadilan. Ibu Hyukjae selalu ada di samping kami ketika aku mengalami banyak kesulitan keuangan. Umma begitu kerja keras menghidupiku. Menjadi buruh sampai akhirnya umma meninggalkanku karna sakit ketika aku duduk di sekolah menengah keatas. Sejak itu ibu Hyukjae merawatku bagai anaknya sendiri.

“Kau lebih menderita dari aku.”

Kyuhyun tersenyum lalu mengecup kening Siwon. “ Siapa yang bilang? Huh? Aku bahagia walau hidup kami serba kekurangan.” Siwon tersenyum mendengar sentakan Kyuhyun.

“ Arrata.”jawabnya lalu memejamkan matanya kembali. Dia mengambil ponselnya dan menekan satu nomer, “ Shim Changmin jangan kembali sampai nanti malam. Aku ingin menumpang tidur di ruanganmu.”

“ Yah!!” Kyuhyun memukul Siwon namun pria itu sudah memutuskan sambungan teleponya.

“ Diamlah!! Aku ingin tidur.”ucap Siwon sambil mengubah posisi wajahnya menghadap perut Kyuhyun. “ Bernafas saja. Tak masalah hidungku menghantam perutmu.” Siwon terkekek ketika Kyuhyun langsung memukul kepala. “ jangan tinggalkan aku walau kau sudah tidur terlelap.” Kyuhyun terpaku lalu terenyum kecil.

“Tak apa bila hanya seperti ini saja.” Batinya lalu melanjutkan membelai rambut Siwon.

Kyuhyun tertidur dengan kepala menghadap ke atas dan mulut terbuka. Suara dengkuranya cukup menganggu tidur Siwon. Pria berlesung pipi itu tersenyum lalu berdiri merenggangkan tubuhnya. Dia menatap pria manis itu dan membelai wajahnya dengan lembut. Dia merapikan bajunya dan keluar dari rungan itu. Dia menemui Hyukjae dan meminta ijin membawa Kyuhyun ke rumahnya Mau bagaimana lagi, Hyukjae hanya mengangguk setuju saja sambil menyerahkan tas Kyuhyun dan kunci rumah mereka. Pria itu kembali ke rungan Changmin dan membopongnya. Changmin hanya menghela nafas melihat sahabatnya baru keluar dari tempat kerjanya. Siwon hanya melontarkan senyuman dan menyuruh pria jangkung itu membukan pintu mobilnya.

“ Soal modal yang kau bicarakan. Anggap aku setuju. Kita bicarakan besok saja.” Siwon langsung menutup jendela mobilnya dan pergi.

“ Yah!! Pria itu selalu seenaknya sendiri. Bagaimana mungkin ada orang yang tahan selain aku? Ahh—ani. Kyuhyun juga cukup tangguh—“ dia memijat pundaknya sendiri lalu masuk ke dalam kafenya. Semua kariawan hanya menatap saja.” Apa yang kalian lihat? Kembali bekerja.” Sentaknya.

********

Kyuhyun mengeliat tak nyaman ketika perutnya merasa lapar. Dia berlahan membuka matanya dan melihat seseorang sedang menatapnya. Kyuhyun tersenyum.

“ kau sudah bangun?’

“ Apa aku berjalan sambil tidur?’

“ Ani. Aku yang membopongmu.” Siwon pun berdiri.

“ lalu apa yang kau lakukan disini? Dimana Jae Hyung—“

“ Entalah! Mungkin pergi bersama kekasihnya.”

“ Ahh—kau selalu saja seperti itu.” Kyuhyun kembali memeluk gulingnya dan memejamkan mata. “ Pulanglah!!”usir Kyuhyun.

“ Aku belum makan?’

“ Apa kau miskin? Apa kau pengemis? Huh?” Kyuhyun mengusapkanya dengan nada kesal. Siwon hanya berwajah memelas.

Kyuhyun menghangatkan beberapa makanan yang ada di kulkas. Pria manis itu juga membuat telur gulung dan rebusan kimchi. Dia menaruh nasi di depan Siwon dan duduk di hadapanya.

“ Makanlah!! Aku tahu ini tak enak tapi kau mengeluh lapar. Hanya ini yang aku punya.”omel Kyuhyun ketika Siwon hanya menatapnya tanpa memakan hidangan di depanya.

“ Rasanya aku jadi ingin cepat menikah?’ Kyuhyun langsung menelan bulat-bulat makananya.

“ lalu kenapa kau tidak segera menikah namun bilang padaku?’sentaknya sambil menujuk-nunjuk wajah Siwon dengan sumpitnya.

“ lalu kau juga ingin menikah? Ahh—rasanya pasti menyenangkan bila kita pulang kerja ada yang menyipakan makan atau ketika kita bangun pagi ada yang membangunkan kita dengan ciuman. Aigoo!! Rasanya aku iri dengan mereka.”

“ Bukan kau CEO.” Ksiwon mengangguk. “ Kau hanya ingin ada yang memasakkanmu. Kau tinggal cari pembantu bukan—aneh.”

“ Rumahku kecil. Jadi tak nyaman bila harus tinggal bersama orang asing.”jawab Siwon.

“ Bukan kau kaya—siapa yang menimntamu tinggal di rumah kecil seperi itu. Kau bisa beli apaterment atau rumah mewah lainya. Itu salahmu sendiri. Kenapa mengerutu.”omel Kyuhyun.

“ Aku hanya tinggal sediri untuk apa membeli rumah sebesar itu. Apaterment. Aku punya tapi jarang aku tempati. Biasanya ketika aku lelah saja.” Kyuhyun terdiam lalu kembali melanjutkan makanan. “ Lalu bagaimana ciuman selamat paginya?”

Blush!!!

Wajah Kyuhyun sontak memerah. “ Yah!! Kenapa kau tanya itu padaku?’ Siwon masih menatapnya. “ kalau itu—itu—bukan kau punya Bugsy? Kalaian begitu dekat bukan? Nah—itu kau bisa memintanya menbangunkanmu dengan ciumanya.” Kyuhyun menahan tawa ketika membayangkan anjing gila itu membasahi wajah siwon dengan air liurnya. “ Hahhaha…bagaimana? Okey bukan saranku…” dia terkekeh.

Siwon hanya diam tak menanggapi ucapan Kyuhyu. Pria manis itu pun menghentikan tawanya lalu kembali makan dengan tenang. Dia menghela nafas lalu mengambil lauk dan memakannya.

“ Siwon—“

“ Huh?’tanpa melihat wajah Kyuhyun sama sekali.

“ Kau—marah?’ tanya Kyuhyun hati-hati.

“ Untuk masalah apa?” Kyuhyun terdiam. Siwon mengangkat kepalanya, “ untuk masalah apa?”ulangnya.

“ Ahh—untuk candaanku tadi. Kau sedang banyak masalah jadi aku berusaha menghiburmu saja.” Kyuhyun memejamkan mata karna salah bicara. Menghibur? Bukan tadi dia membentak Siwon dan menertawakannya. “ Mianhae—jongmal mianhae…”

“ Okey. Makanlah lagi.”jawab singkat Siwon. Kyuhyun jadi serba salah. Dia melanjutkan makan dengan sesekali menatap Siwon yang begitu dingin.

Kyuhyun teriam menatap Siwon mengenakan sepatu dan merapikan mantelnya.

“ kau akan pulang?” tanya Kyuhyun.

Siwon menoleh, “ Hum!! Wae? Kau ingin aku menginap?”

“ Huh? Ahh—ani.aniya. aku hanya bertanya saja. Jae Hyung-ie belum pulang. Jadi—ahh sudah lupakan.” Kyuhyun bicara ngelantur. Siwon kembali melepaskan alas kakinya dan berdiri di depan Kyuhyun, “ Waeyo?’

“ Kau punya bir?” tanya Siwon. Kyuhyun mengangguk.

Mereka berdua duduk di atap dengan beralasakan tikar. Bbeberapa kaleng bir, sepiring kimchi dan cemilan pendamping. Kyuhyun terus enatap Siwon yang nenengguk minumanya.

“ Kenapa kau menatapku?’tanya Siwon.

“ bukan kau tidak kuat minum. Jangan terlalu minum. Akan aku buatkan kopi.” Kyuhyun segera berdiri namun di tahan,” Wae?”

“ Duduklah!! Jangan kemana-mana.” Kyuhyun kembali duduk dan mengambil kaleng bir miliknya.

“Bagaimana kau mengendari mobil bila kau mabuk?”

“ Aku akan memanggil supir. Ahh—bagaimana bila kau kursus mengemudi, jadi bila aku mabuk kau bisa mengantikanku?’

“ kau ini bicara apa.”Kyuhyun memasukan kimchi di dalam mulutnya lalu menguyahnya tanpa melihat ke arah Siwon.. “ Siwon—“

“ Hum?”

“ Bukan ini sudah malam. Kau tidak ingin pulang?”

“ Bukan kau yang menahanku disini. Kenapa kau mengusirku sekarang?” Kyuhyun terdiam. Dia juga tak tahu kenapa harus menahan pria itu. “ Biarkan aku meminjam ranjangmu.”

“ Yah!! Kau bicara apa?’wajah Kyuhyun memerah.

“ Wae? Kenapa kau terlihat malu?”

“ Yas!! Siapa yang malu? Sudahlah!! Aku harus berkerja besok.” Siwon kembali menahan tanganya ketika Kyuhyun hendak berdiri. “ Wae?” Kyuhyun kembali duduk dan Siwon memberikan sekaleng bir lagi. “ Aku tidak mau minum lagi.”

“Baiklah. Jangan minum lagi. Biar aku habiskan semua.” Siwon mengambil sekaleng lagi dan membukanya. Kyuhyun hanya memandangnya sambil memakan cemilanya. Siwon terus menengguk bir itu hingga habis. Kyuhyun menatap Siwon membuat niatnya untuk tak minum menjadi begitu ingin menengguknya. Kyuhyun mengambilsatu kaleng dan membukanya. Siwon hanya meliriknya sekilas. Mereka berdua tak sadar telah menghabiskan berkaleng-kaleng bir. Siwon sudah hampir kehilangan kesadararan. Kyuhyun masih menikmati bintang. Tiba-tiba Siwon menarik dagunya.

“ ternyata ada juga wajah secantikmu?”

“ kau ini bicara apa? Aku ini pria.”keluahnya sambil menampik tangan Siwon. “ Pergi sana.”

“Saranghae.” Kyuhyun terpaku. Dia masih cukup sadar berbeda dengan Siwon. Tiba-tiba Siwon menempelkan bibirnya di bibir plumnya. Pria manis itu hanya terpaku membiarkan Siwon menciumnya lagi.

“ Apa kau sudah gila Tuhan. Dia menciumku lagi dan aku membiraknnya.. apa yang terjadi denganku.

Kini dengan gilanya Kyuhyun meletakan kedua tanganya di leher Siwon.

Mungkin aku akan menyesalinya esok pagi. Tapi biarkan saat ini aku menikmati semua ini.”

TBC
Tinggalkan komentar dan like kalian

Advertisements

Author:

Saya manusia biasa Punya salah dan tak sempurna Saya jatuh cinta dengan Wonkyu Tak perduli banyak yang bilang saya gila Bahkan pacar saya... Saya jatuh cinta dengan mereka ♡♡♡♡

23 thoughts on “Make A Wish – part 4

  1. Akhirnya update 😄😄😄😄
    Tbcnya nanggung jadi ga tau WONKYU ngapain 😀😀😀😀
    KYUmom kenapa ga terima aja Cinta WONdad 😢😢😢😢

  2. Aigooo….pdhl wonkyu sdh saling mencintai tp mrk msh sering bersikap dingin dqn canggung satu sama lain. Semoga stlh ini hubungan mrk semakin baik atau mrk akan menjadi sepasang kekasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s