Posted in BL, Drama, Romance, Uncategorized, wonkyu, WonKyu Story

Make A Wish – part 2

Make A Wish – part 2

Autor : Cat meonks

Cats : Cho Kyuhyun, choi Siwon ,Lee Hyukjae dll

BL,Yaoi Mpreg

Warning : Typo berserakan dan bahasa kurang jelas

Cerita gaje tapi hasil karya sendiri

Ini pasti membosankan tapi jangan lupa tinggalkan komentar

Kiss kiss

.

..

.

.

.

Pria itu terus memeluk Kyuhyun dengan erat selama dalam perjalanan. Menciumi kening dan wajah Kyuhyun terus -menerus sebagai lontaran kerinduannya. Sang supir hanya melihatnya saja ketika pria mapan itu mulai menitihkan air mata dan semakin memeluk pria cantik itu dengan erat. Dia tahu bagaimana biduk rumah tangga majikannya itu. Pria itu menderita. Sesampainya di rumah menggah itu, pria itu berusaha membopongnya. Cukup berat karna perbandingan tubuh mereka tidak seimbang. Tapi ketika anak buahnya mencoba membantu dia menolak. Dia terseyok melangkah dan menurunkan di ranjang dengan lembut. Dia membelai kening Kyuhyun sebelum melepas alas kaki dan jaketnya. Dia tersenyum menatap pria yang dia cintai dengan jarak sedekat ini. Dia kembali memeluk Kyuhyun dan mengecup kelopak matanya sebeum terpejam menikmati malam.

 

“Selamat malam sayang…”

 

Kyuhyun menggeliat tak nyaman di atas ranjang yang dia tempati. Aroma bunga mawar pun menyerbak di hidungnya. Dia berlahan membuka mata dan melihat sekelilingnya. Kepalanya masih terasa sakit Mungkin efek obat bius. Sebenarnya dia ada dimana? Dia langsung terbangun dan melihat orang paling di kenalnya berjalan ke arahnya.

 

“Selamat pagi …” sapanya dengan membawa nampan dengan sarapan mereka. “Kau sudah sadar?”

 

“Kau bawa kemana aku?” sinisnya.

 

“Kau lupa? Ini villaku. Kau tidak mengucapkan selamat ulang tahun untukku?”

 

“Itu  bukan  jadi urusanku. Bukan kau sudah memilik keluarga. Apa perlu aku panggilkan mereka?” dia menyibak selimutnya dan segera berdiri.

 

“ Aku tak perlu mereka. Aku perlu dirimu.”  Kyuhyun mengambil jaket dan tasnya. “Kau mau kemana?”

 

“Pulang. Tak ada yang ingin aku lakukan disini.”

 

“Aku sudah menyimpakan semua. Kyu…aku hanya ingin bersamamu sehari ini. Melupakan semuanya dan kembali seperti kita yang dulu. Ku mohon!!” dia berlutut di depan Kyuhyun.

 

“Kau gila..Jae hyun.” teriaknya sambil mendorong pria itu. “Bagaimana bila istrimu tahu…?Tidakkah kau mengerti bagaimana posisi kita.” dia berjalan mundur ketika Jae Hyun berdiri.

 

“Aku tidak perduli. Aku akan segera menceraikanya agar bisa segera bersamamu.”

 

Kyuhyun tertawa. “Aku yang perduli dan kau gila… Bagaimana dengan anakmu? Dia masih berusia lima tahun. Kau pikit hidup tanpa keluarga itu mudah? Aku contohnya.”

 

“Karna itu aku dulu berjanji akan melindungimu…menjagamu seperti yang aku ucapkan terhadapmu…”

 

“Aku sudah tak perlu janji itu lagi. Aku tidak perlu… Aku ingin hidup bebas tanpamu. Itu saja. Simpan saja janjimu untuk keluargamu.”

 

“Tapi aku masih tetap mencintaimu. Kau tak tahu bagaimana tersiksanya aku selamanya.”

 

“Bila kau mencintaiku. Kau tidak akan melakukan ini terhadapku. Aku..muak melihatmu…” Kyuhyun berjalan melintasi pria itu tapi ditahan. “Lepaskan Brengsek!” umpatnya.

 

“Kau tahu alasanku. Ibuku tak akan melepaskan kita begitu saja. Aku perwaris tunggal.” dia menarik Kyuhyun untuk menatapnya. “Aku ingin melindungimu…”

 

“Kau ingin melindungiku atau kau takut kehilngan warisanmu.”

 

Jae Hyun berdiri dan berjalan mendekat. “Keduanya tapi sekarang  ibuku sudah tiada. Kita sudah bebas…”

 

“PLAASSSSKK!”

 

Jae hyun memengangi pipinya. “Kau menyumpai ibumu. Kau gila Hyun…” teriak Kyuhyun.

 

” Dia yang merebut kebahagianku…aku pantas mengumpatnya. Dia mengaturku bagai bonekah. Aku anaknya bukan robot pencetak uang.” dia terlihat flustasi. Kyuhyun ingin sekali memeluknya. Dia tahu pria itu lemah. “Kembalilah padaku. Jeball!!” dia menggegam erat tangan Kyuhyun dan tanpa sungkan menitihkan air mata.” Kau tahu aku tak bisa bernafas tanpamu—“ Kyu mengibaskan tanganya.

 

” Aku tak  mengenalmu. Ini bukan Jae yang aku kenal. Kau orang lain yang berwajah sama.” Kyuhyun memalingkan wajahnya. “Dulu kau tak seperti ini—kau hangat seperti salju. Aku cukup mengenalmu—tapi sekarang kau berubah dan aku membencimu.” Kyuhyun menghapus air matanya lalu kembali menatap Jae Hyun.” Aku harus pergi…” dia berjalan meninggalkan Jae Hyun.

 

“Siapa pria itu?” Kyu menghentikan langkahnya. “ Untuk apa kau sering menemuinya?’ Kyuhyun membalik badanya menatap Jae Hyung dengan tajam. “ kau tahu aku pencemburu jadi jangan temui dia lagi.”

 

“Apa  urusanmu? Aku dekat dengan siapa pun itu hakku. Kau bukan siapa-siapaku yang bisa mengatur aku dekat dengan siapa. Urus saja keluargamu sendiri.” Kyuhyun kembali berjalan meninggalkan Jae hyun terdiam dengan mata sembab.

 

“ Kau kekasihku—“ teriaknya namun Kyuhyun tetap berjalan dan menutup pintunya dengan keras. Dia menghapus air matanya dan berjalan menuju cermin.  Menatap dirinya tersenyum lalu—

 

PYAAR!!

 

Kyuhyun menghentikan langkahnya melirik kebelakang. Tanganya menggepal kuat namun kembali berjalan lurus tanpa perduli apa yang terjadi di dalam kamar itu. Semua pelayan dan ajudan berlarian menuju kamar dan membiarkan pria manis itu pergi.

 

*******

 

Kyuhyun menyandarkan kepalanya di kaca bus. Dia memejamkan mata dengan erat. Bayangan masa lalu itu masih terinang dalam ingatannya. Tubuhnya terasa semakin lelah mengingat betapa pahitnya masa lalunya. Di hina dan di caci. Masih teringat jelas bagaimana dia di katakan pelacur oleh Nyonya Ahn. Dia menghapus air matanya ketika bus berhenti di halte tujuanya. Dia turun dari bus dan berjalan menuju rumahnya. Matanya sudah mengabur dan ingin segera merebahkan tubuhnya di ranjang tapi keinginanya harus tetunda. Di hadapanny sudah ada masalah baru atau sebaliknya??

 

“Aku sudah menunggumu dari tadi.” Siwon melipat kedua tangan di dada lalu duduk di ujung mobilnya. Kyuhyun masih terus melanjutkan langkahnya. “Aku ingin meminta imbalanku…”

 

“Pergilah! Jangan hari ini. Aku lelah. Aku sudah tak punya tenaga.” ucapnya lirih namun Siwon mampu mendengarnya.

 

“Apa kau sakit?” belum selesai Siwon bertanya Kyuhyun sudah kehilangan kesadaran. Siwon langsung menangkapnya dan membopongnya masuk ke dalam mobil.

 

 

 

Siwon terus mengamati Kyuhyun yang masih terpejam. Dia membelai wajahnya dengan lembut. Selang infus masih tertancap di lengannya sejak satu jam yang lalu. Dokter bilang tak ada yang perlu di khawatirkan. Pria itu hanya sedang tertekan dan fisiknya terlalu lemah. Dia terdiam menatap Kyuhyun ketika pria itu berlahan membuka matanya.

 

“Kau sudah sadar?” Kyuhyun melihat sekeliling. Siwon tersenyum  kecil membuat Kyuhyun langsung bangun.

 

“Kau menculikku?” muncul lipatan di kening Siwon. “Aku dimana?” tanyanya lagi.

 

“Di rumah sakit. Kau pingsan.” Siwon melipat tangan di dada. Kyu menghela nafas lalu kembali tidur. “Kau kenapa?” Siwon memperhatikan Kyuhyun. “Sepertinya aku menyelamatkan nyawamu lagi.”

 

“CIH! Kau meminta imbalan lagi. Demi Tuhan dimana rasa kemanusiaanmu.” Kyuhyun kembali mendudukkan dirinya. Siwon tahu Kyuhyun sudah baik-baik saja walau wajahnya masih terlihat pucat.

 

“Tiada yang gratis di dunia ini bukan?” Kyuhyun menatap dengan pandangan sinis. Dia ingin sekali menapar pria yang ada di depanya ini. “Wae? Kenapa menatapku seperti itu? Kau mulai menyukaiku?”

 

“Your wish.” Siwon tersenyum dan berdiri mendekatkan wajahnya di depan Kyuhyun.

 

“Aku selalu menantimu…bahkan dalam mimpi sekali pun.” Kyuhyun hanya bisa terpaku ketika nafas Siwon menerpa wajahnya. Semburat merah terlihat di wajahnya. Siwon kembali tersenyum dan mengecup pipi cubby Kyuhyun dengan lembut lalu segera berdiri sebelum dia sadar dan akan memukulnya. Kyuhyun mengigit bibirnya menatap Siwon dengan tatapan tercengo. “Kau istirahat saja. Aku sudah mendaftar sebagai walimu.  Besok aku akan kembali.” dia pergi begitu saja ketika lelehan karamel itu membulat sempurna. Kyuhyun mulai tersadar ketika Siwon sudah meutup pintunya. Menyebalkan! Kenapa berada di dekatanya dia tak bisa bergerak. Membuatnya terlihat bodoh. Dia mengosok pipinya berniat menghapus noda di pipinya.

 

“Kau gila?” Kyuhyun menghentikan kegiatanya. “Kau membuatku khawatir saja.”  Hyukjae segera memeluk sahabatnya. “Dia tidak melakuknya lagi kan?” Kyuhyun terdiam.”Kyu…”

 

“Mianhae hyung…”

 

“Akan aku bunuh dia.” Hyukjae langsung melepaskan pelukanya dan hendak pergi.

 

“Jangan hyung…”

 

“Tapi dia berubah menjadi spikopat. Kyu…”

 

“Dia tetap Jae Hyun. Dia tak akan menyakitiku. Percayalah!” Kyuhyun tersenyum lebar. Hyukjae menatapnya dengan pandangan sinis. “Hyung…gomawo selalu menjadi orang pertama yang mengkhawatirkanku…”  Hyukjae memukul pundak Kyuhyun. “Appo…” rengeknya manja.

 

“Kalau aku memiliki uang kau sudah aku bawa pergi dari korea. ” Kyuhyun tersenyum kecil. “Lain kali aku tak akan meninggalkanmu sendiri aku lupa bila hari ini ulang tahunnya…”

 

“Kau punya kehidupan sendiri hyung. Jadi jangan salahkan dirimu.”  Hyukjae menggemgam tangan Kyuhyun dengan erat. Hyuhyun tersenyum lebar menatap dengan pandangan sayut. Pikiranya masih melayang. Entah kemana? Kenapa pria itu atau seseorang yang baru saja mencium pipinya. Seseorang berdiri di balik pintu mendengar semua dan pergi sebelum ada yang mengetahuinya.

 

*******

 

Jae hyun terdiam di lantai dengan air mata yang tiada hentinya mengalir. Dia menatap selembar foto di tanganya. Foto usam yang sudah beberapa tahun berlalu namun masih tersimpan rapi di dompetnya. Pintu terbuka dan menapakan seorang wanita cantik bersama anak kecil berumur lima tahun. Dia segera menyimpan foto itu dan menghapus air matanya.

 

“Dia terus mencarimu…karna hari ini ulang tahun appanya.” suara lembut itu tak membuatnya menatapnya. “Oppa…”

 

“Kemarilah Minho…”ucapnya sambil melebarkan tangannya. Pria kecil itu berlari memeluk ayahnya. Dia tak perduli tangan ayahnya mengelurkan darah. Dia merindukan pria itu. “Maafkan ayah…” cicitnya. Dia hanya menggelengkan kepala.

 

“Maafkan minho… Apa appa sibuk?” Jae Hyun tersenyum lalu mengelengkan kepala. “Selamat ulang tahun appa…”

 

“Gomawo sayang…” wanita itu hanya mampu tersenyum dengan kue ulang tahun di tangannya. Dia menggeam erat tasnya. Dia juga ingin…ingin di anggap seperti putranya.

 

“Oppa…aku bersihkan lukanya.” kata Ahn Hye Sun. Jae hanya menatapnya lalu melepaskan pelukan putranya. Menyisihkan rambut yang menutupi wajah pria kecil itu. “Oppa…”

 

“Kau membawakan ayah apa? Tidak ada kado untuk ayah.” Jae Hyun begitu acuh dengan semua kata-kata yang terlontar dari istrinya. Iya wanita cantik itu istrinya. Putranya berlari mengambil kue yang di bawa ibunya. ” Waah…apa ini?”

 

“Kue… Minho yang buat bersama umma.”

 

“Anak pintar.” Jae hyun mengusap rambut hitam putranya.

 

“Appa …” Jae Hyun menatap putranya. “Biar aku obati tangan appa.” pria itu tersenyum lalu mengangguk membiarkan putranya membersihkan darahnya dengan tissue yang dia ambil dari ibunya. Hye Sun hanya berdiri di depan pintu tak ingin mengganggu kebahagian putranya.

 

“Nyonya Ahn…” seorang pelayan mempersilahkan masuk tapi dia hanya tersenyum menatap ke akrapan ayah dan anak itu. Tanpa sadar dia menitihkan air mata. Andai saja dia bisa bergabung bersama. Wanita itu juga ingin memeluk suaminya tapi sayangnya pria itu hanya menginginkan anaknya. Hanya putranya Ahn Minho.

 

*******

 

Kyuhyun memicingkan mata melihat Siwon berdiri di depannya. Pria manis itu terus mengupat ketika Siwon tersenyum ke arahnya. Ahh..Kyuhyun mulai terpesona rupanya. Lesung pipi itu terlihat nampak sempurna membuat Kyuhyun tak bisa berpaling dan terus mentapnya.

 

“Cho Kyuhyun…”

 

“Mwo?”

 

“Kau terlihat cantik walau seorang pria. Tubuhmu mengeluarkan aroma menyejukkan dan aku suka itu.”

 

“Mi cheo sseo?Chuyunghae! Aku mau tidur.”

 

“Mau aku temani?”

 

“Yah!!”

 

“Huss!! Meski suaramu indah tapi ketika kau berteriak seisi rumah sakit bisa meleparimu telur busuk.”

 

“Mwo?”

 

“Bicaralah dengan tenang kau akan terlihat lebih menawan.” lelehan karamel itu membulat sempuran membuat Siwon kembali tersenyum. Baginya Kyuhyun terlihat mempesona ketika sedang marah. Seperti kelinci.

 

“Selamat malam.” suara itu langsung membuyarkan keheningan mereka. Hyukjae masuk membawa beberapa kantung makanan di sertai seseorang di belakangnya. Kyuhyun terheran ketika pria itu menunduk hormat kepada Siwon. “Kau sudah makan?” Hyukjae menaruh belanjaanya di meja.

 

Pria bermarga Lee itu menghampiri Siwon. ” Apa yang Anda lakukan di sini?” tanya Donghae.

 

“Menjadi walinya. Oh ya bukan kau yang menjadi dokternya. Bagaimana ke adaannya?” tanyanya.

 

“Dia hanya mengalami tekanan saja. Tak ada penyakit serius.” jawab dokter Lee.

 

“Oh…baguslah!” dia kembali menatap Kyuhyun. “Sepertinya kau sudah ada yang menemani. Jadi aku bisa pulang dengan tenang.”

 

“Siapa juga yang ingin kau ada disini?” jawabnya dengan nada tinggi.

 

“Bukan sudah aku bilang. Jangan berteriak. Di sini rumah sakit bukan kebun bintang.” goda Siwon.

 

Kyuhyun sudah akan berdiri memukul kepala Siwon kalau dia tidak sedang mengenakan infus. “Kau—“Kyuhyun menghela nafas lalu memejamkan mata berusaha menghilangan rasa amarahnya.

 

“Kau sudah tidur..” dia berjalan mendekat ketika Kyuhyun tak menjawab pertanyaanya. “Kyu…”Kyuhyun semakin memejamkan mata. “Ah..kau mirip seperti bayi ketika tidur hahahah…” Siwon meledeknya. Pria cantik itu benar-benar menahan amarahnya. “Baby…baby…” godanya membuat Kyuhyun membuka mata dan memasang wajah sebal ke arah Siwon.

 

“Yah!! Apa kau tidak bisa pergi dari sini?” Siwon memajukan bibirnya semakin membuat geram Kyuhyun. Pria cantik itu menyibak selimutnya dan mengambil buku untuk memukul Siwon. Mereka kejar-kerajan di ruangan yang sempit itu. Jarum infus itu sudah terlihat mengenaskan di lantai.

 

“Bisakah kita keluar.” Hyukjae menatap Dokter Lee. Pria itu tersenyum dan meraih tangan Hyukjae meninggalkan mereka berdua. Siwon masih melopat ke sana kemari. “Sudah lama aku tak pernah melihatnya seperti itu…”

 

“Uhh?”

 

“Ahh..lupakan. Kau bukan berjanji akan mentraktirku?”  dokter Lee mengangguk lalu mengulurkan tanganya. Lee hyukjae menyambutnya dan meninggalkan kamar mereka.

 

*******

 

Mereka berhenti saling mengejar ketika suster memarahi mereka. Kyuhyun kembali ke ranjang dan memasangkan infusnya kembali. Siwon hanya menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal karna malu. Mereka tahu siapa Choi Siwon. Bagaimana keluarganya bila tahu di bersikap seperti anak kecil? Dia tak bisa membayangkan. Dia menghela nafas lalu menatap Kyuhyun terlelap tidur dengan suara dengkuran yang sangat keras. Siwon masih terjaga menatapnya. Dia bisa pulang dan tidur di ranjangnya tapi entah kenapa dia masih menikmati wajah itu. Siwon berjalan menjulurkan tangan dan menyentuh wajah pucat itu. Dia tersenyum merasakan kulit halus menyentuh tanganya. Berlahan Kyuhyun terbangun dan menatap Siwon. Pria tampan itu tak takut atau terkejut tetap melanjutkan kegiatanya. Semburat merah terlihat di pipi Kyuhyun. Dia menarik nafas dalam-dalam dan memasang wajah galak.

 

“Apa yang sedang kau lakukan?”

 

“Hanya membelaimu. Lembut sekali.” dia membelai pipi cubby itu.

 

“Hei..jangan menyentuhku seenaknya..” omelnya dengan wajah kesal.

 

“Aku tak pernah menyentuh pipi selembut ini. Seperti permen kapas.” lanjutnya dengan senyuman tipis.

 

“Hentikan!!” Kyu menapik tangan Siwon.

 

“Aku tidak bisa tidur karna suara dengkuranmu.” keluhnya.

 

Kyu mengigit bibirnya. Malu? Iya setiap kali semua mengejek soal dengkuranya.”Kalau…yah!! Bila tak memang bisa tidur sana pulang. Kenapa masih disini?” Kyuhyun menekan suara. Dia tak ingin di labrak oleh suster lagi.

 

Siwon tersenyum. Melipat tangan di dada. “Entahlah!” jawabnya enteng.

 

“Kalau begitu jangan mengganguku.”

 

“Tapi aku tidak bisa.” Jawabnya enteng.

 

“ Kalau tak bisa. Kau bisa berhenti menyentuhku.”

 

“ Hmm…okey!!” jawabnya namun pandanganya masih tertuju pada Kyuhyun.

 

Kyuhyun sudah memejamkan mata tapi tetap tak nyaman tidur karna Siwon memperhatikannya dengan jarak yang dekat. “ Berhenti menatapku juga…” teriaknya.

 

“ Apa kalian berdua tak bisa diam? Teriakan kalian bisa menganggu pasien yang lain.” setak suster yang tiba-tiba masuk. Kyuhyun mengigit bibirnya lalu menunduk sebagai isyarat dia mengerti. Siwon masih terkekeh. “ Kalian pikir ini kebun binatang…” suter itu menutup pintunya kembali.

 

Dia memejamkan mata dan berusaha tak mendengar godaan Siwon. Dia tak mau malu untuk ketiga kalinya. Cho Kyuhyun kau mempermalukan dirimu sendiri.

*******

 

Pagi hari dokter Lee sudah mengijinkan Kyuhyun untuk pulang. Pria manis itu membereskan barang-barangnya. Dia menghela nafas dan kembali duduk.  Mengambill ponselnya.

 

To : Hyukjae hyung

“ Tak usah datang menjeputku.”

SEAD

 

Kyuhyun merapikan baju pasienya dan menaruhnya di atas ranjang. Dia mengambil tas dan berjalan keluar. Langkahnya terhenti ketika seseorang menghadang jalananya. Pria itu tersenyum menyerahkan kertas ke arahnya. Kyuhyun menerimanya dengan membalas senyumannya.

 

“ Wah!!! Ini enak sekali. Kau membelinya.” Kyuhyun melayap sandwich sampai habis dan mengambilnya lagi.

 

“ Ani. Aku mencurinya.” Kyuhyun menghentikan makannya dan melirik ke arah Siwon dengan wajah sinis. Pria berlesung pipi itu tersenyum dan menengguk kopi instannya.  Mereka menikmati makanan itu di taman rumah sakit.

 

“ Aku nyakin kau tak punya kekasih.”ucapnya. Siwon menatap Kyuhyun yang kembali melahap sandwichnya. “ Wae? Kau penasaran aku tahu darimana? Karena kau pria menyebalkan. Sudah di pastikan kau tak punya kekasih.” Kyuhyun tersenyum tipis ketika melihat Siwon tercengo. Akhirnya dia punya kesepatan membalas pria itu.

 

“ Ahh…dan aku nyakin kau juga tak punya kekasih. Karna aku nyakin tak ada seseorang yang mau dengan pria galak sepertimu.” Siwon melirik Kyuhyun yang sudah memasang wajah ingin membunuh. “ Bukan itu benar?” suara terdengar mengejek.

 

Kyuhyun hanya mendengus lalu menengguk jus jeruknya sampai habis. “ Ku pikir kau pulang.” Kyuhyun memopang dagunya menatap Siwon dengan pandangan penuh tanda tanya. “ Kenapa kau betah sekali di samping orang galak sepertiku?” tanya dengan wajah mengoda.

 

Siwon melakukan hal yang sama. “ Dan kau termasuk orang yang betah di samping orang yang menyebalkan sepertiku?”

 

Mereka saling menatap dengan wajah tersenyum.

 

“ Yah! Kalian setelah membuat ribut semalam sekarang kalian berkencan di taman rumah sakit? Waah…anak muda sekarang tak punya sopan santun.” Kyuhyun menundukan wajahanya sedangkan Siwon tersenyum dengan menggaruk kepalanya. Suster paru baya itu pun meninggalkan mereka. Kyuhyun malu setengah mati dan segera berjalan meninggalkan Siwon yang masih memperhatikan suster itu pergi.

 

“ Argh!!! Menyebalkan!! Aku tak akan ke rumah sakit itu lagi.”omel Kyuhyun sambil berjalan menuju halte bus. “ Ini semua salahmu?’

 

“ Na? Yah!! Kenapa kau jadi menyalahkanku?” tanya Siwon.

 

“ Sudahlah!!” Kyuhyun kembali melanjutkan langkahnya. “ Dan..kenapa kau mengikutiku?” tanya Kyuhyun sambil berkaca pinggang di hadapan Siwon.

 

“ Sebenarnya aku juga tak ingin mengikutimu tapi entah kenapa kakiku terus berjalan ke arahmu?”

 

“ Kau benar-benar pria menyebalkan.” Kyuhyun berjalan ke tepi jalan melihat apakah busnya sudah datang. Siwon tersenyum dan berdiri di sebelahnya. Kyuhyun pun naik dan melirik ke arah Siwon. “Kau yang bayar..” dia mencari tempat duduk ketika Siwon mebayar tagihan busnya. Kyu mengambil duduk paling belakang dekat jendela. Dia melihat jalan dengan wajah tersenyum.

 

“ Kau menyukai tempat duduk ini.”dia mengangguk lalu menatap Siwon dengan senyuman. “ Menurutku tak ada pandangan yang menarik?’ Siwon mengikuti arah pandang pria manis itu.

 

Kyuhyun menatap Siwon yang kini tepat di hadapanya. “ Ada beberapa kenangan yang manis tak selalu terlihat indah dan memukau.” jawabnya dengan masih menatap Siwon.

 

Pria berlesung pipi itu belas menatapnya. “ Dengan mantan pacarmu?’ tanya Siwon.

 

“ Ani. Tapi dengan orang tuaku. Aku sangat bahagia ketika keluargaku mengajaku pergi keluar. Kami miskin dan jarang pergi dengan mengunakan bus. Jadi aku suka duduk dekat jendela menikmati angin yang terus menerpa wajahku.” Siwon kembali menatapnya dengan pandangan serius. “ Wae? Kau kasihan padaku…”

 

“ Aniya. Kau terlihat cantik ketika tersenyum daripada berwajah sedih.” Kyuhyun tersenyum dan menghapus air matanya. “ Kalau begitu kita akan kemana saja mengunakan bus. Bagaimana?”

 

Kyuhyun menarik nafas dan tersenyum kecut. “ Aku bukan pria yang muda menerima janji. Jadi jangan pernah berjanji bila kau tak bisa menepatinya.” Jawabnya.

 

“ Okey. Tapi sebenarnya jujur aku tak terlalu suka mengunankan kendaraan umum. Selain tempatnya sempit dan itu tidak membuat kita leluasa.’ Siwon melipat tangan di dada. “ Walau kita menggunakan mobil. Kau masih bisa membuka jendela dan menikmati anginnya. Jadi ketika suasana romantis kita bisa langsung berciuman.” Siwon mengedipkan mata dengan genit membuat Kyuhyun memukul pundaknya. Entah kenapa dia menjadi sekacau ini. Bibirnya terus memamerkan senyuman.

 

“ Siwon…”

 

“ Hum…” pria itu kembali menatap Kyuhyun.

 

“ Gomawo… untuk semua.” Siwon masih menatapnya. “ Seharunya kau tak perlu membayar biaya rumah sakitnya…kau—“

 

“ Kau bisa mengantinya..” potong Siwon.

 

Kyuhyun menghela nafas kesal. “ Ku pikir kau benar-benar orang baik.”gumamnya.

 

Siwon tersenyum, “Ya..tak ada orang yang benar-benar baik di dunia ini. Aku tak memintamu membayar sekarang. Kau ingin makan lagi? Aku tahu kedai Jajangmyum yang enak. Mau aku traktir?” ucap Siwon.

 

“ Bagaimana kalau kita makan kalbin?’ Siwon melirik Kyuhyun dengan pandangan bertanya. “ Aku ingin makan daging sapi.” Kyuhyun memasang wajah kucing terbuang.

 

“ Wah…ternyata kau tipe orang yang terbuka ya.”

 

“ Kalau tak suka ya sudah. Menyebalkan.” umpatnya. Siwon tersenyum dan tetap menarik Kyuhyun untuk turun dari bus ketika kendaraan itu berhenti di halte.

 

Kyuhyun masih melipat tangan di dada walau sebenarnya dia terus menatap daging-daging itu di panggang. Tenggoroanya benar-benar kering dan ingin segera menguyahnya namun gengsinya terlalu tinggi. Siwon membolak-balik dagingnya dan mengambil satu dan menyuapkanya pada Kyuhyun. Namun pria manis itu masih menolak.

 

“ Semua aku yang bayar. Cepat makan.”  Kyuhyun membuang muka. “Bukan kau ingin makan kenapa sekarang marah? Kau benar-benar pria pemarah?”

 

Kyuhyun menatap Siwon dengan sebal lalu berdiri dan mengambil tasnya. Siwon langsung menarik pergelangan tanganya dan ikut berdiri. “ Wae?’ ketus Kyuhyun.

 

“ Aku sudah terlanjut memesan banyak. Setidaknya makananlah sedikit. Hum…” pinta Siwon dengan nada lembut. Kyuhyun pun menurut dan kembali duduk. Siwon mengambil selada dan menaruh daging di tengahnya. “ Makanlah?” Siwon kembali menyuapinya kali ini pria cantik itu mau membuka mulutnya.” Bagaimana?” Kyuhyun hanya mengunyahnya dan mulai mengambil sumpit. Siwon hanya tersenyum dan mulai memanggang daging mentah kembali setelah memotongnya. Kyuhyun memakannya dengan layap. Cukup lama dia ingin makan ini tapi karna niatnya berhemat jadi dia hanya bisa membayangkan.

*******

 

 

“ Jadi dia yang melunasi admintrasinya.” Kyuhyun mengangguk mengambil napan-nampan berisi piring dan gelas kotor itu.. “ Waah…dia kenapa baik padamu? Apa kalian berkencan?” dia menggelengkan kepala sambil menyalan kran air dan mulai mencucinya satu persatu “ Lalu…” Hyukjae masih membrondongnya dengan pertanyaan yang belum dia tanyakan dengan Kyuhyun kemarin.

 

“ Entalah. Hyung… apa bos menanyakanku?” Hyukjae menggelengkan kepala. “ Tumben…”

 

“ Siwon sudah mengijikanmu. Pria itu cukup berpengaruh di kafe tempat kita bekerja dan rumah sakit tempat Donghae bekerja. Siapa sebenarnya dia?’’

 

Kyuhyun mengangkat kedua bahunya dengan wajah berpikir. “ Aku juga tidak tahu siapa dia? Mungkin dia mafia.” Jawabnya enteng.

 

“Ahh..benar juga. Dia mirip ketua mafia. Emm…tapi kenapa dia tak kenalan baju hitam?”

 

Kyuhyun mengetuk-ketuk dagunya. “ Molla. Mungkin baju hitam juga biasa di kalangan mafia jadi dia gunakan baju lainya.” jawab Kyuhyun sambil menaruh cucian bersih itu di rak sampingnya.

 

“ Ahh…ye. Kyu lalu kenapa kau bisa bersama mafia itu? Apa dia berniat menjadikanmu istrinya? Simpananya?”

 

“ Yah!! Hyung…mana aku mau menjadi pelacurnya. Dia sebenarnya lebih mirip sebagai playboy. Dia genit dan menyimpan banyak wanita. Bagaimana? Pria kaya raya dengan sejuta pesonanya.” Kyuhyun mengucapkanya dengan nada mengoda.

 

“ Lalu kau salah satu korbannya?”

 

Kyuhyun mendengus kesal. Sejak tadi mereka bicara ngelantur tak jelas. “ Sudahlah Hyung. Aku harus kembali bekerja. Aku mencium bau bos kita. Dia bisa menjadi hantu dan tiba-tiba melotot dan—“Kyuhyun langsung tersenyum ketika melihat bosnya sudah berdiri di abang pintu dengan mata bulat dan berkaca pinggang. “ Anyeong…” Kyuhyun lansung kabur ke depan meninggalkan Hyukjae yang masih terpaku.

 

“ Cepat kembali bekerja.” teriak Changmin membuat Hyukjae berlari menuju dapur.  “ Kenapa aku bisa punya anak buah seperti ini?” Changmin mengaruk-garuk kepalanya dengan kesal.

*********

 

 

Kyuhyun memilih-milih barang di super market. Hari ini dia gajian dan harus membeli kebutuhan rumah yang sudah habis. Dia menghela nafas berkali-kali bagaimana dia bisa bertahan bila hidup dengan gaji yang pas-pasan. Dia mengambil beberapa mie instan dan cemilan. Tiba-tiba ada yang memeluknya dan menaruh dagunya di pundak.

 

“ Kau sedang membeli apa?” Kyuhyun sudah hafal dengan aroma tubuh pria itu dan suara bass yang membuat tubuhnya merinding. Mereka sangat dekat…aah mungkin harus di tambahi kata sangat.

 

“ Jangan seenaknya memelukku.” dia menyikut perut Siwon dengan keras.

 

“ Auww…appo.” Siwon melepaskan pelukanya dan memenggai perutnya. Kyuhyun tersenyum dan melihat-lihat kembali. “ Kau suka sekali memukulku.” Pria manis itu hanya meliriknya dengan senyuman tipis. “ Kau sudah makan? Kita beli mie instan dan memakanya bersama.”

 

“ Aku sibuk.” Jawabnya sambil berjalan menuju kasir. “ Entah kenapa kau suka sekali menawariku makanan murah.” gerutunya.

 

Kyuhyun menaruh keranjangnya di atas meja. Kasir itu mulai memilah-milah barang yang di beli Kyuhyun.“ Jebal!!” kasir itu sesekali melirik Siwon yang terus merayu Kyuhyun. Kyuhyun  masih terdiam melihat satu-persatu harga dari barang yang dia beli.

 

“ Hai..bukan ini ada diskon?’ teriaknya ketika melihat layar komputer.

 

“ Kami akan menguranginya di bagian akhir tuan.” jawab kasir itu. Kyuhyun kembali menatap Siwon yang masih meerengek. “ Bagaimana kau membayarnya?’’ Siwon mengeluarkan dompetnya dan mengelurkan beberapa lebar uang kertas.

 

“ Tidak perlu. Aku sudah gajian. Biar aku saja.”tolak Kyuhyun tapi kasir itu sudah mulai menghitung dan memberikan uang sisanya.

 

“ Kajja.’ Siwon menarik Kyuhyun dengan tangan satu membawa belanjaan. Kyuhyun sudah terbiasa dengan sikap adi kuasanya. Dia memasukan semua kantung belanjaanya di bagasi dan membuka pintu untuk Kyuhyun. “ Kali ini kita gunakan mobil saja.” Siwon mendorongnya masuk dan berlari ke arah pintu lainnya. Mobil itu melaju dengan cepat ketika Kyuhyun masih sibuk dengan sabuk pengamanya.

 

Siwon benar-benar hanya mentraktirnya mie instan saja. Kyuhyun hanya memplout bibirnya namun tetap menyatapnya. Setelah makan Kyuhyun tengkurap di ranjang dengan Siwon duduk di lantai. Pria berlesung pipi itu sudah sibuk dengan laptopnya dan beberapa kertas di tangan.  Kyuhyun terus memperhatikan kurva-kurva itu dengan tidak mengerti. Sebenarnya dia ingin pulang saja tapi pria di depanya tak mengijinkanya.

 

“ Kau tak mengijinkanku pulang tapi di sini membosankan”keluh Kyuhyun sambil membolak-balik kertas disamping Siwon. Pria manis itu turun dari ranjang dan ikut melihat data-data yang di lihat Siwon. “ Bahkan aku tidak mengerti apa ini?” Siwon hanya tersenyum dan tetap terfokus pada laptopnya. Kyuhyun memplout bibirnya. “ Kau punya bir?’

 

“Ada di kulkas.” Kyuhyun pun langsung berlari keluar kamar setelah mendapatkan jawaban dari Siwon. Pria berlesung pipi itu hanya menggelengkan kepalanya lalu kembali terfokus dengan pekerjanya.

 

2 jam kemudian…

 

“ Ada apa ini? Kenapa semua berantakan?” Siwon terlihat binggung dengan ke adaan rumahnya. Dia mencari di dapur. Kompor menyala dengan panci yang berisi rebusan kimchi. Kaleng bir berserakan dimana-mana. Demi Tuhan dimana Kyuhyun? TV di biarkan menyala. Siwon mengusap wajahnya kasar. Kyuhyun terlentang di atas meja makan dengan kaleng bir di tangannya. “ Apa yang sedang kau lakukan?’

 

“ Membuat ramen.”rancaunya. Kyuhyun mengigit sumpitnya lalu tersenyum. Siwon hanya menghela nafas dan memperbaiki baju Kyuhyun yang sedikit terbuka. Ralat!! Hampir semua terbuka. Pria itu mengangkat tubuh Kyuhyun ke kamarnya. Pria manis itu terus merancau tiada henti membuat Siwon hanya mengelengkan kepala. Ketika Siwon menurunkanya di ranjang pria manis itu menarik lehernya dan mencium bibir. “ Aku mencintai—mu…” lalu Kyuhyun semakin menekan bibirnya dan membuat Siwon semakin mendominasi ciuman mereka. Siwon melepas ciuman itu ketika pria manis itu pingsan. Dia mengusap bibir Kyuhyun yang semakin mengodanya. Siwon membelai wajah cantik itu dengan lembut lalu mencuri satu kecupan sebelum menyelimutinya. Siwon tak ingin kehilngan kendali jadi dia pergi keluar dan membereskan rumahnya.

 

*******

 

Kyuhyun terlihat kacau di pagi harinya. Kepalanya terasa berat. Dia melihat sekelilingnya. Ini bukan kamarnya berarti dia masih di tempat Siwon. Namun dimana dia? Tak lama terlihat Siwon masuk dengan segelas air di tangan.

 

“ Kau sudah bangun?’ Kyuhyun mengangguk lalu duduk dan menyandarkan punggung. “ Minumlah!” Siwon mengulurkan obat dan air putih. Pria manis itu langsung menelannya. Siwon merapikan rambut Kyuhyun dan tersenyum.

 

“ Wae?’

 

“ Entah kenapa aku ketagihan melihatmu. Kau begitu menarik dan nikmat untuk di lihat.” Dia masih membelai wajah Kyuhyun dengan lembut.

 

“ Ini masih pagi tuan muda. Jangan banyak menggombal. Aku mual. Kenapa kau tak mengantarku pulang saja.’ Kyuhyun menyirirkan tangan Siwon dari wajahnya.

 

“ Baiklah. Cepat mandi aku antar kau ke tempat kerjamu. Aku juga ingin menemui Changmin.” Siwon berdiri membuat Kyuhyun menundukan kepala. Sudah enam bulan lebih mereka dekat dan Siwon selalu mengkatakan rindu tapi tak pernah ada kepatian dalam hubungan mereka. Kyuhyun juga tak banyak berharap namun ada sedkit rasa kecewa ketika memikirkan apa hubungan mereka. Bahkan mereka pernah berciuman. Ralat! Siwon yang tiba-tiba mencium bibirnya. “ Soal semalam itu…\’

 

“ Wae?’

 

“ Sudahlah . Lupakan saja.” Kyuhyun mengerutkan keningnya dan segera turun dari ranjanng dan berjalan mengikuti Siwon.

 

“ Apa yang sudahlah. Jangan bicara setengah—setengah membuat aku penasaran saja.” Kyuhyun menarik tangan Siwon untuk menghadapnya. Siwon tersenyum dengan mendekatkan wajahnya. “ Siwon…”

 

“ Hum?’ kini jarak mereka cukup dekat membuat Kyuhyun salah tingkah sendiri. Dia menaruh tanganya di depan dada Siwon mempertahankan jarak mereka. “ Kenapa diam?’ Kyuhyun langsung mendorong Siwon dengan kuat.

 

“ Sudahlah.” Kyuhyun kembali ke kamar untuk mandi. Siwon hanya tersenyum dan segera ke dapur menyelesaikan membuat sarapan pagi.

 

*******

 

“ Besok aku akan ke Chinna.”

 

“ Lalu…” Kyuhyun masih melahap roti bakarnya dengan tanganya. Bahkan dia menjilati ujung jarinya yang penuh selai coklat.

 

“ Kau ingin ikut?’

 

“ Tidak terima kasih.” Jawabnya dengan santai lalu tersenyum tipis.

 

Siwon menghentikan makannya dan menyesap kopi buatanya. “ Bagaimana bila aku merindukamu?’ Siwon bertanya dengan serius.

 

Kyuhyun memasukan semua sisa rotinya di dalam mulutnya. “Itu bukan menjadi urusanku. Ahh—dan lagi tak ada yang ingin melihatmu.” jawabnya dengan enteng.

 

“ Tetap saja aku akan melihatmu.” Siwon masih menatapnya membuat Kyuhyun salah tingkah.

 

“ Sudahlah! Aku harus berangkat kerja. Kau menyimpan baju yang aku tinggal kemarin?” Kyuhyun langsung berdiri meninggalkan meja makan.

 

“ Aku menyimpanya di bawah bantalku.”

 

“ Kau tidak memasukanya di lundry?”

 

“ Ani. Karna aku ingin menyimpan bau badanmu.”

 

“ Spikopat!!” umpatnya. Siwon tersenyum kecil ketika Kyuhyun berjalan dengan kesal. Sangat menyenangkan mengoda pria itu. Kyuhyun keluar dengan baju rapi dan tas punggungnya.

 

“ Kau akan berangkat kerja.”

 

“ Apa kau pikir aku pria kaya raya? “ dia mengambil sepatunya dan akan mengunakannya.

 

“ Kau benar-benar tak ingin ikut?” Kyuhyun menghentikan mengunakan sepatunya lalu menoleh. “ Aku akan mengurus semua. Jadi kau hanya tinggal berangkat.”

 

“ Kau tahu bulan ini gajiku masih di potong bila aku mengambil cuti lagi. Lalu kau pikir aku mau makan apa?’ Kyuhyun berdiri merapikan bajunya. “Ayo berangkat! Ah—kenapa udara begitu dingin sekali—“ Kyuhyun mengeratkan jaketnya dan keluar mendahului Siwon. Siwon hanya menghela nafas dan kembali mengecek ponselnya. Dia menunduk lemas.

 

*******

 

Selesai mencuci piring-piring kotor Kyuhyun segera berganti baju dan bergegas pulang. Hari ini kafe begitu ramai dan tubuhnya begitu lelah. Dia mengambil tas punggungnya dan berjalan keluar dari kamar ganti.

 

“ Apa dia membuangmu?” Kyuhyun sudah hafal itu suara siapa. Dia tak menaggapinya. “ Aku tak penah melihatnya disini. Apa dia mencampakanmu? Ah—harusnya sudah aku duga kalau dia hanya mempermainkanmu saja.” Stella tertawa sambil meatap Kyuhyun yang terdiam.

 

“ Kau tahu bukan bila kita bila kita bisa damai dengan satu sama lain bila kau tidak ikut campur urusan orang?” kyuhyun menoleh dengan pandangan kesal.

 

“ Jadi kau benar di buang. Debbak!! Harusnya aku tak perlu sampai iri bila kau memang di buang secepat itu.”

 

“ Aku—sungguh tak mengeti satu pun yang kau katakan. Bagimana ini? Apa kau bicara dengan bahasa alien?”

 

“ Aishh!! Yah!! Cho Kyuhyun—“ Kyuhyun hanya teetawa sinis lalu berjalan meninggalkan Stella yang masih mengumpatnnya. “ Yah!! Yah!! Kau—“

 

Kyuhyun mengaruk kepalanya setelah menghabiskan segelas soju yang baru saja di tuangkan Eunhyuk untuknya.

 

“ Ahh—aku ingin bunuh dia saja.”omelnya.

 

“ Tenanglah.”

 

“ Darimana asal mahkluk itu—aku ingin sekali merobek mulutnya.”

 

“ Kau tak bisanya perduli denganya. “ Kyuhyun menatap Eunhyuk dengan tajam. “ Wae? Apa benar Siwon meninggalkanmu?”

 

“ Hyung—apa kau juga sudah terkenak virusnya?”

 

“ Ani—aniya. Aku hanya penasaran kemana sebenranya pria itu?”

 

“ mana aku tahu.”

 

“ Bukan sebelum dia menghilang kau sempat menginap di rumahnya. “

 

“ Dia pergi ke Chinna.” Kyuhyun kembali menuangkan soju ke dalam gelasnya dan menengguknya. “ Sebenarnya dia ingin membawaku bersamanya tapi aku menolak.”

 

“ Mwo? Wae?”

 

Kyuhyun membuka botol soju lagi dan menguankanya dalam gelasnya lalu menengguknya sampai habis. “ Bahkan kita tak punya hubungan apa-apa jadi kenapa dia harus mengajakku.”dia memasukan kimchi ke dalam mulutnya lalu membuang muka.

 

“ Bukan dia pria baik—apa kau tidak menyukainya? Kyu—Cho Kyuhyun…”

 

“ Aniya. Aku tidak tahu apa yang aku rasakan. Tapi kali ini aku benar-benar takut untuk jatuh cinta.”batin Kyuhyun lalu kembali tersenyum dan menikmati udara malam.

 

“ dasar pria bodoh.”

 

******

 

Siwon menatap langit gelap yang penuh bintang malam itu. Dia berulang kali menghela nafas lalu menikmati kopinya. Seorang wanita cantik menghampirinya dan berdiri di sampingnya.

 

“ Apa berdiri disini lebih nikmat daripada berkumpul di sana?”  Siwon tersenyum merangkul wanita cantik itu dan menyandarkan kepalanya di atas kepala wanita cantik itu. “ Apa sudah ada yang kau rindukan?”tebak wanita cantik itu.  Siwon melepaskan pelukanya dan menunduk. “ Kenapa kau diam? Apa benar?’wanita itu menatap dengan serius.

 

“ Aku belum nyakin apa dia juga merindukanku, umma.” Siwon tersenyum kecut.

 

“ Apa kau menyukainya?” Siwon menatap ibunya. Choi Heachul.

 

Siwon menghela nafas lalu tersenyum lebar pada ibunya. Dia mencium pipi ibunya. “ Aku rasa aku bisa mencintai melebihi cintaku padamu.”

 

“ Sheess!! Kau memang mirip ayahmu. Sudahlah! Mereka menunggu kita. Paling tidak jangan buat sakit jantung nenekmu kambuh. Arrachi?”

 

Siwon hanya tersenyum lalu mengandeng ibunya keluar kamar untuk makan malam.  Di ruang tengah semua sudah menunggu. Siwon mencium wanita tua itu dan duduk di sampingnya.

 

“ Beberapa hari kau akan disini?’ tanya nyonya Choi Hae Won.

 

“ Entahlah! Mungkin selesai dengan urusanku aku langsung pulang.”jawab Siwon dengan enteng.

 

“ Kau tahu bukan bila kau sudah cukup matang untuk menjalani sebuah urusan serius.”

 

“ Nenek—kau tahu bukan—dirimu masih terlihat cantik dan seksi. Jadi aku rasa itu bisa di tunda.”

 

“ kau tahu umurku bukan?” Choi Hae Won menatap cucunya.

 

“ kau masih muda nenekku sayang. Ahh—aku akan selesaikan makananku secepatnya lalu segera tidur. Besok ada rapat pagi hari karna lusa aku akan kembali ke Korea.”

 

“ Siwon—“ sentak Heachul.

 

“ Nenek aku mencintaimu—“ Siwon mengecup pipi neneknya lalu kembali fokus dengan makananya. Semua kembali hening. Heachul hanya tersenyum melihat polah anaknya.

 

******

 

Siwon sudah kembali ke korea sejak dua hari yang lalu tapi dia masih belum bisa menemui Kyuhyun karna kesibukanya. Sebenarnya dia merindukan pria itu tapi pekerjanyaan tak mau menunggu. Hari ini Siwon benar-benar kacau. Dia tak bisa meninggalkan kursi kerjanya namun otaknya memikirkan pria anis yang sudah setengah bulan tak di temuinya.

 

From : Kyuhyun

“ Datang ke kantorku sekarang dan bawakan aku makan siang. Aku merindukanmu.”

 

Kyuhyun hanya terdiam membaca isi sms yang baru saja dia terima. Dia kembali memasukan ponselnya dalam saku celan dan mengabaikan telpon yang terus berdering. Dia masih terfokus dengan pekerjannya. Dia mengangkat napan itu dan menyerahkan pada teman kerjanya yang sedang mencuci piring. Dia kembali ke depan karna siang ini kafenya penuh dengan pengujung.

 

“ Kyuhyun—“

 

Siwon menghentikan langkanya dan menatap ke belakang.” Nde.” Jawabnya dengan sedkit menunduk.

 

“ kau ingin membunuhku dengan suara telpon yang terus berbunyi. Kemana ponselmu?” Kyuhyun masih terdiam tak mengerti dengan maksud bosnya. “ Siwon menghubungiku. Dia pikir aku melarangmu pergi. Padahal aku tak tahu apa-apa. Dia terus berteriak. Sekarang pergilang atau dia akan benar-benar menghancurkan kafeku.” Changmin langsung pergi begitu saja meninggalkan Kyuhyun yang masih terdiam. Dia mengambil ponselnya.

 

“ Wae?’ dia berjalan menuu ruang ganti sambil terus mendengarkan orang itu mengomel tiada hentinya.

 

Kyuhyun berjalan dengan membawa dilsot bibimbap dengan kopi instan kesukaan Siwon. Dia berjalan dengan melihat-lihat sekeliling. Gedung-gedung tinggi napak mewah di sekitar jalan itu. Dia merapikan bajunya seblum amsuk ke gedung cakrawala itu tapi langkahnya terhenti ketika melihat seseorang yang dia kenal. Kyuhyun menudukan wajahnya ketika seorang wanita dengan baju minim mencium bibir pria berjas itu. Dia langsung membalik tubuhnya dan berjalan kembali dengan cepat. Jantungnya terasa sakit tapi dia tak tahu kenapa? Dia terus berjalan tanpa mengerti arah tujuanya. Dia menatap kantung yang dia bawa lalu hendak membuangnya di sampah.

 

“ Kenapa kau membuangnya?’ Kyuhyun menghentukan gerakanya dan segera menoleh dengan wajah terkejut.

 

TBC

Masih ada yang tertarik dengan kelanjutan cerita ini?

Aku tunggu komentar kalian ya..\bye—bye!!

Advertisements

Author:

Saya manusia biasa Punya salah dan tak sempurna Saya jatuh cinta dengan Wonkyu Tak perduli banyak yang bilang saya gila Bahkan pacar saya... Saya jatuh cinta dengan mereka ♡♡♡♡

37 thoughts on “Make A Wish – part 2

  1. Thanks for the update..lama menunggu updatenya..

    Nampaknya masalah sudah muncul..wonkyu mmg sudah ada perasaan antara mereka tp belum belum mengetahui

    Lanjutkan….

  2. siwon lindungi kyuhyun,jgn sampe deh jaehyun nyakitin kyuhyun lg…
    jaehyun udh ya lepasin kyuhyun
    kyuhyun it mlik siwon
    wonkyu deket,tp hbungan mereka tnpa status yg jelas..
    siapa yg kyuhyun liat,siwon kah???
    nah loh cp th yg mngut mkanan yg di bwa kyuhyun???
    next chap

  3. Kyuhyun melihat siwon dicium oleh stella ya, tp saat kyuhyun pergi siwon melihatnya dan lgsung mengikuti kyuhyun ya??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s