Posted in BL, Drama, Family, Romance, Uncategorized, wonkyu, WonKyu Story

Tentang Kamu – part 27

Tentang Kamu – part 27

Autor : Cat meonks

Cats : Cho Kyuhyun, choi Siwon dll

BL,Yaoi Mpreg

Warning : Typo berserakan dan bahasa kurang jelas

Cerita gaje tapi hasil karya sendiri

Ini pasti membosankan tapi jangan lupa tinggalkan komentar

Kiss kiss

.

..

.

.

.

Sesaat setelah Siwon pergi,dokter pun datang. Heachul sudah menyambutnya sementara Kibum sudah hampir mati ketakutan ketika melihat adiknya tiba-tiba pingsan. Dokter mengeluarkan stetoskopnya dan mulai memeriksa keaadaanya.

 

“Kyuhyun hanya sedang stres hingga membuat tekanan darahnya turun. Jangan terlalu membebani pikiranya. Apalagi kandunganya masih cukup rawan. Berikan asupan gizi yang cukup dan vitamin untuk menjaga ibu ataupun bayinya. Dia cukup tangguh tapi kondisinya bisa melemah bila terus di bebani masalah. Aku akan berikan tambahan vitamanin.” dokter memberikan selembar kertas pada Heachul. Tak lama pintu terbuka lebar menampakan Sungmin dengan nafas terenggah-enggah.

 

“Bagaimana ke adaan menantuku?” tanyanya. Kibum masih terdiam menatap dua wanita paru baya itu bicara lebih lanjut dengan dokter kandungan Kyuhyun. Dia membelai rambut coklat adiknya sebelum berdiri menghampiri ibunya.

 

“Bisa umma jelaskan…” pertanyaan itu membuat Heachul dan Sungmin  menoleh. “Umma…”

 

“Sayang…kita bicara di dalam. Minnie bisa temani Kyuhyun. Aku ingin bicara dengan putriku.” tanpa bertanya apa pun wanita cantik itu segera pergi ke atas untuk menemani menantunya. “Duduklah!” perintah Heachul setelah berjalan ke ruang tengah.

 

“Umma…apa yang di kakatakan dokter itu benar? Bagaimana bisa…”Kibum bicara sambil duduk di hadapan ibunya.

 

“Aku tahu pasti kau terkejut…”

 

“Aku juga marah umma.”

 

“Arraseo. Umma mengerti.”Heachul menarik nafas dalam. “Harusnya sejak awal aku membicarakan ini..”

 

“Kalau umma sudah tahu harusnya tidak melakukanya.”

 

“Kenapa kau selalu menyela omongan umma. Menyebalkan!!” Kibum terdiam. “Bagaimana awalnya umma juga tidak tahu. Sudah restui saja dia.”

 

“Awalnya aku juga mau merestui mereka tapi mendengar Kyunnie hamil semakin membuat otakku memanas saja. Bagaimana mereka…? Bukan mereka sudah bercerai?”

 

“Belum. Adik kecilmu itu belum mengurusnya. Ahh…itu juga akal licik Siwon. Bisa di bilang begitu juga tapi adikmu sendiri juga sama saja. Mereka sering bertemu. Kalau tidak urusan membayar ya…urusan meminta tanda tangan. Entah bagaimana dia bisa hamil?” ucapnya dengan nada sedikit gurauan.

 

“Umma…kapan kau serius?”

 

“Mau bicara serius pun juga tak ada gunanya. Siapa yang salah,siapa yang mengejar Kyunnie sudah hamil,Siwon ayahnya dan kau akan jadi tante. Hahahah…”

 

“Tidak lucu.”

 

“Lalu bagaimana agar kau tertawa?” Kibum melipat tangan di dada. “Jangan memasang wajah seperti itu. Kau seperti nenek sihir. Bagaimana pun kau belum menikah, jadi jangan perburuk wajahmu.”

 

“Umma..”

 

“Apa?”

“Aku benar-benar tak mengerti sebenarnya aku ini anaknya siapa? Kenapa kau tak pernah sama sekali serius? Bahkan kau tak terkejut mendengar Kyunnie hamil dan kembali pada Siwon. Umma…bagaimana bila kejadian itu kembali lagi?”

 

“Ahjumma tak bisa menjamin tapi aku akan lebih menjaga menantuku.” Kibum ataupun Heachul menatap ke arah tangga. “Mianhae…aku ikut campur dalam urusan kalian. Tapi aku mencintai Kyunnie… Kibunnnie…tak bisakah kau memaafkan Jiwon? Aku tahu itu berat tapi cobalah untuk percaya bahwa dia sudah berubah.”Sungmin berjalan mendekat dan menepuk pundak Kibum. “Kau juga sudah kenal lama dengan dia,bahkan jauh sebelum Siwon dan Kyu menjalin hubungan. Kibumnnie…”

 

“Immo…mianhae…jangan bersedih! Mianhae…aku hanya..hanya sedkit terluka dengan kalimat waktu itu. Kami tidak pernah menjual Kyunnie sebagai jaminan untang perusahaan appa.” Kibum memeluk Sungmin yang sudah terlihat menangis.

 

Sungmin menepuk punggung Kibum. “Aku pun juga marah mendengarnya. Karna itu dengan licik aku menyuruh suamiku untuk mencari kelemahan perusahaannya. Ternyata dia cukup banyak bermasalah dengan pihak bank China. Dia juga bermasalah dengan pasar gelap yang ada disana. Jadi semua lebih mudah untukku menjatuhkannya. Ahh..melegakan sekali..” ucapnya dengan girang.

 

Kibum hanya terdiam melihat dua wanita paru baya itu tertaawa. “Sekarang aku sadar betul. Siapa yang berotak waras disini…” gumamnya.

 

*****

 

 

Siwon berlari dari ruang rapat setelah menutupnya acaranya. Sejak tadi tak ada satu pun orang yang bisa di hubungi. Dia takut terjadi sesuatu yang buruk. Sebenarnya dia juga tak mau berangkat ke kantor tapi mertuanya terus mendesaknya pergi. Mau tak mau dia menurutinya. Siwon berjalan menuju lantai atas trmpat kamar Kyuhyun. Kibum yang baru keluar kamar terdiam menatap Siwon datang.

 

“Bisa kita bicara?” ucapnya.

 

“Bisa. Tapi setelah aku menemuinya.” Siwon menunduk lalu kembali berjalan mrnuju kamar istrinya. Terlihat Kyuhyun sedang brrmain ponselnya. Siwon tersenyum lega. “Kau sudah sadar? Lalu kenapa tak mengangkat telponku.”

 

“Untuk apa kau kemari? Bukan sudah ku katakan jangan temui aku lagi.”

 

“Bagaimana keadaanmu? Tidak terjadi sesuatu yang burukkan?”

 

“Kau mendoakanku.”

 

“Aniya. Aku hanya khawatir.”

 

“Aku tidak apa-apa jadi pergilah.”

 

“Syukurlah! Apa kau butuh sesuatu?” Kyu merebahkan tubuhnya dan menaruh ponselnyaa ketika Siwon mendekati ranjangnya. “Baby…”

 

“Pergilah! Aku tak membutuhkan apa-apa darimu. Cukup kau pergi dan jangan temui aku. Kau pria menyebalkan!!” Siwon menunduk diam. Kyu mendengar helaan nafasnya. Tiba-tiba ponselnya berbunyi. Pria cantik itu menoleh melihat wajah serius suaminya.

 

“Aku pergi dulu sebentar. Kau ingin sesuatu?” Kyu tak menjawab. Siwon mendekat dan mengecup kening Kyuhyun dengan lembut. “Aku akan kembali.” bisiknya lalu berjalan pergi meninggalkan kamar Kyuhyun. Pria cantik itu penasaran sebenarnya suaminya akan kemana. Kyu berdiri di atas balkon kamarnya dan melihat Siwon keluar dengan seorang wanita. Matanya membulat sempurna.

 

“Nunna…” cicitnya.

 

******

 

 

“Kau tahu aku masih belum memaafkanmu.” kini mereka ada di kafe yang cukup sepi. Siwon menghela nafas dan menatap kakak iparnya. “Kau tahu bukan bila aku masih membenci dirimu dan adikmu.”

 

“Miannata…”

 

“Apa dengan minta maaf bisa merubah segalanya?”

 

“Anio.”

 

“Lalu kenapa kau hanya minta maaf tanpa mendengar ucapanku. Kau tetap bertemu dengan Kyuhyun dan membuatnya kembali padamu.”

 

“Jongmal mianhae. Aku tak bisa melepaskanya.”

 

“Wae? Apa kau belum puas bermain dengannya?”

 

“Anni. Aku tak pernah merasa mempernainkanya. Aku mencintainya karna itu aku mempertahankannya.”

 

“Pembohong. Kau hanya belum puas bermain dengan adikku.”

 

Siwon tersenyum. “Apa kau masih dendam denganku?”

 

“Anni. Kau pikir aku masih mengingat masa lalu. Banyak hal yang aku pikir tak hanya tentangmu.”

 

“Sejak pertama aku bertemu denganya ketika itulah pertama kali aku jatuh cinta padanya.”

 

“Bukan pandangamu masih tertuju padaku.” sahutnya.

 

“Apa kau memperhatikanku?” Kibum melipat tangan di dada. “Dia mempesona dengan caranya. Ceroboh, manis dan sulit di tebak. Ketika itu dia lebih sering bermain ke kantor ayahnya dan itu semakin hari membuat aku jatuh cinta dengan kegalakanya. Seperti ibumu.” Siwon tersenyum dengan lesung pipi yang terlihat sempurna. “Dia selalu menjaga jarak denganku tapi aku melihat mata manjanya. Mungkin kau pikir aku membual tapi aku benar-benar jatuh cinta. Aku tak apa terlihat bodoh dan konyol, kadang aku juga merasa dia menjatuhkan harga diriku tapi cukup dia tersenyum aku tak apa.”

 

“Tapi kau selalu menang sebenarnya.”

 

“Benarkah?” Siwon tersenyum. “Kadang aku harus sedikit mengancamnya agar menurut. Kau tahu… dia mencintai keluarganya.” Kibum membalas senyumanya. “Tapi aku mencintainya jadi tak mudah mengabulkan keinginanya untuk berpisah. Bahkan aku tak pernah perduli orang membicarakanku apa.”

 

“Pembohong. Bukan kau pernah marah dan membatalkan pernikahan ketika tahu Kyuhyun terpaksa menikahimu. Bukan itu sampai membuat Kyu depresi?”

 

“Aku kecewa dengannya. Aku tak suka melihat dia tertekan dan aku sempat berpikir cintaku bertepuk sebelah tangan ternyata…dia juga mencintaiku. Aku bahagia kenyataannya dia mencintaiku walau pun semua bilang aku hanya di manfaatkan asal Kyuhyun disampingku semua tak penting.”

 

“CIH!! Bagaimana bila aku tetap menentangmu? Membawa adikku pergi jauh darimu misalnya.”

 

“Mungkin cara yang sama akan aku gunakan. Kau tahu…meski kau pikir aku gila tapi mungkin aku akan menghancurkanmu.”

 

“Apa kau bisa?”

 

“Tentu. Bila itu demi Kyuhyun.” Kibum terdiam. “Ahh..kau…Kenapa kau bertanya seperti itu? Membuat aku terlihat buruk. Aku masih ingin menjadi Siwon baik. Kau tahu..maksudku bukan.”

 

“Kau benar-benar pria licik.”

 

“Ku mohon restui kami. ”

 

“Bahkan ketika kau sudah menujukan taringmu kau masih meminta restuku.”

 

“Bagaimana pun kau kakak iparku.”

 

“Lalu soal pekerjaanku di Kanada. Kau dalangnya… Aku bahkan sedikit merinding ketika mendengar kau menghancurkan perusahaan wanita itu. Ibumu tertawa bahagia. Apa kau juga akan melakukanya pada kelurgaku?”

 

Siwon tersenyum. “Ibuku sedikit kesal karna membuat putrinya menjadi penjahat jadi…” dia tertawa kecil lalu menyesap kopinya. “Bila kau tak terus memaksa Kyuhyun untuk membayar utang mungkin aku tak akan melakukanya.”

 

“Kau membongkar dosamu. Bukan itu juga menjadi ajang kesempatanmu untuk bertemu dengannya. Bagaimana kau bisa menyakinkanya sampai dia bisa hamil? Kau merayunya…”

 

Siwon menghela nafas berat lalu tersenyum begitu tampan,” Itu agar dia tidak pergi. Aku tahu…bila kau pulang akan susah menemuinya jadi aku gunakan cara ini agar dia tetap bersamaku.” Jawabnya

 

“Siwon-sii…”

 

“Kau ingin bertanya apa lagi? Aku akan menjawab semua dengan jujur.” kembali menyesap kopinya. “Kau sejak dulu tahu bagaimana aku. Kyuhyun pun sudah hafal bagaimana aku.”

 

“Sekarang kau mengancamku…”

 

“Kau keluargaku. Jadi tak mungkin aku lakukan itu…aku hanya ingin Kyuhyun tak tertekan lagi. Tolong restui kami.”

 

Kibum hanya diam. Dia menggenggam tangannya kuat. “Tidak akan. Lupakan soal itu…” tegasnya. Siwon hanya bisa tersenyum. “Apa kau akan gunakan cara yang sama? Apa kali ini butikku?” tanya Kibum dengan wajah sedikit ketakutan. “Jawab!!” sentaknya.Siwon  tetap diam dengan pandangan tajam. “Oh..kau akan mrnghentikan suntikan dana untuk perusahaan appa…? Ku dengar perusahaanmu menyuntikan dana segar untuk proyek selanjutnya.”

 

“Aku sudah pernah mengunakannya untuk memaksa Kyuhyun sebelum kita menikah.”

 

“Mwo? Kau sudah gila?” Siwon tersenyum puas melihat wajah kakak iparnya. ” kau…”

 

“Jangan buat aku semakin kejam dan matikan di ponselmu itu. Apa kau kurang puas dia mendengar pembicaraan kita sejak tadi Cho Kibum-sii.”

 

“Kau tahu…” Kibum tersenyum sinis. “Apa kau akan membunuhku?Karena setelah pulang nanti aku akan berikan ini pada Kyunnie.” ancamnya.

 

Siwon tersenyum tapi ketika ponselnya bergetar dia tak jadi menjawab. “Yoboseo…” hening dengan mata membulat sempurna. Dia langsung berdiri tanpa  memperdulikan Kibum yang memanggilkan. Kibum menghela nafas sebelum dia berdiri dan membayar bonnya. Tapi baru satu langkah dia meninggalkan mejanya.

 

“Hallo umma…” Kibum mrnjatuhkan ponselnya setelah beberapa saat dia mendengarkan ucapan ibunya.

 

******

 

 

Siwon brrjalan cepat di koridor rumah sakit. Matanya menoleh ke kanan dan ke kiri. tersirat kepanikan namun dia tetap berusaha tenang. Dia melihat Heachul keluar dari kamar dengan wajah lemas.

 

“Umma…”

 

“Siwon…” Heachul berlari memeluk ibu mertuanya.

 

“Bagaimana Kyuhyun?” Heachul hanya menggelengkan kepala.

 

“Dokter masih memeriksanya.” Siwon menatap ibunya keluar di temani Jiwon. “Minnie…”Heachul menghampiri sahabatnya.

 

“Oppa..ottohkae…kyuhyun oppa…”Jiwon tergagap menjelaskan kepada kakaknya. Siwon tersenyum kecil. “Oppa…kenapa masih bisa tertawa…aku sudah hampir mati karna panik. Keluar darah dari kakinya. Bagaimana?”

 

“Kita tunggu saja apa kata dokter.” Siwon menghela nafas dengan tangan yang mengepal erat. Kali ini salahnya…iya salahnya. Tak lama Kibum datang menghampiri dua wanita paru baya itu tanpa brrani melihat Siwon.  Dokter pun keluar.  “Bagaimana keadaanya?”

 

“Tuhan masih melindungi mereka. Bila sekali lagi Kyuhyun mendapatkan tekanan aku tak bisa jamin keselamatanya mereka. Siwon-sii bukan kau sudah tahu kandunganya lemah. Kau harus menjaga calon anak dan ibunya.” Siwon menunduk lemas. “Sekarang dia masih dalam pengaruh obat penenang. Saya permisi dulu…”

 

“Kamsahamidah.”Siwon menuduk memberi hormat ketika dokter itu berjalan meninggalkan ruang UGD. Kyuhyun keluar di dorong oleh suster untuk di pindah ke ruang rawat. Semua mengikuti kecuali Kibum.

 

“Siwon.” Siwon menghentikan langkahnya. “Apa yang aku lakukan itu keterlaluan?”

 

“Mungkin kau tak jauh dari wanita itu tapi kau melakukan hal berbeda. Racunmu lebih mematikan.” lalu berjalan meninggalkan Kibum yang tertunduk. Dia menangis dalam diam.

.

.

Siwon terus menggam tangan Kyuhyun dengan erat. Dia memejamkan mata ketika membayangkan wajah kecewa istrinya nanti. Mengecup berulang kali telapak tangan istrinya.

 

“Cepat bangun…cepat marahai aku…itu lebih baik daripada kau hanya memejamkan mata. Benci aku sesuka hatimu tapi biarkan aku selalu melihat manik mata indahmu. Aku mohon!! Buka matamu…” cicitnya dengan sebutir air mata yang mrngalir tanpa mampu di kendalikan. Semua hanya mampu berdoa karna harusnya Kyuhyun sudah bangun tapi sampai detik ini belum ada tanda dia bangun.

.

.

Malam menjelang semua tertidur dengan lelap namun Siwon belum mau memejamkan mata. Dia terus menatap dengan mata bengkak. Kyuhyun sebenarnya sudah bangun ketika Siwon pergi ke kamar mandi. Dia tak betah dan membuka matanya.

 

“Akhirnya kau membuka mata. Apa kau ingin sesuatu?” Kyuhyun memiringkan tubuhnya untuk menghindari Siwon. “Baiklah! Istirahatlah aku akan menunggumu.” Kyu tak menjawab. Dia menggenggam erat selimutnya untuk menahan air mata.”Anak kita tak apa-apa dia cukup tangguh…sama sepertimu. Kuat!” ucapnya lirih sambil membelai rambut Kyuhyun.

 

“Bisa singkirkan tangamu. Aku mohon! Aku lelah…” pinta. Siwon menghentikan pergerakan tanganya namun belum ingin melepasnya. “Ku mohon…” dengan berlahan pria berlesung pipi itu menarik tanganya dan menghela nafas. “Kau bisa pulang sekarang…”

 

“Lalu membiarkanmu pergi. Andwae!!”

 

“Kau tahu bila aku tak akan bisa pergi jauh darimu. Karna ketika aku pergi selangkah darimu kau akan mencengkeram pergelanganku lebih kuat.”

 

“Itu karna aku mencintaimu.”

 

“Arra…karna itu aku masih disini. Seberapa jauh aku membencimu,menyesali mencintaimu tapi aku tetap tak bisa pergi. Karna rasa cintaku sendiri. Jadi jangan takut,pergilah sesukamu aku akan tetap disini ketika kau membutuhkanku…”

 

“Apa kau gila? Kau sadar yang kau ucapkan?” Heachul dan Sungming terbangun. “Okey!! Bila itu mau mu… Kita mulai permainan ini.” Kyu memejamkan mata dengan butiran air mata yang mengalir. Siwon pun berdiri meninggalkan ruangan itu. Heachul dan Sungmin berjalan mendekat.

 

“Apa kalian bertengkar?” tanya Heachul namun Kyuhyun hanya diam memejamkan mata walau air matanya masih terus mengalir. Sungmin menepuk pundak sahabatnya untuk meninggalkan putranya sendiri. Wanita cantik itu menghela nafas dan melihat ke arah pintu. Masih terlihat bayangan Siwon berdiri di depan pintu. “Ahh..ternyata kehidupan cinta putraku masih saja rumit seperti biasanya…kapan kalian benar-benar bahagia? Aku bosan mendengarnya.” cicitnya.

 

*****

 

Siwon membersihkan diri dan menganti baju yang di bawakan Jiwon. Gadis cantik itu juga membawakan sarapan untuk kakaknya. Dia juga tahu Kyuhyun tidak suka makanan rumah sakit. Gadis itu membelai perut kakak iparnya. Gemas! Karna sudah mulai membuncit.

 

“Hai sayang ini tante Jiwon…waahh…bagaimana besarmu nanti ya? Mianata…karna aku kau tak bisa melihat kakakmu…” ucapnya.

 

PLAKs!

 

“Oppa…appo..”

 

“Sudah aku bilang jangan bicarakan itu lagi. Kau ingin aku membencimu…”

 

“Mianhae…tapi oppa…apa kata dokter? Dia perempuan atau laki-laki?”

 

“Belum bisa di pastikan. Ini masih terlalu dini tunggu sampai empat bulan. Ahh…bukan kau ada ujian hari ini.” Jiwon mengangguk. “Lalu kenapa belum bersiap.”

 

“Aku malas. Lebih baik aku menemanimu. Aku khawatir setengah mati. Apa ada yang menjahatimu lagi? Bagaimana bisa ada darah?”

 

“Anni. Gomawo… karna mengkhawatirkanku.”

 

“Sejak dulu aku selalu mengkhawatirkanmu. Aku menyukaimu sejak pertama kali kita bertemu. Tapi entah kenapa waktu itu…aku lebih percaya dengan orang asing.”

 

Kyuhyun tersenyum membelai rambut adik iparnya. “Karna kau masih muda. Ahh…uang bisa membuat kita buta dan gila. Jangan terlalu gila belanja. Arraseo?”

 

Jiwon tersenyum lebar menampakan giginya. Dia adalah Siwon wanita. Wajah mereka mirip. Kyu membelai wajahnya. “Oppa…jangan sakit lagi ya?”Jiwon menyandarkan kepalanya di bahu Kyuhyun. Kyu mengangguk dan sedikit memeluk adik iparnya. Siwon yang baru keluar dari kamar mandi menunduk melihat Kyu menatapnya. “Oppa kau akan pergi ke kantor?” Jiwon melepas pelukan kakak iparnya dan menoleh ke arah Siwon.

 

“Tidak. Kau pulanglah! Bukan hari ini ada ujian.” Siwon duduk di sebelah kanan Kyuhyun.

 

“Shiro!! Aku akan temani Kyuhyun oppa.”

 

“Kalian pergilah! Aku sudah tak apa. Siwon kau pergi saja ke kantor.” Jiwon langsung menoleh ke arah kakak iparnya. Dia hafal betul bagaimana cara memanggil kakak iparnya ketika marah. “kau juga.” dia menunjuk hidung mancung adiknya.

 

Siwon terdiam sesaat lalu menarik nafas. “Aku antar kau ke depan. Bagaimana kau bisa lulus dengan baik? Bila terus saja kau membolos.” Siwon berdiri dan menariknya pergi. Kyuhyun mendesah kecewa tak ada kecupan ketika Siwon pergi. Tapi bukan ini maunya?

 

Kyuhyun terkejut ketika pintu kamarnya terbuka lagi. Siwon datang dengan segelas kopi. Kyuhyun tak berani bertanya ketika pria berlesung pipi itu membuka laptop tanpa bicara. Kyu memainkan jarinya. Dia bosan disini. Ponsel dan PSPnya tertinggal di rumah dan takbmungkin dia meminta Siwon untuk mengambilkannya. Kyu berusaha turun untuk pergi ke kamar mandi. Tanpa bicara Siwon langsung membopongnya dan menarik infus itu. Kyuhyun salah tingkah sendiri. Dia mengigit bibirnya ketika Siwon kembali mengakatnya tanpa bicara apa pun. Kyu menghela nafas. Siwon kembali sibuk dengan pekerjaanya.

 

“Eeh…si..” Kyu mengurungkan niatnya dan kembali memejamkan mata. Siwon melirik ke arah ranjang. Dia tadi mendengar tapi… Siwon mengambil ponsel dan menghubungi seseorang tak  lama dia keluar. Kyuhyun pun bangun dan menundukan kepala. Ruangan sepi itu semakin sunyi.

 

5 menit

 

10 menit

 

15 menit

 

20 menit

 

Bosan…Kyu kembali merebahkan tubuhnya. Melihat atap-atap rumah sakit yang begitu jauh untuk dia sentuh. Kemana sahabatnya? Sibuk? Donghae dan Eunhyuk sedang bulan madu di Thailad. Changmin? Mempersiapkan proses lahiran di temani Yunho. Mereka sudah resmi secara sipil tapi belum secara agama. Dia memplout bibirnya? Sampai detik ini mereka belum pernah bulan madu. Hanya bertengkar dan bertengkar. Pintu terbuka dan menampakan Siwon dengan tas rangsel miliknya. Mereka berpandangan cukup lama. Kyu lah yang kalah. Dia memalingkan wajah pertama kali.

 

“Aku tahu kau bosan. Jadi aku meminta pak Kim membawakan ini untukmu.”

 

“Kamsahamidah.” Kyu sedikit menundukan kepala.

 

Siwon menaruh tas itu di sisi ranjang Kyuhyun. Menarik nafas dalam lalu membuangnya. ” Mianhae.. Aku selalu membuatmu masuk ke rumah sakit. Untuk ke jujuranku…aku tak tahan tapi aku tak tahu bagaimana memulainya? Tapi…akhirnya aku bisa membicarakan semua denganmu.”

 

“Sebenarnya seberapa jauh hubunganmu dengan… Nunnaku?” sedikit ada keraguan.

 

“Sama seperti Yonna. Kami belum memulai sama sekali. Aku hanya sedikit tertarik ketika melihatnya di kantor appa. Dia mirip dengan Yonna. Anggun dan cantik. Begitu menawan.” Kyu memalingkan wajah. Wajahnha memerah karna marah. “Kami pernah pergi berdua untuk makan siang. Bukan kau sudah tahu kalau aku…”

 

“Aku tahu. Gomawo sudah membawakan ini untukku.”

 

“Kau tak ingin mendengar penjelasan lain dariku.” Kyu menoleh. “Kau tahu kalau aku…”

 

“Aku lelah. Bisakah aku tidur?”  pintanya.

 

“Kapan kita berhenti bertengkar? Kita sudah menikah hampir dua tahun tapi…” Siwon mengusap wajahnya dengan kasar. ” Pikirkan anak kita…bagaimana ke adaanya bila kau terus saja tertekan.”

 

“Aku tidak tertekan. Kau tahu aku bahagia bersamamu tapi entah kau…” Siwon berkaca pinggang. “Mungkin saja kau lebih bahagia bersama orang lain atau kau menyesal menikah denganku. Aku bukan wanita yang anggun dan menawan. Ah…aku ini bicara apa ya…tapi bila kau ingin kita berpisah. Aku tak apa. Tak perlu kau menggejarku dan menghancurkan harga dirimu. Benar kata Nana. Kau pantas dapat yang terbaik. Setelah anak ini lahir kita..”

 

PLAAAKKSS!!

 

Kyu menyentuh pipinya. Terlihat darah di sudut bibirnya. “Setelah kondisimu normal. Kita akan pulang. Aku sudah mencarikan suster dan supir pribadi. Sekarang istirahatlah!” Siwon langsung pergi meninggalkan kamar tanpa menoleh sedikit pun. Kyuhyun menangis menyentuh pipinya. Ini pertama kali Siwon menamparnya. Dia tak pernah sekasar ini padanya.

 

Sesaat setelah Siwon pergi,dokter datang bersama ibu mertuanya. Kyuhyun buru-buru membersihkan aor matanya dan darah di bibirnya tapi terlambat Sungmin sudah berteriak histeris. Suster pun mengobati lukanya ketika Sungmin berusaha menghubungi putranya. Hingga sore Siwon belum ada kabar. Setelah meminum obat dan makan malam tubuh Kyu terasa lelah. Dia memejamkan mata sebisa mungkin walau pikiranya melayang kemana-mana.  Hatinya resah ketika melihat jam di dinding tapi berlahan Kyuhyun mulai tertidur. Nyaman…tenang…dan hangat. Dia benar-benar menikmati tidurnya malam ini. Berlahan dia membuka mata dan lelehan karamel itu membulat sempurna. Demi Tuhan!! Wajah Siwon begitu dekat didepannya. Kyuhyun menelan ludah. Bagaimana dia tak bangun ketika Siwon mengangkat kepalanya. Berlahan mata elang itu terbuka membuat Kyuhyun gugup dan ingin lepas tapi Siwon menahanya.

 

“Mianhae…jongmal mianhae…aku…” Siwon menghentikan ucapanya dan menyentuh luka di bibir Kyuhyun. “Aku menyakitimu lagi…” Siwon menitihkan air mata. Kyuhyun terdiam. Kedua tanganya terhimpit tubuh Siwon. “Mianhae…aku tak pernah memberimu kebahagian..” Kyuhyun tidak menjawab apa pun hanya terdiam memejamkan mata. Siwon mencoba mencoba menciumnya. Tapi Kyuhyun tetap diam,bahkan dia tak menangis. “Kenapa kau begitu tega denganku?” cicit Siwon. Kyu masih membatu.

 

*****

 

 

Sudah hampir satu minggu Kyu keluar dari rumah sakit. Kini dia tinggal di rumah yang sudah di belikan Siwon satu tahun yang lalu. Mereka msih belum bicara tapi ketika Kyu bangun Siwon sudah memeluknya.

 

“Kau sudah bangun?” Siwon membelai wajah Kyuhyun lalu mengecup bibir plum itu. “Kau ingin makan apa? Hari ini aku libur. Bagaimana kalau kita pergi ke sesuatu tempat? Huh?” Kyuhyun hanya terdiam dengan mata yang terus menatapnya. “Aku siapkan air hangat ya! Lalu kita pergi.” Siwon pun berdiri. Dia hanya tersenyum kecut.

 

Kyuhyun membuka seluruh bajunya dan berlahan masuk ke dalam air hangat. Berlahan dia membasuh tubuhnya. “Kau suka?” Kyuhyunn menadahkan wajahnya. “Syukurlah!” Siwon pun berdiri meninggalkan kyuhyun sendiri.

 

Pria cantik itu mengenakan baju yang sudah di siapkan Siwon dan kembali duduk di ranjang. “Kau sudah selesai…” Siwon kembali masuk dan membawakan sarapan. “Aku buat sup ayam buatmu. Kau suka bagian pahakan? Aku ambilkan ya…” Siwon menarih panci itu di meja yang sudah dia siapkan. “Kau tahu… Aku merasa seperti hidup bersama bonekah. Hahaha…” Kyuhyun menatap suaminya. “Apa kau akan terus seperti ini?” dia memberikan vitamin ke tangan Kyuhyun. “Tak apa aku akan menerimanya. Bisa aku meminta sesuatu padamu?”Kyuhyun menghentikan makannya. “Aku ingin melihat senyummu…” Kyuhyun masih terdiam. “Tak apa bila kau tak ingin bicara padaku tapi bisakah kau terseyum padaku. Aku merasa mau mati…” Kyuhyun berdiri menuju ranjangnya. “Kau benar-benar ingin membunuhku…” cicitnya. Siwon pun berdiri meninggalkan kamar mereka dan membanting pintu dengan cukup keras.

 

Hari berikutnya…

 

Siwon duduk disamping ranjang menatap Kyuhyun yang tertidur pulas dengan ponsel di tangannya. Dia membelai wajah pucat itu. Sedikit teusik pria itu mengeliat tak nyaman.

 

“Hari ini aku ada tugas di luar negeri selama beberapa hari…aku pasti merindukanmu.” bisiknya. “Saranghae choi Kyuhyun… Aku selalu mencintaimu…” Siwon mengecup bibir Kyuhyun sekilas sebelum pergi membereskan kopernya. Siwon turun. “Jangan biarkan Kyuhyun terlalu lelah. Bila dia pergi awasi dia. Jangan tekan dia. Bila dia memberontak hubungi aku atau ibuku. Ingatkan dia minum susu dan vitaminya. Bibi kim tolong jaga Kyunnie.”

 

“Baik Tuan muda.” jawabnya lalu pergi keluar. Kyuhyun sebenarnya sudah bangun dan dia berdiri di atas sambil menatap Siwon pergi.

 

“Memang aku tahanan…” Kyu segera kembali ke kamar. Dia membersihkan diri lalu mengambil baju. Dia menoleh kebelakang. “Kenapa aku tak tahu ada bunga disini…?” dia menghampiri seikat bunga mawar yang di taruh di samping ranjangnya. “Sok romantis..” Kyu membanting bunganya dan mengambil ponsel. Dia turun ke bawah dengan wajah ceria.

 

“Selamat pagi nyonya Choi Kyuhyun…” sapa bibi Kim.

 

“Pagi,ahjumma. Hari ini sarapanya apa?”

 

“Kata tuan muda Siwon Anda harus makanan-makanan yang bergizi. Jadi aku buatan beberapa menu dengan sayur.”

 

“Yah…ahjumma tahu kalau aku tak suka sayur. Apalagi brokoli. Menyebalkan!” umpatnya namun tetap duduk. Dia melihat susu putih yang terlihat di meja. “Ahjumma apa tidak ada susu coklat…”

 

“Itu susu yang di anjurkan oleh dokter. Ini vitaminnya.” jawab bibi Kim.

 

“Pasti tidak enak.” dia menengguk susunya sampai habis. Menelan pil itu bulat-bulat. Kyu menghela nafas melihat rumah itu begitu luas tapi hanya ada dia sendiri dan beberapa pembantu. “Menyebalkan sekali! Lebih enak di Apaterment.” dia mengumpat sambil menghabiskan sarapan paginya.

 

******

 

Ini sudah hampir satu minggun Siwon menjalankan bisnisnya di luar negeri. Beberapa telpon atau sms pun di abaikan. Dia menikmati hidupnya sendiri. Bermain game,memasak, dan melihat DVD sampai malam. Suster atau bibi Kim sudah menegurnya tapi tetap di langgar. Sungmin pun sudah kualahan. Kali ini dia belanja di mall. Sebenarnya dia hanya keliling-keliling saja sambil membeli keperluan dapur. Dia sampai membeli satu kotak mie instan. Entah apa yang ada di otak Kyuhyun. Dia kadang sampai kelelahan dan lupa makanan.

 

Kyuhyun terkejut ketika laptopnya di tarik paksa oleh seseorang. “Kau tidak mengangkat telponku…membalas sms pun juga tidak. Untuk apa kau belanja mie instan sampai sebanyak itu…lalu bunga-bunga itu…kau ..demi Tuhan!!” Siwon langsung memarahi istrinya. Laporan-laporan itu membuat otaknya panas. “Untuk apa berjalan seharian di mall tanpa membeli apa pun. Lupa makan,tidak mau minum vitamin. Susu itu aku yang belikan. Dokter ingin kandunganmu sehat. Baby…”Siwon terlihat lelah langsung duduk di samping Kyuhyun. Menghela nafas lalu menarik Kyu dalam pelukanya. “APA KAU TAK MERINDUKANKU?” bisiknya. Kyu tak menjawab. “Lihat kakinu sampai bengkak.” Siwon melepaskan pelukanya dan memijat kaki istrinya. Kyuhyun masih tetap pada pendirianya menjadi bonekah hidup untuknya. Tapi ada apa dengan wajah Siwon? Tanganya juga begitu panas. “Aku ganti baju dulu. Aku membelikan beberapa oleh-oleh tapi kali ini buka wine. Bukalah hanya cemilan.” Siwon berdiri dan menuju kamar mandi.

 

Sampai makan malam Siwon masih terlihat pucat dan makan sedikit. Bahkan ketika bibi Kim bilang untuk meminum obat pria itu menolak.

 

“Nyonya Choi tolong beritahu Tuan Siwon untuk istirahat. Beliau demam tinggi,makanya pun sedikit. Bahkan dia tidak mau meminum obatnya.” Kyu memplout bibirnya. “Dia masih terus bekerja. Tadi nyonya besar sudah datang tapi Tuan muda tetap bersikeras untuk bekerja.” Kyu melipat tangan di dada.

 

“Dia sudah besar. Jadi biarkan saja.” cuek Kyuhyun. Bibi Kim hanya manpu menghela nafas lalu keluar dari kamar Kyuhyun. Pria cantik itu sebenarnya juga khawatir tapi…

 

*****

 

Pagi hari Siwon terkapar pingsan di ruang kerjanya. Pembantu yang pertama kali menemukanya. Bibi Kim langsung membawanya ke dokter tanpa seizin Kyuhyun. Pria itu masih di kamarnya. Ketik dia bangun rumah itu sudah sepi. Hanya tinggal beberapa pembantu dan suster.

 

“Kemana ahjumma kim?” tanya Kyuhyun.

 

Semua menatap sedikit sinis. “Tuan muda pingsan dan dia di bawa ke rumah sakit.” jawab suster itu.

 

“Oh.” mereka menatap heran bagaimana bisa dia begitu tenang. Kyuhyun menikmati sarapanya dengan sedikit gusar. Tak tenang sebenarnya tapi… “Wae kenapa kalian menatapku seperti itu? Aku itu hanya bonekahnya. Kau tak tahu bahwa aku berharga mahal. Satu perusahaan.” ucapnya. Semua pelayan menunduk hormat. Membuat Kyuhyun menoleh. Siwon dengan wajah pucat berjalan tertatih ke arahnya. Dia pun berdiri meninggalkan meja makan. Siwon menghela nafas dan duduk dengan menyentuh kepalanya. Kyuhyun sudah sibuk dengan ponselnya ketika Siwon datang. Dia masih mengunaka baju pasien. Sungmin datang membawakan bubur bersama dokter dan beberapa suster. Siwon menolak menggunakan infus dan bersikukuh untuk di rawat  di rumah.

 

 

“kau masih belum bicara padanya?” Kyu menggelengkan kepala. “Pantas saja. Bicaralah padanya. Aku tahu kau kecewa denganya. Dia akan terus seperti itu sampai kau memaafkanya. Kau sudah siap kehilangan Siwon?” Kyu langsung membulatkan matanya. “Aku yang bersalah.” Kyu menatap Sungmin dengan wajah penasaran. “Kau nyawanya jadi umma membiarkanya. Umma tak bisa kehilangan dia. Jadi bila kau ingin marah..marahi umma saja.”

 

“Umma..jangan menangis…” Kyu langsung memeluk ibu mertuanya itu. “Umma mianhae…jangan menangis umma…”

 

“Bagaimana umma tidak menangis bila aku akan kehilangan putraku…?” Kyu menunduk. “Aku tak bisa melihat putraku seperti itu…” dia menangis tersedu-sedu.

 

Kyu pun berdiri meninggalkan ibu mertuanya. Dengan perut yang mulai membuncit dia berlari menuju kamarnya. Terlihat Siwon memangku laptopnya. Siwon tersenyum melihat lelehan karamel itu membulat sempurna.

 

“Tubuhku masih pegal jadi malas bekerja di ruanganku. Apa kau terganggu?” tanya Siwon. Kyuhyun berjalan menuju lemari bajunya. “Kau mau kemana?” siwon menaruh laptopnya di sisihnya.

 

“Pulang.” Siwon langsung berdiri. “Aku tak mau di tuduh sebagai pembunuh…” Siwon meraih koper istrinya. “Jangan sentuh aku. Kalau kau mati pasti polisi akan mencariku. Jadi lebih baik aku segera pergi…”

 

“Polisi tak akan mencarimu. Aku akan menulis surat wasiat.”

 

“Bagaimana dengan arwahmu?”

 

“Kalau itu aku tak bisa jamin.” dia tersenyum kecut. Siwon terjauh. “Kakiku lemas.”

 

“Lalu kenapa duduk dilantai? Bukanya tidur dan minum obat.”

 

“Kau ingin aku mati atau hidup?”

 

“Menyebalkan!! Aku ingin menghabiskan uangmu…puas!!” teriak pria cantik itu dengan bercucuran air mata. Siwon tersenyum dan menarik Kyuhyun dalam pelukanya. Kyu memukul punggung Siwon secara bertubi-tubi.. “Gunakan infusmu atau aku akan langsung membunuhmu.” sentaknya.

 

“Apa kau sudah memaafkanku?”

 

“Belum.”

 

“Lalu apa ini? Bagaimana cara agar kau memaafkanku?”

 

“Cepat sembuh. Kau tahu aku khawatir ketika aku mendengarmu pingsan. Hiks…”

 

“Tapi kenapa kau tak mengejarku? Aku menunggumu disana…” Kyu hanya terdiam. “Jangan diam lagi..ku mohon!! Aku merindukanmu…sangat..” Kyuhyun melepas pelukanya lalu langsung mencium bibir Siwon. Siwon menyandarkan tubuhnya di lemari dan membiarkan Kyuhyun dengan rakus menciumnya.

.

.

“Hmm mereka sedang berciuman. Aku akan kirim fotonya segara.” Sungmin berjalan menuruni tangga. ” hahahha aku lebih baik pergi sebelum ada servis lanjutanya…bilang pada Kibum semua sudah baik-baik saja.” lanjutnya sambil melihat gerumbulan pembantu yang sedang berbisik-bisik. “Aku tutup ya.” Sungmin memasukan ponselnya.

 

“Aku pikir dia istrinya.”

 

“Iya aku pikir juga begitu. Melihat tuan muda Siwon begitu sayang denganya. Ternyata dia hanya mainan tuan muda.”

 

“Iya. Sampai hamil lagi. Apa tuan muda sudah punya istri? jangan-jangan wanita tadi itu istrinya..”

 

“YAH!!!” tiba pelayan itu langsung menoleh kebelakang mendengar teriakan seseorang. Bibi Kim pun langsung berlari ke dapur ketika mendengar suara majikannya. “Apa yang kau bicarakan? Dia menantuku enak saja kalian bilang dia bonekah…” teriak Sungmin.

 

“Apa yang kalian lakukan hingga nyonya besar marah..?” tanya bibi Kim.

 

“Ahjumma beri tahu pada mereka siapa Kyuhyun dan pecat semua. Menyebalkan”” sungmin langsung meninggalkan dapur. Tiga pelayan itu hanya mampu tertunduk.

 

“Apa yang kalian lakukan? Ah..kalian cari mati saja. Nyonya besar bila sudah marah. Bukan hanya di pecat…bisa-bisa kalian menderita. Aduh…” bibi Kim pun meninggalkan mereka bertiga dan menyusul Sungmin.

.

.

“Wonnie…”

 

“Diamlah!! Aku sedang menikmati obatku.” ucapnya sambil memeluk erat tubuh Kyuhyun di ranjang.

 

“Kau pikir aku obat pahit.”

 

“Aniya. Kau itu narkoba.” kyu memplout bibirnya. “Memabukan dan candu. Bila aku tak ada aku bisa sakau dan mati. Kau sudah tahu betapa lemahnya aku tapi tetap saja kau selalu meninggalkanku.”

 

“Sudah tahu seperti itu kau masih mensia-siakan aku.”

 

“Siapa? Bukan kau yang selalu menelantarkanku.”

 

“Kau hobi selingkuh.”

 

“Aku berselingkuh dengan siapa? Kau selalu saja menuduhku tanpa bukti yang jelas. Aku tak pernah berselingkuh? Atau kau ingin aku benar berselingkuh?” Kyu langsung menukul lengan Siwon. “Appo…”

 

“Lepaskan aku!” Kyu mendorong Siwon untuk menjahukan tubuhnya. “Aku akan panggil suster untuk memasangkan infus dan menyiapkan obatmu.” Kyuhyun berdiri merapikan bajunya yang sudah berantakan karna ulang suaminya.

 

“Jangan pergi.” Kyu kembali memukul Siwon ketika tanganya mulai meraja lela di area tubuhnya.

 

“Singkirkan tangan mesummu.” Kyu berdiri dan mengkancingkan celananya. “Diam disitu aku akan panggil suster.” dia berjalan sambil merapikan rambutnya. Siwon hanya tersenyum. Dia sudah mendapatkan obatnya. Wajahnya pun tak sepucat tadi. Tak lama Kyuhyun datang bersama suster. Wanita itu mulai memasang cairan bening di atas dan menudukan jarum di lengan Kiri. “Terima kasih. Kau boleh pergi.” Suster itu mengangguk lalu segera pergi. Kyuhyun menutup pintunya dan berjalan menuju meja untuk mengambil air dan obat. “Minumlah!” Kyuhyun mengulurkan benerapa butir obat dan segelas air.

 

“Baby…itu pahit. Aku ingin dapat obat yang lain.”

 

“Mwo?”

 

“Wae? Baby…please.”

 

“ANDWAE!! kau mau mati! Cepat minum obatmu. Kenapa ketika sakit otakmu masih saja mesum.?”

 

“Hanya padamu. Minimal buat aku menelan obat-obatan ini.”

 

“Kau tahu aku sedang mengandungkan? Aku tidak bisa minum obat tanpa ajuran dokter. Itu bahaya untuk kandunganku. Jadi kali ini minum sendiri.”

 

“Baby…”

 

“Jangan merengek seperti  anak kecil.  Padahal sebenarnya kau predator”Siwon memplout bibirnya. “Minum…” Siwon menggelengkan kepala. ” Atau kau…” belum lanjut ucapan Kyuhyun,Siwon sudah membuka mulutnya. Kyu tersenyum puas. “Wahh… Pintarnya…jangan bandel lagi ya.  “Siwon mengangguk patuh.

 

******

 

 

Kyuhyun berlahan membuka mata. Perutnya terasa dingin hingga dia sedikit mengeliat sebelum membuka mata sempurna.

 

“Apa yang kau lakukan?” tanya Kyuhyun ketika melihat Siwon menempelkan daun telinganya di perutnya. “Wonnie…”

 

“Mendengar nafasnya.”

 

“Kau gila?”

 

“Kenapa belum bergerak?”

 

“Yah!! tentu saja belum. Kau aneh…” Kyu berusaha menyingkirkan kepala Siwon dari perutnya. “Minggir aku mau mandi…”

 

“Aku ikut…” rengeknya.

 

“Kau sedang sakit. Ganti bajumu saja…” jawabnya sambil berusaha berdiri. Siwon memplout bibirnyaa. “Jangan pasang wajah membosankanmu…” Kyu berjalan menuju kamar mandi dan mengkunci pintunya. Dia tahu Siwon pasti diam-diam menyusulnya.

 

“Yah!! Baby…” teriaknya sambil mengedor-gedor pintu. Kyuhyun hanya tertawa sambil mengisi bak air “Mengapa kau mengkucinya?” teriaknya. Namun pria manis itu tak berniat menajawab teriakan suaminya.

.

.

“Kenapa belum makan?” Siwon masih melipat tangan di dada ketika suster sudah menyiapakan sarapan. Pria itu tak mau makan di ranjang. “Kau ingin aku cincang dan ku campur dalam sup? Cepat makan!”Siwon membuang muka. “Kau ingin aku marah lagi…”

 

“Aku yang sedang marah. Kenapa kau jadi ikutan marah? Aku yang kesal. Aku ingin mandi kenapa melarangnya?”

 

“Kalau kau ingin mandi. Sana!! Aku muak melihatmu merajuk.”

 

“Aishh!! Aku sudah tak berminat. ”

 

“Kalau begitu cepat makan, kenapa kau masih saja merajuk?”

 

“Aku ingin mandi denganmu.”

 

“Yah!!” Kyu langsung memukul kepala Siwon dengan sendok. “Kau pikir ini apaterment. Mereka bisa mendengarnya…pabbo.”

 

“Bagianmana yang salah? Aku melakukanya dengan istriku?”

 

“Tapi mereka tahunya aku hanya bonekahmu.” sinisnya.

 

“Kau yang bilang bukan aku. So…”

 

“Sudah diamlah. Aku malas berdebat”

 

“Aku juga malas. Tubuhku masih lemas dan aku malas makan.”

 

“Kalau begitu kita sama-sama tidak makan.” Kyu membanting sendoknya.

 

“Andwae. Kau harus makan? Bagaimana dengan bayi kita.” tolak Siwon.

 

“Aku malas. Wae?”

 

“Baiklah. Kita makan. Tapi kau harus makan banyak.” Kyuhyun tersenyum dan kembali menyantap makananya. Siwon menghela nafas. Dia tetap saja jadi pihak prngalah.

 

******

 

Kondisi Siwon sudah sedikit membaik. Dia sekarang sudah tak mengunakan infus di tangan. Kyuhyun cukup tegas merawatnya. Pagi ini dua gelas susu sudah terletakndi narkas. Siwon enggan meminumnya. Dia lebih menikmati tidur di pangkuan istrinya sambil menciumi perut Kyuhyun. Dia sengaja mengkunci kamarnya agar tak ada yang seenaknya masuk seperti tempo hari. Tiba-tiba ibunya masuk ketika dia memaksa Kyuhyun untuk menciumnya. Bukanya malu ibunya memukulkan tas ke atas kepalanya dan membawa Kyuhyun seharian. Ah.. Siwon hanya bisa mengigit jari. Karna itu dia mengkunci pintunya.

 

“Baby..tubuhku pegal semua. Bagaimana kalau kita sedkit melakukan gerakan?” tiba-tiba ponsel mahal itu mendarat di kepalanya. “Appo…” dia mengusap-usap kepalanya.

 

“Sudah aku bilang sejak dulu. Bila aku hamil jangan ajarkan anakmu mesum seperti dirimu. Walau kau tergoda atau apa jangan bicara hal yang membuat anakmu sepertimu.” celotehnya.

 

Siwon menghela nafas. Memejamkan mata sambil menciumi perut istrinya. “Dia kan belum bisa mendengar. Lagi pula pasti dia suka dengan ayahnya…” rajuknya.

 

“Sudahlah!! Kenapa kau tidak ke kantor saja? Bukan kau maniak kerja. Ha..” omelnya.

 

“Hmm.. Aku lebih suka denganmu?”

 

“Kau itu seperti ini ketika ada maunya. Bila tidak. Kau lebih menyukai laptopmu.” Kyu mendorong Siwon menjahui kakinya. “Bisa minggir. Kakiku lelah…” omelnya.

 

“Kenapa sejak hamil kau begitu pelit denganku? Padahal ketika tak ada aku kau begitu membutuhkanku? Aku hanya ingin di manja. Begitu saja apa susahnya?”

 

Kyuhyun langsung mencium bibir tebal Siwon dengan rakus. Siwon tersenyum kemenangan. Cukup lama hingga Kyuhyun merasa perlu bernafas. Kyu membersihkan bibir Siwon dengan ibu jarinya.

 

“Kenapa kau sekarang lebih cerewet daripada aku? Hum…” Siwon menarik istrinya untuk duduk di pangkuanya. Dia menciumi tengku Kyuhyun dengan lembut.

 

“Itu agar kau selalu ada di dekatku. Aku bosan terus kau jahui. Lebih baik aku bersikap kekanak-kanakan agar aku ada disisihku…” jawabnya tepat di daun telinga istrinya. Dia mengecupnya sekilas lalu menatap wajah Kyuhyun yang terlihat menikmati sentuhanya. ” Aku lebih suka melihat lelehan karamel itu menatapku daripada tetutup rapat dengan mulut terbuka.” bisiknya.

 

“Bila aku lebih suka suamiku yang terlihat tenang dan tak manja seperti sekarang.” Kyu membelai rambut Siwon yang kini menyandarkan wajah di depan dadanya.

 

“Dadamu makin berisi…”

 

“YAH!!” sentak Kyuhyun sambil memukul kepala Siwon. Pria berlesung pipi itu hanya terkikik geli. Istrinya pasti kesal bila di singgung soal itu.

 

“Itu kenyataan baby. Aku makin betah tidur di dekapanmu.”

 

“Cih!! Tuan muda Choi yang terhormat kau memang pandai mencari selah..” Siwon memejamkan mata dan menghidrup aroma tubuh Kyuhyun yang memabukan. Kyu membelai rambut suaminya. “Jangan telalu menekanya. Aku tak ingin dia sesak nafas.” cicitnya.

 

Siwon mengangguk. “Sudah lama kita tak seperti ini…” Kyu tersenyum. “Ah..tak apa kalau kita harus melalui hal berat bila pada akhirnya kita kembali bahagia…Jangan pergi lagi ya…”

 

Kyu mengangguk. “Kau juga…” bisiknya.

 

Siwon melepaskan pelukannya dan mereka saling menatap satu sama lain. Kyu tersenyum manis lalu memberikan kecupan singkat di bibir Siwon.

 

“Saranghae,Choi Siwon…”

 

“Nado. Nado saranghae Choi Kyuhyun…” kembali mereka berciuman. Cukup lama hingga terdengar ketukan pintu dengan keras.

 

“CHOI SIWON…LEPASKAN MENANTUKU…” teriaknya

 

Siwon hanya mendengus kesal sedangkan Kyuhyun terkekeh geli.

 

“Aku menyukai ibumu. Karna dia selalu menyelamatkan aku dari putranya yang ganas.” ucapnya.

 

“Kenapa kau tak menikahi ibuku saja.??” ketusnya sambil mrmperbaiki bajunya. Kyuhyun tertawa lepas sambil membetulkan bajunya. “Sudah tertawa saja. Menyebalkan!!” umpatnya.

 

Kyuhyun turun dari ranjang dan membukakan pintu. “Omo..kau tak apa?” tanya Sungmin.

 

“Aku bukan monster umma. Aku suaminya…” kesal Siwon.

 

“Kau itu sama saja dengan appamu… Jadi aku harus menjaga menantuku… dia sedang hamil muda.” jawabnya.

 

“Minnie kau berlebihan. Putramu sendiri tak kau percayai…” sambung Heachul.

 

“Kau ingin menyerahkan menantuku yang manis pada dia? Bukan tak mungkin dia akan menghabiskanya.” cetus Sungmin.

 

“Sudahlah!! bukan kita sudah boking tiga tempat di salon langganan kita…” Heachul melangkah pergi.

 

“Ah.. Sampai lupa. Kyu, cepat ambil baju hangatmu. Kita coba merileksnya tubuhmu. Ahh…hamil itu memang bikin kita stres dan lelah. Jadi kita akan memanjakan diri…” Sungmin langsung menarik menatunya keluar setelah mengambil tas dan baju hangat. Siwon hanya tercengo. Bagaimana mungkin dia yang sebesar ini terlupakan?

 

“Menyebalkan! Tahu seperti ini lebih baik aku ke kantor saja. Mengerjalan tugas-tugasku yang menunpuk. Emangnya dia istrinya siapa? Apa mereka yang menafkahi. Seenaknya saja. Aku yang membuat dia hamil…kalau tak ada sponsorku mana mungkin dia hamil. Seenaknya mengambil dia dariku mengklaim itu miliknya. Heloo dia itu milikku…. ” omelanya tiba-tiba berhenti ketika melihat istrinya memplout bibirnya Di depan pintu kamar. “Baby…” dia kikuk melihat istrinya. “Kenapa kau kembali? Apa ada yang ketinggalan sayang?” Kyuhyun berjalan menghentak-hentakan kakinya. “Wae?” tanya Siwon.  Lelehan karamel itu membulat sempurna lalu menadahkan tangan. ” Oh…iya…tunggu sebentar jangan bergerak…” Siwon langsung mengambil dompetnya dan mengelurakan benerapa ribu won. “Sudah cukup.” Kyu hanya mengigit bibir dengan sinis lalu berjalan keluar dan membanting pintu. “Ah.. Ya Tuhan…terima kasih. Ku pikir aku akan pergi ke surga…” keluhnya sambil merebahkan tubuhnya di ranjang.

 

********

 

Pagi ini Siwon sudah bersiap untuk pergi ke kantor. Dia tak mau mati  bosan seperti kemarin. Kyuhyun terlambat bangun karna kelelahan kemarin. Dia mengusap matanya dan melihat suaminya terlihat tampan. Dia mengigit bibirnya dan berdiri memeluknya dari belakang.

 

“Kau sudah bangun?” Kyuhyun mengangguk. “Bila masih lelah. Nanti aku akan suruh pelayan untuk mengatarkan makanan.” Kyuhyun mengelengkan kepala. “Baiklah!!”

 

“Aku mau mandi…” rengeknya manja. “Dengan air hangat…” bisiknya lembut.

 

Siwon tersenyum lalu melepaskan pelukan istrinya dan mencangkup wajah cantik itu. “Baiklah tuan putri aku akan siapkan. Tunggu disini okey…” Siwon melipat kemejanya dan segera berjalan menuju kamar mandi. Kyuhyun menatap dengan mata liarnya. Menelan ludah kasar ketika pikiranya melayang kemana-mana. Dia segera membuka lemari dan memilih baju. Dia tersenyum licik dan kembali duduk di tepi ranjang. “Airnya sudah siap…” Siwon keluar menghampiri istrinya. Kyuhyun mengangkat tanganya mengisyaratkan untuk mengendongnya. Siwon hanya tersenyum lalu segera membopong istrinya. Kyuhyun memainkan dasi merah bergaris milik suaminya. Bibir joker itu masih tersenyum mengoda Kyu untuk meraihnya. Demi Tuhan dia tergoda. Ketika sampai di kamar mandi kyu masih berglayut manja dengan tatapan mengoda dia meminta suaminya membuka bajunya. Siwon hanya menghela nafas tapi tetap menurutinya tanpa peka. Siwon membiarkan istrinya berendam. Ah.. Dia harus menganti bajunya. Kyuhyun mempercikkan air di kemeja Siwon. Selesai memilih baju Siwon kembali merapikan penampilanya. Kyuhyun mandi dengan cepat dan keluar hanya mengunakan handuk. Siwon tersenyum dan mengecup pipi merahnya. Pria manis itu sengaja melepas handuknya dan membiarkan tubuhnya telanjang. Mengambil baju dalam dan kemeja putih. Siwon masih belum sadar maksud istrinya jadi Kyuhyun harus bekerja keras. Selesai berganti baju Kyuhyun langsung menarik dasinya dan mengecupnya dengan rakus. Siwon membiarkan istrinya menciumnya dengan rakus. Kyu kesal dan mendorong siwon ke ranjang dan menidihnya.

 

“Baby…kau ingin aku berganti baju lagi.” Kyuhyun mengelengkan kepala. “Lalu…”

 

“Aku ingin kau tak gunakan baju.” jawabnya sambil merebahkan kepalanya di dada Siwon.

 

Siwon membelai punggung Kyu dengan lembut. “Kau ingin apa?” tanyanya. Kyu diam. “Bagaimana kalau kita makan dulu. Kita akan bicarakan ini nanti.” Kyu mengelengkan kepala. “Baby…”

 

“Shireo. Aku…aku…ingin kau…cepat…”

 

“Huh?”

 

“Jangan pura-pura…Wonnie…”

 

Otak lambat Siwon langsung bekerja. Dia baru sadar dengan tingkah Kyuhyun sejak tadi. Oh…dia pikir hanya manja ternyata… God…

 

Siwon membelai rambut Kyuhyun sejak tadi. Harinya dia batal lagi datang ke kantor. Kyuhyun masih nyaman tidur dalam dekapan Siwon. Bahkan mereka belum sarapan. Siwon berulang kali ngecup kening Kyuhyun namun tak juga mengusik pria manis itu.

 

“Baby…” bisik Siwon . Kyuhyun mengeliat tak nyaman. “Baby…”

 

“Uhuh…” dia mendorong wajah Siwon untuk menjauh dari dirinya. Dia merubah menjadi membungkunginya.

 

“Baby… Apa kau tak lapar?” Kyuhyun tak berniat menjawab. Siwon mendekatkan tubuhnya lagi dan mencium punggung polos Kyuhyun. Kyuhyun kembali tak nyaman dan menutupi tubuhnya dengan selimut. “Aku tahu kau lelah… Tapi makanlah sesuatu dulu. Aku tak ingin kau dan anak kita kelaparan. ” bisiknya.

 

Siwon menarik Kyuhyun untuk menghadapnya. “Wonnie… Aku lelah..” protesnya.

 

“Tahu seperti ini. Aku tak akan menurutimu. Minimal bangun sebentar dan makanlah. Aku sudah menyuruh pelayan untuk membawa semua makan ke kamar.” Siwon kesal karna sejak tadi istrinya tak mau beranjak dari ranjang.

 

“Aku lelah..hiks…kenapa kau suka menyiksaku…hiks…” pria itu menangis ketika mendengar suara triakan Siwon.

 

“Aku tahu…” dia menghapus air mata Kyuhyun. Ingat dia masih memejamkan mata. “Ini sudah siang dan kau belum makan apa pun. Ayolah!!”

 

“Tapi aku masih mengantuk hiks…aku tidak lapar hiks… Aku hanya ingin tidur.”  pria berlesung pipi itu serba salah. Harusnya tadi dia tak menuruti keinginan istrinya bila tahu dia akan kelelahan dan enggan makan.

 

“Gunakan baju dulu. Aku tak ingin kau masuk angin.” Siwon tak tahu harus bagaimana. Itu juga menjadi salahnya. Kyuhyun hanya mengangkat tanganya membiarkan Siwon memasangkan baju dan celananya. Dia bagai bayi besar. Dia kembali membelai rambut Kyuhyun. “Tidurlah! Maaf membuatmu lelah. Lain kali…” tiba-tiba Siwon terdiam. Kyuhyun sedang mengecup bibirnya.

 

“Diamlah! Jangan berisik.” Kyuhyun kembali tertidur dan membiarkan Siwon terus membelainya.

 

*******

 

Ternyata benar apa yang di khawatirkan Siwon. Kyuhyun sakit. Dia demam karna tak makan seharian dan tentunya juga karna masalah baju. Pagi -pagi Siwon harus memanggil dokter karena Pria manis itu terus merengek dan mengeluh sakit. Dokter bilang dia hanya masuk angin dan sedikit kelelahan. Dokter pun memarahi Siwon karna melihat bekas merah di leher Kyu. Ah..bagaimana dia yang dia di salahkan?

 

“Wonnie…kau mau kemana? “rengeknya manja.

 

“Hanya ke depan mengambil air dan bubur.” jawabnya. Namun Kyuhyun hanya mengelengkan kepala lalu menarik Siwon untuk duduk dan menemaninya.

 

“Jangan tinggalkan aku. Tubuhku masih sakit.” keluhnya.

 

“Siapa yang menyuruhmu tidak makan seharian? Ha…sekarang mengeluh…” siwon mengucapkanya dengan nada tinggi. “Aku sudah memperingatkanmu. Tapi kau selalu membantah. Kau tidak sendiri. Kau tahu itu…sekarang merengek.” Siwon begitu kesal dengan sikap istrinya yang selalu semena-mena. Dia tak suka melihat Kyuhyun sakit. Selain,  itu dia ada banyak kerjaan di kantor.

 

Kyu langsung mendorong Siwon dengan kasar. “YA SUDAH PERGI  SANA HIKS…KAU MEMANG TAK SAYANG DENGANKU…HIKS…AKU MEMBENCIMU..HIKS…” teriaknya histeris dengan tangisan yang cukup kencang.

 

“Siapa memang yang tak sayang denganmu? Baby…”

 

“Pergi!!” Kyuhyun berusaha mendorong Siwon menjauh. Pria berlesung pipi itu masih bertahan dan membelai wajah Kyuhyun yang terlihat pucat dan memerah. “Aku tak perlu kasihanmu. Cepat pergi. Aku muak.” dia memukul dada Siwon.

 

“Bila kau terus bergerak tubuhmu akan bertambah sakit sayang…”

 

“Biarkan!! apa perdulimu? Bila aku merepotkan. Kau bisa pergi. Aku bisa mengurus diriku sendiri.”

 

“Oh ya. Bagaimana caranya? Bahkan sekarang kau belum makan sama sekali? Apa itu yang di sebut mengurus diri sendiri.” Kyuhyun membulatkan mata. Siwon salah bicara. Kyuhyun berusaha berdiri namun di tahan. “Kau mau kemana?” dia tidak menajwab namun menampik tangan Siwon. “Kyu…” dia masih berusaha berdiri. “Kau butuh apa? Biar aku ambilkan?” dia tak memperdulikan ucapan  Siwon dan terus berusaha berdiri. “Kau ingin menganti baju…” Siwon melihat Kyuhyun memilih baju. “Gunakan pyama saja.” dia melihat Kyhyun mengambil switer dan celana. “Baby…” Kyuhyun sudah bercucuran air mata ketika menganti bajunya. Siwon mendekatinya ketika melihat istrinya hampir terjatuh.

 

“JANGAN MENYENTUHKU!!” teriaknya. Dia lemas dan duduk di lantai. Dia berusaha mengambil dompet dan ponselnya.

 

Siwon tak perduli lagi. Dia membopong istrinya dan menurunkan di ranjang. Kyuhyun berontak tapi Siwon menahannya. “Kau ingin bertambah sakit..??Mianhae…mianhae…” itu senjata Siwon terakhir. “Aku tahu..aku salah. Seharusnya aku tidak membentakmu.” Siwon berusaha membujuk istrinya. Kyuhyun tak menjawab.  Pria itu lebih memilih memejamkan mata. “Kau belum minum obat dan bubur. Kau bisa bertambah sakit.” dia sudah melepaskan kedua tangan Kyuhyun dan kini membelai wajahnya. “Kau tahu aku paling tak suka melihatmu sakit. Banyak pekerjaan di kantor yang harus aku selesaikan.”

 

“Pergi saja.” acuhnya

 

“Bagaimana aku bisa pergi bila pikiranku masih disini.”

 

“Aku tak akan merepotkanmu.”

 

“Itulah. Kau selalu saja membatah walau kau salah. Kau tak akan mrnghubungiku seharian dan itu semakin buatku kacau. Kyu…”

 

“Pergilah. Aku ingin tidur.” dia memiringkan tubuhnya membuat Siwon menyingkir dari tas tubuhnya.

 

“Makan dulu dan minum obat.” Kyuhyun diam. “Aku akan menyita ponsel dan pspmu. Ayolah buat ini menjadi mudah. Kau hanya tinggal makan saja.”

 

“Sita saja. Aku tak perduli.”

 

“Kau ingin aku sakit lagi?” Kyuhyun membuka matanya langsung. “Baiklah. Kita bisa sama-sama tak usah minum obat.” Siwon merebahkan tubuhnya di sisihnya. Kyuhyun membalik tubuhnya dan melihat Siwon. Dia lupa Siwon juga masih belum sembuh. Dia mengigit bibirnya.

 

“Jangan…” Siwon membuka mata dan menatap istrinya. Dia membelai wajah pucat itu. “Jangan sakit…biar aku saja. Kalau kau sakit selalu membuatku takut…”

 

“Itu juga yang aku rasakan.” cicitnya. Kyuhyun tak berani menatap Siwon. “Kita makan ya!”

 

“Kau belum makan juga?”

 

“Bagaimana aku makan bila kau juga tak makan?”

 

“Jangan lakukan lagi. Kau harus tetap maka walau aku tak makan.”

 

“Bagaimana bisa bila anak dan istriku juga tak makan?”

 

“Wonnie..hiks…”

 

“Kenapa menangis lagi?”

 

“Aku lapar…” Siwon tersenyum lalu mengecup bibir Kyuhyun singkat.

 

“Akan aku ambilkan.” dia segera turun dari ranjang dan pergi keluar kamar.

*****-

 

“Kau selalu saja buat istrimu kelelahan.” omel Sungmin.

 

“Umma…bukan kalian yang ajak dia seharian.” bantah Siwon.

 

“Lalu kenapa kau menambahinya?” sentak Sungmin.

 

“Umma…”

 

“Iya sayang.” intonasi suara Sungmin berubah total. Hrachul hanya menepuk pundak Siwon.

 

“Kyunnie yang memintanyaa…” dia membelai perutnya. “Wonnie sudah menolak dan menyuruh aku makan tapi… Kyunnie bandel.”

 

Sungmin menghela nafas. “Karna itu turuti kata Siwon. Umma menjadi khawatir. Bagaimana ke dengan cucu umma?”

 

“Dia anak yang kuat. Aku nyakin dia baik-baik saja.” jawab Kyuhyun.

 

“Baguslah!!” Sungmin menghela nafas lalu menatap Siwon. “Aku dengar ada sedikit masalah di perusahan kita di Jeju. Kau coba cek kesana…”

 

“Baik umma. Lusa aku akan…”

 

“ANDWAE!!” semua langsung menoleh heran. “Andwae!! Nanti aku dengan siapa bila Wonnie pergi?”

 

“Bukan disini banyak pelayan dan kau …juga punya supir pribadi.” Kyu memplout bibirnya ketika Heachul menjawabnya.

 

Kyuhyun memainkan jarinya. “Tapi beda.” cicitnya. “Aku tidak bisa tidur bila tak ada Wonnie.” mereka bertiga saling menatap. Kyuhyun begiu manja di kehamilan keduanya. “Ahh…bagaimana kalau aku ikut saja.”

 

“ANDWAE!!” mereka bertiga serempak menolak.

 

“Wae?”  tanyanya dengan wajah lesu.

 

“Kau sedang sakit. Bagaimana bila demammu semakin tinggi? ” jawab Heachul.

 

“Benar sayang…” Sungmin membelai wajah pucat Kyuhyun.

 

“Aku bisa cepat sembuh. Percayalah! Aku akan menjaga kesehatanku asalkan aku bisa ikut.” Sungmin menatap Heachul. Siwon hanya terdiam. Dia tak tahu harus menajwab apa? Dia melirik dua wanita paru baya itu. “KU MOHON…”

 

“Kita lihat dulu. Bila kau bisa sembuh dan meminum obat dengan teratur aku akan mengajakmu.” ucap Siwon. Kyuhyun tersenyum menampakan giginya. “Sekarang waktunya makan siang.”Kyuhyun mengangguk. Sungmin dan Heachul hanya mengelengkan kepala.

 

.  *******

 

“Wah…aku sudah lama tidak kemari?” Kyuhyun berteriak di luar jendela sambil melihat pantai. “Bisakah kita berhenti?” Kyuhyun kembali duduk tenang dan menatap suaminya.”Ku mohon…hanya sebentar…” rengeknya.

 

“Kita kemari untuk bekerja bukan bertamasya.” jawab Siwon masih terfokus pada tabletnya.

 

” Aku hanya meminta berhenti sebentar bukan minta bulan madu seperti pasangan lainnya.”

 

Siwon sontak menoleh,”Kau baru sembuh. Lebih baik cepat istirahat di hotel karna setelah ini aku juga langsung ke proyek.” Siwon melepas tabletnya dan menatap Kyuhyun yang sudah memplout bibirnya. “Bukan kau sudah berjanji akan menurutiku?” Kyu melipat tangan di dada lalu membuang muka ketika Siwon akan menyentuhnya wajahnya. “Baby…”

 

“Okay.Kembalilah bekerja. Jangan perdulikanku.” ketusnya dan Siwon hanya menghela nafas. Siwon mengeser duduknya dan menarik tangan Kyuhyun. Dia mencium punggung tangan istrinya.

 

“Mianhae…” cicitnya tapi Kyu sudah menarik tanganya dan menyembunyikan tanganya. Siwon hanya bisa diam dan kembali melihat tabletnya. Sesekali dia melirik istrinya yang masih terdiam menatap keluar jendela.

 

Sesampainya di hotel Kyuhyun masih belum tersenyum atau bicara dengan Siwon. Siwon menarik kopernya dan membiarkan istrinya berdiri di depan jendela. Siwon segera membereskan barang bawaanya karna dia harus segera bekerja.

 

“Kau ingin mandi dulu?” Kyuhyun tidak menjawab. Siwon menghela nafas lalu berjalan mendekati istrinya. Dia memeluk istrinya dari belakang. ” Kau lelah atau masih kesal denganku?”

 

“Bukan kau akan pergi kerja. Pergilah! Bawakan cemilan untukku ketika pulang.” Kyu melepaskan pelukan suaminya. Siwon menatap istrinya pergi ke kamar mandi. Kyuhyun sudah mengganti bajunya lalu merebahkan tubuhnya di ranjang. “Tutup jendelanya jika kau pergi.” Kyuhyun memejamkan mata.

 

Siwon mendekati ranjang dan membelai rambut istrinya. “Aku hanya akan pergi sebentar. Nanti siang kita akan makan bersama…” Siwon mengecup kening Kyuhyun begitu lama lalu beralih ke bibir. “Saranghae…” bisiknya. Kyuhyun tetap bertahan dengan memejamkan mata. “Jangan pergi kemana pun…ingat kau sudah berjanji padaku…” walau tak dapat jawaban Kyuhyun, dia tahu istrinya mendengarkan ucapanya. Siwon mengambil jas dan tasnya lalu pergi keluar kamar. Setelah mendengar suara pintu tertutup Kyuhyun baru membuka mata.

 

“Dia selalu gila kerja. Percumah memiliki suami kaya raya bila bulan madu saja tidak pernah. Menyebalkan!!” umpatnya lalu melempar bantal ke lantai. Dia kembali merebahkan tubuhnya dengan kaki di naikan ke atas. Selimut pun sudah berhamburan kemana-mana.

 

Siwon mengelengkan kepala melihat kamar hotelnya berantakan. Kyuhyun pun tidur dengan psp di tanganya. Dia menaruh kantung belanjaanya dan membangunkan istrinya.

 

“Baby…” dia mengoyangkan tubuh istrinya. “Baby…” dia berbisik lembut lalu mengecup pipi gembul istrinya. Kyuhyun terbangun dan menatap Siwon dengan cemberut. Siwon terseyum dan merapikan rambut Kyuhyun. “Kau bosan?”

 

“Tidak biasa saja.” ketusnya. Dia langsung turun dari ranjang dan melihat kantung belajaan. Dia Membongkarnya. Melihat satu persatu makananya.

 

“Makan dulu. Kau belum minum vitamin?” Kyu membanting makananya. Dia menuju kamar mandi dan mencuci wajahnya. Mengambil tas dan berdiri di depan Siwon. Pria berlesung pipi itu menunduk mengcup pipi gempil istrinya. “Kau ingin makan apa?”

 

“Apa saja asal tidak beracun.” jawabnya asal.

 

Siwon mencangkup wajah  dan mengecup bibir plum istrinya.  “Kita makan di pinggir pantai bagimana?”

 

“Aku lelah. Kita makan di hotel saja.” dia berjalan meninggalkan Siwon yang mematung. Di ajak atau tidak tetap saja dia di acuhkan. Siwon mengikutinya.

 

Kyuhyun menikmati makananya tanpa bicara satu patah kata pun. Sebenarnya bibirnya terus mengguman tak jelas membuat Siwon serba salah.  Siwon menarik tangan Kyuhyun dan membelainya.

 

“Aku sedang makan.”

 

“Kau hanya mengaduknya saja. Apa perasanmu mulai tak enak lagi?” Kyuhyun tak menjawab. “Mianhae…aku tahu kau kecewa denganku.”

 

“Bila sudah tahu tak usah membahasnya. Aku tak ingin pulang sendiri.” jawabnya.

 

“Jangan suka membuatku khawatir dengan setiap ancamanmu.” Kyuhyun nenarik tanganya dan melahap makananya. ” Aku tahu bila aku salah. Harusnya sejak kita menikah,kita bulan madu tapi…”

 

“Tapi kau gila kerja…” sergahnya.

 

“Mianhae..jongmal mianhae… Tapi bila kita melakukan perjalan itu sekarang kau…” kembali upacan Siwon terpotong.

 

“Arra..arra..aku pria hamil dan harus banyak istirahat. Sudah ku bilang jangan membahasnya bila kau tak ingin pulang sendiri ke Seoul.”

 

“Oh ya Changmin…”

 

“Aku sudah mendengarnya. Dia akan melahirkan minggu depan. Jangan jadi membosankan karna rasa bersalahmu.” hardiknya. Siwon melihat jam tanganya. “Bila kau ingin kembali bekerja pergi saja. Aku sudah selesai makan.” Siwon serba salah. Ternyata tujuan Kyuhyun ikut hanya untuk menghukumnya. Dia lupa… Sampai detik ini mereka belum bulan madu? Kyuhyun sudah meninggalkan meja makan tanpa menunggu Siwon.

 

*********

 

Malam harinya Kyuhyun  hanya melihat acara kartun dengan cemilan yang berantakan di sofa. Pria manis itu pun hanya mengunakan kemeja tipis membuat Siwon hanya mengelengkan kepala. Dia mengambil selimut dan menaruhnya di bahu istrinya. Kyuhyun tak memperdulikanya,masih tertawa terpingkal-pingkal. Selesai membersihkan diri, dia mengambil duduk di samping istrinya dan memeluk pinggangnya. Kyuhyun tak memperdulikanya tetap terfokus dengan makanan dan TVnya.

 

“Kita makan malam dimana?” dia menatap wajah istrinya. Kyuhyun mengangkat bahunya. “Kita ke pantai?”

 

“Aku malas.” Kyuhyun menyandarkan kepalanya di dada Siwon dengan manja. Siwon mengecup rambut istrinya dan semakin memeluk istrinya. “Kita makan di kamar saja.” ucapnya sambil menadahkan wajahnya.

 

Siwon meraih telepon di sampingnya dan sedikit mencuri cium di bibirnya. Siwon memesan makanan kesukaan istrinya selagi Kyuhyun asik bermain dengan bajunya. “Wonnie…”bisiknya.

 

“Hum…” Siwon menaruh teleponya dan mentap istrinya.

 

“Habis ini…”belum selesai Kyuhyun bicara ponsel Siwon sudah berbunyi membuat pria itu mengabaikan istrinya. “Menyebalkan!!” umpatnya lalu mendorong tubuh Siwon menjauh darinya. Siwon hanya meliriknya karna dia fokus dengan apa yang di bicarakan orang yang menghubunginya. Kyu mengumpat kesal tapi Siwon berusaha meraih pinggang istrinya lagi dan mengecup bibirnya yang terus bergerak.

 

“Baiklah! Terima kasih untuk informasinya. Hum.. Besok pagi kita akan rapatkan lagj. Ne…selamat malam.” dia menutup ponselnya dan kembali fokus pada istrinya. “Habis ini kita akan apa?”

 

“Aku lupa. Mana makannya? Aku sudah lapar.” Siwon tersenyum dan memeluk erat istrinya. “Sesak tahu…” Siwon terkekeh geli dan semakin mengelitiki istrinya. Kyuhyun memberontak tapi tetap saja Sieon yang lebih kuat. Kyuhyun memohon ampun tapi Siwon tetap saja menggelitikinya sampai air matanya keluar. Hal itu tak akan berhenti bila pintu kamarnya tak ada yang mengetuknya.

 

********

 

Kyuhyun bergelayut manja ketika ikut Siwon meninjau lokasi pyoyek. Dia melihat sekitar yang cukup panas dan banyak bahan bangunan. Dia terlihat menyesal ikut.

 

“Tuan Choi…” suara wanita itu membuyarkan pikiran Kyuhyun. “Anda sudah datang. Maaf saya terlambat ” dia menundukkan kepala.

 

“Tidak apa.” jawab Siwon.

 

Kyu memplout bibirnya. “Dia siapa?” batinya. Kyuhyun nenatap Siwon dengan tajam dan mneyelidik. “Jangan-jangan gara-gara ini dia melarang untukku ikut…” batinya lagi.

 

“Jangan berpikiran yang tidak-tidak.” ucap Siwon spontan membuat Kyuhyun membuang muka. “Bila aku berniat selingkuh… Bukan dia tipeku..” godanya.

 

Kyuhyun melepaskan tangannya dan langsung menjaga jarak. “Lalu siapa tipemu? Apa kau juga memilih ketika berselingkuh?” dia bicara cukup keras.

 

“Kau.”

 

Blussh!! Wajahnya memerah merona.

 

“Kau itu typeku. Jadi bila ada seseorang yang sepertimu luar dalam baru aku akan berpikir untuk selingkuh.”

 

“Uh!” dia mengedip-ngedipkan matanya. Siwon mendekat dan kembali meraih pinggang istrinya.

 

“Sini banyak batu. Jangan jauh-jauh dariku.” Siwon berjalan menuju gerombolan pegawainya yang sesang berdiskusi. Kyuhyun terdiam dengan menatap suaminya yang bicara dengan tegas tapi tanganya masih menemeluk pinggangnya. Dia terus menatapnya tanpa sadar dia membersihkan keringat yang bercucuran di keningnya. “Gomawo…” cicitnya. Kyu pun tersenyum dan membiarkan suaminya bicara kembali.

 

“Ah…aku menyesal ikut lebih baik aku tidur di hotel…” Kyuhyun langsung merebahkan tubuhnya di ranjang. Siwon hanya tersenyum kecil. “Kenapa kau menyukainya? Ah..untung saja appa tak menyuruhku bekerja seperti itu…” omelnya.

 

Siwon sudah berganti baju lebih santai. “Ganti baju dan cuci kakimu.” perintahnya.

 

“Aku bukan anak kecil yang harus kau perintah ini dan itu..”ketusnya dan langsung berdiri menuju kamar mandi. Siwon membuka tabletnya kembali. Kyuhyun pun langsung naik di atas pangkuan Siwon. Dia mengetuk-ketuk tabletnya. “Permisi…”

 

Siwon menurunkan tabletnya dan menatap istrinya. “Ada apa?”

 

“Berhenti bekerja dan perhatikan aku.” tegasnya.

 

“Bagaimana aku harus berhenti bekerja bila sejak tadi ku hanya mengangguku saja.?”

 

“Jadi kau anggap aku penganggu?” Siwon mengangguk. Kyuhyun langsung berdiri namun di tahan. “Lepaskan! Kau bisa pekerja tanpa penganggu.”

 

“Hai…sejak tadi kau memang mrngangguku,baby. Bagaimana aku harus menjaga wibawaku agar tak menyentuhmu atau menciummu ketika kau berada di dekatku. Demi Tuhan kau pengoda yang mampu melupakan segara pekerjaanku.”

 

“Gombal!” Kyu memukul dada Siwon dengan pelan.

 

“Hai…kau memang periku sayang.”

 

“Cih!” Kyu malu setengah mati. “Yah!! Kita sudah berhubungan lama berhenti membual…” omelnya.

 

Siwon membelai wajah Kyuhyun dan mencium sekilas bibir plum itu sebelum menyatukan dahi mereka.” Aku masih merasa kita pertama kali bertemu.” Kyuhyun tersenyum. “Bibirmu…wajahmu…semakin membuatku liar dan tak bisa mengdalikan diri. Seperti awal kita berberbicara. Kau selalu mengigit bibirmu dengan mata manja. Sejak itu aku bersumpah ingin melihat lelehan karamel itu dengan sempurna ketika dia pertama kali berpijar.” ucapnya.

 

“Yah!! Kau…”

 

“Wae?”

 

Kyuhyun menyamankan diri duduk di pangkuan suaminya. “Bila pertama kali aku berpikir. Apa kau akan mencintaiku? Kau lebih dahulu dekat dengan nunna dan matamu ketika di pesta terus menatapnya.”

 

“Aku melirikmu…” Kyu memplout bibirnya. ” Aku memperhatikan cara makanmu yang kacau.. membuatku tertawa. Kau beda dengan ibu dan kakakmu. Terlihat anggun.”

 

“Jadi aku berantakan.” Siwon mengangguk.”Brengsek!” dia mengumpat.

 

“Tapi aku menyuakimu. Kau terlihat unik dan mengemaskan. Ucapanmu yang kasar dan pedas namun pandangan lembut membuat aku tak bisa melepasmu hingga detik ini.” ucapnya serius membuat Kyuhyun mengecup bibir joker itu.

 

“Sekarang aku bisa memilikinya seutuhnya. Kau milikku…seperti aku milikmu…” Kyuhyun membersihkan bibir joker itu. Siwon langsung memeluknya dengan erat.

 

“Gomawo…telah mengijinkanku memilikimu.” Kyuhyun mengangguk dengan senyuman. Siwon pun menyembunyikan wajahnya di tengkuk istrinya. Memberikan kecupan bertubi-tubi. Kyuhyun menikmati dan semakin memeluk erat tubuh Siwon. “Saranghae…”

********

 

Kyuhyun menarik kopernya ketika melihat ibu mertuanya. Dia menangis tersedu-sedu di pelukan Sungmin. Wanita paru baya itu hanya menepuk punggungnya pelan.  Dia terkejut ketikabmenantinya menghubunginya dengan menangis tadi untuk menjemputnya di bandara. Dimana Siwon?

 

“Kita pulang dulu dan ceritakan secara mendetail?” ucapnya. Dia tak ingin menantunya kenapa-kenapa.

 

“Menjelaskan apa lagi? Wonnie…huwaa…aku mau cerai saja…hiks…”

 

“Hush!! Jangan bicara sembarangan bocah…” Heachul langsung memukulkan kipasnya di kepala Kyuhyun.

 

“Appo..” keluh Kyuhyun.

 

“Chullie…dia sedang terluka.” bela Sungmin.

 

“Kau dan Siwon itu sama. Sama-sama memanjakan dia. Kau..juga. Jangan langsung bilang cerai. Bila aku ijinkan percumah kalau ujungnya kau kembali. Pabbo…” omel Heachul kesal.

 

“Tapi aku melihatnya sendiri. Dia..dia mencium pipi Siwon…huwaa…wanita itu…huwaaa…” dia histeris membuat pengunjung menatap mereka.

 

“Kita bicarakan ini di rumah saja sambil menunggu Siwon datang.” Sungmin berusaha mencari jalan tengah.

 

Kyuhyun mengangguk. Dia juga lelah menunggu di bandara sendirian. Supir membawakan tasnya dan kedua wanita paru baya itu berjalan lebih dahulu.  Sesampainya di rumahnya dia melahap makanan yang di buatkan ibu mertua dan ibunya. Dia menghabiskan dua mangkuk nasi. Sup kimchi pun di lahap sampai habis. Sungguh rakus sekali.

 

“Apa Siwon menyakitinya lagi umma?” tanya Kibum. Heachul yang menikmati teh hijaunya mengangguk. “Bertahan berapa lama?” tebak Kibum.

 

“Tak ada satu minggu mungkin.” jawab Jiwon.

 

“Pikirku setelah ini dia juga akan pulang ke rumahnya.” sambung Heachul.

 

“Kalau aku sich. Lusa.” tebak Sungmin.

 

“Yah!! KAU PIKIR AKU BARANG TARUHAN. KALI INI AKU SERIUSS…” teriaknya.

 

“Baby…” suara itu sontak membuat semua orang yang ada disitu terpaku. “Sudah aku bilang bukan jangan suka membuat aku khawatir…”

 

Kyuhyun kesal dan melempar sendok ke arah Siwon. Sebenarnya ada apa??

 

TBC…

 

Hai….hai…

Gimana kabar kalian? Kasih komentar kalian ya…

Jangan lupa juga di like??

Kiss kiss… Kangen wonkyu ya? Bagaimana kalian?

Akhir-akhir ini aura Kyunnie beda ya…

Agak centil-centil gimana??

 

Advertisements

Author:

Saya manusia biasa Punya salah dan tak sempurna Saya jatuh cinta dengan Wonkyu Tak perduli banyak yang bilang saya gila Bahkan pacar saya... Saya jatuh cinta dengan mereka ♡♡♡♡

39 thoughts on “Tentang Kamu – part 27

  1. Makin greget yah liat kyu kkkkk~ lagi hamil malah tambah2 nih ambekannya wkwk untung siwonmu sabar kyuu ,… gimana kalau baby nyaa udh lahir , makin pundungan kayanya karna siwon lebih perhatian sama anaknya hahhha … next chap nya ditunggu yahh

  2. Ni pasangan knapa marahan mulu ya?? aq aja jdi ikutan pusing..
    Kapan wonkyunya bulan madu?!..kayak kyu aq jga ngarepin…kapan??!!

  3. Sensi banget KYUmom dikit” marah kan kasin WONdad 😢😢😢😢😢
    Ada masalah apalagi sampe KYUmom minta cerai sama WONdad 😱😱😱😱😱

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s