Posted in BL, Drama, Family, Romance, wonkyu, WonKyu Story

Make A Wish – part 1

Make A Wish – part 1
Autor : Cat meonks
Cats : Cho Kyuhyun, choi Siwon ,Lee Hyukjae dll
BL,Yaoi Mpreg
Warning : Typo berserakan dan bahasa kurang jelas
Cerita gaje tapi hasil karya sendiri
Ini pasti membosankan tapi jangan lupa tinggalkan komentar
Kiss kiss


.
..
.
.
.
Musim panas sudah berganti dingin tak hentikan hilir mudik pejalan kaki memenuhi jalan setapak di kota. Senada dengan angin alunan suara merdu berkumandan di balik bangunan berdinding kaca. Lilin, lampu, dan penghangat menjadi teman terbaik . Senyuman manis diiringi santapan hangat menjadi moment sempurna di setiap malam-malam .

“Terima Kasih… ” dengan menunduk pemuda itu menyampaikan terima Kasih kepada para penonton. Dia memasukan biolanya ke dalam tas sebelum turun dari atas panggung. Dia berjalan cepat ke belakang menganti bajunya. Pria manis itu merenggangkan tubuhnya sebelum mengangkat baki-baki penuh makanan dan minuman itu.

“Selamat menikmati…” dia menunduk hormat lagi.

“Penampilanmu selalu memukau. Kenapa tak mendaftar menjadi artis saja? “

Kyuhyun tersenyum. “Sayangnya Tuhan belum mengijinkan nyonya. Selamat menikmati… ” jawabnya lalu menunduk meninggalkan meja itu. Dia kembali berlari menuju meja selanjutnya. Mencatat dan mengantarkan pesanan. Dia terlihat pucat dan lemas. Jalanya sepoyongan. Segera menarik satu kursi dan menopang kepalanya yang terasa berat. Matanya mulai mengkantuk dan berlahan terpejam erat.

“Kau sakit? ” seseorang mengejutkannya dengan menepuk bahunya.

“Aniya. Hanya sedikit lelah karna berpikir. ” jawabnya. Pria itu berjalan kembali. “Hyung… “

“Uhum!! Wae? ” Lee hyukjae menghentikan langkahnya segera. “Wae? Aku tak punya waktu untuk melihatmu melamun. ” ketusnya.

“Hyung… Tadi ada tamu yang bilang suaraku bagus. “

“Bukan semua bilang seperti itu. Lalu apa masalahmu? “

“Dia bilang kenapa aku tidak jadi artis saja. “

“Lalu kenapa kau tak jadi artis? “

“Hyung… ” Kyuhyun memplout bibirnya. “Aku serius… “

“Aku pun juga. ” suara tak asing itu membuat dua manusia itu menoleh dengan wajah tegang. “Apa yang kalian lakukan disini… ” Eunhyuk langsung kabur kebelakang dan meninggalkan Kyuhyun sendirian.

“Hanya bicara. Seperti manusia biasa. “

“Apa ini kafemu? “

“Bukan. Apa Anda lupa ingatan bila ini kafemu pak Shim Changmin. ” pria tiang listrik itu berkaca pinggang dengan wajah kesal .

“Mwo? Cho Kyuhyun…. “

“Ada tamu pak. Saya harus permisi dulu sebelum ada yang bilang saya makan gaji buta. “

“YASH!! ” Kyuhyun sudah berlari lebih dahulu. “Kalau bukan.. AISH!! “dia berjalan kembali ke ruangannya.

******

Kyuhyun berlari cepat ke arah gang kecil. Wajahnya penuh keringat dan sedikit tegang. Dia masih berjalan cepat dengan mata yang melirik kesana kemari. Tiba-tiba ada orang yang menariknya. Ketika dia kendak berteriak tangan besar itu membekapnya.

“Jangan takut. Aku bukan orang jahat.” Kyuhyun mengangguk menuruti pria itu menggandengnya. Mereka tiba di rumah tak cukup besar tapi memiliki taman kecil dan lampu menghiasi Indah. Kyuhyun kembali melirik pria itu. “Masuklah! Ini rumahku… “

Kyuhyun berjalan masuk dan melihat hewan berwarna putih hitam berjalan ke arahnya. ” Apa itu anjingmu? ” tanyanya.

“Bukan. Anjing tetangga mungkin.”

“Ha.. Lucu sekali.. “

“Benarkah? ” jawabnya dengan tersenyum tipis.

Kyu memalingkan wajah karna kesal. “Kau punya makanan?” tanyanya.

“Kau memintaku untuk memasak?”

“Aniya. Hanya saja kau punya ramen?”

“Ada. Di lemari bawah penanak nasi.” Kyu mengangguk lalu berjalan ke dapur membuka lemari kecil itu.

“Wahh…kau memiliki apa pun disini? Apa kau kaya?” Kyu terkagum.

“Apa memiliki semua itu berarti aku kaya? ” Kyuhyun mengangguk . “Sudahlah! Aku mandi dulu. Anggap saja rumah sendiri. “

“Jadi aku bisa menjual rumahmu? “

“Terserah kau saja. ” dia tertawa sambil masuk ke dalam kamar .

“Pria aneh. Bagaimana bila aku sungguhan penjahat… Pabbo… ” dia mencari panci dan mengisinya dengan air lalu menaruhnya di kompor.
. *******

“Kau tak membuatkannya untukku? ” Kyuhyun menadahkan wajahnya melihat pria itu mengeringkan rambutnya dengan handuk.

“Kau juga mau? ” tanyanya polos. Siwon duduk di hadapanya lalu mengangguk. “Oh, aku pikir kau tak suka makanan seperti ini? “

“Lalu untuk apa aku membelinya? “

Kyuhyun menyodorkan panci berisi ramen dan telur rebus itu. “Dalam satu tempat? “

“Wae? Kau tak pernah… “

“Bukan itu jorok? “

kyuhyun hanya tercengo. Lalu berjalan ke dapur mengambil dua mangkuk dan sumpit. “Baiklah tuan muda… “Siwon tersenyum dan menikmati mie ramen buatan Kyuhyun.

“Apa ini tidak kebayakan air?”

“Tak apa. Makan saja. Jangan banyak mengeluh…”tegasnya.

******

“Kau belum tidur?” Siwon menoleh. “Kau sedang melakukan apa?” Kyuhyun duduk di hadapan Siwon. Pria itu sedang duduk di lantai menghadap laptopnya.

“Sedang bekerja. Kau belum bisa tidur? Ahh apa kau sudah ijin dengan keluargamu.” tanya Siwon balik.

“Aku bukan anak kecil yang harus ijin kemana aku pergi.” Siwon tersenyum kecil lalu kembali melanjutkan mengetik. “Sedangkan kau?”

“Aku bekerja sambil kuliah. Orang tuaku di luar negeri.” jawab Siwon dengan singkat.

“Padahal aku tidak ingin bertanya itu. Ahh.. Sudahlah! Selamat malam tuan muda.” Kyu segera berdiri dan masuk ke dalam kamar.

*******

Ketika Kyuhyun bangun dia tidak mendapati Siwon ada di dalam rumah. Pria cantik itu segera mencuci muka dan menuliskan sesuatu di diding lemari pendingin. Dia mengambil tas rangselnya dan keluar. Lima belas menit kemudian Siwon datang membawa belanjaan. Dia melihat sekeliling rumahnya begitu sepi. Apa pria itu belum bangun? Dia membuka pintu kamarnya dan nihil semua sudah rapi. Siwon menghela nafas bahkan dia tak tahu nama pria itu. Berharap suatu saat mereka akan bertemu lagi. Dia berjalan menuju dapur.

Mianhae…aku pergi tanpa berpamitan. Gomawo…untuk makanan dan tempat tidurnya. Aku meninggalkan nomer ponselku bila mungkin ada barangmu yang hilang.
Pria yang tidur di ranjangmu

Siwon tersenyum kecil menyimpan note lecil itu di saku celananya. Dia pun segera mandi untuk berangkat kuliah.

*****

“Sebenarnya semalam kau menginap dimana? Tumben kau tak pulang…?” desak Hyukjae ketika melihat Kyuhyun pulang pagi buta. “Apa kau sudah memiliki kekasih?” tanyanya lagi.

“Hyung…tentu saja bukan. Kemarin dia mengejarku lagi. Aku bersembunyi. jiAda seorang pria baik hati yang meminjamkan ranjangnya untukku.” jawabnya.

“Siapa?”

“Itulah ketololanku. Aku tak bertanya siapa namanya. Tapi aku meninggalkan nomer ponselku. Bila dia meminta bayaran…ahh…hyung…kapan dia berhenti mengejarku? Aku seperti berhutang dengan lintah darat.”

“Kenapa tak kau terima saja.” ucapnya santai.

“Siapa yang mau dengan badot tua itu. Menyebalkan!!” Kyuhyun langsung berjalan meninggalkan dapur menujunke depan untuk mengatarkan makanan. Hyukjae tersenyum geli membayangkannya. Lalu dia tertawa.

*****
Kyuhyun menikmati es krimnya dalam perjalan pulang. Dia masih terbayang-bayang pria yang kemarin menolongnya.

“Tuan Kyuhyun…” dia menoleh dan mendapati pria berbaju hitam menghampirinya. Kyuhyun langsung melihat sekitar. Dia menghela nafas lalu mmbuang es krim yang tinggal sedikit.

“Wae? Ada apa lagi? Bos mu mengingkanku. Sudah aku bilang tidak tertarik. Sekarang kau bisa pergi…jangan buang-buang waktu hanya untuk membujukku.”

“Tapi…” Kyuhyun langsung berlari ketika pria itu sedikit lengah. Dia langsung memanggil temanya dan mengejar Kyuhyun. Kyuhyun berlari sampai ada lagi yang menariknya dan mendekapnya. Kyuhyun yang masih terenggah-enggah hanya terdiam ketika mulutnya di bungkap.

“Sudah aman. Kita pergi.”Kyuhyun terdiam mengikuti pria itu menariknya. “Sebenarnya siapa yang mengejarmu. ” tanyanya.

“Huh? ” Kyuhyun mengedipkan mata menatap pria berlesung pipi itu.

“Kenapa kau berlari? “

“Oh.. Itu.. Ada orang jahat yang ingin menculikku. “

“Apa perlu kita ke kantor polisi? “

“Tak perlu. “dia berjalan mendahului. Siwon berhenti menatap punggung itu terus berjalan cepat. “Kenapa diam? Kau tak ingin menawariku mampir ke rumahmu?” Siwon pun mrngangguk lalu berjalan mengikuti Kyuhyun. Pria manis itu bersenadung.

“Suaramu merdu sekali.”

“Semua orang bilang seperti itu.” dia tersenyum bangga. Siwon hanya menggelangkan kepala lalu membuka pintu rumahnya. “Terima kasih.” dia melapas alas kakinya dan berjalan ke arah dapur.

Siwon menaruh tasnya dan memijat punggungnya. “Kau lelah? Kenapa tak gunakan mobil? Bukan kau punya?” Siwon menggelengkan kepala. “Kau sudah makan? Aku buatkan makana.”

“Kau bisa memasak?” Kyu mengangguk. “Ramen buatanmu kemarin saja seperti air putih bagaimana kau bisa memasak?” Kyu memplout bibirnya. “Biar aku saja. Kau tidak ingin membersihkan diri?”

Kyu hanya terdiam kesal. Dia tahu tak pandai memasak tapi berkata membuat ramen saja rasanya hampar sedikit melukai harga dirinya. Dia berjalan mrngambil tasnya dan keluar rumah Siwon tanpa bicara apa pun. Pria berlesung pipi itu hanya tersenyum kecil meraih sesuatu dalam saku celananya. Dia mrnatapnya lalu kembali memasukan dalam sakunya dan tetap melanjutkan memasaknya.

******

Sudah lama Hyukjae tak pernah melihat Kyuhyun terlihat kesal. Biasanya wajahnya akan terlihat datar dan santai. Sejak pulang kemarin malam pria itu uring-uringan tak jelas melempar apa pun yang membuatnya kesal. Hyukjae sedikit khawatir dengan sahabatnya itu? Kyu mencacah daun bawang dengan asal. Telur pun langsung di banting ketika dia susah memecahkanya. Hyukjae menyentuh kening sahabatnya.

“Kau sakit?” Kyuhyun menatapnya sinis. “Kau kenapa? Lihat! Kau ingin makan telur bersama kulitnya? Bahkan daun bawang itu kau masukan tanpa kau potong. Kau gila…”

“Diam!” Kyu mengacungkan pisaunya. “Atau sekarang giliran kau yang aku masukan?” Hyukjae menggelengkan kepala lalu pergi menjauh sebelum pisau itu bersarang di otaknya. Kyuhyun kembali mengumam. “Apa karna dia kaya dan…argh!!! Siall!! Pria …brengsek!!” umpatnya lalu mematikan kompornya dan meniggalkan dapur dengan berantakan. Dia mengambil tas dan shal lalu pergi. “Aku pergi dulu,hyung…” pamitnya lalu mengenakan sepatunya. Hyukjae hanya mengintip dari balik pintu kamar.
*******

Siwon merasa lelah malam ini. Dia merebahkan tubuhnya di ranjang sambil menatap kalung dengan liontin cincin. Dia merasa barang ini berharga untuk pria manis itu tapi sampai detik ini pria itu belum datang untuk mencarinya. Siwon tersenyum melihat ponselnya yang tertera nomer ponsel milik pria manis itu.

“Apa aku harus menghubunginya? ” dia berkata pada dirinya sendiri tapi… “Sudahlah! ” dia kembali memasukan kalung itu di dalam kantong celana sebelum memejamkan mata. Belum sampai satu menit dia memejamkan mata ponselnya berbunyi.

From : Umma
“Kapan kau pulang sayang?”

To : Umma
” Entahlah umma. Aku merindukanmu. Masih ada yang ingin aku kerjakan disini. Jadi bersiaplah merindukanku. ”
SEAD

Drrt…
From : Umma
“Anak nakal. Apa kau sudah memiliki kekasih? “

Siwon tersenyum kecil.

To : Umma
“Belum. Doakan saja putramu segera laku umma. ”
Sead

Drttt…
From : umma
“Doaku selalu menyertaimu anakku. Cepat tidur. Jangan terlalu keras dengan dirimu. Selamat malam. “

Siwon menaruh ponselnya di atas meja. Entah kenapa dia kembali memikirkan pria manis itu?

☆******☆

Siwon berdiri di depan kafe milik temanya. Dia tak pernah mau masuk atau sekedar mencicipi masakan di kafenya. Pria jangkung itu keluar dengan wajah sedikit kesal.

“Ini… ” dia menyerahkan flasdisk yang Siwon mau. “Kenapa kau tak masuk saja? Merepotkan. ” kesalnya. Kafenya bukan waba yang perlu Siwon hindari.

“Aku tak berniat membeli. ” jawabnya dengan santai. Changmin hampir saja melepas sepatunya untuk melempar wajah Siwon. Pria berlesung pipi itu tersenyum melihat sahabatnya kesal. Tiba-tiba senyuman itu memudar ketika melihat seseorang melintasinya.

“Selamat siang, bos. ” sapa dua pria dengan mendundukkan kepala lalu pergi masuk tanpa mendengar jawaban bosnya.

“Siapa? “

“Karyawanku. ” Siwon menganggukkan kepala. “Hey.. Kau mau apa lagi? “

“Aku belum makan siang. Apa menu spesial di kafemu? ” Siwon langsung berjalan masuk tanpa perduli changmin tercengo.

“Apa kau tidak takut sakit perut lagi? ” teriak Changmin tapi Siwon sudah mengambil duduk di dekat jendela. “Hai tuan Choi… “

“Panggilkan aku pelayan mu yang itu? ” dia menunjuk Kyuhyun yang sedang bersiap naik ke panggung.

“Sekarang bukan jadwal dia pelayan tapi sebagai penyanyi . Kau ini kenapa? “

“Oh.. Pergilah! Aku akan menikmati makan siangku. ” muncul lipatan kecil di kening Changmin . Tangan Siwon mengibas-ngibaskan mengusir tuan rumah itu seperti hewan. Pria jangkung itu kesal lalu pergi tanpa perduli dengan siwon.

“Tes… Tes… “

Kyuhyun memukul-mukul mic yang akan dia gunakan sebelum dia bernyanyi.

beullabeulla beullabeulla
museun mareul baeteun geonji
tteollineun neol ape dueossdeon sigan
geureohge junbihae wasseossdeon maldeul
seollemman gadeukhaessdeon naldeul
neowaui cheoeum mannameun
ireohge jinagago
…..
…..

Siwon masih memperhatikan Kyuhyun yang begitu menikmati lagunya. Alunan musik yang lembut membuat Siwon terlena dengan perasaanya. Tanpa sadar semua pengunjung sudah bertepuk tangan. Dia hanya melipat tangan di sambil tersenyum menolak setiap pelayan yang bertanya dia akan memesan apa. Kyuhyun turun dari panggung menuju ke belakang. Dia mengambil air putih dan menengguknya.

“Kyu, kau di suruh melayani pria yang ada di dekat jendela itu… ” kata Hyukjae.

“Memang kau siapa menyuruhku? “

“Bos yang menyuruhku pabbo. ” kyuhyun memplout bibirnya dan segera mengambil note menu. “Selamat siang Anda ingin memesan apa? ” Siwon mengangkat wajahnya untuk menatap Kyuhyun. Pria manis itu tercengo.

“Apa menu spesial di sini? “

“Kau… ” Kyu membanting buku menu itu dengan kasar. “Baca sendiri. Kau tidak buta huruf kan? “

Siwon tersenyum. “Iya. Tapi aku malas membaca. Kalau begitu aku pesan kopi saja. “

“Baik. Tunggu sebentar .” Kyu meninggalkan meja itu dengan wajah di tekuk. Dia benar-benar kesal dengan pria itu. Sungguh!! Beberapa menit kemudian Kyuhyun mengantarkan pesanan itu. “Selamat menikmati… “

“Jam berapa kau pulang? ” Kyuhyun hanya meliriknya. “Bukan seharunya kau kehilangan barang… ” Kyu langsung menghentikan langkahnya. “Jadi barang.. “

“Aku menjatuhkan di rumahmu. Mana? ” Kyuhyun antusias . Karna beberapa hari ini dia kebingungan mencari benda itu.

“Ada . Di tempatku.. Karna itu… “

“Besok. Kau bisa bawakan kemari? ” potong Kyuhyun.

Siwon melipat tangan di dada. “KENAPA HARUS AKU?” ucapanya penuh dengan penekanan.

“Karna itu jatuh di tempatku. Tak mungkin aku menyuruh bosku untuk mengambilnya bukan?” bantah Kyuhyun.

“Kau bisa mengambilnya sendiri. Bukan kau yang membutuhkannya?”

“BRENGSEK!!”umpat Kyuhyun lirih. “Ne. Gomawo sudah menyimpanya. Nanti pulang kerja aku akan mengambilnya.” kata Kyuhyun lalu menundukan kepala.

“Baiklah. Aku tunggu jam delapan.” Siwon pun berdiri sambil mengambil uang dan menaruhnya di meja. Kyuhyun melirik mejanya dan terlihat kopinya msih belum tersentuh. Dia kembali mengakatnya dan mengambil uang itu.

“Kau mengenalnya?” Kyuhyun tidak menjawab hanya berjalan menuju dapur.

******

“Hyung… Aku akan pulang dulu. Aku ingin pergi ke suatu tempat.” kata Kyuhyun. Hyukjae hanya mengangguk saja karna pekerjaan belum selesai.Kyuhyun mengeratkan baju hangatnya.. Ini musim gugur sudah di pastikan udara begitu dingin.

“Kau sudah pulang?” suara itu cukup mengejutkan Kyuhyun.

“Apa yang kau lakukan disini? ” tanyanya.

“Menunggumu. Kajja? ” Siwon berjalan mendahuluinya. Kyuhyun pun terpaksa mengikuti nya. “Apa kau sudah makan? Aku belum makan jadi kita makan dulu. ” ucapnya.

“Terserah! Aku hanya ingin mengambil barang itu lalu pergi. “

“Tapi aku tidak pulang dulu. Persediaan mie instant ku habis. Jadi…”

“Itu urusanmu. “

“Jadi kita makan dulu… “

“Siapa kau? Berani sekali memperintahku? “

“Oh iya. Aku Choi Siwon. Kau? “

“Aku bukan sedang bertanya siapa namamu pabbo. “

“Lalu… “

“Cepat selesaikan masalah ini. Aku malas berurusan denganmu… “

“Kalau begitu ayo. ” Siwon menarik Kyuhyun ke kedai tak jauh dari tempat mereka berdiri tapi pria manis itu mengibaskannya. “Waeyo? “

“Sudah aku bilang tak ingin makan denganmu. “

“Kalau begitu tunggu aku sampai selesai makan? ” Kyuhyun hanya menarik nafas lalu pergi meninggalkan pria itu tanpa berkata apa pun. Siwon hanya tersenyum lalu mengambil kalung dalam saku celananya. “Entah kenapa ini begitu menarik… ” dia kembali memasukkan dalam kantong lalu berjalan pulang.

Kyuhyun kesal setengah mati. Dia melempar tas nya di ranjang sambil mengumpat pria itu. Dia begitu lelah hari ini. Banyak pengunjung yang datang dan semua membuatnya bekerja keras sampai lupa untuk makan siang. Tapi pria itu sungguh menghancurkan napsu makananya.

“Sialan!! Kenapa masih ada pria seperti itu… Argh!! Menyebalkan!! ” dia membanting tubuhnya di ranjang. Walau ranjangnya sedikit keras tapi itu bisa sedikit meredakan emosinya. Dia berusaha memejamkan mata namun bayangan pria itu selalu menghantuinya .

. *******

Selesai pulang dari kantor pria berlesung pipi itu datang ke kafe milik sahabatnya lagi. Pria itu duduk di dekat jendela sambil memperhatikan seorang pelayan yang sedang mengkantuk. Dia terkikik geli melihat polah ajaib Kyuhyun.

“Anda mau pesan apa? ” Hyukjae bertanya sambil mengulurkan buku menu.

“Bisakah aku di layani oleh dia? ” Hyukjae mengikuti kemana arah tangan pria itu.

“Oh.. Baiklah saya panggilkan .” Siwon mengangguk tersenyum melihat pria itu mendatangi Kyuhyun. Pria manis itu menatap tajam sambil mengambil buku menu dan note. Siwon sudah melambaikan tangan.

“Selamat siang. Ada yang bisa saya bantu? ” tanya Kyuhyun berusaha konsekuensi dengan pekerjaanya.

“Kenapa kau pergi kemarin? ” tanya Siwon.

“Ini buku menunya? “

“Kalau nanti malam kau ada acara? “

“Maaf ajussi. Bisakah Anda cepat menentukan menu? “

” Aku belum menikah. Bagaimana kau bisa menganggilku ahjussi ?? Aku tunggu jam delapan. Aku pesan kopi dan ini uangnya. ” Siwon menaruh uang di meja lalu berdiri meninggalkan Kyuhyun dengan buku menu.

“Yah!! ” Kyuhyun berteriak membuat semua pengujung kafe menatap mereka. Kyuhyun mengambil uang itu dan ingin melemparkan ke muka pria itu.

*****

Kyuhyun berjalan pulang bersama Hyukjae . Siwon sudah menunggu Kyuhyun di depan kafe dengan wajah sumringah .

“Kau sudah pulang? Dia temanmu? ” Siwon menunjuk Eunhyuk .

“Anyeong . Lee Hyukjae imnida. Apa kau teman Kyuhyun?”

“Jadi dia bermana Kyuhyun? ” Hyukjae menatap Kyuhyun dengan wajah bertanya .”Berapa umurnya? Kenapa dia terlihat begitu baby face?” ucapanya dengan wajah tersenyum.

“Apa kau sudah gila? Kita pergi saja. ” Kyuhyun menarik Eunhyuk untuk pergi.

“Apa kau sudah tak menginginkannya? Ya sudah biar aku membuangnya .”

Kyuhyun menatap tajam ke arah Siwon. Seakan ingin melubangi dahi pria itu. Dia pikir pria itu baik dan dingin namun dia…

” Sebenarnya kau ingin apa? Bila kau memang orang baik. Bukan seharusnya kau mengembalikan barang yang bukan milikmu? “

“Kelihatannya kau sibuk dan ingin cepat pulang. Bagaimana bila besok saja? Temanmu sudah menunggu… Aku pergi.” Siwon tersenyum setelah mengatakan itu lalu pergi begitu saja membuat Kyuhyun semakin marah dan termainkan.

. ******

“jadi kalungmu ada padanya? ” Hyukjae terkejut dengan pernyataan yang di ucapkan Kyuhyun. “Bagaimana bisa? “

“Dia itu pria yang menolongku. Aku pikir dia pria baik tapi ternyata dia pria sinting. ” oloknya lalu merebahkan tubuhnya di ranjang.

“Lalu kenapa dia tak langsung mengembalikan? “

Kyuhyun menatap sahabatnya. “Karna dia pria menyebalkan! Sudahlah! Aku lelah. ” dia segera memejamkan mata.

“Mungkin dia menyukaimu? “

Kyuhyun langsung membuka mata. ” Jangan bicara bodoh. Kau semakin membuatku takut. Pabbo. ” umpatnya lalu menyelimuti seluruh tubuhnya . Eunhyuk terkekeh kemudian ikut berbaring .

. ******

Kyuhyun terdiam di halte bus. Dia memainkan jarinya karna bosan. Bus yang dia tumpangi tak kunjungi datang . Terlihat beberapa orang mulai bergerumbul dia pun segera berdiri. Ikut mengantri. Dia duduk paling belakang menatap lalu lalang kendaraan. Tiba-tiba ada yang duduk sebelahnya dan ikut melihat. Kyuhyun terkejut dan menoleh .

“Chupp!! “

Kyu langsung menarik mundur kepalanya. Terdiam dengan saling menatap satu sama lain. Hening!! Suasana bus ketika malam begitu sepi. Banyak yang lebih memilih memejamkan mata. Pria manis itu berlahan menyentuh bibirnya. Lesung pipi itu terpampang sempurna menambah detak jantung Kyuhyun. Ketika Kyuhyun akan menamparnya Siwon langsung menahannya. Kyu mengigit bibirnya .

“Jangan gigit bibirmu. Kau bisa terluka. “

“Apa kau hantu? Kenapa selalu membutuntiku? ” sinis Kyuhyun . Dia tak terima bagaimana bisa pria itu dengan lancang menciumnya. Ralat! Mereka tak sengaja. Kecelakaan? Tapi kyuhyun tetap tak terima. Ini salah pria itu.

“Aku kebetulan baru pulang kerja dan melihatmu melamun di bus jadi aku naik dan ikut melihat apa yang kau lihat. ” jawabnya jujur. Perlu di ketahui posisi mereka saling berhadapan dengan wajah saling mendekat.

“Lalu… “Kyu tak sanggup mengatakan soal ciuman kecelakaan tadi kan. Wajahnya saja sudah memanas ketika membayangkan beberapa menit lalu. “Lalu kenapa kau…”

“Menciummu… “

“Yah!! ” Kyu berusaha memberontak dan memukul dada Siwon. Pria itu menjauhkan tubuhnya. Kyu melihat sekelilingnya tapi kenapa tiba-tiba sepi? Kemana penumpang lainya? Tiba-tiba bus berhenti.

“Aku harus turun. Ngomong-ngomong bibirmu sangat manis… “

BLUSSHH!!!

Bak kepiting rebus pria manis itu hampir melempar tas itu ke punggung Siwon. Dia menutupi wajahnya dengan kesal. Sungguh dia malu… Demi Tuhan!! Pria itu…

. ******

Kyuhyun terdiam dalam lamunan. Beberapa hari ini hidupnya kacau. Dia sudah beberapa kali memecahkan gelas dalam satu minggu ini. Belum lagi, dia salah menulis catatan pesanan. Dia sudah hampir ke habisan uang gajinya. Dia mencuci mukanya dengan air dingin. Menatap wajahnya di cermin.

“….ngomong-ngomong bibirmu manis…manis…manis…”

Dia memukul kepalanya dengan keras. Kalimat itu selalu terniang-niang dalam otaknya. Dia menghela nafas dan melirik ada tamu yang masuk ke kamar mandi.

“Kenapa kau jadi mesum Cho Kyuhyun…??” dia berteriak dalam air. “Siall!!!” umpatnya lalu berjalan keluar dengan santai. Dia ikut bergabung dengan teman-temanya di depan. “Kalian sedang apa?” tanya Kyuhyun.

“Kau baru mandi?”

“Aniya. Hanya mencelupkan kepalaku di bak mandi.” jawabnya santai lalu pergi begitu saja. Semua teman-temanya hanya mengelengkan kepala. Di depan kafe terlihat orang yang baru saja melintas di otaknya. Dia menghela nafas dan segera berlari ke belakang. “Jangan bilang aku disini. Arrasso?” ucapnya dengan penuh nada ancaman.

Pria berlesung pipi itu berjalan ke arah grumbulan pelayan. “Selamat datang…” sapa mereka.

Siwon mencari sekeliling mereka. “Hmm..biasakah aku mencari baby..ahh..ani..kyuhyun…cho Kyuhyun..apa dia tak masuk kerja.” semua pelayan saling menatap satu sama lain.

“Dia melarang kita memberitahunya kalau dia ada di bawahku.” Hyukjae meringis ketika kakinya di cubit oleh Kyuhyun.

Siwon tersenyum. “Mungkin dia malu melihatku. Kejadian kemarin belum hilang dari pikirannya.” Siwon tersenyum menampakkan lesung pipi yang nampak menawan.

Kyuhyun langsung berdiri dengan mata membulat. ” Siapa bilang? Itu sama sekali tak berarti jadi buat apa aku memikirkanya….”

“Lalu kenapa kau bersembuyi?”

“A..aku..yah!! Siapa yang bilang aku bersembunyi? Aku…a..mencari sendok jatuh. Kau…untuk apa kemari?”

“Apa kafe ini bukan untuk umum?” Kyu menatapnya sinis. ” Aku mau pesan kopi?” Siwon tersenyum lalu mencari tempat yang kosong.

“Lebih baik kau saja yang mengantar. Karna percumah saja…” semua meninggalkan Kyuhyun. Pria manis itu mengumpat kesal.

Kyuhyun mengantarkan kopi pesanan Siwon. Kali ini pria itu sendiri yang membuatkan. Siwon tersenyum kecil lalu menyuruh pria manis itu duduk namun Kyuhyun jelas-jelas menolak. Kyuhyun mondar -mandir mengantarkan pesanan ke pelangganan. Siwon memperhatikan dengan wajah berseri.

“Untuk apa kau kemari lagi dan memesan kopi? Kau membiarkan dingin tanpa berniat meminumnya.”

“Aku akan membayarnya.”

“Kau masih takut? Demi Tuhan!! Aku mengelola bisnisku dengan baik.”

“Jinjja. Wahh…menajubkan.” Changmin hanya mengelengkan kepala. Entah apa yang ada di otak pria itu. “Berhenti menatapku atau ku beli semua sahammu.”

“Cih!! Kau…sudahlah!!” dia pun beranjak berdiri dan mengabaikan sahabatnya. Siwon tersenyum sambil melambaikan tangan ketika Kyuhyun menatapnya. Pria cantik itu memasang wajah sinis lalu membuang buka. Siwon selalu pergi setelah satu jam kemudian dan meninggalkan beberapa lembar uang sisanya untuk tip Cho Kyuhyun.
******

Kyuhyun terdiam menatap rumah kecil itu. Entah kenapa pulang kerja kakinya melangkah kemari. Dia menghela nafas lalu berjalan mendekat tapi lelehan karamel itu membulat sempurna ketika pria yang akan di temui itu membawa seorang gadis. Membopongnya dengan ala pengantin lalu masuk ke dalam rumah. Harusnya dia tahu,bagaimana pria itu… Dia tersenyum kecut lalu berjalan berbalik arah.

Siwon kebinggungan melihat kaki sekertarisnya terluka. Dia mencari obat dan segera menyemprotkan di kaki wanita itu.

“Kamsahamidah presdir.” wanita itu menunduk.

“Tak apa. Apa masih sakit?” wanita itu menggelangkan kepala. “Apa dia…”

“Sudah. Aku sudah menghubungi untuk menjemput di rumah presdir.” Siwon mengangguk lalu melihat jam dinding. “Apa presdir ada janji?” wanita itu melihat kegundaan Siwon.

” Oh..Iya. Biasanya jam delapan aku menjemput seseorang?”

“Kekasih?” Siwon langsung menoleh dengan cepat.

“Ani..aniya.” Siwon terlihat gugup.

“Saya melihat Presdir tak pernah bersama wanita atau pria. Ternyata…presdir sudah punya kekasih?”

“Bukan. Ahh..dia hanya hm..teman. Mungkin di bilang begitu.” wanita itu tersenyum melihat bosnya salah tingkah. “Apa dia sudah pulang ya?” batin Siwon.

********

Hari ini Kyuhyun hanya terdiam di kamar. Hari ini dia mengambil liburnya. Dia berjalan menuju kamar Hyukjae .

“Hyung…” dia masuk tanpa mengetuk pintu. Hyukjae sedang menatap dirinya di cermin. “Hyung akan pergi dan meninggalkan aku mati bosan.”

“Siapa suruh kau mengambil libur sekarang?”

“Memangnya kau akan kemana?”

“Kerumah sakit?”

“Kau akan bertemu dokter bodoh itu? Ya Tuhan…”

“Terima kasih untuk pujianya.”Hyukjae tersenyum sambil meatap Kyuhyun yang sudah berbaring di ranjangnya.

“Hyung…”

“Kenapa akhir-akhir ini kau sering merajuk dan bertingkah seperti kucing terbuang.”

“Hyung…kenapa aku selalu di keliling seorang yang beristri ya?”

“Huh? Kau bicara apa? “Eunhyuk langsung berjalan mendekati sahabatnya. Kyuhyun menghela nafas lalu mengelengkan kepala. “Aku benci orang yang bicara yang setengah-setengah.”

“Sudahlah! Bukan jam praktek pria itu sebentar lagi. Pergilah! Jangan lupa bawakan aku makanan.” usir Kyuhyun.

“Ya sudahlah! Aku pergi dulu. Sampai jumpa. Bye…” Eunhyuk segera berjalan keluar kamar meninggalkan pria manis itu. Dia lagi-lagi menghela nafas lalu berjalan kembali ke kamar. Mengambil PSP dan mulai menekan-nekan tombol itu secara brutal. Dia menyedihkan sekali.

********

“Dia tak masuk?” teriak Siwon tak percaya. “Dia tidak bersembunyi?” semua mengelengkan kepala. Siwon menghela nafas lalu keluar dari kafe itu dengan lemas. Percumah dia datang kemari. Siwon berjalan keluar dengan wajah lemas. Ketika bertemu dengan pemilik kafe pun hanya hanya mengangkat tangan lalu berlalu begitu saja.

“Apa yang dia lakukan disini?” tanya Changmin pada salah satu pegawainya.

“Mencari Cho Kyuhyun.” jawabnya. Pria jangkung itu melirik tajam. Sejak kapan Siwon jadi seperti itu? Pria dingin dengan sejuta sensasinya. Dia tipe yang arogan.

Siwon menedang-nedang batu kecil di tepi jalan mengabaikan supir yang mengikutinya. Dia menghela nafas lalu mengambil ponselnya.

“Tolong carikan biodata Cho Kyuhyun. Aku mau secepatnya.” dia tersenyum lalu segera masuk ke dalam mobil untuk kembali ke kantor.

*******

Kyuhyun mengusap matanya ketika mendengar seseorang mengketuk pintu dengan keras. Dia melirik jam dinding lalu segera turun dari ranjang.

“Ya..tunggu sebentar…” teriaknya. Lalu…

“Lama sekali…” pria itu langsung menerobos masuk tanpa permisi. “Dimana kamarmu?” tanya sambil melihat sekeliling.

“Yah!! Untuk apa kau tahu dimana kamarku?” Siwon berhenti melangkah. Kyuhyun segera menutup pintunya dan berjalan mendekati Siwon. “Darimana kau tahu rumahku? Apa kau bertanya dengan bosku?”

“Aniya. Aku tahu karna mencari tahu. Ahh…aku lapar dan mengkantuk. Semalaman banyak sekali tugas kuliah belum lagi pekerjaan kantor. Dimana kamarmu? Aku benar-benar mengkantuk.” dia berjalan menuju kamat Lee Hyukjae.

“Itu bukan kamarku…” cetusnya spontan. Siwon mengangguk mengerti. Berarti kamar Kyuhyun ada di depanya

. “Kenapa biru muda semua?” itu komentar pertama ketika membuka pintu kamarnya.

“Jangan mencela sesuka hatimu ketika kau lancang masuk kamar orang.” sentaknya.

“Kau punya makanan? Buatkan aku makan siang…dan aku mau kopi.” perintah Siwon.

“Memang kau siapa? Aku tak punya uang.” tolaknya.

Siwon memberikan dompetnya lalu segera merebahkan tubuhnya di ranjang. Kyuhyun hanya mendengus kesal lalu keluar kamar dengan membawa dompet pria itu. Matanya terkejut bukan main.

“Bocah itu ternyata benar-benar kaya…” dia melihat beberapa kartu kredit dan uang tunai yang cukup banyak. “Bahkan dia memiliki dolar…” gumamnya. “Hai…kau nyakin menyerahkan dompetmu tuan muda. Bagaimana kalau aku tak mrngembalikanya…” teriaknya dari luar kamar.

“Diamlah. Walau suaramu indah tapi teriakanmu brisik.” jawabnya.

“Cih!! Dasar manusia menyebalkan!!” dia mengambil baju hangat dan segera keluar rumah. Dia tak mempunyai apa-apa di lemari pendingin.

Kyuhyun memilih-milih bahan masakan. Karna dia tak tahu apa makanan kesukaan pria itu. Kyuhyun memutuskan untuk memasak spagetti aja. Dia memilih daging dan beberapa sayur. Dia berjalan ke arah minuman,seingatnya tadi pria itu memesan kopi instan. Dia membeli benerapa cemilan dan minuman dingin. Dia ingin menghabiskan uang pria itu. Menyesal? Iya. Karna sekarang tanganya lelah mengangkat belanjaanya sendiri. Dia mengumpat kesal. “Bagaimana uangnya tak juga habis? Padahal dia sudah membeli benerapa kebututuhan rumah.” gumamnya sambil membuka pintu. Dia menaruh kantung belanjaanya. Dia berjalan menuju kamarnya dan melihat pria itu masih tertidur pulas. “Sebenarnya siapa dia?” dia segera ke dapur dan memasak spagetti.

“Kau sudah bangun?” Kyuhyun menaruh piring berisi spagetti itu di meja makan. Siwon masuk ke dalam kamar mandi dan mencuci wajahnya.

“Kau masak apa?”

“Spagetti dan ini minuman yang kau pesan.” Siwon mengambil kaleng itu.

“Wah…kau tahu juga merk yang aku sukai…”

“Hmm..aku jenius kan. ” bangganya.

“Kau melihat isi kulkasku kan.” hinanya. Kyu memplout bibirnya. Siwon mengambil garpu dan mulai menyantapnya. “Rumayan… Tidak seperti ramen rasa air putih.” oloknya lagi.

“Bisa berhenti mulut pedasmu dan mana kalungku.”

“Aku meninggalkanya di rumah.”

“Bila kau tahu akan kemari. Seharusnya kau membawanya bukan. Bukan kau pintar.”

“Terima kasih atas pujianya.”

“Dasar pria menyebalkan.” mereka akhirnya menikmati makananya dalam diam. Kyuhyun terkagum melihat tata cara makan pria itu. Begitu sopan dan menawan. Bebeda sekali dengan mulut tajamnya. Dia menatapnya sampai tak sadar Siwon sedang menatapnya.

“Apa aku begitu tampan?”

“Yah!!” Kyu hampir saja memukulkan sendok ke kepala Siwon namun di urungan. Dia berjalan ke dapur dan mengambil dompet itu. ” Ini…”

“Tak ada barangku yang hilang bukan..?”

Siwon terkekeh ketika melihat Kyuhyun mengangkat sendoknya kembali. “Kapan kau kembalikan kalungku?”

“Ambil saja sendiri di rumahku. Oh ya.. Aku harus segera pulang.” dia melihat jam tanganya. Ini sudah hampir jam dua. “Terima kasih untuk makananya.” Siwon berdiri dan memasukan dompetnya dalam kantung celanan.

“Kau tak menghitungnya? Aku membelanjakan uangmu.”

“Aku pulang dulu. Sampai jumpa lagi.”

“Siapa yang mau bertemu denganmu lagi ? Ha…”

“Cup!”

Siwon mengecup pipi Kyuhyun lalu pergi meninggalkan dia mematung. Ketika mendengar suara pintu tertutup Kyuhyun menyentuh pipinya. Dia menelan ludah kasar lalu menunduk lemas.

“Bagaimana aku bisa membiarkan dia menciumku lagi?” keluhnya.

*******

Suara bel gereja berdenting begitu keras. Alunan musik penghangat jiwa. Kyuhyun mrmanjatkan doa. Membawa alkitab di tangan dan mulai membacanya. Dia terus berdoa. Berharap segera melupakan pria yang tiba-tiba mengisi hatinya. Dia suami orang. Bagaimana dia menyukainya? Ciuman itu…

“Apa ada aku di dalam doamu?” bisik seseorang dengan lembut.

“Omo…sejak kapan kau ada disini?” Kyuhyun langsung menjauh.

“Sejak tadi. Kau sudah makan? Bagaimana kalau kita makan?”

Kyuhyun langsung membawa alkitabnya dan memasukan dalam tas. Dia sejenak berdoa lalu berjalan meninggalkan Siwon yang tersenyum. Sejenak menatap ke depan lalu berlari menyusul Kyuhyun yang terus mengumpat. Siwon meraih pergelangan tanganya lalu menariknya untuk menghadapnya.

“Aku bawa mobil. Kita sekalian makan. Kau bisa ambil cuti sehari. Kita jalan-jalan. Bagaimana?” tawarnya.

“Wahh…tuan tawaranmu sangat menarik sekali. Tapi sayang aku tidak berminat.” Cho Kyuhyun mengibaskan tangan Siwon lalu kembali berjalan.Siwon kembali meraih tangan Kyuhyun. “YAH!! JANGAN IKUTI AKU LAGI…” teriak Kyuhyun kencang.

“Kau tak perlu teriak sekeras itu… Aku hanya menawarkan tumpangan.” dia bicara begitu tenang membuat nuansa hati Kyuhyun meleleh. Dia segera mengelengkan kepala.

“Andwae!! Ku mohon… Aku tak ingin berurusan dengan istrimu. Aku ingin hidup tenang. Jangan ganggu aku.”

“Kau pikir aku arwah dan satu lagi. Siapa istriku?”

“Huh?” Kyuhyun terkejut dengan ucapan Siwon.

“Ku tanya memang siapa istriku? Aku bahkan belum menikah bagaimana aku memiliki istri?”

“Lalu…lalu…” Kyuhyun ragu untuk melanjutkan ucapanya. Dia tak mungkin mengkatakan akan ke rumahnya lalu melihat dia membopong wanita dia kabur. Ah.. Terkesan dia cemburu melihat kekasihnya memasukan wanita ke rumah. Dia kembali mengelengkan kepala. ” pokoknya…” lelehan karamel itu membulat sempurna ketika sadar Siwon mendekatkan wajahnya. Kyuhyun menelan ludah kasar. Nafasnya seakan berhenti dan detak jantungnya berdebar kencang. Manik elang yang tajam menatap mrmpesona dan belum lagi nafasnya menerpa wajahnya. Sungguh… Iya… Dia sungguh tampan.

“Lalu apa?”

Kyu mengigit bibirnya. Mengingat bibir joker itu pernah menempel sempurna di bibirnya. Dia mengedip mata imut. Menghela nafas lalu seger berpaling sebelum dia masuk dalam sangkar hipnoptis.

“Aku sudah lupa.”dia tak ingin berlama-lama dalam situasi ini. Membuatnya merinding saja. Siwon tersenyum dan Kyuhyun segera menyadarkan dirinya. “Huh? Celanamu…”

“Wae?” Siwon melihat arah tangan Kyuhyun. “Oh..tadi tak sengaja tersangkut. Biarkan saja nanti aku beli yang baru. Kau akan pergi kerja?”

“Dasar tuan muda kaya raya baru robek begini sudah mau di buang. Ahh..menyebalkan!!” Kyuhyun berjalan meninggalkan Siwon.

“Lalu…kau mau orang melihatmu seperti pengemis?”

“Kau bisa menjahitnya bukan. Itu hanya sobek kecil.”

“Kau bisa?”

“Tentu. Aku bukan orang kaya sepertimu.” Siwon berjalan mengikuti Kyuhyun .

“Mobilku disana…” Kyu berjalan ke arah yang salah. Karna otaknya terus melayang kemanana-mana.

“Oh..iya.” jawabnya lalu mengikuti Siwon lagi.

Di dalam mobil Kyuhyun lebih banyak diam. Siwon sudah berusaha mengajaknya bicara tapi dia hanya tersenyum dan menunduk saja. Sesampainya di depan kafe Kyuhyun turun dan menunduk hornat. Semua teman-temanya terkejut ketika pria itu dibantar dengan mobil mahal. Dia menghela nafas lalu pergi tanpa menunggu Siwon selesai bicara.

“Apa dia kekasihmu Kyu?” tanya seoarang teman wanitanya. Dia mengelengkan kepala. “Wahh debbak… Kau dapat jakpot… Kenapa dia tak kau jadikan kekasih?” dia melontarkan tatapan membunuh. “Hai…aku hanya bicara kenyataan. Ku pikir dia orang biasa karna mengejarmu. Karna aku pikir kau selera om…om..” dia tersenyum licik merapikan rambutnya ketika Siwon mendekat. ”
“Anyeong Stella imnida.” Siwon menunduk memberi hormat.

“Choi Siwon.” Stella tersenyum genit. ” Kyu nanti aku jemput pulang kerja.” ucapnya lalu berjalan tanpa mrnunggu jawaban Kyuhyun. Pria manis itu hanya mendengus kesal.

“Ah…fantasik. Dia tampan dan kaya? Tapi dia bukan seorang supir bukan? Aku hanya mengkhawatirkan itu …” wanita itu terkekeh lalu meninggalkan Kyuhyun terdiam.

“Kau tak apa? “. Hyukjae berjalan menghampirinya. Kyuhyun menggelengkan kepala. “Sebenarnya kau kemana tadi pagi? Kenapa tak menungguku.” omel Hyukjae. Kyuhyun hanya berlalu. “yah!! Aku sedang bicara denganmu. Cho Kyuhyun…” namun pria manis itu sudah berlalu begitu saja. Mengabaikan hyung yang terus memanggil namanya.
******

“Dia pria beristri.” keluhnya sesampainya di rumah. Sebenarnya Siwon menunggunya di luar tapi pria itu kabur. “Kenapa yang mengejarku tak ada yang bagus…” Kyuhyun hampir menangis. “Apa wajahku seperti tampang perusak hubungan orang?” Hyukjae mengangguk. “Hyung…”

“Wae? Kau bertanya dan aku menjawab. Salahku dimana?”

“Tidak ada. Lupakan saja.” dia mengambil kaleng birnya lalu meneguknya sampai habis. Pria manis itu berdiri.

“Kau mau kemana?”

“Tidur. Apa kau pikir bercerita denganmu menghilangkan bebanku? Tidak hyung. Kau semakin memperumit saja.”

“Yah!!” namun Kyuhyun sudah menutup rapat pintunya. Hyukjae terdiam menatap pintu itu. “Harusnya Tuhan adil padamu bukan?” cicitnya. Pria itu hampir menitihkan air mata.

*******

Kyuhyun terdiam menatap pria yang paling di hindarinya berdiri di hadapanya dengan melipat tangan di dada. Mereka saling menatap satu sama lain.

“Aku sudah menunggumu dari tadi. Kenapa baru keluar? Bukan kau sudah berjanji akan menjahitkan celanaku?”

“Kapan?”

“Sudahlah! Aku akan menghubungi Changmin dan memintakan ijin untukmu.” dia menarik Kyuhyun untuk masuk ke dalan mobil. Siwon tersenyum lalu menjalankan mobilnya.

Sesampainya di rumah lagi-lagi Siwon harus nenarik pria manis itu masuk. Lelehan karamel itu membulat sempurna melihat setumpuk baju dan celana.

“Aku belum sempat membuangnya jadi perbaiki saja.” Kyuhyun menatap Siwon dengan pandangan sengil. “Aku akan membayarnya… Tenang saja.” lanjutnya sambil duduk menghadap Kyuhyun.

“Aku tak memiliki jarum dan benang?”

“Aku sudah menyiapkanya. Kemarin aku membelinya. Oh ya..kau ingin makan apa?”

“Setelah selesai aku langsung pergi.” Kyuhyun mengambil jarum dan benang. Dia begitu telaten menjahitnya dengan rapi. Siwon tak berhenti menatapnya dengan perasaan kagum. Lelehan karamel itu begitu menawan membuat Siwon tak bosan menatapnya. Wajah lembut dan terlihat berkharisma. “Berhenti menatapku seperti orang bodoh.”

“Kau cantik. Apa kau sudah punya kekasih?”

“Huh?” mereka saling mentap membuat Kyuhyun grogindan tak sengaja menujuk jarinya sendiri. “Auw!!” Siwon sontak berdiri dan membersihkan darah di jarinya.

“Kenapa kau tak hati-hati?” Kyuhyun masih membeku. Siwon mengambil kotak P3k dan mengobati lukanya. “Berhenti saja. Aku tak ingin kau terluka lagi.”

“Ini hanya luka kecil.” dia menarik jarinya. “Aku pernah lebih parah dari pada ini. Kadang sepulang kerja aku berkerja sambilan memasang mata bonekah. Jadi aku sudah biasa.” ucapnya dengan percaya diri.

“Benarkah?” Kyuhyun mengangguk dan kembali menjahit. “Berapa yang kau dapat?”

“Tak banyak. Tapi cukup menguntungkan.” Siwon terdiam menatap setiap gerak tubuh Kyuhyun dengan tersenyum. “Bagaimana?” dia menunjukan celana Siwon. Pria itu mangngguk. Mungkin dia akan merobek celananya lagi agar bisa melihat senyum pria itu. Itu hal bodoh bukan? Celana itu tak murah.

Kyuhyun tertidur ketika Siwon meninggalkanya ke kantor. Di memeluk kemeja miliknya dengan jarum yang masih tertancap disana. Pria berlesung pipi itu merapikan semua. Kyuhyun tidur dengan suara dengkuran yang keras membuat Siwon hanya menggelengkan kepala. Ah..mungkin dia juga harus membiasakan diri. Cukup lama Kyuhyun tidur hingga dia terbangun sudah berada di ranjang. Dia menoleh ke kanan dan ke kiri.

“Argh!!” Kyuhyun langsung bersembunyi di balik selimut ketika melihat siwon telanjang dada dengan handuk yang melilit di pinggang.

“Ada apa?” Siwon berjalan menghampiri ranjangnya.

“Argh!!!” Kyu semakin histeris dan berlari keluar kamar. Dia menutup pintunya dan menyandarkan tubuhnya di daun pintu. “Uhs!! Hehhe..apa yang aku takutkan tadi? Aku juga pria. Kenapa aku berteriak seperti perempuan saja.” cicitnya dan pintu terbuka membuat Kyuhyun hampir terjatuh untung Siwon langsung menangkapnya. Kyuhyun berkedip-kedip menatap badan Siwon.

“Kenapa berlari?”

“Uh?”

“Mandilah! Aku akan siapkan makanan.” Kyuhyun tak bisa bergerak dan matanya terfokus pada tubuh Siwon. “Kyu…Kuhyun…” Siwon mengoyang-goyangkan tubuh Kyuhyun.

“Ah..iya..” dia berjalan keluar kamar dan entah dia binggung melakukan apa. Siwon terkekeh geli,bagaimana ada mahkluk seimut dia. Ah..demi Tuhan…

Kyuhyun makan dengan menundukkan kepala. Dia malu menatap Siwon. “Kau tidak suka makananya.”

“Ani.” jawabnya singkat. “Kenapa kau tak mmbangunkanku?” tanyanya.

“Kau tidur dengan pulas ketika aku datang. Aku tak berani membangunkanmu.” jawabnya.

Kyuhyun menoleh ke arah sofa. “Aku belum menyelesaikan semua.” dia menatap Siwon kembali.

“Tak apa. Kau bisa lakukan lain kali.” jawabnya.

“Bagimana bila aku selesaikan di rumah?”

“Andwae!! Biar saja.” tolaknya.

“Yah!..kau pikir rumahku kotor? Aku akan memasukan ke laundry ketika akan mengembalikanya.”

“Aniyo. Biar saja. Aku masih punya banyak baju. Kau makanlah!” Kyu menatap Siwon. “Kau akan mendapat bayaranmu. Tenang saja.”

“Baguslah!” Kyuhyun kembali menikmati makananya.

*******

“Kemana kau seharian ini? Bos bilang kau ambil cuti. Kyuhyun…” Hyukjae menghentikan ucapanya.

“Dia sudah menciumku dua kali.”

“Mwo?”

Kyuhyun menenggelamkan wajahnya di kedua lenganya. “Aku tak tahu…hyung.”

“Jadi…kau…bersamanya?” tanya dengan hati-hati. Kyuhyun tak menjawab. “Kyu,jawab aku? Kau bersamanya?” Kyuhyun mengangkat wajahnya. “Lalu apa bedanya kau menerima bandot tua itu. Bila kau sama saja melakukanya.”

“Dia bilang belum beristri.” Hyukjae terdiam. ” Apa aku harus percaya?” cicitnya.

“Kau menyukainya?” Kyuhyun kembali terdiam. “Jujurlah! Kau menyukainya…”

“Aku takut.”

“Itu bukan jawaban atas pertanyaanku Cho Kyuhyun…” Hyukjae mulai terbawa emosi.

“Hyung… Aku benar-benar takut menyukainya. Bahkan aku sudah berdoa di gereja.”

“Apa yang kau takutkan?”

“Dia akan melukaiku…”

“Pabbo…”

“Ottokhe…?”

“Kejar dia…aahh..ani. Terima dia.” Jawab Hyukjae. “Wae.??” Kyuhyun masih menatapnya.”Kau menyukainya bukan? Bila kau terluka itu wajar. Ketika kau memasak di dapur tak menuntut kemungkinan kau memotong jarimu. Jadi…” Kyu tertunduk. “Kau bukan seorang pengecut yang takut demgan takdir. Kau bisa.” Kyuhyun menjabat tangan Hyukjae. “Kau ingin bilang aku menganggunkan bukan?”

“Anie.” Hyukjae menatap dengan penasaran. “Aku berpikir kau sedikit memiliki otak. Oh . Kau pandai juga Hyung…”

“Sialan!!” Hyukjae melepar jeruk ke wajah Kyuhyun. “Aku menyesal bicara padamu.” Kyuhyun tertawa.

*******

Kyuhyun menghela nafas berulang-ulang. Ini sudah masuk musim dingin. Hujan salju pun nampak semakjn deras namun pria itu hanya mengosok-gosokan kedua tanganya lalu mencakup wajahnya sendiri. Sudah hampir satu jam yang lalu selesai pulang kerja dia datang ke rumah Siwon tapi dia tak berani mengetuknya. Mungkin dia akan datangnlain kali saja. Tubuhnyansudahntak kuat berdiri di antara salju. Ketika dia akan melangkahkan kakinya.

“Kyuhyun…” pria cantik itu menghentikan langkahnya. Dia menoleh dan mendapati pemandangan yang menyakitkan. Dia bodoh!! Tolol!dan Dunggu! Dia membeku menatap ke arah pintu masuk. “Sejak kapan kau di luar?” pria itu melepas baju hangatnya dan menaruhnya di bahu Kyuhyun.

“Aku tak lama.” dia berusaha menolaknya tapi tubuhnya enggan bergerak. Entah karna dingin atau karna otaknya membeku.

“Tubuhmu membeku. Masuklah dulu…”

“Aku..aku hanya ingin mengambil barangku. Aku tak bermaksud menganggumu.” pandangan mata itu masih terpaku di depan pintu. “Tolong ambilkan!”

“Aku lupa menaruhnya. Kau masuk dulu…” Siwon masih berusaha membujuk Kyu untuk masuk.

“Carilah! Aku akan menunggu di luar saja.” kekuhnya.

“Presdir saya permisi dulu.” wanita itu menundukan kepalanya.

“Baiklah! Apa Changmin akan menjemputmu? Ini sudah malam.” tanya Siwon.

“Aku rasa tidak. Kafenya baru tutup. Saya permisi dulu..” sekali lagi wanita itu menundukan kepala dan segera pergi.

Kyuhyun masih membeku menatap wanita itu pergi.”Dia sekertarisku.” Kyuhyun menatap ke arah Siwon. “Masuklah! Di luar dingin.” Siwon menarik Kyuhyun masuk. Dia mengkunci pintunya dan mulai menaikan suhu pemanasnya. “Aku buatkan susu…” Siwon langsung berlari ke dapur. Dia kembali dengan segela susu hangat. “KENAPA MASIH BERDIRI. Dudulah!” Siwon menaruh gelasnya dan kembali menarik Kyuhyun. “Lihat wajahmu.” dia menyentuh kening pria cantik itu.

“Mana kalungku?”

“Aku lupa dimana aku menyimpanya. Kau minun dulu. Ah..kau belum makan. Aku akan masakan suop.”

“Tidak perlu.”

“Tunggulah.”

“Aku hanya butuh barangku.”

“Okey. Tapi setelah kau makan.” Siwon berjalan menuju lemari pendingin. Dia mencari-cari sesuatu dan mulai memotongnya. Kyuhyun menikmati susu coklatnya. Siwon menyiapkan sop dan makanannlainya. Seharian ini juga dia hanya makanan cepat saji. “Kyu…” pria manis itu menoleh dan berjalan mendekati Siwon. Dia melihat meja makan pria itu penuh dengan makanan. “Makanlah!”

Kyuhyun mengambil duduk di depanya dan berlahan menikmati makan malamnya. Siwon masih memperhatikannya. “Kenapa tak langsung masuk?” tanya Siwon dengan wajah penuh tanda tanya.

“Aku hanya memperlukan kalungku. Cepat berikan…” jawabnya.

“Ada kantorku. Aku menaruhnya disana.”

“Kau mempermainkanku?” Kyuhyun langsung berdiri. “Apa karna aku miskin? Jadi seenaknya kau mempermainkanku?” Siwon terdiam menatap Kyuhyun. “Sudahlah!” Siwon menahan dia pergi. “Apa lagi?” sentaknya.

“Aku antar.”

“Tidak perlu. Aku bisa jalan kaki sendiri dan … Terima kasih untuk makananya.” dia berjalan mengambil tasnya dan keluar begitu saja. Dia memejam mata menatap butiran salju yang semakin deras. Dia berajalan dengan sedikit berlari. Dia benci dingin. Siwon hanya berdiri di tempat. Dia… Mengepalkan tangannya dengan kuat.

“Aku pulang…” tubuhnya lemas dan kakinyan terasa kaku. Dia menghela nafas sebelum membanting tubuhnya di atas sofa.

“Darimana saja kau?” Hyukjae menatap Kyuhyun.

“Berjalan-jalan dan mencari makan.”

“Kau sedang tidak berhemat. Kau banyak uang…”

“Ani. Hanyaa sedikit bosan. Hyung…”

“Hmm…wae?”

“Lupakan. Aku lelah! Selamat malam,hyung.” Kyuhyun bangun dan berjalan menuju kamarnya. Hyukjae mengelengkan kepala dan kembali konstrasi dengan TVnya.

********

Siwon terus menatap layar ponselnya. Dia tak tahu apakah harus menghubungi Kyuhyun atau tidak. Dia tahu bagaimana perasan Kyuhyun ketika itu. Tapi dia berkata jujur bila dia menyimpanya di laci kantornya. Siwon menghela nafas melihat keluar jendela ruanganya. Mobil-mobil itu begitu terlihat kecil di matanya. Dia memejamkan mata mengingat betapa marahnya pria itu terhadapnya. Dia mengambil jas dan kunci mobilnya. Dia berlari keluar ruangan tanpa perduli sekertarisnya terus memanggil namanya. Entah kenapa kakinya terus membawanya ke arah itu?

Kyuhyun dengan mata lelah mengangkat kantung sampah untuk menaruhnya di tong di belakang kafe.

“Bisa bicara sebentar…” Kyuhyun langsung menoleh dengan wajah terkejut. “Hanya sebentar saja.” Kyuhyun langsung meninggalkan pria itu. “Kyuhyun…”

“Sudah aku bilang tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi.” dia meninggalkan pria itu.

“Tapi…Kyu…”

“Ini sudah lima tahun berlalu. Tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi. Bagaimana alasanmu tetap tak akan aku terima.” tegasnya.

“Aku masih mencintaimu.”

“Lalu apa perduliku.”

“Kyu…”

“Dulu aku memang menyukaimu. Tapi kini aku muak melihatmu. Jadi jangan tunjukan wajahmu. Aku benar-benar membencimu…” Kyuhyun pergi meninggalkan pria itu mematung. Kyuhyun menyentuh dadanya ketika menutup pintu belakang. Dia ingin menangis tapi dia tak ingin ada yang tahu betapa lemahnya dia. Luka itu? Penghinaan itu? Masih terniang dalam otaknya.

“Ada apa?”

“Ya Tuhan!!” Kyuhyun terkejut bukan main. Demi Tuhan dia ingin membunuh mahkluk bodoh yang mengejutkanya itu. Tapi..”Kenapa kau ada disini?”

“Kau kenapa? Apa ada yang menggangumu?”

“Apa orang kaya selalu menyebalkan sepertimu?”

“Apa yang kau lakukan disini?” Siwon tak menanggapi ngomongan Kyuhyun sama sekali.

“Harusnya aku yang bertanya seperti itu?”

“Aku memiliki saham disini. Tanah ini adalah milikku. Jadi aku berada dimana pun itu menjadi hakku.”

“Selama aku bekerja disini aku hampir tak pernah melihatmu.”

“Aku punya truma buruk dengan kafe ini. Jadi..ah..sudahlah! Aku tak mungkin menceritakannya padamu disini.”

“Tak ada yang ingin mendengarmu. Saya permisi dulu tuan choi.” Kyuhyun berjalan melintasi Siwon. Namun Siwon menahanya. “Ada apa lagi?”

“Aku ingin mengembalikan ini.” kata Siwon sambil meraih tangan Kyuhyun dan menaruh benda itu di telapak tanganya. “Mianhae…aku baru mengembalikanya. Aku benar-benar tak bermaksud mempermainkanmu. Itu tertinggal di kantor.” Kyuhyun masih nenatap tanganya sendiri.

“Kau tidak meminta imbalan bukan?” Siwon menyeringai. Berjalan menghimpit Kyuhyun ke dinding. Kyuhyun menoleh ke kiri ke kanan. “Apa yang kau lakukan?”

“Imbalan. Aku tak berpikir sampai ke situ.” ucapnya sambil membelai rambut Kyuhyun. “Akan aku pikirkan soal imbalan itu.” Siwon tersenyum menampakan lesung pipi yang mengoda.

DEG!

Kyuhyun mengedipkan mata berulang kali. Pria itu pergi meninggalkanya begitu saja. Kyuhyun menyentuh dadanya. Terasa ada juataan kupu-kupu mengelitik perutnya. Menghela nafas sebelum mengumpat kesal pada pria itu.

*******

Selama satu minggu ini Siwon tak muncul di depan Kyuhyun. Entah ada yang kurang di dalam hati Kyuhyun. Hidupnya kembali datar. Dia mengeratkan baju hangatnya dan mulai berjalan keluar bangunan kaca. Hyukjae pulang lebih dahulu karna ada janji dengan dokter Lee. Tiba-tiba langkahnya terhenti menatap dua orang berbadan kekar menghalangi langkahnya.

“Saya mohon jangan melawan. Hari ini tuan muda sedang ulang tahun.” ucap salah satu orang berbadan kekar itu.

“Apa perduliku? Dia bosmu bukan bosku.” dia kembali berjalan namun merek tetap menghadang.

“Jangan mempersulit kami.”

“Kalian yang mempersulitku. Jadi cepat minggir.”

“Saya mohon maaf.” salah satu orang bertubuh kekar itu tiba-tiba membekap mulutnya. Kyuhyun sempat berontak dan pandanganya kabur. Mereka mengangkatnya dan mengangkatnya ke mobil. “Tuan muda…”

Pria itu melebarkan tanganya dan menerima Kyuhyun dalam pelukanya.

“Jalankan mobilnya.” perintahnya. Mobil hitam itu melaju menembus ramainya kota. “Kau adalah milikku…” bisiknya sambil mencium kening Kyuhyun.

Tbc
Ada yang tertarik gak sama kelanjutan cerita ini…??

Tinggalkan komentar dan like kalian
Kiss kiss…

Advertisements

Author:

Saya manusia biasa Punya salah dan tak sempurna Saya jatuh cinta dengan Wonkyu Tak perduli banyak yang bilang saya gila Bahkan pacar saya... Saya jatuh cinta dengan mereka ♡♡♡♡

38 thoughts on “Make A Wish – part 1

  1. Salam kenal. Saya readers baru. Gak sabar pengen tw klnjutannya, penasaran sama penvuliknya, kyknya itu suruhannya siwon deh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s