Posted in BL, Family, wonkyu

“????”

“????”

Cast  : Siwon, Kyuhyun

Genre : Family

Rate  : T
***WonKyu***


“Eunghh” suara erangan pun mengalun dari bibir plum seorang namja berwajah manis. Mata nya yang sejak tadi terpejam mulai terbuka, menyesuaikan dengan bias cahaya. Dengan sedikit malas, ia pun berusaha menggapai telepon genggam nya demi memastikan suatu hal. “7.30…hahh…Siwon-hyung pasti sudah berangkat.” Kyuhyun pun segera bangun dari tidurnya lalu memposisikan dirinya bersandar pada tumpukan-tumpukan bantal. “Sekarang hanya kita berdua disini, apa yang akan kita lakukan?” Usapan halus pun ia berikan pada bagian perutnya yang kini sudah mulai berubah. Buah cinta nya dengan Siwon tengah hidup dalam tubuh nya.

“Siapa bilang kalian hanya berdua??”

Tiba-tiba saja seorang namja dengan tubuh atletis datang menghampiri Kyuhyun dengan membawa segelas susu hangat. Senyum yang terpatri di wajah nya membuatnya terlihat sangat tampan.

“H-hyung… kau__ “

“Meeting baru dimulai jam 2 siang, jadi masih ada waktu untuk kita habiskan bersama.” Siwon pun kemudian memberikan segelas susu hangat itu pada istri nya. “Minumlah sebelum dingin.”

“Ku pikir hyung sudah berangkat tanpa membangunkan ku.” Namja yang tengah mengandung trimester pertama itu pun mengerucutkan bibirnya sebagai bentuk kemarahan.

“Hahaa.. mana mungkin hyung tidak pamitan pada mu, baby.” Siwon pun mengacak-ngacak rambut istrinya itu. “Ayo habiskan susu nya, setelah itu kita sarapan.”

“Aku ingin Jjangmyeon.” Ucap Kyuhyun dengan cepat.

“Ne??”

“Aku menginginkan nya hyung.”

“Tapi ini masih terlalu pagi, Kyu.”

“Jadi hyung melarang ku?”

“Bukan begitu, kalau nanti siang kau boleh makan jjangmyeon.”

“Sungguh??”

“Ya”

“Aku ingin makan Jjangmyeon ditemani Teuki-hyung. Aku sangat merindukan nya. Boleh kah?”

“Ne…Tentu saja.”

“Gomawo, Siwonnie.” Seketika Kyuhyun pun memberikan kecupan pada suami nya itu. Lalu menghabiskan segelas susu yang sudah digenggam nya dengan sekali tegukan.

Siwon hanya mampu tersenyum bahagia melihat tingkah istri nya. “Ayo turun.”

Kyuhyun pun merentangkan kedua tangan nya sambil tersenyum. Hal itu tentu saja membuat alis Siwon berkerut. “Piggyback.”

“Ne??”

“Gendong aku sampai bawah.”

“Tapi, kau__”

“Jadi hyung tidak mau?” Seketika paras Kyuhyun pun berubah jadi sendu.

“A-ahh.. bu-bukan begitu. Hanya saja kau kan sedang ham__” Siwon pun tak kuasa melanjutkan ucapannya kala melihat wajah istrinya yang semakin muram. “Baiklah, ayo naik.” Ya, pada akhirnya Siwon luluh juga.

“Hehee… terimakasih ayah.” Ucap Kyuhyun dengan nada yang seperti anak kecil.

Ntah mengapa hanya mendengar kata ‘ayah’ yang diucapkan Kyuhyun sudah membuat hati Siwon bahagia. “Jadi ini keinginan nya?”

“Hmm, ya.” Kyuhyun pun kembali memberi kecupan pada suami nya.

Siwon pun tak henti-hentinya tersenyum. “Aku tidak sabar ingin melihatnya.” Lalu berganti Siwon yang mengecup bibir plum istrinya itu. Ahh.. bahagianya. Senda gurau terus terlontar dari keduanya.

Dengan hati-hati Siwon membawa istrinya itu menuruni tangga.

“Hyung?”

“Hmm?”

“Apa aku berat?”

“Tidak.”

“Bohong.”

“Buktinya aku masih kuat menggendong mu, Kyu.”

“Hmm… kalau aku berubah jadi jelek apa hyung akan tetap mencintai ku?”

“Heii, pertanyaan macam apa itu?”

“Saat usia kehamilan ku semakin besar pasti tubuh ku akan semakin berubah dan aku pasti akan terlihat jelek. Lalu kau tidak mencintai ku.”

“Mau seperti apapun dirimu, Siwon akan tetap mencintai mu Kyunie.”

“Benarkah hyu___ um-umma!!” Kyuhyun pun refleks turun dari Siwon. “K-kapan umma dat___” ucapan Kyuhyun kembali terpotong saat ia menyadari dirinya hanya mengenakan kemeja putih milik Siwon.

Ntahlah, semenjak hamil Kyuhyun jadi lebih senang menggunakan baju milik suami nya meski kebesaran dan hanya menutup sampai sebagian paha putih nya  tapi Kyuhyun merasa nyaman. Namun, kali ini keadaannya berbeda. Di depan nya berdiri seorang wanita cantik yang tidak lain adalah ibu mertuanya sendiri. Kyuhyun benar-benar malu. Bahkan sekarang ia harus bersembunyi dibalik tubuh Siwon untuk menutupi tubuhnya.
“Kenapa kau harus malu sayang?” Wanita paruh baya itu mengulas senyum. “Aku ini kan ibu mu juga.”

“Tapi… “

“Sudahlah, tak usah dipikirkan.” Umma Choi pun kemudian mendekati menantu nya itu, dan memeluknya. “Bagaimana keadaan mu?”

“Aku baik-baik saja umma.”

“Syukurlah, jika kau__ heii Siwon tidak bisa kah menahan dirimu selama istri mu hamil?” Ucap umma Choi sambil menatap tajam putra nya itu.

“Ne??” Siwon pun tak mengerti dengan perkataan ibu nya itu.

“Kau harus bisa menahan keinginan an mu itu paling tidak sampai usia kehamilan Kyuhyun memasuki trimester kedua.” Ucap umma Choi sambil membenarkan kerah kemeja Kyuhyun. Dan hal itu tentu saja membuat wajah Kyuhyun semakin matang karena malu. Ya, bagaimana tidak malu disana tercetak tanda-tanda cinta dari Siwon.

“A-ahhh itu hanya…” Siwon pun menjadi salah tingkah menjelaskan nya.

“Kyunie sayang jika suami mu itu memintanya, kau harus menolak. Ini demi calon anak kalian, oke.”

“Hm..” Kyuhyun hanya mampu menganggukan kepalanya.

“Anak pintar. Oya, umma membawakan mu teh herbal, bisa digunakan untuk mengurangi rasa mual mu nanti.” Wanita paruh baya itu pun berjalan mengambil teh tersebut.

“Ini semua salah mu hyung. Aku benar-benar malu.” Kyuhyun pun mencubit pinggang suaminya.

“Auww… sakit baby.”

“Kenapa hyung tidak memberitahu ku kalau ada umma datang.”

“Hyung juga tidak tahu, baby.”

“Ishh!!” Sekali lagi Siwon pun mendapat cubitan dari istri cantiknya itu.

“Teh nya sudah umma simpan di dapur.”

“Ne, umma.”

“Ahh ya sayang, maaf umma tidak bisa lama karena masih ada urusan.”

“Kenapa sebentar sekali umma? Tidak makan dulu bersama kami?”

“Iya, umma baru saja sampaikan?”

“Umma sudah sarapan sebelum berangkat kesini. Umma janji akan sering-sering datang mengunjungi kalian dan bahkan akan menginap disini.”

“Sungguh?”

“Tentu saja..Kyunie sayang.”  Ucap umma Choi sambil mengusap-usap bahu menantunya itu.

Setelah itu, Siwon dan Kyuhyun pun mengantar umma Choi sampai pintu depan.

“Siwon, jaga istri mu baik-baik.”

“Ne, umma.”

“Dan ingat tahan keinginan mu.” Kali ini umma Choi menatap serius putranya yang tidak berapa lama lagi akan menjadi seorang ayah.

“Iya Nyonya Besar.”

“Bagus. Kau memang anak ku.” Kemudian umma Choi pun memeluk Siwon. “Kyunie, kalau ada apa-apa jangan sungkan untuk menghubungi umma.” Pelukkan pun diberikan kepada menantu nya itu. “Ingat sayang, jangan memikirkan apapun. Semuanya akan baik-baik saja.”

“Hm.”

“Umma menyayangi kalian.” Setelah itu umma Choi pun memasuki mobil nya dan berlalu meninggalkan kediaman putranya.

Tiba-tiba saja suasana menjadi hening. Lalu Siwon memeluk Kyuhyun dari belakang dan menyamankan kepala nya diperpotongan leher Kyuhyun.

“Hyung?”

“Hm??”

“Apa ini mimpi?”

“Ini kenyataan sayang. Perlahan-lahan keluarga ku menerima mu. Kita hanya perlu bersabar.”

“Tapi…”

“Kelak dia pun akan menerima dirimu.” Ucap Siwon sambil tersenyum penuh maksud. Dan…

“Kyaaaa… apa yang kau lakukan hyung!!” Kyuhyun pun menjerit kaget karena Siwon tiba-tiba mengangkat nya dengan bridal style.

“Hyung lapar , ayo kita makan.”

Ahh..cerita pagi yang menyenangkan.

.

.

.

“Teuki-hyung, aku sangat merindukan mu.”

“Hyung juga merindukan mu, Kyunie.” Namja tinggi yang kini berprofesi sebagai pengusaha itu pun memeluk Kyuhyun. “Kau bertambah cantik, Kyu.”

“Hyung!!”

“Sungguh. Jangan-jangan anak kalian nanti yeoja.”

“Mana aku tahu.”

“Kalian belum memeriksanya ?”

“Kami ingin menjadikannya kejutan.”

“Apa kalian tidak penasaran?”

“Sudahlah hyung, ayo berangkat. Aku tidak sabar ingin makan jjangmyeon.”

“Siwon kemana?”

“Sudah berangkat meeting bersama Mr.Jorg dan aku malas ikut.”

“Ahh.. baiklah. Hyung akan menemani mu.”

Mereka pun akhirnya mengunjungi salah satu restauran yang menyediakan jjangmyeon. Ntahlah mengapa Kyuhyun sangat menyukai mie itu. Begitu makanan datang, Kyuhyun dengan segera menghabiskan nya. Teuki yang ada dihadapan nya hanya mampu menggelengkan kepalanya melihat tingkah calon ibu muda itu.

“Kyu, hyung tinggal ke toilet dulu.”

“Ne. Tapi jangan lama- lama karena aku benci sendirian.”

“Hahaa.. iya magnae.” Teuki pun berjalan meninggalkan Kyuhyun.

Setelah Teuk pergi, Kyuhyun pun memakan es cream yang ada dihadapan nya. Namun, tiba-tiba saja gerakannya terhenti saat mata nya melihat sebuah keluarga ‘sempurna’ dan disana ada seorang pria paruh baya  menggendong seorang anak kecil dengan wajah bahagia, canda tawa terlihat disana. Hubungan seorang kakek dan cucu yang indah. Dan Kyuhyun pun refleks memegang perutnya dan tersenyum pilu saat mengingat wajah seseorang. “Apa tuan Choi juga akan seperti itu?”

Kyuhyun terlalu larut dalam pikiran nya sampai ia tidak menyadari kalau Teuki sudah kembali.

“Kyu, kau baik-baik saja?” Raut wajah khawatir jelas terlihat disana. “Apa terjadi sesuatu?”

“Aku baik-baik saja hyung.” Ucap Kyuhyun sambil tersenyum. “Aku hanya merasa perut ku sudah penuh jadi tidak bisa menghabiskan semua ini.” Kyuhyun pun berbohong ..

“Kau yakin?”

“He’em.”

“Baiklah. Setelah ini kita mau kemana?”

“Aku langsung pulang saja hyung.”

“Aku akan mengantar mu.”

Selama perjalan pulang, Kyuhyun lebih banyak berdiam diri. Pikiran nya masih terbayang bagaimana interaksi seorang kakek yang menggendong cucunya dengan wajah bahagia. Ada perasaan iri sekaligus menyesakkan yang Kyuhyun rasakan.

“Kyunie… ” Kyuhyun yang dipanggil pun tak menjawab , ia masih sibuk dengan pikirannya. “Kyu?” Kali ini Teuki memegang bahu Kyuhyun. Dan hal itu menyadarkan Kyuhyun dari dunianya. “Ada apa sebenarnya Kyu?”

“Tidak ada apa-apa, hyung.”

“Kau bohong Kyu. Kau menyembunyikan sesuatu.”

“Sungguh aku baik-baik saja. Oya hyung turun kan aku dipertigaan depan ya.”

“Kau mau kemana?”

“Supermarket. Ada sesuatu yang ingin aku beli.”

“Hyung akan menemani mu.”

“Tidak perlu. Aku sudah menghubungi Paman Park untuk menjemput ku. Lagipula hyung masih ada urusankan??”

“Tapi..”

“Hyung tenang saja. Aku tidak akan hilang.”

“Hah.. baiklah.”

Begitu sampai di pertigaan, Kyuhyun pun turun dari mobil itu. “Terimakasih untuk hari ini hyung.”

“Ne.. kalau butuh bantuan jangan ragu untuk menghubungi ku.”

“Ya.”

“Sampai berjumpa lagi Kyu.” Teuki pun akhirnya melajukan kendaraan nya meninggalkan Kyuhyun di pertigaan jalan itu.

Senyum yang tadi menghias wajah Kyuhyun pun menghilang.”Semoga kelak kau tidak kecewa karena memiliki keluarga yang berbeda.” Ucap Kyuhyun sambil mengusap-usap perutnya.

Setelah itu Kyuhyun memulai langkah nya untuk menuju supermarket. Namun, baru beberapa langkah ia berjalan, gerakan nya terhenti saat melihat seseorang yang sangat ia kenal. Seseorang yang membuat hidup Kyuhyun dipenuhi rasa penyesalan.

“A-ahjussi.”

Pria paruh baya itu pun melihat kearah Kyuhyun dengan tatapan yang sulit diartikan. Keduanya masih sama-sama terdiam.

“Apa anda mengenalnya Tuan Choi?” Tanya pria baru baya lainnya. Yang bisa dipastikan pria itu adalah rekan bisnis nya.

“Tidak.. aku tidak mengenalnya.”

Deg..

Rasa sakit Kyuhyun rasakan kala mendengar ucapan Tuan Choi. Bagaimana mungkin tuan Choi tidak mengenalnya. Apakah ia begitu benci dirinya. Pikiran kyuhyun pun berkecambuk.

“Mari, kita pergi.” Ucap Tuan Choi pada rekan nya dan berjalan menuju mobil nya.

Namun…

“Tunggu.” Langkah Tuan Choi pun terhenti. “Terimakasih karena ahjussi telah menolong ku waktu itu.” Kemudian Kyuhyun pun membungkukkan badannya sebagai bentuk perhormatan pada ayah dari suaminya itu.

Namun, Tuan Choi tak sedikit pun membalikkan tubuhnya untuk melihat Kyuhyun. Ia justru melanjutkan langkah memasuki mobil hitam nya.

“Anda yakin tidak mengenalnya?” Tanya rekannya itu saat sudah berada di dalam mobil.

“Tentu saja, aku memang tidak mengenalnya .” Kali ini ada perasaan menyesakkan dalam dirinya saat mengucapkan nya terlebih saat ia melihat dari kaca mobilnya bagaimana Kyuhyun masih dalam posisi yang sama. Membungkukkan tubuhnya. Bahkan ketika mobil telah melaju, Kyuhyun belum menegakkan nya.

Tess..

Tess..

Butiran airmata itu akhirnya jatuh. Ya, Kyuhyun menangis. Perasaan diabaikan. Begitu menyakitkan. Air mata yang takkan pernah tuan Choi tahu. Kyuhyun masih tetap menangis dalam diam nya.. air mata yang sudah ia tahan nampaknya berkhianat padanya. Kata kan lah Kyuhyun cengeng. Tapi ia tak peduli. Kembali moment saat seorang kakek menggendong cucu nya saat di restoran menari dalam pikiran nya. Dan hal itu membuat dada Kyuhyun semakin sesak. Keinginan nya tidak banyak, ia hanya ingin melihat senyum dari seorang tuan Choi padanya. Dan mau menerima anak yang ia kandung sebagai cucu nya. Darah daging dari seorang Choi Siwon.

Lama Kyuhyun menangis sampai akhirnya …

“Argh..” tiba-tiba saja Kyuhyun merasakan sakit pada perutnya. “Arghhh…”Rasa sakit itu semakin kuat bahkan Kyuhyun sampai tidak kuat lagi untuk berdiri. “Hahh…hahh… arghh..tidak. Kau harus baik-baik saja.” Kyuhyun sambil meremas perutnya dan berharap rasa sakitnya akan mereda. “Sakit..arghh..hahh.” peluh keringat telah membasahi tubuh nya. Sampai akhirnya ..

“Siwon hyung.” Ucap Kyuhyun sebelum  jatuh pingsan.

.

.

.

Choi Siwon terlihat berlari dengan tergesa-gesa saat memasuki rumah sakit. Pikiran nya kalut saat Paman Park, supir pribadi Kyuhyun menelponnya dan memberitahu kalau Kyuhyun jatuh pingsan. Segala pikiran buruk menari-nari dalam benaknya. Meski berkali-kali ia sangkal. Dan ia pun merasa dejavu dengan hal ini. Kyuhyun nya kembali pingsan dan masuk rumah sakit.

“Kyuhyun.” Ucap Siwon saat tiba di kamar rawat istrinya itu. Dilihatnya istrinya sedang terbaring lemah dengan selang infus ditangan nya.

“Hyung.” Mata Kyuhyun pun seketika berkaca-kaca. Dan Siwon pun segera memeluknya ..

“Apa yang terjadi, hmm?” Bukan nya menjawab Kyuhyun justru semakin menangis dalam pelukan suaminya itu. Siwon pun mengeratkan pelukan nya. Tidak ada hal yang lebih menyakitkan bagi Siwon, selain melihat istrinya menangis.

Sementara itu…

“Aku baru saja pulang dan kau malah pergi.” Ucap pria paruh baya itu pada istrinya.

“Maafkan aku suami ku. Tapi ini sangat penting.” Nyonya Choi dengan wajah penuh kekhawatiran.

“Ada apa?”

“Kyuhyun pingsan dan sekarang dia dirawat di rumah sakit.”

Deg…

Ntah mengapa perasaan tidak enak menjalar dalam hati tuan Choi. Kejadian saat di pertigaan jalan itu kembali terbayang, terlebih saat dimana Kyuhyun membungkuk kan badannya.

“Aku yakin kau tidak mau ikut, tapi aku akan tetap kesana karena aku sangat mengkhawatirkan nya begitu juga dengan cucu ku.” Kemudian Nyonya Choi memberikan ciuman pada wajahnya suami nya itu lalu pergi meninggalkan nya sendirian.

.

.

“Hyung.” Ucap Kyuhyun di tengah isakan nya.

“Ya?”

“Jangan tinggalkan aku.”

“Hyung ada disini baby.” Siwon pun memberi kecupan pada sisi rambut istrinya.

.

.

.

“Kau tahu sayang, saat itu hyung begitu kalut dan juga kacau. Perasaan hyung campur aduk. Pagi hari nya kau masih baik-baik saja lalu tiba-tiba Paman Park menelpon dan…”

“Haha.. mianhae. Aku pasti mengacaukan meeting mu.” Kyuhyun pun menyamankan kepalanya pada dada bidang suaminya.

“Ah, itu bukan hal penting. Lagipula Mr. Jorg juga tetap menanda tangani kontrak kerjasama.”

“Dia sudah seperti ayah mu sendiri sekarang.”

“Kau benar.” Siwon pun mengecup kepala istrinya.

Ya, disinilah sekarang pasangan suami – istri itu sedang menghabiskan waktu berdua di atas tempat tidur sambil mengenang kejadian masa lalu. Masa pahit yang akhirnya berbuah manis.

“Hahh, rumah ini jadi sepi setiap kali Myunie tidak ada.”

“Appa pasti membelikannya banyak mainan.”

“Appa terlalu memanjakan nya.”

“Tidak apa bukan. Itu artinya appa sangat menyayangi Babysu.”

“Ya.. awalnya ku pikir appa tidak akan menerima Myunie sebagai cucu nya tapi ternyata pikiran ku salah.”

“Anak kita terlalu menggemaskan untuk diabaikan kan, baby.”

“Hm, ahh aku jadi merindukannya hyung.”

Tiba-tiba …


“Mommyyyy Daddyyyyyy…..” seorang anak kecil bertubuh gempal berlari menghampiri Siwon dan Kyuhyun. Anak kecil pun ikut naik ke atas tempat tidur dan duduk di antara ayah dan ibu nya itu.

“Kenapa kembali, kata nya mau menginap di rumah kakek Choi ?” Tanya Kyuhyun pada anaknya.

“Tidak jadi.”

“Kenapa?”

“Karena aku cudah merindukan mommy dan juga daddy.” Suho pun memeluk Kyuhyun.

“Kau pulang diantar siapa babysu?” Tanya Siwon sambil mengusap-usap rambut putranya.

“Cama aunty Jiwon.”

“Berarti aunty Ji ada di bawah sekarang?”

“Ya, daddy. Oya mommy-daddy, cuo cudah tahu, kenapa grandfa dulu tidak cuka cama mommy.”

“Serius kakek Choi memberitahu mu?” Tanya Kyuhyun dengan smirk nya.

“Tentu caja.” Ucapnya dengan penuh percaya diri.

“Kakek mu bilang apa babysu?” Siwon pun ikut penasaran.

“Grandfa bilang….” Suho sengaja mengantung kalimatnya. Dan hal itu tentu saja membuat orang tuanya semakin penasaran.

“Bilang apa babysu?”

“Grandfa bilang….”

“Ya??”

Bocah bertubuh gempal itu menarik napas nya dalam lalu melihat ke arah orang tua nya secara bergantian. “Hehee.. rahacia.”

“Ne/what?”

“Rahacia.”

“Kau mau mengerjai mommy dan daddy, hah…” Siwon pun menggelitik pinggang putra nya.

“Hahaa… geli daddy. Cetop..cetop.”

“Ayo katakan apa yang dibilang kakek mu?” Ucap Siwon sambil terus menggelitik Babysu.

Gelak tawa pun menggema di kamar itu. Suho tertawa begitu lepas karena perbuatan daddy nya.

“Hahaa… Cuo tidak mau. Hahaa.. rahacia.hahaa…”

“Daddy tidak akan berhenti menggelitik mu sebelum kau mau cerita.”

“Hahaha…cetop daddy, cetop. Ampun.” Bukannya berhenti Siwon justru semakin mengerjai Babysu. “Daddyy..hahahaa.. cetop. Ampunnn… daddy. Yahh…” tiba-tiba saja gelak tawa Babysu mereda.

“Ada apa?” Tanya Siwon khawatir saat melihat babysu dengan raut wajah yang sulit ditebak.

“Yahhh…yahh daddy.”

“Ada apa Myunie?” Kyuhyun pun ikut khawatir dengan sikap putranya.

“Cuo ngompol.”

1

2

3

“Choi Siwonnnn kau harus bertanggung jawab!!”
***end***

Hahaa… jangan tanya ini apa. Ya ini hanya sekelumit imajinasi yang tertuang dalam tulisan. Meski alur nya cepet dan tidak menggali emosi dengan baik, semoga tetap ada yang baca.hha…

Note : ff ini saling berhubungan dengan ff family.

Advertisements

32 thoughts on ““????”

  1. Hihihihi cuoo nyaaa gemesinn bangettt ihh~ apalagi sambil liatt pict nyaa uhhh mintaa banget dicium hahahhha…. buatt lagii dong ka ryuu macem kayaa ginii , wonkyu fam nyaa sweet bangett lahh hehhhe

  2. Hai…kenalkan ini intan reader lama tp br bisa komen ( br mudeng caranya, harap maklum gaptek soalnya ) maaf ya selama ini udah jd silent reader, tp mulai skrng gak akan lagi✌, di tunggu cerita2 indah slnjtnya…makasih🙏

  3. haha cuo mengulangi kata2 Kyuhyun pas ditanya, ditanya dia jawab ‘Rahasia’ 😂😂
    siapa blg ga menimbulkan (?) emosi, buktinya aku baca nya hampir mewek malah u,u
    ditunggu series lain nya kak kkk ~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s