Posted in Angst, BL, Drama, Hurt, Romance, Sad, WonKyu Story

Surat-surat yang Tak Akan Pernah Sampai Padamu : Part 1

Siapa bilang pernikahan bisa terjadi hanya jika berlandaskan cinta? Omong kosong. Tanpa cinta, kau bisa menikah dengan orang asing yang bahkan tak pernah kau kenal.

Aku adalah Choi Siwon, seseorang yang harus menikah dengan orang asing, terlebih lagi dengan seorang lelaki. Entah apa yang Tuhan pikirkan ketika membuat skenario hidupku, namun ini adalah hal paling gila yang ada dalam hidupku.

Entah sejak kapan aku hidup bersamanya. Bahkan aku lupa kapan kami menikah, aku tidak peduli, pada pernikahan ini ataupun pada dirinya.

Aku pria normal yang bahkan telah memiliki kekasih yang cantik dan juga baik, terlebih lagi aku mencintainya. Hanya wanita itu yang kuizinkan untuk berada sisisiku, mendampingi sisa hidupku dan membahagiakanku selamanya. Tidak ada dia, atau orang lainnya.

.


.

Di dunia ini tidak ada yang namanya kebetulan, karena semuanya sudah memiliki skenarionya masing-masing. Daun yang jatuh. Angin yang berhembus. Tunas yang tumbuh. Dan juga tentang cinta…

Mungkin orang berpikir, aku adalah orang yang paling bodoh karena menikah hanya demi sebuah janji pada wanita tua untuk mendampingi hidup putranya. Ya, aku menikah dengan seorang laki-laki pewaris dari keluarga yang kaya raya.

Namun aku tak ingin menyesali keputusan untuk menikah dengannya, karena jika wanita tua itu tak bertemu denganku, maka aku tak akan mampu melihat langit senja  serta malam yang sangat kusuka.

Hanya dengan memikirkan hal itu mampu membuatku bersyukur ribuan kali, “Ah, aku bersyukur masih hidup hingga detik ini…”

Choi Siwon, aku menyembunyikan satu rahasia darinya. Rahasia tentang hatiku. Rahasia bahwa sesungguhnya dialah orangnya, yang kucari selama ini. Seseorang yang membawa kunci hatiku selamanya.

.

Surat-surat yang Tak Akan Pernah Sampai Padamu

©

Suha Camui

Disclaimer : Choi Siwon dan Cho Kyuhyun bukanlah milik saya, tapi cerita ini asli dari saya dan saya hanya menggunakan nama mereka.


.

“Ayo kita buat kesepakatan, Tuan Cho.”

Kyuhyun tidak mengatakan apapun dan menunggu lawan bicara di depannya menjelaskan mengenai sebuah surat yang terjulur di atas meja.

“Surat ini berisi kontrak tentang pernikahan kita. Kau dan aku akan menikah. Tentu saja pernikahan kita akan berlangsung seperti pernikahan pada umumnya, tapi kukatakan satu hal padamu bahwa aku telah memiliki seorang kekasih dan dia seorang wanita.” Siwon memberi jeda dengan menyeruput secangkir esspresso, “Aku tidak mengenalmu sebelumnya dan begitupula sebaliknya dirimu. Kita baru dua kali bertemu termasuk hari ini, jadi aku ingin kita membuat kesepakatan demi diri sendiri.”

“Kalau begitu, apa keuntungan yang kudapatkan dari kesepakatan ini?”

Pria yang baru menginjak usia 27 tahun itu menyeringai tipis, “Secara garis besar, kau dan aku menikah hanya selama Ibuku hidup. Dia satu-satunya yang berharga dalam hidupku, itu sebabnya kusetujui untuk mengabulkan keinginan terakhirnya. Selebihnya kau baca saja surat yang sudah kubuat itu.”

Kyuhyun diam sebentar, mengamati wajah pria yang sedang menyesap kopi beraroma pekat sembari memandangi jalanan Seoul siang itu. Tangannya langsung mengambil pena dan menandatangani surat dari Siwon.

“Kau tak membacanya?”

“Aku sudah tahu apa isinya.”

“Hm?”

“Pernikahan kita hanya sebatas kontrak ini, selama ibumu hidup, maka aku adalah istrimu, Tuan Choi. Maaf, jam makan siangku sudah habis…”

“Baiklah, aku juga harus kembali.”Siwon berdiri dan merapikan jasnya, namun sebelum beranjak, dia mengamati laki-laki di depannya.

“Huh?” Kyuhyun tidak mengerti dengan tangan yang terjulur di hadapannya.

“Sebagai bukti sahnya kontrak kita.”

Kyuhyun paham dan segera menyambut uluran tangan Siwon.

.

Sentuhan pertama terasa dingin…

.

.

“Hei, kau tak pernah cerita tentang mengenal pemimpin Choi Group padaku. Apa yang kalian bicarakan?”

“Kami akan menikah.”

Laki-laki jangkung itu mengangguk-anggukkan kepalanya dan meletakkan kardus berisi buku-buku baru untuk Kyuhyun susun. Tunggu! Meni—“APA?!”

Kyuhyun sedikit memejamkan matanya saat Changmin, anak pemilik toko buku tempatnya bekerja sekaligus teman ketika SMA, berteriak dan nyaris membuat Kyuhyun hampir tuli sesaat. Apa anak itu tidak sadar kalau lengkingannya itu sangat berbahaya.

“Bagaimana mungkin, Kyuhyun! Kau—dia—”

“Itu permohonan terakhir Nyonya Kim.” Kyuhyun segera memotong ucapan rekan kerjanya.

“Nyonya Kim?” Changmin mengambil beberapa buku dan menyusunnya di rak, “Jadi, Nyonya Kim yang sering kau temui di rumah sakit adalah ibu dari Tuan Choi?”

“Ya.”

“Dan kau langsung menerimanya begitu saja?”

Kyuhyun memberi jeda sebelum menjawab, “Ya.”

Ya Tuhan! Changmin menoleh, mengamati ekspresi wajah Kyuhyun namun seperti biasa, dia bukan orang yang ahli untuk hal itu. Di matanya, Kyuhyun tipikal orang yang tidak akan menjawab sebelum ditanya, dan itu sulit. Terlebih lagi, semenjak kedua orangtua sahabatnya itu meninggal ketika usianya 15 tahun, membuat dirinya semakin menutup diri.

Dan yang terakhir Changmin tahu, Kyuhyun sedikit terbuka dengan Nyonya Kim. Wanita itu menjadi satu-satunya alasan Kyuhyun untuk melanjutkan hidupnya. Nyonya Kim jugalah yang membiayai kehidupan Kyuhyun sampai laki-laki itu menyelesaikan masa kulaihnya dan bekerja untuk menghidupi dirinya sendiri.

Laki-laki bermarga Shim itu menghela napasnya, “Tidak kusangka kalau kau akan menikah lebih dulu…”

Kyuhyun tidak merespon kalimat Changmin yang barusan. Lebih tepatnya tidak tahu jawaban apa yang benar dari pernyataan itu.

“Kalau ada apa-apa jangan sungkan untuk langsung menelponku.”

Kyuhyun menoleh dan tersenyum tipis, “Terima kasih, Changmin-ah.”

.

.

“Siwonnie, apa terjadi sesuatu?”

“Hm?”

“Kau melamun dari tadi. Apa kau tidak suka menu makan malam hari ini?”

Ah~! Dia terlalu memikirkan tentang kontraknya dengan Kyuhyun sampai mengabaikan makan malam dan juga wanita cantik berambut ikal di depannya. “Tidak ada apa-apa, Jiyeon-ah.” Dia mengelus pipi kekasihnya. “Dan kau tahu, samgyetangmu adalah yang terenak.”

Wanita itu, Han Jiyeon, memicingkan matanya, “Kau bohong.”

“Jiyeon-ah, apa selama kita bersama aku pernah berbohong padamu?”

“Tentu saja tidak.” Jiyeon kembali menyuap samgyetang buatannya,  “Tapi kau terlihat aneh hari ini. Kau selalu menceritakan apapun selama kita bersama.”

Siwon tersenyum dan mengelus punggung tangan Jiyeon, “Aku hanya mengkhawatirkan Umma.”

Wanita berusia dua tahun lebih muda dari Siwon itu mengangguk, “Bagaimana kalau akhir pekan nanti kita menjenguk Umma?”

“Ya.”

.

.

“Nyonya Kim…”

Wanita yang sedang melihat sebuah album foto menoleh kearah pintu dan melihat tamunya, “Masuklah, Kyuhyun-ah.”

Kyuhyun tersenyum tipis dan masuk, meletakkan buah yang dia beli sepulang kerja ke atas nakas. Melihat wanita yang tengah duduk di kursi rodanya itu kembali fokus pada album fotonya, Kyuhyun mengambil selimut dan menyampirkannya ke punggung Nyonya Kim.

“Udara malam tidak baik untuk tubuh anda, Nyonya Kim.”

Nyonya Kim tersenyum, meskipun keriput telah nampak, tapi wajah cantiknya masih bertahan. “Kalau begitu ambillah kursi dan temani aku sebentar lagi sampai aku mengantuk.”

Menuruti perkataan Nyonya Kim, Kyuhyun segera mengangkat kursi dan menempatkannya di samping wanita itu.

Nyonya Kim langsung menutup album foto dan membiarkannya berada di atas pangkuannya. “Aku sedang teringat dengan sebuah cerita yang pernah kubaca saat menjadi guru dulu, kau mau mendengarnya?”

Kyuhyun mengangguk.

Nyonya Kim tersenyum lembut melihat anak yang duduk di sampingnya, “Dahulu ada malaikat yang turun kedunia karena jatuh cinta pada seorang manusia. Dia mematahkan kedua sayapnya agar bisa berada di sisi manusia itu, agar manusia itu bisa berbalik mencintainya. Namun sayang, si manusia sudah lebih dulu mencintai manusia lainnya. Sang malaikat yang sudah kehilangan kedua sayapnya tak mampu terbang kembali kesurga, dia hanya bisa menangisi kebodohannya.

Lalu, malaikat lain yang melihat si malaikat menyedihkan kemudian ikut turun kedunia, menemani malaikat yang telah kehilangan sayapnya, membagi cahayanya agar mereka bisa bertahan bersama, agar dia bisa terus berada di sisi sang malaikat hingga akhir.”

“Nyonya Kim…”

Wanita itu menyadari airmata telah menggenang di tepi mata lantas menyekanya sendiri, “Kyuhyun-ah, maukah kau berjanji satu hal padaku?”

Kyuhyun mengambil kedua tangan yang sudah mengkerut namun begitu lembut dan hangat, menggenggamnya dengan hati-hati, “Apapun akan kulakukan untuk mengabulkannya, Nyonya Kim.”

“Kalau begitu, maukah kau berada di sisi Siwon-ku?”

Kali ini laki-laki beriris kecokelatan itu tidak menjawab dan hanya terdiam. Dia merasa telah mengkhianati kebaikan wanita tua itu yang justru sudah menyelamatkan hidupnya.

“Siwon adalah malaikatku, Kyuhyun-ah. Sejak kecil dia sudah mengalami hal-hal yang berat dikeluarga Choi, tapi dia tidak pernah mengeluh sedikitpun. Siwon akan mengangkat wajahnya lebih tinggi jika ingin menangis dan melewati tembok yang dibangun ayahnya. Aku ingin memberikan kebahagiaan untuknya tapi waktuku hampir habis…”

“Tolong jangan berkata seperti itu!” Sergah Kyuhyun. Dia tidak sanggup melihat wanita yang sudah dia anggap sebagai ibunya sendiri.

Nyonya Kim menyeka kembali airmata yang sempat jatuh dan tertawa kecil untuk mencairkan suasana. “Ah, benar juga, aku akan hidup 100 tahun lagi untuk melihat Siwon dan kau bahagia.” Kini wanita itu menghadap Kyuhyun dan memandang tepat di mata laki-laki yang menggenggam tangannya seolah tidak ingin melepaskannya pergi barang sejenak. “Tetaplah di sisi Siwon, Kyuhyun-ah. Bagilah cahayamu untuknya dan jangan pernah tinggalkan dia.”

“Aku berjanji, Nyonya Kim.”

Desir angin malam itu semakin kuat, hingga mampu menerbangkan dedaunan yang belum menguning. Musim gugur yang sebentar lagi akan berakhir membuka buku lama yang sudah usang dan melanjutkan sebuah kisah yang sempat berhenti.

.

Ketika ikrar telah terucap tulus  tanpa ragu, maka malaikat akan membawanya ke surga dan menyerahkannya pada Tuhan. Bahwa janji yang terucap harus ditepati tanpa kompromi, meski harus melewati masa yang jauh sekalipun.

.

Next to Part 2

.

a/n: dan part 2-nya masih otw di pikiran Author 😀 *ditimpukin pembaca.

Advertisements

33 thoughts on “Surat-surat yang Tak Akan Pernah Sampai Padamu : Part 1

  1. Keren,kyumom bakalan terus ada disisi wondad apapun yang terjadi,semoga aja wondad gak punya selingkuhan biar gak nyakitin hati mommy. Semoga nyonya Kim gak meninggal supaya wonkyu gak cerai dan bukan cuma ngejalanin pernikahan kontrak

  2. haii haii.. sudah brapa lama ya ga baca tulisan mu suha? dan skrg bru comeback haha
    aahh jdi penasaran sma lanjutan nya.. pasti disini Kyuhyun menderita bgt deh huks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s