Posted in BL, Drama, Family, Romance, Uncategorized, wonkyu, WonKyu Story

TENTANG KAMU – PART 26

Tentang Kamu – part 26

Autor : Cat meonks

Cats : Cho Kyuhyun, choi Siwon dll

BL,Yaoi Mpreg

Warning : Typo berserakan dan bahasa kurang jelas

Cerita gaje tapi hasil karya sendiri

Ini pasti membosankan tapi jangan lupa tinggalkan komentar

Kiss kiss

.

.

.

Kyuhyun masih terus berlari tanpa alas kaki. Dia sedikit kesal dengan reaksi Siwon dengan kabar kehamilanya. Bukan harusnya dia bahagia dan memeluknha? Bahkan sampai detik ini tak ada tanda-tanda pria itu mengejarnya. Sebenarnya kakinya cukup lelah tapi dia masih terus berlari hingga dia terhenti ketika mengingat ucapan sahabatnya.

“Bila kau terus melakukan hal konyol,bukan tidak mungkin Siwon akan meninggalkanmu. Kyu,Siwon itu bukan malakikat. Dia punya batas kesabaran. Bukan kau pernah bilang ada wanita yang pernah bertanya pada Siwon soal bagaimana bila ada yang lebih mencintaimu daripada istrimu. Kyu,bukan tidak mungkin Siwon akan berpikir begitu juga.”

 

Kepalanya menunduk dalam lalu menghapus air di sudut matanya. Hening!hanya hilir mudik kendaraan yang terdengar. Orang berlalu lalang dan sibuk dengan diri mereka sendiri. Kyuhyun menarik nafas dalam sebelum dia berbalik arah. Dia tak mau kehilangan Siwon. Dia mencintainya. Iya dia mencintainya lebih…lebih daripada orang tahu. Dia mulai melangkah pelan dengan pikiran yang terus berkecamuk. Kakinya masih terus berjalan lamban hingga Siwon datang menghampirinya dengan nafas tersengal-sengal.

 

“Syukurlah masih terkejar.” ucapnya dengan wajah senang. “Kenapa kau berlari?” sentak Siwon. Kyu masih terdiam menatap Siwon seperti mahkluk luar angkasa. “Hai…baby…kenapa diam saja? Apa ada yang sakit.” dia mengelengkan kepala pelan. “Lalu kenapa kau diam?”

 

“Tidak apa-apa. Kita pulang saja ya!”

 

“Huh?” Siwon kebinggungan. Ini bukan Kyu biasanya? bukan tadi dia berniat kabur lagi?Kenapa….?

 

“Kita pulang.”

 

Siwon mengangguk dengan senyuman tipis walau dalam otaknya masih terus berpikir. “Naiklah kepunggungku.” Siwon langsung jongkok di hadapan istrinya. Namun…

 

“Tidak usah. Aku sudah berat. Kau bisa sakit punggung!”

 

Siwon menoleh dan melihat istrinya sudah berjalan mendahuluinya. “Kalau begitu gunakan sandalku.”

 

“Tidak usah. Kau gunakaan sendiri saja.”

 

Siwon masih menatap punggung itu. Ada apa dengan istrinya? Apa sebelum dia datang terjadi sesuatu? Tapi apa? Dia pun segera menyusulnya meraih pergelangan tanganya dan membopongnya. Kyu sempat memberontak.

 

“Jangan berontak atau Aku akan benar-benar marah.” ancamnya dan Kyuhyun seketika diam. Siwon semakin takut melihat Kyu yang penurut. Pasti terjadi sesuatu.

*****

 

 

Siwon menurunkan Kyuhyun di ranjang lalu mengambil baskom dan handuk.

 

“Biar aku bersihkan di kamar mandi saja.” Kyu sontak turun dari ranjang dan berlari ke kamar mandi. Siwon masih terdiam dengan baskom di tangan, menatap istrinya walau dia membiarkan istrinya mendekam cukup lama di kamar mandi tanpa mendobrak pintunya. Hampir setengah jam berlalu,Kyu keluar dengan wajah menunduk.

 

“Apa sekarang?”

 

“HUH?” Kyu mengangkat wajahnya.

 

“Bukan sekarang harusnya kau mengkatakan sesuatu. Melihat sifat anehmu itu membuatku takut.”

 

“Tidak ada.”

 

“Lalu kenapa kau tidak jadi kabur?”

 

Kyu tersenyum. “Bukan itu lebih baik,jadi kau tak perlu mencariku. Apa kau tak suka?”jawabnya.

 

“Kau bodoh!”

 

Kyu tertawa kecil sambil mengaruk rambutnya. “Sudah lupakan saja. Anggap aku tak punya tempat untuk pulang. Jadi tampunglah aku…” ucapnya dengan nada candaan sambil berlari ke arah Siwon. Dia tertawa lagi namun Siwon tahu benar istrinya sedang berpura-pura. “Wonnie…”

 

“Hmmm.. wae?” dingin. Dia paling benci dengan sikap Kyu yang sok manis.

 

Kyu hanya tersenyum kecut ketika Siwon mulai bersikap dingin. “Tak apa. Kau pasti lelah mengejarku tadi.” dia meraih tangan suaminya lalu mengayun-ayunkannya.

 

“Tidak.” Kyu terpaku. Dia tak tahu harus bagaimana? Kalau dia marah dan berteriak. Dia semakin takut Siwon akan bersikap lebih dingin. Siwon menatap Kyuhyun dengan tajam. Dia berlahan memeluk pinggang istrinya dan mendekatkan bibirnya. Kyu sempat mendorong namun Siwon menariknya lebih kuat. Kyu menarik nafas lalu memejamkan mata. Pasrah niatnya namun membuat Siwon terdiam menatap wajah ketakutan istrinya. Dia melepaskan istrinya dan berjalan menjauh. Kyuhyun membuka matanya.

 

“Kenapa?”

 

“Aku tidak berselera dengan orang yang terlalu memaksakan diri.” Kyu mengigit bibirnya. “Kau istirahatlah! Aku siapkan makanan…”

 

“Wonnie…” Kyu memeluk suaminya dari belakang. “Siapa bilang aku terpaksa. Maafkan aku… Maaf… Lain kali aku aku tak akan memasang wajah seperti itu…” dia menangis.

 

“Kenapa jadi menangis? Aku hanya tak suka dengan sikapmu saja. Kenapa kau berlaku seperti bukan Choi Kyuhyunku. Bahkan aku menjadi orang terakhir yang tahu kau hamil. Aku suamimu..tapi…”

 

“Kau orang pertama yang aku beri tahu…”

 

“Huh?” Siwon membeku.

 

“Sepulang dari dokter. Aku tak memberitahukan siapa pun. Kau yang pertama.” dia melepaskan pelukannya. “Aku pikir kau akan bahagia bila…bila…tahu aku hamil. Tapi…Mianhae…ternyata kau…”

 

Siwon mengusap wajahnya kasar. “Mana mungkin aku tak senang.” dia meraih istrinya dan memeluknya. “Jadi tak ada yang tahu…” dia tersenyum. “Apa dokter sudah memberikanmu vitamin.??” Kyu mengangguk. “Kau tahu. Berapa pun kontrak yang aku menangkan. Mendengar kau hamil lagi adalah hal yang mengembiarakan di dunia ini.”

 

“Tapi…”

 

“Aku terlalu bahagia karna itu aku mengabaikanmu. Aku sangat mencintaimu bagaimana mungkin aku tidak bahagia. Sejak awal kita kembali hal itu yang aku nantikan. Karna itu adalah satu jalan kita bersama.”

 

Siwon melepaskan pelukannya dan menatap wajah cantik itu membelai dengan sayang. “Benarkah?”

 

“Kau ingin membelah dada dan otakku.” Kyu mengelengkan kepala dengan wajah tersipu malu.”Jadi…” Kyu menatap suaminya. “Kau bisa berjanji satu hal?”

 

“Apa?”

 

“Jaga anak kita. Aku ingin dia tumbuh besar dan kuat. Aku ingin melihatnya di dunia ini. Aku ingin membesarkanya bersamamu. Hingga kakek nenek…”

 

“Wonnie…”

 

“Ku mohon!”

 

“Iya. Aku akan menjaganya.”

 

“TERIMA KASIH.” mereka berpelukan dengan erat dan Kyuhyun cukup lega dengan ucapan Siwon tadi.

 

*****

 

Malam ini,Kyuhyun tak bisa tidur sedangkan Siwon sudah pulas sejak selesai makan malam. Dia terus bergerak gelisah. Ingin rasanya dia membangunkan suaminya seperti biasa tapi …ah.. dia tak ingin mendapat predikat istri manja dan tak tahu diri. Pada akhirnya dia pun bangun dan berjalan keluar kamar. Dia menyalakan TV dengan volume kecil lalu mengambil beberapa cemilan dan minuman. Dia terus menguap melihat acara TV yang membosankan tapi sampai detik ini dia masih saja terjaga. Kyu menghela nafas dan berjalan menuju dapur kembali untuk mencari mie instan.

 

“Apa yang kau lakukan?” Kyu sontak langsung menjatuhkan sumpitnya karna terkejut.

 

“Wonnie kau mengejutkanku!! Kenapa berteriak?” dia menunduk mengambil sumpitnya lalu membersihkanya. Dia kembali mengaduk ramennya.

 

“Apa yang kau lakukan?”

 

“Membuat ramen. Aku tidak bisa tidur.” Kyu mematikan apinya menatap Siwon dengan sebilas senyuman. Siwon menghela nafas lalu membantu mengangkatkan panci berisi mie ke ruang tengah. “Gomawo,Wonnie.” Kyu mengekor di belakangnya. “Kembalilah tidur!!”

 

“Kau tak mau aku temani?” Siwon menatap sinis ke arah istrinya. “Kenapa kau tak membangunkanku seperti biasa?”

 

“Besok kau harus berangkat pagi karna itu aku tak berani membangunkanmu. Jadi kembalilah tidur!Kau bisa lelah dan bangun kesiangan. Selesai makan aku akan kembali tidur.” Kyuhyun menaruh kimchi di meja dan mulai menikmati makananya.

 

“Sejak kapan kau memperdulikan itu.”

 

Kyu menghentikan makannya. “Ternyata benar Wonnie juga berpikir aku istri yang egois. Mianhae…”menunduk dalam.

 

“Kau bicara apa?”

 

“Sudahlah!!Wonnie kembali saja ke kamar. Aku akan menyusul!”

 

Siwon tak memperdulikan ucapan kyu dan duduk disampingnya. “Apa itu enak?” tanyanya untuk mendinginkan suasan yang mulai panas. Siwon tak ingin mengambil resiko istrinya marah dan kabur di malam hari.

 

“Aku memasukan air terlalu banyak jadi sedikit hampar.”jawabnya. “Kenapa? Apa wonnie juga lapar? akan aku buatkan.” Kyu menoleh menatap suaminya yang terus menatapnya.

 

“Aku suka milikmu…”

 

“Huh?”

 

“Cup!”

 

Kyu membulatkan matanya karna terkejut sedangkan Siwon dengan santainya menyantap ramen miliknya. “Kenapa kau menciumku?” tanya dengan wajah binggung.

 

“Memang kenapa?” Siwon menjawab dengan santainya.

 

“Harusnya…” Kyu menunduk tak melanjutkan ucapanya. Tempo hari saja Siwon sempat kesal karna dia memasang wajah terpaksa. “Tidak lupakan saja.”dia kembali menatap tv. Siwon masih menatapnya.

 

“Besok kau ada janji dengan umma?” Kyu mengangguk dengan semangat. “Jangan terlalu lelah dan pulang terlalu malam.” Kyu pun kembali mengangguk. Siwon menyisihkan anak-anak rambut yang menutupi kening Kyuhyun dengan sayang. Membelai dan menatapnya. “Kibum nunna…”

 

“Wonnie… Kenapa aku jadi mengantuk,kita tidur sekarang ya…” Kyu langsung berdiri setelah mematikan Tvnya menarik Siwon untuk mengikutinya ke kamar. Siwon pun hanya menghela nafas dan mengikuti kemauan istrinya. Kyu masih menghindari topik itu.

*****

 

 

Kyuhyun terbangun dengan buru-buru ketika melihat cahaya di sela kelambu. Dia melihat sisi ranjangnya sudah kosong dan ternyata benar Siwon sudah bangun menyiapkan saranpan. Ini sudah ke tiga kalinya dia berusaha bangun pagi tapi selalu gagal.

 

“Selamat pagi,baby. Apa kau memperlukan sesuatu?” sapa Siwon tapi Kyu hanya menjawab dengan gelengan pelan. Dia menghela nafas kecewa. Kapan dia bisa menyiapkan sarapan untuk suaminya? Dia berjalan lagi ke kamar membuat Siwon sedikit khawatir. “Baby…ada apa?” Siwon sudah menyusul di belakangnya. Kyu mengelengkan kepala dengan lemas lalu mengambil handuk dan pergi mandi. “Ya… Sudah !! Aku tunggu di meja makan.” Kyu hanya mengangguk lalu menutup pintu kamar mandi dengan sedikit keras.

 

Siwon menunggu Kyuhyun di meja makan. Siwon sudah siap dengan baju kerjanya membuat Kyu semakin kesal. Dia hanya mengaduk-aduk makananya dengan malas tanpa berniat memasukanya di dalam mulutnya.

 

“Apa tidak enak?” dia mengelengkan kepala. ” Kau ingin makan sesuatu?”  kembali hanya sebuah gelengan. “Sekali lagi kau menggeleng atau mengangguk aku kurung kau di kamar seharian.” ancamnya.

 

“Yah!! Aku hanya tidak lapar. Kau cerewet sekali.” jawabnya dengan nada sentaan.

 

“Kemarin malam kau juga makan sedikit sekarang juga bilang tak lapar. Sebenarnya apa yang membuatmu tertekan?”Kyu hanya diam. “Bila kau ingin makan sesuatu,kau cukup bilang jangan diam saja. Dulu waktu hamil pertama bukan kau selalu bawel dan memakan apa pun yang kau sukai. Kenapa…?”

 

“Bukan kau dulu kesal aku selalu merepotkan. Kenapa sekarang kau malah bilang seperti itu. Egois.”

 

“Tapi… Baby,aku…”Siwon tak tahu harus bicara apa. Benar juga dia pernah marah hanya karna Kyu ingin meminta Siwon untuk membelikan jus. “Sekarang aku tak akan marah lagi. Bagaimana? Kau jangan menahan diri.”

 

“Aku tidak menahan diri. Lagi pula tak ada yang aku inginkan. ” dia menegguk susunya sampai habis. “Sudah siang. Kau tidak berangkat ke kantor?”

 

“Aku tidak akan berangkat ke kantor sebelum kau habiskan sarapanmu.”

 

“Kenapa seperti itu?”

 

“Kemarilah biar aku menyuapimu.”

 

“Aku bukan anak kecil jadi kau tidak bisa mengaturku.”

 

“Karna itu kau pasti tahu apa pentingnya sarapanmu,sayang.” Kyuhyun memplout bibirnya lalu mulai melahap sarapanya sampai habis. Siwon hanya tersenyum lega.

 

*****

 

Malam ini Kyuhyun tidur lebih awal. Bahkan dia tidak menunggu Siwon pulang. Dia sudah kesal karna benerapa kali gagal bangun mendahului Siwon. Sebelumnya dia sudah merencanakan sarapan yang akan dia buat untuk suaminya. Waffel dengan kopi kesukaan Siwon karna untuk masak dia memperlukan waktu yang banyak. Sebenarnya Siwon sedikit kecewa melihat Kyu sudah tidur walau dia sebenarnya mengijinkan ketika istrinya berpamitan tidur lebih dulu.

 

05:00

Suara alaram berbunyi. Kyu segera mematikan sebelum Siwon terbangun. Dia melirik di sampingnya dan melihat Siwon masih tertidur pulas memeluknya. Dia bergerak pelan dan turun dari ranjang. Kyu menghela sebelum berjalan menuju kamar mandi. Dia menatap wajahnya di cermin sebelum keluar dari kamar. Kyu mulai menyiapkan bahan yang di butuhkan. Siwon mengerjapkan mata ketika merasakan dingin di sisi kirinya. Siwon menguap sebelum turun dari ranjang. Dia masih mengantuk tapi kemana istrinya?

 

“Good morning.” sapa Kyuhyun dengan suara khasnya. Siwon mengusap matanya berulang kali. Pagi ini Kyuhyun terlihat cantik dan seksi. “Apa kau tidur nyenyak semalam?” Siwon tak bisa mengedipkan mata. Dia sengaja mengodanya? Kemeja kebesaran dan tanpa bawahan. Demi Tuhan!

 

“Apa yang kau lakukan di pagi buta? Bukan ini hari minggu.” Kyu mengangguk lalu menarik Siwon untuk duduk di meja makan. “Apa terjadi sesuatu?”

 

“Cih! Yah!! Apa kau tidak tahu betapa aku ingin menyiapkan sarapan untukmu? Aku sudah berusaha keras bangun lebih pagi tapi kau…”

 

“Kau nyakin? Aku tak ingin kau kelelahan.”

 

“Aku akan menyiapkan makanan dan sekarang kau pergilah mandi.” Kyu mendorong Siwon kembali ke kamar. Siwon hanya tersenyum lalu mencuri satu kecupan di pipi sebelum menutup pintu. Kyu tersenyum malu. Tiba-tiba terdengar ketukan pintu. “Tunggu sebentar.” Kyu berjalan riang tanpa ingat apa yang dia gunakan. Ketika pintu terbuka mereka berdua saling menatap tak percaya. “Apa yang kau lakukan di rumahku?” sinisnya.

 

“Ternyata benar kau sudah kembali.”

 

“Pernyataan macam apa itu.” sergahnya.

 

“Mana Siwon oppa?”

 

“Mwo? Siwon oppa? apa yang kau katakan?”

 

“Kenapa apa ada yang salah? Aku ingin memberikan ini. Aku tahu dia pasti akan malas masak di hari minggu jadi aku membawakan makan.”

 

“Tidak usah, Itu adalah pekerjaanku.”

 

“Tidak apa-apa. Dulu sewaktu kau tak ada aku biasa melakukanya. Aku bahkan sudah hafal dapurmu.”

 

“Apa kau tidak ingat bila Siwon itu adalah suamiku?”

 

“Kyuhyun, aku tahu kalau kau adalah istri Choi Siwon. Jadi kau tak perlu ingatkanku,karna kau bukan alaram. Lagi pula Siwon sudah muak lihat tingkah lakumu yang manja dan selalu merepotkan dia. Kau tahu hati manusia itu bisa lunak bila terus aku bumbui. Aku sedang berusaha untuk semakin mengertinya dan memahami. Kau mengertikan maksudku,Kyuhyun-sii.”

 

“Wahh!! JINJA.” ucapnya dengan  santai.

 

“Apa kau tidak merasa cemburu?”

 

“Cemburu…” Kyu tertawa. Nana terdiam dengan wajah kesal. “Untuk apa aku cemburu denganmu yang tak tahu apa-apa tentangnya.”

 

“Kau pikir tahu segalanya tentang dia. Bahkan kau bersikap ceroboh ketika ada wanita lain masuk dalam kehidupanmu.”

 

“Nana-sii kau pikir dengan berkata tahu tentang letak barang di dapur aku berpikir kau bisa mengantikan posisiku. Jangan bercanda. Apa kau tahu makanan kesukaanya? Apa kau tahu minuma kesukaanya? Bagaimana kebiasanya tidur dan bagaimana dia gilanya ingin menjadi seorang pemimpin yang sukses seperti ayahnya. Apa kau juga tahu dia pernah trauma dengan sepedah sewaktu kecil hingga menyebabkan lehernya luka? Apa kau tahu dia tak suka sesuatu yang terlalu manis? Dia pernah di hukum seharian karna ketahuan menjual bensin oleh ayahnya hanya karna dia ingin mandiri. Apa kau tahu?”Nana terdiam ketika Kyuhyun begitu keras mengucapkanya. “Kim Nana,bukan kah kau tahu malu? Atau tidak?”

 

“Kyuhyun-sii!!” wajah Nana tiba-tiba memerah. “Apa pantas kau mengkatakan  itu.” sentaknya.

 

“Kalau begitu,kenapa kau masih melakukanya?”

 

“Kalau begitu harusnya kau tidak pergi dan menuntut cerai bila kau tahu segalanya tentang Siwon. Bagaimana kau bisa jauh dari orang yang kau sukai? Bila itu aku, aku akan berusaha mempercayai orang yang aku sukai. Karna hanya aku yang paling mengerti bagaimana dia?Apa dia berkata jujur atau bohong? Bagaimana bisa langsung memutuskan sepihak? Bahkan aku tidak bisa memikirkanya. Kalau aku tidak bersamanya semenit saja aku merasa sekarat.”

 

“Kau…kau tak mengerti bagaimana posisiku?”

 

“Apa yang tidak aku mengerti?”

 

“Rasa benciku pada diriku sendiri. Kau tidak tahu…bagaimana rasanya kehilangan calon anak yang kau impikan? Kau hanya melihat bagaimana aku meninggalkan Siwon? Tanpa tahu bagaimana perasanku kehilangan calon anak karna di bunuh oleh adik iparmu sendiri. Kau tidak tahu jadi jangan berkata apa-apa.” Nana terdiam. “Hanya ulat bulu sepertimu tak akan mampu merobohkan pepohonan yang aku tamam lagi karna aku punya cara membunuh tanpa kau sadari.”

 

“Kyuhyun-sii kau berniat menakutiku…”

 

“Ya bisa dibilang begitu.” Kyu tertawa kecil. “Sudahlah! Masuklah. Bila kau sudah siapkan sarapan bukan itu lebih baik jadi aku bisa istirahat.” Kyu membuka lebar pintunya dan mempersilahkan Nana masuk.

 

“Baby…” Siwon yang baru selesai mandi langsung mencari dimana suara istrinya. “Baby…”

 

“Aku disini …” jawabnya dengan mata yang tajam elang yang siap menerkam mangsanya.

 

“Apa yang sedang… ” Siwon terkejut melihat Nana berdiri dengan membawa kotak di tangan. “Nana-sii.” Nana menunduk memberi salam. Kyu hanya tersenyum dengan tangan melipat di dada. “Ada apa datang pagi-pagi seperti ini.”

 

“Ah… Dia mengantarkan sarapan untukmu.” jawab Kyuhyun.Siwon masih terdiam mendengar jawaban istrinya. “Nana-sii silahkan masuk.” Kyu pun berjalan melintasi Siwon setelah mempersilahkan nana masuk. Siwon menahanya.

 

“Mau kemana?” tanyanya.

 

“Tentu saja masuk. Kau temui saja dulu tamumu aku akan mandi.” dia melepas tangan Siwon dengan kasar. Siwon membiarkanya pergi ke kamar.

 

“Nana-sii…”

 

“Aku hanya berniat membagi makanan yang di buatkan temanku untukku. Kau tahu aku hidup sendiri tapi sepertinya istrimu tak menyukai kedatanganku.”

 

“Maafkan dia… Perasaanya sedang tak enak. Maklum hamil muda. Terima kasih untuk makananya.” Siwon menerima kotak pemberian Nana. “Sepertinya…”

 

“Aku tahu. Kalau begitu aku permisi dulu.”

 

“Baiklah. Sekali lagi saya mohon maaf Nana-sii atas ketidak nyamananya.” Siwon membukuk sebelum menutup pintunya. Dia buru-buru menaruh kotaknya dan berjalan menuju kamar. Siwon terkejut melihat istrinya membereskan baju. “Kau akan pergi?” Kyu menoleh dengan wajah binggung. “Biar aku jelaskan!”

 

“Oh iya…”

 

“Dia hanya mengantarkan makanan.”

 

“Apa dia sering kemari ketika aku tidak ada? Apa kau menyukainya?”

 

“Baby…sudah ku bilang aku jatuh cinta padamu setiap harinya. Dia memang sering kemari dulu. Membagi makanan atau hanya sekedar tanya tentang ini dan itu. Di hatiku..”

 

“Oh ya. Syukurlah!! Emmm…mungkin besok aku akan menginap di rumah sungmin umma karna Jiwon memintaku. Apa kau tak apa? Atau apa-apa?” potong Kyuhyun lalu memasukan baju di dalam tas kecil miliknya.

 

Siwon mengusap wajahnya dengan kasar. “Kau ingin menghindariku lagi? Aku tidak mengijinkanmu.” jawab Siwon.

 

“Begitukah? Hemm..baiklah!” Kyu dengan santai mengelurkan bajunya kembali dan menaruhnya dalam lemari baju kembali,”Aku sampai lupa belum membereskan dapur. Mau aku buatkan kopi?’

 

“Tidak usah. Aku…”

 

“Baiklah! Aku akan beres-beres dulu.” Kyu selalu memotong perkataan Siwon dan berjalan keluar kamar dengan santai. Siwon masih mengekorinya.

 

“Kenapa tidak jadi membuat sarapan?”tanya Siwon ketika Kyu membereskan adonan waffelnya.

 

“Oh iya tunggu sebentar.” Kyu berlari kecil ke ruang tamu lalu mengambil kotak makan dan kembali ke dapur. Ketika Kyu ingin menghangatkan tiba-tiba Siwon mendekat dan membuangnya ke tempat sampah. “Wonnie…apa yang kau lakukan?”

 

“Kita perlu bicara.”

 

“Tapi tidak dengan membuang makanan.”

 

“Kau membuat selera makananku hilang.”

 

“Mian.” Kyu menggaruk tengkuknya dengan wajah penyesalan. “Mian aku belum bisa membuat sarapan dengan cepat. Membuat selera makanmu hilang. Lalu bagaimana cara agar selera makanmu kembali?”

 

“Sarapan? Ini bukan tentang sarapan. Aku merasa hubungan kita semakin hari semakin dingin dan kaku. Membuat aku berpikir sebenarnya kau serius tidak kembali denganku.”

 

“Wonnie…”

 

“Kau tahu bukan. Aku mencintaimu. Bahkan aku rela melepasmu bila itu membuatmu bahagia walau itu sama aja aku bunuh diri.” Kyu membeku. “Bila kembali bersamaku membuatku tertekan. Aku akan berusaha melepasmu jangan bersikap seperti ini. ” Siwon membelai wajah Kyuhyun yang terlihat tegang. “Apa bersama denganku membuatmu sakit? Aku…aku tak apa bila kau ingin hubungan kita tersembunyi dari dunia. Asal kau bahagia…”

 

“Wonnie kenapa kau bicara seperti itu? Apa..apa kau akan meninggalkanku lagi?”

 

“Kenapa jadi aku? Bukan kau yang bersikap dingin?”

 

“Aku hanya ingin berubah lebih baik. Agar Wonnie makin mencintaiku itu saja. Aku tak pernah berpikir akan meninggalkanmu” Siwon terdiam dengan senyuman tipis. “Ternyata… Hikz…huawwaaaa… Jadi benar wonnie ingin meninggalkanku…Huwaa…”

 

“Huh?” bukan tadi dia tak menjawab apa-apa.

 

******

 

Kyuhyun melayap jajangmyun dengan lahap. Saus hitam itu sampai belepotan di sela bibirnya. Siwon hanya tersenyum dan mendesah kesal secara bersamaan. Ketika Kyu bilang akan masak untuknya itu adalah hal langka yang terjadi tapi tetap saja dia harus berujung makan di luar.

 

“Menyebalkan!” gumamanya dan Kyuhyun sempat mendengarnya.

 

“Wonnie bicara apa?” Siwon menaruh sumpitnya dan membersihkan saus di sela bibirnya Ini sudah piring keduanya. “Kenapa tidak dimakan?” Kyu menatap Siwon dengan wajah imut.

 

“Kalau saja ini di rumah sudah aku habiskan kau.” gerutunya lagi.

 

“Sebenarnya Wonnie itu bicara apa sich?” kesalnya dan itu dengan wajah yang sama mengodanya.

 

“Kau begitu sangat mengoda dan mengairahkan. Cepat habiskan makanmu agar aku bisa memakanmu.”

 

“Huh?” dengan wajah polos. Siwon menghela nafas dan memejamkan matanya.

 

“Berhenti memasang wajah seperti itu dan cepat habiskan makanmu. Aku ingin cepat pulang.” Kyu memplout bibirnya. “Baby…”

 

“Apa Wonnie benar-benar sibuk?”

 

“Iya dan mendesak,baby.”

 

“Padahal Kyunnie ingin jalan-jalan.”

 

“Kita tunda saja.”

 

“Shiro. Aku ingin sekarang…”

 

“Terserah”

 

“Bila tak mau ya sudah. Jangan bilang terserah.” omelnya lalu menegguk minumnya sampai habis. “Kita pulang sekarang.” Kyu berdiri dan meninggalkan Siwon. Pria berlesung pipi itu masih terdiam kenapa jadi istrinya yang marah? Jadi…

 

“Baby…” Siwon meraih pundak istrinya dan menariknya. “Kenapa jadi marah?”

 

“Siapa yang marah?”

 

“Jadi kau tak marah.” Siwon tersenyum-senyum sendiri membuat Kyu menggelengkan kepala melihat tingkah ajaib suaminya.

 

“Bisa bukaan pintu?”

 

“Oh..iya..” Siwon dengan semangat berlari ke arah istrinya. Mungkin dia akan mendapat jatahnya. Dia terkekeh sendiri membuat Kyu semakin takut.

*******

 

Kyuhyun berjalan dengan malas ketika terdengar suara suaminya datang. Dia masih merasa lelah karna baru saja melakukan senam hamil di temani ibu mertuanya. Siwon menghampirinya dan mengecup keningnya dengan hangat.

 

“Kenapa sudah pulang?”ucapnya sambil berjalan menuju ranjang dan meraih ponselnya. Siwon menaruh tasnya dan melepas jasnya.

 

“Karna umma bilang kau kelelahan.” dia berjalan menuju kamar mandi.

 

“Umma berlebihan.” Kyu kembali baik ke ranjangnya dan meraih ponselnya. Dia menyalakan gemenya. Tiba-tiba ponsel Siwon berbunyi. Kyu segera turun dan mengambil ponsel dari saku jas suaminya. Dia layar ponselnya tertulis Kim Nana. Kyu memplout bibirnya sebelum dia mengembalikan ponselnya terlihat pesan masuk.

 

From : Kim Nana

“Siwon kau ada waktu? Ada yang ingin aku bicarakan sial proposal yang aku berikan tempo hari. Aku tunggu di kafe dekat kantormu.”

 

Kyu melempar ponsel Siwon ke ranjang dan memasang wajah dingin. Siwon yang baru keluar dari kamar mandi berjalan mendekati istrinya.

 

“Bila lelah kenapa tidak tidur huh?” Siwon menyentuh kening Kyuhyun.

 

“Tadi ponselmu berbunyi terus.”

 

“HUH? oh iya. Terima kasih.” Siwon duduk di tepi ranjang dan meraih ponselnya. Dia membaca beberapa miscall dan terlihat pesan terbuka. Dia membaca pesan itu sambil melirik istrinya. “Kau sudah makan?”

 

Kyu menaruh ponselnya dan menatap suaminya. “Kembalilah bekerja. Jangan hanya mengurusiku.” dia kembali melihat poselnya.

 

“Kau cemburu?”

 

Kyu melempar bantal lalu memukul suaminya dengan guling. “Cemburu dengan apa?” sentak Kyuhyun.

 

“Karena ada wanita cantik mengajakku makan siang.” Siwon tersenyum kecil melihat lelehan karamel itu membulat sempurna. “Benarkan?”

 

“Kurang kerjaan. Lagi pula daripada aku mengurusimu berkencan dengan siapa,lebih baik aku fokus dengan calon anakku.” Kyu membuang muka.

 

“Aku tidak menyadari dari awal bila istriku semakin cute saja.”

 

“Cute!”

 

“Iya membuat aku ingin cepat pulang untuk melihat istriku.”

 

“Cih!! Kau pikir aku anak bau kecur yang bisa luluh dengan gombalanmu. Hah…asal kau tahu Choi Siwon aku sudah kebal dengan mulut manismu.”

 

“Tapi aku bicara kenyataan sayang…”

 

“Sudah kembali saja ke kantor.” teriak Kyuhyun sambil mendorong Siwon menjahuinya. “Kau menyebalkan! Pergi!’

 

Siwon hanya tersenyum kecil lalu menarik istrinya dalan pelukanya. Erat dan terasa sesak namun hangat. ” Mendengar ucapanmu tempo hari memang sangat lucu namun melihat usahamu yang serius membuat aku kagum. Aku hanya ingin bilang bahwa kau sudah berhasil membuatku semakin cinta sejak awal jadi jangan berubah cukup kau.” bisiknya membuat Kyuhyun yang memukulnya berhenti dan tersenyum menikmati pelukan itu. “Aku sangat mencintaimu..sangat…saranghae…” Kyu mrmgangguk tanpa berniat menjawab.

 

****

 

“Kenapa tak turun?” Siwon membuka pintu mobil untuk istrinya.

 

“Tidak. Aku akan menunggumu di mobil saja. Aku tak ingin menjadi mak comblang atau obat nyamuk yang membuat suasan menjadi tak nyaman..”

 

“Kau masih saja cemberut.” Siwon mengacak-acak rambut Kyuhyun dengan gemas.

 

“Rambutku bisa rusak.” Kyu kembali merapikan rambutnya. ” Sana pergi. ”

 

“Baiklah! Aku akan segera kembali.” Siwon mengecup kening istrinya. Kyu tak menjawab hanya langsung bermain ponsel. Siwon hanya tersenyum. Itu sifat asli istrinya.

.

.

.

Nana tersenyum ketika melihat Siwon datang. Dia sedikit merapikan dandananya.

 

“Selamat siang predir Choi.” Nana mengulurkan tangan dengan wajah riang. Siwon pun menyambutnya dan menarik satu kursi untuk duduk. “Aku pikir kau sibuk.”

 

Siwon melepas kancing jasnya. “Sebenarnya iya. Ada apa?”

 

“Sepertinya sedikit kaku. Bagaimana bila kau mencoba makanan spesial kafe ini? Aku sudah memesankan dua porsi. Karna aku tahu predir sepertimu pasti sibuk sampai lupa makan siang.”

 

“Istriku selalu mengingatkanku.” Nana terdiam. Senyuman merekah itu tiba-tiba menghilang. “Nana-sii,Anda tak perlu seperti ini.”

 

“Huh? Seperti ini…”

 

“Sudah aku bilang…” Siwon menatap serius.” Aku hanya mencintai istriku. Jangan menyakiti diri Anda sendiri dengan berbuat seperti ini.

 

“Menyakiti diri sendiri. Memang aku kenapa?”

 

“Aku sudah tekankan bagaimana hubungan kita tak lebih hanya sekedar teman kerja. Bagaimana kebaikan yang aku berikan itu hanya servis dalam bisnis bukan hal lain. Anda juga lulusan universitas ternama jadi tidakkah Anda mengerti maksudku bukan?”

 

Nana terdiam dengan mata berkaca-kaca. Dia menarik nafas dalam. “Apakah kau begitu suka menghina?”

 

“Aku hanya ingin berhenti pura-pura tidak tahu maksud Anda. Aku pernah melakukan satu kesalahan berpura-pura baik hingga aku hampir kehilangan istriku. Kau sama seperti yang lain. Kau hanya ingin mrmilikiku bukan suka padaku. Tapi walau pun kau menyukaiku yang aku cintai hanya Choi Kyuhyun seorang.”

 

“Bagimana dengan…”

 

“Itu karrna Tuhan telah menujukan cintaku padanya.”Nana menatap Siwon dengan butiran air mata. “Aku tidak bisa melanjutkan pembicaraan ini lebih lama. Aku harus pergi. Istriku sedang menunggu di mobil. Untuk masalah dana itu kau bisa bicara lebih lanjut dengan sekertarisku. Aku permisi dulu…” Siwon langsung berdiri membiarkan Nana terdiam dengan wajah kesal dan sedih. Pelayan pun mengantarkan makanan yang dia pesan. Dia hanya menatapnya membiarkanya sampai dingin.

 

Stella

CALL….

 

“Stella…AKU MERASA SEDANG SEKARAT. Di LA atau di Korea aku tetap dicampakan. Aku tak pernah merasa terhina seperti ini. Apakah aku idiot karna mencintai suami orang?”

 

“Mencintai seseorang…” Stella menarik nafas,”Hanya untuk orang bodoh. Kembalilah pulang. Lupakan Siwon. Sudah aku bilang…”

 

“Arra…aku saja yang idiot. Kau tak salah. Aku tak mungkin meninggalkan pekerjaan begitu saja. Bagaimana pun aku harus bertanggung jawab.”

 

“Nana…”

 

“Aku akan mengambil penghinaan ini. Kau tak perlu khawatir karna kali ini aku akan lebih kuat.”

 

“Jangan lupa hubungi aku. Aku harus menutupnya.”

 

“Okey.” Nana menunduk dan memejamkan mata.

 

****

 

Siwon menatap Kyu yang sedari tadi mengacuhkanya. Dia binggung sendiri karna sejak tadi hanya mengangguk dan mengelengkan kepala. Dia bisa gila.

 

“Kau sedang menguji kesabaranku sayang?” Siwon membelai wajah cantik itu dan menarik kepala Kyu berlabuh di dadanya. Hening!! “Apa masih merasa tak enak?” Siwon terus membelainya kini di bagian rambut. Kyu hanya diam. “Apa perlu kita ke dokter?”

 

Kyu menarik tubuhnya menjauh. “Aku tidak sakit.” dia kembali menikmati makananya.

 

“Wajahmu teihat lelah dan napsu makanmu berubah. Kita bisa minta vitamin tambahan. Hum…”

 

“TIDAK USAH.”

 

“Baiklah! Kalau begitu kita segera pulang saja.” Kyu memplout bibirnya. “Aku masih ada kerjaan. Nanti aku usahakan pulang cepat.”

 

“Turunkan aku di supermarket dekat rumah saja. Aku mau belanja.”

 

“Andwae. Kau sudah lelah. Pulang dan istirahat. Bila kau ingin sesuatu biar aku panggil bibi Kim untuk belanja.”

 

“Aku bisa sendiri. Semua istri akan melakukanya sendiri. Aku pun juga. Bila kau tak mau mengantar,aku pergi sendiri saja.” Kyu berdiri dan hendak berjalan namun.

 

“Okey… Aku antar.”

 

“Gomawo.” Kyu mengecup pipi Siwon lalu berjalan keluar ruangan.

******

 

 

Kyuhyun sedang sibuk memilih-milih bahan masakan. Siwon terpaksa membatalkan rapat siang ini demi mengikuti istrinya. Sebenarnya Kyu sudah menyuruhnya pergi tapi dia sendiri yang tak tega karna takut Kyu kelelahan.

 

“Kau ingin memasak apa?” Kyu mengeleng pelan dan memilih sayur kembali.

 

“Kau ingin makan apa nanti malam?”

 

“Apa pun yang kau masak aku suka. Tapi jangan malam ini. Okey! Kau terlihat lelah. Bila kau ingin sesutau aku akan hubungi umma untuk memasakan untuk kita.”

 

“Yah!! Kau pikir ibumu pembantu. Shiro. Aku bisa sendiri.” dia mrndorong kereta belanjanya sendiri. Siwon pun mengikutinya. Kyu memilih daging. “Wonnie… Kau ingin apa? bagaimana kalau ayam?”

 

“Terserah.”Siwon menyisihkan anak-anak rambut yang menutupi wajah istrinya. “Aku akan makan apa pun itu.”

 

“Jinjja. Kalau begitu aku akan masak yang banyak.!”

 

“Untuk apa? Kita hanya makan berdua saja. Kau tak berniat membuat pesta kan? Lagi pula kau bisa lelah.”

 

“Sejak tadi kau bilang..’jangan lelah..jangan lelah..’ aku ini bukan manula yang butuh banyak istirahat. Aku hanya sedang hamil. Menyebalkan!!” umpatnya dan hampir semua orang di itu melihatnya. Siwon hanya menarik nafas dalam.

 

“Aku hanya mengkhawatirkanmu saja. Jangan marah-marah  itu juga tak baik untuk kesehatanmu.” Kyu memplout bibirnya. “Jangan cemberut. Kau lebih nampak mengoda…” Kyu memukul dada Siwon sebelum melanjutkan belanja.

 

*****

 

Kyu terlihat bersemangat menyelesaikan masakannya. Benerapa hidangan sudah tersaji di meja. Dia tersenyum bangga karna mampu membuat makan malam dengan hasil karyanya. Bahkan ketika Siwon ingin membantu pria itu melarangnya.

 

“Apa sudah selesai?” Kyu tersenyum dan mengangguk sambil menaruh udang goreng di meja. “Kenapa begitu banyak? Apa kita menghabiskanya?” protes Siwon ketika meja makan mereka penuh makanan. Kyu memplout bibirnya. “Baby…”

 

“Jadi Wonnie tak suka…” dia tertunduk memainkan jarinya. “Mianhae…”

 

“Bukan tak suka baby tapi…maksudku…apa perut kita tidak meledak menghabiskan ini semua…”

 

“Bagaimana kalau kita undang umma, appa dan Jiwon?”

 

Siwon berjalan mendekat dan mencangkup wajah imut istrinya. ” Aku hanya ingjn berdua denganmu. Jadi kita coba habiskan sendiri saja. Arra?” Kyu tersenyum kecil lalu mrngangguk setuju. Siwon mengecup bibirnya sekilas lalu kembali duduk. Kyu mengambilkan daging dan menaruhnya di meja Siwon.

 

“Cobalah! Semoga kau suka.” Siwon melayap semua makananya dengan rakus. Meski daging itu sedikit aneh. Telurnya pun sedikit keasinan,tumisnya pun sedikit kematangan dan benerapa keluhan yang lainya tapi Siwon tetap menikmati.

 

“Kyuhyun?”

 

“HUH? Wae? Apa kau sakit perut?” terlihat lipatan di kening Siwon karna pertanyaan kyuhyun. “Wae? Apa kau sudah tak tahan makan ini?”

 

“Bahkan aku belum mengucapkan satu patah kata pun.” Kyu kembali memplout bibirnya. “Hanya saja…”Kyuhyun mendengarkan dengan serius membuat Siwon gugup. “Yah!! Jangan menatapku seperti itu… Kau seolah sedang mengadiliku saja…”

 

“Kalau aku tak mendengarkan kau juga marah lagi…”

 

“Tapi tidak seperti itu juga. Aku hanya ingin bicara lebih rilex saja.” Kyu mengangguk. “Baby tadi pagi Kibum Nunna datang lagi ke kantorku…”

 

“Huh? setiap hari…”

 

“Aku merasa lelah kalau berbohong setiap hari. Baby…”

 

“Jangan temui saja. Kau bisa bilang sedang sibuk…”

 

“Bagaimana pun itu kakak iparku. Mana mungkin aku tega tidak menemuinya.”

 

“Waktu dulu ketika kau sibuk juga tak datang menemuiku.”

 

“Baby itu beda.”

 

“Beda darimana? Harusnya kau lebih mementingkan aku bukan?”

 

“Kau tidak lihat bagaimana tubuh kurus kakakmu,belum lagi lingkaran hitam dim matanya. Dia yang dulu terlihat selalu cantik,sekarang terlihat lesu. Dia selalu menanyakan apa kau sudah mengghubungiku belum. Baby…”

 

“Aku sudah selesai makan.” Kyu langsung berdiri.

 

“Kau bahkan belum makan apa pun? Baby…” Kyuhyun tetap saja berjalan menuju kamar. “Baby… Okey-okey kita lupakan soal pembicaraan tadi. Kita makan lagj…” Siwon menarik lengan Kyuhyun untuk menatapnya. “Maafkan aku…”

 

“Selera makanku hilang. Kau makan sendiri saja.”

 

“Kalau begitu aku juga tidak mau makan.”

 

“Terserah.” Kyu kembali berjalan masuk. Dia merebahkan tubuhnya di ranjang tanpa berganti baju tidur.

 

“Tidak membersihkan diri dulu? Aku ambilkan pyama ya?” Kyu tak menjawab. Dia menarik selimutnya sampai menutupi kepala. “,Baby kau akan sesak nafas bila seperti itu…”Siwon berusaha menarik selimutnya namun di tahan. Siwon hanya menghela nafas lalu membiarkan istrinya sendiri. Dia harus membereskan meja makan sebelum menyusul istrinya tidur. Tapi ketika dia akan kembali ke kama. Bantal dan gulingnya sudah tergeletak di lantai. Siwon lagi-lagi hanya menghela nafas.

 

******

 

Pagi harinya Kyuhyun masih belum mau bicara dengan Siwon. Pria berlesung pipi itu sampai lelah membujuk istrinya. Bahkan ketika sarapan Kyu hanya membuat susu dan meminum vitaminya tanpa menyentuh makanan yang di buat suaminya.

 

“Kyu…”Siwon mendekati istrinya yang sedang asik melihat TV dengan sebungkus cemilan. “Kau tidak makan?”Siwon membelai wajah kyuhyun namun lagi-lagi mrnghindar dan berusaha menjaga jarak. Siwon melirik jam tanganya. Kemarin dia sudah membatalkan rapat tidak mungkin dia membatalkan lagi. “Nanti siang tidak usah masak. Kia makan di luar. Sebenarnya aku juga ingin menemanimu… Tapi aku harus ke kantor. Nanti siang aku antar kau kemana saja. Jangan hanya makan cemilan…kasihan calon anak kita. Arrachi?”namun Kyu sama sekali tak menjawab. Siwon menyentuh kening istrinya dan mengecup cukup lama. “Saranghae…” bisiknya sebelum dia mengambil tas dan jasnya. Kyu memplout bibirnya dan membanting remotnya. Dia menuju dapur dan memnaskan makanan yang ada di kulkas lalu menjadikan satu dalam panci nasi. Dia mengomel-ngomel sambil melahap makananya. Dia buru-buru masuk ke kamar,mengambil baju yang dia gunakan ketika pertama kali pergi Dia kesal mendengar Siwon memuji kakaknya cantik, apalagi Kibum sering datang ke kantor tanpa sepengetahuanya. Otaknya memanas. Dia pun mengambil tas rangselnya lalu pergi tanpa berniat pamit dengan Siwon.

 

Selesai rapat Siwon langsung keluar kantor. Dia pergi ke supermarket membeli es krim vanila dan coklat kesukaan istrinya. Dia melajukan mobilnya dengn cepat karna sejak tadi Kyu tidak mengangkat telponya. Siwon berlari dari parkiran. Dia khawatir terjadi sesuatu pada istrinya.

 

“Baby…” hening! Siwon menghela nafas berat. Kyuhyun pergi.

 

****

 

“Sudah lama aku tidak makan masakan Nunna… Rasanya rindu.” Kyu melahap sup ayam yang di buat kakaknya. Kibum tersenyum puas ketika adik mesayanganya menyukai makananya. Setelah acara tangis-tangisan Kyu meminta kakaknya untuk membuatkan makanan. Kibum pun langsung mengangguk setujui permintaan adiknya. Heachul dan Hangeng hanya tersenyum lega melihat putrinya bisa tersenyun.

 

“Makanlah yang banyak.” ucapnya dengan girang sambil menyodorkan kimchi. Kyu mengangguk lalu meminum kuah supnya sampai habis.

 

Malam harinya Kibum pun tidur satu kamar dengan adiknya. Dia membelai dan memeluk adiknya dengan sayang. Sayangnya Kyu teetap tak bisa tidur walau kakaknya terus membelai rambutnya. Dia menginginkan Siwon.  Pikiranya terus bergemelut dan berakhir dengan berlari ke kamar mandi untuk memutahkan semua isi perutnya. Kibum sempat khawatir namun Kyu melarangnya memanggil dokter.

 

Satu minggu berlalu….

 

“Umma…kapan kau menikahkan nunna?”

 

“Wae? Kenapa kau bertanya seperti itu?”

 

“Hum? Bukan nunna sudah cukup tua untuk menikah?”

 

“YAS!!”Heachul memukulkan sendok di kepala Kyu.

 

“Appo…”

 

“Itu karna kau bicara sembarangan. Biarkan Nunnamu menyembuhkan sakit hatinya.”

 

“Untuk apa memikirkan pria brengsek itu. Bukan lebih baik dia mencari yang lain. Aku sudah tak menyukainya sejak awal…”

 

“Sepertinya dia sudah hampir menemukanya. Dia bertemu dengan pria itu setiap harinya.”

 

“Mwo? Setiap hari…” Heachul mengangguk. ” Apa jangan-jangan… Umma cepat caarikan jodoh untuk nunna…yang setiap hari di temui nunna adalah Siwon…”

 

Makanan di mulut Heachul langsung menyembur keluar. Kyuhyun mengomel ketika wajahnya juga mendapatkan semburanya. “Jangan bicara sembarangan. Kau hanya terlalu cemburu buta.”

 

“Aku bicara serius umma. Siwon juga memuji nunna cantik dan dia begitu khawatir ketika nunna terlihat lebih kurus.”

 

“Itu wajar bukan. Bagaimana pun itu kakak iparnya.”

 

“Kenapa tak ada yang percaya. Aku pulang pun juga karna kesal dia hanya membicarakan nunna. ” Kyu membelai perutnya. “Mungkin saja… Siwon sudah bosan denganku. Ah..sayang…maafkan umma yang tak bisa membuat appamu lebih menyanyai kita.”

 

“Kau terlalu banyak melihat drama. Jadi begitulah otakmu. Cepat habiskan makanamu. Beberapa hari ini kau lebih suka memutahkan makananmu. Apa kau sudah minum vitaminya.” Kyu mengangguk lemah. “Lalu kenapa kau masih mutah dan tak napsu makan? Besok aku antar ke dokter.” Kyu mrmgangguk lagi tapi tetap tak mau makan. “Kyu,jangan siksa calon cucuku…”

 

“Siapa yang mau menyiksanya? Aku juga tidak tahu kenapa? Mungkin karna ayahnya tidak perduli dan hendak selingkuh. Akhirnya dia merasakan apa yang di derita ibunya.” omelnya.

 

“Kau gila?”

 

“Umma….kau memang lebih sayang Nunna daripada aku…umma jahat!” Kyu pun mendorong kursi kayu itu lalu berlari meninggalkan meja makan. Heachul hanya menghela nafas. Bukan dia lebih sayang anak perempuanya…tapi dia tak percaya menantu dan putrinya…

 

“Ah…bagaimana pun aku tak mau kehilangan cucu keduaku…” dia mengambil ponsel lalu menghubungi seseorang. “Yoboseo…”

 

******

 

Kibum telihat bahagia membuat Kyu semakin memanas. Pikiranya masih saja berpikir kakaknya sedang berusaha mengambil hati suaminya. Bagaimana pun Siwon pernah menyukai nunnanya? Bagaimana kalau…? Dia memukul kepalanya keras.

 

“Wae?” Kibum memberikan piring berisi buah-buahan. Kyu menggelengkan kepala. “Sekarang kau lebih misterus sejak kepulangan tempo hari? Apa kau sudah tak percaya lagi denganku?”

 

“Annio Nunna. Aku hanya sedang tak enak badan.”

 

“Apa perlu kita ke dokter? Kau akhir-akhir ini terlihat pucat dan selalu memutahkan makananmu. Kyu apa…”

 

“Aku mengantuk. Bisakah aku tidur lebih dahulu…”

 

“Kau belum makanan apa pun sejak tadi.”

 

Kyu tetap berjalan tanpa berniat menjawab. Tenaganya terasa habis. Dia mengkunci pintu kamarnya lalu duduk di tepi ranjang sambil membelai perutnya. Dia begitu lapar namun apa yang dia telan selalu keluar kembali…

 

“Kenapa kau biarkan pintunya terbuka lebar?” ketika Kyu bersiap berteriak ,Siwon langsung membekap mulutnya. “Aku siwon sayang….” Kyu mengigit jari-jari Siwon. “Aawww…appo…” Kyu berdiri dan memasang wajah tak bersahabat. “Kenapa menjauh? Aku merindukanmu…”ketika Siwon mendekat Kyu mendang tulang kering Siwon. “Baby…kau suka sekali menyiksaku…”

 

“Mau apa kau pencuri? Aku tidak punya apa-apa untuk kau curi?” Siwon menghela nafas. Istrinya sedang berperan pura-pura tak mengenalnya. “Cepat keluar atau aku panggil keamanan?”

 

“Jangan cemas,aku bukan orang jahat. Aku Choi Siwon.”

 

“Aku tak kenal kau jadi pergilah!”

 

“Bagaimana supaya bisa kenal? Bagaimana jika aku tunjukan data kelahiranku? Hmm..”

 

“Cepat keluar!”

 

“Siapa namamu? Kau terlihat manis dan mengemaskan.”

 

“Aku tak punya nama.”

 

“Apa orang tuamu lupa memberikan mana? Bagaimana bila aku panggil baby…”

 

“Cih!! kau bisa pergi. Aku muak melihatmu. Apa siapa pun yang kau temui akan kau rayu?”

 

“Bisa kita hentikan ini. Aku benar-benar kesal dan rindu padamu. Bagaimana kau mengabaikan telponku. Aku hanya ingin mendengar suaramu saja tapi kau begitu suka menyiksaku.”Kyu masih terdiam membuang muka. “Tak bisa kita berpelukan? Ku mohon… Atau aku akan mati…”

 

“Pembohong…”

 

Siwon menghela nafas berat. “Kau terlihat begitu pucat dan lesu.””kini Siwon sudah berjalan mendekat. “Apa kau makan dengan baik? Bagaimana dengan susu dan vitaminya?” Siwon menarik pelan tubuh Kyuhyun lalu memeluknya dengan lembut. “Lihatlah! Kau begitu kurus…” Kyu menyamankan kepalanya di bahu Siwon. “Baby…” Kyu tidak menjawab.  “Apa kau sama sekali tidak merindukanku?”

 

“Tidak.”

 

“Baiklah! Tak apa kalau aku yang merindukanmu sampai ingin mati.” Siwon menciumi rambut istrinya.

.

.

Siwon membuka beberapa kotak yang berisi makanan. Sungmin yang mrmbuatnya. Kemarin Heachul memaki-maki menantunya lalu melapor pada Sungmin. Siwon juga serba salah. Kyu tak mau mengangkat telponya dan bila dia datang bagaimana dengan Kibum? Pada akhirnya dia nekat memanjat rumah mertuanya.

 

“Mau aku suapi?” Kyu menggelengkan kepala. Dia masih asik bermanja dengan suaminya. “Lalu kapan kau makan?” Kyu tak menjawab. “Baby…”

 

“Aku tak mau makan. Aku bosan terus berlari ke kamar mandi. Mututku terasa pahit.” keluhnya.

 

“Mianhae…aku tak bisa menemanimu… Tapi bila kau tak makanan bagaimana dengan anak kita? Kau tak kasihan…”

 

“Kau saja juga tak kasihan padaku. Kau enak-enak dengan selingkuhanmu dan aku menderita.” Kyu pun langsung menjauh dan memeluk bantalnya. Siwon berusaha mendekatinya. “Jangan menyentuhku…!!”

 

“Jangan berteriak! Bagaimana bila ada yang tahu aku disini…”

 

“Aku tinggal menuduhmu hendak mrmperkosa atau mrnculikku…” jawabnya dengan wajah ketus.

 

“Oh ya aku dengan dari Changmin akan ada kaset game terbaru. Aku dengar itu masih ada di luar negeri. Ya itu pun juga terjual terbatas dan entah kapan akan terbit di korea.” Kyu melirik suaminya. “Aku sedang menghibungi…”

 

“Aku mau..” Siwon menatap istrinya dengan tersenyum. “Aku mau…belikan…”

 

“Tapi kalau kau bermain game akan lupa makan dan kesehatanmu…”

 

“Tidak akan.” Kyu meraih lengan suaminya dengan wajah kucing terbuang. “Aku berjanji…”

 

“Aku pikirkan dulu…”

 

“Wonnie…” sentaknya. Siwon menyodorkan kotak makanannya. “Baik-baik. Aku akan makan. Tapi awas kalau kau bohong…”

 

“Kapan aku berdusta padamu? Huh?”

 

“Tapi kalau keluar lagi?”

 

“Cobalah untuk makan lagi.” Siwon tersenyum kecil dengan kedua lesung pipi yang terlihat mempesona. “Berusahalah demi untukmu,calon anak kita dan aku tentunya.” Siwon membelai rambut istrinya dengan lembut. “Aku tahu kau bisa…karna kau Choi Kyuhyunku yang tangguh…” Siwon menyuapkan makanan.

 

“Sayur?”

 

“Tak apa pilihan lain. Kau harus tetap memakannya?” Kyu memplout bibirnya dan langsung di sambut bibir Siwon. Ketika Kyu akan marah,dia memasukan makan itu ke dalam mulut istrinya. “Marahlah nanti. Ketika kau sudah habiskan semua.” Kyu menguyah dengan berlahan lalu menelanya bulat-bulat tanpa menunggu sampai halus. “Bagaimana?”

 

“Aku mrmbencinya…”

 

“Aku mencintaimu sayang…” kali ini kening yang menjadi sasaran bibir Siwon. “Makalanlah lagi.”

 

“Bagaimana kalau aku tak mau?”

 

“Aku akan menyuapimu dengan bibirku…”

 

“Huh?” Siwon tersenyum kecil lalu mulai menyuapinya lagi sampai semuanya habis. Kyuhyun menunggunya beberapa saat namun tak ada tanda-tanda perutnya mual dan ingin muntah. Siwon membereskan kamar Kyuhyun.

 

“Tidurlah!! Aku akan menemanimu…” dia menepuk kasur di sisi kanannya.

 

“Kenapa harus kau temani? Membuat ranjangku jadi sempit.” ucapnya ketus namun dia tetap merangkak naik ke atas ranjang dan merebahkan kepalanya di lengan Siwon. “Bantalnya keras. Bagaimana aku bisa tidur? Menyebalkan!” cacinya namun tanganya sudah memeluk tubuh Siwon. Pria berlesung pipi itu tak berniat meledeni ucapan istrinya. Dia tak ingin Kyu marah dan membuat kondisinya tegang. Jadi dia membelai rambut dan mrngecupnya sesekali. “Jangan mencium rambutku terus. Membuat aku harus mencuci rambutku saja. Harga sampo itu mahal…”

 

“Arra…arra… Diamlah dan cepat tidur. Besok aku akan belikan sampo untukmu…”

 

“Kau pikir aku miskin dan tak bisa beli sampo sendiri.”

 

“Tidak. Aku hanya ingin membelikan untukmu…”

 

“Tidak perlu. Aku bisa membelinya sendiri.”

 

“Baiklah!!!” Siwon memejamkan mata dan menaruh dagunya di atas kepala Kyuhyun sambil mengusap punggungnya. HENING!! Tak lama kemudian terdengar dengakuran halus. Siwon tersenyum lalu mengecup kening istrinya. Menarik tanganya berlahan dan mengantikannya drngan bantal. Merapikan selimut dan membelai lembut rambut istrinya

 

******

 

Pagi hari Kyuhyun terlihat bersemangat. Walau ketika bangun dia cukup kecewa melihat suaminya tak ada tapi dengan begitu dia sudah bahagia.

 

“Selamat pagi umma… Appa…” Kyu mrnciumi pipi kedua orang tuanya. “Mana nunna? Apa belum turun?” tanya Kyu ketika melihat kursi kakaknya masih kosong.

 

“Bagaimana dia sudah akan menjadi ibu bila kelakuanya masih seperti anak tujuh belas tahun yang sedang kasmaran?” gumam Heachul membuat Hangeng tersenyum.

 

“Umma bicara sesuatu?”

 

“Tidak. Makanlah! Ah.. Ini adalah sup kiriman dari Sungmin. Bila kau mau makanlah?” manik karamel itu membulat. “Jadi pagi ini aku tak masak. Kibum… Sayang…” teriaknya. Kyu sudah tersenyum lebar membuat Heachul semakin kesal. Ah..putranya..benar-benar sudah tersihir oleh keluarga Choi. “Apa mereka mengunakan guna-guna?” tanya sambil menatap suaminya.

 

“Hentikan pikiran konyolmu. Kibum datang…” sentak Hangeng halus.

 

“Pagi umma…appa…” Kibum mengecup pipi kedua orang tuanya sebelum duduk. “Hemm.. Supnya begitu harum dan mengoda. Apa umma membuatnya?”

 

“Bukan. Sungmin yang mengkirimkanya. Kau tahu bagaimana kebiasaan ahjumma itu bila sedang berexperimen. Seluruh keluarga dan kita yang akan kenak. Kali ini dia mencampurkan gingseng terbaik dari China. Cobalah!”

 

Kibum terlihat tak senang namun dia menutupinya dengan pura-pura tersenyum dan langsung menyantap sup yang di taruh di mangkoknya.

 

“Selamat makan…” Ucap Kyuhyun bersemangat. Dia makan dengan lahap namun lagi-lagi bila habis separu perutnya akan mual dan kembali muntah. Hechul mengikiti putranya.

 

“Kau tak apa?” Kyu menggrlengkan kepala. “Bukan kemarin kau makan dengan baik.” Kyu langsung menoleh. “Kau pikir aku tak tahu?” Kyu memplout bibirnya.

 

“Kyunnie kau tak apa?” suara kibum membuyarkan percakapan mereka. “Kyu…”

 

“Aino nunna…baik-baik saja. Mungkin…ah..maag aku kabuh lagi. Tadi aku lupa meminum obatnya.”

 

“Umma…Kyunnie benar tak apa kan? Jangan sembunyikan apa pun dariku? Bukan umma sudah bawa dia ke dokter?”

 

“Tentu saja. Dia hanya stress ringan bukan penyakit yang berbahaya…” jawab Heachul. “Yuhuuu adikmu itu hanya sedang manja. Ah..menyebalkan ternyata bukan masalah makananya. Dia perlu Siwon. Dasar menantu kurang ajar. Bisa-bisanya dia membuat putraku tak bisa lepas..”batin wanita paru baya itu.

 

“Umma kenapa melamun?” tanya Kibum lagi.

 

“Oh..hahahhaha…iya. Ahh…hanya sedang mengumpat seseorang saja.”

 

“Huh?” Kyu dan Kibum hanya tercengo dengan ucapan ibunya.

 

“Hahahahah…lupakan…aku hanya asal bicara…aduh…memikirkan ini membuat kecantikanku berkurang saja.” omelnya lalu pergi begitu saja meninggalkan kedua anaknya dengan ke adaan cengo.

 

*****

 

“Sekarang pikirkan cara agar Kyu bisa lepas dari Siwon?” sentak Heachul krtika ketiga rekanya tidak membicarakan hal yang sedang dia ingin bahas.

 

“Untuk apa coba? Mereka itu pasangan suami istri yang serasi jadi…yuhuuu luapakan saja.” jawab Sungmin.

 

“Sudahlah sayang…kita seharusnya memikirkan bagaimana cara kita bicara dengan Kibum,bukan cara memisahkan Kyu dan Siwon.” Sungmin mengangguk setuju dengan pendapat Hangeng.

 

“Karna percumah asilnya. Ketika kita sudah menemukan caranya perut Kyuhyun sudah membesar.” sambung Kangin.

 

Heachul menlipat tangan di dada. “Lalu bagaimana? Dia selalu memutahkan makanan yang dia telan beberapa minggu ini. Aku tak ingin calon cucuku terkenak radang kelaparan. Hannie…bagaimana ini? Ini adalah cucu pertama kita.” Heachul menyandarkan kepalanya di bahu suaminya.

 

“Eh..kau …seperti anak abg bau kencur yang sedang kencan. Demi Tuhan menjijikan.” hina Sungmin.

 

Mata Heachul membulat dan langsung menegakan tubuhnya. “Eh..kelinci bodoh. Kau hanya iri bukan? Karna gorila yang ada di sebelahmu itu tak seromantis suamiku. Ah…bagaimana pun umur kita dalam hubungan asmara kita masih berbunga-bunga.” jawabnya.

 

“Mwo?iri? Hahahha…menurutmu begitu? ” Heachul mengangguk. “Kau salah besar nenek tua…gorillaku ini tahu bagaimana memperlakukan princess sepertiku tidak asal sembarangan. Kau tahu bagaimana Siwon bukan? Itu menurun dari suamiku. Hahahhaha…” balasnya.

 

“Kau panggil apa tadi? Nenek tua…? Kau itu yang kelinci keriput….”

 

“Nenek Tua…”

 

“KELINCI KERIPUT”

 

“NENEK TUA..”

 

“DIAAAAMMMM!!” Heachul dan Sungmin menatap suaminya masing-masing. Bagaimana pun juga sebaik-baik dan sesabar-sabar suami mereka akan menakutkan bila mereka sudah berteriak. “Kita bertemu disini untuk membahas Siwon dannKyuhyun. Bukan membahas hubungan kalian nenek tua dan kelinci keriput…” ucap Kangin dan Hangeng secara bersamaan.

 

“Mwo? Nenek tua…”

 

“Kelinci keriput?” Sungmin langsung berdiri begitu pula Heachul dengan sigap kedua pria baru baya itu berlari sebelum terjadi pembunuhan masal.

 

“BERHENTI!!!”

 

“TIDAK AKAN. AKU MASIH INGIN MENIMANG CUCU.” mereka berdua kabur.

 

******

 

 

Kyuhyun sudah lapar tapi Siwon belum juga datang. Biasanya sehabis makan malam Siwon sudah datang namun sampai sekarang belum terlihat batang hidungnya. Kyu merebahkan tubuhnya dengan mata yang berkaca-kaca. Dia hampir menangis menahan lapar. Dia melempar bantal dan guling itu kelantai untuk melampiaskan ke marahanya.

 

“Baby…sudah aku bilang beberapa kali tutup pintunya. Udara malam bisa buat kau sakit sayang…” omel pria berlesung pipi. Kyu yang masih marah langsung melempar bantal ke arah wajah Siwon. “Baby…”

 

“Kenapa datang segela? Biar saja aku mati kelaparan…” ucapnya dengan suara serak. Air matanya bercucuran.

 

“Hai…hai..kenapa menangis?”Siwon kebinggungan menghampiri istrinya. “Mianhae…mianhae…aku datang terlambat. Tadi ada rapat dadakan. Sudah di tengah jalan aku lupa pesananmu. Jadi aku kembali lagi mencari minimarket. Apa kau sudah lapar?” Siwon memeluk istrinya. Kyu mengangguk. “Mianhae…aku ceroboh membiarkan anak dan istriku kelaparan.”

 

“Lain kali jangan lagi ya…” Kyu memukul dada Siwon pelan. Siwon melepaskan pelukan dan menuntun istrinya untuk duduk di ranjang. Dia menata meja dan membuka tas yang berisi makanan. “Mencari apa?”

 

“Kopi instan. Tadi aku taruh disini…” Siwon masih mencari. “Ahh..pasti ketinggalan di mobil. Kau makan dulu ya! Biar aku ambil di mobil.” Kyu memplout bibirnya. “Cuma sebentar sayang…” Kyu mengelengkan kepala. “Tapi aku sangat ingin sayang…”

 

“Ah..aku punya di kulkas. Aku ambilkan saja punya ku. Kau tunggu disini…”

 

Tidak u..sah…” terlambat Kyu sudah berlari keluar. Siwon hanya mengelengkan kepala. Siwon mengelap keringat di keningnya. Karna masih terasa panas pria berlesung pipi itu melepas seluruh kancing kemeja.

 

“Kyunnie bisa bantu nunna sebentar…” spontan Kibum membuka pintu kamarnya. Siwon pun sontak bangun tanpa ingat dada dan perutnya terlihat. “Aaaarrrgghh…apa yang kau lakukan di kamar adikku?”  pria itu tergagap binggung. “Yah!! Cepat katakan!” sentaknya.

 

Siwon tidak tahu harus menjawab apa. Jadi mereka hanya diam dengan pandangan tajam. Kyunnie yang baru saja kembali dari dapur langsung menjatuhkan kaleng minumanya. Kibum menatap adiknya yang langsung berjalan ke arah Siwon.

 

PLLAAASSSS!!

 

Kibum maupun Siwon terkejut dengan sikap Kyuhyun barusan.

 

“Baby…”

 

Kyu tak menjawab. Dia mengkancingkan seluruh kemeja Siwon dengan wajah kesal. “Apa tak cukup kau mengoda setiap wanita rekan kerjamu? Apa tak cukup mencari selingkuhan di luar? Ha… Apa harus nunnaku juga harus kau goda? Kenapa harus nunnaku?”

 

“Kyunnie kau bicara apa?” siwon dan Kibum bicara bersamaan.

 

“,Yah!! Jangan buat aku mual dengan sikap sok kompak kalian. Aku benci kalian. Keluar!!” teiaknya sambil mendorong Siwon ke arah balkon.

 

“Baby…kau ini kenapa? Siapa yang mengoda nunna?” Siwon menahan Kyuhyun untuk tidak mendorongnya.

 

“Lalu harus dibilang apa? Kenapa kau harus menunjukan tubuhmu? Kenapa kalian saling menatap satu sama lain. Bukan tadi sebelum aku keluar kau masih berbaju rapi.”

 

“Aku kepanasan sayang. Kau salah paham. Tadi aku harus melopat pagar dan memanjat dinding. Tubuhku gerah…”

 

“Kau gerah atau kau emang sengaja. Menyebalkan!! Aku tak mau bertemu denganmu lagi. Aku sudah curiga. Kau…kau…berniat selingkuh dengan kakakku…huwA…bawa pergi semua barang-barangmu…” Kyu melempar kotak-kotak berisi makanan keluar kamar. “Pergi!!”

 

“Baby…”

 

“Kau sudah dengar bukan kyu menyuruhmu pergi.” kibum menyambung.

 

“Nunna juga pergi. Aku benci kalian…”

 

“Baby..bagaimana aku bisa pergi? Kau belum makan apa pun. Sekarang makanannya sudah kau buang.”

 

“Bodoh…biarkan aku mati saja daripada melihat perselingkuhan kalian. Huwaa…” jerit histeris Kyuhyun.

 

PLAAAKKSS!!

 

Kyu terdiam memengai pipinya. “Kalian semua brisik. Apa tidak tahu tidur malam itu baik buat kecantikan dan kau…bicara bodoh apa kau? Mati..mati..seenaknya saja bicara. Menyebalkan! ” ucap Hechul.

 

Siwon langsung mendekati istrinya dan menyentuh pipinya tapi langsung di tepis. “Jangan sentuh aku!!” teriaknya.

 

“Sudah ku bilang jangan berisikkan.” ketus Heachul ketika mendengar teriakkan putranya lagj.

 

Siwon berusaha menarik Kyu untuk duduk tapi di tolak. “Aku benci umma…”  teriak Kyuhyun lagi tapi percumah Heachul menutup pintunya dengan keras. Kyu menangis menahan sakit di pipinya.

 

“Apa sakit sekali?”

 

“Menurutmu.” Kyuhyun langsung merebahkan tubuhnya di ranjang dengan selimut yang menutupi tubuhnya sampai unjung kepalanya.

 

“Jangan seperti itu. Kau bisa sesak nafas sayang…” namun Kyu tak menjawab. “Akan aku belikan sesutu yang lunak ya! Agar kau mudah memakannya.” tapi percumah Kyu tak menjawab. “Baby…”

 

“Tidak perlu. Kau pulang saja sana. Aku membencimu…” jawabnya.

 

“Baby… ”

 

“Diam. Aku mau tidur.”

 

Siwon hanya bisa menghela nafas lalu duduk dengan tenang menatap punggung istrinya.

 

****

 

Kibum masih terus membuntuti ibunya sampai ke ruang tengah. “Umma…” panggilnya.

 

“Apa?” Heachul dengan wajah santai menatap putrinya yang terus mengikutinya.

 

“Bagaimana Siwon bisa masuk di kamar Kyunnie? Apa yang sedang dia lakukan? Bahkan dia telanjang dada.”

 

“Mana aku tahu. Kau tahu tadi umma sedang melihat TV dan kalian brisik.”

 

“Umma…bahkan kau membiarkan mereka berdua?”

 

“Lalu aku harus bagaimana? Menarik mereka keluar dan menonton TV bersama.”

 

“Umma aku sedang tidak bercanda.”

 

“Apa ada tampang bercanda di wajahku?” Kibum melipat tangan di dada dengan wajah serius. “Sudahlah! Kembalilah ke kamar saja. Aku akan melanjutkan acara nonton TVku.”

 

“Bagaimana bila terjadi sesuatu dengan Kyunnie? Bahkan Siwon sudah berani lancang masuk ke kamar Kyu ketika dia tak ada.”

 

“Lalu kenapa? Apa kau cemburu?”

 

“Umma..kenapa jadi ikutan parno seperti Kyuhyun…? Aku hanya tidak suka mereka kembali. Bagaimana perlakukan Jiwon dan wanita itu masih menyakitiku. Kalian tidak dengar sendiri bagaimana Jiwon dan wanita itu menghina Kyu. Mereka pikir kita menjual Kyuhyun di keluarga Choi. Bagaimana harga diri appa dan umma?”

 

“Kau masih membahas itu sayang?” Heachul menatap putrinya dengan sayut. “Umma tahu…bila itu menyakitkan. Tapi bagaimana bila itu juga kebahagiaan putra umma? Umma tak ada pilihan lain. Apa umma harus menyesali mengajak kalian ke acara ulang tahun perusahaan keluarga Choi? Apa umma juga harus menyesali meminjam dana segar dari keluarga Choi? Bahkan ketika itu jutaan kariawan sedang terancam PHK. Hanya itu jalan terbaik untuk perusahaan appa. Umma tahu…bila kita berpikiran naif memanfaatkan kedekatan kelurga Cho dengan keluarga Choi. Tapi tak ada pilihan lain. Siwon dan Kyuhyun mereka saling menyukai jauh sebelum masalah itu muncul ke permukaan. Dan kita tidak menjodohkan sama sekali. Mereka menjalin hubungan sendiri. Jadi…”

 

“Itu yang di katakan umma. Bagaimana dengan masyarakat di luar sana?”

 

“Aku juga tidak tahu. Kau lupa cerita bagaimana appamu pertama kalin masuk ke Korea. Dia juga seperti kucing terbuang. Keluarganya kaya namun dia merantau kemari dengan berkata dia anak supir keluarga Choi. Umma menyukainya dan kita menjalani semua tanpa perduli bagaimana orang bilang bila appamu hanya memanfaatkan umma. Kibumnnie…jangan perdulikan apa yang orang pikirkan. Hal yang paling penting adalah kelauarga dan orang-orang yang tulus mempercayai kita. Itu saja…”

 

“Umma…tapi..”

 

“Kyuhyun sudah dewasa. Dia bukan lagi remaja. Biarkan dia memilih sendiri jalan hidupnya. Selama dia bahagia itu adalah hal yang terpenting bagi orang tua. Begitu pula kau sayang…kau adalah kakaknya.”

 

Kibum terdiam menatap umma tersenyum kecil. Wanita yang cantik dan berpikiran terbuka. Walau kadang menyebalkan namun kadang terlihat menggagumkan.

 

****

.

 

Pagi hari Siwon dan Kyuhyun sudah tak ada di kamar. Kibum hanya menghela nafas berat. Kebahagiaan adiknya? Haruskan dia merelakanya. Apa siwon bisa menjaganya? Dia menunduk dan kembali ke kamar. Sedangkan Kyuhyun masih berjalan dengan lemas di ikuti dengan Siwon. Kyu merasa lapar tapi dia masih kesel dengan ibunya. Dia berjalan kesana kemari mencari tempat makan yang dia inginkan.

 

“Sebenarnya kau ingin apa? Biar aku belikan.” Siwon meraih lrngan istrinya namun lagi-lagi di tampik. “Lihat wajahmu begitu pucat. Naik kepunggungku ya?” Kyu masih terus berjalan. “Baby…”

 

“Jangan panggil aku baby…aku bukan babymu lagi.” jawabnya dengan suara sumbang. Dia memenggai perutnya. “Itu dia…” Kyu langsung berlari masuk ke kedai mie ramen. “Aku mau satu porsi besar.” ucapnya. Siwon pun duduk di hadapanya. “KENAPA MASIH MEMBUTUTIKU…?”

 

“Ussttt!! Ini di kedai jangan bicara keras-keras.”

 

“Anda ingin pesan juga.” seorang pelayan mrnarih gelas dan botol minuman. Kyu menengguk air putih itu sampai habis.

 

“Satu porsi ukuran biasa.” pelayan itu pun pergi. Siwon mengambil tissue dan membersihkan keringat di kening Kyuhyun. “Bila kau ingin makan ramen. Bisa naik mobilkan? Kenapa harus jala kaki.. Lihat wajahmu…” Kyu tak perduli. “Setelah ini kita pulang ya!

 

“Silahkan menikmati” ucap pelayan itu.

 

Siwon tersenyum.”terima kasih…” ucapnya dengan ramah.

 

“Wahh…kau tersenyum padanya? Genit sekali…” sindirnya sinis. Siwon menghela nafas sambil memopang dagu menatap wajah istrinya. “Kenapa menatapku seperti itu?”

 

“Ada lendir dimatamu.” Kyu langsung mengusap mata sebelah kanan. “Dikiri…”

 

Kyu memplout bibirnya. “Lebih baik kau pergi saja. Aku muak melihat wajahmu…” sentaknya lalu dengan acuh Siwon menikmati ramennya.

 

*****

.

Kyuhyun masih duduk di depan gerbang rumahnya dengan wajah lemas. Dia tidak mau masuk atau pergi ke suatu tempat. Siwon kebinggungan. Udara cukup dingin,wajahnya sudah pucat tapi pria manis itu tetap kekeh duduk di bawah pohon depan gerbang.

 

“Bila tak ingin pulang ke rumah. Kau bisa pulang ke rumah kita sayang. Kalau memang tak nyaman di apaterment bisa di rumah baru kita. Aku akan hubungi pelayan untuk membersihkan kamar kita. Bagaimana?”

 

“Jangan urusi aku. Kau bisa pergi…aku tak menyuruh kau menemani.” Kyu mendekap kedua kakinya dengan dagu di lutut.

 

Siwon membelai rambut Kyuhyun yang kusut. Karna sejak tadi dia bangun kyu belum menyisir rambutnya. “Di luar dingin. Tidakkah kau kasihan dengan anak kita. Dia sudah berjalan jauh dan sekarang juga harus menggil kedinginan.” rayunya.

 

“Tadi yang berjalaj itu aku bukan dia..” sambil menunjuk ke perut. “Jadi mana mungkin dia merasakan juga. Paboo…”

 

Siwon terkekeh. “Tapi apa yang di rasakan ibunya akan di rasakan anaknya juga. Karna…dia (menunjuk perut Kyuhyun.) masih tergantung denganmu.” Kyu memplout bibirnya.  “Bila kau masih marah dengan umma…”

 

“Aku juga masih marah denganmu…”

 

“Arra..arra…”Siwon memgangguk. ” Kita pulang saja di rumah.” Siwon membelai pipi cubby itu.

 

“Shirro… Aku mau disini saja. Kau pulang saja sendiri atau kau bisa ajak selingkuhanmu.”

 

“Selingkuhan yang mana lagi? Sejak kita pacaran sampai menikah kau masih saja tak percaya denganku.”

 

“Karna kau memang tak bisa di percaya. Bila ada wanita cantik sedikit kau selalu tebar pesona dan jadi pria-pria genit.”Siwon menarik nafas berat dan membuangnya kasar.

 

“Apa yang kalian lakukan di depan rumahku?” mendengar suara itu Kyuhyun langsung menenggrlamkan wajahnya di antara lenganya. “Kalian ingin meminta sumbangan?” Kyu langsung membelalai. “Wae? Kenapa melotot? Apa aku benar?” Kyu masih mrnatap tajam. ” Jangan sepeeti pengemis di depan rumahku. Cepat masuk!” Heachul membenarkan tatanan rambutnya. Dia baru saja pulang dati salon karna suaminya akan pulang hari ini dari Chinna.

 

“Siapa yang pengemis?”

 

“Siapa lagi kalau bukan kau? Lihat saja penampilanmu. Kau pergi dengan pyama dan muka bantal. Kalau bukan pengrmis ya…gelandamgan.”

 

“Umma…hentikan!!” Siwon berusaha melerai.

 

“Wae? Bukan hari ini ada rapat penting. Cepat pergi ke kantor.” Heachul berkaca pinggang didepan menamtunya.

 

“Bagaimana aku bisa pergi kalau Kyuhyun masih marah seperti ini.” keluhnya. “Minimal bila dia tak ingin pulang. Kau bisa menginap di hotel atau apa saja. Jangan seperti ini…mianhae…mianhae…aku minta maaf padamu. Ah…ampuni aku!! Tapi jangan siksa dirimu….”

 

“Apa hakmu mengaturku?”

 

“Aku memang tak berhak mengaturmu. Tapi aku hanya khawatir saja. Kau sementara masuk dulu saja nanti selesai rapat aku akan datang menjemputmu lagi. Kau ingin ke mana akan aku turuti asal jangan siksa dirimu dan anak kita. Udara sedang dingin. Minumlah susu hangat dan kue sambil menungguku. Bagaimana?” Kyu langsung berdiri dan masuk tanpa berkata apa-apa. Siwon tersenyum lega sambil berjalan mengikuti dari belakang.

 

“Sebenarnya apa yang kau berikan pada anakku hingga dia lebih mendengarkan ucapanmu daripada aku?” ucap Heachul.

 

“Mungkin cinta yang tulus umma..” jawabnya sambil melirik mengoda.

 

“Apa menurutmu aku tidak…” sentak Heachul sambil akan memukul tapi Siwon langsung memeluk ibu mertunya.

 

“Mianhae…umma…” cicitnya. “Tapi aku tahu kau paling mencintaiku…” ucapnya dengan nada candaan.

 

“Dasar anak nakal!” Heachul memukul punggung Siwon dengan pelan. Kyuhyun mengambil nafas dalam ketika melihat ibu dan suaminya berpelukan ketika dia sedang mode on ngambek. Kyuhyun berjalan mendekat dengan suara hentakan kaki yang keras. Siwon langsung melepaskan pelukannya dan menatap ke arah sampingnya.

 

“PLAAAKKKSSS!!”

 

“Jangan temui aku lagi…” Hening!!

 

“Huh?” Siwon masih belum mengerti dengan kemarahan istrinya.Tiba-tiba tubuh Kyuhyun lemas untung Sieon spontan menangkapnya. “Kyuhyun….”

 

“Ya Tuhan!! Kenapa tubuhnya dingin sekali?” Siwon menatap ibu mertunya dengan pandangan tajam. “Kenapa diam saja?”

 

TBC…

Ahh…maaaf ya lama bgt gak ngepos…

Gimana kabarny? Pasti dan bosan dan lumutan nungu ff abal-abal

Okey jangan lupa tinggalkan komen dan like kalian ya…

Tebarkan Cinta WONKYU (hehehehhe jadi inget miss Lee aja)

Advertisements

Author:

Saya manusia biasa Punya salah dan tak sempurna Saya jatuh cinta dengan Wonkyu Tak perduli banyak yang bilang saya gila Bahkan pacar saya... Saya jatuh cinta dengan mereka ♡♡♡♡

40 thoughts on “TENTANG KAMU – PART 26

  1. Wa kyuhyun cemburunya parah siah parah. Kalo ke nana cemburu wajar. Ini sampe emak sendiri di cemburuin 😂 yang sabar ya siwon 😭
    Semoga kyuhyun udahan ngambeknya jadi bisa loveydovey lagi sama siwon huhu kasian siwonn 😂

  2. hai aku reader baru salam kenal..
    kyuhyun cemburunya parah bgt , yg sabar ya siwon ngadepin babykyu nya😁..di tunggu lanjutannya author…fighting!!💪

  3. Aduh kyu,banyak banget sich ulah nya….
    Sedikit2 ngambek,sedikit2 marah,sedikit2 cemburu.
    Untung aja siwon nya sabar banget….
    Kibum masih blum tau nich klu kyu hamil,klu tau gmna reaksinya yah?

  4. Kyuhyunmah aneh deh kadang gini kadang gitu bikin siwon frustasi,untung aja siwon sabar ngadepin nglakuan kyuhyun yg masya allah, Hahaha😂 ditunggu chap berikutnya!!

  5. Babby kyu bener2 bikin pusing sebentar manis eh marah lg, untung siwon sabar klau tidak???
    Kyu jngn suka marah2…nanti siwon cepat tmbah tua lo.. kan kasian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s