Posted in Angst, BL, Comfort, Drama, Family, Romance, Sad, Series, wonkyu, WonKyu Story

Something Called Love ch. 1

Ini hanya cerita tentang dua pemuda dengan kekurangan yang melebur dalam rajut cinta. Cerita yang pastinya akan sangat klise dengan peradegan ala roman picisan yang telah sering kali dikisahkan oleh begitu banyak pencerita di luar sana.

 

Ini hanya salah satu dari sekian banyaknya kisah klasik tentang cinta yang apa adanya. Diawali salju yang perlahan meleleh di awal Februari, kemudian disusul oleh tumbuhnya tunas-tunas baru yang siap dewasa dan lantas mekar ketika masuk dimusimnya. Bunga plum yang perlahan gugur menjadi latar apik untuk kisah-kisah kuno, seperti kisah Si buta dan Si lumpuh kali ini.

.:::WonKyu:::.

.: An absurd fanfiction from Suha Camui :.

Siwon baru melihatnya hari ini, sebuah keluarga tiba-tiba pindah ke rumah yang telah lama tak dihuni di daerah tempatnya tinggal. Namun pandangan matanya berhenti pada satu sosok yang ketika itu tengah duduk di kursi roda dengan kedua mata yang tertutup kapas. Kulitnya tampak pucat dengan rambut ikal nyaris kecokelatan. Sosok yang menurut Siwon seperti boneka porselen yang telah kehilangan tali-talinya untuk bergerak.

 

Desir angin musim semi terasa mulai bertiup, hangat yang terasa sangat nyaman. Bunga yang telah dia tanam pasti sebentar lagi akan berbunga.

.

Ditiap pagi sejak awal Maret, Siwon seringkali menitipkan tiap tangkai bunga-bunga yang sudah ditanamnya pada Ahra untuk diberikan pada Kyuhyun, sosok bagai boneka yang membuatnya merasakan musim semi lebih cepat.

 

Dia mendengar cerita cukup banyak tentang Kyuhyun dari Ahra. Pemuda itu mengalami hal buruk sampai membuatnya kehilangan kornea mata dan mengalami shock hebat sehingga tidak ingin bicara dengan siapapun, bahkan Ahra dan juga orangtuanya sudah cukup putus asa dengan Kyuhyun yang seperti itu.

.

“Kau tak perlu memberikan pupuk tiap hari, ataupun memberinya air tiap saat. Karena hal itu justru bisa membuat tanaman cepat mati.”

 

Tidak ada jawaban apapun. Kyuhyun tetap memberikan air pada pot-pot kecil tanaman yang dibeli oleh Ahra.

 

Siwon menghela pelan, lantas tersenyum, “Begitupula dengan perasaan, Kyuhyun-ah. Kau tak perlu memperlakukannya dengan special. Kau hanya cukup memberikan apa yang semestinya kau beri, dan membuang apa yang semestinya tidak harus disimpan. Semuanya dengan kadar cukup. Karena dari kecukupan itu justru membuat perasaan yang kita tanam akan menjadi istimewa dengan sendirinya.”

 

Tep.

 

Gerakan tangan Kyuhyun berhenti dan meletakkan alat penyiram, “Pulanglah.” Hanya satu kata itu yang mampu dihasilkan pita suaranya.

 

Siwon tahu dia sudah membuat Kyuhyun tidak nyaman, dan perlahan mundur kebelakang sebelum akhirnya berbalik pergi. Meninggalkan Kyuhyun sendirian dengan semilir angin hangat senja itu.

.

Keesokannya, Kyuhyun pikir Siwon tak akan pernah datang lagi, namun ia salah. Lelaki itu datang dengan kembali memberinya setangkai bunga forshytia, meski ia tetap tak dapat melihatnya.

 

Hanya itu, dan setelahnya hening beberapa saat sampai dia merasa bahwa Siwon sudah tidak ada.

.

“… Canola di Cheongsando akan sangat cantik sekali jika pertengahan maret seperti ini. Sekarangpun Gwangsang diliputi oleh gugurnya bunga plum. Lalu azalea akan sangat indah jika dilihat di Gunung Yeongchwisan. Jika kau sudah sembuh nanti, ayo kita pergi kesana.”

 

Hanya sepenggal kalimat bernada riang itu yang Kyuhyun dengar dari Siwon, sebelum akhirnya dia kembali ke Seoul dan bersiap untuk menuju Jepang, di mana dia akan melakukan operasi tlansplatasi kornea mata. Tidak ada satu kata perpisahan yang terucap dari bibirnya saat itu.

 

Karena sejak awal, Kyuhyun tak pernah menganggap kalau Siwon adalah seseorang yang pantas untuk dia ucapkan salam perpisahan. Lelaki itu bukan apa-apa baginya. Itulah yang Kyuhyun tanam sejak awal.

.

Oppa, apa Kyuhyun sudah berangkat?”

 

“Haa… rumah ini baru saja dikosongkan.”

 

“Kau tak ingin pulang?”

 

“Benar juga, ini sudah sore. Umma pasti khawatir.”

 

Perlahan Jiwon mendorong kursi roda milik kakaknya menuju rumah mereka yang hanya selisih lima rumah, dengan membawa sebuah tempat berisi tangkai-tangkai bunga yang sejak awal Siwon berikan untuk Kyuhyun. Tangkai-tangkai bunga itu sudah layu, namun Siwon mendekapnya dengan hati-hati di atas pangkuannya.

“Jiwon-ah, apa menurutmu tlansplantasi kornea Kyuhyun akan berjalan lancar?”

 

“Kurasa pasti semuanya akan baik-baik saja. Mereka keluarga kaya, pasti akan melakukan apapun untuk kesembuhan anak mereka.”

 

“Begitu ya… Kuharap suatu saat nanti dia bisa kembali melihat dan mengunjungi Gunung Yeongchwisan dan juga Cheongsando saat musim semi.”

 

Jiwon terhenyak sesaat, lantas berbisik, “Oppa, mungkinkah kau…”

 

Huh?”

 

“Ah, bukan apa-apa.”

 

Jiwon menyimpan kata-katanya sendiri, membuat kalimatnya tergantung. Dia menyadari satu hal saat itu, bahwa kakak laki-lakinya sudah berubah. Dan ketika keduanya melewati jalan setapak yang diapit oleh pepohonan plum, seketika bunga-bunga kecil berwarna merah muda pucat tersebut berguguran, mengiringi harapan kosong yang sejak dulu dia buat.

 

Gadis itu mendongak dan menatap langit biru yang hampir hilang, sembari berdoa untuk kebahagiaan kakaknya. Agar ‘bahagia’ bukan hanya akan menjadi kata kiasan ataupun penghiburan. Agar kakaknya yang lumpuh sejak lahir itu mampu ‘berjalan’.

…:::…

a/n: Annyeong~

Lama gak muncul di sini, kangen rasanya :’3

FF ini udah terbit duluan di rumah pribadinya Author, dan mencoba lagi peruntungannya di sini, semoga suka ya~ ^^

*semoga juga di sini dikasih kelancaran ide buat ngelanjutin cerita

Advertisements

25 thoughts on “Something Called Love ch. 1

  1. kaya nya kyu jutek krn dia ngerasa punya kekurangan deh ya.. dan mungkin kyu nyangkanya kalo siwon perfect.. blm tau aja dia!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s