Posted in Angst, BL, Comfort, Romance, wonkyu

I Choose to Love You chap.3

By. Ryupyo & Miss Lee

Cast : Siwon x Kyuhyun / Claudia

Genre : Angst/comfort, Romance

Rate : T-M

 

I Choose to Love You

“Kyuhyun.. akhirnya kau datang juga, aku tak menyangka akhirnya kau menerima tawaranku..” Claudia menyambut hangat Kyuhyun bahkan ia memeluknya sekilas.

Dilihatnya di belakang tubuh Kyuhyun terdapat seorang yeoja yang juga sedang tersenyum kepadanya. Claudia menatap bingung, hingga Kyuhyun menarik yeoja itu untuk berdiri di sampingnya.

“Perkenalkan ini Hyuna, bolehkah jika aku meminta agar Hyuna menjadi asistenku?”

Hyuna sempat terkejut dengan ucapan Kyuhyun, dia sebenarnya datang hanya untuk menemani Kyuhyun bukan menjadi asistennya. Tetapi melihat senyuman Kyuhyun, Hyuna hanya bisa mendesah pasrah.

“Oh tentu, aku rasa kau memang harus bekerja dengan orang-orang yang membuatmu nyaman. Karena mood adalah modal utama menjadi model, jika mood mu selalu buruk maka pekerjaanmu tidak akan bisa berjalan dengan baik.” ujarnya panjang lebar.

“Ah mari ke ruanganku, kita akan memulai untuk membicarakan mengenai kontrak kerjasama kita” lanjutnya kembali.

Claudia mempersilahkan Kyuhyun dan Hyuna memasuki ruangannya, Kyuhyun melihat ke sekeliling ruangan terdapat sebuah foto besar dengan brand Vogue disana, Claudia sangat cantik.

Hasil gambar untuk foto kim claudia

Kyuhyun yakin jika ini jalan yang terbaik untuk dirinya. Selanjutnya Kyuhyun menandatangani sebuah surat perjanjian untuk menjadi brand ambassador kecantikan, sebenarnya ia ingin bertanya terlebih dahulu, hanya saja ntah mengapa lidahnya terlalu kelu untuk bertanya mengenai pekerjaan pertamanya itu.

“Bagus. Mulai sekarang kita adalah partner” ucap Claudia dengan mengayunkan tangannya dan disambut hangat Kyuhyun.

“Mulai lusa, kita akan mencoba untuk mengambil gambar untukmu. Tapi sebelumnya, aku akan meminta staff ku, membawakan produk yang akan menjadi iklan pertamamu”

“Tapi mengapa aku harus menjadi brand ambassador kecantikan, maksudku..”

Claudia tersenyum, “Aku sudah pernah mengatakannya kepadamu, bahwa kau manis Kyu.. dan iklan ini sangat cocok kepadamu”

Hyuna hanya mengulas senyum sindiran saat Kyuhyun melihatnya seakan meminta pertolongan, toh disini peran Hyuna hanya menjadi asisten. Tapi menurut Hyuna, apa yang dikatakan Claudia memang benar adanya dan dia setuju akan hal itu.

*

*

*

Setelah pintu apartemen tertutup, Kyuhyun langsung melempar tasnya begitu saja dan memilih untuk mengambil minuman di dapur. Hyuna sendiri memilih untuk duduk di ruang tamu dan mengeluarkan berbagai produk yang harus di iklankan Kyuhyun.

“Kau menyebalkan”

Mwo??”

“Mengapa kau tidak membantuku untuk menolak iklan itu, oh Tuhan… ini produk kecantikan Hyuna..” sembari melihat barang-barang yang Hyuna susun di atas meja.

“Lalu??”

“Yak!!”

Hyuna tertawa melihat frustrasinya Kyuhyun saat ini, bagaimana tidak? Kini di hadapan mereka berjejer berbagai bentuk lotion, maupun serum kulit di atas meja. Dan Kyuhyun hanya bisa beberapa kali mendesah pasrah.

“Sudahlah, mau bagaimana lagi.. dan aku memang setuju atas ucapan Claudia, jika kau itu manis”

“Kau memang benar-benar menyebalkan” Kyuhyun lalu menutup wajahnya dengan menempelkannya pada meja.

Dia sendiri tak tau apa yang akan terjadi esok hari, Kyuhyun sangat ingin mundur, tapi sayangnya dia sudah menandatangani kontrak itu.

“Sudahlah, sekarang kita coba satu persatu produknya, bangunlah Kyu…” Hyuna menarik lengan Kyuhyun agar ia bisa duduk dengan tegak.

“Anggap saja ini sebuah permintaan maafmu kepadaku, karena telah memaksaku untuk menjadi asisten pribadi. Oh.. Kyu.. aku baru saja bekerja disana, maka aku sendiri harus berpikir keras untuk mengundurkan diri..” Kyuhyun hanya tertawa saat melihat Hyuna mensidekapkan kedua tangannya di dada.

“Baiklah kita impas. Setelah aku mencoba produknya, aku akan membantumu membuat surat pengunduran diri di kafe, araseo

“Heum.. ara..”

.

.

.

Hari telah berganti. Sembari menunggu waktu pemotretan, Kyuhyun hanya menyibukkan dirinya di apartemen. Pikirannya terkadang membawa ia kepada bagaimana hubungan manis yang terjalin antara dirinya dengan Siwon terdahulu.

“Bagaimana kabarmu, Siwon?”

Kyuhyun mengusap wajahnya, ia lalu bangkit dari ranjang dan segera membersihkan diri. Mungkin dengan mandi setidaknya, pikiran yang selalu melayang menuju Siwon terhambat secara jelas. Kyuhyun harus melihat realita yang ada, jika Siwon bukanlah untuknya.

***

Siwon pun sedari tadi hanya mengetuk-ngetukkan pena pada meja. Sesekali wajahnya akan mengarah pada pintu berharap sosok Kyuhyun akan datang dan tersenyum kepadanya.

Lalu mengatakan bahwa, “Aku merindukanmu, Siwon..”

Tapi itu semua hanya ilusi bagi dirinya. Karena nyatanya, saat pagi ia datang ke kantor. Hanya terdapat ruangan kosong disana, tidak ada lagi sosok Kyuhyun yang akan mengisi hari-harinya.

Donghae yang datang secara sengaja mengunjungi Siwon, hanya bisa menggelengkan kepalanya. Sudah berapa kali ia selalu mendapati Siwon yang melamun, mungkin dulu lain persoalan tapi kini… Donghae seakan mulai mengerti.

“Sepupuku..” Donghae menyentuh bahu Siwon, membuat Siwon terlonjak.

Hasil gambar untuk siwon sad

“Kau tahu, kau sudah membuang energy positifmu hanya dengan melamun. Apa keuntunganmu dengan melamun?”

Siwon tersenyum miris, “Aku juga tak mengerti dengan keadaan diriku ini, Hae”

“Kau berubah semenjak kau kembali bertemu dengan Kyuhyun. Sebenarnya ada apa denganmu? Jujurlah dengan perasaanmu sendiri Siwon”

“Aku hanya…”

“Sebelum kau memikirkannya, aku memang harus menyadarkan kau akan realita yang ada. Saat ini kau sudah terikat dengan Claudia, walau memang itu bukanlah ikatan yang tertulis. Kau mengerti maksudku, bukan?”

“Lalu aku harus bagaimana?”

“Oh Siwon… apa cinta membuatmu buta dan tidak bisa berpikir rasional?”

“Cinta??” Siwon mengernyit membuat Donghae gemas melihatnya.

“Jika bukan cinta, lalu aku harus menyebut dengan kata apa?” Siwon masih terdiam, “Sudahlah aku sendiri jadi bingung melihatmu seperti ini. Yang pasti selesaikan masalahmu terlebih dahulu, semakin kau diam. Maka akan banyak orang yang kau sakiti, Siwon”

Donghae segera pergi meninggalkan Siwon, sebelum nanti kepalanya akan semakin pecah dengan permasalahan sepupunya itu.

.

.

.

“Kyuhyun, perkenalkan dia adalah Park Boogum” Claudia mencoba mengenalkan Kyuhyun dengan fotografer perusahaannya.

Kyuhyun menyambut uluran tangan dari Boogum, “Cho Kyuhyun imnida

Boogum hanya mengulas senyumnya tanpa menjawab ucapan Kyuhyun.

“Dia adalah fotografer andalan perusahaan kami. Jadi.. mulai sekarang kalian pasti akan selalu bertemu, aku harap hubungan kalian bisa terjaga dengan baik”

Claudia berpamitan untuk keruangannya terlebih dahulu, ia harus melaksanakan meeting sebelum nanti ia akan bergabung dengan Kyuhyun dan Boogum mengambil beberapa foto untuk dijadikan cover majalah dan juga iklan di televisi. Sepeninggal Claudia, Kyuhyun langsung di ajak oleh team make up untuk dibawa ke sebuah fitting room.

“Kau mempunyai kulit sehalus bayi, pantas saja Miss Kim sangat mengharapkan kau yang menjadi brand ambassador iklan ini. Karena sangat cocok denganmu” ujar salah satu stylish yang yang membantu mendandani Kyuhyun.

Pengambilan gambar pertama Kyuhyun adalah dengan memakai kaos putih dan celana bahan berwarna brown white, rambut Kyuhyun sengaja dibuat sedikit berantakan. Walau begitu kesan manis dan sexy sangat menguat di penampilan Kyuhyun kini. Bahkan Boogum yang sedang sibuk dengan kameranya, sedikit terpukau akan kecantikan alami yang dimiliki Kyuhyun.

“Okay kita bersiap” asisten Claudia yang memang diutus untuk memantau perjalanan pemotretan mencoba untuk memulai pengambilan gambar.

Boogum beberapa kali berdeham untuk menetralkan degup jantungnya, beruntunglah ia bisa mencoba mengalihkan perhatiannya dengan bersikap professional. Proses pemotretan pertama berjalan dengan lancar walau harus memakan waktu hampir satu jam lamanya, tapi bagi para kru ini bukanlah hal yang aneh. Terlebih Kyuhyun sendiri adalah model baru. Masih banyak penyesuaian yang harus dilakukannya, tapi melihat bagaimana Kyuhyun tampak cantik dan juga terlihat menarik di kamera, membuat semua orang disana terkagum.

Seperti yang sudah dilakukan di awal, Kyuhyun kini bersiap untuk melakukan pengambilan gambar kedua dengan kostum berbeda. Para stylish harus mampu memberikan kesan yang semakin menguatkan aura cantik dalam diri Kyuhyun. Mereka memberikan baju bernuansa bunga, dan stylish pun tak melupakan aksesoris rangkaian bunga di atas kepala Kyuhyun, bak princess yang terbalut tubuh namja.

“Ada apa Kyu?” Hyuna terlihat bingung saat melihat Kyuhyun yang menggigit bibir bawahnya.

“Aku hanya gugup..”

“Kau sangat cantik, Kyu.. sungguh..” Hyuna mendekatkan bibirnya di telinga Kyuhyun, “Bahkan sangat cantik seperti ini, walau tanpa kostum yeoja sekalipun”

“Kau menggodaku..” pout Kyuhyun.

“Tidak.. itu kenyataannya..”

Baru Kyuhyun akan menjawab kembali, seorang staff memanggil Kyuhyun untuk melakukan proses pemotretan keduanya.

“Kau sudah selesai Kyu?”

“Ah ya..”

“Kita harus melakukan proses kembali.. kajja

“Baiklah, aku segera menyusul”

Hyuna sedikit membenarkan bedak Kyuhyun, “Aja.. aja hwaiting” Kyuhyun hanya menanggapi dengan memiringkan sedikit bibirnya dan disambut gelak tawa oleh Hyuna.

***

Hasil gambar untuk kyuhyun a24

“Ya.. pertahankan seperti itu, pada hitungan ketiga tersenyumlah..” Boogum memberikan aba-abanya.

“Ya.. bagus.. kita ganti gerakkan” Boogum kembali memberikan arahannya pada Kyuhyun.

Kyuhyun sesekali memandangi Hyuna, ia seakan meminta semangat pada sahabatnya itu. Ntahlah pemotretan pertama tadi, ia sedikit rileks melakukannya. Untuk yang kedua ini ntah mengapa dirinya terasa sangat gugup.

.

.

.

“Aku sangat terkejut dengan kehadiranmu disini tapi juga merasa tersanjung karena kau datang menemuiku” ucap Claudia sesaat Siwon baru saja duduk di sofa.

“Aku hanya sekedar mampir, tadi ada urusan meeting yang kebetulan dekat dengan kantormu” Siwon berbohong, karena sebenarnya ia memang sengaja datang. Ada sesuatu yang seakan menarik dirinya untuk datang, tapi jika Siwon mengatakan hal yang seujujurnya. Ia takut Claudia semakin salah paham kepada dirinya.

“Begitukah?” Claudia sedikit kecewa karena ternyata Siwon bukan dengan niat pribadi untuk datang menemuinya tapi hanya sebuah kebetulan.

“Oh.. hari ini ada project baru yang akan kami luncurkan” Siwon hanya mengangguk mendengarkan. “Kau mau melihat bagaimana kami bekerja?” Tanyanya.

“Tidak akan merepotkanmu?”

“Tentu saja tidak, kajja

Hasil gambar untuk foto siwon and claudia

Claudia segera menggandeng lengan Siwon yang tentu menjadi pusat perhatian di kantornya itu, karena baru kali ini Claudia berani melakukan skinship pada seorang pria bahkan mereka tentu saja mengenal siapa itu Siwon. Claudia membawa Siwon menuju sebuah ruangan, disana terdapat banyak orang yang mengelilingi tempat pemotretan. Siwon sendiri hanya bisa mendengar suara arahan fotografer kepada modelnya.

Ia tidak mengetahui jika sang model adalah seseorang yang sudah banyak menyita perhatiannya bahkan mungkin sudah membuat hatinya menjadi tak karuan. Staff saat melihat kehadiran Claudia segera memberikan akses masuk dan tentu membuat Siwon maupun Claudia bisa leluasa melihat bagaimana sang model menunjukkan bakatnya di depan kamera.

DEG!!!

Siwon sungguh terkejut saat mendapati sosok namja manis yang sudah membuat harinya tak karuan. Tepat di hadapannya…

“Cantik” inner Siwon.

Lama Siwon memandangi Kyuhyun yang sedang diberikan arahan gaya, hingga sebuah pesan membuat Siwon harus mau meluangkan waktunya untuk membaca pesan itu.

From : Donghae

Siwon, kau dimana?

Ada yang harus kita bicarakan, SEGERA..

Siwon hanya mendesah kesal setelah selesai membacanya, lalu segera memasukkan kembali handphonenya kedalam saku celana.

“Claudia aku meminta maaf, tapi aku ada urusan penting, lain kali aku akan berkunjung kembali ke perusahaanmu, jika kau tidak keberatan”

“Tentu.. aku senang jika kau datang”

“Baiklah kalau begitu, aku pamit”

Siwon segera pergi menuju pintu, tapi sebelum pintu tertutup rapat.

“Akhirnya aku tau kau berada dimana sekarang, Kyu.. aku sangat bahagia dan urusan kita belum selesai” gumamnya.

Setelah kepergian Siwon, Claudia segera mendekati Kyuhyun. Ia mencoba memberikan semangatnya bahwa Kyuhyun sangat bekerja keras.

“Aku suka dengan pekerjaanmu, ternyata aku tidak salah pilih” Claudia tersenyum senang.

Kyuhyun harus melakukan beberapa kali pemotretan untuk hasil yang baik, karena memang produk yang akan di iklankannya ini memang adalah produk baru. Tetapi pemilik brand ini sebenarnya adalah perusahaan yang sudah lama berkecimpung dalam produk kosmetik.

“Haahh.. aku sangat lelah”

Kyuhyun merebahkan badannya di sofa, ia baru saja selesai berganti baju dan akan segera pulang. Sembari menunggu Hyuna memasukkan barang-barang bawaan mereka, Kyuhyun lebih memilih untuk memejamkan matanya sejenak di sofa. Tanpa sadar ada seseorang yang mendekati Kyuhyun.

Ia berjalan perlahan tanpa suara, semakin dekat hingga wajah mereka terasa sangat dekat. Kyuhyun menyangka itu adalah Hyuna, tapi saat matanya terbuka, Kyuhyun segera memundurkan wajahnya dan juga membuat namja yang memandanginya segera menjauhkan wajahnya dan berdiri tegap kembali.

“Maafkan aku.. tadi aku hanya.. eum..”

“Tidak apa-apa” Kyuhyun membenarkan letak duduknya, ia segera berdiri dan memasukkan handphone maupun botol minuman ke dalam tas nya.

“Kau akan segera pulang?”

“Eum ya..”

“Oh begitu..”

Keheningan melanda keduanya, hingga Hyuna datang dan seakan menyelamatkan Kyuhyun.

“Kyu.. kita pulang” tapi saat melihat disana ada sosok lainnya, membuat Hyuna menunduk memberikan rasa hormat. “Maaf, aku kira Kyuhyun hanya seorang diri”

“Tidak apa, jadi kalian akan segera pulang”

Keduanya mengangguk, “Bagaimana jika kita makan terlebih dahulu, setelahnya aku akan mengantarkan kalian pulang”

“Tidak usah, itu sangat merepotakanmu, Boogum-ssi

Anieyo.. lagipula aku yang menawarkan kepada kalian”

Kyuhyun memandangi Hyuna yang hanya dibalas gerakkan “Terserah padamu” oleh Hyuna.

“Baiklah.. sebelumnya terima kasih”

Ne.. kajja.. aku tau resto bulgogi yang enak disekitar sini” ujarnya semangat, padahal tadi Boogum terasa kelu lidahnya jika hanya berduaan dengan Kyuhyun, tapi melihat kini ada Hyuna bersama mereka, setidaknya bisa membantunya menetralkan degup jantungnya.

.

.

.

“Siwon.. kau masih sibuk?” Donghae melihat-lihat file yang sedang diketik oleh Siwon.

“Tidak juga..”

“Lalu?? Lagipula kau bisa menyerahkan tugasmu ini kepada Victoria”

“Aku sudah banyak membebankan pekerjaanku kepadanya, hanya dengan beberapa file saja tidak akan menyita segala perhatianku”

Donghae mengangkat bahunya seakan tak peduli, ia memilih duduk di sofa dan mengambil sebuah majalah untuk menghilangkan rasa suntuk. Semenjak Kyuhyun memutuskan berhenti, memang inilah yang dilakukan Donghae. Datang rutin untuk melihat keadaan Siwon bahkan Donghae harus selalu memastikan bahwa Siwon pulang ke rumahnya tepat waktu.

Waktu berjalan begitu cepat, Donghae melirik arloji di lengannya, garis panjang sudah menunjuk angka 12 sedangkan garis pendek menunjuk angka 8. Ia pun mengalihkan pandangan kepada Siwon yang masih setia mengetik di depan laptopnya.

“Bawalah pekerjaanmu ke rumah, jika memang itu sangat penting. Ini sudah sangat malam Siwon, maksudku sangat malam untuk ukuran pekerja seperti kita, kecuali ini adalah waktu yang dini untuk bersenang-senang diluaran sana”

Siwon hanya mendecak malas, sepupunya itu memang terlalu akrab dengan hal yang berbau dunia malam.

“Siwon, kau mendengarku bukan? Kita harus segera pulang”

“Ya… ya.. kenapa kau tidak pulang saja terlebih dahulu”

“Lalu membiarkanmu mengerjakannya sampai dini hari? Tidak Siwon.. kajja, kita pulang”

“Kau sangat berisik Hae” Siwon mematikan laptopnya dan membereskan file-file lalu memasukkannya ke tas kantor.

“Terima kasih atas pujiannya, sepupuku” Donghae mengembangkan senyuman puas melihatnya.

.

.

.

Hari yang dinantikan pun tiba, Kyuhyun sukses meluncurkan produk kecantikan dan membuat namanya menjadi melambung di Korea Selatan, bahkan paras manisnya selalu menghiasi berbagai halaman depan majalah ataupun surat kabar. Kyuhyun pun akan kembali menjalankan iklan selanjutnya untuk menunjang kesuksesan pada iklan sebelumnya.

“Kyu, bagaimana jika malam ini kita rayakan kesuksesan dengan pesta?” usul Claudia.

“Eum aku…”

“Jangan menolaknya, kau bisa melepaskan penatmu dengan berpesta” Hyuna setengah berbisik.

“Baiklah, nanti aku akan menyusul, aku harus berganti baju dulu”

“Ya.. aku akan mengirimkan alamatnya padamu, jangan sampai telat, okay” Claudia segera pergi meninggalkan ruangan dengan matanya yang sibuk melihat ke layar touch screen handphone nya.

Hyuna mengelus bahu Kyuhyun. “Kau masih belum melupakannya?” Melihat wajah Kyuhyun yang terlihat muram sepeninggal Claudia.

“Aku pikir dengan begini aku bisa melupakannya, tetapi ternyata aku salah besar. Bayangannya selalu hadir dalam setiap langkahku, aku harus bagaimana?”

“Lalu Park Boogum?”

Kyuhyun menatap Hyuna bingung, “Kau tak menyadari jika ia menyukaimu?” Kyuhyun menggelengkan kepalanya.

“Ck.. apa karena otakmu selalu terisi oleh namanya, jadi kau seakan buta ada orang lain juga yang menyukaimu”

“Aku hanya menganggapnya teman tidak lebih dan tidak akan pernah lebih, kau mengerti aku Hyuna.. aku bukanlah orang yang mudah untuk jatuh cinta”

Hyuna tersenyum, “Sudahlah lebih baik kita melupakan segalanya dan nikmati pesta yang ada, araseo?”

***

Kyuhyun dan Hyuna memasuki tempat yang di pesan oleh Claudia, mereka hanya memilih menikmati semuanya di pinggir dekat makanan.

“Aku mau mengambil minuman dulu” Hyuna mengangguk.

Saat Kyuhyun sedang menikmati kesendiriannya, ia dikejutkan dengan lengan yang merangkul pundaknya dan didapati sang fotografer yang memang sudah dikenal baik oleh Kyuhyun.

“Ah.. Kau, Boogum.. aku sangka siapa?”

“Kenapa kau memilih sendirian disini?” Tanya Boogum dengan sesekali ia meneguk minumannya.

“Aku hanya sedang tidak enak badan saja”

“Kau sakit?” Boogum terlihat khawatir.

“Tidak.. kau sendiri, mengapa berada disini?”

“Aku memilih untuk bersamamu saja” Boogum semakin mendekati Kyuhyun.

“Ck.. menggodaku?”

“Tidak, aku rasa akan sangat berbahaya membiarkanmu seorang diri disini”

Kyuhyun mendelik sebal kepada Boogum, tanpa mereka berdua ketahui sudah sedari tadi seorang namja tampan memperhatikan gerak-gerik keduanya. Tangannya terkepal di samping badan, mata yang awas seakan membara.

“Kau pikir aku yeoja?”

“Tapi kau lebih cantik dari seorang yeoja

Goda Boogum dengan mengarahkan jari telunjuknya untuk mengangkat dagu Kyuhyun, wajah Boogum hampir saja semakin mendekati wajah Kyuhyun sebelum namja yang sedari tadi memperhatikan mereka, menyeret Kyuhyun keluar dari ruangan pesta.

Boogum dan Kyuhyun terkejut, hanya saja Boogum tidak bisa menarik Kyuhyun kembali karena namja yang membawa Kyuhyun sudah menyeretnya terlalu jauh, bahkan Boogum sendiri tidak dapat memastikan siapa orang yang membawa Kyuhyun.

“Kau siapa? Hey lepaskan”

“Diam dan ikuti saja aku” suara itu, jelas Kyuhyun sangat mengenalnya.

Hingga Siwon menarik Kyuhyun masuk ke dalam mobilnya dan segera membawanya pergi jauh dari tempat tadi. Ntah apa yang ada dipikiran Siwon saat itu, yang saat ini terjadi adalah Siwon hendak membawa Kyuhyun menjauhi lelaki yang berani menyentuh Kyuhyun, karena Siwon tidak menyukai hal itu.

Beberapa kali saat mobil melaju menjauhi tempat pesta, Handphone Siwon berdering pertanda panggilan masuk. Tapi Siwon mengabaikannya, Kyuhyun sendiri enggan bertanya. Yang ada dalam hatinya saat ini, apa yang akan terjadi esok? Bagaimana jika ada yang mengetahui bahwa dirinya pergi bersama Siwon?

Mereka berdua telah tiba di sebuah gedung apartemen yang Kyuhyun sendiri tidak tau dimana letaknya, yang ia pastikan bahwa apartemen ini sudah pasti milik Siwon.

“Keluarlah..” ajak Siwon.

“Untuk apa? Aku ingin pulang”

“Nanti aku akan mengantarmu pulang, tapi biarkan aku berbicara sesuatu kepadamu terlebih dahulu..” melihat bagaimana wajah Siwon yang memohon membuat Kyuhyun mengikuti keinginannya.

Di dalam apartemen Siwon, keduanya hanya terselimuti keheningan. Siwon segera menuju kamarnya meninggalkan Kyuhyun seorang diri. Siwon menghubungi Claudia memastikan bahwa tidak ada siapapun yang mengetahui jika Kyuhyun pergi bersamanya.

“Pestanya telah usai?” Siwon berusaha bersikap terkejut.

“Lalu apa kalian sudah mencari Kyuhyun?” Siwon masih berakting.

“Aku sangat lelah, maafkan aku jika aku tidak pamit kepadamu.. ya.. mungkin Kyuhyun sedang pergi dengan temannya” ada jeda disana “Baiklah.. nanti aku hubungi kau lagi, aku pasti akan beristirahat dengan baik”

Siwon segera memutuskan sambungan telephone nya. Menatap pintu kamarnya, tetapi sebelum keluar kamar. Siwon lebih memilih untuk berganti baju. Setelahnya ia keluar kamar dan mencari keberadaan Kyuhyun, saat melihat pintu balkon yang terbuka Siwon segera melangkah maju kesana tanpa melupakan sebuah selimut dibawanya. Dapat dilihat punggung yang indah itu melihat secara tegas malam yang indah di apartemen Siwon, segera Siwon menyampirkan selimut melihat sepasang tangan mencoba mengahalau kedinginan.

“Pakailah, kau bisa hypothermia jika terlalu lama di tempat dingin dengan baju yang tipis” lalu Siwon juga menyerahkan segelas minuman hangat kepada Kyuhyun.

Keduanya menikmati malam berdua, sesekali Siwon akan mencoba untuk berbincang walau pada akhirnya keheningan kembali melanda.

“Jadi apa yang ingin kau bicarakan denganku?”

Siwon menarik Kyuhyun untuk saling berhadapan dengannya, menyimpan gelasnya di meja lalu tanpa aba-aba membawa Kyuhyun dalam dekapannya.

“Aku sangat merindukanmu…”

Siwon menyimpan wajahnya dalam ceruk leher Kyuhyun, lama tangan Kyuhyun menggantung di kedua sisi tubuh Siwon, hingga akhirnya tangan itu menyambut dengan melingkarkannya dipinggang Siwon.

“Aku juga merindukanmu..”

“Sebulan tak bersamamu, aku merasakan sakit”

Kyuhyun melepaskan pelukannya, ia melihat wajah Siwon yang kini berkaca-kaca. Kyuhyun menggelengkan kepalanya.

“Ini tidak benar Siwon…”

“Aku tau.. tapi, aku menyayangimu…”

Kyuhyun merasa berbunga tapi di sisi lain ia pun merasa kenyataan seakan mentertawakannya, Siwon bukanlah untuknya.

“Siwon…”

Siwon sangat tau jika Kyuhyun pasti akan membantah ucapannya, ia segera menempelkan bibirnya pada bibir bawah Kyuhyun, sedikit melumatnya dan membuat Kyuhyun beberapa kali mengerjapkan matanya. Tangan kanan Siwon menekan tengkuk Kyuhyun untuk memperdalam ciuman mereka. Hingga Kyuhyun terbuai akan ciuman Siwon.

Hasil gambar untuk siwon dan kyuhyun kiss

Mereka larut dalam decakan panas, Siwon membawa tubuh Kyuhyun tanpa melepaskan ciumannya. Ia terus membawa Kyuhyun ke dalam kamarnya, hingga tubuh keduanya limbung ke atas ranjang. Siwon sedikit memisahkan jarak wajah mereka, walau bibirnya masih mengecupi bibir Kyuhyun, bahkan tangannya tak pernah lepas untuk mengelus rambut Kyuhyun.

“Kenapa kau lakukan ini, Siwon?” Ucap Kyuhyun setelah Siwon benar-benar melepaskan pagutannya, mereka tidur berhadapan.

“Karena.. aku tidak bisa tanpamu…”

“Lalu bagaimana dengan…” ucapan Kyuhyun menggantung saat Siwon kembali membawa Kyuhyun kedalam ciuman panasnya.

“Jangan ucapkan nama siapapun saat kita berdua, aku mohon” ucap Siwon dengan jarak yang masih sangatlah dekat.

Kyuhyun membawa tubuh Siwon kedalam pelukannya. Ntah siapa yang memulainya kembali, tapi kini Siwon sudah berada di atas tubuh Kyuhyun, suhu panas tubuh mereka terbalut akan dawai asmara, bahkan tangan keduanya seakan meminta lebih dengan menggapai bagian tubuh masing-masing, baju sudah berserakan dan biarkan malam ini akan menjadi malam terindah bagi keduanya.

Setelah melihat Siwon tertidur lelap disampingnya, Kyuhyun mengambil handphone nya terdapat 15 x panggilan masuk dan sekitar 30 pesan yang tidak ia buka sama sekali. Yang ada dipikiran Kyuhyun, ia harus mengirimkan pesan kepada Hyuna.

Aku bersama seseorang…

Jangan kahwatirkan, aku..

Dan sebelumnya, aku meminta maaf karena pergi tanpa pamit bahkan mungkin mengacaukan pesta.. aku akan menceritakannya esok.. jangan tunggu aku malam ini.

Kyuhyun kembali memandang wajah Siwon yang terlihat sangat damai saat tertidur, pahatan sempurna dari Tuhan. Ia menarik selimut yang menutupi tubuh polos keduanya. Setitik air mata jatuh di sudut mata Kyuhyun, ia membiarkannya begitu saja. Memilih untuk memejamkan matanya dan meletakkan kepalanya di dada Siwon, biarkan pada hari ini Kyuhyun dan Siwon mengukir  kenangan yang tidak akan pernah terlupakan.

Good nite, Siwon…” Kyuhyun mengecup dahi dan juga bibir Siwon, sebelum akhirnya ikut dalam buaian mimpi indah.

.

.

.

Setelah kejadian pesta dan berakhir dengan Siwon membawa Kyuhyun ke apartemennya, hubungan Siwon maupun Kyuhyun kembali membaik, terkadang mereka mengirimkan pesan untuk menyemangati satu sama lainnya. Bahkan sesekali Kyuhyun akan datang ke apartemen Siwon hanya sekedar untuk melepaskan penat.

“Sepertinya kau selalu datang menemuiku”

“Dan sepertinya.. aku akan selalu datang menemuimu..” ucap Donghae santai.

Siwon hanya tersenyum mendengar jawaban Donghae, ia kembali mengerjakan file nya. Tetapi melihat gerak-gerik Donghae yang duduk tidak nyaman membuat Siwon segera menutup file nya dan memilih untuk duduk bersama di sofa.

“Ada apa?”

“Apa kau sudah menemuinya?”

“Menemui siapa?”

“Ck.. pabo

Siwon hanya mendengus saat Donghae menyebut bodoh kepadanya, lalu ia kembali mengingat sebelum akhirnya memilih untuk tersenyum.

“Kenapa kau mengulur waktu?”

“Aku hanya belum siap”

“Lalu kapan siapmu? Sampai pada akhirnya Kyuhyun meninggalkanmu, begitu? Lalu kau harus tetap menikahi Claudia?”

“Donghae..” hardik Siwon.

“Aku hanya mencoba membantumu dan semua akan tetap kembali kepadamu, jika kau saja diam seperti ini terus. Bagaimana nasib kedepannya? Jangan menyakiti hati yang tulus mencintaimu Siwon…”

“Donghae, kau tau sendiri aku tidak bermaksud…”

“Aku tau Siwon, maka itu.. pergilah temui dia.. kau pasti akan tau jawabannya”

Siwon  terdiam, Donghae lebih memilih untuk pergi. Ia tidak bisa menekan Siwon terus menerus jika Siwon sendiri tidak mau bertindak. Tapi belum Donghae membuka pintu…

“Baiklah.. aku akan pergi menemuinya”

“Baguslah..” Donghae segera membuka pintu dan menutupnya kembali.

Siwon memandang hampa ke arah pintu, bukan ia tak ingin bertemu, hanya saja Siwon pun masih terasa bingung akan hatinya walau ia sendiri pun tak ingin perjodohan dengan Claudia berlanjut.

.

.

.

Claudia berniat berkunjung ke apartemen Siwon, tetapi belum sampai ia menuju pintu kamar Siwon, Claudia menemukan Kyuhyun yang sedang berjalan riang menuju pintu apartemen Siwon, dan terkejutnya ia saat melihat bagaimana Siwon menatap dan merangkul mesra Kyuhyun

“Apa yang sebenarnya tidak aku ketahui, selama ini?” Claudia membalik arah tubuhnya untuk pergi dari apartemen.

Sesaat ia memasuki mobil, Claudia mengirimkan sebuah pesan kepada seseorang, setelahnya ia memilih untuk segera meninggalkan tempat. Pikirannya terlalu di isi dengan berbagai pertanyaan.

***

“Jadi bagaimana harimu?”

“Ya.. seperti biasa, pekerjaan yang menumpuk dan juga beberapa meeting yang harus aku lakukan”

Kyuhyun berjalan memutar agar bisa berdiri di belakang Siwon dan segera memijit perlahan dari mulai tengkuk, kepala belakang hingga dahi Siwon. Membuat Siwon terlena oleh pijatan itu.

“Selain mempunyai wajah yang manis, ketrampilan memasak yang baik bahkan kini kau bisa memijat dengan sangat baik pula. Kau memang istri yang idaman” ucapan Siwon membuat pekerjaan Kyuhyun terhenti sebelum akhirnya hanya suara tertawa yang didengar oleh Siwon.

“Kenapa?”

“Tidak ada.. hanya lucu akan ucapanmu”

Siwon melepaskan tangan Kyuhyun, ia mencoba duduk dengan tegak dan memutar arah tubuhnya.

“Kyu, aku berbicara yang sesungguhnya..”

“Dan aku pun berkata jujur”

“Kyu…”

“Siwon, jangan memulainya.. kita sudah mempunyai hubungan yang baik sekarang ini”

Siwon memeluk Kyuhyun, menempatkan kepalanya di perut Kyuhyun. Ia tak ingin mendengar segala ucapan Kyuhyun yang hanya akan menyakiti dirinya saja. Tanpa Siwon tahu, jika Kyuhyun pun sedang menekan hatinya saat ini.

“Kita tidak bisa seperti ini terus”

“Tapi aku tidak bisa melepaskanmu, Kyu…”

“Jika begitu, lepaskan dia… aku tersakiti Siwon…”

Siwon mendongakkan wajahnya, menarik tangan Kyuhyun agar duduk di pangkuannya. Menatap Kyuhyun dalam sebelum akhirnya membawa Kyuhyun larut akan dawai cinta dalam sebuah ciuman panjang.

.

.

.

Hari libur, Kyuhyun gunakan untuk bersantai di apartemen. Ia terlalu lelah dengan segala kegiatan pemotretan, syuting bahkan juga interview yang harus di jalaninya. Tapi walau begitu, ia merasa bahagia melakukannya.

“Minum dulu, Kyu..”

Memang setelah pindah apartemen, Kyuhyun memilih mengajak Hyuna untuk tinggal bersamanya, toh ia dan Hyuna termasuk orang yang sudah tidak memiliki keluarga.

“Terima kasih..”

Kyuhyun menyimpan gelas yang masih terisi setengah air hangat didalamnya ke atas meja, ia lalu memilih untuk menyalakan music. Mendengarkan alunan lagu dengan cuaca yang sedikit mendung membuat perasaan akan semakin nyaman.

“Bagaimana hubunganmu dengannya?”

Kyuhyun yang baru saja menikmati waktu dengan tenang, harus kembali dalam keadaan serius. Hyuna bukan tidak menginginkan Kyuhyun menikmati liburannya, hanya saja hubungan Kyuhyun dan Siwon tentulah harus ada titik temu untuk penyelesaian.

“Kami baik”

“Hanya itu?”

Kyuhyun menghembuskan nafasnya, apa yang harus dijawabnya? Karena memang hubungan mereka masih dalam status yang tidak jelas.

“Lalu aku harus menjawab apa?”

“Aku tak tau, Kyu.. tapi setidaknya, aku hanya ingin kau bahagia..”

Kyuhyun memandang Hyuna dan tersenyum menenangkan, “Terima kasih atas perhatianmu..”

Hyuna berdiri mendekati Kyuhyun, membawanya ke dalam dekapan seorang kaka kepada adiknya.

“Aku menyayangimu Kyu.. dan aku akan selalu melindungimu..”

“Sekali lagi terima kasih…”

***

Siwon sedang membaca Koran yang dibawakan seorang maid kepadanya, selepas sarapan. Ia lebih memilih untuk menyendiri di ruang kerjanya dan membaca hal yang ringan untuk mengisi waktu.

Tanpa mengetuk pintu, Appa Choi datang dan duduk di hadapan Siwon. Ia menelisik bagaimana wajah anaknya yang sedikit berbeda dari beberapa tahun sebelumnya, ada perasaan bahagia dihatinya. Sedikit terusik dengan pandangan itu, Siwon menghentikan bacaannya.

“Pernikahanmu tinggal menghitung bulan. Apa yang masih kau inginkan? Appa akan membantumu untuk menyiapkan segala keperluannya” ujar Appa Choi membuka percakapan.

Raut wajah Siwon terlihat berbeda dari sebelumnya, ada sedikit ketegangan disana. Dan hal itu tidak terlewatkan oleh pandangan Appa Choi. Lama Siwon terdiam, tapi setelah menenangkan hatinya Siwon berusaha menjawab pertanyaan Appa nya.

“Jika aku mengatakannya, apakah Appa mau mewujudkan keinginanku?”

“Apa?” Appa Choi terlihat sangat tertarik mendengar keinginan Siwon. Karena semenjak mendiang istrinya tiada, Siwon bukanlah anak yang selalu meminta sesuatu hal kepadanya.

“Jika aku berkata bahwa aku tidak ingin menikah dengan Claudia, apa Appa tidak akan marah?” ujar Siwon tenang.

Appa Choi berusaha mencerna apa yang dikatakan oleh Siwon, tapi ia yakin pendengarannya masih sangatlah baik, “Apa yang kau katakan?”

“Itulah yang sedang aku katakan Appa, aku sangat bersungguh-sungguh. Tidak pernah dalam kehidupanku, aku menolak keinginan Appa. Tapi bisakah kali ini saja aku menentangnya?”

Appa Choi setuju akan ucapan Siwon, tapi ia perlu mengetahui hal apa yang terjadi sebenarnya. “Ada apa denganmu Siwon? Apa yang sedang terjadi?”

“Aku tidak mencintainya Appa.. aku.. aku.. mencintai orang lain” Siwon hanya bisa memejamkan matanya setelah mengucapkan hal itu.

Mwo??”

Keheningan kembali melanda, Siwon pun akhirnya memberanikan diri membuka matanya, dilihatnya kini Appa Choi yang terlihat tenang.

Appa..”

“Siapa?”

Appa.. apa kau..”

“Siapa?” sela Appa Choi kembali.

Siwon menggigit bibir bawahnya, Appa nya terlihat sangat tenang dan ini membuat hatinya semakin dilanda gelisah. Wajah Appa nya yang tidak bisa terbaca membuatnya tidak bisa mengantisipasi apa yang akan terjadi selanjutnya. Tapi Siwon tentulah harus memberitahukan semuanya, cepat atau lambat.

“Dia.. Cho Kyuhyun”

“Apa? Maksudmu… jangan bercanda Siwon” Appa Choi terlihat sedikit gusar mendengarnya.

“Aku sedang tidak bercanda Appa.. aku memang mencintainya”

“Tapi itu tidak mungkin” Appa Choi mengusap wajahnya.

“Aku tau.. tapi bisakah Appa tidak menekanku untuk menikah dengan Claudia”

“Lalu kau akan menikahi Kyuhyun begitu? Tidak Siwon… tidak akan pernah” Appa Choi memilih berdiri dan menggelengkan kepalanya seakan menegaskan bahwa ia tidak setuju akan ucapan anaknya itu.

“Aku tau permintaanku ini terlalu mengejutkan bahkan tidak rasional. Tapi inilah yang sedang terjadi kepadaku..”

“Kau sudah memikirkannya secara matang?”

“Tentu…”

Appa Choi terdiam, ia memejamkan matanya sejenak. “Tidak semudah itu untuk melakukannya, Siwon.. kau tetap harus memikirkannya berulang kali. Buanglah perasaanmu dan kembalilah ke jalan yang benar, dengan memilih Claudia sebagai pasanganmu..” ucap Appa Choi final dan memilih segera pergi sebelum Siwon akan kembali membantahnya.

.

.

.

Mengingat kejadian pertemuan dirinya dengan Donghae beberapa waktu lalu dan juga dikarenakan perdebatannya dengan sang Appa kemarin, membuat Siwon untuk memilih segera bertemu dengan seseorang yang Donghae sarankan, akan membantunya dalam mengatasi masalah.

“Ini terlalu mengejutkan, seorang Choi datang kesini”

Hasil gambar untuk sukchun hong

Sukchun tersenyum sembari membawakan segelas teh hangat untuk Siwon, ia tidak mungkin salah menilai jika kini Siwon sedang dalam masalah pelik. Karena memang sudah dalam waktu yang lama mereka tidak berkomunikasi.

“Aku teringat kepadamu, Hyung maka aku datang” Siwon terlihat kacau saat ini.

“Kau sedang ada masalah dalam urusan cinta?”

“Sepertinya begitu”

“Kau datang pada orang yang salah, maksudku.. aku tidak mengerti untuk masalah yang kau hadapi dengan Claudia”

“Bukan dia. Tapi orang lain” sanggah Siwon cepat.

Nugu?”

“Kyuhyun.. Cho Kyuhyun” ujar Siwon mantap.

“Kyuhyun? Model itu kah?” Siwon mengangguk.

“Aku.. aku tidak mengerti, apa maksudnya semua ini Siwon?” Sukchun merasa tidak salah mendengarkah? Seorang Siwon ternyata mempunyai permasalahan cinta yang sama sepertinya?

“Aku mencintai Kyuhyun. Bukan Claudia”

Mworago?” Kali ini Sukchun merasa bahwa Siwon tidaklah bercanda.

“Apa yang harus aku lakukan? Semua sangat menaruh harapan besar padaku”

Sukchun menepuk pundak Siwon bersimpati kepadanya, ia tau apa yang dihadapi Siwon saat ini pasti sangat menyulitkannya. Bahkan dulu saat ia memberitahukan kepada dunia, ia perlu menenangkan dirinya selama beberapa tahun di Negara lain. Lalu bagaimana jika public tau mengetahui tentang orientasi seksual Siwon?

“Kau benar-benar mencintai Kyuhyun?”

Siwon memandang Sukchun, ia tak mengerti mengapa Sukchun masih menanyakan hal yang bahkan sangat tau jawabannya.

“Berpikirlah secara jernih dulu Siwon, apa kau benar mencintai Kyuhyun atau sekedar mengangguminya, karena ini bukanlah hal yang mudah”

“Aku sudah merenungkannya. Tapi seakan pusat kehidupanku semua berada pada Kyuhyun, Hyung

“Lalu sekarang ini apa yang akan kau lakukan?”

“Mengapa tidak membantuku mencari solusi?” Siwon balik bertanya.

“Karena sebenarnya solusi itu ada pada dirimu sendiri Siwon, kau lah yang berhak menentukan segala sikapmu. Kau sudah dewasa, walau kau juga masih harus menghormati Appa mu. Tapi bukan berarti kau bisa di atur untuk masalah cinta, ingat Siwon. Cinta adalah anugerah, kau bisa mencintai siapapun jika kau menginginkannya, tapi terkadang cinta itu sulit. Jika begini, maka keputusanmu lah yang akan menjadi titik jawabannya”

“Maksudmu?”

“Jika kau benar-benar mencintai Kyuhyun, maka hal utama yang harus kau lakukan adalah mencari tahu apakah Kyuhyun juga mencintaimu. Jika ternyata kalian saling mencintai, maka untuk mengambil langkah selanjutnya akan lebih mudah. Tapi jika ternyata Kyuhyun tidak mencintaimu, maka lebih baik kau menghilangkan perasaan itu.”

“Tapi ini tak mudah”

Sukchun tersenyum, “Menjadi sepertiku juga tidaklah mudah, mungkin sebagian orang menerima keberadaanku saat ini, tapi aku pun tidak bisa mengetahui apakah sebagian lain juga bisa menerima keberadaanku atau tidak. Karena kita tidak bisa mengatur semua orang untuk mengerti akan kita”

“Mengapa cinta ini membuatku bingung?”

Sukchun kembali tersenyum dan menepuk bahu Siwon, “Karena cinta itu adalah suatu hal yang berharga yang patut untuk di perjuangkan.”

“Lalu aku harus bagaimana?”

“Tanyakan pada hatimu… tetapi sebelum memutuskan semuanya, kau harus menyelesaikan segala permasalahanmu terlebih dahulu barulah kau akan bisa menggapai apa yang ingin kau dapatkan”

Siwon mengusap wajahnya.

“Siwon.. keputusan yang kau ambil adalah keputusan yang sangat besar, bukan hanya namamu yang menjadi taruhannya, tetapi juga nama baik keluarga. Tapi jika kau sudah yakin akan keputusanmu itu, apapun rintangannya. Pasti kau akan sanggup menghadapinya.”

.

.

.

Siwon berjalan cepat menuju perusahaan Claudia, ia mendapatkan informasi jika Kyuhyun akan segera dipindahkan untuk menjalani karantina model di Jepang. Siwon sendiri tidak mengerti ada apa dengan Claudia, setaunya Kyuhyun sangat berpotensial di Korea dan dia mengakui bahwa Kyuhyun bisa melebarkan sayapnya di Jepang bahkan Negara manapun, hanya saja mengapa terlalu cepat untuk mengambil sebuah keputusan.

“Siwon..” Claudia menatap senang saat Siwon hadir di hadapannya.

“Aku datang untuk…”

“Duduklah dulu, aku akan membuatkanmu minum”

Siwon menatap segala gerakkan Claudia, ia kini sedang berpikir bagaimana seharusnya berkata kepada Claudia akan maksud dari kedatangannya.

“Ini.. minumlah dulu” Claudia menyodorkan secangkir teh ke hadapan Siwon.

“Terima kasih”

Claudia terlihat sangat tenang, itulah yang membuat hati Siwon semakin tidak karuan. Seharusnya tadi ia berbicara dulu dengan Donghae, setidaknya Donghae pasti akan memberikan nasehat yang terbaik untuknya. Tetapi Siwon memang tidak akan bisa berpikir secara bijak jika sudah menyangkut mengenai Kyuhyun.

“Aku tau maksud kedatanganmu”

Mwo?”

“Aku memang bermaksud untuk memisahkan kalian” Claudia menatap tajam Siwon, pandangannya terlalu mengintimidasi Siwon. “Karena aku tau apa yang kalian lakukan dibelakangku..”

“Apa maksudmu Claudia?”

“Apa maksudku? Seharusnya aku yang berkata seperti itu, Siwon.. kau tau? Aku sakit mengetahuinya…”

“Claudia.. aku…”

Claudia mengangkat tangannya seolah meminta Siwon diam, dia hanya berharap Siwon bisa mengerti perasaannya walau itu sedikit saja.

“Apa kau kira, aku melihat benar-benar potensi yang ada di dalam diri Kyuhyun? Ya.. benar aku akui, jika Kyuhyun berpotensi untuk menjadi model, tapi dilain hal itu. Aku ingin menjauhkannya darimu Siwon”

“Apa?” Siwon tak mengerti, mengapa seolah Claudia sudah mengetahui semuanya, apa selama ini Claudia memantaunya?

“Siwon.. aku mencintaimu, apakah kau tak menyadari hal itu? Apa yang kau lakukan padaku, itu menyakitiku… kau berkata kepadaku untuk mencobanya, tapi yang kau lakukan??”

Hanya keheningan melanda, Siwon tidak tau apa yang harus dikatakannya saat ini, ia memang mencintai Kyuhyun, tapi ia sendiri tak tau apa yang harus dilakukannya agar Claudia mengerti dan tidak merasa tersakiti.

“Kau terlalu munafik untuk tidak mengakuinya, aku mengetahuinya Siwon.. dan aku kini sedang berusaha menyadarkanmu. Kau tidak mungkin bisa bersama Kyuhyun, kalian tidak mungkin bisa bersama”

“Kenapa?”

“Kau tanya kenapa? Ck.. kau tak melihat bagaimana pandangan orang jika ternyata CEO muda yang di agungkan ternyata seorang gay?”

“Apa yang salah dengan itu?” Siwon terlihat marah kini.

“Sangat salah Siwon. Karena laki-laki diciptakan untuk perempuan, agar mereka sempurna”

“Lalu jika cinta itu tumbuh begitu saja, apa kau pikir ini bukan rencana Tuhan?”

Claudia memandang marah Siwon, air matanya yang dibendung tak tahan jua untuk keluar.

“Aku akan meminta Appa memajukan tanggal pernikahan kita”

“Apapun yang akan kau lakukan, itu akan semakin menyakiti dirimu sendiri Claudia, karena kau sendiri sudah mengetahui jawaban yang ada pada diriku. Tetapi sebelumnya, aku meminta maaf kepadamu.. aku yang bersalah, aku memang bukanlah seseorang yang tegas, jika pada awalnya aku menolakmu dengan tegas mungkin semua ini tidak akan pernah terjadi, tapi semuanya sudah terjadi.. aku hanya berharap kau bisa mengerti…”

Siwon hendak melangkah pergi sebelum sebuah tangan melingkar di perutnya, Claudia memeluk Siwon dari belakang menumpahkan segala rasa sakitnya melalui tangisan pilu.

“Maafkan aku Claudia, aku telah menyakitimu…”

“Jika begitu, menikahlah denganku.. semuanya akan menjadi baik kembali”

Siwon menggeleng, “Itu bukanlah solusi, aku tau dunia pasti akan marah kepadaku. Tapi dunia akan semakin marah jika aku menyakiti perempuan sepertimu.. kau adalah orang yang baik, aku yakin kau akan mendapatkan pengganti yang lebih baik dariku..”

“Tidak Siwon, jangan lakukan ini”

Siwon mencoba melepaskan pelukan Claudia dan segera pergi meninggalkannya tanpa melihat kembali ke belakang, hanya sebuah kata yang semakin membuat Claudia runtuh akan kekuatannya.

“Maafkan aku…”

.

.

.

“Aku ingin menawarkan sesuatu untukmu” Claudia menyerahkan sebuah map ke hadapan Kyuhyun.

“Apa ini?”

“Bukalah..” Kyuhyun ragu membukanya tetapi karena keingintahuannya lah yang akhirnya memberanikan untuk membuka map itu.

“Jepang?”

“Heum.. aku berharap kau bisa melebarkan sayap kinerjamu disana, pasar Jepang sangatlah menguntungkan untukmu untuk melangkah go international nantinya”

“Tapi.. ini terlalu cepat menurutku”

“Menurutku ini hal yang sangat tepat, kau berhak mendapatkannya. Pergilah kesana, aku akan membantu proses untuk pendataanmu disini agar kau bisa ikut karantina dan akhirnya bisa melangkah menjadi model di Jepang”

“Tawaran seperti ini tidak akan datang untuk kedua kalinya” Claudia mencoba meyakinkan Kyuhyun kembali saat melihat Kyuhyun hanya terdiam.

“Aku perlu memikirkan ulang semuanya, maksudku ini terlalu mendadak Claudia” gumam Kyuhyun akhirnya.

“Tidak perlu memikirkan ulang, ini saatnya kau pergi..”

“Apa maksudnya dengan aku pergi? Seolah-olah kata itu…” belum Kyuhyun melanjutkannya, Claudia semakin berjalan mendekati Kyuhyun. Kini pancaran wajahnya sangat berbeda, terlihat tidak bersahabat.

“Intinya kau harus pergi dari Korea. Itu mauku” Claudia berbalik dan menjauhi Kyuhyun untuk duduk di atas meja kerjanya.

Mwo?

“Apa perlu aku perjelas sekali lagi?”

“Tapi kenapa… kau sangat menginginkan aku pergi, apa salahku?”

“Apa salahmu?” Cladia tersenyum sinis, ia memalingkan wajahnya dan menyentuh figura foto yang tersimpan disana.

Claudia mengarahkan pigura foto ke hadapan Kyuhyun,

Hasil gambar untuk foto siwon

“Jika aku mengatakan bahwa semua ini adalah karena dia, apa kau mengerti?”

“Siwon??” Ada sebersit rasa tidak enak dihatinya, hanya saja Kyuhyun berusaha menutupi hal itu.

Claudia menyimpan dengan apik foto yang memang sudah tersimpan beberapa bulan di meja kerjanya itu.

“Ya.. dia calon suamiku, Choi Siwon, calon suamiku.. siapapun yang menghalangiku untuk mendapatkan kebahagiaanku termasuk mendapatkan Siwon, maka dia harus menyingkir dari hadapanku” Claudia selalu menekankan kata dalam ucapan calon suamiku kepada Kyuhyun.

Kyuhyun tak bergeming ia tentu terkejut dengan segala ucapan Claudia, tidak pernah menyangka bahwa Claudia mempunyai sisi egoisnya.

“Aku mengetahui semuanya Kyuhyun. Jadi aku harap kau bisa pergi dari Korea dan menetaplah di Jepang, aku tidak membuangmu, bahkan aku memberikan sebuah kesempatan besar untukmu. Oh.. perlu diingatkan kembali bahwa kau bisa menjadi seperti ini adalah hasil dari kerja kerasku…”

“Claudia.. aku..”

Claudia menggelengkan kepalanya, “Tidak ada pembelaan Kyuhyun, menurutku semua sudah kau mengerti. Apa yang kalian berdua lakukan dibelakangku itu adalah suatu dosa besar, kau tentu sangat mengetahui siapa Choi Siwon dan bagaimana nama besarnya, lalu jika semua orang mengetahui bahwa kalian itu..” Claudia memasang ekspresi penuh ketidaksukaan.

“Apa yang akan terjadi nantinya?? Dan bagaimana nasib Choi Siwon kedepannya? Oh.. bahkan karirmu akan jatuh seketika” lanjutnya.

Claudia memandang intimidasi terhadap Kyuhyun dan hanya dibalas oleh diam seribu bahasa, Kyuhyun sendiri tidak tau harus berbuat apa sekarang ini. Bahkan ia seakan disadarkan dengan kata-kata sinis dari Claudia.

“Aku bisa memaafkan kalian berdua, aku anggap kalian berdua melakukan hal yang khilaf. Maka itu pergilah dan biarkan Siwon memiliki hubungan yang normal pada umumnya”

Kyuhyun menatap Claudia tanpa ekspresi.

“Aku berterima kasih atas kerja kerasmu untuk karirku, jika kau memang memintaku untuk pergi maka aku akan pergi…” Kyuhyun membungkukkan badannya.

Belum tangan Kyuhyun menyentuh kenop pintu, Claudia kembali berucap.

“Aku harap kau tidak perlu menghubungi Siwon kembali, jangan menjeratnya ke lembah hitam dan menjadi pendosa”

Kyuhyun membalikkan badannya, “Aku mengerti… aku harap kau bisa memberikan cinta yang lebih untuk Siwon dan menjaganya dengan baik. Satu lagi, cinta itu adalah suatu anugerah, walau kau melihat sisi yang menjijikan disana tapi Tuhanlah yang menciptakan rasa itu, maka kau perlu menghargainya. Memaksakan kehendak akan cintamu pun tidak akan bisa membuatmu bahagia. Karena cinta yang murni adalah cinta yang tidak ada paksaan disana, permisi”

Kyuhyun segera berlalu keluar ruangan. Rasa sakit hatinya, kesalnya, marahnya semua bercampur aduk. Ia perlu menenangkan dirinya di apartemen. Terlintas dalam pemikirannya apakah ini akhir dari kisah cinta dirinya dan Siwon?

***

Kyuhyun lebih memilih untuk mengurung diri di kamarnya, bahkan Hyuna sudah berkali-kali memintanya untuk keluar kamar. Tapi hasilnya selalu nihil, pintu kamar tidak pernah terbuka. Hyuna akhirnya lebih memilih membiarkan Kyuhyun menenangkan hatinya terlebih dahulu.

Lama Kyuhyun berdiam diri akhirnya ia pun memilih untuk menemui Hyuna, Kyuhyun tau jika Hyuna pasti sangat mencemaskan keadaannya.

“Hyuna..” panggil Kyuhyun, tapi tak ada suara yang menyautnya.

Kyuhyun berjalan semakin ke dalam dan mencoba mencari dengan berjalan perlahan ditengah kegelapan menuju kamar Hyuna, tapi tak ditemukannya. Kyuhyun kembali menuju ruang tengah mencoba menggapai dinding dan mencoba mencari saklar. Saat lampu menyala, Kyuhyun dapat melihat sosok yang dirindukannya.

Siwon. Dia berada disana, duduk terdiam dan mungkin sedari tadi Siwon sudah melihat gerak-gerik dari Kyuhyun.

“Siwon apa yang kau lakukan disini?” Kyuhyun mencoba memalingkan mukanya, ia merasa malu kini. Keadaannya sedang tidak baik.

“Aku hanya ingin menemuimu, aku merindukanmu Kyu..” ucapnya dan kini berjalan mendekati Kyuhyun.

“Siwon aku mohon jangan membuatku menjadi seseorang yang egois” Kyuhyun berjalan mundur tapi Siwon tak gentar untuk semakin mendekatinya.

“Tapi aku mengharapkan kau egois kepadaku. Tolong gapai aku, Kyu… jangan biarkan aku bersamanya” Siwon memelas, bahkan kini helaan nafas Siwon semakin terasa mendekati wajahnya. Kyuhyun sendiri semakin terpojok karena dinding yang menghalangi tubuhnya untuk mundur.

Kyuhyun mencoba untuk tegar, ia memandang kearah Siwon, “Kau yang bisa mencegahnya, tapi kau sendiri tidak bisa melakukannya bukan? Apa yang kau lakukan selama ini? Kau membiarkan dia tetap mempunyai rasa suka kepadamu tetapi di sisi lain kau ingin tetap bersamaku”

“Kyu..”

“Siwon.. cukup, lihatlah aku?? Apa yang aku dapatkan ini adalah buah kebaikan dari Claudia”

Siwon menggelengkan kepalanya tanda tak setuju, “Aku akui jika Claudia membantumu, tapi bukan berarti dia lah penentu kesuksesanmu, Kyu.. karena kau sendiri yang bisa melakukannya.”

Kyuhyun memejamkan matanya, ia tidak boleh lemah akan ucapan Siwon. Walau ia akui, ucapan Siwon tentu ada benarnya. “Tapi bagiku sama saja, Siwon… aku..”

“Kau mencintaiku kan Kyu?” Potong Siwon.

Kyuhyun hanya mampu terdiam, matanya memandang dalam wajah Siwon.

“Kyu… aku mohon jawab aku”

“Aku tidak tau, Siwon.. ini terlalu rumit bagi kita, aku tidak ingin menyakiti dirinya semakin dalam” Kyuhyun menangis, ia sebenarnya tak sanggup membohongi hatinya bahwa Kyuhyun ingin bersama dengan Siwon, tapi disisi yang lainnya ia teringat akan Claudia.

“Tapi jika akupun bersamanya, aku tetap akan menyakitinya.. karena aku tidak bisa mencintainya”

Kyuhyun memejamkan matanya, tak sanggup melihat betapa dalam cinta Siwon dalam pancaran matanya itu. Ia tak ingin lemah, tapi apa daya hatinya pun tidak bisa menolak akan dekapan hangat Siwon. Karena kini Siwon merengkuh tubuhnya dalam pelukan manisnya. Siwon terus membelai rambutnya dan sesekali mencium pucuk kepalanya.

Uljima… aku sakit jika melihatmu seperti ini”

Kyuhyun sempat terdiam sebelum akhirnya dia mengatakan, “Jika kau tidak ingin melihatku menangis, maka pergilah… rengkuh Claudia. Jauh dariku, hiduplah berbahagia dengannya. Jadilah manusia yang normal dan membanggakan bagi Appa mu, Siwon”

Usapan Siwon terhenti, ia tidak menyangka bahwa Kyuhyun akan menyerah.

“Kyu…”

“Jangan perdulikan aku.. pergilah Siwon, aku akan hidup bahagia, tak akan ada tangisan lagi. Aku berjanji”

Kyuhyun melepaskan pelukan Siwon. Menghapus air matanya yang masih saja mengalir di keduaa pipinya. Mendorong Siwon untuk menjauh, lalu memilih  beranjak menuju kamarnya, sebelum kenop pintu kamar Kyuhyun terbuka.

“Jika itu mau mu, aku akan melaksanakannya. Aku tidak tau, perjuanganku untuk mendapatkanmu harus berakhir seperti ini”

Kyuhyun masih diam tak bergeming, air mata masih terus berjatuhan di pipinya. Sakit, itulah yang dirasakannya. Ucapan Siwon tentu sangat menyakiti hatinya, siapa yang tidak sedih saat orang yang kau cintai akhirnya memutuskan berhenti mencintaimu? Walau itupun adalah keinginanmu sendiri.

“Aku pergi Kyu… selamat tinggal dan aku akan pegang janjimu agar kau selalu bahagia”

Kyuhyun masih saja terdiam, hingga ia mendengar suara pintu tertutup maka tubuh yang sedari tadi di topangnya, jatuh juga ke lantai. Ia menangisi betapa bodohnya, betapa lemahnya ia. Karena tidak bisa mempertahankan cintanya, kesakitan ini persis saat ia ditinggal pergi selamanya oleh kedua orang tuanya.

***

“Kyu…” Hyuna yang baru saja masuk apartemen langsung berlari menuju Kyuhyun, ia mencoba mendudukan Kyuhyun yang terlihat meringkuk di lantai.

Hyuna memang sengaja keluar apartemen saat Siwon datang, menurutnya Kyuhyun perlu berbicara empat mata dengan Siwon, tapi terkejutnya ia saat melihat Siwon yang keluar apartemen dengan wajah marah dan juga sedih. Maka itulah membuat Hyuna langsung memasuki apartemen.

“Kau tak apa?” Hyuna mendekap kepala Kyuhyun di dadanya. Tak ada jawaban hanya sebuah isakan tangisan pilu yang didengarnya.

Uljima… aku selalu bersamamu… uljima

“Aku melepasnya, aku melepasnya pergi…”

“Menangislah Kyu… jika dengan menangis kau akan tenang, lepaskan semua bebanmu. Setelah ini, berjanjilah jangan ada tangisan kembali… aku tak ingin kau bersedih”

Kyuhyun semakin meringkukan badannya di pelukan Hyuna, mungkin inilah yang terbaik bagi dirinya, Siwon maupun Claudia. Cinta tak perlu harus saling memiliki.

.

.

.

Semenjak kejadian semalam, kehidupan Siwon seakan hancur begitu saja. Appa nya bahkan merasa menjadi manusia yang gagal. Tidak pernah seumur hidupnya melihat bagaimana Siwon layaknya manusia yang tidak ingin hidup.

“Kenapa semua menjadi seperti ini? Apa yang harus aku lakukan agar anakku bisa bahagia kembali?”

Appa Choi mendial sebuah nomor yang selalu tersimpan di handphone nya.

“Claudia.. bisa kita bertemu?”

***

Ahjussi… maaf membuatmu lama menunggu” Claudia menunduk sebagai permintaan maaf.

“Tidak masalah, duduklah..” Claudia pun mengikuti ucapan Appa Choi, “Mau pesan apa?”

Coffe latte saja”

Appa Choi pun memanggil pelayan dan memesan sesuai dengan apa yang di katakan oleh Claudia. Tidak ada percakapan sampai pada akhirnya seorang pelayan datang dengan pesanan untuk Claudia.

“Minumlah…” ucap Appa Choi tenang.

“Ah ya.. terima kasih” Claudia sesekali memandang was-was hal apa yang akan diutarakan oleh Appa Choi kepadanya.

Ahjussi.. aku sudah mengkontak beberapa klienku untuk mengecek gedung kosong di bulan ini, ada satu gedung yang sangat megah untuk pernikahan, sepertinya Ahjussi akan menyukainya dan akupun yakin Siwon pasti setuju. Lalu untuk baju pernikahan aku akan….”

“Mungkin kau penasaran dengan hal apa yang akan aku katakan?” Sela Appa Choi setelah meminum kopinya dan menyimpan kembali ke atas meja.

Claudia hanya terdiam, ia sebenarnya tidak ingin mendengarkan ucapan dari Appa Choi, ia terlalu takut.

“Sudah belasan tahun aku membesarkan anakku seorang diri. Aku rasa, apapun yang akan aku lakukan kepadanya adalah hal yang terbaik untuknya. Tanpa sadar, aku terlalu mendikte nya. Tapi ia tak pernah mengeluh bahkan dia selalu membanggakanku…”

Appa Choi menghela nafasnya berat, menerawang dengan melihat ke arah kaca. Guna menjadikan dirinya rileks.

“Ia selalu hidup menjadi seorang yang perfectsionis. Ia selalu bertanggung jawab dengan segala keputusannya. Sungguh, ia tak pernah mengecewakanku. Hingga akhirnya ia berani menentang apa yang sudah aku persiapkan untuknya. Aku tetap berpendirian teguh akan keputusanku dan dia menghormatinya walau tak gentar jua akan perjuangannya agar mau aku merubah keputusanku…”

Claudia masih tetap setia mendengarkan segala ucapan dari Appa Choi.

“Tapi tadi pagi, pertama kalinya dalam hidupku.. aku melihat bagaimana sisi lain dari anakku, ternyata dia hanyalah sosok yang rapuh di balik sikap tegas maupun kerasnya. Aku ternyata terlalu membebaninya, aku terlalu memaksakan kehendakku. Aku tak tau, jika ternyata anakku menderita karena diriku sendiri…”

Claudia semakin mengerti arah dari pembicaraan Appa Choi. Ia menggigit bibir bawahnya, di pelupuk matanya tergenang air mata yang siap terjatuh kapanpun ia mau.

“Lalu aku berpikir, apakah ini hal yang memang terbaik untuknya?”

Appa Choi memandang langsung ke arah Claudia. “Jawabannya adalah tidak.”

Ahjussi…” Claudia memejamkan matanya tak ingin mendengar kelanjutannya, air mata itu pun sudah membasahi pipi Claudia.

“Aku hidup hanya berdua dengan Siwon, dia adalah sumber kekuatanku. Dia adalah sumber kebahagiaanku, dia adalah sumber kehidupanku. Saat kini dia meredup, apa yang bisa aku lakukan selain mencoba sekerasku untuk membahagiakannya”

Appa Choi memundurkan kursinya, mendengar suara itu kontan Claudia membuka matanya, ia dapat melihat bagaimana kini Appa Choi yang berdiri dan menunduk ke hadapan Claudia.

Ahjussi apa yang kau lakukan?”

“Dengan rasa hormatku kepadamu, aku memohon maaf atas nama Siwon. Mungkin selama ini Siwon sudah sangat menyakiti hatimu, dan dengan rasa hormatku, akupun memohon maaf. Atas keegoisan hatiku, memaksakan kehendakku agar Siwon mau menerima perjodohan ini.”

Claudia berdiri, mencoba menyentuh bahu Appa Choi agar mau menghentikan aksinya.

“Claudia. Kau adalah wanita yang baik, siapapun pasti akan jatuh hati kepadamu.. dengan sangat menyesal, aku membatalkan perjodohan ini. Aku hanyalah manusia biasa, aku hanyalah seorang Appa yang sangat mengharapkan kebahagiaan putranya. Walau itu terlihat memalukan bagi orang lain, walau itu menjadi tabu bagi setiap orang. Tapi aku, hanya ingin melihat Siwon tersenyum bahagia.”

Claudia termenung, bagaimana kini sosok yang berwibawa bisa terlihat menyedihkan hanya karena anaknya.

“Sekali lagi, aku memohon maaf. Aku akan mengatakan rasa penyesalanku kepada orang tuamu di kesempatan lainnya.” Appa Choi kembali menunduk dan segera berlalu pergi meninggalkan Claudia yang kembali terduduk di kursinya, air mata itu masih saja mengiringi kesedihannya..

Kisah cintanya begitu tragis, dulu dia mengharapkan akan berbahagia dengan Siwon tapi kini? Bahkan Appa Choi yang memintanya untuk mundur. Ia sudah kalah, atau mungkin Claudia merasa bahwa dia sudah kalah dari awal sebelum perjodohan terjadi.

.

.

.

3 hari telah berlalu, keadaan Siwon tidak bisa pernah dikatakan baik. Donghae sudah sering datang menghiburnya. Tapi tak pernah ada senyuman ataupun balik candaan dari Siwon. Ia terlihat hanya menjadi robot saat ini, tanpa ekspresi. Tak jauh dengan keadaan Siwon, Kyuhyun pun bersikap sama. Hyuna bahkan sudah mencoba segala hal agar Kyuhyun dapat terlihat hidup kembali, hasilnya selalu saja nihil.

“Kyu.. mau sampai kapan kau akan menyiksa dirimu sendiri?”

Kyuhyun tidak menjawabnya, ia lebih memilih menyibukkan dirinya dengan mengepak barang bawaan ke kopernya.

“Kyu… aku mohon”

“Aku benar tidak apa-apa Hyuna.. jangan mengkhawatirkanku”

Hyuna mendesah malas, dan meninggalkan Kyuhyun dikamarnya. Kyuhyun melihat sekilas dimana Hyuna bahkan sedikit membanting pintunya. Biarkanlah Hyuna marah kepadanya toh keadaan pun akan tetap sama, ia tak akan bisa bahagia. Karena kebahagiaannya telah pergi meninggalkannya atau memang dial ah yang mengharapkan kebahagiaan tak bersamanya.

Kyuhyun telah siap dengan koper besarnya. Hyuna sedang duduk di sofa ruang tengah. Tak dilihatnya Kyuhyun yang berjalan ke arahnya.

“Sampai kapan kau akan marah kepadaku?”

“Sampai kapan kau akan menyadari bahwa kau menyakiti dirimu sendiri?” Balas Hyuna.

Kyuhyun hanya tersenyum meremehkan. Memilih membawa koper lainnya yang akan ia bawa ke Jepang. Dan Hyuna hanya bisa pasrah karena jika Kyuhyun sudah mengambil keputusan, dia tak akan bisa merubahnya.

“Siap mengantarkanku menuju bandara?”

Hyuna tidak menjawab melainkan segera membawa koper Kyuhyun menuju pintu keluar, tapi baru saja pintu terbuka sesosok menghalangi langkahnya.

“Kopernya sudah kau…”

“Kyu.. bisa kita bicara sebentar?”

Kyuhyun memandang Hyuna yang segera dibalas dengan anggukan.

“Aku tunggu diluar” ucapnya. Hyuna segera membawa dua koper besar Kyuhyun menuju lift dan membiarkan Kyuhyun menyelesaikan urusannya bersama orang itu.

“Masuklah…”

“Sepertinya kau sudah siap akan pergi”

“Seperti yang kau lihat”

“Jika aku meminta kau untuk tidak pergi, apa kau akan menurutiku?”

Kyuhyun terkejut mendengar ucapan Claudia. “Ada apa sebenarnya?”

“Aku sudah menyadarinya Kyu.. aku yang egois, aku yang salah.. aku…”

“Aku sudah memutuskan akan pergi”

“Kyu…”

“Maaf.. pesawat tidak mungkin menungguku.. aku harus segera pergi..” Kyuhyun kembali memakai sepatunya, tapi langkahnya terhenti dengan tarikan di tangannya.

“Ntah ini sebuah perintah atau permintaan. Aku harap kau memikirkannya kembali, Siwon membutuhkanmu dan aku tau kaupun sangat membutuhkan Siwon.”

Setelah mengucapkannya Claudia segera pergi meninggalkan Kyuhyun yang kembali mengeluarkan air matanya, mungkin ini kali pertama nya setelah tiga hari tanpa tangisan untuk Siwon. Tapi mendengar nama itu kembali, membuatnya semakin merindukannya.

***

“Siap untuk berangkat?”

Kyuhyun hanya mengangguk, Hyuna memasang seatbelt nya dan segera melajukan mobil. Sepanjang perjalanan Kyuhyun hanya menikmatinya dengan lamunan. Hyuna sesekali melihat ke arah Kyuhyun.

“Kita sudah sampai”

Kyuhyun melihat Hyuna dan tersenyum, tapi saat ia melihat ke sampingnya dimana kini mobil berhenti di sebuah rumah yang sepertinya tidak asing baginya membuatnya kembali berpaling pada Hyuna.

“Masuklah.. raih kebahagiaanmu Kyu.. kau berhak bahagia…”

“Tapi…”

“Apalagi yang kau pikirkan? Claudia sudah melepas Siwon, bawa Siwon untuk menjadi kebahagiaanmu.. karena kau berhak bahagia, Kyu…”

Hanya dengan sebuah pelukan Kyuhyun jadikan itu adalah sebuah jawaban ucapan terima kasih kepada Hyuna. Kyuhyun membuka pintu mobil dengan kasar, lalu berlari menuju rumah besar di hadapannya. Tak diingatnya betapa luasnya rumah Choi family. Yang ada dalam pemikirannya kini adalah bertemu dengan Siwon.

Pintu utama pun terbuka menampilkan sosok namja paruh baya yang membuat Kyuhyun terhenti berlari, ada perasaan tak nyaman kini. Tapi di hati kecil lainnya, memintanya untuk kuat menghadapi apapun yang akan terjadi nanti demi kebahagiannya bersama Siwon.

“Siwon ada di kamarnya, dilantai atas. Kamar utama” ucapnya dan memiringkan badannya seakan memberikan akses masuk bagi Kyuhyun.

Tidak terlalu lama berdiam diri diluar, Kyuhyun dengan membungkukkan tubuhnya sebagai tanda hormat segera berlalu pergi menuju lantai 2. Kamar utama adalah tujuannya, seperti yang di ucapkan Appa Choi tadi kepadanya. Membuka pintu itu secara paksa, hingga Kyuhyun dapat melihat bagaimana luasnya kamar itu, tapi bukan itu perhatian Kyuhyun. Ia sedang mencari sosok namja yang telah menyita perhatiannya selama ini.

Tapi sosok itu tak ditemukannya dimanapun, hingga ia melihat pintu balkon yang terbuka memebuat gorden menari tertiup udara. Kyuhyun melangkah perlahan menuju balkon. Dapat ia temui sosok namja berbadan tegap itu membelakanginya. Kyuhyun semakin jalan mendekat dan tanpa aba-aba melingkarkan kedua tangannya ditubuh itu.

“Aku merindukanmu… sangat merindukanmu…”

“Kyu…” Siwon melepaskan pelukan itu agar bisa melihat apakah sosok yang memeluknya itu benar adalah Kyuhyun.

“Ya.. ini aku… Kyuhyun..”

“Kyu.. tapi bagaimana…”

“Aku tidak akan meninggalkanmu.. aku ada disini bersamamu”

Siwon kembali membawa Kyuhyun dalam dekapannya, “Benarkah ini kau Kyu?” Kyuhyun hanya mengangguk.

“Ini bukanlah mimpi?” Kyuhyun menggelengkan kepalanya.

“Tapi ini terasa sangat nyata…” Siwon terus saja bermonolog, Kyuhyun melonggarkan pelukannya, melingkarkan kedua lengannya di leher Siwon. Membawa wajah mereka untuk saling mendekat dan setelah jarak semakin menipis, Kyuhyun menutup matanya.

Hasil gambar untuk siwon dan kyuhyun kiss

Bibir itu bersentuhan tidak ada lumatan, hanya sebuah kecupan panjang penghantar rasa rindu. Hingga Siwon memulai aktif melumat bibir bawah Kyuhyun dan disambut baik oleh Kyuhyun, lama mereka berciuman dan Kyuhyun mengakhirinya dengan tepukan ringan di dada Siwon.

“Aku benar disini bersamamu…”

“Tapi…”

“Semua sudah berakhir.. Claudia datang menemuiku, dia mengatakan agar aku bisa bersamamu… dia sudah melepasmu”

Siwon masih saja memandangi Kyuhyun tanpa sepatah katapun.

“Tapi aku tidak akan pernah melepaskanmu, Siwon… tidak akan pernah” ucapnya pasti.

Siwon tersenyum, “Benarkah?”

Kyuhyun mengangguk.

“Aku mencintaimu, Kyu…”

“Aku pun mencintaimu Siwon..”

Siwon kembali membawa Kyuhyun ke dalam dekapannya, terlihat samar dibelakang badan Kyuhyun. Siwon dapat melihat sosok Appa nya yang tersenyum kepadanya.

“Berbahagialah” itulah yang dapat Siwon baca dari gerakkan bibir Appa nya. Yang tentu dibalas dengan senyum merekah dari Siwon.

Ia semakin mengeratkan pelukannya, banyak sudah perjuangan yang mereka lalui. Walau ini bukanlah akhir, tapi awal darimana perjuangan lainnya, tapi Siwon yakin ia akan mampu menjalaninya bersama Kyuhyun. Karena cinta adalah sebuah anugerah yang harus di perjuangkan.

Hasil gambar untuk siwon dan kyuhyun

-END-

note :

Akhirnyaaaa… bisa selesai juga dan ntah lah ini endingnya kayaknya diluar ekspektasi diriku dan juga mungkin dirimu, ceu.. hahaha.. tapi apalah dayaku, ide sedang menguap begitu saja.. karena ngarep ini ending di bulan wk days.. jadi di coba kebut.. semoga hasilnya tidak mengecewakan walo ya dikit tapi dikit aja ya jangan banyak2 hahaha…

Makasih yang sudah selalu mampir ke WKC dan iniiiii 8rb words jadi semoga ga muak baca nya ya hehehe….

 

Advertisements

38 thoughts on “I Choose to Love You chap.3

  1. Setelah berhasil nahan godaan buat baca ff ini karena fokus ujian duluu akhirnyaaa bisaa baca jugaa wkwkwk~#gakpenting ..

    Ahhh cieee kyuuu direstuin jugaaa samaa appa choi , rada deg2 juga pas kyu bakalan lepasin siwon trus pergi ke jepang , kan ntar wonkyu gak bisa bersatu T_T tapi untungnyaa gagal hahha, happy end deh ^O^ ditunggu ff2 wonkyu yang lain nya teteh2 kecehh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s