Posted in Angst, BL, Comfort, Romance, wonkyu

I Choose to Love You chap.2

By. Ryupyo & Miss Lee

Cast : Siwon x Kyuhyun / Claudia

Genre : Angst/comfort, Romance

Rate : K+

 

I Choose to Love You

Dua bulan telah berlalu, hubungan Kyuhyun dan Siwon semakin akrab, bahkan tak jarang Donghae pun ikut bergabung dengan mereka untuk sekedar menghabiskan malam bersama, ataupun makan siang bersama. Ya.. kini Siwon bukanlah seseorang yang pulang larut malam. Dikarenakan Kyuhyun sebagai asisten pribadinya, membawa dampak positif bagi kehidupan Siwon.

“Kau akan pulang Kyu?” Siwon menongolkan kepalanya di balik pintu ruangan Kyuhyun.

“Heum.. tapi aku harus membereskan dokumen ini terlebih dahulu”

“Sudahlah jangan memaksakan dirimu, bukankah kau sendiri yang mengatakan padaku untuk tidak terlalu serius dalam bekerja. Kalau kau mau, bawalah dokumen itu ke apartemen, kau bisa mengerjakannya disana”

“Benarkah?”

Siwon mengangguk, “Kajja..”

“Kau mau mengantarku pulang lagi?”

“Heum.. tapi sebelumnya kita makan malam dulu?”

Kyuhyun menggelengkan kepalanya. Siwon menatap hendak memprotes. “Kita makan di apartemenku saja, bagaimana? Aku akan memasakkan masakan untukmu, jika kau mau”

“Ah penawaran yang menarik. Kajja

Kyuhyun tersenyum lalu memasukkan beberapa berkas yang masih harus dikerjakannya kembali nanti, saat dirinya sudah berada di apartemen. Mereka jalan beriringan, saling bersenda gurau. Kyuhyun sendiri tidak merasa malu atau juga canggung, toh mereka kini sedikit lebih leluasa dengan para pegawai yang sudah bubar terlebih dahulu.

Siwon dengan sigap membukakan pintu mobilnya untuk Kyuhyun, sebenarnya Kyuhyun sudah sering memprotes aksi Siwon itu, tapi tetap saja Siwon akan selalu melakukannya kembali.

“Seharusnya aku yang membukakan pintu untukmu Presdir”

“Tapi aku tidak suka kau melakukan hal itu, bukankah lebih manis lagi seorang pangeran membukakan pintu untuk seorang putri raja?” Goda Siwon sebelum ia memakai seatbeltnya.

“Ck.. aku bukan yeoja

“Tentu.. aku sudah mengetahuinya”

“Haish…” Kyuhyun mengarahkan pandangannya pada kaca samping, menikmati perjalanan yang kini di selimuti hujan gerimis. Siwon memandang sekilas dan segera menghidupkan mesin mobilnya.

Ia saat ini seakan menjadi suatu pasangan, tapi… sudahlah Siwon sendiri tak ingin membahasnya dulu, ia selalu mengingat perkataan Donghae dan Siwon tentu setuju akan hal itu, dan kini Siwon lebih memilih untuk berjalan bersama Kyuhyun tanpa harus memikirkan apa istilah yang pantas disematkan dengan kedekatan mereka berdua seperti ini.

“Kau melamun Siwon?”

“Hah? Tidak.. aku sedang berkonsentrasi”

“Baguslah.. eum.. di depan kita mampir dulu ke swalayan ne..”

“Siap tuan putri”

Kyuhyun hanya mempoutkan bibirnya dan tentu membuat Siwon semakin senang untuk menggodanya.

Sesampainya di apartemen hal pertama yang dilakukan oleh Kyuhyun adalah membereskan barang-barang yang sudah dibelinya dan memisahkan dengan keperluan yang akan dimasaknya. Siwon sendiri masih setia memperhatikan Kyuhyun dengan duduk di sofa. Kyuhyun sudah memintanya untuk tidak masuk area dapur sama sekali, karena itulah Siwon harus rela untuk menunggu Kyuhyun menyelesaikan pekerjaannya di dalam dapur seorang diri. Tak apalah, jika ia membayangkan bahwa saat dirinya menikah dan istrinya menyiapkan makanan pasti indah rasanya.

Siwon menepuk dahinya, hal apalagi yang ia pikirkan? Ini terlalu gila. Memikirkan jika dirinya adalah seorang suami dan Kyuhyun sebagai istri. Jika Donghae mengetahuinya sudah dipastikan akan banyak ceramah yang menghinggapinya saat ini.

“Kau tak apa Siwon?” Tanya Kyuhyun khawatir.

“Ah.. ne gwenchana..” Siwon menggaruk tengkuknya

“Ini minumlah dulu sampai menunggu masakan selesai”

“Heum.. gomawo..” Siwon segera mengambil segelas ice juice yang di berikan Kyuhyun, meminumnya dengan sekali tegukan. Ntah ia memang kehausan atau…

Kyuhyun sendiri yang melihat semua tingkah laku Siwon didalam dapur hanya menggelengkan kepalanya dan menatap geli, Apa yang sedang ia pikirkan saat ini? Memasakkan makanan untuk suaminya. Hal yang sungguh lucu bukan?

Tak lama makanan pun telah siap disantap, keduanya memakan makanan dalam keheningan. Tapi sesekali Siwon akan bertanya seputar pekerjaan dan setelahnya kembali kepada keheningan. Makanan telah habis, kini Siwon maupun Kyuhyun hanya duduk terdiam di depan televisi.

Kyuhyun seperti keinginannya saat dikantor, sedang menyelesaikan laporan yang dibawanya. Sedangkan Siwon masih setia memperhatikan.

“Kau tidak lelah, Siwon?”

Siwon teringat bahwa malam semakin larut dan ia pun segera mengecek jam tangannya, sudah menunjukkan pukul 12 malam.

“Jika kau lelah, tidurlah dikamar. Lebih baik kau menginap”

“Lalu kau?”

“Aku akan tidur di sofa”

“Bagaimana bisa? Jika aku menginap bukankah kita pun tidur satu kamar?”

Kyuhyun tersenyum, “Ya.. tapi aku masih harus mengerjakan ini. Sudahlah kau duluan tidur, nanti aku menyusul”

“Baiklah.. aku membersihkan tubuhku dulu”

“Heum..”

Kyuhyun mencoba berkosentrasi lagi kepada pekerjaannya tetapi mengapa kini wajahnya seakan memanas mengingat bagaimana jika dirinya tidur seranjang dengan Siwon, ini memang bukanlah yang pertama. Mungkin Siwon sudah menginap untuk keberapa kalinya, hanya saja semuanya seakan selalu terasa pertama baginya. Kyuhyun terkadang akan selalu memandangi wajah damai Siwon saat tertidur, oh dan jangan beritahukan ini pada Siwon karena ini semua rahasia.

Kyuhyun memukul kepalanya dan kembali berpusat pada file di hadapannya itu. Hingga waktu sudah menunjukkan pukul 1 malam. Kyuhyun pun bergegas menuju kamarnya. Terlihat Siwon yang sudah tertidur di ranjang Kyuhyun memang termasuk besar untuk dua orang. Walau apartemennya tidaklah besar tetapi property di apartemen ini masihlah terasa nyaman digunakan.

Kyuhyun menyimpan file pada meja, ia memutar tubuhnya untuk berdiri di samping ranjang lainnya. Lalu menaiki perlahan, membenarkan letak selimut Siwon. Dan ya.. Kyuhyun tetap akan memandangi wajah Siwon sebelum ia memasuki alam tidurnya.

Good nite Siwon…”

.

.

.

“Siwon..”

Siwon mendongakkan kepalanya sekilas dan pada akhirnya tetap focus pada dokumen yang harus di tanda tanganinya sebelum ia akan kembali menyerahkannya kepada Kyuhyun nanti.

“Ah kau, Donghae.. ada apa?”

“Kenapa kau masih disini?” Tanya Donghae bingung.

“Maksudmu?” Jawab Siwon yang juga terlihat kebingungan.

“Bukankah Paman mengatakan bahwa nanti malam akan ada acara makan malam keluarga?”

“Begitukah?” Siwon mencoba mengingatnya.

“Ck.. kau ini, apakah paman tidak memberitahumu?”

“Tidak. Tapi mungkin tadi pagi Appa mengirimiku pesan”

“Kau tidak pulang semalam?”

Siwon hanya tersenyum untuk mengganti jawabannya.

“Kau menginap di apartemen Kyuhyun lagi?”

“Kami bekerja sangat larut makanya aku mengantarnya pulang, tetapi setelahnya aku mampir dan ya.. dia menawariku menginap”

“Ck.. Choi Siwon… kau sudah pernah mengatakan kepadaku bukan? Jika kau..”

“Hae.. sudahlah.. aku tak ingin membahasnya”

“Tapi ini perlu dibahas Siwon”

Siwon terlihat gusar dan memilih untuk meninggalkan Donghae di ruangannya, ia tidak sedang ingin berdebat. Siwon sendiri lebih memilih melangkahkan kakinya menuju ruangan Kyuhyun.

**

“Kau sedang sibuk Kyu?”

“Siwon.. mengapa kau disini?”

“Aku Presdirmu..”

“Ck..” Kyuhyun hanya mendelikkan matanya sebal dan memilih kembali focus pada pekerjaannya.

“Aku ingin disini dulu”

“Kau sakit?”

“Tidak.. aku hanya sedang tidak ingin diruanganku saja”

“Aneh..” Kyuhyun membenarkan letak kaca matanya.

Siwon masih setia memperhatikan apapun yang dilakukan Kyuhyun saat ini, benarkah ucapan Donghae itu? “Kyu..”

“Heum..”

“Apa aku pernah mengatakan jika kau memakai kaca mata itu, semakin terlihat manis”

Mwo?”

“Tapi.. menurutku tanpa kaca mata atau kau sedang memakainya, kau akan tetap terlihat manis.. ya.. begitu..” ucap Siwon, setelahnya ia memilih untuk mengistirahatkan tubuhnya di sofa dengan memejamkan matanya.

Tanpa Siwon ketahui kini semburat merah menghiasi kedua pipi chubby Kyuhyun, bahkan degup jantungnya seakan berirama tak baik saat ini. Di satu sisi lainya, Siwon sedang merutukki segala ucapannya tadi kepada Kyuhyun, karena malu maka Siwon lebih memilih untuk berpura tidur.

.

.

.

Kyuhyun kembali memikirkan ucapan Siwon tempo hari saat di ruangannya, sudah beberapa hari berlalu tetapi ntah mengapa Kyuhyun selalu teringat akan kata itu dan ia tak bisa menutupi bahwa hatinya berbunga saat Siwon mengatakannya.

“Ini tidak boleh terjadi” ucapnya ntah untuk keberapa kalinya.

“Tapi… degup jantungku?”

Di tempat lainnya. Tak jauh dari apa yang dirasakan oleh Kyuhyun, Siwon pun selalu memikirkan wajah Kyuhyun saat dia sedang terdiam atau bahkan saat mengerjakan sesuatu.

“Mengapa aku selalu merasa bayangmu hadir selalu di dalam pikiranku?”

Siwon tersenyum. “Apakah ini yang dinamakan…”

“Siwon…”

“Ya..” suara seseorang membuyarkan imajinasi Siwon.

Seorang namja berumur berjalan mendekatinya. Sang Appa terlihat masih berwibawa di usianya yang sudah memasuki lebih dari setengah abad itu.

“Pertemuan kemarin.. apakah..”

Appa..” sela Siwon.

“Ya..”

“Izinkan aku untuk memikirkannya kembali, setidaknya ini demi semuanya, bukan?”

“Baiklah..” tapi sebelum pergi, sang Appa kembali berucap “Besok dia meminta izin bertemu denganmu, aku sudah memberikan alamat kantor kepadanya..”

Siwon hanya mengusap wajahnya kasar sesaat Appa nya pergi dan mendesah gusar, mengapa ia seakan di hadapkan dalam keadaan sulit sekarang ini?

Siwon mengambil ponselnya dalam saku celana, mengetikkan sebuah pesan kepada seseorang yang ingin ditemuinya nanti. Setelah melihat pesan sudah terkirim, barulah Siwon memilih untuk bergegas berganti baju.

**

Siwon sesekali melihat ke jam tangannya, mungkin dirinya yang terlalu cepat untuk datang. Selanjutnya ia lebih memilih untuk menyeruput kopinya yang masih terasa hangat.

“Maaf aku terlambat?”

Siwon tersenyum, “Tidak. Aku saja yang terlalu cepat datang”

Kyuhyun mengelap dahinya yang sedikit berkeringat. Melihat hal itu membuat Siwon mengambil sapu tangan dan mengelapkannya di wajah Kyuhyun.

“Kau berlari untuk sampai disini?”

“Eum.. ah.. tidak” Kyuhyun tidak mungkin menjawab sebenarnya, dia bisa malu jika memang mengakui bahwa dirinya berlari dari stasiun menuju kafe.

“Mau pesan apa?”

“Apa saja..”

“Baiklah tunggu sebentar” Siwon menuju kasir untuk memesan kopi.

Kyuhyun mengikuti semua gerakkan Siwon, mengapa semakin hari kepalanya selalu terisi mengenai Siwon. Dan tentu ini sangat tidak benar, ia takut jikalau perasaannya ini akan menjadi bumerang bagi hubungan mereka berdua, tapi.. apa yang bisa Kyuhyun lakukan? Toh hatinya yang menginginkan hal ini.

“Kau melamun?”

Kyuhyun kembali mengalihkan pandangannya menuju Siwon, ia menggelengkan kepalanya membuat Siwon hanya tersenyum geli.

“Ini..  pesanan anda, selamat menikmati..” seorang pelayan membantu Kyuhyun untuk mengatasi keadaan, setidaknya Siwon tidak melihat bagaimana semburat merah di pipinya itu muncul begitu saja.

Kyuhyun segera meminum cappuccino nya. Siwon melihat ponsel saat ada satu pesan masuk disana, tapi ia tak segera membukanya dan lebih memilih me-nonaktifkan ponsel.

“Dari siapa?”

“Bukan siapa-siapa.. sudah tidak haus? Atau ingin memesan makanan?” Tawar Siwon.

“Tidak usah. Sebenarnya ada apa kau memintaku datang?”

“Tidak ada. Aku hanya ingin bersamamu saja, kau tak keberatan kan?”

Kyuhyun menunduk malu, salahkan jantungnya yang berdegup kencang saat mendengar ucapan Siwon. Oh… padahal Siwon mungkin tidak ada maksud lain, tapi Kyuhyun sendiri tak mengerti mengapa ia terlalu berlebihan menanggapinya.

“Setelah dari sini, kita pergi ke suatu tempat”

“Kemana?”

“Rahasia” Siwon mengedipkan sebelah matanya.

**

Mereka berdua kini sedang berada di atas bukit, tempat ini Siwon temukan saat ia bersedih karena ditinggalkan oleh sang Umma untuk selamanya. Dan mungkin ini adalah kunjungan pertama setelah beberapa tahun tidak pernah kesini.

“Sangat indah, bagaimana kau bisa menemukan tempat ini, Siwon?” Kyuhyun memecah kesunyian sesaat mereka berdua terduduk menghadap kearah perumahan yang dapat dilihat di atas bukit.

“Aku tidak sengaja menemukannya, tempat ini memang sulit untuk dijamah. Dulu aku sering datang kesini untuk menyendiri”

“Menyendiri?” Tanya Kyuhyun bingung, setau Kyuhyun saat SMA dulu. Siwon mempunyai banyak teman walau ya.. mereka bukanlah teman yang baik menurutnya.

Umma meninggal saat aku baru saja masuk sekolah menengah pertama. Aku menjadi seorang yang penyendiri. Appa ku terlalu sibuk dengan perusahaannya. Aku hanya membutuhkan tempat dimana aku merasa nyaman dan disinilah kini kita berada.”

“Eum.. maaf aku tidak tau jika Umma mu..”

Siwon menggelengkan kepalanya, “Aku sendiri yang memang tidak pernah menceritakan semuanya kepadamu. Lagipula saat itu, menurutku tidak terlalu penting untuk diceritakan. Toh.. aku sudah bahagia bersamamu…”

Kembali Kyuhyun merasa berdebar dengan kata-kata yang tersirat dari Siwon untuknya.

“Kau tau??” Kyuhyun kembali mengatensikan pandangannya pada Siwon, “Kau adalah orang pertama yang aku bawa ke tempat rahasiaku.. aku harap jika suatu saat nanti kita mempunyai suatu hal yang perlu dipecahkan, kita bisa dipertemukan ditempat ini”

Kyuhyun masih memproses apa yang dikatakan Siwon, tapi alangkah terkejutnya ia saat Siwon merebahkan kepalanya di pangkuan Kyuhyun.

“Aku ingin istirahat sebentar, kau tidak masalahkan jika aku begini?”

“Tidak.. tidurlah..”

Kyuhyun mengelus rambut Siwon, hingga helaan nafas itu menjadi teratur. Kyuhyun terus melihat bagaimana pahatan indah dari Tuhan tercetak sempuran pada Siwon. Jari manisnya dengan lancang menyusuri dari dahi menuju alis, turun menuju hidung hingga mengenai bibir dan berakhir di dagu. Kyuhyun memajukan wajahnya, hingga semakin lama semakin dekat dan nafas itu semakin panas menerpa wajah keduanya.

Kyuhyun menutup matanya dan akhirnya bibir tebal itu sukses menempel di atas permukaan bibir Siwon. Tidak ada lumatan, hanya sekedar penghantar rasa yang terpendam, lama Kyuhyun melakukannya dan tanpa Kyuhyun ketahui mata Siwon saat itu terbuka, bibirnya menarik kurva lengkungan ke atas saat Kyuhyun masih menempelkan bibirnya. Dan kembali mata itu tertutup rapat saat Kyuhyun melepaskan kontak fisik mereka.

.

.

.

Kyuhyun berjalan riang menuju kantor. Semalam dirinya memimpikan Siwon, bahkan dalam mimpinya mereka sudah akan menjalani ikrar pernikahan hanya saja mimpi itu harus sirna di karenakan tidurnya terganggu oleh suara alarm. Tapi memikirkannya saja sudah membuat Kyuhyun malu bukan main.

Sebelum memasuki ruangan Kyuhyun masih melirik pintu ruangan Siwon yang memang persis di sebelah ruangannya. Padahal baru kemarin mereka bertemu tapi rasanya… ia masih saja merindukan Siwon.

“Apa yang aku lakukan?” lalu segera masuk ke dalam ruang kerja.

Banyak file yang harus diperiksanya, hingga tanpa ia sadari waktu sudah memasuki jam makan siang. Tapi Kyuhyun masih harus mengumpulkan file yang perlu di tanda tangani oleh Siwon. Agar ia tak perlu keluar masuk ruangan Siwon, setiap saat. Hanya berusaha untuk mengontrol perasaannya saja.

“Sudah beres.. sekarang aku tinggal meminta tanda tangan Siwon”

Kyuhyun menumpukkan beberapa file yang perlu ditanda tangani menjadi satu, lalu segera membawanya menuju ruangan Siwon. Sebenarnya Kyuhyun memang terbiasa memasuki ruangan Siwon bahkan tanpa ketukan. Tapi untuk hari ini, ntah mengapa ada perasaan berbeda yang dirasakannya.

Kyuhyun pun segera membuka pintu ruangan..

“Siwon, ada file yang harus….”

Ucapan Kyuhyun terhenti saat dirinya melihat dengan sangat jelas bagaimana Siwon kini sedang bercumbu mesra di sofa kantornya.

“Oh maaf.. maaf aku.. eum.. sekali lagi maaf” Kyuhyun menundukkan tubuhnya dan segera menutup pintunya kembali.

Siwon yang sadar, segera menarik tubuhnya yang masih menindih tubuh Claudia. Membenarkan kemejanya, wajahnya terlihat pucat seperti seorang suami yang terpergoki istrinya karena sedang berselingkuh. Siwon terlihat sangat frustrasi saat ini.

“Siwon..” Claudia memegang lengan Siwon.

“Bisakah kau pergi? Aku sepertinya..”

“Tidak apa.. aku pun memang harus pergi dan..”

“Maaf untuk kejadian tadi, aku sungguh terbawa suasana. Maafkan aku..”

Claudia tersenyum menenangkan “Tidak apa Siwon.. bukankah kita..”

“Claudia.. maafkan aku.. bisakah kau..” Siwon terlihat tidak enak, tapi ia benar-benar ingin sendiri saat ini.

“Ya.. aku akan segera pergi…” Claudia mencium pipi Siwon, “Aku pergi..”

“Ya..”

.

.

Di ruang lain, Kyuhyun kini meremas bagian kemeja depannya. Hatinya sakit bahkan kini kedua matanya seakan memanas dan siap menurunkan air mata yang di tampungnya.

“Kyu.. aku sudah memperingatkanmu.. bahwa Siwon tidak mungkin mencintaimu. Dia normal”

Kyuhyun memukul – mukul dadanya sendiri, dan memilih untuk menangisi kebodohannya itu. Baru saja kemarin dirinya merasa dibahagiakan tetapi mengapa hari ini, dirinya serasa dijatuhkan pada gedung dengan ketinggian yang sangat tinggi.

“Tapi mengapa sesakit ini Tuhan??” air mata itupun akhirnya jatuh.

**

Flashback

Seorang yeoja dengan tubuh langsing dan tinggi semampai, sangat cantik dan anggun bersamaan. Ia berjalan perlahan menuju sebuah ruangan yang sebenarnya jarang di singgahi oleh para tamu selain para investor. Dengan tersenyum, ia menyapa ramah pada sekretaris yang berada tepat mempunyai ruangan di depan pintu ruangan Presiden Direktur.

“Apa Siwon ada didalam?”

“Ah iya benar, apa anda..”

“Saya Claudia Kim” ucapnya dengan senyum yang semakin menambah kesan cantik.

“Oh anda Miss Kim, Presdir Kiho sudah mengatakan kepada saya jika anda akan datang, silahkan masuk. Presdir Siwon sedang tidak terlalu sibuk”

“Terima kasih sebelumnya…”

“Ah nama saya Victoria”

“Ya.. terima kasih Victoria dan senang berkenalan denganmu” Victoria hanya membalas dengan bungkukkan sebelum akhirnya membukakan ruangan Siwon.

Siwon yang sedang sibuk memeriksa file tidak menyadari bahwa Claudia sudah memasuki ruangannya, bahkan mungkin kini pikiran Siwon sedang tidak berada di tubuhnya. Karena terlihat dari gerakkan pulpen yang dipegangnya. Siwon sendiri tidak memberikan tandatangan disana. Siwon terlalu sibuk memikirkan satu nama, KYUHYUN.

“Siwon” Claudia menyentuh bahu Siwon yang membuat pulpen ditangan Siwon terjatuh.

Claudia tentu bermaksud membawa pulpen itu, tapi tanpa sengaja gerakkan Siwon pun sama hingga tangan mereka saling bersentuhan.

“Oh maaf..”

“Tidak masalah, ini pulpenmu”

“Terima kasih” sembari membawa pulpennya dan memasukkannya kembali ke dalam jas nya.

“Aku kira kau tidak jadi datang”

“Maafkan aku, perjalanan sedikit macet tadi, jadi aku sedikit terlambat”

Siwon hanya mengangguk. Lalu berdiri dari kursinya dan dengan gerakkannya Siwon membawa Claudia untuk duduk di sofa bersamanya, bahkan tak lupa Siwon memberikan minuman kepada Claudia.

“Mengenai..”

Ucapan Claudia tergantung oleh potongan ucapan Siwon, “Aku masih memikirkannya, maafkan aku.. karena ini demi masa depan kita juga, bukan? Aku tidak mungkin langsung mengambil keputusan tanpa berpikir secara matang”

“Aku mengerti, lagipula aku sudah mengetahui jika kau memang termasuk orang yang sangat teliti akan semua hal” Claudia tersenyum.

“Terima kasih..”

Claudia memandangi berbagai sudut ruangan, “Ruangan ini sangat rapih.. aku menyukainya, desainnya minimalis tapi sangat nyaman”

“Ya.. begitulah, aku tidak terlalu suka banyak barang dalam ruangan”

Claudia sedikit mengibaskan rambut panjang yang tergerainya ke samping membuat Siwon dapat melihat jelas bagaimana leher jenjang itu terpahat sangat indah, tapi matanya kembali memandang ke arah lainnya. Terlalu lancang baginya memandangi hal itu. Jika dibandingkan dengan Kyuhyun tentu Kyuhyunlah yang menjadi pemenangnya.

Bahkan bibir Claudia yang terlihat sexy dengan polesan warna itu akan lebih indah jika Kyuhyun yang memakainya, tunggu… mengapa semua hal ia bandingkan dengan Kyuhyun??? Siwon menggelengkan kepalanya dan ditanggapi khawatir dari Claudia.

“Kau sakit, Siwon?”

“Ah tidak.. aku..”

Claudia memegang dahi Siwon, Siwon tak mengerti mengapa wangi Claudia mengingatkannya kembali kepada Kyuhyun, hingga Siwon semakin mendekatkan dirinya menuju Claudia. Ntah siapa yang memulainya tetapi kini bibir itu saling terpagut dengan panasnya.

Flashback end

**

Tidak jauh berbeda dengan Kyuhyun, Siwon membanting file yang ada di meja kerjanya. Ia seakan merasa menjadi makhluk yang sangat bodoh, mengapa bisa-bisanya ia terbawa suasana. Tapi sungguh saat ia mencium Claudia yang ada dalam pikirannya saat itu adalah…

“Oh Tuhan apa yang harus aku lakukan? Dia melihat semua ini dan…”

Siwon mengacak rambutnya frsutrasi. “ARRGHHH….”

.

.

.

Kejadian beberapa hari lalu, tak menjadi bahasan bagi Kyuhyun maupun Siwon. Seakan kejadian itu tidak pernah dilihat oleh Kyuhyun ataupun kejadian itu tidak pernah dilakukan oleh Siwon. Tapi yang berbeda kini, Kyuhyun seakan menghindari Siwon. Kyuhyun akan sebisa mungkin tidak akan berdekatan lama dengan Siwon jika sedang berduaan. Dan Siwon sendiri seakan tidak memprotes hal itu.

Kyuhyun baru saja selesai meeting dengan Siwon, ia baru saja akan memasuki ruangannya tetapi seorang yeoja menyentuh pundaknya.

“Kau Kyuhyun?”

Ne…”

Kyuhyun mengingat yeoja di hadapannya, dia adalah seseorang yang ada di ruangan Siwon dan.. sepertinya Kyuhyun tak perlu menjelaskannya.

“Dimana Siwon?”

“Oh.. Presdir sedang makan siang bersama klien, kebetulan Presdir ingin menjamunya sebelum kepulangannya kembali ke Jepang”

“Ah begitu… jika kau mengizinkan apakah aku boleh menunggu kepulangan Siwon diruanganmu?” Claudia menatap berharap kepada Kyuhyun dan hanya dibalas anggukan oleh Kyuhyun.

Gomawo…” ucapnya dengan iringan senyum riang.

Kyuhyun menyimpan file yang harus di susunnya kembali sebelum di serahkan kepada Siwon di atas meja, ia melirik yeoja itu yang kini sedang melihat sekeliling ruangannya.

“Apa kau mau minum?”

“Boleh juga, teh jasmine hangat saja”

Kyuhyun menuju sebuah meja dengan dispenser di sampingnya. Membuatkan teh jasmine hangat untuk tamu presdirnya itu.

“Ini minumannya”

“Terima kasih. Oh sebelumnya” yeoja itu mengulurkan tangannya dan disambut hangat oleh Kyuhyun “Namaku Claudia Kim, senang berkenalan denganmu”

“Ne.. namaku Cho Kyuhyun dan senang juga berkenalan denganmu”

Mereka berdua pun berbincang hangat, Kyuhyun baru mengetahui bahwa Claudia adalah seorang pemimpin dalam agensi modelling, tentu Claudia dan Siwon sangatlah cocok. Bagaimana tidak? Claudia yang cantik sedangkan Siwon yang tampan bahkan mereka dari keluarga yang kaya. Dan perlu di catat bahwa Claudia adalah sosok yeoja yang sangat baik.

Saat mereka masih terlibat dalam perbincangan yang menarik, pintu terbuka begitu saja dengan menampilkan sosok Siwon yang terkejut saat melihat di dalam bukan hanya Kyuhyun yang ia dapati, tapi calon istrinya pun ada disana.

“Siwon kau sudah kembali?”

“Ah ya.. eum maksudnya ya.. aku sudah selesai meeting

Kyuhyun hanya menatap sekilas sebelum ia kembali menyibukkan dirinya dengan berbagai file dibandingkan harus melihat percakapan yang dilakukan oleh Siwon dengan Claudia. Siwon menatap sendu pada Kyuhyun, awalnya ia ingin berbicara dengan Kyuhyun tapi sepertinya kini.. ia harus bersabar untuk hal itu.

“Kyuhyun, terima kasih karena kau mau menerimaku menjadi tamu mu hari ini. Karena Siwon sudah kembali aku akan menuju ruangan Siwon. Sampai jumpa” Kyuhyun hanya membalas dengan senyuman.

Tanpa sengaja tatapan Kyuhyun kini tertuju pada Siwon yang juga menatap dalam padanya. Mereka sempat beberapa menit saling bertatapan sebelum Claudia menyadarkan Siwon untuk segera pergi dan menuju ruangannya. Tepat setelah pintu tertutup, air mata yang seakan sudah tidak ia temui beberapa hari ini, kini kembali menyapanya.

.

.

.

Kyuhyun baru saja keluar dari lift dan hendak menuju kafetaria. Tapi langkahnya terhenti oleh panggilan seseorang.

“Kyuhyun…”

Kyuhyun segera menolehkan wajahnya, ia merutukki pada akhirnya setelah mengetahui yang memanggilnya adalah orang yang sedang dihindarinya. Karena kini…

“Kau akan makan siang? Kita makan siang bersama saja.. bagaimana?” Ucap Claudia dengan manisnya, Kyuhyun sendiri tidak langsung menjawab ia lebih memilih untuk melihat bagaimana kini tangan itu melingkar manis di lengan Siwon.

“Tidak aku..”

“Ayolah… sekali ini saja, jangan menolakku…”

Siwon sebenarnya tidak ingin hal ini terjadi, bagaimanapun akan ada kecanggungan di antara mereka bertiga nantinya. Lagipula jikapun ia mau, Siwon akan lebih memilih makan siang bersama dengan Kyuhyun saja tanpa ada siapapun lagi. Tapi hal itu tidak bisa ia lakukan.

Kyuhyun hanya mengangguk pasrah, ia harus kuat bukan? Lagipula kenapa dia bersedih? Toh dirinya dan Siwon tidak pernah ada ikatan apapun sebelumnya. Hanya hatinya saja yang terlalu lancang menaruh harapan tinggi dengan segala perhatian Siwon selama ini.

Hidangan sudah berada di depan mata tapi semua itu tak menggugah selera makan untuk Siwon maupun Kyuhyun, karena keduanya kini lebih banyak mengaduk-aduk makanan dibanding untuk memakannya.

“Apa makanannya tidak enak?”

“Ah.. tidak” jawab Siwon dan Kyuhyun bersamaan.

“Kalian sangat kompak sekali..” Claudia tersenyum sembari kembali memasukkan potongan buah salad ke dalam mulutnya.

Mau tak mau Kyuhyun pun harus mencoba untuk memakan makanannya walau rasa lapar itu kini sudah tergantikan dengan kekenyangan. Bagaimana bisa ia terlihat biasa saja kini? Jika dihadapannya ada seseorang yang disukainya bersama dengan… ia tidak tau Claudia itu siapa? Yang pasti Kyuhyun mengetahui adalah Claudia sepertinya seseorang yang penting bagi Siwon.

Acara makan pun lebih banyak di liputi keheningan, hingga acara makan selesai. Kyuhyun lebih banyak diam, ia lebih memilih untuk mendengarkan perbincangan Siwon maupun Claudia, yang dapat ia tangkap adalah…

“Kapan kita akan memulai mencari cincin?”

DEG…

“Eum.. pekerjaanku masih banyak”

“Begitukah?” ucap Claudia terdengar kecewa.

Siwon hanya bisa mencoba menebak raut wajah Kyuhyun kini, karena yang ia tau. Kyuhyun selalu mencoba menundukkan wajahnya.

“Kau bukannya harus kembali ke kantor?”

“Ah ya.. apa kau akan mengantarkanku?” Claudia bertanya manja.

“Aku ada meeting sebentar lagi, jadi maaf..”

Claudia hanya tersenyum mencoba mengerti pekerjaan Siwon.

“Baiklah jika begitu” Claudia melihat jam tangannya, “Aku pergi sekarang, tidak apa kan jika aku meninggalkan kalian, duluan?”

“Heum.. gwenchana..”

“Aku pergi..” Claudia tidak lupa mencium pipi Siwon dan tentu itu tidak luput dari penglihatan Kyuhyun.

“Hati-hati dijalan” Kyuhyun dengan segenap kekuatannya mencoba bersikap biasa saja.

Sepeninggal Claudia, Kyuhyun lebih banyak menundukkan kepalanya hingga tangan Siwon menyentuh kepalanya dan membuat Kyuhyun mendongakkan wajahnya.

“Kita pergi, kajja..”

Kyuhyun tidak banyak membantah, ia hanya mengekori kemana Siwon pergi. Kenapa Kyuhyun merasa bahwa semua sulit baginya. Walau ia tau jika Siwon pun belum tentu mempunyai suatu rasa yang sama dengannya.

“Masuklah..” Siwon sudah membukakan pintu, tapi Kyuhyun masih saja terdiam.

“Aku akan menaiki bus saja” belum Kyuhyun pergi, Siwon sudah menariknya dan segera memasukkan Kyuhyun ke dalam kursi penumpang.

Siwon segera menaiki mobilnya, dan segera melajukan mobil menjauhi perkarangan restoran. Bukan untuk menuju kantor melainkan suatu tempat yang setidaknya tidak akan ada orang yang melihat mereka.

“Bukankah kau akan ada meeting?” Buka Kyuhyun setelah mobil Siwon berhenti.

“Itu hanya alasan, aku ingin berbicara denganmu..”

“Berbicara mengenai apa?”

“Dia.. maksudku kita..”

“Kalian ada hubungan? Tidak masalah, lagi pula ada apa kau harus mengatakan semuanya kepadaku?” Sela Kyuhyun dengan nada sarat akan kemarahan.

“Kyu… aku hanya ingin kau tidak salah paham”

“Salah paham mengenai apa? Kita hanya berteman bukan?”

Siwon menarik Kyuhyun untuk berhadapan dengannya, bukan ini yang ingin ia lakukan. Tapi mengapa semuanya seakan terasa sulit, terlebih kini Kyuhyun marah kepadanya.

“Aku menyayangimu.. tapi..”

“Cukup Siwon, ini tidak benar. Kau sudah berada didalam koridor yang benar dan tidak perlu membuat kesalahan hanya dengan emosimu saja”

“Aku tidak sedang dalam emosi, Kyuhyun….”

“Jangan membuatku untuk semakin tersakiti, aku mohon…” runtuh jua rasa kuat yang Kyuhyun bangun.

“Maafkan aku… maafkan aku…” Siwon membawa Kyuhyun kedalam dekapannya.

“Jangan Siwon… jangan membuatku menjadi seseorang yang lemah”

“Aku sangat menyayangimu Kyu…”

Kyuhyun membenamkan wajahnya di ceruk leher Siwon dan memulai tangisan pilunya, biarkan kali ini ia meruntuhkan segala egonya. Biarkan dia egois, karena memang kini ia sangat membutuhkan sosok dihadapannya itu.

.

.

.

Ntah siapa yang membohongi siapa? Yang ada kini hanya sosok Kyuhyun yang terlihat tegar tetapi sangat rapuh didalam, Siwon yang kembali menjadi sosok tertutup dan lebih banyak memilih untuk bekerja. Tetapi ada yang berbeda, kini sosok Claudia seakan menjadi warna yang berbeda bagi keduanya. Dilema itulah yang dirasakan Kyuhyun maupun Siwon.

“Aku tidak bisa seperti ini terus”

Kyuhyun masih memperhatikan beberapa file yang belum di bacanya. Melihat seisi ruangan. Tempat yang sangat nyaman, tapi… kini seakan tidak terasa nyaman seperti pertama kali dirinya datang kesini.

Claudia muncul di depan pintu kerjanya tanpa mengetuk.

“Kyuhyun…” ucapnya dengan riang.

“Ah.. kau datang?” ucap Kyuhyun berbasa-basi. Dan sebenarnya inilah yang menjadi beban besar bagi Kyuhyun. Claudia, dia adalah orang yang baik, tapi dirinya??

“Kau sedang apa?”

“Seperti yang kau lihat” sembari menandai beberapa kata yang sepertinya salah dalam dokumen yang dibaca.

“Melihatmu seperti ini, aku seakan ingin mengabadikannya dalam bingkai kamera”

“Maksudmu…”

Claudia mendekati Kyuhyun, “Kau tau, jika wajahmu sangat manis?”

Perkataan itu.. seakan mengingatkannya kembali dengan ucapan Siwon beberapa waktu yang lalu.

“Mengapa banyak yang mengatakan jika aku manis?” Tanpa sengaja Kyuhyun mempoutkan bibirnya.

Claudia tertawa, “Jadi banyak yang setuju akan pendapatku?”

“Ck.. menyebalkan”

“Ah.. kau semakin manis jika merajuk seperti ini”

“Haishhh..”

“Baiklah… baiklah.. aku tak akan menggodamu lagi. Eum.. aku datang untuk sebuah penawaran” Claudia berjalan semakin mendekati Kyuhyun.

“Penawaran??”

“Maukah kau menjadi modelku?” Ujarnya tanpa beban.

“Model?”

“Ya.. saat pertama kali aku melihatmu, aku yakin kau pantas untuk menjadi modelku. Mungkin ini terlalu mendadak, tapi ini suatu kesempatan emas bagimu, aku harap kau mau memikirkan tawaranku ini”

“Ah ya.. terima kasih sebelumnya” ujar Kyuhyun, sebenarnya ia terlalu bingung.

“Baiklah jika kau mau..” Claudia mengeluarkan sebuah kartu, “Hubungi aku kapanpun saat kau siap”

“Eum..” Kyuhyun terlihat ragu untuk menerimanya, tapi dengan memaksa Claudia langsung menyimpan kartu namanya di tangan Kyuhyun.

“Jika begitu aku pergi dulu”

Kyuhyun berdiri dan membungkukkan badannya, “Ya..”

Pintu pun tertutup rapat meninggalkan Kyuhyun seorang diri kembali, Kyuhyun mendudukan dirinya dengan beban di kursinya. Mengusap wajahnya kasar.

“Mengapa semuanya semakin menjadi sulit bagiku?”

Kyuhyun melihat kartu nama Claudia beberapa kali. Bekerja dengan Siwon bukanlah hal yang baik untuknya. Tapi bekerjasama dengan Claudia pun belum tentu sangat baik untuk dirinya.

“Apa yang harus aku lakukan?”

Kyuhyun membereskan meja kerjanya dan memilih untuk segera pergi, berdiam lama disana tentu tidak akan memberikan solusi untuk permasalahan yang sedang dihadapinya kini. Kyuhyun lebih memilih untuk pergi ke sebuah kafe baru yang terletak di pinggir jalan dekat  dengan kantornya.

Hyuna baru saja akan keluar kafe saat ia melihat sosok Kyuhyun yang duduk termenung dengan melihat ke arah meja.

“Kyu..” Hyuna menepuk pundak Kyuhyun.

“Hyuna…”

“Ah akhirnya aku bisa kembali bertemu denganmu.. aku merindukamu” Hyuna langsung memeluk Kyuhyun sekilas.

“Aku juga.. bagaimana kabarmu dan apa kau..”

Hyuna duduk di kursi yang ada di hadapan Kyuhyun, “Aku baik dan aku sudah tidak bekerja disana, kini aku bekerja di kafe ini. Hanya saja shift ku sudah selesai”

“Begitukah?” Kyuhyun sangat terkejut mendengarnya, ah.. dia merasa bersalah pada sahabatnya itu. Hyuna selama ini selalu membantunya, tetapi setelah ia bekerja dengan Siwon. Ia seakan melupakan keberadaan Hyuna.

“Kyu… hey.. Kyu..” Hyuna memgang tangan Kyuhyun dan membuatnya terlonjak, “Kau melamun?”

“Ah tidak.. aku hanya merasa bersalah padamu”

“Bersalah?”

“Ya.. karena aku seakan melupakan keberadaanmu sebelumnya, bahkan aku tidak tau kau sudah tidak bekerja disana”

Hyuna tersenyum,”Gwenchana.. aku mengerti dengan pekerjaanmu sekarang ini, pasti sangat menyibukanmu, bukan begitu?”

Kyuhyun menggaruk tengkuknya, “Ya.. sedikitnya begitu.. oia.. bagaimana pekerjaan barumu, menyenangkankah?”

“Heum.. setidaknya tidak seperti saat kita dulu. Aku merasa menjadi manusia yang baru saat ini, Kyu…”

“Aku senang mendengarnya”

Lama mereka terdiam, Kyuhyun merubah wajahnya menjadi sendu.

“Ada apa Kyu?”

“Aku…”

“Kau tidak mendapatkan masalah disana, kan?” Kyuhyun menggelengkan kepalanya, “Lalu?”

Hyuna melihat ke arah kartu nama di atas meja. “Kau akan menjadi model?”

Kyuhyun menundukkan wajahnya, inilah yang sedari tadi ia pikirkan “Aku tak tau… ini begitu mudah sebenarnya tapi ntah mengapa begitu sulit juga bagiku”

“Maksudmu?”

“Ceritanya panjang..” desahnya.

“Aku ada disini, Kyu.. ceritalah setidaknya kau meringankan bebanmu saat ini” Kyuhyun masih memandang Hyuna. Hyuna adalah sahabat yang selama ini membantu dirinya saat masih bekerja di club. Dia juga yang selalu menjaga Kyuhyun dari para lelaki hidung belang yang akan membawanya keluar dari club. Oh bisa dikatakan, Hyuna memang mengetahui semuanya, Hyuna tau jika Kyuhyun menyamar menjadi seorang yeoja untuk bekerja disana. Maka itulah mengapa Hyuna sangat melindungi Kyuhyun, ia sudah menganggap Kyuhyun sebagai adik maupun keluarganya sendiri.

“Aku menyukai seseorang”

“Siapa?” Tanya Hyuna antusias.

“Tapi ia tak bisa aku miliki, kami terlalu berbeda.. aku.. maksudku, kau mengetahui aku.. dan..” Hyuna meremas tangan Kyuhyun untuk menyalurkan segala perhatian.

“Aku mengerti.. lalu apa hubungannya dengan pekerjaan menjadi model?”

“Intinya jika aku masih bekerja disana, perasaanku tidak akan menghilang. Tapi cara menjadi model pun tidak akan membantuku menghilangkan perasaan ini, bahkan mungkin akan semakin membuatku menjadi sangat bermasalah”

“Maksudmu?” Hyuna semakin tidak mengerti.

“Agensi model ini milik seseorang yang mungkin akan jadi sainganku, oh mungkin tidak pernah akan menjadi sainganku. Aku terlalu menyadari bagaimana posisiku, Hyuna..”

Hyuna menarik bangku nya agar bisa semakin dekat dengan Kyuhyun lalu membawanya ke dalam sebuah pelukan hangat.

“Aku selalu ada disini bersamamu Kyu… jika kau butuh bantuanku, aku pasti akan membantumu…”

Gomawo… gomawo..”

.

.

.

Kyuhyun sudah memikirkannya dari semalam. Kini keputusannya sudah bulat, ya.. dia masih mempunyai hutang kepada Siwon dan ia yakin bisa melunasinya. Jika waktu pelunasan tiba, ia akan pergi sejauh mungkin dari Siwon. Agar dirinya bisa menghilangkan segala rasa yang tiba-tiba bersemi untuk Siwon.

“Apa ini, Kyu?” Siwon memegang sebuah map berwarna coklat ke hadapan Kyuhyun.

“Surat pengunduran diriku”

Siwon terkejut, ia bahkan langsung berdiri saat Kyuhyun mengatakannya dengan datar.

“Tapi kenapa? Bukankah..”

“Ya.. aku tau, aku masih mempunyai hutang kepadamu. Dan aku berjanji akan melunasinya dengan caraku sendiri. Aku harap kau mau menandatangani surat pengunduran diriku ini”

“Tapi Kyu..”

“Ini keputusanku, Siwon, eum maksudku Presdir dan sebelumnya terimakasih sudah memberikan pekerjaan yang normal bagiku. Tak usah takut, aku tidak akan kembali ke pekerjaan lamaku, aku sudah memiliki pekerjaan baru yang bisa segera membayar lunas hutangku kepadamu..”

“Apa itu?” Tanya Siwon dengan nada yang terdengar marah.

Kyuhyun kini mampu memandang Siwon setelah mengumpulkan segala keberaniannya, “Kau pasti akan tau dengan sendirinya”

Kyuhyun berjalan mundur dengan perlahan, lalu membungkukkan tubuhnya dan segera berbalik menuju pintu tapi sebelum tangannya mencapai kenop pintu, badannya terasa di tarik dalam sebuah pelukan.

“Jangan pergi…” suara yang nyaris tak terdengar jika bibir itu tidak tepat berada di sisi telinganya.

Kyuhyun terdiam, memproses apapun yang terjadi saat ini. Bagaimana tidak? Kini Siwon memerangkapnya dalam sebuah pelukan yang melumpuhkan system syaraf Kyuhyun. Kyuhyun menjadi teringat mengenai Claudia saat tangannya mengayun untuk membalas pelukan itu, lalu tak lama mendorong tubuh Siwon menjauh.

“Ada apa Kyu?”

“Ini.. maksudku.. aku harus pergi Siwon, tolong untuk tidak menahanku.. biarkan aku bebas menentukan bagaimana nasibku, aku pasti akan membayar seluruh hutangku kepadamu.. aku mohon…” Kyuhyun tak ingin menjadi lemah di hadapan Siwon.

“Tapi Kyu…”

“Pekerjaan baruku sangatlah baik, jadi kau tak perlu khawatir..”

Siwon menatap lama dalam mata Kyuhyun, sebelum akhirnya ia berjalan menjauhi Kyuhyun dan memilih untuk melihat ke jalanan di kaca besar ruangannya.

“Pergilah jika itu maumu…”

Siwon melewatkan kejadian itu, melewatkan dimana satu air mata jatuh di kedua mata Kyuhyun.

.

.

“Apa yang terjadi padamu, Choi Siwon?” Donghae menatap tak suka saat kembali Siwon menuang gelasnya dengan wine. “Cukup.. kau sudah mabuk”

“Aku ingin meminumnya, Hae”

“Siwon.. ada apa denganmu?” Donghae merebut gelas yang akan diminum Siwon dan wine itu tumpah begitu saja.

Melihat hal itu Siwon hanya mengacak rambutnya frustrasi, ia sendiri tak tau mengapa seakan merasa dunia kini tak bisa di raihnya. Ia merasa bahwa dirinya tak perlu hidup kembali, karena kebahagiaan itu sudah terampas begitu saja.

“Siwon.. bicaralah, jangan seperti ini” Donghae menarik tubuh Siwon dari counter bar yang ada di sudut apartemennya. Membawa Siwon untuk duduk tenang di sofa, selagi memastikan bahwa Siwon sudah duduk dengan baik, kembali Donghae menuju dapur untuk membawakan segelas teh jahe untuk Siwon.

Donghae sendiri tak mengerti mengapa Siwon datang ke apartemennya dengan keadaan yang seperti seseorang yang bingung, bahkan tanpa banyak bicara. Siwon segera menuju counter bar nya dan mengambil beberapa wine, Donghae kira bahwa Siwon hanya akan meminumnya segelas atau dua gelas. Tapi bahkan Siwon sudah meminum habis dua botol wine yang dibelinya di Paris tahun lalu.

“Minumlah ini” Donghae menarik tubuh Siwon untuk bisa duduk dengan tegap dan membantunya meminum teh hangat itu.

Siwon sendiri masih memejamkan matanya, tetapi tak membantah apa yang diminta oleh Donghae. Kini Siwon meracau dan jika Donghae tak salah mendengar bahwa Siwon sering mengucapkan kata “Jangan pergi Kyu.. aku membutuhkanmu”

“Sebenarnya apa yang terjadi pada kalian, selama ini?”

-TBC-

note :

Hallloooo kembali lagi bersama ff ini dan sebelumnya izinkan kami berdua mengucapkan happy wonkyu day… maaf harusnya ini adalah chap endingnya tapi taunya malah words terlalu kebanyakan nih.. jadi kami penggal lagi deh hehehe… eh kami?? Ya.. saya harus memenggalnya lagi biar bisa semakin menjadi penasaran tapi gpp lah ya, setidaknya WKC jadi banyak ff lagi hehehe… di bulan wk day loh… saya usahakan untuk chap selanjutnya bisa publish tidak terlalu lama dari wk day… terima kasih yang sudah mau membaca di chap kemarin dan aahhh… saya terharu kalian selalu menantikan ff di sini…  selalu mencintai wk ya.. dan selalu juga untuk dukung wp ini hehehe… sekali lagi happy wk day…

Advertisements

54 thoughts on “I Choose to Love You chap.2

  1. Wonkyu sama2 tersiksa oleh perasannya sendiri, ayolah wonkyu jujurlah pada hati kalian, karna kalian dh terikat satu jadi berjuanglah untuk hati kalian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s