Posted in Angst, BL, Comfort, Romance, wonkyu

I Choose to Love You chap.1

By. Ryupyo & Miss Lee

Cast : Siwon x Kyuhyun

Genre : Angst/comfort, Romance

Rate : T

 

I Choose to Love You

Namja dengan berperawakan tegap dan juga atletis itu, memilih menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi kerjanya. Ia memejamkan matanya dan sedikit mengurut bagian pangkal hidung. Menarik sedikit lebih lebar dasi yang sedang dikenakan, rutinitasnya selalu saja memakan waktu luangnya. Ia memanglah seorang CEO, banyak orang bergantung nasib kepadanya. Maka itulah ia harus bekerja maksimal.

Ia mencoba merilekskan tubuh dengan memejamkan mata, mungkin tidur dalam waktu 10 menit tidak masalah, bukan? Toh ia baru saja menyelesaikan meeting pentingnya beberapa menit yang lalu. Meeting lainnya yang menanti, masih menunggu dalam beberapa jam kedepan. Hingga tanpa sadar ia benar-benar tertidur dalam posisi duduk.

.

.

Flashback

Namja berpakaian sedikit nerd dengan tak lupa memakai kaca mata bulat persis Harry Potter, berjalan memasuki pelataran Sekolah. Orang itu bernama Choi Siwon, murid terkaya yang juga berpenampilan tidak menarik bagi siapapun yang melihatnya. Apakah Siwon mempunyai teman? Tentu, bahkan banyak. Tapi semua baik kepadanya? Tentu, karena mereka baik kepada Siwon hanya untuk memanfaatkan kekayaannya. Lalu apa Siwon mempermasalahkannya? Tidak. Karena bagi Siwon saat orang lain tetap berlaku baik kepadanya, ntah itu ada maksud tertentu, tidak akan menjadi soal.

Hingga suatu malam, saat sepulang sekolah, Siwon yang biasanya akan di antar-jemput memilih untuk lebih mandiri dan menggunakan kendaraan umum. Hanya saja saat itu nasib apes sedang bersamanya, saat sedang melewati sebuah gang. Siwon di tarik paksa oleh sekelompok berandalan dan dibawa menuju gang buntu.

Bau alcohol itulah yang di rasakan oleh Siwon saat mereka mengucapkan segala kata-kata kasar dan juga bentakan bahkan pukulan yang dilayangkan kepada Siwon. Barang-barang berharga Siwon telah berpindah tangan, hingga ia melihat sebuah kalung pemberian Umma nya yang akan di tarik paksa membuat Siwon tak ingin tinggal diam. Itu adalah kenangan terakhir sang Umma.

Dengan sedikit perlawanan, Siwon hanya ingin mempertahankan benda yang selama ini selalu dilindunginya. Tapi Siwon bukanlah tandingan yang pas untuk mereka, walau Siwon berbadan besar, tetapi Siwon bukanlah orang yang handal untuk masalah beladiri. Siwon jatuh tersungkur, terkena tendangan lawan. Yang Siwon tau, tongkat baseball itu sudah akan melayang ke tubuhnya. Tetapi mengapa… tak terasa sesuatu kepadanya, hingga beberapa menit ia menutup mata.

“Kau tak apa?” Suara itu membuat kedua mata Siwon yang sudah terpejam terbuka sempurna.

Siwon melihat ke sekelilingnya. Sepuluh berandalan itu telah tersungkur ke tanah dengan wajah babak belur.

“Kau…”

“Tak perlu ucapan terima kasih.. bangunlah” Namja manis di hadapannya, mengulurkan tangan yang segera disambut Siwon.

“Terima kasih..” itulah ucapan pertama yang di ucapkan Siwon saat mereka kini berdiri saling berhadapan.

“Apa kau bisa berjalan sendiri?”

“Kau terluka?” Bukannya menjawab, Siwon balik bertanya.

Namja itu memegang sudut bibirnya.”Aku bisa menyembuhkannya hanya dengan kompresan, tenang saja” sudut bibir itu tertarik ke atas membentuk smirk yang menurut Siwon sangatlah menarik, bahkan ntah mengapa degup jantungnya menjadi tak karuan.

“Hey.. kau bisa pulang sendiri, bukan?” Siwon mengangguk.

“Baguslah.. lain kali hati-hati..”

Sebelum melangkah pergi, Siwon menarik kembali lengan namja manis itu. “Lembut” innernya.

“Ada apa?”

“Eum.. siapa namamu? Aku… Choi Siwon..”

“Cho Kyuhyun..” ucapnya sembari melepaskan genggaman tangan Siwon dan segera berlalu pergi meninggalkan Siwon yang masih setia memandang punggung Kyuhyun.

Gomawo.. kau telah menyelamatkan hidupku.. gomawo..” ujar Siwon hanya pada bayangan Kyuhyun yang telah semakin menjauh.

Semenjak hari itu Siwon mencoba mencari tahu mengenai Kyuhyun, Fakta yang mengejutkan di dapat Siwon. Karena ternyata Kyuhyun adalah adik kelasnya. Tapi Siwon sendiri tak mengerti mengapa ia tak pernah melihatnya di sekolahan. Dan fakta lainnya menyebutkan bahwa Kyuhyun adalah murid yang sering menindas, bermain perempuan dan juga mabuk-mabukkan. Karena itulah Kyuhyun sering mendapatkan sanksi skorsing yang mengakibatkan dirinya jarang masuk sekolah.

“Walau begitu kau tetaplah penyelamat bagiku.. kau orang yang berharga bagiku..” ucapan Siwon saat mengetahui segalanya mengenai Kyuhyun.

Mulai hari itu Siwon berusaha untuk mendekati Kyuhyun dan menjadi temannya, awalnya memanglah canggung akan tetapi mereka bisa berteman baik. Setelah kelulusan, Kyuhyun menghilang begitu saja. Siwon sudah berusaha mencarinya, tetapi Kyuhyun seakan tertelan oleh bumi.

Flashback end

.

.

“Haahhh… mimpi itu kembali, ntah mengapa akhir-akhir ini aku selalu memimpikan kejadian 10 tahun lalu. Ada apa ini?” Siwon mengusap wajahnya.

Melihat ke arah jam tangannya, sudah jam 5 Sore. Waktunya para karyawan pulang dan oh tentu ia belum bisa pulang, dikarenakan satu jam lagi akan ada meeting penting di salah satu hotel ternama di Seoul.

“Selalu seperti ini”

Siwon menutup berkas di hadapannya, segera memakai jas nya kembali dan keluar ruangan. Mungkin ia bisa kembali dulu ke apartemen untuk membersihkan diri sebelum ia akan pergi menemui klien nya.

.

.

.

“Siwon.. sampai kapan kau akan terus berkutat dengan file busuk itu?”

Namja berperawakan sedikit lebih pendek dibanding Siwon, berjalan santai menuju ke arah sofa dan mendudukinya dengan angkuh, membenarkan letak dasinya sembari meneliti wajah Siwon yang sedikit kelelahan.

“Ah dan perlu kau tau, yang kau ucapkan busuk itu adalah keuntungan untuk perusahaan, tentu juga itu akan menjadi keuntungan bagi dirimu juga. Satu hal lagi, mengetuk pintulah terlebih dahulu sebelum memasuki ruanganku..”

“Ck.. kau selalu menang untuk hal itu. Dan maaf untuk memasuki ruanganmu tanpa izin. Tapi biarkan kau bisa menikmati hidup ini. Bahkan kau sudah menyandang gelar CEO muda di Korea. Apalagi yang kau inginkan? Ayolah… nikmati hidupmu dengan menarik”

“Kau pikir aku tidak menikmati hidup?”

“Maksudmu kau bahagia dengan berbagai file itu??” Siwon mengangguk dengan mata yang masih menatap focus pada beberapa file di hadapannya, “Ayolah Siwon.. itu tidak mungkin membahagiakanmu…”

“Lalu?”

Donghae berjalan mendekat sembari menjentikkan jarinya, “Bagaimana jika kita pergi. Malam ini lepaskan segala penatmu”

“Aku tidak ingin..” Siwon menjawab cepat, ia sangat tau bagaimana perangai sepupu sekaligus sahabatnya itu.

“Aku memaksamu Siwon, kajja…” Donghae menarik lengan Siwon, menutup berbagai file yang kembali Siwon akan baca. “Aku sudah bilang bukan?? Aku memaksamu..”

Siwon mau tak mau mengikuti kemana langkah Donghae membawanya. Ia hanya sedang malas berdebat, kepalanya sudah sangat pusing dengan meeting maupun berbagai laporan penting yang tadi pagi ia kerjakan. Tidak ada salahnya ia menikmati kehidupan, seperti kata Donghae tadi.

Mereka berdua memasuki club malam yang sangat terkenal di Korea milik Seunghyun yang juga adalah teman dari Siwon. Oh… jangan memperkirakan bahwa Siwon sering datang kesana, ini adalah pertama kali dirinya menginjak club malam. Lalu bagaimana dirinya bisa berkenalan dengan Seunghyun sebagai pemilik club? Tentu saja dikarenakan adanya bisnis dari perusahaan. Ya.. terlalu panjang menjelaskannya.

“Ini yang dinamakan bersenang-senang?”

Donghae tersenyum lalu menyerahkan segelas vodka dengan kadar alcohol yang rendah, Donghae tau jika Siwon bukanlah seorang yang suka mabuk.

“Ini tak akan membuatmu mabuk, tenanglah.. lagi pula bartender disini tak mungkin memberikan minuman yang memabukkan kepadamu..”

“Seunghyun mengetahui kita ada disini?”

“Heum.. dia sedang ada di ruangannya, siapa yang tak akan mengenalmu, Choi..”

“Ck…” Siwon lebih memilih segera meneguk habis minumannya. Tatapan matanya terus mengelilingi apapun yang dapat dilihat. Hingga mata elang itu berhenti pada sebuah atraksi seorang yeoja berambut blonde dengan memakai gaun merah sedang meliuk-liuk di atas panggung.

Gaun merah itu mempunyai belahan panjang di pinggir pinggulnya. Memberikan keleluasaan saat yeoja blonde itu memberikan gerakkan erotis. Siwon terus menatap pada yeoja tersebut, hingga matanya menatap nyalang saat tangan seseorang merangkul pinggang yeoja blonde itu. Membawanya menjauh dari kerumunan. Yang Siwon dapat tangkap adalah mereka berdua menuju lantai atas, dimana ia sangat tau apa yang akan terjadi selanjutnya, ada rasa marah dan kecewa tapi ia tak tau mengapa itu bisa terjadi padanya.

“Aku ingin pulang”

Donghae yang tak mengerti hanya mengernyitkan dahinya, bagaimanapun suara Siwon terlalu kalah dengan suara music keras disana.

“Aku ingin pulang” dengan sedikit berteriak.

“Kau baru saja datang, Siwon..”

“Tapi aku ingin pulang” ujarnya final, lalu Siwon berdiri dan memakai kembali jasnya.

“Baiklah..” Donghae hendak beranjak dari duduknya sebelum Siwon kembali mengatakan sesuatu..

“Kau tetaplah berada disini jika kau mau, aku hanya sudah sangat lelah..”

“Baiklah sepupuku.. pulanglah.. aku mengerti keadaanmu, maaf jika aku memaksamu datang kemari”

“Tak apa.. aku pergi”

“Heum.. hati-hati dijalan”

Siwon bergegas pergi menuju pintu keluar tapi ia kembali menoleh kebelakang hanya untuk melihat tangga lantai dua, ia hanya berharap yeoja blonde itu segera turun sebelum ia pergi tapi semua hanyalah sebuah angan semata.

.

.

“Ayolah.. kenapa kau mengulur waktu kita sayang?”

“Bukankah kau membookingku untuk waktu yang lama?? Maka nikmatilah..”

Yeoja itu kembali melakukan aksi menarinya. Namja yang sudah berumur masih melihat dengan rasa ingin segera memiliki. Tapi ia tau, yeoja blonde di hadapannya sangatlah susah di dapat, maka ia ingin memberikan malam yang terbaik untuk dirinya dan si yeoja tersebut.

Hingga saat ia meminum dalam sekali tegukan, matanya terasa sangat berat dan..

BRUK!!

Yeoja itu menatap jijik kepada namja berumur itu, menyeretnya menuju ranjang dan membuka semua pakaiannya, setelahnya ia menutupnya dengan selimut tak lupa ia memberikan sebuah gel untuk di oleskan di beberapa bagian tubuh namja tua itu.

“Sangat menyusahkan sekali..” ucapnya sembari membenarkan rambut panjangnya yang selalu dibiarkan terurai.

Menunggu waktu bookingnya habis, yeoja blonde itu hanya memilih untuk berdiam diri dan memandang jalanan dari kaca besar dalam kamar.

“Mengapa aku harus seperti ini, Tuhan..”

.

.

.

One weeks later

Walau yang dilakukan Siwon tetaplah bekerja, tapi kini pikirannya terkadang melayang jauh saat ia pertama kali melihat yeoja blonde yang kini sangat menyita perhatiannya. Senyuman itu, tatapan itu, mengapa ia sangat mengenalnya. Tapi dimana?? Sepertinya ia tak pernah bertemu dengan yeoja berambut blonde tersebut dimanapun, yang ia sangat yakin pertemuan pertama mereka pastilah saat di club itu.

Siwon mengusap wajahnya kasar. Melihat jam di pergelangan tangannya. Sudah menunjukkan pukul 11 malam, selalu saja ia pulang sangat telat dibanding para karyawan lainnya. workaholic itulah sebutan yang memang pantas di sandang oleh Siwon.

Siwon melebarkan ikatan dasinya agar sedikit longgar di lehernya, lalu menyampirkan jas nya di kursi penumpang mobilnya. Menghidupkan mesin mobil, ntah mengapa tujuan utamanya adalah rumah tetapi kini mobil itu berbelok arah menuju club dimana seminggu lalu ia datangi bersama Donghae.

“Ck.. ada apa denganku ini..”

Saat hendak akan kembali, Siwon dapat melihat yeoja berambut blonde yang sudah menyita perhatiannya selama seminggu ini, ia di tarik paksa oleh sekawanan perampok. Tunggu… ini seakan dejavu untuknya, tanpa membuang waktu Siwon bergegas keluar mobil.

“Hey kalian..”

Sekawanan perampok yang sedang tarik menarik dengan yeoja blonde itu pun menghentikkan kegiatannya dan melihat kearah Siwon dengan marah.

“Jangan ikut campur”

“Oh tentu saja, aku tak ingin ikut campur, hanya saja karena aku sudah melihatnya maka aku harus ikut campur dengan masalah ini” dengan memberikan smirk nya.

“Banyak bicara kau…”

Bugh!!

Satu layangan pukulan di terima oleh Siwon, tapi tentu Siwon sekarang bukanlah Siwon yang dulu, kini Siwon sudah berubah sangat banyak. Ia bisa membela dirinya sendiri dan jangan lupakan bahwa Siwon adalah pemegang sabuk ban hitam di taekwondo.

Pergulatan Siwon dan sekawanan perampok terus berlangsung tetapi satu persatu bisa ditumbangkan oleh Siwon dengan mudah, yeoja berambut blonde itu hanya bisa berdiri terdiam memeluk tubuhnya sendiri, memandangi apapun yang sedang dilakukan Siwon.

“Kau tak apa?” Yeoja itu hanya membalasnya dengan anggukan.

“Disini berbahaya jika sendirian, aku akan mengantarmu pulang” tapi langkah Siwon terhenti saat yeoja itu memegang lengannya.

“Aku bisa pulang sendiri”

Suara itu.. mengapa Siwon merasa sangat familiar. Siwon masih bergulat dengan pikirannya dan ia mulai tersadar saat yeoja itu mulai jauh meninggalkannya.

“Hey tunggu…” Siwon berlari mendekati. “Aku tak ingin ada penolakan.. tenanglah aku tidak jahat”

Seakan menimbang akhirnya yeoja itu pun mengangguk setuju, Siwon tentulah sangat senang karena kini ia bisa berduaan dengannya. Sepanjang perjalanan hanyalah keheningan yang tercipta, Siwon tak mengerti apa yang harus dikatakannya sedangkan yeoja itu pun seakan enggan untuk memberikan ucapan-ucapan yang bisa membangun suasana mencair.

“Turunkan aku di depan”

“Rumahmu di depan itu?” tunjuk Siwon ke arah gedung apartemen tua, tentu itu bukanlah apartemen yang layak di huni, menurutnya.

“Heum.. sebelumnya terima kasih sudah menolongku dan terima kasih lagi sudah mengantarkanku..”

“Ah ya.. sama-sama”

Yeoja itu bergegas membuka pintu mobil dan segera menghilang di balik pintu masuk apartemen, Siwon yang baru menyadari kebodohannya hanya bisa menjambak rambutnya.

“Mengapa aku tak menanyakan siapa namanya?? Aishhh…”

.

.

.

Kejadian tadi malam terlalu membekas di hati Siwon, menjadikannya seakan tak karuan. Pikirannya selalu melayang dimana ia bertemu dan menyelamatkan yeoja cantik itu.

“Tapi aku tak mengetahui siapa namanya? Apakah aku harus ke club dan mencari tau tentangnya?”

Siwon masih saja bergelut dengan pikirannya, tak di sangka bahwa Donghae masuk dan terus mengamati segala tingkah laku Siwon. Hingga…

Omo… kau mengejutkanku Hae..” Siwon mengusap dadanya, sembari kini berpura sedang meneliti berbagai file dihadapannya itu.

“Apa yang sedang terjadi kepada sepupuku ini?” Donghae menatap menelisik Siwon dari dekat, membuat Siwon sedikitnya memundurkan wajahnya.

“Aku sedang bekerja Hae..” ucap Siwon tenang.

“Tapi tunggu… mengapa aku mendengar bahwa kau sedang jatuh cinta?” ucapnya sembari memberikan smirk dan melangkah menuju sofa.

Mwo??” Siwon terlonjak terkejut saat Donghae menebak apa yang sedang terjadi kepadanya.

“Wajahmu.. tingkah lakumu.. eum dan kini kau terlihat gugup Siwon” Donghae semakin menggoda Siwon.

“Apa maksudmu? Aku tidak sedang…”

“Siapa gadis itu, heum?” Potong Donghae cepat.

“Yak.. aku bilang aku tidak sedang jatuh cinta..”

Donghae mengangkat bahunya tak peduli, dan semakin menempatkan dirinya dengan nyaman. Menyilangkan kedua tangannya di dada dan memandang kearah Siwon menuntut penjelasan. Dan Siwon tau, ia selalu kalah akan itu.

“Apa terlihat jelas?”

Siwon meninggalkan kursinya dan memilih duduk di samping Donghae, ia mengusap wajah dan menghembuskan nafasnya kasar.

“Siapa yang sudah membuat sepupuku menjadi seperti ini?”

“Aku pun tidak tau siapa namanya” desah Siwon.

MWO??”

“Yak!! kecilkan suaramu.. itu sangat mengganggu..”

“Okay.. dan oh come on brother.. kau mencintai seseorang dan bahkan kau tak mengetahui siapa namanya? Kau hanya akan diam begitu saja??”

“Aku tidak mencintainya… eum.. maksudku aku mungkin merasa tertarik kepadanya, tetapi untuk mencintainya aku masih tak mengerti..”

Donghae tertawa setelah melihat bagaimana frustrasinya Siwon saat ini.

“Sudahlah intinya saat ini kau sedang merasa menyukai seseorang, bukan? Kau bertemu dengannya dimana?”

Siwon terlihat berpikir, walau akhirnya “Kau ingat malam itu?”

“Malam kapan? Kita sering menghabiskan malam bersama, bukan?”

“Malam dimana kau mengajakku ke club

Donghae sedikit terkejut, walau akhirnya ia bisa menguasai keadaan “Jangan katakan jika…”

“Ya.. memang.. aku bertemu dengannya disana untuk pertama kali, ia.. sepertinya pekerja disana dan kali kedua aku bertemu dengannya, saat aku menyelamatkannya dari sekawanan perampok”

Donghae memegang dahi Siwon dan menyamakannya dengannya. “Kau sedang tidak sakit”

“Aku sehat, Hae..” nada suara Siwon sedikit marah.

“Siwon.. jika Appa mu tau, kau menyukai pekerja club apa yang akan dilakukannya??” Donghae hanya sekedar bertanya, tapi ternyata reaksi Siwon diluar kendalinya.

Siwon menundukkan kepalanya, “Siwon..”

“Aku mengerti Hae, lupakan saja..” desah Siwon dan segera menuju tempat kerjanya kembali. Memeriksa beberapa file yang sedari tadi di diamkannya.

Donghae merasa bersalah telah mengucapkan hal itu, tapi bagaimanapun Donghae tau perangai Appa Siwon, beliau bukanlah orang yang mudah begitu saja memberikan restunya kepada Siwon untuk mencintai seseorang yang bahkan tidak selevel dengan mereka.

Suasana menjadi hening setelah ucapan Donghae tadi. Siwon terlihat kembali serius bekerja dan Donghae sendiri tidak tau harus apa yang dilakukannya kini, merutuki segala keceplosannya itu.

“Jika kau memang mencintainya, maka berusahalah menjadikan dirinya layak di depan Appa mu, Siwon.. dan jangan menyerah.. bahkan kau belum memulainya..” setelah mengucapkan itu, Donghae segera bergegas keluar ruangan.

Siwon menyandarkan kepalanya setelah mendengar pintu tertutup rapat, benar apa yang dikatakan oleh Donghae. Seharusnya ia berusaha terlebih dahulu, jika pada akhirnya yeoja itu tidak bersama nya, maka mereka bukanlah jodoh. Haahh… ntahlah terkadang Donghae bisa menakutinya, menyemangatinya bahkan menasehatinya.

“Lalu aku harus bagaimana??” Siwon menutupkan matanya, berpikir kembali.. “Aku akan memulai menemuinya malam ini di apartemennya” putusnya final.

.

.

“Kau akan pulang sekarang?” tanya Hyuna, teman kerjanya yang sudah 2 tahun ini bersama.

“Ya.. aku sepertinya kurang enak badan”

“Baiklah.. kau pun sudah melayani beberapa tamu, pasti bos akan memberikan izinnya.. pulanglah, wajahmu sedikit pucat”

Orang itu sedikit meringis mendengar ucapan Hyuna mengenai melayani beberapa tamu, tapi apa lagi kata yang lebih sopan untuk hal itu? Atau hanya sekedar menemani tamu?

“Heum.. aku pulang dulu..”

Baru akan beranjak dan memakai tasnya.

“Sampai kapan kau akan seperti ini terus? Kau bisa mempunyai kehidupan yang lebih baik lagi…”

“Aku harus membayarnya.. mungkin sekitar 3-4 tahun lagi aku harus melakukan hal ini” Hyuna menatap prihatin kepadanya. “Terima kasih kau sudah menjadi teman terbaikku selama ini…”

“Heum.. pulanglah..”

Ne..”

“Hati-hati dijalan..”

.

.

Siwon masih setia menunggu walau kini rasa dingin sudah menusuk hingga tulangnya, tapi rasa penasaran mengalahkan segalanya. Siwon harus bertemu dengan yeoja itu dan kalau bisa ia harus mengetahui siapa namanya.

“Itu dia pulang..” ujar Siwon kegirangan, tapi setelahnya ia menutup mulutnya agar tak ada siapapun yang mendengarkan, bukankah ia sedang mengintai?

Siwon segera berlari dan beberapa kali bersembunyi di dinding agar yeoja blonde itu tidak mengetahui bahwa ia sedang menguntitnya. Siwon tiba di lantai 4, matanya terus mengawasi yeoja itu hingga tubuhnya menghilang di salah satu balik pintu apartemen di lantai itu. Siwon berjalan perlahan, matanya menangkap nomor kamar 407.

Pikiran Siwon mengatakan bahwa ia tak boleh mengetuknya, setidaknya Siwon sudah mengetahui nomor kamar yeoja itu, tapi hatinya berkata lain. Tidak ada hari esok untuk bisa berkenalan, jika semakin mengulur waktu maka kesempatan Siwon bisa saja hilang begitu saja. Lama ia bergelut dengan pikirannya sendiri hingga pintu kamar terbuka dan menampilkan sosok yang membuat Siwon terperangah dan berdiam mematung di depan pintu.

“Kau..”

Sosok di hadapan Siwon hendak menutup kembali pintunya, sebelum Siwon mencoba mencegahnya dan pintu itupun akhirnya terbuka, dimana ucapan Siwon membuat sosok di pintu melepaskan kenopnya.

“Kyu..”

Siwon membuka lebar pintu apartemen.

“Kyu.. benarkah kau adalah Kyu?”

“Mengapa.. kau.. ada disini?”

“Bolehkah aku masuk terlebih dahulu?” pinta Siwon dengan sedikit memelas.

Sedikit menimbang hingga akhirnya Siwon tersenyum dimana ia diizinkan untuk masuk ke dalam apartemen itu.

Keduanya sama-sama terdiam, menggemgam gelas berisikan air putih hangat. Siwon sesekali menatap namja yang ada dihadapannya. Lalu melihat ke sekeliling apartemen sederhana itu, ada sebuah bingkai foto dimana sepertinya itu adalah foto keluarga. Hanya ada Appa, Umma dan seorang anak laki-laki.

“Cho Kyuhyun..”

Kyuhyun memandang Siwon sendu, rasanya ia sudah lama tidak pernah mendengar seseorang memanggilnya dengan nama lengkapnya itu.

“Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa kau…”

“Sebelum aku menceritakannya, aku ingin mengetahui mengapa kau berada di depan apartemenku?”

Siwon salah tingkah, ia menggaruk tengkuknya. Menghirup udara guna membantu menetralkan degup jantungnya.

“Aku.. eum.. aku hanya…”

“Penasaran dengan sosok yeoja berbaju merah dengan berambut panjang blonde, begitukah?” ucap Kyuhyun dan itu tentu benar jawabannya, karena Siwon membulatkan mata seakan tertangkap basah.

Araseo…”

“Maaf..”

“Heum..” Kyuhyun mengernyit bingung.

“Maaf karena aku menguntitmu..”

Gwenchana..”

Kyuhyun meminum minumannya lalu menyimpan gelas di meja, ia membenarkan baju hangatnya. Tersenyum menatap Siwon yang tentu membuat Siwon semakin terpana, tunggu… terpana? Apakah Siwon sebenarnya menyukai Kyuhyun? Bukan sosok yeoja yang diperankan oleh Kyuhyun? Itulah pikiran-pikiran yang melayang di otak Siwon saat ini.

“Tapi aku normal” innernya.

“Apa kabarmu? Siwon..”

“Kau mengingatku??” Ujar Siwon terkejut.

“Ingatanku tidak buruk untuk mengenang masa lalu..”

“Ah begitukah??” Siwon menunduk malu.

“Aku tidak pernah menyangka bisa bertemu denganmu saat itu..”

“Saat itu??”

Dejavu.. dulu aku menyelamatkanmu, dan kemarin kau menyelematkanku.. terima kasih..”

“Ah.. ya.. aku pun berterima kasih untuk hal itu..”

Keheningan kembali melanda keduanya, sesekali mereka menatap satu sama lain. Tapi hanya dalam seperkian detik maka mereka akan menghindari tatapan mata itu.

“Lalu??”

“Lalu??”

“Mengenai dirimu yang…”

“Terlalu panjang untuk menceritakannya, hanya saja… aku berhutang banyak pada boss dan aku harus membayarnya dengan menyamar menjadi seorang wanita untuk melayani tamu-tamu”

“Me-la-ya-ni??”

Kyuhyun tersenyum kembali saat Siwon seakan mengernyit bingung ucapan dari Kyuhyun.

“Ya.. melayani.. tapi tidak seperti yang kau pikirkan, aku terlalu banyak cara untuk selalu lolos dari jeratan mereka dan ya.. semua berhasil” ada nada bangga walau terbersit nada getir disana.

“Mengapa harus dengan seperti itu?”

“Aku hanya memikirkan cara itu untuk melunasi hutang keluargaku. Setelah meninggalnya kedua orang tuaku, aku tak mengetahui apa yang harus aku lakukan untuk bertahan hidup” Kyuhyun terlihat sangat bersedih.

“Apa.. apa kau mau bekerja denganku?” Ucapnya tanpa berpikir lebih panjang.

Mwo??”

“Bekerjalah di perusahaanku dan kau tak perlu menyamar seperti ini lagi” mata Siwon bersinar penuh harap.

“Kau tak perlu mengasihaniku Siwon”

Siwon salah tingkah, dia tak pernah ingin mengasihani siapapun. Hanya saja memang hatinya lah yang tergerak ingin membantu Kyuhyun.

“Aku ingin membantumu, anggaplah aku membalas hutang budiku karena kau pernah menyelamatkanku”

Kyuhyun tersenyum. “Kenapa?”

Mwo?” Siwon memandang Kyuhyun yang masih saja tersenyum.

“Mengapa kau ingin membalas budi kepadaku, bahkan kau sudah pernah membalasnya kemarin. Bukankah kau kemarin juga sudah menyelamatkanku..”

Kyuhyun beranjak dari duduknya. Membuat Siwon pun ikut berdiri.

“Ada apa?”

“Aku mau pergi, apa kau akan tetap disini?”

“Eum.. tidak, sudah malam. Kau akan kemana?”

“Apotik”

“Kau sakit?” Siwon segera mendekati Kyuhyun dan refleks memegang dahi Kyuhyun tapi saat ia tersadar, maka Siwon segera sedikit menjauhi tubuh Kyuhyun, “Maaf”

“Tak apa.. aku hanya sedikit tak enak badan. Pulanglah.. aku yakin kau juga lelah”

Kyuhyun pergi menuju kamarnya, Siwon hanya bisa melihat semua pergerakan itu tanpa ingin membantah dan segera keluar apartemen. Tak lama sosok Kyuhyun pun muncul dari balik pintu.

“Kau masih disini?”

“Aku akan mengantarmu ke apotik, jangan menolakku”

“Heum.. baiklah”

.

.

.

Sosok Siwon yang biasanya terlihat kaku kini menjadi sedikit bersahabat, tak jarang ia pun memberikan senyuman kepada bawahannya saat bertemu di lift maupun di lorong kantornya. Dan hal itu tentu sampai juga ke telinga Donghae.

“Kau sudah mengetahui siapa namanya?”

“Yak!! Mengapa kau selalu datang tanpa mengetok pintu terlebih dahulu, hah??” Siwon mengusap dadanya, terkejut saat sosok Donghae yang datang tiba-tiba di belakangnya saat ia sedang menikmati kesendirian dengan melihat pemandangan jalan di kaca ruang kerjanya.

“Kau terlalu asik melamun..” cibir Donghae.

“Tapi aku masih bisa mendengar suara ketukan, Hae..”

“Hah.. selalu aku yang salah. Baiklah maafkan aku.. lalu bagaimana?”

“Apanya yang bagaimana??”

Ck pabo… nama yeoja itu?”

Siwon gelagapan, bagaimana dia harus menjelaskan semuanya kepada Donghae. Terlebih ini akan menjadi sangat rahasia, Kyuhyun masih mempunyai hutang kepada Seunghyun dan bagaimana jika identitas Kyuhyun bocor? Ia pasti akan di tuntut banyak pihak.

“Siwon… kau melamun kembali?”

“Maukah kau berjanji sesuatu kepadaku?”

Donghae merasa merinding saat Siwon menatap intens kepadanya.

“Yak!! Siwon mengapa kau begitu menyeramkan?”

“Aku bersungguh-sungguh Hae” Donghae segera mengangguk.

Siwon membawa Donghae untuk duduk di sofa bersamanya. Ia masih bingung harus menjelaskan bagaimana? Tapi Siwon pun yakin Donghae orang yang dapat di percaya.

“Dia bukan yeoja, tapi dia namja

MWO??”

“Kecilkan suaramu, aku bisa mendengar segala ucapanmu Donghae. CK…”

“Baiklah… apa maksudmu?”

“Kau masih ingat motivasiku untuk mengikuti taekwondo?”

Donghae berpikir sebelum akhirnya ia mengangguk bersemangat. “Kau sudah bertemu dengan temanmu itu?”

“Ya… dan yeoja itu adalah dia..”

Mw-o” Siwon segera menutup mulut Donghae dengan telapak tangannya, ucapan keras Donghae memang tidak akan didengar oleh karyawan lainnya dikarenakan ruangan Siwon yang kedap suara. Hanya saja suara keras Donghae itu membuat Siwon terusik, dikarenakan Donghae yang duduk di sampingnya.

“Jadi maksudmu dia adalah…” Siwon mengangguk, “Bagaimana bisa?”

“Aku mengetahuinya kemarin. Intinya ia mempunyai hutang pada Seunghyun dan.. ia membayarnya dengan cara seperti itu..”

“Aku….” Donghae seakan kehilangan kata-kata.

“Itulah yang terjadi padaku kemarin, tetapi kini aku memikirkan untuk mengajaknya bergabung di perusahaan”

MWO?”

“Hae kau tak ada kata lain selain kata itu?? Haish… menjengkelkan..”

“Ah mian.. tapi…”

“Aku sudah memikirkannya, tetapi ia menolakku..” Siwon tertunduk sedih.

“Ternyata dia tipikal yang keras kepala…”

“Ya.. tapi aku akan tetap membawanya untuk bergabung di perusahaan” Wajah Siwon menampakkan penuh percaya diri.

“Siwon…”

“Ya…” Siwon memandang Donghae yang menatap menyelidik kepadanya. “Ada apa?”

“Kau tau?”

“Heum…”

“Apa yang kau lakukan saat ini, selayaknya kau sedang jatuh cinta”

MWO? Ii-tu  tak mungkin, aku dan dia… maksudku.. kita”

“Ya… aku mengerti, aku hanya menjelaskan sikapmu, tapi baguslah jika kau tak mencintainya… karena hal itu terlalu rumit Siwon..” Donghae memainkan jari jemarinya seakan menjelaskan kerumitan yang akan terjadi jika benar Siwon menyukai Kyuhyun.

“Ya..” Ntah mengapa Siwon merasa lesu saat mendengar penuturan dari Donghae.

“Kenapa wajahmu menjadi lesu?”

“Tidak.. sudahlah aku harus kembali bekerja..”

“Ck.. workcaholic” Donghae menepuk pundak Siwon, berjalan menuju pintu.

“Hae ingat janjimu, jangan mengatakan kepada siapapun mengenai hal ini, araseo?” Donghae hanya mengangkat jempolnya, tanpa kembali melihat ke arah Siwon dan segera berlalu pergi.

Pintu kembali tertutup rapat, Siwon mendesah gusar. Apa yang harus dilakukannya? Ia hanya tak ingin Kyuhyun bekerja seperti itu. Ia ingin Kyuhyun berada selalu didekatnya, ntahlah apa yang sedang terjadi pada hatinya. Tapi ia berjanji akan membawa Kyuhyun untuk bergabung di perusahaannya, bagaimanapun caranya.

.

.

“Kau yakin dengan hal ini Siwon?”

“Aku yakin. Apa ini masih kurang?”

Seunghyun menatap tumpukan uang dalam koper yang ada di hadapannya saat ini, ia tersenyum dan menggelengkan kepalanya kepada Siwon.

“Ini cukup, tapi… untuk apa kau melakukan ini?”

“Hanya untuk membantu teman”

“Teman?” Ulang Seunghyun.

“Heum.. dia teman semasa SMA ku dulu, jika bukan karena dia mungkin aku tidak pernah ada disini”

“Maksudmu?”

“Dia pernah menyelamatkan hidupku”

Seunghyun mengangguk mengerti, menepuk pundak Siwon.

“Baiklah.. aku harus segera pergi. Katakan perjanjian kita kepada Kyuhyun”

“Heum.. aku akan melakukannya dengan baik”

“Jika begitu aku pamit”

Seunghyun ikut berdiri saat Siwon pun berdiri dan mengayunkan tangannya untuk bersalaman.

“Terima kasih atas waktumu”

“Ya.. sama-sama”

Siwon bergegas pergi dengan senyum kebahagiaan. Rasanya Siwon seakan mempunyai semangat hidup yang berlebih saat ini.

.

.

“Apa?”

Seunghyun menyimpan kedua tangannya di dada, menatap angkuh pada seseorang di hadapannya.

“Kau tak perlu lagi bekerja disini, karena hutangmu sudah lunas”

Tentu Kyuhyun terkejut, baru saja ia datang dan setelahnya ia dipanggil untuk menghadap sang boss. Lalu yang dikatakannya membuat Kyuhyun tak habis pikir.

“Tapi bagaimana bisa?” Kyuhyun tentu bahagia jika hutangnya tiba-tiba lunas hanya saja, ia merasa bahwa dirinya baru mampu membayar seperempat dari seluruh hutangnya. Lalu siapa yang membayar hutangnya?

“Ada seseorang yang melunasi semua hutangmu”

“Siapa?” Tanya Kyuhyun penuh selidik.

“Bacalah ini dan kau akan tau siapa orangnya” Seunghyun menyerahkan sebuah surat yang Kyuhyun tau itu adalah surat perjanjian. Dimana ada nama Seunghyun dan juga..

“Siwon?”

Seunghyun tersenyum. “Ya.. dia yang membayar semua hutangmu”

Belum Kyuhyun akan pergi, Seunghyun berucap dan membuat langkah Kyuhyun terhenti.

“Hutangmu kepadaku memang lunas Kyu, hanya saja.. kau saat ini berhutang kepada Siwon dan Siwon menginginkan kau melunasinya dengan menjadi partnernya”

Kyuhyun memasang wajah kebingungan.

“Siwon sudah membooking mu selama setahun kepadaku, maka itu kini kau harus melayaninya”

“Apa?”

Seunghyun pergi meninggalkan Kyuhyun yang masih termenung.

“Aku di booking?”

.

.

.

Tidak biasanya Kyuhyun sudah terbangun di pagi hari. Bahkan ia sudah bersiap untuk berangkat, Kyuhyun harus segera meluruskan urusannya dengan Siwon. Walau sedang dilanda kekesalan tetap saja Kyuhyun sangat mementingkan penampilannya, ia memakai kemeja berwarna baby blue dengan celana bahan berwarna hitam berbentuk pinsil, tak lupa dua kancing teratasnya ia biarkan terbuka, rambutnya diberikan tatanan sedikit berantakan tetapi tetap terlihat menarik.

Kyuhyun melihat kembali kartu nama yang diberikan Seunghyun kemarin, beberapa kali ia memang pernah melewati gedung itu. Tapi ia tak pernah menyangka bahwa hari ini, dirinya akan memasuki gedung perkantoran itu.

“Kau harus bisa Kyuhyun. Semangat”

Kyuhyun pun menghembuskan nafasnya kasar dan segera keluar apartemen, ia berharap pertemuannya dengan Siwon akan dimudahkan karena dengan kartu namanya saja sangat tertera jelas bahwa Siwon lah pemilik perusahaan itu.

Setelah menempuh perjalanan 30 menit lamanya menggunakan bus, akhirnya Kyuhyun tiba juga di depan lobby perusahaan WK Corps. Ia terus saja melantunkan doa agar dirinya bisa bertemu dengan Siwon dan urusannya bisa cepat selesai.

“Selamat pagi. Ada yang bisa saya bantu?” Seorang yeoja cantik yang Kyuhyun sudah mengetahui bahwa ia seorang resepsionis menyapanya dengan ramah.

Kyuhyun memberikan senyumannya, “Eum.. bisakah aku bertemu dengan Choi Siwon?”

“Apakah anda sudah membuat janji dengannya?”

“Eum.. katakan saja jika Cho Kyuhyun ingin menemuinya”

Resepsionis itu hanya mengernyit tapi ia tak lagi membantah, yeoja itu segera mengambil telephone dan sepertinya segera menyambungkannya dengan sekretaris Siwon. Kyuhyun menggigit bibir bawahnya, merasa pesimis apakah dirinya bisa bertemu dengan Siwon atau tidak.

“Tuan Cho, anda sudah di tunggu oleh presdir di ruangannya. Silahkan untuk menaiki lift ke lantai 7”

“Ah.. ya.. eum.. terima kasih” Kyuhyun merasa gugup kini.

Dengan beberapa kali membenarkan kemejanya, Kyuhyun pun bergegas menuju sebuah lift yang nampaknya akan segera tertutup. Dengan sedikit berlari Kyuhyun berusaha untuk membuka pintu lift kembali, terdapat seorang namja muda yang sepertinya seusia dengannya, tersenyum dan mencoba menekan tombol pintu untuk terbuka.

“Ah terima kasih..”

“Ya.. sama-sama. Kau ingin ke lantai berapa?” Tanyanya.

“Eum lantai 7”

Orang itu menekan lantai 7 dan juga 8. Ia melirik ke arah Kyuhyun dan tersenyum.

“Kau bekerja disini? Sepertinya aku baru melihatmu”

Kyuhyun melihat kembali ke arah namja tersebut, terdapat sebuah name tag yang jika Kyuhyun  tak salah baca bahwa di depannya kini adalah seorang manager.

“Ah.. eum.. aku hanya akan bertemu dengan teman saja”

“Teman? Di lantai 7?”

Kyuhyun mengangguk walau wajahnya memasang tak mengerti karena namja di hadapannya kini seakan menyelediki dirinya.

“Ada apa?”

“Setauku, lantai 7 adalah lantai khusus Presiden Direktur dan juga Direktur Utama. Tidak ada karyawan lainnya bekerja disana, ya.. terkecuali sekretaris mereka masing-masing”

“Begitukah?” Kyuhyun nampak takjub mendengar ucapan seseorang itu.

Baru saja namja itu akan melanjutkan ucapannya, tetapi pintu lift sudah terbuka menunjukkan bahwa mereka sudah tiba di lantai 7.

“Aku duluan” Kyuhyun keluar dari lift tetapi pintu lift belum saja tertutup.

“Kau siapa?” Tanyanya kembali.

“Aku?” Orang itu mengangguk, “Namaku Kyuhyun..”

Orang itu pun hanya tersenyum dan melambaikan tangannya tak lama pintu pun segera tertutup dan Kyuhyun mengedikkan bahunya tak mengerti.

“Orang aneh”

.

.

“Ah jadi itu Kyuhyun? Dia akan menemui Siwon. Ada apa?”

Donghae mengetikkan pesan di handphone nya dan segera mengirimkan ke nomor yang sudah sangat di hafalnya.

Kau berhutang penjelasan kepadaku, Siwon

Kyuhyun akan segera menemuimu dalam 1 menit terakhir.

Jangan lupa untuk menghubungiku..

.

.

“Tuan Cho?” Tanya seorang yeoja dengan tinggi semampai dan Kyuhyun mengetahui bahwa yeoja itu pasti adalah sekretaris Siwon.

“Eum ya..”

“Anda sudah di tunggu oleh Presdir silahkan ikut dengan saya” ucapnya kembali.

Kyuhyun hanya bisa mengekori kemana langkah yeoja itu membawanya, hingga tak lama. Ia kini berada di sebuah pintu besar yang Kyuhyun yakini itu adalah ruangan Siwon.

Tok..tok..

“Masuk” Kyuhyun mendengarnya. Suara itu, perasaan baru saja kemarin ia mendengarnya tetapi kenapa ia merasa merindukan suara itu.

“Ada tuan Cho..”

“Bawa dia masuk”

Yeoja itu pun tersenyum dan mempersilahkan Kyuhyun masuk dan segera menutup pintunya. Hal utama yang ingin dilakukan Kyuhyun adalah marah, tapi kini yang sedang dilakukannya adalah merasa kagum akan segala hal yang ada di dalam ruangan. Bagaimana tidak? Ruang kerja Siwon bahkan jauh lebih besar dibanding apartemennya. Belum lagi fasilitas yang ada, dari mulai sofa, tv, kulkas, AC. Mungkin Kyuhyun perlu menambahkan ranjang, dan bisa menjadikan ruang kerja di sulap menjadi kamar hotel.

“Eheuumm…” Suara deheman Siwon menyadarkan Kyuhyun dari lamunannya.

Siwon menatap intens Kyuhyun yang ada di depan pintu, Kyuhyun memang tidak beranjak sedikitpun untuk masuk sedari tadi. Dan tentu itu menjadi suatu keleluasaan Siwon untuk memperhatikan bagaimana Kyuhyun kini, seorang namja dengan wajah yang cantik dan manis. Apakah Siwon terpesona? Mungkin jawabannya adalah Ya.

“Eum..” Kyuhyun menggemgam kesepuluh jarinya dengan saling bertautan. Apa yang harus di ucapkannya terlebih dahulu, karena kini lidahnya seakan kelu.

“Ada apa Kyuhyun?”

Kyuhyun yang memang hanya memandang lantai kini mendongakkan wajahnya dan menatap Siwon yang sedang tersenyum kepadanya.

“Aku..”

“Duduklah dulu..” Siwon pun meninggalkan kursi kerjanya dan berjalan perlahan menuju sofa, mau tak mau Kyuhyun hanya menuruti kemauan Siwon.

“Kau ingin minum sesuatu?”

“Tidak usah..”

“Aku memaksa” Lalu Siwon kembali beranjak dan berjalan menuju kulkas, mengambil satu kaleng kopi dan juga satu kotak susu. “Ini buatmu” sembari menyerahkan satu kotak susu kepada Kyuhyun.

“Kau tidak minum kopi di pagi hari bukan?” Kyuhyun hanya mengangguk dan sesekali ia akan melihat kepada Siwon tapi nyalinya kini merasa ciut.

“Minumlah dulu, aku yakin kau pasti haus”

Kyuhyun pun membuka kotak susunya dan segera meminumnya. Keheningan kembali melanda keduanya. Hanya suara nafas yang terdengar silih berganti.

“Aku tau maksud kedatanganmu”

“Kenapa?”

Mwo?”

“Kenapa kau membantuku untuk membayar seluruh hutangku?”

“Aku sudah pernah mengatakannya kepadamu…”

“Aku tak perlu kasihanimu..”

“Aku tidak mengasihanimu, Kyu.. aku hanya membantumu, lagi pula… aku tidak melakukannya secara gratis, kau bisa membayar hutangmu dengan…”

“Membooking ku??” ujar Kyuhyun dengan menatap tajam Siwon.

“Bukan begitu… aku memang membookingmu..” Siwon jelas melihatnya, sorot tajam itu berubah sendu, tapi Siwon segera harus meluruskannya. “Tapi untuk menjadi asisten pribadiku”

Mwo?”

“Ya.. Kyu.. aku membutuhkanmu untuk menjadi asistenku, aku mohon” Siwon terlihat sangat memohon dan tentu membuat Kyuhyun menjadi tak enak hati.

“Mengapa aku merasa menjadi sangat lemah?” inner Kyuhyun.

“Kyu..”

“Bukankah kau sudah mempunyai sekretaris? Buat apa mempunyai asisten pribadi juga?”

“Asisten pribadi sangat diperlukan saat ini, karena nanti jika aku melakukan meeting diluar kau yang akan membantuku. Sekretarisku akan tetap di kantor hanya berjaga jika ada tamu yang datang untukku tetapi aku sedang tidak ada di tempat” jawab Siwon panjang lebar.

“Aku perlu memikirkannya dulu”

“Untuk apa? Bukankah kau tak ingin berhutang?”

“Heum?”

“Ya.. kau bisa saja mulai bekerja hari ini.. dan maka itu kau mulai bisa membayar hutangmu dari saat ini” tawar Siwon.

Kyuhyun kembali terdiam dan mempertimbangkannya, ia sendiri memang sudah sangat lelah harus menyamar menjadi seorang yeoja dan melayani para tamu hidung belang. Tapi gajinya memanglah sangat besar dan mampu membayar hutangnya yang banyak itu. Melihat Kyuhyun terdiam, Siwon pun kembali memberikan penawarannya.

“Aku akan menggajimu melebihi penadapatanmu di club selama ini, bagaimana?”

“Apa?”

“Ya.. Kau tak salah mendengarnya. Bagaimana? Pekerjaan ini sangat cocok untukmu, dibandingkan pekerjaan lamamu..”

“Eum.. baiklah” jawab Kyuhyun ragu.

“Okay..” Siwon pun beranjak berdiri dengan senyum terkembang, “Mulai hari ini kau diterima kerja disini sebagai asistenku. Tunggu sebentar”

Siwon menuju ke mejanya kembali dan terlihat sedang menghubungi seseorang. Hingga tak berapa lama pintu pun terketuk menampilkan sosok yeoja yang tadi mengantarkan Kyuhyun.

“Nah Kyuhyun… kenalkan dia adalah sekretarisku, Victoria. Mulai hari ini Victoria dan kau adalah partnerku, mengerti?”

Kyuhyun yang masih memproses semuanya hanya mampu mengangguk dan terlihat Victoria mengayunkan tangannya untuk mengajaknya bersalaman.

“Song Victoria.. senang berkenalan denganmu dan selamat bergabung di perusahaan”

“Ah ya… terima kasih, namaku Cho Kyuhyun”

Siwon memutuskan saling sapa antara Victoria dan Kyuhyun, “Victoria bawalah Kyuhyun untuk menempati ruangan di sebelahku”

“Baik Presdir, mari Kyuhyun-ssi..”

Kyuhyun hanya mampu melihat Siwon sekilas sebelum ia akhirnya memilih untuk ikut bersama Victoria. Ntahlah semuanya seakan mendadak, seharusnya ia memarahi Siwon tapi kini.. yang ada dirinya terjebak dalam hutang piutang kepada Siwon. Tapi setidaknya Kyuhyun bersyukur pekerjaannya kini adalah pekerjaan yang normal.

.

.

“Hay Siwon…” Donghae berjalan masuk dengan kedua tangannya dimasukkan pada kantong celana.

“Aku sudah mengetahui jika kau pasti akan datang kemari” ujar Siwon dengan tetap tak beranjak dari kursi kebesarannya.

Donghae semakin jalan perlahan menuju Siwon, “Tentu saja, sesuai janjiku.. lalu apa yang sebenarnya terlewat olehku. Bagaimana dia bisa berada disini?”

“Dia sudah bekerja di perusahaan” jawab Siwon mantap yang langsung dapat tatapan terkejut dari Donghae.

“Apa?”

“Ada yang salah?” Tanyanya tanpa melepaskan ekspresi santainya.

Donghae kembali berusaha menenangkan dirinya, “Tidak. Ini perusahaanmu tentunya, hanya saja.. kau terlalu aneh Siwon”

“Apanya yang aneh? Aku hanya membantunya”

“Sebagai teman? Atau…”

Siwon memutar matanya dengan malas. “Sudahlah jangan dibahas, yang pastinya hari ini adalah hari pertamanya bekerja dan kau jangan merusak semuanya dengan hal yang bahkan hanya masih dalam dugaanmu saja”

“Baiklah presdir…” Donghae hendak berbalik pergi tetapi kembali menghentikkan langkahnya, “Jika aku bertemu dan sekedar menyapanya, kau tidak keberatan?”

“Tentu saja, mengapa aku harus keberatan”

“Aku hanya bertanya. Aku takut kau cemburu padaku” goda Donghae.

“Yak!!”

Donghae menutup pintu dan tertawa keras diluar sana, sedangkan Siwon kembali terduduk di kursinya. Ia memikirkan ucapan Donghae, apakah benar ia meminta Kyuhyun bekerja hanya sebagai pertemanan? Tidak ada maksud lain kah?

“Dan apa maksudnya dengan cemburu?” gumam Siwon dengan mengerutkan dahinya walau pada akhirnya Siwon hanya tersenyum salah tingkah.

-tbc-

note :

Halllooo sudah lama ya gak menyapa semuanya… dan senang bisa kembali menyapa lewat ff ini, pengennya sih oneshoot tapi nih eceu yang kasih idenya kayaknya malah membuat saya harus ekstra menambahkan words nya hahaha…

ya sudah lah gak banyak panjang lebar, terima kasih sudah membaca dan semoga ending ini bisa berakhir di wk days, hanya berharap kerjaan ga numpuk aja dan mood juga g jelek lagi hehehe… makasih yang sudah selalu hadir disini… ini bulan wk kan??? selalu semangat dong, dan harusnya semakin ekstra semangat ^^

Advertisements

58 thoughts on “I Choose to Love You chap.1

  1. hallo,salam kenal….
    emmmm bukan rated m ya?kkk,
    tp suka bngt si,aku pikir oneshot,soalnya puanjaaang gt,eh ternyata tebece,kan jd penasaran,jd semoga cepet update lagi,

  2. kirain ini oneshoot, trnyata chapter ya? haha
    soalnya dijudulnya ga ada tulisan Chap 1 sih 😝
    awal2 aku bingung, pertama nya blg kyu itu Namja, tpi pas crita di ‘masa depan’ kok Yeoja? ooh trnyata Kyu nyamar jdi cwek cma mau melunasi hutang nya hoho
    Siwon lg bimbang sma perasaan nya, pdhal sbenernya emg lg fallin in Love huhuyy
    ditunggu lanjutan nya kakak canteekkss.. fighting yaaa!!
    btw ~ Happy WonKyu Day!!
    haha saya telat baca nya 😂

  3. anyeong …..
    biar enak aku panggilnya apa yah?
    eonnie/autor atau apa??
    salam knal eonnie aku reader baru di ff eonnie

    minta ijin untuk baca yah eonnie ??

    gomawo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s