Posted in BL, Drama, Family, Romance, Uncategorized, wonkyu, WonKyu Story

TENTANG KAMU – part 25

TENTANG KAMU – part 25
.
Cast Kyuhyun, choi siwon, dll
BL, Yaoi, M-preg
Typo pasti bertebaran cerita pasaran tapi asli karya sendiri
Semoga semua suka dan saya tunggu kalian dengan komentarnya
Kiss kiss :-*
.
.
.
.


Matahari mulai menampakkan perkasanya. Dua ingsan manusia ini masih terlelap karna rasa lelahnya. namja manis itu mulai bergerak gelisah. Dia menarik selimutnya lebih ke atas menutupi kepalanya. Entah kenapa tubuhnya begitu dingin. Sangat dingin. Lelehan karamel itu berlahan terbuka karna tenggoroanya yang kering. Lalu…

“ARGH!!!!”

Dia berteriak histeris melihat tubuhnya polos. Bajunya berserakan dimana-mana? Demi Tuhan! Apa yang sedang terjadi? Dia melirik kekanan dan…

“ARGH!!”

Siwon mulai terusik dengan jeritan istrinya. Ini masih pagi dan tubuhnya lelah sekali.

“Baby, jangan berisik. Tidurlah yang tenang! Ini masih pagi.” dia berusaha meraih sesuatu disampingnya.

“Jangan menyentuhku!” suara serak itu membuat Siwon langsung membuka matanya. “Aku membencimu…” Siwon bangkit dan menatap istrinya.

“Ada apa? Apa ada yang sakit?”

“Kau…kau jahat! Huwaa… Kau memperkosaku…huwaa…”

“Huh? Bagian mana yang aku memperkosamu? Bukan kau yang mau?” Kyu sontak menghentikan tangisnya dan berpikir. “Sudahlah!! kepalaku pusing. Kita tidur kembali saja.”

“Tapi tetap saja. Kau… Kau.. Tidak gunakan pengaman bukan? Kau jahat!! Bagaimana kau aku hamil.”

“Bukan itu bagus sayang.” jawabnya santai.

“Bagus kepalamu. Bagaimana reaksi nunna bila tahu aku mengandung tanpa suami. Huwaa.. Mereka akan membenciku.”

“Tanpa suami. Lalu menurutmu aku ini apa?”

“Seharusnya kau ingat perjanjian kita. Sebelum semua menyetujui kita tetap gunakan pengaman. Mereka tidak tahu kalau kita kembali.”

“Itu hanya sekali. Lagi pula belum tentu itu jadi. Sudahlah kau membicarakan hal yang tak penting.”

“Mwo? Hal yang tak penting katamu?”

Siwon pun bangun dan mengenakan bajunya. ” Iya hal yang tak penting. Kau terlalu mendrama masalah. Hanya masalah gampang saja kau buat masalah besar. Kepalaku pusing! Kau hanya mempermsalahakan hal yang masih belum pasti. Buang-buang waktu saja. Sudah aku mandi dulu lalu kita sarapan.” Siwon berdiri dan merenggangkan badan. ” Cepat pakai bajumu. Aku tak ingin kau sakit.”

Lelehan karamel itu sudah memanas. Dia mengigit bibirnya untuk menahan tangis. Dia segera berdiri mengambil baju dan tas.

“Hal yang tak penting. Buang-buang waktu. Ahh… Okey.. Tuan Choi lebih baik tak usah bicara saja.. Auhh!! Sakit…” Kyu merintih kesakitan ketika berusaha berdiri menggunakan celananya. Dia melirik pintu kamar mandi dengan wajah sinis. Dia berjalan dengan cepat sebelum suaminya keluar dari kamar mandi.

Siwon masih merasa tak enak badan. Bodohnya!! Harusnya kemarin dia beristirahat bukan bergadang. Dia menguyur seluruh tubuhnya. Namun tetap saja kurang menyegarkan. Dia pun segera menyelesaikan mandinya dan melihat air hangat untuk istrinya. Siwon mengambil handuk dan mengosok rambutnya.

“Baby, cepatlah mandi. Aku sudah siapkan air hangatnya.” dia tak melihat langsung duduk di sofa. “Baby..” Siwon melihat di ranjang dan… ” Kemana dia?” Siwon pun menaruh handuknya dan berjalan keluar. “Baby…kau dimana?” dia melihat kedapur, kamar mandi luar, tempat kerjanya tapi tak ada. ” Aiisshh!!” dia mengacak rambutnya dan mengambil ponsel tapi…”BAhkan dia pergi tanpa ponsel…” dia melihat ponsel istrinya berbunyi di sekitarnya. “ARGH!” Siwon melempar ponselnya di sofa.
*****

“Sayang… Kau cantik sekali hari ini..” goda Donghae ketika melihat istrinya yang begitu cantik pagi ini.

“Ih.. Kamu kenapa jadi genit begini sich?”

Donghae tersenyum genit lalu mencelok patat istrinya. “YAH!! APA YANG KALIAN LAKUKAN?” teriak Kyuhyun. Donghae sontak menutupi wajahnya karna malu.

“Apa yang dia lakukan disini?” cicit Donghae.

“Dia baru kabur dari suaminya.” Kyuhyun menghentakkan patatnya dengan keras lalu mengambil gelas dan menuangkan susu.

“Lebih baik aku berangkat ke kantor dulu.” Donghae mengambil tas kerjanya dan berdiri mencium pipi istrinya.

“Hati-hati sayang…” Donghae pun mengangguk lalu pergi meninggalkan mereka berdua. Hyukjae melihat Sahabatnya terdiam menatap gelas kosong.

“Ada apa lagi?” Kyuhyun terdiam. “Bertengkar lagi dengan Siwon.” Kyu menatap sahabatnya dengan lelehan karamel berkaca-kaca. “Ada apa? Apa Siwon menyakitimu?” Kyu mengangguk. “MWO? apa yang dia lakukan?”

“Dia memperkosaku. Huwaaa…” Kyu menyembuyikan wajahnya di kedua lenganya. “Dia sengaja membuatku mabuk lalu… Lalu… Dia…huwaaa….”

“Kau serius? Aku tak percaya Siwon setega itu padamu.”

Kyuhyun memberikan tatapan membunuh, “Kau lebih mempercayainya? Jahat!! Kau itu sahabatnya siapa? Aku atau dia. Huwaa…” teriaknya.

“Bukan begitu. Tapi…dia mencintaimu. Aku tahu itu jadi mana mungkin dia melakukan hal jahat itu. Aku nyakin pasti tidak seperti itu. Dengarkan dulu penjelasan dari dia, jangan mengambil satu kesimpulan saja sayang…”

“MENANYAKANYA KATAMU? Bahkan ketika aku berkata bagaimana bila aku hamil, dia bilang itu tidak penting. Kau membuang-buang waktu dan dia bilang aku terlalu drama. Huwaa…”

“Benarkah? Wah, Siwon banyak berubah.” Kyuhyun mengangguk. “Bersabarlah!! Kau pasti lelah. Tidurlah di kamar tamu.”Kyuhyun mengangguk setuju lalu berjalan dengan tertatih menuju kamar. “Ya Tuhan!! Dia sampai jalan terpincang.” Kyuhyun menyeringai.
*****

“Dimana Kyuhyun?”

“Mana aku tahu.” jawab Hyukjae dengan acuh.

“Ini tujuan terakhirku. Aku sudah mencarinya dimana-mana? Hotel bahkan tapi tidak ada. Aku juga sudah datang ke Changmin tapi mereka belum berhubungan sama sekali. Jadi pasti dia ada disini.”

“Lalu kenapa dia sampai pergi?”

“Kesalahpahaman saja. Dia menuduhku memperkosaanya. Padahal itu tidak benar. Aku memang sedikit berkata kasar dan langsung meninggalkan dia mandi. Tapi…”Siwon menundukakn kepala.

“Dia ada di kamar tamu. Dia menangis sejak tadi. Aku menyuruhnya tidur. Kau tahu sendiri bagaimana kondisinya? Dia manja. Kenapa kau lakukan itu padanya? Apa kau akan jadi Yunho dua?”

“YAH! MANA MUNGKIN. AKU MENCINTAINYA. LAGI PULA DIA MASIH ISTRI SAHKU. Sudahlah!”

Siwon langsung melesat masuk. Dia melihat istrinya yang tertidur pulas. Siwon mengambil psp dan memasukan dalam tas. Dia menghubungi supir untuk membawakan tas dan sepatunya.

“Jangan sakiti dia lagi?”

“Terima kasih kau sudah menjaganya.” Hyukjae mengangguk. “Aku pulang dulu…” Siwon berkata begitu pelan dan berjalan dengan hati-hati takut membuat sosok yang dia cintai terbangun.
*****
Kyuhyun mengeliat dalam tidurnya. Dia melihat sekelilingnya namun kenapa suasanya menjadi kamarnya sendiri. Apa dia berjalan sambil tidur? Pikirnya! Mudahnya dia kembali. Dia bangun dan melihat sekujur tubuhnya. Masih mengunakan baju yang sama. Bagaimana dia tak bangun ketika ada seseorang memindahkannya? Apa jangan-jangan dia benar tidur sambil berjalan?

“Kau sudah bangun?”suara itu sontak membuat Kyuhyun menoleh. “Kenapa? Apa masih pusing?” tanya Siwon sambil meletakkan telapak tanganya dikening Kyu. Dia langsung menapiknya. “Baby…”

“Bagaimana aku bisa disini?” ketusnya.

“Aku membawamu pulang. Kenapa kau pergi begitu saja. Huh? Membuat aku khawatir saja.”

“Tidak usah dibahas. Untuk apa mengkhawatirkanku,buang-buang waktu saja. Itu bukan hal yang penting.”

Siwon menarik nafas. “Kau bicara apa?Kau ingin balas dendam dengan ucapanku tadi pagi?”

“Apa mungkin aku bisa balas dendam dengan Tuan Choi yang terhormat.” sinisnya. “Kau kaya dan punya kekuasaan jadi sudah di pastikan rakyat jelata sepertiku hanya sampah yang mudah di buang dan di pakai sesukanya.”

“Choi Kyuhyun…”

“Kenapa? Benar bukan kataku?” Siwon hanya menatap istrinya. ” Kenapa menatapku seperti itu? Apa kau ingin mengancamku lagi? Membuat appaku bangkrut atau membuat nunnaku dipecat.Ahh…memperkosaku?”

“DEG!”

Jantung Siwon hampir telepas ketika mendengar kalimat itu. Dia menunduk dan mememejamkan mata.

“Aku minta maaf.”

“Tak ada yang perlu di maafkan. Kau tahu bukan, Siwon tak pernah salah. Kau selalu benar dalam hal apa pun. Kau pria sempurna.”

“Baby…Maafkan aku Okey!! Bilang padaku bagaimana cara agar kau memaafkanku. Apa perlu aku berlutut?”

“Terserah! Aku tidak perduli kau ingin melakukan apa? Aku mau pulang saja.” Kyu ingin beranjak turun dari ranjang namun di tahan. “Lepaskan!!”

“Aku tak bisa membiarkanmu pulang begitu saja dengan ke adaan marah. Bisa-bisa kau akan mengacuhkanku begitu saja.” Kyu melipat kedua tanganya di dada. “Baby… Please maafkan aku…” Kyuhyun terdiam. Siwon membelai wajah istrinya dengan lembut. “Oh ya.. Kau ingat rumah kita. Aku sudah menata semua dan menaruh dua pembantu disana. Kau tak ingin melihatnya? Jadi bila kita punya anak, mereka bisa bermain luas. Apa kau tak ingin melihatnya.?” Kyu memalingkan wajah.”Baby…jangan diamkan aku. Kau boleh menampar atau memukulku. Tapi jangan diamkan aku sayang.” dia masih membisu. Siwon menghela nafas lalu merebahkan kepalanya dipaha istrinya. Ketika Kyu akan menghindar, siwon langsung menahanya. “Kepalaku terasa ingin pecah. Benar-benar terasa sesak nafas. Ku mohon…” Kyuhyun terdiam ketika tangan Siwon mrnuntunnya menyentuh keningnya. “Aku benar-benar sakit. Maafkan aku… Aku salah telah berkata kasar padamu. Kau paling penting di dunia ini. Maafkan aku…berkata kau adalah tak penting. Baby…” Kyu masih terdiam. “Baby… Ku mohon usap kepalaku…”

“Baik Tuan Choi!” jawabnya.

“CHOI KYUHYUN…”

“Anda ingin saya melakukan apa? Memandikan Anda? Memijat atau apa tuan?”

Siwon menadahkan wajahnya. “Aku ingin kau jadi ibu dari anak-anaku. Bisa?” Kyu terdiam. “Bagaimana?” kyu memplout bibirnya. Siwon menyamankan dirinya lagi sambil menikmati belaian.
*****

Siwon datang dengan seikat buanga mawar besar dan satu tas kecil. Lesung pipi itu terpancar sempurna. Pasalnya setelah istrinya pulang sore itu seperti dugaanya dia tak bisa di hubungi. Akhirnya dia mengunakan jalan terakhir. Mendatanginya.

“Siwon…” Heachul terkejut ketika melihat pria berlesung pipi itu datang berkujung. Siwon memberikan seikat bunga itu. “untukku…” Siwon mengangguk. “Terima kasih sayang… Ayo masuk! Aku panggilkan Kyuhyun.”

“Aku kesini untuk menemui umma.”

“Huh?” Heachul sedikit binggung namun dia tetap duduk menemani menantunya. “Ada apa?”

Siwon mengulurkan tas kecil itu. “Ini ada oleh-oleh dari Paris. Maaf baru sempat memberikan.”

“Wah…ini…parfum. Siwon…umma sudah lama mencarinya. Kau memang tahu bagiaman memikat hatiku sayang…”Siwon tersenyum lebar.

“Apapun aku lakukan agar umma senang.”

Heachul tertawa lalu berdiri meninggalkan Siwon yang tersenyum puas. Kyuhyun yang terusik oleh tawa nenek sihir itu pun turun dan melihat siapa yang datang.

“Umma kenapa manusia tak penting itu ada disini?” ketusnya dengan tangan yang melipat di dada.

Wanita paru baya itu masih tertawa. “Oh… KYUNNIE.. Siapa yang kau sebut wanita tak penting?”Kyu menunjuk Siwon. “Siwon menginaplah disini, lihatlah putraku yang manis kesepian. Kamar Kyunnie cukup luas untuk bermain kejar-kejaran. hahaahha.” Heachul pun berlalu dengan bersenandung.

“Apa yang kau berikan pada nenek sihir itu?’

“Hanya parfum.” sambil tersenyum

“UMMA…KAU MENJUAL ANAKMU HANYA DEMI PARFUM.” teriak Kyuhyun.

“No…no.. Ini parfum mahal sayang…. Siwon kau ingin makan siang apa?” kata Heachul.

“Terserah umma saja.” jawab Siwon.

“Sial! Kenapa kau dan uangmu begitu menyebalkan manusia tidak penting.”

Siwon berjalan mendekat. “Benarkah? Mianhae…bila itu melukaimu. Tapi aku merindukanmu. Jadi aku harus melakukan segala cara.” dia melabuhkan pelukan dengan erat. Kyuhyun hanya diam tak balas. “Kau begitu hebat menguasahi seluruh hidupku. jadi jangan campakan aku seperti ini.” berlahan tangan Kyuhyun memeluk tubuh itu dan tersenyum membiarkan Siwon menciumi leher,rambutnya. Sedangkan di satu sisi Siwon tersenyum melihat Heachul menatapnya dengan senyuman. Dia mengangguk lalu memberikan waktu mereka berdua. Satu restu kembali dia kantongi. Tinggal Cho Kibum. Wanita cantik itu.
*****

Kyuhyun masih membuang muka walau sudah satu jam berlalu. Changmin hanya meremas kedua tanganya tanpa berani berkata apa pun. Siwon terus memaksakan istrinya untuk memaafkan sahabatnya. Dengan setengah hati dia menemui pria itu. Tapi kini kebisuan yang melanda.

“Mianhae…” Kyuhyun menatap tajam. “Aku tahu… Bila ini tak akan termaafkan. Tapi…”

“Aku kecewa padamu.” Changmin terdiam dan kembali menunduk. ” Siwon menyuruhku memaafkanmu. Tapi aku belum bisa. Dia memarahiku dan berkata aku harus melupakannya. “Changmin masih terdiam. “Kau tahu, bagaimana sakit hatiku? Kata pedas itu terucap dari sahabatku. Bagaimana aku bisa melupakanya. Aku tak habis pikir kau…kau yang tahu bagaimana aku.” Kyuhyun menunduk.

“MIANHAE…” tangisan itu mulai mengalir deras. “Aku tahu, ini tak akan termaafkan. Tapi aku akan mencoba perbaiki semua.”

“Bagaimana calon keponakanku?” Changmin tercengah. “Siwon yang bilang dan Yunho hyung belum mengtahuinya.”

“Ini anakku.” dia menunduk dengan wajah yang terluka. “Aku benar sudah lelah!! Appa terus memaksaku, untuk kembali padanya. Aku punya harga diri. Tapi mereka tak mengerti. Aku iri. Sangat iri denganmu.”

“Minnie…” Kyuhyun meraih tangan sahabatnya.

“Jangan kasihi aku. Aku ini hebat.” dia mengigit bibirnya menahan tangis. “Aku akan tunjukan pada dunia. Aku kuat dan bisa membesarkan dia sendiri.”

“Kau masih punya aku.”

“Bukan kau juga meninggalkanku karna tingkah bodohku.”

“BODOH!!” Changmin mengangguk dengan tangisan yang tak tertahan. Mereka pun akhirnya berpelukan dan tak sanggup menahan tangisan. “Mianhae…harusnya aku ada ketika kau terluka.” Changmin mengelengkan kepala namun tak sanggup berkata apa pun. Siwon tersenyum dan membiarkan mereka berdua.
*****

Nana terdiam ketika dia menyerahkan laporan tentang dana amal yang akan di sumbangkan ke anak-anak tidak mampu. Siwon sebenarnya menyadari perubahan tersebut tapi dia tak ambil pusing. Nana sesekali memperhatikan wajah serius Siwon lalu kembali melamun.

“Siwon-sii.” Siwon mengangkat wajahnya. “Kau dapat salam dari Stella…” lanjutnya.

“Oh ya. Bagaimana kabarnya? Ah… Sudah lama aku tak berkomunikasi dengannya.”

“Baik dan aku dengar dia akan segera menikah.”

“Jinjja. Ahh..bocah itu. Dia tak mengkabariku sama sekali. Hmm…”

“Kelihatanya kau yang susah di hubungi. Stella bilang…”

“Hmm.. Iya aku tak suka dia menghubungi istriku. Dia suka mengodanya dan aku cemburu.” Siwon tertawa santai. “Sepertinya untuk acara selanjutnya perusahaanku akan ikut serta lagi. Hmm… Istriku suka sekali. Kadang dia suka menangis bila melihat anak-anak jalanan.” dia kembali tertawa namun tidak dengan wanita di hadapanya itu.

“Ini sudah masuk jam makan siang. Bagaimana bila kita makan siang bersama.?” Siwon mememainkan ponselnya. Belum ada kabr dari istrinya. “Siwon-sii.” siwon menatap Nana.”Bagaimana bila ada yang menyukaimu melebihi istrimu?”

“Huh? Maksudmu?”

“Bagaimana bila ada yang mencintaimu melebihi cinta istrimu? Apa kau akan bertahan di sisi istrimu atau kau akan berpaling denganya? Aku dengar dari Stella bila Kyuhyun selalu meninggalkanmu seenaknya dan kembali ketika dia membutuhkanmu. Apa kau tak merasa bosan dan termainkan?”

Pintu kayu itu sempat terbuka dan tertutup dengan berlahan. Jessica melihat perubahan expresi Kyuhyun.

“Kenapa tak jadi masuk?” Jessica berdiri menghampiri istri bosnya.

“Aku akan menunggu dibawah saja. Kelihatanya Siwon sibuk. Kau tak perlu memberitahunya. Ah.. Aku boleh menupang cas ponsel.” Jessica mengangguk. ” Terima kasih.” Kyu berjalan menunduk. Jessica melirik ruangan presdirnya sebelum memutuskan untuk mengikuti istri bosnya. Kyuhyun hanya memainkan jari-jarinya,jantungnya berdetak karuan. Dia mengigit bibirnya lalu menghela nafas. Pintu lif terbuka dan nampak semua pegawai menunduk hormat. Dia tersenyum kecut lalu buru-buru keluar dan duduk di tangga depan kantor suaminya. Satpam pun terkejut dan segera menghampiri istri bosnya.

“Ada apa Anda duduk disini?”

“Ah..hehee… Abaikan saja aku.” dia tersenyum kikuk dengan kepala yang mengisyaratkan tak ada apa-apa.

“Presdir ada di ruanganya. Saya belum melihat beliau keluar.”

Kyu tersenyum lagi. ” Tak apa. Aku tahu. Hanya… Heeh aku mencari udara saja. Kau kembali berkerja saja. Nanti bila bosmu tahu. Kau bisa dipecat.” usirnya.

” Tapi…”

“Pergilah!!” tegasnya dan satpam itu pun mengangguk menurut lalu kembali ke tempatnya. Tak lama Jessica muncul dan mendapati Kyuhyun terdiam menatap ke depan.

“Anda tak apa?” tanya Jessica dengan nada pelan.

Kyuhyun menoleh dan dia tersenyum. “Kenapa kau kemari? Aku tak apa. Hai…bagaimana bila presdir mencarimu?”

“Ini sudah waktunya makan siang. Hmm… Nyonya tak ingin menitip sesuatu. Biar aku belikan.”

“Tak apa.” Jessica mengangguk. ” Aku ingin es krim vanila. bisa belikan.” Kyuhyun membuka tasnya dan mengambil uang. “Ini…” dia memberikan uang 50.000 won.

“Saya permisi dulu.” Kyuhyun mengangguk lalu kembali menatap kepintu kaca. Dia menghela nafas. Jujur dia takut mendengar jawaban Siwon. Bayanganya membuatnya resah. Bagaimana bila dia mendengar sesuatu di luar pikiranya? Apa iya dia bisa baik-baik saja? Pertanyaan itu membuatnya berpikir? Seberapa besar cinta dia dengan Siwon? Benar juga kata wanita itu. Dia suka pergi dan memutuskan Siwon sepihak. Bila temannya yang mengkatakan itu tak apa? Dia akan dengan mudah menjawab. ‘Siwon mencintaiku.’ Tapi itu adalah wanita yang terlihat menyukai suaminya. Bagaimana bila…? Ah… Dia mengacak rambutnya karna frustasi. Memikirkanya saja sudah membuatnya gila. Dia menengelamkan wajahnya di kedua lenganya.
*****

Siwon kesal melihat Jessica tak ada di tempatnya. Wanita itu selalu pamit ketika dia akan keluar untuk makan siang. Tapi sekarang. Dia melihat jam tanganya. Memang ini waktu makan siang. Kemana lagi istrinya? Sejak tadi susah di hubungi. Tak ada satunpesan atau telpon yang di angkat atau di balas. Wajahnya memerah karna kesal dan marah. Dia kembali menghubunginya dan…

“Bagaimana ponselnya ada disini?” Siwon mengambilnya dan berlari menuju lif. Terlihat satpam sudah mempersiapkan mobilndi depan gedung. Siwon keluar dari pintu kaca tersebut dan melihat seseorang duduk di tangga masuk. “Apa yang kau lakukan disini?” Kyuhyun mengangkat wajahnya. “Kenapa tak msuk ke dalam? Kau mirip seperti gelandangan.” Siwon terlihat kesal dan marah.

Kyuhyun tersenyum. “Apa begitu ketara?” lalu tertawa. Siwon menghela nafas lalu duduk disampingnya. “Jangan duduk disini. mereka akan menatapmu.” marahnya.

“Minahae.”

“Kenapa minta maaf?”

“Mengkatakan kau gelandangan.”

“Tak apa.” dia tertawa lagi. ” Tapi aku juga merasa mirip.”dia mengaruk kepalanya. “Rapatnya sudah selesai?”

“Kenapa tak masuk dan menunggu di dalam?”

“Aku tak mau menganggumu.” dia kembali tersenyum.

“Apa terjadi sesuatu?”

“Huh?”

“Apa aku melakukan kesalahan? ” Kyu mengelengekan kepala cepat. “Lalu kenapa kau tak mengangkat telponku?”

“Bateraiku habis. Ahh… Bukan kau akan pergi. Pergi saja. Aku menunggu Jessica. ” Siwon menghapus keringan di kening istrinya. “Mobilmu sudah siap.”

“Apa kau mendengar sesuatu dan salah paham.” Kyu mengelengkan kepala. “Lalu kenapa kau begitu dingin?”

“Dingin bagaimana?” dia tertawa lagi dengan wajah yang menatap ke depan. Siwon kembali menarik wajah istrinya. “Siwon…semua menatap kita.” dia langsung berdiri. “JESSICA…” dia berteriak lalu berjalan mendekati. ” Gomawo.” dia mengambil es krimnya. Jessica menunduk hormat pada Siwon.

“Kau di pecat!” ucapnya. Jessica sontak membulatkan mata. Kyuhyun langsung menatap suaminya. “Segera kemas semua barangmu.” perintahnya. Jessica hanya terdiam.

“Siwon apa salahnya?” tanya Kyuhyun.

Dia menatap istrinya. ” Karna dia membiarkanmu menunggu di luar. Aku tak ada rapat hari ini dan tadi hanya pertemuan biasa. Bila kau datang bukan seharusnya dia menyuruhmu masuk.”

“Aku yang melarangnya. Bukan salah dia. Jangan pecat dia. Bila … Kau ingin marah. Kau bisa marah padaku.” pinta Kyuhyun.

“Kalau begitu kau masuk ke mobil dan Jessica cepat selesaikan laporanmu. Kirim semua ke emailku segera. Aku pulang cepat hari ini. Untuk pertemuan dengan tuan Odorimatshu batalkan saja. Beritahu saja aku masih mengcek ulang isi kontrak kerjanya.”

“Baik.” Jessica menunduk.

“Dan satu lagi. Kau tidak jadi di pecat.”

“Terima kasih,Presdir.”

Siwon menarik istrinya masuk ke dalam mobil dan melajukan dengan cepat. Jessica tahu itu hanya gertakan sambal agar istrinya menurut.

“Kau ingin makan apa? Di sekitar sini katanya ada penjual spagetti enak. Mereka baru buka dua bulan lalu. Kau ingin mencoba?” Kyu hanya terdiam melihat es krimnya mulai meleleh. ” Kenapa tak di makan? Lihat sudah mulai meleleh.”

“Tak apa. Aku makan di rumah saja.” dia kembali tersenyum. Siwon menepikan mobilnya.”Ada apa? Kau ingin membeli sesuatu?” Kyu melihat keluar jendela. “Siwon…”

“Bagaimana bila kita berciuman?” Lelehan karamel itu membulat sempurna. “Aku ingin kita bercinta disini?” Kyu masih membeku. Kenapa suaminya begitu? “Kau menolak? Bukan bila aku tak boleh menyalahkan Jessica berarti kau yang terima hukuman.” Kyu mengedip-kedipkan matanya.

“Tapi…” dia melirik ke ke luar jendela. Bagaimana bila ada yang melihat?, ” Disini banyak orang.”

“Kalau begitu kita ke hotel terdekat.” Siwon melajukan mobilnya. Kyuhyun hanya terdiam menggengam kedua tanganya. Siwon tak pernah meminta hal konyol. Mobil hotam itu menepi di lobi hotel bintang lima. Seorang pelayan membukakan pintu dan Kyu hanya terdiam membisu.

“Ayo keluar.” Kyu pun terpaksa turun dan mengikuti langkah suaminya. Siwon bicara pada salah satu petugas lalu menarik Kyu mengikutinya lagi. Siwon membuka pintunya dan membiarkannya.

“Bagaimana?” Kyu terdiam ketika Siwon langsung merebahkan tubuhnya di ranjang. “Ah.. Aku lapar. Kau ingin makan dulu atau…”

“MAKAN.” potongnya. Siwon tersenyum lalu mengangguk.
*****

Sebenarnya Kyu ingin makan di luar tapi Siwon tak mau. Jadi terpaksa dia menirutinya. Siwon tahu istrinya pasti hanya ingin menghindar.

“Kau tak ingin mandi dulu.” Kyu mengelengkan kepala. “Baby…bisa pijat punggungku sebentar.” pintanya manja. Kyu pun berjalan mendekat dan mulai memijat punggung Siwon. “Ahh…nyamanya. Baby kau pandai memijat.” pujinya.

“Tadi disamakan gelandangan sekarang tukang pijat.” gumamanya kesal. Siwon mendengar tapi dia tak perduli menikmati pijatan istrinya. “Wonnie…”

“Hmm…”

Kyuhyun berdiri dan mengambil duduk di depan suaminya. “Bukan aku tak mau. Tapi…tapi kau belum membelinya. Sebenarnya ini bukan masalah apa? Kau…ah..begini…bukan kita sudah berjanji akan menundanya jadi kalau kita sering…aduh!! Bagaimana menjelaskanya…” dia mengaruk-garuk kepalanya. Siwon tersenyum lalu menarik kedua bahu itu dan menindihnya. “Wonnie…” cicitnya.

“Harusnya kau tahu… Aku paling tidak suka kau dingin padaku.”dia membelai wajah cantik istrinya sebelum mencuri ciuman. “Kau tadi mendengar apa? Aku tahu itu. Sekarang ceritakan semua atau kau benar-benar ingin aku…” siwon menatap genit.

Kyu menelan ludah kasar. Kyu memejamkan mata ketika Siwon kembali menciumnya. Kali ini bukan hanya bibir namun daerah sensitif lainya. Kyu mengepalkan kedua tanganya dengan kuat. Dia harus bertahan, jangan sampai dia dengan liar mulai menyerang suaminya. Ingat! dia masih belum siap hamil.

Tok! Tok!

“Siwon…”

“Hmm…” dia masih melanjutkan kegiatanya. Kali ini kemeja Kyuhyun sudah terbuka setengah.

“Makan siang kita sudah datang…”

“Aku sedang menikmati makananku.”

“Bagaimana…ergh…dengan orang di luar.” Siwon mengigit telinganya.

“Baiklah!!” Siwon berdiri membetulkan bajunya. Lalu membiarkan Kyu bangun dan mengkancingkan kemejanya. “Cepat rapikan rambutmu. Itu terlihat mengoda. Aku tak suka orang lain melihat!” bisiknya lalu mengecup bibir plum yang sudah membengkak karna ulahnya.

“Siapa suruh kita ke hotel..?” jawabnya. Dia langsung berjalan ke kamar mandi. Siwon hanya tersenyum lalu menuju pintu dan membiarkan pelayan itu masuk. Dia mengambil dompet dan mrmberikan tips. Dia kembali mengkunci pintunya dan melihat Kyu membasahi wajahnya. Siwon mengambil duduk dan memanggil istrinya.

“Duduklah disini…” perintahnya.

“Aku berat.” ketusnya namun tetap duduk di paha suaminya. Siwon membelai punggung istrinya dan Kyuhyun mengambil satu piring dan memangkunya. Dia memotong daging itu lalu menyuapi suaminya. “Buang-buang uang saja. Lebih baik makan di rumah.” omelnya.

“Aku ingin suasana baru saja.” jawabnya lalu membersihkan ujung bibir istrinya. “Baby…”

“Aku tak mendengar apa pun.” sahutnya. Dia tahu suaminya tak akan berhenti bertanya.

“Lalu kenapa kau menghindariku.”

“Aku tak suka padanya. Dia menatap suka padamu dan aku membencinya.” dia menaruh piring itu dan menyendarkan kepalanya di dada bidang Siwon. ” Aku takut. Bila nanti aku masuk ke dalam…” dia menunduk. “Jawabnya tak sesuai dengan apa yang aku inginkan.”dia menadahkan wajahnya. “Lalu itu akan membuatku marah dan memukulnya. Itu akan semakin membuat citraku buruk. Jadi aku melarang Jessica atau siapa pun memberi tahu aku di luar.” dia kembali menenggelamkan wajahnya.

“Memang apa yang ingin kau dengar?” selidiknya.

Kyu memplout bibirnya. “Tentu saja jawaban yang aku sukai.” jawabnya.

“Apa?”

“Kalau kau tetap memilihku sampai kapan pun. Bagaimana wujud kita nanti kau akan tetap memilihku…” ucapnya kessal dengan sedikit pukulan di dada bidang suaminya. Siwon terkekeh lalu memeluk erat tubuh istrinya. “Tahu begini aku tak jatuh cinta denganmu. Menyebalkan!!”

“Kau menyesal!!” Kyuhyun mengangguk cepat.

“Ternyata sulit menjagamu. Menyebalkan!”

Siwon tersenyum walau dia sedikit kesal dengan jawaban istrinya. “Kau membuatku terluka.” Kyuhyun menadahkan wajahnya, “Kau bilang menyesal mencintaiku…” wajahnya sedikit di tekuk dan memelas.

“Karna kau sendiri. Siapa suruh kau terlalu tampan? siapa yang membuatmu kelewat kaya? Siapa yang menuruhmu terlalu baik? Siapa? Ha… Aku tak menyuruh. Kalau kau hanya Choi Siwonku mungkin aku tak akan sekesal ini.” umpatnya.

“Hai..” Siwon menarik wajah Kyuhyun dengan lembut. “Aku tetap Choi Siwonmu…”

“Buktinya kau tetap mengoda wanita-wanita itu. Sudah!! Aku mau mandi saja.” ketusnya lalu berdiri tapi langsunh di tahan oleh suaminya. “Lepaskan!”dia memberontak namun kekuatan Siwon tetap tak tertandingi. Dia mengangkat tubuh gembul itu dan melemparnya ke ranjang. Kyuhyun sempat merintih. Siwon segera menindihnya. “Jangan macam-macam ya!! aku tak punya baju ganti dan kau belum membeli benda itu.” omelnya sambil menunjuk-nunjuk wajah suaminya.

“Persetan dengan itu! Aku hanya ingin kau cepat hamil. Lalu setelah itu kau tak akan mudah lepas.” Siwon menyeringai sebelum melanjutkan serangan.

“Yah!!Choi Siwon!! Lepaskan!!”

“Tidak akan manis!”

“YAH!!YAH!!”

Baik tinggalkan saja mereka. Penulisnya sedang puasa jadi tidak tahu-menahu urusan mereka. Biarkan Kyu bersuara dan saya matikan saja layar ponselnya.
****

Mereka sedang membersihkan tubuh mereka. Kyuhyun masih memplout bibirnya sedangkan berbeda jauh dengan Siwon yang tertawa puas. Bila kemarin dia di tuduh memperkosa lebih baik sekarang dia melakukannya. Kyuhyun semakin kesal dengan jawaban suaminya tapi dia tak bisa marah atau pergi meninggalkan suaminya begitu saja. Sebenarnya dia cukup menikmati. Walau ada sedikit kekewatiran? Bagaimana bila dia hamil? Nunnanya masih belum merestuinya. Tempo hari malah dia di jodohkan dangan teman sekantor kakaknya. Siwon belum tahu hal itu, bila dia tahu mungkin saja dia langsung membawa kabur dirinya. Dia terkikik.

“Apa yang kau tertawakan?” Kyu mengelengkan kepala lalu kembali mengenakan bajunya tadi. “Hai…”

“Jangan menyentuhku! Aku bisa marah!” hardiknya ketika Siwon hendak menariknya.

“Bagianmana yang tak boleh tersentuh? Hum? Bukan sudah aku sentuh semua…”

Kyuhyun tertawa lalu berkaca pinggang dengan wajah menyeramkan. ” Kau benar-benar akan mati Choi bila kau berani malakukanya lagi. Ini sudah kedua kalinya. Bila kau berani lagi aku akan kabur ke Kanada.”dia berkata dengan serius. “Asal kau tahu saja. Nunna sudah mencarikan aku jodoh yang lebih tampan darimu.”

“OH YA.!” Siwon duduk di ranjang sambil melipat tangan di ranjang.

“Tentu.” wajah Kyu sedikit tersinggung dengan kesantaian Siwon. “Jadi jangan membuatku kesal.”

“Kau tak lapar! Aku sangat lapar sekali.” Siwon seakan cuek dan tak perduli membuat Kyu kesal.

Kyu kesal dan mengambil tasnya lalu pergi meninggalkan Siwon begitu saja. Siwon menunduk dengan senyuman tipis tak langsung menyusul keluar. Dia mengambil jasnya.

“Untuk apa aku lakukan ini, itu karna aku tak ingin kehilanganmu. Mianhae…” dia berjalan keluar. Disisi lain Kyuhyun bertambah kesal karna tak kunjung di kejar Siwon.

“Seenaknya dia. Habis manis sepah dibuang.” omelnya dengan wajah di tekuk. Dia terus berjalan sampai tak sadar seseorang berada di depannya.

“BRUKS!”

“Yah!! Kau tak punya mata? Huh?”

“Ah.. Mianhae… Tapi kau yang menabrakku.”

“Kau sudah salah masih berani menantangku.” omelnya.

“KYUHYUN…” Kyu menatap seseorang yang ada di hadapanya. “Apa yang kau lakukan disini?”

“Di culik lalu di perkosa.” jawabnya sembarangan. “Sudah sana minggir!” dia kembali berjalan. Bukan Zhoumi namanya bila dia tak mengejarnya. “Jangan ikuti aku…”

“Kenapa tak kau laporkan polisi saja? ”

“Untuk apa? Tak ada untungnya. Lagi pula kenapa kau ikut campur urusanku…”

“Bagaimana pun kau juniorku di kampus dulu dan kau juga teman baik Yunho.”

“Itu tak ada hubunganya. Sekarang kau boleh pergi. Meski aku masih di cacat di kampus itu tapi aku tak berniat melanjutkan kuliahku.” dia kembali berjalan. Zhoumi terus mengikuti tapi. “Berhenti mengikutiku…” sentaknya. Semua pengujung hotel itu menatap mereka.

“Aku tak ingin kau melakukan hal bodoh. Kalau pun kau hamil, aku siap menjadi ayahnya…”

“HUH? Hamil? Ayah? Kenapa harus kau?” Kyuhyun kebinggungan. Apa siwon akan meninggalkanya? Buktinya dia tak mengejarnya? Dia juga tak marah ketika dia akan dijodohkan kakaknya? Apa…?

“Apa yang kau lakukan disini?” suara bass itu membuyarkan lamunan Kyuhyun. “Kita pulang sekarang.” Siwon menarik Kyuhyun menjahui pria. Kyu mengibaskan tanganya. “CHOI KYUHYUN…” Kyu hanya terdiam lalu berlalu menarik Zhoumi keluar hotel. Siwon tak habis pikir apa yang di lakukan dengan istrinya.

“Enaknya dia mengatur aku. Iya..kalau memang aku suka semaunya…memang dia tidak. Apa yang ada di otaknya? Dia suka genit dengan orang lain. Kenapa aku tidak? Menyebalkan!! mana ada orang yang akan betah dengan dia? Aku ini cukup sabar menghadapinya. Begitu pun semua orang menyalahkanku, mengkatakan aku memanfaatkannya. Dia yang suka memanfaatkanku…”

“Sudah puas…”Kyu menghentikan langkahnya lalu menatap kebelakang. “Kita berjalan cukup jauh dan kau masih terus bicara. Apa kau tak lelah?”

“Kenapa kau mengikutiku?”

“Huh? Bukan kau yang menarikku?” Kyu menatap tanganya dan langsung melepaskan.

“Mianhae aku tak sengaja. Kau boleh pergi.” usirnya.

“Setelah kita jalan sejauh ini.”

“Minggir.” Kyu berjalan meninggalkan Zhoumi sendiri. Pria China itu cukup kesal. Ketika di tengah jalan dia melihat mobil Siwon. Dia memplout bibirnya lalu membalik arah.

“Kau mau apa lagi?”

“Akan aku traktir makan. Tapi bantu aku.”

“Kau minta bantuan? Coba kau pikir, aku sedang sibuk. Tapi kau menarikku keluar begitu saja sampai kakiku sakit. Kau juga tak mrmperdulikanku? Apa itu tak terlaluan?”

“Tidak. Jangan cengeng. Sekarang kau cukup menggandeng tanganku saja.” dia mengambil tangan Zhoumi lalu mengengamnya.

Siwon menepikan mobilnya lalu segera turun. Wajahnya merah, seakan ingin meledak. Kyuhyun dengan santai menatap suaminya.

“Apa ini sungguh tak keterlaluan? Kau memanfaatkanku untuk membuatnya cemburu?”

“Diam kau.” sentaknya.”Ada apa lagi?” tanya dengan tenang.

“Cepat masuk mobil jangan membuatku semakin marah.”

“Siapa yang ingin membuatmu marah Tuan mudah Choi Siwon?”

“CHOI KYUHYUN… JANGAN SAMPAI KESABARANKU HABIS. CEPAT MASUK ATAU AKU…”

“Atau aku apa? Kau ingin apa? Mengancamku lagi?”

Siwon berjalan mendekat lalu meraih tangan Kyuhyun dengan kuat lalu menariknya disampingnya. “Bye. Aku pulang dulu nanti akan ku hubungi.”Siwon semakin geram dan mendorong masuk istrinya dengan kesal kedalam mobil. Kau mencari masalah Choi Kyuhyun. Zhoumi hanya terdiam menatap telapak tangannya. Dia terlihat begitu mengenaskan.
*****

“Mana ponselmu?”Kyu masih terdiam menatap suaminya. “Choi Kyuhyun manaponselmu?” Kyu dengan bibir mengkerucut memberikan ponselnya. “Mulai nanti kau tak boleh keluar sampai batas ketentuanku. Dompet dan fasilitas yang lain aku sita sementara waktu.”

“MWO? Lalu bagaimana bila orang tuaku mencari? Kau gila.”

“Mereka tak akan mencarimu selama kau bersama aku.”

“Percaya sendiri sekali kau?”

Siwon tak memperdulikanya. Dia langsung berjalan masuk ke ruang kerjanya.

“CHOI SIWON SIALAN!!” teriaknya lalu dia menggurung diri di kamar.
*****

Kyuhyun memilih-milih kaset game yang akan di mainkan. Hari ini dia begitu kesal. Sarapan pagi pun tak dihabiskan. Suaminya memasang penjaga di rumahnya. Seperti tahanan saja. Kemarin dia mencoba kabur dari rumah dan sejak detik itu ada tiga namja yang menjaganya.

“Belum mandi sejak tadi?” Siwon melepas jas dan menaruhnya di atas ranjang. Dia duduk bersila di dekat istrinya. Dia membelai rambut karamel itu namun segera di tepis. ” Kau masih marah?” Kyu tak berniat menjawab. Jujur dia lemas karna menahan lapar. “Aku membawakan ramen. Bukan kau ingin makan itu?” Kyu tak memperhatikanya. Dia fokus dengan game. “Akan aku kembalikan ponselmu bila kau makan. Hm.. Baby…”

“BERISIK!”

“Kau tahu aku paling tak suka orang itu mendekatimu.”

“Lalu bagaimana kau?”

“Ini beda. Dia mendekatimu tanpa ada urusan pekerjaan. Beda denganku. Aku mengikuti acara amal itu untuk semakin memperluas pekerjaanku. Kau tahu aku juga bekerja di bidang perhotelan dengan begitu sekali dayung dua tiga pulau terlampaui.”

“Jadi kau menghinaku penggangguran.”

“Aku malas berdebat. Sekarang kita makan. Aku harus kembali ke kantor.”

“Siapa yang perduli? Aku juga malas bicara denganmu.”

“Baby, sebenarnya kau itu marah karna tak bisa bertemu dengan namja China itu atau karna aku memasang penjaga.” Kyu tak menjawab. Siwon kesal dan menarik kabel yang tersalur di TV.

“Yah!! Kenapa di matikan?” Kyuhyun memukul suaminya.

“Karna aku tak suka kau mengacuhkanku. Baby…”

“Sudah cukup!! Kembali saja ke kantor sana.” usirnya. Dia kembali menyalakan TVnya. Siwon hanya menghela nafas lalu berdiri mengambil jasnya. Dia menatap istrinya sekilas kemudian berjalan keluar. Tiba-tiba…

“Auh!” Siwon mengusap kepalanya. Dia melihat kebelakang ada tempat kaset yang terjatuh di bawahnya. “Baby…”

“BODOH! CHOI SIWON PABBO. AKU MEMBENCIMU. SIALAN!! CHOI KUDA GILA! AKU MEMBENCIMU BODOH!” Siwon mengerutkan keningnya. “Kenapa pergi begitu saja? Kau ingin aku mati kelaparan lalu menikah lagi. Kenapa tak membujukku malah langsung pergi. Bodoh! Aku sudah lapar. Harusnya kau membujukku. Huwaa…”

“Huh?” Siwon masih menatap istrinya yang terus melempari barang ke arahnya.

“Kenapa kau berdiri disitu seperti kuda bodoh? Pergi sana aku tak mau melihatmu.”

Siwon berkaca pinggang, “Jadi kau mengijinkanku menikah lagi?” tanya polos.

“Sialan!”dia langsung berdiri dan naik dalam gendongan Siwon. Dia mengigit leher Siwon sampai berdarah. Siwon merintih kesakitan namun Kyu terus mengigitnya.

“Baby, appo.” Kyu menatap beringas ke arah suaminya.”Kenapa kau mengigitnya? Itu sakit.” dia mengulangi lagi. Kali ini bibir Siwon. Siwon kembali merintih. Entah apa yang ada di pikiran penjaga di luar. “Kau melukainya lagi…” Siwon nelangsa. Pasti semua kariawan akan tersenyum geli melihat lukanya. Kyu masih kesal dan dia melirik telinga Siwon. “Baby, sudah cukup… Aku menyerah!!”

“Kau mau melawanku?”

“Tidak. Kau yang kuat dan aku hambamu.” Kyu masih menatap tajam ke arahnya. “Sekarang kita bisa makan?”

Kyu turun dari gendongan Siwon lalu berjalan menuju ranjang. “Aku tak mau makan. Aku sedang kesal. Moodku makan hilang.” Siwon hanya bisa menghela nafas. “Jangan mendekat!” Siwon menghentikan langkahnya. “Kembalikan ponsel dan dompetku.” Siwon mengelengkan kepala. “Kau ingin aku menambah luka lagi?”

Siwon mendesah lalu berjalan dengan kedua telapak tangan di saku celana. ” Makan dulu! Kau tahu bukan… Aku paling benci di bantah.” bisiknya tepat di hadapan Kyuhyun.

Kyu mengigit bibirnya karna kesal. ” Aku juga paling benci di bantah.” sentaknya.

“Kalau begitu kau lakukan keinginanku dulu.”

“Andwae. Kau yang harus mengabulkan permintaanku dulu.”

Siwon menghela nafas,”Baiklah!”Siwon berdiri. Kyu sempat meliriknya. “Ini..” Kyuhyun tersenyum puas dan segera menyimpanya. “Kita makan sekarang…” Kyu memainkan ponselnya. “Baby…”

“Apa?” Siwon berkaca pinggang. “Kenapa melotot? Kau menantangku lagi?”

“Mana berani aku manantangmu. Sekarang kita makan ya…” bujuknya.

“Tapi aku tak mau ramen. Aku mau nasi.” Siwon mengngguk dengan dua lesung pipi yang terpampang sempurna. “Aku mau sup kimchi.” Siwon hanya mengangguk atas semua permintaan istrinya. Ah..lupakan sejenak pekerjaan kantor yang menumpuk asal istrinya tak marah lagi. “Aku juga mau udang.” Siwon hanya tersenyum.
****

Hubungan Siwon dan Kyuhyun berjalan cukup baik akhir-akhir ini. Dua bulan sejak mereka tinggal satu rumah tak ada masalah serius yang terjadi. Orang tua mereka cukup lega karna semua kembali seperti semula. Tapi hanya Cho Kibum saja yang sebelum bisa menerimanya. Ya.. Walau sebenarnya dia belum tahu. Tapi ketika Kyu jarang menerima telponya, dia selalu marah dan menuduh adik kesayangnya itu kembali pada suaminya. Bahkan Kyu juga berbohong soal surat cerai. Dia sama sekali belum mengurusnya. Eh…tapi jangan salah. Mereka tak benar-benar berdamai setiap harinya. Contohnya seperti hari ini, mereka belum bicara satu sama lain sejak dua hari yang lalu. Sebeneranya inibukan masalah serius? Hanya salah paham. Tempo hari Kyuhyun dan Eunhyuk akan memukul Yunho sampai mati. Kekesalan itu muncul ketika pria itu memberikan respon negatif ketika tahu changmin hamil. Dia bertanya itu anak siapa? Bila memang itu anaknya kenapa Changmin tak meminta tanggung jawab padanya? Itu cukup memicu jiwa liar Kyu dan Eunhyuk. Siwon dan Donghae tak bermasud membela Yunho tapi sang istri tak mau perduli alasan mereka. Mereka sempat kabur dan tak mau pulang. Tapi karna sedikit bujukan pada akhirnya mereka kembali ke rumah. Tapi tetap saja Kyu tak mau bicara. Bahkan mereka tidur terpisah.

“Masih tak mau makan semeja denganku,baby?”kalimat sama yang di ucapkan Siwon ketika selesai menyipakan makanan. Kyu mengambil nasi dan beberapa lauk. Dia membawanya masuk ke dalam kamar dan keluar dengan piring kosong.

Sebenarnya Siwon cukup terganggu karna kediaman istrinya. Kerjanya sedikit berantakan karna memikirkan bagaimana membujuk istrinya. Dia menghela nafas berkali-kali ketika melihat tumpukan dokumen yang belum selesai di baca. Pintu kayu itu terbuka dan Siwon yang frustasi hanya mendesah.

“Bisakah kau keluar. Aku sama sekali belum menyelsaikan ini.” suara Siwon cukup dingin.

“Jadi kau mengusirku?” Siwon segera mengangkat wajahnya. Mata elang itu tak percaya dengan siapa yang ada dihadapanya. “Okey aku pergi.” dengan kesal pria itu berbalik arah. Siwon segera mengejar dan menutup pintu ruang kerjanya. “Minggir! Jangan berdiri disitu.” sentaknya.

“Kenapa harus pergi? bukan kau baru datang.”

“Bukan tadi kau mengusirku. Rugi aku datang.”

“Mianhae…aku tak tahu itu kau…” Kyuhyun hanya melipat tangan di dada lalu berjalan menuju sofa. “Kau sudah tidak marah lagi?” Siwon mengikuti langkah istrinya.

“Kau masih ingin aku marah?”

“Tentu saja tidak. Ehh…ada apa kau kemari?” Siwon menatap cemas ke arah istrinya. “Ada yang kau inginkan?”

“Jadi aku seperti orang yang hanya datang ketika butuh? Itu kasar sekali tuan Choi!”

“Mianhae.” Siwon menghela nafas lalu tersenyum melihat istrinya terlihat cantik hari ini. “Jangan marah lagi.”

“Kau tak mengkatakan sesuatu?”

“Huh?”

“YAH CHOI SIWON BAGAIMANA KAU BISA BEGITU TENANG MELIHATKU…”Siwon tak mengherti sama sekali maksud istrinya. ” Aku sudah menghabiskan ratusan won untuk kesalon hari ini. Bukankah kau harus melihat perubahanya?” Siwon masih terdiam. “Sialan!! Mereka menipuku.” dia langsung berdiri mengambil tasnya dan meninggalkan Siwon yang masih terpaku.

“Tunggu…”Siwon meraih perggelangan tangan istrinya. “Kau nampak cantik sayang. Maaf aku baru menyadarinya.”

Kyu mengibaskan tangan Siwon. “Baru menyadari? Ah…”

Siwon mencangkup wajah istrinya,”Kau nampak cantik dan mempesona sayang. Jangan marah lagi ya!!” Kyu memplout bibirnya. “Jangan memasang wajah seperti itu. Kau membuatku semakin jatuh cinta padamu.” Kyu membuang muka karna malu. “Saranghae…”bisik Siwon. Kyu memukul dada Siwon lalu melabuhkan pelukan.

“Wonnie…”Kyu memutar-mutar dasi suaminya. “Bagaimana bila kita berkencan?”

“Berkencan? Aku tak bisa. Lihatlah di mejaku. Banyak dokumen yang belum terselesaikan. Bagaimana kalau kau pilih lain hari. Aku akan mengatur jadwalku.”

“Mwo?”Kyu melepaskan pelukan lalu berwajah sinis. “Ya sudah. Aku tidak jadi memaafkanmu.” dia mendorong suaminya dan pergi begitu saja. Siwon? Dia melirik tumpukan dokumen dann kembali bekerja. Mungkin dia harus bersabar lagi untuk tidur satu ranjang dengan istrinya.
*****

Changmin hanya mengaduk-aduk makananya. Sejak satu minggu yang lalu napsu makannya berkurang. Dia sudah mencoba beberapa cara agar tubuhnya tak memutahkan semua makannya namun selalu gagal. Kyuhyun dan Eunhyuk juga mencoba membantu tapi tetap saja tak ada hasilnya. Changmin dengan malas mengambil ponselnya.

“YUNHO HYUNG-
Call

Changmin menatapa layar ponselnya beberapa saat sebelum dia mengangkatnya.

“Hallo…”
.
.
Disinilah dia sekarang di temani kedua temanya. Kantor polisi untuk membebaskan Yunho karna perkelahiannya dibar. Ini sudah kelima kalinya karna itu orang tuanya tak mau membebaskanya lagi. Changmin memberikan sejumlah uang untuk jaminan lalu meminta maaf terhadap korban. Permasalah terselesaikan dengan damai. Changmin bernafas lega. Kedua temanya pun pulang,tinggal Yunho dan Changmin berdua. Mereka menaiki taksi dalam diam walau sesekali Yunho meliriknya. Taksi itu berhenti depan Apatermen Changmin. Pria itu turun tapi Yunho menahanya. Dia mengambil beberapa ribu untuk membayar taksi dan mengandeng Changnin keluar.

“Kau punya makanan aku lapar?” Yunho masuk begitu saja seperti biasa. Changmin hanya terdiam menatap Yunho melihat-lihat Aptermen ya. “Tadi kau sedang makan?” Changmin mengangguk.”Harusnya kau tak usah datang. Aku bisa minta tolong Siwon atau Donghae.” Yunho kembali ke Changmin berdiri. “Aku temani makan.” dia menariknya dengan lembut.

Changmin makan dengan lahap seperti biass. Perutnya bahkan tak bergejolak seperti biasa sampai sekarang pun tak ada satu makanan pun yang keluar dari mulutnya.

“Kau nampak kurus sekarang?” Yunho membuatkan teh hangat. Changmin menatapnya. “Bisakah aku menginap semalam. Bila orang tuaku melihatku seperti ini, bukan tidak mungkin aku akan di usir.” Changmin tak menjawab. “Apa….? Baiklah!” Yunho pun berdiri. Dia sadar bila posisi mereka tak seperti dulu. Bahkan Changnin sudah menolak lamaranya. “Aku pergi dulu.”

“Menginaplah! Bukan ini separu kau yang bayar. Jadi ini masih milikmu.” Yunho menghentikan langkahnya.

“Kau masih memikirkan itu. Sudah ku bilang…”

“Uang jaminan tadi…anggap sebagai pembayaran utang.” potong Changmin.

Yunho berkaca pinggang,”Kau ingin ikut-ikut Kyuhyun? Ah..atau dia yang mengajarimu?

“Tak ada hubunganya dengan temanku. Aku akan segera melunasinya.”

Yunho memukul dinding lalu pergi keluar dengan wajah marah.

“Bila itu keputusaanmu…aku akan benar-benar pergi.” batin Yunho ketikabmenutup pintu. Changmin bersimpuh dengan cairan bening yang menetes.
****

Kyuhyun menatap dirinya di depan cermin. Menata rambut dan bajunya berulang kali. Hari libur ini Siwon menggurung diri di ruang kerja sejak pagi membuat Kyuhyun bosan dan mencoba beberapa baju barunya. Dia tersenyum ketika kemeja putih tulang menempel di tubuhnya. Dia tak mengunakan bawahan.

“Kau akan pergi.” Siwon berjalan mendekati istrinya. Siwon memeluk istrinya dari belakang dan menciumi tekuk istrinya. “Kau akan meninggalkanku di rumah sendirian? Apa itu tidak kejam sayang?”

“Hai, siapa kau? Menyingkir.” Kyuhyun kembali merapikan bajunya. Siwon tetap menciumi tengkuknya. “Lepaskan!!” Kyu mengeliat tak nyaman. Siwon makin nakal membuat Kyuhyun memukul tangan jahil itu.

“YAH!! MESUM! AKU SUDAH ADA JANJI CEPAT LEPASKAN!” teriaknya.

“Baby…” Siwon membalik tubuh istrinya dan menghimpitnya di dinding. “Bagaimana kita bermain sebentar?”

“Bukan kau mengabaikanku?”

“Aku berusaha menyelesaikan dengan cepat tapi kau tahu itu tak mudah sayang..” dia masih sibuk dengan tengkuk Kyuhyun.

“Oh ya.. Bukan memang kau suka dengan pekerjaanmu daripada aku.” Kyu menadahkan wajahnya ke atas dengan tangan di kedua pundak suaminya.

“Kau…kau yang paling aku sukai,baby.”

“Hmm..begitukah? Apa buktinya?”Kyuhyun memejamkan mata menikmati setiap sentuhan Siwon.

“Menarik. Akan aku buktikan, bila kau yang aku sukai…” bisiknya tepat di daun telinga Kyuhyun.

Kyuhyun menatap mata elang itu dengan tajam. Lelehan karamel yang mengoda membuat Siwon langsung mengecup bibir plum istrinya. Kyuhyun meremas kemeja suaminya ketika paru-parunya memberontak ingin udara. Kening mereka terpaut ketika Kyuhyun lemas tak mampu memopang tubuhnya. Entah sejak kapan Siwon menaikan dirinya dalam gendonganya.

“Kau ingin membunuhku?” Siwon mengecupnya lagi. “Kau menyukainya?”

“Sangat sayang… Kau lebih dari candu… Demi Tuhan… Kau heroin.” Kyuhyun tertawa renyah. “Kau selalu melemahkanku.”

“Tapi waktumu sudah habis,Wonnie. Aku harus pergi menemani Changmin memilih keranjang bayi.” Kyuhyun membelai bibir joker Siwon dengan sensual. Siwon mengigit jari Kyuhyun. “Argh!! Sakit!” rengeknya membuat Siwon semakin gemas dan membanting tubuh gempal itu ke ranjang. Kyuhyun berteriak kesakitan dengan wajah mengoda Siwon untuk menerkamnya. Kyuhyun memamerkan kaki jenjangnya. Demi Tuhan! Siwon tergoda. Dia langsung menindihnya.

“Kau berani mengodaku,baby.”Siwon membelai wajah cantik itu.

Kyuhyun mendorong Siwon dan membalik posisi mereka. Kyuhyun duduk di atas perut Siwon. “Siapa yang berani menganggun kuda liar ini!” dia berbisik dengan suara serak dengan tangan yang berlahan membuka satu persatu kancing kemeja Siwon. “Wah…kenapa ada coklat disini…” dia menjunjuk-nunjuk perut Siwon dengan telunjuknya. Siwon hanya menahan nafas ketika paha istrinya terlihat mengoda di depanya. “Bolehkah aku makan?” dia membelainya.

“Lalu aku gantian memakan bakpau bulat ini ya…” Siwon menujuk kedua pipi Kyuhyun.

“YAH!! Siapa yang kau bilang bakpau?” Siwon membulatkan matanya. Dia salah bicara. Kyuhyun pun hendak turun namun…

“Mianhae…mianhae… Aku salah bicara. Okey!” bujuk Siwon dengan wajah memelas. “Jangan marah…kita lanjutkan lagi ya…”

Kyu membuang muka. “Aku sudah tidak mood.” dia melipat tangan di dada.

Siwon membelai tangan Kyuhyun, lalu berusaha duduk. Siwon langsung mencangkup wajah Kyuhyun dan mengecup bibir itu dengan lembut. Kyu kembali terbuai dan gejolak tubuhnya semakin membara. Siwon tersenyum dalam ciuman mereka. Dia mulai membelai punggung Kyu dari dalam. Kyu memejamkan mata kemudian mendorong Siwon untuk berbaring. Meremas rambut Siwon dan melepas ciuman mereka. Tangan Siwon masih setia menjelajahi tubuh kyuhyun dan Kyu dengan liar mencium leher dan wajah Siwon.

“Kau menyukainya?” bisik Kyuhyun dengan suara serak. Siwon mengangguk lalu membelai wajah Kyuhyun yang begitu dekat denganya. “Saranghae…”

“Nado…nado saranghae,Choi Kyuhyun.” jawabnya lalu mereka kembali berpelukan. Ketika mereka melanjutkan ke tingkat lebih intim tiba-tiba ponsel Kyuhyun berbunyi. Siwon hanya meliriknya dan tetap menarik baju Kyuhyun. Ponselnya terus berbunyi membuat Siwon terpaksa melepaskan Kyuhyun.

Kibum Nunna
CALL…

Kyu langsung duduk dan segera mengangkat telponya. Siwon hanya mendesah. Ini pasti akan lama.

“Mwo? Bandara? Bagaimana…?” Siwon masih santai terlentang dengan baju yang terbuka total. Dia membelai kaki istrinya,sengaja agar istrinya terganggu. “YAH! AKU SEDANG BICARA SERIUS…”Kyu bicara tanpa suara dengan bola mata yang membulat sempurna. “Ne…” Kyu menutup telponya dan segera turun dari tubuh Siwon.

“Kau mau kemana?” tanya Siwon.

Kyu buru-buru merapikan bajunya dan mengambil celana. “Cepat antarkan aku pulang…”

“Kenapa pulang? Kita baru setengah jalan…”

“Mau gimana lagi?” Kyu merapikan isi tasnya. Memasukan barang-barang yang biasa di butuhkan. “Antarkan aku pulang sekarang.” sentaknya ketika Siwon dengan santai mengkancingkan bajunya.

“Aku akan panggilkan sopir.” Siwon berdiri lalu berjalan keluar kamar. Kyuhyun menghentikan kegiatanya menatap Siwon dengan pandangan penuh tanda tanya.

“Maksudnya?”

“Aku sibuk jadi tunggulah sampai sopir datang.”

“Tidak usah. Aku bisa pulang sendiri.” Kyu mengambil tasnya lalu berjalan cepat mendahului Siwon. Pria berlesung pipi meraih pergelangan tangan istrinya.

“Tunggu sampai supir datang.”

“Tidak mau.” tolaknya.

“Baby, jangan membantah.” Kyu membusungkan dada seakan menatang dengan pandangan tajam. ” Baiklah. Tunggu disini aku akan antar sendiri.”

“Tidak perlu. KAU SIBUK TUAN MUDA CHOI!”

Siwon menarik Kyu dalam pelukan. “Mianhae… Aku hanya kesal! Kau–kau seenaknya sendiri. Minimal…ah..sudahlah! Aku akan antar pulang.”

“Wonnie…”

“Sudahlah! Tak apa!” Siwon melepaskan pelukannya.

“MIANHAE…aku baru sadar. Aku panik tadi,ketika Nunna bilang akan pulang. Aku tak memikirkan perasaanmu. Mianhae…”

“Tidak masalah.” Siwon memaksakan tersenyum.

“Hmm…ya sudah! Bagaimana bila mulai lagi?” tawar Kyuhyun.

“Baby…itu bukan soal bagaimana? Namun aku sudah tak berselera.” jawab Siwon.

“Lalu bagaiamana cara membuatmu kembali berselera. Mian..a..aku hanya memikirkan diriku sendiri.”

“Hai..hai…jangan sedihseperti itu. Aku tak apa? aku antar pulang sekarang. Okey!” Kyu mengelengkan kepala. “Ada apa lagi?” Siwon mencangkup wajah Kyu.

“Kau membenciku ya?”

“Tidak. Tentu saja tidak. Aku mencintaimu,baby” Siwon mengecup sekilas bibir Kyuhyun. “Sebenarnya kenapa Nunna pulang?hum?” Kyuhyun menggelengkan kepala. “Okey! Setelah kau tahu, kabari aku?” Kyu mengangguk. “Kita berangkat sekarang.” Kyu tersenyum lalu mengangguk setuju.
*****

“NUNNA DI PECAT? BAGAIMANA BISA?” Kyuhyun terlihat paling histeris di antara anggota keluarga lainya. Kibum sudah ada dipelukan ibunya sambil menangis. “Bukan kata nunna berpretasi di sana? Bagaimana bisa di pecat?” Kibum tak menjawab. Dia hanya terdiam dipelukan ibunya.

“Kyunnie, sudah!! Jangan bebani kakakmu dengan pertanyaan dulu.” ucap Heachul. Kyu hanya tertunduk lemas. Bagaimana dengan hubungan bila kakaknya terus di rumah? “Istirahatlah di kamar. Umma akan siapkan makanan.” Kibum mengangguk lalu berdiri berjalan menuju kamarnya. “Jangan bebabi pikiran kakakmu dulu. Untuk hubunganmu dengan Siwon. Kau simpan rapat-rapat sampai kondisi kakakmu tenang.” Kyuhyun menghela nafas lalu mengangguk mengiyakan.
*****

Hampir dua minggu kepulangan Kibum, Kyu makin susah di hubungi. Kyu lebih banyak menghabiskan waktu berdua dengan kakaknya. Siwon hanya bisa bersabar ketika Kyuhyun meminta waktu sampai kakaknya tenang. Tahu seperti ini, lebih baik Kibum jauh saja dari Korea. Siwon memutar otaknya. Ini sudah lebih dari dua minggu, dan dia merindukan istrinya. Tiba-tiba otak jeniusnya berjalan dan segera mengambil ponsel menghubungi seseorang.

Disinilah dia sekarang, bersama keluarga tercintanya. Dia mengenakan jas hitam dengan seikat bunga mawar di tangan. Kangin dan Sungmin hanya bisa menghela nafas dengan ide anaknya. Tapi bagaimana lagi? Mereka juga ingin Siwon dan Kyuhyun kembali. Jiwon sedikit kerepotan dengan dreesnya.

“Selamat datang.” Hangeng dan Heachul yang membuka pintu pertana kali. Mata elang itu langsung mencari masuk ke dalam. Tapi yang muncul adalah wanita cantik berwajah seram. Siwoj menelan ludah dan tersenyum kikuk.

“Nunna…”dia menunduk hormat tapi Kibum tak perduli langsung melabuhkan pelukan ke pada nyonya Choi dan Jiwon. Siwon hanya memplout bibirnya.

“Dimana Kyunnie?” Sungmin bertanya.

“Dia sedang tak enak badan. ” jawab Heachul.

“Benarkah? dia sakit apa?” Kangin menyambung.

“Hanya masuk angin saja. Dia muntah-mutah sejak pagi dan tak mau makan.” Heachul menatap Suaminya.

“Lebih baik kita masuk dulu. Tak enak bila bicara di depan pintu.” ajak Hangeng. Keluarga Choi pun masuk dan langsung menuju meja makan.

Makan malam berjalan dengan lancar. Ini adalah pertemuan bisnis. Jadi sudah di pastikan mereka mengobrol soal kerja sama yang di lakukan dengan negara asing. Jiwon terus mendekati Kibum. Ketika mereka berdua asik berbincang, Siwon mengunakan kesempatan itu pergi ke kamar mandi. Pria berlesung pipi itu berlari menaiki tangga, dan membuka pintu kamar istrinya. Siwon berjalan mendekat ketika Kyu terbaring tak nyaman. Siwon menyentuh kening istrinya.

“Wonnie…” suara itu begitu lemah.

“Kenapa bisa sampai sakit seperti ini?” Kyu tak menjawab hanya langsung bangun dan memeluk suaminya. Dia menangis. “Hai…kenapa menangis?”

“Aku merindukanmu…” rengeknya dengan suara tangisan. Siwon semakin memperat pelukanya. “Tadi aku ingin ikut makan malam denganmu, namun nunna melarangku…”

“Husss!! Aku sudah disini. Jangan menangis lagi.” Kyu mengangguk. “Jangan sakit lagi. Kau buat aku cemas.” Kyu masih terseguk.

Mereka masih berpelukan tapi Kyu mulai sedikit tenang. Siwon terus membelai punggung istrinya hingga isakan itu sepenuhnya terhenti.

“Sudah sedikit tenang.” Kyu mengangguk lalu melepas pelukan suaminya. “Aku pergi dulu ya!!” Kyu kembali berkaca-kaca. “Nanti aku akan berusaha untuk menemuimu lagi hum..m” Siwon mencangkup wajah Kyuhyun dan menghapus air mata dengan ibu jarinya. Kyu mrmplout bibirnya lalu Siwon mengecupnya.”Istirahatlah!! Saranghae,choi Kyuhyun.” Kyu tersenyum malu. Siwon segera berdiri lalu berjalan keluar. Kyuhyun mengigit bibirnya dan mendadak perutnya lapar.
*****

Kyuhyun hampir mutah ketika mencium bau masakan Kibum. Hari ini untuk menghilangkan bosan, wanita cantik itu membuat pasta untuk makan siang. Namun bumbu yang di gunakan membuat Kyuhyun muntah. Lelah membuat makanan siang dan Kyuhyun begitu bawel mengkatakan makan itu tidak enak membuat emosi Kibum memuncak. Kyu yang sedang tak enak badan pun ikut terpancing emosi mendadak kabur dari rumah. Kini pria manis itu berdiri di depan kantor suaminya seperti kucing terbuang. Pria itu enggan masuk namun kemana lagi dia harus kabur? Satpam dan semua kariawan yang sudah mendapat teguran Siwon, seberapa pun istrinya meminta tak memberi tahunya mereka harus tetap melapor padanya atau akan ada surat pemecatan. Siwon pun langsung turun meninggalkan pekerjaanya ketika Jessica bilang istrinya ada dibawah.

“Baby…” panggilnya membuat Kyuhyun yang menunduk lesu mengangkat wajahnya malas.”Ada apa? Kemana kau menangis? Apa ada yang melukaimu? Kenapa tak menghubungiku? Atau kalau kau sudah datang kenapa tak segera naik.”

“YAH!! CHOI SIWON kenapa kau begitu bawel daripada aku? Bisa diam tidak. Kalau mau bertanya satu-satu. Kupingku sakit tau!” teriak Kyuhyun lalu berjalan masuk ke dalam gedung pecakar langit itu. Siwon hanya menghela nafas sebelum berjalan mengikuti istrinya.

“Jesica tolong buatkan satu coklat panas dan satu kopi.” Siwon lanngsung menghampiri sekertarisn ya keetika dia sudah sampai di lantai atas. Jessica mengangguk tapi…

“Aku tak mau coklat panas.” Siwon dan Jessica langsung menatap Kyuhyun. “…yang aku butuhkan kau. Cepat masuk atau ku lempar kau ke luar gedung?”

Siwon tersenyum,”Tidak usah di buatkan. Kembalilah bekerja dan bila ada tamu datang , bilang aku tak ada.” lalu berjalan masuk ke dalam ruangan dan mengkuncinya. Siwon menghampiri istrinya yang memplout bibirnya. Dia duduk di meja kerja Siwon sambil melipat tangan di dada. Siwon duduk di kursinya dan menatap istrinya.

“Kenapa diam saja?”

“Aku tidak tahu harus bicara apa? Aku takut semakin membuatmu tak nyaman. Jadi aku menunggu saja.”

“Kau harusnya bertanya aku kenapa? Kau menyebalkan!” Kyu membuang muka.

“Baby…”

“Sudah! Aku pulang saja.”Kyu turun dari meja dan Siwon segera menariknya dalam pangkuanya.

“Sebenarnya ada apa dengan istriku yang cantik ini?”

“Tampan.”

“OKEY! Tampan.”

Kyu menyandarkan kepalanya di dada Siwon. “Nunna.. Dia menyebalkan! Dia membentakku! Sudah aku bilang tak suka bau masakanya, dia marah dan bilang ini karna aku terlalu lama dekat denganmu. Dia bilang, aku selalu kau manja jadi apa-apa harus sesuai dengan keinginanku. Siapa yang tak kesal? Dia…bukan dia juga lebih egois.” Kyu memukul dada Siwon sebagai pelampiasan.

“Hmm.. Jadi itu yang buatmu sebel!”

Kyuhyun menatap Siwon dengan pandangan kesal. “Udah gitu saja. Aku itu marah karna kau disalahkan dan kau cuma bilang. Hmm..jadi itu yang membuatmu sebal? Demi Tuhan Choi Siwon…” Kyu kembali berdiri dan membuat Siwon tak mengerti.

“Lalu aku harus bagaimana baby?”

“Harusnya kau marah.!!”

“Ya sudah. Kita ke rumahmu sekarang.”

“Kenapa meski di rumahku?”

“Kau bilang aku harus marah. Kita minta penjelasan dengan nunnamu.” Siwon mengambil jas dan kunci mobil.

“Jangan!”

“Kenapa?”

“Bagimana bila Nunna semakin marah padaku bila tahu kita sudah kembali?”

“Lalu aku harus bagaimana?” Siwon serba salah.

“Aku ingin coklat panas dengan biskuit coklat.” rengeknya dengan manja. Siwon tercengo. “CEPAT!!” teriaknya membuat Siwon hanya menggelengkan kepala.
*****

“Masih menunggunya?” Kibum yang melamun sontak tersenyum kecut.

“Kemana dia? Kenapa belum kembali juga?”Kibum menunduk.

“Dia bukan bocah lima tahun yang tak tahu jalan pulang sayang.” Heachul menepuk pundak putrinya.

“Tapi aku membentaknya.” dia menatap ibunya. “Harusnya aku tak berkata sekasar itu. Dia belum makan sejak pagi.”

“Dia pasti sudah tahu apa yang dia lakukan.”

“Tapi…kemana dia pergi? Dulu setiap kali bertengkar denganku dia selalu datang ke rumah Changmin atau Eunhyuk. Tapi dia tak ada disana. Siwon yang selalu menemukannya.” dia menunduk. “Tak apa dulu dia selalu dijaga dia, sekarang…bagaimana bila kejadian waktu itu terulang…umma…”Kibum mulai ketakutan.

“Kalau begitu. Kenapa tak biarkan mereka kembali?” Kibum menatap ibunya. “Kau takut tak ada yang menjaga adikmu. Kenapa kau tak biarkan mereka kembali dan mulai dari awal?”

“Umma menginginkannya?” Kibum seakan tak senang.

“Sayang…”

“Bila Siwon bisa menjaganya. Sekarang keponakanku sudah lahir di dunia ini…tapi apa? Dia membiarkan Kyuhyun menderita…”

“Karna Siwon bukan Tuhan.” Kibum dan Heachul menoleh ke arah sumber suara itu. “Karna kita sama-sama manusia yang punya batasan. Kau, appa, umma dan bahkan Siwon.”

“Appa…”

“Kenapa kau tak menikah saja? Umurmu sudah cukup untuk membina rumah tangga. Jangan hanya memikirkan appa dan keluargamu saja. Pikirkan dirimu sendiri sayang…” Hangeng berjalan mendekat.

“Tapi…”

“Kyunnie sudah dewasa. Dia tahu kemana dia harus pergi. Jangan ganggu dia untuk sementara waktu, bila dia sudah tak marah. Aku nyakin dia akan pulang.” Kibum menunduk lemas. Heachul mengengam tanganya kuat.

“Umma…”

“Benar kata appa. Kapan kau berpikir menikah? Umma tak memaksa. Tapi pikirkan juga dirimu sayang…” Heachul tersenyum kecil membuat putrinya tak bisa menjawab.
*****

“Jadi benar bukan kalian yang mengirimkan box bayi?” Eunhyuk dan Kyuhyun menggelengkan kepala. “Lalu siapa?” Changmin terdiam berfikir.

“Sebenarnya kemarin malam kau kemana? Kenapa sulit di hubungi?” Changmin tak menjawab pertanyaan Kyuhyun. “Kenapa diam?”

Changmin menatap dua sahabatnya. “A..aku pergi bersama Yunho?”

“Ya ampun,Changmin! Apa aku tak salah dengar?”

Changmin hanya terdiam ketika menatap dua sahabatnya. “Kau pergi bersamanya? Bukan kau membencinya?”

“Apa dia mulai merayumu?”

“TIDAK. Dia tak merayuku sama sekali. Dia hanya ingin berterima kasih padaku. Karna sudah mau membebaskan waktu itu . Dia…”

“Kau berencana kembali lagi?” hardik Kyuhyun.

“Tidak. Aku sudah mantap berpisah. Tapi…entah kenapa bila bertemu denganya. Aku..a..aku jadi hidup kembali.”

“Min…” Enuhyuk dan Kyuhyun langsung menggengam tangan sahabatnya.

“Sudahlah! Ahh..ku dengar kau kabur dari rumah,Kyu?” Changmin berusaha mencari topik baru.

Kyu mengangguk. “Kibum Nunna sampai kebinggungan mencarimu dimana-mana. Kau tak berniat pulang?” tanya Eunhyuk.

“Belum. kenapa kalian juga ikut bawel seperti Wonnie?” dia memplout bibirnya. “Kenapa semua ingin aku pulang? Memang kenapa bila aku kabur.” dia kesal dan marah.

“Karna Nunna pasti sedih. Dia menyanyaimu…kau harus tahu itu…” Kyu membuang muka dan melipat tangan di dada ketika Eunhyuk menjawabnya.
*****

Siwon melihat istrinya tak berniat menatap atau bicara denganya sama sekali. Wajahnya cemberut. Siwon hanya menyuruhnya pulang, tapi bagaimana lagi? Dia serba salah.

“Bagaimana bila kita makan malam di luar?” Siwon berusaha membujuk istrinya.

“Aku tak lapar.”

“Hmm…kalau keluar saja. Jalan-jalan misalnya!”

“Aku lelah.”

Siwon berjalan mendekat hendak memeluk istrinya tapi Kyu menolak mentah-mentah dan tetap terfokus pada ponselnya. “Baby…” Kyu membuang muka. “Kau tahu…aku lebih suka kau disini. Aku jadi lebih semangat pulang kerja . Tapi…”

“Tapi kau mengusirku…” potongnya. Siwon menghela nafas. Bukan itu maksudnya. ” Tenang saja aku akan segera pergi. Kau tak perlu takut aku menyusahkanmu lagi. Apa selingkuhanmu sudah tak sabar ingin mengantikanku?” sinisnya.

Siwon memejamkan mata. “Kau ingin pergi kemana lagi? Aku hanya ingin kau pulang. Itu saja. Aku tak mengusirmu, tapi cukup berdamai dengan kakakmu. Kasihan dia.” Siwon berusaha menjelaskan maksudnya.

“Sudahlah!! Lebih baik aku pergi sekarang…aku malas mendengar omelanmu.” Kyu berdiri dan mengambil tas yang sudah dia siapkan.

“Baby…ini sudah malam.”

“Lalu kenapa?” tantangnya. “Aku ini juga mahkluk hidup. Kau pikir aku bonekah? Aku juga ingin memambil keputusanku sendiri. Aku bosan terus di atur. Kau pikir aku tak punya otak untuk berpikir. Bila kau sudah tak nyaman aku disini. Aku akan pergi, tak perlu sampai mengusirku segala. Aku tahu bila disini aku hanya menumpang makan dan tidur. ”

“Kyuhyun…kenapa arah pembicaraan kita jadi melenceng jauh?”

“Melenceng apa ya? Bukan itu yang kau ingin bicarakan. Sudah! Aku lelah.”

“Kita tidur saja. Kita bicarakan lain hari…Lihat wajahmu sedikit pucat, belum lagi kantung matamu sayang.” Siwon menarik tangan istrinya namun langsung di kibaskan.

“Terserah! Aku juga tak perduli.” Kyu tetap berjalan keluar. Siwon langsung menyusulnya menarik tangan Kyuhyun dengan paksa dan membawanya masuk. “Sakit!” teriaknya.

“Bila kau tak ingin pulang. Okey! Tinggallah disini.” Kyu membuang muka. ” Tapi dengan satu syarat…” Kyu menatap sinis suaminya. “Kau harus berkata jujur dengan nunnamu. Kau kita sudah kembali…”

“Mwo?”

“Apa susahnya? Aku sudah bosan terus begini. Ketika nunna menghubungiku aku selalu berbohong. Aku tak ingin terus begitu. Bila kau bukan bonekah, bila kau serius ingin bersamamu. Kita kembali ke rumah dan bilang sejujurnya kalau kau tak bisa hidup bila tak bersamaku…”

“Tapi..tapi aku bisa hidup tanpamu.” jawabnya.

“Lalu kenapa kau ingin disisihku?”

“Siapa yang bilang? Terlalu percaya diri. Aku..aku..hanya ingin menumpang tinggal saja.” wajahnya tiba-tiba merona. “Lagi pula, aku belum siap kembali. Masa ini saja selalu kita habiskan dengan bertengkar. Kita sudah hampir tak pernah sejalan. Jadi..jadi…aku belum bisa…putuskan! Kita bersama.” Siwon tak menjawab hanya menatap dengan tajam. “Kenapa kau menatapku? Membuatku takut saja.” Kyu tiba-tiba menjadi gugup. Apa dia salah bicara?

“Dimana kita bisa melakukanya?”

“Melakukan apa?” Kyu mengedip-kedipkan matanya.

“Agar kita bisa bersama.”

“HUH?” Kyu masih mencerna ucapan Siwon. Pria itu langsung memanggulnya seperti karung beras. Kyuhyun memberontak tapi bukan Choi Siwon namanya? Dia menutup pintu kamar dan mengkuncinya. “Yah!! CHOI! JANGAN MACAM-MACAM. HUWAA… KAU..KAU BERNIAT MEMPERKOSAKU LAGI?”

“Itu karna kau selalu bilang tak ingin bersamaku.” bisik Siwon.

“Yah!! YAH!! Tapi jangan seperti ini. Kau selalu bersikap kasar dan semaumu…”

“Karna itu… Turuti saja mauku.”

“Tidak mau!Aku ini manusia. Bukan bonekah hidupmu. Semaumu saja. Seharusnya kau itu menuruti semua perintahku…”Siwon masih setia membelai wajah Kyuhyun.

“Jadi aku yang bonekah hidupmu.”

“Iya. Kau harus menurutiku…”

“Baiklah!! Tuan putri…” Siwon tersenyum lalu mengecup bibir plum itu. Tiba-tiba Kyuhyun merasa mual dan langsung mendorong Siwon. “KYU…” Siwon kebinggungan mengejar istrinya ke kamar mandi. “Kau tak apa?” Kyuhyun terus memuntahkan air. “Kita ke dokter sekarang.” Kyu mengelengkan kepala. “Tapi sayang…”

“Sudah ku bilangkan! Turuti apa mauku!”

“Tapi tidak kali ini. Kita ke dokter. Beberapa hari ini napsu makanmu berkurang dan sering muntah. Aku tak mau ambil resiko.” Siwon memapah Istrinya keluar kamar mandi. “Aku ambilkan baju…”

“Tapi aku tak mau dan kau harus menurutinya.”

“Baby,aku akan menuruti semua keinginanmu selama aku mampu. Tapi untuk kali ini. Bagaimana pun itu soal kesehatanmu. Kita pergi ke dokter atau kau ingin aku panggil dokter pribadi?”

Kyuhyun menggelengkan kepala. “Tidak mau…”

“Baby…”

“Aku hamil.”

“Huh?” Siwon tercengo dan tak bergerak sama sekali. Mata elang itu masih menatap tajam ke arahnya.

“Kenapa diam saja?” Siwon masih membatu. “CHOI SIWON kau menyebalkan!!.” Kyu kesal lalu berdiri mendorong suaminya. Siwon tersenyum sendiri dengan pandangan kosong membiarkan istrinya pergi.

TBC
ahh lanjut lain hari ya
Dah mentok segitu
Maksih buat komentar kalian walau belum balas tapi maksih ya
Hehehe kalian semangat aku buat lanjut
Ceritanya makin garing ya… Kasih saran dan komentar ya
Bila ada kurang dan lebihnya
Harap MAGNUM ya!

Advertisements

Author:

Saya manusia biasa Punya salah dan tak sempurna Saya jatuh cinta dengan Wonkyu Tak perduli banyak yang bilang saya gila Bahkan pacar saya... Saya jatuh cinta dengan mereka ♡♡♡♡

48 thoughts on “TENTANG KAMU – part 25

  1. Kapan d lanjut,,, penasarann nih kyuhyun hamil, apa yg akan dilakukan siwon untuk mempertaankan kyuhyun di sisinya, sepertinya cho kibum mulai luluh sedikit demi sedikit lol

  2. Wahhhhh bagus banget critanya.
    Sayangnya aku ngga ngikuti dari awal alias cuma nemu chapter ini aja. harus nyari dari awal dulu nih….
    Dilanjut ya….

  3. Ceritanya semakin hari semakin greget :** pasti lucu kalau babykyu bolo bole hamil xD
    Uni update lagi dong ceritanya pingin tau apa reaksi siwon selanjutnya :))
    Gomawo ya unnie :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s