Posted in BL, Comfort, Drama, Family, Fluffy, Genre, Romance, Series, WonKyu Story

All For You – Chapter 13

download-11

All For You Chapter 13

By. ssiihee

Siwon & Kyuhyun

Romance,  family, smooth, fluff & drama

BL, DLDR, OOC, AU,

Dilarang membashing WonKyu jika ingin hidup tenang! (==)

..::..::..

AFY

ssiihee©2016

Totally Reserved

..::..::..

“Hamil?”

Suara keterkejutan milik Siwon dan ibunya memenuhi kamar Kyuhyun saat ini. Keduanya seketika menatap Kyuhyun yang sedang berbaring di ranjang dengan wajah yang tidak kalah terkejut. Kulit pemuda itu bahkan jauh lebih pucat mendengar apa yang baru saja disampaikan oleh sahabatnya.

Ne.”

Heerin menyandarkan tubuhnya pada kursi yang ditarik ke pinggir ranjang. Sementara Siwon dan Nyonya Choi yang duduk di samping Kyuhyun terlihat beberapa kali mengalihkan tatapannya dari Heerin ke Kyuhyun.

“Awalnya aku memang tidak yakin, tapi aku mempertaruhkan seluruh karirku sebagai seorang dokter untuk mengatakan bahwa Kyuhyun sedang hamil.” Heerin menatap ketiga pasang mata itu intens, menegaskan bahwa apa yang baru saja dia katakan itu bukan candaan. Mana mungkin dia bisa bercanda tentang hal itu.

“Tapi bagaimana bisa?” tanya Siwon dengan raut wajah bingung. “Kau tidak sedang bercandakan, Rin-ah?”

“Kita bisa melakukan pengecekan lebih lanjut jika kau tidar percaya, Siwon-ah.” Heerin menarik nafas dan menatap Siwon lalu menatap Kyuhyun yang juga terlihat bingung.

“Ini benar-benar mengejutkan. Tapi Umma bahagia mendengarnya.” Nyonya Choi meraih kedua tangan Kyuhyun dan menggenggamnya membuat pemuda itu merasakan kehangatan yang sedikit menguapkan kegugupannya.

Umma jangan senang dulu. Bisa saja Heerin salah,” ucap Siwon menatap ibunya lalu menatap Kyuhyun yang kini matanya sedikit berair.

“Kau tidak senang, Hyung?” Kyuhyun tanpa bisa dicegah meneteskan air matanya membuat Siwon seketika panik.

Annie, kau salah paham, Sayang. Aku hanya tidak ingin kau kecewa nanti. Heerin juga manusia, dia bisa saja melakukan kesalahan.” Bagus Choi Siwon. Sekarang kau benar-benar meragukan sahabatmu sendiri. Tapi dirinya benar-benar tidak bermaksud untuk tidak mempercayai ucapan Heerin. Hanya saja, hanya saja jika Kyuhyun seorang wanita mungkin ia akan langsung berteriak kencang.

Annie. Kau tidak senang jika aku mengandung anakmu bukan, Hyung?”

Mwo?! Sayang, aku…”

“Aku tidak mau dengar.” Kyuhyun membaringkan tubuhnya dan menatap ibu mertuanya. “Umma aku ingin tidur berdua denganmu, bolehkah?”

Nyonya Choi melirik Siwon kemudian tersenyum menatap Kyuhyun. “Tentu saja, Sayang. Umma juga ingin menemani calon cucu Umma.”

Siwon tahu bahwa dia melakukan kesalahan lain saat Kyuhyun kini mengabaikannya. Dia tidak bisa menaham dirinya lagi. “Sayang, kita harus bicara. Aku ingin menyelesaikan masalah kita hari ini.”

“Kau marah, Hyung?” tanya Kyuhyun yang matanya kembali meneteskan cairan bening. Sementara Siwon menatap dengan wajah penuh keterkejutan. Bagian mana dari ucapannya yang mengatakan bahwa dia marah dengan Kyuhyun. Hal itu tidak akan pernah terjadi.

“Sayang, mengapa kau berkata seperti itu? Aku tidak marah padamu.”

“Kau marah, Hyung. Kau tidak senang aku hamil kan?”

Mwo?! Aku tidak…”

“Sudahlah,” sela Heerin. Dia menarik tangan Siwon untuk ikut berdiri bersamanya. Kemudian Heerin menatap Kyuhyun yang masih menangis. Lalu menatap Nyonya Choi yang tertawa kecil. Wanita tua itu pasti mengerti dengan keadaan menantunya saat ini. “Kau istirahat saja, Kyunnie. Aku akan menghubungi temanku agar dia bisa memeriksamu.”

Heerin lalu berjalan dan mendorong Siwon untuk meninggalkan kamar tersebut, meskipun pria itu berusaha menolaknya namun pada akhirnya dia mengikuti kemauan gadis itu untuk meninggalkan Kyuhyun.

“Kau tahukan aku tidak marah dengan Kyuhyun, aku hanya…”

“Sudahlah, Siwon-ah…” Heerin mendudukan dirinya di sofa. Menatap Siwon yang duduk dihadapannya. “Kau tidak akan menang melawan Kyuhyun.”

“Aku hanya…”

“Kau tidak tahu bahwa perasaan orang yang sedang hamil itu jauh lebih sensitif jadi mengertilah.”

Siwon baru saja akan membuka mulutnya saat Donghae dan Hyukjae datang dan duduk bersama mereka. Apa mereka tidak bekerja?

“Hamil? Siapa yang hamil?” tanya Donghae

“Siapa lagi kalau bukan istri dari Choi Siwon,” sahut Heerin santai.

Mwo?!”

Mwo?!”

Heerin tertawa pelan melihat ekspresi Donghae dan pemuda yang ia yakini sebagai kekasih Donghae.

Waeyo? Kalian tidak percaya Siwon bisa menghamili Kyuhyun?” Heerin terkekeh saat tidak ada yang merespon ucapannya.

“Bagaimana bisa?” Kali ini Hyukjae mengeluarkan suaranya.

“Kau bisa tanya Siwon. Mungkin dia bisa memberikan tips.” Heerin tertawa pelan melihat mata Siwon yang melotot kepadanya. Dia lalu menatap Donghae dan Hyukjae.

“Jika kalian tidak pecaya, maka jangan katakan apapun pada Kyuhyun. Dia sangat sensitif sampai Siwon saja diusir.”

“Aku bukan tidak percaya Rin-ah. Aku hanya ingin memastikannya.”

“Kau tidak senang, Siwon-ah?” tanya Donghae. Berita ini sungguh mengejutkan namun melihat keadaan sepupunya saat ini membuat Donghae sedikit khawatir.

“Mengapa bertanya seperti itu. Tentu saja aku sangat senang,” jawab Siwon.

“Tapi ekspresimu mengatakan sebaliknya.” Donghe bukan bermaksud menghakimi Siwon. Hanya saja dia merasa ada yang membebani pikiran Siwon hingga dia tidak bisa melihat rona bahagia itu di mata Siwon.

Sementara Siwon dan Donghae berdebat Heerin menyingkir untuk menghubungi salah satu rekannya di rumah sakit tempatnya bekerja. Dan beruntung dia bisa membuat janji untuk bertemu siang ini juga. Setelah itu dia kembali mendudukan dirinya di sofa dan mengamati Donghae yang bersikeras merasa bahwa Siwon tidak senang Kyuhyun hamil.

“Aku sudah membuat janji dengan salah satu temanku. Kita akan membawa Kyuhyun siang ini untuk diperiksa lebih lanjut,” ucap Heerin membuat Donghae dan Siwon menatapnya.

Arasso,” Siwon menundukan kepala dan mengusap rambutnya dengan sedikit kasar.

Prilakunya ini di mata orang lain memang sangat terlihat bahwa dia tidak senang dengan kabar kehamilan Kyuhyun. Tidak ada yang tahu apa yang sedang pria tampan itu pikirkan hingga ia tidak dapat menunjukan perasaan yang sesungguhnya.

***

“Kyunnie kau ingin Umma buatkan sesuatu?” Nyonya Choi mengelus wajah Kyuhyun penuh sayang dengan senyuman tulus penuh kebahagiaan.

Kehamilan Kyuhyun merupakan suatu kejaiban di keluarga mereka. Dia mengingat hari pertamanya bertemu Kyuhyun. Entahlah saat itu ia merasakan sesuatu yang special pada diri menantu kesayangannya itu. Tidak ada penolakan ketika Siwon mengenalkan Kyuhyun sebagai kekasihnya sekalipun Kyuhyun seorang pria.

Saat ini sebagai seorang wanita dan juga ibu, Nyonya Choi merasa bahwa Kyuhyun adalah anugerah terbesar yang dikirim Tuhan untuk putranya. Bahkan dengan baiknya mengirim malaikat kecil yang akan meramaikan kehidupan Siwon dan Kyuhyun. Ah Nyonya Choi mengingatkan dirinya untuk berterima kasih dengan berbagi.

Umma…”

Nyonya Choi memfokuskan pikirannya kembali pada Kyuhyun yang menatapnya dengan kedua mata bulatnya. Dia bahkan sempat terpesona melihat betapa manisnya menantunya dengan rona merah muda yang samar di atas kulit putih susunya. Aigo kehamilan Kyuhyun mungkin baru beberapa minggu, namun efeknya terlihat jelas dengan Kyuhyun yang terlihat lebih cantik dari biasanya. Sungguh sesuatu yang membahagiakan.

Ne, Sayang. Katakan apa yang kau rasakan?” Nyonya Choi tersenyum melihat Kyuhyun yang seakan ragu untuk mengutarakan sesuatu. “Hei, kau tidak percaya pada, Umma? Katakanlah, Umma akan melakukan apapun untukmu.”

Mata Kyuhyun berbinar membuat Nyonya Choi seketika ingin memeluk pemuda dihadapannya dan membawanya pulang. “Umma mengenal Jinra, bukan?”

“Tentu saja. Kenapa? Apa sekretaris Siwon itu melakukan sesuatu? Apa kau seperti ini karena Jinra?” Nyonya Choi meraih kedua tangan Kyuhyun yang terkejut mendengar rentetan pertanyaan atas jawaban pertanyaannya. “Katakan, Sayang. Umma akan berbicara dengannya. Bila perlu Umma akan meminta Appa untuk memutasi Jinra. Bagaimana?”

Umma…” Kyuhyun terlihat terkejut dengan pernyataan ibu mertuanya. Dia mengenal wanita itu dengan baik. Nyonya Choi bukanlah orang yang akan melakukan sesuatu menggunakan kekuasaanya untuk menyakiti orang lain.

“Oh mianhae, Sayang. Apa Umma menakutimu?” Nyonya Choi tertawa pelan. Lalu menggenggam kedua tangan Kyuhyun. “Umma hanya bercanda.”

Kyuhyun menghela nafas lega. Meskipun ibu mertuanya itu wanita baik-baik tapi terkadang dia juga bisa melakukan sesuatu diluar dugaan.

“Tapi Umma bisa melakukannya jika kau mau,” lanjut Nyonya Choi membuat Kyuhyun tertawa pelan.

Annie, Umma.” Kyuhyun memainkan kedua tangan Nyonya Choi yang menggenggamnya. “Aku hanya ingin bertanya, bagaimana hubungan Siwon dan Jinra selama aku di Paris.”

Nyonya Choi terlihat berpikir. Selama Kyuhyun di Paris adalah saat Siwon menjadi mayat berjalan. Bekerja bagai robot yang diperintah untuk melakukan tugasnya berulang-ulang. Jadi dia juga penasaran bagaimana Jinra bisa bertahan mempunyai atasan seperti Siwon.

“Apa kau mencurigai hubungan mereka? Itu sebabnya kau berada di sini. Umma benarkan?” tebak Nyonya Choi.

Kyuhyun sedikit ragu tapi akhirnya dia menceritakan semua yang dilihatnya, semua yang dirasakannya, kecurigaannya dan kekesalannya. Nyonya Choi sempat ingin tertawa mendengar cerita tersebut, masalahnya dia juga tahu Kyuhyun tidak seharusnya marah sampai seperti ini dengan alasan-alasan yang seharusnya bisa dia cerna dengan baik menggunakan logikanya. Namun mengingat Kyuhyun sedang hamil, Nyonya Choi beranggapan bahwa kali ini perasaan Kyuhyun-lah yang bekerja, bukan logikanya. Ini adalah kejutan untuk Siwon yang pertama sebagai calon ayah atas kehamilan Kyuhyun.

Nyonya Choi sedikit terbatuk untuk menemukan suaranya setelah menahan tawa atas kemalangan yang menimpa putranya. “Sayang, Umma rasa kau salah paham,” ucapnya dengan penuh kehati-hatian mengingat ucapan Siwon sebelumnya saja disalahartikan oleh Kyuhyun.

“Mungkin saja saat itu Siwon memang menemani Jinra makan siang untuk membicarakan sesuatu.” Kyuhyun hendak menyela, namun kemudian dia kembali berpikir. “Kau sendiri tahu Siwon tidak mungkin berbohong padamu, lagipula seperti yang kau ucapkan bahwa Siwon tidadk pernah sedikitpun mengatakan bahwa dia tertarik dengan sekretarisnya.”

“Tapi Siwon tidak jujur bahwa dia sedang bersama Jinra, Umma.” Kyuhyun tidak ingin kalah.

“Sayang,” Nyonya Choi tersenyum dan menyentuh wajah Kyuhyun. Dia tidak ingin kabar kehamilan Kyuhyun menjadi terganggu karena kesalahpahaman menantunya. “Mungkin saat itu Siwon hanya tidak mengatakannya, dia tidak bermaksud untuk tidak jujur padamu. Kau sendiri pasti melihatnya bahwa selama kau di sini bagaimana usaha Siwon agar kalian kembali bersama.”

Kyuhyun tidak menjawab, tapi dia tahu dengan pasti bagaimana Siwon selalu datang mengunjunginya. Melakukan apa yang dia inginkan meskipun dia tahu bahwa Siwon tersiksa karena ulahnya.

“Jika Siwon memang menyukai Jinra, dia bisa saja menggunakan kesempatan ini untuk berpisah denganmu, atau melakukannya sebelum kau kembali. Benarkan? Dia mungkin akan meninggalkanmu saat ini, kau ingin Siwon melakukan hal itu?”

Annie!” Kyuhyun menjawab cepat membuat Nyonya Choi menyunggingkan senyum puas. Dia tidak bermaksud memggunakan ketidakstabilan emosi Kyuhyun untuk membuatnya memaafkan Siwon. Namun Nyonya Choi yakin putranya tidak akan melakukan apapun yang Kyuhyun pikirkan. Jadi sebagai ibu dia hanya berusaha membantu, meskipun dia nanti tetap harus berbicara dengan Siwon.

Umma, apa Siwon Hyung akan memaafkanku? Bagaimana jika dia marah? Aku… aku… dan anakku?” Kyuhyun menyentuh perutnya yang masih rata, mengingat bahwa saat ini dia sedang mangandung buah hatinya dengan Siwon membuat Kyuhyun seketika takut bahwa dia akan kehilangan Siwon.

Kyunyun menyingkap selimutnya dan turun dari ranjang. Dia berjalan cepat menuju pintu dan membukanya dengan kasar membuat Siwon yang memang berdiri di depan terkejut.

Siwon baru saja akan mengeluarkan suaranya ketika Kyuhyun menatapnya dengan mata berair. Oh Siwon benci melihat pujaan hatinya menangis. Dengan cepat dia menarik Kyuhyun ke dalam pelukannya. Heerin, Donghae dan Hyukjae saling menatap karena tidak tahu apa yang sedang terjadi.

Hyung, maafkan aku,” bisik Kyuhyun disela tangisnya. Dia melepaskan pelukannya dan menggenggam kedua tangan Siwon lalu mencium setiap ruas jarinya. Setelah itu dia kembali menatap suaminya. “Aku minta maaf membuatmu terluka karena kebodohanku. Mianhae.”

Siwon kembali menarik Kyuhyun ke dalam pelukannya. Menciumi kepala istrinya dengan kecupan bertubi-tubi. “Annie. Kau tidak salah sayang, aku yang bodoh karena tidak jujur padamu. Membuatmu salah paham dan membuatmu sakit.”

Siwon sudah mendengar semuanya saat dia akan menemui Kyuhyun dikamarnya. Pintu yang tidak tertutup rapat membuat Siwon dapat mendengar semua yang Kyuhyun dan ibunya bicarakan. Saat itu ia sangat ingin menerobos masuk dan menjelaskan semuanya tapi Kyuhyun sudah lebih dulu berlari ke arahnya.

Annie.” Kyuhyun kembali menatap Siwon dan memberikan suaminya sebuah kecupan singkat. “Aku tidak sakit karenamu, Hyung. Itu karena aku sedang hamil.” Wajah Kyuhyun merona saat mengatakan tentang kehamilannya membuat Siwon seketika kembali terpesona dengan kecantikan Kyuhyun.

Siwon kembali memeluk Kyuhyun erat dan berjanji bahwa dia akan selalu jujur pada Kyuhyun apapun kondisi mereka. Cukup sekali saja dia harus menjauh dari istrinya.

Hyung,” Kyuhyun menatap Siwon dengan wajah khawatir. “Ayo ke rumah sakit, kita pastikan kehamilanku. Aku tidak ingin kau menahan kebahagianmu karena khawatir.” Kyuhyun melepaskan Siwon dan berjalan menuju kamar untuk mengganti pakaiannya.

Nyonya Choi yang berdiri tidak jauh dari anak-anaknya hanya mengulas senyum. Siwon sendiri lalu menatap Heerin yang dibalas anggukan oleh sahabatnya. Pria tampan itu kemudian tersenyum dan bergerak ke arah kamar mandi di dekat dapur untuk sekedar mencuci wajahnya.

Satu jam kemudian Siwon, Kyuhyun, Nyonya Choi dan Heerin, sudah tiba di rumah sakit tempat Heerin bekerja dan langsung menemui teman gadis itu. Nyonya Choi dan Heerin menunggu di luar setelah dokter muda itu menjelaskan sedikit kondisi Kyuhyun pada temannya.

Sementara itu Siwon terlihat tegang saat Kyuhyun melakukan beberapa pemeriksaan. Kedua bola matanya tidak sedikitpun kehilangan fokusnya pada Kyuhyun. Saat pemeriksaan selesai dan keduanya duduk dihadapan dokter beranama Kim Heechul.

“Bagaimana keadaannya?” tanya Siwon tanpa basa-basi. Kyuhyun hanya tersenyum kecil kemudian menarik tangan kanan Siwon untuk digenggam. Pria itu menoleh dan membalas senyuman Kyuhyun.

“Aku baik-baik saja, Hyung.”

“Tidak persis baik-baik saja,” sela dokter Kim sambil membuka map hasil laporan Kyuhyun.

“Lalu apa benar Kyuhyun saat ini sedang mengandung?” tanya Siwon lagi.

“Tentu saja. Kau benar-benar meragukan Heerin?” Dokter Kim menatap Siwon dengan wajah datar kemudian tersenyum saat pria dihadapannya salah tingkah.

Sementara itu genggaman tangan Kyuhyun pada Siwon semakin erat saat mendengar bahwa dia benar-benar sedang mengandung darah daging Siwon. Sesuatu segera menyelinap di dalam hatinya, membuat sekujur tubuhnya menghangat. Kyuhyun menyentuh perut ratanya dengan tangan yang lain lalu tersenyum.

Hal yang dilakukan Kyuhyun tidak lepas dari pandangan Dokter Kim. “Usianya memasuki minggu ke 8 atau bisa dikatakan hampir dua bulan. Calon ibu dan bayinya juga sangat sehat,” tutur Dokter Kim. Dia kemudian menatap pasangan dihadapannya dengan senyum tulus. “Kuucapkan selamat,” lanjutnya.

Kali ini Siwon tidak ragu mengungkapkan perasaannya. Dia tersenyum lebar menampilkan dua lesung pipinya. Menatap Kyuhyun lalu memeluk calon ibu dari anaknya. Ya Tuhan memikirkannya saja Siwon merasa seluruh dunia kini ikut tersenyum untuknya.

“Apa kau bahagia?” tanya Siwon kepada Kyuhyun saat melepaskan pelukannya. Kyuhyun mengangguk dengan senyuman manis. Ujung matanya bahkan terlihat basah. “Terima kasih.” Sekali lagi Siwon memeluk erat Kyuhyun.

Dokter Kim ikut tersenyum bahagia walaupun hal seperti ini sudah dia temui berkali-kali, namun tidak ada siapapun yang tidak bahagia mendengar berita kehamilan. Terutama untuk pasangan seperti Siwon dan Kyuhyun.

“Aku akan membuatkan jadwal untuk pertemuan berikutnya. Dan juga ada beberapa vitamin yang harus Kyuhyun-ssi konsumsi karena usia kehamilannya yang masih sangat rentan.” Dokter Kim kembali menjelaskan dan didengarkan dengan baik oleh Siwon dan Kyuhyun. “Kau juga harus banyak istirahat untuk saat ini karena sepertinya beberapa kali kau mengalami keram.”

Ne. Benar,” jawab Kyuhyun membuat Siwon menatapnya khawatir.

“Ada yang ingin saya tanyakan, Dokter Kim.”

Ne. Silahkan Siwon-ssi.” Dokter Kim melepaskan kaca matanya agar pasangan di depannya merasa lebih santai.

Siwon sedikit ragu tapi inilah yang dia pikirkan saat Heerin mengatakan bahwa Kyuhyun hamil. Bagaimanapun Kyuhyun bukanlah wanita dan dia sangat khawatir dengan kondisi istrinya.

“Apa kehamilan ini membahayakan Kyuhyun?” Kepala Kyuhyun dengan cepat menoleh ke arah Siwon. Dia sungguh terkejut mendengar pertanyaan suaminya. Siwon seharunya bahagia saat ini namun dia masih sempat memikirkan hal seperti itu.

Siwon tersenyum kecil untuk menenangkan Kyuhyun. Dan dia kembali menatap Dokter Kim yang kini menyandarkan tubuhnya.

“Seperti yang Anda tahu bahwa Kyuhyun adalah pria. Jika dia hamil maka ada perubahan dalam tubuhnya. Apa itu tidak ada resiko sama sekali?”

Dokter Kim tersenyum kecil. Dia baru kali ini mendapa pertanyaan seperti ini. Kyuhyun sungguh beruntung memiliki suami seperti Siwon.

“Sebelumnya aku ingin menjelaskan bahwa kasus Kyuhyun bukanlah yang pertama. Aku sudah beberapa kali menangani kasus seperti kalian. Walaupun resiko kematian saat persalinan lebih tinggi dari pada wanita namun aku bersyukur bahwa semua pasien yang kutangani dapat tersenyum saat bayi mereka lahir kedunia. Dan aku akan berusaha memberikan yang terbaik untuk Kyuhyun-ssi,” tutur Dokter Kim.

Dia lalu menatap Kyuhyun. “Kau tidak perlu khawatir Kyuhyun-ssi, terlebih kau punya suami seperti Siwon-ssi.”

Siwon dan Kyuhyun saling bertatapan dan melemparkan senyum bahagia. Kemudian Siwon menarik Kyuhyun ke dalam pelukannya dan membisikan ucapan terima kasih berulang kali.

Setelah menyelesaikan proses administrasi dan menebus beberapa obat, Siwon dan Kyuhyun segera menuju ruangan Heerin untuk menjemput Nyonya Choi yang menunggu keduanya di sana. Dalam perjalan mata Kyuhyun menangkap sesuatu yang tiba-tiba saja mengganggu pikirannya. Setelah beradu argumen dengan pikirannya sendiri Kyuhyun akhirnya berhenti berjalan membuat Siwon menatapnya.

“Ada apa?”

Hyung, kau duluan saja. Ada yang ingin aku sampaikan pada Dokter Kim,” ucap Kyuhyun.

“Akan kuantar.”

Annie. Tidak perlu,” sanggah Kyuhyun. “Kau duluan saja, aku baik-baik saja,” lanjut Kyuhyun saat melihat kekhawatiran di mata Siwon.

“Baiklah. Kau harus hati-hati.”

Ne.” Kyuhyun tersenyum saat Siwon memasuki lift dan melambaikan tangan saat pintu mulai tertutup setelah itu Kyuhyun segera menuju ruang Dokter Kim.

***

“Kyuhyun di mana?” tanya Nyonya Choi saat melihat Siwon memasuki ruangan Heerin sendirian.

“Kyuhyun ingin menanyakan sesuatu pada Dokter Kim dan memintaku untuk menemui Umma terlebih dahulu,” jawab Siwon. Menyusul ibunya untuk duduk di sofa yang tersedia di ruangan Heerin.

Heerin yang baru kembali dari toilet dan sempat mendengar ucapan Siwon ikut bergabung dengan ibu dan anak itu. “Bagaimana pemeriksaannya? Aku benarkan?”

Ne. Kau benar Rin-ah. Terima kasih dan mianhae,” ucap Siwon dengan senyum tulus penuh kebahagian. “Dan Dokter Kim mengatakan bahwa usia kandungan Kyuhyun memasuki minggu ke-8 dan keduanya sangat sehat.”

“Syukurlah. Terima kasih Tuhan.” Nyonya Choi memeluk Siwon erat. Heerin ikut merasakan kebahagian keluarga dihadapannya. Dia berharap akan mendapat keluarga seperti Nyonya Choi saat dia menikah nanti.

“Lalu jika usianya memasuki bulan ke-2 maka kau tahu kapan kira-kira kalian membuatnya?” Pertanyaan Heerin membuat Siwon membulatkan mata, sementara Nyonya Choi hanya tertawa kecil memahami bahwa kedua sahabat itu akan mulai saling menggoda.

“Kau sendiri kapan akan menyusul aku dan Kyuhyun? Dokter Kim adalah pria yang hebat,” ucap Siwon membuat Heerin kali ini tertawa pelan.

“Aku yang pertama bertanya. Mengapa kau tidak menjawabnya. Dan satu hal lagi aku dan Dokter Kim hanya rekan kerja.”

“Benarkah? Lalu mengapa matamu berbinar saat menatapnya. Kau pikir aku tidak tahu?” Siwon menaik-turunkan alisnya membuat Heerin tertawa karena wajah konyol sahabatnya.

Umma akan sangat menunggu pernikahanmu Rin-ah,” ucap Nyonya Choi membuat wajah Heerin seketika menghangat. Benar-banar hari yang membahagiakan.

***

“Jadi, apa yang ingin kau tanyakan Kyuhyu-ssi? Aku akan berusaha menjawabnya,” ucap Dokter Kim saat melihat Kyuhyun ragu-ragu untuk mengatakan tentang kedatanganya.

“Ada sesuatu yang ingin kutanyakan, namun aku sedikit ragu mengatakannya.”

“Jangan khawatir, aku akan menjadi Doktermu selama 7 bulan ke depan. Jadi katakan apapun yang kau rasakan dan ingin kau tanyakan.”

Kyuhyun menarik nafas pelan dan menghembuskannya. “Sebelum datang ke sini aku mengatakan pada Heerin bahwa aku merasa tidak nyaman pada putingku.” Akhirnya Kyuhyun mengatakannya tanpa ragu. Dokter Kim hanya menganggukan kepalanya dan meminta Kyuhyun melanjutkannya.

“Aku sempat melihat poster menyusui, jadi…”

“Jadi kau ingin bertanya apa nanti kau bisa menyusui atau tidak?” tebak Dokter Kim.

Ne. Aku ingin bertanya apa kedua dadaku akan membesar atau tidak? Bagaimanapun aku seorang pria, aku tidak tahu akan seperti apa nantinya bentuk tubuhku.” Kyuhyun menundukan wajahnya dan menghela nafas.

“Kyuhyun-ssi?” Kyuhyun mengangkat wajah dan menatap Dokter dengan kulit putih susu itu.

Ne.”

“Apa kau tidak ingin menyusui sendiri bayimu?”

Mwo?”

“Jika kau tidak ingin menyusuinya sendiri aku bisa membantumu menghentikan pertumbuhan dadamu, walaupun tidak seperti milik wanita kau akan tetap terlihat memiliki buah dada,” tutur Dokter Kim dengan nada yang sangat nyaman terdengar di telinga Kyuhyun.

“Karena hasil pemeriksaan menunjukan bahwa tubuhmu sudah mulai mengalami perubahan. Kebanyakan kasus menunjukan tida ada perubahan khususnya di dada. Tapi dari berbagai kasus pula, ada beberapa yang membiarkannya, ada beberapa juga yang memintaku untuk memberikan obat agar merangsang pertumbuhannya. Ada beberapa juga yang meminta untuk dihentikan. Jadi kini pilihan ada di tanganmu. Dia bayimu. Darahmu dan Siwon bercampur di dalam tubuhnya. Kau pasti tahu apa yang terbaik untuknya,” jelas Dokter Kim.

Kyuhyun menarik nafas dan menghembuskannya pelan dan kembali menatap Dokter Kim. “Aku memang tidak mengatakannya karena ini menyangkut dirimu yang menjalankan. Aku ingin kau sendiri yang memutuskannya sehingga kelak kau dengan tenang merengkuh bayimu sendiri.”

Kyuhyun memejamkan mata dan memeluk perutnya yang belum terlihat. Mencoba merasakan keberadaan makhluk lain di dalam tubuhnya. Kyuhyun ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya dan Siwon. Dia ingin memberikan penerus terbaik untuk keluarga Choi yang telah memberikan kasih sayang berlimpah untuknya.

Dia tidak peduli dengan apa yang terjadi pada dirinya. Saat ini makhluk kecil titipan Tuhan yang bersemayam di dalam tubunya adalah hal terbaik yang tidak pernah Kyuhyun bayangkan. Jadi Kyuhyun akan melakukan apapun untuk bayi kecilnya.

“Kalau begitu terima kasih Dokter untuk penjelasannya. Aku akan mengatakan keputusanku dipertemuan selanjutnya,” ucap Kyuhyun dibalas senyuman oleh Dokter Kim.

“Baiklah. Jaga kesehatanmu Kyuhyun-ssi.”

Ne. Aku permisi dulu.” Setelah bersalaman Kyuhyun meninggalkan ruangan Dokter Kim dengan perasaan damai. Dia akan menikmati kehamilannya dengan penuh kebahagian.

Setelah dari ruangan Dokter Kim, Kyuhyun segera menuju ruangan sahabatnya. Saat membuka pintu dia mendengar tawa dari ketiganya. Kyuhyun masuk dan langsung duduk disamping Siwon yang posisinya membelakangi pintu.

“Hey, sudah selesai?” tanya Siwon sedikit terkejut.

“Bisa kita pulang? Aku rindu rumahku.” Kyuhyun memeluk tangan kiri Siwon dan menyandarkan kepalanya pada bahu pria itu. Nyonya Choi dan Heerin hanya tersenyum melihat tingkah manja Kyuhyun.

“Benar, sebaiknya kita pulang sekarang. Donghae, Hyukjae dan Appa mungkin sudah menunggu.” ujar Nyonya Choi.

Appa?” Kyuhyun menatap Nyonya Choi bingung.

Ne. Umma baru saja menghungi Appa kalian, dan dia akan pulang cepat hari ini. Dia ingin cepat bertemu denganmu, Sayang.”

Kyuhyun menatap Siwon yang balik menatapnya dengan penuh senyuman. Siwon mengusap pipi Kyuhyun dan mengajak pemuda itu berdiri. Nyonya Choi dan Heerin mengikutinya.

Arasso, ayo kita pulang.” ucap Siwon.

Mianhae, aku tidak bisa ikut atau mengantar. Aku ada janji hari ini,” ucap Heerin dengan penuh sesal. Dia ingin sekali menemani Kyuhyun tapi dia tahu sahabatnya memiliki orang-orang terbaik disisinya.

Annie,” Kyuhyun berjalan menghampiri Heerin dan memeluk gadis itu erat. “Kau tidak perlu minta maaf. Hari ini kau sudah sangat membantu.” Kyuhyun melepaskan pelukannya dan menatap Heerin. “Gomawo.”

“Ehm. Aku akan menelpon, hati-hati.” Heerin menepuk pundak Kyuhyun pelan lalu menatap Siwon dan memeluknya. Dia melakukan hal yang sama pada Nyonya Choi. “Sampaikan salamku pada Appa, Umma,” ucap Heerin pada ibu sahabatnya.

Arraso, terima kasih, Rin-ah.” ucap Nyonya Choi.

Ketiganya lalu meninggalkan ruangan Heerin dan kembali ke rumah Siwon dan Kyuhyun. Selama perjalanan Kyuhyun tertidur sehingga ketika sampai di rumah Siwon dengan hati-hati menggendong istrinya agar tidak mengganggu Kyuhyun.

Tuan Choi, Donghae dan Hyukjae yang sudah bersiap memberikan pelukan dan ucapan selamat pada akhirnya harus menahan mulut mereka ketika melihat Kyuhyun tertidur pulas dalam gendongan Siwon. Mereka bertiga serempak memberikan isyarat pada Siwon untuk segera membawa Kyuhyun ke kamar. Siwon hanya memberikan senyum kecil dan berjalan menuju kamar mereka.

“Apa Kyuhyun benar-benar hamil, Bibi?” tanya Donghae. Dia sudah mendengar berita itu ketika pamannya menelpon. Namun Donghae seperti ingin mendengarnya langsung.

Ne, Hae-ah. Kau akan jadi Samchon,” jawab Nyonya Choi. Dia lalu menatap suaminya dan berkata, “Dan kau akan jadi Haraboji.”

Tuan Choi tersenyum dan memeluk istrinya. “Syukurlah. Aku sangat bahagia. Aku ingin memeluk Kyuhyun, tapi untuk saat ini aku akan memelukmu, Sayang.”

Donghae dan Hyukjae tersenyum, ikut merasakan kebahagiaan pasangan dewasa dihadapannya. Sebagai sepupu Donghae sangat bersyukur dan berharap dia dan Hyukjae akan dilimpahi kebahagian seperti Siwon dan Kyuhyun.

***

Jam sudah menunjukan pukul 8 malam, Donghae dan Hyukjae sudah pulang 2 jam yang lalu. Mereka sengaja menunggu Kyuhyun bangun, namun sepertinya pemuda itu terlalu lelap hingga memasuki jam makan malam tidak kunjung terjaga. Nyonya Choi sudah meminta keponakannya itu untuk makan malam bersama, namun dengan menyesal Donghae menolak karena mereka berdua juga ada acara makan malam. Pada akhirnya Tuan dan Nyonya Choi hanya makan malam bertiga dengan Siwon.

Karena sepertinya Kyuhyun tidak akan bangun dalam waktu dekat Tuan dan Nyonya Choi memutuskan untuk pulang. Siwon sudah menawarkan kedua orangtuanya untuk menginap. Tetapi mereka menolak dengan alasan bahwa mereka ingin memberikan waktu bagi Siwon dan Kyuhyun untuk kembali menikmati waktu berdua setelah Kyuhyun kembali.

Dengan berat hati Siwon mengijinkan orangtuanya untuk pulang. Sebelum pulang Nyonya Choi memeberikan pesan bahwa jika Kyuhyun bangun dan ingin makan, Siwon hanya perlu menghangatkan makanan yang ia simpan di lemari es. Siwon sangat berterima kasih pada orangtuanya dan bersyukur bahwa Tuhan memilihnya untuk jadi anak ayah dan ibunya.

Saat ini Siwon sedang duduk dipinggir ranjang dan menatap Kyuhyun. Sesekali membelai rambut yang menutupi dahi istrinya. Dia juga membelai pipi dan bibir Kyuhyun yang sama sekali tidak terganggu dengan tindakannya.  Katakan Siwon gila, tapi saat ini dia sangat ingin mencium Kyuhyun karena bibir istrinya itu terlihat sangat menggoda dari biasanya.

Oh tidak. Siwon tidak gila. Hal ini sangat wajar karena dia memang belum menyentuh istrinya sejak Kyuhyun menginap di tempat Donghae. Namun meskipun kini Kyuhyun sudah kembali bersamanya, Siwon tidak akan bisa menyentuh Kyuhyun seperti seharusnya. Siwon mengingat setiap ucapan Dokter Kim bahwa dia tidak bisa menyentuh Kyuhyun karena usia kehamilannya yang masih muda. Jadi untuk saat ini Siwon hanya berharap satu ciuman dari Kyuhyun.

Siwon menghela nafas dan mendekati wajah Kyuhyun, kemudian memberikan sebuah kecupan di dahi pemuda yang akan menjadi ibu dari anak-anaknya.

Anak-anak?

Oh Siwon kau bahkan mulai serakah untuk dengan memikirkan bahwa mereka akan memiliki anak lebih dari satu. Seharunya saat ini dia bersyukur sebanyak-banyaknya karena Tuhan bersedia menitipkan satu malaikat kecil untuk keluarganya.

Siwon tertawa kecil dan menarik tangannya dari wajah Kyuhyun. Tindakannya membuat Kyuhyun terjaga. Pemuda itu segera membuka mata dan mendudukan dirinya dibantu oleh Siwon.

“Kau sudah bangun?”

“Ehm. Rasanya sudah lama aku tidak tidur senyenyak ini. Jam berapa sekarang, Hyung?” Kyuhyun melihat sekitarnya dan dia menyadari sudah berada di kamarnya. Kamarnya dengan Siwon. Selain Siwon, dia juga merindukan kamar tempat mereka berbagi mimpi indah bersama.

Siwon tersenyum dan kembali merapikan rambut Kyuhyun. “Ini sudah jam 8 malam, Sayang. Tadi ada Umma, Appa, Donghae, dan juga Hyukjae. Tapi mereka sudah pulang.”

“Kenapa tidak membangunkan aku?” tanya Kyuhyun dengan nada penuh penyesalan.

“Hey, mana tega mereka membangunkanmu. Kau terlihat sangat damai dalam tidurmu. Apa kau mimpi indah?”

Kyuhyun tersenyum dan menatap kedua tangannya. Lalu menatap Siwon. “Ehm. Aku mimpi indah. Sangat indah.”

“Boleh aku tahu apa itu?”

“Aku melihatmu sedang berlarian dengan seorang anak kecil dan….” Kyuhyun berhenti sejenak.

“Dan….” Siwon tersenyum bahagia sekaligus penasaran dengan kelanjutan cerita Kyuhyun. Tapi pemuda itu hanya menatapnya dengan senyum lebar. “Dan apa, Sayang?”

“Dan aku tidak akan memberitahumu kelanjutannya.” ucap Kyuhyun dengan senyum jail.

Mwo?! Kau sengaja membuatku penasaran, oeh?” Siwon menggelitiki pinggang Kyuhyun membuat pemuda itu tertawa geli.

“Katakan, Sayang? Atau aku tidak akan berhenti.”

Annie. Berhenti, Hyung.” ucap Kyuhyun dengan tawa yang mulai terdengar lebih kencang.

Tapi Siwon seperti tidak ingin menuruti ucapan Kyuhyun dan terus menggoda Kyuhyun hingga pemuda itu kembali berbaring dengan tawa yang mulai membuat bibir dan perutnya sakit.

“Perutku,” ucap Kyuhyun pelan membuat Siwon seketika menghentikan tindakannya dan menatap Kyuhyun penuh khawatir.

“Baby, kau baik-baik saja. Mianhae,” ucap Siwon penuh penyesalan.

Annie, aku baik-baik saja, Hyung. Hanya sakit karena terlalu banyak tertawa.” Kyuhyun menatap Siwon dengan senyum lebar di bibirnya agar Siwon percaya dia baik-baik saja.

“Benarkah? Tidak perlu ke rumah sakit?”

Annie.” Kyuhyun kembali mendudukan dirinya. Dia kemudian melingkarkan kedua tangannya di leher Siwon. “Aku benar-benar baik-baik saja, Hyung.”

“Syukurlah.” Siwon melingkarkan kedua tangannya di pinggang Kyuhyun dan menarik tubuh istrinya untuk mendekat. Dia lalu memeluk Kyuhyun dan meletakan wajahnya di bahu pemuda itu.

Mianhae.”

“Kenapa minta maaf, aku baik-baik saja, Hyung.” Kyuhyun mengecup rambut Siwon pelan. Dia bahkan merindukan wangi shampoo yang dipakai suaminya.

Annie. Maksudku, aku minta maaf karena tidak berkata sejujurnya padamu. Maaf karena membuatmu marah kepadaku. Dan aku minta maaf karena sudah melukai perasaanmu.”

Kyuhyun melepaskan pelukannya dan mengecup bibir Siwon singkat. Dia membelai pipi Siwon yang terasa kasar dengan tangannya. Kyuhyun yakin Siwon tidak memperhatikan keadaannya sendiri karena sibuk mengurusi dirinya yang marah tanpa menjelaskan apapun.

Annie, itu bukan kesalahanmu, Hyung. Aku sadar terkadang ada hal yang mungkin memang tidak seharusnya kita beritahukan pada orang lain. Atau terkadang ada sesuatu yang seharusnya kita tidak perlu dikatakan namun kita justru berpikir untuk mengatakannya. Dan aku juga minta maaf karena tidak mengatakan apa yang aku rasakan. Mungkin memang benar kata Umma bahwa aku hanya terbawa perasaan karena sedang hamil sehingga tidak bisa berpikir dengan jernih. Jadi aku juga minta maaf.”

“Ehm. Kau yang sedang hamil sangat berbeda, dan aku menyukainya.”

“Benarkah? Kau tidak keberatan jika aku menginginkan hal aneh seperti saat aku memintamu membuatkan bubur?” Kyuhyun tertawa pelan dan menatap Siwon dengan penuh tanya yang dibuat-buat.

Siwon tertawa dan mengecup bibir Kyuhyun pelan. Kyuhyun memejamkan mata dan menikmati belaian Siwon pada bibirnya yang sangat ia rindukan. Dia perlahan membuka mulut dan membiarkan Siwon menciumnya lebih dalam. Ini ciuman lembut dan mesra mereka yang entah kesekian kalinya namun selalu memberikan sensasi berbeda membuat keduanya menginginkan lebih dari sekedar kecupan. Tetapi Siwon mengingatkan dirinya untuk tetap berpikir jernih. Dia harus menahan diri demi Kyuhyun dan bayi mereka. Dengan berat hati Siwon melepas bibir Kyuhyun.

Kyuhyun membuka matanya saat Siwon mengusap bibirnya dengan lembut. Dia tersenyum bahagia melihat usaha Siwon menahan diri. Kyuhyun juga tahu bahwa mereka tidak dapat berhubungan badan hingga usia kandungan Kyuhyun menginjak bulan ke 4. Jadi dia sangat berterima kasih karena Siwon mampu menahannya, karena sepertinya dirinya tidak akan menolak jika Siwon menyentuhnya. Bukan karena Kyuhyun tidak ingat dengan bayinya, hanya saja sulit baginya menolak Siwon di saat hormonnya sedang meningkat sepeti saat ini.

“Sayang, kau tidak ingin makan? Sejak dari rumah sakit kau hanya tidur. Kau tidak lapar? Kau juha harus meminum semua obat yang diberikan Dokter Kim.”

“Aku ingin mandi dulu, Hyung. Setelah itu aku akan makan.”

Siwon tertawa dan kembali mengecup bibir Kyuhyun singkat. “Arasso. Aku akan menyiapkan air. Dan saat kau mandi aku akan menghangatkan makanan. Umma membuat banyak makanan untukmu.”

“Benarkah? Aku tidak sabar. Tapi sepertinya kau harus melakukannya nanti, Hyung.”

“Kenapa?”

Kyuhyun tersenyum lebar dengan pipi merona. “Karena aku ingin kau melakukan semuanya untuk.”

“Maksudmu?” Siwon menatap Kyuhyun bingung.

“Aku ingin kau memandikanku, setelah itu menyuapiku makan, kemudian membantuku kembali tidur.”

Oh my…

Memandikan Kyuhyun?

Dia akan langsung mengiyakan jika saat ini Kyuhyun tidak hamil. Karena saat memandikan Kyuhyun dia bisa melakikan hal lain yang lebih menyenangkan. Tapi saat ini kondisinya berbeda dan sepertinya Siwon perlu membangun pertahannan yang lebih kuat. Kyuhyun benar-benar sedang mengujinya entah dengan penuh kesadaran atau tidak.

Siwon tersenyum menatap mata bulat Kyuhyun yang menunggu jawabannya. “Arasso. Sudah lama juga aku tidak memanjakanmu. Jadi aku akan melakukan apapun untukmu.”

“Benarkah?” Siwon mengangguk cepat membuat Kyuhyun semakin tersenyum lebar. Dia benar-benar hanya ingin melihat senyum Kyuhyun saat ini.

“Yeay! Kalau begitu bisakah kau menciumku dulu?”

Ne? Bukankah kau ingin mandi?”

“Aku ingin mandi setelah kau menciumku, Hyung. Saat mandi aku juga ingin dicium, lalu saat makan juga kau harus menciumku. Dan sebelum tidur juga aku ingin kau menciumku.”

Siwon menatap Kyuhyun dengan mulut terbuka. “Sepertinya aku ingin mendapatkan ciumanmu sebanyak mungkin,” lanjut Kyuhyun dengan menggebu-gebu, membuat Siwon menelan ludah.

‘Semangat, Choi Siwon. Kau pasti bisa, demi Kyuhyun dan bayimu. Kau hanya perlu bertahan selama 1 bulan. Setelah itu kau bisa menyentuh Kyuhyun dan bertemu dengan anakmu. Choi Siwon fighting!’

.

.

.

Ti to de Bi to de Ci

Note:

Ketemu lagi… mian kalo ceritanya jadi ngaco dan ngalor ngidul… yang nanyain Seungmi, Chap 14 yah sekaligus awal dari akhir cerita ini… semoga kalo gak ada halangan 3 atau 4 chap lagi aku akan mengakhiri cerita gaje ini…

Dan yupsss Kyuhyun hamil… hahahaha *mau ngumumin ini ajah lama bingits*

Tadinya gak mau dibuat M-preg tapi ternyata dichap awal aku udah nulis m-preg… hhahahaha

Thanks untuk ryunee yang sudah mengingatkan saya agar kembali ke jalan yang benar… #plakk

Mian kalo WKc jarang ada updatean…. makanya kalian yang punya FF tapi di simpen doang udah kirim ke sini ajah aku publish, kan entar ada yang baca… hehehehehe

Ditunggu saran dan kritiknya… thanks buat yg selalu mampir ke WKC…

Salam sayang dari aku,,,, *kecup satu2*

Papay…

-ssii-

1365680245

 

Advertisements

Author:

Me and My Dirty Little Secret Are Heaven ^^

60 thoughts on “All For You – Chapter 13

  1. Yang semamgat ya unnie ssii..
    Semoga jiwa menulisnya kembali berkobar kobar 🙂
    Para wkc sedang menanti detik2 AFY part 14 hehehe

    Good story love story dah pokonya *love *love *love

  2. Annyeong aku readers baru author-nim mianhae langsung review disini . Izin baca nde??Ceritanya bagus banget sampe gak sabar buat nunggu lanjutannya .ditunggu selalu ceritanya author-nim fighting fight gomawo- yo

  3. Ini chapter selanjutnya kpan yach…??
    Ceritanya bagus banget nga bosen2 bacanya meski uda beberapa kali dibaca…☺☺☺

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s