Posted in Angst, BL, Drama, Oneshoot, Romance, WonKyu Story

Sky of Love (Sequel)

 

Created  by. Ryupyo & Miss Lee

Cast : Siwon x Kyuhyun

Genre : BL, angst/romance/drama

Rate : M

cerita sebelumnya :

Sky of Love

 

Sky of Love (sequel)

Aku tak tau harus memulai kata darimana…

Tapi sebelumnya izinkan aku meminta maaf kepadamu, mungkin aku bukanlah suami yang sangat kau harapkan. Maafkan sikapku yang membuatmu terkadang kecewa.

Tapi sungguh.. aku sangat mencintaimu.

Aku orang yang kaku sebenarnya adalah orang yang sangat mencintaimu.

Aku orang yang menyebalkan sebenarnya adalah orang yang sangat menganggumimu.

Aku orang yang keras kepala sebenarnya adalah orang yang sangat tunduk akan sikapmu.

Sayang.. maafkan aku tidak meminta izin terlebih dahulu, tugas Negara ini harus aku emban. Aku hanya pergi untuk sementara waktu di perbatasan. Aku harap kau selalu sehat dan bahagia.

Maafkan suamimu yang tak sempurna ini.       

Salam penuh cinta

-CSW-

.

.

Kyuhyun yang seperti biasanya akan selalu terbangun di pagi, berkutat dengan segala macam peralatan dapur dan juga bahan masakan. Kini hanya bisa termenung seorang diri di taman samping rumahnya, melihat bagaimana bunga yang diberikan Abojie nya mulai tumbuh merekah. Sang Abojie sangat mengenal anaknya itu, ia butuh seseorang yang akan menemaninya. Karena ia sangat mengetahui bagaimana sang menantu yang sibuk dengan pekerjaan militernya.

Terbukti saat ini Kyuhyun memang benar membutuhkan pelampiasan pelepasan rindunya pada sang suami. Bukan ini yang dia inginkan sebenarnya, andai waktu bisa di putar kembali. Sungguh Kyuhyun menginginkan untuk berbicara bahwa ia tak ingin Siwon meninggalkannya. Ia menyadari akan konsekuensi sebagai istri seorang prajurit, hanya saja… kepergian Siwon, disaat yang tak tepat baginya. Disaat masih adanya kesalahpahaman antara dirinya dan Siwon.

“Aku sangat merindukanmu, Hyung..”

Suasana berubah menjadi gelap dihadapannya, yang terdengar terakhir adalah suara teriakan seseorang memanggilnya.

“Kyuhyun… Kyuhyun…”

Seseorang itu mengguncang tubuh namja cantik yang berada di pelukannya kini, memukul pipi nya ringan. Mencoba menyadarkan, tetapi mengerti jika hal ini tak berguna maka namja tinggi itu segera membawa Kyuhyun ke dalam kamar.

“Mengapa kau bisa menjadi seperti ini, bangunlah Kyu??? Maafkan aku… maafkan aku yang tak menjagamu dengan baik”

Namja itu hanya bisa berdiri menatap sedih, bagaimana kini tubuh kaka iparnya terbaring lemah. Changmin, segera menghubungi dokter pribadi keluarga Cho.

“Aku tak bisa menjagamu dengan baik Kyu, Hyung pasti akan sangat sedih” gumamnya.

Hingga tepukan di bahunya segera menyadarkan bahwa ia tak lagi sendirian, Changmin reflek membalikkan tubuhnya. Terdapat seorang namja paruh baya yang tersenyum kepadanya.

“Syukurlah dokter sudah datang”

Changmin memiringkan badannya agar dokter itu bisa berjalan masuk ke dalam kamar, ia mengekori di belakangnya.

“Aku tak tau dia kenapa. Yang aku tau, saat datang, Kyuhyun pingsan dan kini…” ucapannya terpotong saat kembali dokter itu memberikan senyuman ketenangan kepadanya.

“Tenanglah… saya akan memeriksanya terlebih dahulu” Dokter Lee membuka tas dan mengambil stetoskopnya. Dengan terampil mencoba memeriksa denyut nadi maupun keadaan Kyuhyun.

Changmin hanya bisa melihat semuanya dalam diam, tangannya saling terkait mencoba memanjatkan doa. Jangan sampai Kyuhyun mengalami hal buruk, ini seakan pernah menjadi dejavu baginya, dulu Kyuhyun pernah seperti saat ini. Dimana Siwon yang di tugaskan di daerah rawan konflik. Melihat dokter Lee memasukkan kembali stetoskopnya ke dalam tas, Changmin dengan cekatan segera memberondong berbagai pertanyaan yang berpusat di kepalanya saat ini.

“Apa yang terjadi? Ia baik-baik saja kan? Jangan menyembunyikan sesuatu kepadaku dokter.. aku mohon…”

“Changmin… tenanglah.. Kyuhyun baik-baik saja, ia hanya perlu istirahat. Sepertinya beberapa hari ini asupan makanan tak teratur masuk ke dalam tubuhnya. Menimbulkan dehidrasi, terlebih ia terlalu banyak pikiran.” ujarnya sembari berjalan dengan menenteng tas besarnya.

“Ah.. itu…”

“Oh ya..” dokter menghentikkan langkahnya saat akan keluar pintu kamar.

Nee…”

“Bisakah nanti saat Kyuhyun sudah mulai membaik, untuk membawanya ke Rumah Sakit?”

Changmin mengernyit kebingungan. “Bukankah tadi dokter mengatakan bahwa…”

“Ya.. benar, hanya saja.. saya mempunyai dugaan lain, tapi untuk itu.. saya membutuhkan hasil lab”

Changmin memandang Kyuhyun kembali, lalu menatap dokter Lee dan mengangguk.

“Baik aku akan membawanya setelah keadaannya membaik, terima kasih dokter…”

“Ya.. sebelum aku pamit. Ini ada vitamin yang harus di minumnya. Sebelum meminum vitamin, Kyuhyun harus mengisi perutnya terlebih dahulu, mengerti?”

“Baik.. siap laksanakan”

Dokter Lee hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. ‘Dasar tentara’ begitulah batinnya.

“Jika begitu saya pamit..”

“Terima kasih dokter, mari aku antarkan sampai ke depan”

.

.

Di lain tempat. Demiliterized Zone.

Captain Choi. Kami sudah mengkoordinasikan agar semua prajurit tetap siaga satu di tempatnya berjaga, tetapi selain itu. Kami sudah berusaha menghubungi pihak Korut untuk melakukan kesepakatan berunding.”

“Lalu apa hasilnya?”

“Mereka akan menjawab semuanya kurang lebih 2 x 24 jam setelah laporan ini”

“Jadi baru kemungkinan esok hari kita bisa melakukan perundingan?”

“Kami berusaha agar secepatnya gencatan senjata bisa kembali terjadi, hanya saja…”

Siwon membalik tubuhnya. Menatap pada anak buahnya yang masih memberikan segala informasi kepadanya.

“Ada apa?”

“Menurut yang kami dengar, mereka akan mencoba untuk menguji misil balistik kembali”

Siwon terdiam. Ia mengingat, sebelumnya mereka telah mencoba melancarkan program nuklir yang ternyata gagal, bahkan mendapatkan kecaman keras dari berbagai Negara serta PBB telah mengutuk aksi itu. Tapi Siwon pun tak bisa berani menjamin jika dengan perundingan ini, mereka tak akan melakukan uji nuklir kembali.

Captain..”

“Tetap lakukan pendekatan agar kita bisa berunding, tetapi jangan pernah lengahkan pasukan yang ada. Air yang tenang belum tentu di bawah tak ada pusaran yang kuat untuk menarik siapapun masuk ke dalamnya”

“Baik Captain. Siap laksanakan perintah”

Setelah kepergian anak buahnya, Siwon kembali berdiri menghadap kaca. Ia tengah berada di sebuah perbatasan, ya.. ia kembali di tugaskan Negara untuk menjaga kesatuan dan keamanan Negara. Walau ia harus dihadapkan dilema yang sangat dalam, bagaimanapun kini keadaannya telah berbeda. Jika ia mati di medan perang maka ada seseorang yang akan sangat bersedih.

Siwon mengeluarkan liontin dimana terdapat gambar istrinya disana.

“Aku sangat mencintaimu, sayang…” menciumnya dan kembali memasukkannya ke dalam baju.

.

.

Kyuhyun terbangun dengan kepala yang sangat berat, di lihatnya sekeliling. Perasaannya tadi ia masih berada di taman samping, sampai…

“Kyu…” suara itu.

“Bagaimana keadaanmu? Kau sudah baik-baik saja?”

Changmin meletakkan mangkuk berisi bubur di atas meja kecil di samping ranjang. Menatap Kyuhyun guna memastikan bahwa ia telah dalam keadaan baik. Wajah itu tetap cantik, walau terlihat sedikit tirus dan juga adanya kantung mata yang terlihat sangat jelas. Bahkan bibirnya terlihat pucat, tak semerah merona seperti biasa.

“Kenapa kau ada disini?”

“Sesuai janjiku, aku akan tetap disini untuk menjagamu, Kyu…”

“Tapi aku tak perlu di jaga. Aku bisa menjaga diriku dengan baik sendiri..”

“Kyu…”

Changmin terperangah dengan sikap Kyuhyun yang menjadi dingin. Bukan ia tak menyadari, tetapi memang semenjak Siwon di tugaskan. Kyuhyun menjadi berubah kepadanya.

“Sebenarnya ada masalah apa, Kyu??”

“Masalah?” ulangnya kembali.

Changmin mengangguk. “Ya.. kau seakan menghindariku.. mengapa kau seakan menjaga jarak denganku? Apa salahku??”

“Tidak ada.. pergilah Hyung.. aku ingin sendiri saat ini..”

“Kyu..”

Hyung.. aku mohon..”

Kyuhyun memandang memohon, menyebabkan Changmin tak enak hati.

“Baiklah.. aku akan pulang, tetapi jangan lupa untuk makan dulu.” Changmin pun meletakkan sebotol pil ke dalam tangan Kyuhyun, “Setelah makan, minumlah ini.. jika besok kau berkenan, esok aku bisa mengantarmu untuk datang menemui dokter Lee”

Kyuhyun mengernyit kebingungan.

“Dokter Lee tadi memeriksamu. Ia memintaku untuk membawamu ke Rumah Sakit jika keadaanmu sedikitnya membaik, kau akan menjalani tes lab”

“Apa aku..”

“Aku tidak tau, Kyu.. kau akan tau jika kau datang ke Rumah Sakit esok..”

Kyuhyun memandang obat yang di genggamannya. Pikirannya tiba-tiba melayang kepada Siwon. Ia sangat membutuhkan sosok suaminya itu disini, membutuhkan kehangatan pelukannya saat ini, tapi itu tak bisa ia dapatkan.

“Kyu..”

“Aku akan pergi esok. Sendiri.” ucapnya final.

Changmin hanya mengangguk pasrah, biarkanlah menurutnya kini. Mungkin memang Kyuhyun membutuhkan ketenangan. Yang pasti, ia akan terus memantau keadaan Kyuhyun walau dalam jarak jauh sekalipun, demi menjaga amanah Siwon.

.

.

.

“Hasil lab nya akan keluar sekitar dua jam lagi. Kau mau menunggu, atau..”

“Mungkin aku akan ke rumah Abojie terlebih dahulu.. ternyata kini aku merindukannya” ucapnya lesu.

“Tetapi kau lebih merindukan suamimu, bukan begitu” tebak dokter Lee.

“Ya.. tapi..”

“Berdoalah selalu… kau pun sangat tau jika Siwon adalah seorang prajurit yang sangat di andalkan, saya yakin.. Siwon akan selamat. Dia pasti akan segera kembali..”

“Aku pun sangat berharap seperti itu..”

Kyuhyun pun segera berpamitan pulang. Sepanjang perjalanan dari Rumah Sakit menuju kediaman Abojie nya terasa sangat lama. Pemikirannya kini terbayang dimana Siwon yang terluka bahkan mengalami koma.

“Tidak.. tidak.. Siwon Hyung pasti akan selamat…”

Air mata yang terbendung kini tumpah begitu saja, Kyuhyun menutup wajahnya. Menangis sesenggukan, ia tak ingin kejadian buruk terjadi kembali kepada suaminya.

“Maafkan aku Hyung.. andai kita tak bertengkar, mungkin kini kau masih bersamaku..”

Supir pribadi keluarga Cho hanya bisa memandang iba Kyuhyun dari kaca tengah, ia tau jika Kyuhyun pasti kembali akan terlihat rapuh dengan kepergian Siwon.

Hyung.. aku merindukanmu…”

.

.

**flashback**

Di sebuah rumah yang nampak sangat asri, dengan sekeliling rumah di hiasi berbagai bunga atau tanaman cantik. Menambah rasa sejuk jika berada disana di pagi hari.  Rumah pemberian dari Abojie Kyuhyun untuk kado pernikahan. Siwon sempat menolaknya secara halus, hanya saja akhirnya mereka sepakat untuk tinggal sementara disana. Sampai Siwon bisa membeli rumah impian untuk dirinya dan Kyuhyun kelak.

Pernikahan impian itu telah terlaksana. Kini sepasang pengantin yang tengah di mabuk cinta selalu berusaha mencurahkan perhatian dan kasih sayangnya dengan bentuk yang berbeda. Kyuhyun pribadi yang lebih terbuka dan juga riang, lebih sering menunjukkan kasih sayangnya melalui berbagai ucapan cinta dan tak lupa untuk memberikan kejutan-kejutan kecil demi harmonisnya hubungan mereka.

Berbeda sangat jauh dengan Kyuhyun, Siwon bukanlah seseorang yang mudah mengumbar kata. Sosoknya yang memang bergaul dengan kalangan militer selama sehari-harinya, menyebabkan dirinya yang terlihat kaku. Walau tanpa kata cinta, Kyuhyun dapat merasakan cinta itu melalui tatapan Siwon bahkan sikap perlindungannya.

“Kau akan pulang cepat kan?”

“Aku tak tau..”

“Ck..”

Kyuhyun yang kini bergelayut manja pada leher suaminya, hanya bisa merebahkan kepalanya di dada Siwon. Sedangkan Siwon melingkarkan salah satu lengannya di pinggang Kyuhyun dan lengan lainnya di saku celananya. Sikap yang sangat cool bukan?

“Memang ada apa?”

“Aku hanya tak bisa terlalu jauh darimu…” dengan mempoutkan bibirnya.

“Aku tau..”

Kyuhyun memukul dada Siwon. “Bisakah tak berbicara sangat irit??”

Siwon mencium kening Kyuhyun yang selalu menjadi obat mujarab bagi dirinya agar rasa marah itu kembali mereda. Pelet apa yang dipakai Siwon? Sehingga Kyuhyun begitu sangat mencintainya? Padahal jika ia boleh memilih, mungkin akan lebih menyenangkan menikah dengan Changmin yang mempunyai pribadi menyenangkan dibanding Siwon yang sangat kaku bahkan seakan dirinya menikahi seorang robot.

“Aku harus berangkat..”

Membuat Kyuhyun yang tak rela akhirnya melepaskan pelukan. Lalu dengan cekatan membawa kotak bekal untuk dibawa Siwon pergi. Oh.. perlu di catat, jika setelah menikah Kyuhyun yang periang bahkan sangat manja, kini berusaha menjadi mandiri dan istri yang baik. Ia belajar memasak secara otodidak.

Mungkin masakannya belum lah seenak masakan koki di rumah Abojie nya dulu. Tetapi ia yakin, Siwon selalu akan menyukai apapun yang dimasak olehnya. Penghargaan Siwon itulah yang selalu membuat Kyuhyun merasa tersanjung. Kyuhyun pun tak pernah lupa untuk membersihkan segala sudut rumahnya, walau setiap seminggu sekali akan ada maid dari rumah Abojie nya yang akan membantu dirinya membersihkan semuanya.

Kyuhyun memang masih hidup dalam bayang-bayang Abojie yang menjabat sebagai perdana menteri. Dan Kyuhyun menyadari bahwa ia tak akan pernah lepas dengan bayangan jabatan orang tuanya itu. Terlebih jika ia akan berpegian sudah dipastikan beberapa bodyguard akan menemaninya, tetapi jika Kyuhyun pergi dengan Siwon maka hal itu tak perlu di butuhkannya. Karena Siwonlah yang akan menjadi guardian angel nya.

“Jangan lupa untuk habiskan. Ingat juga, jangan pernah membagikan makanan kepada yang lainnya. Makanan ini khusus untukmu saja” Kyuhyun memasukkan bekal makanan ke dalam ransel Siwon.

“Aku mengerti..”

Kyuhyun tersenyum, lalu memajukkan wajahnya. Siwon yang mengerti pun segera menggerakkan tangannya untuk bertengger manis di tengkuk Kyuhyun. Meraup bibir tebal milik istrinya yang sudah hampir 4 bulan ini mengisi hari-harinya. Kyuhyun tak pernah akan bisa melepaskan lumatan penuh cinta Siwon, ia menarik tubuh Siwon semakin dekat dengannya. Memiringkan wajahnya mencari posisi yang pas.

Mereka larut dalam suara decakan panas penuh cinta, baju dinas Siwon kusut dengan tangan jahil Kyuhyun yang meremasnya. Keduanya seakan tak pernah ingin melepaskan satu sama lain, inilah yang Kyuhyun sukai dari Siwon. Mungkin Siwon bukanlah sosok yang sangat mengumbar kata manis. Tetapi segala perlakuan Siwon adalah bentuk cinta untuknya.

Siwon melepaskan tautannya walau terlihat Kyuhyun yang masih enggan dengan menempelkan hidungnya di leher Siwon. Mencoba menggodanya.

“Sayang..”

Mendengar nada penuh perintah membuat Kyuhyun kembali mendengus kesal. Segeralah ia menegakkan badannya walau kedua tangannya masih melingkar manis di leher Siwon.

“Kenapa kau selalu saja bertugas?”

“Karena ini tugasku..”

“Kau bisa meminta cuti dan kita kembali honeymoon” sembari memainkan jari jemarinya membentuk sebuah lingkaran abstrak di dada Siwon.

“Itu bukan diriku..”

“Kau sudah menikah Siwon, apa kau tak ingin segera mempunyai anak denganku?”

“Bukan itu..”

“Cepat pergilah bekerja..”

Kyuhyun melepaskan pelukannya. Ia segera membersihkan piring kotor dan mencucinya tanpa ingin melihat Siwon pergi dan tentu Kyuhyun sangat hafal, Siwon tak mungkin akan membujuknya dengan pelukan hangat dan rayuan nakal. Karena baginya pekerjaan adalah hal yang perlu di utamakan dalam kehidupannya. Kyuhyun mengerti itu, tetapi apa ia tak bisa menerima perlakuan manis sedikit saja?

**flashback end**

.

.

Abojie….”

Kyuhyun menghambur memeluk namja paruh baya yang merentangkan tangannya menyambut kedatang anak tunggalnya itu.

“Hey anak nakal. Mengapa baru menemui Abojie saat ini?”

“Karena Siwon Hyung sedang pergi”

“Jadi jika Siwon bertugas kau baru akan menemui Abojie mu ini??” Kyuhyun mengangguk semangat.

*pletak

Appo… lagipula bukankah Abojie sangatlah sibuk?”

“Dasar pabbo…”

Kyuhyun mempoutkan bibirnya dan segera memasuki ruang keluarga, menempatkan dirinya dengan nyaman di salah satu sofa. Melihat sekilas bingkai foto pernikahan dirinya bersama Siwon. Ah.. mengapa selalu ia tak bisa lepas dari bayangan Siwon?? Lalu bagaimana kabar suaminya saat ini?? Salahkan dirinya yang enggan mengirimkan surat pada Siwon. Ia masih terlalu malu jika harus mengirimkan kata-kata penuh kerinduan.

“Ada apa heum??”

“Aku merindukannya Abojie…” ujar Kyuhyun yang kembali akan mengeluarkan air matanya.

“Ah jangan membujukku…”

“Tapi hanya Abojie yang bisa melakukannya, tarik Siwon Hyung dari pasukan dan gantikan dengan orang lain. Aku tak mau suamiku terluka, Abojie… jangan ambil Siwonnieku..” air mata itu akhirnya runtuh jua.

“Kyu.. suamimu adalah…”

“Prajurit yang handal?? Apa di Negara ini tak ada yang handal seperti Siwon Hyung??” sela Kyuhyun marah.

“Kyuhyun…”

Abojie.. aku.. aku.. takut, jika.. kejadian dulu terulang kembali, apa aku tak boleh meminta??”

Melihat anaknya menangis seperti itu, hati ayah mana yang tak teriris melihatnya. Hanya saja, walau ia adalah perdana menteri, bukan berarti, dirinya bisa dengan seenaknya melakukan pergantian seseorang yang sedang dalam masa bertugas. Karena hal itu adalah kewenangan mutlak Jendral militer. Bukan dirinya.

Kyuhyun segera melepaskan pelukan Abojie nya. Ia memilih segera pergi meninggalkan sang Abojie yang termenung dengan kepergian tanpa pamit itu. Kyuhyun sendiri, langsung kembali menuju Rumah Sakit, ia teringat jika hasil lab akan keluar sebentar lagi, semoga saja hasilnya bukanlah sesuatu yang buruk.

.

.

Sesampainya di Rumah Sakit, Kyuhyun segera menemui dokter Lee. Dilihat dokter Lee tengah membaca sebuah surat yang di yakini oleh Kyuhyun bahwa itu adalah hasil dari lab nya.

“Bagaimana? Apa hasilnya? Aku baik-baik saja kan, dok?”

Dokter Lee hanya tersenyum, lalu menyerahkan sepucuk surat itu untuk Kyuhyun baca. Hingga matanya membelalak terkejut saat pernyataan positif hamil terbaca oleh matanya.

“Maksudnya ini?”

“Selamat. Kau sudah mengandung dengan usia janin 8 minggu. Kau sebentar lagi akan menjadi seorang ibu”

“Tapi…”

“Banyak hal yang terjadi di dunia ini, mungkin ini adalah hal yang diluar nalar medis. Hanya saja jika Tuhan berkehendak semua umat manusia pasti tidak akan bisa menolaknya, bukan?”

Kyuhyun kembali menatap surat itu. Bahagia, bingung dan juga sedih bercampur aduk kini. Bahagia karena dia akan menjadi seorang ibu yang memberikan keturunan bagi Siwon, bingung karena ia pun tak pernah mengalami hal ini sebelumnya, semua begitu cepat tapi nyata. Pengalaman pertama yang indah, sekaligus sedih karena Siwon tak mengetahui hal ini, bahkan tak ada disisinya saat ini.

“Kyu…”

“Ah.. ya.. terima kasih dok, kalau begitu.. aku pamit”

Kyuhyun bergegas keluar setelah menggemgam tangan dokter untuk berpamitan. Ia segera meminta supirnya membawa dirinya pulang ke rumah, dan hal yang pertama dilakukannya adalah memasuki kamar. Menatap bingkai foto pernikahannya, lalu menangis.

.

.

**flashback**

Kyuhyun menyiapkan makan malam romantic, dua buah lilin menyala indah di atas meja. Menyinari makanan yang tersaji disana, jangan lupakan adanya wine yang akan menambah kesan penuh cinta. Kyuhyun tentu sangat tak sabar menunggu kepulangan Siwon. Hingga suara pintu membuatnya segera menyembunyikan dirinya di belakang pintu. Saat akan memberikan surprise nya, ternyata yang ia dapatkan bukanlah sosok Siwon, melainkan sahabat dan sekaligus adik angkatnya, Changmin.

“Ah Kyu.. kau mengejutkanku..”

Bukannya menjawab, Kyuhyun lebih memilih untuk menuju sofa ruang tengah dan terduduk disana dengan wajah yang tertunduk lesu. Changmin yang sadar bahwa Kyuhyun bersedih segera mendekatinya.

“Siwon Hyung memberikanmu ini…” sembari menyerahkan satu bouqet bunga mawar merah kepada Kyuhyun.

“Jangan membodohiku, karena aku tau jika Siwon Hyung bukanlah tipe orang yang romantis..”

“Aku tak membohongimu Kyu.. ini benar dari Siwon Hyung.. ia meminta maaf karena akan pulang telat, ia sebenarnya tau jika kau pasti akan memberikan kejutan romantis di hari pernikahan kalian yang ke 4 bulan ini..”

Kyuhyun melihat ke taman belakang dimana meja penuh makanan telah tersaji. Changmin mengikuti arah pandang Kyuhyun.

“Kyu..”

“Sudahlah lupakan, ayo kita habiskan saja makanan itu. Akan rugi jika kita membuangnya, bukan?” Kyuhyun menarik lengan Changmin untuk mengikutinya. Meninggalkan bunga yang sebenarnya memang pemberian Siwon. Bahkan itu adalah inisiatif Siwon sendiri, bukanlah ide dari siapapun.

Mereka terlibat pembicaraan santai bahkan sesekali akan melontarkan candaan, sungguh suasana yang ringan. Hingga suara langkah sepatu menghentikan kegiatan mereka, ya.. disana Siwon sedang terdiam memandang keduanya dalam wajah diamnya. Raut wajah yang sangat tak terbaca.

Siwon memang pandai menutupi perasaannya, itulah yang menguntungkan Negara jikalau Siwon adalah seorang pemimpin militer, karena raut wajahnya tak akan pernah terbaca oleh musuh sekalipun.

Hyung..” Changmin segera berdiri dan beranjak mendekati. “Kau sudah makan, Hyung?”

“Sudah..”

Siwon dan Kyuhyun masih bertemu dalam satu pandangan intens, Changmin yang merasa canggung dalam suasana diam seperti itu lebih memilih untuk segera berpamitan. Tetapi Siwon mencegahnya.

“Sudah malam, tidurlah disini..” ucapnya dan segera pergi meninggalkan keduanya menuju kamar pribadi dirinya dan Kyuhyun.

Kyuhyun yang melihat semuanya akhirnya memilih untuk menyusul Siwon.

“Benar kata Siwon Hyung, menginaplah disini malam ini..” setelahnya Kyuhyun bergegas menuju kamarnya.

“Kenapa aku selalu terjebak dalam situasi yang rumit seperti ini?” rutuk Changmin yang lebih memilih untuk memasuki kamar tamu.

Kyuhyun membuka pintu kamar dengan keras, melihat ke sekeliling kamarnya. Tak ada jejak Siwon. Terdengar suara gemricik air di kamar mandi, yang Kyuhyun tau jika Siwon pasti sedang membersihkan tubuhnya. Walau Kyuhyun marah, tetapi ia tetaplah seorang istri. Maka kini dirinya lebih memilih untuk melangkah menuju lemari dan membawakan baju ganti untuk Siwon, lalu menyimpannya di atas ranjang.

Kyuhyun mendudukan diri di sofa sembari menunggu Siwon yang sebentar lagi keluar dari kamar mandi. Menuntut penjelasan yang ingin Kyuhyun lakukan saat ini. Tak lama Siwon keluar dari kamar mandi, ia melihat baju yang telah rapih tersimpan di atas ranjang. Memakainya dengan tenang, walau dari ekor matanya, ia dapat melihat Kyuhyun yang tengah terduduk dengan tangan bersilang di dada. Siwon tau jika malam ini pasti akan ada perdebatan kembali.

“Mengapa kau selalu mementingkan tugas?” Siwon tidak menjawabnya, bukan ia tak ingin. Tetapi jika ia menjawab sudah barang tentu, Kyuhyun pasti akan semakin marah kepadanya.

“Kenapa kau diam?” Kyuhyun mendekati Siwon yang hendak menaiki ranjang.

“Apa yang harus ku jawab?” ujarnya tenang.

Kyuhyun memandang marah, “Apa sebenarnya kau tak mencintaiku?”

“Mengapa selalu mengulang pertanyaan yang bahkan kau tau jawabannya” Siwon tetap berusaha untuk tak terpancing emosi.

“Kau sungguh menyebalkan, Hyung…” Kyuhyun menahan laju air matanya. “Aku berusaha memberikan kejutan untukmu sebagai perayaan 4 bulan pernikahan kita. Tapi apa yang kau lakukan?”

“Aku sudah mengatakan. Kita tak perlu perayaan.. apakah kau masih menampik rasa cintaku?”

“Mengapa kau tak bisa seperti Changmin? Dia selalu ada untukku… bahkan dia menghiburku saat aku kecewa padamu?” Kyuhyun setengah berteriak di hadapan Siwon.

“Jangan membawa nama lain dalam pembicaraan ini”

“Tapi aku benar, bukan? Kau ini seperti bukan manusia, Hyung.. mengapa kau tak bisa menikmati hidupmu dengan baik? Contohlah Changmin, Hyung…”

“Kyu…”

“Seharusnya aku tidak menikahimu.. aku seakan menikah dengan seorang robot yang tak mempunyai hati. Seharusnya aku mencintai Changmin dan menikahinya..” Kyuhyun segera menaiki ranjang dan tidur membelakangi Siwon.

Bukan kali ini saja sebenarnya jika mereka bertengkar, ada nama Changmin yang selalu Kyuhyun bawa. Kyuhyun seakan tak menyadari bahwa membandingkan Siwon dan Changmin adalah hal yang sangat menyakiti hati Siwon. Hati suami mana yang tak sakit, jika istrinya membandingkan sifat dan sikap dengan lelaki lain.

Semenjak pertengkaran itu, terjadilah perang dingin antara Kyuhyun dan Siwon. Bukan tidak ingin Siwon untuk mendamaikan dirinya dengan Kyuhyun, hanya saja memang tugasnya yang sangat menyita perhatiannya. Hingga akhirnya ia lebih memilih mengajukan dirinya berada di garis terdepan di perbatasan yang di setujui oleh pimpinannya. Mungkin bagi Siwon, kepergiannya akan membuat hidup Kyuhyun sedikitnya merasa tak kembali sesak.

**flashback end**

.

.

Captain.. percobaan nuklir akan dilaksanakan sejam dari sekarang, maafkan aku yang lengah dalam mendeteksinya..”

Siwon terdiam di tempatnya, menutup mata dan menghembuskannya secara kasar. Kedua tangannya masih terkait di depan wajah. Ia berusaha bersikap tenang, Siwon sangat mengetahui strategi lawan, mereka tidak akan begitu saja merubah rencana awal. Siwon mengetahui bagaimana agresifnya mereka dalam peluncuran rudal yang dibuat. Provokasi utama inilah yang membuat kedua Negara selalu bersitegang.

“Jangan salahkan dirimu. Jalankan plan B”

“Baik captain, laksanakan..”

Namja yang sedikit pendek darinya dan berpangkat Letnan itu pun segera menuju sambungan telephone di ruangan Siwon, ia mencoba mengkoordinasikan dengan pusat militer yang tak jauh berada di perbatasan.

“Tambahkan pasukan di pos bayangan, lakukan siaga satu disana. Siapkan amunisi dan lakukan semuanya dengan baik di depan perbatasan. Siapkan juga tim medis di depan pos siaga, laksanakan perintah”

Siwon yang sedari awal terduduk di kursinya, kini memilih untuk berdiri dan menghadap di kaca ruangannya, disini dia dapat melihat hamparan rerumputan hijau yang sangat indah. Tempat Siwon bertugas memang sangat jauh dari pusat kota, maka dipastikan bahwa sekeliling dirinya berada hanya ada rumput yang menemani pandangan matanya. Lamunan Siwon terhenti saat Donghae menepuk pundaknya.

“Apa yang selanjutnya akan captain, lakukan?”

“Terus berkoordinasi dengan pihak militer Korut. Kita masih mempunyai waktu kurang dari 45 menit untuk melakukan mediasi. Walau.. aku tau hasilnya belum tentu memuaskan, akan tetapi hasil yang baik pun bisa kita dapatkan”

“Baik captain, laksanakan..”

Donghae segera pergi keluar ruangan Siwon. Meninggalkan Siwon yang masih tetap berdiri membelakangi pintu. Sudah 15 hari ia berada disini, keadaan belum stabil. Tetapi rindu yang membuncah kepada istrinya tentu harus ia bendung sampai dirinya benar-benar memastikan bahwa keadaan bisa kembali normal. Siwon segera mendekati mejanya kembali, mengambil telephone dan menekan angka yang sangat ia hafal diluar kepalanya.

Yeboseyo..”

Suara itu.. akhirnya ia bisa mendengarkannya kembali, tapi.. apa ia masih bisa kembali mendengarkannya jika uji nuklir kembali dilaksanakan, karena ia tak tau bahwa konsekuensi nantinya bisa dampak berbahaya kepadanya dan juga semua anggota di perbatasan. Misil balistik adalah nuklir dengan dampak kekuatan bisa diterima hingga Amerika Serikat, jika program berhasil dan tentu akan menimbulkan perang dunia ke III.

Yeboseyo..” kembali suara itu menyadarkan lamunannya.

“Kyu..”

Hyung.. apakah itu kau, Hyung?” Siwon terdiam, “Hyung… bicaralah..”

“Sayang aku..”

Seketika suara bahagia itu kini terdengar sedikit bergetar, Siwon tentu mengerti jika istrinya pasti sedang dilanda kerinduan, sama hal seperti dirinya kini.

“Kau jahat… kau sangat jahat, Hyung.. kenapa kau meninggalkanku hanya dengan sebuah surat? Kau jahat Hyung..”

“Sayang maafkan aku..”

Kyuhyun kembali menangis, ingin sekali Siwon segera pergi meninggalkan tugasnya. Berharap dengan memeluknya dapat meredakan tangisan itu, sungguh Siwon merasa sangat jahat dan tidak bertanggung jawab kini.

“Pulanglah Hyung.. pulanglah..”

“Sayang tapi aku..”

“Maafkan aku.. maafkan atas sikapku yang menyakitimu.. pulanglah Hyung, aku sangat membutuhkanmu..”

“Sayang.. aku..” ucapan Siwon terpotong saat Donghae tergesa masuk ke dalam ruangannya.

Captain..”

Siwon mengarahkan jari telunjuknya untuk meminta Donghae terdiam sementara.

Hyung ada apa??” sarat akan nada kepanikan saat ini.

“Sayang.. dengarkan aku.. aku pasti akan kembali dengan selamat, percayalah kepadaku.. waktuku saat ini tidak banyak, istirahatlah dengan baik..” Siwon segera memutuskan sambungan telephone nya.

“Ada apa?”

“Mereka akan tetap melaksanakan peluncuran misil selanjutnya..”

Siwon menutup matanya, ia sedikit memijat ujung pangkal hidungnya.

“Persiapkan semuanya. Kita bertemu di perbatasan..”

Donghae mencoba mencegah dengan menarik lengan Siwon.

“Maafkan aku captain, tapi kau tidak bisa berada disana. Mereka akan senang jika terlihat bahwa kau terprovokasi.”

Siwon melepaskan tangan Donghae, “Aku hanya perlu masuk ke perbatasan. Aku tau jika kini panglima militer mereka sudah berada di perbatasan”. Siwon pun segera keluar ruangannya.

.

.

Kyuhyun masih terdiam di ranjangnya, Siwon tadi menghubunginya. Tetapi dia mengatakan seolah-olah kata terakhir itu adalah salam perpisahan? Tidak.. itu tidak boleh terjadi kembali, bahkan Siwon belum mengetahui jika ia kini tengah mengandung. Kyuhyun bergegas keluar kamar, menuju ruang tengah dan menghidupkan televisi.

‘Kabar Pyongyang menyebutkan jika hari ini, akan kembali melakukan uji nuklir yang ke empat. Setelah uji ketiga dilaksanakan pada bulan februari lalu…’

“Siwon…”

“Kyu…” Changmin yang tepat datang saat Kyuhyun tengah menonton berita langsung mematikannya.

“Kyu..”

Hyung.. itu tidak benar bukan? Bagaimana jika…”

“Tidak Kyu, aku yakin.. Siwon Hyung pasti akan bisa menjaga dirinya dengan baik.”

“Tapi keadaan disana saat ini pasti sedang memanas, Hyung” ujar Kyuhyun setengah berteriak.

“Kyu.. aku mohon, jangan memikirkan hal buruk. Kondisimu sedang tidak baik” mendengar ucapan Changmin membuat Kyuhyun sadar bahwa kini, ada sosok janin dalam kandungannya yang harus ia jaga.

Kyuhyun mengelus perutnya. Mendudukan diri di sofa dengan tangannya masih mengelus perut ratanya.

“Maafkan Mommy…” gumamnya.

“Aku akan membawakan minuman hangat untukmu, tenanglah..”

“Siwon Hyung… aku membutuhkanmu, Hyung pulanglah..” kembali setitik air mata itu jatuh di pipi mulusnya.

.

.

.

Keadaan Kyuhyun sedikitnya mulai menunjukkan perubahan yang membaik, Kyuhyun hanya berusaha untuk tetap hidup bahagia. Semua ini ia lakukan demi anaknya, walau sesekali ia akan menangis di malam hari jika mengingat Siwon yang tidak ada kabar setelah menelephone nya beberapa pekan yang lalu. Kyuhyun juga memang tidak pernah menonton televisi, hanya mencoba menghindari pikiran negative untuknya.

“Kyu..”

Abojie..” Kyuhyun memeluknya sekilas.

“Bagaimana kondisi cucu Abojie?” sembari mengelus perut Kyuhyun yang mulai membuncit.

“Kondisinya sehat, bahkan sangat sehat..”

“Baguslah.. Abojie senang mendengarnya, lalu denganmu sendiri Kyu?”

Kyuhyun hanya mengulas senyum. Ia memilih menatap hamparan tanaman yang sudah menggugurkan daunnya.

“Semuanya pasti akan baik-baik saja”

“Aku tau..” ucapnya menahan sesak di dada.

.

.

.

Sebulan telah berlalu, bahkan kini usia kandungan Kyuhyun telah menginjak 13 minggu. Tapi kabar Siwon belum pernah ia dengar. Kyuhyun pernah mengirimkan surat kepada Siwon, akan tetapi tak ada balasannya. Changmin pun tak pernah memberitahukan mengenai keadaan di perbatasan.

Kyuhyun memilih untuk menyirami tanaman dan tak lupa memberikan makanan pada ikan di kolam yang baru saja selesai di buat oleh pekerja. Ntah mengapa Kyuhyun ingin memiliki sebuah kolam ikan. Maka itu dua minggu belakangan, ia meminta beberapa pekerja untuk membuatkan kolam ikan bersisian dengan taman di samping rumahnya. Mendengar suara gemericik air, melihat ikan yang berenang kesana kemari. Seakan membuat dirinya melupakan sejenak kegelisahan yang ada.

Saat ia melihat ke dalam dasar kolam, Kyuhyun dikejutkan dengan sepasang lengan yang melingkar manis di perutnya.

Hyung..” Kyuhyun sangat hafal dengan tangan ini. Kyuhyun segera berbalik melihatnya.

Sosok itu tengah tersenyum menenangkan ke arahnya, Kyuhyun mengarahkan tangannya untuk mengelus wajah yang kini di tumbuhi jambang tipis di sekitaran dagunya.

Hyung..”

“Ini aku.. ini aku sayang..”

Hyung…” Kyuhyun menghamburkan tubuhnya di dalam dekapan hangat itu, menempatkan kepalanya di dada Siwon, mendengarkan debar jantung yang selalu menenangkan jiwanya.

Kyuhyun melepaskan pelukannya dan kembali menyentuh wajah Siwon, tak ingin kehilangan momen. Kyuhyun memagut bibir tipis Siwon. Seakan ini adalah keinginannya sejak dulu, ia merindukan sosok dihadapannya ini, tak ingin membiarkan Kyuhyun bermain sendiri, Siwon pun memulai untuk membalas ciuman Kyuhyun.

Lumatan demi lumatan itu berubah menjadi suara decakan panas, bahkan Kyuhyun semakin merapatkan tubuhnya hingga kedua pusat itu bertemu menambah afeksi gelora cinta semakin membara.

“Aku membutuhkanmu, Hyung..” dengan suara yang sedikit serak.

Seakan mengerti, Siwon membawa Kyuhyun menuju kamarnya dengan menggendong ala bridal style.

“Apa kau sangat merindukanku?” Pertanyaan bodoh yang tentu Siwon sangat mengetahui jawabannya.

“Apa perlu aku jawab?” goda Kyuhyun.

“Buktikan.. aku mau bukti darimu..”

Kyuhyun meminta Siwon menurunkannya, ia berjalan mundur secara perlahan menuju ranjang. Dengan gerakkan menggoda, Kyuhyun membuka satu persatu kancing kemeja Siwon yang memang selalu ia gunakan selama Siwon pergi. Begitu kancing terakhir terbuka, Kyuhyun segera meloloskan pakaiannya ke lantai. Tangannya kembali mencoba membuka pengait celananya.

Pandangan mata Siwon tak pernah lepas dari segala gerakkan yang dilakukan oleh Kyuhyun, ia tentu sangat menikmati dimana sisi liar Kyuhyun tertampilkan kini. Dan Siwon sangat menyukai itu.

“Apa kau bisa membantuku?” Kyuhyun seakan memperlambat waktu dengan tak jadi menurunkan resleting celananya.

Siwon berjalan perlahan semakin mendekati Kyuhyun, pandangan mata itu membuat tubuh Kyuhyun seakan terbakar. Panas itulah yang dirasakannya, tapi Kyuhyun menyukai cara pandang Siwon kepadanya. Karena Siwon hanya melakukannya kepadanya tidak kepada siapapun.

“Aku akan membantumu..”

Siwon menempatkan ujung hidungnya untuk mengendus bagian bahu Kyuhyun yang tak tertutupi kain apapun, sedangkan tangannya dengan terampil membuka resleting celana Kyuhyun. Begitu resleting itu terbuka, Siwon mengarahkan bibirnya kembali memagut bibir tebal istrinya itu, bibir yang selalu menjadi candu baginya.

Tak ingin merasa sendiri, Kyuhyun pun mengarahkan tangannya untuk membuka pakaian dinas Siwon. Bibir, tangan, kaki semua bekerja dengan penuh rasa cinta maupun rindu. Semua bekerja dengan baik menyalurkan segala pesan penuh sayang. Dan kini biarkan Siwon maupun Kyuhyun menuntaskan apapun yang ingin mereka lakukan, karena semua dilakukan demi satu kata yakni cinta.

.

.

Siwon bersandar pada kepala ranjang dengan Kyuhyun yang menyandar di dada Siwon, keduanya masih sedikit terengah dengan pelepasan yang ntah untuk keberapa kalinya tadi. Tetapi Siwon maupun Kyuhyun tak ingin segera tertidur, keduanya masih ingin menikmati momen kebersamaan ini.

“Mengapa tak menjawab suratku?”

“Aku ingin menjawab suratmu dengan kehadiranku disisimu…”

Kyuhyun mendongakkan kepalanya menatap langsung pada mata Siwon, mencuri satu ciuman di bibir Siwon.

“Tapi aku menunggu sangat lama…”

“Maafkan aku..”

Kyuhyun kembali merebahkan kepalanya di atas dada Siwon, seperti biasanya ia akan selalu membuat lingkaran-lingkaran abstrak dengan jari jemarinya yang lentik dan panjang.

“Kau tau… anak ini sangat membutuhkan Daddy nya, begitu juga denganku..”

Siwon terdiam, mencerna ucapan Kyuhyun. ‘Anak?’ batinnya.

“Aku harus bersusah payah untuk hidup bahagia, agar anak kita bisa hidup sehat… jika bukan..”

Siwon terduduk hingga membuat Kyuhyun pun ikut terduduk di samping Siwon.

“Ada apa?”

“Maksudmu.. apa kau..”

“Ya..” Kyuhyun tersenyum, membawa tangan besar Siwon untuk memegang perutnya yang kini membuncit. “Ada anakmu disini, anak kita..”

“Kau.. hamil??”

Kyuhyun mengangguk, “Sudah memasuki 13 minggu..” ujarnya bahagia.

Siwon masih terdiam memproses semuanya dengan baik di otaknya. Jadi sebentar lagi dia akan menjadi seorang Daddy. Melihat Siwon yang hanya diam, membuat Kyuhyun bersedih. Apa Siwon tak menyukai jika dirinya hamil?

“Hyung.. apa..”

Siwon segera merengkuh badan Kyuhyun untuk di dekapnya. Menempatkan wajahnya di bahu Kyuhyun, menghirup wangi tubuh Kyuhyun melalui lehernya.

Gomawo.. gomawo.. aku.. aku.. sangat bahagia, maafkan aku yang tak ada di sisimu..”

“Tak apa yang terpenting adalah saat ini kau berada di sampingku.. jangan pergi lagi Hyung.. aku dan anak kita sangat membutuhkanmu..”

“Tidak akan sayang… mulai hari ini, aku akan selalu bersamamu… aku berjanji..”

Kyuhyun melepaskan pelukannya, melingkarkan kedua lengannya di leher Siwon dan kembali menyatukan bibir mereka dalam satu ciuman panjang yang menjadi pertanda kebahagiaan bagi keluarga kecil mereka.

.

.

Hyung.. apa kabarmu??

Aku sangat merindukanmu… maafkan aku.. mungkin kata maaf saja tidak bisa segera menghapus segala luka yang telah aku torehkan kepadamu.. tapi aku berjanji, untuk bisa lebih dewasa dalam bersikap terlebih dalam membina rumah tangga ini…

Pulanglah…

Aku membutuhkanmu.. sangat membutuhkanmu

-CKH-

-end-

.

.

“Siap.. 1, 2, 3..”

Klik..

“Ya bagus.. coba kembali rilekskan tubuhmu, dan melihat ke arah kamera jangan lupa untuk tersenyum lepas.. kita coba lagi ya… 1,2,3..”

Klik..

Ntah berapa pose yang dilakukan Kyuhyun saat ini, setelah kelahiran putri pertama mereka. Kyuhyun memilih untuk terjun di dunia modeling, Siwon sendiri tidak mempermasalahkannya. Sebenarnya Kyuhyun sudah sangat berbakat sejak dulu, tapi Kyuhyun hanya akan mengambil job jika Siwon menyetujuinya.

“Kita istirahat terlebih dahulu, dan Kyu.. kau bisa berganti baju dulu..”

Ne..gomawo..”

Kyuhyun memang selalu membawa putrinya ke lokasi pemotretan, ia tidak pernah ingin jauh darinya. Choi Sarang adalah permata hati bagi Siwon maupun Kyuhyun, Choi Sarang juga lah yang memberikan keutuhan dan keharmonisan di keluarga kecil mereka. Siwon maupun Kyuhyun sangat bersyukur mendapatkannya.

Kyuhyun melihat dimana ada sebuah kerumunan, yang ia sangat tau jika kerumunan itu tengah berpusat pada seorang anak bertubuh gemuk dan bekulit putih, yang tak lain adalah putrinya. Semua staff wanita terlihat berebut menggendong putri kecilnya yang kini tengah menginjak usia 8 bulan itu.

“Mmy…” rajuknya sembari merentangkan kedua tangannya meminta di gendong.

“Ah.. come to Mommy, My Sarang..” Kyuhyun menggendongnya dengan sayang, menciumi pipi lembut Sarang menyebabkan kikikan kecil di bibir kecil anaknya itu.

“Merindukan Mommy, heum??”

“Kyuhyun-ssi..”

“Ya..”

Kyuhyun dengan menggendong Sarang mendekati fotografer.

“Ada apa?”

“Mungkin ini akan menjadi perdebatan untukmu.. hanya saja, apa bisa jika Choi Sarang ikut dalam pemotretan denganmu?”

Mwo???”

“Aku tau kau pasti menolaknya, hanya saja ini menurutku bagus untuk karirmu juga. Kedekatan antara kau dengan putrimu akan menjadi daya tarik bagi majalah ini… boleh kah?”

“Tapi…”

“Lakukan jika memang itu yang terbaik..”

Kyuhyun melihat ke belakangnya, terdapat sosok namja yang sangat di cintainya kini tengah tersenyum kepadanya.

“Dddyy..” teriak Sarang dengan girang.

Kyuhyun segera mendatangi Siwon, memeluknya sekilas dan memberikan Sarang yang sudah merindukan Daddy nya itu.

“Sangat merindukan Daddy?” tanya Siwon yang di angguki antusias oleh Sarang.

Siwon mencium gemas pipi Sarang.

Hyung.. apa..”

“Jika memang kau menginginkannya, aku tak masalah..”

“Benarkah? Tapi Sarang?”

“Kau sering membawanya kemari bukan? Sarang pun pasti mengerti…”

Kyuhyun kembali tersenyum senang. Ia kembali memeluk Siwon dan membawa Sarang untuk di gantikan pakaian agar bisa terlihat sama dengannya.

Cha.. lakukan pekerjaanmu kembali, aku akan menunggumu sampai selesai..”

“Setelah ini kita makan malam??”

“Heum.. apapun demi istri dan anakku..” Siwon mencuri ciuman lembut di bibir istrinya yang membuat rona merah itu tak terelakkan menghiasi kedua pipi chubby nya. Siwon memang sedikit merubah sikapnya untuk lebih santai, tidak seperti dulu.

Siwon mengusak rambut Kyuhyun dan segera pergi berlalu, memilih untuk berdiri di belakang para kru untuk menyemangati Kyuhyun. Dan beberapa hari yang lalu Siwon naik pangkat menjadi Mayor, dengan berbagai pengalamannya dalam bidang militer termasuk juga dengan pendidikan militernya maka Siwon pantas sudah naik pangkat.

Siwon tentu masih bisa saja di tugaskan ke sebuah perbatasan ataupun daerah rawan konflik, bahkan bisa saja ia juga di tempatkan di Negara yang sedang berkonflik sebagai tugas PBB menjadi tentara perdamaian, hanya saja saat ini semua hal itu berusaha untuk tidak Siwon kerjakan. Bagaimanapun permintaan seorang istri perlu menjadi pertimbangan matang bagi dirinya untuk mengambil sebuah keputusan kerja.

Tapi bagi Kyuhyun, jika memang kembali Siwon akan di kirimkan tugas maka dia akan mengikhlaskannya, Kyuhyun banyak belajar dari semua apa yang telah terjadi. Ia harus selalu mendukung apapun yang terbaik bagi suaminya. Demi sebuah kata cinta, ia rela.

-Find-

note :

Demiliterized Zone adalah tempat perbatasan antara Korea Selatan dan Utara dimana dulunya ini adalah tempat kerajaan. Setelah terjadinya peperangan maka tempat ini adalah menjadi perbatasan Negara dan tetap menjadi suatu operasi militer bagi kedua Negara untuk menjaga keamanan jikalau saja terjadi perang.

Tara…. kembali membuat oneshoot yang ntah lah ya… semoga suka dan kalo kurang ng feel di feel in aja hahaha… saya sendiri emang agak kesulitan membuat ini, soalnya emang ga pernah buat Siwon yang mempunyai latar belakang militer.. jadi soal perperangannya hanya selingan aja ya… hahaha…

Selalu tebarkan cinta wonkyu dan lestarikan happy ending hahaha…

Advertisements

32 thoughts on “Sky of Love (Sequel)

  1. author ssi,,aku comment di “i choose love u” kok g muncul yaa….hmmm😰
    yg psti lanjuttt trs thor,,jgn lama2 apdet lanjutannya 😊

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s