Posted in BL, Drama, Family, Romance, wonkyu, WonKyu Story

Tentang Kamu – part 24b

Tentang Kamu -part 24b

Autor : Cat meonks

Cats : Cho Kyuhyun Choi siwon, dll

BL,Yaoi, Mpreg

Warning : typo berserakan dan bahasa kurang jelas,

cerita gaje namun asli hasil karya sendiri

INI PANJANG dan membosankan

^_^

.

.

.

.

Siwon berlari keluar setelah menyerahkan Nana pada Changmin. Sebenarnya pria jangkung itu menolak namun Siwon tak perduli. Dia berjalan menuju area pakir namun nihil tak ada tanda-tanda Kyuhyun disana. Dia melihat sekeliling dan segera masuk ke dalam mobil pasti istrinya belum jauh. Kyuhyun menendang-nedang batu kecil dengan kesal. Bagaimana suaminya bisa melakukan itu? Memeluk wanita di depan matanya. Andai dia bisa berontak, sudah di pastikan Siwon akan di tampar habis-habisan. Dia hanya bisa menghela nafas kasar dengan bibir yang terus mengumpat. Siwon bisa bernafas lega ketika melihat sosok yang dia cari berjalan dengan kepala menunduk. Dia segera menepikan mobilnya lalu menekan klason.

“Baby…” Kyuhyun langsung menoleh ke samping. Dia masih kesal dengan pria itu, lalu berjalan dengan cepat meninggalkan Siwon. Siwon turun dan menutup pintu mobil dengan kasar lalu berlari meraih pergelangan tangan istrinya. Kyuhyun menepisnya lalu Siwon segera meraihnya kembali.

“Bukan tadi aku menyuruhmu menunggu di parkiran. Kenapa jalan sendiri?”

“Bisa lepaskan!! Atau aku akan berteriak atas tuduhan pelecehan…” teriaknya.

“Pelecehan apa? Sudah kita bicara di rumah saja.”Siwon menarik Kyuhyun menuju mobil namun di tolaknya. “Di luar dingin. Kita ambil baju hangat di mobil. Aku tak mau kau sakit.” bujuk Siwon.

“Aku ingin pulang.”

“Iya. Karna itu naik ke mobil. Lihat wajahmu! Sudah memerah. Kita ke mobil dulu…okey!”

“Tidak mau. Aku akan pulang sendiri.”

“Tasmu ada di mobil. Lalu kau akan pulang dengan apa?” Kyu melirik ke mobilnya lalu menunduk.”Kita bicara lagi nanti sekarang kita masuk dulu di mobil. Kau tak ingin ada orang yang mengenal kita melihat sedang berdua bukan? Bila kita terus bicara di sini bukan tidak mungkin ada yang tahu hubungan ini.” Kyuhyun memplout bibirnya.

“Lepaskan tanganku!!” sentaknya. Siwon pun melepaskanya dengan berlahan. Kyu pun berjalan menuju mobil dan menghentakkan pantatnya dengan keras. Siwon hanya tersenyum kecil. Untung saja sifat keras kepalanya sedikit melemah jadi menguntungkan dirinya. Siwon segera melajukan mobilnya sebelum pria di sampingnya berubah pikiran. Kyu mengambil tasnya dan melihat isi dompetnya. Dia mengumpat dalam hati. ‘Kenapa dia miskin sekali?’ Hanya tinggal beberapa recehan di dompetnya.

“Wae? Apa kau ingin membeli sesuatu?” Siwon memperhatikan perubahan wajah istrinya. Kyuhyun langsung memasukan dompetnya dan memeluk tasnya dengan wajah menghadap ke jendela. “Baby…” Siwon berusaha mengapai tangan istrinya namun kembali di tepis. Dia pun hanya bisa terdiam pasrah atau Kyuhyun akan nekat meloncat keluar.

.

.

Sesampainya di pakiran apaterment, Kyu langsung turun tanpa menunggu Siwon. Membuat pria itu harus berjalan cepat untuk mengejar istrinya. Bahkan di dalam lif dia menolak pelukan atau jas Siwon. Ketika sampai di depan pintu pun Kyu tak mau membuka pintu jadi Siwon sendirilah yang memasukan beberapa digit nomer password apatermentnya.

“Bersihkan dirimu dan ganti baju yang lebih hangat. Aku akan menyalakan pemanas ruangan dan membuatkan coklat panas.”Siwon terlihat sibuk mencari remot tapi Kyu masih terdiam. “Kyu…” Siwon berkaca pinggang ketika melihat istrinya masih terdiam seperti patung.

“Bukan kita ingin bicara? Cepat aku ingin segera pulang.” ucapnya.

Siwon berjalan mendekat namun namja cantik itu segera memberi jarak. “Kau tidak lihat wajahmu? kita akan lebih nyaman bila tubuhmu sudah lebih hangat…”

“Tidak perlu perdulikan aku…sekarang aku ingin pulang…” tolaknya dengan suara rengengan.

“Tapi kita belum bicara…”

“Kenapa tidak bicara sekarang…?” sentaknya.

“Karena aku tak bisa berpikir bila perutku kosong. Aku sudah lelah. Kita bicarakan besok saja.”

“Kalau begitu berikan aku seratus won saja.”

“Untuk apa?”

“Nanti aku kembalikan.” teriaknya dengan wajah kesal.

“Iya untuk apa? Kau ingin membeli sesuatu.”

“Tentu saja untuk pulang. Mana?” dia menadahkan kedua tanganya. ” Cepat!!”

“Ini sudah malam. Kau menginap saja. Besok baru aku antar. Aku sudah lelah dan ingin istirahat.” Siwon meninggalkan Kyuhyun dan mengambil untuk membuatkan coklat panas untuk istrinya.

“TAPI AKU TIDAK MEMINTAMU UNTUK MENGANTARKAN KU PULANG. Cukup kau berikan seratus ribu aku akan pulang dengan taksi. Jadi cepat berikan uanganya.”

“Ini sudah malam. Mana aku tega melihatmu pergi sendirian. Kau akan mendapatkan uangnya besok.” jawabnya.

“Tapi aku ingin sekarang. ” kekehnya. “Aku sudah dewasa dan bisa menjaga diri.”

“Tapi kejadian waktu itu tak akan terlupakan di dalam otakku. Jadi lupakan soal pulang sendiri. Sekarang bersihkan dirimu.”

Telak!! Kyuhyun hanya bisa memplout bibirnya lalu berjalan dengan kaki dihetakan menuju kamar. Siwon hanya bisa menghela nafas.

*****

“Bolehkah aku bertanya sesuatu?” Changmin sontak menatap wanita di sampingnya. Sejak dari parkiran hotel mereka belum bicara satu patah kata pun.

“Hmm…boleh? Tentang apa?” dia kembali fokus ke jalan.

Nana menghela nafas. “Siwon. Apa kau dekat dengan dia? Maksudku…”

“Oh. Siwon. Cukup dekat. Kita satu kelas di kampus. Ada apa?”

“Tidak. Lalu bagimana dengan Kyuhyun?”

” Sangat dekat. Dari sekolah kita sudah berteman.” Changmin melirik sekilas. “Apa yang ingin kau ketahui?”

“Tidak ada. Hanya sekedar bertanya saja. Sejak tadi kita hanya diam. Jadi terasa asing.”

“Memang Siwon tak mengkatakan sesuatu tentang hubungan mereka?”

“Hubungan?” Nana menoleh dengan wajah binggung. Apa dugaanya benar? Siwon hampir bercerai dengan istrinya karna Kyuhyun…?

“Sebenarnya mereka bisa di katakan perjodohan. Tapi mereka menjalaninya dengan alami. Maksudku tanpa ada tekanan. Awalnya Siwon menyukai nunnanya. Tapi entah kenapa dia menjadi menyukai setan kecil itu.”

“Jadi hubungan Siwon dan istrinya sebenarnya tidak di setujui.”

Changmin menoleh dengan kening yang berkerut. “Tidak di setujui. Tentu saja tidak. Keluarga mereka terlihat senang. Tapi karna kesalah pahaman membuat mereka berpisah. Sebenarnya mereka masih saling mencintai…”

“Oh…” Nana memainkan jarinya. “Ku dengar mereka sudah mulai rujuk.”

“Jinjja? Wah… Pantas Kyuhyun terlihat kesal tadi.”

“Kyuhyun.” Changmin mengangguk,”Apa Kyuhyun menyukai Siwon?” Changmin menoleh dengan wajah heran. Untung ini di lampu merah.

“Tentu saja. Kalau tidak mereka sudah bercerai dari dulu. Ah…hidup mereka itu seperti drama. Siwon lebih banyak mengalah tapi Kyu itu penurut walau ada sedikit jiwa penentang.”

“Jadi istri choi Siwon adalah Kyuhyun?” Changmin mengangguk. Nana hanya terdiam setelah mendapatkan jawaban dari Changmin. Ternyata….

******

Siwon membawa dua gelas coklat hangat ke kamar. Terlihat istrinya sedang asik bermain game dengan baju yang sama. Sepatu pun berserakan di lantai. Siwon hanya menghela nafas lalu menaruh gelas itu di meja. Dia duduk di tepi ranjang dan membelai wajah istrinya tapi lagi-lagi Kyuhyun menghindarinya dengan tidur.

“Apa nyaman tidur dengan baju seperti itu?” Siwon menatap istrinya yang kini membungkunginya. “Ganti baju dulu dan bersihkan diri. Kau tak ingin mimpi buruk bukan?”

Kyuhyu bangun dan memukulkan guling ke tubuh Siwon. “Kau pikir aku anak kecil Choi…”sentaknya lalu kembali tidur.

Siwon tertawa. “Berhenti tertawa kau seperti idiot.” umpatnya.

“Benarkah? Tapi semua orang di pesta tadi mengkatakan aku tampan ketika tertawa.” godanya.

Kyuhyun kembali memukul Siwon dengan guling. ” Kalau begitu tertawa di depan mereka. Jangan di depanku itu menjijikan.” Kyuhyun mengeser tubuhnya di sisi kanan. Berusaha menjauhin Siwon.

Siwon dengan santai berbaring di sampingnya. “Tapi aku ingin di sampingmu…” jawabnya. Kyu hanya diam. “Baby… Cepat ganti baju atau kau ingin aku yang mengantikanya.”

“Kau cari mati Choi…” omelnya.

“Choi…choi…choi… Bisa kau panggil aku dengan panggilan Wonnie atau sayang… Lebih manislah!! Bagaimana pun aku suamimu…” siwon memeluk pinggang istrinya namun…

“Menjauh!! Atau kau ingin aku tendang…” Siwon hanya menghela nafas. Dia masih sayang dengan anggota tubuhnya.

“Okey!! Okey!!”

******

Sudah hampir satu minggu Kyuhyun tidak bisa di hubungi. Setelah dia merampok habis isi dompet Siwon tentunya. Siwon di buat gila.

“kalian baca koran pagi ini?” Changmin dan Kyuhyun mengelengkan kepala. “Anak perusahaan Grup Lee Wen construction mengalami kebangkutran dan aku dengar Grup Lee Wen di China dalam proses.”

“Benarkah? Bukan itu perusahaan besar?” Changmin seakan tak percaya. “Ahh.. Mungkin itu karma atas kelakukan kriminal putrinya atau Grup Choi yang melakukanya. Mengerikan” Hyukjae hanya mengangkat kedua bahunya.

“Kau lagi banyak uang?” Hyukjae bertanya dengan hati-hati. Hari ini mereka bertiga berjanji bertemu dan Kyuhyun memesan makanan seperti orang gila. Pria itu hanya mengangguk. Pasalnya masih ada makanan di mulutnya. “Kau akan meledak bila makan sebanyak ini.”

“Ada cacing pita yang akan membantuku menghabiskanya.” jawabnya dengan santai. “Benarkan?” Kyu menghadap Changmin yang hanya terdiam lesu. “Kau ini sebenarnya kenapa?” sejak tadi pria itu hanya diam dan wajahnya pucat pasih. “Kau sakit…”tanya lagi.

“Kau bisa diam. Aku sedang tak napsu makan atau pun bicara…”ketusnya.

“Lalu kenapa kau ketus begitu?”

“Siapa yang ketus?”

“Kau cacing pita. Apa karna Yunho belum memintamu kembali kau jadi begitu. Lalu kenapa kau meminta putus?”

“Sialan!! kenapa kau menyebutkan namanya di hadapanku. Kau…kau sendiri yang munafik. Kau masih membutuhkan suamimu tapi kau pura-pura tak perduli. Segala kebutuhanmu masih di penuhi suamimu bukan?”

Hyukjae hanya terdiam dengan menoleh kekanan dan kekiri.

“Yah!! kau pikir keluargaku benar-benar miskin. Orang tuaku masih mampu membiayahi kebutuhanku.”

“Oh…ya!! siapa yang akan percaya dengan anak manja sepertimu. Kau hanya memanfaatkan mereka untuk kepuasanmu. Suamimu,keluargamu… Apa menurutmu aku tidak tahu kau sudah kembali dengan Siwon? Karna itu kau banyak uang.”

BRAKS!!

Kyuhyun memukul meja dan berdiri dengan pandangan menyalang. “Kenapa? Aku bicara benar bukan? Kau.. Itu hanya pria manja yang tak bisa apa-apa. Kau itu hanya memanfaatkan semua. Bahkan suamimu hanya sebagai temeng. Kau takut jadi miskin. Kau itu pria tak berguna yang tak bisa menyelamatkan keluargamu sendiri.”

PLAAKKSS!!!

Changmin terdiam ketika Kyuhyun tiba-tiba menamparnya di depan umum. Semua menatapnya. Pria itu sudah menangis. Ternyata keputusan Hyukjae benar untuk menghubungi Donghae dan Siwon untuk segera masuk. Keadaan semakin memanas. Changmin baru sadar dengan apa yang dia ucapkan itu pasti menyakiti sahabatnya. Tapi dia sudah terlanjur mengucapkanya.

“Aku membencimu…” Kyu menghapus air matanya lalu mengambil tas dan berlari keluar. Siwon yang baru sampai langsung mengejar istrinya sedangkan Donghae menghampiri Changmin dan Eunhyuk.

“Ya Tuhan!! Apa yang baru aku katakan…?” Changmin menutupi wajahnya dengan telapak tangan. “Bagaimana aku bisa melampiaskan amarahku padanya…?”Changmin menunduk lemas sebelum dia jatuh pingsan.

“Changmin….” Hyukjae sontak menangkapnya dan Donghae segera meminta bantuan.

*****

Kyuhyun masih terus berlari walau Siwon masih terus memanggilnya.

“Baby…” Siwon berusaha meraih pergelangan tangan istrinya walau selalu di tepis. “Baby..” Siwon mencengkeramnya kuat dan menarik kedua bahu istrinya untuk menatapnya.

“Aku sudah tak tahan lagi!!”

“HUuh…”

“Kita tak bisa seperti ini terus, sementara aku terus-terussan di hina dan di caci orang-orang.”

“Kyu…Kyunnie…”

“Aku ingin kita bercerai…”

“Apa?” Siwon kebinggungan. “Kau ini kenapa? Ini bukan penyelesaian.”

“Bukan semua orang mengira kita akan bercerai jadi akan lebih mudah. Lagi pula sampai kapan kita akan bersembunyi dari keluaragaku. Ini saja sudah membuatku frustasi!”

“Kalau begitu,kapan kita bertemu dengan orang tuamu dan kakakmu?” sentak Siwon dengan kesal.

“Tidak semudah itu. Banyak hal yang perlu kita pertimbangkan. Perasaan Nunnaku… “

” Lalu bagaimana dengan perasaanku? Kita baru kembali,Kyu. Jangan main-main dengan ucapanmu. Kita bukan lagi pacaran yang dengan mudahnya kau berkata putus.”Siwon dengan kesal mengucapkan. Istrinya selalu mengucapkan dengan mudah kalimat itu.

“Aku serius. Aku akan mengurusnya besok. Aku akan buktikan aku bisa hidup tanpamu.” ucapnya tegas.

“YAH!! Kau…lalu bagaimana aku? Kyu, kau bertengkar dengan Changmin kenapa aku yang jadi kenak imbasnya? Ayolah!! Ini bukan leluconan.”

“Aku tak mau jadi anak manja. Aku akan buktikan pada semua kalau ..hiks… Bisa membantu keluargaku sendiri tanpamu.”

“Kau sedang bicara apa?”

“Semua memujimu hebat sedangkan aku…? Semua mencemohoh. Nunna bekerja banting tulang di negeri orang untuk melunasi utang keluargaku. Sedangkan aku… Aku hanya pria malas.” Kyuhyun tak mampu menahan air matanya. Dia pun bersimpuh di tanah. ” Aku tidak pernah berpikir ketika kita kembali semua akan baik-baik saja. Aku lupa… Benar-benar lupa. Harusnya ketika aku melarikan diri waktu itu aku tidak mengambil jalan kembali. Cho Kyuhyun memang bodoh… Seharusnya aku tidak boleh mendengarkan cintaku padamu. “Siwon tak tega melihat istrinya terpuruk. Masalah yang sama yang membuat mereka terpisah. Apa tak bisa masalah ini di hentikan? Siwon bosan menjelaskan pada istri dan keluarga Cho.

“Bukan sudah aku bilang pura-puralah tidak mendengar. Cukup dengar cintaku. Kenapa kau masih keras kepala?”

“Ku mohon biarkan aku pergi kali ini. Aku sudah tak tahan…Bahkan kali ini sahabatku sendiri. Ini untuk kebaikan kita.”Kyuhyun menunduk lemas dengar air mata yang tiada hentinya mengalir. Tiba-tiba pandanganya buram dan semua menjadi gelap.

“Kyuhyun…”

*****

“Kenapa kalian masih disini? Bagaimana Kyuhyun?” Changmin yang baru saja siuman.

“Siwon yang mengejarnya. Kau…”

“Pasti dia membenciku.” Hyukjae terdiam. “Bagaimana mulutku selalu melukai dia… Padahal dia sahabatku…”Changmin kembali menangis.

“Chang, kenapa kau tak bilang bila sedang hamil.” Changmin sontak menatap sahabatnya.”Apa Yunho tahu?” desak Hyukjae.

“Kalian tidak memberi tahu siapa pun kan? Iya kan…” setak Changmin.

“Jadi… Lalu bagaimana nanti anak itu bila Yunho tidak tahu keberadaanya.”

“Kami sudah putus dan itu berarti tanggung jawabku sendiri. Sekarang kalian pulanglah. Aku butuh sendiri.” ucap Changmin.

“Min…”

“Sudahlah!! biarkan dia istirahat dulu dan besok kita kembali.” Donghae menggegam tangan Istrinya dengan erat lalu dengan mudahnya Hyukjae mengangguk. “Kami pulang dulu. Kau istirahatlah!! Bila kau memperlukan sesuatu. Panggil kami.”

Changmin mengangguk, “Gomawo.” Donghae dan Hyukjae mengangguk sebegai jawaban lalu pergi meninggalkan Changmin yang terdiam dengan membelai perutnya

*****

Siwon berdiri menjauh ketika melihat layar ponselnya. Sejak tadi istrinya belum sadarkan diri. Dokter bilang Kyuhyun hanya sedang mengalami tekanan. Tidak ada penyakit serius membuatnya mampu bernafas lega.

“Bagaimana?” Siwon bicara dengan pelan. Dia tak ingin mengambil resiko. ” Cepat bereskan!! Aku tak ingin ambil resiko. Jadi percepat rencananya.”Siwon melirik ke arah ranjang dan terlihat Kyuhyun mulai mengeliat pelan. “Nanti aku hubungi lagi…” Siwon buru-buru mematikan sambungan teleponya. Siwon tersenyum kecil menatap istrinya baru membuka mata. “Apa yang kau rasakan?” tanya dengan lembut.

“Dimana aku?” Kyu memengangi kepalanya.

“Di rumah. Apa ada yang terasa sakit?”

“Kenapa tubuhku lemas tak bertenaga?”Kyuhyun berusaha bangun namun gagal.

“Kau mau kemana? Aku akan ambilkan?”Siwon membelai wajah pucat istrinya.

“Pulang… Aku ingin pulang…” Siwon tak menjawab. Dia hanya membelai wajah istrinya dengan lembut. “Dimana tasku…aku ingin pulang…” Kyuhyun berusaha menghindari belaian wajah dari suaminya.

“Kau masih sakit. Jangan terlalu banyak begerak…”

“Aku hiks…ingin pulang..hiks…” rengek Kyuhyun.

“CUP”

Siwon mengecup kening istrinya.

“Ini rumahmu. Kau ingin pulang kemana? istirahatlah!!!” Siwon kembali membelai wajah istrinya. “Bagaimana kalau kita berlibur setelah kau sembuh? Kau ingin kemana? Atau seharian akan aku temani main game. Hemm!!” Kyuhyun tetap menangis dan mengelengkan kepala. “Lalu kau ingin apa?”

“Pulang…hiks… Aku tidak mau disini lagi..pulang..hiks” rengeknya.

“Kau sedang sakit, mana mungkin aku bisa tenang berjahuan denganmu sayang…”Kyuhyun tetap menangis. “Cepatlah sembuh. Nanti akan aku antar kau pulang. Bagaimana?” Kyuhyun tetap mengelengkan kepala. Kepalanya masih berdeyut sakit. “Sekarang kau makan dulu dan minum obat. Kita bicarakan lagi nanti…” ketika Siwon beranjak pergi,Kyuhyun menahanya. “Ada apa?” Siwon kembali duduk di tepi ranjang. Kyu hanya terdiam,”Bila kau masih merengek minta pulang. Aku tak bisa. Untuk kali ini aku akan keras kepala. Kau masih demam, jadi turuti apa kataku.” tegasnya.

“Aku bisa menjaga diriku sendiri.”

“Kau tidak ingin melihat aku marah bukan? Jadi menurutlah! Aku akan ke dapur untuk menghangatkan buburmu lalu kau harus minum obat.” Siwon pun langsung berdiri dan berjalan keluar kamar. Kyuhyun hanya terdiam memplout bibirnya.

Kyuhyun sejak tadi hanya terisak tangis. Siwon sudah kehabisan kata-kata untuk membujuk istrinya makan. Demamnya pun semakin tinggi membuat dia kelabakan.

“Okey!! Aku antar pulang tapi habiskan dulu makananmu dan minum obatnya.” Kyuhyun menatap suaminya. “Sekarang buka mulutmu…” perintah Siwon. Kyuhyun yang masih segukan pun membuka mulutnya. Siwon menghapus air mata yang masih tersisa dipipi istrinya. “Jangan menangis lagi…”

.

.

“Aku antar sampai dalam ya?” Kyu mengelengkan kepala lalu segera membuka pintu mobilnya. Siwon masih khawatir sontak mengikuti.

“Kenapa kamu turun?”

“Kau saja sempoyongan bila berjalan. Aku papah ya..”

“Jangan! Nanti ada yang melihat. Kau masuk saja lagi, aku bisa sendiri.”

“Tapi…” Kyuhyun tetap mengelengkan dan berusaha menyeret tubuhnya yang lemas agar segera sampai di pintu gerbang rumahnya. Siwon hanya bisa menatap sendu punggung itu menjauh.

*****

Lagi, Siwon di buat gila karna Kyuhyun. Dalam satu minggu ini,pria cantik itu tidak bisa di hubungi. Dia sudah minta tolong dengan Hyukjae tapi tetap saja dia tak tahu kabarnya. Hari ini dia sebenarnya ada rapat dengan appa Cho, tapi sejak awal pria baru baya itu datang Siwon belum berani bertanya. Konsen? Tidak ada dalam kamus Siwon saat ini. Tapi melihat wajah tenang Appa Cho Hangeng sedikit memberikan jawaban bilaChoi Kyuhyun baik-baik saja.

“Appa…”sapa Siwon ketika rapat sudah berakhir.

“Kau memang selalu handal melakukannya.” puji Hangeng.

“Appa jangan terlalu memuji. Ahh… Iya bagaimana kabar Heachul umma?”

“Baik. Ada apa?”

“Huh?”

“Ada apa? Tumben kau tanya kabarnya? Atau kau hanya ingin tanyakan kabar Kyunnie?” Siwon sontak membulatkan mata. “Kau pasti sudah dengar dia demam. Ah.. Anak itu. Paginya dia baik-baik saja dan terlihat bersemangat. Tiba-tiba dia jadi demam dan lebih pendiam.” cerita Hangeng.

“Apa…?” Siwon sedikit ragu melanjutkan ucapanya.

“Kau ada waktu siang ini?”

“Huh?”

“Bila ada mampirlah untuk makan siang di rumah. Sudah lama kita tidak makan bersama.” Siwon tercengo lalu tersenyum mengiyakan ajakan appa Cho.

*****

Kyuhyun membuka beberapa makanan ringan dan minuman. Kedua kakinya di naikan ke atas sambil melihat acara Tv dengan serius. Pria itu baru bangun ,masih ada lendir diujung mata dan jejak air liur di ujung bibirnya. Pyama hijau pun terlihat lusuh, belum lagi rambut yang berantakan.

“CHO KYUHYUN… Kecilkan suara TV nya.” sentak Heachul dari meja makan. Wanita cantik itu sedang menyiapkan makan siang.

“Tutup telingamu saja Ummaku sayang…” jawab entang Kyuhyun.

Heachul pun berjalan mendekat, “Demi Tuhan! Kau… Lihat dirimu! Bagaimana kau bisa hidup sayang?” Kyuhyun menadahkan wajahnya melihat ibunya dengan tampang polos, “Cepat mandi! Sudah hampir satu minggu kau tidak mandi. Lihat! bahkan kau belum menghapus jejak air liurmu. Ya Tuhan,Kyunnie” omel panjang lebar ibunya.

“Umma… Masakkanmu hangus…” ucapnya santai.

“YAH!! terserah! Jangan salahkan umma…” wanita itu pun berlari ke dapur menyelesaikan sisa masakannya. Kyuhyun hanya mendengus lalu kembali fokus ke TV.

TING!! TONG!!

“Umma… Ada yang datang…” teriak Kyuhyun.

“Kau tidak lihat umma sedang sibuk. Kenapa kau tidak bukakan saja.”

“Aku belum sikat gigi umma.” jawabnya lagi.

“Demi Tuhan,Kyu. Kenapa kau jorok sekali? Cepat bukakan pintunya.”

Kyuhyun memplout bibirnya dan berjalan dengan sempoyongan menuju ruang tamu. Sungguh matanya ingin melompat ke luar ketika melihat siapa yang datang.

“Siwon kenapa tidak langsung masuk saja.” Hangeng yang baru datang sontak menepuk pundanya. Pria berlesung pipi itu tersenyum sedangkan pria manis itu baru saja sadar dari terkejutnya sontak berlari. “Kenapa dengan dia?” Hangeng terheran melihat tingkah ajaib putranya. “Ayo masuk!” Siwon pun berjalan mengikuti appa Cho. Hatinya sedikit lega mampu melihat istrinya.

“Kalian sudah datang. Pantas Kyunnie mengomel tadi.”

“Umma…” Siwon sontak memeluk ibu mertuanya dan di sambut hangat oleh Heachul. Tidak ada yang berubah.

“Anak nakal! Kau tidak rindu dengan masakan buatanku…”

Siwon melepas pelukanya. “Tentu rindu umma.” jawabnya.

“Apa kalian melupakanku?” Hangeng terlihat kesal. Pasalnya dia akan kehilangan perhatian istrinya bila ada siwon disini. Mereka bertiga tertawa lalu dengan semangat Heachul menarik Siwon menuju meja makan.

Sedangkan di ruangan lain. Terlihat pria cantik itu mengumpat kesal. Dia membongkar isi lemarinya untuk berganti baju. Dia sudah benerapa kali membersihkan dirinya agar tubuhnya wangi. Menyisir rambut sampai rapi dan tentunya sedikit memberikan mewangian di sekitar leher. Dia tersenyum bangga. Dia masih terlihat sempurna. Pria itu segera berjalan cepat. Dia jadi teringat ketika kencan pertama mereka dulu. Kyuhyun harus meminta tolong pada nunnanya untuk memilihkan baju. Eh.. Bukan satu minggu yang lalu ada yang bilang ingin bercerai?

“Kau darimana saja sayang?” Hangeng yang melihat putranya datang lansung melontarkan pertanyaanya.

“Tentu saja dia mandi. Demi Tuhan!! dia sudah satu minggu tidak mandi dan menganti pyamanya. Karna itu dia berlari ketika melihat Siwon datang.”

“UMMA…” sentak Kyuhyun dengan rengean manja.

“Ada apa? Kenapa kau malu? Bukan seharusnya Siwon sudah tahu keburukanmu semua.” ketus Heachul.

“Umma…”

“Umma berhentilah mengodanya.” bela Siwon. Dia sudah melihat kyuhyun malu dan tertekan. Dia tak ingin membuat istrinya jatuh sakit lagi. Kyuhyun hanya memplout bibirnya dan menyambar ayam di meja lalu melayapnya.

“Kyunnie…baca doa lebih dahulu…” ucap appa cho dan Siwon bersamaan.

“Itulah kenapa kau tak bisa jauh dari mereka.” cetus Heachul dengan acuh. Tapi Kyuhyun tak memperdulikan teguran itu.

.

.

Heachul dan Hangeng terlihat asik menatap Siwon dan Kyuhyun yang duduk berdua di ayunan. Mereka ingat betul bagaimana kencan mereka berjalan. Sungguh mereka tak menyangka akan berjalan sejauh ini. Sebenarnya kedua keluarga itu tak berniat menjodohkan anak-anak mereka. Sungguh!! Hanya takdir berkata lain. Persahabatkan merek menjadi keluarga.

“Kau ingin menjodohkan mereka kembali?” Heachul melihat suaminya yang terdiam dengan satu pandangan.

“Kapan kitapernah menjodohkan?” jawabnya enteng.

“Kibum tak akan suka.” cetusnya.

Hangeng sontak menatap istrinya. ” Dia mencintai adiknya. Jadi mana mungkin dia akan menyerahkan adiknya lagi pada Siwon?” lanjutnya.

Hangeng meraih pundak istrinya dan memeluknya. ” Aku pun mencintainya. Mana ada keluarga yang ingin salah satu keluarganya menderita. Karna itu aku memberikan kebebasan mereka.” Heachul menadahkan wajahnya.

” Jadi kau merestui mereka kembali?”

“Huh? Siapa yang bilang? Aku hanya melihat ketulusan Siwon dan cinta putraku. Merestui ada poin akhir dalam hubungan.”

“Bagaimana dengan Kibum? Dia tak akan suka. Bahkan waktu kita mengujunginya. Dia meminta kita mengawasinya.”

Hangeng mengecup kening istrinya dengan lembut dan lama. Heachul memejamkan mata. “,Biar waktu yang menjawab hubungan mereka. Bagaimana pun kita berusaha memisahkan, Tuhanlah penentunya jadi biarlah Tuhan juga yang memberikan jalan. Kau, aku, bahkan putri kita tak berhak mengaturnya. Siwon dan Kyuhyun sudah dewasa.sewajarnya mereka menentukan hubungan mereka sendiri.”

“Itu kenapa aku mencintaimu?”

“Huh?”

“Jangan tinggalkan aku.”

“Kita berdoa saja ke pada Tuhan. Minta terbaik untuk kita dan keluarga. Aku akan selalu berusaha mencintaimu setiap harinya dan semoga Tuhan selalu menguatkan keinginanku.” Heachul mengangguk dengan senyuman. Dan pada akhirnya mereka saling mengecup satu sama lain.

.

.

Kyuhyun sejak tadi memainkan jarinya tanpa berani menatap Siwon yang terus menatapnya. Tiba-tiba Siwon mengulurkan tanganya.

“Mau apa kau?” teriak Kyuhyun yang langsung menghindarinya.

“Tentu mengecek suhu tubuhmu.” Kyu hanya memplout bibirnya. “Kenapa tidak pernah mengangkat telponku?”

“Aku tidak punya pulsa.” jawabnya dengan membuang muka. Kyuhyun tak berani menatap Siwon sama sekali. Jantungnya akan bekerja dua kali lipat bila bertemu dengan siwon.

“Apa hubungannya? Kau hanya mencari alasan untuk menghindar sajakan?” Kyuhyun terdiam. Kilatan matanya membuat Kyu tak bisa berkutik. Siwon kesal denganya. Siwon meraih tangan Kyuhyun namun dia langsung menolak. “Wae..?” Siwon terlihat tak senang dengan penolakan istrinya.

“Bukan kau harus kembali bekerja. Nanti appa choi akan memecatmu bila kau tidak segera kembali…” Kyu berusaha mengalihkan topik.

“Aku tak perduli. Itu bukan lebih baik. Sekarang untuk apa aku bekerja keras kalau tak ada kau di sampingku.”

“Apa hubunganyaa? Kamu terlalu manja. Bagaimana kalau aku sudah menikah lagi? Kau tak bisa bertemu denganku secara bebas…”

Siwon tertawa, “Apa yang kamu tertawakan?” sentak Kyu.

“Tidak.” tapi dia masih menahan tawa. “Bagaimana bila kita pergi saja? Nonton misalnya.”

“Ah… Ada drama musikal bagus sabtu besok tapi…”

“Okey.”

“Tapi tiketnya mahal. Sudah lupakan saja.”

“Apa uangmu sudah habis?” Siwon membelai wajah pucat nan ayu itu.

Kyuhyun kembali menghindar,”Ahh… Aku lupa belum mengembalikan uangmu…” Kyuhyun langsung berdiri nanun di tahan.

“Mau kemana?” Kyu kembali duduk.

“Mengambil dompet untuk mengembalikan uangmu yang aku rampok minggu lalu…”

Siwon membelai punggung tangan Kyuhyun membuat Kyuhyun mengigit bibirnya. “Kalau kau ingin kembalikan jangan kembalikan setengah-setengah. Kembalikan semua…”

“Iya. Memang sudah ada yang aku pakai tapi aku sudah menggantinya.” Kyu menaikan intonasi suaranya.

“Baik kembalikan sekarang.”Siwon semakin mendekatkan wajahnya.

Kyuhyun mengedipkan mata lucu ketika Siwon dengan santainya mendekatkan wajahnya. “Mundur… Biar aku ambilkan…”

“Kau mau mengambilnya dimana? Kau sudah merampok hatiku habis-habisan. Sampai bernafas saja aku harus berpikir. Dengan rakus kau mengusahi pikiranku. Jadi sekarang kembalikan semua. Hatiku,pikiranku, dan jiwaku. Kau harus bertanggung jawab.” Kyu masih menatap imut. “Jadi kapan kau kembalikan?” kini Siwon benar-benar tepat 5cm di hadapan wajahnya.

“Bagaimana aku mengembalikannya? Aku hanya mengambil uangmu berapa juta won saja.” cicitnya.

“Cup!!

Kyuhyun membulatkan mata. Ini di rumahnya. Bagaimana bila orang tuanya melihat. Dia langsung menutupi bibirnya dengan telapak tanganya.

“YAH!! kau…”

“HUM? Apa?” dengan nada santai.

“Kenapa kau menciumku?”

“Memang kenapa?”

” Harusnya…”Kyuhyun kehilangan kata-kata. “Siwon jangan menatapku seperti itu.”

“Sampai kapan kau menyakitiku? Kau tahu aku mencintaimu, tapi semakin itu kau berusaha menghancurkanku. Sampai kapan? Aku sudah banyak berkorban padamu.”

“Karna itu… Aku akan benar -benar meninggalkanmu. Jangan temui aku lagi agar aku tak melukaimu.”

“Sampai kapanpun kau akan aku cintai. Mianhae… Aku tak bisa melepasmu.. Aku tak bisa mengantikanmu… sampai kapanpun.” Kyu menghela nafas. “Sudahlah!! Aku tak ingin kau sakit lagi. Aku pergi dulu…” Siwon melepaskan gegaman tanganya lalu berdiri turun dari ayunan.

Kyu menatap sejenak,”Wonnie…” Siwon berbalik. ” Jangan terluka karna aku…” cicitnya.

“Tapi bukan kau sudah melakukannya…” jawabnya.

“Mianhae…” kini Kyuhyun menangis. Air matanya meleleh.

“Tak ada yang perlu di maafkan. Ini semua juga salahku,terlalu percaya diri menyerahkan hatiku.”

“A…aku…”

“Jangan terlalu di pikirkan. Jangan sakit lagi, itu saja. Bila dengan pergi dan memberi waktu padamu bisa meringankan beban di dadamu. Aku akan pergi. Berat melakukanya. setidaknya kau akan bahagia

“Mana mungkin aku bisa bahagia… Kau terluka karna aku. Aku datang dan pergi… Aku seperti orang bodoh yang menangis berlahan dalam hati. Sebenarnya hanya kau satu-satunya yang aku cintai. Kau satu-satunya yang mengisi hatiku. Aku pun tak bisa hidup tanpamu. Tapi aku tak bisa melakukan apa-apa. Mari kita hentikan ini.”

“KENAPA KAU KATAKAN ITU? KAU SEMAKIN TAK BISA MEMBUATKU PERGI. PRIA BODOH!!” Siwon menariknya dalam pelukanya. Kyuhyun menangis dan memeluk Siwon dengan erat. Dia tak perduli bila orang tuanya melihat. Dia sangat mencintai pria ini.

“Aku takut… Tapi aku tak bisa bila tak bersamamu…”

“Kita lakukan secara berlahan. Tak apa untuk sementara kita bersembunyi dari dunia dan kau harus tetap menulikan telinga ketika mereka mengkatakan apa pun.” Kyuhyun mengangguk lalu melelaskan pelukan.

“Aku masuk dulu. Aku takut bila appa dan umma curiga. Kau pura-pura mencari mereka.” Siwon mengangguk.

.

.

Kyuhyun berjalan masuk terlebih dahulu.

“Ahjumma…”

“Iya Tuan muda.”

“Mana umma dan appa?”

“Mereka pergi dari tadi,tuan muda.” Kyu memplout bibirnya,”Ada perlu apa lagi,Tuan” Kyuhyun mengelengkan kepala lalu berlari ke kamar. Pria cantik itu mengambil ponselnya.

“Appa…”terikanya ketika sambungan teleponya terhubung. “Bagaimana kalian bisa meninggalkan putranya sendirian di rumah dengan orang asing? Bagaimana bila aku di apa-apakan? Kalian orang tua aneh.” omel Kyuhyun.

‘Memang Siwon akan melakukan apa padamu?’

‘Mungkin pelecehan atau penculikan. siapa tahu dia akan memperkosaku? Appa, sebenarnya kalian dimana?”

‘Hai, anak manja. Siapa yang akan menculikmu? Siwon akan pikir panjang untuk menculikmu. Kau sudah banyak makan,merepotkan, bahkan bila dia membuatmu pingsan. Dia akan sakit punggung malam harinya. Pelecehan? Bahkan di luar sana banyak yeoja yang lebih menarik daripada kau.”

‘Umma…’rajuknya.

‘Jangan cengeng. Lagi pula disana banyak pembantu dan satpam. Kau tinggal berteriak saja. Umma dan appa sedang ada urusan.”

Klik!

Sambungan teputus secara sepihak. Kyu memplout bibirnya.

“Kalian tak punya perasaan.”

“Siapa yang orang asing? ” Kyuhyun membalik tubuhnya dengan malas. Bibirnya masih memplout lucu. “Lagi pula apa yang menarik dari pria gembul sepertimu? Tidak ada hal yang menarik yang di pertontonkan.” ucap Siwon dengan nada kesal.

“KAU!” sentaknya. “Apa kau bilang? Gembul? Lalu kenapa kau masih mengejarku? Memang aku gembul, aku merepotkan… Lalu kenapa kau masih mau? Bila aku memang tak menarik untukmu.” Siwon tersenyum lalu berjalan mendekat. “TOLONG!!! ADA MALING!! TOLONG!!” teriak Kyuhyun spontan. Siwon mengerutkan keningnya. Tak lama pembantu dan satpam berhamburan datang dan Kyuhyun melipat tangan di dada.

“Tuan muda… Mana malingnya?” tanya salah satu satpam.

“Itu di depan kalian. Bawa dan laporkan ke polisi.” perintahnya.

“Tapi… Bukan itu tuan muda Siwon…” jawab ahjumma.

“Kalau iya kenapa? Dia masuk kamarku sembarangan. Tangkap dan bawa dia ke penjara. Kasuskan atas pelecehan dan perampokan.” kata Kyuhyun.

Siwon menghela nafas lalu berjalan mendekati Kyuhyun. Pria itu berjalan mudur sampai terhimpit dinding. Semua mata menatap tanpa berkedip.

“Kenapa kalian diam saja?” teriaknya.

“CUp!”

Kyu membulatkan mata tak percaya. “YAH!!”

“Kau ingin lagi?” Kyu menutup bibirnya dengan telapak tanganya. “Kenapa hari ini kau bawel sekali?” Kyu tak menjawab namun tetap siaga.”Aku pulang dulu. Sampaikan salamku untuk umma dan appa. Jangan sakit lagi ya!” Siwon membelai rambut ikal istrinya lalu mengecup kening Kyuhyun. “Saranghae.” bisiknya lalu pergi dengan santai melintasi gerumbulan orang yang menatap horor ke arah mereka.

“Kalian akan aku pecat semua.” Kyuhyun kesal dan membating pintu kamarnya. Dia mengambil nafas dalam lalu menenangkan detak jantungnya. “Sial!! Padahal ini bukan pertama kali kita berciuman tapi tetap saja jantungku begini…”gumamnya.

*****

Siwon terlihat semangat pagi ini. Pasalnya istrinya menyetujui bertemu hari ini. Setelah di bujuk paksa tentunya. Tapi pagi ini dia harus rapat dengan ayah mertuanya.

“akhirnya aku bertemu lagi dengan Choi Siwon yang penuh wibawa dan energi.” goda sang ayah mertua ketika melihat Siwon terlihat semangat dan penuh wibawa.

“Appa… Bisa saja memuji. Pantas setiap kerja sama yang appa ajukan selalu di terima baik oleh grup Choi.” jawab Siwon.

Saat ini rapat telah berakhir dan mereka masih di ruangan berdua.

“Bagaimana dengan makan siang berdua? Rasanya sudah lama. Istriku akan mengatarkan makanan sebentar lagi.”

“Mianhae appa. Bukan aku tak mau? Tapi aku ada pertemuan dengan clien penting siang ini dan tidak bisa di tunda. Aku lupa bila pagi ini aku juga ada rapat.Ya..Tuhan!” sudah hampir pukul dua belas. Appa…”

“Tak apa. Tapi lain kali kau harus mau.”

“Tentu.”

Setelah membereskan dokument mereka bergegas keluar ruangan.

“Appa…” suara khas itu membuat dua namja itu sontak menoleh. Hangeng sontak melentangan tangan menyambut putra cantiknya.

“Kenapa kau yang datang? Mana ummamu?” tanya Hangeng.

“Dia pergi bersama wanita-wanita genit itu dan menyuruh anakmu yang manis ini mengantarkanya.” keluhnya.

Hangeng tersenyum lalu membelai rambut putranya,”Appa, kenapa dia ada disini?” Kyu menujuk Siwon dengan wajah cuek.

“Kita baru saja ada rapat. Kau naik apa kemari?”

“Huh?” Kyu sontak menatap ayahnya dengan wajah polos,”Taksi.” jawabnya.

“Tunggu appa di ruangan.” Kyuhyun tersenyum lalu mengangguk. Siwon memplout bibirnya. “Siwon,bukan kau ada janji penting?”

“Huh?” Siwon hanya tercengo. Hatinya nelangsa. Apa yang harus dia lakukan? pura-pura membatalkan janji dan menerima ajakan makan ayah mertuanya. Ah.. Bagaimana ini?

“Siwon…”

“Oh… Iya. Aku pergi dulu. Kyu, aku pergi dulu.” pamit Siwon.

“Bodoh!!” ketusnya. Lalu berjalan menuju ruang ayahnya. Siwon hanya tersenyum kecut lalu berjalan menuju lif. Dia mengambil ponsel dari saku celana.

TO : BabyKyunnie

“Aku tunggu di parkiran.”

SEND

.

.

Kyuhyun sibuk dengan kotak-kotak makanan milik ayahnya. hangeng tersenyun melihat putranya yang kerepotan karna ulahnya.

“Appa, Kyu pulang dulu ya…” pamitnya.

“Kau tak temani ayah makan?”

“Tapi tadi aku sudah makan. Appa makan sendiri saja ya?”

“Anak nakal. Biasanya ibumu akan menemani ayah. Temani ayah ya…” Kyu memplout bibirnya lalu mengangguk mengambil supit dan melahap telur dadar.

Selama makan Kyu terus saja sibuk dengan ponselnya. Hangeng tertawa kecil tanpa sepengetahuan putranya.

“Kau ada janji sayang?”

“Aniyo appa.” dia kembali sibuk dengan ponselnya.

“Lalu kenapa sejak tadi kau sibuk dengan ponselmu?”

“Huh?”

“Suruh saja dia masuk. Apa tak kasihan bila menunggu di parkiran?”

“Siapa appa?” tanya santai.

“Siwon.”

“Uhukk!!!”

Kyu hampir mengeluarkan isi mulutnya ketika ayahnya menyebut nama Siwon. Dia membulatkan mata.

“Wae? Apa ayah benar?” Kyu hanya mengedip-ngedip mata. “Pergilah!! Kasihan dia sudah lama menunggu.”

“Appa…”

“Wae? Kau tak ingin pergi?”

“Aino appa. Tapi…”

“Itu hidupmu sayang. Appa tak berhak mengaturnya. Appa hanya inginkan anak-anakku bahagia, aku mencintai kalian. Selama Siwon benar menjaga dan mencintaimu. Appa mengjijinkan.” Kyuhyun tersenyum bahagia lalu langsung menghamburkan pelukan. “Kau sumber kebahagian appa. Jadi apa pun bila itu membuatmu tersenyum. Appa tak bisa melakukan apa pun.”

“GOMAWO appa.” girangnya. Hangeng membelai punggung putranya lalu melepaskan pelukannya. “Aku pergi dulu. Jangan bilang pada umma dan nunna. Aku takut!!” Hangeng mengangguk setuju. Lalu pria itu mengecup pipi ayahnya sebelum berlari keluar.

*****

Siwon sudah mengumam kesal dari tadi. Hari ini dia ingin bertemu istrinya sebelum besok dia pergi tugas ke luar negeri selama beberapa hari. Andai saja dia bisa mengajak istrinya dia tak akan kebakaran jenggot. Pintu mobil terbuka dan Kyuhyun duduk di sampingnya. Siwon tersenyum.

“Apa kau mengkatakan sesuatu pada Appa?” sentaknya dengan wajah kesal.

“Huh? Tentang…?” Kyuhyun menatap suaminya dengan marah. “Baby… Jangan mulai lagi. Belum cukup kau tidak mau bertemu denganku beberapa hari dan sekarang kau ingin hari ini kita bertengkar?” wajahnya sudah nelangsa.

“Appa mengetahui kau menungguku di parkiran. Kau mengkatakan sesuatu?”Siwon menggelengkan kepala. “Bohong!!”

“Demi Tuhan!! Aku tidak mengkatakan apa pun. Baby, mana mungkin aku mengingkarinya.”

“Lalu darimana appa mengetahuinya..” dia memplout bibirnya.

“Bukan itu lebih bagus.” Kyu melotot menatap Siwon. “Berarti appa merestui kita sayang…”dia membelai wajah cantik itu.

“Tapi tetap saja nunna dan umma belum memberikan ijin.” dia memalingkan wajah.

“Tak apa. Kita lakukan secara berlahan.” Kyuhyun mengangguk. “Kita akan kemana dulu?”

“Tentu saja makan. Aku sudah kelaparan. Pokoknya nanti aku akan makan banyak.”

“Apa pun untukmu sayang..” Siwon tersenyum membelai wajah istrinya.

*****

“Untuk apa kau ingin bertemu denganku?” tanya Kyuhyun.

“Aku benar-benar membencimu.” Kyuhyun terdiam menatap wanita cantik itu. “Dari saat pertama kali aku melihatmu aku tahu kau tak benar-benar mencintai Siwon.”

“Antara aku dan Siwon tak ada ruang untukmu.” tegasnya. ” Aku kasihan padamu. Kau wanita hebat dan berkelas. Berpendidikan tinggi. Aku jadi iri tapi disisi lain aku juga merasa kasihan. Karna kepercayaan dirimu yang tinggi kau bisa menghalalkan segala cara untuk mendapatkan yang kau inginkan. Apa dengan begitu kau akan bahagia?”

“Choi Kyuhyun..”Lie wen melipat tangan di dada. “Jangan berwajah malaikat bila hatimu iblis. Aku tak butuh belas kasihanmu walau kini aku sedang menghadapi krisis. , yang terpenting aku tidak memanfaatkan tubuhku untuk menutupi krisis keluargaku.” sinisnya. Kyuhyun terdiam. “Kenapa? Kau menyesali apa yang kau katakan tadi? Huh?”

Kyuhyun tersenyum kecil. “Aku tidak sedang mengkasihimu. Aku bicara tentang kenyataan. Kau… Akan terus seperti itu bila tak pernah ingin berubah.” jawabnya dengan tenang.

“Oh..ya. Wow… Menarik! tapi aku suka tantangan. Bila aku tahu kau meleskanya aku adalah orang pertama yang akan merebutnya.” dia pun sontak berdiri.

“Gomawo…” Liu Wen menghentikan langkahnya. “Gomawo… Karnamu cintaku dan Siwon semakin kuat. Terima kasih kali ini kami akan berjalan dengan hati-hati.” LiuWen mengigit bibirnya lalu berjalan pergi meninggalkan tempat itu. Di tengah jalan dia berpapasan dengan Jiwon namun dia mengabaikanya.

“OPPA…”Jiwon dengan wajah ketakutan menghampiri Kyuhyun yang sedang memejamkan mata. “Kenapa oppa senekad ini?” Kyuhyun menghela nafas lega. ” Oppa Siwon menghubungiku, dan aku segera datang ke mari.”

“Aku baik-baik saja.”

“Tapi… Aku juga khawatir dia akan melukaimu… Oppa tidak makan apa pun.” dia mengelengkan kepala. “Syukurlah!! Umma ingin oppa makan di rumah. Tadi dia ingin ikut tapi aku melarangnya. Aku takut akan jadi tumbah darah.” Kyuhyun tersenyum. “Oppa .. Apa yang lucu?”

“Kajja.” Kyuhyun berdiri mengulurkan tangan. “Umma pasti menunggu kita.” Jiwon tersenyum menyambut ukuran tangan kakak iparnya. Semua sudah kembali dan tergantung bagaimana semua akan berjalan.

*****

Siwon tersenyum bahagia. Kepulanganya dari Paris dia meminta Kyuhyun menemuinya. Lelah? Sudah pasti. Tapi melihat istrinya mampu menghilangkan rasa lelahnya.

“Bagaimana kau bisa menemuinya tanpa seijinku?” kini Siwon tidur di pangkuan Kyuhyun dengan manja. Kyuhyun hanya tersenyum dan membelai rambut suaminya. “Yah! Teruslah tesenyum ketika aku mereka jantungan.” sentaknya.

“Jangan berlebihan. Kita hanya bicara, bukan saling membunuh. Lagi pula, ada Jiwon yang datang menjemputku.” jawabnya dengan santai.

“Kalau aku tidak menghubunginya. Dia tak akan datang.” Siwon menghela nafas dan memejamkan mata menghadap perut istrinya.

“Kyu..”
“Hmm…apa?”
“Kenapa perutmu buncit? Apa kau sedang hamil muda?”
“PLETAKK!!!”
“Jangan bicara sembarangan.” Siwon langsung bangkit dan memegangi dahinya yang mendapatkan pukulan sayang dari istrinya.
“Baby, kenapa kau kejam sekali? Aku hanya bertanya.”
“Sudah. Aku pulang dulu.” Kyu pun turun dari ranjang dan merapikan kemejanya yang berantakan.
“Kau tidak menginap? “Kyuhyun mengelengkan kepala. “Lalu bagaimana aku?”
“Bagaimana apanya?” Kyuhyun menatap heran.
“Aku masih merindukanmu. Kita baru beberapa jam bertemu dan kau pulang. Jangan kejam begini.”
“Lusa atau minggu depan kita bisa bertemu lagi kan?”
“Sekarang kita sudah tak bisa sering bertemu. “Siwon memplout bibirnya. “Kenapa kau jadi bekerja? Apa kurang uang yang aku berikan? Ayolah sayang…”
“Sudah jangan brisik antar aku pulang.” Siwon masih terdiam di atas ranjang. “Wonnie…” rengeknya.
Siwon tersenyum tipis. “Aku lupa memberikanmu oleh-oleh.” Siwon turun dan membuka kopernya. Kyuhyun terdiam menatap suaminya. “Chancha…” lelehan karamel itu sontak berbiar-binar.
“Red Wine.” Siwon mengangguk. “Itu… Pasti mahal. Aku tahu merek ini. Kau membelinya.”
“Tidak. Clienku yang memberikanya padaku.” Kyuhyun melempar tasnya dan berlari keluar menuju bar kecil miliknya. Dia mengambil pembuka botol wine dan gelas. Wajahnya berubah manis dan yang terpenting dia melupakan acara pulangnya. Siwon duduk di sampingnya memperhatikan istrinya yang sedang menikmati aroma minuman anggur merah itu. Siwon mrngambil kaleng bir. “Kau suka.” dia mengangguk lalu menegguknya sampai habis. Siwon membelai wajah cantik itu. “Jangan terlalu banyak. Kau bisa mabuk.” Kyuhyun tak memperdulikanya. Dia malah menyodorkan gelas miliknya pada Siwon.
“Kau harus coba. Ini nikmat sekali.” Siwon pun menengguknya dan Kyu pun tersenyun puas. “Ah… Rasanya seperti melayang…” Kyu mulai kehilangan kendalipada dirinya. “Wonnie….”
“Hmm..” Siwon menatap istrinya. “Wae?” Kyuhyun menatap bibir joker itu. “Baby,kenapa kau diam?”
“Wonnie..” Kyu mengigit bibir bawahnya.
“Apa?” Tiba-tiba Kyuhyun meraup bibir joker itu dengan takus. Siwon awalnya terkejut akhirnya membalas kecupan istrinya. Mereka saling memeluk satu sama lain sebelum istrinya dengan jahil mengoda suaminya. Siwon tersenyum lalu menggendong istrinya ke dalam kamar. Kyuhyun semakin liar dan…. KLIK!! Lampu padam.
****
Tbc Mianhae lama ya .. Hampir 2 bulan kayaknya… Udah ada separuh hilang… Mood nulis lagi gak stabil Oke seadanya ya.. Moga masih ada yang suka Like… Komentar masih di tunggu Kecup kangen…

Advertisements

Author:

Saya manusia biasa Punya salah dan tak sempurna Saya jatuh cinta dengan Wonkyu Tak perduli banyak yang bilang saya gila Bahkan pacar saya... Saya jatuh cinta dengan mereka ♡♡♡♡

40 thoughts on “Tentang Kamu – part 24b

  1. Akhirnya dilanjut jga ffnya .. lama bgt ff ini gk di lanjut . heheeee .. 😀
    wahhh knp pakai acara lampu padam sihh .. wkwkwk .. 😀
    kayaknya Momkyu bakalan hamil .. dahh… 😀 🙂

    Next .. 🙂

  2. Akhirnyaaaa…. Setelah sekian lama menanti ada update an cerita ini… Sampai diem2 baca fanfic ini pas jam kerja.. kkkkkk
    Progress hubungan wonkyu semakin menuju ke Arah positif dan sesuai harapan akhirnya.. tetapi lagi2 dibuat penasaran Tentang selanjutnya dr adegan trakhir.. kkkkk

  3. Kyuhyun siwon semoga ga berantem-berantem lg lah dimasa depan huhu kalian saking membutuhkan satu sama lain tp kyuhyun gengsinya setinggi gunung himalaya gt ;;; wkwk. Smg heechul sm kibum setuju sm wonkyu bakikan!! Dan emg enak si cewe jahat itu jd bangkrut 😛😛 mangkannya jgn jahat2 sm otp ku haha

  4. akhirnya stlh sekian lma. update jg. cieee wonkyu dah baikan. mga kedepannya bisa bersama slmanya .
    yg terakhir ko lmpu dipadamkan pngin lihat adegan nextnya haha…

  5. Wonkyu msh saja trus bertengkar tp untungnya mrk jg tdk benar2 berpisah. Cukup bersyukur dg adanya liu wen, krna dg tu mungkin kyuhyun tdk akan mengucapkan pisah dg mudah trhdp siwon..
    Aigoo…kyuhyun mabuk, pa mrk akan melakukannya atau mlah kyuhyu jatuh trtidur trlbh dahulu??

  6. udah hampir 1bulan ga mampir ke blog ini eh tau” udah banyak ff yg di post,
    udah aku tunggu” dari kapan taun ff ini akhir ny muncul juga,,
    gemesin bgt liat tingkah ny kyu, malu tapi mau jadi pengen nyubit ih,, haha
    moga” hubungan mereka kedepan ny lebih baik gak tarik ulur terus,, hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s