Posted in BL, Drama, Family, Fluffy, Genre, Romance, Series, WonKyu Story

All For You – Chapter 12

All For You Chapter 12

By. ssiihee

Siwon & Kyuhyun

Romance,  family, smooth, fluff & drama, BL, DLDR, OOC, AU,

Dilarang membashing WonKyu jika ingin hidup tenang! (==)

..::..::..

AFY

ssiihee©2016

Totally Reserved

..::..::..

Donghae memasuki apartmentnya yang terlihat sepi dan gelap. Dia menghidupkan lampu dan berjalan ke arah dapur, sementara Hyukjae mengekorinya di belakang.

“Apa Kyuhyun sama sekali tidak keluar kamar?” tanya Hyukjae pada Donghae yang berdiri di depan meja makan kecil mereka. “Ada apa?” tanyanya lagi saat kekasihnya hanya diam saja.

Pertanyaan Hyukjae terjawab saat matanya menangkap beberapa kantung belanjaan yang tergeletak di atas meja. Hyukjae mendekat dan membuka kantong tersebut satu persatu.

“Siapa yang melakukannya?” tanya Hyukjae dengan alis berkerut bingung setelah melihat semua isi kantong tersebut yang isinya rata-rata makanan manis. Hyukjae bahkan melihat 1 jar ice cream yang sepertinya sudah mulai meleleh.

Donghae memijat kepalanya yang tidak pusing. Siwon tidak mungkin melakukan ini semua, jadi hanya ada satu tersangka. Donghae memutar kepalanya ke arah kamar Kyuhyun tepat saat pemuda itu muncul dengan berantakan dan wajah sedikit pucat.

“Kau sudah pulang, Hyung? Maaf membuat meja makanmu berantakan,” ucap Kyuhyun yang sudah berdiri di samping Donghae.

“Kyuhyun-ssi, kau yang membeli ini semua?” Hyukjae mengeluarkan pertanyaan yang membuat Kyuhyun tersenyum malu.

Ne. Aku lapar dan pergi jalan-jalan keluar. Tapi melihat banyak sekali makanan yang sepertinya enak membuat aku ingin membeli semuanya. Jadi…”

“Jadi… kau membeli semua ini hanya karena terlihat enak?” Donghae mengerutkan dahinya mendengar penjelasan Kyuhyun yang tidak masuk akal. Dia tidak akan melarang Kyuhyun membeli apapun tapi tidak seperti ini. “Lalu sekarang?”

Kyuhyun tersenyum kecil lagi, merasa tidak enak. Makanan-makanan itu telihat sangat lezat saat dia melihatnya dan Kyuhyun merasa akan menyesal jika tidak membelinya. Saat pulang dia sudah berniat akan menghabiskannya namun ketika dia melihat ranjang dan membaringkan tubuhnya, Kyuhyun justru tertidur karena lelah.

“Aku sudah tidak menginginkannya. Kalian bisa memakannya. Aku hanya baru membuka ice cream dan tiramissunya. Selebihnya masih terbungkus rapih.”

“Tapi Kyu…”

“Hae…” sela Hyukjae.

Donghae menatap kekasihnya yang memintanya berhenti. Dia sama sekali tidak mempermasalahkan apa makanan tersebut sudah di makan atau belum. Tapi jumlahnya yang tidak sedikit, bahkan ada 1 makanan yang Donghae tahu memiliki berbagai rasa. Dan Kyuhyun membeli semuanya. Sepertinya terlalu lama mengurung diri di kamar membuat salah satu baut di otak Kyuhyun lepas.

“Aku akan membereskannya,” ucap Hyukjae. Dia menatap Kyuhyun yang tersenyum maklum kepadanya. “Kyuhyun-ssi, kau baik-baik saja? Kau terlihat pucat.”

Kyuhyun menggelengkan kepalanya. “Aku baik-baik saja. Hanya merasa lelah, sepertinya karena terlalu lama berjalan.”

“Tidak ingin kupanggilkan Heerin?” tanya Donghae, menyadari wajah Kyuhyun yang lebih pucat dari biasanya. Bibir pemuda itu bahkan terlihat kering. Dia tidak ingin terjadi sesuatu dengan istri sepupunya itu.

“Tidak perlu, Hyung. Aku akan istirahat saja dan jangan beritahu Siwon Hyung.” Kyuhyun tersenyum lalu kembali ke kamarnya.

Donghae dan Hyukjae yang sedang membereskan meja makan hanya saling menatap satu sama lain. Keduanya menghela nafas dan akhirnya Donghae memilih untuk membersihkan dirinya.

***

“Kau yakin tidak akan memberitahukan Siwon tentang keadaan Kyuhyun?” Hyukjae bertanya saat dia membaringkan tubuhnya di sebelah Donghae.

Donghae meletakan buku yang sedang dibacanya di nakas lalu menyusul Hyukjae. Dia menarik tubuh kekasihnya untuk merapat padanya.

“Jika Siwon tahu pun, aku yakin Kyuhyun tidak akan mau menemuinya. Kita lihat saja besok, jika keadaannya memburuk maka aku akan memanggil Heerin.”

Hyukjar menelesakan kepalanya pada dada Donghae dan memejamkan matanya. “Baiklah. Sebelum berangkat aku akan memeriksanya.”

Donghae menghela nafas dan memeluk erat Hyukjae. “Jika seperti ini terus, lalu kapan kita bisa membicarakan masalah kita?”

Hyukjae membuka matanya dan mengangkat kepala untuk menatap Donghae. “Memang kita punya masalah apa?”

Donghae mengecup dahi Hyukjae lembut membuat pemuda itu memejamkan mata. “Tentu saja masalah pernikahan kita.”

Hyukjae membuka matanya dan mendengus pelan. “Memang kapan aku bilang setuju untuk menikah denganmu?”

Donghae tertawa pelan dan mengecup puncak kepala Lee Hyukjae. “Kurasa aku tidak butuh persetujuanmu. Kita akan tetap menikah, tentunya setelah masalah Siwon dan Kyuhyun selesai.”

Hyukjae tidak menjawab namun dia tidak dapat menahan pipinya untuk bersemu mendengar pernyataan pria yang sedang memeluknya dengan erat. Hatinya mengamini setiap ucapan Donghae dan berharap semuanya akan berjalan lancar sampai dia benar-benar menjadi milik Lee Donghae.

Keesokan paginya sebelum berangkat Hyukjae menyempatkan diri melihat keadaan Kyuhyun. Pemuda itu masih bergelung dalam selimut saat Hyukjae mendudukan dirinya di sisi ranjang. Dia mengulurkan tangannya untuk menyentuh dahi Kyuhyun yang terasa hangat.

“Kyuhyun-ssi, tubuhmu hangat. Aku akan meminta Donghae menghubungi Heerin.”

Annie, tidak perlu. Aku baik-baik saja, Hyukjae-ssi. Pergilah kau akan terlambat,” ucap Kyuhyun lemah.

Hyukjae menghela nafas dan berdiri. Dia tidak ingin memaksa Kyuhyun dan membuat pemuda itu tidak nyaman. “Baiklah. Aku akan menyiapkan obat, kumohon minumlah. Aku tidak ingin terjadi sesuatu denganmu.”

Kyuhyun menatap Hyukjae dan memberikan senyum kecilnya. “Ehm. Gomawo, Hyukie.”

Hyukjae sempat terkejut mendengar panggilan Kyuhyun untuknya. Tapi dia hanya tersenyum kecil dan melangkah meninggalkan kamar tersebut. Tidak lama Hyukjae masuk kembali dengan nampan berisi air dan beberapa obat yang dia ambil dari kotak obat di kamarnya. Dia meletakan nampan tersebut di nakas dan melihat Kyuhyun sudah kembali tertidur.

Hyukjae tersenyum melihat Kyuhyun yang sudah kembali terlelap. Dia menaikan selimut hingga batas dada lalu meninggalkan kamar tersebut.

***

Pagi ini Siwon berangkat kerja dengan wajah muram. Lingkaran hitam mengelilingi sekitaran matanya, tanda bahwa dia tidak mendapatkan kualitas tidur yang baik. Bagaimana bisa dia tidur dengan nyaman jika Kyuhyun tidak ada disisinya.

Wajah Siwon pagi ini sama persis seperti saat dia terpisah dengan Kyuhyun 5 tahun belakangan. Tidak ada senyum menular dari pria tampan tersebut. Lesung pipinya seolah tenggelam bersama awan gelap di sekitarnya. Auranya sama sekali tidak bersahabat membuat karyawannya sadar diri untuk tidak mengganggu atasan mereka.

Sementara itu Donghae yang berdiri di depan lift hanya menghela nafas pelan melihat Siwon yang berjalan ke arahnya. Pagi ini dia langsung datang ke Choi Group untuk membahas masalah kerja sama mereka dalam suatu proyek. Melihat mood Siwon hari ini membuat Donghae yakin bahwa rapat kali ini tidak akan berjalan dengan menyenangkan.

“Siwon, kau merusak pagiku,” ucap Donghae saat mereka berdua memasuki lift menuju ruangan Siwon. Rapat baru akan dilaksakan satu jam lagi, namun Donghae sengaja datang lebih awal.

Siwon yang sedang tidak ingin bercanda hanya mendengus pelan. Saat sampai di ruangannya, dia mendudukan dirinya di sofa dan melonggarkan dasinya. Berharap bahwa itu membantunya agar bernafas dengan nyaman. Sementara Donghae duduk dihadapannya.

“Bagaimana keadaannya? Aku menahan diri untuk tidak menemuinya semalam karena sudah terlalu larut. Aku tidak ingin mengganggunya.” Siwon menyandarkan tubuhnya dan menatap sepupunya berharap ada kabar baik tentang keadaanya Kyuhyun.

“Sebelum berangkat Hyukjae melihatnya, tubuh Kyuhyun sedikit hangat namun dia bersikeras tidak ingin dipanggilkan Heerin… tunggh dulu aku belum selesai…” Donghae menghentikan Siwon yang ingin menyela ucapannya.

“Hyukjae sudah memberikannya obat, jika kau khawatir temui dia setelah rapat nanti. Hyukjae mengatakan bahwa dia akan menghubungi Kyuhyun untuk memastikan bahwa istrimu baik-baik saja,” lanjut Donghae.

“Baiklah. Jika keadaanya buruk, tidak peduli Kyuhyun suka atau tidak aku akan membawanya ke rumah sakit.” Siwon memijat dahinya pelan. Semua perasaannya kini menjadi satu. Siwon terlalu merindukan Kyuhyun hingga dia bahkan tidak bisa berpikir apa yang harus ia lakukan.

“Kau tahu, Kyuhyun memang sedang marah padamu, atau apalah itu. Tapi kemarin moodnya sangat baik hingga dia membeli berbagai jenis makanan yang jumlahnya tidak sedikit. Lalu meletakannya begitu saja di meja makan tanpa merasa bersalah sedikitpun.” Donghae tertawa kecil. Dia bahkan merasa ingin muntah melihat lemari esnya penuh dengan makanan manis.

Donghae dan Hyukjae sempat memakan salah satu cake yang di beli Kyuhyun saat mereka berdua menghabiskan waktu di ruang tangah dengan menonton televisi. Namun hanya satu cake saja sudah membuatnya kenyang. Tapi Kyuhyun membelinya hanya karena dia menginginkannya. Heck. Bahkan jika dipikir secara logis meskipun dia menginginkannya Donghae tidak akan membeli semua makanan itu karena tahu dia tidak akan bisa menghabiskannya. Pada akhirnya Donghae hanya menggelangkan kepala mengingat kelakuan Kyuhyun kemarin.

“Apa maksudmu?”

“Istrimu membeli berbagai jenis makanan manis hanya karena terlihat enak. Tapi Kyuhyun bahkan hanya memakan 1 buah cake dan ice cream yang masih tersisa cukup banyak. Aku bahkan tidak tahu apa dia makan saat berbelanja. Yang jelas saat kami pulang berbagai bungkusan plastik dengan jumlah yang tidak sedikit tergeletak di meja tanpa dibereskan.” Donghae terkekeh pelan dan menatap Siwon.

“Sepertinya kau harus memeriksa keadaan Kyuhyun, Siwon. Aku tidak ingin sesuatu terjadi padanya,” lanjut Donghae.

“Tentu saja. Aku benar-benar merepotkanmu.” Siwon terdiam saat Donghae hanya tersenyum. Dia memang tahu bahwa Kyuhyun menyukai makanan manis, tapi Kyuhyun bukan tipe orang yang akan membeli makanan jika dia tidak sanggup menghabiskannya.

“Santai saja Siwon. Aku lebih suka direpotkan Kyuhyun daripada tidak mengetahui keberadaanya atau dia bermalam ditempat lain. Jadi jangan sungkan.”

Siwon tertawa dan berdiri untuk kembali ke meja kerjanya. “Kau memang bisa diandalkan.”

“Aku menunggu balasan yang setimpal, Siwon.”

Siwon kembali menatap Donghae dan tersenyum, tahu maksud dari ucapan sepupunya itu. Siwon mengambil beberapa dokumen yang akan dia bawa sendiri sementara dokumen lain sudah dibawa Jinra. Dia lalu berjalan ke arah Donghae yang sudah berdiri. Tidak ada salahnya berbicara di ruang rapat sambil menunggu yang lain datang.

“Aku tahu. Kita bicarakan nanti. Sekarang ayo kita rapat agar aku bisa cepat melihat keadaan Kyuhyun.”

***

Kyuhyun menggigit bibirnya menatap ponsel di tangannya. Matanya menyiratkan kebingungan seolah dia sedang dihadapkan pada sebuah pilihan yang sangat sulit. Ibu jarinya bergerak lincah menghapus apapun yang sebelumnya tertulis pada kolom chatting.

Siang ini Kyuhyun bangun dengan kepala sedikit pusing dan tubuhnya yang masih terasa hangat sejak Hyukjae memeriksanya. Namun dia sama sekali tidak ada niat untuk meminum obat yang disiapkan kekasih Donghae itu. Ada hal lain yang diinginkannya dan hanya satu orang yang bisa mengabulkannya. Kyuhyun hanya ingin Siwon yang melakukannya, tapi jika dia menghubungi suaminya maka mereka akan bertemu. Sementara saat ini Kyuhyun sedang tidak ingin melihat Siwon meskipun jauh di dalam hatinya berteriak bahwa dia merindukan pria tampan itu.

Kyuhyun meletakan ponselnya di ranjang dan menaikan selimut hingga menutup kepalanya. Dia tidak tahu apa yang sedang terjadi dengan dirinya. Setelah berguling tidak jelas Kyuhyun membuka selimut yang menutup wajahnya dan menatap langit-langit kamar.

“Baiklah. Aku hanya akan memintanya melakukan yang aku inginkan setelah itu menyuruhnya pergi. Yah seperti itu Cho Kyuhyun.” Kyuhyun meraih ponselnya dan mulai menggerakan ibu jarinya pada layar ponselnya dan dengan cepat mengirimnya sebelum dia berubah pikiran.

Tidak lama ponselnya berbunyi membuat Kyuhyun sedikit terkejut. Dengan cepat dia membaca satu kata yang mampu membuatnya tersenyum bodoh.

Hubby : Arasso  💗

***

Siwon tahu saat sedang rapat tidak seharunya ia memainkan ponselnya, terlebih di saat rekan bisnisnya sedang menjelaskan tentang projek kerja sama mereka. Tapi kali ini Siwon benar-benar tidak bisa mengabaikan getaran ponsel di saku jasnya yang menandakan sebuah pesan masuk. Entahlah Siwon merasa harus segera membaca pesan tersebut.

Dan perasaannya benar. Siwon tidak dapat menahan lengkungan panjang pada bibirnya hingga dua buah dimplenya terlihat. Dia mengacuhkan Donghae yang hanya menggelengkan kepala seolah tahu apa yang terjadi padanya.

Tidak ada hal yang membahagiakan dirinya untuk saat ini selain kenyataan bahwa Kyuhyun menghubunginya. Walaupun hanya melalui sebuah pesan tapi Siwon merasa bahwa dia masih dibutuhkan oleh kekasih hatinya itu.

Siwon sekali lagi membaca pesan bernada memerintah itu. Entah mengapa Siwon membayangkan Kyuhyun mengetiknya dengan bibir mengerucut kesal. Ya Tuhan, Siwon benar-benar dibuat gila oleh Choi Kyuhyun.

Tidak ingin mendapatkan tatapan kesal dari Donghae, Siwon dengan cepat membalas pesan Kyuhyun hanya dengan satu kata yang menegaskan bahwa dia akan melakukan apapun untuk Kyuhyun dan dengan cepat mengirimnya hingga pemuda itu tidak harus menunggu lama. Sekali lagi Siwon membaca pesan Kyuhyun sebelum memasukan kembali ponselnya ke dalam saku jas.

Love: Datanglah. Tapi jangan mencoba untuk menemuiku. Aku akan mengirim pesan lagi nanti.

***

Setelah rapat selesai dan meminta Jinra untuk membuat laporan, Siwon dengan cepat meninggalkan kantor mengabaikan Donghae yang hanya dapat menggelengkan kepalanya.

Setelah mengirim pesan pada Kyuhyun bahwa dia akan datang pria tampan itu langsung mengendarai mobilnya menembus jalanan Seoul siang itu. Bibirnya seolah tidak lelah untuk menyunggingkan senyum. Semakin lebar saat dia mendapatkan pesan dari Kyuhyun selanjutnya

Setelah sampai di gedung apartment Donghae dan memarkirkan mobilnya, Siwon langsung menuju supermarket yang berada di lantai 1.

Siwon pikir istrinya itu memang sedang demam seperti yang dikatakan Dongahe. Untuk itulah Kyuhyun ingin dibuatkan bubur dan Siwon tidak tahu apa ada cukup bahan di dapur Hyukjae jadi dia memutuskan untuk membelinya saja.

Setelah menemukan semua bahan dan membayarnya, Siwon dengan cepat menuju apartment yang terlihat seperti tidak ada orang di dalamnya. Ketika pria tampan itu meletakan kantong belanjaannya di dapur ponselnya kembali bergetar.

Siwon tersenyum membaca pesan dari istrinya. Kyuhyun sekali lagi mengatakan bahwa dia ingin makan bubur yang dibuat olehnya sendiri dan ia harus meletakannya di meja makan. Meskipun Kyuhyun langsung menyuruhnya untuk pergi setelah semua selesai namun Siwon tidak mepermasalahkannya. Dia sudah cukup senang bahwa Kyuhyun mau menghubunginya, memintanya membuat sesuatu yang dia inginkan dan yang terpenting Siwon tidak ingin Kyuhyun sakit. Siwon berharap setelah makan bubur dan meminum obat, Kyuhyun akan merasa lebih baik.

Pria tampan itu memakai apron dan mulai membuka kantong belanjaannya. Mempersiapkan dan membersihkan semuanya. Siwon terlihat sangat cekatan, wajar saja satu-satunya makanan yang bisa dibuatnya adalah bubur. Mungkin itu salah satu alasan Kyuhyun meminta ia membuatnya.

Setelah berkutat dengan peralatan dapur, 30 menit kemudian semangkuk bubur sudah siap dinikmati. Aromanya mulai menyebar di dapur minimalis tersebut. Setelah meletakannya di meja dan memberi pelengkap. Siwon meraih ponsel dan mengambil gambarnya untuk di kirim pada Kyuhyun.

Hubby: Sudah siap. Makanlah, dan semoga kau suka.

Love: 😮😍 Bisakah kau pulang sekarang?

Siwon masih bisa tersenyum lebar meskipun Kyuhyun memintanya pulang tanpa mengijinkan dia melihat wajahnya. Siwon ingin membantah tapi entah mengapa dia tidak ingin menbuat Kyuhyun marah lebih jauh. Saat ini dia merasakan bahwa Kyuhyun sangat senang dengan apa yang sudah dia siapkan.

Setelah mebersihkan dapur, Siwon mengirim pesan pada Kyuhyun bahwa dia akan pulan. Siwon segera kembali ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaannya. Malam ini dia akan datang kembali baik Kyuhyun mau menemuinya atau tidak.

***

Kyuhyun meletakan ponselnya di ranjang setelah membaca pesan terakhir Siwon. Dia kemudian melompat dan mendekatkan telinganya pada pintu, berusaha mendengar situasi di luar kamarnya. Tidak ada tanda-tanda keberadaan Siwon.

Pintu terbuka dan Kyuhyun keluar dari kamarnya dengan langkah kecil. Ruang tengah yang juga menyatu dengan meja makan dan dapur terlihat sepi. Sepertinya Siwon sudah benar-benar pergi. Dengan langkah riang Kyuhyun menuju meja makan dan duduk di salah satu kursi. Membuka tudung saji dan aroma bubur yang hangat segera menusuk indra penciumannya.

Perut Kyuhyun begejolak meminta bubur yang terlihat sangat lezat itu dipindahkan ke dalam perutnya. Kyuhyun mengambil sendok dan memindahkan bubur tersebut ke mangkuk yang lebih kecil. Siwon memang menyiapkan di mangkuk berukuran sedang, namun Kyuhyun tidak mau mengambil resiko karena tidak dapat menghabiskannya.

Mata Kyuhyun terpejam sekilas kemudian berbinar saat satu sendok bubur masuk ke mulutnya. Rasa gurih yang pas menyentuh indra pengecapnya, membuatnya ingin menjerit karena kelezatannya. Kyuhyun sedikit merasa heran dengan dirinya sendiri, ini bukan kali pertama dia memakan bubur buatan Siwon. Tapi entah mengapa kali ini rasanya jauh lebih enak dan secara tidak sadar Kyuhyun menghabiskan satu mangkuk yang disiapkan Siwon.

Dia bahkan hampir saja mengambil bubur yang masih diletakan di panci namun Kyuhyun menahan diri merasakan perutnya yang sudah penuh. Untuk mencuci mangkuk saja rasanya sangat malas hingga pada akhirnya Kyuhyun hanya meletakannya pada tempat cucian piring. Dia akan tidur sebentar baru membereskan dapur.

.

.

.

“Kau terlihat senang? Padahal kau masih berada di kantor, tidak ingin pulang?”

Donghae menjatuhkan tubuhnya pada sofa setelah menemukan sepupunya masih bergelut dengan pekerjaannya. Dia memutuskan mampir setelah bertanya pada sekuriti apakah bos mereka sudah pulang.

“Sebentar lagi. Hyukjae baru saja memberitahuku bahwa Kyuhyun menghabiskan bubur yang kubuat dan mengatakan keadaan Kyuhyun sudah membaik.” Siwon menghampiri sepupunya dan duduk di salah satu sofa berhadapan dengan Donghae.

“Hyukjae? Sejak kapan kalian bertukar kontak?” Donghae menatap sepupunya dengan tatapan sedikit kesal. Sementara Siwon hanya tersenyum kecil.

Waeyo? Kau tidak senang?” tanya Siwon. Dia menyandarkan tubuhnya pada sofa. “Aku berencana memberikan hadiah pernikahan sesuai keinginan Hyukjae jadi mungkin aku bisa bertanya secara langsung apa yang dia suka,” lanjut Siwon.

Donghae hanya berdecak pelan dan melonggarkan dasinya. “Jadi kapan kau berencana membuat Kyuhyun berbicara? Kau tahu kalian tidak bisa seperti ini terus?”

“Tentu saja, aku…”

“Choi Siwon!”

Pintu ruangan Siwon terbuka dengan cukup keras menampilkan Nyonya Choi yang wajahnya tidak bersahabat sama sekali. Siwon berdiri untuk menghampiri ibunya sedangkan Donghae hanya berdiri di tempatnya. Siwon berniat untuk memeluk ibunya namun yang dia dapat justru sebuah pukulan dari tas mahal milik ibunya.

“Apa yang kau lakukan sampai Kyuhyun tidak mau pulang?” tanya Nyonya Choi dengan suara sedikit tinggi.

Siwon menahan tangan ibunya dan menatap wanita itu. “Darimana Umma tahu?”

Nyonya Choi menatap putranya dengan kesal. “Ya! Itu tidak penting. Katakan pada Umma kenapa menantu kesayangan Umma sampai tidak pulang ke rumah? Bahkan Umma dengar sudah beberapa hari. Sebenarnya apa yang kau lakukan? Kau tidak sedang selingkuhkan, Choi Siwon?”

“Tentu saja tidak, Umma. Aku berani bersumpah!” bantah Siwon.

“Bibi, sebaiknya bibi tenang dulu dan biarkan Siwon bicara.” Donghae memutuskan untuk menyela karena takut bibinya akan memukuli Siwon. Dia baru kali ini melihat ibunya Siwon marah seperti itu.

“Kau diam saja, Hae-ah. Kau tidak sedang menutupi kesalahan Siwon kan?”

Donghae menggeleng cepat. “Tentu saja tidak. Aku bahkan sangat terkejut saat Kyuhyun datang ke apartmentku untuk menginap.”

“Jadi Kyuhyun ada di apartmenmu?” tanya Nyonya Choi yang langsung diberikan anggukan oleh Donghae. “Umma akan kesana.”

Tanpa menunggu reaksi Siwon dan Donghae, Nyonya Choi segera meninggalkan ruangan kerja putranya, meninggalkan dua pria yang masih sedikit terkejut dengan kedatangan wanita itu.

“Oh aku terkejut bibi bisa semarah itu,” ucap Donghae setelah mendudukan dirinya.

“Tentu saja. Kyuhyun sudah menggantikan aku sebagai anak kesayangan keluarga Choi. Aku akan menyusul Umma. Kau mau berangkat bersama?” Siwon berjalan mengambil jas, ponsel dan kunci mobilnya.

Annie, aku bawa mobil sendiri.”

Siwon dan Donghae kemudian meninggalkan ruang kantor Siwon dan mereka berpisah di parkiran untuk menuju apartment Donghae.

***

Hyukjae terkejut melihat wanita paruh baya yang tiba-tiba saja menerobos masuk saat dia membuka pintu. Wajah wanita itu menggambarkan sebuah kekhawatrian dan dari hembusan nafasnya Hyukjae tahu, wanita itu berjalan cepat untuk sampai kesini.

“Dimana Kyuhyun?”

“Dia di kamar,” jawab Hyukjae menunjuk kamar Kyuhyun.

Wanita itu dengan cepat membuka pintu tanpa mengetuknya. Hyukjae mengekori dibelakang.

“Sayang!” Nyonya Choi menghampiri Kyuhyun yang sedang duduk bersandar pada ranjang. Dia duduk dipinggir ranjang dan langsung menggenggam kedua tangan menantunya.

Umma, kenapa Umma ada disini?” Kyuhyun menatap wajah khawatir wanita di depannya.

“Kenapa tidak pulang ke rumah Umma, Sayang?” Nyonya Choi tidak menjawab pertanyaan Kyuhyun. Dia menyentuh pipi Kyuhyun dan mengusapnya lembut. “Kau terlihat lebih tirus.”

Hyukjae yang berdiri di belakang nyonya Choi memilih meninggalkan Kyuhyun dan ibunya setelah Kyuhyun sempat memberikan senyuman kecil padanya.

“Aku tidak ingin membuat Umma dan Appa khawatir. Lagipula ini masalah rumah tangga kami jadi aku akan menyelesaikannya sendiri.” Kyuhyun tersenyum saat ibunya membawa tubuhnya ke dalam sebuah pelukan hangat.

Umma tidak peduli, jika Siwon menyakitimu Umma tidak akan tinggal diam.”

“Aku tahu. Aku janji akan menyelesaikannya dengan cepat,” bisik Kyuhyun.

Nyonya Choi melepaskan pelukannya dan menatap Kyuhyun penuh sayang. “Sayang, menginaplah di rumah Umma. Setidaknya Umma bisa menjagamu.”

Kyuhyun tertawa kecil. “Aku sudah besar, Umma. Lagipula aku senang karena di sini aku bisa mengganggu Donghae Hyung dan Hyukjae.”

Nyonya Choi hanya tertawa kecil. Terlalu panik hingga dia tidak menyadari ada orang lain selain Donghae di apartemen keponakannya. Setelah ini sepertinya dia harus meminta maaf atas sikapnya.

“Mau menceritakan apa yang terjadi?” tanya Nyonya Choi yang dibalas gelengan kepala Kyuhyun. Dia akan membicarakannya dengan Siwon hanya saja tidak sekarang.

Nyonya Choi menghela nafas pasrah. Dia tidak ingin memaksa Kyuhyun. “Kau sudah makan?”

Kyuhyun mengangguk. “Aku meminta Hyung membuatkanku bubur.”

Nyonya Choi tertawa pelan. “Kau mendiamkannya tapi tetap menyuruhnya membuatkan makanan.”

Tiba-tiba saja pipi Kyuhyun bersemu karena menyadari tindakannya. Nyonya Choi sedikit terpesona melihat wajah Kyuhyun yang tidak seperti biasanya. Pemuda itu terlihat lebih bersinar dengan rona kemerahan di pipinya yang meskipun terlihat lebih tirus dari biasanya.

“Kau sungguh baik-baik saja kan? Bagaimana jika Umma menghubungi Heerin?” tanya Nyonya Choi penuh kelembutan.

“Aku baik-baik saja, Umma.” Kyuhyun kembali memejamkan mata merasakan sentuhan hangat di wajahnya. “Aku janji besok aku akan berbicara dengan Siwon Hyung. Jadi Umma tidak perlu khawatir.

Nyonya Choi lalu kembali memeluk Kyuhyub dan mencium surai lembut menantunya. Kyuhyun lagi-lagi hanya dapat menikmati setiap kasih sayang yang dicurahkan untuknya. Entahlah kebaikan apa yang ia lakukan di masa lalu hingga mendapatkan kasih sayang yang berlimpah dari wanita yang bahkan tidak memiliki hubungan darah dengannya.

“Istirahatlah. Umma akan menemanimu,” bisik Nyonya Choi pelan.

Kyuhyun menuruti ucapan ibunya dan kembali membaringkan tubuhnya. Tidak lama pemuda itu sudah kembali terlelap dalam pelukan hangat Nyonya Choi.

***

Hyukjae menegakan tubuhnya saat melihat pintu kamar terbuka. Dia kemudian membungkukan tubuhnya saat wanita paruh baya yang ia tahu sebagai bibi kekasihnya itu tersenyum padanya.

“Maafkan sikapku yang sedikit kasar,” ucap Nyonya Choi saat berdiri dihadapan Hyukjae dan menyentuh lengan pemuda itu perlahan.

“Itu bukan masalah. Aku tahu Anda pasti mengkhawatirkan Kyuhyun-ssi,” jawab Hyukjae.

“Ah Kyuhyun bilang namamu Hyukjae?

Hyukjae mengerjapkan mata dan kembali membungkuk. “Ah ne, mianhae. Namaku Lee Hyukjae…”

“Bibi, panggil aku bibi seperti Donghae,” sela Nyonya Choi.

“Ah ne, bibi. Apa kau ingin kubuatkan sesuatu?” Hyukjae meminta Nyonya Choi duduk dengan bahasa tubuhnya namun wanita yang masih cantik di usianya itu menggeleng.

Annie. Aku akan langsung pulang. Besok aku akan kembali untuk melihat keadaan Kyuhyun. Hyukjae-ssi…”

Ne.”

Nyonya Choi mengambil kedua tangan Hyukjae dan menggenggamnya. “Aku minta tolong jaga Kyuhyun dengan baik. Jika terjadi sesuatu kau harus menghubungiku.”

“Tentu saja. Bibi tidak perlu khawatir.” Hyukjae tersenyum dan membalas genggaman tangan Nyonya  Choi.

Kyuhyun sangat beruntung memiliki seorang ibu mertua seperti Nyonya Choi. Meskipun dia tahu Nyonya Lee menerimanya, tapi Hyukjae berharap bahwa dia akan mendapatkan kasih sayang seperti yang Nyonya Choi berikan untuk Kyuhyun.

“Baiklah. Kalau begitu aku akan pulang dulu.”

Tepat saat Nyonya Choi berbalik pintu depan terbuka dan masuklah Siwon dan Donghae. Melihat wajah putranya seketika kekesalan kembali memenuhi pikirannya.

Nyonya Choi berjalan ke arah Siwon dan menatap puta satu-satunya. “Kau benar-benar harus menyelesaikannya, Choi Siwon. Dan jangan sampai hal ini terulang kembali.”

Tanpa menunggu jawaban Siwon, Nyonya Choi segera berjalan keluar meninggalkan Siwon, Donghae dan Hyukjae yang saling menatap satu sama lain. Siwon memutuskan untuk mengejar ibunya dan mengantarnya pulang.

.

.

.

Pagi tiba dengan sedikit keributan yang berasal dari kamar Kyuhyun. Saat akan mengambil air minum, Hyukjae mendengar suara aneh dari dalam kamar Kyuhyun. Setelah memeriksanya Hyukjae menemukan Kyuhyun sedang terduduk di depan toilet berusaha mengeluarkan isi perutnya yang hanya tersisa air.

Seketika Hyukjae berteriak memanggil Donghae yang dengan tergesa dan wajah sembab baru bangun tidur langsung menuju kamar Kyuhyun. Mata Donghae terbuka sempurna dan ia menemukan suaranya saat melihat kekasihnya sedang memijat pundak Kyuhyun.

“Ada apa? Apa yang terjadi?” tanya Donghae cepat.

“Aku tidak tahu, dia sudah seperti ini saat aku menemukannya.” Hyukjae menyapu bulir keringat yang membasahi dahi Kyuhyun yang terasa dingin.

“Aku akan menghubungi Siwon dan Heerin. Kau jaga Kyuhyun di sini.”

Hyukjae mengangguk kemudian kembali mengalihkan tatapannya pada Kyuhyun. Dia sedikit mengernyit melihat Kyuhyun yang sudah tidak punya tenaga untuk mengeluarkan isi perutnya. Wajah pemuda itu sudah terlihat pucat dengan bibir membiru. Kaos yang Kyuhyun gunakan bahkan sudah basah oleh keringatnya sendiri. Hyukjae berharap Heerin segera datang.

***

Siwon mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh. Beruntung pagi ini jalanan belum terlalu ramai hingga dia tidak perlu khawatir tindakannya akan mencelakai orang lain. Namun tidak dengan dirinya sendiri. Siwon tidak peduli, dia harus segera sampai ke apartment sepupunya.

Pagi ini adalah pagi terburuk yang dialaminya sejak Donghae mengatakan bahwa Kyuhyun sedang memuntahkan seluru isi perutnya. Demi Tuhan. Apa Kyuhyun terbangun dengan keadaan jauh lebih parah setelah memakan masakannya. Apa ada yang salah dalam masakannya. Siwon benar-benar tidak bisa berhenti menyalahkan dirinya sendiri dan berharap dia segera dapat memeluk Kyuhyun.

Beruntung jarak dari rumahnya menuju apartment Donghae tidak membutuhkan waktu berjam-jam. Siwon segera berlari saat pintu mobilnya tertutup rapat. Dia bahkan dengan tidak sabar menekan bel dan mengacuhkan Donghae yang membukakan pintu untuknya.

Siwon segera melesat ke kamar Kyuhyun dan menemukan pemuda itu masih terduduk lemas di depan toilet.

“Aku sudah meminta Donghae memindahkannya, tapi dia menolak,” ucap Hyukjae saat melihat Siwon. Dia menyingkir agar Siwon dapat leluasa melihat Kyuhyun.

“Sayang…” Siwon menarik Kyuhyun ke dalam dekapannya. Kemudian dia menatap wajah pujaan hatinya yang basah dan pucat.

Siwon mengusap wajah Kyuhyun lembut dan menyingkirkan rambut yang menutupi mata indah belahan jiwanya.

Hyung…”

Kyuhyun mengerjapkan matanya saat mengenali aroma hangat dan menenangkan yang merasuki indra penciumannya. Bibirnya menyunggingkan senyum lemah.

Ne, ini aku. Ada apa denganmu? Mengapa kau seperti ini?”

“Aku… Aku…” Kyuhyun tidak dapat melanjutkan ucapannya saat tiba-tiba saja sekitarnya menjadi gelap gulita.

“Sayang!”

Siwon yang panik segera mengangkat tubuh Kyuhyun dan membawanya ke ranjang. Hyukjae dengan cepat mengambil pakaian bersih saat melihat Siwon melepaskan pakaian Kyuhyun lalu memberikannya pada Siwon.

Tidak lama pintu kamar terbuka dan masuklah Donghae, Heerin diikuti oleh Nyonya Choi. Siwon segera menyingkir agar Heerin dapat memeriksa Kyuhyun. Dia berputar ke sisi lain dan menggenggam tangan kiri Kyuhyun.

“Sudah berapa lama dia seperti ini?” tanya Heerin saat mengeluarkan peralatannya.

“Semalam dia baik-baik saja, walau tubuhnya sedikit hangat. Pagi ini aku menemukannya sudah berada di kamar mandi. Aku yakin Kyuhyun sudah memuntahkan seluruh isi di dalam perutnya,” jawab Hyukjae yang memang lebih banyak mengamati kondisi Kyuhyun.

Siwon mencium jari-jari Kyuhyun dingin dan semakin merasa bersalah melihat kerutan di dahi Heerin dan gelengan kepala sahabatnya itu.

“Bagaimana, Rin-ah?” tanya Siwon pelan. Dia benar-benar tidak tahan melihat sikap Heerin yang kali ini terlihat sedikit lambat dari biasanya.

“Aku akan mengatakannya setelah Kyuhyun sadar untuk memastikan sesuatu. Namun saat ini aku menjamin bahwa Kyuhyun baik-baik saja. Tidak ada hal yang serius kecuali…”

Heerin menghentikan ucapannya saat melihat Kyuhyun mulai mengerjapkan matanya dan menatap orang-orang di sekitarnya.

“Hey, kau sudah bangun?” Siwon mengecup dahi Kyuhyun dengan sebuah senyuman lemah.

Hyung? Kenapa kalian semua berkumpul disini?” tanyaKyuhyun  yang menatap bingung pada Siwon, Heerin, Donghae, Hyukjae dan juga ibunya yang baru saja masuk dengan segelas air hangat di tangannya.

“Sayang minumlah dulu.” Nyonya Choi mengulurkan segelas air dan meminta Kyuhyun untuk meminumnya setelah Siwon membantu pemuda itu untuk duduk bersandar pada ranjang.

Kyuhyun hanya mampu menelan sedikit air. Lidah dan tenggorokannya terasa tidak enak. Ah Kyuhyun ingat, pagi ini dia terbangun karena merasakan gejolak yang sangat kuat dari dalam perutnya dan berakhir dengan mengeluarkan seluruh isinya sampai hanya bersisa air. Kyuhyun bahkan kehabisan tenaga saat rasanya sesuatu masih ingin keliar namun sekuat tenaga dia mencoba hanya air yang keluar. Dan hal terakhir yang dia ingat adalah Siwon yang sedang memeluknya dengan wajah penuh kekhawatiran.

Siwon.

Kyuhyun ingat. Seharusnya kemarin dia tidak makan terlalu banyak. Kalau saja dia tidak menuruti hawa nafsunya maka Kyuhyun tidak akan membuat khawatir orang-orang yang dia sayangi.

“Kyunnie?” Kyuhyun mengalihkan tatapannya pada Heerin dan tersenyun lemah.

“Aku baik-baik saja Rin-ah.”

“Aku tahu. Tapi sebagai Dokter aku tetap harus bertanya.” Heerin tersenyum kecil untuk mebuat Kyuhyun sedikit rileks. “Apa kau merasakan sesuatu akhir-akhir ini? Kau tidak akan seperti ini jika tidak terjadi sesuatu bukan? Apapun itu kau bisa mengatakannya padaku. Jadi aku benar-benar yakin bahwa kau baik-baik saja.”

Kyuhyun menggigit bibir bawahnya dan menatap orang-orang di sekitarnya. “Ehm bisakan aku mendapatkan privasi dengan dokterku?”

“Sayang…” Siwon terlihat tidak setuju. Bagaimanapun dia ingin mengetahui keadaan Kyuhyun. Namun akhirnya dia mengalah saat Kyuhyun menatapnya dengan sebuah senyuman kecil. Senyuman yang benar-benar dia rindukan. Akhirnya dengan berat hati Siwon menggerakan tubuhnya mengikuti Donghae, Hyukjae dan ibunya untuk meninggalkan Kyuhyun.

“Sekarang hanya tinggal kita berdua,” ucap Heerin. Dia menatap Kyuhyun dengan wajah sedikit cemberut. “Aku sungguh kecewa kita bertemu dalam keadaan seperti ini, dan aku tidak tahu bahwa sekarang kau tinggal bersama Donghae. Kalian bertengkar?”

Kyuhyun tertawa kecil. “Annie. Kami tidak bertengkar, tapi aku yang sedikit kekanakan karena tidak mau mengatakan masalahnya pada Siwon Hyung.”

“Masalah apa?” Heerin tahu dia tidak seharusnya ikut campur dalam masalah rumah tangga sahabatnya. Tapi bisa saja itu juga dipengaruhi keadaan Kyuhyun saat ini.

“Oh ayolah, bukannya kita akan membicarakan masalah kesehatanku?”

Heerin tertawa pelan dan kembali menatap Kyuhyun. “Baiklah. Sekarang ceritakan apa yang kau rasakan.”

Kyuhyun menghela nafas karena bingung akan memulainya dari mana. Namun tiba-tiba saja dia teringat sesuatu.

“Ah perutku!” Heerin menatap penasaran dengan apa yang diucapkan Kyuhyun.

“Ada apa dengan perutmu? Apa kau merasakan sesuatu?”

Kyuhyun teihat tidak yakin. “Entahlah, hanya saja aku terkadang merasakan sakit seperti keram. Kalau tidak salah sejak aku terjatuh.”

“Kau terhatuh? Kapan?” Kyuhyun sedikit terkejut mendengar suara keras Heerin. Gadis itu meringis pelan. “Mianhae. Tolong lanjutkan,” pinta Heerin.

“Kalau tidak salah saat aku membeli makanan. Ah aku ingat Rin-ah!” Kali ini Heerin yang terkejut mendengar suara Kyuhyun. “Entahlah aku tidak yakin tapi, akhir-akhir ini nafsu makanku meningkat meskipun Umma mengatakan wajahku sedikit tirus.”

Heerin mengankat alisnya. Kyuhyun hanya tertawa pelan. “Aku jatuh saat sedang jalan-jalan untuk membeli makanan. Dan kau tahu aku membeli berbagai macam makanan yang bahkan tidak aku makan.” Kyuhyun menghela nafas merasa bersalah pada Donghae.

“Kenapa kau melakukannya?”

“Aku tidak tahu, hanya ingin saja. Dan rasanya… kau tahu Rin-ah?” Kyuhyun menatap sabahatnya ragu. “Percaya atau tidak aku sempat ingin menagis saat ada kue yang sangat aku inginkan sudah terlanjur dibeli orang. Aku bahkan sempat berniat mengejar orang tersebut, memohon agat aku dapat sedikit mencicipi.”

Kyuhyun menggelengkan kepala dan menatap Heerin dengan ngeri. “Ya Tuhan aku sedang tidak terkena penyakit anehkan?”

Heerin tertawa pelan mendengar cerita Kyuhyun. Aigo. Entahlah apa reaksi Kyuhyun jika dia tahu keadaannya yang sebenarnya. “Lalu bagaimana dengan kondisi tubuhmu? Apa kau merasakan sesuatu yang aneh?”

Annie. Hanya saja aku merasa lebih cepat lelah dan mudah sekali mengantuk. Tidak ingin melakukan apapun.” Kyuhyun menghela nafas dan melanjutkan ucapannya. “Entahlah bagaimana kabar butikku. Aku hanya berharap asistentku mengurusnya dengan baik.”

“Kau punya orang-orang kompetent di sekelilingmu.” Heerin menggenggam tangan Kyuhyun dan menatap serius pada sahabatnya. “Kyunnie.”

“Ada satu lagi. Tapi berjanjilah kau tidak akan mengatakannya pada siapapun.”

“Hey kau meragukan kredibilitasku sebagai seorang dokter?” Kyuhyun tertawa melihat wajah kesal Heerin. Setidaknya perasaannya kini jauh lebih baik.

“Aku memintanya sebagai seorang sahabat.” Kyuhyun menarik nafas pelan dan menghembuskanya. Dia sedikit tidak yakin untuk mengucapkannya.

“Katakanlah. Mungkin aku bisa membantumu.” Heerin menatap Kyuhyun, meyakinkan bahwa semua akan baik-baik saja.

“Entahlah, beberapa hari ini aku merasakan tidak nyaman pada…” Kyuhyun menahan ucapanannya membuat Heerin ingin sekali memukul kepala Kyuhyun. Annie. Dia tidak boleh melakukannya saat ini.

Kyuhyun sekali lagi menghela nafas melihat Heerin yang menunggu ucapannya. Akhirnya dia memang harus mengatakannya. Mungkin memang benar sahabatnya bisa membantunya. Kyuhyun tidak yakin bisa mengatakannya pada ibunya, apalagi Siwon.

“Baiklah. Aku… merasa tidak nyaman pada putingku. Tunggu dulu…” Kyuhyun menahan apapun yang ingin Heerin katakan. Karena sepertinya sahabatnya itu sangat bersemangat mendengar ucapannya.

“Aku tidak sedang ingin menggodamu Kyuhyun.” Heerin memainkan alisnya dan mulai membuka kancing kemeja Kyuhyun. “Coba kulihat.”

Kyuhyun membiarkan Heerin membuka kancing atas kemejanya hingga memudahkan gadis itu untuk memeriksanya. Wajah Kyuhyun terasa panas saat Dokter muda itu menatap intens dadanya. Heerin kemudian menyentuh salah satu puting Kyuhyun membuat pemuda itu sedikit mengernyit. Memperhatikan tonjolan kecil yang Heerin yakin lebih besar dari kebanyakan milik pria. Astaga apa yang Siwon lakukan hingga membuatnya seperti ini.

“Bagaimana? Apa yang kau rasakan?” tanya gadis itu.

Kyuhyun sedikit ragu untuk menjawab. Dia merasa malu pada sahabatnya itu. “Biasanya tidak seperti itu…”

“Kecuali jika Siwon yang melakukannya,” sela Heerin membuat Kyuhyun mendelik kesal. Sementara gadis berambut hitam itu hanya tertawa kecil.

“Akhir-akhir ini terasa lebih sensitif dan sakit. Bahkan gesekan pada pakaianku bisa membuatnya tidak nyaman,” jelas Kyuhyun. Dia kembali mengkancingkan pakaiannya saat melihat Heerin menegakan tubuhnya kembali.

“Tidak heran. Sebenarnya apa yang Siwon lakukan? Dadamu bahkan kini jauh lebih berisi.” Akhirnya Heerin mengeluarkan isi kepalanya.

“Ya! Kau menggodaku?” Kyuhyun memajukan bibirnya mendengar ucapan Heerin. Dia kemudian kembali membaringkan tubuhnya dan menutupi tubuhnya dengan selimut hingga sebatas leher.

Heerin yang melihatnya hanya menggeleng dengan senyuman kecil. “Ada lagi yang ingin ceritakan padaku?”

Kyuhyun menggeleng, kemudian wajahnya menjadi lebih pucat. Terlihat bahwa dia khawatir dengan kondisi tubuhnya. Tidak mungkinkan dia terjangkit penyakit mematikan dan waktunya hanya tinggal beberapa bulan? Kyuhyun menggelengkan kepalanya pelan. Heck. Bagaimana bisa dia mempunyai pikiran seperti itu. Pasti karena terlalu banyak menonton drama.

“Apa yang kau pikirkan?” tanya Heerin saat melihat ekspresi Kyuhyun yang menurutnya menggemaskan. Astaga berapa sebenarnya umur pemuda dihadapannya. Apakah hal itu mempengaruhi keadaan Kyuhyun secepat ini.

Annie. Aku hanya sedang berpikir bahwa aku tidak sedang mengidap penyakit mematikan.” Heerin terlihat menaha tawanya. Hell. Dia tidak akan bisa terlihat tenang jika hal itu benar-benar terjadi.

“Kau baik-baik saja Kyunni.” Heerin terlihat berpikir kemudian kembali menatap Kyuhyun. “Sebenarnya tidak benar-benar baik saja.”

Ucapan Heerin membuat Kyuhyun bingung dan sedikit kesal. Dia menatap Heerin dengan pandangan mencurigakan. Kyuhyun benar-benar meragukan apakah Heerin benar-benar seorang dokter.

“Ya! Jangan menatapku seperti itu.” Heerin memajukan bibirnya membuat Kyuhyun tertawa. “Percayalah keadaanmu baik-baik saja. Bahkan akan membawa sebuah kebahagiaan.”

“Kebahagiaan?” Kyuhyun menatap Heerin dengan tatapan bingung dan juga meminta gadis itu untuk melanjutkan ucapannya. Namun Heerin hanya tersenyum penuh misteri dan itu jstru membuat Kyuhyun takut.

Ne, kebahagiaan.”

.

.

.

–TeBeCe—

Note:

Aku tahu FF ini lamaaaaa bgt kalo update… ini juga di publish karena kebetulan punya stock… and gak tau gimana…

Seharusnya FF ini udah bisa tamat paling lama akhir tahun, tapi akunya malaaaassss sangat… maunya dari hasil mikirin langsung jadi dalam bentuk tulisan, gak usah ngetik2,, krn itu yg bikin malas…

Sorry kalau feelnya ilang dan ceritanya gak jelas.. pasti udah bisa nebak dong Kyuhyun kenapa, yupp itu yang ada dipikiran kalian semua benar…

Oh ia bagi yang pernah baca FF aku yg lain pasti sering nemuin masalah kaya di atas soal nippy Kyu… maklumin ajah yah aku itu sedikit terobsesi sama nippynya Kyu, jadi kalo buat FF mpreg pasti ada unsur2 yang nyerempet seperti itu… bagi yang gak suka yang gak usah dibaca… okaaayyy…

Dan karena hari ini Hari Kemerdekaan Negara tercinta Indonesia, aku mau ucapin selamat menyemarakan Hari Kemerdekaan Indonesia pada kalian semua,,, semangat Indonesiaku, semangat author WKc dan semangat buat kalian semua.. MERDEKA!!!

Papay…

-ssii-

 

Advertisements

Author:

Me and My Dirty Little Secret Are Heaven ^^

64 thoughts on “All For You – Chapter 12

  1. Unnie sisa banget mau komment nya kenapa y..
    Kok comment aq sebelumnya g muncull :((( padahal pingin review biar unni cepet updatenya hiks

  2. Hello unni shii anyeong ^^
    Iya ni unnie kenapa tbc nya dsitu..penasaran ni my baby hamil atau tidak hahaha ishhh gemesi ah ff nya ..
    Unni update dalam minggu2 ini ya..
    pasti semua readers setuju ni yakann..
    G sabar nggu kelanjutanya sampek g bisa tidur nyenyak xD
    Makasi ya unni.. ijin baca ya hehehe

  3. Haahha iyakah unni xD pantesan kok g masuk2 xD hehehe
    Aduhh jadi maluu banyak kali ya unni sampek berkali2 gitu xD
    Untung g error browser nya xD
    Demi babykyu gapaapa la xD byar unni cepet updatenya xD
    Unnu the best la pokoknya ;))

  4. ish aduh kenapa TBC nanggung banget,, itu padahal lagi seru” ny tau thor,,
    tapi ya gak papa lah itu cukup mengobati kerinduan ma ff ini,, hehe
    di tunggu next part nya thor jangan lama” ya??? hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s