Posted in BL, Drama, Romance, Series

Siwon, a cyborg in love chap.9

siwon, a cyborg in love

By. Ellena Han & Miss Lee

Cast : Siwon x Kyuhyun

other : Hankyung, Shin Rae, Byun Jaebum, Im Yoona, Choi Seohee

Genre : BL, Drama/Romance

Rate : T

-siwon, a cyborg in love-

Kyuhyun mengeringkan rambutnya, ia melirik di atas nakas dekat ranjangnya dimana kini sebuah undangan menyita perhatiannya. Kyuhyun mengambil undangan itu, membacanya perlahan. Dan ia sedikit berteriak hingga membuat Siwon berlari menuju kamar.

“Ada apa, sayang??”

Ige mwoya??”

“Heum??” Siwon tak mengerti.

Kyuhyun memegang undangan dan Siwon hanya tersenyum.

“Tadi siang aku bertemu dengan Jaebum, kita sudah mempunyai hubungan pertemanan yang baik. Dan jangan salahkan, jika akupun sempat sepertimu.. saat menerima undangan itu.. aku kira kau sudah mengetahuinya”

Kyuhyun menggeleng kentara wajahnya masih menekuk kesal.

“Jaebum mungkin ingin memberikan kejutan”

“Sangat tak lucu..”

Siwon berjalan mendekat dan membawa tubuh kekasihnya itu dalam pelukan, sesekali ia mengecup tengkuk dan leher Kyuhyun. Wangi yang menguar dari tubuh Kyuhyun membuatnya sangat lancang melakukannya, tapi Kyuhyun sendiri tak menolaknya, tak pernah menolaknya.

“Yang penting kini, Jaebum sudah menemukan tambatan hatinya..”

“Ya..”

“Masih marah??”

“Sedikit”

Siwon melepaskan pelukannya. Mencium kening Kyuhyun lama.

“Tapi kau bahagia bukan??”

Kyuhyun mengulas senyumannya.

“Akhirnya ia menemukannya, dibalik sikap Yoona yang terkadang menyebalkan. Bisa membuat seorang Jaebum sangat mencintainya, itu sangat luar biasa…”

Siwon mencuri ciuman di bibir Kyuhyun.

“Akupun dapat menemukan seseorang yang sangat menakjubkan.. seseorang yang selalu mengisi kekosongan diriku..”

Kyuhyun pun ikut mencuri ciuman di bibir Siwon sedikit lama.

“Ya.. aku tau itu..”

“Ayo kita makan.. aku sudah menyiapkannya..”

Kyuhyun menyimpan kembali kartu undangan itu, mengikuti Siwon di belakangnya.

“Setelah makan mungkin aku bisa memakanmu..”

“Yak!!” Kyuhyun memukul tengkuk Siwon dan berjalan mendahuluinya, menutupi rona merah di pipinya kini, Siwon hanya tersenyum melihatnya.

Siwon masih terdiam di dalam kamar, hingga suara seseorang membuyarkan lamunannya.

“Jika kau ingin memakanku, maka makanlah yang banyak sayang…” teriaknya dari luar.

Mendengar ucapan itu membuat Siwon segera berlari menuju ruang makan.

.

.

.

Kyuhyun keluar dari kamar mandi sambil menyeka wajahnya dengan handuk, surai coklatnya tampak setengah basah. Pemuda manis itu mengerling ke arah ranjangnya, tempat kekasihnya, Siwon, masih tertidur lelap dengan di kelilingi tumpukan selimut dan bantal yang seolah menguburnya.

Setelah sejenak menghela nafas, pemuda manis itu melangkah mendekati ranjang. Duduk ditepiannya dan mulai mengguncang tubuh Siwon.

“Siwon.. bangunlah.. kita ada undangan sebentar lagi..” katanya.

Hari ini mereka memang berencana akan menghadiri pertunangan Jaebum dan Yoona. Acara itu akan di mulai pukul 9 nanti dan kini Siwon belum juga menampakkan tanda akan segera bangun.

Sampai saat ini pun sebenarnya Kyuhyun juga tak mengerti kenapa Jaebum dan Yoona memilih menyelenggarakan pertunangan sepagi ini, bukankah umumnya acara pesta seperti itu dilakukan saat sore atau malam hari, dan bukannya pagi seperti saat ini. Sekali Kyuhyun pernah bertanya pada mereka dan dua orang itu menjawab jika mereka ingin melaksanakan acara ini dengan konsep garden party dan memilih pagi hari agar tak terlalu panas oleh matahari. Sebuah alasan gila dan tak masuk akal bagi Kyuhyun.

“Siwon.. Ayolah.. Ini sudah jam 8..” Kyuhyun kembali mengguncang tubuh Siwon. Pemuda tampan itu tampak bergeming dalam tidurnya. Sekali lagi, Kyuhyun mengguncang tubuh Siwon, hingga tangan kekasihnya itu tiba-tiba menarik tubuhnya, membuatnya tertelungkup tepat di atas dada Siwon.

“Aku masih ngantuk, Kyu..” ucap Siwon dengan mata tetap terpejam.

Kyuhyun mendengus, berusaha melepaskan diri dari pelukan lengan Siwon, “Ayolah.. ini sudah pukul 8.. aku tak mau terlambat..”

Siwon membalikkan tubuh Kyuhyun, kini dirinyalah yang ada di atas tubuh kekasih manisnya itu.

“Siwon! Aku tak ada waktu untuk bermain-main denganmu..” Kyuhyun mendorong tubuh Siwon, tertawa dan bangkit dari ranjang itu.

“Kau menolakku pagi ini, Baby..” ucapnya dengan nada memelas yang dramatis, “Itu menyakitkan…” tambahnya sambil menepuk dadanya.

Kyuhyun memutar bola matanya dan tertawa melihat tingkah kekasihnya itu, “Jangan berlebihan dan cepatlah mandi.. aku tak mau terlambat atau Yoona akan mengomel seharian di telingaku…”

Pemuda manis itu bergegas menuju lemarinya. Membiarkan Siwon yang masih memasang wajah mengantuk itu berjalan gontai ke kamar mandi. Setengah jam kemudian, pemuda manis itu sudah selesai bersiap. Kyuhyun sedikit mengernyit saat merasakan pandangan dan kepalanya terasa berputar. Di pijatnya pelan pangkah hidungnya, mencoba mengalihkan denyut yang sedikit terasa.

“Kau kenapa?” tanya Siwon yang juga sudah selesai bersiap dan kini ada di hadapannya.

Kyuhyun menggeleng, “Tak apa, hanya sedikit pusing..”

“Kau sakit?”

“Tidak.. Aku tak apa.. ayo.. kita harus berangkat..”

Kyuhyun melangkah mendahului Siwon, sambil tetap berharap pusing di kepalanya sedikit mereda. Mereka berkendara dalam diam, dengan Kyuhyun yang masih memijat pangkal hidungnya perlahan. Siwon yang tengah menyetir di sebelahnya berulang kali menatap cemas kekasihnya itu.

“Kyu.. kau baik-baik saja?”

Kyuhyun mengangguk.

“Atau kita pulang saja… kita tak perlu hadir?” tawar Siwon.

“Tak apa.. Aku tak mau Jaebum atau Yoona terus mengerecokiku jika kita tak hadir di acara penting mereka..” kata Kyuhyun.

Tak berapa lama, mereka sudah sampai ke tempat acara itu berlangsung. Lokasi itu sudah tampak ramai dengan para tamu.

Kyuhyun melangkah berdampingan dengan Siwon, merapatkan tubuhnya sedekat mungkin dengan kekasihnya itu. Sedikit membuat Siwon mengernyit heran karena biasanya Kyuhyun akan memilih menghindari kontak fisik dengannya apalagi di depan umum. Tapi, demi melihat wajah Kyuhyun yang sedikit pucat, Siwon pun mengurungkan niat menanyakan keanehan yang dia rasa.

Dua orang itu melangkah ke tengah cara, mencari tuan rumah untuk mengucapkan selamat. Mereka melihat Jaebum dan Yoona tengah berbincang dengan Hankyung di bawah kanopi bunga yang menaungi meeka.

“Jaebum-ah..” sapa Kyuhyun. Dua orang itu menoleh. Yoona sontak menghambur memeluk Siwon dan Kyuhyun.

“Aaaa.. kalian datang!!” ucapnya penuh antusias, memeluk erat Kyuhyun, membuat pemuda manis itu meronta ingin di lepaskan. Yonna melepaskan pelukannya dan beralih memeluk Siwon.

Kyuhyun yang tak tahu kenapa tiba-tiba tak suka dengan tingkah Yoona menarik lengan kekasihnya itu dengan sekali sentak. Membuat Yoona, Siwon dan Jaebum sedikit terperangah kaget. Terutama Siwon yang semakin tak mengerti dengan tingkah Kyuhyun yang semakin aneh.

Bibir merah pemuda manis itu mengerucut imut. Tanpa banyak kata menarik Siwon agar menjauh dari Jaebum dan Yoona yang hanya saling melempar pandang bingung.

“Kau tak sopan Kyu.. kita belum memberi selamat pada Jaebum dan Yoona..” kata Siwon saat Kyuhyun menariknya ke arah meja panjang berisi sajian hidangan.

“Siapa yang tak sopan?” tanya Kyuhyun ketus.

“Kau kenapa Kyu?”

“Tak apa..” jawab pemuda manis itu, masih dengan nada ketus yang semakin membuat Siwon bingung.

“Kau marah padaku?”

“Tidak…”

“Kyu..”

“Aku tak marah, dan tak berlaku tak sopan.. Aku hanya lapar..” desis Kyuhyun, masih menggunakan nada sebal dalam suaranya.

Sebenarnya Kyuhyun sendiri pun tak tahu kenapa dirinya bersikap seperti itu, hanya saja, saat melihat Yoona menyentuh Siwonnya itu membuat nya mendidih. Dia tak suka ada orang lain yang menyentuh Siwon. Pikirannya itu mau tak mau membuat Kyuhyun sendiri merasa heran, seingatnya dia tak pernah seposesif ini pada Siwon tapi, ah entahlah..

Pemuda manis itu mengambil piring dan memenuhi nya dengan bebarapa macam hidangan. Siwon yang mengamatinya pun memilih melakukan hal yang sama. Mengambil makanan serupa dengan Kyuhyun. Setelah beberapa gigitan Kyuhyun memakan roti isi nya, pemuda manis itu menghentikan kunyahannya dan menjauhkan makanan itu dari hadapannya. Dengan bibir semakin mengerucut, dia mengendus roti isinya. Dan kembali menjauhkan piringnya.

“Iyuhhh.. hukk..” perutnya sontak bergolak. Membuatnya buru-buru menutup bibirnya agar tak memuntahkan semua isi perutnya.

“Kau kenapa?”

“Makanan ini sepertinya basi..” jawab Kyuhyun, langsung menenggak air putih sebanyak mungkin.

“Tak mungkin Kyu, kita mengambil makanan yang sama, jika milikmu basi, maka tentunya milikku juga, tapi punyaku tak basi..” ucap Siwon.

“Entahlah, sepertinya aku masuk angin.. kepalaku pusing dan perutku mual..”

“Kau mau makan yang lain?” tanya Siwon.

“Selera makanku tiba-tiba hilang Siwon..”

Siwon semakin mengerutkan kening bingung.

“Aku akan ke toilet sebentar..”

“Akan aku antar..” Siwon bergegas mengekor di belakang Kyuhyun, dia tak mungkin membiarkan kekasihnya yang tengah tak enak badan ini ke toilet sendirian.

Mereka berjalan beriringan, tiba-tiba Kyuhyun kembali mengendus sekelilingnya. Dan mengendus tubuh Siwon kemudian mengerutkan wajah.

“Kenapa?” tanya Siwon, semakin aneh pada tingkah Kyuhyun.

“Wangi parfummu sangat menyengat. Aku pusing menciumnya, apa kau mengganti parfummu?”

Mata Siwon melebar mendengar kalimat Kyuhyun, “Aku tak mengganti parfum, lagipula kau selalu berkata jika kau menyukai aromanya..” Siwon ikut mengendus bajunya.

“Tapi entah kenapa aku justru semakin pusing mencium aromanya..”

“Kau aneh Kyu.. Tadi makanan, lalu di rumah kau tak henti pusing, dan sekarang kau bilang parfumku aneh.. Kau seperti orang hamil saja..”

Kyuhyun melotot sebal, “Jaga bicaramu Siwon.. aku ini namja.. darimana namja bisa hamil..” Kyuhyun mendesis marah, “Jangan katakan seolah-olah kau menginginkannya Siwon, aku–“

Kalimat Kyuhyun terputus saat denyut di kepalanya semakin terasa kencang, pandangannya berputar cepat, membuatnya terhuyung. Beruntung Siwon dengan sigap menangkap tubuhnya sebelum pemuda manis itu menyentuh tanah.

“Kyu.. kau tak apa-apa?”

“Kepalaku pusing sekali, Siwon… perutku mual..” bisik pemuda manis itu.

“Kita pulang saja sekarang…”

Siwon membantu Kyuhyun berjalan, merangkul kekasihnya yang masih mengeluhkan pusing dan mual. Kenapa dengan dirinya? Kyuhyun pun tak mengerti. Tubuhnya terasa begitu lemas dan tak bertenaga. Siwon meminta Kyuhyun untuk menunggunya di meja, karena ia harus pamit terlebih dahulu. Tapi melihat Jaebum yang sedang sibuk menyambut tamu, Siwon mengurungkan niatnya. Hingga tepukan di bahunya segera membuat ia membalikkan badan.

“Ada apa Siwon, kau sakit??”

Siwon menggeleng, apa lebih baik ia membicarakan mengenai gejala Kyuhyun pada Hankyung. Mungkin ia punya solusinya.

“Lalu kenapa??” Tanya Hankyung kembali.

“Kyuhyun..”

“Ada apa dengan Kyuhyun??”

“Akupun tak tahu, tapi tadi  ia mempunyai gejala yang aneh..”

“Maksudmu??”

Siwon melihat keadaan sekitar, sepertinya semua orang sibuk dengan urusannya masing-masing.

“Gejala yang tak aku mengerti”

“Kyuhyun sakit??”

“Ntahlah..” Siwon terlihat menimbang dan membuat Hankyung gemas.

“Ck.. jangan bertele-tele Siwon..”

“Aku tak tau harus menyebutnya apa? Tapi Kyuhyun tidak menyukai wangiku. Padahal aku tak pernah mengganti parfumku sejak lama, ia pun tak suka dengan wangi makanan, banyak hal lainnya. Terkadang ia muntah di pagi hari..”

Hankyung mengernyit, mengapa gejalanya seperti…

“Kenapa gejala kyu seperti Rae dulu?”

“Maksudmu Hyung??”

“Ntah lah tapi ku rasa…” Hankyung melihat ke sisi kanan kirinya, lalu mendekatkan  bibirnya di telinga Siwon. “Coba kau beli….”

Mwo??”

“Cobalah dulu Siwon, menurutku tak ada yang salah..”

Hyung jangan bercanda..”

“Aku serius Siwon..”

Siwon nampak berpikir, belum ia akan berbicara kembali. Kyuhyun sudah datang menghampiri untuk menginterupsinya.

“Sayang.. ayo kita pulang..”

Kyuhyun bergelayut manja di lengan Siwon dan Hankyung hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat adegan romantis gratisan itu.

“Bawalah pulang Kyuhyun sepertinya ia perlu istirahat, lalu jangan lupa saranku.. aku akan mengatakan pada Jaebum jika ia menanyakan mengenai kalian”

“Baiklah Hyung.. aku pamit”

Bye Hankyung Hyung

Siwon maupun Kyuhyun pergi, tanpa mereka tau sebenarnya Hankyung sendiri tak mengerti mengapa ia menyarankan Siwon membeli alat itu.

“Haah.. sudahlah, aku harus kembali ke meja. Pasti Rae mencariku”

.

.

“Apa tak sebaiknya kita ke dokter saja?” tanya Siwon untuk kesekian kali, sambil membantu Kyuhyun merebahkan diri di ranjang mereka.

Kyuhyun menggeleng pelan, masih memijat pelipisnya yang terasa berdenyut, “Aku hanya masuk angin saja sepertinya, tak perlu berlebihan Siwon..”

“Tapi kau bersikap aneh, Kyu, kau mual, benci bau makanan, lalu bau tubuhku..”

“Jangan katakan jika aku tengah hamil lagi, Siwon… jangan katakan seolah kau menginginkannya..”

Siwon tersenyum, mengusap lembut dahi Kyuhyun yang sedikit pucat, “Tidak.. maafkan aku jika perkataanku tadi menyinggungmu…” pemuda tampan itu tersenyum, “Walau sebenarnya tak buruk juga jika kau hamil..” tambahnya dengan nada pelan dan cepat yang membuat Kyuhyun kembali mendelik kesal.

“Siwon!!”

“Maaf.. tapi, Kyu, apa tak sebaiknya kita periksa saja, atau kau bisa melakukan test sendiri..”

Test? Test apa?” kening Kyuhyun kembali berkerut.

Siwon mengangguk, merogoh saku celananya dan mengeluarkan sebuah benda tipis panjang, ia membelinya tadi saat Kyuhyun memintanya membelikan obat masuk angin, “Ini.. Kata Han Hyung, gejala yang kau alami sama persis dengan yang pernah di alami oleh Shin Rae.. dan katanya dulu, istrinya itu mengetest sakitnya dengan benda ini..”

Seketika tatapan horor tergambar di wajah manis Kyuhyun, menatap bergantian antara Siwon dan benda di tangannya. Rona wajahnya merah padam, entah kerema marah entah karena malu.

“Yakk!? Choi Siwon.. sudah berapa kali aku katakan, aku tak mungkin hamil.. kenapa kau memintaku melakukan test dengan alat itu??!!” Kyuhyun menunjuk-nunjuk wajah Siwon, bergantian dengan alat ditangannya.

“Kenapa? Memang–“

“Sekali lagi aku katakan, Siwon.. Aku ini namja.. namja.. Dan namja tak mungkin hamil!!” Kyuhyun mengerang frustrasi melihat wajah polos Siwon yang tampak seolah tak terjadi apapun di antara mereka.

“T-Tapi Kyu.. kata Hankyung Hyung–“

“Han brengsek!!” Desis Kyuhyun gemas, kepalanya kini justru semakin bedenyut hebat karena ulah dua orang itu. Ya Tuhan.. memangnya apa sih yang dua orang ini pikirkan, dirinya hamil? Yang benar saja.

Walau sungguh, Kyuhyun pun tak menolak jika dirinya bisa memberikan keturunan untuk Siwon, tapi, lihat dirinya, bukankah dirinya seorang pria. Tapi, bukankah kemajuan ilmu pengetahuan sekarang memungkinkan untuk seorang pemuda bisa hamil.. Aarrrgg.. Kyuhyun mengerang frustasi, semua perdebatan dengan Siwon membuatnya semakin pusing dan perutnya semakin bergolak hebat. Dengan masih memegang testpack di tangannya, pemuda manis itu berlari ke kamar mandi, memuntahkan semua isi perutnya.

Siwon yang terkejut bergegas menyusul kekasih manisnya itu. Memijat tengkuknya saat Kyuhyun kembali mengeluarkan semua sarapannya yang tak seberapa pagi tadi.

“Akan aku buatkan kau teh panas, tunggu sebentar..” kata Siwon, sebelum bergegas keluar menuju dapur.

Kyuhyun mencengkeram erat tepian wastafel dengan tangan begetar, tubuhnya semakin lemas, dan perutnya masih terasa di aduk dengan kuat. Nafasnya masih tersengal saat ekor matanya menatap alat test yang tegeletak ditepian wastafel.

‘Apa benar dirinya bisa hamil? Apa tak apa-apa jika dirinya melakukan test itu? Tak akan tampak konyolkah?’ batinnya terus berperang, Tanda-tanda perubahan yang terjadi pada dirinya ini, memang tampak mencurigakan.

Kyuhyun meraih benda itu, menimangnya sejenak. Mungkin tak apa jika dia iseng melakukannya, toh nanti jikalaupun tidak terbukti, dirinya bisa menjelaskan pada Siwon jika analisanya salah.

Pemuda manis itu melakukan sejenak test sederhana ini, dengan sedikit terburu-buru, takut jika tiba-tiba Siwon kembali dan memergokinya melakukan hal konyol yang tadi dia sanggah. Kyuhyun menghela nafas dalam-dalam, berusaha menetralkan detak jantungnya yang sekian kali lebih cepat. Hei.. hei.. kenapa dia gugup, hal yang dipikirkan nya tak mungkin terjadi kan.. Ayolah Kyu.. jangan berpikiran konyol.

Pemuda manis itu sekali lagi menghela nafas, dan membuka mata bulatnya, melihat hasil yang tertera di benda putih di tangannya. Seketika dua mata itu melebar dan membola, tunggu, Kyuhyun mengerjap-erjapkan matanya, mencoba memaksa inderanya itu berakomodasi maksimal.

Tidak.. tidak.. pasti ada yang salah dengan penglihatannya. Ini tak mungkin!! Ditatapnya nanar benda itu, dua garis merah yang ada di tengahnya membuat dunianya seolah berhenti. Dua garis merah yang berarti positif, tapi, bagaimana mungkin hal ini bisa terjadi, ini mustahil.

Kyuhyun merosot ke lantai, terduduk lemas dengan kepala menunduk, bagaimana ini bisa terjadi? Dia masih mencoba meyakinkan dirinya jika dia tak sedang bermimpi atau berhalusinasi. Bagaimanapun juga kenyataan ini sungguh sulit untuk di percaya.

Terdengar derap langkah memasuki kamar mereka.

“Kyu.. kau sudah selesai?” suara Siwon menyapa pendengarnya. Kyuhyun hanya diam, tak kuasa menjawab panggilan kekasihnya itu.

“Kyu…” panggil Siwon lagi, kini langkah itu beralih kekamar mandi. Detik selanjutnya pintu kamar mandi terbuka, dan Siwon melangkah masuk.

“Kyu.. gwenchana? Mana yang sakit?” pemuda tampan itu menghampiri kekasih manisnya yang terduduk di lantai kamar mandi dengan kepala tertunduk. Dua tangannya memegang bahu Kyuhyun yang sedikit bergetar.

“Kyu?”

Tak menjawab, Kyuhyun menyerahkan benda putih panjang ditangannya itu pada Siwon. Membuat kekasihnya itu menerimanya dengan tatapan tak mengerti.

“Apa-“

Kyuhyun mengangkat wajahnya, menatap Siwon yang juga tengah memandangnya dengan sorot mata bingung.

“Aku hamil, Siwon..”

Mwo!!”

Bukan pelukan yang Kyuhyun dapatkan, tetapi ia dibuat terkejut dengan Siwon yang berlari meninggalkannya bahkan tanpa ucapan pamit sekalipun. Kyuhyun menangis, ia merasa sakit maupun kecewa.

“Apa Siwon tak menyukai hal ini??”

Kembali ia membenamkan wajahnya di kedua lututnya.

.

.

Siwon pergi tak tentu arah, ia hanya terus berjalan dan berjalan. Tak mengerti mengapa ia malah pergi meninggalkan Kyuhyun begitu saja.

Pabo kau Siwon, bagaimana jika Kyuhyun sedih???”

Hendak ia akan berbalik untuk kembali ke apartemen, tapi Siwon tersadar jika kini ia berada tepat di depan tempat tinggalnya dulu, tempat dimana ia dan Hankyung dulu menetap. Melangkah ragu menekan bel, pikirannya saat ini kacau. Ia butuh seseorang yang bisa memberinya nasehat.

Hankyung membuka pintu, terkejutnya ia saat melihat Siwon yang terlihat kebingungan.

“Siwon, kau..” belum Hankyung berkata lebih lanjut, Siwon segera merangsek masuk ke dalam.

Ia duduk di sebuah bangku yang memang terdapat di halaman depan rumah. Matanya menerawang, tubuhnya saat ini lelah, pikirannya pun bercabang kemana-mana.

“Aku akan membawa minuman hangat untukmu..”

Hankyung berjalan beberapa langkah di depan Siwon, hingga langkahnya terhenti saat Siwon mengucapkan..

“Kyuhyun hamil”

Mwo???”

“Kyuhyun benar-benar mengandung anakku..”

“Kau sedang tak bercanda kan Siwon??”

Hankyung kembali mendekati Siwon. Dan duduk disampingnya.

“Itu benar Hyung, aku melihatnya dengan jelas. Garis dua ada disana, itu jelas hamil kan??” Kini Siwon mengarahkan pandangannya pada Hankyung.

“Kau melihatnya?? Jadi apa kau..”

“Ya.. mengikuti saranmu.. dan hasilnya..”

“Cukup..”

Mwo??”

“Lalu kenapa kau ada disini?? Apa kau tak senang Kyuhyun hamil?”

Mwo??”

“Bukan mwo, Siwon.. tapi kenapa kau ada disini dan meninggalkan Kyuhyun untuk datang kesini?? Bahkan kau seperti orang yang kebingungan… kau tak menginginkan bayi itu?”

“Bukan begitu..”

“Lalu??”

“Aku tak mengerti harus bagaimana?? Aku terlampau bahagia, tapi…”

“Tapi??”

“Kami masih berstatus kekasih.. mana mungkin kita membesarkan anak tanpa ada ikatan bukan??”

“Ck.. kau mengikuti jejakku?? Kenapa kau seakan pabo, seharusnya kau segera berpikir untuk bertanggung jawab dengan menikahi Kyuhyun”

“Bagaimana bisa??” Siwon mengucapkan dengan sangat lancar bahkan dengan pandangan yang polos

“Haaahh ntah mengapa Kyuhyun mencintai kau yang pabo seperti itu..”

“Ck Hyung…”

“Pulanglah.. Kyuhyun pasti saat ini sedang bersedih, untuk pernikahan biarkan aku dan Jaebum yang membantumu..”

“Benarkah??”

“Ya.. cepatlah pulang..”

“Yak!! Hyung kau mengusirku??”

“Aku akan sangat senang menerima tamu yang pintar, bukan yang pabo sepertimu.. cepat pulang…”

“Ya.. ya.. aku akan pulang, puas??”

“Sangat puas”

Siwon pun berdiri dengan wajah menekuk kesal, Hankyung masih melihat kepergian Siwon hingga pintu gerbang tertutup rapat.

“Siapa yang datang??”

Rae dengan hamil besarnya berjalan mendekati Hankyung.

“Seseorang yang pabo..”

Mwo??”

“Mengapa kata itu terdengar lagi di telingaku?”

“Heuh??”

Hankyung tersenyum dan mengecup pipi istrinya.

“Sudahlah kita masuk ke dalam.. diluar dingin, lagi pula ini sudah larut malam. Kau harus banyak tenang, karena juga bayi kita akan segera mempunyai adik”

“Heum..” Rae menatap bingung.

“Siwon akan mempunyai bayi sebentar lagi..”

“Apa maksudmu?? Siwon menghamili seorang wanita? Dia berselingkuh?”

“Mwo??” Kini Hankyung yang akan termakan kutukannya sendiri.

“Ck.. kenapa Siwon tega kepada Kyuhyun??”

Hankyung menatap tak mengerti istrinnya itu.

“Mengapa kau memandangku seperti itu?” tanya Rae tak suka.

“Kenapa kau menuduh Siwon berselingkuh?”

“Tadi kau sendiri yang mengatakan bahwa Siwon akan mempunyai bayi..” Rae menatap polos.

“Tapi aku tak mengatakan jika Siwon menghamili orang lain bukan?”

“Lalu??” Rae masih memandang Hankyung, hingga pikirannya kini… “Kyuhyun hamil???” Ucapnya sedikit berteriak.

“Jangan berteriak sayang, itu tak baik bagi pendengaran anak kita ini” Hankyung mengusap perut Rae yang membesar.

“Ah.. ya maafkan aku.. tetapi mengapa… bisa?”

“Ya.. aku tak mengerti mengapa bisa terjadi, tapi mungkin Jaebum mengetahuinya.. aku akan menghubungi Jaebum nanti.. sekalian, kita diharuskan membantu pasangan pabo itu untuk pernikahan mereka..”

“Ck.. jika mereka pabo saat tau mengenai kehamilan, bagaimana dengan kau yang sempat juga menghilang beberapa hari karena mengetahui kehamilanku.. kau pun sama pabo nya”

Hankyung menggaruk tengkuknya. Ia seakan lupa mengenai kejadian dulu saat ia mengetahui Rae hamil.

“Itu kan dulu..”

“Sama saja..”

Rae pergi meninggalkan Hankyung sendirian yang masih merasa malu.

.

.

.

Helaan nafas terdengar untuk kesekian kalinya dari bibir Kyuhyun yang mengerucut imut. Saat ini mereka, Siwon dan Kyuhyun sedang duduk di ruang tunggu tempat praktek Dokter Hwang untuk memeriksakan kasus kehamilan Kyuhyun yang sempat membuat mereka heboh kemarin.

Yah… setelah melalui drama salah paham karena mengira Siwon tak suka akan kehamilannya, akhirnya Kyuhyun tahu, jika alasan Siwon meninggalkannya kemarin adalah karena kekasihnya itu bingung dan terlalu bahagia hingga tak sadar harus melakukan apa?

“Lama..” desah Kyuhyun kesal. Pemuda manis itu duduk sambil menggoyangkan kaki dengan gelisah.

“Astagaa.. Baby.. kita baru disini 15 menit..” Siwon yang sedang duduk disisinya sambil membaca majalah itu mengerling sejenak ke arah Kyuhyun.

“Tapi aku lapar..” bisik Kyuhyun.

Sebelah alis Siwon terangkat heran, “Lapar? Kau baru saja sarapan Baby…”

“Aku hanya sarapan sedikit, Siwon..” kerucut di bibir Kyuhyun semakin tajam.

“Sedikit? Kau menghabiskan 4 pancake, semangkuk sereal, dan dua gelas susu, itu sedikit?” raut terkejut tampak di wajah Siwon. Sejak Kyuhyun tahu dirinya mengandung, nafsu makannya pun ikut berubah semakin menggila.

“Aku lapar..”

“Kau hamil bayi panda?”

“Aku hamil anakmu tahu!” Kyuhyun semakin cemberut, kembali menggoyangkan kakinya dengan sebal.

Siwon tak menjawab, hanya beranjak berdiri dan melangkah pergi.

“Kau mau kemana?” tanya Kyuhyun.

“Mencari udara segar sejenak, bau obat ini membuatku tak nyaman..”

Kyuhyun hanya berdecak kesal saat Siwon melangkah meninggalkannya. Menggerutu tentang bagaimana tak pekanya kekasihnya itu. Tak sampai 10 menit ketika Siwon kembali dan menyerahkan bungkusan kertas coklat ke tangan Kyuhyun yang masih duduk dengan cemberut.

Seketika mata bulat Kyuhyun berbinar cerah menatap bungkusan di depannya. Buru-buru dibukanya, “Kau penyelamat hidupku Siwon!!” katanya dramatis, sambil menyuapkan sandwich di tangannya. Tak lama, sandwich tuna dan sebotol air mineral itu tandas seketika.

“Kenyang?”

Kyuhyun mengangguk.

“Dasar panda!” Siwon terkekeh pelan, mengacak surai coklat Kyuhyun yang lembut.

Seorang perawat menghampiri mereka, mempersilahkan mereka masuk. Walau sebelumnya Kyuhyun sempat mendelik kesal pada si perawat yang alih-alih memanggilnya Tuan justru memanggilnya Nyonya Choi.

Dokter Hwang sudah menunggu mereka, dengan tersenyum lebar yang membuat Kyuhyun seketika curiga.

“Kyuhyun-ssi.. Bagaimana kabarmu?”

Kyuhyun mendengus mendengarnya, “Aku tahu anda menyembunyikan sesuatu dariku, Uisa-nim.. sekarang jelaskan.. bagaimana ini bisa terjadi?”

Dokter Hwang menyuruh mereka duduk di hadapannya. Pria paruh baya itu mengambil sebuah bekas dari laci mejanya, dan menunjukkanya pada Kyuhyun.

“Apa–” kalimat Kyuhyun terhenti. Dia sedikit tak mengerti dengan dokumen yang kini ada ditangannya.

“Kau tentu tahu, Kyuhyun-ssi, untuk menjaga agar tubuhnya menerima otak bionik yang di tanamkan dalam dirimu, kau harus menjalani suntik hormonal setiap bulannya..”

Kyuhyun mengangguk, begitupula Siwon disisinya yang terlihat menyimak dalam diam.

“…dan sepertinya, hormon yang disuntikkan padamu, juga berpengaruh pada hormon kesuburan dalam tubuhmu, hingga membuat kromosommu sedikit berubah dan menciptakan rahim dalam tubuhmu..” jelas dokter Hwang, menunjukkan potret hasil pemeriksaan tubuh yang pernah di lakukan Kyuhyun.

“Tapi..”

“Memang hal ini sulit dipercaya Kyuhyun-ssi, awalnya aku pun juga tak percaya.. tapi, semua terbukti nyata, dan kini kau sedang mengandung.. Berbaringlah.. aku akan memeriksa usia kandunganmu..”

Kyuhyun mengikuti arahan dokter Hwang untuk berbaring di meja periksa. Merasakan sedikit sensasi aneh saat dokter itu mengoleskan gel bening di atas kulitnya dan menempelkan alat sperti stik disana. Tak lama, di layar yang ada di sisi ranjang Kyuhyun, tampak obyek samar dari kandungannya.

“Usia bayi kalian, 4 minggu, dan tampak sangat sehat..” Dokter Hwang tersenyum, “Apa kalian ingin mendengar detak jantungnya?”

Siwon dan Kyuhyun mengangguk. Dokter Hwang menekan satu tombol, dan selanjutnya, detak familiar itu terdengar di telinga mereka. Membuat Kyuhyun merasakan keharuan yang amat sangat, begitupula Siwon yang tampak begitu takjub dan bahagia.

Mereka tak pernah menyangka jika kehidupan mereka akan tampak sangat lengkap dan sempurna seperti ini. Terutama bagi Kyuhyun yang sungguh tak pernah mengira hal ajaib seperti ini akan terjadi dalam hidupnya.

“Apa anda sudah tahu semua ini sejak lama, Dokter Hwang?” tanya Kyuhyun, setelah mereka duduk kembali di hadapan Dokter Hwang.

“Ya.. Aku sudah memperkirakannya, tapi aku sengaja tak memberitahumu, Kyuhyun-ssi, karena aku pun tak terlalu yakin.. dan sekarang semua terbukti..”

“Kapan dia akan melahirkan, Uisa-nim?” tanya Siwon.

“Terhitung kini usia kandungan Kyuhyun telah sebulan maka perkiraan kelahiran di bulan Oktober, Siwon-ssi.. aku akan memberinya vitamin agar Kyuhyun dan bayi nya selalu sehat…” kata dokter itu sambil tersenyum.

Keduanya berpamitan untuk kembali pulang, ada perasaan haru yang kini menyelimuti keduanya. Kyuhyun menautkan jarinya dengan Siwon, saling melempar pandang dan tersenyum penuh bahagia. Mereka berdua masih berdiam diri di dalam mobil.

 “Apa kau bahagia Siwon?”

“Sangat bahagia, sayang.. bagaimana denganmu?”

“Tak perlu ku jelaskan… aku sangat bahagia, hingga rasa ini menyesakkan bagiku.. kini aku merasa sempurna untuk bersamamu.. aku mencintaimu…”

“Aku pun sangat mencintaimu…”

.

.

.

Siwon yang hendak masuk ke dalam kamar dikejutkan dengan pintu yang terkunci. Siwon mencoba membukanya sekali lagi, tapi hasil tetap nihil. Pintu tetap terkunci dari dalam. Akhirnya Siwon pun memilih untuk mengetuknya.

Tok.. tok..

“Sayang, kau ada didalam. Mengapa mengkunci pintunya? Aku mau masuk.”

Tapi tak ada sahutan, Siwon panik, dia takut terjadi sesuatu kepada Kyuhyun.

“Sayang, kau ada didalam??” Teriaknya sekali lagi.

“Kau tak apa-apa?? Jawab aku!!”

Hingga suara pintu terbuka pun kini di dengarnya, Siwon merasa sedikit lega. Tapi itu tak berlangsung lama, karena saat pintu terbuka Siwon di hadapkan dengan Kyuhyun yang mempunyai wajah sembab, mata memerah dan jangan lupakan hidung serta bibir yang ikut memerah.

“Oh My.. ada apa??” Siwon akan menarik Kyuhyun dalam dekapannya, tapi Kyuhyun sudah memilih mundur terlebih dahulu.

“Sayang, ada apa??”

Siwon sangat terkejut dengan reaksi Kyuhyun, bukankah tadi saat makan malam mereka baik-baik saja. Tidak ada pertengkaran, bahkan Kyuhyun masih sangat manja dengan memintanya untuk menyuapi makanan hingga tandas.

Kyuhyun bukannya menjawab memilih untuk kembali menangis, Siwon tentu bingung dibuatnya. Satu sisi ia ingin memeluk tetapi Kyuhyun tak mau dipeluknya, satu sisi ia bingung mengapa Kyuhyun bisa menangis.

“Sayang, bicaralah.. jangan buat aku bingung”

Kyuhyun masih sesenggukan hingga akhirnya ia mengeluarkan suaranya.

“Kau ti..dur..lah.. di..luar”

Mwo??”

“Siwon.. kau tidur diluar” pintanya dengan cepat.

“Tapi kenapa??” Siwon memasang ekspresi sangat terkejutnya.

“Aku pun tak tau.. Aku.. aku.. ingin tidur dipelukanmu, tapi.. ntah mengapa, aku pun enggan tidur bersamamu..”

Mwo??”

Kyuhyun kembali menangis, membuat Siwon menjadi tak tega.

“Baiklah aku tidur diluar”

Kyuhyun menghentikan tangisannya, walau sesekali sesenggukan itu masih ada. Ia menatap Siwon penuh iba, tapi ia sendiri tak bisa mencegah hal itu. Dilihatnya kini Siwon yang membawa bantal dan juga selimutnya, Siwon terus berjalan tanpa melihat ke arah Kyuhyun dan segera menutup pintunya.

‘Ingatlah.. pada masa kehamilan muda, seorang ibu akan merasakan sugesti pada dirinya yang menimbulkan kata mengidam, Dari hal yang wajar hingga tak wajar menurut kita, tapi kau harus siap menghadapinya Siwon..’

Siwon mengingat kembali ucapan Dokter Hwang sebelum mereka pamit pulang. Tangisan Kyuhyun kembali pecah, ia merasa sudah sangat jahat pada Siwon. Tapi detik selanjutnya, pintu kembali terbuka.

“Jangan menangis. Menurut dokter, kau sedang mengalami fase hormon yang tidak stabil saat kehamilan. Aku mengerti.. tidurlah..”

Kyuhyun menuruti keinginan Siwon dengan segera merangkak menaiki ranjang, ia pun segera memejamkan matanya saat pintu kamar telah tertutup. Tapi tak lama matanya kembali terbuka.

“Bagaimana aku bisa tidur jika tidak dalam pelukanmu..” akhirnya ia pun kembali menangis.

Dilain tempat, Siwon sendiri berusaha menyesuaikan dirinya untuk tidur di sofa.

“Haaah.. bukannya dulu saat pertama kali, Kyuhyun membawaku. Kau tertidur di sofa, Siwon.. jadi kini biasakanlah..”

Siwon berusaha memejamkan matanya, sebelum akhirnya deringan handphone mengusiknya.

“Siapa yang malam-malam menghubungiku?”

Siwon melihat layar ponselnya.

“Kyuhyun…”

Ragu Siwon mengangkatnya, tapi akhirnya ia menjawab juga.

“Sayang..”

“Siwon…”

“Ada apa?? Apa perlu aku datang..”

“Jangan”

Siwon kembali menunduk lesu.

“Siwon.. maafkan aku..”

“Tak apa sayang.. aku mengerti..”

“Tapi aku..”

“Ssstt itu bayi kita, apapun yang terjadi. Aku bahagia sudah memenuhi masa ngidammu, agar bayi kita tak rewel nantinya..”

Gomawo..”

“Heum.. tidurlah..”

“Tapi aku tak bisa”

“Lalu??”

“Menyanyilah untukku Siwon, agar aku bisa tidur..”

Siwon mencoba berdeham agar suaranya bisa terdengar indah. Dan mulai menyanyikan sebuah lagu untuk pengantar tidur kekasihnya.

“Aku pasti kuat menjalani masa mengidam Kyuhyun yang sangat memberatkan diriku ini”

Apalagi yang mereka harapkan dalam hidup. Mereka telah bersama, selamat dari kematian yang akan memisahkan mereka, dan kini, kebahagiaan mereka akan semakin lengkap dengan hadirnya calon buah hati mereka. Apalagi yang mereka inginkan? Dan kini mereka tak akan menukar kehidupan mereka ini dengan apapun juga.

-END-

-TBC-

note :

Kami hadir lagi untuk kesekian kali.. dan… *jeng jeng..

Satu chap lagi menuju end… dan akan di pw lagi..

Jdi..buat yang sejak awal tak pernah lelah bersama kami..mengikuti seri ini sampe selesai, TERIMAKASIH BANYAK…. * kecup atu-atu

Terus dukung kami ya..

Terimakasih sudah berkunjung ke WKC !!!!

**missHan**

Kami kembali yeaaahhh akhirnya ya…

senangnya dengan respon dari semuanya… terima kasih yang sudah selalu bersama dari awal sampe hingga menuju ending… jangan lupa untuk terus bersama WKC ya.. hehehe… sampai jumpa di ending kami..

-MissLee-

Advertisements

30 thoughts on “Siwon, a cyborg in love chap.9

  1. Yaampun kyu hamil😂
    mana ribed bgt tuh si kyu,siwon yang sabar yah,maklum orang hamil pasti ada aja maunya!!

  2. Siwon seharusnya kmu jangan menyebut kyuhyun panda, itu terlalu imut. Seharusnya kau menyebut Kyu itu gabungan dari beberapa bola (bulat). #ditembaksiwon kkkkkk.
    Chapter selanjutnya Kyuhyun ngidam ya??. Ayo siksa siwon HAHAHAHAHAHA #ketawaevilbarengkyu

  3. Yessss kyuhyun hamil, siwon lu kudu tanggung jawab. Kudu nikahin kyuhyun!!
    Aaa baru hamil ngidamnya udah lucu, pengen liat kyu ngidam yang lainnya hehe

  4. Yeyyy babykyu hamil sbntr lg wonkyu punya baby…senangnya, makasih buat yg udah bikin cerita ini sungguh ini indah sekali…gak sabar ampek wonkyunya nikah…kyk apa anaknya…😙

  5. yeyyy kyuhyun hamil , siwon hrs ekstra sabar untuk ngadepin kyuhyun yg sedang hamil…pasti ntar baby nya wonkyu lucu” ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s