Posted in Family, Fluffy, Oneshoot, Uncategorized, wonkyu

Sister 2

Sister 2

WONKYU feat Jiwon and Bugsy

“Sister in-law is just… something. Like a friend that you’ve never think of.”

Kyuhyun memeluk Jiwon yang masih tersedu. Yang Kyuhyun lakukan sejak lima belas menit lalu adalah memeluk wanita itu dan mendengarkan gumamannya yang semakin lama semakin tidak jelas. Jangan tanyakan pada Kyuhyun! Dia pun sama sekali tidak mengetahui duduk permasalahannya. Kyuhyun menepuk punggung Jiwon seolah hal itu adalah hal terbaik yang harus dia lakukan. Akhirnya, Jiwon melepaskan diri dari pelukan Kyuhyun sambil mengusap sisa air matanya. Kyuhyun membantu Jiwon dengan mengulurkan tisu kearah wajahnya yang kelihatan lembab.

“Apa kau sudah selesai?” Tanya Kyuhyun.

Jiwon mengangguk pelan sambil memaksakan sebuah senyuman. Jiwon masih belum bisa mengerti bagaimana dia bisa berakhir menemui Kyuhyun di apartemen milik Siwon. Jiwon sedang tidak mencari teman untuk bicara tapi hanya sebuah pelukan atau beberapa kalimat penenang. Dia tidak mungkin datang ke asrama polisi sekarang, Siwon sudah memiliki cukup banyak beban masalah dan Jiwon tidak ingin membuat kakaknya itu semakin khawatir dengan melihatnya menangis tanpa sebab yang jelas.

“Terima kasih, oppa. Aku tidak tahu lagi harus kemana jika kau tidak ada disini.” Ucap Jiwon lirih.

Kyuhyun tersenyum tulus sambil mengelus puncak kepala Jiwon. Tanpa menimpali ucapan adik kesayangan Siwon itu, Kyuhyun berjalan ke dapur dan kembali dengan membawa segelas air putih dingin untuk Jiwon.

“Minumlah. Kau tahu? Oppa tidak akan memaksamu untuk bercerita dan tidak akan menanyakan apapun.” Kyuhyun kembali duduk disebelah Jiwon dan menghidupkan televisi yang ada dihadapan mereka.

Jiwon hanya menunduk sambil mempermainkan ujung gelas dengan jarinya. Jiwon merasa sedikit bersalah. Dan sebagian lainnya, Jiwon benar-benar ingin bercerita.

Oppa juga tidak akan bertanya apapun. Tapi, aku ingin kau tahu dan meyakininya, Choi Jiwon. Apapun yang sedang kau alami dan kau rasakan sekarang akan berlalu. Yakinlah, semuanya akan baik-baik saja.”

Jiwon menoleh kearah Kyuhyun yang menatap lurus ke arah televisi. Jiwon meminum air putih dingin yang diberikan Kyuhyun tadi, lalu meletakkan gelas kosong itu diatas meja. Tanpa bertanya lagi pada Kyuhyun, Jiwon meraih remote  dari tangan Kyuhyun dan mematikan televisi yang sedang menayangkan acara dengan Kyuhyun sebagai guest.

“Ya! Choi Jiwon, apa yang kau lakukan?” Kyuhyun kembali merebut remote dari genggaman Jiwon.

“Aku akan bercerita. Semuanya. Kau bisa menonton siaran ulang acara itu setelah ini.”

Ucapan Jiwon berhasil menghentikan gerakan tangan Kyuhyun yang baru saja akan menyalakan televisi lagi. Kyuhyun menatap ke arah Jiwon yang memasang wajah seriusnya. Kyuhyun meraih jemari Jiwon dan menepuknya pelan beberapa kali.

“Kau tidak perlu memaksakan di—“

“Aku ingin melakukannya. Yang oppa perlu lakukan hanya mendengarkannya.”

Kyuhyun menghela nafas pelan lalu tersenyum ke arah Jiwon dan mengangguk pelan. Dengan isyarat itu, Jiwon memulai ceritanya. Bahkan Jiwon merahasiakan ini semua dari Siwon.

“Sebenarnya…”

Jiwon menatap Siwon dan Kyuhyun secara bergantian. Jiwon merasa matanya sudah dipenuhi air mata dan telapak tangannya mulai berkeringat. Jiwon benar-benar tidak salah dengar. Apa yang harus dia lakukan? Dia benar-benar tidak ingin percaya. Jiwon kecewa dan sebagian dirinya merasa marah.

Oppa, candaanmu kali ini benar-benar tidak lucu. Aku kembali untuk liburan, bukan untuk kau permainkan seperti ini.” Ucapan Jiwon sedikit tersendat seiring air mata yang mulai mengalir.

“Jiwon-ah, maafkan aku. Tapi, aku benar-benar mencintai Kyuhyun dan tidak bisa membayangkan hidupku tanpanya.” Siwon menggenggam tangan Kyuhyun yang ada diatas meja.

Kyuhyun menggigit bibir bawahnya, haruskah dia bertindak sejauh ini? Jiwon begitu tersakiti karena kakak kesayangannya telah mengecewakannya. Dan semua ini karena dirinya. Kyuhyun menarik tangannya dari genggaman Siwon, tapi tidak bisa. Pria disampingnya itu semakin mengeratkan genggamannya.

“Jangan diteruskan! Aku mohon, oppa!”

Jiwon menggelengkan kepala sambil menutup kedua telinganya. Jiwon tidak ingin mendengar kalimat itu. Mencintai Kyuhyun? Jiwon ingin berteriak didepan telinga Siwon bahwa Kyuhyun adalah seorang pria. Demi Tuhan! Alam semesta dan seisinya, Kyuhyun adalah pria dan begitu juga dengan Siwon. Jiwon sangat mengagumin Kyuhyun dan suaranya, bahkan mungkin lebih dari itu, dan sekarang dia harus mendapati kenyataan bahwa kakaknya jatuh cinta dengan pria itu. Reaksi apa yang harus dia berikan? Restu? Bahkan kata marah saja tidak bisa menggambarkan perasaannya saat ini.

“Aku kecewa padamu, Choi Siwon.” Jiwon meraih tasnya sebelum berdiri dari tempat duduknya.

Jiwon menghentikan langkahnya tepat disamping Kyuhyun.

“Dan aku membencimu, Cho Kyuhyun.” Jiwon mengucapkan kalimat itu tanpa menoleh.

Lalu, Jiwon berjalan keluar dari kafe itu tanpa menoleh sedikit pun. Jiwon pikir dia akan menghabiskan waktu yang menyenangkan bersama Siwon setelah pertemuan terakhir mereka enam bulan yang lalu. Sekarang, Jiwon hanya ingin pulang dan tertidur. Berharap saat terbangun, semua yang dikatakan oleh Siwon dan kehadiran Kyuhyun hanyalah bagian dari mimpi buruknya.

Siwon bisa merasakan ada yang salah dengan kelakuan Kyuhyun sejak pertemuan mereka dengan Jiwon beberapa hari yang lalu. Kyuhyun menolak untuk kembali ke apartemen mereka. Dan sekarang, Kyuhyun berbaring di ranjang mereka dengan memunggungi Siwon.

Baby..” Panggil Siwon sambil memeluk Kyuhyun dari belakang.

Kyuhyun hanya bergumam dengan mata terpejam, Kyuhyun benar-benar belum ingin bicara banyak dengan Siwon. Dia tidak marah atau pun kecewa pada Siwon. Kyuhyun hanya membutuhkan waktu untuk berpikir dan mengumpulkan kembali keyakinannya tentang hubungan mereka. Dan Kyuhyun tidak bisa menghilangkan bayangan wajah Jiwon yang menagis dari pikirannya. Adik Siwon itu memang tidak berteriak atau memukulnya tapi Kyuhyun tahu mereka sudah menyakitinya. Itulah yang membuat Kyuhyun khawatir, karena pada bagian ini jauh akan lebih sulit dibandingkan ketika mereka menghadapi Ahra.

Siapa yang tidak kecewa dan sakit hati saat mengetahui kakak kesayangannya jatuh cinta dengan seorang pria? Kalimat terakhir Jiwon sebelum meninggalkan mereka membuat Kyuhyun kehilangan keyakinan dan merasa semuanya tidak akan berhasil. Apapun yang mereka lakukan, hubungan mereka tidak akan pernah berhasil. Tapi, Kyuhyun tidak ingin mundur. Kyuhyun tidak bisa membayangkan kehidupannya tanpa Siwon.

“Jiwon hanya membutuhkan sedikit waktu untuk menerima semuanya. Jadi berhentilah merasa bersalah.”

Kyuhyun membuka matanya saat Siwon mencium tengkuknya dengan lembut. Kyuhyun menggenggam tangan Siwon yang memeluknya. Kyuhyun tersenyum miris. Apa Kyuhyun merasa bersalah dengan tulus? Bahkan dia sama sekali tidak berusaha untuk meminta maaf pada Jiwon sejak kejadian itu.

“Kita benar-benar egois. Bahkan kita tetap bertahan meskipun kita tahu jika telah menyakiti mereka. Gadis yang baik seperti Jiwon tidak seharusnya mengalami hal semacam ini.” Ucap Kyuhyun tanpa membalikkan badannya dengan suara yang begitu lirih.

“Apa yang salah dengan egois? Kita saling mencintai bukanlah tanpa alasan, Kyu. Hati kita tidak bisa memilih kepada siapa kita akan jatuh cinta. Orang-orang hanya melihat bukan merasakan.”

Benar.

Kyuhyun memejamkan matanya saat Siwon mengecup puncak kepalanya. Kyuhyun mengeratkan pelukannya. Kyuhyun telah sampai pada sebuah tingkat dimana dia tidak ingin lagi mendengarkan pendapat orang lain. Hanya pendapatnya dan pendapat Siwon. Egois? Kyuhyun tidak peduli selama Siwon tetap berada disisinya. Tidak ada hal lain yang lebih penting dari itu. Siwon loves him, he loves him back. Then, what else is matter?

“Sebenarnya… Aku sangat membenci oppa saat pertama kali tahu kau dan Siwon oppa  memiliki hubungan yang lebih dari sekedar sahabat. Rasanya aku ingin menabrakkan mobilku kemanapun atau ke siapapun yang aku lewati saat perjalanan pulang.”

Kyuhyun menghela nafas panjang. Benarkah? Jiwon hanya ingin mengatakan itu setelah datang padanya tengah malah sambil menangis seperti anak remaja yang baru putus cinta.

“Choi Jiwon, sebelum kau mengatakan semua itu padaku, aku sudah sangat tahu jika kau tidak terima dan benci padaku. Sekarang bisakah kau tidak berputar-putar dan ceritakan saja langsung ke intinya?” Kyuhyun menoleh kearah Jiwon yang kini telah bersandar disofa dengan wajah menengadah ke langit-langit apartemen.

“Seperti itulah suasana hatiku sekarang oppa. Aku mungkin bisa saja membunuh seseorang jika aku tidak mengingat Tuhan sama sekali. Mungkin kau akan menganggapku kekanakan kalau oppa tahu alasan kenapa aku sampai datang kemari dalam keadaan kacau seperti ini. And you know what, ini benar-benar bukan aku yang seperti biasanya.” Jiwon mendesah pelan.

Yeah, but you did it anyway. Lalu, siapa sebenarnya alasanmu sampai melakukan hal ini?”

Jiwon berdecih sambil menoleh dengan tatapan tidak percaya ke arah Kyuhyun.

Ouch, it hurt. Kau benar-benar menyakiti harga diriku sebagai seorang perempuan oppa. Bisakah oppa  mengganti kata apa dengan kata siapa, jadi lebih manusiawi untuk didengar?” Jiwon memegangi dadanya seolah merasa sangat tersakiti oleh ucapan Kyuhyun.

“Apa yang salah dengan kata itu jika akhirnya kita akan membicarakan tentang seseorag bukan sebuah barang? Sepertinya aku benar-benar harus menarik predikat lady-like yang pernah kusematkan padamu beberapa tahun lalu. Kenapa kau jadi sangat mirip dengan Siwon sejak kembali kesini tahun lalu?”

“Aku tidak pernah merasa mirip dengan Siwon oppa.”

Kyuhyun menegakkan tubuhnya lalu mencubit pipi Jiwon, membuat adik kandung Siwon itu meringis pelan dan memasang wajah cemberut kearah Kyuhyun. Kyuhyun tertawa puas melihat wajah kesal Jiwon.

“Jadi apalagi yan Soohyun lakukan padamu sampai kau jadi sekacau ini?”

Oppaa!!!” Jiwon berteriak kesal lalu memukuli Kyuhyun tanpa ampun.

“Ya! Choi Jiwon, apa salahku?” Kyuhyun berlari menjauhi Jiwon yang terus berusaha memukulinya.

Jiwon tidak berhenti mengejar Kyuhyun  sambil merengek tidak terima karena Kyuhyun mengucapkan nama pacarnya sebelum dirinya bercerita tentang masalahnya.

Kyuhyun menggigit bibir bawahnya sambil menatap ke arah Jiwon yang tengah menatap kearahnya sejak dirinya duduk disana beberapa menit yang lalu tanpa mengucapkan sepatahkatapun. Wanita itu seolah tengah menilai, menimbang dan berpikir keras tentang Kyuhyun.

“Jiwon-ah..”

Oppa.. kau tahu aku sangat menyukaimu dan suaramu, kan?” Pertanyaan memotong kalimat Kyuhyun.

Kyuhyun menelan ludahnya, berharap dalam kecemasan tentang apa yang akan dikatakan oleh Jiwon selanjutnya. Apa yang sebenarnya Kyuhyun harapkan saat ini? Tapi Kyuhyun memiliki firasat yang baik tentang ini. Atau lebih buruk. Entahlah.

“Aku sangat menyayangi Siwon oppa. Dia sangat berharga, kakakku satu-satunya. Aku tidak bisa memberikannya pada sembarang orang yang tidak bisa memberikan kebahagiaan untuknya.”

Kyuhyun hanya bisa menatap minumannya saat dia mendengar Jiwon menghela nafas. Kyuhyun mengangkat kepalanya untuk menatap Jiwon saat jemari penuh kehangatan milik adik Siwon itu menggenggam tangannya. Jiwon dengan mata berkaca-kaca membalas tatapannya. Tatapan yang membuat hati Kyuhyun begitu emosional dan meledak-ledak. Bahkankarena alasan yang belum jelas sama sekali.

Oppa, apa kau bisa menjanjikan kebahagiaan itu untuk Siwon oppa? Jika kau hanya main-main dan tidak menjanjikan hal yang serius untuk hubungan kalian, lebih baik kau mundur sekarang. Dengan begitu, kau tidak akan menyakiti Siwon dan mengecewakan kami yang akan berusaha mendukung hubungan kalian.” Kyuhyun menggigit bibir bawahnya saat air mata Jiwon mulai mengalir dari pelupuk mata yang sangat mirip dengan milik Siwon.

Kyuhyun membalas genggaman erat Jiwon lalu menggeleng pelan kearah Jiwon.

“Kau tidak bisa membahagiakan Siwon oppa?” Jiwon bertanya denga tatapan tidak percaya sekaligus kecewa dengan respon Kyuhyun.

Kyuhyun kembali menggelengkan kepalanya.

“Lalu, kenapa oppa menggelengkan kepala oppa?”

“Jangan menangis.”

Jiwon tertawa pelan sebelum menghapus air mata yang tersisa dipelupuk matanya. Mungkin keputusannya untuk mencoba menerima hubungan Siwon dan Kyuhyun tidak buruk.

“Sepertinya Siwon oppa benar-benar mencintaimu. Aku tidak pernah melihatnya berusaha sekeras ini untuk membuatku menerima seseorang dalam hidupnya. Atau mungkin bisa kukatakan dia tidak terlalu peduli. Tapi kali ini dia benar-benar peduli dengan pendapatku, bahkan dia meminta Ahra eonnie, Ryeowook oppa dan Donghae oppa untuk bicara denganku.”

“Benarkah?” Kyuhyun sama sekali tidak mengetahui Siwon melakukan itu semua.

Jiwon mengangguk sebelum melanjutkan ucapannya, “Ya. Beberapa hari ini aku mulai berpikir kenapa aku marah dan kecewa. Aku marah dan kecewa bukan tentang hubungan kalian atau kenyataan bahwa Siwon menyukai seorang Kyuhyun. Tapi rasa marah dan kecewaku karena aku tidak berada dideretan orang-orang pertama yang mengetahui hubungan kalian. Itulah yang membuatku marah dan kecewa.”

“Maafkan kami. Aku benar-benar mengatakan tentang ini lebih cepat tapi kau tahu tidak semua orang bisa menerima hubungan kami dengan pemikiran terbuka seperti yang kau lakukan sekarang, Jiwon.”

Kyuhyun tersenyum kearah Jiwon yang menganggung penuh pengertian. Kyuhyun bisa bernafas lega, setidaknya saat dia berhadapan dengan Jiwon. Kyuhyun bisa sedikit bebas bergerak dihadapan Jiwon. Dan hubungan mereka sudah berada pada tahapan satu langkah lebih jauh.

“Jiwon-ah, aku berjanji akan memberikan kebahagiaan untuk Siwon.”

Senyuman yang diberikan Jiwon sebagai balasan membuat Kyuhyun semakin tidak ingin mundur. And there is no turning back.

“Lalu, dimana anak nakal itu sekarang?”

“Dia sudah tertidur bersama Bugsy dikamar tamu.” Kyuhyun bisa mendengar Siwon menghela nafas panjang diseberang sana.

“Kau sudah bicara dengan Soohyun?” Kyuhyun terkekeh pelan sebelum mengitari ranjang dan duduk ditepi ranjang sambil tangannya yang bebas memeluk bantal.

Kyuhyun mengangkat bahu seolah Siwon dapat melihat apa yang dilakukannya.

“Soohyun datang kemari dan seperti yang dia jelaskan, dialah yang mengantar Jiwon kemari. Yang aku sama sekali tidak mengerti kenapa Jiwon sampai menangis sedramatis itu.”

“Dia memiliki moodswing yang melebihi ibu hamil saat dia… Kau tahu..”

Kyuhyun mengerutkan keningnya. Otaknya benar-benar sudah tidak bisa berpikir keras dan tubuhnya sudah cukup lelah menghadapi drama kehidupan Choi Jiwon dalam beberapa jam ini. Dan sekarang Siwon sedang bermain teka-teki dengannya, kepala Kyuhyun sudah hampir meledak.

“Choi Siwon, selesaikan kalimatmu dengan baik.”

Babe, kau tahu, rasanya aku tidak bisa mengatakan hal yang  begitu privacy mengenai adikku.” Kyuhyun bisa merasakan Siwon yang bergerak tidak nyaman diseberang sana.

“Dan kau membiarkanku berpikir keras dengan sisa kekuatanku hari ini. Demi Tuhan, Siwon, kau tidak tahu betapa paniknya aku saat Jiwon datang dengan mata bengkak dan keadaan sangat kacau.”

“Okay, baby. I’m sorry. Her moodswing is the worst when she is on her… period.”

Kyuhyun mengangguk pelan degan mulut sedikit terbuka. Sebelum, pria manis berambut coklat madu itu tertawa terbahak-bahak. Sementara Siwon hanya diam dan merasa bingung kenapa Kyuhyun tertawa.

Baby, tidak ada yang lucu sama sekali. Apa yang kau tertawakan?”

“Soohyun. Aku hanya merasa kasihan padanya apa yang dia lakukan selama berbulan-bulan yang lalu jika Jiwon sedang.. kau tahu..” Kyuhyun masih dengan sisa tawanya.

Benar-benar mengejutkan. Seorang Jiwon yang sangat anggun dan lembut. Dia tidak kelihatan seperti wanita yang tidak bisa mengontrol emosinya. Siapa yang menyangka Jiwon memiliki emosi yang begitu meledak-ledak seperti yang dia lihat beberapa jam yang lalu? Ya Tuha, dan Kyuhyun sudah bertingkah seolah sangat dewasa didepan Jiwon tadi. Kyuhyun menggigit bibir bawahnya, dia merasa benar-benar malu pada dirinya sendiri.

“Ya. Aku juga tidak mengerti kenapa Soohyun bisa bertahan lama bersama Jiwon. Kadang aku juga mengasihani diriku sendiri.” Kyuhyun menaikkan alisnya saat Siwon mengucapkan kalimat terakhirnya seperti gumaman yang hampir tidak terdengar.

“Apa maksudmu? Kau menganggap aku memiliki moodswing yang mengerikan seperti Jiwon?” Kyuhyun setengah berteriak sebelum menegakkan tubuhnya dengan kesal merasa tidak terima.

“Baby, aku yakin kau salah mendengarkan ucapanku tadi.”  Suara Siwon sedikit panik dan menyesali kenapa dia mengucapkan apa yang ada dipikirannya. Benar-benar bodoh!

“Kau pikir aku memiliki gangguan pendengaran? Aku mendengar dengan jelas apa yang kau ucapkan, Siwon. Aku benci padamu.”

“Baby, tapi aku sangat mencintaimu.”

“Tapi aku membencimu.”

“Tapi, baby, aku mencin—“

Bye!”

Kyuhyun memutuskan sambungan telepon mereka tanpa mempedulikan ucapan Siwon. Pria manis itu merebahkan tubuhnya dengan nyaman sambil memeluk bantal gulingnya sebelum terkekeh pelan. Kyuhyun sangat mencintai pria bodoh itu. Kakak dari Choi Jiwon. Pria yang selalu membalas kalimat ‘aku membencimu’ milik Kyuhyun dengan kalimat ‘aku mencintaimu, baby’ tanpa memikirkan dia atau Kyuhyun yang lebih sering mengucapka tiga kata ajaib yang selalu berhasil membuat hati Kyuhyun menghangat.

“Because you can’t define between madness and love when you are truly in love with someone.”

Halooooo..

Mau pengakuan dosa dulu nih hahha, sebenernya ff yang pertama kali di post setelah berabad-abad ga nge post itu dipersembahkan buat Ssii Unnie dengan ucapan Happy Belated Birthday, tapi udah telat banget ya udahlah..

Ini buat Ssii Unnie deh pokoknya spesial ❤ ❤ ❤ mianhaeyooooo mianhaeyoooo T^T

Buat BAT, aku kangen banget hahhaha kak joo, vira unnie sama suci unnie juga.. tapi maaf nih ya aku lebih kangen sama wonkyu /nangis darah/ Park Boguuuuum… eh abaikan hahhaha..

Ini ff asli gaje banget, kalo ga tahan mending jangan dibaca.. okay cukup sekian dan terima kasih..

Lots of Love from WonKyu ❤ ❤ ❤

 

Advertisements

17 thoughts on “Sister 2

  1. kapan bisa liat wonkyu barengan lagi…..berasa lama banget za ….. ??!! makasih untuk semua author yg terus konsisten nulis ff wonkyu !!! (〃TT ▽TT)9
    Semangat terus za …… (•̀᎑-)

  2. hahaha…
    dedek jahat lebih kangen wonkyu dbanding diriku *plak
    sumpah saya pun mikir ini jiwon kenapa sampe nangis kayak gitu, apa ini pengalaman pribadimu dek??
    hahaha….
    mood swing nya sumpah itu kok gitu amat, mngerikan *plak kasian soalnya orang yang di sekitarnya g tau apa2 taunya menangis tetiba kan ngagetin..
    tapi ahhh jiwon sistercomplex banget ya… duuuh suka deh choi siblings hehehe

  3. Dikira jiwon nangis2 ke kyuhyun tuh kenapa…. Gataunya lagi pms 😂😂😂 aku jadi kyuhyun mah bingung bgt kayaknya didatengin org yg tiba2 nangis sesenggukan wkwk

  4. Aaaahhhhhh Sister…. Ini buat aku yah????? Aku malah baru baca hahahahahahaha
    Yola ngasih setelah 2 bulan dan aku baca sebulan kemudian… Wkwkwkwkwwkwkwkw
    Mianhae,,,, tapi makasih yoooo… Lain kali bikin Kyuhyun yg moodswinh biar Siwon kelabakan…. Hahahahahah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s