Posted in BL, Drama, Romance, Series

Siwon, a cyborg in love chap.7

siwon, a cyborg in love

By. Ellena Han & Miss Lee

Cast : Siwon x Kyuhyun

other : Hankyung, Shin Rae, Byun Jaebum, Im Yoona, Choi Seohee

Genre : BL, Drama/Romance

Rate : T+

 

-Siwon, a cyborg in love-

Oppa.. ada apa?” Seohee menghampiri Kyuhyun yang telah menunggunya di tempat yang mereka tentukan.

Kyuhyun sejenak menghela nafas, berusaha memilih kata-kata yang tepat untuk dia ucapkan, “Aku perlu bantuanmu, Seohee..”

“Bantuan?” tanya Seohee.

Kyuhyun mengangguk, “Ya.. Aku perlu bantuanmu, aku rasa. Aku rasa.. aku bisa menyelamatkan Siwon..”

Seohee terkesiap, “Menyelamatkan? Bagaimana caranya?”

“Aku belum yakin, tapi jika kau membantuku, ku rasa itu akan mungkin dilakukan..” jawab Kyuhyun.

Seohee mengernyitkan dahi tak mengerti, “Apa solusinya, Oppa?” tanya gadis itu ragu-ragu.

Sekali lagi Kyuhyun terdiam, sebelum menghela nafasa dan mulai bicara,

“Hapus aku dari ingatan Siwon, hilangkan semua data tentang Cho Kyuhyun dari pikiran Siwon, dan biarkan memory yang lain tetap ada padanya..”

“Apa? Oppa itu..” Seohee ingin membantah, tapi kembali terdiam memandang raut yakin Kyuhyun.

“Lakukan itu Seohee, agar dia bisa berhenti mencintaiku dengan sendirinya..”

Kyuhyun menghela nafasnya sejenak sebelum kembali ia berkata.

“Hapus semua ingatannya tentang Cho Kyuhyun dan meninggalkan sisanya untuk Siwon. Jadi dia bisa berhenti mencintai diriku.”

Kyuhyun harus menekan hatinya saat mengucapakan kata terakhir itu. Seohee tahu bahkan sangat tahu jika Kyuhyun tersakiti akan hal ini, ia mengingat akan percakapannya dengan Jaebum.

“Jaebum ingin memamerkan Siwon seperti sekarang ini. Mungkin sebaiknya, Oppa berbicara terlebih dahulu dengan dia”

Kyuhyun menatap Seohee.

“Aku akan meyakinkan Jaebum. Aku akan berusaha agar ia tak akan mengekspos mengenai Siwon ke media massa”

“Kyuhyun Oppa. Setelah menyelesaikan masalah ini, apakah kau akan memberikan aku kesempatan untuk aku kembali?”

Kyuhyun terdiam sejenak, ia mengambil tangan Seohee untuk digenggamnya.

“Seohee-ya. Aku saat ini tidak dalam situasi untuk memulai sesuatu yang baru. Aku tak ingin. Bagiku.. kau adalah orang yang baik”

“Orang yang baik??”

Kyuhyun mengangguk, “Selama kenanganku memungkinkan diriku untuk bisa selalu mengingatmu. Aku pasti akan mengingatmu, jadi Seohee-ya.. tolong bantu aku..”

Oppa..”

Seohee tak kuasa menahan air matanya, Kyuhyun dengan sigap menghapusnya.

Uljima.. jangan menangis karenaku.. berbahagialah Seohee..”

Seohee masih terdiam, Kyuhyun menarik Seohee dalam pelukannya. Pelukan seorang sahabat lama, tak ada cinta lagi untuk Seohee. Hanya ada cinta sebagai sahabat untuknya, karena cinta sejatinya sudah ia tanamkan pada Siwon seorang. Hanya Choi Siwon.

.

.

Kyuhyun dan Seohee berada di ruangan dimana Siwon terbaring. Mereka berdua berdiri dengan pandangan menatap satu objek yakni Siwon.

“Apakah tidak mengapa jika kau menginginkan Siwon untuk bangun sekarang? Sistem ini tidak stabil dan masalah mungkin bisa timbul”

“Jika kita mengoperasikan sistem sementara, kita masih mempunyai waktu kurang lebih 12 jam lagi.” Kyuhyun melirik layar di sampingnya, yang menunjukkan denyut jantung maupun berbagai organ yang ada dalam tubuh Siwon.

Kyuhyun menghadapkan tubuhnya pada Seohee.

“Aku ingin mempunyai waktu sedikitnya setengah hari untuk mengucapkan selamat tinggal” menjedanya, “Untuk terakhir kali..”

Seohee memandang lama Kyuhyun, sakit tentu ia rasakan. Tapi ia tak bisa menapik, bahwa Kyuhyun jauh lebih sakit merasakan hal seperti sekarang ini. Seohee berjalan menuju layar utama. Menekan sebuah tombol yang kembali menghidupkan Siwon, tutup yang kasat mata terbuka membiarkan Siwon kembali menghirup udara segarnya.

Seohee sekali lagi kembali mengamati keduanya sebelum akhirnya ia pergi meninggalkan keduanya. Membiarkan Siwon maupun Kyuhyun mengukir kebahagiaan yang mulai menyempit bagi mereka.

Siwon membuka matanya, ia mengarahkan wajahnya ke samping dimana Kyuhyun tengah berdiri memandanginya. Segala bayangan saat mereka bersama kini silih berganti menjadi bayangan indah yang muncul pertama kali ia sadar. Bahkan bayangan dimana kencan terindah mereka masih jelas teringat dalam ingatannya.

‘Cho Kyuhyun.. mengapa kau tak menceritakannya? Aku sangat senang saat tak mengetahui segalanya, andaikan aku mengetahui semuanya terasa akan singkat. Aku akan mengukir masa indah kita dengan cinta yang lebih lama. Tak banyak yang aku bisa lakukan untukmu.. dan itu membuatku merasakan sakit’

Kyuhyun sedikit demi sedikit berjalan mendekati Siwon. Memberikannya senyuman yang terbaik, dan segera membantu Siwon saat melihat akan terbangun dari tidurnya.

“Siwon.. bagaimana keadaanmu?”

“Apakah hanya kata itu, sebagai sambutan pertemuan kita kembali?”

Miannae, aku sebenarnya ingin menyembunyikan mengenai kondisiku kepadamu selama mungkin. Aku hanya tak ingin membebanimu.”

Siwon hanya tersenyum dan mencium bibir Kyuhyun.

“Sudahlah.. aku memaafkanmu..”

Kyuhyun membalas ciuman Siwon lebih dalam, anggap bahwa ini ciuman pertemuan mereka kembali. Sungguh Kyuhyun sangat merindukan Siwonnya. Siwon melepas ciuman mereka membuat Kyuhyun mengernyit, bingung.

“Ada apa??”

“Apa kita akan terus disini??”

“Kita keluar dan berjalan-jalan, bagaimana??”

Siwon mengangguk setuju.

“Kita mengajak lainnya juga??”

“Baiklah, aku akan menghubungi semuanya. Jadi, kita bisa pergi bersama-sama seperti keinginanmu..”

Kyuhyun memeluk Siwon, setelahnya membantu Siwon untuk menuju sebuah ruangan agar ia bisa berganti baju.

.

.

Kyuhyun dan Siwon sudah berada diluar gedung, menunggu ketiga rekannya datang. Kedua tangan mereka seakan tak lelah untuk saling menggemgam.

“Siwon-ah..”

Hankyung dan Rae berlari menuju Siwon dan Kyuhyun yang menunggunya. Yoona pun tak ingin kalah dengan berlari di belakang mereka.

“Hankyung Hyung..”

Siwon melepaskan pegangan tangannya pada Kyuhyun, ia sedikit melangkah maju mendekati Hankyung untuk memeluknya.

“Aku sangat merindukanmu, Hyung..”

“Aku pun sama merindukanmu.. kau baik-baik saja kan??”

Siwon melepaskan pelukannya.

“Heum.. aku baik. Dan sepertinya hubunganmu dengan Rae-ssi semakin dekat?? Apakah aku akan segera mendapatkan kartu undangan??”

“Heish.. kau bercanda saja” Rae ikut menimpali.

Yoona yang merasa terabaikan mencoba bertanya.

“Lalu untuk apa kita dikumpulkan??”

Kyuhyun menatap sekilas Siwon dan tersenyum.

“Kami ingin mengajak kalian berjalan-jalan”

“Uwaaaahhh.. menyenangkan, tapi..” Yoona berucap riang, tetapi ia akhirnya terlihat merenung.

“Tapi apa??” Rae bertanya.

“Kalian menjadi couple, lalu aku hanya jadi penghibur??”

“Lalu kau tak ingin pergi??”

“Enak saja, tentu aku ikut”

Hankyung memutar matanya malas. Sedangkan Siwon dan Kyuhyun hanya terlalu memaklumi kelakuan Yoona.

“Lalu kita akan kemana?”

“Eum.. ke villa ku saja??” Usul Rae.

“Villa??”

“Eum.. bagaimana? Pemandangannya indah, kalian pasti suka” usul Rae.

“Baiklah usulan di terima” Kyuhyun tersenyum dan Siwon mengangguk setuju.

“Baiklah jika begitu kita berangkat..” Yoona berteriak girang.

“Aku akan mengambil mobil dulu, tenang saja. Kali ini aku akan menjadi supir kalian” tawar Hankyung.

“Kalian pergilah ke mobil duluan..”

“Ada apa Siwon??”

“Aku hanya akan ke toilet dulu sebentar. Nanti aku akan kembali”

Kyuhyun menatap khawatir. “Apa perlu aku antar??”

“Tak perlu.. aku bisa sendiri” Siwon mengucak surai madu Kyuhyun dan segera pergi meninggalkan semuanya.

.

.

Jaebum tersenyum senang saat menerima sambungan telephone. Ia tentu sudah memikirkan semuanya. Apapun yang terjadi, dia harus memperkenalkan Siwon seperti yang sudah di harapkannya dari dulu.

“Tentu saja, kau tidak akan menyesal telah datang ke sini untuk melihat sendiri. Kami akan mengungkapkan pada dunia di konferensi, nanti.”

Jaebum berjalan searah jarum jam di ruangannya.

“Apakah kau tidak penasaran untuk mencari tahu nasib cyborg yang mendapat kenangan dari kekasihnya lalu dihapus untuknya?”

Suara ketukan dipintu membuyarkan imajinasinya. Siwon segera masuk tanpa di izinkan terlebih dahulu. Melihat siapa yang datang, Jaebum segera memutuskan sambungan telephone nya.

“Aku akan menghubungimu kembali”

Jaebum menyimpan handphone nya di atas meja, memeriksa beberapa file yang belum sempat dibacanya. Siwon sendiri masih terdiam di dalam ruangan, ia butuh kekuatan untuk membantunya berbicara dengan rivalnya. Ah.. Siwon sendiri tak mengerti apakah ia harus menyebut Jaebum sebagai rival ataupun berterima kasih, karena memory cinta Jaebum lah yang sedikitnya membantu dirinya kini bisa mendapatkan Kyuhyun.

“Seohee mengatakan jika Kyuhyun akan mengajakmu pergi”

“Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu, bisakah?”

Jaebum menatap Siwon, meletakkan kembali filenya lalu meminta Siwon duduk di salah satu sofa yang ada di ruangannya.

“Apa yang ingin kau bicarakan?”

“Mengenai penyakit alzheimer yang diidap Kyuhyun”

“Penyakit??”

“Heum.. bukankah Kyuhyun dan kalian berdua bisa membuat sebuah cyborg. Apa tak mungkin jika kalian pun membuat obat untuk penyembuh penyakit alzheimer?”

“Menurutmu itu bisa ku lakukan??”

“Ya.. mungkin saja..”

“Lalu maksudmu dengan seperti apa?”

“Kyuhyun dapat membuat cyborg sepertiku, kenapa dia tak bisa membuat obatnya?”

“Maksudmu kau akan menjadi alat percobaannya???”

Siwon tersenyum.

“Ya..”

Jaebum tertawa. Siwon menghela nafasnya. Ia sebenarnya tak suka untuk berkomunikasi dengan Jaebum tapi hatinya yang mengatakan, harus.

“Ketika Kyuhyun memasukkan kenangannya untukku. Bukankah tak mungkin, jika dia pun bisa mengembangkan cara untuk menanamkan kenanganku dalam dirinya nya sendiri.”

“Dengar Siwon. Membuat cyborg dan menyembuhkan penyakit tidaklah sama, terlebih ini alzheimer. Kalaupun aku bisa melakukannya, mungkin butuh waktu yang sangat lama untuk mewujudkannya”

“Apakah kau benar-benar tak bisa melakukannya?”

Jaebum mendekati wajah Siwon.

“Jikapun aku bisa. Mengapa aku harus melakukannya??”

“Bukankah Kyuhyun adalah orang yang kau cintai? Bahkan kau menyimpan memory cintamu padaku.. menjadikanku alat untuk bisa mendapatkan Kyuhyun, bukan begitu.. lalu mengapa kau masih menanyakan hal itu kepadaku??”

Jaebum terdiam menatap Siwon lama. Pandangan mereka terputus saat handphone Siwon berdering.

“Aku pamit..”

“Mengapa semuanya terasa menyesakkan bagiku? Saat aku melihat binar cintamu untuk Hyung bahkan jauh dari rasa cintaku kepadanya.. aku membencinya..”

.

.

“KITA LIBURANNN!! KITA LIBURANNNN!!” teriakan Yoona langsung terdengar ketika mereka sampai di Villa milik Shin Rae.

Gadis itu sekarang sibuk berjingkrak-jingkrak di atas hijaunya rumput yang ada di halaman villa, sambil melakukan gerakan tarian aneh yang mirip dengan tari penolak hujan dari salah satu suku asing.

“Yak, Yoon-ah.. Bantu kami!!”

Aigoo.. Bukankah sudah ada 3 orang pria yang bersamamu itu Unnie.. Mereka jauh dari cukup untuk mengangkat barang-barang kita dan KITA LIBURAAANNNNN!!” Yoona melanjutkan teriakan dan tariannya.

“Mau ku bantu Kyu?” tanya Siwon yang kini tengah berdiri di sisi Kyuhyun yang terlihat lelah.

“Sudah.. letakkan saja disana, biar aku yang bereskan.. kalian nikmatilah liburannya..” potong Hankyung sambil mendorong tubuh Siwon dan Kyuhyun menjauh.

“Nah benar.. Aku ikut kalian–“

“Eeyyy… eeyy.. Kau mau kemana Yoon-ah… Kau… Disini.. bersama.. Kami…” kata Shin Rae sambil menarik tudung jaket Yoona yang akan mengikuti Siwon dan Kyuhyun.

“Kenapa aku yang harus tinggal.. Aku–“

“Tidak-ada-bantahan-Im-Yoona!!!” desis Shin Rae berbahaya sambil menekan telunjuknya ke dada Yoona.

“Aah.. Arrasoo.. arrassoo.. padahal aku ingin berjalan bersama Ketua Tim dan Siwon, siapa tahu aku mendapatkan cara bagaimana mendapatkan pangeranku yang tampan di kantor dan…”

“YAKK.. YOON.. BERHENTI BERKHAYAL DAN SEGERA BANTU AKU!!”

.

.

Siwon dan Kyuhyun berjalan berdampingan menuju tepi danau yang ada di depan villa. Menulikan telinga mereka dari teriakan-teriakan teman-temannya yang sedang sibuk debat tak penting. Tak ada yang bersuara, masing-masing menikmati keheningan yang tecipta. Tangan mereka yang sesekali bersentuhan mengalirkan getar hangat di hati mereka. Hingga pelan tapi pasti, kelingking itu mulai bertaut, di ikuti jari yang lain hingga membentuk satu genggaman utuh.

“Bolehkah?” tanya Siwon mengerling ke arah Kyuhyun.

Pemuda manis itu tersenyum, “Tentu Siwon, kita kekasih kan?” jawabnya sambil menatap mata Siwon.

Mereka melangkah bersama menyusuri tepi danau. Menikmati birunya air dan segarnya hembusan angin gunung. Suasana romantis yang membangkitkan imajinasi.

“Indah kan?” tanya Kyuhyun, menatap ke arah Siwon yang kini justru memandangnya lekat-lekat.

“Akhirnya, aku senang bisa menikmati waktu hanya berdua denganmu..” kata Siwon.

“Jangan melakukan yang aneh-aneh Siwon, kita tak hanya berdua disini..”

“Melakukan aneh-aneh apa? Memangnya kau ingin aku melakukan apa hmm???” goda pemuda tampan itu.

Kyuhyun berdecak kesal, mengerucutkan bibirnya yang tampak merah karena semilir angin dingin, “Tsk.. Tsk.. berhenti menggodaku Siwon..”

Siwon tertawa, semakin mengeratkan genggamannya pada jari-jari Kyuhyun. Membawa kekasihnya itu terus melangkah. Apa lagi yang dia inginkan setelah ini, dia telah mendapatkan segala, Kyuhyun ada disisinya itu lah segala hal berarti untuknya.

Mata hitamnya tak lepas menatap Kyuhyun yang masih sibuk terpesona pada apa yang di tangkap mata bulatnya. Kilau karamel itu bersinar begitu indah, binar yang sangat Siwon puja.

Merasa dipandangi, Kyuhyun menoleh. Dan sekali lagi rona merah itu menghiasi pipinya yang bulat, “Tsk.. dari pada menatapku seperti itu, lihatlah sekelilingmu Siwon.. ada banyak hal indah disana..” kata Kyuhyun jengah.

“Bagiku tidak Kyu.. karena keindahanku adalah sinar bahagia di matamu..”

Kyuhyun tercekat, dia begitu terpukau dengan kalimat Siwon. Ya Tuhan, betapa dia mencintai pemuda ini.

“Tsk.. kata-katamu membuatku merinding, Siwon..” decak Kyuhyun sambil terkekeh pelan. Siwon tahu, walau terlihat kesal sebenarnya Kyuhyun menikmati apa yang dia katakan. Well.. Kesal tak mungkin membuat seseorang merona karena malu kan?

“Aku hanya mengatakan yang sebenarnya…”

Tawa pelan kembali mengalir di bibir Kyuhyun, pemuda itu melepaskan tautan jari mereka, berganti melingkarkan lengannya ke lengan Siwon.

“Tapi sungguh, disini indah sekali, seharusnya aku mengajakmu kemari sejak awal..” kata Kyuhyun.

“Tak masalah kapan kau mengajakku kemari Kyu, aku hanya akan menikmati semua waktuku yang bisa aku habiskan bersamamu..” bisik Siwon lirih.

Mereka berhenti melangkah, berdiri berhadapan dengan mata Kyuhyun yang tak lepas menatap wajah tampan Siwon.

“Aku tahu Siwon, aku–“

“Sudahlah.. Tak perlu memikirkan hal yang tak seharusnya kau atau kita pikirkan, aku akan bahagia selama itu aku jalani bersamamu, sesingkat apapun itu, aku akan menyimpannya dalam hatiku…”

Siwon dengan lembut meraih jari-jari Kyuhyun, menggenggamnya erat dan mengecupnya penuh kasih.

“Aku mencintaimu Kyu..” bisiknya.

Kyuhyun tercekat, semua kata-katanya menguap begitu saja. Dia juga mencintai Siwon, tapi kenapa kenyataan cinta mereka harus semenyakitkan ini? Tak bisakah jika mereka hanya akan seperti orang kebanyakan yang cukup mengatakan jika aku mencintaimu dan kau mencintaiku lalu sudah selesai?

Tapi seperti nya tidak? Jalan nasib mereka masih terlalu berliku. Dan Kyuhyun takut, takut jika nasib tak puas-puasnya mempermainkan mereka.

“Kyu..”

“Aku mencintaimu juga, Choi Siwon..”

Kyuhyun mengangkat tubuhnya, berjinjit dan menyatukan bibir mereka. Hanya satu kecupan, kecupan tanda jika cinta masih dan akan selalu hadir dalam diri mereka.

Tapi rupanya satu kecup singkat kurang berkesan bagi Siwon, pemuda itu menahan pinggang Kyuhyun dengan salah satu lengannya, dan menangkup sisi wajah kekasihnya itu dengan tangan yang lain, agar sentuhan mereka tak cepat berakhir.

Tawa pelan tergambar di antara kecupan mereka. Tawa dan harapan semoga semua nya akan tetap baik-baik saja.

.

.

“Kyu.. Siwon.. kemarilah!!” teriak Hankyung memanggil dua orang yang berjalan mendekat ke arahnya itu.

“Kalian sedang apa?” tanya Siwon.

“Bantu kami membuat Barbeque.. Ayo.. Kita liburan kan??” tanya pemuda oriental itu.

Kyuhyun tertawa pelan, memandang dua orang lain yang tengah menyiapkan bahan-bahan untuk membuat BBQ.

“Baiklah.. kalian belum tahu kemampuan memasakku rupanya..” jawab Siwon penuh percaya diri.

“Kau jangan sombong Siwon-ah.. terakhir kali kau membuat mie instan di kantor, kau memasukkan terlalu banyak air..” desis Shin Rae sambil menyeringai.

“Yakk.. apa katamu!!”

Kyuhyun mengamati dalam diam bagaimana bahagianya wajah Siwon saat itu. Hingga denyut nyeri itu kembali menyapa kepalanya dan mulai membuat pandangannya mengabur.

Tidak.. jangan lagi.. jangan sekarang.

Pemuda manis itu berusaha menahan nyeri yang mulai terasa begitu kuat.

“Kyu, kau tak apa-apa? Wajahmu pucat” tanya Hankyung.

“Eh.. aku? Tidak.. tak apa Hyung, mungkin hanya karena dingin..” elak Kyuhyun, sambil melirik ke arah Siwon yang juga tengah memandangnya.

Hankyung tahu Kyuhyun berbohong, tapi dia hanya diam saja karena sepertinya Kyuhyun tak ingin membuat Siwon khawatir.

“Istirahatlah di dalam jika begitu..” kata Siwon.

“Aku tak apa.. Aku ke kamar mandi sebentar..” kata pemuda manis, membuat nada suaranya terdengar sewajar mungkin.

Yang lain hanya mengangguk mengiyakan. Sesaat setelah Kyuhyun pergi semua yang ada disana menghujani Siwon dengan berbagai pertanyaan.

“Darimana kalian?”

“Apa kalian kencan?”

“Bagaimana kencannya?”

“Apa kalian berciuman?”

Siwon memutar bola matanya malas, “Tutup mulut kalian semua.. itu rahasia..” Siwon mengacungkan alat pengambil arang di tangannya.

“Yak.. kau pelit sekali Siwon-ah… bagilah sedikit pada kami..” kata Yoona.

“Tak mau…”

“Ayolah Siwon..”

Pemuda tampan itu tertawa saat teman-temannya tak henti menghujani dirinya dengan pertanyaan-pertanyaan aneh. Mereka tak menyadari jika sepasang mata karamel itu tengah menatap tawa mereka dengan ekpresi terluka.

.

.

Kyuhyun melangkah terhuyung ke dalam vila. Kepalanya terasa seperti terbelah. Pandangannya mulai mengabur, ditambah titik-titik peluh yang kini mulai menuruni tubuhnya.

Sakit ini terasa menyiksa. Tapi, Siwon tak boleh tahu, tidak.. tidak disaat Siwon sedang tersenyum bahagia seperti sekarang. Ingin rasanya saat itu juga Kyuhyun marah. Tapi pada siapa? Siapa yang harus disalahkan atas penyakitnya.

Dia tak ingin kehilangan semua memory tentang Siwon. Setelah sekian lama dirinya terpuruk dalam kesendirian karena di campakkan Seohee dan kali ini ada seorang pemuda yang tulus mencintainya, haruskah dia merelakan semua itu.

Kyuhyun masih menatap nanar Siwon yang tengah tertawa dan bercanda bersama yang lain.

‘Aku tak ingin melupakanmu Siwon.. Tidak..’

‘Aku ingin mengingatmu selamanya!!’ teriak batin Kyuhyun.

Dengan tangan gemetar hebat pemuda itu mengelurkan botol obat dari dalam sakunya. Mencoba untuk tetap berdiri sebelum tubuhnya yang tak kuat menahan nyeri tersungkur kelantai.

“Tidak…” desisnya lirih. Di raupnya butiran-butiran obat yang berserakan disekeliling tubuhnya.

Pemuda itu masih tersungkur, mencengkeram erat kepalanya yang seakan mau meledak.

“Kenapa?” butiran air mata itu mulai menuruni pipinya, “Kenapa harus aku?”

Perlahan tanpa bantuan siapapun, Kyuhyun menguatkan dirinya, bersandar disisi dinding yang ada di belakangnya. Pemuda itu menekuk lututnya, menyembunyikan kepala di antaranya. Tangis masih terus turun dari mata bulatnya. Walau tanpa isak tapi bahunya yang bergetar halus sudah menandakan betapa dalam sesak yang dia rasakan.

“Siwon.. Siwon.. “

Ya.. Siwon, dia harus bertahan sebentar lagi demi Siwon, ada Siwon yang sedang menunggunya di luar. Ada janji dengan Siwon untuk membuat kenangan indah yang masih harus dia tepati.

Kyuhyun tak boleh menyerah sekarang.

.

.

Sekian ratus kilo dari Kyuhyun, Seohee sedang berdiri diam dalam laboratorium BS, memandang datar layar plasma di hadapannya yang sedang menampilkan data-data sistem tubuh yang dimiliki Siwon.

“Ah.. Seohee.. katakan padaku berapa waktu yang kita miliki?” kalimat Jaebum memecah lamunannya. Gadis itu mulai merasa tak suka dengan jalan pikiran pimpinan BS elektronik itu. Tapi, rupanya raut wajahnya yang menggelap itu tak disadari oleh Jaebum yang terlihat tersenyum dan begitu bahagia.

“Seohee..” panggil Jaebum lagi.

Gadis itu menghela nafas sejenak, “Sekitar 5 jam..” bisiknya lirih.

Jaebum tertawa, “Lima jam? Ah… Aku tak sabar lagi, kau tahu, berkat Siwon, dalam lima jam lagi, BS elektronik akan di kenal seluruh dunia..”

Seohee yang sudah tak mampu menahan emosinya dengan marah menatap Jaebum, “Byun Jaebum, apa kau pikir ini tak berlebihan?” desisnya.

“Berlebihan?” tanya Jaebum tak mengerti.

“Ya, lihatlah kondisi Siwon, emosinya bahkan jauh lebih nyata daripada emosi kita..” Seohee hampir saja berteriak kesal.

Jaebum menatap tak percaya gadis yang kini memandangnya dengan penuh emosi itu, “Lalu? Lalu apa? Apa aku harus memperlakukan dia seperti aku memperlakukan kau dan yang lainnya, menganggapnya manusia begitu? Dan melupakan semua uang yang aku investasikan untuk proyek ini?”

Uang? Jika Seohee bisa ingin rasanya saat ini dia memukul hancur kepala Jaebum dengan salah satu monitor yang ada disini. Uang, uang dan uang, apakah tak ada hal lain yang bisa Jaebum pikirkan?

“Dan kau pikir kau berbakat memajukan perusahaan dengan cara seperti ini? Dengan mengabaikan perasaan yang lain!” teriak Seohee.

“Perasaan? Perasaan apa? Perasaan milik Siwon adalah karena pengembangan kita..”

“Tidak! Siwon mengembangkan emosinya sendiri Byun Jaebum.. pikirkan itu.. emosinya bukan karena kontrol kita..”

“Jika memang kita tak bisa mengontrol Siwon, kita bisa menganalisa proyek cyborg lain untuk menggantikan Siwon kan?” tanya Jaebum masih dengan mengulas senyum walau Seohee di hadapannya sudah merah padam menahan marah.

“Kau!!”

“Choi Seohee, berhentilah membuang-buang waktu.. Aku tak peduli kau menganalisa program Siwon atau tidak, aku akan tetap melanjutkan rencanaku..” kata Jaebum sebelum melangkah pergi meninggalkan Seohee yang terpaku.

“Byun Jaebum.. dengar.. Byun Jaebum!!”

.

.

From. Kyuhyun

Bisakah kita bertemu di villa kawasan seoul utara? Ada yang perlu aku bicarakan padamu. Jam 5 sore tepat.

Jaebum tersenyum penuh arti saat mendapatkan pesan di ponselnya, setelah perbincangannya dengan Seohee si gadis keras kepala yang menguras pikirannya. Kini ia akan dihadapkan dengan cinta terpendamnya dan juga sahabat terdekatnya.

“Baiklah.. aku akan datang menemuimu..”

.

.

Kyuhyun yang berpura izin tidur kepada Siwon dan lainnya hanya berguling-guling dikamar. Menatap jarum jam dinding dikamar yang mendekati pukul 5. Kyuhyun benar-benar memutar otaknya agar Siwon maupun lainnya tak khawatir akan kondisinya dan mengizinkan ia untuk beristirahat sementara, walau sebenarnya itu bukanlah alasan yang sebenarnya. Kyuhyun hanya mengalihkan perhatian agar tak ada yang mengetahui bahwa ia akan bertemu dengan Jaebum, nanti.

“Sudah jam 5, aku harus segera pergi keluar” Kyuhyun membuka pintu perlahan.

Mengendap-endap berusaha agar tak mengeluarkan suara yang dapat menimbulkan kegaduhan, tak lupa ia mengkunci pintu. Hanya berjaga jika Siwon datang, dia pasti mengira dirinya sedang tertidur dan tak ingin ada gangguan.

Menyadari pikirannya hanya membuat rasa bersalah bagi Kyuhyun. Ia terus berjalan dengan sangat waspada, hingga sampai tiba di depan pintu keluar. Kyuhyun kembali membukanya perlahan.

Hal pertama yang dilihat Kyuhyun saat membuka pintu adalah mobil Jaebum yang sudah terparkir diluar, ternyata dia benar-benar tepat waktu. Kyuhyun berjalan mendekati mobil, mengetuk kaca pintu. Lalu mengarahkan kepalanya seakan meminta Jaebum mengikutinya. Jaebum yang mengerti maksud Kyuhyun segera keluar mobil dan berjalan dibelakang Kyuhyun.

Mereka kini berada di sebuah taman tak jauh dari villa dimana Kyuhyun serta Siwon dan juga teman lainnya menginap.

“Ada apa??” Jaebum segera bertanya dan kini berdiri di samping Kyuhyun yang sedang menikmati pemandangan di hadapannya.

Kyuhyun memasukkan kedua tangannya di saku celana. Mencoba menetralkan degup jantungnya. Ntah mengapa ada sesuatu yang selalu mengusik dirinya selama ini, terlebih setelah mengetahui perasaan Jaebum kepadanya. Tapi yang paling penting adalah kini, menghentikan niatan Jaebum memperkenalkan Siwon kepada khalayak ramai.

“Membahas mengenai cyborg buatan kita”

“Ah sudah ku duga. Ada hal apa lagi?? Apa masih perlu ku jelaskan mengenai semuanya?”

Kyuhyun mengalihkan pandangannya pada Jaebum, menatapnya dengan seksama. Hingga akhirnya ia memberikan senyuman yang sudah lama Jaebum tak melihatnya.

“Tak ada.. aku sudah mengerti apa keinginanmu.. aku mengerti, tapi…”

Jaebum baru saja akan menginterupsi tetapi ia semakin dibuat terkejut dengan Kyuhyun yang kini berlutut di hadapannya.

“Tapi.. izinkan aku kembali memintamu untuk memikirkan kembali semuanya. Aku tau, seharusnya aku tak pernah jatuh terlalu dalam hal ini. Tapi aku hanyalah manusia biasa, perasaanku tumbuh begitu saja..”

Kyuhyun yang awalnya menundukkan kepalanya kini memandang Jaebum.

“Aku meminta maaf mungkin selama ini aku terlalu bodoh, aku bodoh karena tak mengetahui perasaanmu. Hingga akhirnya kau menyimpan perasaanmu di dalam emosi Siwon. Aku yang bersalah, maafkan aku..”

Jaebum masih terdiam tak tau harus berbicara apa. Kyuhyun berdiri lalu mendekati tubuh Jaebum dan memeluknya.

“Maafkan aku.. mulai saat ini, aku akan menyerahkan sepenuhnya Siwon padamu. Semoga kau mengerti, jangan melakukan hal yang hanya membuatmu bahagia sementara, tapi menyesal di akhir. Aku yakin kau mengerti..”

Kyuhyun melepaskan pelukannya. Ia melirik jam tangannya, sudah memasuki pukul 6. Tak terasa sejam sudah mereka berdua berbicara. Kyuhyun memundurkan langkahnya dan memilih segera pergi meninggalkan Jaebum yang masih memproses segala sesuatu yang telah terjadi.

.

.

Kyuhyun memasuki kembali ke dalam villa, terlihat Siwon yang memandanginya tanpa Kyuhyun sadari. Kyuhyun terus berjalan dan tanpa sengaja ia menubruk tubuh Siwon.

“Siwon..” kejutnya.

“Darimana?”

“Ah.. kau daritadi.. disini?” Bukannya menjawab tetapi Kyuhyun memilih untuk balik bertanya.

“Tidak terlalu lama. Tapi aku melihatmu baru memasuki rumah. Ada apa?”

Aniyo. Hanya menghirup udara segar saja”

“Memikirkan mengenai pe..”

“Tidak.. bukan itu, sudahlah. Bagaimana jika kita berjalan-jalan?” Ajak Kyuhyun.

Siwon sedikit mempertimbangkannya terlebih wajah pucat Kyuhyun menjadi pusat perhatian. Tapi tubuh maupun otaknya saat ini tak bisa sinkron. Siwon menganggukkan kepalanya dan membawa Kyuhyun berjalan meninggalkan rumah.

Mereka terus berjalan menjauhi villa dan berhenti di dekat sebuah danau.

“Kita disini saja Siwon..” pinta Kyuhyun.

Kyuhyun melepaskan genggaman tangan mereka, melangkah perlahan menuju pinggi danau. Duduk di bebatuan yang ada disana, Siwon pun tak mau kalah dengan mengikuti jejak Kyuhyun dan duduk disampingnya.

“Masih ada yang kau pikirkan?”

“Tidak.. suasana disini sangat indah, buat apa membebankan pikiran, bukan?”

Siwon tersenyum dan mengacak surai Kyuhyun, menarik kepalanya hingga kini menyandar di bahunya. Melingkarkan lengannya di sekitaran pinggang Kyuhyun menariknya semakin mendekat.

“Aku harap hal ini tak pernah berakhir..”

“Apa maksudmu?” Kyuhyun baru saja akan memprotes tetapi Siwon segera meredamnya dengan sebuah ciuman.

Kecupan awalnya hingga berubah menjadi lumatan lembut di sekitaran bibir Kyuhyun, melenguh adalah hal pertama yang Kyuhyun lakukan. Kyuhyun sendiri tak membalasnya, ia memilih untuk menikmati segala apa yang Siwon lakukan kepadanya.

Siwon melepaskan ciumannya dan menyatukan dahi mereka.

“Siwon..”

“Heum..”

“Bolehkah jika aku tertidur dipangkuanmu?”

Siwon tersenyum geli dengan tingkah manja Kyuhyun. Dan segera ia berdiri, mencari tempat yang lebih nyaman. Duduk di rumput adalah pilihannya, lalu kakinya ia sengaja selonjorkan agar Kyuhyun bisa tertidur di pahanya.

“Kemarilah..”

Kyuhyun menuruti dengan merebahkan kepalanya di paha Siwon, meletakkan telinganya di dada Siwon.

‘Detak jantung ini. Sebentar lagi.. sebentar lagi tak akan ku dengarkan lagi..’

Siwon mengusap rambut Kyuhyun dan membuat Kyuhyun memejamkan matanya. Tapi tak berapa lama, ia membuka matanya saat rintikan air mengenai wajah Kyuhyun.

Rintikkan hujan membuat suasana semakin terasa dingin, Siwon sempat akan beranjak sebelum Kyuhyun menarik lengan Siwon dan menggelengkan kepalanya.

“Kita bisa basah karena kehujanan”

“Kau bisa menutupi wajahku kan??”

“Heum??” Siwon mengernyit tak mengerti.

Kyuhyun tersenyum dan mengarahkan tangannya di tengkuk Siwon, mendorongnya hingga kini wajah Siwon tepat berada di hadapannya. Kyuhyun menutup matanya, Siwon yang mengerti akhirnya mulai mengecup segala permukaan bibir Kyuhyun, tak seperti tadi, kini Kyuhyun membalasnya penuh gairah cinta.

Siwon terus mempermainkan bibir atas maupun bawah Kyuhyun, seakan tak ada hari esok. Ya.. mungkin tak akan ada hari esok, itulah yang terbesit di dalam pikiran keduanya. Tangan Kyuhyun yang menekan tengkuk Siwon kini berpindah ke dadanya sendiri, melepas satu persatu kancing kemejanya hingga kancing keempat telah dibukanya, Kyuhyun mendorong kepala Siwon yang bahkan masih sempat mengecup permukaan bibirnya.

“Ada apa, sayang?”

Wajah dengan tatapan sayu lah yang nampak di hadapan Siwon kini, sungguh jika ia tak bisa menguasai dirinya. Siwon bisa saja langsung membawa Kyuhyun menuju villa dan menuntaskan semuanya di kamar mereka, tapi tidak. Tidak untuk kali ini, biarkan mereka menikmati momen romansa tanpa menyalurkan hasrat puncak.

Kyuhyun melirik tubuhnya yang diikuti pandangan Siwon, terkejutnya Siwon saat kini badan putih nan mulus kekasihnya terpampang di hadapannya.

“Kyu.. hyun..” suara Siwon tercekat.

Kyuhyun kembali mengarahkan tangannya di tengkuk Siwon dan mendorongnya menuju salah satu dadanya yang terbuka, tetapi belum Siwon menuruti. Siwon melepas tangan Kyuhyun.

“Kita.. tidak mungkin melakukan ini disini, kau bisa sakit.. bahkan bisa saja orang-orang melihat apa yang kita lakukan”

Kyuhyun meletakkan salah satu jarinya untuk membungkam bibir Siwon.

“Tidak ada siapapun disini selain kita, ini sudah malam. Terlebih bukankah ini masih daerah villa Rae. Tidak akan ada orang lain berani masuk ke sini..”

“Tapi..”

“Tapi??”

“Ada apa denganmu, sayang?? Ini seperti..”

“Aku ingin, itu alasannya.. tandai aku sekarang, Siwon..”

Siwon menatap dalam mata Kyuhyun, tak ada keraguan disana.

“Kau nakal.. baby

Seringai muncul di bibir Kyuhyun, kembali Siwon mengecup bibir Kyuhyun dan setelahnya memindahkan kinerja nya di atas permukaan dada Kyuhyun, seperti yang diinginkannya. Siwon begitu apik dan lihai memanjakan apapun yang diinginkan Kyuhyun.

Tak ada rasa yang bisa di ungkapkan oleh Kyuhyun saat ini, selain rasa bahagia dan juga gairah yang mulai meninggi. Tapi tidak, kali ini semua tak akan berakhir dengan seks, biarkan hanya bagian tubuh Kyuhyun bisa terjamah oleh Siwon. Kyuhyun hanya ingin bisa merekam semuanya sebelum semuanya terlambat.

Siwon terus mengerjai bagian dada kiri Kyuhyun, membuat kaki Kyuhyun menekuk menahan segala rasa yang membuncah. Tangannya pun tak hanya diam, ia memeluk kepala Siwon dan mengecup puncaknya.

“Heungh.. Siwonhh..”

Siwon meninggalkan kegiatannya dan menatap Kyuhyun yang kini semakin menatap teduh dirinya.

“Kau masih mempunyai hutang untuk satunya lagi”

“Sungguh.. aku bahkan seakan tak mengetahui bahwa kau mempunyai sisi nakal, baby

“Hanya untukmu, Siwon.. hanya kepadamu…”

Siwon tersenyum dan mengerling nakal pada Kyuhyun.

“Aku pasti akan memperlakukannya sama”

Siwon kembali menundukkan kepalanya. Kini wajahnya ia arahkan di leher Kyuhyun, memberikan tanda yang diinginkan oleh kekasihnya itu. Dan biarkan apapun yang terjadi, Kyuhyun hanya ingin merekam segala kegiatan indahnya bersama Siwon. Walau pada akhirnya, kenangan itu pun bisa terkikis dengan penyakitnya.

.

.

Seohee tepat berada di depan layar besar dimana sebuah garis memanjang kini bergerak lurus berjalan perlahan menandakan masih adanya kehidupan. Tapi putaran waktu yang juga ada di tengah layar, mengingatkan Seohee bahwa ia mempunyai waktu kurang dari 5 menit lagi untuk menentukan suatu kehidupan memory sebuah ciptaannya.

Seohee menggigit bibir bawahnya, tangannya saling terkait dan mengepal. Waktu terus bergulir, hingga angka pun telah memasuki 01:00 kurang dari satu menit, maka keinginan Kyuhyun harus ia laksanakan. Tapi pemikiran mengenai bagaimana Kyuhyun sungguh terasa hidup saat bersama Siwon pun menjadi beban besar baginya.

Tangan kanannya mulai terangkat, jari jemarinya kini direnggangkan, telunjuknya hampir menyentuh bagian layar. Proses delet akan segera dimulai, dan akhirnya Seohee menekannya dengan satu tarikan nafas.

‘DELETE PROCESSING’

Kata itu tertampil di layar besar. Proses terus berjalan dengan menampilkan 70% proses penghapusan memory. Seohee menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya, tak sanggup untuk menyaksikan bahwa akhirnya Siwon pun harus meninggalkan Kyuhyun, tak sama jahatnya kah dirinya kini, seperti hal nya Jaebum?

Membuat seorang yang saling mencintai berpisah. Seohee tak mengerti itu, yang ada dalam pemikirannya kini adalah sebuah pengharapan agar Siwon berbahagia dengan hidup barunya dan Kyuhyun yang akan bisa berkonsentrasi mengenai penyembuhannya. Biarkanlah takdir Tuhan yang akan mengantarkan mereka, apakah bisa kembali bersama atau tidak, selamanya.

-tbc-

note :

selamat membaca.. dan terimakasih sudah berkunjung…

semoga kalian suka.. beri kami satu review saja, karena review kalian, obat lelah bagi kami…

ah.. dan chap depan kembali akan kami protect..

hanya sekedar pengumuman saja..

terimakasih..

-MissHan & MissLee-

Advertisements

41 thoughts on “Siwon, a cyborg in love chap.7

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s