Posted in BL, Drama, Family, Fluffy, Genre, Romance, Series, WonKyu Story

All For You – Chapter 11

images (1)

All For You – Chapter 11

By. ssii

Siwon & Kyuhyun

Romance,  family, smooth, fluff & drama

BL, DLDR, OOC, AU,

Dilarang membashing WonKyu jika ingin hidup tenang! (==)

..::..::..

AFY

ssiihee©2016

Totally Reserved

..::..::..

Deru suara mobil yang cepat membelah jalan kota siang ini. Tidak cukup padat namun tetap berbahaya jika sampai sang pengemudi kehilangan fokus. Beberapa rambu bahkan tidak diindahkan sama sekali. Kuku jari milik seorang perempuan itu tetap mengepal pada kemudi hingga memutih. Bukan dia tidak takut akan menabrak atau kehilangan fokus. Dia hanya terlalu kesal dengan kebodohannya sendiri.

 

Bahkan jika saat ini ia tidak ingat dengan tujuannya mungkin dirinya tidak akan peduli dengan mobil-mobil dihadapannya. Persetan dengan mereka. Jika mereka mati, dirinya bahkan tidak peduli.

 

“Han Seungmi kau bodoh!” teriak gadis itu yang ditunjukan untuk dirinya sendiri.

 

Gadis itu -Han Seungmi, memandang semua yang ada dihadapannya dengan penuh amarah. Ekor matanya melirik kebelakang melalui spion tengah untuk melihat penumpang lain yang juga seorang perempuan. Perempuan itu mulai memiliki kesadarannya. Sudut bibir Seungmi tertarik disusul dengan dengusan kasar.

 

“Baguslah kau sudah sadar. Akan sangat menjengkelkak jika aku harus membawa mayatmu.”

 

Gadis yang tertidur itu hanya mengernyit pelan merasakan kepalanya yang berdenyut. Tidak, dia bukan tertidur tapi tidak sadarkan diri setelah gadis di kursi kemudi memukulnya dengan apapun yang sanggup melumpuhkan sistem syarafnya. Gadis yang tertidur dengan keadaan terikat dibalik selimut yang menutupi tubuhnya itu mengeram kesal. mencoba membebaskan dirinya.

 

Dia berhasil mendudukan dirinya kemdian memaksa agar ikatan pada tangannya terbuka. Rasa perih dari kulitnya yang tergores terabaikan. Gadis dengan rambut berantakan dan beberapa memar di wajahnya itu hanya ingin bebas dari Seungmi. Dia menyesal melakukan hal itu dan ingin menebus kesalahannya. Untuk itulah dia harus terbebas dari gadis ini terlebih dahulu.

 

“Kau tahu?”  ucap Seungmi.  Gadis itu mengangkat wajahnya dan menatap Seungmi. Suaranya terdengar lirih namun masih sampai ketelinganya. “Aku benci mengakui bahwa Kyuhyun terlihat sangat bahagia dengan Siwon.” lanjutnya.

 

“Padahal aku juga bisa membuatnya tersenyum seperti itu.” Seungmi tertawa kencang terdengar sangat menyedihkan di telinga gadis itu. “Dia tidak memberiku kesempatan jadi Kyuhyun tidak tahu bahwa aku sanggup memberikan apapun untuknya.”

 

Gadis itu mendengarkan Seungmi namun tangannya tanpa diketahui Seungmi sudah bebas dari ikatan. Dia harus memikirkan cara agar bisa keluar dari mobil yang melaju kencang ini.

 

“Dan karena kebodohanmu aku tidak akan bisa bertemu dan berbicara dengan Kyuhyun seperti biasa.” Seungmi mulai berbicara lagi. “Jadi aku tidak akan membiarkanmu hidup dengan tenang.”

 

Seungmi kembali tertawa dengan kencang. Dia kembali menaikan kecepatan mobilnya membuat gadis dibelakangnya memandang frustasi pada jalanan dan aspal yang terlihat panas. Mungkin dia akan mati jika nekat keluar dari mobil ini. Namun bersama Seungmi juga tidak akan menjamin nyawanya akan aman. Setidaknya dia sudah berusaha untuk menebus kesalahannya.

 

“Kau menyedihkan, Agashi. Dan aku tidak akan membiarkan kau membunuhku.”

 

Seungmi terkejut mendengar ucapan gadis itu. Seingatnya dia sudah menyumpal mulut gadis tidak berguna itu. Namun dia tetap mengarahkan tatapannya kedepan dan melajukan mobilnya semakin cepat.

 

“Ah sepertinya aku dapat teman bicara,” ucapnya santai.

“Hentikan mobilnya!” teriak gadis itu membuat Seungmi tertawa.

 

Gadis itu kesal dan akhirnya maju untuk menarik tangan Seungmi. Tidak apa jika hal ini membahayakan  hidupnya, jika dia harus mati saat ini maka gadis mengerikan ini pun harus mati.

 

“Ya! Apa yang kau lakukan?!”

“Kubilang hentikan mobilnya!”

 

Gadis itu masih berusaha untuk menarik tangan Seungmi mencoba mengganggu kosentrasinya. Beberapa kali wajahnya terkena pukulan gadis itu.

 

Mobil yang ditumpangi keduanya kini melaju kencang dengan arah yang tidak beraturan. Seungmi sama sekali tidak berniat menurunkan kecepatan, dia justru semakin menginjak gas. Seharusnya dia meletakan gadis sialan ini dibagasi.

 

Sementara gadis yang berusaha menghalangi Seungmi kini terkulai lemas di kursi belakang. Tenaganya habis. Selama disekap dia tidak diberi makan dengan baik. Jadi kini tenaga yang sejak pagi tadi disimpannya sudah habis untuk membuka ikatan di tangannya dan juga melawan Seungmi.

 

Dia menarik nafas, lalu perlahan membuka pintu samping yang beruntungnya tidak di kunci otomatis. Dia menahannya sebentar dan berusaha menarik tubuhnya. Gadis itu memejamkan mata dan entah bagaimana dia bisa melompat. Yang dirasakan hanyalah tubuhnya terbentur keras dan dia sempat berguling-guling dijalan beberapa kali. Rasa sakit sudah tidak dapat dia ingat bagaimana rasanya. Kepalanya pusing dan seluruh tubuhnya mati rasa.  Tapi sepertinya Tuhan menghargai niat baiknya yang ingin menyesali tindakan bodohnya hingga ketika dia membuka mata dia masih menemukan nafasnya.

 

Gadis itu terduduk dan menatap mobil Seungmi yang semakin menjauh. Dia bersyukur gadis itu meninggalkannya. Ringisan pelan terdengar dari bibirnya yang pucat dan kering merasakan nyeri dan perih pada tangan dan kakinya yang kulitnya terkoyak. Matanya menatap jalan yang sepi. Perlahan dia bangun dan mencoba menggerakan kakinya yang tidak bisa dibilang baik-baik saja namun masih bisa dipaksa berjalan. Hanya perlu sedikit usaha lagi agar dia bisa menjerat gadis mengerikan itu.

.

.

.

Siwon menggeliat perlahan dari balik selimutnya. Matanya masih terpejam namun tangannya bergerak ke sisi sebelahnya setelah tidak merasakan seseorang memeluknya. Dia membuka mata merasakan sisi itu telah kosong. Siwon bangun dan merenggangkan sedikit badannya. Kemudian menuju kamar mandi untuk sekedar mencuci wajahnya.

Siwon menuju lantai dasar melalui tangga lingkar. Dari sana lah dia bisa melihat Kyuhyun sedang berdiri di pinggir kolam melalui dinding kaca. Siwon tersenyum kemudian menghampiri istrinya. Dia memeluk pemuda itu dari belakang dan mengecup kepala Kyuhyun penuh sayang.

“Apa yang kau lakukan? Dan kenapa tidak memakai jaketmu? Udara sudah mulai dingin, Sayang. Aku tidak ingin kau sakit.”

Kyuhyun tersenyum dan berbalik menghadap Siwon. Dia melingkarkan kedua tangannya pada pinggang pria itu dan menyandarkan kepalanya di dada suaminya. Siwon tertawa pelan dan merapatkan jaketnya agar menutupi tubuh mereka berdua.

Hyung,”

“Hem?”

“Kau tahu, Natal kali ini akan menjadi Natal pertama kita.”

Siwon mengeratkan pelukannya dan mengecup puncak kepala Kyuhyun. “Tentu saja. Kau mau merayakannya di suatu tempat?”

Annie.” Kyuhyun mendongak dan menatap Siwon. “Aku hanya ingin merayakannya bersamamu dan juga Appa dan Umma.”

“Baiklah. Umma juga pasti sudah menyiapkan sesuatu untuk kita berdua. Ini juga Natal pertama mereka dengan kita berdua setelah menikah bukan?”

Kyuhyun hanya mengangguk dan berguman pelan. “Bagaimana dengan gadis itu?”

Siwon mengerti dengan siapa yang Kyuhyun maksud. Dia menghembuskan nafas pelan dan semakin memeluk Kyuhyun erat. “Kondisinya sudah membaik. Hari ini dia akan memberikan pernyataannya kepada pihak kepolisian.”

“Syukurlah. Kita hanya perlu mencari Seungmi.” Suara Kyuhyun melemah ketika menyebut nama Seungmi.

“Jangan dipikirkan. Semuanya akan segera berakhir.”

Kyuhyun mendongak dan menatap Siwon dengan senyum kecilnya. “Aku tau.”

“Bagaimana setelah masalah ini selesai kita berlibur?” tawar Siwon yang membuat mata Kyuhyun seketika bersinar.

“Kemana?”

“Kemanapun yang kau mau, Sayang.” Siwon mengecup dahi Kyuhyun lembut. “Aku akan mengabulkannya.”

Kyuhyun terlihat berpikir. Banyak sekali tempat yang ingin dia kunjungi bersama Siwon. Seperti yang kalian ingat bahwa mereka sempat berpisah 5 tahun hingga tidak sempat mengunjungi tempat-tempat indah berdua. Semuanya tidak akan selesai dalam satu kali perjalanan. Tapi semua itu bisa terjadi. Well. Kyuhyun hanya perlu membujuk Siwon dengan cara yang manis.

“Baiklah, akan kupikirkan.”

***

“Kau dimana, Hyung?” Kyuhyun menempelkan ponselnya pada telinga kiri saat memasuki mobilnya. Dia kemudian meminta sopirnya untuk jalan menuju suatu tempat.

“Aku sedang di luar, Sayang. Ada apa?”

Kyuhyun mengangguk mendengar jawaban Siwon. “Bisa kita makan siang bersama? Aku dalam perjalanan menuju kantormu.”

Mianhae, kurasa hari ini tidak bisa. Aku sudah ada janji dengan teman-temanku. Kecuali kau mau bergabung aku bisa memberitahu tempatnya.”

Annie. Tidak perlu, Hyung. Aku mungkin akan menelpon Appa saja.” Walaupun sedikit kecewa tapi Kyuhyun berusaha tersenyum. Daripada makan sendiri lebih baik dia menemui Choi Senior.

“Ah kalau begitu nanti kuhubungi lagi, ne?”

Arasso. Hati-hati, Hyung. Saranghae.”

Ne, kau juga. Nado saranghae, Baby. Kututup.”

Kyuhyun meletakan ponselnya ke saku jaketnya kemudian menatap jalanan Seoul yang cukup padat. Saat mobilnya memasukin gedung perkantoran milik suaminya Kyuhyun melihat sebuah cafe dan berpikir untuk membelikan ayah mertuanya sebuah cake. Akhirnya dia meminta sang supir untuk menepikan mobilnya.

Kyuhyun memasuki cafe tersebut dengan senyum manisnnya. Entahlah perasaannya hari ini sangat baik meskipun gagal untuk makan siang bersama suaminya. Tapi senyum itu tidak berlangsung lama saat dia tidak sengaja melihat sosok yang sangat dikenalnya sedang tersenyum bersama seorang gadis.

Alis Kyuhyun berkerut. Bukankah Siwon mengatakan dia akan makan siang dengan teman-temannya. Lalu mengapa dia ada di sini bersama Jinra. Apa Siwon berbohong padanya. Tapi untuk apa, jika dia memang akan makan siang bersama sekretarisnya Kyuhyun tidak akan melarangnya. Atau semua ucapan Siwon tempo lalu hanyalah kebohongan. Mungkin saja memang pria itu ada hubungan dengan sekretarisnya.

Tersulut dengan pemikirannya sendiri Kyuhyun merogoh sakunya dan mencari ponselnya. Dia lalu duduk di tempat yang agak jauh dari tempat Siwon dan Jinra. Kemudian mendial nomor 1 untuk panggilan Siwon.

Halo.” Siwon menjawab pada nada sambung kedua.

Ne, Hyung. Kau sudah bertemu teman-temanmu?”

Annie. Mereka belum datang.”

Kyuhyun mengerucutkan bibir mendengar jawaban Siwon. “Kau sendirian? Aku sudah sampai kantor.”

“Oh. Kau sudah bertemu Appa?” tanya Siwon.

Annie. Kau sendirian, Hyung?” tanya Kyuhyun lagi.

Ne. Sebentar lagi aku akan menemui teman-temanku. Jika sudah selesai tunggu diruanganku. Aku tidak lama.”

Arasso. Aku akan menemui Jinra dulu.”

“Kurasa tidak bisa. Jinra sudah pergi makan siang, Sayang. Kau langsung ke ruangan Appa saja. Biasanya dia tidak langsung pergi makan siang.”

“Benarkah? Arasso. Kututup, Hyung.” Kyuhyun langsung memutuskan sambungan telpon begitu saja. Kemudian dengan perasaan kesalnya dia kembali ke mobil dan meminta supirnya untuk putar balik.

***

“Anda tidak memesan makanan, Sajangnim?” tanya Jinra saat atasannya itu memasukan ponsel ke dalam sakunya.

Annie. Aku akan makan siang dengan teman-temanku,” jawab Siwon. Jinra hanya menggangguk kemudian kembali menatap atasannya.

“Kyuhyun-ssi ingin bertemu dengan saya?” tanya Jinra lagi. Dia dengan jelas mendengar Siwon menyebut namanya walaupun dia tidak berniat menguping pembicaraan atasan dengan istrinya itu.

“Dia saat ini sedang di kantor dan ingin menemuimu dulu, tapi kukatakan bahwa tidak bisa.”

“Mengapa Anda tidak mengatakan bahwa saya sedang bersama Anda?” Jinra menyuapkan sesendok salad ke dalam mulutnya. Mulai merasa ada yang janggal dengan ucapan atasannya.

“Ah benar juga.” Siwon merasa aneh dengan dirinya sendiri. Dia bertemu Jinra untuk membicarakan masalah Seungmi. Mereka bisa bicara di kantor hanya saja Siwon tidak ingin terlalu membebani Jinra maka dari itu dia menemani gadis itu makan siang sambil berbicara santai sebentar.

“Sudahlah, lagipula kau memang sedang makan siang bukan.” Siwon tersenyum lalu melirik jam dipergelangan tangannya. “Sudah waktunya aku pergi, Jinra-ah. Sampai bertemu kembali di kantor.”

Ne, Sajangnim.” Jinra hanya menundukan kepalanya singkat saat Siwon berdiri dan atasannya itu langsung pergi meninggalkannya sendirian.

Tidak lama setelah atasannya pergi, Jinra mendengar ponselnya berbunyi. Dia melihat caller ID dari istri atasannya. Ada apa dengan mereka sebenarnya.

Yoboseyo.”

Halo Jinra-ssii. Kau bersama Siwon?”

Alis Jinra berkerut. Bukannya istri atasannya itu sudah tahu bahwa suaminya akan makan siang dengan teman-temannya.

Annie, Kyuhyun-ssi. Ada yang bisa saya bantu?”

Annie. Kututup.”

Jinra memandang ponsel yang sambungannya sudah terputus. Dia ingin mengatakan bahwa Siwon sudah pergi untuk menemui teman-temannya, tapi takut jika hal itu justru membuat suasana menjadi kacau. Ada apa sebenarnya dengan pasangan itu. Suara Kyuhyun bahkan terdengar dingin. Semoga semuanya baik-baik saja.

***

“Sendiri apanya? Sudah jelas-jelas aku melihatmu sedang makan siang dengan suamiku. Kau mau mencoba bermain di belakangku Jinra-ssi?”

Kyuhyun tidak berhenti berbicara sendiri sejak dia tiba di sebuah gedung apartement. Dia menyusuri lorong itu dengan sedikit kesal dan ketika sampai di sebuah pintu bernomor 1805 Kyuhyun tanpa segan-segan menekan bel dengan sedikit brutal. Meminta penghuninya membukakan pintu.

Tidak lama pintu terbuka menampilkan seorang pemuda berambut keemasan yang terlihat bingung melihatnya.

“Aku tidak salah pintukan?” guman Kyuhyun. Namun dia tetap menerobos masuk tanpa diminta.

Kyuhyun kemudian melambai pada Donghae yang menghampirinya sementara pemuda yang membukakan pintu berjalan menuju dapur kecil untuk membuatkan minuman.

“Kupikir aku salah alamat,” ucap Kyuhyun dengan sedikit gelak tawa.

“Ada apa? Tidak biasanya kau ke sini tanpa memberitahuku?” tanya Donghae yang sedikit heran melihat istri sepupunya itu tiba-tiba muncul di apartementnya.

Waeyo? Ah kau takut ketahuan karena menyembunyikan kekasihmu di sini?” Kyuhyun menatap pemuda kurus yang meletakan segelas air di atas meja.

Annie. Bukan masalah hal itu, kau tidak sedang mabukkan Kyu?” Donghae berdiri dihadapan Kyuhyun dan menyentuh wajah pemuda itu. Tapi Kyuhyun langsung menyingkirkannya.

“Aku baik-baik saja. Dan aku akan menginap di sini mungkin untuk beberapa hari. Kamar yang satu kosongkan? Kalian pasti tidur satu kamar.” Kyuhyun berjalan menuju sebuah kamar dan membukanya. “Jangan ganggu aku, ok!”

Setelah itu Kyuhyun masuk dan mengunci dirinya di kamar tersebut. Donghae menggelengkan kepala melihat tingkah Kyuhyun. Pasti telah terjadi sesuatu dengan mereka berdua hingga Kyuhyun mengatakan akan menginap beberapa hari.

“Dia istrinya Siwon?” Pemuda kurus yang sejak tadi tidak mengatakan apapun membuka suaranya.

Ne. Dan aku tidak tahu apa yang sedang terjadi di antara mereka. Tsk. Mereka itu terlalu mesra untuk tiba-tiba saja bertengkar hingga Kyuhyun memilih tidur diluar. Pasti terjadi sesuatu.”

Donghae mengusap rambutnya frustasi. Masalahnya mereka sekali bertengkar pasti akan terjadi sesuatu yang besar dan sialnya kali ini dirinya lah yang harus menyediakan tempat untuk Kyuhyun dan Siwon.

Donghae menatap pemuda dihadapannya. “Kau tidak masalah dengan Kyuhyun bukan?”

Pemuda itu mengangkat bahu. “Tentu saja tidak. Ini Apartementmu.”

Donghae menarik pemuda itu kedalam pelukannya. “Tapi aku membelikannya untukmu, Hyukkie.”

Pria bernama Hyukjae atau yang dipanggil Hyukkie oleh Donghae itu tersenyum. “Aku tahu. Lagipula jika kita menikah bukankah aku dan Kyuhyun akan menjadi sepupu dan juga tidak ada yang salah ketika saudara menginap di rumah kita bukan.”

“Waah lihatlah. Jadi kau mulai memikirkan tawaranku untuk menikah?” Donghae tertawa saat kekasihnya itj mencubit pinggangnya. “Tapi kita akan benar-benar direpotkan oleh Siwon dan Kyuhyun.”

“Tidak masalah. Aku ingin tahu bagaimana pasangan fenomenal itu sebenarnya.” Keduanya lalu tertawa pelan.

Donghae bertemu Hyukjae 3 tahun lalu di sebuah acara di mana Hyukjae salah satu pengisi acaranya. Dan mereka baru saja merayakan hari jadi mereka yang ke 2 beberapa bulan lalu dengan Donghae yang melamar pemuda itu. Walaupun Hyukjae belum memberikan jawaban pasti namun keputusan Hyukjae untuk tinggal bersama dengannya menjadi angin segar tersendiri. Dan Donghae benar-benar berharap bahwa akan ada sebuah pernikahan indah tahun depan.

***

Ding!

Bunyi dari pintu lift yang terbuka menyadarkan Siwon. Dia segera keluar dan berlari menuju mobilnya. Kemudian setelah posisinya aman di kursi pengemudi Siwon segera membawa mobilnya dengan kecepatan yang tidak bisa dikatakan pelan. Donghae baru saja memberitahu bahwa Kyuhyun datang ke apartementnya dan berniat menginap beberapa hari. Oh, Siwon yakin itu bukan sekedar menginap karena Kyuhyun tidak mengatakan apapun mengenai menginap di apartement sepupunya. Terlebih untuk beberapa hari. Pasti sesuatu terjadi dan dia tidak tahu apa yang salah.

Tidak berapa lama Siwon sudah berada di kawasan apartement Donghae yang memang tidak jauh dari gedung kantornya juga kantor Donghae. Siwon menekan bel apartement sepupunya dengan tidak sabar hingga pemuda yang Siwon tebak sebagai kekasih Donghae akhirnya membuka pintu.

Siwon langsung menerobos masuk dan menuju kamar yang juga biasa dia gunakan saat menginap di apartement yang belum lama dibeli sepupunya itu.

“Sayang, buka pintunya. Kita bicara, ok!” ucap Siwon saat mengetuk pintu berwarna coklat susu itu.

“Dia belum keluar sejak datang. Aku bahkan tidak mendengar suara apapun. Kupikir dia tidur.”

Siwon menatap pemuda yang berdiri tidak jauh darinya itu. Kemudian kembali mengetuk pintu kamar Kyuhyun. “Baby, bicaralah. Setidaknya kau harus minum, Sayang. Aku tidak ingin terjadi sesuatu padamu.”

Tidak ada respon sama sekali dari dalam kamar tersebut membuat Siwon seketika frustasi. “Apa kau tidak mempunyai kunci cadangan?”

“Aku sudah mencobanya. Tapi sepertinya Kyuhyun-ssi menguncinya dari dalam dengan kunci manual,” jawab pemuda itu.

Siwon menghembuskan nafasnya kasar. Kemudian menjauhi pintu kamar tersebut dan mendudukan dirinya di sofa. Dia memijat kepalanya yang tiba-tiba saja berdenyut. Siwon mencoba mengingat kesalahan apa yang sudah ia lakukan. Tapi dia tidak tahu apa yang salah dengan tindakannya. Lagipula Kyuhyun biasanya hanya akan mendiamkannya kemudian membicarakannya berdua. Tapi kali ini pemuda itu langsung memilih menginap di apartement sepupunya. Jadi kali ini Siwon merasa bahwa dia melakukan kesalahan besar. Tapi sekali lagi Siwon  tidak tahu apa yang sudah dilakukannya hingga Kyuhyun marah padanya.

“Aku tidak ingin ikut campur,” ujar Hyukjae yang prihatin melihat Siwon. “Tapi selama dia di sini kurasa kau bisa sedikit tenang. Aku akan memantaunya.”

Siwon mengangkat wajahnya dan menatap Hyukjae, “Terima kasih…”

“Hyukjae, Lee Hyukjae.” Hyukjae mngulurkan tangannya dan diterima Siwon dengan senang hati.

“Siwon, Choi Siwon. Mianhae kita harus bertemu dan berkenalan di waktu seperti ini.”

“Tidak masalah. Aku sudah sangat sering mendengar cerita kalian berdua dari Donghae. Jadi sedikit banyak aku tahu.” Hyukjae tersenyum lebar menampilkan gigi dan gusinya.

Sementara Siwon tertawa pelan merasa sedikit terhibur dengan ucapan Hyukjae. “Aku memang sudah banyak merepotkan Donghae, sekarang aku merepotkanmu.”

“Sudah kubilang tidak masalah. Sebaiknya kau pulang saja, Siwon-ssi. Aku bukan bermaksud mengusirmu, tapi mungkin ada baiknya untuk membiarkan Kyuhyun-ssi tenang dengan apapun yang menjadi masalah kalian.”

Siwon memikirkan ucapan Hyukjae dan mengangguk. “Baiklah. Aku akan datang lagi nanti malam. Sampaikan salamku pada Donghae jika dia sudah pulang.”

“Hem. Tenang saja.”

***

Kyuhyun menurunkan selimutnya dan menatap kearah pintu. Alisnya berkerut karena tidak mendengar suara ketukan atau suara Siwon sendiri. Apa hanya begitu saja cara Siwon membujuknya. Kyuhyun jadi kesal sendiri. Baiklah dia tidak akan berbicara dengan Choi Siwon atau siapapun. Kyuhyun hanya akan mengurung dirinya di dalam kamar.

Kyuhyun mendengus dan kembali menarik selimut hingga menutupi wajahnya. Lebih baik dia tidur. Dia tidak peduli apa yang akan dilakukan Siwon. Pria itu saja sudah membohonginya jadi untuk apa dia peduli. Kyuhyun memeluk gulingnya dan memejamkan matanya. Tiba-tiba saja dia benar-benar mengantuk. Dan tidak berapa lama Kyuhyun jatuh tertidur.

.

.

.

Siwon menatap rumahnya yang terlihat sepi. Biasanya pada saat dia pulang bekerja, Kyuhyun sudah ada di rumah. Pemuda itu akan hilir mudik di meja makan menyiapkan sesuatu untuk makan malam. Ah dan jangan lupa dia juga akan mendapatkan sebuah ciuman selamat datang dari istrinya.

Siwon menghela nafas dan bergerak ke kamarnya yang sepi. Kemudian dia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah memakai pakaiannya Siwon kembali menatap ranjang yang kosong. Kemudian dia mengambil sebuah tas kecil dan mengambil beberapa pakaian untuk Kyuhyun. Jika pemuda itu berniat menginap untuk beberapa hari maka dia membutuhkan pakaian ganti. Walaupun Siwon akan menyelesaikan masalah ini secepatnya. Dia tidak bisa lama-lama jauh dari Kyuhyun.

***

Donghae memandang sepupunya yang duduk bersandar lemas di sofa. Choi Siwon terlihat tidak bersemangat sama sekali. Padahal belum ada sehari Kyuhyun mendiamkannya tapi pria tampan itu sudah terlihat berantakan. Dia bahkan tidak bisa membayangkan jika suatu saat Kyuhyun berubah dan meninggalkan Siwon. Sepupunya itu mungkin akan hancur.

“Apa kau akan mengatakan hal ini kepada orangtuamu?” tanya Donghae. Dia tidak ingin salah bicara jika ibunya atau ibu Siwon bertanya.

Annie. Aku akan menyelesaikan sendiri. Lagipula ini urusan rumah tangga kami, aku tidak ingin melibatkan dan membuat mereka khawatir.” Tentu saja Siwon tidak akan mengatakan apapun. Dia tidak tahu apa yang akan ibunya lakukan jika tahu menantu kesayangannya kini merajuk.

“Tapi kau melibatkan kami!” seru Donghae sedikit kesal. Sementara Hyukjae yang duduk di sampingnya hanya tertawa kecil.

Siwon tersenyum dan memandang dua pemuda dihadapannya. “Mianhae, tapi aku bersyukur punya sepupu sepertimu.”

Donghae hanya berguman kecil tapi sungguh dalam hati dia tidak keberatan sama sekali jika Siwon atau Kyuhyun datang padanya. Itu berarti dia dipercaya oleh mereka berdua, dan dia dibutuhkan.

“Oh iya, apa kau tidak akan pernah mengenalkan kekasihmu padaku?” Pertanyaan Siwon yang tiba-tiba membuat Donghae menegakkan tubuhnya.

“Oh, bukannya kalian sudah saling mengenal?” tanya Donghae. Siwon hanya menyipitkan mata, sementara Hyukjae hanya tertawa melihat cara kerja otak kekasihnya yang lambat.

Ne, kami berkenalan sebagai dua orang yang tidak sengaja bertemu, Lee Donghae-ssi,” jawab Hyukjae.

Donghae hanya tertawa dan menatap Hyukjae. “Sayang, dia Choi Siwon. Sepupu yang selalu merepotkanku dengan masalah belahan jiwanya. Dan…” Dia menatap Siwon, “Choi Siwon, sepupuku yang menyebalkan. Ini Lee Hyukjae, kekasihku.”

Siwon dan Hyukjae tertawa pelan. “Kau terlihat tidak ikhlas melakukannya,” kata Siwon.

“Dan aku merasa tidak penting, Siwon-ssi.” Hyukjae ikut berkomentar.

“Ya, kalian jangan coba bersekutu melawanku.” Donghae kembali menyandarkan tubuhnya dan meletakan tangan kanannya pada pundak Hyukjae. “Sekarang apa yang akan kau lakukan? Kyuhyun sepertinya tidak akan menyerah begitu saja.”

Siwon kembali menghela nafas panjang entah sudah keberapa kalinya sejak ia mengetahui Kyuhyun menghindarinya. “Aku tidak tahu, jika sudah seperti ini rasanya otakku lumpuh mendadak.”

Siwon memijat pelipisnya, Donghae dan Hyukjae yang melihatnya merasa prihatin. Tapi Donghae juga berharap hubungannya dengan Hyukjae akan memilki keterikatan yang dalam seperti Siwon dan Kyuhyun.

Suasana tiba-tiba saja menjadi hening untuk beberapa saat, sebelum ketiganya dikejutkan dengan pintu kamar Kyuhyun yang terbuka. Siwon, Donghae dan Hyukjae seketika berdiri dan menatap sosok yang keluar dari balik pintu. Kyuhyun berjalan keluar dan menghampiri Siwon yang masih dalan mode shock karena akhirnya bisa melihat wajah yang dirindukannya.

Sementara itu Kyuhyun berdiri dihadapan Siwon lalu memeluk tubuh pria itu sekilas dan mencium bibir Siwon cepat. Kemudian kembali masuk ke dalam kamar. Hal itu berlangsung dengan cepat hingga membuat Siwon tidak dapat mengatakan dan melakukan apapun karena tubuhnya kaku dan kakinya menempel pada lantai. Dia baru tersadar setelah mendengar pintu kamar Kyuhyun kembali terkunci.

Siwon lalu mendekati pintu kamar Kyuhyun dan bersandar di sana. “Sayang, aku membawakanmu pakaian. Aku akan membiarkanmu sendiri dan berpikir hingga kau siap mengatakan apa yang kau rasakan. Ingatlah aku akan selalu menunggumu dan… aku merindukanmu, rindu memeluk dan menciummu. Jadi jangan lama-lama, Baby. Aku mencintaimu.”

Siwon memejamkan matanya sekilas. Dia yakin Kyuhyun mendengarnya, jadi malam ini dia akan berusaha untuk tidur tanpa Kyuhyun di sisinya. Malam ini akan jadi malam yang sangat panjang bagi Siwon.

Sementara itu di dalam kamar Kyuhyun melakukan hal yang sama, dia sejak tadi bersandar di pintu dan mendengar semua yang dikatakan Siwon. Ada saatnya dia ingin membuka pintu dan berlari ke dalam pelukan hangat suaminya, tapi egonya menahannya ketika dia ingat apa yang pria itu lakukan. Jadi Kyuhyun berusaha menahan dirinya. Dia memilih naik ke ranjang dan tidur, walaupun Kyuhyun tidak tahu apakah dia dapat tidur tanpa Siwon yang memeluknya.

.

.

.

Keeseokan paginya Kyuhyun bangun dengan kepala pusing karena beberapa kali terbangun dan mencari keberadaan Siwon. Tubuhnya juga terasa sakit hingga dia memutuskan untuk kembali berbaring setelah membersihkan diri dan berganti baju.

Kyuhyun baru keluar kamar setelah matahari mulai menyinari kamarnya dan membuatnya hangat. Apartement tersebut terlihat sepi, sepertinya Donghae dan Hyukjae sudah berangkat kerja. Kyuhyun berjalan ke dapur untuk mengambil minum. Matanya melihat meja makan yang tertutup tudung saji. Penasaran dia membukanya dan menemukan sebuah pesan dekat sebuah piring berisi nasi dan beberapa lauk pauk. Donghae memintanya untuk memakan sarapan yang dibuat Hyukjae.

Karena lapar Kyuhyun memutuskan duduk dan mulai menikmati sarapannya. Entah karena lapar atau makanan yang dibuat Hyukjae sangat enak, dia menghabiskan semuanya dalam waktu singkat. Setelah menyelesaikan sarapannya Kyuhyun menatap piring-piring kotor di atas meja. Dia ingin mencucinya tapi rasanya Kyuhyun ingin segera kembali ke ranjang dan bergelung dalam selimut. Akhirnya setelah berpikir cukup lama Kyuhyun memutuskan untuk kembali ke kamar dan tidur. Dia akan membersihkannya nanti setelah bangun tidur.

Namun saat bangun pada siang hari Kyuhyun menemukan piring-piring tersebut sudah bersih dan dia menemukan makan siang di meja dengan sebuah pesan yang tulisannya sangat dia kenali. Siwon datang membersihkan semuanya dan menyiapkannya makan siang. Seketika Kyuhyun ingin pulang dan memeluk Siwon erat. Tapi ketika dia mengingat tentang kebohongan suaminya, Kyuhyun kembali kesal. Tapi dia tetap memakan makanan yang disiapkan Siwon untuknya.

Setelah selesai Kyuhyun membersihkan semua piring dan meletakan ke tempatnya. Dia lalu kembali ke kamar dan membaringkan tubuhnya di ranjang. Tiba-tiba saja Kyuhyun kembali merasa lelah dan mengantuk. Padahal dia sudah tidur seharian. Namun Kyuhyun tidak menghiraukannya dan kembali menarik selimut. Tidak lama setelah dia memejamkan mata Kyuhyun sudah kembali tertidur pulas.

***

Siwon tersenyum melihat meja makan yang sudah kosong. Dia juga memeriksa tempat sampah dan tidak ada tanda-tanda jika Kyuhyun membuang makanan yang disiapkannya. Awalnya Siwon baru akan kembali mengunjungi apartemen Donghae nanti malam. Hanya saja ketika dia melewati bangunan tersebut Siwon ingin melihat Kyuhyun sebentar saja. Walaupun pemuda tersebut sama sekali tidak menjawab semua pesannya dan panggilannya, namun tetap saja hal itu tidak dapat membuat perasaannya kesal atau marah.

Siwon baru saja akan meninggalkan apartement Donghae ketika matanya menangkap bahwa ada celah di pintu kamar Kyuhyun. Dia mendekatinya dan mengetahui bahwa pintu tersebut tidak tertutup sempurna. Siwon merasa sangat beruntung hari ini. Perlahan didorongnya pintu tersebut dan Siwon memunculkan kepalanya untuk melihat keadaan kamar tersebut.

Dengan langkah kecil dia memasuki kamar tersebut saat matanya menangkap sosok yang dirindukannya sedang bergelut dalam selimut. Kyuhyun sedang tidur dengan wajah damai. Tangan Siwon menyentuh pipi Kyuhyum yang memerah dengan lembut. Betapa dia merindukan pemuda itu saat ini. Namun Siwon harus menahan dirinya. Dia kemudian menarik selimut Kyuhyun dan mengecup dahi pemuda yang begitu dicintainya. Merasa Kyuhyum tidak terganggu, Siwon memberikan kecupan lain di bibir istrinya itu. Untuk beberapa menit Siwon tidak beranjak dan hanya memandangi wajah Kyuhyun hingga akhirnya dia sadar bahwa ada pekerjaan yang menanti untuk diselesaikan. Dan dia tidak ingin membuat Kyuhyun tidak nyaman jika dia terbangun dan menemukannya di sini. Dengan tidak rela Siwon meninggalkan Kyuhyun setelah memberikan satu buah lain kecupan di dahinya.

Tidak lama setelah pintu tertutup Kyuhyun membuka matanya. Dia sudah terjaga saat Siwon tiba-tiba masuk ke kamarnya namun sengaja tetap memejamkan mata. Dia tidak siap bertemu dengan pria tampan itu. Sentuhan Siwon membuat hati Kyuhyun berdenyut. Dia merindukan pria tampannya, merindukan pelukannya, merindukan setia sentuhan dan ciuman penuh cinta suaminya. Dan yang paling utama Kyuhyun rindu melihat keberadaan Siwon di sisinya. Ingin sekali dia berlari kepelukan hangat suaminya tetapi sekali lagi logikanya menentang dengan sangat keras. Pria itu tidak jujur padanya. Jadi Kyuhyun tidak akan mengalah begitu saja.

“Choi Kyuhyun, lupakan sentuhan dan ciuman Siwon.” Kyuhyun menepuk-nepuk pipi dan mengusap bibirnya.

Dia berniat untuk menarik selimut kembali, ketika mendengar perutnya bergemuruh. Kerutan di dahinya semakin terlihat jelas saat menyadari bahwa Kyuhyun belum lama makan siang dan jika diingat makanan tersebut tidak dalam jumlah yang sedikit. Kyuhyun menggelengkan kepalnya pelan, tidak ada larangan bahwa dia tidak bisa makan lagi.

Kyuhyun menggerakan tubuhnya menuju dapur, lalu membuka kulkas apakah ada bahan makanan yang bisa dia olah. Tetapi saat melihat isi kulkas yang penuh, rasa malas menghampirinya, akhirnya Kyuhyun memutuskan kembali ke kamar dan merapihkan dirinya. Dia akan mencari makanan diluar dan sedikiti jalan-jalan.

Hembusan nafas Kyuhyun terasa kencang dan mengepul saat melangkahkan kakinya di sekitaran apartement Donghae. Musing dingin benar-benar akan tiba dan Kyuhyun berharap bahwa impiannya tentang natal terwujud. Kembali Kyuhyun menghela nafas dan memasukan kedua tangannya ke dalam saku jaket. Lalu kembali berjalan pelan. Tapi tiba-tiba saja tubuhnya terhuyung saat pejalan kaki lain menabrak pundaknya hingga akhirnya Kyuhyun jatuh terduduk.

Mianhae, kau tidak apa-apa?” Suara seorang gadis terdengar membuat Kyuhyun mengangkat kepalanya dan menatap wajah khawatir di depannya. “Aku sedang tergesa,” lanjutnya lagi.

Kyuhyun menggelengkan kepala dan tersenyum. “Aku tidak apa-apa. Pergilah.” Gadis itu mengangguk ragu, setelah itu meninggalkan Kyuhyun setelah membantunya untuk duduk di bangku yang tidak jauh dari tempat tersebut.

Kyuhyun sedang tidak ingin mendebatkan sesuatu, lagi pula tidak ada yang terluka. Hanya saja Kyuhyun merasakan perutnya sedikit sakit, membuatnya sedikit meremasnya saat sakit itu tidak tertahankan.

.

.

.

T to the B  to the C

Note:

TBC nya aneh, but Happy reading buat semua yg masih mau baca afy^^

Oh iya tolong kalau habis baca ff di wkc di share yah ke fb atau twitter biar yg belom tau wkc, jd tau… krn ada bbrp reader yg mengaku bahwa baru tau ada wkc, padahal selama 2 tahun ini bisa dibilang wkc udah jd dalah satu blog wonkyu yg lumayan lah… hehehehe thankyu

–ssii–

 

Advertisements

Author:

Me and My Dirty Little Secret Are Heaven ^^

59 thoughts on “All For You – Chapter 11

  1. Awalnya sempet kesel sama daddy karena gak jujur huh.
    Kyuhyun hamil ne astagaa sepertinya daddy siwon harus isi ulang rasa sabar kalo kyuhyun bener2 hamil hehehe

  2. Apa kyu jangan2 lagi hamil? Mangkannya mood2an gt… Hehe. Smg isi beneran deh hihi ><
    Btw mau nanya ini hyukjae yg pacarnya donghae sama temennya sam tuh sama…? Apa gimana? Tp temennya sam itu hyukjae jg kan namanya.. Apa aku yg salah.. Apa aku yg rada lupa pemeran2nya…

  3. Ishhh sehrsnya kyu cerita dng siwon….
    Dan siwon bisa meluruskan kejadian yg sbnrnya…..

    Kyuhyun hamil kah.? Wahhh chukkae….

    ——1315——

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s