Posted in BL, Drama, Romance, Series

Siwon, a cyborg in love chap. 5

Poster Siwon, a cyborg in love

By. Ellena Han & Miss Lee

Cast : Siwon x Kyuhyun

other : Hankyung, Shin Rae, Byun Jaebum, Im Yoona, Choi Seohee

Genre : BL/ Drama, Romance

Rate : T

 

-Siwon,a cyborg in love-

Siwon terbaring tak sadarkan diri di sebuah blankar yang tersimpan dalam ruangan lab komputer. Berbagai layar yang mengelilingi tubuh Siwon itu menyambungkan segala kehidupan bagi Siwon, melihatkan gerak nadi maupun emosinya. Kyuhyun tak bisa tenang saat melihat Siwon kembali merasakan sakit, ia perlu mencari tahu bagaimana hal itu bisa terjadi. Tapi sampai saat ini, Kyuhyun belum mendapatkan jawaban dengan segalanya.

Hingga Choi Seohee datang melihat bagaimana Kyuhyun sibuk di salah satu layar komputer, menjentikkan jari-jemarinya berharap bahwa Siwon segera memberikan grafik membaik.

“Apa yang terjadi?”

Kyuhyun berdiri di depan layar plasma, bagaimana Ia dengan serius memperlihatkan grafik berbentuk angka 8 dengan gerakkan melambat.

“Aku rasa ada masalah dengan program pembangunan emosi. Aku perlu melihat sedikit lebih dalam untuk mengetahui penyebabnya..”

Gerakkan Kyuhyun melambat seiring dengan kepalanya yang berdenyut nyeri. Kyuhyun menatap sendu Siwon yang bahkan tak menggerakan tubuhnya sedikitpun.

Seohee yang melihat Kyuhyun kesakitan, menampakkan kekhawatirannya.

Oppa.. apa kau baik-baik saja?”

Kyuhyun hanya mengangguk. Seohee melanjutkan ucapannya  “Bisakah kita berbicara? Sebentar saja…”

Kyuhyun melepas pandangannya pada Siwon. Ia kini menatap Seohee yang menatap harap kepadanya, Kyuhyun pun mengangguk setuju.

.

.

Keduanya tengah berada di sebuah taman tak jauh dari kantor. Kyuhyunlah yang meminta agar mereka berbicara tak jauh dari kantor agar ia bisa kembali secepatnya jika ada masalah dengan Siwon.

“Tidak bisakah Oppa mengesampingkan semuanya terlebih dahulu? Dan hanya akan beristirahat?”

Kyuhyun menggelengkan kepalanya.

“Jaebum mengatakan jika Oppa sedang sakit”

“Aku tidak bisa beristirahat dan meninggalkan Siwon dalam keadaan seperti ini” Kyuhyun menatap Seohee, “Kau disini karena Siwon, jadi tolong bantu aku untuk menanganinya”

Seohee menatap kecewa. “Ada banyak hal yang ingin aku bicarakan padamu, tapi sepertinya aku harus segera bekerja dari mulai sekarang”

Seohee meletakkan tangannya untuk menggemgam tangan Kyuhyun. “Oppa, alasanku pergi karena..”

Kyuhyun melepaskan genggaman tangan itu. “Gwenchana, aku sudah melupakan itu..”

Kyuhyun menatap ke depan, seolah-olah ia tak ingin terlalu menyakiti Seohee. Dulu ia pernah mencintainya, tapi tidak untuk sekarang ini, karena cintanya sudah bersama dengan Siwon.

“Aku pikir itu karena alzheimer. Tapi itu semua karena Siwon”

“Siwon??”

Kyuhyun mengangguk, ia menjadi mengingat Siwon kembali.

“Hidup itu hanya sekali, maka itulah mengapa kita harus mengejar apa impian kita selagi bisa dilaksanakan”

Seohee semakin merasa sedih, dia sudah tak bisa kembali masuk dalam hati Kyuhyun. Bahkan tempatnya sudah sangat jauh di tempati oleh Siwon.

Oppa.. sebenarnya, apa kau mengetahui dibalik nama marga yang diberikan pada Siwon?”

“Heum??” Kyuhyun tak mengerti.

“Akulah yang meminta Jaebum untuk memberikan nama margaku pada cyborg buatan kita, agar kau selalu bisa mengingatku walau aku telah pergi jauh”

Kyuhyun merasa terkejut, terlalu banyak hal yang bahkan tak diketahuinya. Baru saja kemarin dirinya mengetahui bahwa Jaebum yang memberikan memory cintanya pada Siwon, bahkan kini pernyataan Seohee yang mengatakan mengenai pemberian marga dirinya kepada Siwon.

Apakah ia tak pernah bisa jauh dari Jaebum maupun Seohee dalam kehidupannya?

Ia sangat mencintai Siwon dan ia harap bahwa tak ada hal yang akan menjadikan rintangan bagi keduanya, walau itu sangat mustahil. Kyuhyun menghela nafasnya sejenak, menenangkan pikirannya yang kini mulai terasa kembali pusing.

“Apapun yang sebenarnya telah terjadi, aku harap kau tak pernah menyakiti Siwon seperti tadi Seohee.. karena kini aku hanya mencintainya, kau bagian dari masa laluku dan hanya akan menjadi temanku selamanya”

Kyuhyun bergegas pergi meninggalkan Seohee yang sedang menahan tangisannya.

“Aku sangat merindukanmu, Oppa” lirih Seohee.

.

.

.

Kyuhyun memaksakan diri untuk membawa Siwon pulang ke apartemennya, bagaimanapun Siwon belum mengetahui jati dirinya yang sebenarnya. Maka itu, dengan bantuan Hankyung, Kyuhyun membawa Siwon pulang.

Hankyung sendiri tidak mengetahui apa yang terjadi, Kyuhyun hanya mengatakan jika Siwon pingsan karena kelelahan. Dan Hankyung tidak banyak bertanya lagi. Siwon membuka matanya perlahan, mencoba membiasakan matanya dengan sinar yang menyapa retina matanya. Tapi hanya bayangan kabur yang kini dilihatnya, seakan segala benda yang dilihatnya kini menjadi dua.

Siwon mencoba mendudukan dirinya dan memijit pelipisnya. Mencoba meminimalisir rasa sakitnya. Setahunya kemarin ia merasakan sakit yang luar biasa pada bagian dadanya dan setelahnya yang ia ketahui suara Kyuhyun yang memanggilnya.

“Ada apakah??” Siwon masih memijat pelipisnya tanpa di sadari Kyuhyun sudah berjalan perlahan mendekati.

“Bagaimana keadaanmu??”

Siwon menengokkan wajahnya pada Kyuhyun, mencoba tersenyum menenangkan.

“Aku tak apa? Tapi… apa yang terjadi setelah aku pingsan? Tidak biasanya aku mengalami sakit”

Kyuhyun menatap pilu, apa yang harus dikatakannya. Ia sungguh tak ingin berpisah dari Siwon.

“Kau hanya kelelahan Siwon..”

Kyuhyun menatap dalam mata Siwon yang kini menampakkan dilingkaran bola matanya yang berwarna hijau.

“Siwon.. eum.. bagaimana jika.. kita..”

Kyuhyun mencoba merangkai kata agar Siwon tak merasa risih akan pernyataannya.

“Kita??”

“Kita tinggal bersama”

“Heum??”

Kyuhyun menggaruk tengkuknya. Siwon kini menuntut jawaban padanya.

“Apakah kau meminta aku untuk tinggal bersamamu??”

Kyuhyun mengangguk. “Ya.. aku sudah memikirkannya. Aku tidak tahan terpisah darimu, bahkan dalam waktu sebentar. Aku sangat khawatir kepadamu, aku hanya ingin bisa bersamamu sepanjang waktuku”

Siwon menatap aneh Kyuhyun, seakan yang ada dihadapannya kini bukanlah Kyuhyun yang ia kenal.

“Aku bisa menjaga diriku sendiri…”

“Bukan seperti itu, Siwon..”

“Aku merasa sangat dikasihani olehmu..” Siwon mendesis marah.

“Siwon-ah…”

Siwon mengambil jaketnya, memakainya dengan tergesa dan segera pergi meninggalkan apartemen.

.

.

.

“Berita besar.. berita besar” Yoona datang dengan berteriak kegirangan.

Shin Rae maupun Hankyung yang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing hanya menatap sekilas Yoona. Mereka enggan berkomentar, terlebih mereka terlalu tau jika Yoona adalah pembual besar.

“Hey kalian… aku punya berita besar”

“Ck.. kau selalu mengatakan hal yang tak berguna” Rae mencibir.

Yoona memajukkan bibirnya tak terima, ia melirik Hankyung yang masih saja sibuk dengan pekerjaannya.

“Aku mengatakan hal yang sesungguhnya…”

“Cepat katakan apa berita yang kau punya” Hankyung masih menatap layar komputernya, walau ia bisa mendengarkan apa yang akan dikatakan oleh Yoona.

“Ketua tim Cho Kyuhyun sudah dipecat”

Mwo???” Jawab Rae dan Hankyung serempak.

“Ck.. kalian sangat serasi..”

“Heisss.. apa kau gila???”

“Aku mengatakan yang sebenarnya. Direktur Byun benar-benar memecat Ketua tim. Dan kalian tau???”

Rae maupun Hankyung menatap malas Yoona yang sedang berucap dengan sangat bersemangat.

“Wanita kemarin, adalah pengganti Ketua tim. Dia sekarang bertugas di BS project”

Hankyung menimpali. “Hey.. dia itu hanya akan mengambil alih kerja keras Ketua tim, bukan?”

Yoona tertawa mengejek.

“Ketua tim sudah gagal dalam asmaranya dengan Siwon. Dan kehidupannya telah hancur di depan publik, bahkan dia berani mengumumkan bahwa ia telah berkencan dengan Siwon, bukankah itu memalukan?”

Yoona melirik Rae maupun Hankyung.

“Ada pasangan lain yang juga harus benar-benar di waspadai”

Rae menggebrak meja, ia bangkit dan berjalan mendekati Yoona. Menatap marah padanya.

“Kau…”

Berjalan semakin mendekat.

“Sangat licik”

Terus berjalan mendekati.

“Pembual”

Hingga kini Rae berada di hadapan Yoona, memegang kerah bajunya dengan keras.

“Tutup mulutmu. Kecuali jika kau ingin menjadi perawan tua seumur hidupmu. Mengerti”

Hankyung hanya bisa menahan tawa dan menatap sedih pada Yoona, perlu diketahui jika Rae sudah marah apapun bisa ia lakukan.

.

.

.

Seohee menatap layar. Ia terus memantau bagaimana pergerakan emosi yang ada dalam diri Siwon, saat ia sedang sibuk meneliti sebuah file. Suara dari dalam layar membuatnya terkejut.

Seohee bergerak menuju layar yang menunjukkan struktur tubuh Siwon, bagaimana kini hatinya berdenyut merah dan menunjukkan grafik diluar batas kemampuannya.  Seohee mencoba kembali mengamati apa yang terjadi, tapi semuanya menunjukkan batas yang sudah melebih kemampuan emosi dalam jiwa Siwon.

“Ada apa ini??”

.

.

Siwon terus berjalan menjauh dari apartemen, beberapa kali Kyuhyun menabrak orang yang lewati dan beberapa kali pula ia harus meminta maaf. Ia harus mencegah kepergian Siwon. Tubuhnya sedang tak baik saat ini.

“Siwon-ah tunggu…”

Siwon kini membalikkan tubuhnya tepat di pinggir jalan. Kyuhyun mencoba untuk mengatur nafasnya.

“Apa yang ingin kau bicarakan?”

“Aku tau jika kau merasa tersinggung. Tapi aku hanya ingin melindungimu dan berada di sisimu segera..”

“Kenapa?” Tanya Siwon datar.

Jangan tanyakan bagaimana perasaan Siwon saat ini, karena kini ia tengah dilanda kebingungan. Siwon bahagia karena Kyuhyun terlihat sangat menginginkannya, tapi di satu sisi. Ada yang Kyuhyun tutupi darinya, terlebih hal ini sangat mendadak bahkan di saat wanita yang akan menggantikan Kyuhyun di kantor, hadir.

“Aku…”

“Kyuhyun-ah.. aku tau kau mencintaiku.. tapi aku bisa menjaga diriku sendiri”

“Aku mengerti Siwon, tapi..”

Kyuhyun kembali melihat bola mata Siwon yang berubah, sungguh Kyuhyun sangat mengkhawatirkannya. Siwon melihat lampu penyebrangan berwarna hijau, ia pun lebih memilih pergi.

“Siwon-ah…”

Kyuhyun tak bisa membiarkan Siwon pergi, ia tau jika kini tubuh Siwon sudah semakin lemah dan ia butuh berada di sisinya untuk membantu imun Siwon untuk tetap stabil.

Kyuhyun mengambil handphonenya, mendial nomer utama.

“Kyuhyun.. aku sudah mengatakan, aku bisa menjaga diriku sendiri. Aku paham kau mencintaiku, tapi aku bukanlah…”

“Aku sangat mencintaimu, Siwon.. sangat mencintaimu… mengertilah, aku melakukan ini hanya karena aku tak ingin kehilanganmu, Siwon… kembalilah.. aku mencintaimu..”

Siwon yang berada di seberang terdiam, ia melihat ke seberang jalan dimana Kyuhyun masih berdiri menunggunya. Kekerasan hati Siwon runtuh, ia pun sangat mencintai Kyuhyun.

Nado…” ucapnya dengan wajah yang di hiasi senyuman.

“Aku menunggumu…”

Siwon mengangguk, ia kembali berjalan menuju ruang tunggu penyebrangan. Kyuhyun menatap bahagia, bagaimana Siwon mau mendengarkan ucapannya. Menunggu dengan senang karena Siwon luluh akan permintaannya.

.

.

Seohee masih mengecek perkembangan dilayar, grafik terus menunjukkan kecepatan sistem hati yang bekerja. Seohee mencoba untuk mengarahkan cara agar bisa memperbaiki sistem tapi hasilnya tetap sama. Tapi tak menjadi masalah baginya, ia terus mencoba memperbaiki, bayangan Kyuhyun yang menatapnya penuh harap, adalah hal utama yang menjadikan dirinya termotivasi untuk membantu memulihkan keadaan Siwon.

.

.

Lampu hijau telah menyala, Siwon berjalan cepat menuju Kyuhyun. Hingga akhirnya ia berada di hadapan Kyuhyun dan memeluknya.

“Terima kasih… terima kasih karena kau sangat mencintaiku..”

“Hiduplah bersamaku, Siwon..”

Siwon melepaskan pelukannya, ia masih terdiam.

“Aku tau kau masih akan memikirkannya, tapi aku harap kau mau menerima permintaanku ini”

Siwon mengacak surai madu Kyuhyun, ia mengarahkan tangannya untuk saling bergenggaman.

“Kita kencan saja, melupakan permasalahan. Siapa tau aku bisa mempunyai jawaban atas keinginanmu”

Kyuhyun mengangguk setuju, mereka pun berjalan beriringan menuju sebuah taman. Duduk berdampingan dan hanya saling diam, menikmati semilir angin yang menyejukkan tubuh.

“Siwon..”

“Heum..”

“Apapun yang akan kau ketahui, aku harap kau tetap akan mencintaiku..”

Siwon menatap Kyuhyun tak mengerti. Kyuhyun tertawa, “Aku hanya berkhayal..”

“Mengapa hari ini kau sangat aneh? Ada yang kau sembunyikan padaku??”

Kyuhyun membalas tatapan Siwon, mencuri sebuah ciuman di bibirnya.

“Jika aku jujur kau tak akan marah??”

Siwon mengangguk.

“Choi Seohee.. dia adalah mantan kekasihku”

Siwon terdiam, jadi benar. Ada sesuatu yang di tutupi Kyuhyun dan itulah jawabannya, tapi Siwon pikir Kyuhyun masih menyembunyikan hal lain padanya.

“Hanya itu??”

“Hah?? Kau tak marah??”

“Aku bisa menebaknya, terlebih saat makan siang… dia sepertinya..”

“Maafkan jika dia berkata tak menyenangkan padamu.. tapi jujur, dia adalah orang yang baik..”

Siwon masih terdiam, ia menatap Kyuhyun. Ada rasa tak suka saat Kyuhyun yang meminta maaf atas perlakuan Seohee kepadanya. Tiba-tiba hatinya kembali berdenyut sakit. Ini pernah dirasakannya kemarin, ada apa ini??

Siwon memegang dadanya, Kyuhyun menatap panik Siwon.

“Siwon.. Siwon kau tak apa?? Kita pergi..”

Belum Kyuhyun akan membantu Siwon berdiri, tubuh Siwon kembali ambruk di hadapan Kyuhyun. Beberapa orang yang melihat mencoba membantu Kyuhyun untuk menolong Siwon, membawanya masuk ke dalam sebuah taksi.

Ahjussi, tolong antarkan aku ke kantor BS Electronics

“Bukankah seharusnya kita ke Rumah Sakit, tuan??” tanyanya dengan mengernyitkan dahi, pertanda bingung.

“Cepatlah…” Kyuhyun tak ingin banyak berdebat saat ini.

Kyuhyun menepuk-nepuk pipi pucat Siwon, tak ada gerakkan darinya.

Sesampainya di depan gedung, kembali Kyuhyun meminta bantuan security untuk membawa Siwon ke sebuah lantai yang selama ini hanya Kyuhyun, Byun Jaebum dan Choi Seohee yang bebas memasukinya.

“Terima kasih” Kyuhyun mengucapkannya dengan raut wajah yang masih tegang.

Beruntung Seohee yang akan menghubungi Kyuhyun melihatnya.

Oppa..”

“Seohee..”

Melihat security masih terdiam di tempatnya, Seohee dengan gerakan tangannya meminta untuk keluar.

“Apa yang terjadi?”

“Aku tak tau, tapi kejadiannya hampir sama saat seperti siang kemarin. Apa kau sudah berusaha memecahkan masalahnya?”

Seohee menepuk pundak Kyuhyun menyalurkan kekuatannya, dan menggelengkan kepalanya menandakan penyesalan, tak pernah ia lihat bahwa Kyuhyun merasa semenyedihkan seperti ini. Kyuhyun bergegas mengambil jas lab nya. Ia memandangi semua layar yang menyala. Sesekali wajahnya akan menatap Siwon.

Kyuhyun berinisiatif membuka komputernya, jari jemarinya dengan lincah mengetikkan rumusan hingga sebuah file terbuka.

“Apa sudah di temukan??”

“Ya” jawabnya lemah.

“Apa masalahnya?”

“Emosi Siwon”

Seohee menghela nafasnya, matanya tak pernah lepas memandang sendu Kyuhyun.

Oppa.. kau benar. Sistemnya bermasalah dalam program pengembangan emosi. Kemudian, tidak bisakah kita menghapus program pengembangan emosi?”

“Tidak sesederhana itu” Kyuhyun masih menatap layarnya lemah. Inilah yang ia takutkan, membuat cyborg mempunyai rasa cinta sama saja akan membunuhnya secara perlahan. Tapi sungguh Kyuhyun pasti akan menolak jika Jaebum tak melakukan hal ini di belakangnya.

“Emosi yang dimiliki Siwon itu diluar kendali kita sekarang. Dia mengembangkan emosinya sendiri. Dan dia mencintai seperti layaknya seorang manusia”

“Apa tidak ada cara untuk debug nya?”

Kyuhyun terdiam, “Siwon harus menghentikan emosinya sendiri. Jika ia tidak bisa melakukan itu, kekuatannya akan habis dalam sepuluh hari kedepan”

Seohee maupun Kyuhyun tak mengetahui jika pembicaraan mereka didengar sepenuhnya oleh Siwon.

‘Inikah mengapa kau memintaku untuk tinggal bersamamu?’ Siwon menjatuhkan air mata nya perlahan.

Ia berusaha bangkit dan dengan tak menimbulkan suara. Siwon segera pergi meninggalkan Kyuhyun maupun Seohee yang masih terlibat pembicaraan yang serius.

.

.

.

Kyuhyun masih duduk diam, mendengarkan setiap perkataan Seohee. Walau harus dia akui jika berdebat dengan Seohee membuat kepalanya berdenyut hebat. Sungguh, kepanikan dan kekhawatiran akan apa yang terjadi pada Siwon benar-benar terasa mencekiknya.

Oppa, kita tak bisa duduk diam saja seperti ini, kita harus memberitahu Jaebum, sepuluh hari bukanlah waktu yang lama..”

Kyuhyun terkesiap, sedikit jengkel dengan sikap Seohee. Bagaimana bisa gadis itu masih memikirkan waktu peluncuran 10 hari lagi? Dan memberitahu Jaebum? Tidak, itu bukan pilihan yang akan Kyuhyun pilih. Jika Jaebum tahu ada masalah dalam program Siwon maka dia akan menyingkirkan Siwon dan demi apapun Kyuhyun tak akan rela hal itu terjadi.

“Kita tak bisa memberitahu Jaebum, Seohee-ya, jika dia tahu tentang Siwon, aku tak bisa bayangkan apa yang akan dia lakukan..” sangkal Kyuhyun.

“Lalu apa yang bisa kau lakukan, pikirkan kondisimu sendiri Oppa…” Seohee ingin menjerit frustasi. Sungguh, dia sama sekali tak paham dengan arah pikiran Kyuhyun. Sebegitu pentingnyakah Siwon bagi Kyuhyun?

“Tak masuk akal Oppa, jika kau mengabaikan kesehatanmu hanya untuk memperbaiki sebuah mesin..” kini nada suara Seohee sudah bergetar menahan tangis. Kyuhyun yang ada dihadapannya ini bukanlah Kyuhyun yang dia kenal dulu.

“Aku tak mencoba memperbaikinya, aku mencoba untuk membuatnya hidup Seohee..” bisik Kyuhyun lirih. Seohee terkesiap, kalimat itu, kalimat lirih yang keluar dari bibir Kyuhyun sarat cinta dan ketulusan. Sarat keinginan untuk sekedar menghidupkan Siwon, bukan memperbaikinya.

Kini dia sudah hampir bisa meraba seberapa pentingnya Siwon untuk Kyuhyun. Tapi, walau bagaimanapun juga Seohee tetap tak ingin terjadi sesuatu yang buruk pada Kyuhyun.

Oppa, pikirkan baik-baik, kau bilang jika Siwon harus menghentikan emosinya sendiri, bukankah itu artinya kau juga tak boleh ada didekatnya..”

Kyuhyun termangu, perkataan Seohee menusuk hatinya. Ya.. dia memang pernah mengatakan hal itu dan memang hal itu cara untuk menstabilkan program emosi Siwon. Tapi, berada jauh dari Siwon juga bukan hal yang menjadi keinginannya. Dia tak mungkin bisa meninggalkan Siwon begitu saja.

Pemuda manis itu mengusap wajahnya dengan kasar. Apa lagi yang harus dia lakukan kini?

Ekor matanya mengerling ke arah belakang, berniat mengecek keadaan Siwon. Bola mata bulat Kyuhyun melebar ketika menemukan jika ranjang itu kini kosong.

“Siwon…” secepat kilat tubuhnya beranjak, menatap Seohee yang juga sama bingungnya.

“Dimana–“

“Seohee.. cari dia melalui program pelacak yang ada ditubuhnya… Aku akan mencarinya..”

Kyuhyun bergegas melemparkan jas putihnya, berlari keluar tanpa menunggu jawaban Seohee.

Oppa.. Kau tak bisa.. Oppa!!” teriakan Seohee bergema percuma karena Kyuhyun sudah menutup pintu laboratorium mereka.

.

.

.

Siwon tak tahu berapa lama dia berlari, yang dia tahu hanya dia harus pergi, dan menjauh. Menjauh dari semua perkataan Kyuhyun yang masih bisa dia ingat dengan jelas.

‘Dirinya bukan manusia, dirinya tak sama dengan Kyuhyun’

Tidak, ini pasti hanya mimpi, tak mungkin dirinya berbeda, mereka pasti hanya salah paham. Oh atau mungkin mereka sedang merencanakan satu kejutan april mop untuk dirinya. Bukankah akan lucu jika tiba-tiba ada seseorang yang berteriak di depan wajahmu dan mengatakan ‘Hai Siwon, kau tahu, kau hanya robot buatan..’

Well.. Sayangnya hal itu juga sama tak mungkinnya, karena satu april masih jauh dan setidaknya Kyuhyun maupun Seohee bukan orang dengan type seperti itu.

Siwon menghentikan larinya ketika bahunya tanpa sengaja menabrak seseorang hingga terhuyung. Bukan orang pertama yang dia tabrak jika dia tak salah. Dan Siwon tak mau repot-repot untuk sekedar meminta maaf. Apa perlu meminta maaf bagi sebuah robot seperti dirinya?

Oh, andai saja Siwon tahu jika saat ini Kyuhyun pun tengah sibuk mencari dimana dirinya. Pemuda manis itu mengabaikan lagi denyut dikepalanya yang semakin menjadi. Dia harus menemukan Siwon. Harus, tak peduli jika dirinya harus pingsan atau apa.

Siwon seperti ini juga karena dirinya. Baiklah Kyu, ini bukan saatnya menyesali apapun, saat ini yang kau perlukan hanya terus mencari dan temukan dimana Siwon.

Mata Siwon menatap sebuah layar plasma yang hendak dimatikan dari sebuah etalase toko elektronik di depannya. Layar itu tengah menampilkan adegan sebuah pelukan hangat ala drama. Ketika tubuhnya semakin dekat, layar itu semakin bergetar terganggu elektromagnet tubuhnya yang besar. See, jadi sekarang dia memang tak ubahnya perangkat elektronik seperti televisi itu.

Ingatan Siwon memutar kembali kejadian ketika dirinya dan Kyuhyun di rumah sakit, saat itu jarum suntik tak bisa menembus tubuhnya, bahkan patah, dan dia menyangka jika kulitnya tebal karena kolagen. Jika saat itu Kyuhyun sudah tahu siapa dia yang sebenarnya apa saat itu Kyuhyun juga menertawakannya? Menertawakan ke polosannya?

Siwon tertawa miris. Dia marah, dia tersinggung, dia sakit hati. Kenapa Kyuhyun membohonginya, bahkan menerima cintanya. Apakah kini perasaan yang dia miliki pun tak nyata? Semua emosi yang terhimpun ditubuhnya membuat aliran elektromagnet dari tubuh Siwon semakin besar, kali ini bahkan bukan cuma layar plasma yang ada dihadapannya, bahkan hingga berbagai macam benda ekektronik yang ada di dalam toko.

Tidak.. Aku tak mungkin seperti ini..

.

.

.

Kyuhyun masih terus berlari, mencari ke semua sudut area pertokoan yang dia singgahi. Siwon pasti belum jauh dari sini. Kondisinya sedang tak begitu stabil, jadi jika Kyuhyun tak salah asumsi, Siwon tak akan mampu pergi jauh.

“Seohee..” Kyuhyun menghampiri Seohee yang mencari dari arah yang berlawanan. Di tangannya tergenggam sebuah ponsel pintar untuk melacak posisi Siwon.

“Seohee, apa pelacak di tubuh Siwon belum bekerja?” tanya Kyuhyun dengan nafas terengah, wajahnya sudah semakin pucat.

“Tidak, seluruh sistemnya down karena banyaknya masalah dalam programnya..”

Kyuhyun menghela nafas lelah, “Dia tak boleh sendirian sekarang… Seohee, kembalilah ke laboratorium, perbaiki sistem pelacakannya, aku mohon..” Kyuhyun mencengkeram lengan Seohee, menundukkan tubuhnya penuh permohonan.

“Ta-tapi Oppa..”

“Aku mohon Seohee.. Aku mohon..” Kyuhyun segera berbalik, kembali berlari melanjutkan pencariannya.

Oppa..Oppa.. Kyuhyun Oppa..!!” lagi, teriakan Seohee tanpa jawab. Gadis itu menghela nafas lelah, “Aku harap sepuluh hari segera berlalu, Oppa, agar kau bisa melupakan Siwon dan fokus pada kesehatanmu..” bisik Seohee pada punggung Kyuhyun yang semakin menjauh.

.

.

Kemana lagi? Kemana? Kyuhyun masih tak tahu lagi harus kemana, hingga rumah Hankyung terlintas dipikirannya. Benar, tempat itu mungkin akan dikunjungi Siwon karena selama ini Siwon memang tinggal disana.

Hyungg…!!” Kyuhyun tak peduli meskipun ini tengah malam, dan teriakannya akan mampu membangunkan semua orang di deretan perumahan Hankyung.

Hyuungg..!! Hyung..to–“

“Yak.. Ketua Tim, memangnya ini jam berapa?” Hankyung membuka pintu dengan wajah mengantuk, sedikit heran kenapa Kyuhyun muncul di depan pintu rumahnya tepat tengah malam.

Hyung.. Mana Siwon?”

“Apa maksudmu? Bukankah Siwon bersamamu?” kali ini kantuk di wajah Hankyung menghilang.

“Dia tak ada?”

“Sejak dia bersamamu dia jarang kembali ke sini? Memangnya apa yang terjadi?”

“Ada sesuatu yang harus kau tahu Hyung.. Mungkin ini akan mengejutkanmu.. Siwon.. sebenarnya Siwon..”

Hankyung mulai memasang wajah khawatir ditambah lagi dengan ekpresi Kyuhyun yang juga tak menunjukkan kata baik-baik saja.

“Siwon? Kenapa dengan Siwon?”

“Siwon bukan manusia..”

Hening. Keheningan yang terasa menyiksa.

“Apa maksudmu Siwon bukan manusia?!” nada suara Hankyung sedikit meninggi. Dia tinggal bersama Siwon selama ini dan bagaimana dia tak tahu jika Siwon bukan manusia. Apa Kyuhyun sedang berniat melancarkan lelucon padanya?

“Ya Hyung.. Ya.. Siwon bukan manusia.. Dan saat ini kondisi sistemnya sedang memburuk..”

Hankyung merasa mengingat sebuah suatu hal. Bukankah mereka saat ini sedang menjalani projek peluncuran sesuatu yang sebenarnya tidak ia ketahui dengan jelas. Tapi pastinya yang ia dengar dari desas desus, bahwa BS Electronics akan meluncurkan sebuah robot. Dan jangan sebutkan jika….

“Tunggu Kyu.. Kau mau berkata jika Siwon itu sebuah proyek BS dan kini sedang sekarat!!”

Kyuhyun mengusap wajahnya kasar. Dia tahu semua akan bereaksi seperti ini. Tapi saat ini hanya Hankyung yang bisa dia percaya.

“Maaf aku tak menjelaskan hal ini padamu Hyung, aku akan menjelaskan semuanya nanti.. Aku janji…”

Kyuhyun menggigit bibirnya sejenak, “Tapi, apa kau bisa membantuku mencari Siwon saat ini Hyung?”

“Dia sama sekali tak mengabariku Kyu…”

“Kau satu-satunya orang yang Siwon suka dan percayai, aku yakin dia akan menghubungimu..” Kyuhyun meremas lengan Hankyung.

“Kyu..” mau tak mau pemuda itu juga membalas menepuk bahu Kyuhyun, “Tak akan terjadi hal buruk pada Siwon kan?”

Kyuhyun terdiam, dia pun tak tahu harus menjawab seperti apa pertanyaan Hankyung ini.

“Tak akan Hyung.. Aku tak akan membiarkan sesuatu yang buruk terjadi padanya..”

.

.

Seingat Siwon selama hidupnya dia tak pernah kehilangan arah, tapi kali ini dirinya benar-benar tak tahu kemana harus melangkah. Pemuda tampan itu masih melangkah gontai tak tentu arah. Mata nya melirik jam besar di salah satu sudut taman.

Jika Siwon tak salah ingat dirinya akan kehilangan ingatan ketika lewat tengah malam. Kapan tepatnya dia tak tahu, dan yah.. lebih baik seperti itu, dan kali ini dia juga tak peduli walau tiba-tiba tubuhnya akan tergeletak di tepi jalan atau apa.

Pemuda itu terus melangkah gontai, hingga tanpa sadar langkah telah berhenti di depan lapangan bisbol. Lapangan ini? Lapangan yang pernah dia datangi bersama Kyuhyun waktu itu.

Dia ingat dirinya pernah dengan bangga bercerita pada Kyuhyun jika dia suka bisbol karena itu olahraga kesukaan ayahnya. Jadi, jika Siwon hanya ciptaan, lalu memory siapa tentang olahraga favorit ayahnya ini? Apa milik Kyuhyun?

Cukup, Siwon tak mau memikirkan apapun, tidak juga tentang Kyuhyun. Pemuda itu melangkah masuk ke lapangan yang sunyi. Mengambil satu bola dan mulai memainkannya. Melemparkannya dengan keras seolah dia sedang membuang jauh-jauh semua sesak di hatinya tentang Kyuhyun.

Apa yang harus kulakukan lagi Kyu? Apa?

Lemparan pertama…

Apa aku harus melupakanmu?

Lemparan kedua..

Atau aku harus mati karena mencintaimu?

Lemparan ketiga..

Nafas Siwon terengah, tak tahu ini sudah lemparan keberapa, langit di atas sudah mulai semburat merah. Wow.. hebat, Siwon berhasil melalui hari ini tanpa kehilangan ingatan sama sekali

“Katakan apa yang harus kulakukan Kyu!! Apa!!!” teriak Siwon.

“Kau tak harus melakukan apapun Siwon..”

Deg..

Bola ditangan Siwon terlepas, secepat kilat pemuda itu berbalik. Disana, di pintu masuk lapangan, Kyuhyun berdiri dengan nafas terengah. Pemuda itu sama berantakannya dengan diri Siwon. Dan tahulah Siwon sekarang jika bukan hanya dirinya yang terluka. Lingkaran hitam di bawah mata Kyuhyun cukup membuktikan jika pemuda itu semalaman pasti juga sibuk berkeliling mencarinya.

“Kyu..”

“Siwon.. dengar–“

“Jangan mendekat!!” Siwon mendesis, dengan merentangkan tangannya, menghentikan langkah Kyuhyun yang akan mendekatinya.

“Dengarkan aku… Kumohon!!” bisik Kyuhyun. Pemuda itu bersyukur dia bisa menemukan Siwon di tempat terakhir yang hadir dalam benaknya itu. Di tambah lagi melihat jika kekasihnya itu dalam keadaan baik-baik saja. Mungkin erorr sistem dalam tubuhnya membuat jadwal off otomatis yang diprogram Kyuhyun juga ikut rusak. Melihat keringat di pakaian Siwon, Kyuhyun asumsikan jika semalaman kekasihnya itu ada disana.

“Apalagi yang harus aku dengar!!”

“Siwon.. kumohon.. akan aku jelaskan semua..” kata Kyuhyun.

“APA LAG–” tubuh Siwon limbung kedepan, membuat Kyuhyun meneriakkan namanya dan buru-buru menghampiri kekasihnya itu.

“Siwon.. kau tak apa-apa?” Siwon menepiskan lengan Kyuhyun yang merengkuh tubuhnya.

“Kumohon.. dengarkan aku.. Aku akan jelaskan semua..” Kyuhyun justru semakin mempererat dekapannya.

Pemuda manis itu sedikit lega ketika tak dia temukan lagi penolakan dari Siwon. Perlahan ditatapnya wajah pucat kekasihnya itu. Dikecupnya sekilas bibir Siwon yang dingin.

“Akan aku jelaskan semuanya Siwon.. akan aku jelaskan..”

Dengan susah payah Kyuhyun memapah tubuh Siwon, membawanya ke bangku terdekat. Disekanya keringat yang mengalir di wajah kekasihnya itu. Lihatlah, bahkan ia sungguh sukses membuat sebuah cyborg yang sangat persis seperti manusia, dapat mengeluarkan keringat saat kelelahan. Tapi nyatanya ia tak bisa membuat Siwon hidup, jika cinta itu masih ada dalam hatinya, karena system emosi Siwon sangatlah tak stabil. Mata bulatnya menatap setiap senti wajah Siwon, memastikan jika kekasihnya itu tak terluka.

“Sekarang apa yang ingin kau tahu? Aku akan jujur menjawabnya..”

“Aku proyek BS itu?” Siwon berkata tanpa menatap wajah Kyuhyun.

“Ya…” jawab Kyuhyun singkat.

“Dan kau yang membuatku?” tanyanya lagi. Ingin sekali Siwon mendengar Kyuhyun menjawab tidak, tapi sepertinya harapannya memang tak terkabul, ketika ‘Ya’ kata lirih itu menyapa telinganya.

Siwon tertawa miris.

“Apa memory ini milikmu? Kenangan bisbol ini?”

Lagi-lagi hanya ‘ya’ yang didengar Siwon. Tapi dirinya harus tahu semuanya.

“Namaku Choi, karena dulu kau ingin menyimpan kenangannya padaku kan? Kau masih mencintainya?”

Kyuhyun sejenak terdiam, memilah kata yang tepat untuk dia ucapkan. Saat ini jujur pada Siwon adalah yang terbaik.

“Tapi yang perlu kau tau, Choi Seohee sendirilah yang meminta Jaebum untuk menyematkan marganya untukmu.. Ia berpikir jika aku mendengar namamu, maka aku akan terus merasakan cintanya..”

Kyuhyun menghela nafasnya sejenak, menghembuskannya kasar.

“Dulu, aku berpikir jika aku memang masih mencintainya, tapi ternyata tidak, bukan lebih tepatnya, ini bukan lagi rasa cinta.. “

“Kenapa?”

Kyuhyun tersenyum, mengusap lembut surai hitam Siwon, “Pabbo, tentu saja karena aku mencintaimu..”

Cinta? Kyuhyun? Cinta? Pada Siwon yang hanya sebuah-

“Aku hanya sebuah cyborg ciptaanmu kan? Kau bisa kembali dengannya tanpa harus peduli padaku..”

Cyborg atau bukan, aku tak peduli, yang ku pedulikan hanya aku mencintaimu, apa kau tak mencintaiku, Siwon..” bisik Kyuhyun lirih.

Siwon menatap kekasih manisnya yang kini juga balas memandangnya itu.

“Entahlah.. Bukankah kau yang menyimpan semua memory ini untukku, aku tak tahu apakah rasa cinta ini milikku sendiri atau suatu program yang ditanamkan ditubuhku…”

“Tidak Siwon, emosi itu murni milikmu, perasaan itu milikmu, kau mengembangkan sendiri emosimu di luar kendali kami..”

Ada raut tak percaya di wajah Siwon. Jadi, dia memang mencintai Kyuhyun? Seperti itukah?

“Tapi, jika aku mencintaimu, aku bisa mati?”

“Aku tahu Siwon.. Aku tahu.. Dan aku akan melakukan apapun agar hal itu tak terjadi padamu..”

“Aku mencintaimu, Kyu, aku benar-benar merasakan cinta itu. Walau aku tahu, mungkin usiaku tak akan lama lagi, apa kau mau memberiku memory indah lain yang masih bisa ku nikmati?” kata Siwon.

Kyuhyun menggigit bibirnya sendiri. Sesak karena kalimat Siwon tiba-tiba melandanya.

“A-aku.. aku berjanji Siwon.. aku akan–” kalimat Kyuhyun terhenti ketika Siwon menyatukan bibir mereka. Hanya sebuah lumatan lembut yang semakin membuat Kyuhyun tak ingin kehilangan Siwon.

“Jangan janjikan apapun Kyu.. Aku tak peduli lagi, aku robot atau benda rongsokan ciptaanmu, aku tak peduli.. Aku hanya ingin mencintaimu.. hingga aku mati..”

Kyuhyun menutup mulutnya dengan tangan, menahan isak yang akan keluar dari bibirnya. Pemuda manis itu melemparkan tubuhnya dalam pelukan Siwon, melepaskan semua isaknya dalam dada hangat milik kekasihnya.

“Siwon.. siwon..”

“Ayo… kita buat memory indah lain..”

.

.

Byun Jaebum datang mengecek keadaan Siwon, ia mendengar desas desus bahwa Siwon dibawa oleh Kyuhyun ke ruangan rahasia. Tapi yang ditemukannya hanyalah Seohee yang masih setia menatap layar plasma menandakan grafik kehidupan Siwon.

“Apa yang terjadi?”

Seohee membalikkan tubuhnya, kini Jaebum memasukkan kedua tangannya di dalam saku menatap dengan penuh pertanyaan.

“Aku mendengar bahwa Siwon dibawa kesini”

“Ya..” jawabnya singkat.

“Lalu dimana dirinya?”

“Dia pergi”

Mwo??”

Jaebum semakin dibuat tak mengerti, apa maksudnya dengan Siwon yang pergi?

“Siwon kabur setelah mendengar percakapanku dengan Kyuhyun Oppa

“Maksudnya bagaimana?”

Seohee menghela nafasnya sejenak, memilih duduk agar bisa berbicara dengan tenang.

“Aku pikir kau harus tau. Keadaan Siwon sudah tak begitu membaik”

Mwo??”

“Maka itu aku membiarkan Kyuhyun Oppa mencarinya. Tapi kini aku menyesal, aku tak menyadari kesehatannya”

Jaebum menutup matanya, memijat keningnya yang mulai berdenyut. Ada hal apa lagi ini?? Pikirnya.

“Aku sangat mengkhawatirkan Kyuhyun Oppa. Tapi aku tak bisa mengambil banyak waktu yang bisa ia berikan pada Siwon. Maka itu, berikan hak itu sepenuhnya kepadaku??” ucapnya sembari menatap Jaebum penuh harap.

Jaebum mengambil jas nya yang sempat ia sampirkan di atas kursi.

“Dimana Siwon sekarang?”

“Aku masih memperbaiki sistem pelacakan sekarang, jadi sabarlah menunggu”

Jaebum kembali harus membuang nafasnya kasar. Sungguh, di satu sisi ia ingin segera memperkenalkan kepada dunia mengenai Siwon. Bukan karena semata rasa sukses, tapi juga karena ia tak bisa terus menahan rasa sakit jika kini Kyuhyun mencintai Siwon, apa itu adil baginya? Adilkah?? Jika sebenarnya memory cinta Siwon adalah miliknya. Apakah menyesal akan memberikan kebahagiaan baginya.

Hyung..” Jaebum menutup matanya dan memilih untuk mengatupkan kedua tangannya, menyimpan kepalanya di atas kedua tangannya.

-tbc-

note :

Jreeng… jreeengg *music ost

Kami datang…

Buat semua yang udah komen n baca dari chap awal.. XIE XIE NI MEN… *bow

Mulai chap depan akan naik rate jadi akan di pw.. hahaha *ketawa evil

So yang masih nyilent rider *emang ada? *ada… *plaaakkk…

Give us one ripiu.. just one.. okay hehehe… noh pencet tombol di bawah.. *tunjuk kolom ripiu

Terima kasih sudah berkunjung dan membaca ^^

pai..pai…

Hollaaa….. kami kembali…

senangnya.. cepet kan??

Maka itu, ayo dong yang masih ngumpet datang lah bertemu hahaha…

Ah karena di atas sudah dikasih tau oleh ka el mengenai chap yang akan ter pw, hanya mau menambahkan saja.. untuk permintaan pw.. please baca kembali tutorial (cielah) yang di terapkan oleh WKC.. kami pasti memberinya, tapi pakailah bahasa yang sopan, kami merasa di hargai, maka anda pun pasti akan merasa senang..

Budayakan membaca ya.. jangan cuman dilirik aja apa yang sudah terposting di WKC.. terlebih mengenai permintaan PW.. kami pun tak akan mungkin memberikan pw jika konten masih termasuk standar bagi semua usia.. eum satu lagi.. jangan sebarkan pw ya.. toh kami pun kan g menjual pw, ini pw secara gratis kok diberikannya… mintalah kepada kami, jangan menjadi seseorang yang pahlawan kesiangan *ups hehehe…

Sampai jumpa di chap depan…

-Miss Han & Miss Lee-

Advertisements

36 thoughts on “Siwon, a cyborg in love chap. 5

  1. Akhir nya semua rahasia terbongkar. Cinta nya Siwon kuat amat.. Wlaupun marah dia tetap juga maafin Kyu. Jaebum dan sohee kya nya jahat deh.. Kyu please take care of ur health.

  2. hai semua.. saya newbie disini. baru sempet ngreview, abis keenakan bacanya hehe tp seneng banget lho baca ini, abis kyu nya disini merjuangin siwon bgt. kan biasa nya siwon yang ….(ah sedih ngetiknya hehe) semangat terus authornya 🙂 gomawo udah ngasih hiburan gratis yg berbobot 🙂

  3. Apa yg terjadi…aduh jd deg”an, apa setelah rahasia diketahui oleh siwon semua akan baik” saja atau ada yg berubah…hah semoga mereka tetep bersatu…lanjur aja ah…😊

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s