Posted in BL, Drama, Romance, Series

Siwon, a cyborg in love chap. 4

Poster Siwon, a cyborg in love

By. Ellena Han & Miss Lee

Cast : Siwon x Kyuhyun

other : Hankyung, Shin Rae, Im Yoona, Byun Jaebum, Choi Seohee

Genre : Drama/Romance, BL

Rate : T

 

Siwon, a cyborg in love

“Kemarikan tanganmu”

Kyuhyun yang tak mengerti mengikuti saja keinginan Siwon, mengulurkan tangan kanannya yang langsung disambut Siwon dengan menangkupnya.

“Aku berjanji padamu untuk selalu setia, aku berjanji padamu untuk selalu mencintaimu.. karena aku hidup untuk selalu bersamamu”

Kata tulus yang Siwon ucapkan membuat Kyuhun sangat terharu, matanya sedikit berkaca-kaca. Kyuhyun merasa ia bisa kembali berbahagia. Setelah ia merasa bahwa hidupnya sudah tak berarti. Penyakitnya, mantan kekasihnya yang meninggalkannya. Membuat hidup Kyuhyun sempat mengalami fase yang sangat sulit.

“Siwon-ah.. gomawo..”

Siwon tersenyum menampilkan dimplesnya, ia beranjak dari duduknya dan mencium kening Kyuhyun lembut.

“Aku sangat mencintaimu..”

Nado…” Kyuhyun membalas dengan senyuman yang selalu terkembang di wajah manisnya.

.

.

Byun Jaebum melirik arlojinya, sudah menunjukkan pukul 11.00 malam. Ia melangkah pasti menuju ruangan dimana Kyuhyun bekerja. Membawa dua buah kaleng beer, dengan langkah riang. Jaebum memasuki ruangan yang terlihat sepi bahkan terlihat agak gelap, hanya lampu dari meja Kyuhyun serta sinar dari komputer lah yang sedikit memberikan sinar di dalam ruangan.

Jaebum melihat kanan dan kirinya yang memang nampak sepi, tak ada Kyuhyun disana. Bukankah Kyuhyun mengatakan akan lembur malam ini? Tapi dimana dirinya? Jaebum melangkah mendekati meja Kyuhyun, hingga matanya menangkap sebuah kartu. Rasa penasaranlah yang membuatnya lancang membuka kartu itu.

“Atap??”

Jaebum melangkah keluar ruangan, dengan menggunakan tangga darurat Jaebum berjalan perlahan menuju atap. Pikirannya melayang ntah kemana? Kyuhyun, seseorang yang sangat dekat dengannya sedang berada di atap, bersama siapa?

Jaebum membuka perlahan pintu atap, ia melihat ke sekelilingnya. Tak menemukan sosok Kyuhyun. Hingga ia melangkah menuju sebuah cahaya temaram di salah satu sudut.

Hyung..”

Jaebum dapat melihat dengan jelas sosok Kyuhyun bersama..

“Siwon..”

Jaebum tersenyum miris, kini Siwon seakan semakin dekat dengan Kyuhyun. Bahkan di hari penting Kyuhyun, Siwon lah yang merayakan pertama kali dengannya. Padahal, ia sudah meluangkan waktu di sela kesibukannya hanya untuk merayakan berdua bersama Kyuhyun, tapi apa yang kini dilihatnya? Siwon dengan lancangnya mencium kening Kyuhyun.

Jaebum berjalan menjauh dan kembali menuju bawah gedung. Banyak rancangan pikiran yang kini di bayangkannya. Salah satunya adalah mempercepat pengumuman mengenai cyborg buatannya.

.

.

“Perayaan ini belum lah berakhir..”

Mwo??”

Siwon mengulurkan tangannya yang disambut penuh kebahagiaan oleh Kyuhyun. Ternyata di lain tempat, tepatnya di pinggir sungai Han. Siwon sudah menyiapkan pesta kejutan bersama Hankyung, Shin Rae dan juga Yoona.

Beberapa kaleng beer bahkan soju dan tak lupa snack tersedia disana. Mereka melupakan segala penat yang ada. Merayakan kebahagiaan atas hari kelahiran Kyuhyun. Bahkan bergantian Hankyung maupun Yoona memberikan nyanyian untuk Kyuhyun. Siwon hanya tersenyum senang melihat raut bahagia Kyuhyun. Karena bahagianya adalah saat melihat Kyuhyun juga bahagia.

Yoona sudah akan mengusulkan untuk pergi ke suatu tempat, perayaan ulang tahun Kyuhyun masih akan terus dimulai dan itu menjadi tanda tak baik bagi Siwon yang sebenarnya ingin sekali berduaan dengan Kyuhyun.

Siwon melirik ke arah Kyuhyun dan saat Yoona kembali melakukan cheers, Kyuhyun menyandarkan tubuhnya di dada Siwon.

“Ah.. Sajangnim, gwenchanayo?” Shin Rae menatap cemas.

“Sepertinya Sajangnim kita sudah mabuk”

“Ah.. padahal aku masih ingin mengajaknya ke suatu tempat” Yoona menimpali.

“Sudah lah, lain kali kita akan kembali bersenang-senang. Aku akan mengantarkan Kyuhyun Sajangnim pulang”

“Kau tau tempat tinggalnya, Siwon-ah??” Yoona kembali menginterupsi.

“Eum.. aku pernah melihat alamat rumahnya di data kantor, sudahlah.. jika kalian ingin kembali bersenang-senang lanjutkan saja”

“Hati-hati Siwon-ah, hubungi aku jika ada sesuatu” Hankyung menepuk bahu Siwon dan membantu Siwon untuk menggendong Kyuhyun dari belakang.

“Aku pamit pergi”

“Ya..” jawab ketiganya serempak.

.

.

Siwon berjalan di sisi sungai Han dengan Kyuhyun yang berada di gendongan punggungnya. Ia terus melangkah perlahan, menikmati waktu kebersamaan berdua. Bahagia, itulah perwakilan rasa yang Siwon rasakan saat ini.

“Kau tau?? Kau adalah namja pertama yang aku gendong” bisik Siwon.

“Benarkah??”

Siwon melirik ke belakangnya, senyuman jahil tercipta dari wajah Kyuhyun.

“Jadi kau tak mabuk??” Siwon hendak menurunkan Kyuhyun dalam gendongannya.

“Jangan.. aku ingin seperti ini..”

“Mengapa kau pura-pura mabuk?” Tanya Siwon sembari kembali melangkah perlahan.

“Karena jika aku tidak melakukan ini, kapan kita akan bisa berduaan seperti ini”

Siwon melirik Kyuhyun kembali, “Manja eoh??”

Kyuhyun mengecup pipi Siwon.

“Hanya kepadamu..”

“Aku menyukainya”

Siwon pun dengan melengkungkan kurva bibirnya, membentuk sebuah senyuman yang akan selalu melelehkan hati siapa saja yang melihatnya. Siwon terus melangkah perlahan dengan Kyuhyun dalam gendongannya. Mereka sesekali akan mengeluarkan kata gombalan, tapi itu menambah suasana romantis.

Hingga akhirnya Siwon memasuki apartemen Kyuhyun dan terkejutnya mereka saat melihat Jaebum terduduk tenang di sofa apartemen Kyuhyun dengan dua kaleng beer yang berada di genggaman tangannya.

“Jaebum-ah..”

“Direktur Byun..”

Siwon maupun Kyuhyun sama terkejutnya saat merasa di pergoki oleh Jaebum. Ia tersenyum sinis, menatap keduanya dengan tatapan yang tak bisa di artikan.

“Aku rasa kalian semakin dekat” Jaebum memulai pembicaraan.

“Jaebum-ah..”

“Awalnya aku ingin merayakan ulang tahunmu bersama tapi aku rasa itu tidak perlu..”

Siwon melirik Kyuhyun sekilas, raut wajah Kyuhyun menampakkan ketegangan. Menghela nafas sejenak, Siwon berusaha untuk menjelaskan perkara yang ada

“Direktur Byun. Aku akan mengatakan yang sebenarnya”

Kyuhyun menatap Siwon yang juga dibalas oleh Siwon dengan penuh keyakinan.

“Ketua tim dan aku telah resmi berpacaran.”

Jaebum menertawakan ucapan Siwon, ntahlah apa yang salah dari ucapan itu tapi terbesit rasa tak suka.

Hyung.. dia serius?”

Kyuhyun menggigit bibirnya, “Seperti yang kau lihat”

Jaebum, melempar dan menangkap kembali kaleng beer ditangannya. Ia tersenyum kembali, menatap Kyuhyun dan mulai beranjak dari duduknya.

“Sepertinya aku tak dibutuhkan disini untuk merayakan ulang tahunmu.” Jaebum berjalan mendekati Kyuhyun, hingga kini mereka bisa saling berhadapan.

“Aku tidak perduli dengan apapun yang terjadi pada kalian berdua. Tapi pastikan hal ini tidak akan menghambat BS project”

Jaebum berjalan keluar, Siwon melirik Kyuhyun yang masih terdiam.

“Siwon.. aku harus pergi dulu”

“Tapi..”

“Tunggu sebentar, semuanya akan baik-baik saja”

Siwon mengangguk. Kyuhyun segera menuju pintu, Jaebum belum terlalu jauh dari pintu apartemennya, Kyuhyun berjalan cepat untuk mendekatinya. Jaebum melirik ke belakangnya, ia tau pasti jika Kyuhyun pasti akan mengikutinya.

“Jadi kau benar-benar menyukai Siwon??”

“Apakah aku perlu mengulangi ucapanku kembali” Kyuhyun jalan mendahului Jaebum.

Mereka tiba di depan pintu lift, Jaebum terlihat tak suka dengan perkataan Kyuhyun dan menarik tangannya agar bisa saling menatap.

“Kau pikir apa yang kau lakukan?” Kyuhyun menghempaskan tangan Jaebum.

“Bukankah dulu kau mengatakan bahwa itu bukanlah perasaan cinta? Lalu mengapa sekarang ini kau bangga telah berpacaran dengannya?”

Jaebum menatap lama Kyuhyun. Ia seperti tak mengenal Kyuhyun yang ada di hadapannya kini.

“Aku peringatkan. Aku akan tetap meluncurkan BS project seperti yang sudah di rencanakan. Dan aku harap, Hyung bisa bersikap profesional untuk tak mengganggu hal itu”

Kyuhyun menatap penuh rasa marah dan juga kecewa. Siwon akan segera di umumkan? Lalu bagaimana dengan cinta mereka?

“Bagaimana nasib Siwon ketika proyek diluncurkan?”

Jaebum tertawa mendengar lontaran pertanyaan Kyuhyun.

Hyung.. kau seakan melupakannya. Kenapa kau bertanya padaku sesuatu yang bahkan sudah sangat jelas. Dia akan diperlakukan sebagai bintang kelas dunia, keberhasilan atas BS Electronics. Kemudian ia akan segera menghilang setelah versi upgrade menggantikannya”

Kyuhyun terdiam. Ia tak bodoh akan hal itu, tapi bagaimana bisa ia mendiamkannya. Siwon, seseorang yang kini menjadi salah satu hal terpenting dalam hidupnya, akan menghilang begitu saja?

Kyuhyun menarik lengan Jaebum yang hendak akan memasuki lift.

“Bukankah ini tak adil bagi Siwon?”

“Apa maksudmu, Hyung?” Jaebum menatap tak suka.

“Walau dia cyborg tapi kita telah membuatnya layak seperti manusia, bukankah hal yang akan kita lakukan tidak adil untuknya”

Jaebum terkekeh, ia memegang bahu Kyuhyun meremasnya perlahan.

Hyung.. kau sendiri pernah mengatakan.. bahwa dia hanya berbentuk manusia, tapi Siwon tetaplah cyborg

“Jaebum-ah..”

“Aku salah??”

Kyuhyun terdiam, benar kata Jaebum. Apapun itu, Siwon tetaplah seorang cyborg.

“Kenapa? Kenapa setelah ia mencintaiku, kau seakan ingin merebut kebahagiaanku” Kyuhyun berucap lirih.

Hyung..”

“Setelah mendengar vonis dokter, harapan hidupku yang sangat terbesar saat ini adalah bisa berbahagia dengan Siwon. Sangat sulitkah?”

“Kau memang tak pernah menatapku”

Kyuhyun menatap Jaebum tak mengerti.

“Kau pernah bertanya mengapa Siwon bisa mencintaimu?”

Kyuhyun masih menatap menunggu penjelasan Jaebum.

“Aku.. akulah yang memasukkan memory indah cintaku untukmu dalam pikiran Siwon”

Mwo??”

Jaebum menyandarkan tubuhnya di dinding. Memegang dan meminum beer nya sekali tegukan.

“Aku sudah sangat menunggu lama untuk mengatakan hal ini. Aku mencintaimu, Hyung.. bahkan saat kau masih menjadi kekasih Choi Seohee”

Mwo??”

Jaebum menertawakan dirinya, sungguh ironis kisah cintanya. Ia sudah menunggu sangat lama, dulu ia bisa diam saat Kyuhyun mempunyai hubungan istimewa dengan Seohee tapi kini.. Kyuhyun mencintai Siwon, bahkan Siwon mencintainya karena itu adalah memory indah darinya.

“Jadi…”

“Aku hanya berpikir dengan menyimpankan memory indahku pada Siwon, mewakili diriku untuk mengatakan bahwa aku mencintaimu, Hyung..”

“Jaebum-ah..”

Jaebum menghela nafasnya, ia menatap kembali pada Kyuhyun.

“Lupakan saja Hyung.. aku tak ingin merusak hubungan kita, walau sampai saat ini rasa cintaku masih tetap kepadamu, tak pernah berkurang sedikitpun..”

Kyuhyun menggigiti bibir bawahnya. Ia tak tau jika Jaebum menyembunyikan hal ini selama bertahun-tahun.

‘Jadi.. apakah Siwon mencintaiku hanya karena itu adalah perantara rasa cinta Jaebum kepadanya?’

Jaebum meminum beer nya, lalu menekan pintu lift hingga akhirnya pintu lift terbuka, berjalan perlahan memasukinya. Kyuhyun masih tetap setia memperhatikannya.

“Lupakan jika itu membebanimu Hyung, yang kini kau harus persiapkan adalah rencana kita. Aku harap kau mengerti.. ah.. satu lagi, mulai besok. Aku akan mulai memasukkan seseorang dalam tim projek kita, bukankah Hyung harus mulai serius memikirkan mengenai penyakitmu?”

Jaebum melemparkan kaleng beer yang masih tersegel, Kyuhyun tak sempat menangkapnya karena kini kaleng beer itu jatuh tepat di kakinya. Jaebum tersenyum sampai pintu lift tertutup dengan sempurna.

.

.

.

Hankyung sedang berada di rumahnya bersama Shin Rae, setelah memutuskan untuk menjalin hubungan. Keduanya memang selalu menyempatkan diri untuk bersama. Tetapi ada yang mengganjal pikiran Hankyung saat ini. Percakapannya dengan Kyuhyun saat siang itu.

“Menitipkan Siwon? Kyuhyun memiliki dimensia”

Hankyung memijat pelipisnya yang terasa tegang, kenapa saat ia bisa melihat senyuman bahagia di wajah Siwon maupun Kyuhyun, tapi semua seakan bisa di rebut paksa.

“Kau kenapa sayang??”

Rae memeluk Hankyung dari samping, ia menyandarkan kepalanya di bahu Hankyung. Tapi Hankyung tetap diam tanpa ingin membalas sikap manja Rae.

Rae menegakkan kembali badannya, melihat seksama sepertinya kekasihnya itu mempunyai masalah yang berat.

“Sayang..” Rae menyentuh bahu Kyuhyun, meremasnya lembut.

“Aku..”

“Ya?”

“Mengapa seperti ini??”

Rae mengerutkan dahinya tak mengerti.

“Siwon telah menjalin hubungan dengan Kyuhyun”

“Benarkah?? Bukannya bagus. Akhirnya Siwon memiliki tambatan hatinya”

Hankyung mendesah kasar. Ya.. ucapan Rae ada benarnya, tapi tidak jika kini keadaannya dalam situasi yang sulit.

“Ada apa lagi, heum?”

Hankyung mengusap wajahnya kasar, ia melihat ke arah pigura dimana dirinya dan Siwon berada. Senyuman itu, apakah masih bisa tertanam jika Siwon mengetahui sesuatu mengenai Kyuhyun?

“Sayang.. kau tak sedang cemburu dengan Siwon kan??” tebak Rae.

“Mana mungkin??”

“Siapa tau kan?”

Hankyung mendekati Rae, mengusak rambutnya lembut. Memberikan ciuman di keningnya.

“Aku hanya menganggap Siwon sebagai adikku, aku tak ingin dia bersedih..”

“Maksudmu?”

“Kyuhyun… dia..”

Rae semakin mendekatkan wajahnya pada Hankyung.

“Dia sakit..”

Rae memasang wajah terkejut, ia menjaga jarak kembali dari wajah Hankyung.

“Sakit?” Ulangnya.

Hankyung mengangguk.

“Itukah mengapa dia ingin mundur dari tim?”

“Kurasa begitu”

“Sakit apa?”

“Alzheimer”

Mwo??”

Hankyung mengangguk lemah, Rae yang awalnya menyandarkan tubuhnya di bahu Hankyung kini hanya bisa duduk dengan menatap kosong ke depan. Siwon, walau Rae baru mengenalnya. Tapi ia pun sudah menyayanginya layak seorang Noona kepada adiknya, lalu apa ini? Ia mendengar bahwa Kyuhyun mempunyai penyakit, bagaimana jika Siwon mengetahuinya.

“Lalu apa yang akan kita lakukan?”

“Kita harus bisa selalu berada di samping Siwon, jika sewaktu penyakit Kyuhyun kambuh. Kita akan bisa membantu menguatkan Siwon”

Rae mengusap lembut bahu Hankyung, meletakkan kepalanya disana.

“Jangan bersedih. Bukankah kita harus menguatkan Siwon?”

Hankyung tersenyum sembari tangannya meremas tangan Rae yang masih bertengger di pundaknya. Ya.. dia harus kuat demi Siwon.

.

.

Kyuhyun tengah menyendiri di ruang kerjanya, ia masih mengingat segala percakapan dengan Jaebum. Fakta terbaru yang sangat mengejutkan. Jaebum mencintainya, dan ia selama ini tak mengetahuinya. Bagaimana bisa?

Kyuhyun masih berdiri terdiam dengan pikiran yang melayang mengenai Jaebum. Tak menyadari bahwa Siwon kini berjalan mendekatinya, handuk yang dia gunakan untuk mengelap wajahnya kini di kalungkannya di leher.

Siwon semakin mendekat ke arah Kyuhyun, mengarahkan kedua tangannya untuk melingkari pinggang Kyuhyun. Membuat Kyuhyun sedikitnya terkejut akan pelukan Siwon.

“Ada apa?”

Siwon menaruh wajahnya di ceruk leher Kyuhyun, membuat Kyuhyun semakin mendekatkan bagian belakang tubuhnya untuk dipeluk Siwon.

“Apa ada masalah dengan direktur Byun?”

Kyuhyun tersenyum, ia membalikkan tubuhnya. Melingkarkan kedua lengannya di leher Siwon.

“Tidak ada.. semua permasalahan sudah selesai”

“Benarkah??”

“Tapi mengapa raut wajahmu masih seperti itu??”

Kyuhyun mengulas senyumannya agar Siwon tak khawatir padanya.

“Bukan karena pengakuanku tentang hubungan kita?”

Kyuhyun menggeleng. Ia mencuri sebuah ciuman di bibir Siwon.

“Hanya masalah proyek saja, tapi tenanglah semua pasti akan aku selesaikan”

Siwon pun tak ingin kalah mencuri sebuah ciuman di bibir Kyuhyun, mengulum rasa manis yang menguar saat lidahnya mengecap bibir atas dan bawahnya. Kyuhyun mendorong dada Siwon, guna menghirup udara dalam. Oksigen seakan menghilang saat ciuman Siwon menjadi candu baginya.

“Tidurlah, ini sudah malam”

“Aku ingin menghabiskan waktuku lebih lama bersamamu…”

“Tapi..”

“Aku berjanji tak akan kembali…”

Tubuh Siwon limbung ke hadapan Kyuhyun yang langsung di peluknya. Kyuhyun tersenyum menampilkan deretan gigi putihnya yang nan rapih. Ia dengan sekuat tenaga membawa tubuh Siwon ke ranjangnya. Mengarahkan bantal untuk jadi alas kepala Siwon. Kyuhyun mengamati wajah damai Siwon.

“Aku sangat mencintaimu, Siwon..”

Tetapi pikiran Kyuhyun kembali melayang dimana saat percakapannya dengan Jaebum terjadi.

‘Aku peringatkan. Aku akan tetap meluncurkan BS project seperti yang sudah di rencanakan’

‘Aku harap, Hyung bisa bersikap profesional untuk tak mengganggu hal itu’

Kyuhyun mengelus wajah Siwon, dari dahi menuju pipinya.

“Aku akan berusaha semampuku untuk melindungimu… Walau aku sendiri tak tau kapan Jaebum akan mengumumkan mengenai hal ini, aku hanya bisa berharap bahwa Jaebum memikirkan ulang mengenai semuanya..”

.

.

.

Siwon membuka matanya, sedikit mengernyit ketika sadar dimana dia berada sekarang. Hah…pemuda tampan itu menghela nafas kesal ketika tahu lagi-lagi dirinya entah bagaimana caranya tertidur. Padahal semalam dia sudah berniat tak akan melewatkan sedikit waktupun bersama Kyuhyun.

Tapi apa, payah, nyatanya sekarang dia justru berbaring dengan posisi khas orang bangun tidur di ranjang Kyuhyun. Apa semalam dia ketiduran, jika ya, dimana? Oh.. semoga bukan saat mereka sedang melakukan sesuatu yang menarik seperti…

Plaaakkk..

Siwon memukul kepalanya sendiri. Aigoo..ini bukan saatnya memikirkan hal mesum macam itu Siwon…

Pemuda itu berniat turun dari ranjang ketika kakinya menyentuh sebuah mobile remote control yang terletak di bawah ranjang.

“Apa ini?” tangannya meraih sebuah kalung berliontin batu biru yang berpendar indah. Kalung itu terselip di leher bonek batman yang tengah mengendarai mobil itu. Oh, jadi kekasih manisnya itu ingin bermain kejutan juga dengan menggunakan mobile remote seperti dirinya semalam.

Tapi Siwon mungkin akan memberitahu kekasihnya itu agar mencari ide lain dan tak mencuri idenya. Suara langkah kaki Kyuhyun yang memasuki ruang membuat perhatian Siwon teralih dari liontin ditangannya. Kekasihnya itu tengah tersenyum begitu manis, sambil menekan-nekan layar ponselnya.

“Kau sudah bangun?”

Siwon tersenyum, mengulurkan tangan pada Kyuhyun untuk melangkah mendekat.

“Apa ini? Kau memberiku hadiah?” tanya Siwon setelah Kyuhyun ada didekatnya.

“Eumm….” Kyuhyun mengetuk-ketukkan jari telunjuknya ke dagu, memasang wajah berpikir, “Menurutmu..?” katanya setelah Siwon menarik pipinya dengan gemas.

Siwon menarik Kyuhyun untuk duduk dipangkuannya, yang sama sekali tak ditolak oleh kekasihnya itu, justru kini sepasang lengan putih mengalung di leher Siwon.

“Jadi, apa ini? Tentu bukan kalung biasa?”

“Itu.. kau boleh menyebutnya sebagai pelindungmu..”

“Pelindung?”

“Yapp..” Kyuhyun mengangguk mantab.

“Kau tak yakin aku bisa menjaga diriku sendiri?” tanya Siwon sedikit tersinggung. Hei, yang benar saja, dirinya pemuda kuat dan tak ada yang meragukan itu, bukankah konyol jika kini dia dilindungi oleh seutas kalung.

Kyuhyun yang sadar jika nada suara Siwon sedikit berubah buru-buru mengecup singkat bibir Siwon.

“Bukan seperti itu, aku menaruh program pendeteksi rasa sakit pada kalung itu, untuk mendeteksi jika kau merasakan sakit atau terdapat reaksi perubahan biorhytim dalam tubuhmu, aku akan segera mendapatkan sinyal…”

“Tak ada yang meragukan jika kau mampu menjaga tubuhmu sendiri, Siwon.. tidak pula aku.. hanya saja, ketika kau jatuh sakit beberapa hari yang lalu, aku tak bisa menahan diri untuk membuatnya…” Kyuhyun menangkup wajah Siwon dengan dua tangannya, menyatukan dahi dan menggosokkan ujung hidung mereka.

Mau tak mau Siwon tertawa pelan, sedikit malu sempat mempunyai pikiran buruk pada Kyuhyun.

“Apa kau sekhawatir itu padaku?”

Kyuhyun tersenyum, kembali mengecup bibir tipis Siwon.

“Tentu saja, kau kekasihku, memangnya tak boleh jika aku mengkhawatirkan kekasihku sendiri?” Bibir merah Kyuhyun mengerucut, pura-pura merajuk.

“Ya sudah jika tak mau pakai, kembalikan..” pemuda manis itu masih menjalankan aksinya.

“Astagaa…. tentu boleh Kyu, kau boleh melakukan apapun padaku.. Apapun.. seperti yang kau bilang, aku kekasihmu… Jja, pakaikan..”

Kyuhyun melepaskan topeng pura-pura merajuknya, berganti senyum lebar penuh kemenangan. Tangannya memasangkan kalung berliontin biru itu ke leher Siwon, memastikannya tampak rapi di leher kekasihnya.

“Sekarang mana ciuman selamat pagiku..” bisik Siwon.

“Ciuman apa? Tak ada.. kita harus bekerja.. Ada meeting pagi ini.. dan….”

Tak ada kalimat utuh karena semua kata yang ingin di ucapkan Kyuhyun tertelan bersama lumatan Siwon di bibir merahnya. Pemuda tampan itu menahan kepala Kyuhyun dengan sebelah tangannya, sedangkan tangannya yang lain memeluk erat pinggang kekasihnya itu. Sedikit tersenyum senang dalam ciumannya ketika Kyuhyun membalas dengan tak kalah possesif sambil mengalungkan lengan ke leher Siwon. Pagutan demi pagutan mendominasi ciuman mereka. Kyuhyun merasakan tubuhnya memanas dan bergetar.

“Siwon..” bisiknya.

Siwon tak menjawab, hanya menatap tajam bola caramel Kyuhyun. Kekasih manisnya itu terlihat susah payah menelan ludah saat jari-jari Siwon yang masih menahan kepalanya kini membelai belakang leher dan punggungnya.

“Siwon.. aku..”

Siwon kembali menyekap bibir Kyuhyun dalam satu ciuman dalam. Tangannya kini menahan dua sisi wajah Kyuhyun, agar pemuda manis itu tak bergerak dan menerima semua yang dia berikan pada bibir merahnya.

Kyuhyun kembali mengerang saat bibir Siwon terus menyerang dan mendominasinya dengan lumatan-lumatan panas. Tangannya mencengkeram erat lengan Siwon saat kekasihnya itu mulai membelai lekuk lehernya dengan ciuman.

Erangan semakin terdengar dari bibir Kyuhyun saat merasakan ciuman Siwon yang terus turun menuju perpotongan leher dan dadanya. Menemukan satu titik disana untuk di hisap dan di sesap. Sentakan pun tak luput dirasakan tubuh Kyuhyun saat tangan besar Siwon menyusup ke dalam pakaiannya. Mengusap punggungnya dengan lembut. Perlahan menyusuri perutnya, hingga bergerak ke arah dada Kyuhyun.

“Hnn.. Siwon..” erangan Kyuhyun masih terdengar, saat jari-jari tangan Siwon membelai seluruh permukaan dadanya. Memberikan gelenyar sensasi yang tak pernah di rasakan sebelumnya. Sentakan sedikit terjadi saat jari-jari Siwon yang menyusuri dadanya menemukan satu titik sensitif disana. Menekan tonjolan itu dengan salah satu jarinya, membuat tanpa sadar satu erangan kembali lolos dari bibir Kyuhyun.

Siwon kembali membungkam bibir Kyuhyun dalam satu ciuman yang dalam. Menelan semua desahnya, saat jari-jari Siwon kembali memainkan titik itu, menekan dan memilin dengan telunjuk dan ibu jari. Menariknya sedikit hingga si pemilik menggelinjang.

“Kau menyukainya?” bisik Siwon.

“Hhn..” tak ada suara yang jelas, karena Kyuhyun kini sibuk menggigit bibirnya saat remasan dan cumbuan jari-jari Siwon pada ujung dadanya semakin menggulungnya dalam gairah. Panas tangan Siwon dan gerakan yang digunakan kekasihnya itu mampu membuat kaki-kaki Kyuhyun melemas. Hingga dia tak yakin akan tetap berdiri tegak andai lengan Siwon tak menahan pinggangnya dengan erat.

Gerakan jari-jari Siwon semakin intens, memijat dan memilin, meremas, hingga menarik sedikit ujung itu. Membuat ujungnya semakin tegak menantang untuk diberi cumbuan lebih. Siwon menaikkan kaos Kyuhyun hingga sebatas dadanya, gerakkan jari tangan satunya tak pernah lepas mengerjai dada Kyuhyun, membuat rona merah Kyuhyun tak dapat di elakkan. Sungguh kini Kyuhyun merasa berada di atas gairahnya.

Siwon menundukkan kepalanya, memberikan hangat nafasnya di salah satu dada Kyuhyun. Meniupnya, memberikan sensasi panas maupun luapan rasa gairah yang semakin menaik. Kyuhyun sendiri, masih mempertahankan tubuhnya dengan berpegangan di bahu Siwon, kedua tangannya mencengkram erat bahu Siwon. Hingga ia kembali menutup matanya rapat saat rasa dingin maupun panas bergantian berada di puncak dadanya, Siwon.. ya Siwon saat ini seperti layaknya seorang anak tengah meminta makanan pada ibunya.

“Hnn.. Siwonhhh..” Kyuhyun semakin mengeratkan cengkramannya.

Siwon terus mengerjai permukaan itu, bukan hanya sekedar mengecupnya tetapi juga ikut mengecap rasanya. Ia tak tau mengapa berani melakukan hingga tahap ini, hanya saja menurut akalnya ini adalah hal yang wajar, biarkan ia memberikan ucapan selamat pagi dengan sensasi yang berbeda, sensasi cinta yang membara darinya.

“Siwon.. aku.. meninginkanmu..”

Siwon tersenyum kini. Kyuhyun kembali menggigit bawah bibirnya, guna meredam desahannya. Perlahan Siwon mengangkat wajahnya dan kembali mengecup bibir Kyuhyun yang membengkak. Membiarkan kaos Kyuhyun kembali menutup dada indahnya.

“Aku pun menginginkanmu, Kyu.. tapi tidak sekarang..”

“Kenapa?” tanya Kyuhyun tak sadar karena kepalanya masih diselimuti oleh gelombang gairah.

Meeting.. kau ingat?” jawabnya.

Mendadak Kyuhyun merasakan wajahnya memanas mengingat permintaannya yang diluar batas logika,  “A-aku… aku.. tidak.. maksudku..” Kyuhyun tergagap.

Siwon memeluk Kyuhyun, bibirnya tekekah pelan,  “Aku tahu.. aku pun menginginkanmu Kyu.. tapi tidak sekarang, akan ada saat dimana kita akan bersama, dan kebersamaan kita akan sempurna..”

Kyuhyun mengangguk, menyembunyikan wajahnya di bahu Siwon.

“Sekarang bersiap-siaplah… atau perlu aku bantu mandi?”

Kyuhyun memukul sejenak bahu Siwon, sebelum mengerucutkan bibirnya dan melangkah pergi dengan wajah merona merah hingga ketelinga. Bibirnya menggerutukan sesuatu yang terdengar mirip seperti  ‘dasar Siwon pabbo’.

Tapi, alih-alih marah, gerutuan itu justru membuat seringai tergambar di bibir Siwon, pemuda tampan itu mengendap di belakang Kyuhyun sebelum mencuri sebuah kecupan dipipi dan berlari menjauh sambil tertawa geli.

“Yakk!! Siwon.. berhenti menggodaku!!”

.

.

.

Jika ada penghargaan bagi para karyawan yang mampu berkomunikasi dengan baik melalui kode, mungkin Tim Kyuhyun akan memenangkannya. Bagaimana tidak? Nyatanya 5 orang itu mampu hanya duduk diam tanpa mengucapkan sepatah katapun hanya dengan isyarat saling tatap dan gelengan kepala pelan, ditambah hela nafas dan putaran dua bola mata.

Rencananya, pagi ini mereka seharusnya meeting mendadak yang digagas oleh Kyuhyun. Tapi hingga 15 menit mereka berkumpul, Kyuhyun sama sekali belum berniat mengeluarkan kalimat apapun. Pemuda manis itu justru sibuk menunduk sambil memandangi jalinan jari-jarinya yang saling terkait. Siwon disisinya pun sama sekali tak banyak membantu menjelaskan hal apa yang terjadi pada Kyuhyun, karena setiap kali Hankyung menyikut lengannya dan bertanya, maka jawaban Siwon hanya gelengan tak pasti.

“Eerr.. Ketua Tim.. maaf.. apa-“

Kalimat ragu-ragu Hankyung terputus saat Kyuhyun akhirnya menatap mereka satu persatu.

“Maaf, aku tak bermaksud..”

“Tak apa manager Han” Kyuhyun menghela nafas, melirik Siwon di sisinya yang memberinya suntikan semangat tanpa kata, “Ada hal yang ingin aku sampaikan pada kalian..”

4 kursi dihadapan Kyuhyun sedikit berderak saat penghuninya bergerak gelisah.

“Aku akan mengikuti keputusan perusahaan..” kata Kyuhyun lirih, menunggu sebentar jika saja ada yang akan menginterupsinya. Pemuda itu melihat jika Hankyung dan Shin Rae melempar pandang seolah mereka sudah tahu semuanya, sedangkan Yoona tetap memasang wajah tak mengerti.

“Tapi, ku rasa aku harus menyelesaikan apa yang sudah aku mulai, aku akan bertanggung jawab atas proyek BS sampai akhir..” kata Kyuhyun pada akhirnya.

“Apa kalian masih bersedia membantuku?” tanyanya lagi ketika rekan kerjanya kecuali Siwon hanya tertunduk diam.

“Tentu.. tentu Ketua Tim, kami akan bekerja bersamamu..” ucap Hankyung diikuti anggukan yang lain. Kyuhyun mengulas senyum lembut. Pemuda manis itu kembali menghela nafas dan terlihat ingin mengatakan sesuatu lagi.

“Ah..dan satu lagi..” kata Kyuhyun. Siwon yang ada disisinya menatapnya dengan penuh tanya. Ada jeda lama dari Kyuhyun saat pemuda itu sibuk mengulum bibir dan memilah kata apa yang akan dia katakan.

“Siwon dan aku… Kami, Siwon dan aku berpacaran..”

“HAH??!!” pekikan kecil dari Yoona merupakan satu-satunya yang terdengar, hingga Kyuhyun yakin jika Hankyung tentunya sudah menceritakannya pada Shin Rae.

Yoona sudah terlihat akan mengatakan sesuatu saat kakinya di tendang secara tidak sopan oleh Hankyung di hadapannya. Pemuda itu mendelik kesal, memberi isyarat agar Yoona mendengar sampai akhir.

“Kalian sudah tahu semuanya, jadi aku ingin meminta bantuan kalian..”

“Bantuan?” bisik Shin Rae.

Kyuhyun lagi-lagi hanya mengulas senyum.

“Jika suatu saat aku terkena sakit parah, atau tak bisa berada di dekat Siwon karena beberapa alasan, aku ingin agar kalian selalu ada untuknya..” sekali lagi Kyuhyun menatap satu persatu wajah rekan kerjanya.

“Aku mohon..” bisiknya pelan sambil sedikit membungkukkan badan. Hankyung terlihat kembali menatap kosong antara Siwon yang sedang tersenyum dan kertas di hadapannya. Dia senang akhirnya Kyuhyun bisa bersama Siwon, tapi, kenapa harus ada kata penyakit di antara hubungan mereka? Tak bisakah cinta tak begitu kejam?

Melihat aura suram yang tiba-tiba menguar di ruang itu membuat Kyuhyun berusaha mencairkannya,

“Hei..bukankah seharusnya kalian memberiku selamat atas hubungan kami, bukannya bertingkah layaknya dipemakaman..”

Yoona yang lebih dulu tersadar segera bertepuk tangan canggung,

“Waahh..selamat ketua Tim..” diikuti oleh yang lain, walau mereka tak mengerti apa yang harus mereka rayakan, hubungan Siwon dan Kyuhyun pasti, tapi, kenyataan akan bagaimana nasib hubungan itu pantaskah mereka rayakan?

Siwon meraih tangan Kyuhyun yang terasa dingin, menautkan jari-jari mereka, menyalurkan sedikit energy menjaga kekasihnya dari sesuatu yang mungkin sedang mengganggunya. Belum sepenuhnya hilang aura canggung itu, mereka dikejutkan dengan kedatangan Byun Jaebum.

“Direktur Byun..” Shin Rae dan Yoona hampir melompat dari kursi mereka.

“Tak apa tetaplah duduk..”, jawab Jaebum, pemuda itu menghampiri Kyuhyun yang masih bertaut jari dengan Siwon.

“Maaf jika aku mengganggu, tapi aku ingin meminjam ketua tim kalian..” Jaebum menatap wajah-wajah ingin tahu pekerjanya dan wajah bingung sekaligus terkejut Kyuhyun.

“Ada yang ingin kuperkenalkan pada kalian, ini Nona Choi Seohee..”

Mendengar nama yang disebut Jaebum, seketika Kyuhyun beranjak berdiri. Ini tidak mungkin. Jadi Jaebum serius dengan ancamannya waktu itu? Pikiran Kyuhyun mulai tak fokus, rasa khawatir kembali menyergap hatinya. Mata bulatnya menatap nanar gadis cantik yang kini ada disisi Jaebum. Itu Seohee, benar-benar Choi Seohee.

Seolah tak tahu raut terkejut Kyuhyun, Jaebum terus melanjutkan kalimatnya, “Nona Seohee, yang akan membantu ketua tim Cho dalam proyek BS..”

Seohee melemparkan senyum terbaiknya, “Senang bertemu kalian semua..”

Choi Siwon mengamati gadis yang ada disisi Jaebum itu dengan raut penuh curiga, ada sesuatu hal buruk yang dirasakannya mengenai gadis itu. Melihat caranya tersenyum pada Kyuhyun dan cara Kyuhyun terkejut sudah memberi tahu Siwon jika Seohee memiliki hubungan dengan Kyuhyun.

“Baiklah.. Akan aku tinggalkan kalian..” Jaebum menepuk pelan bahu Kyuhyun, beranjak meninggalkan mereka lagi dalam suasana yang jauh lebih buruk dari sebelumnya.

“Direk-” Kyuhyun yang mencoba menahan Jaebum hanya menggenggam udara kosong. Raut wajahnya semakin terlihat bingung.

“Ketua Tim Cho Kyuhyun, apa kau mau makan siang bersamaku?” tanya Seohee.

Apa? Makan siang? Kyuhyun terlihat tak tahu harus menjawab apa, menjawab ‘ya’ ada Siwon disini, dan jika ‘tidak’ itu jauh lebih mustahil.

“A-aku..”

“Apa aku boleh ikut makan siang?” suara dari arah belakang Kyuhyun membuat semua yang ada disana menoleh.

Siwon sedang mengangkat tangannya, dialah yang mengucapkan kata ingin ikut bersama Kyuhyun. Tidak, dia tak akan membiarkan Kyuhyun berdua bersama Seohee. Kyuhyun, kekasihnya dan dia harus bersamanya.

Seohee menatap penuh minat pada Siwon, sebelum menatap tak mengerti pada Kyuhyun. Tak ingin menjelaskan hal-hal yang belum waktunya untuk dijelaskan, Kyuhyun akhirnya mengangguk.

“Baiklah, mari kita makan siang..”

.

.

.

Suasana makan siang pun tak jauh lebih baik daripada suasana meeting tadi. Kyuhyun, Seohee dan Siwon duduk dalam satu meja, dengan Seohee yang tak lepas memandangi Kyuhyun dan Siwon yang berulang kali juga menatap curiga pada mereka berdua.

Sungguh, jika boleh memilih, Kyuhyun lebih memilih untuk di umpankan pada hiu lapar daripada harus dihadapkan pada posisi seperti ini. Pemuda manis itu juga duduk tak kalah gelisah, mengerling Seohee yang masih mengamatinya dan buru-buru menatap Siwon yang memberinya isyarat agar bicara.

Kyuhyun berdehem sejenak, “Aku dengar kau memang akan datang, tapi, aku tak tahu jika kau datang hari ini..”

Seohee hanya membalas dengan senyum, ekor matanya melirik Siwon sebelum Kyuhyun kembali bicara, “Ini Siwon, salah satu anggota tim kami..”

“Oh, hai Siwon-ssi, aku Choi Seohee..” sapa Seohee dengan ekspresi seramah mungkin yang membuat Siwon mengernyitkan dahi. Ekspresi perempuan itu terlalu dibuat-buat.

“Maaf kan aku, Nona Choi Seohee, jika kau tersinggung karena aku meminta ikut, aku sungguh minta maaf, tapi.. aku tak bisa membiarkan Kyuhyun pergi sendiri bersamamu..” kata Siwon dengan tenang.

Seohee yang tak menyangka akan mendapat jawaban seperti ini terlihat campuran antara terkejut dan tersenyum geli.

“Tak masalah Siwon-ssi, aku pun sebenarnya sudah menunggu ingin bertemu denganmu..”

“Jadi, kau tahu jika kami memiliki hubungan khusus?” tanya Siwon penuh semangat.

Kyuhyun berjengit gelisah di kursinya. Jangan tanya tentang Seohee, gadis itu kini sudah tak tahu lagi harus berekspresi seperti apa. Tunggu, apa yang dia katakan, hubungan khusus? Pacaran? Atau..

Seohee buru-buru menetralkan ekspresinya saat menatap wajah datar Kyuhyun.

“Ah.. Tidak.. Aku tak tahu tentang hal itu..” jawabnya sambil terkekeh pelan, “Apa ada hal lagi yang bisa membuatku lebih terkejut daripada ini? Kau menarik Siwon-ssi.. dan terima kasih sudah bersedia membantu Ketua Tim Cho selama ini”

“Itu bukan hal yang perlu ucapan terima kasih Seohee-ssi.. Karena aku dan Kyuhyun sudah begitu saling memiliki..”

Lagi-lagi Seohee terlihat kehabisan kata-kata.

“Ah.. Aku sangat terkejut, tak menyangka jika ketua tim memberikan hatinya padamu, aku rasa itu hanya karena dia kesepian..” Seohee menatap Kyuhyun yang terkesiap dengan ucapannya. Tapi Seohee pun tak kalah terkejut saat tak sengaja melihat sebuah tanda merah di belakang leher Kyuhyun, ia tau itu adalah tanda apa.

‘Jadi benar Kyuhyun Oppa sudah berpacaran dengannya? Bahkan.. mereka,,,’

Senyum kini menghilang dari wajah tampan Siwon. Kalimat Seohee terasa begitu memukulnya. Kesepian? Kyuhyun menyukainya hanya karena dia kesepian? Bukan karena cinta?

“Choi Seohee, kumohon hen-” belum selesai kalimat Kyuhyun, Siwon sudah memotongnya.

“Tunggu, apa maksudmu nona Choi Seohee?” bisik Siwon dingin. Kyuhyun mencengkeram erat lengan Siwon, berniat menghentikannya. Tapi, Siwon menepisnya dengan sedikit kasar.

Jadi Kyuhyun pun sekarang mulai membela perempuan ini?

“Memangnya kenapa denganku? Apa yang salah pada diriku?” desis Siwon, ada nada marah dalam kalimatnya. Seohee yang juga tak mengantisipasi akan hal ini hanya mampu menatap bingung. Dirinya tak mau membuka mulut atau semuanya akan bertambah buruk.

“Kenapa sangat mengejutkan jika Ketua Cho menyukaiku?”

“Siwon-ssi…”

“Aku tahu, kau pasti menganggap semua ini hanya bualan, hanya permainan, kau pasti menganggap semua perasaanku menjijikkan..”

Siwon menatap Seohee tajam, sebelum akhirnya melanjutkan ucapannya,

“Kau boleh mengatakan apapun tentangku, Nona Choi Seohee, apapun.. Tapi, jangan hina perasaanku untuk ketua Cho Kyuhyun..” desisan Siwon terasa semakin berbahaya. Kyuhyun pun merasakan jika tangan Siwon yang dicengkeramnya kini bergetar hebat. Kekasihnya itu sedang marah.

Siwon pun tak mengerti kenapa dia kehilangan kendali atas dirinya, hanya saja saat mendengar ada seseorang yang menghina cintanya, menghina tulus kasih sayangnya untuk Kyuhyun, dia tak akan terima. Pemuda itu merasakan jika sesuatu dalam dadanya kini berdetak dengan sangat cepat, nyaris membuatnya berteriak nyeri.

“Kenapa, apa salahnya, dimana yang salah? Bukankah cinta itu milik semua orang, hak semua orang!! Kenapa hanya perasaanku yang dianggap salah!!” suara Siwon kini sudah hampir menjadi teriakan. Pandangannya kini mulai mengabur, tak tahu kenapa. Sementara detak didadanya semakin terdengar kencang. Kyuhyun yang menyadari jika ada sesuatu yang berbeda dengan diri Siwon berusaha kembali menenangkan kekasihnya itu.

“Siwon-“

“KAU BOLEH MENGHINAKU, TAPI JANGAN MENGHINA PERASAAN~” teriakan itu tak pernah berlanjut karena kini pandangan Siwon berputar. Hal terakhir yang dia ingat adalah wajah pucat Kyuhyun yang meneriakkan namanya, sebelum kegelapan menjemputnya.

“Siwon!!”

-TBC-

note :

Tak banyak kata dari kami… terima kasih sudah yang menyempatkan untuk membaca dan suka dengan fanfic ini.. jangan lupa untuk mereview nya serta selalu datanglah ke WKC karena kami selalu menyuguhkan fanfic yang menarik lainnya, cielah hahaha… sampai jumpa di chap depan.. mungkin chap depan sudah ada naik tahap kembali.. hehehe…

-Miss Han & Miss Lee-

Advertisements

24 thoughts on “Siwon, a cyborg in love chap. 4

  1. Holang kaya bisa kehabisan batre juga ternyata 😁. Ah maaf aku langsung loncat koment nya, abis udah gk sbar buat baca sih hehe

  2. Duh jadi greget sendiri sama si jaebum kenapa dia harus datangin seohee coba. Jadi sebel sendiri waktu dia hina dikit masalah perasaan siwon

  3. Ish…itu siapa lagi si seohee, bikin jd rumit aja…jaebuum jg sih, gara” cinta tak terbalas malah nyakitin hati yg lain kan…ya udah lanjuuuut…☺

  4. suka sama sifat manja nya kyu ,, akhirnya kyu ngasih tau juga ke-Tim tntang hubungannya dgn siwon …knpa jaebum harus datengin seohee sihh..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s