Posted in BL, Drama, Romance, Series

Siwon, a cyborg in love chap. 3

Poster Siwon, a cyborg in love

By. Ellena Han & Miss Lee

Cast : Siwon x Kyuhyun

other : Hankyung,  Shin Rae, Im yoona, Byun Jaebum, Choi Seohee

Genre : Drama, Romance, BL

Rate : T

 

Siwon, a cyborg in love

Siwon dan Kyuhyun jalan beriringan, ditemani hawa dingin yang menguar dikarenakan hujan yang telah selesai turun. Berjalan dengan langkah kaki yang sesuai irama, bergandengan tangan layaknya pasangan saling mencintai.

Kyuhyun memaksa Siwon untuk mengantarkan ke rumahnya, Kyuhyun berkata bahwa ia hanya ingin tahu dimana Siwon tinggal. Karena saat mabuk kemarin dia sempat kesusahan untuk membawanya pulang. Maka itulah Siwon setuju jika Kyuhyun mengantarkannya pulang.

“Ini tempat tinggalku”

Siwon berdiri tepat di sebuah rumah yang terlihat asri, Kyuhyun melihat ke sekelilingnya. Ia pun membalas dengan senyuman.

“Jalan ke rumahku, terasa sangat dekat hari ini” Siwon memasukkan salah satu tangannya di saku dan tangan satunya lagi di belakang tengkuknya.

“Masuklah..” Kyuhyun menyerahkan kembali payung milik Siwon.

“Bisakah hari ini aku mulai berhitung?” tanya Siwon sambil menatap Kyuhyun.

Pemuda manis itu mengernyit tak mengerti, “Huh?”

“Bukankah kita terlihat sedang berkencan malam ini?”

Kyuhyun tertawa. Oh, dia tak pernah menyangka jika Siwon bisa bertingkah Chessy dan romantis seperti ini.

“Haahh.. aku terlihat seperti seorang gadis. Karena merasa malu mengatakan hal ini. Tapi apa yang membuatmu berubah pikiran?”

Kyuhyun menghela nafasnya, “Kau bilang hidup hanya sekali. Jadi aku berencana mengatakan apa yang ingin aku katakan dan bertemu orang yang ingin aku temui”

Siwon tersenyum menampilkan dua dimplesnya, ia menarik tubuh Kyuhyun dalam pelukannya.

“Sampai jumpa besok” Siwon pun melepaskan pelukannya. Tapi ia masih terdiam depan pintu.

“Ada apa?” Kyuhyun memandang khawatir Siwon.

“Kau tidak masalah pulang sendirian??”

Kyuhyun memberikan senyuman tenangnya. “Aku bisa menjaga diriku sendiri, Siwon-ah.. tak usah khawatir”

“Benarkah??”, pemuda tampan itu menatap Kyuhyun dengan pandangan tak yakin. Ada sesuatu yang aneh pada diri Kyuhyun yang membuat Siwon khawatir, tapi ia tak tau itu apa?

“Heum.. masuklah..”

Siwon memundurkan langkahnya, Kyuhyun melambaikan tangan seolah menyuruhnya segera masuk ke dalam rumah. Setelah pintu gerbang tertutup. Kyuhyun pun mulai melangkah pergi, hingga rasa sakit itu kembali muncul. Rasa sakit dikepalanya, seakan ada batu yang menghantamnya keras. Membuat tubuh Kyuhyun sedikit limbung, ia berusaha untuk tetap berdiri dan melihat ke sekelilingnya.

“Dimana? Aku..”

.

.

Siwon memasuki rumah dengan senyuman yang tak lepas dari wajahnya. Ia bisa melihat Hankyung yang sedang duduk dengan banyaknya botol soju di meja. Menegaknya sekali tegukan.

Hyung.. kau sudah pulang?”

Siwon mendekati Hankyung dan melepaskan jaketnya, duduk saling berhadapan. Hankyung menuangkan satu gelas soju untuk Siwon.

“Apa yang terjadi padamu?”

“Aku membuat kesalahan, Siwon-ah.. Bagaimana bisa aku merenggut keperawanan seseorang??” Dengan mimik wajah yang sangat memprihatinkan.

Siwon hanya tersenyum,”Bukankah itu bagus, Hyung? Kau bisa mulai mendekatinya. Dengan cara bahwa kau akan bertanggung jawab.”

Hankyung menatap marah Siwon.

“Bagaimana mungkin kau berkata seperti itu? Mengapa aku harus mulai mendekatinya? Dan mengapa juga aku harus bertanggung jawab? Kita sama-sama dewasa bahkan dia juga menyetujui hal itu.” Menyimpan botol soju dengan keras di atas meja.

“Kau bilang kau bersalah, so.. kau harus membayarnya”

Siwon mengambil sumpit dan mulai memakan jjangmyeon yang terhidang di hadapannya, ntah itu milik siapa yang pasti saat ini perutnya sangat lapar sekali.

“Kau terlihat aneh hari ini?”

Hankyung menatap menyelidik Siwon.

“Ada apa?”

Siwon kembali menyimpan sumpitnya, ia dengan tenang mengambil tisu dan mengelap bibirnya.

“Aku sudah tak sendiri lagi”

Dan mengangkat gelas soju, menggerakkan tangannya seakan bersulang dengan Hankyung lalu meminumnya dalam sekali tegukan.

“Kalau begitu, aku akan tidur lebih awal. Aku akan berkencan esok hari, maka itu badanku harus terasa segar”

Hankyung hanya bisa menatap Siwon yang mulai memasuki kamar mandi untuk membilas tubuhnya.

“Maksudnya dia tak sendiri itu??”

Hankyung yang masih dalam mode disconnect akhirnya menatap pintu kamar mandi.

“Yak!! Siwon-ah kau berhutang penjelasan padaku”

Siwon berjalan santai menuju tempat tidurnya, ia mengeringkan rambutnya dengan handuk. Hankyung masih terus menatap Siwon.

“Ada apa Hyung menatapku seperti itu??”

“Aku menginginkan penjelasan”

Hankyung yang memang duduk di ranjang sebelah ranjang Siwon, segera memosisikan tubuhnya untuk menghadap ke arah Siwon.

“Aku harus menjelaskan apa??”

“Soal kau tak sendiri lagi dan berkencan??”

“Kau masih ingin tau soal masalahku, tetapi kau sendiri mempunyai masalah”

“Lupakan… aku ingin tahu mengenaimu apa yang terjadi, cepat katakan” Hankyung tak sabaran.

Siwon tersenyum, menyimpan handuknya di kursi. Lalu membaringkan tubuhnya di ranjang, menutup matanya perlahan sebelum Hankyung kembali menginterupsinya.

“SIWOON..”

“Yak!! Hyung.. jangan berteriak..”

“Cepat katakan..”

Siwon berdecak kesal, “Ck.. kau ini tak sabaran sekali..”

Siwon menengokkan wajahnya ke arah Hankyung.

“Aku hanya akan menjelaskan sekali jadi jangan bertanya kembali..”

Hankyung mengangguk setuju.

“Aku sudah meluruskan urusanku dengan Kyuhyun, kami kini mempunyai hubungan yang baik.. mungkin sangat baik.. aku yakin kau mengerti maksudku, Hyung..”

“Jadi kau..”

Siwon memilih untuk memunggungi Hankyung dan memulai tidurnya, sedangkan Hankyung masih dalam proses pemikirannya, hingga..

“Ck.. dia sengaja tidur awal agar aku tidak menanyakannya kembali padanya.. awas saja kau..”

Hankyung mengambil selimutnya, pikirannya kembali melayang saat pembicaraan dengan Shin Rae.

“Seharusnya akupun segera meluruskan permasalahanku dengannya.. ya.. besok aku akan menyelesaikannya, mungkin…”

.

.

.

Siwon sibuk memilih pakaian apa yang pantas di pakainya hari ini. Biasanya dia akan cuek akan hal ini, tapi pengecualian untuk saat ini, dia akan berkencan dan semestinya Siwon berpenampilan menarik demi Kyuhyun. Hingga akhirnya pilihan jatuh pada kaos putih berlengan pendek. Casual style lah yang dipilihnya.

Perfect” ucapnya sembari menatap pantulan diri di cermin.

Siwon pun bergegas menuju pintu keluar kamar. Didapatinya Hankyung yang tengah berada di meja makan, Siwon berjalan menuju Hankyung dan meminum juice milik Hankyung.

“Kau tak akan sarapan dulu, Siwon?”

“Aku langsung pergi saja, Hyung

“Ya sudah.. semoga harimu menyenangkan..”

Gomawo Hyung.. aku pergi dulu”

“Heum..”

Siwon berjalan keluar rumah dengan riang, kembali ia merapihkan dirinya sebelum membuka pintu pagar. Tetapi terkejutnya Siwon, saat menemukan Kyuhyun yang sedang terduduk melamun di teras depan rumahnya.

“Kyuhyun-ssi?”

Kyuhyun yang mendengar namanya di panggil, mengarahkan pandangan menuju sumber suara.

“Siwon..”

Kyuhyun berdiri, rasa pusing itu telah hilang tetapi tubuhnya sedikit merasa lelah. Jangan tanyakan mengapa? Karena menatap jalanan tanpa tak tau arah pulang adalah hal yang paling tak diinginkan Kyuhyun selama ini. Penyakitnya benar-benar sudah semakin parah.

“Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Siwon penasaran.

“Itu.. aku.. eum..”

‘Aku tak ingat jalan pulang’ Ingin sekali Kyuhyun mengatakannya tapi itu tak mungkin.

Siwon menciptakan smirk di wajah tampannya, membuat Kyuhyun yang melihat menjadi salah tingkah. Siwon mendekati Kyuhyun dan seperti kejadian semalam, Siwon kembali membawa Kyuhyun ke dalam pelukannya.

“Kau sangat romantis. Bahkan kau rela tak pulang semalaman hanya untuk menunggu hari ini tiba? Jika aku mengetahuinya, mungkin aku akan membawamu masuk ke dalam rumah. Apa kau tak kedinginan disini?”

Kedua tangan Kyuhyun masih menggantung di kedua sisi tubuhnya. Siwon melepaskan pelukannya, Kyuhyun yang melihat wajah bahagia Siwon menjadi ragu mengungkapkan alasan sebenarnya mengapa ia masih berada disana semalaman.

“Mengapa diam saja?”

“Ah.. eum..”

“Sudahlah.. mari kita pergi”

“Pergi?” Ulang Kyuhyun.

“Ya..”

“Kemana?”

Siwon tersenyum. Wajah Kyuhyun sungguh sangat menggemaskan saat ini, andai hubungan mereka sudah terjalin lama, mungkin Siwon tak akan segan untuk menciumi segala sisi wajah Kyuhyun. Tapi tidak, jangan hancurkan kencan pertama mereka, maka Siwon harus benar-benar bersabar untuk melakukan hal itu.

“Bukankah semalam kita sepakat jika hari ini akan berkencan?”

Kyuhyun mulai mengingat kejadian tadi malam dan bodohnya ia, jika dirinya lupa akan hal itu.

“Oh ya.. hahaha.. benar..” Kyuhyun menggaruk tengkuknya.

“Sudahlah kajja..”

Siwon berjalan mendahului Kyuhyun, karena kini Kyuhyun masih terdiam melamun. Hingga Siwon menyadari bahwa Kyuhyun tak ikut berjalan bersamanya, ia kembali mendekati Kyuhyun dan menarik lengannya.

Kajja..”

“Siwon..”

“Ya..”

“Boleh aku mengatakan sesuatu hal kepadamu?” Ujar Kyuhyun ragu.

Siwon mengangguk.

“Eum.. jika tiba-tiba aku bertingkah aneh, aku mohon kau bisa mengerti. Bahkan jika aku seakan melupakan diriku sendiri ataupun dirimu.. aku harap kau bisa memakluminya..”

Siwon tersenyum, ia yang awalnya memegang lengan Kyuhyun kini menautkan jari jemarinya. Ternyata genggaman itu sangat pas, seakan tangan Kyuhyun adalah pengisi genggaman bagi Siwon.

“Kau ingin melepas penatmu hari ini? Ya.. aku mengerti”

Siwon membawa Kyuhyun berjalan sembari bergandengan tangan. Mereka akan menjalani hari yang indah hari ini, itulah yang Siwon harapkan. Bahkan Siwon berharap bisa mengukir keindahan dalam memory nya maupun memori ingatan Kyuhyun.

.

.

Siwon membawa Kyuhyun menuju toko pakaian.

“Kyuhyun, apapun yang kau inginkan. Aku akan membelinya untukmu, maka carilah baju yang pas untukmu..”

Bukannya memilih-milih baju yang diinginkannya, Kyuhyun lebih memilih untuk berjalan menuju kaca besar yang tersimpan di sudut ruangan. Ia melihat pantulan dirinya, pakaian yang dikenakannya kini memanglah pakaian yang diperuntukkan untuk bekerja, tak salah bukan? Karena semalaman ia tak pulang maka Kyuhyun tak mungkin berganti baju terlebih dahulu.

“Aku terlihat buruk saat ini, benarkan?”

Siwon berdiri di belakang Kyuhyun, sedikit ragu tetapi akhirnya tetap membiarkan kedua tangannya melingkari perut Kyuhyun. Siwon memberikan pelukannya untuk Kyuhyun.

“Bukan begitu.. apapun yang kau kenakan tetaplah akan menjadikan dirimu yang menakjubkan. Tetapi karena ini kencan pertama kita, izinkan aku memberikan sesuatu yang bisa menjadi kenangan untukmu..”

Kyuhyun meletakkan tangannya di atas tangan Siwon, masih melihat kearah cermin dimana Kyuhyun dapat melihat Siwon yang tersenyum walau wajahnya ditempatkan di ceruk leher dirinya.

“Aku tak mengerti apa yang terjadi padaku kini. Tapi.. aku sungguh bahagia. Gomawo..”

Siwon melepaskan pelukannya. Ia membalik tubuh Kyuhyun dan kembali membawa Kyuhyun menuju counter pakaian. mendorongnya untuk memilah milih pakaian yang disukainya. Dengan iseng Kyuhyun pun memegang beberapa baju untuk dibelinya.

“Yak!! Walau aku ingin membelikanmu, bukan berarti gajiku bisa membelikanmu sebanyak itu…”

Kyuhyun hanya bisa tertawa melihat wajah Siwon yang merajuk. Sungguh Siwon tak ada kesan manis-manisnya, bahkan bisa dikatakan sangat aneh jika dia sedang merajuk seperti ini.

“Baiklah-baiklah.. tunggu disana” Kyuhyun menunjuk sebuah kursi untuk pengunjung, “Aku akan mencari pakaian yang pas untukku..”

Siwon mengangguk dan mematuhi perintah Kyuhyun dengan duduk di sebuah kursi panjang dimana para pengunjung lainnya pun meluangkan waktu beristirahat disana.

.

.

“Mengapa memilih kaos putih?”

“Tak suka?”

“Tak juga..”

“Aku hanya ingin terlihat memakai barang couple denganmu..”

Siwon tersenyum dan membawa Kyuhyun semakin mendekat kepadanya. Melingkarkan salah satu tangannya di pinggang Kyuhyun. Melupakan jika mereka kini berada di aera public. Anggap saja bahwa ini benar adanya, karena Siwon maupun Kyuhyun tidak ingin memikirkan hal ini tabu ataupun tidak, yang pasti mereka menyukainya.

“Aku baru tau jika kau bisa menggombal”

Kyuhyun terdiam yang membuat Siwon pun ikut terdiam dan terlihat bingung menatap Kyuhyun.

“Apakah kini aku sudah menjadi orang yang asing??” Lalu dengan kocaknya Kyuhyun menari-nari imut.

Siwon berusaha mempertahankan mimic wajah seriusnya. Kyuhyun yang merasa malu memilih untuk jalan terlebih dahulu. Saat Kyuhyun pergi, Siwon menggunakan kesempatan itu untuk memfoto belakang tubuh Kyuhyun dan segera mempostingnya di instagram pribadinya. Setelah selesai, Siwon berlari mengejar Kyuhyun.

“Kyuhyun, tunggu aku..”

Tak lupa Siwon mengambil tas belanjaan Kyuhyun dan kembali menarik Kyuhyun untuk sejajar berjalan bersamanya.

.

.

Byun Jaebum kini sedang berada di pusat pelatihan gym. Inilah yang dilakukannya saat mengisi waktu luang, menstabilkan tubuh dengan berolah raga. Ia memutuskan untuk duduk setelah merasa cukup dengan olah raganya. Jaebum melihat kearah seorang pemuda yang sedang mengangkat beban besi.

“Apakah aku harus membuat Siwon pun ikut dalam program olah raga? Tapi.. menurutku badan Siwon sudah cukup atletis”

Jaebum tersenyum sendiri dengan pemikirannya, ia mengambil handphone yang di simpan di saku celananya. Mengecek kegiatan Siwon di akun instagram adalah kegiatan rutinnya, karena dengan hal itu maka Jaebum bisa mengikuti perkembangan Siwon. Terdapat postingan terbaru disana, sebuah foto yang menampilkan tubuh belakang seorang namja. Jaebum melihat caption tersebut hanya menampilkan sebuah emot love.

“Kencan?”

Wajahnya kembali mempertahankan senyumannya. Lalu Jaebum memilih keluar dari tempat gym, sembari menenteng tas nya. Ia menghubungi sebuah kontak telepon yang sebenarnya sudah lama tak pernah saling berkirim kabar dengannya. Seseorang yang dulu pernah menjadi bagian dari BS Project.

“Hallo..”

“Bagaimana kabarmu di New York?”

Jaebum masih berjalan perlahan.

“Oh.. aku menghubungimu karena aku ingin meminta bantuanmu, bisakah kau mengambil alih BS project? Karena… Hyung sedang sakit”

.

.

“Kita akan pergi kemana lagi?” Tanya Kyuhyun.

Melihat sebuah pelatihan baseball, Siwon pun berinisiatif untuk mengajak Kyuhyun kesana. Rasanya sudah lama Siwon tak melakukan olah raga itu, berkencan disana tak buruk juga menurutnya.

“Mengapa kau memilih tempat ini?”

Kyuhyun yang penasaran bertanya, ia dapat melihat raut wajah Siwon yang berubah kini.

“Aku sering kesini dulu bersama almarhum Ayahku..”

‘Ayahku adalah penggemar baseball’

“Tapi setelah beliau meninggal, aku sudah tak pernah datang lagi kesini. Tempat ini membuatku merindukannya”

Kyuhyun terdiam, bukan ia prihatin akan nasib Siwon. Tetapi Kyuhyun teringat akan dirinya sendiri.

‘Siwon-ah.. itu adalah memori ku. Saat aku membuatmu dulu, aku memang sengaja memberikan kenangan indah untukmu’

Siwon kembali tersenyum lalu mengangkat tongkatnya bersiap untuk memukul bola, tetapi sebelumnya ia kembali mengarahkan pandangan pada Kyuhyun.

“Lihat dengan baik, aku akan memukul bola ini dengan keras”

“Baiklah.. perlihatkan padaku..”

Satu pukulan berhasil membuat bola melayang jauh, Kyuhyun bersorak girang dan tak lupa memberikan semangatnya untuk Siwon. Hingga pukulan ketiga bola melambung jauh keluar tempat pelatihan.

“Wooww.. daebak..” serunya sembari bertepuk tangan antusias.

Siwon hanya bisa tersenyum melihat bagaimana Kyuhyun yang menyemangatinya. Hal yang terindah dalam hidupnya kini adalah kebersamaan dirinya bersama Kyuhyun. Siwon bergegas keluar dari arena pelatihan. Belum tangga terakhir di injaknya, Siwon hampir terjatuh jika Kyuhyun tidak sigap memegangi tubuhnya.

“Kau tak apa?”

“Aku tak mengerti, biasanya aku tak seperti ini.. apa karena aku terlalu bersemangat dalam memukul bola?”

“Tak apa.. kita pergi dari sini”

Kyuhyun pun memapah Siwon menuju pintu keluar. Walau sudah berada diluar, Kyuhyun masih setia memapah Siwon yang terlihat semakin lemas, bahkan kini wajahnya terlihat pucat, bahkan suhu tubuhnya terasa sangat dingin. Kyuhyun dapat merasakannya dari lengan Siwon yang kini di peganginya. Kyuhyun melihat sebuah kafe dan memilih mengajak Siwon untuk beristirahat disana.

Kyuhyun tak tau, jika Siwon dapat mengubah suhu tubuhnya menjadi sangat dingin. Bukankah Siwon adalah seorang cyborg? Tapi ia benar-benar bisa membentuk suatu emosi maupun suhu tubuhnya layak seorang manusia sungguhan.

“Kita kesana ya..”

Siwon hanya mengangguk menyetujui, setelah memilih tempat duduk di luar kafe dan memesan minuman hangat, Siwon masih terdiam dengan tubuh yang terasa lemas. Kyuhyun nampak semakin khawatir.

“Siwon..”

“Ya..”

“Aku ke toilet dulu ya.. kau tak apa sendirian?”

Siwon tersenyum, ia suka perhatian kecil yang diberikan Kyuhyun. Siwon mengangguk menjawab pertanyaan Kyuhyun. Setelah kepergian Kyuhyun, Siwon lebih memilih untuk meregangkan tubuhnya dengan duduk santai bersandar, wajahnya ia arahkan ke jalanan yang terlihat tak begitu padat, hanya beberapa mobil yang melintas. Tak lama pesananpun datang, tetapi sosok Kyuhyun masih belum tiba.

Siwon hendak menyusul Kyuhyun, ia hanya takut terjadi sesuatu kepada Kyuhyun. Karena tak mungkin ke toilet menghabiskan waktu lebih dari 10 menit. Tetapi belum badannya akan berdiri, sebuah jaket tebal kini tersampir di badannya. Siwon refleks memandangi seseorang yang berdiri dibelakangnya, Kyuhyun sedang tersenyum ke arahnya kini.

“Kyu..”

“Kau sepertinya kedinginan, makanya aku membelikan ini untukmu..”

Lama Siwon terdiam, saat tersadar dari lamunannya, Siwon menarik tangan Kyuhyun dan memintanya untuk duduk disampingnya. Setelah memastikan Kyuhyun duduk, Siwon memberikan ciuman di pipinya.

“Terima kasih…”

.

.

Merasa hatinya tak terasa baik, Hankyung memilih untuk menghabiskan waktunya di kantor. Bukan untuk lembur tapi hanya untuk menenangkan diri dengan menonton film. Setidaknya layar di kantor besar dan bisa layaknya nonton bioskop.

Hankyung sudah menyiapkan beberapa makanan ringan di meja, bahkan dia pun sudah menghubungi Siwon jika hari ini akan pulang lebih malam dari biasanya. Ah… Hankyung seakan lupa bahwa Siwon pun kini tengah berkencan dengan Kyuhyun.

Hankyung terlihat focus terhadap film yang di tontonnya. Film horror termasuk film yang bisa membuatmu kembali bergairah, itulah pikiran Hankyung. Melupakan masalah yang ada.

Di pertengahan film, Hankyung yang sedang focus terkejut dengan kedatangan sosok wanita yang sebenarnya tak ingin di temuinya. Tidak untuk saat ini.

“Yak!! Apa-apaan kau ini menggangguku menonton film?” Hankyung berusaha untuk tak gugup saat berhadapan dengan Shin Rae. Walau suaranya sangat terdengar jelas bahwa ia nervous.

“Sampai kapan kau akan menghindariku?”

Shin Rae duduk di meja dekat dengan Hankyung. Ia memandang intens pada Hankyung yang membuat Hankyung merasa tak nyaman.

“Aku akan pulang saja”

Baru Hankyung akan pergi, Shin Rae menarik tangannya.

“Ada apa lagi?”

“Apa begini meluruskan masalah kita?”

“Lalu seperti apa yang kau inginkan?”

“Kau seorang lelaki, apa kau tak ingin bertanggung jawab?” Ujar Shin Rae lirih.

Hankyung merasa menjadi orang yang sangat jahat saat ini, ia pun melepaskan genggaman Shin Rae di lengannya, menggantikan menjadi memeluknya.

“Maafkan aku..”

“Aku tak ingin mendengar ucapan maaf”

“Lalu??”

“Ck..”

Hankyung tersenyum dan mencium pucuk kepala Shin Rae.

“Aku akan bertanggung jawab. Tapi sebelumnya maafkan aku karena membuatmu tak nyaman”

Shin Rae mengangguk di dada Hankyung. Melonggarkan sedikit pelukannya dan Hankyung pun menarik wajah Shin Rae dengan ibu jari dan telunjuknya. Mengarahkan wajah Shin Rae semakin dekat dengannya. Jarak mereka yang semakin tipis membuat kedua mata mereka menutup rapat. Akhirnya bibir Hankyung kembali berhasil mengklaim bibir Rae dan membawanya dalam ciuman manis.

Tanpa diketahui keduanya, Yoona memandang tak suka.

“Seharusnya aku yang berada di posisi Rae unnie..” cibirnya.

.

.

Kini Siwon sedang berada di apartemen Kyuhyun. Bermaksud hanya mengantar, tetapi Kyuhyun mengajaknya untuk menginap.

“Jangan berpikiran macam-macam, aku hanya ingin menikmati kebersamaan lebih lama” itulah yang dikatakan oleh Kyuhyun.

Siwon tidak mempermasalahkan hal itu karena memang dia pun menginginkannya. Kini keduanya tengah berbaring di ranjang Kyuhyun, dengan Kyuhyun yang menempatkan kepalanya di dada Siwon.

“Siwon-ah.. jika kau merasakan sakit, jangan lupa untuk mengatakannya kepadaku..”

“Heum.. aku merasa sangat bahagia saat ini”

Kyuhyun mendongakkan kepalanya, menatap mata Siwon.

“Kenapa?”

“Karena kau sudah bisa menerimaku sepenuhnya” Siwon memberikan senyuman terbaiknya.

Kedua mata itu saling mengkunci, menghantarkan berjuta rasa yang ada. Cinta.. ya.. cinta itu sangat terlihat di dua pasang mata yang masih saling pandang. Siwon mulai mendekatkan wajahnya kepada Kyuhyun.

Refleks yang baik maka Kyuhyun menutup matanya dengan sempurna, Siwon mendaratkan bibir tipisnya di atas bibir tebal Kyuhyun, melumatnya dan menghantarkan jutaan kasih sayang didalamya. Siwon terus melumatnya menciptakan suara desah indah. Hingga Kyuhyun melepaskan ciumannya secara sepihak. Kyuhyun memegang kepalanya dan membuat Siwon terkejut.

“Kyuhyun-ah, ada apa?”

“Tidak. Aku hanya ingin memelukmu, tapi kini aku seakan tak mengingat apapun..”

Siwon menatap Kyuhyun tak mengerti tapi ia membawa Kyuhyun dalam pelukannya. Mengelus rambutnya halus.

“Tak apa.. mungkin kau terlalu gugup.. terkadang akupun merasakan hal itu”

Kyuhyun meletakkan tangannya ikut dalam pelukan.

“Siwon.. aku ingin mengatakan sesuatu”

Siwon melepaskan pelukannya.

“Ya..”

“Aku..”

Belum sempat Kyuhyun menyelesaikan kalimatnya, mata Siwon berubah warna menjadi hijau dan kehitaman. Tak lama tubuh Siwon melemah dan ambruk di samping tubuh Kyuhyun.

“Siwon..? Siwon.. Apa-” Kyuhyun mengguncang tubuh Siwon yang terkulai dalam pelukannya. Kenapa? Apa yang terjadi?

Hampir saja pemuda manis itu dilanda kepanikan jika saja mata bulatnya tak menatap jam yang ada di meja sisi ranjang. Pukul 02.00. Kyuhyun tertawa sarkas, bagaimana dia bisa lupa? Bukankah dia sendiri yang menyetel Siwon agar non aktif pada pukul 2 pagi.

“Astagaa.. Benar-benar.. Dia non aktif sekarang.. Oh, hampir saja aku berteriak karena panik..”

Kyuhyun merebahkan tubuh Siwon perlahan ke ranjang miliknya, menyelimutinya sebatas dada, memastikan agar Siwon tak merasa dingin. Entah cyborg bisa merasakan dingin atau tidak, Kyuhyun hanya ingin yang terbaik untuk Siwon. Tapi Kyuhyun mengingat bahwa Siwon pun mempunyai daya tubuh yang hampir sama seperti manusia.

Jari lentiknya mengusap wajah Siwon yang terlihat damai, mengelus dua alis tajamnya, menuruni hidung mancungnya, dan berakhir dengan mengelus lembut bibir tipis Siwon. Tanpa Kyuhyun sadari ternyata pengaruh Siwon sudah begini besar dalam hidupnya. Tapi..

“Siwon-ah, aku.. aku.. mungkin aku tak akan punya banyak waktu lagi untuk bersamamu..” bisik Kyuhyun lirih, menahan sesuatu yang siap tumpah dari mata bulatnya. Tidak.. dia tak boleh menangis. Pemuda itu mendekatkan bibirnya ke arah bibir Siwon dengan perlahan, hingga sebelum sempat dua belahan itu bertemu suara denting bel membuat Kyuhyun terlonjak kaget.

Siapa? Bertamu? Jam dua pagi?

Kyuhyun bergegas ke arah pintu, memandang layar interkom sejenak dan mulai panik.

Byun Jaebum ada di luar, dan Siwon ada disini..

Tidak.. Mereka tak boleh bertemu.

Kyuhyun melesat kembali ke ranjangnya, menarik selimut hingga menutupi tubuh Siwon, meletakkan bantal, pakaian-pakaian kotor dan apapun yang mampu Kyuhyun raih untuk menyembunyikan keberadaan Siwon. Setelah memastikan jika Siwon sudah tertutupi sempurna, Kyuhyunn melangkah keluar. Menyambut Jaebum yang sudah masuk dalam rumahnya.

Oh.. Kyuhyun lupa, sebenarnya ia tak perlu menutupi tubuh Siwon seperti itu. Cukup dengan menutup pintu kamarnya, maka semua sudah beres tersembunyi. Sepertinya Kyuhyun mendapatkan sindrom panik kini.

“Oh.. Jaebum-ah, kau seharusnya menelpon dulu..” kata Kyuhyun, pura-pura terkejut.

Jaebum mengangkat sebelah alisnya, heran dengan kalimat Kyuhyun.

“Kenapa Hyung? Bukankah kau bilang aku tak perlu menelpon jika kemari?”

Kyuhyun sedikit menghela nafas, ‘Ya, asal ketika aku sendirian disini’ kata Kyuhyun dalam hati.

Jaebum melangkah ke arah meja, meraih sepasang stik game berpendar merah dan biru yang tergeletak di meja. Salah satu game ciptaan Kyuhyun.

“Mau main satu putaran, Hyung?” Jaebum melemparkan satu stik ke arah Kyuhyun.

Kyuhyun mengangguk, dan mulai menyalakan game 3 dimensi itu, menampilkan visual robot yang mulai bertarung dengan respon gerakan mereka.

Hyung, kau pergi kencan dengan Siwon hari ini?”

Sedikit terkesiap dengan pertanyaan Jaebum, robot Kyuhyun mendapat pukulan telak. Pemuda itu sejenak menatap Jaebum, tanpa berniat menjawab.

“Siwon memposting foto di SNS-nya..” lanjut Jaebum saat dirasa Kyuhyun tak menjawab.

“Bagaimana kau yakin itu aku?”

“Dia memposting foto punggungmu, dan aku masih sehat hanya untuk sekedar mengenali itu kau atau bukan.”

Kyuhyun masih terus bergerak, melakukan gerakan memukul untuk mengoperasikan robotnya.

“Itu bukan kencan, Jaebum-ah

“Kau mungkin memang tak berpikir jika itu kencan, tapi, bagiku yang penting itulah yang dipikirkan Siwon..”

Robot merah milik Jaebum berhasil memukul jatuh robot Kyuhyun. Pemuda itu bersorak sejenak, sebelum kembali menatap Kyuhyun.

“Karena itulah, aku ingin membicarakan ini denganmu.. Aku, akan memasang tanggal peluncuran untuk proyek BS..”

Kyuhyun tercengang, apa yang dia bilang? Tanggal peluncuran?

“Apa? Maksudmu kau?”

“Ya Hyung.. Fakta jika Siwon memikirkan tentang mu itu, membuktikan jika dia mempunyai emosi… Bukankah sudah sempurna, proyek cyborg yang jatuh cinta pada manusia?”

Jaebum terlihat menerawang, sambil mengulas senyum puas, tanpa menyadari jika raut wajah Kyuhyun berubah.

“Ini akan menjadi sesuatu yang hebat Hyung..”

Memperkenalkan proyek Siwon? Sekarang, tidak, ini tak boleh terjadi, tidak ketika Kyuhyun mulai merasakan cinta. Ayolah Kyu, carilah alasan apa saja..

“Jaebum-ah..”

Jaebum mengangkat sebelah tangannya, memberi isyarat agar Kyuhyun diam.

“Aku tahu Hyung, kesalahan fatal dalam proyek ini adalah kau jatuh sakit..”Jaebum menepuk bahu Kyuhyun, “Karena itulah, aku sudah menemukan orang yang tepat untuk menggantikanmu..”

Menggantikan? Menggantikan apa? Kyuhyun masih ingin bersama Siwon. Tak peduli apa resikonya.

“Siapa?” bisik Kyuhyun lirih.

“Seohee..”

.

.

*4 tahun yang lalu*

Kyuhyun sedang sibuk mengetikkan data di layar dihadapannya, sesekali terlihat mencocokkan dengan data yang ada di kertas. Tinggal sedikit lagi, dan pekerjaannya selesai. Lalu Kyuhyun bisa beristirahat dan kembali pada kasurnya yang hangat..

Treep..

Gelap..

Kyuhyun mengumpat ketika tiba-tiba ruangannya gelap seketika, komputernya pun padam, membuat pemuda itu mendesah kesal karena data nya sama sekali belum tersimpan.

“Sial..ada apa ini?” Kyuhyun mengacak surai coklatnya frustasi, beranjak dari duduknya dan mulai meraba-raba dalam gelap mencari saklar lampu.

Klikk..

Ruangan itu kembali terang, sedetik kemudian Kyuhyun menghela nafas lega. Raut wajah leganya berubah menjadi ekspresi terkejut saat melihat siapa yang menyalakan lampu.

“Seohee..” sapanya pada gadis yang sedang menatapnya dengan cemberut itu.

Seohee tak menjawab, melangkah masuk mendahului Kyuhyun, tangannya meraih sebuah berkas di meja Kyuhyun, membacanya sejenak dan kembali meletakkannya.

“Kau jahat sekali, Oppa, kau ingat ulang tahunnya, tapi melupakan ulang tahunku..”

Sebuah pemikiran kini muncul di benak Kyuhyun. Ya Tuhan.. bagaimana dia bisa lupa, hari ini ulang tahun Seohee.

“Aku–“

“Sekarang belum tengah malam, Oppa, habiskan minumannya dan minta maaf…” Seohee mengerling jam di pergelangan tangannya, menyerahkan sekaleng minuman untuk Kyuhyun yang tersenyum salah tingkah.

“Ah.. Ya.. Ya.. Akan aku habiskan…” Kyuhyun buru-buru meneguk minumannya.

“Maaf.. maaf.. Aku terlambat.. maafkan aku…” menit selanjuntnya Jaebum berlari masuk sambil membawa beberapa bungkusan makanan.

“Kau lama sekali Jaebum-ah..” kata Kyuhyun.

“Bukankah sudah ku katakan padamu agar tak menyuruhku belanja, Hyung..” Jaebum mengerling ke arah Seohee. Tangannya mengeluarkan sesuatu dari dalam salah satu kantong.

“Aku tahu Seohee tak begitu suka kejutan.. tapi tak ada salahnya jika kita.. ttaaarrraaa… topi pesta ..” Jaebum melambaikan sebuah topi pesta kertas, menyerahkannya pada Kyuhyun untuk dipasangkan pada Seohee.

“Selamat ulang tahun. Seohee-ya..”

“Hei kalian.. merapatlah.. Aku akan memotret kalian..”

Hana..dul..set..

*flashbackoff*

.

.

Potret kenangan itu kini berbingkai rapi di atas sebuah meja kerja milik seorang gadis.

‘Apa kau bisa mengambil alih proyek BS? Hyung sakit..’

Seohee menatap potret dirinya dan Kyuhyun itu dalam diam. Benaknya masih sibuk memikirkan perkataan Jaebum padanya. Dia? Mengambil alih proyek BS? Kyuhyun sakit? Apa sakit Kyuhyun? Kenapa dia tak tahu..?

Berbagai pertanyaan kini bergelayut di benak Seohee.  Well, jika dia ingin tahu apa jawabnya, maka hanya satu yang harus dia lakukan, menerima tawaran Jaebum.

.

.

.

Kyuhyun memandangi Siwon dengan wajah tak berkedip. Merekam setiap gerakan yang dilakukan pemuda tampan itu. Bagaimana cara Siwon mengunyah sebongkah besar roti, atau saat Siwon meneguk minumannya. Jika bisa Kyuhyun berharap waktu berhenti dan dia bisa menatap Siwon selamanya.

Saat ini mereka berdua sedang berada di sebuah minimarket, dengan Kyuhyun yang menemani Siwon sarapan. Kata kekasinya itu sebagai ganti karena Kyuhyun tak menemaninya sarapan waktu itu.

‘Apa aku harus membiarkan Seohee mengambil alih tanggung jawab atas Siwon?’ Kyuhyun bertanya dalam hati.

“Ketua Tim Cho..”

Kyuhyun tersentak, “Y-ya..”

“Bukankah semalam kau ingin memberitahuku sesuatu?” Siwon kini menatap dalam ke arah Kyuhyun, walau mulutnya masih sibuk mengunyah roti.

Eh? Semalam? Itu..

“Ah.. t-tidak.. takada.. aku-“

‘Sekarang merawatmu jauh lebih penting daripada penyakitku, Siwon-ah’ kalimat Kyuhyun hanya bergema dalam hati. Ah.. andai saja dia bisa mengucapkannya secara langsung.

“Ketua Tim, bagaimana jika kita katakan tentang hubungan kita pada semuanya..”

“Eh? A-apa? Kenapa?” Kyuhyun kembali merutuki nada suaranya yang bergetar. Memberitahu semua orang? Sekarang?

“Aku ingin sedikit menyombongkan diri pada semuanya, agar mereka tahu jika aku pacaran denganmu..”

Kyuhyun semakin salah tingkah. Mengatakan pada semua orang? Tidak mungkin.. Ayolah, tak semua orang bisa menerima hubungan mereka, selain itu perlu banyak alasan yang menjadi bahan pertimbangan Kyuhyun. Tapi, melihat wajah penuh semangat Siwon, Kyuhyun juga tak rela untuk mematahkannya.

“Aku pikir, ini belum saatnya Siwon-ah, eum… kau tahu.. Masih ada beberapa hal yang perlu aku selesaikan..” Kyuhyun menggigit bibir bawahnya ketika menangkap ekspresi kecewa Siwon.

“Kita akan mengatakan pada semua Siwon-ah, saat aku siap.. Dan.. jika saat kita sedang berdua seperti ini, jangan memanggilku dengan formal, panggil Kyuhyun saja, araseo” Kyuhyun buru-buru menambahkan. Siwon mengangguk.

Dirinya sedikit menghela nafas lega saat Siwon kembali tersenyum dan mulai mengunyah lagi.

Apa yang harus aku lakukan?

.

.

.

Hankyung dan Shin Rae berjalan berdampingan memasuki ruang kerja mereka. Sesekali melempar canda dan saling menggoda.

“Aaaww… Kalian berdua sungguh manis sekalliii!!” seruan Yoona yang tiba-tiba muncul di antara mereka membuat dua orang itu terlonjak kaget. Gadis itu terlihat sedang melebarkan tangannya dengan gaya dramatis. Mengendus tubuh Hankyung dan Shi Rae.

“Bahkan aroma shampoo kalian pun sama.. ahh.. romantisnya..” Yoona menyatukan dua telapak tangannya di depan dada, mengerjapkan mata bulatnya dengan ekspresi imut yang dibuat-buat. Sedangkan dua orang yang lain bergegas duduk di meja mereka dengan wajah bersemu merah. Mencoba mengabaikan Yoona yang kini mulai melakukan gerakan dansa sendiri sambil tersenyum lebar.

“Hentikan Yoon-ah..” desis Shin Rae.

“Tidak.. tidak..” Yoona menggoyangkan telunjuknya, menghampiri Shin Rae yang menutup muka dengan tangannya.

“Yoon.. please..”

“Aku tahu apa yang kalian lakukan tadi malam.. Aku tahu… bahkan setiap detailnya..” Yoona mencondongkan tubuhnya ke arah Shin Rae di sisinya dan beranjak menuding Hankyung yang duduk di hadapannya.

Hankyung menghela nafas pasrah. Ini masih pagi dan.. ya ampun.. Bisakah hari ini lebih buruk lagi. Beruntung baginya, karena tak lama kemudian Siwon melangkah masuk bersama Kyuhyun. Membuat 3 orang itu kembali fokus pada pekerjaannya.

“Selamat pagi..” sapa Kyuhyun. Pemuda itu berjalan mendekati Hankyung yang sedang pura-pura sibuk mencatat.

Manager Tan..”

“Ya.. a-ada.. Apa.. Maksudku… Ya ketua tim..”

“Bisa aku bicara denganmu?”

Hankyung sedikit mengerutkan kening. Bicara? Apalagi kali ini? Apa dia akan mendapat peringatan agar tak pacaran di kantor atau apa? Pemuda oriental itu menatap bergantian teman-temannya, tapi tak ada satupun yang menatapnya, bahkan Siwon pun tidak.

Hela nafas terdengar pelan.

“Baiklah… mari kita bicara..”

.

.

Manager Tan.. kau tahu bukan, dari semua orang yang ada dalam tim, kau salah satu yang paling ku percaya dan ku andalkan..”

Kyuhyun mengucapkan kalimatnya dengan nada yang sama sekali belum pernah Hankyung dengar. Saat ini, mereka berdua tengah duduk di atas atap, dengan Kyuhyun yang memandang jauh kedepan dan Hankyung yang mencoba menerka arah pembicaraan Kyuhyun.

“Aku tahu, Ketua Tim..”

Kyuhyun sejenak terdiam, memilah kata mana yang akan dia ucapkan.

“Boleh aku memanggilmu Hyung jika kita hanya berdua, agar suasana tak semakin canggung..”

Hankyung mengangguk, mengiyakan.

“Aku yakin kau tahu jika sekarang aku dan Siwon memiliki hubungan khusus, Hyung..” kata Kyuhyun. Pemuda manis itu masih memandang jauh kedepan.

“Eh? Benarkah? Kapan-“

“Jangan berpura-pura tak tahu Hyung, kau payah dalam berbohong tahu..” Kyuhyun terkekeh pelan, ketika melihat Hankyung menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

Tapi, melihat raut wajah Kyuhyun yang sedikit sendu, membuat Hankyung menghentikan aksi canggungnya. Bagaimanapun juga Kyuhyun atau Siwon sudah seperti keluarganya sendiri.

“Apa ada masalah Kyu?”

“Ya.. Hyung, ada sedikit masalah”

“Masalah?”

Kyuhyun berbalik menatap Hankyung yang memandangnya penuh minat.

Hyung.. Aku..”, pemuda manis itu sedikit menggigit bibirnya, terlihat ragu untuk melanjutkan, “Aku…. Aku terkena alzheimer..”

“Apa? Alzh-” dahi Hankyung berkerut, dia tak salah dengar kan? Kyuhyun sakit? Dan..

“Kyu, kau.. kau terkena demensia?”

Anggukan di kepala Kyuhyun membuat Hankyung tak tahu harus bereaksi seperti apa? Fakta jika Kyuhyun terkena penyakit itu saja sudah membuatnya sulit untuk percaya.

“Itulah sebabnya aku ingin minta bantuanmu, Hyung…” bisik Kyuhyun lirih.

“Bantuan?”

“Ya.. Jika suatu saat aku tak bisa lagi bersama Siwon, apa kau mau menggantikanku menemaninya? Aku ingin kau memastikan dia tak kesepian, tak merasakan sedih”

Hankyung terdiam, menatap sorot wajah Kyuhyun yang memandangnya dengan penuh harap. Ada cinta, khawatir dan kasih sayang yang begitu besar dalam binar mata coklatnya. Dan Hankyung tahu, itu semua untuk Siwon.

“Kau akan sembuh Kyu, kita akan menjaga Siwon bersama, kau tak akan meninggalkan Siwon..”

Hyung..”

“Bersemangatlah.. Aku memang akan membantumu, tapi, aku juga ingin agar kau sembuh..” Hankyung menepuk bahu Kyuhyun yang bergetar keras. Dia tahu, pemuda manis ini tengah terisak, walau air mata tersembunyi dalam hatinya.

.

.

Choi Siwon benar-benar sudah gila. Begitu kira-kira kalimat yang kini tercetak besar di dahi Hankyung, Shin Rae, dan Yoona. Tiga orang itu hanya mampu saling melempar tatapan tak mengerti, sesekali mengerling Siwon yang saat ini bertingkah diluar nalar mereka.

Pemuda tampan itu sedang mengulas senyum manis yang membuat Hankyung merinding seketika. Ya Tuhan.. apakah ungkapan jika cinta akan membuat seseorang hilang akal itu memang benar adanya?  Dan mereka yakin, Siwon akan benar-benar mengalami hal itu jika dia tak segera menghentikan tingkahnya.

Hankyung menggeser kursinya, mendekat ke arah Siwon yang tak lepas menatap Kyuhyundiseberang ruangan. Dengan sekali hentak, pemuda oriental itu menendang kaki Siwon, membuat si pemilik kaki mengumpat dan mendelik murka.

“Sialan.. Hyung!!”

“Hentikan tingkahmu itu Siwon-ah, kau membuat kami takut tahu..” desis Hankyung.

“Eh, apa.. apa.. memangnya apa yang aku lakukan?”Siwon memasang ekpresi yang seketika itu juga membuat Shin Rae di hadapannya memukul wajahnya sendiri dengan buku.

“Siwon, berhenti memandangi ketua Tim seolah kau berniat menelannya hidup-hidup!!” Desis Yoona yang duduk di hadapan Hankyung.

Siwon memutar bola matanya malas, “Tapi, dia memang lezat Yoon, lihatlah, bibirnya yang merah, kulit putihnya, surai coklatnya yang lembut..”

Siwon kali ini benar-benar mengabaikan suara orang muntah yang di keluarkan oleh Yoona dan Shin Rae. Mata kebiruannya sejenak melotot ke arah dua gadis itu sebelum melanjutkan kegiatan ‘mari menatap Kyuhyun dalam diam’.

Hankyung memijat pelipisnya yang terasa pening. Astagaaa.. apapun itu jika sudah tentang Kyuhyun, maka Siwon akan kehilangan sisi Choinestnya yang selalu cool, tampan dan smart. Berganti sosok pemuda chessy yang sedikit pabbo.

Tiga orang itu masih saling melempar tatap, hingga Siwon kembali membalas pandangan mereka dengan tak kalah garang.

“Lanjutkan saja urusan kalian..”, desis Siwon. Tiga temannya hanya mampu menghela nafas pasrah, memilih untuk tak memperpanjang keributan dan kembali ke pekerjaan mereka.

Sungguh, bicara pada orang yang tengah jatuh cinta akan membuat kalian terseret arus gila mereka, dan baik Yoona, Hankyung dan Shin Rae masih ingin hidup waras. Choi Siwon sekali lagi mengerling ke arah teman-temannya. Memastikan jika mereka tak lagi mengerecoki perbuatannya.

Pemuda itu memfokuskan diri lagi pada layar komputernya, tapi, alih-alih pekerjaan, justru akun snsKyuhyun yang tampil di lembar kerjanya.

“Manis sekali..”, gumam Siwon, seketika disambut paduan suara hela nafas dari teman-temannya.

Decak kesal keluar dari bibir Siwon. Mengabaikan yang lain dan kembali sibuk memandangi citra Kyuhyun, hingga mata nya menatap tanggal hari istimewa Kyuhyun di kolom biodata.

Eh, tunggu.. bukankah tanggal itu..

.

.

.

one week later

Kyuhyun sedang sibuk merampungkan pekerjaannya seorang diri. Pemuda manis itu sedang menganalisa program cyborg Siwon. Mengingat tingkah Siwon yang sedikit aneh saat mereka pergi berkencan beberapa hari yang lalu. Saat itu, Siwon terlihat kurang begitu baik, entah apa sebabnya, itu yang masih akan dia coba analisa.

“Dia bilang tak ada kesalahan dalam sistemnya, lalu apa? Apa yang terjadi?” Kyuhyun masih mencoba merangkai beberapa kemungkinan yang terjadi pada tubuh Siwon, ketika mobil remote control itu menyentuh kakinya.

Dia membungkukkan badan, menatap sekeliling memastikan jika dirinya hanya sendiri. Ada sepucuk surat yang terselip di antara antena mobil mainan itu. Dibukanya lipatan rapi itu dengan sedikit antusias.

Atap

-CSW-

Tak perlu otak jenius untuk tahu apa dan siapa pengirimnya. Tanpa pikir panjang, Kyuhyun berlari ke atap.

Dan benar saja, disana, kekasih tampannya sudah menunggu dengan senyum sejuta watt berlesung pipinya. Tak hanya senyum, rupanya Siwon juga mempersiapkan kejutan lain, sebuah meja bundar kecil, lengkap dengan makan malam dan dua gelas wine.

Kyuhyun menatap Siwon tak mengerti, hingga kekasihnya itu meraih tangannya dan memintanya mendekat.

“Tak peduli sesibuk apapun dirimu, kau tak boleh melupakan ulang tahunmu..”

Eh, ulang tahun? Hari ini? Ulang tahun Kyuhyun? Kyuhyun masih memasang wajah bingung sebelum kembali tersenyum lega. Astagaa, bagaimana bisa dia melupakan hari istimewanya? Tapi tak apa, setidaknya sekarang dia memiliki Siwon yang mengingat ulang tahunnya. Kyuhyun terlalu sibuk dengan kerjanya, bahkan melupakan ulang tahunnya sendiri, dan mungkin juga karena Kyuhyun yang terlalu banyak memikirkan mengenai keadaan Siwon.

“Duduklah,” Siwon menggeser kursi untuk Kyuhyun, meletakkan sebuah kue coklat kecil dihadapannya.

“Aku akan menyalakan lilinnya satu persatu, dan kau bisa mengucapkan harapanmu sambil meniupnya, arrachi?”

Kyuhyun tersenyum, dengan rona merah yang hampir sampai ke telinganya, walau tatapan matanya sedikit sendu saat menatap bagaimana bahagianya wajah Siwon saat itu.

“Ayo mulai..” Siwon meletakkan sebatang lilin. Merasa percuma jika membantah, maka Kyuhyun pun menangkupkan dua tangannya di depan dada, mengucapkan harapan dalam hatinya.

‘Aku ingin kau selalu bahagia, Siwon..’

Lilin kedua..

‘Aku ingin kau selalu tersenyum..’

Kyuhyun membuka mata, kali ini bukan hanya sebatang lilin yang menyala, tapi 3 buah.  Pemuda manis itu mengangkat sebelah alisnya sebelum menutup muka karena malu.

“Sekarang ucapkan keinginan terakhirmu, aku menyalakan banyak lilin, karena keinginan terakhir harus menjadi keinginan terbesar..” ucap Siwon.

Kyuhyun kembali menangkupkan jari-jarinya, kali ini tanpa menutup mata, hanya menatap dalam wajah Siwondihadapannya.

“Keinginan terakhirku…”

‘–keinginan terakhirku adalah mengingat saat-saat ini selamanya’

Kyuhyun mengangkat sedikit tubuhnya, meniup semua lilin yang menyala di atas kuenya.  Demi apapun juga, Kyuhyun rela menukar semua dunianya asal harapan yang dia ucapkan benar-benar di dapatkan.  Siwon meraih telapak tangan Kyuhyun, menggenggamnya erat dan mengecupnya perlahan.

“Selamat ulang tahun, Kyu..”

“Aku merasa menjadi seorang gadis yang sedang dirayakan ulang tahun oleh kekasihnya. Tetapi sungguh, aku sangat berterima kasih.. seminggu kita bersama, aku sangat bahagia..”

“Bukan hanya seminggu.. tetapi kita bisa menjadi pasangan yang abadi..”

Kyuhyun hanya tersenyum. Tuhan, jika ada doa paling mustahil yang akan kau kabulkan, aku mohon, tanamkan ingatan akan hari ini, selamanya ada dalam benakku…

-TBC-

note :

Halo halo…

Minal aidzin walfaidzin semua *salaman satu satu dulu..

Kami kembali.. dengan chap 3 nya, semoga kalian masih suka, hehehehe…

Do.. daripada kami minta THR lebaran.. gimana jika kami minta repiu nya aja dari kalian semua.. *plaaakk

Jangan lupa pencet tombol ripiu ya.. karena seperti biasa, jika kami kolaborasi suatu saat aka nada chap yang di pw.. *ketawa evil

Terima kasih sudah berkunjung ke WKC dan membaca karya kami.. ^^

-Miss Han-

Hollaaa

Kami kembali, tetapi sebelumnya sungkeman dulu ah…

Mohon maaf lahir batin semuanya,,

Karena kami sudah kembali lagi, otomatis chap depan semoga bisa lebih cepat lagi apdetnya.. untuk itu marilah bersama-sama sukseskan ff ini *plak hahaha… jangan lupa untuk memberikan sesuatu kenangannya ya.. sebelum di pajakin THR nih hahaha….

sampai bertemu di chap depan, semoga belum ter pw ya.. hahaha

-Miss Lee-

Advertisements

32 thoughts on “Siwon, a cyborg in love chap. 3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s