Posted in BL, Family, Romance, Uncategorized, wonkyu, WonKyu Story

Tentang Kamu -part 24a

CYMERA_20160317_203144

Tentang Kamu – Part 24

Autor : Cat meonks

Cats : Cho Kyuhyun Choi siwon dll

BL,Yaoi, Mpreg

Warning : typo berserakan dan bahasa kurang jelas,

cerita gaje namun asli hasil karya sendiri

INI PANJANG dan membosankan

.

.

.

.

.

Kyuhyun terbangun dengan wajah berseri-seri. Sejak tadi dia hanya menatap wajahnya di depan cermin kamarnya. Dia tersenyum dan menyentuh bibirnya. Dia tak bisa menghapus bayangan semalam. Kyuhyun meraba lehernya, terdapat satu tanda merah atas kegilaan mereka. Kyu memplout bibirnya. Dia tak mungkin keluar dengan tanda merah dilehernya. Orang tuanya akan bertanya? Dia menuju lemari baju dan melingkarkan shal di lehernya.

“Sedikit membantu.” Kyu pun keluar kamar sebelum ibunya kembali datang dan merobohkan pintu kamarnya.

Kyuhyun berjalan menuruni anak tangga. Pagi ini ibunya terlihat centil dengan baju merah menyala. Demi Tuhan…dia terlihat genit. Kyu menarik satu kursi dan menghentakkan pantatnya dengan malas.

“Semalam sebenarnya kau kemana?” Heachul mengulurkan segelas susu ke arah putranya. “Kau tahu… Aku menghabiskan berapa ribu won untuk acara kejutan itu. Bahkan aku harus membawa pulang kue ulang dan menyimpanya di lemari pendingin.” omelnya.

“Bukannya lebih bagus.” jawabnya santai.”Kalian bisa kencan dan berakhir dengan malam yang panas.”

“Dasar anak nakal.” Heachul melempar sendoknya ke arah putranya dan spontan Kyu menghindar. “Kau…” Heachul menatap suaminya. “Inilah hasil didikanmu. Kau terlalu memanjakanya. Hingga dia berani bicara kurang ajar.”

“Aku hanya bicara sesuai dengan fakta umma. Kenapa rambut umma basah? Kenapa umma mengenakan baju merah lalu berdandan cantik. Itu pasti karna appa memujimu semalam.”

“Kau…”Heachul hampir saja melempar pipingnya namun di tahan.”Bila itu benar, bagaimana denganmu? Jam berapa kau pulang? Dan apa itu? Mengenakan shal di musim panas? Lalu kau pergi dengan siapa?”

‘GLEG!!

Kyu menelan ludah kasar, matanya membola sempurna. “Ini… Karna aku sedang tak enak badan.” jawabnya dengan nada gugup.

“Kau sakit sayang?” Hangeng terlihat khawatir.

“Iya appa.” Kyu memasang wajah memelas.

“Apa perlu ke dokter?” Kyu menghindari ketika ayahnya akan menyetuh keningnya.

“Tidak usah.” dia memaksakan tersenyum. “Umma… Appa… Kyunnie akan makan dikamar saja.” Kyu mengangkat piring dan minumnya lalu berlari kecil menaiki anak tangga.

“Lihat!! Dia begitu kurang ajar denganku. Demi Tuhan!! Kau harus bertanggung jawab.,” Heachul benar-benar kesal dengan putra bungsunya.

“Aku sudah menikahimu. Lalu kau ingin aku bertanggung jawab apa lagi?” Heachul sontak memasang wajah kesal sedangkan Hangeng hanya tersenyum polos.

******

Kyu merebahkan tubuhnya setelah selesai mengkunci kamarnya. Dia tidak ingin ada yang tahu tentang tanda di lehernya. Dia melepaskan shall lalu menikmati sarapan paginya. Tak lama ponselnya berbunyi dan Kyu tersenyum bahagia melihat nama yang tertera di layar ponselnya.

“Selamat pagi. Apa kau tidur nyeyak semalam?” suara berat itu mampu membuat langit gelap menjadi terang kembali.

Kyu meletakkan rotinya. “Aku selalu tidur dengan nyenyak.” jawabnya dengan nada ketus. Dia terlalu egois mengakui isi hatinya.

“Benarkah? Tapi sayangnya aku tidak. Kau tahu pagi ini aku pasti terlambat ke kantor karna merindukanmu.” Kyu tersenyum merona. “Apa kau juga merindukanku?”

“Tidak. Kau tahu… Gara-gara kau aku tak berani keluar kamar untuk sarapan. Harusnya aku melaporkanmu atas tuduhan penculikan dan pelecehan.” Siwon tertawa,” Yah!! Kenapa kau tertawa…”

“Mianhae… Apa aku perlu kirimkan makanan?”

“Kau pikir aku pengemis.”

“Tidak. Hanya saja aku tak ingin kau sakit saja.”ucapnya dengan nada lembut membuat Kyu terdiam. “Kau ingin sarapan apa? Aku baru mandi dan akan membeli makanan. Kau ingin makan apa? Biar aku belikan lalu akan menyuruh kurir mengatarkan.” Kyu masih tak bersuara. “Baby…”

“Aku tidak lapar. Gara-gara mendengar suaramu napsu makanku menguap begitu saja.” tak ada sahutan dari Siwon membuat Kyu salah tingkah sendiri. “Sudah. Aku tutup saja.” sentaknya. Dia hanya ingin mengecek apa Siwon masih mendengarkanya.

“Aku rindu dengan kopi buatanmu.” Kyuhyun mengigit jarinya.”Andai kau disini,mungkin aku akan memintamu membuatkanya. Entah kenapa aku jadi malas melakukan apa pun hari ini. Semalam membuatku berpikir keras akan hubungan kita. Aku benar-benar merindukanmu. Dulu kita tak akan marahan lebih dari satu bulan. Kau dengan mudahnya berkata putus namun pada akhirnya kita kembali lagi. Tapi sekarang…ahh bahkan sekarang rasa laparku menghilang begitu saja.” keluhnya.

“Tiba-tiba aku lapar…” ucapnya dengan nada cepat.

“Huh? Kau mengkatakan sesuatu.” tanya Siwon.

“Sudahlah!! Ku tutup telponya. Aku sedang sibuk.” Kyu mematikan teleponya secara sepihak. Kyu menengelamkan wajahnya di antara kedua tangannya. Dia kembali menitihkan air mata.

.

.

Kyuhyun menatap malas pintu kamarnya. Ibunya sejak tadi mengketuk pintu dan terus berteriak. Dia mengambil shalnya lalu membuka pintu sebelum kayu itu akan hancur karna ketukan ibunya.

“Apa kau tuli? Kau tak lihat ini berat sekali.” kesal ibunya sambil mengulurkan benerapa kotak makanan.

“Itu apa umma?” tanya Kyu polos.

“Mana aku tahu. Sejak tadi umma lelah membukakan pintu. Cepat ambil.” Kyu pun mengambilnya dan kembali menutup pintu kamarnya. Dia menaruhnya di atas ranjang lalu kembali duduk dan menatapnya.

Tak lama ponselnya berbunyi. “Apa semua pesananku sudah datang?”

“Jadi kau yang mengirimkannya.” Kyu balik bertanya.

“Maaf. Tadi jalanan sedikit macet. Aku membelikan semua makanan kesukaanmu. Aku tak tahu kau ingin makan apa hari ini. Jadi aku beli semua.” ucapnya dengan semangat. Kyu masih terdiam. Dia tak percaya Siwon melakukanya. Tapi bukan itu sifat suaminya. “Apa kau menyukainya?”

“Tidak.”

“Jadi belum ada yang kau makan. Baby, jangan seperti itu. Makanlah sesuatu. Kau ingin aku pesankan yang lain.”

“Sudah ku bilang… Jangan terlalu baik padaku. Lebih baik kau membenciku…” terikanya. Dia sudah menangis.

“Di luar panas sekali. Sebenarnya aku malas pergi kemana-mana, tapi karna aku ingat kau belum makan jadi aku terpaksa keluar. Aku sedang ada disupermarket. kau ingin es krim rasa apa? Aku akan menyuruh kurir mengatarkanya.”

“Tidak perlu. Sudah ku bilang tidak perlu. Kau urus saja dirimu sendiri. Apa kau sudah makan?” ucapnya dengan nada emosi.

“Tadi aku sempat membeli roti dan kopi. Baby, aku sudah dikasir. Aku tutup ya. Saranghae.”

Klik!!

“Kau seharunya tidak hanya makan itu. Kau harus makan nasi. Bagaimana bila kau sakit? Jangan hanya memikirkanku. Kau harus memikirkan dirimu sendiri,wonnie.” gumamanya dengan masih menempelkan ponselnya di telinga. Dia sudah tahu, Siwon sudah menutup teleponya tapi hatinya ingin mengkatakan itu. Walau dia tak bisa menyampaikan secara langsung. Kini dia menengelemkan wajahnya di kedua lenganya. Dia menangis teredu-sedu. Dia terluka. Lebih terluka dari awal dia meninggalkan Siwon.

Satu jam kemudian beberapa cup es krim besar dengan beberapa rasa terjajar di ranjangnya. Kyuhyun hanya menatapnya dengan air mata yang tak berhenti menangis.

******

Kyuhyun berlari keluar dari taksi yang dia tumpangi. wajahnya terlihat panik dan gelisah. Kakinya terus berlari. Dia menekan beberapa digit angka lalu menarik handel pintu dengan kasar. Kyu melepas alas kakinya dan berlari menuju kamar utama.

“Kenapa tak ada satu pun orang disini?” dia berteriak kesal melihat tak ada satu orang pun di dalam ruangan ini. Terlihat Siwon tengkurap di ranjang dengan baju kerja dan sepatu yang masih sempurna di kaki. Kyuhyun melepas sepatu dan jas Siwon. Lalu menyentuh kening pria berlesung pipi itu. “Kenapa tak mau di bawa ke rumah sakit?” tanya Kyuhyun.

“Kenapa kau disini?” lirih dan begitu lemas.

“Jessica menghubungiku. Bagaimana kau bisa pingsan? Demi Tuhan… Kenapa kau tak menjaga kesehatanmu?” dia melepaskan beberapa kancing kemeja Siwon. Pria itu tersenyum. “Kenapa kau tersenyum?” kesalnya.

“Terima kasih kau mau datang.” Kyu terdiam. Siwon pun bangkit dan menarik Kyu untuk duduk di ranjang. Dia kembali merebahkan tubuhnya dengan kepala di paha kyu. “Aku ingin tidur…kepalaku masih sakit…?” keluhnya. Dia menarik tangan Kyu untuk membelai rambutnya. “Ini adalah obat terbaik.” lalu dia memejamkan mata. Kyuhyun pun membelai rambut hitam itu dengan lembut. Siwon tersenyum dan semakin menyamankan diri.

.

.

.

“Hmmm…iya terima kasih. Kau bisa ambil bonusmu besok.” Siwon mengaduk supnya. “Dan kemungkinan pertemuan dengan mr. Jack akan di undur. Bilang bila aku masih sakit.” dia mencicip masakanya. “Okey… Sekali lagi terima kasih untuk kebohonganya.” dia memasukan ponselnya dalam saku celana.

Kyuhyun terbangun dengan selimut sebatas dada. Pria itu melirik ke arah sampingnya namun tak terlihat Siwon. Dia tergesah-gesah turun dari ranjang dan berlari ke depan, “Apa yang kamu lakukan?” Kyuhyun sontak berteriak melihat Siwon sedang sibuk di dapur.

“Kau sudah bangun? Aku lapar dan sup hangat bisa sedikit membantu…”

“Kau sedang sakit.”

“Duduklah. Supnya akan segera matang.” Siwon tersenyum.

“Harusnya kau yang duduk. Bila kau sudah sembuh lebih baik aku pergi sekarang saja.” dia kesal lalu berjalan kembali ke kamar. Siwon pun segera menyusul dan menarik pergelangannya,”Lepas!!” sentaknya.

“Aku masih sakit, tapi aku lapar.”

“Kau bisa membangunkanku.”

“Sudah. Tapi kau tak bangun.” bohongnya. Kyu menunduk bersalah. “Sekarang kita makan dulu. Kepalaku benar-benar pusing.” Kyu pun memapah Siwon ketika melihat pria itu kehilangan keseimbangan. Kyuhyun berjalan ke dapur dan membawa sup hangatnya.

“Mianhae,aku tak bisa menjagamu dengan baik. Sekarang makanlah!!” Kyu mengambilkan supnya dan menatap siwon. ” Kenapa tak dimakan?”

“Tubuhku lemas.”

“Tadi kau terlihat baik-baik saja. Kenapa sekarang kau bilang lemas? Aku sudah harus pulang.”

“Kau akan pulang. Bagaimana denganku? Kau tega membiarkan aku pingsan sendirian.”

“Lalu bagaimana lagi? Kau bisa panggil umma atau Jiwon untuk menemanimu.”

“Aku belum berdamai dengan Jiwon. Sedang umma… ”

“Kau ini…bagaimana kau bisa bermusuhan dengan adik kandungmu sendiri…? Cepat hubungi dia. Aku tak suka kau seperti itu.” sergahnya.

“Lebih baik aku tidur.” Siwon sontak berdiri mrninggalkan meja makan.

“Tapi kau belum makan sama sekali.” Kyuhyun segera menyusulnya. ” Wonnie…”Kyu menarik tangan Siwon. “Kau bisa bertambah parah. Makanlah!! Walau hanya sedikit itu akan membuatmu lebih baik.” Kyu menatap dengan wajah memohon.

“Aku tidak mau.”

“Bagaimana bila aku menyuapimu?” kyu masih berusaha membujuk. Wajahnya berbinar dan hampir membuat Siwon kehilangan akal sehatnya.

“Aku tidak memperlukanya. Kau makan saja sendiri.” jawabnya.

“Mengapa tidak? kau seperti anak kecil.” Siwon membuang muka. “Bagaimana bila…”ucapan Kyuhyun terpotong.

“TIDAK.”

“Kau boleh minta sesuatu dariku tapi kau harus habiskan makananmu. Bagaimana?” tawarnya.

Siwon terdiam. Kyuhyun mengigit pipi dalamnya lalu pria itu menatapnya dengan wajah kemenangan.”Bisakah kau tidur disini?”

Kyuhyun tercengo dengan permintaan Siwon. “Andwae.” tolaknya.

“Bagaimana bila aku pingsan lagi?” Kau temani aku malam ini. Aku benar-benar masih belum sembuh.” dia sedikit merengek manja. Kyuhyun terdiam menatap Siwon sesaat lalu menganggu mengiyakan. “Jinjja?” Siwon benar-benar tak percaya. Kyuhyun pasti akan menipunya lagi? “Aku tak percaya. Kau pasti menipuku.”

“Aku tak akan menipumu.”dia menarik Siwon untuk kembali duduk dan mengulurkan sesuap nasi dengan telur dadar. “Makanlah yang banyak akan aku suapi.”ucapnya dengan sebilas senyuman. Siwon dengan senang hati membuka mulutnya. “Apalagi yang kau inginkan?” Siwon menikmati perlakukan Kyuhyun.

.

.

.

Selesai makan kyuhyun menuntun Siwon ke kamar. Lalu kembali lagi ke dapur untuk membersihkan meja makan. Siwon mengambil tabletnya lalu menyandarkan tubuhnya di punggung ranjang setelah berganti baju tidur. Dia melihat file-file yang di kirimkan sekertarisnya lewat email. Tak lama pintu terbuka.

“Apa yang kau lakukan?” Kyu mengambil tablet milik Siwon dan mematikannya. “Kau sedang sakit. Jadi kau tidak boleh bekerja dulu.” dia menaruh dalam laci dekat ranjang. “Jangan terlalu memaksakan diri. Sekarang semua perusahaan tergantung padamu. Aku tak ingin kau sakit lagi, karna terlalu memaksakan diri. Aku ingin… Ingin kau istirahat yang cukup! Aku khawatir…kau bisa pingsan lagi. Jadi…” ucapnya. Siwon masih setia menatap Kyuhyun yang merapikan selimutnya. “Istirahatlah!!” Kyu tersenyum kecil.

“Kau tidak tidur?”

“Aku akan mandi dulu lalu tidur. Kau tidurlah!” Siwon menganggu lalu Kyu membuka lemari pakean dan mengambil baju tidur yang masih tersisa disana kemudian segera berjalan menuju kamar mandi. Siwon tersenyum bahagia. Dia tak perduli bagimana Kyuhyun selalu menolaknya tapi karna kekuatan Cintanya. Dia nyakin akan mengembalikan Kyu di sisihnya.

Hampir 30 menit berlalu. Kyuhyun mengosok rambutnya yang basah dengan handuk setelah merendam tubuhnya dengan air hangat. Dia keluar dari kamar mandi dengan wajah ceria. Langkahnya terhenti ketika mendapati Siwon masih terjaga.

“Kenapa belum tidur?” Kyu bertanya dan menaruh handuknya di kursi. “Apa ada yang sakit?” tanyanya lagi.

“Aku menuggumu.”

“Kenapa menungguku? Tidurlah!! Aku juga akan tidur” Kyu mengambil bantal dan berjalan menuju sofa dekat balkon.

“Kau akan tidur di situ?”

“Lalu dimana lagi? Kalau aku tidur di luar, saat kau membutuhkan sesuatu bagaimana?” Kyu menata batalnya.

Siwon sontak bangun,”Apa ranjang ini kurang besar untukmu? Bila iya… Aku akan tidur di luar dan kau tidur di ranjang.” pria itu berdiri. Mengambil bantal dan selimut. Kyu menahannya. “Ada apa lagi?” sentaknya.

“Kau sedang sakit. Jangan melakukan hal yang konyol. Kembalilah tidur!”

“Aku tidak mau. Itu adalah pilihanku.”

“Jangan keras kepala. Aku sudah lelah. Ku mohon…” ucapnya lirih seakan tak ada tenaga.

“Kalau begitu kita tidur bersama. Kau bisa memasang perisai seperti bisa kau marah padaku. Aku tak akan menyentuhmu… Kecuali kau yang datang padaku. Jadi jangan takut. Bila kau masih belum percaya. Kau peluk saja pisau agar bila aku menyetuhmu langsung saja kau membunuhku.”Siwon terlihat marah dan kesal. Dia menata bantal dan guling yang tak terpakai di tengah. “Mianhae bonekahmu sedang aku masukan ke laundy. Jadi gunakan ini saja.” Lalu kembali merebahkan tubuhnya dengan posisi membungkungi.

“Wonnie… Bukan itu maksudku. Hanya saja aku merasa tak berhak tidur di ranjang ini lagi.” gumamnya dalam hati. Dia menghapus air matanya dan berjalan di sisi kanan dengan posisi membungkungi juga. “Selamat malam.” tapi tak ada jawaban dari Siwon. Kyu hanya mampu mengigit selimutnya untuk meredam tangis.

.

.

Siwon melirik ke belakang dan telinganya sudah mendengar suara dengkuran halus. Dia merubah posisi tidurnya dan mulai melempar satu persatu batal dan guling yang dia tata rapi di tengah. Pria berlesung pipi itu menarik pundak Kyu secara berlahan lalu menjadikan lenganya sebagai bantal. Dia tersenyum kecil melihat wajah polos kyuhyun. Tanganya merapikan anak-anak rambut yang menutupi sebagian wajahnya. Lalu mengecup keningnya cukup lama. Bukan merasa terganggu Kyuhyun semakin menyamankan diri di pelukan Siwon.

“Selamat malam,baby.” bisiknya kemudian dia ikut memejamkan mata.

****

“Terima kasih ahjumma.” Siwon menatap bibi Kim menyiapkan sarapan pesanannya.

“Apa nyonya ada di rumah?” Siwon hanya tersenyum lebar sambil menyicip lauk di meja. “Syukurlah! Setiap malam saya selalu berdoa untuk kebaikan tuan muda Siwon.” ucap bibi Kim sambil menepuk pundak majikannya.

Siwon memeluk pelayan kepercayaan keluarganya itu, “Terima kasih. Walau dia belum mau kembali tapi minimal aku tahu dia masih perduli padaku.” ucapnya lalu melepas pelukan mereka.

“Saya harus kembali ke kediaman Tuan Choi. Bila Anda memperlukan sesuatu jangan sungkan.”

“Terima kasih.” bibi Kim pun berjalan membawa tasnya sedangkan Siwon terdiam melihat bunga yang dia pasang di meja makan.

.

.

Matahari mulai masuk dalam celah-celah jendela. Kyu terbangun dengan kondisi kamar yang berantakan. Dia terdiam ketika melihat bantal dan guling terjatuh di lantai. Apa dia pelakuknya? Dia menutupi wajahnya karna malu. Pasti Siwon menertawakanya.

“Siwon…”dia baru sadar bila Siwon tidak ada di kamar. Dia pun sontak turun dari ranjang dengan khawatir. Kyuhyun mendapati Siwon sedang menikmati kopi hangatnya.

“Kau memasak lagi?” teriaknya dengan berjalan mendekat.

“Selamat pagi. Kau sudah bangun sayang…” dia tersenyum manis menatap istrinya. “Cepat cuci wajahmu lalu kita sarapan. Ahjumma yang membuat.” Siwon berdiri menghampiri Kyuhyun yang tercengo menatap hidangan kesukaanya.

“Kau bilang bila aku disini?” tanyanya dengan wajah ketakutan. Siwon menganggu mengiyakan.” Kenapa kau bilang begitu? Apa yang mereka pikirkan tentang kita? Kau juga bilang bila aku tidur di kamarmu…?”

“Memang apa yang mereka pikirkan?” wajah Siwon sudah mulai berubah kesal. “Sudah!! Aku lapar.” dia menarik kursinya dengan kasar. Kyuhyun hanya menghela nafas. Bila ini di lanjutkan Siwon akan mogok makan lagi. Dia pun kembali ke kamar dengan wajah lemas. Siwon sempat melirik namun hatinya masih kesal dengan sifat Kyuhyun yang menganggap dirinya orang asing. Kyu kembali dengan wajah yang sudah bersih dan menarik satu kursi di hadapanya.

“Siwon…” Siwon masih menatapnya dengan wajah kesal. “Kau tak tahu dimana bajuku?” tanya dengan nada ketakutan.

“Aku memasukanya dalam laudry. Kenapa? Aku tadi sudah meneliti tak ada barang kantong bajumu.”

“Bukan itu…”

“Lalu…” Kyu terdiam. Dia tak ingin Siwon marah dan berujung tak makan lagi.

“Sudahlah!! Tak apa. Cepat habiskan makanamu!” Kyu menunduk lemas. Dia tak mungkin pulang dengan baju yang berbeda. Bagaimana pun orang rumah akan tahu dia menginap dimana. Siwon melanjutkan makannya. Dia memang sengaja memasukan baju Kyu ke laudry agar pria itu tak cepat pulang.

.

.

.

Kyuhyun menyuruh Siwon kembali tidur di kamar. Dia menata selimutnya namun ketika Kyuhyun akan pergi, siwon menahannya.

“Kau mau kemana?” tanya Siwon dengan wajah lesu.

“Membereskan dapur. Kau istirahatlah!!” ucap Kyu.

“Jangan nanti kau lelah. Kemarilah!!” Siwon menepuk kasur di sebelahnya,”Aku hanya memintamu menemaniku, bukan membersihkan rumah. Aku akan memanggil ajumma kim. Jadi duduklah!!”

Kyu menggelengkan kepala, “Jangan merepotkan ahjumaa biar aku saja yang membereskan. Aku tak lama. Kau istirahatlah. Nanti aku kembali.” Kyu melepaskan gengaman tangan Siwon lalu berjalan meninggalkan kamarnya.

.

.

.

Sebenarnya Kyuhyun sudah selesai dari tadi namun dia enggan untuk kembali ke kamar. Dia berulang kali menghela nafas. Tiba-tiba rasa haus pun menghampirinya dan kembali berjalan ke dapur.

“Kau lama sekali…” ucapan itu membuat Kyu melamun sontak terkejut.

“YA TUHAN WONNIE…” dia memengangi dadanya dan menyandarkan tubuhnya di dinding lemari pendingin.

“Kau lama sekali…”kali ini Siwon mengurung tubuh Kyuhyun dengan kedua tangannya. “Aku sudah lelah…” dia menyandarkan kepalanya di bahu Kyu.

Kyuhyun hanya mengigit bibirnya,”Lalu kenapa tak tidur?” lirih dengan nada gementar. Dia gugup.

“Tentu saja aku menunggumu.” jawab Siwon dengan mata yang menatap langsung lelehan karamel itu. Kyu mengigit bibir bawahnya ketika matanya menangkap bibir joker itu begitu dekat. “Kenapa lama sekali? Apa yang sebenarnya kau lakukan?” Siwon masih tak berniat menjauhkan wajahnya.

“A..aku…a..aku hanya haus. Siwon… Jangan seperti ini…” Kyu berusaha mendorong tubuh Siwon menjauh darinya namun pria itu lebih kuat darinya.

“Lalu…” Siwon semakin mengodanya dengan mendekatkan wajahnya di daun telinga Kyuhyun.

“Kau sedang sakit. Jadi kita kembali ke kamar saja.” Kyuhyun berusaha menjauhkan wajahnya. Dia tersiksa.

Siwon dengan manja menyandarkan kembali kepalanya di bahu Kyuhyun dan mulai dengan nakal meniupkan udara di sekitar leher pria cantik itu. Kyuhyun masih sibuk mendorong tubuh Siwon menjauh sedangkan Siwon semakin nakal mencium tengkuknya.

“Jangan lagi…” tolaknya. Dia tak ingin ada noda merah ke ungunan.

Siwon tersenyum kecil. “Kenapa?” tanyanya.

“Aku…aku tak ingin mengunakan shal lagi…” jawabnya jujur.

Kyuhyun sudah memejamkan mata dengan wajah menadah ke atas. Siwon kembali menyeringai melihat Kyu mengigit bibirnya. Siwon membelai wajah cantik istrinya dan merapikan rambutnya. Dia tersenyum bahagia ketika Kyu tak lagi menolaknya. Tangan Kyu sudah berganti meremas bajunya bukan dorongan seperti di awal.

“Kenapa memejamkan mata?” Kyuhyun tak menjawab.

Chup!!

Sontak lelehan karamel itu terlihat membulat sempurna menatap pria tampan dihadapanya. Kelopak matanya berkedip-kedip tak percaya dengan apa yang barusan dia alami. Siwon menciumnya?

“Kau begitu cantik ketika matamu terbuka. Aku menyukainya…”

“Eh.. Siwon…”

“Kau ingin ke kamar mandi lagi?”

Skakmat!! Kyuhyun hanya terdiam menatap Siwon mampu membaca pikiranya. Dia melirik ke kanan dan kekiri berharap ada alasan yang tepat agar lolos dari pria berlesung pipi itu. Bila dia bertahan disini, bukan tidak mungkin dia akan kalah dengan hatinya. Siwon semakin mempersempit jarak mereka. Kyuhyun hanya mampu menelan ludah kasar ketika mata elang itu menatap tajam ke arahnya.

“Baby…”bisiknya lirih. Suara serak itu menganggu pikirann Kyuhyun. Sebenarnya dia berusaha menghindarinya namun dia tak bisa bergerak bebas.

Ting..Tong…

“SHITT!!” Siwon sontak mengumpat kesal. Siwon kembali mendekatkan wajahnya.

Ting… Tong…

“Aiissshh!! ” kembali umpatan yang terdengar.

“Wonnie, ada tamu.”

“Aku tahu.” sentaknya.

“Aku hanya memberi tahu. Kenapa kau jadi marah padaku?” Kyu kembali menguasahi dirinya.

Siwon memejamkan mata sejenak. “Mianhae,baby. Kau tunggu disini, biar aku yang membukakan pintu.” Siwon mulai memberikan jarak pada Kyuhyun dan kesempatan itu di manfaatkan untuk mendorong lalu berlari ke kamar.

“Itu bukan urusanku…” teriaknya.

Siwon hanya menghela nafas lalu berjalan ke ruang tamu. Siwon melihat layar monitornya lalu berjalan mendekati pintu. Siwon memasang senyum sempurnanya.

“Aku tadi datang ke kantormu dan kata sekeratrismu kau sakit? Jadi…” Nana melirik ke dalam ketika Siwon tak mempersilahkan masuk seperti biasa.

“Oh, iya. Masuklah!!” Siwon tersadar dan mempersilahkan wanita cantik itu masuk.

Nana pun duduk dan melihat sekeliling. Cukup aman!! Dia terseyum manis dan menaruh dua kotak bubur di pangkuanya. Siwon mengambil duduk di sofa kecil di samping kanan Nana.

“Aku membelikan bubur untukmu. Apa kau sudah makan? Kenapa kau bisa sering sakit? Sedangkan kau terlihat cukup rajin olah raga?” Nana mengulurkan satu kantung itu ke arah Siwon.

“Aku juga manusia.” dia tersenyum kecil.

“Apa aku perlu siapkan?”

Siwon mengelengkan kepala,” Tidak usah. Aku baru saja selesai makan.” tolak Siwon.

Wajah Nana berubah lesu,”Oh, jadi ibumu sudah mengantarkan makanan?” dia berusaha mengendalikan kekecewaanya.

“Bukan. Tapi istriku. Ya walau makananya tak cukup bagus namun… ” Siwon tersenyum kecil,”Kau tau dia tak jago masak. Tapi karnaku dia melakukannya.” puji Siwon. Entah kenapa dia lebih suka berbohong akhir-akhir ini.

Nana membeku. Wajahnya ketara tak suka. Siwon melirik ke belakang, semoga Kyu tak mendengar kebohonganya.

“Nana-sii?”

“Uuh? Ah… Iya..” Nana kembali ke alam sadarnya. “Jadi dia kembali? Bukan… Dia meninggalkanmu. Apa..?”

“Kami berusaja rujuk. Iya dia meninggalkanku dan aku memintanya kembali.”

“Dia setuju? Lalu keluargamu…? Bukan ibumu lebih….?”

Siwon tersenyum,” Belum. Dia belum setuju kembali tapi aku akan terus memaksanya. Keluargaku belum tahu.” jawab Siwon dengan tegas.

Nana memainkan jarinya. Apakah kesempatanya akan hilang? Stella memang pernah memperingatkan bahwa Siwon sangat mencintai istrinya. Ketika dia bicara tentang Siwon mengoda salah satu temannya, Stella tetap tak percaya karna bagi Siwon istrinya yang mampu mengodanya.

“Nana-sii kau melamun lagi?”

“Lalu dimana dia?” Nana berusaha tersenyum kembali.

“Di kamar. Mungkin dia mandi.” jawab Siwon.”Ah.. Sampai lupa… Biar aku ambilkan minum sambil menunggunya keluar.” Siwon pun berdiri namun…

“Tak usah.” tahan Nana. Siwon menghentikan langkahnya. “Aku sedang banyak urusan.”

“Oh begitu…”

“Aku permisi dulu Siwon-sii. Semoga lekas sembuh…”Nana menundukan kepala lalu berjalan menuju pintu keluar.

Siwon hanya menatap datar lalu mengangkat bahunya dengan cuek. Dia pun berjalan menuju kamarnya terlihat Kyu keluar dengan memakai baju rapi dan tas punggungnya.

“Kau akan kemana?” Siwon bertanya dengan wajah binggung.

“Pulang.”

“Jadi kau akan meninggalkanku?”

“Tadi siapa yang datang?” tanya Kyuhyun sambil melihat kebelakang tubuh Siwon.

“Jangan mengalihkan pembicaraan. Jadi kau akan meninggalkanku? Bukan semalam kau bilang akan menemaniku…” nada Siwon semakin tinggi dan berbaur emosi.

“Tapi… Bukan kau sudah cukup sehat.” jawab Kyuhyun dengan wajah menunduk.

“Kata siapa?” Kyu kembali mengangkat wajahnya. “Kau memang tak perduli terhadapku. Kau lebih suka melihatku terbaring di rumah sakit. Okey!! Lakukan saja. Tapi jangan sampai kau datang di pemakananku.” Siwon berjalan meninggalkan Kyuhyun yang membeku. Kyuhyun yang tersadar langsung mengikutinya tapi Siwon membanting pintu kamarnya tepat di hadapan Kyuhyun. Kyu terkejut dan hampir menangis. Pria itu menjadi cengeng bila berurusan dengan Siwon. Dia memberanikan membuka pintu. “Untuk apa kau msih disini? Pulanglah!!” teriaknya dengan nada keras dan wajah marah.

Kyuhyun berjalan mendekat. “Kenapa kau jadi pemarah? Dulu kau tak pernah membentakku? Kau berubah.” Kyuhyun menjawab mengunakan nada tinggi.

“Kau yang membuatku berubah. ”

“Kenapa kau jadi menyalahkanku?”

“Kau hanya ingin mencari topik perdebatan denganku bukan. Kau memang tak pernah berniat memperbaiki hubungan kita. Kau memang sudah tak perduli denganku. Kau suka aku menderita, kau memang tak pernah mencintaiku.”

“Lalu kau pikir untuk apa aku kemari?” air mata Kyuhyun sudah meleleh.

“Mana aku tahu. Mungkin untuk melihat aku menderita.”

“Kau bodoh!!!” Kyuhyun memukul dada Siwon dengan keras. Dia sudah tak kuat lagi. Dia terus memukul dengan lelehan air mata yang semakin deras. “Kau memang bodoh!! Aku membencimu… Seenaknya kau bicara!! Kau pikir aku kemari untuk apa? Bila aku tak mencintaimu…aku sudah ke Kanada mencari pria lain. Bodoh!! Kau memang tak punya otak.” dia mulai lelah memukul sedangkan Siwon tersenyum dari tadi. ” Tahu seperti ini aku tak usah mengkhawatirkanmu. Kau bodoh! Aku membencimu Choi Siwon.” Siwon sontak menarik Kyuhyun dalan pelukannya. Kyuhyun memberontak dan memukul punggung Siwon.

“Mana aku tahu bila kau tak bilang…” ucapnya dengan nada lembut. Dia sengaja memancing isi hati Kyuhyun.

“Dasar kau kuda pabbo!! Untuk apa aku kemari tanpa perduli keluargaku ketika mendengar kau pingsan hiks…”

“Mianhae…” dia membelai punggung Kyuhyun dengan sayang. ” Mianhae membuatmu menangis… Aku hanya ingin tahu isi hatimu saja.”

Kyuhyun kembali memukul punggung Siwon. “Harusnya kau bisa melihat!” sentaknya namun kali ini dia menyamankan diri didada Siwon.” Aku membencimu… huwaa…” tangisannya pun pecah. Siwon bukanya panik, dia semakin memeluk erat istrinya dan menciumi rambutnya.

.

.

“Sudah sedikit membaik..?” tanya Siwon sambil membelai rambut ikal istrinya. Kyuhyun masih segukan di pelukan Siwon namun dengan posisi berbaring di ranjang. Kyu sejak tadi tak berbicara hanya memainkan kancing kemeja Siwon. “Baby…”

“DIAM!! AKU MASIH MARAH PADAMU.” teriaknya dengan pukulan di dada tentunya.

“AUW!! sakit sayang.” keluhnya manja namun tanganya masih membelai rambut istrinya. “Sampai kapan kau menyiksaku…” rengeknya manja.

“Jangan manja.” Kyuhyun masih kesal dengan suaminya.

“Baiklah!!” jawab pasrah Siwon. Siwon semakin memeluk erat Kyuhyun. Dia bersyukur, akhirnya hari ini hadir juga. Kyuhyun kembali dalam pelukannya.

****

“Iya umma. Aku baik-baik saja.” Kyuhyun sedikit menaikan intonasi suaranya ketika ibunya terus mendesak dengan pertanyaan dimana dia. “Aku akan pulang ketika acara hyukjae sudah selesai.” lanjutnya berusaha menyakinkan ibunya yang terus memaksanya pulang. “Sebenarnya iya.. Tapi…” dia melihat ke arah Siwon yang terus melayangkan kecupan di kening, rambut dan wajah bergantian. “Lain kali saja. Sampaikan salamku untuk nunna. Bilang aku merindukannya.” Kyuhyun menutup sambungan teleponya.

“Jadi…” Siwon menarik dagu Kyu dengan lembut lalu mengecupnya.

“Appa dan umma akan berangkat siang ini. Mereka sebenarnya tetap memaksa aku ikut.” dia menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya.

“Kalau kau ingin pergi. Bagaimana bila kita pergi bersama?”

“Kau gila?itu sama saja mencari mati.” Kyuhyun sontak bangun dan duduk bersila. ” Sudah ku bilang… Kita akan mencari waktu yang tepat.”

“Oke.” Siwon pun ikut duduk dan menghadap istrinya. “Seperti ini saja sudah cukup bagiku. Aku akan menunggu sambil mengenggam tanganmu sampai keluargamu memberikan ijin kita kembali.” dia meraih kedua telapak tangan istrinya lalu mengecup punggung tangan itu dengan lembut. “Saranghae.”

“Apa tak apa kau menunggu?”

” Aku ingin bersamamu,Kyuhyun. Jadi tak apa bila harus sedikit bersabar menjadikan kau istriku lagi.”

“Nado…nado saranghae choi Siwon.” mereka berdua tersenyum bahagia. Saling menatap dengan tangan yang terpaut.

*****

Kyuhyun masih setia dengan selimut dan ponsel di tanganya. Dia tak memperdulikan Siwon yang sejak tadi menatapnya. Berulang kali pria itu menganggu ketenangan istrinya namun berujung dengan pandangan membunuh ala choi Kyuhyun.

“Mau sampai kapan kau begitu?” Siwon memasang wajah memelas. Dia sengaja bolos kerja hari ini hanya ingin bersama dengan istrinya namun…”Percumah aku bolos kerja…” kesalnya lalu mengambil tablet dan membuka beberapa email yang di kirim sekretarisnya.

“Siapa juga yang menyuruhmu bolos kerja?” jawabnya acuh dengan pandangan fokus ke layar ponselnya.

“Ku pikir kita bisa menghabiskan waktu berdua. Melakukan hal bersama-sama, bukan itu menarik?”

“Maksudnya dengan menghabiskan waktu berdua itu apa?”

“Apa pun yang di lakukan oleh pasangan..” jawabnya dengan santai.

“Chezz!! Apa karna kita sudah rujuk kau bisa mendapatkanku dengan mudah? Tapi aku belum setuju untuk melakukan lebih dari ciuman… Jadi tak ada tidur bersama. Aku tidak mau…” Kyuhyun sontak berlari turun dari ranjang dan keluar kamar. Sedangkan Siwon?

“Apa aku mengatakan sesuatu yang menakutkan?” gumamnya lalu berpikir.”Yah!! CHOI KYUHYUN…”siwon pun segera menyusul keluar istrinya.

.

.

Sejak tadi Siwon dan Kyuhyun menghabiskan harinya dengan berdebat. Kyuhyun benar-benar tak mengijinkan Siwon mendekatinya satu meter pun. Dia pun menolak tidur satu ranjang dengannya. Siwon berulang kali menjelaskan maksudnya tadi tapi tetap saja otak Kyuhyun terisi keparnoannya. Siwon terpaksa tidur di sofa karna istrinya berdiri saja menatapnya tidur di ranjang.

Pagi harinya, Kyuhyun mengaduk susu hangatnya dengan pelan karna lebih banyak melamun. Dia tak tega melihat Siwon tidur meringkuk di sofa tadi pagi tapi… Dia juga tak bisa menepis pikiran parnonya.

“Kau tak membuatkan kopi untukku?” Siwon menghampiri Kyuhyun di dapur. Kyuhyun yang terkejut langsung menjauhkan diri. “Aku bukan waba penyakit” Siwon benar-benar kesal. “Baby, tak ada morning kiss?”

“Andwae!!” tolaknya. Dia mengambil gelas susu lalu menengguknya sambil berjalan ke meja makan.

“Kau kejam!” umpatnya sambil mengekori istrinya. siwon gemas ingin memeluk istrinya namun dia tak ingin Kyuhyun bertambah marah padanya. “Hari ini kita sarapan apa?”

“Aku tidak tahu. Tadi aku hanya makan roti.” jawabnya.

“Kita makan di luar saja.”

“Jangan!! Bagaimana kalau ada orang yang melihat kita bersama.” Siwon mendengus kesal. “Kita makan mie dengan kimchi saja.”sarannya.

“Aku akan panggil ahjumma Kim.” Siwon berdiri untuk mengambil ponselnya.

“Jangan! Nanti keluargamu akan curiga. Sudah kita makan itu saja!!” Siwon hanya menatap sebal pada istrinya. “Aku tidak mau ada yang tahu kita bersama. Wonnie… Ku mohon…” pinta Kyuhyun.

Kyuhyun menatap Siwon dengan pandangan lembut membuat pria berlesung pipi itu terbuai dengan kecantikan istrinya. Siwon memejamkan mata sejenak, “Apa aku bisa menolak semua permintaanmu?” Siwon meraih tangan Kyuhyun. Pria cantik itu tersenyum,”Baiklah!! Buatkan aku mie ramen yang enak.” dia mencuri kesempatan mengecup bibir plum itu. Kyuhyun sontak membulatkan mata.

“YAH!! siapa yang menyuruhmu menciumku…” dia pun berjalan mundur dan menutupi bibirnya dengan tangan.

“Hanya sedikit sayang…itu tak akan membuatmu hamil.” goda Siwon. Kyuhyun merona dan mencari sesuatu untuk di lemparkan ke Siwon namun pria itu sudah berlari masuk kamar.

*****

Angin malam kota Seoul mulai menerpa dinding-dinding kaca. Kerinduan dan kesakitan mereka terobati, sudah tiga hari mereka bersama setelah beberapa bulan terpisah. Sejenak mereka terdiam menikmati lampu kota dengan satu selimut tebal yang melilit tubuh mereka berdua. Kyuhyun berseder manja, sedangkan siwon memeluk erat selimut itu dengan dagu di pundak Kyuhyun.

“Sudah malam. Lebih baik kita tidur.” Kyuhyun menadahkan wajahnya. Dia tersenyum manis. Siwon mendesis pelan dan menatap ke depan dengan tatapan kosong. “Wonnie…” panggilnya lirih ketika tak ada tanggapan.

“Malam ini indah ya…” bisiknya. Kyuhyun mengangguk setuju. Lampu malam hiasi kota Seoul terlihat mempesona. Entah kenapa? Kyuhyun bukan kali pertama melihatnya namun malam ini terasa berbeda. “Aku ingin seperti ini sampai tua nanti…” lanjutnya dengan bibir yang menempel di daun telinga.

“Siwonnie…”

“Hmm…”

“Entah kenapa aku merasa kita seperti awal berkencan ya..”

Siwon tersenyum,”Mulai dari awal ya…” Kyuhyun mengangguk,”Masih ingat pertama kali bertemu.” Kyuhyun tersenyum tipis walau tak terlihat oleh Siwon. Dia masih ingat betul bagaimana mereka selalu bertengkar dengan hal sepele. Bahkan… Pujian untuk Kibum pun menjadi perdebatan. “Aku tak menyangka kita sudah sejauh itu…”

“Jadi kau pikir akan menikah dengan Nunna?” pertanyaan konyol itu muncul begitu saja. Siwon semakin memperat pelukannya. “Nunna lebih cantik dan anggun.” Kyuhyun memplout bibirnya ketika mengingat. “Wonnie…”

“Tapi aku lebih suka dengan mahkluk bawel dan selucu kamu,baby.”

“GOMBAL!!” umpatnya. Kyuhyun melepas kedua tangan Siwon dari pinggangnya. Dia berjalan meninggalkan Siwon yang masih setia dengan selimut dan pandanganya. Dia menuju dapur mengambil gelas dan air mineral. “Bukan kau besok bekerja” Kyuhyun sedikit berteriak karna jarak mereka cukup jauh. “Cepat tidur. Aku tak ingin kau sakit lagi.”

Siwon menoleh lalu menarik kelambu biru laut itu. Dia masih berjalan dengan selimut menghampiri istrinya.

“Sebenarnya aku malas ke kator besok.” keluhnya. Dia duduk di salah satu kursi meja makan.

Kyuhyun berjalan menghampirinya. ” Kalau kau malas. Bagaimana dengan pegawaimu huh?” Kyuhyun mengambil duduk di pangkuan Siwon. Siwon menatap istrinya,”Jangan menatapku seperti itu…” Kyuhyun memalingkan pandangan.

“Tapi lusa kau sudah tak disini…” ucapnya lalu menyandarkan keningnya di lengan Kyuhyun.

“Kau hidup dijaman batu.” kesalnya. “Kau bisa menghubungiku atau ketika kita ada waktu luang. Kita bisa bertemu.” Kyuhyun mencakup wajah Suaminya.

“Tapi tetap saja tak sama.” ucapnya dengan pelan.

Kyuhyun mengecup bibir joker itu dengan lembut. Lalu menatap wajah suaminya.

“Masih ingat ciuman pertama kita?” Kini Kyuhyun duduk menghadap suaminya. “Aku bahkan tak berani bertemu denganmu. Itu adalah pengalaman paling menyebalkan.” dia menyandarkan kepalanya di dada. “Jadi tak sepenuhnya kita kembali ke awal, Wonnie. Jadi meski kita belum bisa bersama, aku tetap istrimu. Kita masih sah menikah. Kau masih bisa memilikiku…” kini kyuhyun menatap suaminya. Dia tersenyum tipis. Membuat Siwon terpesona. “Jadi…” Siwon membelai wajah Siwon dengan lembut. “Kau…” bisiknya.

“Bukan kau tak mau…”

Kyuhyun tersenyum kecil lalu mengangguk dengan wajah mengoda. ” Asal kau tak lupa membeli apa yang aku pesan tadi…”

“Huh?” dia berkedip-kedip mengoda. “Jadi..”Siwon memalingkan wajahnya kesal. “Sebenarnya kau berniat atau tidak…”wajahnya berubah masam.

Kyuhyun pun menatap dengan wajah binggung. “Bukan kau setuju… Untuk menunda dulu sampai kita bisa bersama…” tanya Kyuhyun.

“Tapi bukan dengan mengunakan benda bodoh itu. Kyu, aku setuju untuk menunda kita bersama sampai kau siap bicara pada keluargamu. Bukan…aishh!!”

“Itu sama saja. Bagaimana bila aku hamil? Mereka akan bertanya itu anak siapa?”

“Jelas itu anakku… Bila kau hanya melakukanya denganku…”

“KAU PIKIR AKU PRIA MURAHAN…”

“Siapa yang bilang seperti itu? Kau tadi bertanya bila kau hamil itu anak siapa? Jelas itu anakku bila kau hanya melakukanya denganku…”

“ITU SAMA SAJA KAU MERENDAHKANKU. APA KARNA TADI AKU MENGODAMU LALU KAU PIKIR AKU PRIA MURAHAN. OKEY!!” Kyuhyun sontak bangun dan berdiri dengan berkaca pinggang. “AKU TAK AKAN PERNAH MELAKUKANYA LAGI.” Kyuhyun berjalan meninggalkan Siwonyang hanya mengusap wajahnya dengan kasar. Baru saja mereka berdamai.

“Choi Kyuhyun kembali…” Siwon berteriak sambil mengikuti Kyuhyun.

Dok!!Dok!!

“YAH!! CHOI KYUHYUN BUKA PINTUNYA… INI JUGA KAMARKU..” teriak Siwon kesal. Dia benci suasana seperti ini. Dia terus mengketuk pintu kamarnya dan…

“Oh, aku lupa.” ucap Kyuhyun ketika membuka pintu kamarnya. Di sudah bersiapa dengan tas rangsel di punggungnya.

“Kau mau ke mana?”

“PULANG. INI BUKAN RUMAHKU.” dia berjalan melintasi Siwon yang lagi- lagi mengusap wajahnya. Di salah bicara lagi.

“Ini juga rumahmu sayang…”Siwon meraih pergelangan tangan Kyuhyun dan menariknya tepat di hadapanya. “OKEY!! MIANHAE… aku salah bicara.”Kyuhyun tak menjawab jawab. Dia masih tak menatap Siwon. ” Apa aku perlu berlutut? Kyu…” tak ada tanggapan. “Baiklah!!” kini kyuhyun menatap suaminya. ” Kita tunda. Setiap kali kita berhubungan…kita gunakan benda bodoh itu. Kau puas!!” Kyuhyun tersenyum lalu memeluk suaminya. Siwon hanya bisa menerimanya dan memeluk istrinya.

“Aku mencintaimu, wonnie…”

“Sampai kapan kau mengendalikan pikiranku,Baby” Kyuhyun hanya tersenyum kecil dan semakin mengeratkan pelukannya.

*****

Siwon sedang menyiapkan makanan di dapur, sedangkan Kyuhyun sejak tadi binggung akan mengunakan baju yang mana nanti. Siwon kemarin membelikan beberapa pasang baju untuk istrinya. Tapi sejak tadi Kyu mengeluh tak suka karna terlihat gemuk ketika menggunakannya padahal bagi Siwon terlihat cantik dan mengemaskan.

Ting..Tong..

Suara bel membuyarkan kegiatan Kyuhyun. Dia pun berlari keluar melihat Siwon yang akan membukakan pintu utama.

“Umma…” mata coklat itu membulat sempurna dan segera menutup pintu kamar kembali lalu menempelkan daun telinganya di pintu. “Kenapa umma pagi-pagi kemari?” tanya Siwon.

“Aku pikir kau masih anakku.” jawab Sungmin santai.

“Iya aku memang masih putra umma. Lalu kenapa umma tiba-tiba kemari…?”

“Kau memasak? Tumben.” sungmin menatap putranya. “Apa ada tamu?”

“Aku juga perlu makan ummaku sayang.” Siwon segera berlari ke dapur ketika ingat dia sedang memasak sup.

“Benarkah?? lalu kenapa kau tak pernah makan masakan yang umma buat.”

“Umma, sebenarnya kenapa kau kemari?”

“Mencari menantuku.” Siwon hampir saja menumpahkan sup yang dia bawa. Dia mengisap ibu jarinya untuk meredap panas. “Kenapa? Apa ada yang salah?”

Siwon duduk dan menatap ibunya. “Kenapa umma mencari disini?” Siwon menyesap kopi buatanya.

“Lalu dimana? Ahh… Apa aku harus menunggu di luar? Menurutku gadis tempo hari itu lumayan cantik.” Sungmin menarik satu kursi dan menatap wajah anaknya.

“UMMA… AKU MASIH BERSTATUS SUAMI ORANG…”

“Benarkah?? Siapa istrimu?” dia memopang dagu. “Wanita itu lebih seksi dan mengoda untukmu. Kenapa kau tak mencobanya. Kyuhyun tak akan tahu bukan…” goda Sungmin dengan manik mata mengoda. Kyuhyun mengepalkan tanganya.

“Umma…”

“Hmm…”

“Sudahlah!!!” Siwon mulai fokus kembali pada makananya. Sungmin mengedarkan pandangan ke segala arah. “Umma mencari apa lagi?” Siwon mulai kesal. Di dalam ada Kyuhyun dia takut istrinya akan salah paham.

“Mencari sesuatu. Kau tahu aku sudah tua… Maksudku semua teman-temanku sudah memiliki cucu. Kau tahu maksudku bukan?”

“Umma belum tua jadi tenang saja.”

“Benarkah?” Sungmin sumriah.”Berarti perawatanku tak sia-sia.” dia tertawa. Siwon memutar matanya malas. “Kau ingin mengalihkan perhatian? Yang aku mau itu cucu bukan masalah aku masih muda atau tidak.”

“Nanti kalau Kyuhyun kembali padaku. Akan aku buatkan cucu sebanyak-banyaknya.” jawab Siwon.

“Kau pikir Kyuhyun pencetak anak. Lagi pula aku sudah lelah menunggu. Siwon…bawa Kyuhyun kembali.”

“Umma bukan aku tak mau membawa dia kembali. Tapi dia yang menolak.”

“Kalau begitu kau cari saja lagi.” cetusnya. Siwon membulatkan mata. ” Wae? Aku tak salah bukan.”

“Umma…” Sungmin sontak menoleh kebelakang. Dia menyeringai menatap lelehan karamel itu menitihkan air mata. “Kenapa umma menyarankan Wonnie begitu…” dia menghentak-hentakan kakinya ke lantai. Siwon memejamkan mata melihat istrinya menangis seperti anak kecil. Ternyata begitu mudah ibunya menarik Kyuhyun keluar dari persembuyianya. “Umma tak menyayangiku lagi. Huwaa…”Sungmin sontak berdiri.

“Hai, siapa ini? Apa dia calon menantuku?” Sungmin menatap dengan mengoda.

“Umma…” rengeknya.

“Kemari sayang. Umma merindukanmu.” Kyuhyun punberlari mendekati ibu mertuanya dan melabuhkan pelukan. Sungmin tersenyum bahagia. Ternyata ahjumma kim tak berbohong padanya. “Hampir saja aku memecat ahjumma…” dia membelai rambut ikal menantunya dengan sayang.”Kenapa bersembunyi dari umma sayang..” Kyuhyun tidak menjawab. Dia menikmati pelukan ibu mertuanya. Sedangkan Siwon. Dia tersenyum bahagia.

*****

Kyuhyun terus merengek di turunkan di tepi jalan. Dia tak ingin ada yang tahu bila mereka telah kembali. Tadi Sungmin juga menolak merahasiakannya, bahkan ibu mertuanya tadi hendak melabrak besanya kalau Kyuhyun tak memohon. Siwon benar-benar jengkal dan menuruti saja mau istrinya. Dia sudah lelah mendengar rengean istrinya. Di dalam gereja pun mereka duduk terpisah. Donghaendan Hyukjae nengucapkan janji suci mereka pukul 10.00 dan berlanjut di taman hotel yang mereka dekor menjadi tempat party. Suasana santai lebih terasa. Kyuhyun yang datang lebih dahulu bersama Changmin terlihat menikmati musik dengan segelas wine di tangan.

“Hai…” seorang pria jangkung menebar senyum datang menghampiri kyu yang terdiam di sudut ruangan. “Masih mengingatku…” Zhoumi menunjuk dirinya sendiri. Kyuhyun mengangguk. “Syukurlah!”dia bernafas lega ketika mendapatkan anggukan dari Kyuhyun. “Kau sendiri saja. Bagaimana kalau aku temani?” Kyuhyun hanya terdiam.Zhoumi yang tak sabaran pun menarik Kyuhyun mendekati meja yang penuh makanan. “Kau pasti belum makan. Akan ku ambilkan lalu kita makan bersama.”

“Huh?” Kyuhyun masih belum terfokus. siwon belum terlihat batang hidungnya sejak tadi. Zhoumi pun mengambilkan makanan dan kembali menarik Kyuhyun duduk.

“Ku dengar hotel ini terkenal dengan dagingnya. Jadi kita wajib mencoba.” dia menatap Kyu. “Apa ada yang menganggu pikiranmu?”

“Anio.”

“Kenapa kau tidak memakannya…?” Kyuhyun tersenyum canggung lalu segera memotong dagingnya. Kyuhyun kembali menatap sekitar. Sebenarnya kemana Changmin? Sejak tadi dia bolak-balik ke kamar mandi. Zhoumi kembali membawakan es krim.

“Aku tahu kau suka es krim jadi aku mengambilkanya.” Zhoumi tersenyum ramah dan Kyuhyun hanya bisa mengangguk.Hyukjae dan Donghae saling menatap. Apa Kyuhyun sudah mulai bisa membuka hati untuk orang lain?

Siwon muncul dan geram melihat kedekatan istrinya dengan pria asing berdarah China itu.

“Jadi ini alasanmu kenapa kau tak ingin bersamaku?” gumamnya lalu berjalan menghampirinya. Hyukjae hampir saja menyusul ketika melihat aura membunuh Siwon tapi Donghae segera menghalanginya.

“Biarkan mereka menyelesaikan masalahany sendiri.” Hyukjae pun mengangguk walau sebenarnya dia takut akan terjadi sesuatu yang buruk.

.

.

“Ikut aku…” Siwon segera manarikpergelangan tangan Kyuhyun. Tapi sayang Kyuhyun menolak. “ku bilang ikut aku…” suara Siwon semakin tinggi.

“Maaf bukan aku ingin ikut campur namun dia tak ingin ikut Anda.” Zhoumi berusaha menengahi.

“Siapa kau?” Siwon terlihat begitu emosi. Kyuhyun segera berdiri dan menyentuh kedua pundak Siwon.

“Jangan buat keributan ya… Aku akan ikut…” ucap Kyuhyun

. “Kau nyakin,Kyuhyun?” namun tanpa memperdulikan pertanyaan Zhoumi Siwon sudah menarik Kyuhyun menjauh. Changmin sempat melihat namun dia kembali merasa mual.

 

 

Kenapa kau menjauh?” sentak Siwon kesal .

“Karna disini banyak orang,Wonnie.” jawab Kyuhyun. Siwon menghela nafas.

“Ada apa? Nanti mereka akan curiga.

“Aku tak suka kau dekat-dekat dengan dia.” ketusnya.

“Kenapa cemburu? Aku tak melakukan hal yang aneh.” jawabnya dengan nada pelan.

“Tapi aku membencinnya. Aku tak suka milikku berdekatan dengan siapapun” tegasnya.

“Jangan bicara ngelantur. Aku akan kembali ke dalam. Kita bicarakan nanti saja.” ucapnya.

“Pria cina itu? Manis sekali kalian, sampai dia mengambilkan makanan untukmu.”

“Wonnie… Kami hanya bicara. Sudah! Aku masuk dahulu…” Kyuhyun membalik badan lalu berjalan menjauhi Siwon. Pria berlesung pipi itu kesal dan berjalan dahului Kyuhyun. Pria itu seketika menghentikan langkahnya. Dia tahu suaminya pasti sedang kesal padanya. Di depan pintu masuk Siwon di hadang wanita cantik yang tersenyum ke arahnya.

“Kau baru datang?”

“Ne. Ternyata cukup sulit menemukan tempat ini. Jadi aku terpaksa naik taksi.” ceritanya.

“Benarkah? Padahal tempat ini cukup terkenal dan mudah di cari.”

“Bagaimana pun aku lama tinggal diluar dan baru beberapa bulan disini.” Merek tertawa dan Kyuhyun melihatnya dari jauh. Pria manis itu pun terlihat kesal dan berjalan melintasi mereka tanpa perduli tatapan Nana yang ingin menyapa. “Kau bersama dia? Makaudku kau datang bersama dia?” Nana kembali menatap Siwon.

“Tidak. Aku berangkat sendiri.”

“Jinjja? Ah.. Melegakan…”

“Apa yang melegakan?”

“Anio. Hanya sesuatu saja…”

“Oh..”

“Bagaimana bila kita masuk saja?” Siwon pun mengangguk dan mempersilahkan Nana berjalan lebih dahulu.

..Kyuhyun yang kesal langsung duduk menghampiri Changmin dan Zhoumi. “Apa terjadi sesuatu?” Kyuhyun hanya mengeleng ketika Zhoumi mengajukan pertanyaan. Tak lama mata Kyuhyun hampir lepas ketika melihat Siwon tidak sengaja memeluk Nana di depan umum. Ada seseorang yang menabraknya hingga Siwon spontan menariknya dalam pelukannya. Kyuhyun hanya menggengam tanganya untuk melontarkan kekesalanya.

“Aku lelah. Sampaikan pada Hyuk aku pulang dulu…” Kyuhyun sontak berdiri. Siwon sempat melirik tapi Nana masih memeluknya karna kakinya terpelincir.

“Bagaimana aku antar?” Zhoumi menawarkan diri. Kyuhyun mengeleng lalu pergi begitu saja. Hatinya sudah panas. Siwon hendak mrnyusul tapi Nana masih belum mau melepasnya.

“Kau masih belum bisa berdiri? Aku harus pulang.” Siwon sedikit resah karna Kyuhyun sudah keluar.

“Kakiku masih sakit. Tak bisa kau mengantarku…” pintanya manja. Siwon terlihat bimbang. Dia melirik ke pintu keluar dan Nana bergantian. Haruskan dia meninggalkan Nana yang kesakitan atau menyusul istrinya? Karna sebelum tadi mereka berpisah. Siwon menyuruh Kyuhyun menunggu di parkiran. sedangkan Stella sudah menitipkan Nana padanya? Siwon memejamkan mata lalu tersenyum kecil.

TBC

udah segitu saja. Susah post ya… Laptop masih belum mau di colok modem jadi terpaksa pakek ponsel Jadi bagi dua aja ya… MINAL AIZIN WAL FAIZIN MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN MAAPIN KESALAHAN WULWUL YA… BAIK DI SENGAJ ATAU GAK… KITA MULAI DARI NOLYA… MAAF TELAT BGT NGEPOST Tentang kamu… Soal masih puasa Selamat membaca jangan lupa komentar ya… Kalianlah semangatku *kiss-kiss

Advertisements

Author:

Saya manusia biasa Punya salah dan tak sempurna Saya jatuh cinta dengan Wonkyu Tak perduli banyak yang bilang saya gila Bahkan pacar saya... Saya jatuh cinta dengan mereka ♡♡♡♡

53 thoughts on “Tentang Kamu -part 24a

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s