Posted in BL, Drama, Romance, Series

Siwon, a cyborg in love chap.2

Poster Siwon, a cyborg in love

By. Ellena Han & Miss Lee

Cast : Siwon x Kyuhyun

other : Hankyung, Shin Rae, Im Yoona, Byun Jaebum, Choi Seohee

Genre : Drama, Romance

Rate : T

 

Siwon, a cyborg in love

Flashback

Hyung.. dia akan benar-benar selesai?”

“Ya.. seperti yang sudah kita rencanakan. Dia akan tampak seperti manusia dari luar. Tapi sebenarnya dia benar-benar cyborg yang berbicara dan berprilaku seperti layaknya manusia.” Kyuhyun menjelaskan dengan tangan yang bersidekap dan melihat teliti pada cyborg buatannya.

Byun Jaebum tersenyum senang mendengarnya. “Tapi mengapa dia tidak bisa mencintai?”

“Kau tau berapa banyak jenis hormon dilepaskan saat manusia sedang jatuh cinta? Jutaan.. dan puluhan juta emosi keluar dari hormon tersebut”

“Itu sebabnya aku memintamu untuk melakukan ini secara rahasia. Membuat semua yang rumit menjadi sederhana dan menciptakan seorang robot yang hanya akan mencintai satu orang saja, seseorang yang sempurna”

Byun Jaebum tersenyum penuh dengan rasa membuncah, antara senang, bangga dan juga begitu banyak perasaan yang tak bisa di ungkapkannya mengenai project ini.

“Kemudian membentuk sebuah tim untuk bersama-sama denganku. Jadi, aku bisa fokus akan proyek ini”

Jaebum menjentikkan jarinya, “Baik Hyung.. tapi.. kita harus menjaga rahasia ini sampai menjadi sukses”

Kyuhyun tersenyum, memasukkan kedua lengannya di jas lab nya.

“Tapi mengapa kau begitu mendedikasikan segala sesuatunya demi proyek ini?”

Jaebum masih mempertahankan senyumannya.

“Ini sangat romantis. Gagasan bahwa ada seseorang yang dengan gigih bisa mencintai hanya satu orang”

“Bahkan jika mereka bukan manusia??”

“Siapa peduli? Ini adalah hal yang baik, jika kita tidak harus terluka atau kesepian karena cinta. Aku yakin semua orang pasti menginginkannya, bukan?”

“Aku akan memikirkannya kembali mengenai hal itu..”

“Mengenai?”

“Masalah cyborg kita bisa mencintai seseorang, karena aku harus melihat dalam pengaturan emosi yang terjadi nantinya”

“Baiklah.. aku mempercayakan sepenuhnya kepadamu, Hyung..

Byun Jaebum mendekatkan wajahnya di depan cyborg.

“Tapi siapa namanya??”

Flashback end

.

.

Kyuhyun masih menyimpan kedua tangannya di atas pinggang. Melihat ke arah Siwon yang masih tertidur, ia pun mengambil botol di dalam laci, mengambil sebagian isinya. Belum akan sempat meminumnya, Kyuhyun kembali melihat ke arah Siwon.

“Aku menyukainya?? Menyukai Siwon? Tapi aku yang menciptakannya” Kyuhyun melemparkan botol obat sekuat tenaga, mana mungkin ia mencintai robot ciptaannya sendiri.

Kyuhyun membalikkan tubuhnya memandangi jendela kembali, tak lama Siwon pun merenggangkan tubuh layak seorang manusia yang baru bangun tidur.

Omo.. aku dimana?”

Saat ia menyadari ini bukanlah di rumahnya, Siwon pun semakin dikejutkan saat Kyuhyun ternyata yang menjawab pertanyaannya.

“Kau ada di rumahku”

Kyuhyun berjalan mengambil kembali botol obatnya dan memunguti obat yang sudah tercecer, Siwon yang melihat segera membantunya.

“Ini aneh, sebelumnya aku tak pernah pingsan setelah banyak minum”

‘Kau memang tak akan mengetahuinya. Kekuatanmu dimatikan. Karena akulah yang mensetting waktu untuk mematikan pada jam 2 hingga jam 6 pagi’

“Ini apa?” Siwon melihat satu pil yang dipegangnya dan segera di rebut oleh Kyuhyun.

“Bukan apa-apa..” segera memasukkannya kembali ke dalam botol.

Siwon hanya bisa mendesah, selalu Kyuhyun sinis kepadanya. Selagi Siwon sibuk membantu Kyuhyun memunguti obatnya, dengan lancang perut Siwon berbunyi.

‘Oh.. sungguh ini sangat memalukan’

Siwon berusaha tersenyum dan menekan perutnya.

“Apakah sajangnim ingin pergi sarapan bersama denganku?”

Kyuhyun hanya kembali sibuk mengambil obatnya, “Maafkan aku.. tapi aku harus pergi ke suatu tempat. Sampai bertemu di tempat kerja”

Kyuhyun segera meninggalkan Siwon yang masih tetap berjongkok dan menekan perutnya.

.

.

“Ini sudah jauh lebih buruk dari ketika pertama kali di diagnosis, empat bulan yang lalu”

Dokter Hwang yang sedang melihat ke arah monitor menayangkan sebuah tulang tengkorak dan mengamatinya dengan seksama. Ia membalikkan tubuhnya dan duduk di kursi yang menghadap Kyuhyun.

“Sel memorimu dan fungsi neuron yang ditinggalkan. Apakah kau tak pernah meminum obatmu?”

Kyuhyun menundukkan kepalanya.

“Aku.. aku hanya tak bisa menerima bahwa aku sedang sakit saat ini”

“Demensia dini dapat berkembang dengan sangat cepat. Kau harus menerima kenyataan dan minum obatmu untuk bisa hidup normal”

“Dokter Hwang, tidak ada cara lain untuk memperlambat perkembangan itu?”

Dokter yang terlihat sudah memasuki masa usia setengah abad itu, hanya bisa menundukkan kepalanya. Ia dokter dan mempunyai naluri seorang ayah, tetapi penyakit yang di derita sang pasien bukanlah penyakit yang mudah di sembuhkan.

“Mulai saat ini, jika ada sesuatu yang ingin kau lakukan. Mulai lah dengan segera. Karena waktumu tidak akan lama, aku memang bukan Tuhan. Hanya saja, tidak ada salahnya mengantisipasi”

Kyuhyun menatap sendu, inikah yang harus dirinya rasakan? Kesendirian, bahkan mendapatkan penyakit yang tak mudah di sembuhkan.

.

.

Siwon tiba di sebuah minimarket, mengambil beberapa makanan yang akan dimakannya. Mengupas pisang dengan cepat, memakannya perlahan.

“Aku benci sarapan seorang diri” saat ia kembali mengupas kulit pisang, Siwon seakan diingatkan mengenai kejadian tadi malam, ucapan Kyuhyun masih jelas teringat olehnya.

‘Bagaimana denganku?’

Siwon tersenyum girang, “Apa ketua tim..??”

Selagi Siwon menikmati sarapannya, di waktu yang bersamaan juga Hankyung dan Rae memasuki minimarket. Karena merasa gaduh, Siwon pun melihat ke arah orang datang. Ia sedikit terkejut dengan penampilan yang sepertinya masih lusuh dan juga keadaan yang terlihat baru saja bangun tidur. Membuat Siwon menatap curiga pada keduanya.

Hankyung hanya tersenyum garing pada Siwon. Dan mencoba mengucapkan selamat pagi agar tak membuat curiga. Siwon hanya membalas acuh dan kembali memakan pisangnya, ia bisa menanyakannya nanti, berdua saja saat Hankyung mau pula bercerita kepadanya.

.

.

Byun Jaebum sedang melihat grafik perkembangan perusahaan, ia meminum kopinya dengan tenang. Hingga suara ketukan membuat ia meninggalkan pekerjaannya sejenak.

“Ah.. Hyung kau sudah datang, duduklah..”

Kyuhyun duduk dengan lemas.

“Apakah kau mau sarapan bersama?”

“Aku tidak lapar”

Jaebum mengepalkan tangannya, mencoba duduk dengan tenang.

Hyung.. kau harus berpikir mengenai kesehatanmu dan makanlah dengan baik”

“Mengapa kau menghubungiku??” Kyuhyun mencoba mengalihkan pembicaraan.

“Aku mendapat telephone dari dokter Hwang pagi tadi. Dia mengatakan padaku, seberapa serius kondisi yang saat ini kau alami, Hyung..”

Jaebum menatap sendu Kyuhyun, “Mengapa kau tidak mengatakan padaku, jika penyakitmu semakin parah?”

“Aku minta maaf padamu.. aku tak tau jika ini akan sangat buruk dengan cepat.”

“Ini sangat menyakitkan. Otak terbaik BS electronics sakit.”

Kyuhyun menatap kosong di hadapannya. Jaebum mendekatkan tangannya untuk menyentuh lutut Kyuhyun.

“Mulai sekarang, pikirkanlah hanya mengenai kesehatanmu. Aku yang akan mengurus Siwon”

“Berikan aku waktu..” Jaebum mengangguk menyetujui.

Kyuhyun tak tau harus berkata apa, cerita cintanya belum dimulai bahkan perasaannya pun masih mengambang. Apa yang harus dilakukannya belum ia ketahui.

.

.

.

one week later

Salah satu ruang kerja BS eletronik itu hening, bukan karena tak berpenghuni, hanya saja 3 orang yang ada disana justru tengah sibuk bergelut dengan pikiran masing-masing.

Hankyung menatap kosong layar plasma dihadapannya, sedang Shin Rae terlihat seolah berusaha menelan pena yang dia pegang. Jangan tanya soal Siwon, karena pemuda tampan itu mau tak mau juga ikut masuk dalam imbas kecanggungan yang terjadi.

Mata hitamnya, menatap tak mengerti dua orang yang terlihat sibuk dengan dunia mereka sendiri. Dahi Siwon berkerut sejenak, ketika dia menangkap dua orang dihadapannya itu tengah melempar pandang dan kembali memalingkan muka salah tingkah.

Oh, jika otak pintarnya tak salah, Siwon berasumsi jika mereka sedang menyembunyikan sesuatu yang berhubungan dengan kejadian beberapa malam lalu dan keadaan berantakan di pagi hari, saat mereka bertemu di sebuah minimarket. Sebuah seringai tampak di bibir Siwon, mungkin dia bisa sedikit bermain dengan dua orang itu, dan…

“Berita hebat.. berita besar.. berita hangat.. berita panas!!” lamunan dan ide jahil Siwon bubar ketika Yoona, menerobos masuk dalam ruangan, berlari hingga menggebrak meja mereka berempat. Jari nya teracung menunjuk wajah teman-temannya satu persatu, dengan ekpresi seolah dia baru saja mendapatkan hadiah paket wisata ke Karibia.

“Byun…” Yoona menunjuk Shin Rae, yang menatapnya tak mengerti.

“Byun..” gadis itu beralih ke arah Siwon yang sama tak mengertinya, dan kali ini karena dua orang lain tak bisa diharapkan, Yoona beralih menunjuk Hankyung yang memutar bola matanya malas.

“Byun..”

“Yoon-ah… bisakah kau bersikap biasa saja… Dan cepat katakan apa maumu..” desis Hankyung sambil mengacak surai hitamnya frustrasi.

“Berita kali ini benar-benar top secret.. aku berani bertaruh jika kalian akan-“

“Yoon… please.. jangan mendramatisir.. kami sudah cukup pusing dengan..”

“Dengan apa?” kalimat Shin Rae terputus oleh pertanyaan tiga temannya yang penuh penasaran, kali ini Yoona juga terlihat cukup tertarik.

Gadis itu melemparkan tatapan membunuh terbaiknya sebelum beralih ke arah Yoona lagi, “Kau, Im Yoona.. katakan atau aku akan melemparmu keluar!!”

“Okay.. okay.. baik… Bersiap-siaplah..” Yoona kembali menggerakkan tangannya seperti sedang berpidato.

“Direktur Byun akan mengambil alih proyek BS..” ucap Yoona.

Hening.

Tak ada yang bersuara.

Hingga.. Hana.. dul.. set..

MWORAGO!!??!!” seruan paduan tiga teriakan itu membuat Yoona menutup dua telinganya rapat-rapat.

Siwon yang lebih dulu mampu menguasai diri bertanya dengan kalimat tersendat.

“T-Tapi, ba-bagaimana bisa.. ke-kenapa?” pemuda tampan itu menatap teman-temannya yang lain. Dan seketika diaa paham jika yang lain pun sama tak mengertinya.

“Lalu, bagaimana dengan Ketua Tim Cho?” tanyanya sekali lagi. Ada sedikit firasat aneh yang dia rasakan, dan demi apapun juga Siwon sungguh berharap ini tak mungkin terjadi.

“Aku keluar dari proyek ini..” kalimat tegas itu membuat empat pasang mata yang ada disana menoleh. Kyuhyun melangkah pasti ke dalam ruang, berdiri disisi Yoona yang memberi salam padanya.

“Aku masih memikirkan untuk keluar dari proyek BS, dan mulai hari ini Direktur Byun yang akan memimpin kalian!! Atau lebih tepatnya akan intens memonitor pekerjaan kalian..” Kyuhyun memberitahu semua dengan wajah tersenyum singkat, berbanding terbalik dengan raut tak mengerti teman-temannya.

Siwon menundukkan kepalanya, mencoba mencari jawaban atau setidaknya menerka kenapa bisa seperti ini.

“Ketua Cho..” kata Siwon lirih. Entah tak dengar atau memang pemuda manis itu tak mau mendengarkannya, kalimat Siwon terpotong tanpa jawab.

“Direktur Byun mengundang kalian semua untuk makan malam perusahaan, pastikan kalian semua hadir..”

“T-tapi, Ketua Cho..” Siwon masih berusaha mengatakan sesuatu.

“Aku harap kalian akan datang, atau aku akan mencatat nama kalian..” Kyuhyun terkekeh pelan, sebelum berbalik menuju meja kerjanya. Sambil menggumamkan kata ‘mencatat nama kalian’ dengan nada geli.

Siwon termenung, menatap kosong layar plasma dihadapannya. Kenapa? Bukankah Ketua Cho yang selalu menangani proyek ini? Tapi, kenapa tiba-tiba saja berubah? Apa yang terjadi? Atau mungkin karena Siwon yang selalu melakukan kesalahan? Pasti karena itu, pasti karena Siwon sering kali mengacaukan program mereka.

Pemuda tampan itu menatap Shin Rae yang ada di depannya, mencoba berkomunikasi tanpa suara. Gadis itu hanya menggeleng pelan, tanda jika dia pun sama tak mengertinya.

Siwon mengalihkan tatapan pada Kyuhyun yang kini sibuk menuliskan sesuatu di meja kerjanya. Ntah sudah berapa lama ia menaruh hati kepadanya, rasa itu datang seiring dengannya sikap yang diberikan Kyuhyun kepadanya. Seakan menjadikan hal yang ia sukai walau ia juga benci.

Siwon sendiri tak mengerti mengapa ia lebih menyukai Kyuhyun, bukankah ia cukup tampan? Bahkan bisa mendapatkan gadis manapun yang ia mau. Tapi Sosok Kyuhyun terlihat bersinar dengan cahaya matahari yang memantul dari jendela di belakangnya. Kulit putihnya yang halus, surai coklatnya yang lembut, bibir merah mudanya yang basah.

“Aaw…” Siwon meringis sejenak ketika kakinya di injak keras oleh Hankyung. Melotot ganas pada pemuda oriental yang kini menyeringai ke arahnya.

“Ini bukan saatnya untuk memandangi ketua Cho sambil meneteskan air liur Siwon-ah..”

Siwon memutar bola matanya, tapi benar juga apa yang dikatakan Hankyung, ini bukan saatnya terpesona dengan Kyuhyun, lebih baik dia memikirkan alasan kenapa Kyuhyun keluar dari proyek ini, dan Siwon merasa dia harus melakukan sesuatu.

.

.

“Kenapa Ketua Tim memilih pergi, padahal dia melakukan semua tugasnya dengan baik?” bisik Shin Rae, sambil memainkan sebuah bola bowling di tangannya. Mereka berempat, Siwon, Shin Rae, Hankyung dan Yoona, tengah duduk di sudut salah satu arena bowling.

Memenuhi undangan direktur Byun untuk makan malam bersama, seperti permintaan Kyuhyun.

“Aku yakin sekali dia pasti melakukan kesalahan..” Yoona yang ada di sisi Hankyung menimpali.

“Kurasa tidak, Kyuhyun selalu memastikan jika semua terlihat sempurna, aneh kan jika tiba-tiba saja dia mengundurkan diri?” kata Shin Rae lagi.

Siwon yang juga ada disana tak berniat mengeluarkan pendapat apapun. Pemuda tinggi itu hanya berdiri diam, bersandar di sisi pagar arena.

“Coba kalian pikir, hal itu mungkin kan? Dia mengundurkan diri karena proyek ini gagal atau apa..” sahut Yoona, kali ini dengan mengetuk-ketukkan jarinya ke dagu.

“Ku bilang itu tak mungkin..” balas Shin Rae.

“Mungkin saja!!”

“Tutup mulut kalian berdua!!”desisan Hankyung membuat debat tak penting Shin Rae dan Yoona berhenti, “Kyuhyun pasti memiliki alasan. Dia tak mungkin mengambil keputusan sepihak..”

Kali ini Siwon terlihat sedikit tertarik dengan bahan pembicaraan teman-temannya itu, menatap penuh minat sambil memasang wajah berfikir.

“Jika sudah seperti ini, lalu kita harus setia pada siapa?” tanya Shin Rae.

“Direktur Han mungkin, hanya dia yang pantas untuk–“

“Kubilang tutup mulutmu, Yoon-ah.. kau mau ku lempar dengan bola ini…” Hankyung terlihat ingin melemparkan bola bowling besar itu sebelum Siwon buru-buru menahan gerakannya.

“Sudahlah, hentikan.. kita tak tahu apa yang terjadi kan, jangan meributkan hal yang justru akan memperkeruh suasana..” Siwon berkata yakin pada teman-temannya.

“Mudah saja kau katakan itu, Siwon-ah, kau tak tahu betapa–” kalimat Yoona terputus saat Shi Rae menyenggol kakinya, memberi isyarat jika orang yang menjadi bahan pembicaraan sedang menuju ke arah mereka.

Empat senyum sok simpatik itu langsung terpasang di wajah Hankyung, Siwon, Yoona dan Shin Rae, walau khusus untuk Siwon mungkin hanya berupa ulasan senyum masam ketika beradu pandang dengan Kyuhyun.

“Maaf, aku terlambat.. Aku sudah berusaha datang secepat yang aku bisa–“

“Ah.. tidak.. tidak.. Sajangnim… Anda sudah berbaik hati mengundang tim kami dan-aaww!!” kalimat Yoona terputus ketika Shin Rae menendang kakinya.

“Ini mungkin bukan suatu kehormatan Direktur Byun, tapi kami akan berterimakasih..” kata Hankyung.

Byun Jaebum hanya menjawab ‘ya‘ singkat dan mengulas senyum kecut.

“Byun Sajangnim, bisakah kau ceritakan kenapa ketua tim Cho mengundurkan diri?” Siwon yang sejak tadi hanya diam, bertanya lirih. Mata hitamnya sejenak menangkap manik coklat Kyuhyun yang memandangnya.

“Ah.. Itu karena..” Direktur Byun berdehem sebentar, mencoba menetralkan suaranya, “Eum.. Ketua Cho memang handal, sayangnya proyek BS sama sekali belum membuat banyak kemajuan ketika di pimpin oleh Ketua Cho..”

Byun Jaebum sejenak menatap Kyuhyun.

“Karena aku tak sabar, jadi aku memutuskan untuk mencoba memimpinnya sendiri..”

Raut wajah Siwon menampakkan tanda jika dia tak puas dengan jawaban Direktur Byun. Siwon tahu, Kyuhyun selalu penuh dedikasi, penuh semangat dalam proyek ini. Bukankah hal tak masuk akal jika tiba-tiba Direktur Byun memberhentikannya.

“Sudahlah, lebih baik kita bersenang-senang malam ini, agar kerjasama kita bisa terjalin lancar..”

Byun Jaebum melangkah mendahului yang lain, menuju ke arena bowling, disusul oleh Yoona yang terlihat terlalu antusias.

Kyuhyun sekali lagi berbalas pandang dengan Siwon, tapi pemuda manis itu buru-buru mengalihkan pandangan dan memilih menyusul Yoona ketika melihat bibir Siwon bergerak ingin mengatakan sesuatu.

Hankyung menepuk bahu Siwon, mengajak pemuda tampan itu menyusul yang lainnya.

“Ayo Siwon, jangan memasang wajah mengerikan seperti itu..”

Siwon memutar bola matanya, tapi tetap saja mengikuti langkah Hankyung. Disana mereka melihat jika Byun Jaebum baru saja mulai bermain. Menghasilkan satu strike.

“Wow.. Sajangnim… kau hebat!!” Yoona bertepuk tangan dengan keras, memberi isyarat dengan ibu jarinya.

“Kau menyukainya?”

Yoona mengangguk dengan penuh semangat, membuat yang lain mengeluh pelan dan memutar bola mata.

Siwon masih menatap pemuda di hadapannya dengan wajah dingin. Euforia Yoona sama sekali tak mempengaruhinya. Pemuda itu sejenak terlihat menimbang sesuatu sebelum beranjak menghampiri Byun Jaebum.

“Direktur Byun.. Apa kau mau bertaruh denganku?”

Byun Jaebum sejenak terkesiap, menatap tak mengerti wajah datar Siwon. Pemuda itu terkekeh pelan.

“Taruhan?”

“Ya.. jika aku menang, kau harus mengabulkan semua keinginanku..” ucap Siwon lagi.

“Baiklah..” Jawab Jaebum pada akhirnya. Pemuda tampan itu memilih memulai permainan lebih dahulu. Sejenak menatap wajah Siwon yang memandang jalur lintasan itu dengan yakin.

Satu lemparan dimulai dan.. Strike..!!

Yoona melompat riang di belakang Direktur Byun, menyambut boss nya itu dengan satu high five.

Giliran Siwon, pemuda itu menghela nafas sejenak sebelum mulai melempar. Dan.. Strike..!!

Hankyung dan Shin Rae bersorak, berniat melakukan highfive tapi buru-buru meralat dan fokus pada Siwon.

Lemparan demi lemparan terus mereka lakukan, baik Jaebum ataupun Siwon memiliki kemampuan yang cukup baik. Hingga mungkin dewi fortuna kurang berpihak pada Jaebum, lemparan bolanya kali ini tak merobohkan semua pin. Menyisakan satu pin yang masih berdiri tegak.

Direktur Byun mencoba sekali lagi, menarik nafas dan bersiap melempar, dan gagal…

Pemuda itu tertawa salah tingkah, menggaruk tengkuknya yang sama sekali tak gatal. Sedangkan Siwon disisinya terlihat bersiap melakukan lemparan terakhir dan kembali.. Strike..

Siwon tersenyum puas pada hasil kerjanya, berbalik menatap Byun Jaebum yang bertepuk tangan untuknya.

“Ah.. Aku kalah sepertinya?” Jaebum terkekeh pelan, “katakan apa keinginanmu, Siwon-ssi..”

Siwon sejenak menatap Kyuhyun yang mengalihkan pandang ke arah lain, pura-pura tak peduli pada dirinya.

“Aku ingin keluar dari proyek BS..” jawab Siwon.

Semua terdiam, empat orang yang sedang duduk itu juga saling melempar pandang mendengar kalimat Siwon.

“Apa?”

“Bukan kesalahaan Ketua Tim  jika proyek itu tak ada kemajuan, Sajangnim. Itu semua kesalahanku..” Siwon mengucapkan kalimatnya dengan tenang.

“Jadi, bukan dia yang harus berhenti, tapi-“

“Choi Siwon-ssi…” Kyuhyun memotong kalimat Siwon. Mencoba menghentikan pemuda itu sebelum dia mengoceh hal-hal tak penting. Tapi Siwon tak peduli, dia tetap harus mengatakan ini..

“Ada apa dengan kalian semua? Apa kalian sudah tak menghargai ketua Cho lagi? Bukankah ketua Cho selalu memikirkan kita? Aku pikir..”

Cukup sudah, habislah kesabaran Kyuhyun. Pemuda manis itu beranjak dengan cepat, meraih jaketnya dan menyeret Siwon pergi dari sana.

“Yak.. tunggu.. sebentar..” Jaebum yang tak mengerti berusaha menghentikan Kyuhyun, tapi percuma, karena pemuda itu sama sekali tak mengindahkannya. Bun Jaebum memandang punggung Kyuhyun dan Siwon yang mulai menjauh. Menatap tiga pegawainya yang lain yang kompak mengangkat bahu, tanda tak mengerti.

Sementara itu, Kyuhyun terus saja menyeret Siwon tanpa ampun, berjalan cepat hingga pemuda di belakangnya itu sedikit kesulitan menjajari langkahnya.

“Ketua Tim.. Ketua tim tunggu, Cho Kyuhyun..”

Kyuhyun tak bergeming. Masih melangkah dengan cepat.

“Ketua Tim, aku belum selesai bicara! Lepaskan aku..”

Siwon menyentakkan lengannya dengan keras hingga membuat Kyuhyun sedikit terhuyung. Mata Siwon membulat ketika melihat Kyuhyun terhuyung sambil memegang kepalanya.

“Kau tak apa-apa ketua?”

Kyuhyun mengibaskan tangan Siwon yang mencengkeram lengannya.

“Siwon-ssi, kau tak perlu mengkhawatirkanku..” desis Kyuhyun.

“Tapi, bagaimana bisa aku tak melakukan itu?” bisik Siwon. Nada sedih yang tersirat disana membuat Kyuhyun merasa bersalah, “Kau mendapat masalah karena aku.. Aku.. aku bukan type orang yang suka menyusahkan orang lain..”

“Aku tahu..” jawab Kyuhyun singkat, sebelum menghela nafas, “Aku tahu, Siwon-ssi, karena itu, tolong, bekerja keraslah untuk proyek BS bersama direktur Byun..”

Kyuhyun melangkah pergi meninggalkan Siwon yang membeku.

“Aku tahu semuanya..”

Deg..

Langkah Kyuhyun terhenti. Pemuda manis itu berbalik menatap Siwon.

“Aku tahu semuanya.. Ketua Cho!!”

Kyuhyun yang baru saja melangkah pergi, menghentikan langkahnya dan memilih terdiam di tempat.

“Aku mengetahui semuanya” kembali Siwon mengucapkannya.

Kyuhyun membalikkan badannya, ia melihat ke arah Siwon dan kembali mendekatinya.

“Siwon-ssi, apa maksudmu kau mengetahui semuanya?”

Kyuhyun menatap dalam Siwon, ia hanya takut jika Siwon mengetahui alasan utama mengapa Byun Jaebum mengambil alih project.

“Aku tau kau adalah orang yang baik. Kau hanya berpura terlihat tangguh dan dingin diluar, tapi aku dapat merasakan jika kau adalah orang yang hangat dan baik”

Kyuhyun menatap Siwon sejenak. “Kau dapat merasakan orang seperti apa diriku?”

Siwon mengangguk. “Ya.. hatiku dapat merasakannya”

Kyuhyun tertawa meremehkan, ia kembali menatap Siwon.

“Siwon-ssi, aku sungguh berterima kasih tetapi kini aku harus pamit” Kyuhyun berjalan perlahan meninggalkan Siwon yang masih terdiam.

Siwon berlari mengejar Kyuhyun dan mencoba mencegahnya pergi.

“Siwon-ssi.. ada apa lagi?” saat melihat Siwon menghentikan langkahnya.

“Aku marah.. kau mengejekku di tempat kerja. Kemudian menanyakan apa yang aku pikirkan tentang kau, saat kita minum. kau membawaku ke rumahmu dan mengizinkanku tidur disana, dan kau kembali bersikap dingin kembali?? Kenapa kau melakukan ini padaku??”

‘Karena kau bukanlah manusia’ inner Kyuhyun.

“Ketua tim” Siwon mencoba berkompromi lagi dengan Kyuhyun.

Walau kini hatinya terasa amat sakit, bahkan Siwon terlihat berkaca-kaca, ia merasa di permainkan. Siwon tau mungkin dirinya tak akan bisa sebanding dengan Kyuhyun, akan tetapi seharusnya Kyuhyun tak memberikan harapan palsu kepadanya.

Kyuhyun mencoba bersikap tenang dan selalu datar. “Maaf jika aku telah membuatmu bingung. Dari sekarang, itu tak akan pernah terjadi kembali”

Kyuhyun pun bergegas pergi meninggalkan Siwon seorang diri. Air mata yang dibendungnya sedari tadi kini lepas kendali.

“Oh Siwon.. kau adalah seorang lelaki.. tetapi mengapa.. mengapa sesakit ini??” Siwon menepuk-nepuk dadanya

.

.

Kyuhyun sedang tercenung di ruang tengah rumahnya. Tangan kanannya memegang cangkir dan tangan kirinya terlihat menengadah, sebutir obat tergeletak di telapak tangannya.

‘Perkembangan demensia dinimu sangat cepat, kau harus menerima kenyataan dan rutin meminum obatmu, agar kau dapat hidup normal..’

Di telinganya masih terngiang perkataan dokter yang merawatnya, Kyuhyun masih termangu. Miris, jadi, kini hidupnya hanya akan bergantung pada sebutir obat? Oh, ingin sekali Kyuhyun menertawakan dirinya sendiri.

Kenapa? Disaat semua perasaan itu sedikit demi sedikit tumbuh dalam dirinya, kenyataan pahit itu juga berkembang sama menyakitkannya. Pemuda manis itu sekali lagi melempar tatap pada obat ditangannya, sebelum melemparkan kemulut dan meminumnya dalam sekali teguk.

Kyuhyun menghempaskan tubuhnya ke sofa coklat ruangannya setelah memastikan jika obatnya mengalir ke tenggorokan, berniat memejamkan mata. Tapi, alih-alih dirinya tetidur justru bayangan Siwon yang tadi menghuni sofanya membuatnya kembali terjaga.

Apa-apaan itu tadi? Kenapa dia melihat Siwon dalam benaknya? Tidak.. ini salah, ini bukan hal yang benar. Kyuhyun menutupi wajahnya dengan telapak tangannya, berusaha mengenyahkan bayangan yang justru terlihat semakin tajam. Apa yang terjadi?

Tangannya segera meraih botol obat yang masih tergeletak di meja, menuang isinya dengan buru-buru dan kembali menenggaknya.

Nafas Kyuhyun masih terengah, pemuda manis itu benar-benar tak mengerti apa yang dia rasa. Ketika pandangannya menghadap kesamping, mata bulat Kyuhyun menangkap pantulan bayangannya dari cermin besar yang ada disana.

“Aku normal..” desisnya pada bayangannya sendiri.

“Aku normal, maka itu aku tak boleh memikirkan hal yang tak perlu..” Kyuhyun masih bergumam sendiri.

“Aku akan baik-baik saja..”

.

.

Mata tipis Hankyung seketika membola melihat apa yang ada dihadapannya. Meja kecil ditengah ruang itu penuh dengan berbagai macam makanan. Snack, roti, kue coklat, cola, mie instant, dan berbagai macam jenis lain yang tak mungkin akan dia sebutkan satu persatu. Pemuda oriental itu kini hanya mampu menghela nafas panjang, melihat pelaku utama sekaligus pemilik semua camilan itu kini sedang melahap seporsi besar ramen instan yang masih mengepulkan uap panas.

“Siwon-ah, kau baik-baik saja?” Hankyung bertanya hati-hati, melangkah mendekati Siwon yang sama sekali tak menoleh.

“Siwon-“

Tatapan tajam dari Siwon cukup untuk membungkam mulut Hankyung. Tapi tetap saja, tingkah Siwon yang seperti ini memancing rasa ingin tahunya, lebih besar dari ras takutnya.

“Siwon, berhenti mengunyah seperti itu, atau kau akan meledak!” Hankyung menghempaskan tubuh disisi Siwon. Masih menatap dongsaengnya itu dengan tatapan heran. Hingga Siwon perlahan mulai melepaskan sumpitnya dan menelan makanan yang ada dimulutnya, balas memandang Hankyung dengan sorot mata menyedihkan.

“Jangan mengganggu, Hyung…” desis nya lirih.

“Ayolah Siwon, kau tanggung jawabku, aku tak bisa membiarkanmu seperti ini..”

Siwon menghela nafas panjang, kali ini benar-benar meletakkan makanannya, dan fokus pada Hankyung.

“Bukankah Hyung sendiri yang menyarankan jika aku marah lebih baik aku makan saja yang banyak..”

Hampir saja Hankyung tersedak ludahnya sendiri mendengar kalimat lugu Siwon. Pemuda itu menghela nafas sebelum menjawab.

“Ya.. tapi tidak dengan sebanyak ini… astaga.. memangnya apa yang terjadi padamu? Apa yang membuatmu marah?”

Siwon kembali meraih mie ramennya, menyumpit sebagian besar dan memasukkannya kembali ke mulut.

“Siwon”

Tak ada jawab, pemuda tampan itu masih bungkam. Melihat sikap Siwon yang sefrustasi ini, mau tak mau memunculka sebuah opini dalam benak Hankyung.

“Apa kau mencintai, Kyuhyun sajangnim?”

Siwon hanya terdiam dengan makanan yang masih memenuhi mulutnya.

“Siwon-ah..” ulang Hankyung, mulai kehilangan kesabaran.

“Aku harus mengatakan apa?”

Ya Tuhan..ingin sekali Hankyung membenturkan kepala Siwon ke dinding.

“Kau terlihat seperti orang yang patah hati tahu…”

“Aku memangnya terlihat, Hyung?”

Hankyung memutar bola matanya malas.

“Aku….” bisik Siwon lirih.

“Aku mengerti..”

“Apa aku aneh?”

“Tidak.. cinta tidak ada yang salah Siwon-ah

Hyung…”

“Apa Kyuhyun mengetahuinya?? Dia menolakmu?” Tanyanya hati-hati.

Siwon meletakkan sumpitnya dengan sedikit keras, membuat Hankyung terlonjak kaget, di tambah lagi dengan tatapan membunuh yang diterimanya. Oh, bagus, dan kini Hankyung sudah membuat Siwon marah.

Tapi, alih-alih sumpah serapah atau pukulan yang diterimanya, Siwon justru hanya menatapnya sejenak, sebelum kembali menatap makanan-makanan yang ada dimeja. Well, tak perlu jawaban pasti, Hankyung sudah tahu dan mengerti, sepertinya memang terjadi sesuatu antara Kyuhyun dan Siwon.

“Tak apa jika kau tak mau cerita..” Hankyung meraih sebuah bungkusan kue coklat, berniat memakannya sebelum Siwon merampasnya.

“Makan punya mu sendiri, Hyung!!”

Ya Tuhan.. Hankyung mengeluh tertahan, cinta memang aneh, kenapa sekarang pemuda tangguh, tampan dan gagah seperti Siwon justru bertingkah layaknya gadis belasan yang putus cinta? Oh.. Semoga ini semua segera berakhir…

.

.

.

3 hari telah berlalu dengan kejadian dimana Siwon yang seperti menyatakan perasaannya pada Kyuhyun, tetapi hubungan mereka masih seperti di awal. Tak pernah ada kata akrab. Kyuhyun mengikuti arah jalan yang di komandoi oleh GPS. Kyuhyun mulai merasakan makin hari ingatannya terkadang akan menghilang dengan sendirinya, memakai GPS seperti ini sangat membantunya untuk berpergian.

“Belok kiri dari sini. Maju 200 meter dan anda akan berada di BS Electronics

Kyuhyun terus berjalan dengan arah petunjuk dari earphone yang sengaja ia pakai. Langkahnya terhenti saat Siwon berada di hadapannya dengan menyodorkan segelas kopi.

“Selamat pagi… ah rasanya kita sudah lama tak saling sapa, bukan? Eum.. aku hampir lupa, Sajangnim belum sarapan bukan? Ini adalah kopi hitam yang di seduh menggunakan kotoran burung. Minumlah, aku harap kau akan sakit perut sesudahnya”

Kyuhyun melihat ke arah gelas, “Mwo?”

“Aku ingin kau merasakan bagaimana sengsaranya, aku dengan perasaan tak terbalas ini”

Kyuhyun menghembuskan nafasnya.

“Siwon-ssi..”

Siwon menyela, “Kenapa aku melakukan ini??”

Siwon tersenyum, “Aku pun tak tau mengapa.. aku bisa seperti ini. Aku selalu memikirkanmu, dan selalu merasa cemas akan hal itu. Aku..”

Kyuhyun masih memandang Siwon mencoba mendengarkan penjelasannya.

“Aku.. aku rasa.. aku telah menyukaimu”

Siwon segera mengambil tangan Kyuhyun untuk mengambil gelas kopi yang sedari tadi ia sodorkan. Setelah nya Siwon pun segera pergi meninggalkan Kyuhyun yang masih terpaku oleh semua kata-katanya.

.

.

Hankyung dan Shin Rae kini tengah berduaan di atas atap gedung, kejadian saat itu harus segera mereka luruskan. Jika tidak, maka akan menjadi suatu ganjalan bagi keduanya.

“Berpura seperti tidak terjadi sesuatu?” Shin Rae membuka percakapan.

“Bukankah itu yang terbaik” Hankyung menatap dalam mata Shin Rae.

“Kita tidak bisa terus merasa canggung seperti ini karena kesalahan saat mabuk. Jujur bahkan aku sedikit lupa mengenai kejadian malam itu” lanjut Hankyung.

Shin Rae menatap kecewa Hankyung, ada rasa tak suka saat Hankyung seakan menolak dirinya.

“Baiklah.. mari kita lakukan hal itu. Kau telah menikmatinya tapi kau juga ingin melupakannya..” jawab Shin Rae sengit.

Hankyung berusaha menahan emosinya, “Hey.. Shin Rae.. bagaimana mungkin kau bicara seperti itu tentangku? Bukankah kau juga menikmatinya?”

Shin Rae kembali dibuat kesal oleh ucapan Hankyung, tapi ia berusaha untuk menahannya.

“Itu bukan bersenang-senang dan menikmati..”

Hankyung menatap menyelidik, Shin Rae menggigit bibir bawahnya. Perdebatan batin dan pikirannya melanda dirinya.

“Shin Rae..”

“Itu yang pertama bagiku..” ucapnya lirih dan segera pergi meninggalkan Hankyung yang termangu setelah mendengarnya.

“Pertama?? Jadi dia perawan??” Hankyung mengacak rambutnya. “Oh Tuhan…”

.

.

Byun Jaebum sedang sibuk membaca berkas-berkas yang ada dihadapannya ketika mendengar pintu ruang kerjanya terketuk. Detik selanjutnya Cho Kyuhyun melangkah ke dalam. Melihat siapa yang datang, membuat senyum Jaebum merekah.

“Oh, Hyung.. aku baru saja akan meneleponmu..” sapanya riang. Berbanding terbalik dengan ekpresi datar yang diberikan oleh Kyuhyun.

Pemuda manis itu melangkah ke arah meja kerja Jaebum, menyatukan kesepuluh jarinya sebelum, berucap lirih,

“Aku datang untuk minta maaf..”

“Err.. maaf?” tanya Jaebum tak mengerti.

“Ya… maksudku.. maaf, mengenai kejadian beberapa malam waktu lalu.. sebenarnya aku ingin segera bertemu denganmu, hanya saja…” kalimat Kyuhyun menggantung begitu saja. Pemuda itu memilih menatap kesembarang arah, tanda jika dirinya gugup setengah hidup.

Jaebum terkekeh pelan, setelah paham hal apa yang dimaksud oleh Kyuhyun.

“Tak perlu minta maaf, Hyung, aku sangat senang kemarin.. dan tak ada masalah dengan itu, seharusnya aku yang berterimakasih padamu?”

Kyuhyun sejenak mengangguk, sedikit lega karena sepertinya Jaebum tak mempermasalahkan apapun. Ah, mungkin hanya dirinya yang terlalu berfikir berlebihan.

Hyung.. ada sesuatu yang ingin aku tanyakan” Jaebum menggeser kursinya mendekat, menumpukan dua lengannya ke atas meja kerjanya.

Kyuhyun sedikit mengulum bibir sebelum mengangguk, “Ya.. apa?”

“Proyek BS berjalan dengan lancar, kan?”

Proyek BS memang di tangani langsung oleh Jaebum, tetapi Jaebum sendiri masih mempercayakannya kepada Kyuhyun. Jaebum mengatakan projek akan di ambil sepenuhnya saat waktu peluncuran tiba. Kyuhyun sendiri menyanggupinya. Terlebih bukankah lebih baik dirinya bekerja, dibandingkan diam di rumah dan meratapi nasib penyakitnya itu?

Kyuhyun mengerutkan kening, tanda jika dia tak begitu mengerti.

“Siwon sepertinya benar-benar menyayangimu”, tambah Jaebum pada akhirnya ketika Kyuhyun masih menampakkan wajah tak mengerti, “Bukankah itu bukti jika dia mulai merasakan cinta?”

Jaebum menatap penuh harap pada Kyuhyun yang masih memasang wajah berfikir. Benarkah seperti itu? Siwon? Merasakan cinta? Menyayanginya? Lalu, apa hal ini juga yang sedang dia rasakan untuk Siwon?

Hela nafas pelan terhembus dari hidung Kyuhyun.

“Terlalu dini untuk mengatakan itu..” jawab Kyuhyun.

“Tidak.. tidak.. aku merasakan jika dia mulai berubah Hyung…” Jaebum memberi isyarat menolak dengan jari telunjuknya.

Kyuhyun terdiam, tak tahu harus menjawab seperti apa.

Hyung.. Hyung…”

“Ah.. apa.. ya.. bagaimana Jaebum-ah?”

Kyuhyun sedikit tergagap saat kalimat Jaebum terdengar di telinganya.

“Kau melamun?”

“Tidak.. itu.. hanya sedang berpikir..” jawab Kyuhyun sekenanya.

“Bagaimana jika kita mendiskusikan hal ini sambil makan malam, Hyung? Mungkin kita bisa mengundang Siwon juga?”

Kyuhyun kembali menatap boss mudanya itu, menimbang sejenak. Siwon.. Siwon.. sebenarnya apa yang tengah terjadi pada dirinya, perasaan ini, rasa berbeda, tak sama dengan yang dia rasakan pada Hankyung, Jaebum atau pada rekan-rekannya yang lain. Rasa untuk Siwon sama sekali berbeda.

Hyung?”

“Ah.. Ya.. Aku mengerti.. Oke.. kita makan malam..” Kyuhyun mengangguk singkat. Melihat ekspresi Kyuhyun yang sepertinya masih menyembunyikan sesuatu membuat rasa penasaran Jaebum muncul.

Pemuda itu berdiri dari kursinya, mendekat ke arah Kyuhyun, memilih duduk di sisi meja lainnya.

“Sepertinya masih ada yang mengganggumu, Hyung?”

Lagi-lagi Kyuhyun terlihat seperti sedang menimban sesuatu. Baiklah Kyu, tanyakan sekarang atau tidak sama sekali…

“Jaebum-ah, bukankah aku pernah memberimu penjelasan jika membuat cyborg yang dapat merasakan perasaan cinta itu akan sulit?”

Jaebum sedikit terkesiap, tak menyangka jika Kyuhyun akan menanyakan hal ini.

“Ya Hyung…”

“Tapi, bagaimana bisa? Lagi pula, aku tidak memberikan system pengendalian emosi dalam status rasa saling menyukai layaknya manusia.”

“Maksudmu?”

“Bagaimana bisa Siwon bisa jatuh cinta padaku?”

Jaebum memandang sekilas raut wajah Kyuhyun, sambil menarik lengan bajunya sedikit, dan melipat lengannya di depan dada.

Love is no boundaries, Hyung, bukankah begitu?”

Kyuhyun masih terdiam tanpa berniat merespon ucapan Jaebum.

Hyung.. bukankah mencintai itu bagus, mungkin saja pengendalian emosi Siwon lah yang akhirnya membentuk rasa suka, seperti layaknya manusia pada umumnya”

Kyuhyun memandang Jaebum, memberi pandangan bertanya. Sungguh, otaknya penuh dan tak mampu memikirkan apapun. Tapi untuk jawaban terakhir Jaebum, Kyuhyun bisa menyatakan bahwa ia pun setuju. Jaebum memberikan senyuman terbaiknya untuk Kyuhyun.

“Bagaimana dengan rencanaku?”

“Aku akan mencobanya..”

Jaebum tersenyum puas. Kyuhyun menganggukkan kepalanya, bergegas pergi begitu merasa jika semua urusannya sudah selesai disini. Meninggalkan Jaebum yang masih bertahan di tempatnya, terdiam menatap pintu tempat punggung Kyuhyun menghilang sedetik yang lalu.

“Suatu saat kau akan mengerti, Hyung..”

.

.

Jika ada hari yang mungkin akan disesali Choi Siwon seumur hidupnya, itu adalah hari ini. Entah bagaimana caranya, dia sama sekali lupa, hingga dia bisa terjebak di antara dua orang rekan kerjanya. Mungkin tak masalah jika dia terjebak bersama Hankyung atau Kyuhyun, untuk nama terakhir bahkan Siwon akan sangat bersyukur. Tapi, jangankan terjebak bersama Kyuhyun, saat ini justru Siwon mendapati dirinya tengah diseret kesana kemari oleh dua orang gadis cerewat Shin Rae dan Yoona.

Demi apapun juga, walau seluruh perempuan di dunia ini musnah, Siwon tak akan mau memilih mereka, lagipula perlu di garis bawahi kata, jika Choi Siwon tak tertarik pada gadis manapun. Yoona terlalu  drama queen sedang Shin Rae, astaga..lebih baik Siwon tak menjelaskannya atau dirinya akan bergidik ngeri karena bayangannya sendiri.

“Yak, Siwon-ah… tersenyumlah, sejak tadi kau hanya mengerucutkan bibir, apa kau pikir dirimu imut?”

Siwon mendelik kesal pada Shin Rae yang tengah menggamit lengan kanannya.

Unnie benar, kau seharusnya memasang senyum terbaikmu, karena kau telah beruntung bisa menemani dua orang gadis ini pergi berbelanja..” Yoona yang saat ini menggamit lengan kirinya, sedang mengerjap-erjapkan mata bulatnya menatap Siwon.

Ugh.. Tuhan..

“Hentikan!!” Siwon menyentakkan lengan dua orang gadis itu, “Dengar noona noona, aku bersedia ikut kalian karena kalian berjanji akan membelikan aku sesuatu yang menarik… bukannya mengikuti kalian berkeliling seperti orang bodoh dan..” Siwon menutup mulutnya ketika dua orang dihadapannya itu mulai menguarkan aura tak bersahabat.

‘Mati aku..’

“Ikut kami, Siwon-ah..”

“Yak!! Noonim!!”

Dua orang itu menyeret lengan Siwon tanpa ampun. Ya, hari ini juga Siwon mendapat pelajaran, jangan membuat seorang perempuan marah atau ucapkan selamat tinggal pada hidup tenangmu. Hah.. Saat ini Siwon semakin bersyukur dia tak suka perempuan.

“Yak.. kalian.. mau dibawa kemana aku??”

Teriakan Siwon terhenti ketika dua orang gados itu berhenti di depan sebuah lapak kaki lima yang membuat firasat buruk langsung menghantui Siwon.

“Oh tidak!!”

“Oh Yess!!”

Shin Rae dan Yoona kembali menyeret lengan Siwon, kali ini memaksa tubuh tingginya duduk di hadapan seorang perempuan aneh yang berdandan ala gypsi dengan lipstik merah menyala. Perempuan itu mengeluarkan tawa seram yang membuat bulu kuduk Siwon meremang.

“Jadi, kau mau diramal anak muda?”

“Ti-tid..”

“Ya madam.. ramal dia..” Yoona mendesis galak. Tersenyum puas ke arah Siwon yang memasang ekpresi merana.

Perempuan peramal itu mengocok setumpuk kartu, meletakkannya melebar di atas meja di hadapan Siwon.

“Ambil dua kartu anak muda..”

Siwon menolehkan kepalanya kekanan kekiri, meminta pertolongan yang hanya mendapat pelotototan tajam. Pemuda tampan itu menyerah, mengambil dua buah kartu dan menyerahkannya pada peramal dihadapannya. Sekali lagi, peramali itu menyusun kartunya dengan gaya dramatis.

“Baiklah.. mari kita baca keberuntunganmu anak muda…”

Siwon hanya memutar bola matanya, astaga.. Dia pria macho dan kini harus pasrah di hadapan seorang peramal, menggelikan.

Peramal itu membuka satu kartu, memasang ekspresi terkejut yang membuat Siwon merasa akan memuntahkan sarapannya. Shin Rae dan Yoona yang ada disisinya segera membungkuk untuk melihat lebih jelas.

“Oh tidak!!” kata peramal itu dengan ekspresi ala pemain drama amatir.

“Apa, kenapa? Apa yang terjadi?” Siwon hanya mampu bertanya pelan.

“Cintamu anak muda.. Buruk..”

Siwon ternganga, hell, cintanya buruk? Apa maksudnya? Baiklah Choi Siwon sekali ini saja ikuti apa kata peramal itu, hanya sekali.. sekali…

Siwon berusaha mensugesti dirinya sendiri, mendengar kata buruk dalam percintaan, membuat rasa penasarannya menjadi besar.

“Apa dia tak melihat cintaku?” tanyanya lirih. Peramal dihadapan Siwon mengeluarkan lagi tawa mengerikannya.

“Lupakan untuk melihat cintamu, dia bahkan tak menganggapmu sebagai manusia..”

Siwon sedikit terkesiap mendengar jawaban peramal itu, tak jauh beda dengan Shin Rae dan Yoona yang kini juga menatapnya.

“Kau tak bercanda kan?”

Peramal itu menggoyangkan jari telunjuknya.

“Haruskan aku lebih agresif?”

“Jangan pernah!!” teriakan peramal itu membuat Siwon terlonjak kaget, “Jika kau membuat kesalahan sedikit pun, semua akan berakhir..”

“Kenapa begitu? Aku bahkan sudah membelanya dihadapan semua orang..” Siwon mulai lupa jika dia sama sekali tak tertarik dengan ramalan.

“Jangan melakukan apapun…”

“Aku bahkan sudah mengaku jika aku menyukainya..”

MWORAGO??!!” kali ini bukan hanya si peramal yang berteriak, tapi juga Shin Rae dan Yoona.

“Aish.. bisakah kalian tak berteriak.. Aku..”

Kalimat Siwon terputus oleh nada pesan masuk dari ponselnya. Pemuda tampan itu menggeser layarnya, membaca pesan yang tertera.

Mau makan malam denganku? Datanglah ke Italiano di Samcheong-dong jam 06.00 sore..

Raut wajah Siwon berubah cerah seketika, pemuda tampan itu beranjak secepat kilat.

“Maafkan aku noona noona…. tapi aku harus pergi..”

“Yak!! Yak!! Siwon-ah.. Yak!!”

Dan Siwon benar-benar tak peduli, yang ada dipikirannya saat ini, hanya makan malam dengan Kyuhyun.

.

.

Siwon melangkah dengan penuh semangat memasuki restoran yang disebutkan Kyuhyun dalam pesannya. Pemuda tampan itu kini tengah asyik memikirkan hal apa saja yang mungkin akan dibicarakan Kyuhyun. Bukan hal mustahil kan jika dia berharap siapa tahu Kyuhyun akan membalas pernyataan cintanya.

“Choi Siwon-ssi..”

Senyum di wajah Siwon menghilang ketika melihat siapa yang sedang memanggilnya. Khayalan indahnya makan malam berdua dengan Kyuhyun rusak karena palu imajiner yang menghantamnya jadi berkeping-keping.

Kenapa ada Direktur Byun disini? Apa dia ingin menuntut balas pada taruhan Siwon kemarin?

Setelah menimbang sejenak, Siwon melangkah ke arah dua orang itu. Menatap Kyuhyun yang ada disebelah direktur Byun, pemuda manis itu sama sekali tak memandangnya, justru sibuk menatap taplak linen putih meja dihadapannya.

Keheningan yang tercipta terasa begitu mencekik. Baik Siwon, Kyuhyun ataupun Jaebum tak berniat memulai percakapan terlebih dahulu. Hingga akhirnya Jaebum yang tak tahan mulai berniat mengeluarkan suara. Pemuda itu menyesap sedikit minumannya sebelum beralih menatap Siwon yang juga tengah memandangnya.

“Kau tahu Siwon-ssi, mengenai apa yang terjadi kemarin–“

Siwon sudah ingin membantah, tapi urung begitu melihat tatapan Kyuhyun.

“Jika aku tak salah, kau sangat perhatian terhadap Ketua Tim Cho? Apa itu benar?” tanya Jaebum.

“Apa?” ulang Siwon.

Kyuhyun semakin bergerak gelisah disisi Jaebum. Siwon meraih gelas minumannya, meneguknya banyak-banyak, sebelum menghela nafas dan mulai berkata,

“Kau benar, Sajangnim, pada awalnya aku sedikit tak nyaman berada di dekatnya, tapi, saat ini aku benar-benar menyukainya..”

Kyuhyun menatap Siwon, mencoba mencari celah kebohongan di setiap kalimatnya, tapi nihil, Kyuhyun tahu jika apa yang diucapkan Siwon jujur, sangat jujur.

Jaebum terlihat bersemangat mendengar jawaban Siwon, “Hyung, kau tahu, aku senang sekali, Siwon benar-benar terlihat natural dan emosional..”

“Direktur Byun, tolong hentikan..” Kyuhyun berbisik lirih, masih menolak menatap Siwon.

“Tapi, Siwon-ssi,” Jaebum sama sekali tak mengindahkan permintaan Kyuhyun, “Kenapa kau menyukai ketua tim Cho, bukankah ada yang lain juga?”

“Cinta memilih dari hati terlebih aku merasa melihat dia terasa kesepian..” bisik Siwon lirih. Kali ini benar-benar membuat Kyuhyun terdiam.

“Ketika dia merasa sakit atau kesepian dia bahkan tak bisa mengungkapkannya. Aku khawatir. Aku khawatir jika dia akan terus berpura-pura baik-baik saja. Itu sebabnya, aku selalu ingin berada disisinya..” Siwon mengucapkan kalimatnya dengan menatap dalam dua bola bening Kyuhyun. Jika ada yang berkata jika mata adalah jendela hati, Siwon ingin agar Kyuhyun tahu, jika apa yang dilakukannya memang murni dari hati.

“Apa.. Apa aku tak boleh, menginginkan hal itu?” Siwon masih tak melepaskan tatapannya dari Kyuhyun.

Kyuhyun membisu, semakin gelisah dan tak tahu apa ingin dia katakan, kenapa? kenapa hatinya berkhianat dari otaknya? Kenapa debar jantungnya justru semakin cepat setelah mendengar setiap kalimat Siwon.

“Aku.. aku.. lebih baik aku pergi.. maafkan aku..” Kyuhyun bergegas meninggalkan tempat itu.

Hyung.. Kyuhyun Hyung..” teriak Jaebum.

Siwon yang terkejut dengan tingkah Kyuhyun pun bergegas menyusul pemuda itu. Semua hal ini harus segera mereka selesaikan.

Kyuhyun melangkah dengan cepat, diluar hujan turun dengan deras, dan Kyuhyun tak peduli.

“Ketua Tim Cho.. tunggu..” Siwon bergegas menyusul Kyuhyun, meraih lengan pemuda itu untuk menghentikan langkahnya.

Kyuhyun sejenak menghela nafas.

Sajang-“

“Sudahlah..” Kyuhyun memotong kalimat Siwon.

Sajangnim.. dengar..”

“Kau yang harus dengar Siwon-ssi.. Apa yang kau tahu tentangku itu..-“

“Aku menyesal soal itu, Sajangnim..” Siwon memotong kalimat Kyuhyun, “Aku menyesal karena aku telah ikut campur urusanmu, masuk dalam ranah pribadimu saat kau tak menyukaiku..”

Kyuhyun memalingkan wajahnya.

“Tapi, kita hanya hidup sekali, sebagai manusia, bukankah kita seharusnya mengatakan apa yang ingin kita katakan, dan menemui seseorang yang ingin kita temui?” bisik Siwon lirih. Kyuhyun hanya terdiam.

Melihat tak ada reaksi apapun dari Kyuhyun, Siwon meraih tangan pemuda itu, menggenggamkan payung merahnya ketangan Kyuhyun.

“Aku akan bermain air hujan hari ini dan menenangkan hatiku… kau tak perlu khawatir Cho Kyuhyun, besok aku akan melupakan semua rasaku untukmu..” Siwon berbalik, melangkah menjauhi Kyuhyun.

Kyuhyun kembali termangu, menatap punggung tegap Siwon yang mulai menjauh. Berpikirlah Kyu, berpikir..

Semua kilasan yang telah dilalui nya bersama Siwon kembali, rasa berdebar ketika Siwon memeluk tubuhnya, rasa bahagianya ketika menatap wajah lucu Siwon saat menemaninya minum waktu itu, juga ketika dia diam-diam memandangi wajah damai Siwon yang tertidur pulas di rumahnya. Bagaimana cara Siwon tersenyum hanya padanya, tertawa hanya untuknya, membelanya, semua kenangan itu terus berputar di otak Kyuhyun.

‘Dia tampaknya kesepian..’ kalimat itu terngiang di telinganya.

‘Ketika dia sakit atau kesepian dia bahkan tak mampu mengungkapkannya..’

‘Aku mengkhawatirkannya, itulah kenapa aku ingin selalu ada disisinya..’

Kyuhyun termangu, apalagi yang kau pikirkan Kyu, persetan dengan salah atau benar, kau hanya harus jujur pada apa yang kua rasakan.. Suara hati itu bergantian bicara dalam benak Kyuhyun. Kejar dia Kyu.. kejar.. kau menyukainya.. Kau juga menyukainya.. Dan Kyuhyun berlari, menyusul langkah Siwon yang sudah jauh didepannya.

Membuka payung merahnya dan menaungi tubuh mereka berdua dari derasnya hujan. Siwon yang tak menyangka jika Kyuhyun akan menyusulnya terlihat terkejut, sebelum senyum tulus terulas dibibirnya. Perlahan, pemuda itu mengambil alih gagang payung merah di tangan Kyuhyun, membiarkan pemuda manis itu kini mengalungkan lengan di tangannya.

Ya… benar atau salah itu urusan nanti, saat ini mereka saling menyukai.. hanya mereka..

-Tbc-

Note:

Chap 2 nyaa semuaaa…

Selamat menikmati dan TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA ^^

Terimakasih buat semua ripiu kalian..yg selalu bikin kami bersemangat

See u in next chap..

Keep spread wonkyu love around the world…

–missHan—

Holla… kembali lagi nih.. chap 2 nya sudah hadir dan juga akan menjadi penutup di bulan juni atau ramadhan ini, karena chap 3 akan publish setelah lebaran.. semoga kalian setia menunggu ya…

Mungkin sudah banyak menebak bagaimana alur ff ini.. tapi semoga kalian tetap menyukainya, kami berusaha untuk membedakan dengan aslinya.. (sudah tentu)

Terima kasih semuanya yang sudah menyukai ff ini

sekali lagi MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN YA..

-Miss Lee-

Advertisements

39 thoughts on “Siwon, a cyborg in love chap.2

  1. Hua.. suka sm FF ini, males nntn drama aslinya sih sebenernya, jadi karna ada versi Wonkyu baca yg versi wonkyu aja, lebih greget dan ada manis-manisnya gitu.. hahahaa..

  2. Rasanya nyeeesss dada waktu siwon mengatakan aku akan melupakan rasa ku untukmu…😣😣😣😣😣😣
    Untung aja kyu mengejar won, kalo ndak udah gantian aku yg ngejar siwon 😄😄😄😄
    Kenapa kyu kayak plin plan gitu siih, zebel jadinya. Kalo suka ya suka aja. Kalo cinta ya cinta aja. Ndak usah ditahan2. Apalagi jelas lagi tu dikasi tanda ama siwon ndak pake kode2 lagi. Berarti kyu memang udah lupa ya kalo dia yg menciptakan siwon. Trus kenapa jae bum ndak bilang apa2 ke kyu padahal dia tau kalo kyu sakit yg membuat dia lupa. Trus kenapa dia yg semangat bener sih, apaaa jangan2 dia wonkyu shipper juga yah…😂😂😂

  3. Hai Miss lee, reader br nih, btw miss lee nerima prompt gak? aku pny prompt nih , genrenya sih fantasi, fairytale world, kyu anak bungsu dr raja kerajaan (A) pintar, tengil, suka ngerjain oang & punya rasa penasaran tinggi, dia padahal dilarang sm ortunya gak boleh main jauh2 , apalagi ke kerajaan (B) musuh bebuyutan kerajaan (A) , tp kyu penasaran sm kerajaan (B) yg katanya wah, pny istana berlapis emas, terutama sm putra mahkotanya Siwon yg terkenal di seluruh jagad dngn ketampanan & sifat heroiknya di medan perang, apa benar dia cm tampan & menang di otot doang, jngn2 gak ada otaknya , oops, kyu emang sarkastik, akhrnya kyu bersama asistennya ( terserah pk nama siapa) pergi ke kerajaan B, alasan ke ortunya sih mau nyari bahan2 herbal buat ramuan obat2an, kyu ini emang sk bereksperimen sm ramuan baru, akhirnya diijinin deh, sampai di kerajaan B, kyu takjub sm keramaian ibu kota kerajaan B, ternyata bener kata2 org2 kl kerajaan B makmur, kaya raya, gemerlap, bling bling :), kebetulan ada pengumuman raja mau ngadain pesta anniversary pernikahan dngn ratu, raja ngadain open house, bukan kalangan bangsawan aja yg boleh hadir, rakyak jelata jg boleh dtg, kesempatan buat kyu untuk menjajal istana B, tp dia pny ide dia akan menyamar sbg perempuan, dia pengen deketin siwon, niatnya mau mempermalukan siwon, kl siwon jatuh ke perangkapnya & bener2 jatuh cinta sm kyu yg sedang menyamar, berarti siwon benar2 bodoh , rencananya kl siwon dah jatuh cinta sm kyu, kyu akan membuka penyamaran dia kl dia adalah laki2 tulen, pastilah siwon bakal malu bngt & rasanya pengen lari ke kutub utara & kena hipotermia, namanya jg rencana, kita khan gak tau slm proses itu apa yg terjadi, apakah siwon sebenarnya udah tau kl dr awal kyu itu laki2 tp dibiarin aja ikutin permainan kyu, smp pas kyu ngebongkar penyamarannya, ternyata siwon udah tau, & gantian kyu yg malu, terserah miss lee mau ngaracik prompt ini jd fanfic seperti apa, aku ngarep miss lee mau menggarap ff berdasarkan prompt ini hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s