Posted in BL, Drama, Romance, Series

Siwon, a cyborg in love chap.1

Poster Siwon, a cyborg in love

By. Ellena Han & Miss Lee

Cast : Siwon x Kyuhyun

other : Hankyung, Shin Rae, Im Yoona, Byun Jaebum & Choi Seohee

Genre : Drama, Romance, BL

Rate : T

 

Siwon, a cyborg in love

“Kita sudah menjalin hubungan selama setahun dan kau seenaknya memutuskanku begitu saja?”

“Lalu jika aku tak mencintaimu, haruskah aku mempertahankan hubungan ini??” Namja tampan dengan tubuh semampai itu melengos pergi menuju tempat foto copy.

“Apa?? Jadi maksudmu selama ini kau tak mencintaiku?” Yeoja yang menjadi partner bicaranya terlihat berang.

“Ya..” jawabnya datar.

Yeoja itu kembali ke meja nya dan mengambil sebuah surat, lalu mendorong namja yang masih sibuk mem foto copy.

“Apa yang kau lakukan?”

“Menyadarkanmu”

Yeoja itu selesai mem foto copy sebuah kertas, bertuliskan I LOVE YOU.

“Kau tak lihat bahwa ini bukti cintamu padaku?? Aku mencoba selalu setia padamu dan ini balasanmu?? Dan surat bertuliskan kata ini tak hanya ada satu, bahkan kau sudah memberikannya beberapa kali kepadaku. Apa kau lupa?”

Namja itu membuang mukanya, menyimpan salah satu tangannya di pinggang dengan tangan lainnya memegang kertas yang sedari tadi di genggamnya.

“Lalu aku harus apa??” Namja itu membalikkan badannya dan menatap dingin pada yeoja di hadapannya.

“Kau…” yeoja itu sudah melayangkan satu tamparan di wajah tampan namja di hadapannya.

“CUT!!!!”

Terdapat dua namja dan satu yeoja yang saat ini sedang menyaksikan drama di hadapannya. Ya.. saat ini mereka sedang membuat sedikit pertunjukkan permasalahan mengenai cinta.

“Yak Siwon-ah, bisakah kau sedikit terlihat ada rasa cinta pada lawan mainmu?”

Hankyung berseru frustrasi. Ini sudah kali ke empat dia meng cut adegan yang terlihat sangat canggung. Dan oh catat juga, ini pun kali kedua ia harus mengganti pemeran wanita setelah pemeran wanita pertama gagal memainkan perannya.

“Oh.. Hyung, sungguh aku tak bisa” Siwon si namja yang memerankan tokoh itu hanya bisa menggaruk tengkuknya.

“Ck.. apa aku harus mengganti pemeran wanitanya, lagi??”

“Yak!! Kau kira aku tak cantik hah, Hankyung-ssi?” yeoja bernama Yoona menyimpan kedua tangannya di pinggang.

“Aku tidak mengatakan aktingmu tak bagus, tapi mungkin Siwon kurang suka berperan denganmu..”

“YAK!!” Hampir saja Yoona kembali mendekati Hankyung dan akan memarahinya, sebelum akhirnya di lerai oleh rekan kerja lainnya.

“Sudah.. sudah.. kalian ini bertengkar di depan sajangnim, apa tak malu??” Shin Rae, yang juga adalah karyawan disana hanya menunduk malu kepada Sajangnim mereka yang masih berdiri menatap datar kepada kedua pemeran di depannya.

Ia berjalan perlahan hingga kini mulai mendekati arah Siwon.

“Carilah kekasih, maka kau bisa memerankan orang yang sedang patah hati, atau menjadi seseorang yang mencintai dalam hati.. Buatlah dirimu berguna dalam hal ini..” ujarnya tak kalah dingin dengan tatapan datarnya.

Siwon hanya bisa terdiam, hingga ucapannya membuat semua yang berada di sana tercengang.

“Mengapa aku harus berperan layaknya pasangan dengan seorang yeoja? Jika memang harus mencintai, kenapa juga tak bisa mengarahkannya pada seorang namja? Bukankah cinta itu adalah perasaan yang tulus?”

Kyuhyun masih memandang Siwon yang juga kini memandangnya. Sajangnim muda itu seakan terpana dengan mata kecoklatan dari seorang Siwon. Tatapan mereka terputus saat Kyuhyun mendapatkan pesan dari sahabat yang juga sekaligus adalah direktur di perusahaan.

“Aku harus segera pergi, kembalilah bekerja”

Kyuhyun pergi meninggalkan Siwon yang kini menatapnya dengan kecewa.

‘Apa yang salah dengan kata-kataku? Bukankah benar, cinta itu tidak perlu melihat gender?

Hankyung menepuk bahu Siwon.

Kajja, kembalilah bekerja”

Siwon hanya menghembuskan nafasnya kasar dan kembali duduk di kursinya. Sesekali ia menatap ke arah meja kerja Kyuhyun yang juga memang berada di ruangan yang sama dengan para karyawan lainnya.

Kyuhyun mengatakan jika ia di tempatkan dalam suatu ruangan tersendiri, itu hanya akan membatasi ruang geraknya. Maka itulah ia menyimpan meja kerjanya di sudut agar bisa memantau kinerja para karyawannya. Walau hanya berjumlah 4 orang, karena memang Kyuhyun sendiri bekerja di bagian electronic desain di perusahaan.

“Siwon…” tapi orang yang dipanggilnya masih saja menatap kosong ke arah lain.

“Siwon..” kini Hankyung mengarahkan tangannya pada bahu Siwon.

“Ah.. ya.. kenapa?”

“Kau yang kenapa?”

“Aku??” Menunjuk wajahnya sendiri, “Tidak ada masalah apapun”

Hankyung mengangkat bahunya cuek.

Manager Han..”

“Heum..”

“Mengapa Sajangnim memintaku untuk berperan dalam adegan itu?? Bukankah di tempat ini, masih ada kau yang bisa memerankan tokoh itu??” Ujarnya sedikit berbisik agar dua yeoja yang sama berada di ruangan tak mendengar percakapan keduanya.

“Aku pun tak tau.. tapi bukankah ini adalah salah satu hukumanmu, karena kau sudah beberapa kali sempat melakukan percobaan yang gagal”

Siwon mengusak rambutnya, ah.. sangat menyebalkan saat seorang temanmu bahkan yang dekat denganmu, mengingatkan kembali akan kejadian memalukan bagi karirmu.

“Haaahhh.. ya.. ya..”

“Sudahlah.. kembali konsentrasi pada kerjaanmu”

Hankyung tersenyum dan menepuk bahu Siwon, mencoba menguatkan sahabat yang baru dikenal selama empat bulan itu. Walau singkat, tetapi Hankyung sangat menyayangi Siwon. Dia sudah menganggap Siwon sebagai adiknya sendiri terlebih mereka berdua memang tinggal satu rumah.

.

.

.

“Musik, film, uang…” ruang pertemuan itu hening, ketika pemuda yang tengah berdiri depan layar proyeksi besar itu memulai kalimatnya. Matanya yang berbingkai kaca menatap sekelilingnya, kearah berbagai macam peserta seminar dan media massa yang meliput presentasinya kali ini.

“Dalam kemajuan dunia yang semakin inovatif, apa lagi yang tak mampu kita kontrol?” Pemuda itu melanjutkan kalimatnya, kali ini berbalik menatap sekilas layar putih di belakangnya yang kini menampilkan hologram simbol hati merah muda.

“Cinta..” bisiknya dramatis.

Pemuda itu tersenyum, kembali menghadap wajah-wajah di hadapannya yg kembali menatapnya dengan penuh minat.

Software pertama di dunia, untuk semua orang yang menginginkan cinta abadi..” Jaebum mengalihkan sejenak pandangannya ketika ekor matanya menangkap pemuda lain yang baru saja memasuki ruang presentasi. Pemuda bersurai coklat itu sejenak tersenyum padanya sebelum memberi isyarat untuk meneruskan presentasi.

“BS” lanjut Jaebum. Suara gemerisik sedikit terdengar ketika beberapa peserta terlihat bergerak dalam duduknya begitu Jaebum menyebut nama software itu.

Well… akan aku sedikit jelaskan.. BS, adrenalin yang mengontrol emosi cinta dan kemarahan, endorphin yang mengontrol gairah, atau yang biasa kita sebut hormon cinta…”

Lagi, kalimat Jaebum diberi jeda, untuk menambah kesan dramatis. Pemuda yang masih berdiri di dekat pintu itu terlihat mengulum senyum dengan cara pemasaran Jaebum.

“Dopamin, buatlah kekasihmu sendiri menggunakan hormon ini dan kalian akan menemukan apa itu cinta.. tak perlu menunggu lama, karena perusahaan top Korea, BS elektronik, akan memulai proyek asmara ini…”

Jaebum sekali lagi mengulas senyum.

“Kita tak punya banyak waktu bukan?”

Suara tepuk tangan riuh itu mengakhiri presentasi Jaebum, pemuda berkacamata itu kembali mengarahkan pandangannya ke arah pemuda manis yang kini hanya menggeleng pasrah melihat Jaebum mendekatinya dengan senyum lebar.

“Apa aku berhasil, Hyung?”

.

.

Hyung, bagaimana penampilanku…?”

Kyuhyun hanya terkekeh pelan saat Jaebum disisinya mulai mempergakan kembali cara nya berpresentasi tadi.

“Bukankah kau bilang jika presentasi kali ini bukan ajang kita meluncurkan produk Jaebum-ah?”

Jaebum terlihat menggaruk tengkuknya salah tingkah, ketika Kyuhyun disisinya kembali terkekeh.

“Eum.. aku hanya tak memberitahumu hal ini, Hyung.. aku..”

Kyuhyun menepuk bahu Jaebum, mendahului melangkah ke arah ruangan pemuda itu.

“Tapi, kau akan tetap membantuku kan Hyung?”

Jaebum menghampiri Kyuhyun yang sudah duduk di atas meja kerjanya.

“Kau benar-benar membuatku bekerja keras, Jaebum-ah…”

Jaebum tertawa.

“Bagaimana Hyung?? Apa Siwon sudah menunjukkan bahwa ia sudah menyukai seseorang?”

Kyuhyun menggeleng, “Aku sudah mencobanya, bahkan memasangkannya dengan dua karyawan wanita, tapi Siwon masih terlihat biasa saja”

Byun Jaebum tersenyum misterius.

“Jangan menyerah Hyung, aku yakin.. Siwon pasti akan segera mencintai seseorang”

“Kau sangat percaya diri sekali, Byun Jaebum?”

Jaebum tertawa sejenak, “Aku banyak menyerahkan uangku untuk project ini.. sungguh aku sudah tak sabar memperlihatkannya kepada dunia… dan kita bisa sukses”

Kyuhyun hanya bisa tersenyum menanggapi. Jaebum menggelitik perut Kyuhyun yang hanya dibalas dengan pukulan di lengan Jaebum oleh Kyuhyun.

“Sudah.. sudah..” Kyuhyun mencoba menghentikkan gelitikan itu.

“Aku yakin kita akan sukses, Hyung..”

Kyuhyun mengangguk dan Jaebum pun memunggungi Kyuhyun, menatap ke arah jendela dimana ia bisa melihat secara langsung para karyawan Kyuhyun sedang bekerja.

“Aku juga mendengar jika dalam bulan ini ada beberapa masalah yang di sebabkan Siwon, apa semua baik-baik saja, Hyung?”

Kyuhyun sedikit terdiam dan berfikir sebelum menjawab.

“Itu hal wajar ketika kau mengembangkan sebuah program Jaebum-ah..”

“Aku benar-benar khawatir Hyung… aku sungguh berharap ini akan sukses Hyung…”

Kyuhyun mengerling wajah Jaebum yang penuh harap.

“Jadi, kau mau berkata jika hidupmu di tanganku?”

“Aish Hyung.. kau ini… lupakan saja..”

“Yak.. jaebum-ah.. katakan jika hidupmu tergantung padaku..”

“Lupakan saja Hyung, lupakan.. hahahaa”

.

.

Siwon sedang teduduk lesu di kantin kantor. Berulang kali menghela nafas dan hanya memandangi tanpa minat cangkir kertas berisi kopi panas di hadapannya itu. Dia tak tahu dan benar-benar tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya, sama hal ia tak mengerti dengan pikiran tentang cara Ketua Tim Cho Kyuhyun yang memperlakukannya.

Sebenarnya apa salah Siwon? Bukan.. bukan… ketua Tim tak jahat padanya, jahat dalam arti bersikap kasar atau menyakiti dirinya, sama sekali bukan. Hanya saja, pemuda manis bersurai coklat itu selalu dingin padanya, mengabaikannya dan seolah sering kali berselisih paham dan menganggap Siwon tak ada.

Sikap Kyuhyun padanya tak pernah sama dengan sikap pemuda itu pada Hankyung, Shin Rae dan Im Yoona. Dengan ketiga orang itu Kyuhyun justru berlalu sebaliknya, kadang bersikap manis dan manja layaknya seorang adik pada kakak-kakaknya. Tapi jika dengan dirinya.. kenapa tidak sama?

Hah… hela nafas panjang kembali terdengar dari bibir Siwon.

“Kau tak apa-apa Siwon-ah?” Sebuah tepukan di bahu membuat Siwon menoleh, dan mengikuti setiap gerakan pemuda yang kini menggeser kursi di hadapannya. Tangannya meletakkan cangkir minuman yang sama dengan milik Siwon, masih mengepulkan uap panas.

“Seperti yang kau lihat, Hyung…” kata Siwon pelan.

Hankyung mengangkat alisnya sebelum berkata,

“Ayolah Siwon-ah, jangan biarkan hal buruk mengganggumu, Kyuhyun memang seperti itu jika sesuatu tak berjalan sesuai kehendaknya…”

Siwon mengedikkan bahu, menegak kopi panasnya dalam sekali teguk. Sedangkan Hankyung yang mengikuti ulahnya kini sibuk menyemburkan kopi yang membakar lidahnya. Dia lupa jika lidahnya tak sama dengan milik Siwon.

Hyung, apa… apa… menurutmu… apa ada kemungkinan hal itu terjadi?”

Hankyung kembali melempar tatapan bertanya ke arah Siwon.

“Maksudku, apa mungkin Ketua Tim Cho akan pindah ke departemen berbeda?” Tanya Siwon lirih.

“Itu tak mungkin, Siwon-ah…” kali ini Siwon mengarahkan pandangan ke arah dua orang gadis yang menghempaskan tubuh di sisi kiri dan kanannya.

“Ketua Cho itu tangan kanan direktur Byun..” kata Shin Rae di sisi kanannya.

“Tsk.. tangan kanan apanya, dia hanya pembimbing yang beruntung…” belum selesai kalimat Yoona, Hankyung sudah menginjak kakinya, memberi isyarat agar gadis itu diam.

Semua yg ada disana saling berpandangan, sebelum bergegas membubarkan diri. Hankyung menarik tangan Siwon, sedang Shin Rae melesat bersama Yoona.

“Hei.. apa yang kalian bicarakan tadi.. hei…!”

Tak ada yang menoleh kebelakang, meninggalkan Kyuhyun yang juga kembali mengernyit bingung.

“Mereka kenapa?”

.

.

Kyuhyun kembali ke ruangannya, ia menatap satu persatu anggota tim nya yang sedang sibuk dengan kerjaan mereka masing-masing. Kyuhyun sempat berdiam diri, saat melihat selembar kertas bertuliskan I LOVE YOU, yang memang Siwon tuliskan bermaksud menjadikannya sebuah property.

Melirik kanan dan kirinya secara waspada dan mengambil kertas tersebut lalu menyembunyikannya di saku celana. Berjalan kembali ke tempat duduknya, seolah tak terjadi apapun. Kyuhyun sempat mencuri pandang Siwon yang sedang sibuk dengan komputernya.

‘Ia tampan, menarik, bahkan sangat kuat’ Kyuhyun tersenyum dengan innernya sendiri.

Hingga matanya melirik ke sebuah laci, membukanya perlahan. Mengambil sebuah botol yang berisikan pil yang masih penuh. Menatap sendu bahwa ia tak pernah satupun menyentuh benda di dalamnya.

Siwon yang melihat Kyuhyun sedang melamun, memberanikan dirinya untuk berbicara. Ada sesuatu yang harus di selesaikannya. Jika tidak, maka ini akan terus mengganjal hati dan pikirannya.

Sajangnim..”

Kyuhyun masih memandang botol pil, tak menyadari bahwa Siwon sempat melihat arah pandang mata Kyuhyun.

Sajangnim..” ucap Siwon sekali lagi. Membuat Kyuhyun terkejut dan segera menyimpan botol itu lalu menutup kembali lacinya.

“Ya ada apa??” Wajahnya kembali terlihat datar.

“Bisakah kita berbicara sebentar?”

Kyuhyun menatap Siwon yang juga kini menatapnya penuh harap. Kyuhyun mengangguk lalu berjalan keluar di ikuti oleh Siwon, tetapi sebelum keluar..

“Siwon..”

“Ya..”

“Kau mau kemana?”

“Aku hanya akan berbicara sebentar dengan Sajangnim

Hankyung hanya mengangguk mengerti lalu mengepalkan tangannya memberi semangat. Siwon sedikit berlari untuk mengikuti jalan Kyuhyun. Karena Kyuhyun lebih memilih menaiki tangga darurat yang menghubungkan dengan atap gedung.

Siwon maupun anggota tim lainnya sudah mengetahui, jika Kyuhyun memang terkadang suka menyendiri di atap gedung.

“Apa yang ingin kau bicarakan??” sesampainya di atap, Kyuhyun segera memberondong Siwon dengan pertanyaannya.

“Apa… apa benar ada kemungkinan kau akan di pindahkan??”

Mwo??”

“Aku.. aku hanya mendengar desas desus yang ada..”

“Apa pekerjaanmu hanya untuk bergosip?? Kau disini untuk bekerja bukan?”

“Aku mengerti.. tetapi jika Sajangnim memang benar akan dipindahkan terlebih jika itu karena aku.. boleh kah…”

Siwon menggigiti bibirnya menahan rasa gugupnya.

“Bolehkah jika aku juga ikut pindah denganmu?”

Mwo??”

“Aku hanya merasa jika..”

“Kau tak perlu mengasihaniku.. terlebih jika memang bukan salahmu saja.. yang harus kau pikirkan adalah.. bagaimana kau bekerja dengan baik”

“Aku mengerti itu Sajangnim, tapi…”

“Sudahlah.. seharusnya kau berpikir bagaimana caranya kau bisa memerankan tokoh dengan baik, perusahaan sudah memintamu untuk bertanggung jawab akan hal itu”

Siwon merasa tersinggung akan ucapan Kyuhyun.

“Mengapa harus aku??”

“Heuh??”

“Mengapa harus aku yang melakukannya?? Bukankah.. masih ada Han manager atau bahkan Sajangnim yang bisa memerankannya? Jika memang aku tak bisa terus menerus melakukan hal itu?”

“Tapi itu tanggung jawabmu..”

“Lalu mengapa tak memakai usulku??”

“Usulmu?? Maksudmu mengenai menyukai dengan tak memandang gender??” Siwon mengangguk.

Kyuhyun tertawa, “Jangan bercanda Siwon-ssi, ini adalah project besar mana mungkin hal tabu kita angkat untuk mendongkrak mengenai project ini”

Siwon tersenyum meremehkan.

“Kau berkata begitu karena kau tak mencobanya, kau terlalu egois dan perfectsionis sayangnya itu tak manusiawi..”

Siwon membalikkan badannya dan pergi meninggalkan Kyuhyun yang terkejut dengan aksinya.

“Apa dia marah padaku??”

Kyuhyun merogoh saku celananya dan kembali melihat kertas bertuliskan kata cinta didalamnya.

“Aku tak pernah berniat untuk menyakitimu, Siwon… tapi perasaanku yang membuatku harus melakukan hal jahat kepadamu.. maafkan aku..”

Kyuhyun masih terdiam di tempat, hingga tak mengerti dengan langkah kakinya yang kini menuntun untuk memasuki gedung dan berjalan menuruni tangga. Tak lama Kyuhyun pun berlari sekuat yang ia bisa untuk mengejar Siwon yang sudah pergi. Kyuhyun terus berlari hingga sudah berada di lantai ke 11, ia bisa melihat Siwon yang masih emosi berjalan menuruni tangga.

“Siwon.. tunggu..”

Siwon masih tak bergeming dan terus berjalan menuruni tangga, hingga ia sudah berada di lantai ke 9. Siwon menghentikan langkahnya.

Melihat ke belakang dimana Kyuhyun terus berusaha mengejarnya. Berdiam di dekat lemari yang berjejer di anak tangga, sepertinya lemari yang sudah rusak dan akan segera di perbaiki. Tapi bagi Siwon itu bukanlah urusannya, walau menghalangi, tetapi yang saat ini ia pikirkan adalah mengapa Kyuhyun mengejarnya.

“Hah.. hah..” Kyuhyun mengatur nafasnya sejenak.

“Ada apa?”

“Aku.. aku..”

Siwon masih menatap Kyuhyun yang mengatur pernafasannya, telinganya yang memang sangat awas dengan pergerakan benda di sekitarnya langsung menarik perhatian.

Ia dapat melihat lemari yang hendak berjatuhan menimpanya dengan efek domino, satu persatu hampir berjatuhan dengan sigap Siwon menarik pinggang Kyuhyun membawanya mendekat dan mencegah lemari terakhir jatuh dengan satu tangan lainnya yang bebas.

Seperti di adegan drama romantis yang selalu ada di scene drama korea. Siwon kini memegang erat pinggang Kyuhyun sedangkan Kyuhyun sendiri tanpa sadar memeluk leher Siwon.

Wajah mereka hanya berjarak beberapa sentimeter, bahkan hembusan nafas dapat terasa di wajah keduanya. Kedua mata mereka saling mengkunci, tapi tak lama Kyuhyun menjatuhkan kedua lengannya yang melingkar di leher Siwon dan terjatuh pingsan.

Sajangnim.. sajangnim…”

.

.

.

Choi Siwon berlari di sepanjang koridor rumah sakit yang sepi. Dua lengannya membopong tubuh Kyuhyun yang terkulai lemas dengan raut pucat pasi. Sama pucat dengan wajah panik milik Siwon.

“Tolong! Siapapun.. tolong aku.. Ada pasien disini!!” pemuda itu berteriak. Hening, tak ada satupun jawaban atau seseorang yang terlihat menghampirinya.

“Tolong!! Tolong aku… Ada seseorang yang pingsan dan-“

“Siwon-ssi, bisa kau turunkan aku..”

Teriakan Siwon terputus ketika suara lirih itu menyapa telinganya. Pemuda tampan itu menundukkan wajah, hal pertama yang dia lihat adalah manik coklat yang menatapnya dengan ekpresi tak terbaca.

Sajang-“

“Bisakah kau turunkan aku”, lagi-lagi kalimat Siwon dipotong oleh desis lirih Kyuhyun. Ada sedikit nada tak suka dari suara pemuda manis itu.

“T-tapi…”

“Ku bilang turunkan aku!” nada suara Kyuhyun yang sedikit meninggi membuat Siwon mengalah. Pemuda tampan itu perlahan menurunkan tubuh Kyuhyun. Sedangkan Kyuhyun kini justru sibuk menatap sekitarnya dengan pandangan khawatir sebelum mendesah lega.

“Apa yang menurutmu sedang kau lakukan? Kau mau mempermalukan aku?” desis Kyuhyun.

Siwon sedikit terperanjat. Tidak, dia tak bermaksud begitu, dia hanya ingin menolong Kyuhyun yang pingsan, dan..

“Tidak, Sajangnim, aku.. aku hanya ingin menolongmu.. Aku pikir..”

Kyuhyun berdecak kesal mendengar jawaban Siwon. Bukan apa-apa, hanya saja jika itu kalian yang mengalami, bukankah akan sangat memalukan jika tiba-tiba mendapati dirimu terbangun dalam gendongan pria lain, seolah dirimu tak berdaya. Walau demi apapun juga sebenarnya Kyuhyun tak menolak jika Siwon mau menggendongnya lagi suatu saat.

Oh God.. ingin sekali rasanya Kyuhyun membenturkan kepalanya sendiri, karena masih sempat memikirkan hal mesum seperti itu saat seperti ini..

“Apa kau tak apa-apa, Sajangnim?” tanya Siwon hati-hati.

Kyuhyun hanya menatap pemuda didepannya itu dalam diam, hingga sedetik kemudian, decak kesal keluar dari bibirnya.

“Tsk.. memangnya apa yang terjadi padaku? Bukankah kau yang tadi hampir tertimpa lemari, seharusnya kau yang dirawat, bukan aku..” Kyuhyun bergegas menarik lengan Siwon yang bahkan belum sempat mengucapkan apapun itu ke arah ruang gawat darurat.

Menyuruh pemuda itu duduk di salah satu ranjang sedang dirinya memanggil perawat.

“Oh… Kau akan baik-baik saja setelah ini, kau akan disuntik dan menjalani CT scan, dan setelahnya semua akan baik..” perawat itu terlihat menyiapkan satu peralatan suntik untuk Siwon yang berulang kali melempar pandangan ke arah Kyuhyun yang berdiri diam disisinya.

Bukannya Kyuhyun tak sadar jika dirinya tengah dipandangi oleh Siwon, hanya saja pemuda manis itu memilih untuk mengabaikannya. Mata bulatnya kembali menatap Siwon, saat pemuda itu tak menaruh perhatian padanya. Posisi Siwon yang saat itu menoleh kesamping membuat Kyuhyun bisa melihat dengan jelas bagian belakang leher pemuda itu.

Mata bulat Kyuhyun sedikit membelalak, ketika melihat titik-titik hijau layaknya kode muncul dibelakang leher Siwon. Apa itu tadi? Apa dia tak salah lihat? Tanda itu seperti familiar.

Kyuhyun kembali mengalihkan pandangannya saat Siwon menatapnya. Pura-pura mengamati selang infus pasien lain seolah hal itu menarik. Perawat itu dengan perlahan mulai menyuntikkan obat ke arah lengan Siwon. Sekali, gagal, entah karena apa jarum suntik itu melengkung, tak mampu menembus kulit tubuh Siwon.

“Eh?” suara itu terdengar dari 3 orang sekaligus.

“Maafkan aku Tuan, maaf, apa anda tak apa-apa?” si perawat yang tersadar lebih dulu membungkuk penuh penyesalan.

Siwon hanya mengangguk mengiyakan, sedang Kyuhyun kini tengah menatap intens lengan Siwon.

“Ulangi sekali lagi, aku tak apa-apa, kulitku sedikit tebal karena banyak kolagen..” kata Siwon.

Sekali lagi perawat itu bersiap menyuntikkan obat, dan..

Tring..

Jarum suntik itu patah, yang membuat 3 orang itu lagi-lagi berseru kaget.

“Apa yang kau lakukan?!!” Kyuhyun yang lebih dulu pulih dari rasa terkejutnya berseru keras.

“Ada apa ini? Kenapa..vaku.. Maaf Tuan..vaku..” si perawat itu hanya mampu berkata gugup, mengusap wajahnya dengan tangan. Sungguh, dia pun tak mengerti apa dan kenapa.

“Maaf, maaf kan aku.. maafkan aku..” berulangkali perawat itu minta maaf pada Siwon yang juga sedang tersenyum bingung sambil menggumamkan kata “tak apa“.

Perawat itu mengedarkan pandangannya kesekeliling, seketika berseru ketika melihat seorang dokter baru saja melintas.

Uisa-nim.. uisa-nim.. disini.. tolong rawat pasien ini!!”

Mata bulat Kyuhyun masih menatap ke arah Siwon. Pemuda tampan itu sedang duduk diam tak tahu harus berbuat apa. Tapi, seketika mata Kyuhyun melebar ketika melihat luka bekas jarum itu dikulit Siwon, alih-alih luka sobek penuh darah, Kyuhyun justru melihat sesuatu yang berkilau mirip logam di balik kulit tubuh Siwon.

Apa? Apa itu tadi? Pemuda manis itu masih berusaha menajamkan mata, hampir tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Tunggu, bukankah seharusnya jika kulit tubuh manusia terluka, maka luka nya harusnya mengeluarkan darah, bukan logam. Tapi ini? Apa Siwon? Apa karena hal ini kah, Jaebum selalu menaruh perhatian pada Siwon. Kenapa ia bisa melupakan mengenai cyborg buatannya sendiri.

“Apa karena penyakit ini?” lirih Kyuhyun yang tak di dengar Siwon.

Ini bukan sesuatu yang bagus, teriak batin Kyuhyun. Secepat kilat, pemuda manis itu menarik lengan Siwon keluar. Tak peduli jika Siwon faktanya jauh lebih besar atau lebih kuat dari dirinya, tapi hanya satu yang menjadi fokusnya, perawat atau dokter tadi tak boleh tahu hal aneh dalam diri Siwon.

“Apa yang kau lakukan?” tanya Siwon tak mengerti. Pemuda tampan itu merasakan jika lengannya ditarik kuat-kuat oleh Kyuhyun.

Sajangnim.. apa yang terjadi.. sajangnim?”

Percuma, karena Kyuhyun seolah tak berniat menjawab hanya semakin keras menarik tubuh Siwon untuk keluar dari rumah sakit itu.

“Ada apa?” sekali lagi Siwon mencoba bertanya, berusaha melepaskan cengkeraman Kyuhyun di lengannya. Pemuda itu sedikit heran, jika ternyata pemuda manis seperti Kyuhyun jika terdesak mampu memiliki tenaga yang sedikit kuat.

Dua orang itu masih terlibat saling tarik ke arah pintu keluar. Kyuhyun yang masih menyeret Siwon.

“Lepaskan aku!!” Siwon menyentakkan lengannya kuat-kuat begitu mereka melangkah keluar. Sedang decak kesal keluar dari bibir merah Kyuhyun.

“Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa kau menyeretku begitu saja? Bukankah kau yang ingin aku dirawat?” tanya Siwon sambil menatap Kyuhyun yang mengusap kasar wajahnya.

Alih-alih menjawab, Kyuhyun meraih lengan Siwon, menyingkap lengan kemejanya. Mulus, tak ada apapun di lengan kecoklatan milik Siwon. Bekas luka ataupun logam berkilat, tak ada, semua masih sama seperti tak pernah tersentuh.

“Ketua Cho?” tanya Siwon sekali lagi, saat Kyuhyun mendesah lega sekaligus bingung.

“Ah, tidak, itu.. aku.. tadi aku.. ah.. kurasa aku melihat sesuatu yang tak seharusnya ku lihat..”

“Apa kau melihat mantan pacarmu?” tebak Siwon sekenanya.

Mwo!!”

“Kata Hankyung Hyung, jika seseorang berlari dengan wajah cemberut, saat itu dia pasti melihat mantan kekasihnya…”

Raut wajah Kyuhyun sudah tak tahu berpias apa, pemuda manis itu seolah menampakkan raut gemas, kesal dan ingin tertawa sekaligus.

“Sok tahu..” desisnya membalas Siwon.

Pemuda tampan di depannya itu tersenyum dalam dengan dua lesung pipinya, membuat Kyuhyun memilih untuk mengarahkan pandangan ke arah lain.

“Bukan begitu ya?” tanya Siwon lagi.

“Tutup mulutmu, Siwon-ssi, aku hanya.. sudahlah lupakan.. aku hanya melihat sesuatu yang..” Kyuhyun begitu frustrasi dengan susunan kalimatnya yang berantakan. Ugh.. kenapa.. Kenapa Siwon-ssi? Kenapa harus kau?

“Sudahlah.. Aku mengerti sajangnim… kau pasti sedang lelah dengan pekerjaan, bagaimana jika kita pergi minum dan bersantai..”

“Eh..”

“Ayolah Sajangnim.. kau perlu itu..”

“Aku tak pernah minum..”

“Ayolah sajangnim, ada yang ingin ku bicarakan denganmu…”

Kyuhyun tak mampu menolak ketika Siwon melingkarkan lengannya ke bahu Kyuhyun dan mulai membawanya melangkah.

‘Well, pergi minum sepertinya tak buruk..’ dan Kyuhyun benar-benar berharap ini memang bukan pilihan yang akan dia sesali.

.

.

.

Shin Rae sedang mengamati kerjaannya di sebuah papan layar sentuh, ia terlihat sangat serius. Sehingga tak mengetahui jika Hankyung berdiri di belakangnya.

“Rae-ssi..” dengan menepuk bahunya keras dan membuat Shin Rae terlonjak terkejut.

“Ada apa denganmu?”

“Kau terlihat lucu. Kau terlihat lucu saat bekerja keras” ucapnya dengan senyum riangnya.

Shin Rae hanya memutar matanya malas.

“Andai kau bukan seniorku, aku mengadukanmu karena kau sudah menggangguku”

Hankyung tersenyum dan mencubit pipi Shin Rae gemas, “Apa kau melihat Siwon?”

“Dia pergi dengan ketua tim”

“Dengan ketua tim? Aku sangka dia sudah kembali” Hankyung terlihat berpikir, apa Siwon masih terlibat pembicaraan serius dengan Kyuhyun?

“Aku rasa ketua tim akan memarahinya di suatu tempat lagi” sela Yoona, ia mengarahkan streples ke arah Hankyung, “Kejam sekali”.

Hankyung hanya tertawa meremehkan, dalam tim memang Yoona lah termasuk orang yang mempunya pemikiran terlalu dramatis.

“Baiklah.. aku tak punya pilihan, kita akan makan malam perusahaan. Dan kau yang selalu berburuk sangka pada ketua tim, aku akan membersihkan otakmu dengan soju yang menyegarkan”

Yoona lebih memilih kembali menghadapkan badannya di depan komputer. Menurutnya itu adalah ucapan yang tak baik untuk kesehatan tubuhnya.

“Aku akan lembur malam ini” tolaknya tegas.

Asisten manager” Shin Rae terkejut saat Yoona menolak keinginan Hankyung.

“Kalau begitu kau dan aku saja”

Rae hanya bisa pasrah saat Hankyung tersenyum senang ke arahnya.

.

.

Siwon menuangkan segelas soju pada Kyuhyun.

Sajangnim, mari mulai dengan oneshoot

“Aku tidak bisa memahami anggota tim membicarakanku dari belakang, tapi aku tidak cukup sabar, untuk mendengarkan pidato saat kau mabuk”

Siwon menghembuskan nafasnya dan tak pernah melepaskan senyuman di wajah tampannya.

“Jangan khawatir, aku tidak pernah mabuk seumur hidupku. Karena.. aku terlahir sebagai seorang pemabuk” Siwon menjentikkan jarinya di depan wajahnya.

Kyuhyun menatap datar Siwon.

“Benarkah kau seperti itu?”

Siwon mengangguk pasti.

“Ah benar.. kau tidak pernah bergabung dengan kami di makan malam perusahaan sejak saya bergabung. Aku bintang dari makan malam perusaahaan, jika kau tak tau Sajangnim

Siwon menyimpan tangannya di dada penuh kebanggaan diri.

“Aku minum semua minuman, dan aku pun mempunyai visual yang dapat membuat semua orang bersenang-senang”

Tanpa di sadari Kyuhyun ikut tersenyum saat Siwon membangga-banggakan dirinya.

“Kalau begitu ayo minum”

“Maaf, aku sudah berhenti minum. Aku juga tidak merasa baik”

Siwon hanya bisa menatap mengerti, “Kalau begitu nikmati saja”

Siwon meminum soju pertamanya dengan lancar, ia pun mengambil gelas soju Kyuhyun untuk diminumnya dan semua tak luput dari penglihatan Kyuhyun, yang hanya bisa melihat aksinya dengan terpana.

Siwon kembali menuangkan soju ke dalam gelasnya. Dengan gerakan matanya, Siwon meminta kembali soju untuk dituangkan di mejanya. Kyuhyun yang mengerti hanya bisa memanggilkan pelayan dan menambah pesanan soju.

Ntah sudah berapa botol dan gelas yang dihabiskan oleh Siwon pada malam itu.

“Tidakkah kau minum terlalu banyak?”

“Inilah aku.. uniknya tubuhku hanya bisa melarutkan alkohol begitu memasukinya”

“Apakah kau pernah melakukan tes kesehatan menyeluruh?”

Siwon menggeleng, “Aku akan melakukana bulan depan dan perlu sajangnim tau, itu adalah kali pertama aku akan melakukannya”

Kyuhyun kembali teringat akan perkataan Siwon sebelum mengajaknya kemari.

“jadi, apa yang mau kau katakan padaku?”

Siwon kembali menuangkan minuman ke gelasnya, meminumnya dengan cepat.

Sajangnim, bawa aku keluar dari BS project. Aku terus melakukan kesalahan dalam program ini. Aku hanya takut untuk di pecat. Telah banyak rumor beredar. Bahwa aku tak mengetahui apapun, akhirnya aku menarik kesimpulan bahwa mungkin aku bisa saja di pecat”

‘Who the heck’ innerKyuhyun.

Siwon merapatkan kedua tangannya, seakan sedang memohon.

“Ketua tim, please help me. Aku hanya ingin bekerja di perusahaan lebih lama lagi”

“Kau tidak perlu cemas tentang hal itu. Aku akan menjaga anggota timku sampai akhir” jawab Kyuhyun dengan tenang.

“Aku pikir pekerjaan lebih penting bagimu dibanding orang lain” Siwon memandang intens Kyuhyun.

“Aku senang mendengar hal itu” Kyuhyun mengarahkan pandangannya ke samping seakan menerawang.

“Kecuali jika kapten tetap kukuh, kapal akan berjalan serba salah.” Siwon sibuk memperhatikan dengan rasa kagumnya.

“Bahkan di gelombang dangkal sekalipun” sajak Kyuhyun.

Kyuhyun mengucapkannya dengan penuh kepastian. Setelah mengucapkannya, kembali ia mengarahkan pandangan pada Siwon. Keduanya merasa salah tingkah saat merasa kagum satu sama lain.

“Maaf aku selalu membuatmu tak nyaman di kantor”

Siwon membenarkan letak gelas di mejanya.

“Tidak, sajangnim benar. Aku memang tidak pernah merasakan cinta dan usulanku terlalu idiot jika dilakukan. Haah.. aku sudah berusaha menemukan kekasih, namun aku belum berhasil menemukan seseorang yang bisa menyentuh hatiku”

“Tipe seperti apa yang menjadi idamanmu?”

Siwon mencoba menerawang, “Mollayo

Kyuhyun mengambil satu gelas berisikan soju, meminumnya dengan satu tegukan.

“Bagaimana denganku?”

Siwon memandang Kyuhyun tak mengerti, dipandangi seperti itu membuat Kyuhyun mencoba menetralkan degup jantungnya dan berusaha mencairkan suasana.

Kyuhyun tertawa, “Aniya.. aniya.. aku hanya bercanda, kamu tidak mungkin jadi tipeku.. ah maksudku, kita ini sama-sama pria.. mana mungkin aku menyukaimu, kau pikir aku gila?”

Kyuhyun terus tertawa berusaha terlihat biasa saja, “Tidak akan dan tidak mungkin.. iya.. benar, apa yang kau lihat?”

Siwon membenarkan jaketnya, ia memakainya kembali dan tak lupa mengambil ranselnya, berusaha akan pergi tetapi dengan cepat Kyuhyun berdiri di hadapannya.

Belum Siwon akan pergi, tubuhnya hampir saja terjatuh jika Kyuhyun tak sigap mendekapnya.

“Siwon-ssi… Siwon-ssi

.

.

Hankyung dan Rae sedang menikmati waktu dengan berjalan santai berdua, hingga mereka tiba di sebuah kedai soju yang di tuju. Begitu memasukinya, mereka berdua tak sengaja melihat Kyuhyun yang sedang merangkul Siwon. Terlihat bahwa sepertinya Siwon mabuk atau dia tertidur. Tak ingin ketahuan, Hankyung dan Rae pun memilih pergi meninggalkan Kyuhyun yang masih mencoba membangunkan Siwon.

Kyuhyun berusah payah mencoba membawa tubuh berat Siwon untuk dibawanya keluar kedai.

.

.

Hankyung memilih mengajak Rae untuk duduk di taman, menikmati malam berdua dengan dua kaleng beer mencoba menghangatkan mereka.

“Aku yakin telah terjadi sesuatu”

“Berhenti berpikiran yang aneh-aneh” Hankyung kembali meneguk beer kalengnya.

“Apa kau tak lihat mereka berpelukan? Mereka pasti sudah saling berbaikan dan sedikit mempunyai hubungan yang mencair”

“Haahh.. aku sangat populer dulu di saat usiaku sama seperti Siwon” racau Hankyung.

Rae memandang aneh kepada Hankyung, mungkin dia telah mabuk, pikirnya.

“Akhir-akhir ini, aku tidur sangat larut. Pada titik akhirnya, aku hanya khawatir kulitku akan menua. Namun itu tak ada gunanya” kembali ia meminum minumannya.

Hankyung bergegas berdiri.

“Kau tau dulu aku sangat terkenal, bahkan mempunyai abs”

Rae memandang perut Hankyung yang sedikit besar.

“Ah.. tapi itu semua masa lalu”

“Yak!! Kau bahkan tak tau??” Hankyung akan membuka bajunya.

“Yak!! Apa yang kau lakukan.. ini di depan umum” Rae memandangi sekitarnya, beruntung tak banyak orang disana. Bahkan mereka seakan tak perduli apa yang tadi sempat akan Hankyung lakukan.

.

.

Kyuhyun berusaha sekuat tenaganya membawa tubuh Siwon yang bahkan jauh lebih berat darinya. Berjalan mencari rumah dimanaSiwon tinggal.

“Siwon-ssi, bangunlah… Siwon-ah..”

Kyuhyun menyandarkan tubuhnya di dinding, berusaha mencari handphone Siwon di dalam jaketnya.

“Ah seharusnya aku langsung menghubungi Hankyung sedari awal..”

Kyuhyun membuka kunci layar handphone Siwon, mencari di phonebook nomor Hankyung. mendial nomernya, tak lama panggilannya pun terjawab. Hankyung yang sedang dilanda mabuk berat, berusaha menjawab sambungan telephone.

“Siwon-ah, aku saat ini sedang berkencan, jangan pulang kerumah malam ini, okay. Aku tutup” Hankyung segera mengakhiri panggilannya.

Yeboseyo..” Kyuhyun mencoba memanggil Hankyung tapi sayang sambungan sudah diputuskan begitu saja.

“Ck.. aku harus bagaimana??”

Kembali dengan bersusah payah, Kyuhyun membawa tubuh berat Siwon bersamanya. Tak tau harus membawa kemana, akhirnya Kyuhyun memutuskan untuk membawanya ke apartemen pribadinya. Kyuhyun membawa tubuh Siwon untuk dibaringkan di atas sofa.

Apartemen yang cukup sederhana, ruang tamu berada tak jauh dari kamar tidur. Ada sebuah ruang kerja dan juga kamar mandi. Tak lupa ada dapur yang seakan menambah kesan minimalis pada interiornya.

“Tutup tirai” perintahnya, dan dengan segera tirai tertutup rapih, segera Kyuhyun pun menjentikkan jarinya. Lampu pun mati seketika. Kyuhyun memang sudah mendesain apartemennya dengan mudah, jangan lupakan bahwa Kyuhyun adalah seorang professor muda.

Kyuhyun berjongkok di samping tubuh Siwon. Menatap wajahnya yang sangat tampan saat dilihat sedekat ini. Kyuhyun dengan berhati-hati mencoba memegang pipi Siwon tapi segera ia menyadari bahwa Siwon tak memberikan reaksi apapun, bahkan kini nafasnya pun seakan hilang.

Kyuhyun terkejut, ia segera melakukan pertolongan pertama dengan mencoba menekan-nekan dadanya bahkan sampai memberikan nafas buatan, hasilnya tetap nihil. Kyuhyun merasa panik, ia berdiri untuk merogoh handphone di saku celananya. Mencoba menghubungi siapapun yang bisa membantunya, tapi belum akan mendial nomer. Tubuh Siwon terjatuh dari sofa dengan posisi tengkurap.

Kembali Kyuhyun melihat sebuah titik-titik yang berwarna kemerahan di tengkuk Siwon. Kyuhyun seakan diingatkan pada beberapa tahun lalu, dimana saat ia berada di ruangan lab, dengan tubuh seorang robot yang di ciptakannya, melihat ke arah monitor-monitor yang sedang memperbaiki sistem yang ada. Kyuhyun pun tak lupa memberikan sebuah chip khusus di tengkuk robot itu, chip yang seakan menjadi batre atau penunjang hidup manusia robot, ciptaannya.

“Siwon-ah..”

-tbc-

Note:

Ni hao..nihao… kami kembali lagi… hahaha 😀

Kali ini kami mencoba bereksperimen dengan webdrama si nyonya yang baru..dan semoga ajaini berkenan di hati kalian semua.. *tssaahh..bahasa saya..

Okay g banyak cakap deh.. selamat menikmati…

Buat semua yang selalu setia dan berkunjung ke WKC “TERIMAKASIH BANYAK”

My partner miss Lee.. xiexieudahngajakin lagi 😀

Jangan lupa pencet tombol ripiu… okay.. RIPIU..RIPIU LHO YAA 😛

Ps. Jangan bosan baca nama Hankyung sebagai salah satu cast jika salah satu authornya saya :p *pllaaakkkk

–missHan—

Hallo semuanya…

Selamat menjalankan ibadah puasa…

Dan izinkan kami, saya dan Miss Han, kembali hadir menyapa kalian semuanya dengan ff terbaru kami, bukan sangat baru sih.. karena ini remake dari web drama nya Kyuhyun. Tapi semoga kalian menikmatinya… ada yang dirubah, itu sudah pasti karena ini akan menjadi BL.

Mohon selalu partisipasi dan juga semangatnya dari kalian semuanya ya…

Terima kasih…

Dan semoga Miss Han ga pernah bosan berkolaborasi denganku…

-Miss Lee-

Advertisements

47 thoughts on “Siwon, a cyborg in love chap.1

  1. Knapa bukan Kyu aja yg jadi robot’a??
    mungkin karna saya udh pernah nonton web drama’a jadi belum dapet feel wonkyu’a hehehee
    klo siwon yg jadi bongsun feel yg didapet malah kyuwon bukan wonkyu #Plak
    trz berarti nanti hankyung pasangan sama shin rae donkk…knpa bukan heechul aja yg jadi shin rae?? #soktau (tinggal baca aja banyak komplain bngt ya hehehee #peace)
    tapi tetep penasaran ff ini akan berakhir seperti apa…jadi izin baca next chapter yaa

  2. FF ini beda dari yang lain…. seperti kisah webdrama nya Kyu.
    Daebak author-ssi……
    Kyu jadi seorang yang ahli dalam teknologi, Siwon yang jadi robotnya.
    Klo Kyu yang jadi robotnya pasti jadi robot cantik…kkkkk. Klo Siwon cocok jadi robotnya karena Macho….
    Penasaran sama kelanjutannya…..

  3. pantesan cerita nya gak asing ternyata eksperiment film web nya kyuhyun ..

    tpi aneh klu siwon jadi robotnya .kurang greget :-):-)
    tpi gak pa2 yang penting cast nya wonkyu

    lanjut …

  4. ceritanya keren author-ssi…ngebayangin pas baca ini ” Seperti di adegan drama romantis yang selalu ada di scene drama korea. Siwon kini memegang erat pinggang Kyuhyun sedangkan Kyuhyun sendiri tanpa sadar memeluk leher Siwon.” aduhhh sweet bgt dehh ,, suka bgt^^…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s