Posted in BL, Drama, Fluffy, Genre, Romance, Series, wonkyu, WonKyu Story

All For You – Chapter 10

All For You – Chapter 10

By. ssiihee

Siwon & Kyuhyun

Romance,  family, smooth, fluff & drama

BL, DLDR, OOC, AU,

Dilarang membashing WonKyu jika ingin hidup tenang! (==)

..::..::..

AFY

ssiihee©2016

Totally Reserved

..::..::..

Kyuhyun terus mengitari ruangan Siwon sejak satu jam lalu. Gelisah dan cemas tersirat di kulit wajahnya yang pucat. Kyuhyun mengunjungi kantor Siwon setelah dia mendengar cerita dari ibunya tentang Seungmi. Siwon sedang dalam perjalanan untuk kembali ke kantor setelah dia bertemu dengan pihak penyelidik.

“Kyuhyun-ssii, sebaiknya Anda duduk. Anda bisa lelah jika terus berputar seperti itu.” Jinra merasa prihatin dengan istri atasannya itu saat ini. Kenyataan akan melukai perasaannya. Orang yang dia anggap sahabat ternyata bermain licik di belakangnya.

“Aku tidak apa-apa, Jinra-ssi. Kapan Siwon sampai kenapa lama sekali?” tanya Kyuhyun tidak sabaran.

“Beliau sudah dekat. Apa Anda membutuhkan sesuatu, Kyuhyun-ssi? Ini sudah jam makan siang, Anda ingin saya pesankan sesuatu?”

Kyuhyun menghela nafas pelan dan memutuskan duduk di kursi Siwon. Kepalanya berdenyut memikirkan semua yang terjadi selama sebulan ini.

“Pesankan aku makanan yang sedikit pedas dan carikan ice cream juga, aku butuh sesuatu yang segar.”

Ne. Saya akan mencarikannya. Saya permisi dulu, Kyuhyun-ssi.” Kyuhyun hanya menganggukan kepalanya sementara Jinra segera meninggalkan ruangan Siwon.

Tidak lama setelah kepergian Jinra, pintu ruangan Siwon terbuka. Kyuhyun langsung berdiri dan menghampiri Siwon lalu memeluk Siwon erat, mengubur wajahnya pada perpotongan leher Siwon. Pria itu melingkarkan tangannya pada punggung Kyuhyun, mengusapnya perlahan berharap hal itu dapat menenangkan perasaan Kyuhyun. Bagaimanapun kabar yang akan dia sampaikan bukanlah kabar baik dan akan menyakiti Kyuhyun.

“Katakan bahwa itu tidak benar,” ucap Kyuhyun pelan. Siwon tidak langsung menjawab. Siwon masih mengusap punggung pemuda itu agar lebih rileks.

“Seungmi memang terlihat berisik, kadang dia juga sangat mengganggu. Tapi dia bukan orang seperti itu,” lanjut Kyuhyun.

Kyuhyun mengingat semua kebersamaan mereka. Semua tawa yang Seungmi berikan padanya. Bahkan setelah dirinya menolak pernyataan cinta gadis itu, Seungmi tetap mau berteman dengannya. Jadi Kyuhyun sedikit tidak percaya dengan apa yang terjadi.

Miahae,” kata Siwon pelan. “Polisi tidak menemukan Sam di apartementnya. Hanya saja mereka menemukan apartementnya dalam keadaan berantakan dan penuh bercak darah.”

Kyuhyun mengeratkan pelukannya seolah tidak percaya dengan apa yang Siwon katakan. Siwon menghela nafas dan menuntun Kyuhyun untuk duduk. Dia kemudian mengusap pipi istrinya, menatap mata yang kini penuh kesedihan.

“Posisi Sam semakin tersudut setelah mereka menemukan sebuah kamar yang dindingnya penuh dengan fotomu sejak kau di Paris. Foto yang diambilnya tanpa sepengetahuanmu,” Siwon berhenti sejenak untuk melihat reaksi Kyuhyun namun pemuda itu hanya diam. “Sepertinya Sam terobsesi padamu. Dia tidak benar-benar menerima penolakanmu dan berusaha untuk mendapatkanmu.”

Kyuhyun menggeleng pelan mencoba membantah apa yang dikatakan Siwon. Bagaimana bisa Seungmi melakukan hal itu padanya. Terlebih dia mencoba membunuh Siwon. Benar. Gadis itu tidak mencintainya. Seungmi hanya terobsesi padanya. Kyuhyun menatap Siwon lagi kemudian memeluknya erat.

“Lalu bagaimana sekarang? Aku tidak tahu apa dia mengincarmu atau mengincarku?”

“Polisi sedang mencari keberadaanya. Kau tenanglah, dia tidak mungkin melukaimu.”

“Aku mengkhawatirkanmu, Hyung.”

Siwon melepas pelukannya dan kembali mengusap pipi Kyuhyun. “Aku akan baik-baik saja, Seungmi sekarang sedang terjepit dia tidak mungkin melukai orang lain.”

Sebenarnya Siwon tidak yakin dengan yang dia katakan. Melihat kondisi apartmentement Seungmi yang benar-benar mengerikan. Siwon berharap polisi segera menemukan gadis itu.

Tok tok tok.

 “Masuklah.”

Pintu ruangan Siwon terbuka perlahan. Jinra masuk dengan beberapa kantong makanan di tangannya. Dia membungkuk sedikit pada Siwon. “Saya membawakan pesanan Kyuhyun-ssi, Sajangnim.”

Kyuhyun mengusap wajahnya dan mengangkat kepala menatap Jinra. “Ah kau lama sekali, Jinra-ssi.”

Ne?” Jinra menatap Siwon yang juga terlihat bingung dengan sikap Kyuhyun. Namun dia dengan cepat meletakan kantong-kantong tersebut di meja. “Saya juga membelikan untuk Anda Sajangnim. Saya pikir Anda juga belum makan siang.”

“Benarkah? Terima kasih Jinra-ah. Kau bisa istirahat dan terima kasih telah menemani Kyuhyun dan untuk makanannya.”

“Bukan masalah Sajangnim, baiklah saya permisi dulu.” Jinra segera meninggalkan ruangan Siwon setelah sekali lagi dia membungkuk singkat.

“Benar-benar sekretaris yang bisa diandalkan,” guman Kyuhyun.

Ne?”

Annie, makanlah Hyung.”

“Kau juga, jangan memakan ice creamnya sekarang makananmu belum habis.” Siwon menatap makanan Kyuhyun yang baru sedikit disentuh.

“Sudah tidak ingin.”

Siwon hanya menggelengkan kepala. “Mau makan ditempat lain?”

Kyuhyun menggeleng sebagai jawaban. “Annie, aku sedang tidak ingin kemanapun. Aku mau pulang saja.”

“Baiklah aku akan mengantarmu.”

***

Setelah dari toilet Kyuhyun merapihkan penampilannya sebelum menyusul Siwon keluar. Suara gelak tawa membangkitkan rasa penasaran Kyuhyun. Dia membuka pintu ruangan Siwon perlahan. Dari balik pintu Kyuhyun milihat Siwon dan Jinra sedang tertawa bersama. Kyuhyun bahkan dapat melihat bahwa gadis itu sedikit tersipu. Sudut-sudut alis Kyuhyun terangkat, sedikit tidak percaya dengan penglihatannya.

Sebuah perasan aneh menggelitik hati Kyuhyun dan membuatnya resah dan sedikit marah. Kyuhyun tidak tahu apakah dia cemburu melihat Siwon dan Jinra tertawa bersama, ia jarang merasakan hal seperti ini. Mungkin karena dia terlau mencintai Siwon sehingga Kyuhyun percaya bahwa pria itu tidak akan melakukan hal aneh dibelakangnya. Tapi mengapa kini Kyuhyun merasa sedikit terganggu.

Kyuhyun menarik nafas pelan kemudian berjalan setelah menutup kembali pintu ruangan suaminya. Bahkan kedua orang di depannya tidak menyadari langkah kakinya yang mendekat. Kekesalan sedikit menyusup dalam hati Kyuhyun. Saat dia sampai di depan meja Jinra, Kyuhyun langsung melingkarkan tangannya pada lengan Siwon.

“Ayo Hyung, aku sudah lelah,” kata Kyuhyun. “Jinra-ssi kau bisa mengurus kantorkan? Kemungkinan Siwon tidak akan kembali.”

Mwo? Sayang aku…” kata-kata Siwon terhenti saat tiba-tiba saja Kyuhyun sudah menariknya menjauh.

Jinra terlihat bingung jadi dia hanya membungkuk singkat kemudian kembali fokus pada pekerjaan. Dia akan jauh lebih sibuk. Selain menyelesaikan pekerjaannya dia juga harus menyusun ulang jadwal atasannya.

***

Hey, jangan terlalu dipikirkan. Setelah kita menemukan Seungmi kau bisa berbicara dengannya, mungkin dia bisa kembali seperti dulu jika kita mengerti perasaannya,” kata Siwon ketika mereka didalam mobil.

Kyuhyun terlihat murung dan tidak bersemangat. Pemuda itu menyandarkan kepalanya pada jendela dan hanya menatap jalanan yang tidak bisa dikatakan sepi. Siwon menghela nafas dan mengenggam tangan Kyuhyun. Pemuda itu menoleh dan tersenyum kecil.

“Aku baik-baik saja,” kata Kyuhyun. Dia membalas genggaman tangan Siwon dan kembali tersenyum.

Siwon membalas senyuman Kyuhyun lalu kembali fokus mengemudi. Walaupun Siwon yakin bahwa ada yang sedang dipikirkan Kyuhyun. Namun sekali lagi Siwon akan tetap menunggu Kyuhyun mengatakannya sendiri.

Hyung,” panggil Kyuhyun pelan.

Ne?”

“Apa kau pernah sekali saja melihat Jinra bukan sebagai sekretarismu?”

Siwon menaikan alis, “Maksudmu?”

“Sam pernah mengatakan hal ini. Aku tidak terlalu mempercayainya hanya penasaran saja,” ujar Kyuhyun. “Apa kau pernah sekali saja menganggap Jinra sebagai seorang wanita?”

Waeyo?”

Kyuhyun berdecak kesal. “Apa kau pernah sekali saja menyukai Jinra sebagai wanita? Apa kau tau kemungkinan bahwa Jinra juga menyimpan rasa kepadamu?”

Siwon menepikan mobil dan mematikan mesin mobil. Dia tidak ingin kejadian seperti di drama-drama dimana tokohnya mengalami kecelakaan karena terlibat pertengkaran saat mengemudi.

“Kau sedang meragukanku?” tanya Siwon. Dia menatap Kyuhyun lalu menarik kedua tangan Kyuhyun memaksa pemuda itu untuk menghadapnya.

Annie, sudah kubilang aku hanya penasaran.”

“Aku bukan pria bodoh jika tidak mengetahuinya dan terlalu percaya diri jika mengatakan Jinra memiliki perasaan khusus padaku,” jelas Siwon. “Hanya saja aku tidak ingin bertindak apapun selama dia sendiri tidak mempermasalahkannya. Aku tidak ingin membuatnya merasa tidak nyaman, bagaimanapun dia sekretaris yang baik dan sudah banyak membantuku. Jadi selama dia tidak mengatakannya dan tetap bertahan itu berarti dia telah menyelesaikan masalah pada dirinya sendiri.”

Kyuhyun tersenyum dan menyentuh pipi Siwon dan berkata, “Ucapanmu sama dengan Heerin.”

“Heerin? Ah gadis itu pasti telah memberikan pemikiran-pemikiran anehnya.”

Kyuhyun tertawa lalu kembali menatap Siwon serius. “Tapi kau benar-benar tidak ada perasaan apapun pada Jinra kan, Hyung?”

Aigo apa ini yang sejak tadi kau pikirkan hem? Apa kau sedang cemburu?” goda Siwon.

Annie, hanya saja aku melihat kalian tersenyum dan Jinra yang terlihat tersipu. Jadi…”

“Kau cemburu,” sela Siwon. Pria itu tertawa sementara Kyuhyun melepaskan genggaman tangannya dan menyandarkan tubuhnya kembali.

Siwon kembali menyalakan mesin dan melajukan mobilnya. “Jinra mengetahui tindakan Sam.”

Kyuhyun menoleh dan kembali menegakan tubuh. “Maksudmu?”

“Sejak awal, ketika gadis itu tiba di Korea dia memang sudah berniat untuk memisahkan kau dan aku.” Siwon menatap Kyuhyun yang kembali terlihat murung. “Jika Sam berhasil ditarik ke pengadilan maka Jinra adalah saksi yang paling memberatkannya selain pelayan yang diperintahkannya.”

Kepala Kyuhyun mendadak pusing memikirkan tindakan Sam. Dia tidak menyangka gadis yang terlihat sangat ceria dari luar menyimpan perasaan seperti itu.  Pasti berat baginya untuk merelakan orang yang dicintainya bahagia dengan orang lain. Tapi tetap saja sikap Sam tidak bisa dikatakan bahwa dia mencintainya. Kyuhyun melepaskan kancing atas kemejanya seolah itu dapat membuatnya bernafas dengan tenang.

Siwon sesekali melirik Kyuhyun. Dia khawatir dengan keadaan pemuda itu. Setelah memarkirkan mobilnya Siwon segera keluar dan berjalan memutar untuk membuka pintu penumpang.

“Sayang, kau baik-baik saja?” Siwon menatap Kyuhyun cemas. “Sebaiknya kita ke rumah sakit.”

Annie,” jawab Kyuhyun cepat. Kemudian dia memanjat turun dengan bantuan Siwon. “Aku baik-baik saja Hyung, hanya lelah. Aku ingin istirahat.”

Siwon mengusap dahi Kyuhyun menyingkirkan poni Kyuhyun yang sepertinya sudah semakin panjang. Siwon tidak mengatakan apapun dan langsung mengangkat tubuh Kyuhyun dalam gendongannya. Kyuhyun hanya menyandarkan kepalanya dan melingkarkan kedua tangannya pada leher Siwon saat pria itu membawa tubuhnya ke kamar mereka.

Siwon membaringkan tubuh Kyuhyun di ranjang dan segera mengambil sebuah piyama. Kemudian dengan telaten dia melepaskan pakaian Kyuhyun yang sudah duduk di ranjang dan memakaikannnya piyama. Pemuda itu tersenyum menikmati perlakuan Siwon padanya.

“Temani aku,” ucap Kyuhyun saat dia membaringkan tubuhnya sementara Siwon menyelimuti tubuhnya. Siwon tersenyum dan mengecup dahi Kyuhyun lembut.

“Tenang saja. Aku akan berganti pakaian dahulu. Kau tidur saja jika lelah.” Kyuhyun mengangguk dan memejamkan matanya saat Siwon kembali mengecup dahinya.

Siwon segera berganti pakaian dan saat dia menaiki ranjang dia melihat Kyuhyun sudah tertidur pulas. Siwon tersenyum dan merapihkan selimut Kyuhyun kemudian mengecup bibir istrinya cukup lama. Lalu Siwon menyandarkan tubuhnya pada headboard ranjang dan memgambil tab di nakas. Paling tidak dia masih bisa melakukan pekerjaannya dari rumah.

Entah berapa lama Siwon bergulat dengan pekerjaannya sampai akhirnya dia ikut tertidur. Siwon baru membuka matanya saat jam menunjukan pukul 7 malam. Siwon bangun dan melirik Kyuhyun dalam dekapannya. Siwon tersenyum dan menyentuh wajah Kyuhyun pelan.

“Sayang, bangunlah,” bisik Siwon pelan. Kyuhyun menggeliat dan berusaha membuka matanya. “Kau harus makan malam, siang tadi kau tidak menghabiskan makananmu. Kau ingin kubuatkan sesuatu? Atau mau kupesankan makanan?”

Kyuhyun menggeliat lagi dan memeluk erat Siwon. “Annie. Aku tidak lapar, Hyung. Kau lapar?”

Siwon menggeleng dan mendekap Kyuhyun lebih dalam. “Ja kau tidurlah lagi.”

Kyuhyun hanya menggerakan kepalanya, semakin menyusupkan wajahnya pada dada Siwon mencari tempat ternyamannya. Matanya enggan kembali terpejam namun dia tidak ingin melakukan apapun selain memeluk Siwon. Pria itu juga sepertinya menyadari keadaan Kyuhyun jadi Siwon hanya menepuk-nepuk kecil punggung Kyuhyun. Entah berapa lama mereka seperti itu hingga akhirnya keduanya kembali terlelap dalam pelukan orang yang mereka cintai.

***

Hari demi hari terus berlalu. Sudah seminggu sejak apartment Seungmi diperiksa polisi namun hingga saat ini mereka belum menemukan dimana keberadaan gadis dan juga pelayan yang menghilang itu. Kemungkinan gadis itu menyekapnya di suatu tempat. Polisi juga sudah menerima pernyataan Jinra saat Sam menemuinya beberapa kali. Polisi masih memikirkan mengapa Seungmi membeberkan rencananya pada sekretaris Siwon itu dan mengapa Jinra tidak mengatakan hal ini sebelumnya. Namun Jinra mengatakan bahwa dia akan menceritakan semuanya dipersidangan.

Entahlah mengapa Jinra berpikir seperti itu. Hanya saja saat ini dia belum siap mengatakan pada Siwon bahwa ia memiliki perasaan khusus pada atasannya itu dan karena alasan itulah Seungmi menemuinya. Jika dipikir lagi Jinra merasa Seungmi adalah gadis bodoh yang seolah terjebak di sebuah drama. Berharap dia akan membantunya mendapatkan pria yang ia cintai.

Jika Jinra mau mungkin sudah sejak dulu dia sudah berusaha untuk mendapatkan perhatian lebih dari atasannya. Namun Jinra tidak pernah melakukannya. Tidak setelah dia pernah melihat bagaimana Siwon menangis menatap apapun yang ada di layar laptopnya.  Tatapan penuh kerinduan bagai seorang pesakitan. Sejak saat itu juga Jinra menyadari ada sosok yang sedang ditunggu pria tampan itu dan dia mulai menata hatinya kembai agar tidak terjerumus lebih dalam. Walau rasanya begitu sakit terlebih saat akhirnya dia bertemu dengan sosok itu.

Jinra menyadari dia sudah kalah dengan Kyuhyun sejak awal. Mendengar bagaimana mereka menikah lalu bertemu kembali. Melihat bagaimana Choi Siwon memandang Kyuhyun dengan tatapan memuja dan melihat bagaimana Kyuhyun tanpa melalukan apapun mampu membuat Siwon hanya memandang kearahnya. Membuat Jinra kini mulai mengagumi sayap-sayap cinta dan kasih sayang dari keduanya. Jadi Jinra benar-benar ingin menyiapkan diri jika dia ingin membuka fakta tentang perasaannya kepada atasannya. Bagaimanapun akan ada yang berubah. Perasaan tidak enak dan canggung sudah pasti akan terjadi. Dan Jinra benar-benar akan memastikan bahwa dia sudah melepas Choi Siwon.

“Haaaahhh.”

Helaan nafas kasar terdengar dari seorang gadis yang berjalan sambil menikmati suasana musim dingin yang mulai menyelimuti Korea. Dia merapatkan jaketnya dan menggosok kedua tangannya lalu menempelkannya ke wajah untuk membuatnya hangat.

Hari ini Jinra pulang lebih cepat selain karena pekerjaannya sudah selesai tapi juga karena atasannya memintanya pulang lebih awal. Jadi malam ini dia akan tidur cepat dan mengistirahatkan tubuhnya. Mungkin besok Jinra akan ke salon, sudah lama dia tidak memanjakan tubuhnya.

Jinra tersenyum dan berjalan cepat saat gedung apartmentnya terlihat. Namun langkah kakinya terhenti saat mendengar sesuatu dari balik semak-semak yang berada dipinggir trotoar. Jinra menatap semak-semak yang bergerak itu. Dia ingin mendekat namun mengurungkan niat saat pikiran bahwa mungkin saja dia akan menemukan pasangan mesum melintas di otak pintarnya. Oh God. Jinra berbalik dan berniat melanjutkan langkahnya. Namun dia kembali berbalik saat tiba-tiba sesuatu seperti keluar dari balik semak-semak itu.

Mata Jinra melebar menemukan seseorang sedang meringkuk. Kakinya melangkah mundur takut, bisa saja ini modus baru perampokan. Namun tangan Jinra terangkat menutup mulutnya saat sosok itu yang sebelumnya memunggunginya berbalik dan terlentang. Dari tempatnya Jinra dapat melihat bahwa sosok itu seorang perempuan. Jinra juga dapat melihat tangan yang penuh luka. Langkah kaki Jinra dengan cepat mendekat dan dia semakin takut saat melihat tubuh gadis itu penuh dengan luka dan darah yang mengering.

Agashi, kau bisa mendengarku?” Jinra berjongkok dan mencoba melihat apakah gadis itu masih sadar. Dia menatap sekitarnya yang entah bagaimana sangat sepi. Padahal biasanya jalanan ini lumayan ramai.

“Bertahanlah, aku akan mencari bantuan.”

Jinra mengeluarkan ponsel dan menekan 911 lalu mengatakan apa yang sedang terjadi setelah itu dia kembali memperhatikan gadis itu yang pakaiannya bahkan sudah tidak berbentuk karena penuh dengan sobekan. Apa gadis itu korban pemerkosaan. Sungguh biadab orang yang melakukannya.

Jinra masih menatap sosok itu menunggu bantuan yang belum datang. Pandangan tertuju pada tangan kiri gadis malang dihadapannya. Dia memegang sesuatu seperti kertas. Penasaran Jinra pun mengambilnya dengan harus sedikit menariknya karena walaupun tidak sadarkan diri gadis itu mencengkramnya sangat erat.

Setelah berhasil Jinra membuka lipatannya dan mulut Jinra langsung terbuka seolah ingin mengatakan sesuatu namun tidak ada satu katapun yang keluar. Jinra segera mengeluarkan ponselnya kembali dan menguhubungi seseorang. Dia memegang erat kertas tersebut yang ternyata sebuah foto. Foto dua orang yang dikenalnya. Foto seorang gadis dan seorang pria dengan latar belakang menara Eifell. Foto Seungmi dan Kyuhyun.

***

Lenguhan dan desahan erotis terdengar dipenjuru kamar Siwon dan Kyuhyun. Dua insan itu sedang bergumul dengan sebuah ciuman panjang entah sejak kapan. Jari-jari lentik Kyuhyun tertanam dalam lebatnya rambut Siwon, menekan kepala pria itu untuk terus mencumbunya walaupun seluruh nafasnya seakan tertarik karena udara yang mulai menipis.

Sementara itu tangan kanan Siwon yang bebas sibuk menyentuh semua bagian tubuh Kyuhyun yang dapat dijangkaunya, membuat pemuda di bawahnya itu bergerak gelisah dan Siwon semakin ingin memanjakannya. Siwon tersenyum dalam ciumannya dan menggigit bibir bawah Kyuhyun sebelum meninggalkannya untuk sekedar mengambil nafas.

Bukan hanya bibir manis Kyuhyun saja yang dirindukannya, Siwon juga rindu menyentuh setiap bagian tubuh Kyuhyun dengan bibirnya. Meninggalkan jejak panas dan basah di atas kulit putih susu itu. Menggetarkan seluruh tubuh Kyuhyun karena perlakuannya, dengan keringat dan sisa kecupannya yang semakin membuat tubuh Kyuhyun seksi sejauh mata Siwon memandangnya.

“Aku merindukanmu, sayang.” bisik Siwon. Dia menurunkan bibirnya ke leher putih Kyuhyun yang mendongakan kepalanya keatas.

Punggung pemuda itu melengkung merasakan jejak basah dan hangat itu mulai meniggalkan leher dan pundaknya, perlahan mulai menuju dadanya. Sudahkah Kyuhyun pernah mengatakan bahwa dia sangat menyukai saat Siwon bermain di dadanya. Memainkan apapun yang ada di sana dengan jari dan bibirnya. Kyuhyun bahkan sanggup menahan seluruh gairahnya dan membiarkan Siwon bermain lama di dadanya. Kyuhyun sangat suka memeluk dan mencium rambut Siwon yang kepalanya terbenam di dadanya.

Kyuhyun mendesah kecewa saat Siwon berhenti dan kembali menciumnnya. Namun kemudian dia kembali bersemangat ketika ingat Siwon akan mengulangi semua mulai bibirnya. Siwon mencium bibir Kyuhyun lembut dan cepat menyesap seluruh rasa yang bahkan tidak dapat dijabarkan dengan seluruh ahli bahasa menurutnya.

Keduanya terus berciuman dan meningkatkan intensitas sentuhan satu sama lain. Kesunyian yang awalnya hanya diisi dengan suara derit ranjang dan lenguhan dari Kyuhyun sedikit terganggu ketika tiba-tiba saja sebuah lagu milik Sung Sikyung menggema dari ponsel Siwon. Namun Siwon dan Kyuhyun sama sekali tidak terganggu dan tetap melanjutkan kegiatan mereka. Seolah tidak ingin kalah, ponsel itu terus bernyanyi memaksa keduanya untuk memisahkan diri.

Siwon memanjangkan tangannya dan meraih ponsel yang tergeletak di nakas. Harusnya dia menonaktifkan benda dengan logo apel yang sudah digigit sebagian itu. Tanpa beranjak dari atas tubuh Kyuhyun, Siwon menggeser tombol hijau setelah melihat nama sekretarisnya. Jinra tidak akan memaksa panggilannya untuk diangkat jika tidak ada sesuatu yang penting.

Yoboeseyo,” sapa Siwon dengan nafas yang sudah dinormalkan.

“Sajangnim…” suara Jinra terdengar sangat cemas.

Siwon mendengarkan penuturan gadis itu kemudian setelah selesai ia menarik nafas, “Baiklah aku akan kesana. Kau tunggu aku,” ucapnya.

Siwon segera melompat dari ranjang dan mengambil pakaiannya. Kyuhyun yang berbaring di ranjang menatap kesal suaminya, lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya. Kyuhyun mengutuk siapapun yang terus menelpon Siwon hingga akhirnya suaminya memutuskan untuk mengangkatnya.

“Ada apa, Hyung? Kau mau kemana?”

Siwon yang sudah mengancingkan seluruh kemejanya dan memastikan resleting celananya sudah terpasang dengan baik mengambil jaket dan memakainya. Kemudian dia menghampiri Kyuhyun dan duduk dipinggir ranjang.

“Barusan Jinra yang menelpon.”

Kyuhyun semakin memajukan bibirnya. Merasa kesal karena Siwon memilih mengangkat telpon dari sekretarisnya daripada melanjutkan ciuman mereka. Siwon tertawa pelan melihat reaksi Kyuhyun.

“Jangan cemberut seperti itu. Aku tidak sedang selingkuh.”

“Lalu hal apa yang dibicarakan gadis itu sampai dia terus menghubungimu. Jika bukan karena hal yang sangat penting akan kupastikan dia tidak akan naik gaji!”

Siwon kembali tertawa dan mengecup bibir Kyuhyun. Siwon tidak menjauhkan wajahnya yang berjarak beberapa centi dari wajah Kyuhyun dan tangannya menyentuh pipi Kyuhyun yang memerah. Karena ciuman panas sebelumnya dan karena kekesalannya.

“Jinra mengatakan bahwa dia menemukan pelaku dari insiden dipernikahan kita.”

“Benarkah? Bagaimana bisa?”

“Untuk itulah aku akan menemuinya. Jika kau ingin menyusul akan kuberikam alamat rumah sakitnya.” Siwon mencium dahi Kyuhyun dan tersenyum. “Aku pergi dulu maaf karena merusak kegiatan kita.”

Annie, aku ingin kasus ini cepat selesai. Pergilah aku akan menyusul.”

Siwon mengangguk dan segera meluncur ke rumah sakit. Sementara itu Kyuhyun menghela nafas karena gagal merasakan sentuhan Siwon seutuhnya. Padahal sudah seminggu mereka tidak melakukannya karena Siwon yang sibuk dan selalu pulang malam dan juga dirinya yang sedang dalam mood buruk.

Hari ini Siwon sengaja pulang cepat agar bisa mengabiskan banyak waktu dengan Kyuhyun. Mereka bahkan langsung berciuman panas saat Siwon melewati pintu rumah mereka. Perasan rindu yang menggebu membuat keduanya seakan lupa diri untuk terus saling menyentuh. Hingga berakhir di atas ranjang tempat mereka biasa menyatukan kulit tubuh mereka tanpa batas dan menyalurkan hasrat yang lama terpendam. Hanya saja kali ini waktu pun tidak memihak keduanya membuat Kyuhyun harus bersabar untuk menghabiskan seluruh nafasnya dibawah kekuasaan Siwon.

Kyuhyun menggelengkan wajah. Tidak seharusnya dia bersikap seperti ini. Ia harus mengesampingkan masalah itu dan memaksa tubuhnya bergerak mengambil pakaian untuk menyusul Siwon ke rumah sakit. Tapi mengapa di rumah sakit? Kyuhyun mengangkat bahu dan berjalan ke kamar mandi untuk mengusap wajahnya.

***

Hyung!”

Siwon menoleh dan berdiri melihat Kyuhyun berjalan ke arahnya. Kemudian dia memeluk Kyuhyun sebentar sebelum menarik pemuda itu untuk duduk di kursi tunggu.

“Bagaimana? Di mana Jinra?”

“Dia di dalam bersama polisi dan dokter.”

“Bagaimana dengan pelakunya?” tanya Kyuhyun lagi.

“Dia belum sadar. Tubuhnya penuh luka dan kondisi mentalnya juga sedikit terganggu. Namun aku sudah meminta dokter untuk merawatnya. Walaupun dia melakukan sesuatu yang salah namun saat ini dia butuh pengobatan sebelum menerima hukumannya.”

Siwon mengusap wajah dan perlahan menyandarkan kepalanya pada pundak Kyuhyun. Tangan Kyuhyun menggenggam tangan Siwon mencoba memberi kekuatan bahwa semua akan berjalan dengan baik. Tidak lama Jinra, dokter dan beberapa polisi keluar.

Siwon dan Kyuhyun berdiri dan saling membungkuk satu sama lain. Sementara dokter segera pergi meninggalkan mereka.

“Kami akan melakukan penjagaan terhadap pasien. Karena dia sempat sadar dan menyebut nama Seungmi saat mengetahui dia berada di rumah sakit,” tutur salah satu polisi.

“Lalu bagaimana dengan Seungmi? Dimana dia?” Kyuhyun tidak bisa menahan diri untuk bertanya.

“Kami belum tahu karena pasien masih dalam kondisi yang tidak baik untuk menerima pertanyaan. Namun setidaknya kasus ini sudah menemukan titik terang.”

“Benar. Kami akan menunggu kabar baik dari anda,” ujar Siwon.

Setelah itu polisi meninggalkan Siwon, Kyuhyun dan juga Jinra. Ketiganya lalu terdiam untuk beberapa saat sebelum akhirnya Jinra mengeluarkan suara.

“Maafkan saya, Sajangnim. Saya langsung teringat anda ketika gadis itu memegang foto Seungmi dan Kyuhyun-ssi.”

Annie. Tidak perlu minta maaf. Kau sudah melakukan yang terbaik,” jawab Siwon.

“Baiklah saya pulang dulu.”

“Kami antar,” sela Kyuhyun.

“Ah tidak perlu. Rumahku dekat dari sini.”

“Tetap saja aku akan mengantarmu,” kata Kyuhyun lagi.

Siwon hanya tersenyum kepada Jinra seolah mengatakan tidak apa-apa. Akhirnya dia menyerah dan mengekori Siwon dan Kyuhyun yang berjalan didepannya. Jinra kembali memperhatikan atasan dan istrinya itu. Dia tersenyum melihat sikap keduanya yang saling memberi perhatian lewat hal-hal kecil. Saat Siwon membukakan pintu untuk Kyuhyun dan saat atasannya itu membantu istrinya memasang seatbelt. Jinra yang duduk di kursi belakang pun terkadang tertawa mendengar Siwon memberikan gombalan untuk Kyuhyun. Dia tidak percaya bahwa ternyata atasannya itu sangat Cheesy.

“Selamat beristirahat, Jinra-ssi,” ucap Kyuhyun saat mereka menurunkan Jinra di depan gedung apartementanya. Dia tersenyum dari dalam mobil yang kacanya sudah diturunkan.

Ne. Anda juga Samunin selamat beristirahat,” goda Jinra. Dia tertawa kecil melihat wajah Kyuhyun yang memerah entah karena marah atau malu.

“Saya masuk dulu, Sajangnim.” Siwon hanya mengangkat tangannya dan tersenyum kemudian menyalakan mesin mobil meninggalkan gedung apartement itu.

Kyuhyun menurunkan kursinya kemudian memejamkan matanya. Siwon yang meliriknya hanya tersenyum.

“Tidurlah. Aku akan membangunkanmu jika sudah sampai,” ujar Siwon. Kyuhyun hanya mengguman kecil sebagai balasan.

***

“Berhentilah dan serahkan dirimu.”

Mwo? Berhenti? Aku bahkan baru memulainya bagaimana bisa aku berhenti.”

Seungmi menenggak minumannya dan kemudian tertawa mendengar penuturan suara pria dari balik ponselnya. Entahlah mengapa dia menghubungi pria itu. Padahal harusnya dia tidak bertindak agar orang lain mengetahui keberadaannya. Hanya saja nomor ponsel pria itu begitu Seungmi hafal hingga dia secara tidak sadar menghubunginya. Padahal pria itu tidak dapat membantunya sama sekali dan justru menyarankan sesuatu yang membuat Seungmi ingin tertawa.

“Kau sudah berakhir, Han Seungmi. Hanya butuh waktu untuk keluarga Choi menjebloskanmu ke penjara. Belum terlambat untuk mundur. Sejak awal kau sudah tahu yang kau lakukan sia-sia. Kau tidak akan pernah bisa memiliki Cho Kyuhyun seutuhnya.”

Seungmi kembali tertawa dan menepikan mobilnya dipinggir sungan Han yang terlihat sepi. Suara gemericik air hanya tinggal menunggu waktu sampai salju membekukannya.

“Benarkah? Mungkin saja aku tidak akan pernah bisa memiliki Kyuhyun,” jawab Seungmi. Dia menyandarkan tubuhnya dan membuka pintu jendela mobilnya. “Tapi aku tidak akan mundur. Aku benar-benar bodoh untuk mempercayai pelayan bodoh itu.”

Jinra mengeluarkan sesuatu dari dashboard dan meletakan sebatang rokok di bibirnya yang pucat. Tidak lama asap mulai mengepul dan berebut keluar melalui jendela.

“Aku sudah tidak bisa berdiri dihadapan Kyuhyun karena hal ini. Dan seperti yang kau katakan aku mungkin tidak akan pernah bisa memiliki Kyuhyun. Dan jika aku tidak bisa memilikinya maka…” Seungmi menghentikan ucapannya sejenak dan menyeringai.

Lawan bicaranya menghela nafas seolah mengerti apa yang akan diucapkan gadis itu selanjutnya.

“Tidak akan ada siapa pun yang bisa memilikinya. Termasuk Choi Siwon.”

.

.

.

Note:

Double update yah… Nanti sore special part update, so kita malam jumatan sama WonKyu #plakk

Buat yang udah koment di chap 9 coba cek email kalian, aku udah kirim passwordnya… tapi ada beberapa email yang invalid jadi yang gak dapet tolong email ke wkc…
bagi yang baru koment di chap 10 silahkan email ke wonkyucorp1013@yahoo.com

Moga masih ada yang mau baca cerita abal saya…

Last but not least

See u next time

Keep spreading WonKyu Love!!!

Annyeong~~~

 

Advertisements

Author:

Me and My Dirty Little Secret Are Heaven ^^

104 thoughts on “All For You – Chapter 10

  1. Bagus itu jinra….. Berarti org yg ditemukan jinra itu pelayan suruhan seungmi kah.?

    Akhirnya menemukan titik terangnya…. Walaupun sam blm ketangkep tapi smga semua sgra berakhir….

    Sam terobsesi sekali dng kyuhyun…. Kasihan kyuhyun yg hra menerima kenyataan bahwa sam bkn org yg selama ini dia kenal…..

    ——1315——

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s