Posted in BL, Drama, Romance, Series

Schiksal part. 4

project kedua Miss Lee & Ellena Han

By. Ellena Han & Miss Lee

Cast : Siwon x Kyuhyun, Hankyung

Genre : Drama/Romance, BL

Rate : T

 

Schiksal

Dua orang namja berbeda usia itu masih duduk berhadapan di kursi ruang tamu apartemen Siwon. Dengan ekpresi yang berbeda. Namja yang lebih muda tengah sibuk menenangkan debar nyeri yang sedari tadi melanda jiwanya. Saat pria paruh baya di hadapannya itu memperkenalkan diri sebagai ayah Siwon.

Sedangkan si pria paruh baya sendiri tengah duduk diam dengan ekpresi yang tak terbaca. Menatap teh di hadapannya yang masih mengepulkan uap panas.

“Aku tak pernah tahu jika Siwon tinggal berdua bersamamu…”

Kyuhyun belum ingin menjawab, masih tak tahu harus berkata apa.

“Dia tak pernah menceritakan apapun tentangmu.. Apa kau tahu kenapa?” kata Appa Choi. Satu kalimat yang cukup untuk membuat Kyuhyun semakin gemetar takut.

“Itu.. Aku.. Kami.. Maksudku…”

“Bisakah aku asumsikan jika kalian memiliki hubungan khusus saat ini…”

Itu bukan pertanyaan, itu pernyataan, Appa Choi pasti telah tahu apapun tentang Kyuhyun dan Siwon.

“Tak perlu sibuk mengarang alasan.. Aku cukup tahu. Siapa kau.. latar belakang, dan dari mana asalmu…” lanjut Appa Choi ketika Kyuhyun masih tak menampakkan tanda akan menjawab.

Kyuhyun semakin bergetar takut.

“Kita mungkin memang tak saling mengenal, tapi.. Sepertinya Siwon sangat mengenal dan begitu melindungimu…”

Sedikit semi sedikit Kyuhyun mulai bisa mengira ke arah mana pembicaraan ini.

“Aku.. Maafkan aku Paman…” bisik Kyuhyun lirih.

“Paman? Apa kita sedekat itu?”

Kyuhyun kembali bungkam. Sungguh, pria tua di hadapannya ini menguarkan aura yang membuat Kyuhyun membisu.

“Kau tahu… Siwon adalah satu-satunya putraku, harapanku…”

“Tuan.. Aku.. Maafkan aku…” ntah mengapa kalimat permintaan maaf selalu keluar dari bibir Kyuhyun.

“Aku tak perlu permintaan maafmu., kau tahu.. Siwon tak akan pernah mau meninggalkanmu. Dan jika itu terjadi.. harapanku akan sirna saat itu juga…”

“Hubungan ini tidak benar, Kyuhyun-ssi.. Aku masih mengharapkan Siwon menghadirkan satu penerus nama Choi untuk keluargaku, terlebih usia Siwon yang sudah matang…” lanjutnya.

“Tak apa Tuan.. Aku mengerti…” bisik Kyuhyun. Jantungnya seakan diremas dengan kuat. Bendungan air matanya hampir musnah. Tapi tidak. Dia tak boleh menangis sekarang, atau orang ini akan semakin menginjak harga dirinya.

Tak bisakah Kyuhyun sedikit melawan arus takdir. Tak bisakah dia merasakan lagi bahagia yang hanya sempat dia kecap sesaat?

Melepaskan Siwon? Haruskah..? Tak bisakah dia menolak?

Kyuhyun masih saja diam terpaku.

“Kau mengerti ucapanku?” tanya Appa Choi.

Kyuhyun mengangguk lemah.

“Lalu.. apa keputusanmu…”

“Anda tak perlu khawatir Tuan. Jika Siwon Hyung berkeras tak mau meninggalkanku. Akulah yang akan meninggalkannya…” bisik Kyuhyun lirih.

Pemuda manis itu menggigit bibirnya benar-benar menahan isak yang sudah sampai ke ujung lidah. Appa Choi beranjak dari duduknya, mengerling sekilas ke arah Kyuhyun yang sama sekali tak memandangnya. Pria paruh baya itu berlalu tanpa mengucapkan salam.

Masalah dengan Siwon, akan dia selesaikan nanti. Yang jelas. Segala sesuatu yang tidak menurut aturannya, harus di singkirkan.

.

.

Entah sudah berapa lama Kyuhyun terdiam di sofa itu. Dirinya bahkan tak mampu hanya untuk sekedar beranjak, mencari setetes air agar gejolak di hatinya mereda. Tidak. Tidak setelah debam pintu menutup dari Appa Choi yang membuat sebagian jiwanya melayang dan hilang. Berganti menjadi ruang kosong yang tak tertutup di dadanya. Rasa yang lama tak pernah dia rasakan sejak kehadiran Siwon disisinya kembali menyapa.

Kenapa? Kenapa dewi fortuna seperti enggan membagi sedikit kebahagiaan nya untuk Kyuhyun, kenapa? Apa salahnya?

Dia hanya ingin mencintai.. hanya ingin menyayangi dan menjalani hidup yang bahagia dengan Siwon, tak bisakah?

Kyuhyun ingin sekali menangis, atau marah. Tapi apa yang harus dia tangisi? Hidupnya yang menyedihkan atau jalinan cintanya dengan Siwon yang di ambang kehancuran bahkan sebelum sempat berkembang ranum.

Hahaha.. Marah? Pada siapa? Marah pada Appa Choi yang merusak hari bahagianya, atau marah pada dirinya sendiri yang membuat Siwon harus berubah seperti dirinya.

Kyuhyun merasa begitu menyedihkan. Dia pikir, ketika Umma Choi bersikap baik padanya, menyayanginya, dia pikir semua akan baik-baik saja. Siwon untuknya dan mereka akan bahagia. Khayalan klise, karena lagi-lagi jalan hidup seolah tak berpihak padanya.

Pemuda manis itu menepuk dadanya yang terasa sesak, ingin meledakkan jutaan emosi yang berkecamuk dalam tubuhnya.

“Hubungan ini tidak benar Kyuhyun-ssi..”

“Aku masih mengharapkan penerus nama Choi..”

Kalimat-kalimat itu terus saja terngiang di telinganya. Terus dan terus, hingga Kyuhyun pikir dirinya akan gila saat itu juga.

“Aku harus melupakan semua ini. Aku harus melupakannya…”

Kyuhyun meracau seorang diri. Menutupi kedua telinganya ketika rangkaian kalimat itu masih saja terputar bagai kaset rusak di benaknya.

“Bertahanlah Kyu.. kau harus bertahan.. demi Siwon.. Demi cinta kalian…” pemuda manis itu memeluk tubuhnya sendiri yang terus saja bergetar hebat.

Dia mengusap pipinya. Basah. Tidak…

“Tidak.. aku tak boleh menangis.. Tidak.. Hentikan…”

Kyuhyun semakin meringkuk dalam-dalam. Meremas surai coklatnya kuat-kuat. Luka di hatinya masih berdarah dan semakin terkoyak.

“Tidak.. Aku tak akan menangis.. TAK AKAN PERNAH!!!” Kyuhyun berteriak sekeras yang dia bisa.

Melampiaskan semua sakit hati yang dirasa. Butiran-butiran halus itu terus saja berebut memenuhi pipinya tak peduli jika Kyuhyun berusaha menolak.

“Siwon Hyung… Apa yang harus aku lakukan??? SIWON HYUNGGG!!!!”

.

.

.

Sehari setelah kedatangan Appa Choi, kehidupan Kyuhyun seakan tak tentu arah. Dia tak tau apa yang harus dilakukannya? Sungguh Kyuhyun tak kuasa meninggalkan Siwon, cintanya, penyelamatnya, kebahagiaannya. Meninggalkan Siwon sama saja membunuhnya secara perlahan.

Tak terhitung berapa kali Kyuhyun mengeluarkan air matanya, seakan produksi air mata itu tak kunjung habis. Mata yang sembab, hidung yang merah menjadi penampakkan Kyuhyun dikala pagi menyapa.

Kyuhyun memilih untuk berendam, setidaknya dia butuh ketenangan hati dan jiwanya. Beruntung tadi malam Siwon tak menghubunginya, apa yang harus dikatakannya, jika Siwon menanyakan mengenai kabarnya?

Hyung.. aku tak mungkin bisa meninggalkanmu, tapi aku pun tak kuasa untuk memilihmu… jika aku tetap bersamamu, ada hati yang hancur karena kita” Kyuhyun memejamkan matanya, menenggelamkan dirinya dalam air hangat bath up.

***

Seperti biasanya, Kyuhyun akan lebih memilih berdiam diri di rumah. Matanya sudah dikompres es, agar tak terlalu sembab. Karena tadi Siwon mengiriminya pesan melalui email, untuk melakukan webcam dengannya.

Kyuhyun menyalakan laptop Siwon, menghubungkan dirinya dengan applikasi webcam.

Hay Baby…” sapa Siwon sesaat sambungan terhubung.

Kyuhyun sungguh merindukan tatapan itu, tatapan penuh cinta dari Siwon. Bahkan Kyuhyun pun merindukan segala sentuhan Siwon kepadanya.

“Apa kabarmu, Hyung?”

“Aku kurang baik” ujarnya lesu.

Mwo??” Kyuhyun panik.

“Tenanglah.. aku tidak sakit, tapi aku hanya merindukanmu” ujarnya sembari menatap menggoda.

“Yak!! Kau menggodaku”

“Hanya untukmu, sayang”

“Tapi aku menyukainya” ujar Kyuhyun malu-malu.

“Harus.. kau harus selalu menyukainya, Baby…”

“Ya..”

Baby..”

Siwon mendesah kesal, dia seakan enggan mengucapkan hal itu. Ada ketakutan dalam raut wajah Kyuhyun.

‘Apakah Siwon Hyung akan memutuskanku?? Karena Appa Choi kemarin??‘ pikiran-pikiran buruk itu muncul, di saat melihat Siwon yang seakan sedang berpikir.

Baby.. kau mengapa?” Siwon tersentak saat Kyuhyun menundukkan wajahnya.

“Ah.. tidak.. eum.. Hyung mau bicara apa?” Kyuhyun tersenyum menyembunyikan apa yang ada dalam hatinya.

“Aku.. eum.. aku harus menetap agak lama disini” sesal Siwon.

“Kenapa??” Kyuhyun menutup mulutnya karena telah lancang melontarkan ucapan yang pasti akan membebani Siwon.

“Kasus ini masih harus aku lakukan dengan pengintaian yang agak lama, kau tak apa??”

Kyuhyun kembali tersenyum menenangkan, “Tak apa Hyung, aku bisa menjaga diriku sendiri disini”

“Apakah ada tamu saat aku tak ada?”

Kyuhyun mencoba menutupi rasa terkejutnya saat Siwon bertanya.

“Ah.. tidak, eum.. tidak ada, hanya saja saat Hyung pergi, aku sempat pergi dengan Bibi”

“Dengan Umma??”

“Ya..”

Umma ingin semakin mengenal menantunya” goda Siwon.

Ne..” Kyuhyun menunduk malu (lagi), ingin rasanya Siwon memeluk Kyuhyun tapi dia harus tahan karena ini tak mungkin, mereka tinggal berjauhan.

Baby..”

“Ya Hyung..”

“Aku harus menutup sambungan kita, nanti malam aku akan kembali menghubungimu”

Kyuhyun hanya menghembuskan nafasnya, “Ya Hyung.. selalu jaga kesehatan dan dirimu”

“Pasti Baby.. kau juga”

Kyuhyun mengangguk.

Bye bye Baby.. love you

Love you too

Siwon mendekatkan wajahnya pada layar, yang diikuti Kyuhyun. Siwon menempelkan bibirnya pada layar, sedangkan Kyuhyun menempelkan pipinya disana.

Sambungan pun terputus. Air mata yang sedari tadi di bendungnya kembali mengalir, Siwon.. Siwon adalah sosok yang selalu ia dambakan. Dan kini setelah dirinya bisa bersama Siwon, mengapa begitu sangat sulit untuk menggapai kebahagiaan itu.

Bukankah cinta itu tulus dan suci, mengapa selalu terganjal akan cinta yang tak bisa bersatu??

.

.

Tuan Choi sedang berdiri diam di ruangannya. Menatap pemandangan Seoul dari kaca besar di hadapannya. Visual indah yang sama sekali tak menarik minatnya.

Ayah Choi Siwon itu terlalu larut dalam lamunannya sendiri. Kembali mencoba memutar ulang pertemuannya dengan pemuda manis di apartemen putranya beberapa hari yang lalu.  Entahlah.. Dia tak tahu apa yang sebenarnya dia rasakan, tak mungkin kan jika dia menyesal telah mengungkapkan semua itu pada teman hidup putranya itu.

Rasanya tidak. Siwon putranya, dan sudah menjadi kewajibannya untuk selalu menuruti apa kata Ayahnya.

Appa Choi menghela nafas lelah. Jika melihat sampai saat ini tak ada satupun kabar atau teriakan protes dari Siwon, dia asumsikan jika putranya itu belum mendengar kabar yang sesungguhnya. Atau mungkin Kyuhyun, begitulah nama pemuda itu, belum memberitahu apapun pada Siwon.

Kyuhyun tak akan berani melakukan itu. Jika melihat dari ekspresi pemuda itu kemarin, Appa Choi mengira jika Kyuhyun akan sangat mudah ditekan. Dan semoga saja memang benar seperti itu. Dia tak ingin terlalu melibatkan orang luar dalam urusan keluarganya.

Appa Choi sedikit menggertakkan giginya ketika mengingat kembali percakapan istri dengan keponakannya waktu itu. Jadi, bisa di pastikan jika selama ini istrinya itu tahu dan mengerti tentang keberadaan Kyuhyun. Appa Choi merasa begitu dikhianati, bahkan oleh istrinya sendiri.

Dia tahu, tak seharusnya dirinya bersikap begini keras. Tapi, semua ini tidak benar. Cinta seperti ini tidaklah benar. Sebagai kepala keluarga, dia tetap diharuskan memikirkan bagaimana kelangsungan nama keluarganya. Sungguh, pilihan seperti ini tak akan pernah Appa  Choi bayangkan dalam hidupnya.

Tapi, membiarkan putra satu-satunya memilih jalan yang berseberangan dengannya, hal itu juga tak akan dia biarkan.

Pria paruh baya itu menoleh sejenak, ketika pintu ruangannya terketuk. Detik selanjutnya sosok pria yang dia kenal masuk ke ruangannya. Menghampiri Appa Choi yang kini berdiri membelakangi jendela kaca.

Pria berpakaian serba hitam di hadapannya itu membungkuk sejenak.

“Apa yang kau bawa untukku kali ini?”

“Seperti permintaan Anda Tuan. Aku kembali menyelidiki apartemen Tuan Muda Siwon. Sepertinya Tuan Muda Siwon belum kembali dari tugasnya…”

Appa Choi menghela nafas sejenak.

“Jadi.. Siwon belum kembali…”

Pria di hadapannya itu mengangguk tegas. Appa Choi kembali menarik nafas dalam. Jadi, putranya belum kembali? Pantas saja dirinya belum mendapatkan teror apapun dari Siwon.

“Dan pemuda itu, bagaimana dia?”

“Maksud Tuan, pemuda lain yang menghuni apartemen Tuan Muda?”

Appa Choi mengangguk.

“Saya mencoba bertanya pada pengurus apartemen dan ya.. Tuan, pemuda itu masih ada disana…”

Appa Choi terlihat berfikir sejenak. Menimbang apa yang ingin dia katakan. Jika mengingat pemuda manis itu, ada juga sebersit rasa tak tega muncul di benak terdalam Appa Choi.  Bagaimana Kyuhyun yang hanya bisa menunduk.. Atau saat mata bulatnya tampak berkaca-kaca yang sejenak membuat Appa Choi tersentak dan tergagap.

Dia merasa bersalah telah menorehkan luka pada pemuda itu. Seandainya bisa, dia tak ingin sampai menyakiti siapapun. Tapi, tetap saja, suka tak suka, hal ini harus dia lakukan. Demi kelangsungan nama keluarganya. Appa Choi sudah tahu betul pemuda seperti apa Cho Kyuhyun. Latar belakang, dan asal usulnya, dia sudah tahu.

Pemuda manis itu memang harus menanggung beban yang sudah begitu berat di usianya yang terbilang muda. Mengalami kasus penjualan manusia dan harus menanggung hutang dari orang tuanya yang telah meninggal.

Tidak. Tetap saja, hal itu tak bisa digunakan sebagai alasan untuk membenarkan perbuatannya. Apa yang di lakukan Kyuhyun dan Siwon itu satu kesalahan.

“Tuan… Anda baik-baik saja…”

Appa Choi sedikit tergagap, melangkah ke arah kursi kerjanya dan menghempaskan tubuhnya yang lelah. Pria tua itu memasang wajah berfikir.

“Kau punya pemikiran kenapa dia tak meninggalkan apartemen putraku?”

“Menurut saya, dia akan menunggu Tuan Muda Siwon kembali dan menyelesaikan semuanya…”

Menunggu Siwon kembali? Itu tidak akan terjadi. Jika Kyuhyun bertemu Siwon lagi, maka rencana yang telah Appa Choi susun akan berantakan. Siwon tentu tak akan semudah itu melepaskan Kyuhyun. Dan membuat konfrontasi langsung dengan Siwon adalah hal utama yang sebisanya akan Appa Choi hindari.

Pemuda itu harus angkat kaki dari apartemen Siwon segera.

Sebentuk pemikiran muncul di benak Appa Choi. Tunggu, jika tak salah, pemuda itu dulunya sempat memiliki seorang kekasih bukan? Orang yang menjualnya ketempat prostitusi itu.

“Kau.. Apa kau sudah menyelidiki mantan kekasih pemuda itu…”

Orang kepercayaan Appa Choi itu mengangguk yakin. Merogoh kedalam saku mantelnya dan mengeluarkan sebuah amplop tak terlalu tebal. Orang itu mengeluarkan selembar foto, meletakkannya di hadapan Appa Choi.

“Ini Tuan. Namanya Uhm Kijoon. Menurut apa yang aku dengar. Dia menjual Kyuhyun agar bisa terlepas dari pemuda itu, menggunakan uangnya untuk dapat menikahi kekasih barunya….”

Appa Choi menangkupkan tangan di depan wajah. Mengamati gambar pria di hadapannya itu.

“Lalu.. Sekarang?”

“Dia gagal menikahi pacarnya, karena ditipu.. saat ini, dia bekerja di salah satu night club di kawasan Gangnam..”

Appa Choi menanatap wajah orang kepercayannya itu.

“Bisakah kau bawa dia menemuiku?”

Appa Choi tak menyalahkan siapapun yang akan terkejut mendengar permintaannya. Tapi.. tak ada cara lain. Dia harus menggunakan orang dari masa lalu Kyuhyun itu untuk memisahkan Siwon darinya.

Ah.. Sebenarnya dia lebih suka jika dia menggunakan orang dalam keluarganya. Tapi sepertinya cara itu percuma, karena istrinya dan Hankyung, keponakannya, memilih untuk mendukung Siwon.

“Anda ingin menemuinya Tuan?”

“Yaa… Ya.. Bawa orang itu padaku…”

.

.

.

Kyuhyun yang merasa bosan, memilih untuk jalan-jalan diluar. Mungkin dengan menghirup udara segar di sekitaran taman apartemen Siwon, bisa membuatnya kembali cerah. Kyuhyun masih sesekali memikirkan apa yang dikatakan Appa Choi, saat ini ia belum merasakan bagaimana Appa Choi mengusir dirinya. Apakah Appa Choi sudah berbaik hati, mengizinkan dirinya untuk lama tinggal disana?

Selagi Kyuhyun berpikir, seorang namja berbadan tegap. Tinggi yang hampir sepantar Kyuhyun dengan senyum selalu terkembang menghampirinya.

Dugh..!!

“Aw..”

“Ah.. mian.. mian aku tak sengaja” ucap namja itu meminta maaf.

Deg!!

Suara itu, suara yang tentu Kyuhyun sangat hafal. Dengan gerakan slow motion, Kyuhyun melihat ke sampingnya. Sangat berharap jika apa yang dipikirkannya bukanlah hal itu, tapi..

Hyung..”

“Kyu..”

Kyuhyun segera mengambil botol minumannya yang jatuh, ia segera melangkah lebar untuk pergi menjauh.

“Kyu.. tunggu.. Kyu”

Kyuhyun masih saja terus berjalan menjauhi namja itu hingga..

“Kyu tunggu..” namja yang bernama Kijoon, berhasil menghentikan langkah Kyuhyun dengan menarik lengannya.

“Kyu..”

“Lepaskan aku..” desisnya marah.

“Kyu..”

“Lepaskan aku, atau jika tidak aku akan berteriak, agar kau bisa di pukuli karena akan menculikku”

“Wow..wow.. santai Kyu, aku tak akan menyakitimu..”

Kyuhyun segera memandang Kijoon dengan marah.

“Tak pernah menyakitiku??? Tak ingat terakhir pertemuan kita dimana??” Hardik Kyuhyun.

“Kyu..”

“Kau tak tau malu, dengan sekarang ini malah mengejarku setelah apa yang kau lakukan padaku??”

Kyuhyun menghentakkan tangannya kasar, terlepas sudah genggaman itu. Kyuhyun segera pergi meninggalkan Kijoon.

“Aku minta maaf Kyu, aku sangat bersalah padamu.. aku minta maaf”

Kyuhyun sempat menghentikan langkahnya, menolehkan wajahnya ke belakang sekilas. Lalu lebih memilih berlari meninggalkan Kijoon seorang diri.

“Ini masih permulaan Kyu, kita lihat nanti..” Kijoon tersenyum misterius.

***

Flashback

Tok.. tok..

“Masuk..”

Namja kepercayaan Appa Choi masuk dengan Kijoon yang kini melihat ke sekelilingnya. Ia tak mengerti saat ia di seret paksa untuk ikut dan akhirnya dibawa ke sebuah perusahaan besar.

“Tuan besar..”

Appa Choi melihat ke depannya, ia yang sedang memeriksa beberapa file akhirnya menutup map. Tersenyum penuh misteri.

“Bagus, kerja yang bagus..”

Namja yang diberikan sebuah penghargaan hanya bisa menunduk.

“Kau Kijoon bukan?”

Kijoon yang namanya di sebut menghentikan tatapan wajahnya yang melihat ke sekeliling ruangan besar itu.

“Ya..”

“Jadi ternyata kau..”

Ne??”

“Tidak ada.. aku hanya membutuhkan sebuah bantuanmu..”

Flashback end

.

.

.

Kyuhyun masih memikirkan mengenai kejadian kemarin di taman, bagaimana bisa Kijoon mengetahui dirinya ada disana?

Ketakutan menyeruak dalam hatinya, ia takut kehadiran Kijoon akan membuat hubungan dirinya semakin rumit dengan Siwon. Masih belum tuntas masalah dirinya dengan Appa Choi mengapa Kijoon menambah masalah kembali.

“Bagaimana ini Tuhan??” Kyuhyun mengusap wajahnya.

Ia melihat laptop yang terbuka berbunyi, tanda ada sambungan. Kyuhyun mengetahui pasti jika Siwon lah yang menghubunginya. Segera lah Kyuhyun membenahi dirinya, agar Siwon tak curiga.

Hyung..”

“Sayang.. bagaimana kabarmu??” Siwon menatap rindu Kyuhyun.

“Aku baik, Hyung.. tapi akan jauh lebih baik jika kau ada disini” ucapnya tanpa sadar.

“Aku pun merindukanmu.. tunggulah sebentar lagi, aku masih mencari waktu tepat untuk melumpuhkan mereka”

Kyuhyun mengangguk mengerti.

“Hati-hati selalu, Hyung..”

“Ya.. Baby..”

Kyuhyun tersenyum, dan itu membuat Siwon merasa ganjil. Senyuman Kyuhyun terlihat banyak beban.

Baby.. kau tak apa?”

“Aku??” Kyuhyun menunjuk dirinya. “Tak apa, Hyung.. hanya kurang tidur”

“Memikirkanku??”

“Tentu”

“Oh andai ada pintu kemana saja, aku pasti sudah memelukmu disana, menciumu dgn..”

“Yak!! Hyung..” Kyuhyun sangat malu walau Siwon berkata frontal hanya di depannya.

“Kenapa sayang??”

“Sudahlah, kau selalu menggodaku..”

“Hanya untukmu, sayang..”

“Heum.. tak ada yang lainnya, kan??”

“Tak ada..”

Siwon berpikir sejenak.

“Ada apa, Hyung..”

Umma tadi menghubungiku.. dia tidak bisa pergi untuk membeli kebutuhan rumah. Ah bisakah kau membelinya, Kyu??”

Kyuhyun seperti menimbang-nimbang, dia harus pergi? Lalu bagaimana jika dirinya bertemu dengan Kijoon kembali?

Baby?? Kyu..”

“Ah.. ya Hyung.. eum.. aku bisa”

“Ah kalau kau tak bisa, lebih baik untuk makan delivery saja. Nanti jika aku pulang, aku akan pergi berdua denganmu berbelanja kebutuhan, bagaimana?”

“Tak usah Hyung, aku bisa.. lagi pula jika delivery terus. Pengeluaran akan semakin besar”

“Ow.. kau memang istri idaman”

Kyuhyun menatap Siwon sendu, bisakah ucapan Siwon itu menjadi kenyataan??

Baby?? Ada apa lagi??”

“Ada apa?? Memang ada apa denganku??”

“Tatapanmu sayang”

“Aku hanya terharu, Hyung.. itu saja”

“Jika waktunya telah tiba, aku pasti akan menjadikanmu istriku”

“Jangan berjanji, Hyung

“Aku tidak berjanji, tapi aku pasti akan melakukannya” ujar Siwon pasti.

“Baiklah aku akan menunggu waktu itu tiba”

“Ah.. aku harus kembali bekerja.. dan ambilah kartuku di lemari, berbelanja lah kebutuhan yang kau mau”

“Ya Hyung.. bekerja dengan baik dan comeback safely

.

.

Kyuhyun membenarkan letak tudung hoodie yang menutupi kepalanya. Pandangannya terlihat waspada pada sekelilingnya.

Hah.. Jika dia tak terpaksa, dia lebih memilih untuk diam saja di apartemennya. Tapi, tak mungkin juga kan, dia harus terus mengharapkan Umma Choi membelanjakan semua kebutuhannya. Itu tidak sopan, tentu saja.

Sudah seharusnya Kyuhyun mulai menyiapkan semua kebutuhannya sendiri. Seperti percakapan dengan Siwon, dia akan menjadi istri Siwon suatu saat nanti.. Tak ada salahnya kan belajar dari sekarang.

Ugh.. Kyuhyun sedikit merutuki dirinya sendiri yang masih sempat-sempatnya merona di saat seperti ini.

Pemuda manis itu masuk ke dalam sebuah minimarket. Mulai memilih apa saja yang sekiranya dia butuhkan. Mendorong trolinya sambil sesekali tetap memandang waspada pada sekitarnya.

“Apa lagi ya?” Kyuhyun menghitung apa saja yang sudah dia masukkan. Mengingat-ngingat jika saja ada benda yang belum dia beli.

“Ah.. Ya.. Susu.. mungkin besok aku bisa sarapan dengan segelas susu panas…”

Kyuhyun mendorong trolinya menyusuri rak penuh kotak-kotak susu. Tangannya sudah terulur untuk meraih salah satu kotak yang ada di atas ketika sebuah tangan lain menginterupsinya.

Orang itu meraih benda yang di maksud Kyuhyun, menyerahkan nya pada Kyuhyun yang masih membeku dengan wajah penuh ekspresi terkejut.

“Oh.. Senang bertemu denganmu lagi Kyu…”

Kyuhyun melangkah mundur, dengan wajah merah padam. Kijoon tengah berdiri dihadapannya dengan ekspresi aneh yang membuat bulu kuduk Kyuhyun berdiri.

“Apa maumu?”

“Oh.. Kita bertemu lagi kan. Apa itu bukan jodoh namanya…”

Kyuhyun melemparkan tatapan membunuh pada Kijoon yang masih terlihat santai.

Jodoh? Kesialan macam apa yang membuat Kyuhyun berjodoh dengan Kijoon? Cukup sekali dia terjerat buaya darat macam Kijoon dan Kyuhyun bersumpah tak akan mengulanginya lagi.

“Kau tinggal dimana Kyu?”

“Bukan urusanmu..” Kyuhyun terus melangkah mundur, melupakan troli nya begitu saja.

“Aku hanya bertanya baik-baik Kyu.. siapa tahu aku bisa mengunjungimu dan…”

“Tutup mulut busukmu itu Kijoon-ssi dan menjauhlah dariku!!!” Kyuhyun berteriak. Sedikit membuat Kijoon terkejut karena tak menyangka jika Kyuhyun punya nyali.

“Kyu.. Aku hanya…”

“Jangan ganggu hidupku…. “

“Aku merindukanmu Kyu..”

“AKU MEMBENCIMU!!!!”

Kyuhyun berteriak sekeras yang dia bisa, sama sekali lupa jika dia kini masih berada di minimarket dan kegiatan mereka mulai menarik minat banyak orang. Pemuda manis itu melemparkan tatapan terakhir pada Kijoon sebelum berbalik arah dan berlari. Terus berlari.

Kyuhyun berlari secepat yang kakinya bisa lakukan. Tak ada apapun yang lebih diinginkannya daripada membuat jarak sejauh mungkin dengan pria brengsek itu. Orang dari masalalunya.

Seseorang yang sampai beberapa waktu lalu masih saja membuat Kyuhyun bermimpi buruk jika memikirkannya. Takdir macam apalagi ini yang mencoba mempermainkannya. Belum selesai masalah dengan Ayah Siwon dan kali ini, hari ini, dia bertemu lagi dengan Kijoon brengsek itu. Ya Tuhaann…

Pemuda manis itu masih terus berlari. Dan terus berlari walau dirinya telah sampai di gedung apartemen milik Siwon. Tak di hiraukannya tatapan penuh tanya petugas keamanan ataupun sumpah serapah dan umpatan dari berbagai bahu yang di tabraknya tanpa sengaja.

“Hentikan lift itu…” Kyuhyun berteriak sekeras yang dia bisa, mencoba meminta siapapun yang tengah menaiki lift untuk menahan pintunya.

Kyuhyun menyusupkan tubuhnya ke dalam lift, bersandar pada dinding sebelah dalam. Nafasnya terengah-engah, dengan wajah yang memerah. Campuran antara rasa lelah berlari dan ketakutan yang tiba-tiba melanda dirinya.

Tidak… Kijoon tak boleh menemukannya lagi. Tidak, setelah kehidupannya membaik karena Siwon. Pemuda itu masih berusaha menetralkan nafasnya. Sekali lagi menghiraukan berbagai pasang mata yang masih menatapnya dengan penuh tanda tanya.

Kyuhyun segera berlari keluar ketika denting pintu lift terbuka. Memasukkan password secara serampangan hingga harus membuatnya mengulangi beberapa kali. Bibir tipis nya kembali mengumpat ketika dirinya gagal untuk kesekian kali. Sesekali kepalanya akan waspada ke sekelilingnya, berharap jika tak ada seorangpun yang mengikutinya.

Pintu terbuka. Kyuhyun sedikit bernafas lega, sebelum menjejalkan tubuhnya kedalam. Pemuda manis itu bersandar kepintu depan, merosot kelantai. Lega. Dia sangat lega. Sangat lega tentu saja. Setidaknya disini dia aman. Kijoon tak akan menemukannya. Dia akan baik-baik saja.

Kyuhyun mencoba mensugesti dirinya sendiri. Ya.. Tak akan ada yang menyakitinya jika dia ada dalam perlindungan Siwon.

Siwon.. Kyuhyun tersentak, ketika ingatan tentang Siwon menyapa benaknya. Dia harus memberitahu Siwon.

Pemuda manis itu meraih ponselnya. Menekan tombol panggilan 9 dan menunggu panggilan tersambung. Hingga detik selanjutnya Kyuhyun memutuskan sambungannya.

Tidak.. tidak.. Dia tak boleh memberi tahu Siwon.. Dia tak ingin membuat Siwon khawatir.

Kekasihnya itu sedang dalam tugas penting sekarang. Dia tak boleh membuat Siwon kehilangan konsentrasi yang akan berimbas pada keselamatanya.

“Ayolah Kyu… kau sudah dewasa.. kau mampu menyelesaikannya sendiri. Jangan membuat Siwon khawatir…” Kyuhyun bergumam sendiri.

Mulai beranjak dari duduknya dan melangkah ke dalam. Kemarin saja ketika Siwon menghubunginya melalui sambungan video call saja, kekasihnya itu sudah cukup curiga jika memang ada sesuatu yang terjadi pada Kyuhyun.

Kyuhyun menggeleng pelan. Mengingat bagaimana cinta Siwon untuknya, membuat Kyuhyun menghangat. Pemuda manis itu bergerak ke arah dapur, mengambil segelas air dan meneguknya pelan. Hah.. keinginan belanjanya lenyap karena pertemuan dengan orang itu lagi.

Bagaimana Kijoon tahu jika Kyuhyun tinggal didaerah ini? Siapa yang memberi tahunya?

Telephone rumah berbunyi membuat Kyuhyun tesentak.

Siwon…

Oh tidak.. pasti karena panggilan nya yang batal tadi. Baiklah Kyu, karanglah cerita apapun dan jangan buat Siwon khawatir.

Kyuhyun menarik nafas dalam-dalam, “Yeobseyo..” mencoba membuat nada suaranya senormal mungkin.

Baby.. Ada apa? Terjadi sesuatu?” pertanyaan penuh kecemasan dari Siwon membuat Kyuhyun menghangat. Dia dapat merasakan jutaan kasih sayang kekasihnya itu untuknya.

“Tak ada Hyung.. Aku.. hanya merindukanmu..”

Siwon terkekeh pelan.

“Oh.. tak biasanya kau menggodaku lebih dulu, Baby..”

“Memangnya aku tak boleh seperti ini?” Kyuhyun mengerucutkan bibirnya. Suara Siwon benar-benar membuatnya rileks.

“Kau boleh melakukan apapun Sayang.. Apapun..”

Mau tak mau Kyuhyun ikut tersenyum bersama Siwon.

“Sungguh tak terjadi apapun padamu Baby..?” Nada khawatir itu kembali terdengar.

“Memang nya apa yang akan terjadi padaku, Hyung? Aku memilikimu bukan? Kau tak akan membiarkan seseorang menyakitiku…” Kyuhyun menggigit bibirnya. Andai saja Siwon tahu jika apa yang dia ungkapkan kali ini adalah benar-benar harapannya. Keinginannya agar Siwon melindunginya, mempertahankannya.

“Baiklah.. Aku akan kembali bertugas. Jaga dirimu Sayang..”

“Kau yang harus menjaga dirimu, Hyung..”

“Memangnya apa yang akan melukaiku Baby..”

“Yah.. Siapa tahu kau terperangkap perempuan Jeju dan melupakanku..” Siwon tergelak.

“Tak biasanya kau possesif seperti ini Kyu..”

“Tak ada salahnya kan.. bersikap possesif pada milikku sendiri..”

Siwon kembali tertawa, mengucapkan salam penutup dengan kecup jauh yang membuat Kyuhyun merona hingga ketelinga.

Miliknya? Ya.. Siwon adalah milik Kyuhyun begitupun Kyuhyun yang akan selalu menjadi milik Siwon. Dia harus mempertahankan hubungan ini.

‘Kau akan berjuang bersamaku kan Hyung..’

.

.

Sejak beberapa jam yang lalu Siwon terlihat sibuk memandangi ponselnya. Bukan.. bukan untuk menatap potret Kyuhyun yang tampak sangat manis dan menggoda. Bukan…

Dia sedang dalam mode bingung menentukan sikap. Mencoba merangkai kalimat yang sekiranya terlihat cukup meyakinkan untuk di sampaikan pada Hankyung.

Siwon tak tahu kenapa, tapi dia mendapatkan satu firasat aneh jika telah terjadi sesuatu pada Kyuhyun. Memang, di setiap kabar atau telpon yang mereka lakukan, Kyuhyun akan menjawab jika dia tak apa-apa. Selalu saja seperti itu. Tapi Siwon tahu, ada sesuatu di sorot bola karamel Kyuhyun. Sesuatu yang sedang si manis itu coba sembunyikan dari Siwon.

Tapi.. Alasan apa yang tepat? Tidak enak badan? Lagi? Sepertinya konyol..

Atau orang tuanya membutuhkannya? Hah..bisa-bisa Hankyung menanyakan langsung pada orang tuanya dan gagal lah sudah semua rencananya. Jika bukan semua alasan itu, lalu alasan apa lagi yang bisa dia keluarkan untuk dapat kembali ke Seoul secepatnya.

Oh.. Sial.. Kenapa, kenapa masalah justru timbul di saat dia berjauhan dengan Kyuhyun. Semoga saja bukan hal buruk.. Dan semoga saja tidak akan berimbas pada hubungannya dan Kyuhyun. Pemuda tampan itu masih sibuk berfikir, mengetuk-ketukkan ponselnya ke dahi.

Apa.. apa alasan yang bisa membuatnya menukar tempat tugas?

Tanpa banyak pikir lagi Siwon menekan beberapa tombol. Peduli setan dengan alasan apapun yang akan dia keluarkan nantinya. Yang jelas, dia harus segera kembali ke Seoul. Secepatnya.

Egois memang, salahkan jeleknya pengendalian diri Siwon jika itu sudah menyangkut sesuatu mengenai Kyuhyun. Memang hubungan mereka juga belum berlangsung lama, tapi rasa yang tercipta di antara mereka jauh lebih kuat dari durasi hubungan mereka sendiri.

Siwon menggigit pipi dalamnya, melangkah tak tentu arah sambil menunggu panggilannya terjawab.

Sekali.. Dua kali.. Gagal.. Tak ada jawaban…

Siwon mengumpat, pelan. Sialan.. Hankyung sialan…

Sekali lagi Siwon mencoba menghubungi atasannya itu. Kembali menggigit bibir dan berjalan kesana kemari.

“Ya..”

Tanpa sadar Siwon menghembuskan nafas lega ketika suara di seberang menyapa telinganya.

“Oh.. Thanks God..”

“Siwon.. apa yang terjadi? Kau sudah berhasil menangkap pelakunya?”

Siwon memutar bola matanya, mendengar kata-kata Hankyung. Oh.. Dia tak tahu omelan macam apa lagi yang akan dia terima ketika dia mengutarakan keinginannya.

“Bukan Hyung.. Ini masalah yang berbeda..”

“Berbeda?”

Siwon mengangguk, tapi buru-buru mengucapkan “ya” lirih ketika sadar jika Hankyung tak dapat melihat anggukannya.

Hyung..bisakah aku meminta ijin kembali?” suara Siwon berubah formal. Tak ada jawaban. Siwon tahu pasti akan seperti ini.

Hyung.. Kau masih disana?”

“Kenapa kau ingin kembali Siwon-ah? Kau terluka? Atau.. kau berkelahi lagi dengan rekan kerjamu?”

Mata Siwon kembali berputar. “Hyung.. astagaa.. Tak bisakah kau tak memikirkan hal-hal buruk tentangku..”

“Ups.. Sorry Siwon-ah.. Aku tak bisa.. karena kau.. memang dicintai masalah..”

Siwon mendengus kesal.

“Apa alasanmu Siwon-ah?” Hankyung kembali bertanya.

“Aku.. Aku.. Eum.. ah.. Aku kurang enak badan Hyung… Aku tak ingin kondisiku justru menghambat pekerjaan kita… Jadi…”

“Kau bohong Siwon-ah..”

Siwon mengeluh pelan, memijit keningnya yang terasa mulai berdenyut. Membohongi Hankyung adalah hal yang mustahil dan Siwon tahu hal itu.

Hyung.. Tolong.. Kali ini aku tak bohong.. Aku memang benar-benar tak enak badan…” kata Siwon dengan suara semenyedihkan mungkin.

Ya…dia tak sepenuhnya berbohong, memang kondisinya saat ini tidak begitu baik, walau itu bukan kategori fisiknya, hanya hatinya yang tak tenang. Tapi, bukankah hati yang tenang juga di perlukan untuk hasil pekerjaan yang maksimal. Katakan itu alasan klasik..tapi Siwon tak akan peduli.

Tak ada suara di seberang, membuat Siwon semakin gelisah.

Hyung… Tolong…”

Helaan nafas terdengar dari Hankyung, dan Siwon tahu jika aktingnya kali ini payah.

“Baiklah Siwon. Akan aku carikan kau pengganti. Kau bisa kembali ke Seoul, besok..”

Hampir saja Siwon berteriak senang dan melompat kegirangan jika tak ingat akan kemungkinan Hankyung akan menembak kepalanya ketika kembali ke Seoul nanti.

Ne… Kamsahamnida Hyung-nim..”

Siwon memandangi ponselnya yang masih menyala setelah sambungan yang terputus. Mengusap penuh kasih potret Kyuhyun yang ada disana. Siwon ingat, foto itu di ambil ketika Kyuhyun tengah menyiapkan sarapan pagi mereka sehari sebelum keberangkatan Siwon. Oh..dia tak pernah tahu jika kini dia begitu merindukan Kyuhyun.

“Apa yang sebenarnya terjadi padamu Baby? Apa yang kau sembunyikan dariku?”

.

.

.

Dentang bel apartemen membuat Kyuhyun yang tengah menikmati ramen hangat nya terhenyak. Sejak kejadian kunjungan Appa Choi yang tak terduga itu membuat Kyuhyun sedikit takut ketika menerima tamu. Belum lagi fakta yang beberapa hari ini menghantuinya, tentang pertemuannya dengan Kijoon.

Semoga saja bukan, Kijoon tahu dimana dia tinggal adalah hal terakhir yang Kyuhyun inginkan. Dengan sedikit enggan Kyuhyun beranjak dari duduknya. Sambil terus menggumamkan doa agar Tuhan tak mengirimkan tamu aneh untuk dirinya. Pemuda manis itu mengintip dari interkom dan seketika mata bulatnya melebar. Dia berlari seketika, membuka pintu dengan tergesa, berlomba dengan jantungnya yang semakin cepat.

Hyyuuunngg….!!!! Aku merindukanmu..!!!” Kyuhyun berteriak senang. Melemparkan dirinya ke dalam pelukan Siwon yang terhuyung kebelakang, terkejut karena ulah Kyuhyun.

Choi Siwon tertawa pelan. “Woow…woow…pelan-pelan Baby….” lengannya melingkari tubuh Kyuhyun, memeluknya erat, menciumi surai coklat Kyuhyun yang lembut.

“Aku merindukanmu Hyung… Aku rindu…” Kyuhyun terus saja bergumam riang, menyandarkan kepalanya di dada hangat Siwon yang masih bergetar karena tawa.

“Yaa…yaaa… I miss u too Baby…” Jawab Siwon dengan suara yang mampu membuat telinga Kyuhyun tuli. Berlebihan? Oh.. Kyuhyun tak peduli…dia yakin jika dirinya bisa bertingkah lebih menyebalkan lagi jika itu tentang Siwon.

Dengan Kyuhyun yang tetap ada dalam pelukannya, Siwon melangkah masuk, menutup pintu dengan kakinya. Saat perjalanan tadi, tak henti-hentinya dia sibuk berfikir tentang berbagai kemungkinan yang terjadi pada kekasihnya itu. Tapi, setelah pemuda itu kini ada dalam pelukannya Siwon merasakan kehangatan yang terasa begitu menenangkan, hangat yang membuat lelahnya menguap.

Kyuhyun tak hentinya mengulas senyum, menghirup dengan rakus aroma Siwon yang sangat dia rindukan. Membenamkan kepalanya dalam dekap yang sangat dia rindukan. Rasa takutnya hampir tak tersisa, walau tetap saja kenyataan jika dia menyembunyikan sesuatu dari Siwon membuatnya goyah. Belum lagi tentang Appa Choi yang menolaknya dan.. Ah.. Itu akan Kyuhyun pikirkan nanti, saat ini.. Dia hanya ingin menikmatinya bersama Siwon.

“Bukankah kau baru kembali minggu depan Hyung?” bisik Kyuhyun.

“Ya.. Tapi aku sudah tak bisa menahan rinduku padamu Sayang…” goda Siwon.

Chessy...” Kyuhyun mengerucutkan bibirnya. Berpura-pura kesal yang gagal karena rona merah di pipinya.

Siwon tersenyum, mengecup pelipis Kyuhyun. Kemudian menangkup wajah pemuda itu dengan dua tangannya. Dahinya sempat berkerut heran ketika menatap wajah Kyuhyun yang tersenyum begitu lebar.

“Apa Baby?”

Hyung… kapan kau akan menciumku? Aku begitu merindukanmu…”

Siwon sedikit tercengang, mereka sering kali berciuman, sangat sering, tapi Kyuhyun yang memintanya lebih dulu, itu hal langka.

Kali ini Siwon menyeringai “Kau tak pernah berhenti mengejutkanku Baby Kyu…”

Kyuhyun tertawa, memejamkan dua matanya ketika wajah Siwon semakin mendekat. Menenggelamkan bibir Kyuhyun dalam ciuman yang kuat dan panas.

Siwon mengecap semua rasa yang ada pada bibir itu, bibir yang selalu menghantui mimpi-mimpinya. Ciuman-ciuman pelepas rindu itu berubah menjadi hasrat. Hasrat ingin memiliki, hasrat ingin terpuaskan dan memuaskan.

“Katakan kau menginginkanku Kyu, kau merindukanku heemm…” Siwon berbisik di telinga Kyuhyun, mendorong tubuh kekasihnya itu hingga bersandar di tembok di sisi pintu masuk.

Kyuhyun mengangguk pelan, telinganya terasa tuli oleh dentang-dentang keras yang baru disadarinya berasal dari jantungnya sendiri. Ciuman ini, ciuman yang dia rindukan, bukti kasih yang sanggup melelehkan nalar.

“Ya Hyung… I want you.. to embrace me..” Kyuhyun mengerang saat Siwon menyerang leher putihnya. Menjelajah lagi jalur-jalur yang sangat dia hapal. Dihirupnya dengan rakus harum aroma tubuh Kyuhyun yang sangat dia suka.

Sentuhan-sentuhan Siwon sungguh membuat Kyuhyun lupa diri. Tak kuasa menahan rindu yang memuncak. Dan kali ini kesempatan itu tak akan mereka buang percuma. Kesempatan untuk memanjakan diri dalam dekapan sang kekasih, menikmati apa yang di tawarkan oleh tubuh yang lain.

Jiwa mereka menyatu, terus berbagi rasa, membiarkan hasrat mereka saling terikat untuk membaur melemaskan raga. Tak ada yang peduli dimana mereka berada. Masing-masing ingin menjadi bagian utuh dari yang lain. Ruang apartemen yang semula sunyi kini berubah ramai dengan desah nama. Bertambah panas dengan cucuran peluh yang membanjiri tubuh mereka dimana gairah bersatu pada puncaknya.

.

.

Siwon meletakkan satu tangan kanannya sebagai bantalan tidur Kyuhyun, mereka kini menikmati waktu kebersamaan berdua hanya di ranjang sambil berpelukan. Tidak ada yang lebih indah dari hal ini tentunya, bukan??

Suara perut minta di isi dari Kyuhyun menghancurkan suasana, Kyuhyun merutuki perutnya yang berbunyi tidak pada waktunya.

“Kau lapar, Baby??”

“Eum.. maaf Hyung” Kyuhyun menunduk mendekatkan wajahnya di dada Siwon yang terbuka.

“Tak apa sayang, aku seharusnya membuatkan makanan untukmu dulu sebelum memakanmu”

Kyuhyun mencubit pinggang Siwon yang sempat-sempatnya menggoda dirinya.

“Baiklah sayang.. akan aku buatkan makanan ya..” Siwon beranjak dari tempat tidur tetapi belum ia memakai bajunya, Kyuhyun sudah menarik lengannya.

“Ada apa?”

“Eum.. aku.. aku belum membeli keperluan bahan makanan”

Siwon mengernyit bingung, bukankah kemarin ia sudah meminta Kyuhyun berbelanja.

“Itu.. eum.. karena diluar ada.. eum.. anjing.. ya.. anjing aku takut, jadilah aku tak jadi pergi”

“Kau takut anjing??”

“Eumm.. ya.. hahaha” Kyuhyun menggaruk tengkuknya, “Hanya beberapa jenis yang aku sukai, tapi jenis pitbull.. aku takut”

“Ah..” Siwon mengangguk mengerti.

“Ya sudah.. lebih baik, kita berbelanja saja” kembali Kyuhyun menahan lengan Siwon.

“Ada apa lagi??”

“Eum.. Hyung lebih baik di rumah saja, kau kan lelah. Biarkan aku saja yang pergi”

“Kau yakin??”

Kyuhyun mengangguk cepat. Siwon mengusak rambut Kyuhyun. “Mandilah..”

Kyuhyun pun tersenyum dan segera kekamar mandi, tak dihiraukannya tatapan curiga dari Siwon.

“Apa yang kau sembunyikan dariku, sayang??” Gumamnya.

***

Hyung.. aku pergi dulu”

Siwon kini tengah duduk di ruang TV, dilihatnya penampilan Kyuhyun yang sederhana namun tetap menarik baginya. Oh jangan salahkan matanya yang selalu memuja, karena memang Kyuhyun mempunyai pesona yang sulit untuk di hindarkan.

“Yakin tak perlu aku antar??”

“Tak usah Hyung, aku bisa.. lagi pula tak akan lama”

Siwon mengangguk, Kyuhyun mendekatinya dan mencium tepat di bibirnya.

“Aku pergi dulu ya Hyung

“Heum.. cepat kembali, sayang..”

Setelah melihat Kyuhyun menghilang di balik pintu, Siwon bergegas menuju kamarnya. Mengambil jacket serta topi. Tak perlu penyamaran yang aneh, lagi pula dia hanya akan mengintai kekasihnya ke supermarket.

.

.

Kyuhyun telah tiba di supermarket, ia melihat kanan kiri nya, siapa tau Kijoon masih sering mengintainya.

Tapi dilihatnya terasa aman, Kyuhyun pun bergegas menuju rak barang-barang yang akan dibelinya. Kyuhyun bisa saja mengajak Siwon berbelanja bersama, akan tetapi ia hanya tak ingin Siwon bertemu dengan Kijoon. Jangankan Siwon, Kyuhyun pun sebenarnya enggan bertemu kembali dengan mantan kekasihnya yang brengsek itu.

Setelah membeli beberapa barang, troli yang dibawa Kyuhyun sudah terlihat penuh dengan barang belanjaan. Dia mengingat terakhir kali bertemu Kijoon di rak susu, semoga dia tak pernah bertemu lagi disana.

Dengan sangat hati-hati Kyuhyun berjalan menuju rak susu, dilihatnya tak ada orang disana. Kyuhyun bergegas mengambil barang yang dibutuhkan dan berjalan cepat menuju kasir. Selesai melakukan pembayaran. Kyuhyun pun segera menuju pintu keluar, merasa kesusahan dengan barang bawaannya. Kyuhyun tak sengaja menjatuhkan satu kantung plastik belanjaannya.

Saat akan mengambilnya, terlihat sepatu laki-laki dengan bergaya necis berada di hadapannya. Kyuhyun pun mendongakkan kepalanya. Terkejutnya ia siapa yang ada di hadapannya kini.

“Kau..”

“Kita selalu berjodoh sayang..”

“Diam kau!!” Ucap Kyuhyun marah.

“Sepertinya kau sangat kesusahan, biar aku membantumu”

“Tak perlu aku bisa sendiri”

“Tak usah sungkan”

Kijoon berniat mengambil beberapa barang yang ada di tangan Kyuhyun. Sentuhan tangan itu mengingatkan dirinya pada masa lalu, tetapi Kyuhyun segera menepisnya.

“Jangan pernah menyentuhku” Kyuhyun menghindari sentuhan kulitnya.

Kijoon menaikkan kedua tangannya, “Baiklah.. baiklah aku tak akan menyentuhmu, tapi izinkan aku membantumu”

“Untuk apa kau datang kembali kesini??”

“Aku??” Tunjuknya. “Aku hanya merindukanmu, dan juga.. aku hanya ingin meminta maaf atas segala kesalahanku”

“Baru sekarang kau berani meminta maaf??”

“Aku tau.. aku salah Kyu.. maafkan aku.. aku sungguh khilaf” Kijoon mencoba memasang wajah bersalahnya.

Kyuhyun yang memang mempunyai hati lembut hanya bisa terdiam, ia tau semua manusia pasti mempunyai kesalahan.

“Kyu..” Kijoon kembali memegang tangan Kyuhyun, kali ini tak ada reaksi marah karena Kyuhyun masih dalam lamunannya. Dengan berani Kijoon membawa Kyuhyun dalam dekapannya.

Disaat bersamaan, Siwon datang. Siwon yang awalnya hanya akan mengintai, tak tau mengapa Kyuhyun berdiam diri di pintu keluar supermarket dan sungguh hatinya terasa sakit saat melihat seseorang yang tak dikenalnya kini sedang menyentuh tangan Kyuhyun dengan erat, bahkan memeluknya.

Baby..”

Panggilan Siwon membangunkan Kyuhyun dari lamunannya, ia mendorong Kijoon saat mengetahui mereka tengah berpelukan. Kyuhyun menatap takut saat melihat ke belakang dan terkejutnya ia saat Siwon memandang dengan mata yang penuh kesedihan. Siwon berjalan mundur hendak meninggalkannya.

“Tidak Hyung.. tidak ini tidak seperti yang kau kira”

Siwon berjalan cepat meninggalkan Kyuhyun yang mulai berderai air mata.

.

.

“Kau melakukan pekerjaan yang baik” namja paruh baya yang masih terlihat gagah itu mengambil sebuah amplop dari lacinya.

Menyerahkan amplop berisi uang, kepada namja yang hanya tersenyum senang di hadapannya.

“Tak salah aku memintamu membantuku”

“Hanya pekerjaan kecil, pasti aku bisa melakukannya. Aku terlalu tau bagaimana dia”

Namja yang lebih tua, tersenyum sinis. “Pergilah, dan datang kembali jika aku membutuhkanmu”

“Pasti” Kijoon mencium amplop berisikan uang lalu pergi dari sana.

“Sekretaris Cha, siapkan makan malam esok di restoran Italia. Tepat pukul 8 malam” Appa Choi menutup sambungan telephone nya, ia kembali tersenyum senang.

Walau ia tau, apa yang dilakukannya jahat. Tapi ia lakukan semua itu hanya demi masa depan Siwon, anak tunggalnya. Tak salah bukan? Jika seorang Appa, menginginkan hadirnya seorang cucu dan pewaris kekayaannya.

Appa Choi tak mengenal Kyuhyun secara dalam, ia tau Kyuhyun orang yang baik. Tapi baik saja tidak termasuk dalam kriterianya. Terlebih Kyuhyun dan Siwon sesama namja.

“Maafkan Appa, Siwon.. Appa hanya mengharapkan yang terbaik bagimu..”

.

.

Kyuhyun bergerak gelisah di ruang tamu apartemennya. Meremas-remas jemarinya yang saling terkait. Bekas-bekas air mata masih tergambar jelas di pipinya. Dia sedang menunggu Siwon.

Kekasihnya itu belum pulang, dan itu semakin membuatnya takut. Kesalah pahaman mereka harus segera di selesaikan. Sebenarnya tadi Kyuhyun berniat menjelaskan nya tadi secara langsung. Tapi, Siwon menepiskan tangannya dan berlalu begitu saja.

Kyuhyun menggigit bibirnya dengan gugup. Ya Tuhan.. Apa hubungan mereka akan berakhir? Tidak.. jangan… mereka baru saja menjalani ini, masih banyak kebahagiaan yang belum mereka gapai, dan Kyuhyun tak ingin kehilangan Siwon.

Rasa cintanya pada pemuda itu semakin hari semakin besar, semakin dalam. Sejak pertama kali mereka bertemu di tempat terkutuk itu, Kyuhyun sudah terjerat dalam pesona Siwon. Hingga perasaannya terbalas saat ini. Demi apapun yang hidup, Kyuhyun tak akan pernah melepaskan Siwon.

Pemuda manis itu masih bergerak gelisah, mata bulatnya tak henti mengerling ke arah pintu. Berharap benda kotak itu terbuka dan kekasihnya berdiri disana. Harapannya terkabul ketika suara password di tekan itu membuatnya terlonjak kaget. Menit selanjutnya Choi Siwon melangkah masuk kedalam. Dengan ekpresi dinging yang belum pernah di lihat Kyuhyun.

Hyung…” Kyuhyun memanggilnya.

Siwon menghentikan langkahnya yang sudah separuh jalan menuju dapur. Berdiri membelakangi Kyuhyun tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

Hyung.. Dengar.. ku mohon.. dengarkan aku…” Kyuhyun mendekati Siwon, tak berani menyentuhnya walau sebenarnya dia ingin.

Hyung…”

“Katakan apa maumu?” Nada dingin Siwon membuat Kyuhyun tersentak.

“Dengar Hyung… Apa yang kau lihat tak seperti yang kau pikirkan.. Aku.. Aku tak sengaja bertemu dengannya, sungguh.. Aku…”

Siwon membalikkan tubuhnya, menatap tajam Kyuhyun yang bergetar takut. Sungguh, Kyuhyun kali ini benar-benar takut. Takut jika Siwon akan meninggalkannya.

“Apa yang kulihat adalah… Pria itu menyentuhmu Kyu.. PRIA BRENGSEK ITU MENYENTUH APA YANG TELAH MENJADI MILIKKU.. ” Siwon berteriak marah.

“Siapa dia??”desis Siwon.

“Dia..dia…”

“Jawab!!”

“Kk-kijoon”

“Kijoon?? Uhm Kijoon?? Mantan kekasihmu?? Jadi kau masih berhubungan dengan mantanmu, dibelakangku??”

Siwon murka. Membanting barang yang ada didekatnya. Kyuhyun terkesiap dia belum pernah melihat Siwon semurka ini.

Hyung.. Itu..i-itu tak benar…. Sungguh… dia.. dia hanya…” sebisa mungkin Kyuhyun menahan air matanya yang sudah sampai di ujung mata.

“Kau membelanya? Kenapa kau membelanya Kyu? Apa kau juga masih menginginkannya…”

Kyuhyun menggeleng. Tidak.. dia tak membela Kijoon, dia hanya sedang menjelaskan apa yang sesungguhnya terjadi.

“Tidak Hyung.. bukan… maksudku…”

“Lalu kenapa kau membiarkannya menyentuhmu Kyu? Kenapa kau bertemu dengannya lagi? Aku belum cukup tuli untuk mendengar jika ini bukan pertama kalinya kalian bertemu…” tuduh Siwon murka.

Sekali lagi Kyuhyun menggeleng, menatap mata Siwon yang berkilat-kilat marah. Pandangannya sudah kabur oleh airmata.  Ku mohon.. jangan jatuh.. ‘Aku tak ingin menangis di hadapan Siwon Hyung…

“Ku mohon Hyung… dengarkan aku, ini tidak seperti yang kau pikirkan…”

“Lalu aku harus berpikir seperti apa Kyu? Bagaimana aku harus berpikir ketika melihat kekasihku dengan mantan kekasihnya saling mengucap rindu… BAGAIMANA??!!!?” teriak Siwon sekali lagi, mendesak tubuh Kyuhyun hingga terus melangkah mundur.

Tidak.. bukan seperti itu. Kyuhyun tak pernah mengucapkan rindu untuk Ki Joon.. tidak setelah semua rindunya hanya untuk Siwon.

“Mana yang bisa ku percaya Kyu?” tanyanya sinis.

“Apa penjelasanmu kali ini.. Apa!!” tantang Siwon.

Kyuhyun ingin sekali menjawab, tapi melihat usahanya yang sedari tadi tanpa hasil, membuatnya bergeming. Siwon sedang dibutakan oleh cemburu.

Hyung… Ku mohon…”

“Baru beberapa hari kita berpisah Kyu. Kau sudah seperti ini? Lalu apa saja yang telah kau lakukan bersamanya Kyu… AAPA!!”

“Brengsek!!” Siwon mengarahkan pukulannya ke dinding di belakang Kyuhyun. Membuat buku-buku jarinya terluka dan berdarah. Lidah Kyuhyun terasa begitu kelu. Saat ini kekasihnya itu benar-benar marah.

“JAWAB AKU KYU??  APA AKU TAK BISA LAGI MEMPERCAYAIMU!!!?!!”

Cukup sudah batas pertahanan Kyuhyun. Air matanya tumpah seketika. Ketidak percayaan Siwon untuk nya sungguh membuatnya terluka.

Demi Tuhan..dirinya tak berniat dan tak akan pernah ingin menghianati Siwon…

Tapi apa yang bisa dia jelaskan. Cemburu dan kemarahan sudah menutup akal sehat Siwonnya.

Hyung… ku mohon…”

Siwon hanya memandang tajam Kyuhyun sejenak, sebelum berbalik pergi. Sama sekali tak hiraukan isak Kyuhyun yang semakin keras atau tubuhnya yang bergetar menahan takut.

Hyung… Dengarkan aku.. ku mohon…” Kyuhyun terduduk di lantai dingin, memeluk tubuhnya. Mencoba mengatasi luka yang mulai menganga di hatinya.

Siwon yang tak percaya padanya, sama saja dengan memaksanya meminum racun hidup-hidup.

‘Tidak.. jangan akhiri hubungan ini… Ku mohon Tuhan… Jangan pisahkan kami…

.

.

.

Pagi hari yang biasanya akan dilalui dengan obrolan menarik ataupun mungkin morning kiss, yang biasanya sepasang kekasih lakukan. Kini semua itu sirna, pertengkaran kemarin membuat Siwon enggan bertegur sapa dengan Kyuhyun.

Kyuhyun hanya menatap sedih saat masakannya tak tersentuh tangan Siwon, bahkan kini Siwon seakan sibuk dengan perlengkapan kerja yang dibawanya. Suara deringan telephone memecahkan kesunyian. Siwon merogoh handphone nya, terdapat Appa Choi Calling, Siwon menggeser layar hijau untuk mengangkatnya.

Yeboseyo Appa..”

Kyuhyun mendengar, dia bisa jelas mendengar karena antara ruang makan yang bahkan tak tersekat dengan ruang TV.

“Ya.. Appa… aku sudah kembali, ada apa??”

Kembali Kyuhyun mendengarkan, ntah apa yang akan dikatakan Appa Choi. Tapi sungguh Kyuhyun tak ingin berpisah dengan Siwon, anggaplah kini Kyuhyun egois. Demi kebahagiaannya, ia tak akan menyerah, bisakah?

“Malam ini??”

“…”

“Jam 8 malam, untuk apa??”

“..”

“Pembicaraan kelanjutan perjodohan?” Siwon semakin mengeraskan suaranya.

Kyuhyun yang mendengar kata ‘perjodohan’ merasakan lemas di sendi kaki-kakinya. Kenapa? Di saat yang seperti ini, harus menambah masalah baru??

“Baiklah aku akan datang”

“…”

“Kirimkan saja alamatnya, maka aku akan datang tepat waktu.”

“….”

“Baiklah Appa, sampai bertemu nanti malam”

Setelah memutuskan sambungan telephone, Siwon kembali memasukkan handphone ke dalam sakunya. Ia terlihat telah rapih dan akan segera berangkat.

Hyung..” Kyuhyun berusaha mengajak Siwon berbicara.

Tapi Siwon tak ada tanggapan, ia masih terlihat sibuk dengan barang-barangnya.

“Biar aku bantu” Kyuhyun memegang ransel Siwon tetapi segera di tepiskannya.

Kyuhyun hanya menatap sakit saat tangannya begitu saja di sentakkan oleh Siwon.

Hyung.. sarapan dulu, atau aku siapkan bekal, bagaimana?” Kyuhyun mencoba meredam rasa sakitnya.

Hyung..”

Masih tak ada jawaban.

“Apa.. apa.. kau akan datang??”

Kini Siwon memalingkan wajahnya pada Kyuhyun.

“Apa kau akan datang pada acara itu??” Kyuhyun mencoba menahan laju air matanya, tetapi dengan lancang air mata itu lolos begitu saja.

Siwon.. ia ingin sekali menghapusnya akan tetapi, mengingat kembali bagaimana Kyuhyun yang sedang berpelukan dengan mantannya. Membuat rasa marah kembali menghinggapi.

“Datang ataupun tidak, bukanlah urusanmu”

Hyung.. kita..”

“Jangan memikirkan kita, jika kau tak berkaca apa yang sudah dilakukanmu diluar sana dengan lelaki itu” Siwon berucap datar.

“Tidak seperti yang kau pikirkan, Hyung.. aku mohon.. mengertilah..”

Siwon kembali memandang wajah Kyuhyun yang makin sembab oleh air mata. Tanpa berpikir kembali, ia lebih memilih meninggalkan Kyuhyun yang menangis meraung.

“Mengapa semua menjadi seperti ini??” Kyuhyun menjatuhkan dirinya dengan berlutut dan menepuk-nepuk dadanya yang terasa amat sesak.

.

.

Siwon menatap kosong layar komputernya, itulah yang dilakukannya dalam waktu 20 menit. Kejadian itu tentu membuat rekan kerjanya menjadi bertanya-tanya, apakah ada hubungannya dengan kasus di Jeju atau lainnya??

Hankyung yang mendengar dari rekan kerja Siwon akhirnya menarik paksa adik sepupunya itu ke ruangannya.

“Apa yang kau lakukan?”

Siwon masih tak bergeming.

“Apa yang sebenarnya terjadi, Siwon-ah??”

Kembali hanya kesunyian yang didapat oleh Hankyung.

“Siwon.. aku bicara padamu, jangan diamkan aku seperti aku sedang berbicara dengan patung”

Hankyung mulai geram dengan tingkah Siwon, ia meyakini jika hal ini ada kaitannya dengan Kyuhyun.

“Katakan jika hal ini tak ada kaitannya dengan Kyuhyun?? SIWON AKU BERBICARA PADAMU”

Siwon menatap datar Hankyung, matanya berair dan siap memproduksi air mata.

“Aku tak tau Hyung.. ini menyakitiku”

“Apa maksudmu??” Hankyung memegang bahu Siwon.

“Aku.. aku melihatnya, dengan… seseorang”

Hankyung masih setia mendengarkan.

“Aku tak tau, akhir-akhir ini setelah kepergianku ke Jeju. Ia berubah.. keputusanku untuk pulang cepat, ternyata.. menyakitiku”

“Jangan berbelit”

“Aku melihat dia.. dengan Kijoon”

“Kijoon??” Hankyung terlihat berpikir, “Maksudmu mantan Kyuhyun?? Mengapa kau mengenalnya? Bukankah kalian tak pernah saling mengenal?”

“Aku bertanya padanya, dan jawaban itu yang di ucapkannya”

Siwon menundukkan wajahnya, menutupi dengan kedua telapak tangannya. Tak pernah Hankyung melihat, Siwon seterpuruk ini saat dia mengalami masalah cinta.

“Kau mungkin salah paham”

“Aku melihatnya sendiri Hyung, mereka berpelukan. Mereka bertemu dibelakangku” Siwon mulai menaikan nada suaranya.

“Sudahlah.. tenangkan dulu dirimu..”

Hanya suara detik jam yang mengisi ruangan, Siwon yang masih terdiam dengan menutup wajahnya. Sedangkan Hankyung yang berpikir, bagaimana dirinya menyelesaikan masalah hubungan adiknya itu dengan seseorang yang bernama Kyuhyun.

“Aku.. akan ada janji makan malam bersama Appa” Siwon membuka suara setelah beberapa menit berlalu.

“Makan malam??”

“Ya..”

“Maksudku, ada apa? Tidak biasanya Paman mengajakmu makan malam”

“Perjodohan”

Mwo??”

“Ya..”

“Kau akan datang??”

“Aku tak tau, Hyung.. tapi aku sudah berjanji akan datang”

“Bagaimana dengan Kyuhyun??”

“Bahkan dia mendengar segala percakapanku dengan Appa

Mwo??”

“Haahh.. aku tak tau Hyung, mengapa baru saja aku merengguk manisnya cinta, semua seakan musnah dengan mudah”

“Jangan pergi, Siwon..”

Siwon memandang Hankyung bertanya. “Jangan memperumit masalah dengan membalas dendam, akan lebih sulit jika kau mengambil keputusan di saat marah”

Hyung..”

“Perjodohan bukanlah mainan, jika kau datang. Maka kau menyetujui hal itu, lalu bagaimana dengan Kyuhyun?? Bagaimana jika kau hanya salah paham dengannya?? Apa yang akan terjadi selanjutnya??”

“Tapi…”

“Jangan mempersulit dirimu, Siwon. Dan jangan ada kata penyesalan”

Siwon terlihat berfikir. Mencoba meresapi setiap kalimat yang di ucapkan Hankyung. Dia sedikit menyesal mengambil keputusan hanya karena nafsu untuk membuat Kyuhyun merasakan sakit hati yang dia rasa.

Tapi, bagaimana jika segala  kemungkinan yang di katakan Hankyung itu benar? Bagaimana jika ternyata Kyuhyun tak bersalah?

Siwon mengacak surai hitamnya frustasi.

Membatalkan perjanjiannya dengan Appa? Sama saja bunuh diri… hanya akan menambah masalah. Bodoh.. bodoh… kenapa baru sekarang terpikirkan olehnya kemungkinan yang akan terjadi….

Pabbo Siwon….

.

.

Siwon semakin malas pulang ke apartemennya ketika ingatannya terus saja memutar ulang kemungkinan-kemungkinan Kyuhyun tak bersalah. Pemuda itu mengemudi dalam diam, mencoba konsentrasi pada jalan di hadapannya walau sesungguhnya kini di otaknya sedang berterbangan berbagai macam persoalan yang tak ada hubungannya dengan hal-hal yang mungkin bisa membuat Siwon selamat dalam berkendara.

Memory nya memutar ulang bagaimana kilat luka di mata Kyuhyun yang dia lihat tadi pagi. Siwon tersenyum kecut, saat dia ingin mengusap air mata di pipi Kyuhyun tapi tangannya sama sekali tak bergerak.

Bagaimana jika Kyuhyun tak bersalah? Bagaimana jika dirinya yang terlalu terbutakan cemburu? Masihkah dia maafkan?

Oh.. Sekarang dia benar-benar menyesali semua keputusannya untuk makan malam bersama Appa. Belum lagi hal konyol yang dia lakukan tadi pagi ketika Siwon mencoba membalas Kyuhyun untuk sakit hatinya.

‘Kau benar-benar brengsek Choi Siwon..‘ Siwon menyumpahi dirinya sendiri. Mengutuk setiap kendali emosinya yang payah.

Mobil hitamnya memasuki pelataran parkir apartemen. Sejenak Siwon terpaku.

‘Jika aku bertemu Kyuhyun.. Apa yang akan aku katakan? Minta maaf padanya.. Atau.. Tapi untuk apa aku harus minta maaf..bukankah dia yang membiarkan dirinya disentuh oleh Kijoon…

Siwon mengacak surainya frustasi sebelum beranjak menaiki lift. Menghela nafas sejenak, dan menekan password apartemennya.

Hening. Suasana ini terlalu sepi.

Siwon mengerutkan dahi. Biasanya, semarah apapun Kyuhyun, Siwon akan mendengar langkah kaki tanpa alas milik Kyuhyun sedang mengintip kedatangannya. Tapi kali ini tidak?

Aneh… Di langkahkan kakinya ke arah dalam, ruang tengah, kosong, tak ada siapapun, televisi juga dalam keadaan mati. Siwon sejenak menyentuh layar plasma itu. Dingin. Berarti tak ada yang menyalakannya untuk waktu lama.

Kerutan di dahi Siwon semakin dalam. Tumben Kyuhyun tak menghabiskan waktunya untuk menonton?

Pemuda itu memutuskan memeriksa ke arah dapur. Hal yang sama, sepi, tanpa suara apapun. Sarapan buatan Kyuhyun tadi pagi masih tertata di meja. Apa Kyuhyun tak makan? Atau… Kepanikan mulai melanda diri Siwon. Dengan cepat pemuda itu berlari kearah kamar tidurnya, berharap jika Kyuhyun sedang ada disana dan menatapnya polos seperi biasa.

“Kyu!!” Siwon membuka pintu kamarnya. Dingin. Tak ada siapapun. Tangannya mengusap alas tidur dan selimut yang terlipat rapi. Tak ada tanda jika kedua benda itu baru saja terpakai.

Ia melihat ke seluruh ruangan, tapi hasilnya tetap nihil.

“Kau dimana Kyu??”

Panik… itulah yang Siwon rasakan, pertama kalinya ia mendapatkan panik, seorang polisi di haruskan selalu sigap dalam pekerjaannya dan juga diminta untuk tetap tenang dan tak panik.

“Kyu… Baby, kau dimana??” Siwon terus memanggil walau ia tau jika tak akan ada jawaban akan panggilan itu.

Siapa? Siapa yang harus Siwon hubungi?? Kijoon?? Tak mungkin, apakah Kyuhyun pergi dengan Kijoon??

Tak bisa, Kyuhyun miliknya. Ia harus merebut apa yang menjadi miliknya, tak bisa berbagi itulah yang selama ini Siwon rasakan.

Siwon meraih kunci mobilnya, menulikan telinganya pada dering ponsel di ruang tamu. Panggilan Appa nya terabaikan.

***tbc***

note :

Dan untuk kesekian kali.. kami kembali *lebay 😀

Duo para Miss-Miss disini… dengan bangga mempersembahkan chap 4 buat kalian semua…

Terima kasih banyak buat yang selalu membaca ff kami.. SR atau bukan *plaak memang ada??

Terima kasih sudah bersedia berkunjung dan membaca ^^

We love u all.. so.. give us one review.. *maksa 😀

-Miss Han-

Hulllaaa kembali lagi dengan kami di sini.. bahagia dengan respon positif semuanya.. semakin bertambah semangat untuk menyelesaikan segala perkara tentang wonkyu hahaha…

Gak terlalu banyak cakap, terima kasih untuk semua yang ada disini dari chap awal ataupun baru dan juga untuk yang masih malu2 memperkenalkan dirinya… terima kasih sudah membaca dan berkunjung…

Sampai bertemu di chap selanjutnya ya….

-Miss Lee-

 

Advertisements

82 thoughts on “Schiksal part. 4

  1. chap 3 terlewatkan. jadi ga tau gimana appa cho sampai tau hubungan wonkyu T.T
    yaah sbnrnya ga bisa nyalahin appa cho sepenuhnya lah cz sbgai ortu appa cho tentu punya pemikiran sendri.
    Marahnya siwon mengerikan.
    ga kebayang sakitnya kyu yang ga bersalah tapi malah kena marah siwon. moga kyu hanya pergi untuk nenangin diri

  2. chapter ini sukses bikin sebel sama siwon hahaha
    rasanya pengen banget getok kepala siwon terus jedotin ke tembok biar siwon sadar kalo dia cuma cemburu tak beralasan

  3. Appa Choi tega banget ngelakuin ini sama wonkyu.
    Knpa Siwon ga mau ngedengerin penjelasan kyu sich??
    Kyu kemana???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s