Posted in BL, Drama, Romance, Series, wonkyu, WonKyu Story

Tentang kamu – part 23

CYMERA_20160514_172137

Tentang Kamu – Part 23

Autor : Cat meonks

Cats : Cho Kyuhyun Choi siwon dll

BL,Yaoi, Mpreg

Warning : typo berserakan dan bahasa kurang jelas,

cerita gaje namun asli hasil karya sendiri

INI PANJANG dan membosankan

.

.

.

.

.

Kyuhyun masih duduk terdiam menatap adik iparnya. Masih bolehkah dia memanggil seperti itu? Sudahlah lupakan sejenak soal status mereka. Kini yang ada di pikiran Kyu adalah kenapa Jiwon ingin bertemu? Apakah mungkin dia tahu kyu sudah dekat dengan Siwon lagi? Tapi Sejak tadi Jiwon hanya mengaduk aduk minumannya tanpa mengkatakan satu patah kata pun.

“Okey kau boleh pulang dulu.” ucap Kyu dengan nada santai.

“huh?” wajah kaget ketara jelas dari dia melepas sendoknya.

“Bukan itu aturannya.” Jiwon masih enggan untuk bertanya. “Bila kau duduk dengan tenang akan pulang lebih dahulu. Jadi.. Kau…” Kyu menunjuk Jiwon.

“Mianhae…” Kyu terdiam. ” Oppa…”

“Untuk apa minta maaf.” potong Kyuhyun dengan wajah datar.

“Apa oppa belum…”

“Aku sudah melupakannya.”

“Bagaimana pun… Aku belum meminta maaf atas semua yang aku lakukan…oppa..”

“Bisa tak usah membahas itu…bagaimana pun itu membuka luka lamaku,Jiwon.” mata Kyu memanas dan bilaterus di lanjutkan sudah pastikan dia akan menangis. Mereka kembali berselimut hening. “Tak usah merasa bersalah. Aku sudah memaafkanmu. Jadi kembalilah dengan kehidupan normalmu.”Kyu tersenyum.

“Mungkin tak bisa. Aku merasa menjadi seorang pendosa,oppa.”

“Jiwon. Kau…tetap gadis cantik yang baik hati. Kau… Bukan seorang pendosa. Jadi… Jangan merasa seperti itu.” Kyu trrsenyum kecil.

“Oppa…” Jiwon menunduk lalu kembali menatap Kyu,”Apa kau akan kembali dengan siwon oppa?” Kyu tersentak. Dia tak tahu harus menjawab apa? Iya atau tidak. Pikiran dan hatinya mulai bertentangan.

“Aku tidak tahu.”Kyu hanya tersenyum kecil lalu kembali menunduk. Jiwon masih terdiam memandang wajah sendu itu.”Kita lihat saja nanti… ”

.

.

.

.

Kyu berulang menghela nafas,pasalnya sudah hampir dua minggu Siwon tak ada kabar. Walau sebenarnya seminggu yang lalu pria itu mengirimkan pesan bila dia merindukannya. Tapi Kyu tak tahu harus menjawab apa? Hingga berakhir dia memeluk ponselnya sampai pagi. Kini pria manis itu hanya menatap atap kamarnya dengan wajah masam.

“Pemalas. Apa tak ada yang bisa kau kerjakan selain tidur? Demi Tuhan … tubuhmu semakin gembul. Mirip dengan pamanmu Shindong.” Heachul hampir murka melihat putranya hanya tiduran di kamar hari. Heachul bukan bermaksud buruk, dia hanya tak ingin putranya terus mengurung diri.

“UMMA…”

“Cepat mandi dan ikut umma ke supermarket” ketika Kyu ingin membatah,”Tak ada alasan… Cepat mandi atau kau…”Heachul menunjuk wajah kyu,”Akan aku kirim ke kanada…”

Kyuhyun mendengus kesal. Dia pun membuka selimutnya dan terpaksa berjalan menuju kamar mandi dengan kaki di seret. Sebal!! Pasti…ibunya selalu saja melakukan sesuka hatinya. Apa dia tak peka bila putranya sedang… RINDU

.

.

.

.

.

“Kau beli dua kilo daging segar dan pilih salah satu ikan laut. Umma akan memilih sayuran.” perrintah Heachul. Kyu pun mengangguk dan berjalan menuju conter daging. Dia tak begitu tertarik hanya menatap daging-daging itu.

“Kyuhyun-sii” Kyu yang awalnya hanya melamun di deoan penjual daging menoleh dengan malas. “AHH… ternyata benar itu kau…” girangnya.

“Nugu?”

“eh…kau lupa pdaku? Padahal satu minggu yang lalu kita berkenalan.”

“Benarkah? Tapi aku lupa…” acuhnya dan dia kembali terfokus memilih daging. “Ahjumma … Aku minta dua kilo daging…” pria bertubuh tinggi itu tersenyun dengan keacuhan Kyu dan membuatnya semakin tertarik.

“Kau suka daging?? Aku juga menyukainya. Apalagi bila di tumis dengan sayuran. Kalau kau bagimana?” pria itu masih belum patang menyerah. Kyu masih terdiam. “Kau sangat suka es krim bukan? Bagaimana bila aku mentraktirmu…?”

Kyuhyun berkaca pinggang,”Bisakah kau diam? Aku pusing mendengar suaramu.” dia segera merebut daging dari penjual daging lalu berjalan menjauhi pria bawel itu.

“Kau naik apa? Bagaimana bila aku mengantarmu pulang? Aku sedang tidak sibuk.” tawarnya.

“Apa kau supir taksi?”Kyuhyun kesal menatap tajam dengan berkaca pinggang. Mood sedang tidak baik dan pria itu mencari masalah. “Aku sedang sibuk dan kesal. Jadi jangan menggaguku dengan pertanyaan bodohmu. Permisi.” Kyuhyun menghentakan kakinya dengan kesal lalu berjalan menjauh menghampiri Heachul yang terpaku. Pria itu membungkuk sopan. Heachul hanya mengangguk lalu mrngikuti putranya.

“Siapa dia?”

“Supir taksi.” ketusnya.Heachul kembali melirik kebelakang. Lalu brrpiki sejenak.

“Mana ada supir taksi mengenakan jas resmi.” gumamnya sendiri.

.

.

.

.

Hampir setiap hari Heachul dan Kyuhyun bertengkar. Entah masalah sepele yang di besar-besarkan atau masalah besar yang semakin di perkeruh. Hangeng hanya mampu menghela nafas. Karna dia serba salah bila sampai membela salah satunya.

Drrttt….Drrttty…

Kyu menghampiri ponselnya yang dia taruh di ranjang.

From : Choi kuda pabbo

“Baby… Aku sangat merindukanmu. Bisakah kita bertemu…”

.

“Cih!! Seneknya. Setelah menghilang beberapa minggu, terus minta bertemu. Memang aku siapamu?” gumanya sendiri sambil merebahkan diri di ranjang. Pikiran mrmbersihkan kamarnya di urungkan.

Drrttt…drrtt…

CHOI kuda pabbo

CALL…

.

.

Kyu hanya menatap layarnya dengan tersenyum. Hatinya puas menatap ponselnya yang terus bergetar tiada hentinya. 20 kali.

.

.

From : Choi Kuda Pabbo

“Baby… Angkat telponku. Please…”

.

.

Kyu terkikik geli. Sambil menunjuk-nunjuk ponselnya ketika mulai kembali bergetar.

‘Rasakan…’

.

.

.

.

Siwon menatap datar adiknya yang kini duduk di hadapanya. Sudah lama, mereka tak pernah bertatap muka. Siwon masih marah.

“Oppa…” Jiwon mengawali pembicaraan setelah hampir satu jam mereka terdiam. “Oppa bicaralah…”

Siwon masih bersikap dingin. “Oppa maafkan aku…”kini Jiwon berlutut di hadapan kakaknya. “Aku akan melakukan apa pun asal kau mau memaafkanku. Bahkan melepaskan bagianku diperusahaan.” dia mrngucapnya dengan lirih.

“Aku tidak butuh. Apa pun yang kau lakukan tak akan bisa membuat semuanya kembali. Anaku,istriku dan keluargaku. Bila tak ada keperluan lain. Silahkan pergi…”

“Jadi kau akan memaafkan aku bila aku bisa mengembalikan Kyuhyun oppa.”Siwon segera memutar tubuhnya.

“Jangan berani menyentuhnya.” sentaknya,”Sudah cukup…kau belum puas menjatuhkannya. Aku akan membunuhmu… Bila kau sampai menyentuhnya. Aku bersumpah…” acamnya.

“Oppa… Aku bukan orang jahat.”dia menunduk. “Aku berjanji akan membuat kyuhyun oppa kembali ke keluarga kita. Jadi… Ketika itu oppa harus memaafkanku.” Siwon menatapnya. Dia hanya terdiam tanpa mengiyakan atau menolak tawaran adiknya.

.

.

.

.

.

Kyu mengambil tas rangselnya dan menatap dirinya di kaca sekilas. mood sedikit terganggu karna ucapan ummanya menyinggungnya hanya makan dan tidur tanpa mau bekerja. Dia mendengus kesal lalu berjalan keluar kamar tanpa berniat pamitan dengan ibunya. Kali ini dia akan pergi ke rumah enuhyuk saja daripada ke rumah Changmin. Dia malas bertemu pria jangkung dari China itu. Dia berhenti di depan apatermen sahabat baiknya itu. Dia melirik sisa uang di tanganya. Pikirnya mana cukup untuk biaya pulang nanti. Dia pun tertawa licik. Bukan ide buruk kalau dia meminta Eunhyuk mengantarkanya nnti. Kyu menghentikan langkahnya ketika menatap Eunhyuk berjalan keluar elevator dengan baju rapi.

“Kau akan pergi kencan?”

“YA TUHAN..” pria itu mengelus dada karna terkejut. Sejak tadi dia fokus dengan ponselnya. “Kenapa kau berdiri disitu? Mengejutkanku saja.” Kyu berjalan menghampiri.

“Aku ingin berkunjung. Kau malah pergi.”gerutunya.

“Kau ikut saja.” Kyu memicingkan mata,”Aku tidak berkencan. Kita akan pergi ke rumah Siwon. Donghae sebentar lagi datang.” jelas Eunhyuk.

“Kenapa harus kesana? Kenapa tak ke taman bermain.”

“Siwon sakit.” Kyu sontak membulatkan mata,” Dia… Tadi tiba-tiba pingsan. Ya pingsan… Jadi kita harus kesana dan memastikan bagaimana keadaanya.” Hyukjae sedikit tergagap namun tak menimbulkan kecurigaan.

“Tapi apa….”

“Sudahlah cepat berangkat. Donghae sudah datang.” Eunhyuk menarik Kyuhyun yang masih terpaku.

.

.

.

.

Donghae memakirkan mobilnya dan tak lama satu mobil datang lagi. Kyu yang panik tak perduli ketika Changmin menyapanya.

“Dia juga datang.” Changmin melirik Kyuhyun yang berjalan di belakang mereka.

“Diamlah.” Eunhyuk menarik Chang dan membiarkan Kyu berjalan sendiri di belakang. Changmin hampir tak kuat menahan tawa ketika mendengar cerita Eunhyuk. Sesekali dia melirik Kyu yang memainkan jarinya ketika dia cemas. “Kenapa kau diam saja? Buka!!” perintah Hyukjae ketika sampai di depan pintu apaterment Siwon.

“Kenapa tak menekan bel saja. Ini…ini bukan rumahku lagi.” jawab Kyu dengan sedikit ragu.

“Kalian belum bercerai. Jadi bukalah!! Aku nyakin dia tidak merubah paswordnya.” Kyu mengelengkan kepala ketika Changmin memaksanya.

“Sudah!! Jangan berisik. Biar aku tekan bel saja.” lerai Yunho. Kyu mengangguk mendukung.

Ting…Tong…

“Tunggu…”terdengar suara Siwon berjalan mendekati pintu. “Kalian datang…” ucap Siwon ketika melihat teman-temanya datang.

“Selamat…Choi Siwon untuk dua tender yang kau menangkan…”Donghae sontak memeluk sahabatanya dengan erat,begitu pula Yunho.

“YAH!! KAU BILANG DIA SAKIT.”Kyu menarik bahu Hyukjae dan menatapnya tajam. Pria itu terkikik. Yunho dan Donghae saling menatap tak paham. sedangkan Siwon…

“Baby…” Siwon menarik Kyuhyun dan memeluknya.

Kyu segera mendorong Siwon,”Kalian menipuku.”dia berjalan menjauh namun Siwon sontak menariknya. “LEPASKAN!!”Kyu berusaha mengibaskan tangan Siwon.

“Kamu mau kemana lagi?”tanya Siwon.

“PULANG…”

“Kenapa pulang? Kau baru datang dan aku masih merindukanmu.” Siwon mengucapkan dengan nada memelas.

“Bukan urusanku…” Kyu berjalan meninggalkan Siwon.

“WAH… SIAPA DIA? SIWON..Apa dia nyonya Choi yang baru?” Kyu segera menatap Yunho mengabaikan Siwon yang sedang berusaha membujuknya. Dia segera berjalan ke arah mereka dan ikutan terdiam menatap wanita cantik berdiri di depan pintu. Kyu mengepalkan tangananya. Siwon berdiri disamping Kyu. “Dia istri barumu…” celetuknya lagi. Kyu ingin sekali memukul kepala pacar teman baiknya itu.

“Bukan. Dia teman baik Stella yang baru sampai di Korea. Kim nana.” jawab Siwon dengan lembut. “Kita masuk sekarang dan berkenalan di dalam.”Siwon meraih tangan Kyuhyun namun di tolaknya. Kyu melirik Siwon dengan sinis dan berjalan mendahului teman-temannya untuk masuk. Kyu menghentakkan patatnya dengan keras di sofa. Bila tahu seperti ini, Siwon tak akan mengundang sahabatnya. “Aku akan membuatkan minum dulu…” pria itu segera menuju dapur.

“Biar aku bantu…” gadis cantik itu kembali berdiri dan menyusul Siwon. Kyuhyun hanya bisa terdiam. Changmin mengeser duduknya.

“Kau mengenalnya? Bagaimana dia bisa begitu dekat dengan Siwon?” bisik Changmin.

“Mana aku tahu. Aku bukan babysisternya.”ketusnya.

“Dia cantik dan anggun. Aku rasa dia begitu sempurna.” omel Yunho tanpa perduli tatapan membunuh Changmin. Kyuhyun hanya mengigit bibir dalamnya dengan tengan terkepal kuat.

“Bila kau tetap seperti ini,aku nyakin Siwon akan meninggalkanmu.” bisik Hyukjae.

“Aku yang meninggalkanya.”tegasnya sambil melipat tangan di dada. “Jadi jangan salah…” lanjutnya. Semua hanya mengeleng-geleng kepala.

“Ting…Tong…”

Suara bel bel berbunyi nyaring. Semua menatap pintu. “Kyu,bukakan pintu.” perintah Donghae.

“AKU BUKAN PEMBANTU.” teriaknya.

“Tapi kau tuan rumah. Apa benar wanita itu sudah mengantikan posisimu?”tanya Yunho.

“Sialan kau Jung Yunho.”Kyu berdiri dan berjalan menuju pintu. Terlihat di layar seoarang pengatar makanan berdiri menatap kamera. Kyu mendengus lalu membukaan pintu.

“Pesanan atas nama Choi Siwon.” kata salah satu pengantar.

“Tunggu sebentar.”Kyu kembali berjalan masuk,”Tak ada yang punya uang? mereka meminta uangnya.”ucapnya dengan menadahkan tangan.

“Minta saja pada Siwon.” jawab Yunho. Kyu mendengus lalu berjalan menuju dapur. Dia menarik nafas dalam-dalam sebelum berbicara. Dia takut bila terlepas emosi dan ketahuan cemburu.

“Siwon-sii… Pesananan Anda sudah datang dan para ahjussi ahjussi itu tak mau mengeluarkan uangnya sepeserpun. Jadi…” Kyu bicara dengan begitu lembut. Siwon hanya tersenyum sambil mengaduk kopinya. Sedangan gadis itu sibuk memotong buah. “Kau tuli…” teriaknya kesal.

“Kau ambil saja dompetku sayang. Lalu membayarnya seperti biasa.” jawabnya santai.

“Aku bukan pembantumu. Kenapa memperintahku? Memang siapa dirimu.”teriaknya lagi.

“Kau taruh dimana? Biar aku ambilkan…”Nana pun sontak berdiri. Tanpa bicara Kyu sudah berjalan msuk ke kamarnya. Nana menatap Siwon yang tersenyum senang. Kyu mengambil dompet Siwon dan menutup pintu kamarnya dengan kasar. Nana hanya terdiam menatap polah baby Kyu yang sedikit aneh. Siwon sudah terboasa dengan sikap Kyu yang seperti ini. Selesai membayar Kyu melempar dompet itu di atas sofa. Mereka menatap sekilas Kyu yang berwajah kesal.

“Kenapa kalian menatapku seperti itu?” bentaknya kesal. Mereka menunduk dan menyantap tanpa menunggu tuan rumah mempersilahkan. Siwon membawa minuman sedangkan Nana membawa buah segarnya. Siwon mengambil duduk di samping Kyu yang sudah sibuk dengan gamenya.

“Kau tidak makan sayang?” bisik Siwon tepat di daun telinga Kyu. “Aku tidak tahu kau datang… Karna itu aku tak memesan makanan kesukaanmu…” lanjutnya. Nana sempat melirik walau langsung kembali memperhatikan Yunho yang terus bertanya dengan wajah terpesona. Sejak tadi Changmin hanya mengepalkan tangan. “Baby… Perhatikanku bicara.”rengeknya karna tak mendapatkan perhatian dari istrinya.

“Siwon-sii bisakah kau diam? Atau duduklah sedikit menjauh.” Kyu menatap Siwon yang begitu dekat jaraknya. Kyu sampai harus menelan ludah kasar. “Jadi… Menjauhlah…” sentak Kyu dengan mengalihkan pandangan. Siwon masih memperhatikannya. “Berhenti menatapku Tuan!!” sentak Kyu sambil mendorong Siwon.

“Kalian ini kenapa?” suara Hyukjae mewakili tatapan penasaran semua.

“Dia mengodaku. Apa dia tak takut pada istrinya?” omelnya. Semua tertawa,”Kenapa kalian menertawakanku? Kalian yang membawaku ke mari dan dia mengodaku. Kalian harus bertanggung jawab kalau sampai terjadi pelecehan.”sentak Kyuhyun. Siwon masih setia menatapnya membuat Kyu salah tingkah saja.

“Benar juga. Istri Choi Siwon memang menyebalkan dan menakutkan.” sambung Yunho.

“Aku rasa dia jelmaan singa yang mengerikan.” tambah Donghae.

“Bila aku pikir… Dia itu… Apa ya?” Hyukjae mengetuk-ketukkan jarinya di bibir. ” Ahh… Dia adalah moster kecil yang melahap apa pun di depannya.” semua tertawa melihat Kyu mengepalkan tangan dengan wajah marah.

“Kalian…jangan hina istriku. Bagiku dia adalah malaikat cantik.”Siwon kini merangkulkan tangan kirinya di pinggang Kyuhyun. Sejak tadi Nana hanya terdiam.

“Apa istri Siwon begitu menakutkan?” Nana mulai membuka suara. semua mengangguk setuju. Nana menatap Siwon yang masih setia melingkarkan tanganya di pinggang Kyuhyun. “Karna itu kau meninggalkanya?”Kyu sontak melempar tatapan mematikan.

Siwon tertawa,”Hai… Kalian membuat Nana salah paham. Bukan… Tentu saja bukan… Kalian sempurna membuat citra buruk istriku.”jawab Siwon.”Bagiku dia istri yang sempurna… Karna itu aku tak berniat meninggalkanya.”lanjutnya.

“Lalu…kenapa…?” Nana seakan ragu melanjutkan ucapannya.

“Istrinya yang meninggalkan Choi Siwon. Karna pria ini genit dan suka berselingkuh.” sela Kyuhyun sambil melirik Siwon yang masih menatapnya. “Jadi jangan percaya padanya. Dia suka mengobral janji manis.” Siwon hanya tersenyum kecil semakin memeluk pinggang Kyu.

“Bisa kita hentikan ini. Hari ini adalah pesta perayaanku. Jangan mengejekku.” Kyu memplout bibirnya dan memambil segelas jus dan menengguknya sampai habis.

“Aku ingin yang segar juga. Panas….”Changmin mengambil segelas jus dan menengguknya juga. Dia sedikit menjaga jarak dari Yunho. Sedangkan Donghae sudah tertidur di pangkuan Hyukjae. Mereka mulai mengobrol dengan ramai kecuali Kyuhyun yang sibuk dengan gamenya. Tangan Siwon tak lepas dari pinggang istrinya walau dia terus berbicara dengan Nana. Sesekali Donghae dan Hyukjae pun menimpali walau sebenarnya mereka berdua sedang asik membicarakan acara pernikahan mereka.

“Terima kasih kalian mau bergabung. Lalu bagaimana denganmu Kyuhyun-sii?” Nana menatap Kyuhyun yang sejak tadi sibuk denganponselnya.

“Uuh??” Kyu hanya melirik sekilas lalu kembali dengan gamenya.

“Apa kau akan ikut bergabung?”

“Bergabung apa?” tanyanya polos.

“Kau tidak mendengar pembicaraan kami tadi?” kesal Yunho.

“Hei.. Aku bukan dirimu…yang selalu memasang telinga nomer satu ketika wanita cantik dan seksi yang bicara.” Skakmat. Yunho pun sontak melirik Changmin yang dari tadi menjaga jarak dengannya.

“Nana-sii mengadakan acara amal untuk anak putus sekolah. Apa kau akan ikut bergabung sayang?” Siwon menjelaskan dengan lembut sambil menatap Kyu.

“Oh… Mianhae. Aku bukan namja kaya raya. Asal kau tahu…”Kyu menaruh ponselnya dan mengambil dompet dari tasnya. “Lihatlah!!” dia menunjukan dalam dompetnya,”Hanya ini yang ku punya… belum lagi hutang-hutang keluargaku yang entah kapan akan lunas. Mianhae…aku tidak bisa bergabung.”dia kembali memasukan dompetnya di dalam tas. Lalu kembali terfokus pada gamenya.

“Mianhae…kau tidak marah bukan? Tadi aku berpikir…”sesal Nana.

“Permintaan maaf di terima. ” sergahnya. Dia krmbali menaruh ponselnya,”Ya…ya pasti tadi kau sempat berpikir bila aku juga kaya seperti mereka. Padahal… Aku memiliki hutang yang banyak. Mungkin kau bisa suatu saat mengadakan menggalaan dana untuk membantu Cho Kyuhyun yang malang.” dia tersenyum tipis. “ah.. Kau minta saja pada mereka… Terutama Choi Siwon-sii. Dia pria sukses yang kaya raya di usaianya yang masih belia. Jadi dia akan menyumbang banyak.” Siwon hanya menghela nafas dan membiarkan Kyu melepas tangannya dari pingganganya. Nana terdiam. Apa Pria itu tersinggung? Harusnya tadi dia tak bertanya. “Permisi aku akan ke kamar mandi dahulu…” Kyu sontak berdiri tanpa perduli pandangan mematikan dari Siwon.

“Maafkan dia. Dia tak biasanya seperti itu. Kau tak perlu merasa bersalah.” Siwon berusaha mencairkan suasana. Nana hanya tree terdiam. “kalian….” Siwon menatap ke empat sahabatnya.

“Lebih baik kita pulang saja.” Hyukjae berdiri di ikuti Donghae dan Changmin.

“Iya. Aku menumpang mobilmu ya…” sahut Changmin. Yunho sontak menatap kekasihnya.

“Kenapa kau tak pulang bersamaku?” tanya Yunho binggung. Changmin tak berniat menjawab.

“Kita harus cepat pergi sebelum dia kembali. Bisa-bisa kuping kita habis karna omelannya. Kau masih berniat disini Nana-si?.” tanya Hyukjae.

“Ah.. Tidak. Aku juga akan ikut pulang.” gadis itu pun berdiri menyususul ke empat pria itu. Siwon hanya menghela nafas dan mengantar sampai depan pintu.

“Terima kasih sudah datang dan maaf membuat suasana menjadi tak nyaman.” Siwon menundukan kepala lalu tersenyum kecil.

“Selesaikan secepatnya.” Siwon mengangguk sebagai jawaban atas pernyataan Hyukjae.

Kyu yang baru keluar dari kamar mandi panik ketika melihat ruang tengah yang tadinya ramai menjadi sepi.

“YAH! KALIAN…kenapa meninggalkanku…” Kyu segera berlari membereskan barangnya dan ingin menyusul. Siwon segera menahanya dan bahkan mengecup bibir istrinya lalu menutup pintu dengan kakinya. Mereka sempat melihat walau sekilas. Apalagi Nana yang terpaku?? tadi Siwon melakukan apa? Pikirnya.

“Kita pergi.” ajak Donghae. Hyukjae dan Changmin mengangguk. Sedangkan Yunho masih sibuk membujuk Changmin. Nana? Entahlah!!

.

.

.

“PLAAKKSSS!!!”

Siwon tersenyum sambil memengang pipinya. Kyu pun kembali duduk di sofa dengan melipat kedua tangan di dada. Siwon mengambil duduk di hadapanya. Meraih tangan itu dan menggegamnya.

“Kau marah?”

“Kenapa menciumku?”

“Karna kau membuatku kesal.” jawabnya sambil membelai wajah pucat istrinya. “Kenapa kau bicara kasar seperti itu?” Siwon menatap lelehan karamel itu dengan manja.

“Maaf… Karna membuat calon istrimu tersinggung. Aku akan minta maaf.” Kyu akan berdiri namun di tahan. “Aku akan mengejarnya dan meminta maaf.”kesalnya.

“Baby…”

“Kenapa lagi? Kau juga ingin aku meminta maaf padamu. Baiklah. Tuan Choi Siwon-sii saya minta maaf atas ucapan saya tadi, harusnya saya tidak membuat Anda marah dan malu. ” Kyu menundukan kepalanya.

Siwon menghela nafas berat,”Tak bisakah kita tidak bertengkar. Aku bosan.” Siwon kini berlutut di hadapan istrinya. Membelai wajah pucat nan cantik menawan itu dengan lembut,”Aku ingin bersamamu. Merayakan hari bahagiaku. Bukan dengan bertengkar. Bisa?” pintanya.

“Baiklah!! aku minta Maaf mengkacaukan pestamu. Aku akan memanggil mereka lagi.” dia mengambil ponselnya namun Siwon menyambarnya. “Kembalikan ponselku!!. Aku akan pergi setelah memanggil mereka.” Kyu berusaha mengambil ponselnya.

” Kau ini kenapa?” sentaknya.

“Aku?” Kyu menunjuk dirinya sendiri,”Memang aku kenapa? Aku baik-baik saja.” Kyu membuang muka melipat dua tangan di dada.

Siwon menarik nafas dalam,”Apa kau tak pernah merindukanku seperti aku merindukanmu?”Kyu sekilas menatap wajah Siwon lalu kembali memalingkan wajahnya.”Beberapa minggu ini aku selalu sibuk dengan pekerjaan. Aku berusaha menghubungimu,mengirimkan pesan tapi tak ada satu pun yang kau balas. Sekarang pun ketika kau berada disini sejak tadi kau begitu dingin, mengacuhkanku, walau aku terus menarik perhatianmu. Apa tak kasihan denganku?” wajah Siwon memelas membuat Kyu tak tega melihatnya.

“Apa yang perlu aku kasihani? Kau…kau sempurna. Kaya, tampan, dan…dan memiliki calon istri yang cantik. Harusnya kau kasihan padaku…uang saja tinggal dua puluh ribu won.”

Siwon mengambil dompetnya lalu mengambil semua uang casnya. “Aku tak banyak menyimpan uang cas di rumah.”Siwon menaruh uang itu di tangan istrinya,”Ini ATM dan Kartu Kreditmu.” Siwon juga mengambil dua kartu milik istrinya dulu. “Sekarang bisa kau memperhatikanku…”tegasnya.

Kyu menatap kedua tangannya,”Apa maksudmu? Kau pikir aku pengemis…” sentaknya. Siwon memejamkan mata dan menarik nafas dalam-dalam. Dia tak ingin melakukan kesalahan lagi.

“Bukan kau bilang butuh uang.”Siwon berusaha menjelaskan tapi Kyu sudah menangis. “Baby…Demi Tuhan…”Siwon pun berdiri mengusap wajahnya dengan kasar lalu mengacak rambutnya. Dia tak tahu harus bagaimana menghadapi sikap istrinya.

“Aku tahu…aku miskin… Tapi kau tak perlu mengasihiku.”

“Siapa yang mengkasihimu?” bentak Siwon.

“Kenapa kau jadi membentakku?”

“Karna aku marah padamu. Apa pun yang aku lakukan salah dimatamu?” jawabnya. Kyu hanya terdiam.”Aku sudah sabar menghadapaimu selama ini. Kau ingin seperti ini… Aku diam. Kau ingin melakukan apa, aku ikuti. Tak bisa kau sesekali memahamiku? Aku tahu..kau sedang menghukumku tapi jangan membuat dirimu terluka. Aku rela melakukan apa pun..Demi Tuhan…jangan merendahkan dirimu seperti itu. Lebih baik kau mrmukulku,menendangku atau membunuhku. Tapi jangan mengkatakan hal yang mrrendahkan dirimu…”Siwon kembali berlutut. “Kau pikir…hanya dirimu yang kehilangan dia? Apa kau pikir hanya dirimy yanh dihantui rasa luka? Aku juga… Aku juga merasakannya. Bahkan kau tak tahu bagaimana rasa menyesalku. Apa kau tahu… Bila hari itu aku tak pergi ke kantor mungkin kita akan baik-baik saja. Kau masih mrnguatkanku. Karna itu berhenti menyakiti atau merendahkan dirimu lagi. Lebih baik kau menuduhku selingkuh daripada kau luka. Kyu…”

“Jangan membahas itu…” potong Kyuhyun.

“Bagaimana aku tak membahas itu? Bila akar masalah kita adalah ini,Kyu” Kyuhyun menundukan kepala. “Kyu,apa kau tak bosan seperti ini. Bahkan aku butuh berpikir untuk bernafas esok. Apa tak bisa kita kembali seperti dulu…? Bukan sudah terlalu lama kita berpisah.”Siwon menatap wajah istrinya dan membelainya dengan sayang. Kyu hanya memejamkan mata. Menikmati sentuhan Siwon tentunya. “Aku mencintaimu…dan aku sangat merindukanmu.” lirih Siwon. Kyu mulai terbuai.

“Aku ingin pulang…” rengeknya. Dia masih memejamkan mata. Siwon membelai dua belah bibir itu dan hampir hilang kendali untuk kembali mengecupnya,”Aku ingin pulang…” ulangnya. Siwon menghentikan sentuhannya dan Kyu berlahan membuka mata. “Ku mohon…”pintanya dengan wajah memelas.

“Apa berbagi udara denganku terlalu menyesakkan?” Kyu ingin mengeleng cepat tapi dia tahu…. Dia tak bisa. “Baiklah!! Aku antar pulang.” Siwon pun berdiri dengan wajah kecewa. Kyu bisa melihatnya tapi…dia tak bisa berlari mengejarnya..

.

.

“Jangan pernah kembali. Nuna mohon… Itu sama saja menjatuhkan harga diri keluarga kita. Walau semiskin apa pun kita nanti. Jangan pernah kembali pada Siwon.”

.

.

.

.

Kyuhyun menatap Changmin yang dari tadi hanya terdiam dengan mengayunkan ayunan. Dia tak bicara sejak satu jam yang lalu. Kyu sebenarnya binggung. Pagi tadi Changmin menghubunginya dengan suara serak dan ingin bertemu.

“Bagaimana bila kita bermain game saja?” Kyuhyun mulai membuka suara.

“Aku ingin berpisah dengan Yunho.” ucapnya tanpa menatap Kyuhyun. “Aku bosan.” dia menadahkan wajahnya di langit. ” Cinta baginya hanya…sampah.” lanjutnya dengan mata berkaca-kaca.

“Min…”hening!! Sampai ada suara tawa yang mengelegar. Kyu menatapnya.

“Jangan menatapku dengan wajah kasihanmu. Aku emang bodoh. Jangan terwakanku sekarang…” ucapnya dengan wajah sendu.

“Bukan dia sudah melamarmu…”

“Aku tak bisa jamin dia akan berubah. Yang ada di otaknya bukan hanya aku…dia memikirkan apa pun yang dia ingin pikirkan…”

Kyu meraih tangan sahabatnya. “Kau tak perlu takut. Ada aku. Kau adalah sahabatku. Jadi bila kau ada sesuatu bicaralah…” Changmin berdiri lalu memeluk tubuh sahabatnya. ” Kita akan pergi bermain game saja.” changmin mengangguk setuju..

.

.

.

.

Sejak tadi Siwon hanya melamun saja tanpa berniat mengerjakan tugasnya. Dia masih teringat pembicaraanya dengan Kyuhyun sabtu itu. Membuat dada sesak.

“Kau sedang apa?” suara berat itu membuyarkan lamunan Choi Siwon. Pria itu berjalan mendekat,”Bagaimana dengan perayaanmu? Apa berakhir dengan malam panas?” Siwon masih terdiam. “Ahh…sudah aku duga. Kau gagal mengajak menantuku berkencan?”

“Appa…”

“Kau payah Siwon… Umma mu dulu juga seperti itu. Tapi Appa bisa menaklukkannya.” Siwon terdiam,”Temani appa makan siang lalu kita coba membelikan dia kado untuk membujuknya tanpa harus membuatnya tersinggung.”Siwon pun mengangguk setuju.

.

.

.

.

Changmin sudah melahap es krim ke limanya sedangkan Kyu hanya terdiam. Dia tak bisa seroyal itu. Ibunya membatasi uang jajannya.

“Eh…Chang…kenapa kau disini?” seoarang pria tinggi berjalan mendekat. “Yunho mencarimu sejak tadi.” Zhoumi duduk disamping Changmin. “Dan kau masih mengenalku… Supir taksi…”Changmin menatap Kyuhyun yang memplout bibirnya. “Bagaimana kabarmu?”

“Kenapa kau ada disini?” tanya Changmin.

“Aku..”Zhoumi menunjuk dirinya sendiri,”Mencari jodoh…hahahha” dia tertawa sendiri.

“Kau tetap gila.” ketus Changmin.

“Kyu,kau tidak makan?”dia mengelengkan kepala,”Sedang diet?” dia mengelengkan kepala lagi. “Lalu…”

“Dia sedang irit. ” Kyu melototkan matanya. Bagaimana bisa teman baiknya memborkar aibnya.

“Bagaimana bila aku traktir? Tunggu sebentar…?” Zhoumi sontak berdiri Meninggalkan meja.

“Kau… “Kyu menunjuk Changmin dengan wajah kesal.

“Bukan itu lebih baik. Kau jadi bisa makan es krim lagi dengan gratis.” jawab Changmin cuek. Kyu ingin mrnjawab,”Tunggu.. Aku ingin ke kamar mandi.” Changmin langsung berdiri meninggalkan es krimnya.

“Sialan!!” umpatnya.

Tak lama Zhoumi datang dengan dua mangkuk es krim vanila dan coklat.

“Silahkan.” Pria itu tersenyum kecil membuat Kyu tak enak menerimanya tapi bagaimana lagi. “Kau suka…??” Kyu hanya mengangguk dan memakan es krimnya. Dia begitu malu…sangat malu… Bagaimana temannya bicara seperti itu.

Jauh disana terlihat seseorang mengepalkan kedua tangannya. Niat untuk makan siang di hilang. Dia berjalan mendekat dengan wajah sedatar mungkin.

“Bisa kita bicara sebentar.” Kyuhyun terkejut bukan main. Belum sempat dia menajwab,”Sebentar saja.” Siwon pun langsung menarik tangan Kyuhyun dengan kasar. Zhoumi sempat menahanya namun dia takut karna Kyu juga tak menolaknya.

“SIAPA DIA?” sentak Siwon. Dia tak perduli beberapa orang lalu lalang melihatnya. “Jadi karna dia kau tak membalas pesanku?”

“Dia teman Changmin.”

“OH.. jadi Changmin menjodohkanmu.”

“Bukan. Kami tak sengaja bertemu.”

“Kebetulan yang manis.” sinisnya. “Apa dia lebih baik dariku? Apa dia bisa membuatmu bahagia? Memahamimu seperti aku… Atau dia lebih kaya dari aku… Kau benar-benar tak memahami perasaanku.”Siwon mulai terpancing emosi. “Kau menuduhku berselingkuh tapi kau sendiri yang melakukannya.”

“Lagi pula apa urusanmu? Memangnya siapa kau? Aku ingin pergi dengan siapa juga apa perdulimu. Kau… Bukan kau juga melakukannya… Aku masih di depan umum. Sedangkan kau di dalam apatermet. Apa aku bertanya siapa dia? Apa yang kamu lakukan? Tidak bukan. Jadi…”

“Kau memang sudah tidak berniat memperbaiki hubungan kita. Aku berusaha mati-matian mempertahankan semua. Tapi bila kau tak ingin,apa gunanya.” Kyu terdiam. “Baiklah!! Bila itu maumu… Aku akan menyerah.”Siwon langsung pergi meninggalkan Kyu yang masih terdiam membeku. Dia ingin sekali berlari menahanya. Tapi… Dia tak bisa. Dia ingin bicara, bila dia ingin mempertahankan hubungan mereka namun dia memilih keluarga. Kyu hanya mampu terdiam membisu meski seribu kata dia ingin jelaskan. Tapi bukan lebih baik seperti ini,Kyu bisa menahan diri.

“Kyu, bukan itu Siwon?” Kyu tidak menjawab masih terdiam menatap Siwon yang sudah menghilang. “Dia salah paham. Kau tidak mengejarnya… “Kyu hanya menunduk dan berjalan kembali ke mejanya. Dia tak berniat bicara langsung melahap es krimnya dalam diam. Zhoumi pun tak berani bertanya atau hanya sekedar bicara. Changmin pun menyusul dan saling menatap dengan Zhoumi. Mungkin setelah ini dia akan menangis.

.

.

.

.

“Kenapa tidak appa sendiri?” keluh Kyuhyun ketika Hangeng memberikan amplop putih itu berisi uang pembayaran hutang.

“eh.. Appa…akan pergi ke China jadi tidak sempat. Sudah kau saja.” Hangeng tersenyum kecil.

“Umma…” kini Kyu menatap ibunya.

“Umma akan menemani appamu. Kau tahu bukan…” ucapan Heachul terpotong.

“Kalian terlalu banyak alasan. Aku tahu akal bulus kalian. Kenapa tak meminta nunna saja yang mentrafernya.” gerutu Kyuhyun.

“Kau tahu sendiri mereka tak mau menerimanya. Kangin atau pun Sungmin tak mau tahu soal itu. Belum lagi Siwon yang kekeh tak ingin kita membayar hutang.” jawab Hangeng.

“Entah. Hanya padamu Siwon mau menerima. Apa jangan-jangan kau tak memberikan uangnya dan habiskannya.” curiga Heachul.

“Umma…” rengeknya.

“Bisa saja.” kekeh Heachul.

“Tapi Siwon selalu memberikan kwitansinya dan Kibum menerimanya salinan.”Heachul hanya menatap putranya.

“Apa? Kenapa umma menatapku lagi. Apa belum cukup penjelasan appa?” kesalnya. Wanita paru baya itu hanya mengelengkan kepala dengan otak yang sedikit berfikir.

.

.

.

.

Kyuhyun benar-benar takut. Sejak pertemuanya di mall dua minggu lalu Siwon takpernah menghubunginya lagi. Karna itu tadi pagi dia menolak memberikan uang itu. Dia berjalan pelan masuk ke gedung pencakar langit itu. Bagaimana bila Siwon menolak kehadiranya? Apa dia tak malu di usir dari sini.

“Ahh.. Nyonya Choi..” suara khas itu memang hafal di telinga Kyuhyun.

“Jessica.” Kyuhyun tersenyum kikuk.

“Apa Anda mencari presdir?” Kyu segera mengangguk. Pintu lif terbuka,”Tapi presdir belum masuk dari kemarin.” Kyu menghentikan langkahnya. “Beliau sakit dari dua hari yang lalu.”

‘Kenapa tak ada yang memberitahuku.’pikirnya.

“AH..terima kasih. Aku permisi dulu…” pamit Kyuhyun. Jessica hanya menunduk dan tersenyum kecil melihat Kyu berlari seperi anak kecil.

.

.

.

.

Kini Kyu berdiri di depan pintu Apaterment Siwon. Dia berulang kali menghela nafas dan memejamkan mata sebelum akhirnya memutusnya menekan bel. Cukup lama hingga dia menekan lagi. Sekali lagi Kyu menekanya dan pintu terbuka. Siwon nampak lemas dan menundukan wajah.

“Aku tadi…” ucapan Kyu terhenti ketika melihat Siwon meninggalnya dengan pintu terbuka. Kyu menghela nafas sebelum melangkah masuk dan menutup pintunya. Siwon sudah merebahkan tubuhnya di sofa dengan lengan yang menutupi kedua matanya. ” Tadi aku ke kantormu. Mereka bilang kau sakit. Eh…” Siwon tetap tak bersuara. “Aku membawakanmu bubur. Apa kau sudah makan?” Siwon membuka matanya berlahan lalu mengelengkan kepala. “Mau aku siapkan.” Siwon terdiam ketika Kyu berlari ke arah dapur. Siwon kembali memejamkan mata.

Kyu membawa nampan dengan pelan. Dia sedikit gelisah. Siwon terlihat pucat. “Makanlah!!” peritah Kyuhyun. Kyuhyun menarik nafas dalam,”Aku kemari hanya ingin menyerahkan uang.”Kyu mengambiluang dari tasnya lalu menaruhanya di meja. “Aku tidak ingin menganggu waktu istirahatmu. Aku… Pergi dulu…” Kyu segera berdiri namun Siwon lebih dahulu menahanya dan mendorongnya kembali duduk. Siwon kini menepatkan kepalanya di paha Kyu. “Apa kau lakukan?” tanya Kyu dengan gugup.

“Kepalaku rasanya ingin pecah. Berputar-putar.” keluhnya dengan suara serak.

“Kenapa tak pergi ke dokter saja?” Siwon mengelengkan kepala lalu merubah posisi menghadap perut Kyuhyun. “Kalau kau sakit… Bukan lebih baik tinggal di rumah umma sementara waktu. Jadi ada yang merawatmu.”

“Aku sudah memberikan pasword pada Umma.”

“Tetap saja. Bagaimana kalau aku antar.” Siwon tak berniat menjawab. Dia sedang menyamankan diri di pangkuan Kyu. Dengan ragu tangan Kyu memijat kepala Siwon. Pria itu tersenyum kecil,”Apa sedikit berkurang?” Siwon hanya mengangguk dengan memejamkan mata. “Makanlah dulu!! Lalu minum obat dan segera istirahat.” ucapnya sambil terus memijat kening pria itu.

“Apa kau ada janji dengan seseorang?”

“Tidak.” kyuhyun sedikit menaikan intonasi suaranya.

“Bisa tinggal lebih lama.”

“Uh?” Kyu menghentikan memijat kepala Siwon.

“Kepalaku masih terasa sakit. Bisa tinggal lebih lama.”pinta Siwon. Kyu terdiam. “Tidak apaa bila kau sibuk.” Siwon hendak bangun namun di tahan.

“Apa tidak masalah aku disini lebih lama. Maksudku…nanti calon istrimu…”kali ini Kyu ingin menjelaskan semua. Siwon tak berniat menjawab. Dia menarik tangan Kyu dan menaruhnya di atas kepalanya. Kyu pun menurutinya.

“Kau tahu…rasa pusingku hilang berlahan. Bila semua menjadi nyaman seperti ini, tak apa aku sakit.” cetuknya.

Kyu memukul lengan Siwon,”Kau bicara apa?” sentaknya lalu berdiri. Siwon yang masih merasakan kepalnya pusing terpaksa terbangun.”Lebih baik aku pulang…” kesalnya.Siwon berusaha menahanya namun dia terjatuh di lantai.

“Baby…”Siwon berusaha berdiri namun gagal. Kyu pun membantunya tapi siwon menariknya dan dia terjatuh di atas tubuhnya. Pria itu menahanya ketika Kyu berusaha bangun. “Biar seperti ini dulu…”Kyu hanya mengigit bibirnya ketika merasakan nafas Siwon menerpa tengkuknya. “Aku benar-benar membutuhkanmu.” rintihnya.

“Siwon jangan seperti ini.” rengeknya. Dia tak bisa bila sedekat ini dengan siwon. Dia pasti akan menuruti apa pun. Karna dia lemah ketika berada sedekat ini.

“Kenapa?”

“Kau sedang sakit dan juga… Berat badanku sudah bertambah.” Kyu menengelamkan wajahnya di antara leher dan pundak Siwon. Pria itu tersenyum dan semakin mengeratkan pelukannya.

Tiba-tiba suara pintu utama terbuka dan jeritan histeris sang wanita paru baya itu membuat Kyu berdiri cepat. Dia merapikan bajunya sedangkan Siwon dengan santai menelentangkan kedua tanganya. Tahu seperti ini dia tak akan memberikan password pada ibunya.

“YAH!! apa yang kalian lakukan?”omel Sungmin.

“Mianhae umma..”Kyu menunduk 90° dengan wajah tersipu malu.

“Kenapa umma kemari?” Siwon masih memejamkan mata.

“Siwon.”sentak Kyuhyun. Siwon membuka mata dan berusaha berdiri dari lantai. Wajahnya masih pucat dan kepalanya masih sakit namun bibirnya tersenyun merekah. “Umma silahkan masuk. Aku… Aku akan pulang saja.” Kyu buru-buru berjalan.

“Tidak usah. Umma hanya sebentar sayang. ” wanita itu tersenyum kecil. “Umma hanya memberikan makan siang saja. Kalian lanjutkan saja lagi. Eh… Nona Nana sepertinya Siwon masih sakit dan perlu banyak istirahat. Kau tak keberatan berkunjung lain kali?” Sungmin melirik kebelakang dengan senyuman khas yang mengerikan.

“AH.. iya… Tak apa.”Kyu melirik kearah pintu. Nana terdiam dengan pandangan kosong. Mereka saling melempar pandang dan Kyu menunduk.

“Siwon ,umma pulang dulu. Sayang…” Sungmin berjalan mendekati Kyu,”Tolong jaga anak nakalku. Buat dia sembuh dan kembali menjadi anak baik. ” Kyu tak berani menatap ibu mertuanya. “Jangan malu… Buatkan umma cucu yang lucu.” bisiknya membuat Kyu membulatkan mata tak percaya.

“Umma…” Siwon dapat melihat jelas seringai maut ibunya.

“Ada apa? Apa yang salah? Sudah aku pergi dulu. Cepat kembali bekerja atau kau akan aku pecat..” Sungmin pun kembali mengenakan alas kakinya dan mempersilahkan Nana berjalan lebih dahulu.

.

.

Setelah pintu tertutup Kyu duduk dan menutup wajahnya dengan kedua telapak tanganya. Siwon pun duduk disampingnya dengan wajah menadah ke atas.

“Aku malu…” keluhnya dan Siwon meraih tanganya dan mengengamnya. “Gadis itu melihat kita seperti itu, apa dia tak salah paham?” lanjutnya.

“Kita lanjutkan lagi saja.” siwon masih sempat mengoda istrinya.

“YAH!! Memang kita akan melakukan apa?”Kyu memukul lengan Siwon dengan brutal. Siwon hanya tersenyum lalu menarik Kyu dalam pelukannya. “Jangan memelukku…” tolaknya namun dia melingkarkan kedua tangannya di pinggang Siwon. Sedangkan Siwon membelai rambut kepala Kyu yang bersandar di bahunya.

“Aku tidak memelukmu.” jawabnya.

.

.

.

.

Siwon terlihat bersemangat beberapa hari ini. Pelukan penyembuh memang membawa dampak baik. sejak tadi pria berlesung pipi itu tersenyum merekah pada semua orang. Mungkin bila dia tak berstatus menikah,banyak orang yang tertarik melamarnya. Sayangnya pria itu hanya mencintai satu pria manis di hidupnya.

“Ku dengar kau sakit.” Donghae mengambil duduk di sofa. Yunho sudah lebih dahulu merebahkan tubuhnya dengan kaki di naikan ke atas.

“Dia kenapa?” Siwon berdiri dan menghampiri kedua sahabatnya yang tiba-tiba berkunjung di kantornya.

“Changmin meninggalkanya.” Yunho tak komentar dengan jawaban Donghae. Siwon tersenyum lalu menepuk pundah sahabatnya. “Dan kau? Ku dengar kau sakit. Tapi kenapa aku merasa ku masih sehat?” Donghae menatap dengan wajah penasaran.” Dari auramu… Apa kau sudah mendapatkan setan gendutmu?” lanjutanya.

“Kau masih ingin menikah minggu depan bukan?”Donghae menyipitkan matanya,”Jadi jangan bilang dia begitu.”

“Hai,aku tak menyebut Kyuhyun bukan. Hanya bilang setan gendut bisa saja itu yang lain bukan.”elak Donghae.

“okey…okey… Terserah…yang aku tanyakan kenapa kalian kemari…”Siwon sedang malas berdebat.

“Tentu saja mengajakmu makan siang. Yunho sedang butuh dukungan.” jawab Donghae.

“Aku sudah pernah peringatkan. Bila kau belum siap untuk serius jangan menjalin hubungan.” siwon menyilangkan tangan di dada.

“Bila itu tak ku lakukan Changmin akan meninggalkanku.” Yunho sontak berdiri dengan wajah kesal.

“Tapi buktinya dia tetap meninggalkanmu.” sambung Donghae.

Yunho mengacak rambutnya. “Karna itu bantu aku membujuknya. Aku sudah berusaha menjadi apa yang dia mau… Selama ini… Aku…” yunho tak mampu melanjutkan ucapannya.

“OKEY. Terserah!! Aku benar-benar tak bisa menemani kalian.” Siwon mengambil jas dan kunci mobilnya.

“Tapi bagaimana dengan Yunho?” tanya Donghae.

“Bagaimana aku bisa memberikan saran pada kalian. Bila kisah cintaku sendiri masih belum beres.” Siwon berjalan ke arah pintu,”Jadi… Sorry…” dia berlari dengan wajah gembira.

.

.

.

.

Hari ini Kyu tak berniat melakukan apa pun? Bosan? Sebenarnya bukan bosan dia sedang menunggu seseorang mengucapkan ulang tahun padanya. Bukankah Siwon tak pernah melupakan hari Ulang tahunya? Tapi tahun ini… Dia memplout bibirnya. Membayangkan Siwonnya bersama wanita itu. Dia mempora-porandakan kamarnya. Melampiaskan rasa kesalnya. Wajahnya kacau. Dia berjalan didepan kaca, menatap sekilas wajah dan rambutnya yang sangat berantakan.

“Kau tak keluar?”

“Ya Tuhan…” Kyu terkejut setengah mati. Ibunya datang tanpa mengetuk pintu. “Umma…” dia kesal lalu kembali duduk di tepi ranjang dengan melipat kedua tanganya di dada.

“Kami menunggumu turun tapi sejak tadi kau lebih asik bercermin? Ada apa?” Heachul memberikan kotak merah,”Selamat ulang tahun…”

“Umma ingat?”

“Tentu saja. Kenapa? Apa dia melupakannya?”selidiknya. Kyu terdiam. Menunduk lemas.

“Bagaimana dia bisa melupakanya?”

“Mungkin karna ini pertama kalinya dia bersamaamu.” jawab Heachul dengan santai.

“Walau ini pertama kalinya kita ja…opps” Kyu sontak berdiri membekap mulutnya yang terlalu jauh bicara.

Heachul tersenyum, “Ternyata benar?” goda Heachul. “Appamu tak percaya kalau kau sudah menjalin hubungan lagi. Ternyata firasatku benar.” dia tertawa kecil sedangkan Kyu masih mengrutui kebodohannya.

“Tidak. Itu tidak benar.” elaknya. Dia tak ingin di tendang keluar karna masih mengharapkan Siwon.”Umma…”

“Umma tak apa sayang. Asal kau bahagia… Umma akan merestui.” Heachul membelai rambut putranya lalu mengecupnya lembut. Kyu mejamkan matanya. Lalu bagimana dengan nunnanya? Apa dia akan mengijinkan kembali dengan Siwon? Tentanya dia benar-benar tak bisa. Bila tidak dengan Siwon.

.

.

.

.

Heachul keluar kamar putranya dengan sedikit berlari. Menghampiri suaminya yang sibuk dengan korannya.

“Sudah aku bilang dia dekat dengan namja China itu. Kau tak percaya.” Heachul mengambil duduk disamping suaminya. “Bagaimana pun aku ibunya.” bangganya.

Hangeng menutup koranya dan menatap istrinya. ” Apa dia mengakuinya? Bila belum aku masih nyakin dia sendiri.” kekuh Hangeng.

“Kenapa kau masih berharap kalau dia masih mencintai Siwon?”

“Aku bukan masih mengharapkanya. Tapi tak bisa kau lihat dia bagaimana dia. Aku sebagai ayahnya, hanya bisa merestui siapa pun yang menjadi pilihanya. Biarkan dia memilih hidupnya sendiri. Jangan ikut campur lagi. Dia ingin berkencan drngan siapa pun asal dia bahagia. Aku hanya bisa merestui.” putusnya lalu kembali membaca koranya. Heachul memplout bibirnya. Dia juga ingin menjadi ibu yang tahu segalanya tentang anak-anaknya namun selalu suaminya yang menang dan mendapatkan semua perhatian anak-anaknya.

“Kau menyebalkan!!” kesalnya. Hangeng menutup koranya dan melihat istrinya meninggalkanya dengan wajah kesal.

“Sebenarnya dia itu kenapa?” Hangeng hanya mengelengkan kepala lalu menyesap kopi buatannya sendiri. “Ah…” dia kembali membaca korannya.

.

.

.

.

Kyuhyun berjalan cepat menuruni anak tangga. Hari ini keluarga Cho akan mengadakan makan malam di luar. Appa dan Umma Cho sudah siap dengan penampilanya tapi…

“Umma…appa Kyu tidak jadi ikut saja.” teriaknya dari lantai dasar ketika melihat orang tuanya tutun dengan baju rapi.

“YAH!! Anak nakal kenapa kau membatalkan secara tiba-tiba.” jawab Heachul dengan nada tinggi. Dia pun berjalan menyusul tapi karna dress dan sepatunya dia hampir saja terjatuh. untung Hangeng menariknya.

“Sudahalah!!” Hangeng berusaha menenangkan.

“Anak sialan!!” umpatnya kesal.

“Bukan lebih baik. Kita bisa berkencan.” goda Hangeng. Heachul tak menjawab lalu turun dengan wajah di tekuk.

.

.

Sedangkan Kyu berhenti didepan pintu dengan wajah tidak percaya. Dia mengigit bibir dalamnya.

“Kenapa kau kemari?” sentaknya. Dia kembali memasang perisai. Tadi dia kalah dengan egonya. Membatalkan makan malam dengan orang Tuanya Hanya untuk memastikan keberadaanya seseorang yang kini ada di depannya.

“Kau akan keluar?” tanya Siwon dengan wajah sedikit kecewa.

“Tentu saja. Aku akan berkencan.”

“Dengan…” Siwon kini berada dihadapanya. “Bukan urusanmu. Pergi!” usirnya. Walau dalam hati Kyu tak menginginkanya.
“Tak bisakah kau ikut aku dulu. Aku…sudahlah!!” Siwon langsung menarik paksa Kyu yang sedikit memberontak. Satpam pun hanya tersenyum geli melihat Kyu yang di dorong masuk ke dalam mobil.
“Satpam sialan!! Aku sedang di culik!!” teriaknya di depan kaca tapi tanpa berniat untuk kabur. Siwon pun melajukan mobilnya dengan kencang keluar dari kediaman Cho. Sedangkan jauh disana ada seseorang yang memperhatikanya dengan mengelengkan kepala.

 

“Sebenarnya kita akan kemana?” teriak Kyuhyun dengan kencang. Ketika Siwon hanya melajukan mobilnya tanpa bicara apa pun.

“Pergi ke suatu tempat yang menyenangkan.”

“YAH! KAU…KAU…AWAS AJA KALAU KAU BERANI MENYETUHKU… AKAN… AKAN AKU LAPORKAN KAU KEPOLISI…” ucapnya dengan wajah ketakutan.

“Siapa yang berniat memperkosamu?” jawab Siwon polos. Kyu mendelikan mata. ‘Sial!!’batinnya nelangsa. Dia memplout bibirnya. Siwon terseyum kecil.

 

..Pintu gerbang terbuka otomatis dan pria itu melajukan mobilnya ke dalam rumah bak istana. Kyu hanya mengerjap-kerjapkan mata kagum. Dia menatap Siwon yang keluar dari mobil mewahnya dan membukakan pintu untuknya.

“Kau ingin keluar sendiri atau ku gendong?” tawar Siwon dengan kedua lesung pipi yang menghiasi wajahnya.

“Aku tidak mau keluar dan jangan menyentuhku.”tolaknya. Siwon pun mendekatkan tubuhnya lalu mengangkat Kyu keluar dari mobilnya. “Sudah ku bilang jangan menyentuhku…” protesnya dengan tangan yang memukul lengan Siwon.

“Kenapa hari ini kau begitu sangat cerewet? Apa karna seharian ini aku tak menghubungimu…?” Siwon tersenyum manja.

“Enak saja. Karna kau seenaknya membatalkan janjiku. Aku akan berkencan.”jawabnya.

“Kau sekarang berat juga ya….” Siwon suka mengoda Kyu tanpa berniat ingin menanggapi jawaban yang terlontar.

“YAH!! Turunkan aku…” Kini Kyu mulai bergerak meminta turun namun Siwon mengabaikanya. Pria itu membuka pintu dan menutup dengan kakinya. Kyu masih memberontak ingin turun walau tak sepenuhnya. Ketika sampai di ruang penuh lilin Siwon menurunkanya.

“Baby kau perlu diet.” kyu memukul Siwon dan berjalan meninggalnya namun… “Mau kemana?” Siwon menariknya dalam pelukanya.

“Pulang!!” bentaknya.

“Kenapa harus pulang? Bukan kita baru sampai. Kau tak ingin melihat kadomu sampai tuntas.” Siwon melepaskan pelukannya. Kyu memplout bibirnya membuat Siwon gemas dan ingin mengecupnya. ” Kau cantik.” pujinya.

“Aku tampan.”

“OKEY. Si tampan yang cantik.”

“Sialan.” Kyu sontak memberikan jarak lalu menatap sekeliling. Rumah ini begitu besar.

“Kemarilah!!”Siwon menarik Kyu menaiki tangga. Pria manis itu ersenyum kecil ketika melihat suasana ruangan yang begitu indah. Bahkan ada namanya dan ucapan selamat ulang tahun. Siwon tak melupakanya. “Aku yang mendesainya sendiri. Karna itu aku tak menghubungimu hari ini…”

“Siapa yang bertanya.” jawabnya ketus.

“Baby kau ingat barang ini?” tanya Siwon dengan wajah sedih. Kyu tercengah. “Hari itu…harusnya aku membatalkan janjiku saja bila ku tahu akan seperti ini.”Kyu menyentuh bonekah yang dia pilih waktu itu. Dia hampir menangis. “Bila aku tak salah hitung mungkin kita sudah menjadi orang tua sempurna…Bila kejadian itu tak terjadi.” Kyu tak kuat. Dia berlari keluar kamar bernuanasa merah muda itu. “Baby…” Siwon menyusul dan meraih tanganya. “Kau mau kemana?”

“Kenapa kau katakan ini semua? Kenapa?”

“Agar kau tahu… Bila aku sudah mempersiapkan semua untukmu… Untuk kita…”

“Harusnya kau sudah membuangnya semua. Ke adaan ini tak bisa kita perbaiki. Kau dan aku tak akan bisa bersama lagi.”

“Kenapa? Apa karna kau sudah bersama pria lain?”

“Bukan.” Kyu menundukan wajahnya.

“Lalu…”Siwon berjalan mendekat mencangkup wajah lemah Kyu. Kyu hanya bisa terdiam. Siwon memberanikan diri mengecup bibir ranum itu. Kyu awalnya menolak. Mendorong dengan sekuat tenaga tapi asratnya menggalahkan akal sehatnya. Siwon memperdalam ciuman mereka. Kyu hanya bisa pasrah dan mengkalungkan kedua tanganya di leher Siwon. Mereka terbuai satu sama lain. Saling menetuh dan tersentuh. Kyuhyun hampir kehilangan nafas. Dia tak mampu berdiri tegak, hingga siwon menaikan dan mengedongnya. Menghimpitnya dalam dinding. Mereka masih berciuman. Kyu merintih ketika Siwon menggigit lehernya secara tiba-tiba dan kembali mengecupnya dengan lembut. Kyuhyun meremas rambut Siwon yang tertata rapi hingga berantakan. Pada akhirnya, Siwon menyerah dengan teriakan paru-parunya. “Baby, selamat ulang tahun…”Siwon menyatukan kening mereka. Kyu tak mampu menjawab. Deru nafas mereka bersahutan dan Siwon mengecup kembali bibir yang bengkak karnanya.

“WONNIE…”

“Hmmm…”

“Kyunnie…” Siwon membuka mata dan menatap manik mata yang sayut itu.”Kyunnie ingin ke kamar mandi? Dimana kamar mandinya…?”

“Uhu?” …

 

TBC Ah.. Akhirnya bisa lanjut juga… Moga gak bosen karna bacanya panjang kayak rel kereta api wkwkwwkw plus cerita abal abal… Thanks ya buat semua komentar… Kalianlah penyemangatku… Jangan lupa tinggalkan komentar ya bila Anda baca Kiss…kiss..

Advertisements

Author:

Saya manusia biasa Punya salah dan tak sempurna Saya jatuh cinta dengan Wonkyu Tak perduli banyak yang bilang saya gila Bahkan pacar saya... Saya jatuh cinta dengan mereka ♡♡♡♡

53 thoughts on “Tentang kamu – part 23

  1. Selalu senang ketika ff ini updatee. Kagum banget sama karakter wonnie di cerita ini yang selalu sabar menghadapi kyunie dan pantang menyerah dengan segala situasi. I love wonnie so much! Wkwkwkwk.. ahh semoga hubungan wonkyu cepat membaik dan cepat kembali bersama. Dan buatlah baby yang banyak untuk menggantikan yang telah hilang. Gooo Wonkyu! Unniee updatenya dipercepat donggg.. ga sabarr nih untuk nunggu next chapternya. Heheheheheh..

  2. siwon kamu tuh harus sadar klu kyu maunya siwon jgn dekat” sama cewek lain masa utk perayaan dpt tender undang teman cewek nti kayak kejadian yg lalu dan kyu tersakiti lagi karna siwon terlalu mementingkan teman ceweknya daripada kyu yg sangat membutuhkan siwon
    siwon harusnya jgn marah klu kyu dekat sama cowok lain kyu itu lagi berjanji sama kakaknya supaya jgn dekat sama kamu soalnya kak kyu gak mau sampai kyu di sakiti lagi sama siwon jd pelan” aja bujuk nya balik sama kamu

  3. haahh akhirny q bisa bca lgi ff nie..stlh borngan bacany..aq seneng bngt sma critany..
    maaf yaa bru mncul..untk kedpanny aq kan rajin koment nie ff..
    smga kyuhyun cpet sdar yaa..n cpet balikan sma siwon..ksian siwonny..oo iya q pngin tau gmn crita sii liu wen it..sii pemberi obat penggugur kandungan ke jiwon it..smga dia dpt balasanny

  4. Hmmm mereka mulai baikan. Aku curiga author mau membuat perang dunia lagi. Karena dari chapter awal selalu aja ada konflik. Selesai satu muncul satu HAHAHA aku kejam. Wkwkwk abaikan saja. Keep writing author!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s