Posted in BL, Drama, Romance, Series

Schicksal part. 1

project kedua Miss Lee & Ellena Han

By. Ellena Han & Miss Lee

Cast : Siwon x Kyuhyun

Genre : Drama/Romance, BL

Rate : T

 

Schicksal

Kyuhyun memeluk tubuhnya sendiri yang tak berhenti bergetar. Takut, itu satu hal yang dia rasakan. Marah, itu juga rasa yang menguasai hatinya. Terkhianati, ya.. itu pasti. Dia sama sekali tak pernah mengira, ini akan menimpa hidupnya. Sama sekali tidak.. bahkan sekalipun dalam mimpi, Kyuhyun tak berniat untuk mengalaminya.

Selama 4 bulan ini kehidupannya berjalan sesuai apa yang dia harapkan. Indah, sangat indah malah, lebih daripada yang sanggup yang dia bayangkan. Dirinya dan kekasihnya tinggal bersama, menjalani hidup bersama. Ah..bagi Kyuhyun yang sebatang kara, hal ini sudah selayak nya surga.

Dia punya seseorang yang menjaganya, melindunginya, apa lagi yang dia harapkan..?

Hingga hari ini, detik kehidupan damainya terbalikkan tiba-tiba. Pria itu, menyakiti Kyuhyun, menghina tulus cinta yg Kyuhyun beri. Berbuat suatu hal menjijikkan yang membuat Kyuhyun mual.

Pemuda manis itu meringkuk semakin dalam di sofa tempatnya bergelung. Bahunya bergetar pelan, dengan butir-butir halus yang terus menuruni pipinya. Dia tak tahu sudah berapa lama dirinya menangis seperti ini, satu jam, dua jam? Entah, yang Kyuhyun tahu, dia sudah meneteskan air mata ketika pria brengsek itu menginjak-injak harga dirinya. Memperlakukannya seperti sampah tak berguna yang sama sekali tak berharga.

Kemana pergi nya semua janji manis yang pria itu ucapkan untuk Kyuhyun? Kemana kalimat jika dia akan selalu menjaga Kyuhyun?

Shit… Kyuhyun hanya terjebak mulut manis seorang buaya berbulu ayam.

See.. kini apa yang pria itu lakukan pada hidupnya.. pada cinta tulus Kyuhyun untuknya…

Brengsek.. sialan… mungkin segala jenis umpatan itu tak akan cukup untuk mendeskripsikan pria itu. Mengingat itu semua membuat rasa sakit hati itu semakin dalam menghujam. Pemuda manis itu bahkan tak tahu lagi harus melakukan apa..

Kabur? Percuma.. dia tak tahu dirinya ada dimana kini, ruang tempatnya meringkuk hanya terdiri dari satu pintu dan sudah pasti terkunci.

“Kenapa Hyung… kenapa? Apa salahku…?”

Bisikan lirih itu terus meluncur dari bibir yang mulai membiru karena tangis.

“Jika kau tak menyukaiku…seharusnya cukup kau katakan padaku Hyung… kenapa Hyung… KENAPA..!!”

Kyuhyun menggigit bibirnya, mengekang keinginan tubuhnya untuk berteriak sekeras yang dia bisa, walau rasa sesak dihatinya hampir membuat dadanya pecah. Tangannya meremas erat surai hitamnya yang berantakan, mencoba mengenyahkan memory yang mulai terputar ulang dalam benaknya.

Ingatan akan kata-kata tajam itu kembali menaburkan garam pada luka menganga di jiwanya. Tangis Kyuhyun semakin deras. Jari jarinya yang terkepal mulai memukul-mukul dadanya, berharap sesak yang ada disana mampu terurai bersama dengan isak yang terus terdengar darinya.

“Jawab aku Hyung… kenapa..?”

***

–FLASHBACK–

Kyuhyun terdiam memandangi langit yang cerah di teras rumah, tapi tidak dengan kehidupannya. Sudah sekitar 6 bulan ini, segalanya berubah. Ia yang biasanya hidup berkecukupan kini harus berusaha kerja mati-matian demi membayar hutang dan juga membiayai kehidupannya sehari-hari.

“Kyu..” tepukan halus mengenai pundaknya yang sedikit terbuka.

Hyung..” Kyuhyun mengulas senyum saat melihat wajah kekasihnya.

Ya.. Kyuhyun sudah berpacaran dengan Uhm Kijoon, nama lelaki itu. Sekitar 4 bulan silam. Sedikitnya, kehidupan Kyuhyun tidak terlalu menyakitkan baginya, kepergian kedua orang tua yang secara bersamaan hingga menimpakan hutang yang tidak sedikit membuatnya sempat terpuruk. Tapi dengan kehadiran Kijoon, Kyuhyun merasakan bahagia itu ada untuknya.

Kijoon jugalah yang membantunya membayarkan beberapa hutang yang ditinggalkan kedua orang tuanya. Tetapi Kyuhyun pun tetap harus bekerja untuk biaya kehidupan sehari-harinya serta masihnya beberapa hutang yang belum terbayar lunas.

“Mengapa kau melamun? Heum?”

“Aku tak melamunkan apapun, Hyung

“Benarkah??”

Kyuhyun mengangguk lalu mengamit lengan Kijoon manja, menyandarkan kepalanya di bahu Kijoon.

“Mau ikut denganku besok?”

“Kemana?”

“Suatu tempat”

Kyuhyun melepaskan pelukan di lengan Kijoon, ia memilih menghadap langsung ke arah Kijoon.

“Bermain rahasia?”

“Begitulah” ucapnya santai.

Kyuhyun mengangguk, walau hati dan pikirannya saat ini seakan tak sinkron dengan keadaan, ada suatu yang mengganjalnya.

.

.

.

Seperti yang diminta oleh Kijoon kini Kyuhyun telah bersiap pergi bersama kekasihnya itu. Ia memberikan penampilan terbaiknya, memakai celana jeans skinny, baju longgar dengan leher jenis V neck, serta tak lupa coatnya yang selalu mengesankan manis di tubuhnya.

“Kau manis Kyu” ucapan Kijoon membuat Kyuhyun merona.

“Hanya untukmu, Hyung

“Eum.. kau tak membawa barang??”

“Barang??” tanya Kyuhyun bingung.

“Ah aku lupa.. kita akan bermalam disana, bawalah beberapa pakaian untukmu”

Kyuhyun sedikitnya curiga, tak pernah Kijoon mengajaknya pergi yang hingga harus bermalam. Karena katanya itu suatu pemborosan jika berpergian dan diharuskan menginap disana.

“Kyu..”

“Ne..” Kyuhyun tersadar dari lamunannya.

Ppaliwa..”

***

Kyuhyun hanya bisa memandangi sekitar perjalanan yang dilewatinya, Kijoon sama sekali tak mengajaknya bicara sepanjang perjalanan. Tak aneh bagi Kyuhyun, karena memang Kijoon termasuk irit berbicara.

Hyung, kapan sampai?”

“Sebentar lagi Kyu..”

Hingga kini mobil Kijoon tiba di sebuah rumah mewah, dengan 3 lantai disana. Kyuhyun tak mengerti untuk apa mereka kesana, tetapi sungguh hatinya semakin merasa tak enak, bahkan tubuhnya seakan tak ingin berada disana.

Kyuhyun tersentak terkejut, saat Kijoon membuka pintu mobilnya.

“Turunlah..”

Ragu, itulah yang Kyuhyun rasakan saat ini, tapi permintaan Kijoon seakan jadi mantra karena Kyuhyun menurutinya.

Kijoon memegang lengan Kyuhyun dan mengajaknya masuk ke dalam, disana Kyuhyun mendapati banyaknya wanita yang berpakaian serba minim, bahkan ia pun bisa melihat laki-laki yang mungkin sepertinya (lelaki manis) terlihat lalu lalang dengan menggunakan pakaian sangat menggoda.

Hyung, tempat apa ini?”

Tapi tidak ada jawaban yang di ucapkan Kijoon untuknya, hanya langkah besar yang terus Kijoon lakukan dan Kyuhyun mengikutinya. Mereka tiba di suatu ruangan yang dijaga dua orang bertubuh besar, yang Kyuhyun sudah duga mereka adalah bodyguard.

“Tempat apa ini Tuhan… tolong selalu jagalah diriku, Tuhan…”

Kyuhyun terus menggumamkannya, ia takut sungguh takut. Tapi tubuhnya seakan mengkhianatinya dengan masih terdiam disana.

“Masuklah.. boss sudah menunggu” salah satu dari mereka membukakan pintu untuk Kijoon dan Kyuhyun.

Kyuhyun melangkah berat memasuki sebuah ruangan dimana, seorang pria tidak jauh usianya dari Kijoon kini duduk di salah satu sofa yang ada dalam ruangan.

“Duduklah..”

“Aku tidak bisa berlama-lama, kekasihku menungguku saat ini. Aku sudah membawanya, lalu bagaimana dengan bayarannya?”

Kyuhyun menatap tak mengerti Kijoon apa yang dimaksudkan dengan ucapannya itu??

“Kekasih?? Bayaran??” kata-kata itu seolah terngiang di kepalanya.

Hyung..” hanya kata itulah yang mampu Kyuhyun ucapkan.

“Kau sangat tak sabaran Kijoon..”

“Aku sungguh tak sabarnya menanti hal ini tiba, Hyung..” ucapnya menyeringai sembari menarik tubuh Kyuhyun dan mendorongnya hingga terjatuh di sofa lainnya.

Hyung..” Kyuhyun terkejut dan menatap tak percaya dengan apa yang Kijoon lakukan padanya.

“Aku sungguh sangat menantikan hal ini tiba.. dan bahagianya aku, karena hal ini terjadi juga” ucapnya ambigu.

“Sudahlah.. bawa uangmu” lelaki yang sedari tadi duduk di sofa menunjukan ke arah koper yang ada di meja. Kijoon membukanya dan berbinar senang saat melihat uang yang diinginkannya kini ada dihadapannya.

“Tunggu.. apa maksud semua ini??” Kyuhyun sekuat tenaga berusaha untuk menanyakan apa yang sedari tadi ia pikirkan dan lihat.

“Kau tak tau manis??” Lelaki yang memberikan uang itu tersenyum licik ke arah Kyuhyun.

“Kijoon, kau tak memberitahukannya?”

“Untuk apa? Bukankah dia akan mengerti dengan sendirinya?” Kijoon mengambil koper dan mendekapnya di dada.

Hyung, ku mohon.. apa maksud dari semua ini??”

“Ah.. baiklah aku akan memberikan waktu sebentar untuk kalian berdua”

Lelaki itu melangkah pergi keluar ruangan, membiarkan Kijoon dan Kyuhyun bercengkrama yang mungkin tak perlu lama lagi.

Hyung katakan apa maksud dari semua ini?? Kau.. kau.. menjualku??” kata terakhir itu sungguh menyakiti hati Kyuhyun.

“Seperti yang kau lihat, aku memang menjualmu”

“Kenapa?” sebisa mungkin Kyuhyun tak mengeluarkan air matanya.

“Kenapa??” Kijoon tertawa meremehkan, “Karena aku tak menyukaimu.. kau itu suatu hal yang memalukan bagiku..”

Hyung..”

“Kau menganggapku kekasihmu?? Hell.. kau itu hanya namja bodoh yang tak tau diri, aku hanya kasihan padamu, maka aku sedikit membantumu, sayangnya kau tak punya rasa malu dengan mengklaimku sebagai kekasihmu..”

“Aku ini masih normal, aku mengharapkan keturunan.. jikapun aku mencintai seorang namja, bukan berarti itu dirimu.. Ah satu lagi, anggap ini bayaran atas apa yang sudah aku lakukan padamu, hutangmu kepadaku telah lunas..”

Kijoon melangkah pergi dengan koper uangnya, ia meninggalkan Kyuhyun yang hanya bisa meratapi nasibnya, hingga suara seseorang menyadarkannya.

“Tak perlu ada tangisan, kini berbahagialah.. aku akan menjadikanmu, primadona disini.. bayaranmu pasti akan sangat mahal, aku bisa mendapatkan keuntungan.. dan kau bisa mendapatkan pundi2 keuangan yang baik, bukankah kehidupanmu selama ini jatuh miskin??”

Lelaki yang Kyuhyun sadari ia adalah boss disini, mendekatinya dan mencengkram dagu Kyuhyun.

“Mulailah kehidupan barumu disini, aku akan membantumu mendapatkan banyak uang”

–END OF FLASHBACK—

.

.

Suara pintu terbuka dan kembali tertutup itu sedikit mengagetkan Kyuhyun. Tapi tak membuat namja manis itu mengangkat tubuh atau repot-repot berpaling. Dia masih saja meringkuk di sofa yang dia tempati. Menulikan telinganya dari suara yang pasti akan menyapa nya sesaat lagi.

“Hei kau..”

Suara seorang perempuan.

“Kau.. apa kau tuli..?”

Kyuhyun masih menolak menjawab. Perempuan itu sepertinya mulai kehilangan kesabaran, jika mendengar detak sepati hak tinggi nya yang berjalan cepat ke arah Kyuhyun.

Dengan cepat, perempuan itu menarik tubuh Kyuhyun untuk menghadap dirinya. Entah karena wajah Kyuhyun yang menyedihkan atau mungkin perempuan itu terpesona padanya, yang jelas perempuan itu membeku sejenak sebelum sorot matanya terlihat melembut.

“Lepaskan aku..” desis Kyuhyun marah. Perempuan itu spontan mengangkat tangannya dari bahu Kyuhyun.

Dia benar-benar tak menyangka jika bocah berwajah polos dengan sepasang kelereng karamel bening yang membengkak karena tangis itu, punya cukup nyali untuk membentaknya.

“Siapa namamu..? Kau orang baru kan..?”

“Aku bukan orang baru dan tak akan pernah jadi orang baru kalian..”

Tatapan lembut perempuan itu berubah menjadi sorot tajam dengan seringai sinis di bibirnya yang tersaput lipstik merah.

“Oh.. kau bernyali rupanya… pelanggan akan menyukai type sepertimu kau tahu? Mereka terkadang perlu sesuatu untuk di taklukkan..”

Seringai di bibir perempuan itu bertambah lebar ketika Kyuhyun berjengit ngeri.

“A-apa maksudmu..?”

“Kau manis sekali… wajah polos dan tatapan bola mata bening mu itu pasti akan membuat para penggila one night stand itu bergairah hanya dengan sekali memandangmu…”

Mata bulat Kyuhyn membola. Tidak.. dia tak akan pernah membiarkan seorang pun menyentuh tubuhnya. Tak akan. Selama dia masih hidup.

“Tak akan pernah..”

Si perempuan tersenyum tipis mendengar jawaban Kyuhyun. Tak menyangka jika keras kepala pemuda manis itu di luar batas.

“Sayangnya tak seperti itu bocah manis..”

Yeoja itu mengabaikan tatapan membunuh ataupun decak marah Kyuhyun ketika dia menyebutnya ‘bocah manis’.

“Kau akan mendapatkan pelangganmu yang pertama malam ini…”

Sekali lagi mata Kyuhyun membola, mencengkeram erat kemeja yang dia pakai, seolah pakaiannya akan kabur jika dia melepaskannya.

“Tak mau..”

“Kau harus..!!” Bentak si perempuan, tangannya melemparkan sebuah bungkusan ke tubuh Kyuhyun.

“Itu seragam untuk mu, cuci muka dan berhiaslah…”

“Ku bilang tak mau..!!”

Perempuan itu melangkah mendekati Kyuhyun, menarik dagu pemuda itu dengan ibu jari dan telunjuknya. Kyuhyun berusaha menepis, balas mencengkeram pergelangan tangan perempuan itu. Kyuhyun mengumpat pelan ketika usahanya berbuah nihil. Pemuda manis itu merutuk dalam hati. Kenapa dirinya yang notabene pemuda tulen, justru kalah adu cengkeram dengan seorang perempuan, menyedihkan.

“Dengar..”, perempuan itu mendesis berbahaya.”Kau telah di jual disini.. kau dengar? Kau di jual..!”

Perempuan itu mengabaikan ekspresi ingin muntah yang di buat Kyuhyun.

“Dan jika kau masih sayang nyawamu.. lakukan apa yang telah menjadi tugasmu…”

“Aku lebih memilih mati…”

“Apa kau pikir semudah itu..? Tidak little one.. mereka akan menyiksamu hingga kau bahkan tak ingin hidup tapi takut untuk mati…”

“A-aku…”

“Bagus… bersiap-siaplah.. pelanggan pertamamu kali ini orang penting.. dan kau tak akan mengacau, dia akan memperlakukanmu dengan baik..”

Perempuan itu melepaskan Kyuhyun, melangkah santai ke arah pintu. Meninggalkan Kyuhyun yang termangu.

“Pukul 7 tepat aku akan menjemputmu..dan ku harap kau tak mengecewakan aku, bocah manis…” desisnya lirih, sebelum menghilang di balik pintu.

Kyuhyun menatap nanar bungkusan pakaian yang ada di pangkuannya.

“Apa yang harus aku lakukan..?”

.

.

“Ini bukan pertama kali untukku menyamar, tapi mengapa aku merasa sangat gugup?” Siwon mencoba menetralkan degup jantungnya dengan menghirup udara perlahan.

Penyamarannya tadi berjalan sangat mulus, hingga kini ia bisa berada di dalam sebuah kamar yang selalu di jadikan hak istimewa bagi seorang pelanggan. Hingga pintu terbuka membuat degup jantungnya semakin tak karuan. Suara langkah pelan mengiringi arah pandang Siwon, ia tidak terlalu dapat melihat wajah yang nantinya akan jadi partner one night stand nya. Lampu yang sedikit temaram tak bisa membuatnya leluasa melihat seseorang itu.

Namja cantik dengan bertubuh ramping, kaki yang jenjang adalah hal yang dapat ia pandang pertama kali. Siwon terpesona, ya.. ia bisa menyetujui hal itu. Sosok dihadapannya kini, bagaikan seorang bidadari? Tetapi, pandangan Siwon lebih menyusuri mata indah yang kini menatap sedih, terluka dan juga ketakutan.

Ada apa ini?

“Hiks..” satu suara tangisan lolos dari bibir Kyuhyun.

Ntah mengapa, ia yang sudah tak berharap ada yang membantunya kini meruntuhkan rasa sakit. Menangis dengan mata yang masih beradu pandang, ntah hal apa yang membuat Siwon melangkah maju ke hadapan Kyuhyun dan membawanya masuk dalam dekapan hangat.

Uljima..”

Kyuhyun semakin menenggelamkan wajahnya di bahu Siwon, menumpahkan apapun yang di rasakannya saat ini. Membuat Siwon semakin mengeratkan pelukannya.

***

Waktu seakan berlalu begitu cepat, Kyuhyun sedikitnya terlihat tenang. Kini keduanya memilih duduk di ranjang, dengan saling memunggungi.

“Mengapa kau menangis?” pertanyaan pertama yang dilontarkan Siwon setelah sedari tadi dia hanya bisa menenangkan Kyuhyun.

“Aku merasa tak berguna” Kyuhyun berputus asa.

“Maksudmu??” Ada rasa tak suka dari Siwon saat mendengar kata Kyuhyun.

“Ntah lah, seakan semua ini terenggut lebih sakit dibandingkan kematian kedua orang tuaku..”

Siwon hanya menyimak.

“Aku percaya kepadanya, aku jatuh cinta kepadanya, aku rela melakukan apapun untuknya. Dia pelindungku, dia harapan hidupku, tapi semua musnah.. setelah dia menjualku..”

Ntah apa yang membuat Kyuhyun dengan sukarela menceritakan mengenai kehidupannya, kepada seseorang yang bahkan belum sejam ia kenal.

“Kau dijual??” Siwon membalikkan badannya menghadap Kyuhyun yang masih enggan menatapnya.

“Seperti yang kau lihat, aku berada disini.. aku memang tak berharga” Kyuhyun tertawa sinis.

Siwon beringsut memajukan tubuhnya hingga punggung Kyuhyun bersentuhan dengan dadanya, Siwon kembali membawa Kyuhyun dalam pelukannya. Ntah apa yang Siwon lakukan kini, tapi ada rasa ingin melindungi. Pelukan Siwon semakin mengerat saat terdengar suara letusan pistol silih berganti terjadi diluar kamar, Kyuhyun bergetar. Tentu ia ketakutan.

“Kau bersembunyilah..”

“Tapi..”

“Cepat..”

Kyuhyun bergegas menuju lemari, dirinya meringkuk disana.

“Jangan pernah keluar jika bukan aku yang memintamu, araseo..”

Kyuhyun mengangguk, tetapi sebelum Siwon pergi. Kyuhyun masih memegang lengan Siwon.

“Tolong selamatkan aku dan bawa aku pergi dari sini” pintanya dengan wajah memelas.

“Pasti.. percaya padaku, aku akan menolong dan membantumu.. aku tak akan menyakitimu..”

Setelahnya Siwon segera menutup pintu lemari, mengeluarkan pistol yang sedari tadi tersimpan di dalam bajunya. Ia mencoba menghitung langkah orang yang mendekati, memasukkan peluru ke dalam pistolnya dan..

dor..

dor..

dor..

Ntah berapa peluru yang ditembakkan oleh Siwon, tetapi Kyuhyun dapat mendengar dengan jelas. Ia menutup mulutnya, mencoba bernafas dengan baik dan menenangkannya.

“Semua akan baik-baik saja Kyuhyun” Kyuhyun mencoba menenangkan dirinya sendiri, “Aku percaya padamu..” Kyuhyun membenamkan wajahnya di antara kedua lututnya.

***

Siwon mengedarkan pandangan kesekeliling tempat itu. Hahaha.. Satu predikat cukup lumayan untuk penggerebekan tim SMPA, well, setidaknya mereka bisa meminimalisir jumlah korban walau tetap saja kerugian materiil tak terelakkan.

Siwon mendorong bahu salah seorang tersangka yang melintas di dekatnya dengan tangan terborgol. Menyeringai menang sebelum membalas isyarat ibu jari rekannya dari seberang ruangan.

Pemuda tampan itu tersenyum, kembali mengamati para tersangka yang berkelompok di satu sudut ruang. Jumlah yang tak sedikit jika mengingat jika tempat ini merupakan sarang prostitusi kelas internasional yang telah lama menjadi target operasi SMPA. Perdagangan manusia, peredaran narkotika, dan memperkerjakan anak di bawah umur.

Tunggu, perdagangan manusia? Oh.. Tidak dia lupa.. Si manis itu..

Siwon berlari secepat yang dia bisa, mencari ruangan tempatnya tadi. Pemuda itu membuka pintu ruangan itu dengan keras, mengedarkan pandangan matanya dan mendesah lega ketika menemukan satu-satunya lemari yang ada di sana masih tertutup rapat.

Syukurlah…

Eh..?

Choi Siwon terkesiap. Heran dengan pikirannya sendiri. Kenapa dia harus merasa bahagia..?

“Buka pintunya.. ini aku..”

Siwon mengetuk pelan pintu lemari itu. Detik berikutnya, seorang pemuda manis yang sedang meringkuk takut mengintip dari dalam. Choi Siwon tak mampu menahan senyum nya ketika di dengarnya hela nafas lega dari pemuda manis itu.

“Apa yang terjadi..?” Kyuhyun memiringkan kepalanya, mengamati takut-takut seluruh tubuh Siwon.

Tak tahu apa yang merasukinya, rasa lega karena melihat pemuda manis itu selamat, membuat Siwon merengkuh Kyuhyun dalam dekapannya. Tertawa pelan di bahu Kyuhyun. Menghiarukan tubuh Kyuhyun yang menegang kaget.

“Kau aman sekarang… Kau aman…aku berhasil…”

“Eh…”

.

.

Ruang utama SMPA riuh rendah, tak seperti beberapa jam yang lalu ketika Hankyung, Kepala penyelidikan mereka, berlari masuk sambil melambaikan surat perintah penggerebekan. Ruang besar itu tak ubahnya medan perang dengan suhu tingkat dan tingkat stress di atas rata-rata.

Choi Siwon duduk diam di meja kerjanya, memutar pena di tangan kanan sambil menyangga dagu dengan tangan kiri. Mengamati tingkah rekan kerjanya yang saling menepuk bahu dan memberi selamat, karena keberhasilan mereka mengungkap tempat prostitusi dan perdagangan manusia itu.

Masih segar di ingatan Siwon ketika Hankyung memintanya untuk bersedia dijadikan umpan dan menyusup kedalam praktek itu. Siwon kesal tentu saja, astaagaa.. demi Tuhan, dia bukan type pria mesum pengejar kenikmatan sesaat.

“Ayolah Siwon-ah.. hanya kau yang cocok memerankan ini..”

Begitu kalimat rayuan Hankyung ketika membujuknya tadi. Dan yeah.. bisa di tebak bukan bagaimana akhirnya? Dia harus bertingkah seperti pria kesepian yang bernafsu mencari partner one night stand. Sungguh, itu bukan dirinya.

Lebih gila lagi, ketika alih-alih bukan seorang perempuan berbaju sexy yang disodorkan padanya, tapi justru seorang pemuda manis yang menangis ketakutan. What on the earth…

Siwon masih menatap malas teman-temannya yang sedang merencanakan satu pesta kecil untuk keberhasilan mereka.

Plllakkk…!!!

“Aaww…sakit, pabbo…!!”

Siwon mengusap belakang kepalanya yang baru saja terkena sentuhan tak pelan dari setumpuk dokumen yang dibawa Hankyung.

“Sopanlah pada atasanmu, Siwon-ah…”

“Dan kau sopanlah pada adikmu, Pak..” Siwon mendelik kesal, pada Hankyung yang duduk di meja di depannya.

“Apa yang sedang kau pikirkan, bukankah kalian sukses besar? Kau tak senang..?”

“Oh.. tak biasanya kau salah Hyung…” Siwon mencibir mengejek.

“Aku bukan cenayang yang bisa tahu apa yang kau pikirkan, Siwon-ah..”

“Oh.. Sarkas Bing Yu noona menular padamu, Hyung…”

Hankyung mendelik kesal pada adik sekaligus rekan kerjanya itu. Sedangkan Siwon melengos santai sambil kembali memutar pena di tangan kanannya.

Seriously Siwon… apa yang terjadi padamu..?”

Choi Siwon menatap Hankyung dengan seringai di bibirnya. Dia tahu rasa penasaran Hankyung akan apa yang terjadi padanya sudah di ambang batas. Tapi, tak mungkin kan dia menceritakan apa yang dia dapatkan disana. Sama tak mungkinnya bagi Siwon untuk memberitahu tentang sosok manis yang kini tengah tertidur di bangku belakang mobilnya.

Manis? Apa baru saja Siwon mengatakan jika sosok itu manis..? Jika melihat dari wajah polosnya, tatapan bening dari mata bulatnya, sosok itu manis.. amat sangat manis.

Heck, ingin sekali Siwon memukul dirinya sndiri, dia pria dan kini tengah menyebut pemuda lain, manis…? Siwon pasti kerasukan hantu prostitusi tadi.

Ayolah… Siwon masih normal kan? Tapi… pemuda tadi…

Kening Siwon mengernyit ketika pertentangan batin itu kembali terjadi dalam benaknya.

Ya ampun… sebenarnya apa yang dia pikirkan..

“Won… Siwon… Choi Siwon…!!”

Pllakkkk…!!

“Aaaaww… Hyung… Sakit…!!”

“Salahmu, apa yang terjadi padamu..wajahmu mengerikan kau tahu, kenapa kau tersenyum senyum seperti itu..?”

“Siapa yang tersenyum? Aku tidak..” Siwon cepat mengelak, memegang bibirnya sendiri dan cukup terkejut ketika menemukan fakta jika dia memang sedang tersenyum.

“Kau ya, Dan cepat katakan padaku, jika tidak…”

“Jika tidak, maka aku akan pergi dari sini secepatnya, Hyung..”

Siwon memotong kalimat Hankyung, berdiri cepat, menyambar jaket dan kunci mobilnya. Memberi isyarat dengan jari telunjuknya, ditambah dengan satu seringai puas penuh kemenangan.

“Ya.. ya…Siwon-ah… ya.. kau… Hei…!!”

Siwon hanya menjawab dengan lambaian tangan singkat. Pemuda tampan itu bergegas keluar dari keriuhan divisi kriminal. Menolak beberapa ajakan untuk minum bersama dari teman-temannya.

Well… Dia punya hal lain yang lebih menarik daripada sebuah acara pesta bersama.

Hal menarik yang kini masih tidur pulas di mobilnya. Hal menarik bersama pemuda manis yang telah membuatnya seakan mempunyai dunia sendiri.

.

.

“Selamat datang di apartemenku..”

Kyuhyun hanya menunduk, menatap kakinya saat ini lebih mengasikkan dibanding melihat ke arah Siwon. Kyuhyun tak tau harus berbuat apa? Tidak ada tempat tinggal, ia bahkan hanyalah seorang lelaki yang tidak ada harganya.

“Kau tidak ingin masuk?” tanya Siwon yang melihat Kyuhyun masih saja berdiam diri di pintu.

“Aku.. aku..”

Siwon mengambil tangan Kyuhyun, ada rasa aneh dalam hatinya. Ia melihat sekilas tangannya yang kini menggemgam erat jari jemari itu.

Sangat pas

Kajja, anggaplah rumah sendiri, tak perlu sungkan”

Kyuhyun mengekori Siwon dengan tangan mereka yang masih berkaitan. Hingga Siwon melepaskannya untuk membiarkan Kyuhyun duduk di ruang tengah, menikmati wajahnya yang terlihat mengamati segala isi yang ada dalam apartemen.

“Aku ambilkan kau minum dulu, ya..” setelahnya Siwon pun bergegas ke dapur, mengambil minuman kaleng yang memang selalu tersedia disana.

Maklumlah dia anak tunggal, ibunya sebulan sekali akan mengontrol kehidupannya, membelikan kebutuhan yang seharusnya sudah tersiap selama sebulanan penuh. Lagi pula kesibukannya sebagai seorang polisi, membuat Siwon terkadang jarang makan dirumah.

“Ini..” menyodorkan sekaleng orange juice ke lengan Siwon.

Gomawo..” Kyuhyun menerima dengan gugup.

Apa yang harus dilakukannya disini, bahkan ia hanya mengenal beberapa jam dengan orang yang berada di hadapannya saat ini. Dikala keterpurukannya, ia bertemu dengan seorang polisi. Perlukah ia menyematkan bahwa namja yang ada dihadapannya itu adalah ‘guardian‘ nya.

“Sepertinya kita belum berkenalan secara resmi” Siwon mengulurkan tangannya tak lupa memberikan senyuman terbaiknya, “Aku.. Choi Siwon”

Kyuhyun terpana akan senyuman Siwon dengan menampilkan dua dimplesnya, Ia tersadar dan segera menggemgam tangan itu, “Cho Kyuhyun”

“Kau akan aman disini. Kasus ini akan segera dilimpahkan ke pengadilan, untuk itu selama proses hukum, tinggalah disini, karena kau adalah salah satu saksi yang perlu kami lindungi”

“Aku sangat berterima kasih padamu”

“Tak perlu sungkan, sudah kewajibanku”

“Ah.. ne..” ada nada kecewa disana, ya.. kewajiban Siwon adalah melindungi dirinya. Polisi memang bertugas melindungi masyarakat, bukan begitu? Tetapi mengapa kau meminta lebih, Kyu??

“Eum.. karena disini hanya ada satu kamar, pakailah kamarku. Aku bisa tidur di sofa. Sekarang mandilah, pakai bajuku yang muat untukmu dilemari, besok kita bisa membeli beberapa baju untukmu”

Kyuhyun masih melihat Siwon, pandangan itu.. ntahlah Siwon tak bisa membacanya.

“Mengapa??”

“Tidak.. sekali lagi terima kasih”

“Sudahlah tak apa.. cha masuk lah ke kamar, aku akan menyiapkan makan malam untuk kita”

Kyuhyun mengangguk dan segera memasuki kamar satu-satunya yang ada di apartemen. Siwon masih menatap punggung itu sampai, pintu kamar tertutup rapat.

“Baiklah Siwon, ini akan jadi kali pertama bagimu memasak makan malam kembali, aahhh.. sepertinya sudah lama, aku tak memasak untuk diriku sendiri”

Siwon pun berjalan menuju dapur dengan bersiul riang.

.

.

.

Tiga hari sudah Kyuhyun tinggal bersama Siwon, kini Kyuhyun mulai mengetahui sikap Siwon lainnya. Selain dia melindungi, Siwon pun terkadang bersikap manja dan juga sangat patuh pada orang tuanya.

“Aku pulang..” Siwon melepaskan sepatunya dan mengganti dengan sandal rumah. Ia melihat ke sekelilingnya, tetapi Kyuhyun tak ada disana.

Kyuhyun yang baru saja keluar dari kamar sedikit terkejut saat Siwon pun hendak membuka kamarnya.

“Ah.. maafkan aku..”

“Tak apa Hyung, kau baru pulang?” Kyuhyun berusaha bersikap biasa saja.

“Heum..”

Kyuhyun tersenyum lalu mengambil jaket yang disampirkan Siwon di lengannya.

“Mandilah Hyung, aku akan menyiapkan makan malam untukmu”

Kyuhyun menyimpan jaket di gantungan pintu, lalu segera keluar kamar. Siwon mengembangkan senyuman di wajahnya.

“Aku seakan telah menikah dan ada yang mengurusku” tetapi selanjutnya Siwon tersadar, “Aigoo.. apa yang aku pikirkan, sepertinya aku terlalu kelelahan..”

***

Kyuhyun menyiapkan makan malam dengan menu seadanya, dia memang tidak terlalu pandai memasak. Tetapi bukan berarti masakannya tidak enak.

“Wah sepertinya enak..”

“Makanlah..”

Siwon duduk di salah satu kursi dan segera menyiapkan sumpit untuk mengambil sayur kesukaannya.

“Kau membuat sayur bayam? Ini sangat lezat dan perlu kau tau, jika aku sangat menyukainya”

“Benarkah??” Kyuhyun tersipu malu.

“Heum.. aku pasti akan menghabiskannya”

Mereka pun makan dengan lahap, sesekali Siwon pasti akan mengajak Kyuhyun berbicara mengenai kegiatannya di rumah. Ia hanya tak ingin Kyuhyun merasa tak betah disini.

Selesai makan, Siwon pun menyerahkan sebuah surat pada Kyuhyun yang tengah asik menonton televisi.

“Apa ini Hyung?”

“Pemanggilan untuk ke kantor polisi”

Mwo??”

Siwon tersenyum lalu menyentuh bahu Kyuhyun yang merasa tegang.

“Tenang saja, aku akan mendampingimu. Kau hanya akan diperiksa sebagai saksi dan membuat laporan BAP setelahnya kau bisa kembali ke apartemen, tak perlu khawatir”

“Aku tak akan di penjara kan?”

Siwon masih mempertahankan senyumannya.

“Tentu saja tidak, kau korban disana Kyu. Mana mungkin penjara layak untukmu.. Jangan takut”

Kyuhyun mengangguk dan sedikit meremas kertas itu, Siwon menarik tubuh Kyuhyun dalam pelukannya. Ini kali kedua pelukan yang pernah ia berikan pada Kyuhyun. Dan pelukan itu masih tetap sama, hangat serta nyaman.

.

.

.

“Kau yakin ini tak apa-apa, Hyung..?”

Choi Siwon memutar bola matanya, ini sudah ke dua puluh kalinya sejak mereka berangkat dari rumah setengah jam yang lalu, Kyuhyun menanyakan hal yang sama.  Pemuda manis itu mengekor di belakang Siwon, mencengkeram ujung jaket yang dipakai pemuda itu sambil sesekali menatap takut-takut ruangan-ruangan yang mereka lalui.

Hari ini jadwal Kyuhyun untuk memenuhi panggilan SMPA terkait penyelidikan kasus prostitusi sebulan yang lalu.

“Astaga Kyu…. bukankah sudah berkali-kali ku katakan dan jawabanku masih sama, tak akan terjadi apapun. Percayalah..”

Siwon kembali memutar bola matanya ketika Kyuhyun masih menampakkan raut tak percaya.

“Kau percaya padaku..?”

Kyuhyun mengangguk.

“Baik.. jika kau percaya padaku.. dengarkan aku, tak akan ada apapun yang terjadi padamu, kau hanya perlu menjawab pertanyaan dan kau tak perlu khawatir.. okay..?”

Kyuhyun mengangguk ragu.

“T-tapi Hyung.. jika.. bagaimana jika mereka menangkapku…?”

Siwon mengacak surai hitamnya frustasi.

“Jika mereka menangkapmu, aku yang akan menyelamatkanmu dan membawamu kabur ke kutub utara, apa kau puas…?”

Kyuhyun mengulas senyum kanak-kanak dan mengangguk cepat. Membuat Siwon sedikit bernafas lega.

“Jadi sekarang, bisakah kau berjalan disisiku Kyu, dan jangan mengekor di belakangku.. kau membuat kita tampak aneh tahu..”

Rona merah tak permanen muncul dipipi Kyuhyun, pemuda manis itu buru-buru mengangguk cepat dan menunduk. Siwon terkesiap, ada desir aneh yang terkumpul di perutnya. Ya ampun… sebenarnya apa yang terjadi padanya..?

Mereka kembali melangkah beriringan walau sesekali Kyuhyun masih saja menunduk dan mengerling takut akan sekitarnya. Telapak tangan mereka yang sesekali bersentuhan menularkan panas asing yang semakin membuat Siwon tak tenang. Ingin sekali dia meraih jari Kyuhyun, menggenggam nya agar pemuda manis itu tahu jika Siwon akan selalu melindunginya.

Cukup Siwon..hentikan pikiran-pikiran mu atau kepalamu akan meledak..

Siwon menggelengkan kepalanya kuat-kuat. Tak ayal menarik perhatian Kyuhyun yang tengah menatapnya.

“Ada apa Hyung.. kau pusing..?”

“Kau yang membuatku pusing..”

“Apa..?”

Siwon buru-buru membungkam mulutnya sendiri, sebelum dirinya kembali mengucapkan hal tak masuk akal.

“Tidak… tak apa Kyu..”

“Siwon-ah..”

Mereka menghentikan langkah, ketika mendengar panggilan seseorang untuk Siwon. Kyuhyun segera bersembunyi kembali di balik punggung Siwon, mencengkeram lagi jaket pemuda itu.

“Siap, Pak..” Siwon memberi hormat.

Hankyung, orang yang memanggil Siwon, bukannya membalas salam hormat Siwon justru mengarahkan pandangan pada sosok yang tengah mengintip dari balik bahu rekan kerjanya itu.

“Dia..?”

“Sia-..oh..ya..ya… Dia orang nya..”

Siwon memutar tubuhnya, menarik Kyuhyun yang memucat untuk berdiri di sisinya.

“Tenanglah.. tak apa, dia saudaraku. Jangan khawatir..”, Siwon berbisik pelan.

“Kau.. Cho Kyuhyun..?”

N-ne.. Ne..an-anyeong hasimnika Gyeongchalnim…”

“Kau ini bicara apa sih..! Aku tak mengerti bahasamu..!”

Hankyung menahan tawanya yang siap meledak. Tak peduli jika Kyuhyun sudah sepucat mayat.

Hyung.. jangan menggodanya..”

Siwon mendelik kesal. Hankyung mengangkat sebelah alisnya membuat pandangan bertanya.

“Nanti..”, Siwon mendesis lirih.

Hankyung mengangguk mengerti.

“Bisa kami meminta keterangan darimu sekarang..?”

Kyuhyun menatap Siwon dan menggumamkan “ya” lirih ketika penyelamatnya itu mengangguk.

Pemuda manis itu mengikuti isyarat Hankyung untuk turut dengannya. Rasa takut kembali menyerangnya. Dia mengerling kebelakang, dan rasa hangat seketika melingkupi tubuhnya ketika Siwon yang masih memandangnya memberi isyarat untuk bersemangat.

Kyuhyun tersenyum, membalas isyarat Siwon dengan kembali bersemangat. Tak tahu apa, tapi Kyuhyun yakin jika dia percaya Siwon akan melindunginya.

Kyuhyun duduk dengan gelisah, meremas remas telapak tangannya yang saling terkait di pangkuannya. Belum lagu, butir-butir keringat dingin yang kini mulai menuruni punggungnya, membuat pemuda manis itu semakin gugup.

‘Jangan takut Kyu.. kau bukan penakut, tak akan terjadi apa-apa padamu, Siwon akan melindungimu..

Kyuhyun berulangkali mensugesti dirinya sendiri. Sedikit tak percaya ketika kenyataan bahwa Siwon akan melindunginya membuat kepercayaan dirinya kembali.

Memang benar jika mereka baru berkenalan, beberapa hari yang lalu, tapi rasa nyaman yang Siwon berikan untuknya membuat Kyuhyun merasa sudah mengenal pria tampan itu sejak lama. Mungkin akan terdengar sangat chessy, tapi Kyuhyun bisa merasakan jika semua perhatian Siwon untuknya tulus dan apa adanya, tanpa niat mengambil keuntungan apapun dari Kyuhyun.

Pemuda manis itu masih saja bergerak gelisah, tak berani mengangkat kepalanya untuk menatap penyidik yang ada di hadapannya.

Siwon tadi berkata jika orang ini adalah saudara Siwon dan tak mungkin akan menyakitinya. Tapi tetap saja, salahkan pikiran Kyuhyun yang tak pernah bisa berhenti memikirkan kemungkinan-kemungkinan buruk.

“Kau siap?”

Kyuhyun berjengit, ketika suara Hankyung – begitu tadi Siwon memberi tahu nama saudaranya itu- memecah ketegangan Kyuhyun. Tubuhnya yang semula rileks kembali menegang.

“Y-ya.. ya.. aku.. aku siap..” bisik Kyuhyun lirih.

Di ruang lain, Choi Siwon memandang visual Kyuhyun melalui layar plasma besar yang ada di hadapannya dengan ekpresi tak terbaca. Pemuda itu memilih menunggu Kyuhyun di ruang pantau melalui cctv, tak perlu berada dalam satu ruangan dengan pemuda manis itu untuk tahu apa yang tengah terjadi.

Siwon menggigit pipi dalamnya ketika mendengar suara gugup Kyuhyun. Insting melindungi yang begitu kuat kembali muncul dalam hatinya. Lagi-lagi dirinya sendiri di buat heran dengan perasaan aneh yang selalu dia rasakan ketika menatap Kyuhyun. Dan kali ini rasa itu kembali menguat.

Pemuda tampan itu menggelengkan kepalanya, mencoba fokus pada apa yang akan dia saksikan.

“Kyuhyun-ssi, sudah berapa lama kau berada di antara mereka..?” tanya Hankyung dengan nada sehalus mungkin. Siwon sudah menceritakan secara garis besar apa yang di alami Kyuhyun, jadi bukan porsinya jika Kyuhyun di perlakukan seperti para tersangka lain.

“A-aku… aku… aku bukan anggota mereka..” suara Kyuhyun terdengar bergetar.

“Ya? Maksudmu..?”

“Aku bukan anggota organisasi itu, aku baru satu hari berada disana..” Kyuhyun semakin meremas tangannya.

Choi Siwon memandang tak berkedip layar di hadapannya. Pria itu dapat mendengar dengan jelas setiap getar takut, bukan, bukan hanya getar takut, tapi juga rasa sakit hati dalam setiap kalimat Kyuhyun. Lengannya yang terlipat didepan dada terlihat semakin mengepal tegang.

“Jadi, bagaimana kau bisa berada disana?”

“A-aku.. itu..aku..”, Kyuhyun menggigit bibirnya. Tubuhnya gemetar hebat. Ingatan tentang Kijoon yang menjualnya kembali terputar di otaknya. Dan sungguh hal itu adalah hal terakhir yang akan dipilih Kyuhyun.

Dada Siwon semakin bergemuruh ketika melihat tubuh Kyuhyun yang tak berhenti menggigil takut. Dan ketika satu butir air mata itu menetes di pipi Kyuhyun, Siwon berlari keluar, menerobos masuk ruang penyidikan dan mendekap Kyuhyun erat-erat setelah sebelumnya memberi pandangan mencela pada Hankyung.

“Jangan menanyainya telalu keras, Hyung…” desis Siwon. Hankyung mengangkat alisnya, sedikit terkejut dengan tindakan Siwon. Pria itu mengangkat tangannya sebatas bahu, memberi tanda jika dia tak bersalah.

“Aku tak berlebihan Siwon-ah… aku menanyainya sesuai prosedur..”

“Tapi kau membuat dia menangis…”

“Ap-apa…?” kalimat Hankyung terputus. Pria itu memandang bergantian antara lengan Siwon yang merengkuh tubuh Kyuhyun, dan bibir Siwon yang terus menggumamkan “Its okay Kyu..its okay..

Sebentuk pemahaman muncul di otaknya, dan akan dia pastikan nanti, yang jelas dia tak akan percaya jika Siwon menjawab tak ada apa-apa antara dirinya dan pemuda manis ini.

Suara deheman Hankyung mengalihkan perhatian Siwon dan Kyuhyun yang terlihat masih tersesat di dunia mereka sendiri. Dua orang itu memisahkan diri, dengan Siwon yang sibuk menggaruk tengkuknya dan Kyuhyun yang merona.

“Bisa kita lanjutkan? Atau kau ingin aku menundanya, Kyuhyun-ssi..?”

Kyuhyun mengusap pipinya yang basah dan menggeleng pelan.

Aniyo..tak apa-ap..”

“Tapi Kyu.. tak masalah jika kau memang belum siap..” Siwon meremas bahu Kyuhyun.

“Ani Hyung…gwencanayo…” Kyuhyun mengangguk yakin, dia harus melawan ketakutannya.

“Ceritakan Kyuhyun-ssi…”

“Aku dijual..” bisa Kyuhyun rasakan cengkeraman Siwon di bahunya semakin menguat, sedangkan Hankyung menatapnya tak berkedip.

“Kau, dijual..?”

“Ya.. Aku dijual…”

“Oleh siapa…?”

“Aku dijual oleh pria yang aku anggap sebagai penolongku, pelindungku, dan kekasihku…” Kyuhyun menundukkan kepalanya, menarik nafas dalam-dalam sebelum kembali bicara.

“Pria brengsek itu menjualku, hari dimana aku bertemu Siwon Hyung, itu hari pertamaku disana. Orang itu menukarku dengan setumpuk uang untuk kabur bersama kekasihnya dan..”

Air mata Kyuhyun kembali mengalir dengan deras. Siwon kembali merengkuhnya, mengusap punggung Kyuhyun dan melemparkan tatapan menguliti pada Hankyung.

Hankyung hanya memutar bola matanya melihat betapa possesifnya Siwon pada Kyuhyun.

“A-aku…”

“Cukup! Kau tak perlu menceritakannya lagi Kyu…” Suara Siwon menghentikan kata-kata Kyuhyun.

“T-tapi.. tapi Hyung…”

“Sudah cukup bukan Inpekstur Tan? Dia tak terlibat dalam bisnis haram itu, dia hanya berada disana dalam waktu yang tak tepat, bukan begitu…”

Siwon menatap tajam Hankyung yang terlihat tengah berfikir, lengannya masih melingkari tubuh Kyuhyun.

“Tapi Siwon-ah..”

Hyung… Aku mohon… dia tak terkait dengan bisnis itu.. percayalah padaku..”

Siwon sendiri sampai harus menajamkan telinganya untuk yakin jika dia yang baru saja mengucapkan kalimat itu.

Kenapa? Kenapa rasa ingin melindunginya begitu menggebu jika ini tentang Kyuhyun. Siwon tak ingin lagi melihat air mata Kyuhyun, dia tak suka jika mata bulat pemuda manis ini basah oleh airmata.

Astagaa..sebenarnya apa yang sedang terjadi pada dirinya…?

Apapun itu Siwon tak peduli, dia akan melindungi Kyuhyun, dari apapun.

Hyung… aku mohon..”

Hankyung mengangguk pelan, walau dalam benaknya kini justru timbul pertanyaan baru.

“Ayo Kyu..kita pulang…” Siwon membimbing Kyuhyun berdiri. Memandang sekilas pada Hankyung sebelum berbalik ke arah pintu.

Siwon akan menyusul Kyuhyun yang telah lebih dulu keluar ketika suara Hankyung menghentikan langkahnya.

“Kau berhutang penjelasan padaku Siwon-ah..”

“Akan aku lunasi penjelasanku Hyung.. beserta bunganya…”

Seringai ala Choi Siwon yang terlihat menyebalkan dan penuh percaya diri kembali terulas.

“Akan aku jelaskan setelah aku memastikan sesuatu, Hyung..”

Dan pintu itupun tertutup.

.

.

.

Hari demi hari tlah berlalu, tak terasa dua minggu sudah Kyuhyun menetap di apartemen Siwon. Terkadang Kyuhyun harus rela seorang diri di apartemen, jika Siwon diharuskan lembur bekerja.

Hari ini Kyuhyun sungguh bahagia, karena Siwon meliburkan dirinya. Siwon merasa kasihan pada Kyuhyun, dikarenakan selalu ditinggal seorang diri.

“Kau ingin pergi atau melakukan sesuatu??”

“Melakukan sesuatu??” tanya Kyuhyun yang juga ikut duduk di sofa bersampingan dengan Siwon.

“Ya.. mungkin mengobrol atau.. lainnya? Aku sengaja mengambil cuti agar aku bisa menemanimu seharian, aku merasa tak enak jika terus meninggalkanmu seorang diri”

“Aku mengerti pekerjaanmu, Hyung

Siwon mengusak rambut Kyuhyun.

“Baiklah, bagaimana jika kegiatan hari ini.. kita memasak bersama??”

“Ide yang bagus”

Siwon berdiri dan mengarahkan tangannya agar bisa di raih oleh Kyuhyun. Sedikit ragu tapi Kyuhyun tetap menyambutnya.

***

Mereka memasak dan bercanda, hingga waktu memasak yang sebenarnya tak perlu memakan waktu lama. Kini bisa menjadi sejam lebih.

Hyung.. bajuku jadi kotor” Kyuhyun mempoutkan bibirnya.

Siwon yang melihat sedikit terpana, bibir tebal itu seakan mengundangnya untuk…

“Ah.. sadarlah Choi Siwon..” Siwon mengenyahkan omongan kosong yang bisa merusak reputasinya, “Kau masih normal, Siwon” berulang kali Siwon melafalkannya dalam hati.

Hyung.. gwenchana?” Kyuhyun menepuk bahu Siwon.

“Heum.. ah.. gwenchana, gantilah bajumu, aku akan menyiapkan semuanya”

Kyuhyun segera pergi meninggalkan Siwon untuk berganti baju, tetapi setibanya dikamar Kyuhyun hanya bisa merutuki nasibnya.

“Aku hanya mempunyai beberapa baju dan semuanya kini sedang di laundry.. Oh Tuhan bagaimana ini??”

Kyuhyun mendekati lemari Siwon, mencoba mencari baju yang pas untuknya. Hingga salah satu baju menurutnya bisa muat dipakai olehnya, pilihan jatuh pada baju berbahan wol. Sayangnya saat ia pakai, bahunya sedikit terlihat dan Kyuhyun harus sesekali membenarkan letak bajunya agar tak menampakkan bahu bahkan hingga dadanya.

Kyuhyun berpikir lama, tapi panggilan Siwon membuatnya mau tak mau harus keluar dan makan siang, terlebih cacing dalam perut telah memprotes untuk di isi.

“Kenapa kau la.. ma..” Siwon yang membalikkan tubuhnya untuk melihat Kyuhyun, terkejut saat melihat Kyuhyun yang sesekali membenarkan baju yang dipakainya, ia nampak, sexy.

“Maafkan aku Hyung, aku tak meminta izin terlebih dahulu..”

“Oh ya..”

“Eum.. bajuku saat ini ada di laundry semua, baru besok aku mengambilnya, jadi..”

“Tak apa.. ekhem..” Siwon mencoba menetralkan degup jantungnya dan membenarkan suaranya yang tiba-tiba menjadi parau, “Kita makan..”

Siwon segera mengambil tempat, melihat itu Kyuhyun pun ikut duduk. Mereka makan dalam diam, sesekali mata Siwon akan bertemu pandang dengan Kyuhyun, lalu setelahnya mereka akan mencoba memandang hal lainnya dan makan dengan tenang.

Seusai makan, Kyuhyun membereskan meja makan dan tak lupa membersihkannya.

“Kyu.. kemarilah”

“Ya Hyung..”

Siwon kembali harus menenangkan jantungnya, oh ini bahkan bukan olah raga yang baik sebenarnya. Siwon menggaruk tengkuknya lalu tangan satunya mengambil kepingan dvd.

“Kita menonton, bagaimana?”

“Boleh.. Film apa?”

“Eum.. aku tak tau, tapi kata Bing Yu Noona, ini film terbaik yang pernah ditontonnya”

“Bing Yu Noona??”

“Ah.. dia istri Hankyung Hyung

Kyuhyun mengangguk mengerti lalu mengambil duduk di atas sofa, sedangkan Siwon sendiri lebih memilih duduk dibawah agar bisa lebih mudah menjangkau dvd.

Film dimulai dengan adegan sekolahan, hingga memasuki pertengahan film… adegan di lanjutkan dengan sepasang kekasih yang sedang berciuman mesra, otomatis Siwon dan Kyuhyun hanya berusaha untuk duduk tenang.

Siwon tak mengerti semenjak kapan ia duduk di dekat kaki Kyuhyun, kaki jenjang dengan paha yang ramping bak seorang model wanita memang dipunyai oleh Kyuhyun.

Hyung..”

Panggilan Kyuhyun membuat Siwon memandangnya, ntah apa yang membuat Siwon semakin mendekatkan dirinya pada tubuh Kyuhyun. Panggilan yang awalnya hanya meminta untuk di ambilkan minuman kini terlupakan.

Siwon memiringkan kepalanya, mendekat perlahan ke arah Kyuhyun yang menatapnya tak berkedip. Waktu seolah bergerak begitu pelan, ketika Kyuhyun menutup mata dan bibir mereka bertemu dalam satu sentuhan.

Percikan api di dada Siwon semakin membara ketika sentuhan lembut bibir mereka membuat nya bergetar. Dia tak tahu kenapa, tapi rasa manis dari bibir Kyuhyun membuat nya melupakan segalanya. Kecupan lembut itu mulai berubah menjadi lumatan menuntut ketika Siwon tak mampu lagi menahan buncahan getar di tubuhnya.

Di lumatnya bibir merah Kyuhyun, semakin bersemangat ketika Kyuhyun membalas perlakuannya. Saling mengecap, menggigit, membelai, hingga Kyuhyun menyerah pada dominasi Siwon akan tubuhnya.

Lengan Kyuhyun semakin erat mencengkeram bagian depan kaos yang Siwon pakai, ketika pemuda itu menyusupkan lidahnya dalam rongga hangat milik Kyuhyun. Memaksa pasangannya bertarung dan memintanya menyerah kalah.

Jejak bibir itu semakin tak terkendali, Siwon perlahan mulai menyusuri pipi Kyuhyun, meninggalkan alur panas disetiap tempat yang dilalui bibirnya. Menuruni leher Kyuhyun yang terbuka. Aroma tubuh Kyuhyun benar-benar membuat Siwon gila.

Tangan Kyuhyun pindah melingkari leher kokoh Siwon ketika pemuda itu menyurukkan kepalanya keceruk leher Kyuhyun. Meremas surai hitam Siwon ketika pria itu menggigit kulit lehernya dan menyesapnya, berniat menciptakan satu tanda kepemilikan dan..

Ting tong…

Suara bel itu membuat mereka melepaskan diri. Siwon yang seolah tersadar dari tindakannya, buru-buru berdiri. Menormalkan nafasnya yang memburu.

“Maaf… Aku…”

Hyung…”

“Maaf Kyu…”

Siwon bergegas berlalu ke depan, meninggalkan Kyuhyun yang terdiam tak mengerti. Untuk apa Siwon meminta maaf, jangan katakan jika dia menyesali apa yang baru saja mereka lakukan… Semoga saja tidak. Tapi… sorot bersalah yang di layangkan Siwon untuknya tadi…?

Ya Tuhan.. Apa yang aku lakukan..

Choi Siwon terus bergumam. Dia benar-benar tak habis pikir dengan apa yang baru saja terjadi. Dia dan Kyuhyun dan ciumannya…

Kenapa dia menikmatinya, dia masih normal bukan? Tapi, rasa lembut bibir Kyuhyun terlalu serius untuk di abaikan…

Hentikan Siwon.. hentikan…

Choi Siwon menarik nafas dalam-dalam, berusaha menetralkan gejolak yang masih ada dalam tubuhnya, sebelum membuka pintu yang masih masih mendengungkan suara bel.

Pintu terbuka, dan Siwon membeku.

“Siwon-ah.. bagaimana kabarmu…?”

Um..Umma…!”

‘Oh tidak.. Mati aku’

 

 

***tbc****

 

note :

Hullaaa jumpa lagi dengan saya Miss Lee… seneng nya bisa menjajali (??) WKC kembali, padahal belum lama usai project pertama dan terima kasih respon positifnya.. untuk itu kami sedang mencoba dengan project kedua ini… *NyonyaKim&NyonyaTan *digampar hahaha… semoga kalian juga suka ya..

Dan tidak hentinya untuk berterima kasih juga kepada semua yang setia disini…

-Miss Lee-

Yuhuuu… *lamabai2 lagi..

Kami kembali.. duet para nyonya.. *misslee n misshan disini *gada yang nanya.. satu serial baru lagi buat kalian semuaaa… *tsaah.. semoga berkenan di hati para pembaca.. *plaaakkk 😀

TERIMAKASIH BANYAK SUDAH BERKUNJUNG DAN MEMBACA.. UNTUK SEMUA LOVELY READER… *tebaremothati…

Jangan lupa yaa… tekan tombol ripiu… ripiu.. karena ripiu kalian… obat lelah buat kami.. *dikeroyok 😛

Eh lupa buat yang mau kenalan.. boleh loh nanya-nanya di sosmed saya.. *promosi 😀

-Ellena Han/MissHan-

Advertisements

74 thoughts on “Schicksal part. 1

  1. tega”nya kijoon ahjusshi ngejual babykyu…tapi klo ga gitu nanti babykyu ga ktmu siwon donk hehhe
    untung aja yg jadi calon pelanggan pertama kyu itu siwon yg notaben’a seorang polisi yg lagi nyamar, coba kalo yg lain entah apa jadi’a.
    kyaaa moment wonkyu’a sweet banget..sayang harus ada yg ganggu. umma’a siwon dtng, apa yg bakal terjadi ya??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s