Posted in BL, Family, Series

Ours 3

FB_IMG_1432624379097 (1)

By.EllenaHan

Rate : K

Genre: Family

Cast: Wonkyu, MinSu ^^

Warning : This is BL story, Mpreg, DONT LIKE DONT READ..!!!

 

 

–our’s–

Pria tampan itu memarkir sepedanya dengan tergesa-gesa di tempat parkir sebuah Elementary School. Berlari memasuki sekolah khas anak-anak itu secepat yang dia bisa. Hari ini dia lupa menjemput dua putranya karena terlalu asyik mengobrol dengan Hankyung.

Ya ampun…. semoga saja dua jagoannya itu tidak merajuk dan membuat mereka mulai meminta yang aneh-aneh.

Pria itu mempercepat langkahnya, menyusuri lorong demi lorong sekolah yang telah sepi. Well..wajar… mengingat sekolah usai 1 jam yang lalu. Dan semoga tidak terjadi sesuatu pada putranya karena keterlambatannya menjemput mereka.

Bodoh…bodoh…bagaimana dia bisa lupa hal sepenting ini…..

Eumm… yah.. mungkin juga bukan sepenuhnya kesalahan pria ini, karena biasanya.. Eum..bisakah dia menyebutnya sebagai istrinya…? Ah pasti bisa.. Dan yah, istrinya itu yang melakukan semua hal ini, dia hanya tidak terbiasa….

Haha… anggap saja ini sebagai pembelaan

yang tidak elit dari dirinya….

Well….memang biasanya istrinya yang akan

melakukan semua tugas ini, tapi, karena lagi-lagi Umma nya “merampas” istrinya dengan semena-mena..jadilah dia yang harus melakukan semuanya seorang diri.

Andai dia bisa memilih, maka dia akan memilih pergi ketempat Ibunya dan menggantikan tugas istrinya disana… tapi ugh….pria ini sampai tak habis pikir kenapa ibunya justru lebih sering membutuhkan istrinya daripada dirinya yang notabene adalah putranya sendiri..

Apa….? Apa….? Kalian bertanya apa

padaku…? Siapa pria itu….?

Oh ayolah…bukankah sudah jelas siapa pria itu… di seri-seri sebelumnya bukankah sudah aku tuliskan jika namanya Choi Siwon….

Apa kalian lupa….? Mungkin lebih baik kalian membaca lagi seri yang aku tulis lalu dan.. Ok..ok..lupakan saja bahasan yang kurang begitu penting itu…

Dan kalian pun masih juga bertanya siapa istrinya, bukan kah sudah jelas juga, istri dari Choi Siwon adalah pemuda manis bernama Cho ah bukan Choi Kyuhyun. Apa ada pertanyaan lagi..? Good..mari kita lanjutkan..

Kembali pada si pria tampan yang masih sibuk mencari keberadaan putra-putranya. Menoleh kesana kemari berharap mata hitamnya menangkap bayangan dua malaikatnya itu.

Hingga dia sedikit bernafas lega ketika melihat putra kembarnya itu sedang duduk dengan pose yang sama di bawah sebuah pohon cherry blossom besar.

“Minho…Suho….”, dia bergegas menghampiri dua putranya itu, sambil memasang wajah polosnya yang penuh rasa bersalah. Sedangkan putranya balas memandangnya dengan pipi menggembung dan tangan berada di pinggang mereka.

Daddy  terlambat….!!!”

“Maaf… Daddy lupa menjemput kalian…..”

“Kami kesal Daddy…!!!”

“Baiklah…baiklah…. Daddy yang salah… bukankah Daddy sudah minta maaf…?” Siwon kembali memasang wajah memelas yang justru semakin membuat Minho dan Suho mengerucutkan bibir mereka.

“Kata Mommy…jika kami terlambat maka kami harus di hukum… begitu pula dengan Daddy…” Minho masih bertahan dengan nada kesal yang dia gunakan. Siwon menghela nafas pasrah. Merutuk dalam hati, kenapa Kyuhyun mengajari hal-hal yang seperti itu pada putra mereka.

Ya Tuhan…semoga bukan hal-hal aneh yang akan dia alami.

“Baik..baik…. apa hukuman untuk Daddy heeemm….?”

“Eumm….” si kecil Suho memasang wajah berfikirnya yang tampak imut, mengetuk-ngetuk kan jari telunjuk nya ke dagunya. Meniru gaya berfikir Kyuhyun.

“Kami ingin makan malam yang special….”

Siwon menarik nafas lega..yah…setidaknya hanya makan malam..jadi dia tak perlu repot-re—-

“…..dengan Daddy  yang memasaknya sendiri untuk kami…”

Mata hitam Siwon membola mendengar jawaban putranya….Tunggu… apa..apa… apa dia tak salah dengar…?

“Kalian bilang apa..?”

“Tsk..tsk.. Daddy please…kami ingin Daddy memasak makan malam untuk kami….” dua bibir itu kembali mengerucut.

Ya Tuhan…

“Kalian ingin apa untuk makan malam nanti My sons…?”

Hambuga steak…” jawab dua suara itu kompak.

“Hah….!!??!!”

Astaga….bisakah kita ralat kembali ucapannya yang mengatakan jika putranya tak akan meminta yang aneh-aneh….

Ya Ampun…semoga Tuhan memberi keajaiban…..

.

.

.

Maka disinilah mereka sekarang, Siwon mengayuh sepedanya ke arah pertokoan di kawasan tepian kota Seoul. Membawa serta dua putranya yang sedang duduk manis di boncengan sepeda. Menyanyikan lagu entah apa seolah tak peduli jika Ayah mereka sedang berusaha memutar otak untuk memenuhi keinginan mereka.

Pria itu menghentikan kayuhannya di depan toko daging. Membeli daging cincang untuk bahan utama membuat makan malam mereka nanti. Kemudian melanjutkan ke toko sayuran untuk membeli pelengkap, yang langsung di katakan sebagai makanan kelinci oleh si kembar.

Setelah mereka mendapatkan bahan-bahan utama, Siwon mengarahkan sepedanya ke minimarket terdekat. Untuk membeli susu cair dan tepung roti. Hah… walau akhirnya justru menjadi ajang untuk membeli camilan karena baik Suho maupun Minho memasukkan semua barang yang mereka inginkan ke dalam keranjang belanja mereka.

Seperti nya penderitaan Siwon harus di tambah dengan menahan malu ketika Suho nya mendelik kesal pada kasir minimarket yang sedang menatap penuh minat pada dirinya.

“Jangan seperti itu, Sayang….”, Siwon menepuk kepala Minho dan Suho yang kembali cemberut ketika keluar dari minimarket.

“Bibi itu menyebalkan Daddy…”

Siwon tertawa pelan, tak berniat menanggapi gerutuan Minho. Kembali di naikkannya Minho dan Suho ke sepedanya dan mengayuh pulang.

Astagaa…. baru seperti ini saja dia sudah luar biasa lelah.

‘Kyuhyun Sayang…. aku tak tahu bagaimana bisa kau tak pernah mengeluh padaku jika hal seperti ini yang kau hadapi setiap hari… aku tahu..bahkan sering kali lebih dari ini… dan kau tahu…itu membuatku semakin mencintaimu..cepatlah kembali atau aku akan membawamu dengan paksa dari rumah Umma….

.

.

Sesampainya di rumah, pria itu segera menyuruh dua putranya mengganti baju mereka. Dan yah…lagi-lagi dia harus mengusap wajah nya kasar ketika Minho dan Suho tak mau melakukannya sendiri.

Perlu sedikit ini itu untuk membujuk si kembar. Heung…. dia penasaran mantra seperti apa yang di pakai Kyuhyun untuk membuat 2 pengacau ini takluk, sedangkan jika bersama Siwon, Minho dan Suho akan bertingkah macam-macam.

Mungkin dia harus sering belajar dari istrinya untuk mendidik Minho dan Suho agar tak terlalu manja, seperti kesepakatan mereka dari awal. Ya.. Siwon dan Kyuhyun tak ingin putra mereka tumbuh menjadi seorang pribadi yang manja atau pun mendidik mereka dengan kemewahan. Mereka hanya ingin mengajari putra mereka dengan kesederhanaan dan pemahaman jika mendapatkan sesuatu selalu memerlukan kerja keras dan bukan hal yang mudah.

Pria itu akhirnya bisa menarik nafas lega ketika anak-anaknya mau menuruti apa yang dia katakan… membuat mereka segera bergegas ke kamar masing-masing.

Sementara putranya membereskan diri mereka, Siwon membawa semua hasil belanja mereka tadi kedapur. Menata semuanya dalam satu wadah dengan rapi, memasukkan camilan Minho dan Suho ke dalam lemari es dan mempersiapkan semua hal yang sekiranya bisa membantunya memasak. Pria itu membuka ponselnya, mencari satu resep Hambuga steak  yang mudah di buat, mempelajarinya sebentar dan bergegas mulai memasak.

Siwon mencuci tangannya, kemudian memakai celemek. Hal pertama yang akan dia buat adalah adonan steaknya. Siwon mengupas bawang bombay, mencincang nya untuk kemudian menumisnya dengan sedikit minyak hingga layu dan harum, menambahkan garam dan lada hitam secukupnya. Dia mematikan kompor ketika tumisannya di rasa telah matang tepat dengan dua putranya berlari memasuki dapur.

“Boleh kami membantu Daddy…??”

No..sweetheartDaddy  yakin kata membantu yang kalian ucapkan berbeda arti…” Suho dan Minho memutar bola matanya malas ketika Ayah mereka tertawa pelan.

Siwon kembali pada pekerjaannya, tapi kali ini pria itu membiarkan saja saat Minho dan Suho menggeser kursi makan ke arah meja dapur dan berusaha menaikinya untuk dapat melihat ke atas meja. Dia mengeluarkan daging cincang yang tadi dibelinya, memasukkannya ke dalam mangkok besar, kemudian menuangkan tumisan bawang bombay yang telah dia tumis tadi, menambah susu cair, telur dan tepung panir, kemudian mencampurnya dengan tangan hingga lengket. Kembali menambahkan sedikit garam dan lada agar lebih terasa.

Daddy…Daddy….”

Siwon menoleh ketika Minho menarik-narik bajunya. “Ya Sayang….”

“Kami ingin membantu…bolehkah…?” Minho menatapnya dengan mata bulat yang berbinar di tambah dengan anggukan bersemangat dari Suho di sampingnya. Siwon kembali terkekeh pelan.

“Baiklah..kalian boleh membantu…tapi ingat…jangan mengacau…okay….?”

Okay Daddy…”

Sambil tetap tersenyum, pria itu menggeser mangkok besar didepannya ke arah putranya. Meletakkan tatakan plastik dan mulai membentuk adonan bulat pipih, tak terlalu tebal tapi juga tak terlalu tipis. Berulangkali membenarkan jika tangan kecil putranya keliru membentuk adonan.

“Suho.. mau yang besar…” Si bungsu Suho membuat bulatan yang lumayan besar, membuat Siwon memutar bola matanya.

“Suho…jangan terlalu banyak Nak…nanti tidak bisa matang….”

“Tapi Suo lapar Daddy….”

Siwon menghela nafas. “Nanti Suho akan dapat 2.. Okay….”

“Benarkah….?”

Siwon mengangguk, membuat bungsunya itu kembali menyeringai bersemangat. Pandangannya beralih pada Minho yang sedang membentuk adonannya dengan dahi berkerut, membuat tanda tanya besar ada di kepalanya.

“Ada apa Nak… Minho kesulitan…?”

“Kenapa buatan Minho tak sebagus buatan Mommy….”, si sulung itu menatap bulatan-buatannya yang tak terlalu rapi. Lagi-lagi Siwon hanya mampu menghela nafas.

“Minho kan masih belajar… dulu Mommy juga seperti itu ketika belajar membuatnya…”, Siwon berkata selembut yang dia bisa. Pria itu paham benar jika dulu di awal rumah tangga mereka Kyuhyun payah dalam hal masak memasak.

Tiga orang itu masih sibuk berkutat membentuk adonan steak hingga selesai, dengan sesekali saling menertawakan ketika ada saja yang tidak benar dalam membuatnya. Diam-diam Siwon menatap wajah putranya yang tersenyum lebar dengan binar-binar indah di kedua mata bulat mereka. Apa lagi yang di harapkan jika bukan hal seperti ini… senyum buah hatinya… tawa keluarganya….

Setelah semua selesai, pria itu meletakkan semua adonan yang telah di bulatkan dalam satu wadah, menutupnya dengan plastik wrap dan menyimpannya dalam lemari es selama 30 menit.

Sementara menunggu Siwon membantu Suho dan Minho mencuci tangan mereka dan menyuruh putranya itu menunggu di meja makan karena hal berikutnya yang akan dia lakukan tak bisa mereka bantu. Siwon mengupas kentang, mencucinya dan merendamnya dalam air garam. Kemudian mengupas wortel dan brokoli dan merebusnya dalam air mendidih sebentar. Setelah sayurannya cukup, dia meniriskannya dan memasukkannya dalam air es agar tetap terasa gurih. Pria itu kemudian mulai menggoreng kentang yang telah dia rendam tadi.

Siwon beralih membuat saus steak nya ketika sayuran dan pelengkapnya telah selesai dia olah. Dia memanaskan air, menambahkan saos tomat, kecap manis, dan saos BBQ. Setelah semuanya tercampur, terakhir dia menambahkan butter, dan menunggu hingga saus meletup dan mengental. Mencicipinya sedikit, dan menambahkan sedikit garam dan lada. Tangan Siwon bergerak mengecilkan apinya, membiarkan wajannya tetap di atas kompor.

Matanya melirik jam di dinding dapur, 30 menit berlalu, itu artinya adonan daging sudah siap di goreng. Untuk kesekian kalinya Siwon memanaskan wajan datar, memberinya sedikit minyak, kemudian meletakkan bulatan daging tadi satu persatu. Menunggu hingga satu sisi matang dan membaliknya, tak perlu terlalu sering karena akan merubah rasa dagingnya. Kurang lebih seperti itu menurut apa yang dia baca.

Pria tampan itu sejenak menghela nafas, benar-benar merindukan kehadiran Kyuhyun disisinya, di tambah lagi rasa sesak dan bangga ketika tahu jika setiap hari inilah yang di hadapi Kyuhyun. Rasa cintanya pada istrinya itu semakin bertambah besar.

Dan steak terakhir pun selesai di goreng. Pria itu berbalik menatap putranya yang sedang menopang dagu di meja makan, menatap steak yang baru saja selesai dimasaknya mata berbinar. Tentu saja, aroma yang tercium sungguh menggugah selera. Hingga Siwon sendiri pun tak yakin dia yang membuat ini sendiri.

Siwon menata 4 piring besar di meja makan yang langsung di sambut tepuk tangan dua anaknya, membuatnya mengulum senyum berlesung pipi tampan, untuk kesekian kali.

Kemudian meletakkan daging yang membuat siapapun meneteskan air liur. Menambahkan satu daging lagi untuk si bungsu. Lalu menyuruh si kembar menata kentang dan sayuran yang telah di rebusnya tadi. Sementara dia menaburkan satu genggam kacang polong di atas saus yang masih mengepulkan asap hangat, mengaduknya sebentar dan menuangkan saus itu di atas sayuran dan daging yang ada di piring masing-masing. Pria itu menatap piring yang ada di depannya, berfikir jika ada yang kurang lengkap.

Ah… ya… keju…

Siwon memarut keju dan meletakkannya di atas sayuran. Membuat Minho dan Suho menatap penuh harap pada piring masing-masing.

“Nah…mari kita makan anak-anak…”

Minho dan Suho mengambil garpu dan pisau mereka, sebelum terdiam. Membuat Ayah mereka menatap heran.

“Ada apa Sayang….apa ada yang kurang…?”

Mommy….” Minho berbisik lirih, melirik piring ke 4 yang tanpa penghuni.

Ah..sial…dia lupa…istrinya tak ada disini, kenapa tadi dia membuat 4 porsi…?

Siwon menatap Minho dan Suho yang masih menunduk.

“Tunggu sebentar…”

Pria itu bergegas keluar dari dapur. Tak lama, karena semenit kemudian dia sudah kembali sambil membawa ponsel pintar nya. Menekan tombol ini itu, meletakkan ponsel pintar itu di meja, menyangganya dengan toples. Suho dan Minho menatap benda kotak itu dengan penuh tanya sebelum…

“Hello..Sayang…”

Mommy….!!!”

.

.

Kyuhyun tak berhenti mengulas senyum, menatap layar hitam ponselnya yang baru beberapa detik yang lalu menampilkan visual keluarga kecilnya. Well..sepertinya dia harus berterimakasih pada penemu tekhnologi secanggih ini yang bisa membuatnya tetap dekat dengan keluarga meskipun mereka terpisah jarak sekian ratus mil.

Masih dia ingat bagaimana putra kembarnya berebut bercerita, melalui sambungan video call jika mereka baru saja memasak bersama ayah mereka. Dan membuat Kyuhyun tak berhenti tertawa ketika mereka makan dengan lahap sambil berkata…

“Yeah Mommy…walaupun tak seenak buatan Mommy….tapi Daddy sudah berusaha…”

Yang membuat suami Kyuhyun mendengus kesal.

Ah…betapa dia merindukan mereka, merindukan dua pasang lengan kecil yang akan memeluk kakinya ketika mereka meminta sesuatu, juga merindukan kilau teduh yang tak henti menatap Kyuhyun dari sambungan video call tadi. Kilau yang hampir saja membuat Kyuhyun berlari ke bandara dan pulang saat itu juga.

“Apa yang kau tertawakan Kyu…?”

Pemuda manis itu tersentak ketika suara lembut menyapa telinganya.

“Astaga.. Umma…. Umma mengejutkanku…”

“Apa Umma tadi berteriak….?”

Ibu mertuanya itu meletakkan secangkir teh panas, tersenyum lembut dan ikut duduk di samping Kyuhyun.

“Apa yang mereka lakukan hari ini…?”

Kyuhyun tertawa pelan sebelum menceritakan apa yang terjadi pada putra dan cucunya.

“Ya Tuhan….jadi cucuku membuat Ayahnya mau memasak…?”

Sekali lagi tawa mengalun dari bibir Kyuhyun, menyesap teh buatan Umma yang entah kenapa membuatnya semakin merindukan mereka.

“Kau merindukan mereka..?”, tanya Umma lembut.

Kyuhyun terdiam.

“Kau bisa kembali ke Seoul besok…”

“Tapi.. Umma…”

“Kau lupa jika besok sudah ada pegawai baru…. mereka yang akan membantu Umma…”

Kyuhyun menatap ibu Siwon yang memiliki tatapan seteduh tatapan suaminya itu.

“Apa tidak apa-apa…?” Kyuhyun masih menggunakan nada sangsi.

“Kau meremehkan Umma , Kyu…” Umma Choi tertawa, menggenggam tangan Kyuhyun penuh kasih.

“Terimakasih Umma….”

“Seharusnya Umma yang berterimakasih padamu…telah mencintai putraku seperti ini, memberiku dua malaikat kecil dan….”

“Tidak Umma….” Kyuhyun memotong ucapan ibunya itu….” Akulah yang harus berterimakasih karena Umma telah melahirkan Siwon untukku….”

Umma Choi merengkuh Kyuhyun dalam pelukannya, mengecup keningnya penuh sayang.

Hingga dering ponsel Kyuhyun membuyarkan suasana melankolis yang baru saja terjadi. Matanya menangkap nama Siwon di layar. Umma Choi terkekeh pelan, ketika Kyuhyun menggeser tombol jawab. Detik selanjutnya ponselnya kembali menampilkan 3 permata hatinya yang berharga, sedang berbaring di ranjang dan mulai berteriak bersama.

Mommy….kami kangen…kapan Mommy pulang….?”

Mommy…. Daddy tak mau bacakan cerita untuk Suo…”

Umma…kembalikan istriku….”

Oh astagaaa…..

Kyuhyun dan Umma Choi tertawa, tak berniat menjawab teriakan 3 orang yang masih sibuk saling dorong agar dapat tertangkap kamera. Well..ini keluarganya…dunianya… Dan selama mereka bersama… jarak dan waktu….? Itu tak akan mengganggu…. ^^

***END of this part***

Note:

Saya kembali semua…*lambai-lambai muahhahaha…

Sedikit cerita… *enngg inggg enggg

Well… Aku pertama kali bikin series ini setahun yang lalu, untuk birthday gift salah satu adik saya… Dan tahun ini pun masih sama… *ga kreatif biarin :p

“Zu fu ni shengri kualie SUCII CHO” *tebar confetti, keprok keprok rame2*

Selamat ulang tahun… bikin doanya sendiri ya Ucii..nanti aku aminin… :p Harus suka ya hadiahnya.. Ga boleh nggak..harus suka *maksa

Buat Miss Lee.. Terimakasih bantuannya *peluk

Part 4 nya akan di post setahun lagi pas ucii ultah lagi :p *dikeroyok

Semua lovely reader.. TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA….!!!! JANGAN LUPA PENCET TOMBOL RIPIU….RIPIU LHO YAA… RIPIU… 😀

Ppaiiiii…..

—-miss han—-

Advertisements

Author:

I Love Hangeng ❤❤❤❤❤

52 thoughts on “Ours 3

  1. Aigoo gue suka aluran ceritanya. Sweet and ada juga sedihnya. Gue gemes dgn ulah MinSu, manja and protectif. Kyumom cepat balik yah. Gue rindu interaksi mereka berempat. Good job author!

  2. ceritanya menarik
    walaupun ringan tp seru
    updatenya jgn setahun sekali ya….kalo bs seminggu sekali

  3. Unnie ini beneran uda end ya?
    Hehe masih blum rela soalnya ..

    Duh lucu ngebayangi siwon bertular posisi dengan kyuhyunya.. Tp sesekalu ga apaapa la ya daddy won hehehe
    Duh sllu sukk deh sm wonkyu fam..
    Thanks unnie ud nulis ff2 ttg wonkyu yg super duper keren :*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s