Posted in Genderswitch, Genre, Oneshoot, Romance, WonKyu Story

For You

For You

FOR YOU

Author : Loezia

Cast: Siwon   x  Kyuhyun

Genre: Romance, Genderswitch (GS)

Rate: T

Summary  : Karena Siwon mencintai Kyuhyun dan Kyuhyun mencintainya Siwon, mereka berusaha demi cintanya

 

Cho Kyuhyun, dokter intern muda yang dipindahkan dari Gwangju ke Seoul, saat ini sedang duduk di ruang prakteknya sampai suara ketukan pintu menarik perhatiannya diikuti wajah perawat Han yang muncul dengan wajah memerah.

Uisa-nim, pasien b-berikutnya i-itu..” Kyuhyun mengernyit, selama 3 bulan dia di sini, perawat yang seumuran dengannya itu tidak pernah takut atau gugup menghadapi pasien apapun.

“Ada apa, ap-“

BRAK

Belum selesai kalimat Kyuhyun, seorang laki-laki tinggi membuka pintu ruang praktek dengan kasar.

“Ya, Cho Kyuhyun! Berani-beraninya kau tidak memberitauku kalau kau sudah ada di Seoul!” gelegar lelaki itu. Kyuhyun menganga saking terkejutnya, setelah terdiam beberapa detik, yeoja itu menghela nafas.

“Han-ssi, tinggalkan aku dan pasien tidak tau diri ini” Kyuhyun tidak mengindahkan tatapan membunuh namja di depannya dan tatapan gugup perawat itu yang memilih segera meninggalkan mereka berdua setelah meletakkan buku status pasien.

“Jadi, Choi Siwon-ssi, apa keluhan Anda?” tanyanya santai, sedangkan lelaki yang dipanggil Siwon meletakkan kedua tangannya di pinggang dengan wajah marah.

“Kau belum menjawabku! Dan jangan memanggilku sok formal!” Kyuhyun yang sedari tadi menahan tawa akhirnya tertawa terbahak yang membuat Siwon mendengus. Kyuhyun berdiri dari kursinya dan menghampiri Siwon yang masih berdiri.

“Lama tidak berjumpa, Wonnie” ucap Kyuhyun sebelum memeluk Siwon. Wajah Siwon berubah melembut lalu tersenyum membalas pelukan Kyuhyun.

“Aku masih kesal, kau tau?” Siwon memejamkan mata sambil menghirup aroma rambut yeoja itu. Kyuhyun melepaskan pelukannya, tangannya bersedekap.

“Kau pikir aku tidak kesal? Empat tahun ini kau sibuk menjadi aktor dan tidak pernah datang ke Gwangju. Sahabat macam apa kau?” Kyuhyun mempoutkan bibirnya.

“Dan kau juga sibuk dengan sekolah doktermu itu sampai kau jarang menghubungiku bahkan tidak memberitau kau sudah di Seoul. Sahabat macam apa kau?” Siwon ikut mempoutkan bibirnya. Mereka saling menatap.

“HAHAHAHAHA.” mereka tertawa bersamaan.

Mereka menikmati semangkuk es krim di apartemen Kyuhyun. Siwon tadi menunggu hingga Kyuhyun selesai praktek lalu mengantar yeoja itu pulang.

“Kau tidak melihat perawat Han melihatmu tanpa berkedip?”

“Bukan salahku kalau aku tampan.”

PLETAK

“Ouch! Kenapa kau masih suka memukul kepalaku?” protes Siwon sambil mengusap dahinya yang terkena pukulan sendok, Kyuhyun hanya mendecih.

“Bagaimana kau tau aku ada di rumah sakit itu?” tanya Kyuhyun.

“Manager memintaku mencari tau kegiatan dokter intern untuk peranku selanjutnya. Makanya aku datang ke rumah sakit aku, dan saat aku di lobby aku melihat daftar mama dokter, ada namamu dan fotomu di sana. Aku sangat kesal!” Siwon kembali emosi.

“Salahmu sendiri, setelah kau sukses menjadi aktor kau tidak pernah mengunjungi kota asalmu. Aku juga kesal” jawab Kyuhyun sambil menyuap esnya.

“Kau kan tau, syutingku banyak di luar Korea, jadi aku sulit pergi-pergi.”

“Sekaligus sibuk dengan artis-artis wanita di sekelilingmu, hm?”

“Eyy, Kyunnie cemburu, eoh?”

PLETAK

“Yak! Berhenti memukul kepalaku!”

“Dan kau berhenti berkata yang tidak-tidak. Dasar playboy.

“Aku akan mengundurkan diri menjadi playboy kalau kau mau jadi kekasihku.”

“Uhuk..uhuk..” Kyuhun tersedak hingga mangkuknya tumpah ke bajunya. Siwon tertawa terbahak-bahak sambil menepuk-nepuk pundak sahabatnya itu.

“Jangan bercanda, Siwon! Aku hampir mati tersedak! Ck, aku ganti baju dulu” Kyuhyun beranjak menuju kamarnya.

“Kapan kau akan menganggapku serius, Kyu?” gumam Siwon lirih sambil menatap punggung Kyuhyun yang makin menjauh.

*&*

“Siwon, kau sudah siap untuk take selanjutnya?” tanya Junghoon, manager aktor terkenal itu sedari tadi memperhatikan Siwon yang tersenyum sendiri sambil memegang ponselnya, padahal sejak dia bekerja bersama Siwon, dia jarang sekali melihat Siwon bermain ponsel di lokasi syuting, bahkan kadang laki-laki tampan itu meninggalkan ponselnya di rumah.

“Hmm” Siwon menjawab singkat.

“Ngomong-ngomong kau biasanya jarang sekali berkirim pesan dengan umma mu begitu lama?” Junghoon mulai penasaran. Pasalnya orangtua Siwon yang ada di Paris memang sangat sibuk dengan bisnisnya.

“Ah iya, umma! Aish, aku lupa memberi kabar padanya sejak seminggu” Siwon menepuk jidatnya.

“Jadi, itu bukan ummamu? Lalu siapa?” kini pandangan Siwon beralih dari ponselnya dan memandang ke arah Junghoon dengan senyum berdimplenya.

“Seseorang yang special.”

Kyuhyun bergegas menuju tempat parkir di basement rumah sakit, dan saat melihat mobil Audi warna hitam dia segera masuk ke bangku penumpang.

“Hai!” sapa namja di kursi kemudi.

“Tidak usah bilang hai! Sudah kubilang tidak usah menjemput. Ck, kau membuat aku harus segera berlari sebelum kau dikenali orang dan dikerubungi massa” Kyuhyun memasang sabuk pengaman sambil mempoutkan bibirnya.

“Aku ingin mengajakmu berkeliling Seoul. Kajja!” Siwon melajukan mobilnya tanpa mempedulikan ucapan Kyuhyun.

“Apa tidak akan ada apa-apa kau pergi seperti ini? Yang aku tau aktor terkenal sepertimu tidak bisa bebas pergi?”

“Aku sudah membawa syal, topi, kacamata. Aku akan membuat diriku tidak dikenali, tenang saja. Lagipula kita tidak akan keluar di tempat ramai” jawab Siwon santai sambil menyetir.

“Hm..” Kyuhyun menjawab dengan gumaman sambil memandang keluar jendela.

“Apa kau lelah?” tanya Siwon.

“Aniya, aku sedang menikmati pemandangan malam hari. Sejak 3 bulan di sini aku jarang keluar, biasanya sepulang kerja aku langsung ke rumah.”

“Baiklah, kalau begitu aku akan lebih sering mengajakmu pergi.”

“Ck, jangan menjanjikan sesuatu yang kau sendiri tidak yakin. Aku tau kau sangat sibuk.”

“Aku bisa mengatur jadwalku kalau kau mau.”

Jinjja?” tanya Kyuhyun mengalihkan pandangannya ke arah Siwon yang dibalas anggukan olehnya. Tetapi wajah antusias itu mendadak berubah menjadi lesu, membuat Siwon bingung.

Wae?”

“Aku ingin berjalan-jalan di kawasan wisata, makan semua jajanan di Myeongdong, di Hongdae, ke semua tempat itu dengan kereta. Ka-kau tidak mungkin naik kereta bawah tanah bukan?” ada nada kecewa yang didengar Siwon.

“Aku bisa” jawab Siwon mantap.

“Tapi k-“

“Aku sudah berjanji kan? Aku akan menepatinya. Bagaimana kalau akhir minggu ini? Aku bisa libur sehari” dan Siwon mensyukuri jawabannya karena melihat wajah Kyuhyun yang kembali ceria, yeoja itu menceritakan tentang pekerjaannya, teman kerjanya, yang sesekali membuat Siwon tertawa. Sungguh dia sangat menyukai senyum Kyuhyun.

Mereka tiba di pinggiran sungai Han, sambil memegang semangkuk teoppoki mereka berbincang di dalam mobil sambil menikmati pemandangan lampu dan kapal yang melintas.

“Jadi, apa saja yang kau lakukan di Gwangju tanpaku, hm?” Siwon bertanya.

“Setelah kita lulus high school? Seperti kau tau, belajar, kuliah, praktek. Yeah, hal-hal membosankan semacam itu.”

“Kau pasti tidak akan kesepian kalau aku di sana.”

“Uh-huh, teman bodohku yang selalu menungguku untuk pulang sekolah bersama, mengajakku pergi ke taman-taman kota sampai umma mencariku, atau mencari tester makanan di semua market sampai kenyang.” Kyuhyun memandang lurus ke depan sambil tersenyum, Siwon ikut tersenyum.

“Tetapi teman bodohku itu pindah ke Seoul, sibuk dengan karirnya dan mulai jarang menghubungiku,” lanjut Kyuhyun.

“Hei, aku tidak melupakanmu. Hanya saja, kau tau aku, bukan? Aku akan berusaha semaksimal mungkin jika aku menginginkan sesuatu.”

“Kalau kau ingin menghasilkan uang yang banyak, kau punya orangtua yang kaya raya, kau bisa meneruskan usahanya”.

“Aku tidak ingin, Kyu. Aku akan berusaha dengan caraku. Otakku tidak sepintar kau, aku tidak bisa menjadi dokter atau insinyur, tetapi setidaknya aku punya wajah tampan, j-ouch! Kenapa kau memukul kepalaku?!”

“Berhenti membanggakan dirimu, bodoh!” Siwon tertawa mendengarnya.

“Tapi aku memang tampan kan?”

Ne, ne, ne. Uri Siwonnie memang sangat tampan. Jja, kita pulang. Aku tidak ingin kau besok berangkat kesiangan karena terlalu lelah.”

Arraseo, akhir minggu tunggu aku pagi-pagi sekali di apartemenmu. Dan beberapa hari ini aku akan sangat sibuk jadi mungkin aku tidak bisa menemuimu, jangan merindukanku, ne?”

“Kau ingin aku memukulmu lagi, huh? Kajja, kau terlalu banyak bicara.”

Benar saja, di hari Sabtu pagi, Siwon sudah mengetuk pintu rumah Kyuhyun. Saat membukakan pintu, yeoja itu sudah bersiap  untuk pergi. Kyuhyun terkikik melihat dandanan Siwon, topi yang dipakai lebih turun hingga menutupi hampir ke matanya, syal yang melilit di leher hampir menutupi hidungnya.

“Kau justru akan mengundang perhatian jika menggunakan pakaian seperti ini” Kyuhyun membenarkan syal Siwon sebatas dagu.

“Nah, sudah lebih baik.”

Gomawo” kata Siwon sambil menampilkan dimple smile nya.

“Aku yang seharusnya berterima kasih, kau sudah mau menemaniku” Kyuhyun balas tersenyum.

Mereka menggunakan kereta bawah tanah, bercengkerama sepanjang perjalanan sampai ke Gyeongbokgung Palace, mereka mengelilingi istana dan tidak lupa berfoto di beberapa spot bagus. merka mengelilingi empat istana lainnya sampai siang menjelang dan memutuskan makan di sebuah pasar yang cukup ramai di kawasan Hongdae. Mereka mengunjungi museum di wilayah itu hingga hari mulai gelap lalu menghabiskan malam di Myeongdong menikmati makanan-makanan yang ada di pinggir jalan.

“Woah, aku sangat puas hari ini” Kyuhyun merentangkan tangannya sambil membiarkan udara akhir musim dingin berhembus. Tanpa diduga Siwon menarik tangan Kyuhyun dan menggenggamnya, Kyuhyun memandang heran.

“Aku tidak ingin kau kedinginan” kata Siwon singkat sambil terus menggandeng tangan Kyuhyun menuju stasiun terdekat. Kereta malam itu lengang, tetapi juga tidak terlalu penuh, Kyuhyun dan Siwon memutuskan berdiri di dekat pintu sambil berpegangan pada tiang kursi, sedangkan tangan Siwon masih setia melingkar di tangan Kyuhyun. Mungkin orang yang melihat mereka akan beranggapan mereka adalah sepasang kekasih. Entah kenapa, tiba-tiba kereta sedikit bergoncang dan seorang wanita yang berdiri di dekat Siwon hampir saja terjatuh, tetapi Siwon sangat cekatan dan segera memegangi wanita muda itu. Dan tanpa sengaja, topi Siwon terjatuh, sontak wanita yang ditolongnya terbelalak.

“Choi Siwon!” teriaknya, yang membuat beberapa orang menengok ke arah Siwon, dan keadaan mulai gaduh dengan orang yang memekik. Untuk saja  beberapa detik berikutnya, pintu kereta terbuka, Siwon segera menarik Kyuhyun dan membawanya berlari ke arah pintu keluar dan mencari taksi terdekat.

“Kau yakin tidak akan terjadi apa-apa?” bisik Kyuhyun pada Siwon di dalam taksi, sedangkan namja itu masih santai membetulkan syalnya karena topinya yang jatuh tidak sempat dia ambil.

“Semua akan baik-baik saja” Siwon meyakinkan.

Tiba di apartemen Kyuhyun, yeoja itu menyiapkan minuman untuk Siwon. Taklama terdengar dering telepon di atas meja. Ponsel Siwon berbunyi dengan tulisan ‘Manager Hyung’ di layarnya.

Yeobseyo, hyung

“Kau sudah gila, hah?! Berapa kali aku ingatkan jangan pergi dengan kendaraan umum sembarangan!” teriakan di ujung sana membuat Siwon menjauhkan ponsel dari telinganya.

“Tenanglah, hyung. Aku hanya berjalan-jalan sebentar”

“Berjalan-jalan kau bilang?! Lalu siapa wanita yang bersamamu? Untung saja fotonya kabur, jadi dia tidak cukup dikenali”

“Tunggu, foto? Apa maksudmu?”

“Di twitter dan sosial media lain, ada beberapa orang yang memfotomu berlari menggandeng seorang wanita. Bahkan salah seorang memposting cerita dia ditolong olehmu dan memfoto topi yang kau kenakan. Astaga, bagaimana kau bisa seceroboh ini, Siwon” suara Junghoon terdengar frustasi. Siwon mengehala nafas lalu menatap sekilas Kyuhyun yang berdiri di dekatnya dengan wajah khawatir.

“Aku akan menjelaskan padamu, hyung. Tunggu aku di rumahku. Aku segera ke sana”

What?! Maksudmu kau saat ini tidak di rumah? Jangan bilang kau di rumah wanita yang bersamamu itu? Bagaimana kalau ada yang mengikuti kalian?!” seketika Siwon tercekat, dia menggigit bibirnya. Benar juga, bagaimana kalau ada yang mengikutinya kemudian mengganggu Kyuhyun?

“Aku akan memastikan semuanya aman. Tunggu aku 30menit lagi, hyung” Siwon mengakhiri pembicaraannya di telepon.

“Ada apa, Siwon? Apa kau terkena masalah? Mianhae, seharusnya aku tau resikonya akan seperti ini”

“Jangan meminta maaf, aku senang kita bisa pergi bersama. Aku pulang dulu. Aku akan menyelesaikan semua masalah ini” Siwon bergegas bangun dan menuju pintu keluar, namun sebelum membukanya dia menengok ke belakang.

“Kunci pintumu dengan baik, jika ada orang mencurigakan kau beritau aku” Kyuhyun mengangguk.

Kyuhyun berangkat bekerja di hari Senin seperti biasanya, sepanjang hari Minggu dia hanya menghabiskan waktu di rumah dan sepanjang hari menunggu kabar dari Siwon tetapi tidak ada 1 pun kabar dari sahabatnya itu, bahkan ponselnya tidak bisa dihubungi. Beberapa rekan kerja Kyuhyun heran melihat tingkah yeoja itu, biasanya dia sangat ceria tetapi hari ini wajahnya tampak tidak bersemangat, sampai waktu makan siang pun dia ogah-ogahan menuju tempat makan.

“Sssh, Kyu!” terdengar suara seseorang berbisik tetapi lebih terkesan mendesis memanggilnya, dan Kyuhyun melihatnya. Lelaki bertopi dengan jaket kulit berdiri di ujung lorong. Kyuhyun tidak perlu berpikir lagi siapa orang itu, dia segera berlari menghampirinya dan menarik lekaki itu ke ruang tangga darurat yang jarang dilalui orang.

“Kemana saja kau?” omel Kyuhyun.

“Bekerja” jawab Siwon sambil tetap membiarkan Kyuhyun memegang tangannya.

“Aku mengkhawatirkanmu, pabo!” Kyuhyun mengerucutkan bibirnya.

Mianhae, aku harus menyelesaikan semua pekerjaanku dan membereskan masalah kemarin agar tidak diekspos terlalu besar di media.”

“Apa sesuatu terjadi setelahnya?”

“Uh-huh, pihak management sempat marah dan mengancam akan menghentikan kontrak denganku”

“Siwonnie, aku tidak bermaksud membuatmu seperti ini” mata Kyuhyun mulai berkaca-kaca.

“Hei, hei.. Aku belum selesai bicara” Siwon menangkup wajah Kyuhyun.

“Aku sudah menyelesaikan semuanya, semua baik-baik saja tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Manager hyung membantuku, sehingga managemen tidak melakukan apa-apa padaku” Kyuhyun menatap mata Siwon meyakinkan bahwa Siwon tidak berbohong.

Pabo, jadi kenapa kau sekarang di sini? bagaimana kalau ada yang melihatmu?” omelnya lagi.

“Aku merindukan sahabatku, apa tidak boleh, hm?” Kyuhyun mengusap matanya yang berair.

“Tunggu aku di apartemenku sore nanti, aku akan memasak untukmu sebagai ucapan maaf karena sudah membuatmu mendapat masalah”

Aniya, aku akan datang sebagai makan malam merayakan drama terbaruku yang akan dirilis”

“Wooah, jinjja?” mata Kyuhyun membulat.

“Memangnya kau pernah menonton salah satunya?” Kyuhyun menggeleng dan Siwon cemberut.

“Memang tidak pernah..hehehehe” pout Siwon semakin dalam.

Arraseo..arraseo..aku akan mulai menonton filmmu mulai sekarang. Jja, pulanglah, kita bertemu sore nanti” Kyuhyun mendorong tubuh Siwon agar segera pergi. Siwon pun tersenyum lalu melambaikan tangannya.

*&*

Siwon baru menyelesaikan syutingnya tepat jam 1 malam, tetapi sejak 2 jam lalu dia tampak gelisah dan tidak fokus, bahkan sutradara sampai beberapa kali menegurnya.

“Kalau kau lelah, aku akan mengantarmu, mobilmu bisa kau tinggalkan dulu di sini” tawar Junghoon saat Siwon menata barangnya.

“Tidak, hyung. Aku akan membawa mobilku sendiri, aku harus mampir ke suatu tempat.”

Mwo?! Siwon-ah, kau ingat kan jadwal syutingmu besok pagi-pagi sekali?”

“Tidak apa, hyung. Aku janji tidak akan terlambat.”

“Kau tidak akan melakukan hal aneh seperti pergi ke tengah kota tanpa pengawasan, kan? Kau bisa membuatku jantungan, Siwon” nampaknya Junghoon masih trauma dengan kejadian sebulan lalu.

“Aku akan menjaga diri, aku janji” jawab Siwon sebelum melambaikan tangannya dan berlari, Junghoon hanya geleng-geleng kepala.

Siwon mengemudikan mobilnya sambil sesekali mengucek matanya yang memerah, bohong kalau dia tidak mengantuk, tubuhnya terasa remuk redam, 2 hari ini hampir dia tidak pernah tidur. Tapi rasa kantuknya seketika hilang saat dia berdiri di depan pintu apartemen bernomer 407 di depannya, Siwon memegang sebuah kotak dan menyembunyikan di punggungnya sebelum menekan tombol bel. Siwon tau ini sudah lewat tengah malam, jadi dia harus bersabar menunggu sang pemilik rumah membukakan pintu. Setelah menekan bel hampir yang kelima, yeoja dengan mata mengantuk membukakan pintu sambil mencebik.

“Kau pikir ini jam berapa, huh?” protes Kyuhyun yang hanya dijawab dengan senyum. Dan detik berikutnya mata Kyuhyun terbelalak saat bibir Siwon mendarat di pipi kirinya.

“Selamat ulang tahun, Kyuhyunnie” ucap Siwon.

“Yak! Jangan mencium orang sembarangan di depan pintu, bagaimana kalau ada yang melihat! Masuklah” Siwon mengikuti Kyuhyun yang masuk ke dalam rumah.

“Kyu, aku masih selalu menjadi yang pertama untuk mengucapkan selamat kan?” Siwon bertanya riang sambil meletakkan kotak hadiahnya di meja.

Aniya, kali ini kau terlambat” Kyuhyun melirik ke arah meja makan, Siwon mengikuti arah pandang Kyuhyun dan mendapati sebuah kue tart di sana, seketika wajah Siwon tertekuk. Dia memang sudah lama tidak bertemu Kyuhyun, dan walaupun jarang berkirim pesan, tetapi Siwon selalu menjadi orang pertama yang mengucapkan selamat ulang tahun untuk Kyuhyun, entah sekedar pesan singkat atau melalui telepon. Kyuhyun terkikik geli melihat wajah Siwon, dia hampir mengatakan sesuatu saat suara seorang wanita menginterupsi.

“Kyunnie, siapa yang datang tengah malam begini?” Siwon menengokkan pandangannya ke arah pintu kamar yang terbuka. Dan seketika wajahnya menjadi cerah.

Eomonim!!” Siwon menerjang tubuh wanita paruh baya yang tampak terkejut dengan pelukan tiba-tiba.

“Apa kau sehat, eoh? Kapan kau datang? Kenapa Kyuhyun tidak memberitahuku, huh? Huh?” tanyanya bertubi-tubi.

Aigoo, kau mengagetkanku, baby Choi” umma Kyuhyun melepas pelukan Siwon dan mencubit kedua pipinya.

“Akhu bhukan bhayi laghi” Siwon berkata susah payah karena umma Cho masih menarik pipinya.

“Sudah, umma. Liat pipinya sudah merah” tegur Kyuhyun saat melihatnya sambil tersenyum.

Nde, aku sudah melihat kau tumbuh dengan baik. Apa kabar umma dan appamu?”

Umma dan Appa baik-baik saja di Paris. Aku akan meneleponnya nanti dan mengatakan aku bertemu dengan eomonim.”

“Duduklah, aku akan memotongkan kue untukmu, umma membuatnya untukku” kata Kyuhyun. Siwon menyamankan duduknya sambil bercengkrama dengan umma Kyuhyun yang ternyata baru datang beberapa jam lalu untuk memberi surprise ulangtahun, maklum saja umma Kyuhyun tidak terbiasa jauh dari putrinya.

Appa Kyuhyun sibuk mengurus kebunnya, kebun anggurnya sekarang bertambah banyak. Ahra juga sangat sibuk dengan putra kecilnya. Makanya umma datang sendiri”

“Eomonim pasti kurang istirahat. Jeosongeyo, aku mengganggu istirahat eomonim”

“Aniya, aku senang bertemu denganmu lagi. Ah, aku akan membuatkan pancake kesukaanmu besok pagi, kau akan menginap, bukan?”

“Umma, Siwon sudah besar bukan anak kecil lagi yang bisa menginap seenaknya” kata Kyuhyun sambil meletakkan kue dan teh untuk Siwon.

“Wae? Ini sudah hampir pagi, umma tidak tega dia menyetir sendiri, lihatlah wajahnya sangat lelah” Kyuhyun hanya bisa mempoutkan bibirnya saat melihat Siwon menjulurkan lidahnya mengejek, sambil bersandar di lengan Umma Cho.

“Lagipula kau juga pernah mengijinkan Jay menginap di rumah waktu itu” Kyuhyun hampir tersedak minumnya dan melirik Siwon sepintas.

“Nugu? Apa..Apa itu kekasih Kyuhyun?” Siwon bertanya.

“Uh-huh. Sebelum lelaki itu menghamili wanita lain” jawab umma Kyuhyun santai.

“Umma~” Kyuhyun terdengar merengek. Siwon tiba-tiba berdiri lalu menarik lengan Kyuhyun menjauh dari ummanya membuat yeoja itu tersentak. Nyonya Cho tampak bingung, tetapi membiarkan saja Siwon menyeret Kyuhyun ke arah pintu depan.

“Katakan padaku kenapa kau berpacaran dengan lelaki berengsek seperti itu? Dan kau tidak pernah bercerita soal pacarmu itu” kata Siwon tajam.

“Siwon, aku sudah dewasa aku bisa menentukan pilihanku sendiri, tidak semuanya harus kuceritakan, bukan? Lagipula dia terlihat baik sebelumnya” jawab Kyuhyun.

“Apa kau tidur dengannya?!” Kyuhyun terbelalak dengan pertanyaan frontal sahabatnya.

“Yak! Apa aku harus menceritakan hal semacam itu pada sahabatku juga?!”

“Jawab.Aku.” tegas Siwon.

“Kalau iya, ap-“

BRAK!

Siwon menggebrak pintu yang ada di sebelahnya membuat Kyuhyun berjengit kaget.

“Mianhae..aku-aku pulang dulu. Selamat ulang tahun, Kyunnie” Siwon berbalik membuka pintu tanpa memandang Kyuhyun yang masih terdiam.

“Kyu? Mana Siwon?” umma Kyuhyun muncul karena mendengar suara pintu.

“Ah, nde. Dia harus segera pulang, mungkin dia akan syuting lagi” jawab Kyuhyun tampak pucat, Kyuhyun mencoba menghindari ummanya dengan bergegas menuju meja untuk membereskan piring dan cangkir di sana, sampai tatapannya tertuju pada kotak yang diyakini ditinggalkan oleh Siwon. Kyuhyun memegang kotak warna biru muda itu dengan pandangan kosong.

“Sampai kapan kau akan menyembunyikan perasaanmu?” suara ummanya membuat Kyuhyun terkejut.

“A-aku..aku tidak..” ucapnya gugup.

“Jangan mengelak lagi, kau benar-benar keras kepala. Kali ini apalagi, huh? dulu kau beralasan kau tidak sepadan dengan Siwon yang kaya raya sampai-sampai kau meminta sekolah dokter, bekerja paruh waktu untuk memenuhi keinginanmu karena kau ingin punya gelar saat bertemu Siwon kelak. Sekarang kau sudah mendapatkannya, kau ingin apa lagi?” Kyuhyun terdiam. Umma Cho menghampiri putrinya dan mengelus pundaknya dengan lembut.

“Jika seseorang mencintaimu, dia tidak akan peduli dari kasta mana, sekaya apa dan secantik apa rupamu, tapi dia hanya melihat hatimu, Nak” Kyuhyun mengigit bibir dalamnya.

“Jja, biar Umma membereskannya, masuklah ke kamarmu” Kyuhyun mengangguk sambil mengucap pelan terima kasih sambil memeluk erat kotak dari Siwon.

Selama tiga hari Kyuhyun tidak berani menghubungi Siwon, dia tidak tau harus memulai pembicaraan dari mana. Berkali-kali dia menulis pesan lalu berakhir dengan menghapusnya sebelum sempat di kirim, dan yang membuatnya semakin muram adalah Siwon juga tidak menghubunginya. Sampai akhirnya, sore ini Kyuhyun tidak sabar lagi. Mau dikatakan wanita gampangan yang mengatakan ‘Cinta’ dahulu pada pria, mau dikatakan wanita tidak tau malu, Kyuhyun sudah tidak peduli. Yang dia mau sekarang adalah bertemu Siwon, tiap malam dia tersiksa merindukan pria itu, bahkan menghabiskan waktu menonton film Siwon yang membuatnya semakin kesal karena adegan-adegan mesranya dengan wanita-wanita pemeran pendukungnya.

Selesai memarkirkan mobilnya, Kyuhyun berjalan menuju rumah produksi tempat Siwon bekerja. Oke, katakan Kyuhyun sok jenius, dia tidak tau jadwal Siwon, bisa saja dia syuting di Korea bagian manapun atau bahkan belahan dunia lain, tapi entahlah yang ingin dia kunjungi pertama adalah gedung tempat produksi film terbesar di Korea. Sebelum memasuki lobby utama, pandangan Kyuhyun tertuju di sebuah taman, di mana seorang Choi Siwon tampak berbincang akrab dengan wanita semampai yang cantik. Ada rasa lega, setidaknya pilihannya datang ke sini adalah pilihan yang benar, namun Kyuhyun ragu untuk menghampirinya atau tidak, tetapi dia kembali meyakinkan dirinya. Akhirnya dengan menghirup sekali nafas, Kyuhyun berjalan mantap ke arah Siwon yang tampaknya tidak menyadari kehadirannya karena posisi Kyuhyun yang membelakanginya. Saat sudah mulai dekat, tiba-tiba hati Kyuhyun mencelos, Siwon mendekatkan bibirnya ke arah bibir wanita yang kini mulai memejamkan matanya, dengan reflek Kyuhyun berteriak.

“STOP!” Siwon dan wanita itu sontak menoleh ke belakang dan Kyuhyun dengan cepat berlari ke arah Siwon.

BUGH! BUGH!

Kyuhyun memukulkan tasnya berkali ke badan Siwon.

“Beraninya kau mencium wanita lain di depanku? Setelah kau pergi begitu saja dari rumahku tanpa memberi kabar sekarang kau seenaknya m-‘

“Kyu, kyu, dengarkan aku dulu. Kau sadar kau di mana?” Siwon memegang lengan Kyuhyun menahan pukulannya dan menatap Siwon dengan wajah merah menahan tangisnya.

Satu detik

Dua detik

Tiga detik

Ow..ow..Kyuhyun tidak berani menengok, pikirannya mulai lurus. Siwon seorang aktor besar tidak mungkin mencium wanita sembarangan di tengah taman, kecuali….

“CUT! Choi Siwon siapa wanita itu?” terdengar suara laki-laki dengan pengeras suara tidak jauh dari sana, dan saat Kyuhyun berbalik ke belakang wajahnya bak kepiting rebus. Beberapa orang berdiri di sana dengan mulut menganga dan beberapa lainnya terkikik sambil menutup mulutnya. Kyuhyun yakin sebentar lagi dia jatuh saking lemasnya, kakinya terasa seperti jelly saat ini. Tetapi Siwon menahan tubuh Kyuhyun dan memapahnya menuju ke bangku taman setelah mengucapkan maaf pada wanita yang tadi akan diciumnya, wanita itu tersenyum maklum dan berjalan ke arah kru.

“Kyu?” Siwon memanggil Kyuhyun yang kini menutupi wajahnya dengan kedua tangan.

“Cho Kyuhyun?” panggil Siwon lagi, tetapi wanita itu tetap diam.

“Kyuhyunie?” hanya terdengar erangan Kyuhyun, Siwon kembali memanggil dengan lembut.

“Baby Kyunnie?” Kyuhyun mendadak mengangkat wajahnya sambil menatap Siwon dengan wajah merah.

“Aku malu, pabo!” teriaknya, bukannya berusaha menenangkan, Siwon justru tertawa terbahak-bahak melihat respon Kyuhyun. Dan saat Kyuhyun hendak memukulnya, Siwon menarik tangan mungil itu untuk memeluk pinggangnya. Kyuhyun sedikit terkejut dengan pelukan itu tetapi kemudian menyamankan tubuhnya.

“Kau datang mencariku?” Siwon merasakan Kyuhyun mengangguk menjawab pertanyaannya.

“Aku merindukanmu” cicit Kyuhyun.

“Aku juga. Mianhae, aku terlalu cemburu sampai aku tidak bisa berpikir jernih”

“Aku berbohong. Aku tidak pernah melakukan apa-apa dengan Jay, aku berpacaran dengannya karena aku ingin melupakanmu, tapi aku tidak bisa” Siwon langsung melepaskan pelukannya.

“Mwo?” tanya Siwon tidak percaya.

“Aku..aku sudah lama menyukaimu. Hanya saja aku merasa tidak pantas untukmu, a-mmmppphh” Kyuhyun terbelalak dengan ciuman Siwon. Kyuhyun segera mendorongnya.

“Kau gila, hah? Kau lupa kita di tengah taman? Aish! Ciumanku diambil begitu saja! Dasar tidak romantis!”

“Aku terlalu bahagia. Aku tidak peduli apa kata orang. Lagipula aku sudah mengatakan pada pihak management kalau akau sudah memiliki kekasih bernama Cho Kyuhyun sejak sebulan lalu, dan aku minta mereka menyembunyikannya dahulu. Kau pikir aku ingin menjadi lelaki sukses untuk apa, hm? Aku ingin menunjukkan padamu kalau aku pantas untuk seorang Cho Kyuhyun yang aku sayangi”

“Kau laki-laki tapi tidak pernah mengatakan apa-apa padaku?” pout Kyuhyun.

“Aku takut, Kyu. Aku takut jika kau tidak memiliki perasaan yang sama. Aku takut jika aku mengungkapkan perasaanku kau akan menolakku dan yang paling buruk kau akan menjauhiku”

“Kau seperti baru mengenalku, aku tidak mungkin menghindarimu..” lirih Kyuhyun.

“Ya, karena itulah, sebenarnya di malam ulang tahunmu aku ingin mengungkapkan perasaanku” Kyuhyun terdiam, Siwon melanjutkan.

“Jadi kita sekarang kekasih, bukan?” Kyuhyun menunduk malu menyembunyikan rona di pipinya. Siwon mengangkat dagu Kyuhyun dan tersenyum melihat tingkah menggemaskan kekasih barunya itu.

“Aku juga mencintaimu, baby Kyuhyunnie” Kyuhyun tersenyum dengan kata-kata lembut Siwon. Tiba-tiba Kyuhyun berdiri dari bangku membiarkan Siwon yang masih duduk dengan bingung, Kyuhyun menunduk untuk sedikit berbisik.

“Aku akan menjadi kekasihmu, jika kau datang malam ini untuk makan malam, memakaikan kalung yang kau berikan untukku, dan….berikan aku ciuman yang romantis” Siwon tersenyum lebar, membiarkan Kyuhyun yang berlari ke arah tempat parkir.

“SARANGHAE, CHO KYUHYUN!” teriak Siwon pada Kyuhyun yang mulai menjauh, dan Kyuhyun berbalik menghadap Siwon, berjalan mundur menjauh sambil memberi tanda hati.

“Nado, nado saranghae” ucapnya pelan. Kyuhyun yakin angin membawa suaranya samapai ke telinga Siwon.

END

Advertisements

36 thoughts on “For You

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s