Posted in Angst, BL, Romance, Series

Nur Wahlen Sie (1)

project the first ellena & miss lee

By. Ellena Han & Miss Lee

Cast : Siwon x Kyuhyun

Genre : Angst, Romance

Rate : T

nur wahlen sie

“Kau gugup, Baby??” Siwon melirik Kyuhyun yang kini mengaitkan tangan satu dengan lainnya yang ia simpan di atas pangkuannya.

“Ah..eum.. ya, aku.. haah, begitulah” Kyuhyun tak tau hatinya saat ini sedang bagaimana? Gugup kah? Bahagiakah? Tapi ini bukan dua hal itu, ada perasaan lainnya, ntah apa itu? Yang pasti mengenai kehidupan cintanya dengan Siwon.

“Tenanglah, kau sudah mengetahui Hyung ku, bukan? Dia orang yang baik dan pasti akan menerimamu sebagai calon adik iparnya” Siwon menerawang saat mengucapkannya, oh.. sungguh ia tak sabar menunggu hal itu tiba, bisa segera melangsungkan pertunangan dengan Kyuhyun atau jika bisa ia ingin segera mempersunting Kyuhyun walau masa pacaran mereka belum terlalu lama.

Ada apa denganmu, Kyu?? Kau hanya akan bertemu dengan calon kaka iparmu, bukan orang yang akan memisahkanmu dengan Siwon, kan??” Innernya.

Baby..” Siwon yang merasa Kyuhyun tak menggubris ucapannya, memalingkan wajah agar bisa melihat Kyuhyun, walau ia masih tetap mempertahankan konsentrasi menyetirnya, “Baby” ucapnya kembali, kini dengan meletakkan tangannya di atas bahu Kyuhyun.

“Oh Hyung.. kau membuatku terkejut”

“Kau melamunkan apa, Baby??”

“Hah?? Tidak.. sudahlah, berkonsentrasi saja menyetir”

Perjalanan menuju rumah Siwon pun lebih hening, karena mereka berdua memilih untuk berpusat pada pikiran masing-masing. Siwon dan Kyuhyun telah menjalin cinta 6 bulan lamanya. Selama itu pula, Siwon belum pernah mengenalkannya pada Hyung satu-satunya itu. Hanya kepada kedua orang tuanya saja lah Siwon sudah mengenalkan, Hyung nya saat itu lebih banyak tinggal di rumah sakit. Ia memang sudah mengidap penyakit gagal ginjal sejak di bangku senior high school.

Maka tak salah jika Kyuhyun merasakan gugup akan bertemu dengan calon kaka iparnya, ia memang sering mendengar dari Siwon dan Umma Choi mengenai Hyung Siwon. Tetapi menurut Kyuhyun, informasi dengan penilaian mereka yang memang adalah keluarga dan dengan langsung bertatap muka, pastilah akan tetap berbeda.

.

.

Dan memang begitulah nyatanya. Kenyataan dan mengalami sendiri memang dua hal yang tak mungkin bisa di letakkan dengan kata hubung sama. Kyuhyun pikir, dirinya akan jauh lebih tenang ketika mereka telah sampai di rumah Siwon. Ini bukan kali pertama dirinya berkunjung kemari, tapi kenapa rasa aneh ini tak jua menghilang?

Rasa apa ini..? Firasat kah…? Atau tanda bahaya..?

Ya Tuhan.. bahaya yang seperti apa?

Baik… baik..

Kyuhyun terus menerus menghela nafas, mensugesti dirinya sendiri jika semua akan baik-baik saja.

Toh, orang yang akan di temui nya kali ini juga akan menjadi bagian keluarganya nanti ketika dia menyandang marga Choi. Ah… seperti nya memikirkan hal itu cukup bagus untuk sekedar mengalihkan perhatian Kyuhyun.

Baby… kau sungguh tak apa?”

Suara Siwon yang terdengar cukup dekat dengan telinganya itu mau tak mau membuatnya tersentak kaget.

“Eh.. memang nya tak ada pertanyaan lain, Hyung.. sejak tadi kau mengulang pertanyaan yang sama, kau tahu?” Kyuhyun berdecak kesal, berusaha sebisa mungkin menekan lagi rasa yang semula hampir bisa dia kuasai.

Siwon terkekeh pelan. Melingkarkan lengannya ke bahu Kyuhyun dan membawa kekasih hatinya itu melangkah.

“Wajahmu merah Kyu.. kau yakin tak apa? Sebenar nya apa yang kau pikirkan… hal aneh tentangku… atau..?”

Bibir merah Kyuhyun kembali berdecak kesal, memukul pelan lengan Siwon yang melingkari bahunya.

“Jangan bicara yang tidak-tidak Hyung… perkenalkan saja aku dengan Hyung mu itu.. aku sudah siap”

Kyuhyun sedikit membusungkan dada penuh percaya diri. Membuat pipinya mendapat satu kecupan nakal dari Siwon yang gemas dengan tingkahnya.

“Oh baiklah Nyonya Choi, sepertinya kau memang sudah tak sabar bertemu dengan kaka iparmu?” Goda Siwon kembali, tapi bukan cubitan yang didapatkan Siwon.

Cup..

Kyuhyun memberikan satu kecupan di bibir Siwon.

“Ya.. aku sudah tak sabar bertemu dengan calon kaka iparku” penekanan kata calon membuat Siwon menyadari bahwa pengharapan besar Kyuhyun agar Siwon segera mempersuntingnya.

“Aku akan segera menikahimu..”

“Aku selalu menunggu hal itu tiba, maka dari itu, jangan pernah meninggalkanku” kedua mata Kyuhyun terlihat berkaca-kaca saat mengucapkannya.

Baby, kau tak apa?”

“Heuh??” Kyuhyun menyadari bahwa satu tetes itu lolos begitu saja dari mata bonekanya, “Ah.. tak apa, ini hanya kelilipan saja, kajja” Kyuhyun menggemgam erat tangan Siwon, enggan melepaskan “Dan tak akan pernah aku lepaskan” inner Kyuhyun yang mengikuti langkah Siwon masuk ke dalam.

.

.

.

Seminggu kemudian~

Choi Seunghoon, kakak dari Siwon. Harus dilarikan kembali ke Rumah Sakit, sebenarnya itu bukanlah hal yang aneh bagi keluarga. Tapi keluarga Choi selalu mencemaskan jika terjadi sesuatu yang semakin buruk bagi diri Seunghoon.

Mereka hanya bisa menunggu di depan pintu ruang UGD, lampu ruangan masih menyala pertanda adanya aktifitas didalam, selang beberapa menit kemudian ranjang berisikan Seunghoon pun keluar didampingi dokter yang selama ini merawatnya.

“Bagaimana keadaannya dokter?” Umma Siwon menatap cemas.

“Sama seperti yang sudah ku duga, kondisinya memang belum stabil saat memaksa untuk pulang ke rumah. Tapi dia sudah melewati masa kritisnya, kini akan dipindahkan ke ruang rawat. Tapi bagiku..” sejenak menghela nafas, “Seunghoon mengalami fase yang baik saat ini”.

“Maksud dokter?” Kini Appa Choi ikut berucap.

“Kondisinya selama ini selalu naik-turun, tapi kini seakan ada setitik rasa ingin sembuh yang kuat dari diri Seunghoon, entah karena apa? Tapi ini baik baginya, kami masih mencari pendonor ginjal yang cocok untuknya. Selama itu pula kami akan terus memantau perkembangan kepada kalian”

Umma dan Appa Choi menghembuskan nafas lega, lalu mereka pun memilih untuk mengikuti perawat yang membawa blankar Seunghoon menuju ruang perawatan. Menyisakan Hangeng dan Siwon yang masih berdiri disana.

“Terima kasih Hyung” Siwon menjabat tangan dokter yang kini sudah menjadi sahabat baginya, bukan sekedar dokter keluarga.

“Kau harus terus memberikan semangat untuk hidup bagi Seunghoon, Siwon”

“Tentu Hyung, aku pasti akan terus memberikan semangat itu kepada Seunghoon Hyung” Siwon tersenyum menampilkan dua dimplesnya.

Hyung mu memang beruntung mendapatkan adik sepertimu”

“Bukan.. tapi aku yang beruntung mendapatkan Hyung seperti dirinya” ucap Siwon walau ada sedikit keraguan dalam hatinya.

Hangeng, dokter muda yang sudah menangani keadaan Seunghoon dari 4 tahun lalu itu, menepuk bahu Siwon. Ia memberikan senyuman terbaiknya, lalu segera pergi meninggalkan Siwon seorang diri.

“Tapi mengapa hatiku sedikit terluka saat mengucapkannya” desis Siwon, ia mengusapkan kedua tangan di wajahnya, membuang nafasnya kasar. Lalu segera ikut berkumpul dengan keluarganya di ruang rawat.

.

.

.

Pagi yang cerah, terlihat kondisi Seunghoon yang mulai membaik dibandingkan kemarin, ia menebar senyum kepada siapapun yang melihatnya. Membuat keluarganya mengernyit kebingungan.

“Sepertinya ada yang membuat Hyung bahagia?” Tebak Siwon.

“Begitulah” ucapnya penuh arti dan menimbulkan tanda tanya besar dalam benak Siwon.

“Kyuhyun, apa dia tidak menjengukku??” Tanya nya kembali.

Ne??”

“Kyuhyun, kekasihmu. Tak menjengukku??” Siwon seakan menangkap rasa iri Seunghoon saat penekanan kata kekasih tadi dilontarkan, tapi dia mengenyahkan pikirannya itu.

“Dia sedang ada ujian hari ini, Hyung

“Oh begitukah??” Terlihat Seunghoon yang kecewa mendapati kenyataan bahwa Kyuhyun tak akan melihatkan wajah cantiknya.

“Ada apa sayang??” Umma Choi yang sedari tadi diam, ikut bertanya saat melihat Seunghoon yang berwajah muram.

“Tak ada Umma

Seunghoon kembali membaringkan tubuhnya, ia menyelimuti dirinya sampai dada. Matanya kembali ia pejamkan, membuat pandangan mata Umma choi beradu pandang dengan Siwon, ada yang aneh dengan diri Seunghoon begitulah pikiran keduanya. Appa Choi sendiri luput mengetahuinya, dikarenakan pagi hari sudah pergi bekerja karena ada meeting penting, ia akan kembali setelah meeting itu selesai, janjinya.

***

Siwon sudah bersiap akan pergi, Appa Choi telah kembali dari meeting. Jadi pikir Siwon, Umma nya tidak akan sendirian jika menemani Seunghoon.

“Kau akan kemana Siwon?” Seunghoon yang melihat Siwon sudah rapih pun bertanya.

“Ah Hyung, kau sudah bangun? Aku pamit sebentar untuk menjemput Kyuhyun” mendengar nama Kyuhyun membuat Seunghoon seakan bersemangat.

“Kau akan membawa Kyuhyun kemari kan?”

Ne??”

“Ck.. pendengaranmu masih baik kan, Siwon?” Seung Hoon terlihat kesal karena Siwon yang seakan menjadi tuli saat dirinya bertanya hal itu.

“Seunghoon, kenapa kau menjadi sangat bersemangat akan bertemu dengan calon adik iparmu??” Appa Choi menutup korannya, ia mencuri dengar percakapan adik kaka itu.

“Tidak ada, memangnya tidak boleh?”

“Bukan begitu sayang, tapi..” ucapan Umma Choi menggantung setelah ucapan Seunghoon selanjutnya.

“Aku menyukai Kyuhyun”

Ne??” Serempak Appa, Umma Choi dan Siwon bertanya.

“Ada apa?? Ada yang salah kah??” tanyanya dengan wajah datarnya.

Appa Choi menanggapi dengan tertawa, “Maksudmu kau menyukai calon adik iparmu? Dia memang namja yang baik dan pintar, Siwon memang tidak salah pilih”

“Maka itulah aku mencintainya”

Mwo???” Kini mereka kembali serempak berucap.

“Kenapa kalian sangat kompak untuk berteriak??” Seunghoon berkata tenang seolah dirinya tak menyadari kesalahannya.

Hyung mengatakan apa??” tanya Siwon memastikan.

“Aku mencintainya, tidak salah bukan??”

“Seunghoon, apa maksud ucapanmu??” Umma Choi berharap bahwa Seung Hoon hanya bercanda akan ucapannya itu.

“Aku mencintai Kyuhyun, Umma.. aku mencintainya, seperti Siwon yang mencintai Kyuhyun juga”

“Seunghoon, apa yang kau pikirkan? Kyuhyun adalah kekasih adikmu.” Kini Appa nya yang berkomentar.

“Aku tidak memikirkan apapun Appa, yang ada saat ini.. aku merasa telah jatuh cinta kepadanya” ucapnya berbinar.

Siwon sendiri merasa kelu akan lidahnya, kenapa? Kenapa Hyung nya mencintai Kyuhyun, mengapa Seunghoon berucap tenang saat mengatakannya? Dan mengapa Siwon tidak merasa ucapan itu candaan, karena nyatanya binar cinta itu memang bisa ia lihat jelas di mata Seunghoon saat mengucapkan nama Kyuhyun.

“Siwon..” Siwon yang merasa namanya di panggil pun kini mengarahkan pandangannya pada Seunghoon.

“Aku hanya orang yang berpenyakitan, selama ini aku tak pernah bisa merasakan apa yang kau rasakan. Saat bertemu Kyuhyun, entah mengapa aku merasakan rasa itu. Semangatku untuk sembuh kembali hadir. Siwon, biarkan kekasihmu menjadi milikku. Walau hanya sementara, aku tidak merebut sepenuhnya darimu. Dia tetap kekasihmu, tapi izinkan aku menjadi kekasihnya juga..” Siwon terdiam.

“Menjadi selingkuhannya” ucapnya sekali lagi.

Umma dan Appa Choi hanya bisa tercengang akan ucapan Seunghoon, Siwon masih terdiam mencerna segala ucapan Seunghoon. Apa yang terjadi?? Mengapa semua menjadi seperti ini??

.

.

“Aku tak bisa Hyung…”

Siwon tahu Kyuhyun pasti akan menjawab tidak dengan permintaannya, tapi dia pun tak tahu harus bagaimana lagi? Melihat Seunghoon yang memohon kepadanya seakan membuat Siwon tak tahu arah.

“Kau harus…” ada nada lemah disana.

“Kenapa harus!!” Nada suara Kyuhyun sedikit meninggi, sebenarnya apa yang di pikirkan kekasihnya itu, dia salah makan, tersambar petir, atau memang sudah gila?

“Demi Seunghoon Hyung, Kyu…”

“Dan bagaimana dengan perasaanku?” Kyuhyun menatap sendu Siwon.

Siwon tahu, Kyuhyun akan menganggapnya benar-benar telah hilang waras. Tapi.. bukan hanya Kyuhyun yang terluka disini, dia juga sama. Bagian mana yang tak terluka jika kau harus melihat kekasihmu dalam pelukan pria lain? Walau itu Hyung mu sendiri, dia tetap saja orang luar.

Dan kini.. apalagi cara yang bisa Siwon gunakan untuk meyakinkan Kyuhyun. Apa dia harus menangis meraung-raung? Atau mengemis memelas?

Ah… kenapa semua jadi begitu rumit. Kenapa?

Andai saja saat itu dia tak membawa Kyuhyun bertemu Seunghoon. Atau andai Hyung nya tak ada lagi di dunia ini?

Ya Tuhan.. kini Siwon yakin jika dirinya benar-benar telah hilang akal.

“Aku mohon, Kyu” Siwon bersimpuh di hadapan Kyuhyun.

Kyuhyun yang melihatnya langsung mendekati Siwon, beruntunglah mereka kini berada di suatu bukit jauh dari jangkauan mata siapapun, maka hal ini luput dari penglihatan mata orang-orang.

Hyung! Apa yang kau lakukan?”

“Aku tak tau harus bagaimana lagi, Baby” Siwon meruntuhkan segala kekuatan di hadapan kekasihnya itu.

Kyuhyun memeluk Siwon, ia mengarahkan wajah Siwon untuk menghirup ceruk lehernya.

“Jangan pernah berikan aku pada Seunghoon Hyung, Siwon. Pasti ada cara lain, tapi bukan seperti ini”

“Lalu bagaimana?”

“Carikan Seunghoon Hyung kekasih”

“Tidak semudah itu Kyu”

“Aku tau, tapi kita tidak akan boleh menyerah”

Sebenarnya Kyuhyun juga tak terlalu yakin dengan apa yang dia katakan.

Mencarikan kekasih untuk Seunghoon? Tentunya hal itu tak semudah mencari pasangan kaos kaki mu yang terselip entah di mana bukan?

Mencari dimana? Dan yang paling penting adalah siapa?

Pemuda manis itu sungguh tak menyangka jika pertemuannya dengan Choi Seunghoon beberapa waktu yang lalu akan membuat nya mengalami sesuatu yang rumit seperti ini.

Memintanya menjadi kekasih dari orang yang sama sekali tak Kyuhyun cintai. Memang nya cinta bisa semudah itu dipaksakan?

Gila…gila..dan gila…

Seingat Kyuhyun tak ada sesuatu yang aneh ketika dia bertemu dengan Seunghoon. Ya.. tak ada yang aneh kecuali tatapan Seunghoon yang terasa mengintimidasi dan wajah kurus nya karena penyakit.

Jadi? Inikah jawaban dari perasaan aneh yang dia rasakan saat itu?

“Kyu…”

Kyu…? Kyu..? Hell… begitu gilanyakah Siwon hingga dia tak lagi memanggil nya “Baby..”

Hyung… aku…aku….”

“Hanya untuk sementara Kyu, untuk sementara… agar Seunghoon mempunyai keinginan hidup lebih lama lagi, aku mohon..”

“Aku tak bisa Hyung…. aku tak mau… kau rela melepaskan aku begitu saja?”

“Kita tidak berpisah Kyu. Kau tetap kekasihku…”

“Dan kau membuatku terus menerus terbelenggu rasa bersalah karena menghianatimu?”

Siwon menghela nafas kasar. Apalagi yang harus dia lakukan agar Kyuhyun mau?

Haruskah dia berteriak di depan kekasih nya ini jika bukan hanya dia yang akan terluka?

Siwon juga terluka, sakit ini juga akan sama besar nya.

“Aku memintamu berpura-pura Kyu, buatlah Seunghoon Hyung bahagia… setidaknya, demi sedikit waktu yang dia miliki.”

Hyung… aku…”

.

.

.

Choi Seunghoon menatap langit-langit kamarnya dengan tatapan yang tak dapat di artikan. Bagi orang yang pernah mengenalnya , mungkin mereka harus mencubit diri mereka sendiri untuk memastikan jika kilau penuh semangat hidup dan nafsu memiliki itu memang ada dalam bola mata hitamnya.

Putra sulung keluarga Choi itu telah melewatkan masa remajanya dengan mengunjungi berbagai macam rumah sakit untuk mencuci darah, demi menjaga agar tubuhnya tetap mampu bernafas. Jadi, bukan suatu hal tak berdasar ketika tatapan matanya hanya berupa rongga kosong tak bernyawa. Dan kini, setelah sekian lama rongga itu kosong, binar-binar itu kembali.

Ya.. sejak saat itu, hari dimana Siwon membawa pulang kekasihnya.

Entah apa yang Seunghoon pikirkan tapi tatapan polos dari dua bola mata karamel itu membuat satu percikan yang tak pernah ada mulai bangun dalam dirinya. Otak nya masih mengingat dengan jelas setiap detail dari pemuda manis itu. Wajah teduhnya, senyum tulusnya, binar-binar lucu di mata coklatnya, ah…. semua hal itu sungguh membuat jantungnya yang semula enggan untuk berdetak kembali berdesir aneh.

Cho Kyuhyun, begitu Siwon menyebut nama kekasihnya itu.

Cih.. kekasih? Kenapa selalu saja Siwon yang mendapatkan yang terbaik? Hidup tak pernah adil padanya bukan?

Seunghoon mendecih kesal, ketika memory nya kembali memutar bagaimana rasa tak suka itu muncul begitu saja ketika melihat interaksi Siwon dan Kyuhyun.

Kenapa selalu Siwon? Kenapa bukan dirinya?

Pertanyaan yang mungkin tak akan pernah dia dapatkan jawabannya.

Kali ini, Seunghoon tak akan mengalah, Siwon sudah banyak mengambil kesempatan dari dirinya. Dia harus memiliki hal yang sama dengan Siwon, harus mendapatkan keindahan yang sama.

Cho Kyuhyun harus jadi miliknya.

.

.

.

Tiga hari sudah semenjak permintaan gila Seunghoon pada Siwon, tetapi Kyuhyun sama sekali tak pernah menunjukkan batang hidungnya. Ia sedang berpikir, apa yang harus dilakukannya? Sudah banyak teman yang ia coba jodohkan pada calon kaka iparnya itu, tapi hasilnya nihil. Mereka mundur setelah mengetahui Seunghoon mempunyai penyakit.

“Lalu aku harus bagaimana??” Kyuhyun menjambak rambutnya, menyalurkan rasa kesal dan juga kebingungannya.

“Baiklah.. aku akan menemui mereka”

***

Kyuhyun sudah semenjak 15 menit yang lalu hanya bisa berdiri di depan pintu ruang rawat, ia sendiri tak tau tau apa yang harus ia lakukan disana. Berpura kah?? Atau memarahi Seunghoon karena dirinya, ia dan Siwon harus mengalami hal seperti ini.

Hingga Kyuhyun terkejut mendapatkan tepukan dibahunya.

Omo..” Kyuhyun mengelus dadanya, ia mendapati seorang dokter tampan yang terlihat lebih tua beberapa tahun dari dirinya, mungkin seusia Seunghoon atau mungkin di atasnya.

“Kau sedang apa disini? Mau menjengukkah??” Tanya nya ramah.

“Ah aku? Ya.. eum.. akan menjenguk” Kyuhyun menggaruk tengkuknya tidak gatal.

Hangeng tersenyum, “Kalau begitu kita masuk bersama, aku akan sekalian memeriksa pasien” ajaknya.

“Oh ya.. eum.. okay, ah… maksudku, silahkan” Kyuhyun mencoba menetralkan degup jantungnya saat ini, ia akan bertemu dengan Siwon yang sudah 3 hari ini tak bertemu dengannya dan juga calon kaka iparnya yang ternyata mencintainya juga.

“Selamat pagi..” sapa Hangeng ramah, di belakangnya Kyuhyun mengekori dan itu tak luput dari pandangan Seunghoon yang sedang berbaring.

Siwon yang melihat Kyuhyun akhirnya tersenyum, ada gurat kesedihan disana. Tapi saat ia melihat Seunghoon yang terlihat bersemangat membuatnya ikut bahagia.

“Selamat pagi dokter.. dan Kyu, akhirnya kau datang” ujar Seunghoon bahagia.

“Ya..” ujar Kyuhyun pendek, lalu berjalan menuju Umma dan Appa Choi memeluk mereka dan beralih mendekati Siwon, ia memberikan ciuman di pipinya serta tak lupa merangkul lengan Siwon manja.

Semua itu terlihat jelas di mata Seunghoon, lalu bagaimana dengan Umma dan Appa Choi?? Mereka sendiri tidak mengetahui apa yang harus dilakukan, karena ini adalah hal tersulit yang mereka alami selain mencari donor ginjal bagi Seunghoon.

“Keadaanmu cukup baik, Seunghoon-ssi, aku harap kau selalu mempertahankan kondisimu ini sampai donor ginjal itu bisa kau dapatkan”

“Tentu dokter, aku akan selalu mendengar nasehatmu” sembari matanya tak lepas memandang Kyuhyun.

Hangeng walau tak mengetahui ada permasalahan apa yang terjadi? Tapi setidaknya ia sedikit menangkap ada ketidakberesan mengenai hubungan Siwon-Kyuhyun dan Seunghoon.

“Kalau begitu, aku pamit. Sore aku akan kembali mengecek kondisimu”

“Baik dokter, terima kasih”

Hangeng menganggukkan kepalanya, lalu tersenyum berpamitan dengan Umma dan Appa Choi, tak lupa juga berpamitan kepada Siwon dan Kyuhyun yang ada disana.

***

“Kyu, apa kabarmu?” Seunghoon mencoba membuka suaranya, karena setelah kepergian Hangeng. Suasana sepilah yang tercipta disana.

“Euh.. aku baik, Hyung. Semoga kau lekas sembuh” Kyuhyun memaksakan dirinya untuk tersenyum.

Baby..” Siwon merasa tak enak, karena kini mereka duduk di sofa dengan Kyuhyun yang enggan melepaskan lengannya dan terus meletakkan kepala dibahunya.

“Aku merindukanmu, Siwonnie”

Siwon melirik ranjang kakanya, lalu ia mendekatkan bibirnya di telinga Kyuhyun. “Aku juga merindukanmu, Baby“.

Kyuhyun sangat jelas mendengar bahwa nada itu sarat akan kesedihan. Ia menatap Siwon dalam, lalu mengelus pipinya dan memberikan kecupan di bibirnya sekilas.

“Kita pergi, Hyung

“Heum??”

“Kita berkencan”

Baby..”

“Setelah berkencan, aku akan menerima permintaanmu. Tapi jangan meminta lebih, aku hanya akan menjadi pacarnya bukan miliknya. Karena hatiku hanya untukmu” Kyuhyun berbisik.

Kyuhyun bediri, menggemgam erat tangan Siwon.

Umma.. Appa.. Hyung, kami akan pergi berkencan dulu, gwenchana?” ujar Kyuhyun.

Seunghoon menggretakkan giginya tak suka akan permintaan Kyuhyun, tapi ia pun tak bisa berbuat apa-apa. Umma Choi hanya tersenyum menjawabnya.

“Pergilah, sudah 3 hari ini Siwon selalu menemani Hyung nya, dia pasti juga merindukan masa berduaan denganmu” ucap Appa Choi menepuk bahu Siwon.

“Kalau begitu kami pamit, kajja Hyung” Kyuhyun segera berlalu tanpa berniat melihat ke arah Seunghoon sedikitpun.

Aku benar-benar akan merebutnya darimu, Siwon” inner Seunghoon.

.

.

.

Seusai permintaan Kyuhyun yang hanya berharap kepada Siwon untuk berkencan selama seharian penuh. Esok harinya. Kyuhyun menepati janjinya, ia sudah datang pagi hari ke ruang rawat Seunghoon. Di hadapan Siwon, Umma dan Appa Choi, Kyuhyun berusaha tersenyum bahkan menekan hatinya untuk tak berontak saat Seunghoon menunjukkan perhatiannya bahkan di hadapan Siwon sekalipun.

Kini Kyuhyun duduk di samping ranjang Seunghoon, sesuai permintaan Seunghoon. Kyuhyun sendiri hanya berusaha untuk membahagiakan calon kaka iparnya itu, biarlah dirinya merasakan sakit saat ini, asalkan bahagia nanti ia akan dapatkan.

“Kyu.. kau mau buah ini??” Seunghoon mengarahkan sepotong buah apel tepat di bibirnya.

“Tidak, aku tidak suka” Kyuhyun masih menatap Siwon yang juga tak beranjak dari sana. Kyuhyun tau jika Siwon pun merasakan sedih dihatinya.

“Kyu..” Seunghoon memegang tangan Kyuhyun dan dengan refleks Kyuhyun menariknya.

“Ah maaf.. aku terkejut” Kyuhyun menjauhkan tangannya dari jangkauan Seunghoon.

Di ruangan hanya ada mereka bertiga, semenjak kepergian Umma dan Appa Choi yang pulang ke rumah. Maka Kyuhyun kembali menampakkan wajah tak sukanya pada Seunghoon.

“Siwon..”

Siwon yang dipanggil pun mendekati ranjang kakanya, ia berusaha tersenyum.

Ne Hyung

“Bisakah kau meninggalkan kami berduaan??”

Siwon salah tingkah, sesekali matanya beradu pandang menatap Kyuhyun. Hingga akhirnya Siwon segera membereskan ranselnya. Dan memakainya, Siwon beranjak menuju pintu, belum sempat Siwon memegang kenop pintu, lengannya tercekal oleh tangan seseorang yang Siwon sangat ketahui.

“Kyu..”

“Hati-hati dijalan, Hyung” Kyuhyun memeluk Siwon lalu memberikan kecupan di bibirnya. “Saranghae“.

Nado..” Siwon tersenyum dan segera pergi meninggalkan ruangan.

Kyuhyun masih menatap kepergian Siwon, Seunghoon yang jengah akhirnya mencoba menyadarkan Kyuhyun bahwa masih ada dirinya disana.

“Kyu..” tetapi Kyuhyun tetap tak bergeming “Kyunnie..” Kyuhyun mengepalkan jemarinya.

“Jangan memanggilku dengan sebutan menjijikan seperti itu” desis Kyuhyun dengan menatap tajam Seunghoon.

“Kau marah padaku??”

“Haah.. aku menghormatimu karena kau adalah calon kaka iparku, tapi aku tak menyangka bahwa kau akan melakukan hal seperti ini.. menyakiti adikmu” Kyuhyun duduk di sofa yang bersebrangan dengan ranjang Seunghoon.

“Mengapa kau menjauhiku??”

“Kau lihat Hyung?? Inilah kita, kau ada disana (menunjuk ranjang) dan aku ada disini (menepuk sofa) seakan ada jarak yang memisahkan dan itu adalah hubunganku dengan Siwon. Bahkan kami berniat untuk menikah tetapi.. oh sungguh sangat lucu semua hal ini” Kyuhyun tertawa meratapi nasibnya.

“Kyu.. aku hanya memintamu untuk sementara”

“Tapi aku bukan barang Hyung, aku bukan barang yang jika kau tak butuh mau kau kembalikan kepada yang punya” Kyuhyun sedikit merendahkan suaranya.

“Kau bukan barang, kau bahkan lebih berharga dari barang apapun di dunia ini.. kau kehidupanku, kau cintaku”

“Bahkan kita hanya bertemu sekali dan Hyung dengan berani mengatakan itu cinta??” Kyuhyun menatap tak percaya pada Seunghoon. Ia berdiri merapihkan bajunya.

“Kau akan kemana??”

“Memanggil dokter, kau sudah seharusnya istirahat bukan?”

Tanpa mendengar ucapan selanjutnya dari Seunghoon, Kyuhyun segera keluar ruangan. Setelah menutup pintu, Kyuhyun segera duduk di bangku yang ada disana. Duduk dengan kepala menunduk.

“Apa yang aku lakukan??” menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.

.

.

.

Setelah melakukan perawatan selama hampir 7 hari, Seunghoon memutuskan akan rawat jalan. Terlebih ia merasa dirinya jauh lebih baik, Kyuhyun walau terkesan dingin tapi dia masih tetap perhatian kepadanya, Siwon pun jarang terlihat berduaan dengan Kyuhyun dihadapannya, membuat diri Seunghoon sedikitnya lega, ia berharap bahwa jalinan cinta Siwon dan Kyuhyun pun segera berpisah. Jahat memang tapi itulah yang sangat di harapkannya.

Seunghoon sedang berjalan-jalan di taman setelah mendapatkan izin dari dokter Hangeng, kedua orang tuanya sedang membereskan barang-barang yang akan dibawa pulang.

Yeobo..”

Ne..”

“Aku senang melihat Seunghoon mempunyai semangat untuk sembuh, tapi..”

Appa Choi mendekati Umma Choi dan melingkarkan tangan dibahunya.

“Ada apa?”

“Siwon. Dia juga anak kita, aku tau bahwa Siwon bisa terlihat bahagia tapi jauh dari lubuk hatinya, ia pasti sakit. Aku Umma nya, aku bisa merasakannya juga”

“Lalu kau menginginkan apa?”

“Bagaimana jika kita menjodohkan Seunghoon pada anak temanmu?” Usul Umma Choi.

“Tapi kau tau, hal ini sudah kita lakukan. Tapi hasilnya nihil, bukan?”

“Kalau begitu, jangan jodohkan aku. Jodohkan Siwon dengan anak teman Appa, pasti mereka tanpa berpikir dua kali akan menerimanya” Seunghoon berjalan tenang mendekati kedua orang tuanya, tidak nampak gurat kekecewaan yang ada hanya senyuman indah terkembang.

“Ada apa??” Seunghoon menatap bertanya.

“Se..sejak.. kapan, kau datang??”

“Aku mendengar semua percakapan Umma dan Appa

“Tapi Seunghoon, bagaimana mungkin kami menjodohkan Siwon? Kau tau kan, Kyuhyun adalah kekasih Siwon”

Mendengar ucapan Appanya, Seunghoon hanya tersenyum meremehkan.

“Kyuhyun kekasihku Appa, Siwon memberikannya untukku”

“Bukan sayang.. tidak begitu, kau yang meminta izin dan Siwon mengizinkannya tapi bukan berarti..”

Umma.. aku sedang sakit, tidak bisakah aku bahagia??” Melas Seunghoon.

“Sudahlah, kita akan membicarakan ini nanti. Lebih baik sekarang kita lekas pulang, Siwon pasti sudah menunggu dirumah” putus Appa Choi.

Seunghoon merasa menang kali ini, ia pastikan bahwa hubungan Siwon dan Kyuhyun akan segera berakhir dengan tidak bisanya Siwon menyatakan secara tegas menolak segala perjodohan yang akan dilakukan oleh kedua orang tua mereka. Karena yang Seunghoon ketahui, Siwon adalah seseorang yang menyayangi keluarga.

“Satu langkah untuk memisahkan kalian akan segera dimulai” Seunghoon bergumam sembari senyum tak pernah lepas dari wajahnya.

-tbc-

Note :

Hay senangnya bisa menyapa kalian dengan the first project kami… oia karena chapter depan akan naik rate, maka akan kami private. Makasih juga untuk SuciCho posternya, suka bangettt.

(Yuhhuuuu… Im back again… Dengan miss lee kali ini..hhahaha…

Yang mau es lemon…tunggu next chap ya… Review kalian, penyemangat kami… *kecup satu-satu –mrs.Han–)

Jika menginginkan pw, syaratnya cukup meninggalkan jejak di chap pertama ini dan selanjutnya kalian bisa meminta pw nya dengan dm twit @EllenaHannie atau IG @mrs.hannie fb Ellena Severus atau juga bisa dm twit @vi203ra , dm IG di wkmagui703 terima kasih. Kami berdua bukan menginginkan banyak komentar hanya saja tunjukkan kalian dan jadikan kami keluarga kalian, jangan malu untuk bertegur sapa. Terima kasih.

Sooo…. See you in next chap our lovely reader… *lambai-lambai…

Advertisements

142 thoughts on “Nur Wahlen Sie (1)

  1. Waaah.. memang song seung hoon itu pantes bgt jd abangnya Siwon.. Emang pirip yaak..
    Cm kok selfish bgt di fic ini?
    Hiks.. WonKyu gak pisah kan ya..? 🙏🏻🙏🏻
    Aku bth pw, apa gak bs email aja as usual?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s