Posted in BL, Oneshoot, Romance, WonKyu Story

You, Me, and The Rain

CbewmA8UcAAYszH

By. Ellena Han

Rate : T+

Warning : BL, OOC, typos

Cast : Uri WonKyu

 

—-hanya sedikit cerita antara kau, aku dan hujan—-

 

 

*All Kyuhyun’s POV

“Sial…kenapa mendadak turun hujan seperti ini…” Aku menggerutu entah pada siapa. Well…karena nyatanya memang aku sendirian disini. Hei.. jangan katakan kalau aku gila karena bicara sendiri, aku masih waras tahu… 100%.

Aku memandang sebal pada tetesan air di teras tempatku berteduh. Harusnya hari ini bisa menjadi hari yang indah untukku, jalan-jalan ditaman, memainkan biola ku di salah satu sudut taman, lalu makan ramen hangat di kedai paman Jang di ujung jalan sana. Heemm… Sound interest, isn’t it ? Tapi apa… nyatanya aku malah terdampar di teras sebuah coffee-shop karena alasan konyol, lupa membawa payung.

Ayolah Cho Kyuhyun, kemana otak jeniusmu yang biasanya? Aku kembali menghela nafas sebal. Kata orang jika terlalu banyak menghela nafas akan membuang keberuntungan, biarkan saja, aku tak percaya pada mitos itu, karena aku mungkin sudah membuang beratus-ratus keberuntunganku hari ini sejak satu jam yang lalu kalau begitu.

Oh astagaa… kapan hujan ini akan berhenti, aku ingin segera pulang dan bergelung di selimutku yang hangat. Aku mendekap tas biola yang ada digenggamanku , memakainya sebagai penahan dingin, karena rupanya jaket tipis yang aku pakai mulai tidak bisa menahan dinginnya udara.

Klaaannggg….

Pintu cafe yang terbuka membawa aroma kopi yang menggoda, hangat, juga aroma lezat chinamon dari kue yang baru saja keluar dari panggangan. Mungkin ada baiknya jika aku berteduh di dalam sambil menikmati secangkir coklat panas. Ah..tapi tidak-tidak, lagi-lagi karena kepintaranku, aku meninggalkan dompetku.

Ya… ya… bisakah aku lebih sial lagi dari ini?

Aku mengusap poniku yang sedikit terkena percikan air. Jemari-jemariku memainkan tetes air hujan yang turun dari selusur atap.

“Kau suka hujan?”

Aku menoleh, hal pertama yang aku lihat adalah sepasang lesung pipi milik seorang pemuda. Tampan.

Whaaa… apa yang baru saja aku pikirkan, aku ini namja, dan aku mengatakan namja lain tampan. Well.. tapi dia memang tampan.

“Kau bicara padaku ?”

“Bukan. Pada biolamu..”

Mataku membulat, namja ini. “Oh…”.

Tak ada yang bersuara, entah sejak kapan pemuda ini ada di sampingku. Hei.. kenapa juga aku tak menyadari kehadirannya? Keningku berkerut.

“Kau lucu jika sedang berfikir”

“Kali ini kau bicara padaku atau biolaku?”

Dia terkekeh pelan. Godness… Seharusnya ada undang-undang yang melarang namja tampan ini tersenyum karena itu ilegal dan bisa membuat kecanduan dan berpotensi menimbulkan serangan jantung mendadak. Itu terbukti dari jantungku yang juga mulai berulah.

“Siapa namamu?” lagi-lagi dia menginterupsi kegiatanku bermain tetes air.

“Apa kita sudah sampai pada tahap berkenalan?”

Sekali lagi, dan membuatku terpesona untuk kesekian kalinya, pemuda itu tertawa, membuat lesung pipinya tercetak jelas. Uwoow… Dia mempesona. Hah.. apa yang aku pikirkan? Sadar Kyu… sadar…

“Kau lucu, sampai jumpa” pemuda itu melesat pergi, meninggalkanku dengan kening berkerut. Lho.. hujan sudah reda. Sejak kapan? Kenapa aku tidak menyadarinya?

Aku hanya bisa menatap punggung nya yang berlari menjauh. Siapa dia? Hei.. aku bahkan tak tahu namanya, eh… sepertinya tadi dia mengajakku berkenalan dan aku mengabaikannya.

Hah.. pabboya, sekarang kau bahkan tak tahu kan siapa namanya, bagus Kyu, kau sudah merusak keberuntunganmu satu-satunya. Sepertinya memang ada yang salah dengan otakku. Kenapa aku jadi memikirkannya? Kenal saja tidak. Tapi yahh… memang harus ku akui pemuda tadi memang menarik. Aku tersenyum pada cahaya matahari yang mulai menyinari bumi, membuat udara jadi sedikit lebih hangat. Well… Sampai jumpa lagi, Mr.Whoever

.

.

.

Huuuaaahhhhh…. aku selalu suka musim semi. Udara hangat, cuaca cerah, dan cherry blossom. Hei.. kenapa kalian memandangku seperti itu. Apa karena aku namja, lalu aku tak boleh menikmati musim semi. Musim semi milik semua orang kan, yeoja ataupun namja. Eh..tunggu, kenapa kita jadi membahas musim semi? Oh baiklah.. lupakan saja yang tadi itu.

Aku sedang duduk di bawah cherry blossom yang mekar sempurna, disalah satu sudut taman favoritku, sambil memainkan biola putih kesayangaanku. Dua bola mata bulatku terpejam, menikmati alunan Endless Love dari gesekan biolaku.

Aku selalu suka saat seperti ini. Hanya aku dan duniaku. Ketenangan yang membuatku nyaman. Hingga suara tepuk tangan yang terdengar saat nada terakhir ku mainkan membuatku membuka mata.

“Kau..”

“Oh.. kau masih ingat padaku?”

Hell… Tentu saja, bukankah kita baru bertemu minggu kemarin?”

“Euumm..ya… siapa tahu kau lupa, mengingat kau tak menyebutkan namamu saat itu”

Aku memutar bola mataku malas. Ya Tuhan..kenapa jantungku??

“Musikmu bagus…”

“Kau suka?”

“Boleh kau mainkan lagi?”

Aku tersenyum. “Cho Kyuhyun, kau?”

“Aku rasa kau tak perlu tahu namaku…”

“Kau!!” perempatan merah muncul didahiku, membuatku melotot sebal padanya. Dia hanya terkekeh pelan.

“Choi Siwon imnida…”

Dan hari ini, untuk pertama kalinya dalam 24 tahun hidupku, aku membiarkan seorang namja asing untuk duduk disampingku dan mendengarkan permainan biolaku. Aku tak tahu kenapa, tapi ada sesuatu dari pemuda ini yang membuatku nyaman. Dan aku suka itu.

.

.

.

“Lupa tidak bawa payung?”

Aku tersentak kaget. Astaggaaa. “Siwon. Kau mengagetkanku…” aku mendelik sebal padanya yang tersenyum lebar disampingku. Uh oh.. kenapa namja ini suka sekali tertawa. Itu ilegal.

“Apa aku tadi berteriak Kyu?”

“Siwon.. please… kau tahu apa maksudku”

“Jadi, kenapa kau bisa sampai disini lagi?”

“Kau tak lihat jika di luar hujan?”

“Dan kau lupa payungmu? Lagi?”

“Oh.. terimakasih atas simpatimu Siwon…”

Hyung..” Keningku berkerut. “Aku lebih tua darimu Kyu, panggil aku Hyung…”

“Tidak mau. Kecuali kau kekasihku…” Aku membungkam mulutku, bodoh, bodoh. Apa yang baru saja aku katakana? Sudah pasti si Choi ini akan mulai menggodaku.

“Oh.. kau mau jadi kekasihku Kyu?”

Nah.. apa aku bilang? “Dalam mimpimu Siwon…”

“Wow.. bahkan kau pun ingin hadir dalam mimpiku? Uh.. aku tersanjung Kyu…”

“Diamlah Siwon..”

“Kalau aku tidak mau?”

Godness… please… kenapa Kau menciptakan makhluk super komplit seperti ini, tampan, mempesona, tapi juga cerewet dan chessy ball.

“Bicaralah sendiri kalau begitu”

Aku melangkah kesal, keluar dari tempatku berteduh di cafe itu. Hah.. Kenapa aku tadi memilih berteduh di cafe itu jika aku sudah tahu bahwa aku akan menemukan Siwon disana, dan pastinya akan berakhir seperti ini. Well.. cafe itu memang miliknya. Tapi, memang hanya tempat itu yang bisa digunakan untuk berteduh di sekitar taman ini.

Aku menghentakkan kaki ku dengan sebal. Tak peduli pada tetes-tetes air yang mulai membasahi tubuhku. Yang aku perlu saat ini adalah membuat jarak sejauh mungkin dengan Siwon pabbo itu. Hah.. berada terlalu dekat dengannya, bisa membuatku mati kehabisan darah karena terus merona. Dia itu selalu punya sejuta cara untuk menggodaku.

“Kyuuu… nanti kau bisa kena flu!!!”

Aku mendengarnya berteriak dari teras cafe itu. Aku hanya berbalik dan menjulurkan lidahku, terus melangkah mundur sambil mengejeknya.

“Kyuu… Awaasss!!”

Dukk… Bruukkk…

“Aaww….”

Sial. Kenapa ada trotoar disini? Aku meringis menahan sakit di bagian belakang tubuhku yang menyentuh aspal. Uh.. Ummaa… ini sakit. Dan mari kita lihat apa yang sedang dilakukan si Choi itu. Nah benarkan apa yang aku pikirkan, dia menertawakanku.

Aku mengerucutkan bibirku, bisa-bisanya dia menertawakanku sampai seperti itu. Awas saja. Akan kubalas suatu saat nanti. Aku bergegas bangkit dan berlari sekuat tenaga. Tak peduli pada Siwon yang masih tertawa.

Mungkin saja jika aku ada di dekatnya, aku akan bisa mendengarnya berbisik sesuatu yang bisa membuatku kembali merona.

“Kau menarik, Kyu…”

.

.

.

Pandanganku mengabur, kepalaku berdenyut, nafasku sesak. Oh Gezz… sepertinya aku benar-benar terkena flu. Hah.. siapa suruh aku hujan-hujan kemarin? Ah.. tapi bukan salahku kan, kalau saja Siwon tidak menggodaku, aku kemarin pasti akan tetap berteduh disana dan tidak akan kehujanan, dan akhirnya aku tidak akan terkena flu. Jadi mari kita salahkan Choi Siwon.

Err… bicara soal namja Choi itu, hufh.. hari ini aku tidak bisa bertemu dengannya ya… haaaah…. Yah.. Apa lagi yang bisa aku lakukan, jangankan untuk turun dari tempat tidur, untuk membuka mata saja sudah membuat kepalaku berputar. Tapi.. kenapa juga aku memikirkannya. Dia saja mungkin tak mengkhawatirkanku. Entah kenapa membayangkan hal seperti itu membuat ada sesuatu yang memercik di hatiku.

Eh.. aku tidak sedang jatuh cinta padanya kan? Hell.. Apa aku tadi berkata jatuh cinta.. Kalau ya. Tolong lupakan saja, sepertinya otakku sudah banyak bergeser dari tempatnya karena demamku.

Pintu kamarku terbuka, tak perlu repot-repot melihat siapa yang datang, karena sudah pasti itu noonaku yang membawakanku obat atau makanan. Yeah.. Siapa lagi orang di rumah ini yang akan masuk ke kamarku selain Jae noona, aku memang hanya tinggal berdua saja dengannya. Orang tua kami ada di luar negeri. Tak perlu penjelasan untuk apa mereka disana kan?

Wait… eh.. sepertinya ada yang aneh, kenapa noonaku jadi pendiam, biasanya dia kan langsung mencercaku dengan omelannya tentang ini dan itu. Dan lagi, beban di ranjangku sepertinya lebih berat jika untuk ukuran tubuh Jae noona. Otakku bekerja, membuat kepalaku semakin berdenyut. Oh ayolah. Aku sedang tak ingin berfikir.

Aku memunculkan sedikit kepalaku dari balik selimut, mengintip sedikit dari kelopak mataku yang berat. Dan detik selanjutnya mataku membola, membuatku terduduk dengan cepat dan seketika itu pandanganku berputar. Aku mengerang pelan, memegang kepalaku.

“Kyu, kau tak apa-apa?”

“Kau. Bagaimana kau bisa masuk?”

“Tentu saja aku masuk melalui pintu Kyu…”

“Siwon…”

“Eumm… aku bertemu noonamu dibawah. Dia berkata jika aku boleh menemuimu di kamarmu.” Siwon mengusap belakang tengkuknya, salah tingkah.

“APAAA….!!!???”

“Jangan berteriak Kyu.”

Tsk.. tsk.. Awas saja kau noona. aku akan mencuri semua boneka gajahmu dan memberikannya pada kucing tetangga.

“Apa yang kau lakukan disini Siwon?”

Aku memandang pada pemuda yang duduk di tepi ranjangku. Dalam hati merutukinya yang bagaimana bisa dia selalu tampak tampan. Kaos lengan panjang dan jeans pun bisa membuatnya tampak lezat. Ingat Kyu, ingat! Kau sedang sakit.

“Aku ingin menjengukmu…”

“Darimana kau tahu aku sakit?” mataku memicing curiga padanya.

“Euumm… Sebenarnya aku tak tahu jika kau sakit” Siwon kembali mengusap tengkuknya.

“Darimana kau tahu alamatku?”

“Kau meninggalkan tasmu di teras cafe kemarin…”

Tas… Tas apa? Tas…. Astagaaa…. Tas biolaku dan hell yeah.. disana tertulis nama dan alamatku. Aku memang sengaja menulis identitasku disana, yah.. untuk berjaga-jaga jika aku ceroboh meninggalkan tasku di satu tempat, maka akan ada orang yang mengembalikannya padaku. Dan yeah.. Siwon ternyata orangnya.

“Ya. Aku ingin mengembalikan tas mu, ada alamatmu tertulis disana…”

“Kau bisa membaca pikiran, Siwon?”

Sekarang giliran dahinya yang berkerut. “Apa maksudmu?”

“Yang itu tadi soal alamat?”

Well.. tertulis jelas di dahimu Kyu…”

Aku mengeluh pelan. Great… pemuda ini selalu bisa menjawab semua pertanyaanku. Yah..tak masalah sebenarnya, karena entah bagaimana aku menyukainya. Biasanya orang yang mencoba mendekatiku tidak akan tahan karena mulut tajamku, tapi sepertinya Siwon tidak. Pemuda itu selalu tahu bagaimana memperlakukanku, kapan saat dia harus membuatku menyerah kalah. Aku memang baru saja mengenalnya, tapi rasa nyaman yang kurasakan saat bersamanya sungguh mengherankan. Dan aku suka itu.

Aku kembali menyusupkan tubuhku pada selimut tebalku. Berdebat dengan Siwon hanya akan menambah denyut kepalaku.

“Kau mau tidur?”

“Hemmm…”

“Baiklah.. aku pulang saja…”

“Tak bisakah kau menemaniku disini?”

“Memangnya berapa umurmu Kyu?”

“Tak mau ya sudah….”

Ya Tuhan… apa yang baru saja kau lakukan. Bagus Kyu. Kau mempermalukan dirimu sendiri.

“Tidurlah.. aku akan menemanimu…”

Siwon merebahkan tubuhnya di sampingku. Membuatku sedikit merasakan panas tubuhnya yang mungkin bisa membuatku bertambah demam. Tangan besarnya mengusap lembut surai coklatku. Mataku mulai berat, usapannya membuatku mengantuk.

“Tidurlah Kyu. Aku akan menjagamu…”

Kata-kata Siwon bagaikan lullaby yang indah untukku. Kurasakan sesuatu yang lembut menyentuh sudut bibirku sebelum mimpi menjemputku.

.

.

.

My God… kenapa aku, hujan, dan Siwon, tidak bisa untuk tidak berhubungan. Apa karena kami pertama kali bertemu saat hujan atau apa?

Ya…ya… Apapun itu, sepertinya kami tak punya pilihan lain selain menjalaninya.

Yeah.. seperti sekarang, lagi-lagi kami terguyur hujan saat jalan-jalan dan salahkan lagi kepintaranku yang aku kira akan menang melawan cuaca dengan alasan konyol, melupakan payung.

“Cepat Siwon, nanti kita basah. Aku tak mau terkena flu lagi…” Aku menarik tangan Siwon yang berlari kecil di belakangku, mencoba mencari tempat berteduh, dan sialnya, sepertinya tidak ada tempat berteduh di taman ini.

Langkahku terhenti ketika Siwon menghentikan langkahnya, membuatku berbalik dan mendelik sebal padanya yang tersenyum lebar.

“Apa yang kau lakukan pabbo? Ayo cepat, aku tak mau basah kuyup lagi…”

Aku berbalik, tapi belum sempat aku melangkah kurasakan tanganku tertarik dengan kuat dan detik selanjutnya aku sudah ada dalam dekapan Siwon. What the….

“A-apa…”

Sial, kenapa aku jadi gugup? Hell.. siapa yang tidak akan gugup jika ada pemuda tampan, dengan tubuh yang mulai basah oleh air, tersenyum menggoda ke arahmu, memelukmu erat dengan jarak sedekat ini, hingga kau bisa merasakan hembusan nafasnya. Bisa kalian bayangkan?

“Kenapa terburu-buru Kyu? Bukankah kau suka hujan?” Siwon berbisik tepat di bibirku. Oh Tuhan.

“A-ku.. aku.. aku hanya tak ingin… hhmmpphh…”

Damn.. damn… Ciuman pertamaku, pemuda ini, dan apa-apaan ini? Kenapa jutaan kupu-kupu berdemonstrasi di perutku?

Bibir lembut itu masih mengecup lembut bibirku, dengan sedikit sensasi dingin tetesan air hujan. Siapapun tolong aku….

Kecupan itu perlahan mulai menjadi sebuah lumatan yang dalam, perlahan aku mulai membalas mengikuti permainan bibirnya, mengecap segala rasa yang ada disana. Tanganku mulai menaiki bahunya dan berhenti di leher kokohnya. Aku menyusupkan jemariku ke surai hitam Siwon, memintanya memperdalam ciuman kami.

Katakan jika aku gila, tapi, uh..ini memang yang aku inginkan. Ya.. aku menyukainya. Pemuda ini dengan segala keusilannya, aku menginginkannya.

Aku mendorong dadanya perlahan ketika otakku meneriakkan udara. Dahi kami bersentuhan. Tersenyum ketika menyadari apa yang baru saja kami lakukan. Tak kupedulikan lagi tubuhku yang sudah sepenuhnya basah. Pelukan Siwon cukup untuk menghangatkannya.

“Apa Hyung akan memintaku jadi kekasihmu?”

“Tidak…”

Hatiku mencelos, kecewa. Jika dia tidak ingin menjadikanku kekasih, lalu apa.. kenapa dia melakukan semua ini padaku?

Siwon tertawa pelan, membuatku melemparkan pandangan membunuh padanya. Bisa-bisanya dia menertawakanku setelah melakukan semua ini padaku. Ingin sekali aku merobek seringai menyebalkan di wajahnya.

“Kau lucu jika berwajah seperti itu”

“Choi Siwon..jangan menggodaku”

Bibirku mengerucut, membuat Siwon memberikan lagi satu kecupan singkat disana. Aku kembali mendelik sebal padanya dengan pipi merona.

“Aku memang tak ingin memintamu jadi kekasihku, Kyu. Tapi aku ingin memintamu menikah denganku…”

MWO…!!!????”

“Itu artinya kau setuju…”

“SIWOOON…. haattssssyyiii…”

“Hah.. Sepertinya kau flu lagi Kyu.. Ayo pulang, aku akan merawatmu, kau harus sehat di hari pernikahan kita nanti…”

“CHOOIIII SIIWONNN….”

——-End——

Bukankah cinta itu sederhana, hanya perlu seperti air yang selalu mengajak bunga berdansa. Mungkin seperti itu jugalah arti Kyuhyun, Siwon, dan hujan. Karena hujan akan selalu seperti tetesan cinta Siwon untuk Kyuhyun, dan akan terasa seperti kesejukan kasih Kyuhyun untuk Siwon. Sederhana bukan? Jadi….. berbahagialah……. ^^

—-Beneran End—–

Haiii…. I’m back… Merindukanku…? *lambai-lambai… 😀

Well… Persembahan (tssaahh..) untuk rumahku tercinta…. Happy Anniversaryyy…. *tebar confetti… :* ahh..senang bisa kembali… 😀

So….ripiu yaa mai lopely reader… Saya akan duduk manis menunggu ripiu kalian…

Buat semua yang sudah membaca semua tulisan saya…TERIMAKASIH BANYAAAKKKK *special pake cepslok

Special lagi…mrs.lee… Aku kembali untuk merepotkanmu… Hahahaha… *kabburrr

Paaaaaaiiiii… C U in another story… 😀

–mrs.hannie–

Advertisements

Author:

I Love Hangeng ❤❤❤❤❤

47 thoughts on “You, Me, and The Rain

  1. seevil”nya kyuhyun dan setajam”nya ucapan kyuhyun tu tdk akan brlaku utk siwon, bagaimana oun siwon pasti bs meluluhkan kyuhyun dan begitu pun sebaliknya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s