Posted in BL, Genre, Oneshoot, Romance, Unrated, WonKyu Story

Pillow Talk

images (4)

PILLOW TALK

By: Zayn Malik

for The Leader of WKC

WONKYU

“I’d love to hold you close, tonight and always I’d love to wake up next to you”

Climb on board

We’ll go slow and high tempo

Light and dark

Hold me hard and mellow

Kyuhyun mendorong tubuh Siwon tepat saat pintu lift tertutup, mempertemukan bibir mereka dengan lengan mengunci leher Siwon yang menggeram pelan diantara ciuman mereka. Siwon memutar posisi mereka hingga tubuhnya memerangkap tubuh Kyuhyun yang bersandar di dinding lift. Kyuhyun mengelus belakang kepala Siwon sambil mendesah pelan, Kyuhyun membalas ciuman Siwon yang semakin membuat kedua kakinya lemas. Dia tidak peduli lagi jika lift berhenti dan ada orang lain yang melihat mereka melakukan ini. Kyuhyun sudah hampir mati karena putus asa beberapa hari terakhir ini. Siwon begitu sulit ditemui karena semua promosi-promosi yang dilakukan oleh kepolisian Seoul dan dirinya sangat merindukan pria itu.

I miss you, Cho Kyuhyun.” Siwon berbisik didepan bibir Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum sebelum kembali menekan belakang kepala Siwon, belum rela untuk mengakhiri ciuman mereka. Siwon menggigit bibir bawah Kyuhyun sebelum menguasai mulut Kyuhyun dan menciumnya lebih dalam. Sementara, Kyuhyun membuka mata dan melirik untuk melihat berada di lantai berapa mereka saat itu, mungkin hari ini dirinya dan Siwon sangat beruntung, karena lift tidak berhenti di sembarang lantai, masih ada beberapa lantai lagi yang harus mereka lewati. Kyuhyun kembali memejamkan matanya saat Siwon terus menguasai bibir dan bagian dalam mulutnya dengan memperdalam ciuman mereka. Kyuhyun mendesah pelan, menikmati belaian bibir Siwon dibibirnya. Menjalani wajib militer sama sekali tidak mengurangi kemampuan bibir Siwon untuk membuat Kyuhyun lupa diri.

Ding!

Siwon segera melepaskan ciumannya, perlahan, pria itu membuka matanya dan menatap mata Kyuhyun dengan wajah yang masih sangat dekat. Nafas mereka memburu, seluruh tubuh mereka berdesir oleh gairah. Siwon menarik tangan Kyuhyun saat pintu lift terbuka tanpa menunggu waktu lebih lama lagi. Kyuhyun sebisa mungkin berusaha mengimbangi langkah Siwon. Kyuhyun melihat sekeliling lorong, tidak ada satu orang pun. Wajar saja, mengingat waktu yang hampir atau sudah lewat tengah malam.

Belum sempat Kyuhyun mengalihkan pandangannya ke depan, tubuhnya sudah terperangkap lagi diantara Siwon dan pintu apartemen yang masih tertutup. Bibir Kyuhyun kembali dikuasai oleh Siwon. Kyuhyun ingin mendorong tubuh Siwon tapi ciuman kekasihnya itu seolah membuat tubuhnya begitu lemas, tidak ada yang bisa dia lakukan selain membalas ciuman Siwon. Kyuhyun mendengar suara pintu yang gagal terbuka karena Siwon salah memasukkan kata sandi. Pria manis itu memilih untuk mengabaikannya dengan melingkarkan lengannya dipinggang Siwon, semakin menghapus jarak diantara mereka. Entah sudah berapa lama mereka hanya berdiri disana dan saling mendominasi seolah tidak akan ada hari esok. Kyuhyun mendengar Siwon menggeram pelan saat tangan Kyuhyun mulai bergerak disekitar punggungnya. Kyuhyun tersenyum diantara ciuman mereka sebelum mendorong tubuh Siwon.

“Kita harus berhenti sekarang, sebelum ada orang yang melihat kita melakukan ini.” Kyuhyun tertawa pelan saat melihat Siwon mendesah frustasi.

Kyuhyun berbalik untuk memasukkan kata sandi saat lengannya disentak oleh Siwon, membuatnya kembali berhadapan dengan kekasihnya yang mungkin hampir sebulan ini tidak bisa dia temui.

“Tidak akan ada yang akan melihat kita di waktu yang sudah lewat tengah malam. Atau jika kau mau aku aku bisa mengosongkan seisi gedung. Agar kita bisa terus berciuman disetiap sudut gedung tanpa perlu takut ada yang melihat.” Mata Siwon berkilat, dan saat itu Kyuhyun tahu bahwa pria itu sama sekali tidak main-main dengan ucapannya.

Kyuhyun bergerak maju satu langkah sampai wajah mereka berhadapan dengan jarak yang sangat dekat. “Kita bisa melakukan apapun yang kita inginkan didalam.” Kyuhyun menyeringai saat Siwon mengangkat alisnya, lalu melajutkan, “Hugging.” Kyuhyun memeluk Siwon sebentar sebelum kembali berbisik, “Kissing. And…

Make lo—“

Kyuhyun meletakkan telunjuknya dibibir Siwon, sebelum mengecup bibir Siwon dengan telunjuk yang masih berada di bibir Siwon. Kyuhyun menautkan jemari mereka sebelum memasukkan kata sandi apartemen Siwon dengan tangannya yang bebas. Kyuhyun menarik tangan Siwon saat pintu berhasil terbuka. Siwon tanpa pikir panjang langsung menendang pintu hingga tertutup dan dalam waktu sepersekian detik tubuh Kyuhyun telah berada diatas bahunya.

“Kau tahu? Kita bahkan belum membicarakan tentang apapun, yang kita lakukan sejak bertemu hanyalah berciuman. Bahkan kita belum sempat untuk sekedar saling bertukar kabar. Apa kau tidak merasa lelah?” Tanya Kyuhyun.

“Aku tidak akan pernah lelah, baby. Jadi bersiaplah.”

Kyuhyun menelan ludahnya, tapi jantungnya mulai berdegup kencang penuh antisipasi.

I’m seeing the pain, seeing the pleasure

Nobody but you, ‘body but me, ‘body but us

Bodies together I’d love to hold you close, tonight and always

I’d love to wake up next to you

I’d love to hold you close, tonight and always

I’d love to wake up next to you

Siwon perlahan menurunkan tubuh Kyuhyun diatas kasur lalu memandangi wajah Kyuhyun yang sedikit memerah. Sangat cantik dan Siwon merindukannya. Siwon membebaskan kedua kaki Kyuhyun dari sepatu dan kaus kaki yang dia kenakan sebelum dia menempati tempat kosong disebelah Kyuhyun. Siwon mencuri satu kecupan dari bibir Kyuhyun sebelum membaringkan tubuhnya dan memiringkan tubuhnya kearah Kyuhyun yang menatapnya dengan wajah bingung. Siwon tidak bisa menahan senyumnya, dan itu hanya membuat Kyuhyun semakin bingung.

“Aku pikir kita…” Kyuhyun menggigit bibirnya, terlalu malu jika kata itu harus keluar dari mulutnya.

“Kita?”

“Kita akan…”

Siwon tertawa pelan saat wajah Kyuhyun memerah. Siwon menarik tubuh Kyuhyun kedalam pelukannya dengan dagu berada diatas kepala Kyuhyun. Siwon tidak peduli jika pakaian mereka masih lengkap, bahkan dirinya masih menggunakan sepatu. Siwon masih ingin menikmati keberadaan Kyuhyun dalam pelukannya. Satu bulan tidak bisa bertemu sudah cukup membuat hidup Siwon seolah berada dineraka.

Siwon tersenyum sebelum memejamkan matanya perlahan. Siwon dapat merasakan deru nafas Kyuhyun menerpa lehernya, tubuh ini terasa sudah begitu lama tidak berada dalam pelukannya. Siwon menarik nafas dalam-dalam, berusaha menghirup aroma Kyuhyun sebanyak yang dia bisa. Salah satu sumber kekuatannya.

“Mari kita mulai dengan melakukan ini. Hugging. Sama sekali tidak buruk, kan?” Bisik Siwon, masih dengan mata terpejam.

Kyuhyun tersenyum. Ini salah satu alasan dari seratus juta alasan kenapa dia mencintai Siwon. Pria ini benar-benar tidak bisa ditebak dan Kyuhyun menyukainya. Dia mengira mereka akan melakukan you-do-know-what tepat setelah pintu apartemen tertutup. Tapi lihatlah sekarang! Prianya lebih memilih untuk memeluknya. Kyuhyun memejamkan matanya sebentar meresapi kenyamanan yang mengalir dan memberikan kehangatan yang begitu dirindukannya. Kyuhyun menempelkan wajahnya dileher Siwon setelah mengecupnya sebentar. Lalu pria manis itu melingkarkan lengannya disekitar tubuh Siwon tanpa ragu.

Yes, hugging. Kita masih memiliki banyak waktu sebelum malam ini berakhir.”

Tidak ada yang mengeluarkan suara. Hanya suara nafas mereka dan tubuh yang saling memeluk tanpa ada niat sedikit pun untuk saling melepaskan. Dan hati yang tidak bisa berhenti saling merindukan.

“Kyu..” Siwon mecium puncak kepala Kyuhyun dan menempelkan pipinya di puncak kepala Kyuhyun.

I know. I miss you too.” Bisik Kyuhyun semakin mengeratkan pelukannya.

Siwon tertawa pelan. Bahkan dia belum mengucapkannya, tapi sudah mendapatkan jawabannya. Siwon mengecup puncak kepala Kyuhyun beberapa kali (lagi) lalu perlahan turun ke kening pria itu. Lagi. Kecupan panjang tertanam di kening Kyuhyun sebelum bibir Siwon mengecup ujung hidung Kyuhyun. Siwon mempertemukan hidung mereka dan menggerakkan beberapa kali, hal itu sukses membuat Kyuhyun terkikik geli. Mata mereka bertemu pandang membuat aktivitas mereka beberapa saat yang lalu terhenti. Nafas hangat yang saling menerpa wajah, bibir yang hanya berjarak kurang dari satu sentimeter. Kyuhyun mengerjapkan matanya beberapa kali sebelum memejamkan matanya, seolah memberikan isyarat pada Siwon.Kyuhyun bisa merasakan bibir mereka yang nyaris bertemu, tapi Siwon belum juga bergerak. Damn! Apalagi yg ditunggu oleh pria dihadapannya ini. Hanya nafas hangat dengan aroma mint yang begitu familiar untuknya. Sedikit frustasi, Kyuhyun membuka matanya pelan-pelan dan menemukan Siwon mengulum senyumnya.

“Kau… Tidak mau menciumku?” Tanya Kyuhyun mengangkat sebelah alisnya dengan wajah marah yang dibuat-buat.

“Kau sangat cantik. Aku benar-benar tidak sedang bermimpi, kan?”

“Itu sama sekali tidak menjawab pertanyaanku. Tidak! Kau tidak sedang bermimpi.”

Kyuhyun mencium Siwon sedikit keras dan kasar membuat kepala pria itu sedikit terdorong ke belakang, sebelum Siwon mampu bereaksi, Kyuhyun telah melepaskan ciuman mereka. Dan tanpa memberikan Siwon waktu untuk berpikir Kyuhyun kembali mempertemukan bibir mereka, kali ini sedikit lebih lama. Kyuhyun mengusap ujung bibir Siwon dengan ibu jarinya lalu berdecih pelan.

“Kau sedang dalam keadaan seratus persen sadar dan tahu lebih dari siapapun jika kau tidak sedang bermimpi.” Kyuhyun mencubit hidung Siwon.

Siwon meringis pelan, sebelum berkata, “But it sucks, you know? Kita tidak bisa bertemu sesering yang kita inginkan. I just miss you too much.

“Kau sudah cukup tahu jika tidak bisa sering bertemu itu menyebalkan. Tapi…” Bisikan itu menggantung saat jari-jari Kyuhyun bergerak perlahan menelusuri kerah kemeja putih Siwon sampai ke kancing kedua yang membuat Kyuhyun bisa mengintip sedikit bagian dada bidang Siwon.

“Tapi?”

Tangan Siwon menangkap jari-jari nakal milik Kyuhyun dan menekan genggamannya tetap berada didadanya. Kyuhyun menatap Siwon dengan senyum tipisnya.

“Kau belum juga melakukan apa-apa padaku. I’m waiting for you, Choi Siwon.” Kyuhyun mengangkat sedikit kepalanya, membiarkan dirinya berbisik lirih tepat didepan telinga Siwon.

“We’re done kissing. What’s next, baby?”

“You tell me.”

So we’ll piss off the neighbours In the place that feels the tears

The place to lose your fears Yeah, reckless behavior

A place that is so pure, so dirty and raw

Be in the bed all day, bed all day, bed all day

Fucking in, fighting on

It’s our paradise and it’s our war zone

It’s our paradise and it’s our war zone

Siwon mencium leher Kyuhyun yang masih memeluknya dengan nafas memburu. Siwon tertawa pelan ceruk leher Kyuhyun dengan tubuhnya masih berada diatas tubuh kekasihnya. Siwon dapat merasakan jemari Kyuhyun yang menempel dipunggung telanjangnya yang kini sudah basah oleh keringat.

I love you, Choi Siwon.”

I love you too, baby.”

Siwon mengangkat kepalanya, lalu mengecup puncak kepala Kyuhyun. Setelah membalas senyuman Kyuhyun, Siwon berguling kesebelah Kyuhyun, dan menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka. Siwon menyelipkan lengannya dibawah kepala Kyuhyun dan memeluk tubuh Kyuhyun dengan tangannya yg lain. Posisi favorit Siwon, tidur dengan Kyuhyun ada dipelukannya. Diranjang mereka setelah.. ehem.. you-know-what.

Baby?”

“Euhm..”

Kyuhyun menggumam sambil semakin mendekatkan diri pada Siwon.
Siwon menundukkan kepalanya sebentar, dan mendapatkan Kyuhyun telah memejamkan matanya. Siwon menghela nafas panjang. Pria ini benar-benar tahu cara membuatnya gila.

“Kau tidak berniat untuk tidur, kan, sayang?” Siwon sedikit menekankan ucapannya pada kata sayang.

“…”

Baby, kita memiliki waktu selama kurang lebih tujuh jam. Aku tidak mau menghabiskannya hanya dengan tidur tanpa bicara padamu.” Ucap Siwon sedikit frustasi saat Kyuhyun tidak lagi merespon ucapannya.

Seketika, Siwon sedikit menyesali keputusanya bercinta dengan Kyuhyun. Bahkan mereka tidak memiliki waktu banyak untuk sekedar bertukar kabar selama satu bulan terakhir, tapi dia dengan cerobohnya malah lebih memilih untuk mengikuti nafsunya. Siwon meringis tanpa suara dengan wajah menengadah ke langit-langit kamarnya. Siwon memiringkan tubuhnya sedikit lalu mencium puncak kepala Kyuhyun dan meletakkan dagunya diatas kepala Kyunyun. Siwon bisa merasakan nafas dilehernya, membuatnya menghela nafs panjang lagi. Sepertinya Siwon harus menunggu satu bulan lagi untuk mengobrol dengan Kyuhyun.

Kenyataannya, dia telah melewatkan kesempatannya malam ini dengan membuat Kyuhyun lelah dan tertidur. Dalam waktu empat jam terakhir sejak pertemuan mereka, mereka benar-benar tidak bisa berhenti untuk saling menyentuh. Bahkan entah sudah berapa kali Siwon mencuri kecupan di bibir Kyuhyun selama dalam perjalanan kemari. Bahkan, Kyuhyun yang biasanya terkesan begitu malu-malu, mengabil inisiatif lebih dulu saat mereka berciuman di lift. Seharusnya, Siwon tidak mengikuti nafsunya. Siwon mengeratkan pelukannya dan memutuskan untuk memejamkan matanya, berusaha berhenti menyesali semuanya. Mungkin tertidur dengan Kyuhyun berada dipelukannya hingga pagi akan bisa mengikis keriduannya selama satu bulan ini.

“Aku tidak menyangka akan merasakan pelukan hangat ini lebih cepat dari perkiraanku. Saat, Jiwon mengatakan akan memberikan kejutan ulang tahun untuk oppa kesayangannya, tanpa berpikir panjang aku menawarkan diriku untuk ikut. Ah.. Kau pasti tidak tahu bagaimana Yongsun hyung berteriak padaku sebelum aku meninggalkannya didepan gedung SM. Kau benar-benar harus melihatnya, Siwon.” Kyuhyun membuka matanya dengan senyum geli.

Baby, aku pikir kau…” Siwon menunduk untuk menatap Kyuhyun yang kini tersenyum jahil kearahnya.

“Aku hanya sedikit memanjakan diriku. Menikmati pelukan kekasihku tanpa suara. Apa itu salah?” Kyuhyun memicingkan matanya dengan bibir sedikit mengerucut.

Siwon tertawa lega. Dia pikir harus menghabiskan sisa malam ini sendirian. Siwon menurunkan posisi kepalanya agar sejajar dengan Kyuhyun. Siwon membelai wajah Kyuhyun sebelum tersenyum. God! Siwon benar-benar ingin mencium bibir merah kekasihnya ini, tapi jika dia menciumnya sekarang pasti akan berakhir dengan desahan yang memenuhi ruangan itu, bukannya obrolan ringan tentang kegiatan mereka selama satu bulan terakhir ini.

“Tidak salah sama sekali. Aku kira kau tertidur.” Ujar Siwon sambil cemberut.

“Bagaimana aku bisa tertidur jika ada seorang pria seksi sedang memelukku.”
Siwon dan Kyuhyun tertawa pelan. Pipi Kyuhyun bersemu merah, tak habis pikir dirinya bisa se-cheesy ini. Mungkin karena Kyuhyun terlalu merindukan pria ini sampai dirinya mengesampingkan rasa malunya.

“Terima kasih, Kyu.” bisik Siwon sambil menatap Kyuhyun dengan lembut.

“Terima kasih kembali.”

“Aku pikir aku tidak akan bisa bertemu denganmu hingga bulan depan. Terima kasih telah mengabaikan dan membuat Yongsun hyung. Kerja yang bagus.”
Siwon dan Kyuhyun tertawa, benar saja, Yongsun pasti akan mengomel panjangnkali lebar tentang masalah ini. Tapi, Kyuhyun bisa mengatasinya. Lalu, bagaimana dengan Siwon?

“Aku bisa mengatasi Yongsun hyung. Tapi… Kau?” Tanya Kyuhyun ragu, seketika dilingkupi kecemasan.

“Aku bisa mengatasinya jika aku kembali sebelum pukul sepuluh.” Siwon tersenyum geli kearah Kyuhyun yang kini menatapnya dengan cemas.

Kyuhyun membelai wajah Siwon yang menepuk-nepuk punggungnya pelan. Awalnya, Siwon tidak akan pulang bersama, tapi Donghae dan Changmin menyanggupi untuk menutupi kepergiannya sepanjang malam ini sampai sebelum apel pagi keesokan harinya. Siwon dengan nekatnya menerima penawaran itu, Kyuhyun sempat menentang keras ide mereka. Tapi dengan sedikit bujukan dari Jiwon akhirnya Kyuhyun menerimanya walaupun masih ada kecemasan yang menggelayut dihatinya. Kyuhyun tidak bisa menepis kenyataan, jika dirinya sudah terlalu merindukan Siwon.

“Kita bisa mengatasinya.” Ucapan Kyuhyun membuat Siwon tersenyum sebelum mengangguk pelan untuk memberi Kyuhyun keyakinan.

“Kita bisa mengatasi Ayahku dan Ayahmu. Komandan kepolisian dan Yongsun hanyalah semut kecil jika dibandingkan dengan mereka.”

Lagi. Mereka tertawa lepas mendengar lelucon Siwon yang sama sekali tidak lucu.

“Bagaimana para hyung? Apa mereka menjagamu dengan baik?” Tanya Siwon, pertanyaan itu mengubah ekspresi wajah Kyuhyun seketika.

Kyuhyun berdecih pelan. Diluar konser atau kegiatan lain mereka menjaganya dengan sangat baik. Tapi, tolong jangan ingatkan Kyuhyun pada sejumlah peristiwa-peristiwa horror yang dia alami setelah kepergian Siwon selama Super Camp. Kyuhyun bergidik membayangkan wajah para hyung-nya yang perlahan mendekati wajahnya dengan alasan pepero. Ya Tuhan! Kyuhyun menggelengkan kepalanya cepat untuk menghapus bayangan mengerikan itu dari otaknya.

“Ada yang salah, baby?” Tanya Siwon, sedikit panik.

Ani. Tapi para hyung-lah yang salah. Kau tahu, selama Super Camp kami tidak berhenti bermain pepero game. Dan mereka benar-benar menyedihkan. Mereka harus segera menikah sebelum mereka benar-benar gila dan memerlukan perawatan intensif.” Siwon bisa merasakan kekesalan Kyuhyun dari nada suaranya.

“Separah itu?”

Kyuhyun mengangguk cepat, membuat Siwon tertawa geli. Siwon tahu banyak tentang pepero game yang dilakukan oleh para member selama Super Camp. How he wished he is there! Bahkan, Siwon sempat membaca tweet fans yang mengatakan Kyuhyun kelihatan trauma dengan game itu karena kelakuan parah hyung yang sangat frontal. Mereka benar-benar salin mencium tanpa ragu, dengan sengaja saling menempelkan bibir mereka satu sama lain.

“Ya. Bibirku terus saja menjadi korban mereka. Itu benar-benar menjijikkan, Siwon. Mereka semua pria dewasa. Ya Tuhan! Bahkan dengan memikirkannya saja sudah membuatku jengah.” Kyuhyun menarik selimut hingga menutupi kepalanya.

Siwon mengerutkan keningnya dan menurunkan selimut Kyuhyun sambil menatap kedalam mata kekasinya itu, lalu berkata, “Tapi aku juga pria dewasa, sayang. Dan sejak tiga jam terakhir ini, kita sudah ratusan kali berciuman. Bagaimana menurutmu?” Wajah Siwon kelihatan sedikit terluka, tapi Siwon tidak benar-benar serius dengan ucapannya.

Kyuhyun yang menyadari ucapannya, langsung menangkup wajah Siwon sebelum pria itu memalingkan wajahnya dan mempertemukan bibir mereka. Siwon harus tahu jika dirinya berbeda dari pria manapun didunia ini. Kyuhyun menggigit bibir bawah Siwon saat mendengar Siwon menggeram didalam mulutnya. Kyuhyun tersenyum puas saat Siwon membalas ciumannya, dengan tangan kekarnya yang mulai menguasai seluruh tubuhnya. Siwon menyentuh setiap bagian tubuh Kyuhyun yang terjangkau olehnya. Kyuhyun mendesah saat Siwon menindih tubuhnya dan memperdalam ciuman mereka, mempertemukan lidah mereka lalu menguasai mulut Kyuhyun setelah berhasil mendominasi ciuman mereka. God! Siwon and his mindblowing kisses. Kyuhyun tidak akan pernah merasa cukup.

“Kau berbeda, Choi Siwon. Kau bukan sekedar pria dewasa, tapi kau milikku. Pria-ku!” Ucap Kyuhyun setelah ciuman mereka berakhir.

Siwon mengumpat pelan, tanpa membuang waktu Siwon kembali melumat bibir Kyuhyun, kali ini lebih posesif dari sebelumnya, Siwon tidak membiarkan Kyuhyun mengimbangi ciumannya. Siwon mendominasi ciuman mereka sepenuhnya, yang hanya membuat kaki Kyuhyun semakin terasa lemas. Siwon mencium kening Kyuhyun, lalu kembali mencium bibir Kyuhyun seolah memberikan hadiah untuk setiap kalimat yang keluar dari bibir kekasihnya beberapa menit yang lalu. Sementara, Kyuhyun hanya bisa mendesah dengan jari-jarinya berada disurai hitam milik Siwon. Kyuhyun melingkarkan kakinya dipinggang Siwon, saat ciuman pria itu mulai turun ke lehernya lalu ke sekitar dadanya. Lalu, ke perutnya hingga ciuman itu tiba di titik paling sensitifnya.

“Siwon..”

Kyuhyun menggigit bibir bawahnya terlalu kuat saat Siwon mulai mempersiapkannya. Kyuhyun menarik kepala Siwon dan mempertemukan bibir mereka. Kyuhyun tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Sambil terus menciumi bibir Siwon, Kyuhyun bisa merasakan kini tubuh mereka menyatu. Desahan tenggelam dalam ciuman mereka yang masih belum berakhir hingga beberapa menit.

Kyuhyun mengeratkan pelukannya disekitar bahu Siwon dengan teriakan tertahan. Kyuhyun menggigit bibir bawahnya untuk mencegahnya berteriak. Siwon mengecup bibir Kyuhyun sambil terus menggerakkan tubuhnya seirama dengan gerakan Kyuhyun dan berbisik didepan bibir Kyuhyun setelah kecupan panjangnya.

“Lepaskan, Kyu. Don’t hold yourself, baby.

Oh my God, Siwon.”

Seketika kamar itu dipenuhi desahan dan racauan Kyuhyun yang bercampur geraman nikmat milik Siwon. Hingga mereka mencapai puncak kenikmatan diwaktu yang hampir bersamaan. Kyuhyun berusaha mengatur nafasnya dengan memeluk erat leher Siwon yang masih berada diatasnya, sementara Siwon menanamkan beberapa kecupan di leher jenjang tanpa cacat milik Kyuhyun.

I love you, Cho Kyuhyun. I love you.” Bisik Siwon lirih.

I love you too.” Suara Kyuhyun hampir tak terdengar saat pria manis itu menghempaskan tubuhnya dikasur dengan dada yang masih sedikit tersengal.

Siwon kembali menempati posisinya semula dan membawa Kyuhyun kedalam pelukannya dengan kepala Kyuhyun berada didadanya. Kyuhyun memejam kan matanya saat Siwon mengecup puncak kepalanya. Kyuhyun bergumam tidak jelas sebelum tertidur dipelukan Siwon. Sementara, pria milik Cho Kyuhyun itu hanya tersenyum seperti orang gila, belum bisa menguasai dirinya sendiri karena kalimat yang keluar dari bibir indah Kyuhyhun. Siwon berbeda, bukan sekedar pria dewasa tapi dia milik Kyuhyun. Pria-nya.

Dan ciuman bila dilakukan diatas ranjang mereka. Tidak akan pernah selesai hanya dengan ciuman, tapi lebih dari itu.

Pillow talk My enemy, my ally Prisoners

Then we’re free, it’s a thriller

Paradise, paradise, paradise, paradise

War zone, war zone, war zone, war zone

Paradise, paradise, paradise, paradise

War zone, war zone, war zone, war zone

“Seharusnya kita tidak melakukannya dua kali.” Gerutu Kyuhyun sambil mengancingkan kemeja putih Siwon.

“Jadi, kau menyesalinya?” Siwon mengerutkan keningnya kearah Kyuhyun yang hanya menggunakan kaos putih dan celana pendek berwarna neon yang kemungkinan besar adalah milik Siwon. Dan jangan lupakan rambutnya yang sama sekali jauh dari kata rapi.

“Aku tidak bisa menemukan kata menyesal dalam kalimatku, tadi.”

“Tapi, ucapanmu tadi seolah menyiratkan penyesalan, Kyu.”

Kyuhyun menghela nafas panjang. Bagaimana bisa dia menyesal saat yang didapatkannya tadi malam adalah kenikmatan, pelukan hangat dan Choi Siwon.

“Dengar! Aku tidak menyesalinya, Choi Siwon. Kenapa kau berubah jadi begitu sensitif setelah wajib militer? Demi Tuhan, aku mengkhawatirkanmu, bagaimana jika kau ketahuan? Sekarang sudah pukul setengah sembilan dan kau masih terperangkap disini bersamaku. Asal kau tahu saja, Donghae dan Changmin adalah pembohong paling buruk yang pernah aku kenal.” Kyuhyun setengah berteriak sambil mendorong pelan tubuh Kyuhyun lalu duduk dipinggir ranjang dengan tangan terlipat didepan dada.

“Tidak ada yang perlu kau khawatirkan, sayang. Aku bersedia dihukum jika untuk alasan tetap bersama kekasihku sedikit lebih lama.” Siwon duduk dihadapan Kyuhyun dan mencium lembut pipi Kyuhyun.

Kyuhyun berdecih pelan, Siwon benar-benar cheesy tapi hati Kyuhyun juga begitu berbunga mendengarnya.

“Sebaiknya kau kembali sekarang.” Kyuhyun menarik tangan Siwon yang merengek dibelakang Kyuhyun.

“Aku masih ingin bersamamu lebih lama, baby. Aku masih punya banyak waktu.” Siwon menatap Kyuhyun dengan tatapan memohon saat mereka sudah ada didepan pintu.

“Kau pikir perjalananmu ke sana tidak butuh waktu? Kau bukanlah Doo Minjun. Pergilah!”

Kyuhyun menangkup wajah Siwon dan mencium bibir Siwon dan memeluk kekasihnya itu.

“Aku masih merindukanmu, baby.” Bisik Siwon sambil membalas pelukan Kyuhyun.

Kyuhyun menghela nafas panjang sambil mengeratkan pelukannya, sebelum berkata, “So do I. Satu malam masih jauh dari kata cukup. Tapi aku tidak mau kau terkena masalah disana.”

Siwon melepaskan pelukannya lalu mencium puncak kepala Kyuhyun. Pria itu menghela nafas panjang sebelum membuka pintu dengan Kyuhyun yang melambaikan tangan kearahnya.

“Cegah aku sekarang! Aku tidak akan pergi sekarang jika kau mau.” Siwon berdiri diambang pintu dengan wajah penuh harap.

“Pergilah, Choi Siwon! Go go go!” Kyuhyun tersenyum geli sambil mendorong tubuh Siwon keluar apartemen.

Kyuhyun kembali mengecup bibir joker milik Siwon, kali ini sedikit lebih lama. Kyuhyun benar-benar ingin menghentikan Siwon. Tapi, Kyuhyun tidak ingin Siwon terkena masalah hanya karena keinginan egoisnya.

“Baiklah! I love you, Cho Kyuhyun.” Siwon mengecup kedua pipi Kyuhyun bergantian.

I love you too. Ayo cepat pergi!” Kyuhyun mendorong tubuh Siwon ke arah lift.

“Kau tahu, aku tidak masalah dihukum nantinya, asal aku bisa bersamamu lebih lama.” Siwon terus berusaha mengubah pikiran Kyuhyun.

Kyuhyun mengabaikan ucapan Siwon, meninggalkan pria itu didepan lift berjalan kearah apartemen mereka.

“Aku sanggup berada di kandang macan sekalipun asal terus bersama Cho Kyuhyun.” Teriak Siwon.

“Tapi aku yang tidak mau!” Teriak Kyuhyun tanpa menoleh kebelakang sambil melambaikan tangannya.

Siwon berdecih pelan. Pria itumenunggu lift terbuka karena dia akhirnya menyerah untuk membujuk Kyuhyun. Siwon tersenyum kecil. Bahkan ini sudah lebih dari cukup. Bisa bersama Kyuhyun lebih dari sepuluh jam. Berpelukan, berciuman, bercinta, saling menggoda, bertengkar kecil dan mengucapkan kata cinta. Lebih dari cukup untuk sekedar hadiah ulang tahun yang datang sedikit lebih awal. Happy Birthday, Choi Siwon!

“It’s our paradise and it’s our war zone”

Happy Anniversary, WKC!

Selamat buat para pemenang!

Selamat Ulang Tahun buat Choi Siwon!

Love for WonKyu!

Regards,

Siwonniesm ❤

Advertisements

45 thoughts on “Pillow Talk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s