Posted in Family, FF Kontes, Friendship, Genre, Romance

[FF Kontes] Love Is Coming

Poster FF Sita

LOVE IS COMING

Author: Sita

Cast: Cho Kyuhyun

  Choi Siwon

  Shim Changmin

  Lee Jonghyun, dll.

Genre:  BL, Romance, Family, Friendship.

Rate: T

Summary: Memiliki kesamaan nasib karena kehilangan orang yang mereka cintai. Akankah membuat mereka menjadi dekat dan menemukan cinta kembali.

=====WK=====

Denting lonceng berbunyi. Alunan lagu pernikahan mengalun indah mengiringi sepasang pengantin yang berjalan menuju keluar gereja. Dibelakangnya, sahabat dan kerabat mengikuti mereka. Semua terlihat bahagia terutama sang pengantin, keduanya saling memandang dengan senyum, lalu mereka berkumpul ditengah taman disamping gereja yang didesain sebagai tempat pesta.

Pengantin yang berwajah manis tengah bersiap melempar bunga ditemani sang suami. Hitungan ketiga bunga terlempar kebelakang dan seorang wanita muda yang merupakan adik dari pengantin si namja manis mendapatkannya, riuh suara tepuk tangan menghiasi tempat itu. Tak lama kemudian keadaan kembali tenang, para tamu satu persatu memberikan selamat dan pujian pada sepasang pengantin itu. Namun ditempat yang sedikit jauh nampak seorang namja tampan berpakaian resmi memandangi mereka, lebih tepatnya mempelai pengantinnya.

“Kau nampak bahagia Chullie……, ternyata kau sangat mencintainya” gumam namja itu.

“Maafkan aku….., jika selama ini cintaku menghalangimu untuk meraih kebahagiaanmu. Aku do’akan semoga kau bahagia bersamanya” lanjutnya. Tak lama kemudian dia berlalu meninggalkan halaman gereja dan meninggalkan cintanya.

Sambil memainkan ponselnya namja itu berjalan menuju tempat dimana mobilnya berada. Namun langkahnya terhenti ketika melihat seorang namja manis  tengah menyandarkan tubuhnya di mobil miliknya. Dia dekati namja manis yang sedang berbicara lewat telpon genggam itu. Mencoba memberi isyarat kepadanya untuk segera pergi karena dia menutupi pintu mobilnya. Namun si namja manis tak menggubrisnya dan masih terus berbicara lebih tepatnya berteriak-teriak pada lawan bicarannya.

“Yaah!… memangnya hanya kau saja yang bisa berselingkuh dasar namja brengsek!. Asal kau tahu yah, aku bisa mendapatkan namja yang lebih tampan, lebih kaya, lebih baik darimu!” ucap si namja manis dengan penuh emosi.

“Apa?? A..aku. a ku tidak bohong, bahkan saat ini aku sedang bersamanya” lanjutnya. Wajahnya terlihat gugup. Dia menggigit bibir bawahnya dan matanya bergerak kesana kemari hingga berhenti tepat pada namja didepannya. Senyum tersungging dibibirnya, tak dihiraukanya namja tampan didepannya itu  yang menatapnya dengan kesal.

“Jadi kau tidak percaya? Baik, aku buktikan!. Sekarang kau bicara dengannya!” namja manis menyodorkan ponselnya kepada namja didepannya. Si namja tampan yang tak mengerti maksud namja didepannya itu hanya mengabaikan dan menatapnya kesal. Tangannya mengisyaratkan si namja manis untuk pergi. Namun tangan si namja manis mencekal lengannya sambil terus menyodorkan ponselnya. Dia pasang wajah memelas dan menyuruh si namja tampan untuk bicara pada orang yang dia maksud.

“Please…., kumohon Tuan tolong kau bantu aku, sekali ini saja” bisiknya dengan suara memelas. Si namja tampan menaikkan sebelah alisnya dan menghela nafas, lalu meraih ponsel itu sambil memandang si namja manis.

“Halo…, Apa?? Kyuhyun…? Oh iya benar, aku kekasih Kyuhyun” ucapnya. Namja tampan sempat bingung dengan nama yang dimaksud oleh si penelpon, lalu si namja manis yang bernama Kyuhyun itu menunjuk dirinya, barulah dia tahu kalau namanya Kyuhyun.

“Iya, kami sedang berkencan dan kurasa kau sangat menggangu. Jadi jangan pernah kau menelpon kekasihku lagi atau kau akan berakhir dirumah sakit!” lanjutnya lalu mematikan ponsel dan mengembalikannya pada namja manis didepannya itu.

“Terimakasih….., terimakasih Tuan, aku berhutang budi padamu. Bagaimana aku membalasnya?” ucap Kyuhyun sambil berkali-kali membungkuk.

“Yang harus kau lakukan adalah menyingkir dari situ. Kau menutupi pintu mobilku. Kalau kau disana terus bagaimana aku bisa masuk” ucapnya kesal. Kyuhyun mempoutkan bibirnya lalu bergerak pelan kearah samping dan berjengit kaget ketika pintu mobil ditutup dengan keras.

Baru saja si namja tampan hendak menghidupkan mesin. tiba-tiba pintu samping terbuka dan seseorang duduk disampingnya lalu memasang seat belt. Si namja tampan semakin kesal. “Mau apa lagi ??” ucapnya dengan nada sedikit meninggi.

Kyuhyun tersenyum lebar dan sedikit membungkukkan tubuhnya. “Ehm…., maaf Tuan. Bolehkah aku ikut mobilmu,? Tolong antarkan aku ke halte bus, karena jarak halte bus dari sini cukup jauh. Kakiku bisa pegal dan kalau kakiku sakit aku tidak bisa bekerja” ucapnya tak tahu malu. Si namja tampan mendengus keras, tanpa menjawabnya dia langsung menghidupkan mesin dan melajukan mobilnya.

Suasana didalam mobil hening, Kyuhyun yang tidak menyukai suasana seperti ini memulai pembicaraan. “Maaf Tuan, bolehkan aku tahu namamu? Kau sudah menolongku jadi aku harus tahu namamu, karena aku selalu menyebut nama penolongku jika aku sedang berdo’a dan memohon pada tuhan untuk membalas kebaikannya” ucapnya sambil menoleh kesamping.Kyuhyun mempoutkan bibirnya, karena namja disampingnya itu bukan hanya tak menjawab pertanyaannya saja bahkan tak meliriknya sedikitpun.

“Rupanya Tuan orang yang pendiam ya, hmmm…. sayang sekali” Kyuhyun menyandarkan tubuhnya. Dia merasa bosan karena tidak punya teman bicara.

“Oh iya Tuan, tadi anda kegerja itu sedang apa? Apa anda sedang menghadiri upacara pernikahan? Tadi aku sempat melihatnya. Mereka sangat serasi ya, yang satu tampan dan yang satu manis, ah tidak yang betul cantik. Eh, tapi kenapa anda tidak mengikuti acaranya? Bukankah pestanya baru dimulai?” celoteh Kyuhyun lalu menoleh kesamping. Kyuhyun sedikit terkejut ketika melihat wajah namja disampingnya berubah sedih, lalu dia menutup mulutnya.

“Aduh apakah aku salah bicara? Tapi kurasa tak ada kata-kataku yang aneh” gumamnya sambil menggeleng-gelengkan kepala.

Ckiiiit

Tubuh Kyuhyun sedikit menghentak kedepan karena mobil yang berhenti mendadak. Dalam hati dia mengumpat orang disampingnya ini kerena membuatnya kaget. “Eeh kenapa berhenti Tuan? Apa Tuan marah padaku? Apa ada kata-kataku yang menyinggung Tuan? Maaf aku tidak sengaja Tuan. T long jangan hentikan aku ditengah jalan, aku…” Kyuhyun menghentikan ucapannya ketika namja disampingnya ini menoleh kearahnya dengan wajah menahan emosi.

Mata mereka saling menatap, Kyuhyun memundurkan wajahnya ketika si namja tampan memajukan wajahnya. “Turun atau kau kucium?” Kyuhyun membelalakkan matanya.

“A….apa??” Kyuhyun semakin ketakutan ketika wajah si namja tampan semakin dekat.

“Kyaaa…. dasar namja mesum!” teriaknya, lalu mendorong tubuh namja didepannya, bergegas membuka seatbelt lalu keluar. Baru beberapa langkah dia berlari, mobil dibelakangnya sudah berlalu pergi.

“Aigoo…. mimpi apa aku bertemu namja itu, meskipun tampan tapi dia mesum. Aish, bagaimana ini? Apakah aku harus berjalan ke hal….te bus?” Kyuhyun menghentikan langkahnya ketika dilihatnya halte bus ada didepannya.

“Tsk, meski mesum tapi dia baik juga” Kyuhyun tersenyum lalu berjalan menuju halte bus, menunggu bus datang bersama penumpang lainnya.

.

.

Sebuah mobil mewah memasuki kediaman keluarga Choi. Rumah yang sangat luas seperti istana. Memiliki lapangan golf pribadi dan taman yang luas. Seorang namja tampan yang nampak kusut keluar dari mobil keluaran terbaru itu, dengan langkah gontai dia berjalan memasuki rumah.

“Hey kuda, kau nampak kacau sekali” ejek seorang namja manis sambil berjalan menghampiri namja itu, namun dibalas tatapan tajam dan kesal kearahnya.

“Ish…. sudah kukatakan jangan memanggilku dengan panggilan menggelikan seperti itu hyung. Aku punya nama, kalau hyung lupa namaku Choi Siwon” balasnya.

“Owh…. dongsaengku yang ganteng ini kenapa jadi sensitife begini? Apa ada yang aku lewatkan?” ucap Jaejong kakak kandung dari namja yang bernama Siwon.

Siwon menghela nafas panjang lalu menatap hyungnya dengan wajah memelas, “Hyuuuuuung……” ucapnya manja, lalu menghambur kepelukan Jaejong yang sudah membuka lebar kedua tangannya. Namja manis itu sudah sangat tahu bagaimana sifat adik keduanya itu.

Siwon menyamankan pelukannya pada sang kakak, tidak ada kata yang terucap tapi pelukan yang Jaejong berikan selalu memberikan ketenangan. Setelah kedua orangtuanya memutuskan pindah untuk mengurus perusahaan yang ada Beijing, Jaejonglah yang mengurus kedua adiknya. Jaejong tersenyum dan mengusap punggung adiknya itu lembut.

“Kau tidak jadi menghadiri pernikahannya?” tanya Jaejong. Mereka masih berpelukan, Jaejong melihat Siwon menggelengkan kepalanya.

“Sebenarnya aku sudah sampai disana, tapi kurasa aku tak akan sanggup jika melihat kebahagiaan mereka lebih lama lagi”.

“Tadi kau bilang sudah merelakannya dan kau menginginkan kebahagiaannya. Sebaiknya mulai sekarang kau harus melupakannya. Biarkan dia bahagia dan kau juga harus meraih kebahagiaanmu. Dia bukan jodohmu Siwon, aku yakin Tuhan sudah mempersiapkan seorang pengganti untukmu, yang pastinya terbaik untukmu” Siwon menganggukkan kepalanya lalu melepas pelukan mereka.

“Terima kasih hyung, hanya kau yang mengerti diriku. Aku berjanji tidak akan larut dalam kesedihan. Aku akan melangkah kedepan dan meraih kebahagiaanku sendiri” Jaejong tersenyum.

“Nah, itu baru dongsaeng kudaku” ucapnya sambil menyentil kepala Siwon, lalu mereka tertawa bersama.

.

.

Kyuhyun berlari kecil menuju sebuah café. Sesekali dilihatnya jam yang terpasang dilengan kanannya. “Huft, akhirnya sampai juga” ucapnya sambil mengusap keringat didahinya. Dia berjalan menuju pintu samping yang memang dikhususkan untuk karyawan, beberapa karyawan lain menyapanya ketika dia masuk kedalam ruang ganti.

“Hey Kyu, tak biasanya kau sedikit terlambat” ucap Jonghyun sahabatnya.

“Tadi aku disuruh Bibi Lee mengantarkan kue pesanan di daerah Yongsan. Ketika pulang aku tak menemukan taksi. Untung saja ada orang yang mau memberikan tumpangan” ucap Kyuhyun sambil mengganti pakaiannya.

“Kenapa kau tak minta Changmin menjemputmu?” tanya Jonghyun.

Kyuhyun menghentikan kegiatannya sebentar ketika mendengar nama Changmin. “Jangan menyebut namanya lagi didepanku!” balasnya.

Jonghyun terkejut mendengar ucapan sahabatnya itu. Padahal rasanya baru kemarin dia mendengar Kyuhyun berceloteh tentang kencannya bersama kekasihnya itu.

“Apa ada yang aku lewatkan?” tanya Jonghyun penuh selidik.

“Aish aku tak mau membicarakannya sekarang, aku harus bekerja dulu” ucap Kyuhyun dan berlalu meninggalkan Jonghyun yang hanya bisa menghela nafas panjang.

“Apa dia tahu kalau Changmin selingkuh?” batinnya.

Kyuhyun tengah membersihkan meja yang baru saja ditinggalkan pelanggan, namun dia tersentak kaget ketika meja yang sudah bersih itu berlumur kopi. Perlahan dia mendongak dan mendapati Kibum yang dengan sengaja menumpahkan kopi dimeja dengan tersenyum sinis.

“Hey, kalau bekerja yang benar.  Apa kau mau dipecat? Kau bisa saja angkat kaki sekarang juga jika aku mengadukanmu pada Changmin. Kau tahu kan kalau Changmin itu adik kesayangan Boss Yoochun. Dia akan melakukan apapun keinginan Changmin” ucap Kibum dingin.

Kyuhyun hanya diam menahan emosi.Tanpa membalas ucapan Kibum dia mulai membersihkan meja yang kotor dan Kibum pergi dengan senyum kemenangan.Jonghyun menghampiri Kyuhyun dan membantunya membersihkan meja,

“Siluman rubah itu mengganggumu lagi Kyu?” tanya Jonghyun. Kyuhyun hanya diam dan meneruskan pekerjaannya membersihkan meja.

“Kenapa kau diam saja Kyu? Dia kan juga karyawan seperti kita. Kau harus melawannya” Jonghyun gemas dengan sikap Kyuhyun yang hanya diam saja.

“Kau teruskan pekerjaanmu, Hyun~ah. Aku tak mau kau kena teguran dari Manager” ucap Kyuhyun, Jonghyun mendengus lalu pergi meneruskan pekerjaannya.

Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, semua karyawan sudah bersiap pulang. Beberapa orang ada yang membawa motor sedangkan yang lain biasanya menaiki bus. Sebuah mobil Ferarri Sport berhenti didepan café. Seorang namja tinggi dan tampan keluar dari mobil, semua karyawan membungkukkan badannya memberi hormat.

Changmin, adik dari pemilik café hanya membalas dengan senyuman. Changmin hendak berjalan namun pandangannya terhenti pada namja yang tadi pagi diputusnya. Mereka bertatapan cukup lama lalu Kyuhyun membuang muka ketika melihat Kibum menghampiri Changmin dan menggandeng lengannya dengan mesra. Semua karyawan disana terkejut melihat mereka, lalu pandangan mereka beralih kearah Kyuhyun. Setahu mereka Changmin adalah kekasih Kyuhyun, mereka sudah berpacaran selama dua tahun.

Kyuhyun yang merasa diperhatikan langsung bergegas pergi dan Jonghyun mengikutinya. “Yaaa…. Kyuhyun~na tunggu” ucap Jonghyun lalu menarik lengan Kyuhyun.

Jonghyun kaget ketika melihat Kyuhyun menunduk dan sedikit terisak, “Kyuhyun~na……” ucap Jonghyun pelan. Kyuhyun langsung memeluk tubuh tegap didepannya itu. Tangisannya cukup keras. Untung saja mereka berada ditempat yang sepi dan agak jauh dari café.

Mereka berdua duduk ditaman, Jonghyun diam menunggu sahabatnya itu bicara. Karena cukup lama mereka terdiam, Jonghyun berdiri dan menghadap Kyuhyun. “Ayo pulang, udara semakin dingin, kau nanti sakit” ucapnya. Kyuhyun mendongak dan melihat sahabatnya itu tesenyum padanya

“Kami putus….. dia berselingkuh, Jonghyunnie” ucap Kyuhyun lirih.

“Aku tahu.” jawab Jonghyun. Kyuhyun terkejut, Jonghyun menghela nafas panjang.

“Sebenarnya aku sudah mengetahui hal ini cukup lama. Semenjak Kibum baru masuk bekerja. Tapi aku tak tega mengatakannya padamu. Melihatmu yang bahagia ketika menceritakan kisah kalian, aku memilih tak mengatakannya. Aku ingin kau tahu sendiri kalau kekasihmu itu termakan perangkap Kibum” ucap Jonghyun.

“kita mengenal Kibum dengan baik. Selama di Senior High School, dulu dia selalu menjadi sainganmu. Aku tak habis pikir kenapa dia selalu ingin merebut apa yang dimilikimu. Dia ingin selalu diatasmu. Dia akan melakukan apa saja untuk mendapatkannya. Meski cara licik sekalipun dan ketika dia bekerja di cafe dia juga melakukan hal yang sama. Dia membuatmu berpisah dengan Changmin. Entah dengan cara apa hingga Changmin yang kau bilang namja setia dan cinta mati padamu itu dengan mudahnya jatuh ke tangan Kibum”

“Sudahlah Kyu, mungkin dia bukan jodohmu. Kau pasti akan mendapatkan yang lebih baik dari Changmin” lanjutnya

“Tapi aku sangat mencintainya, Jonghyun~na” lirih Kyuhyun.

“Aku tahu itu tidak mudah Kyu. Tapi mau bagaimana lagi kalau cinta Changmin sudah berpaling darimu. Mungkin awalnya akan sulit apalagi kau bekerja dicafe kakaknya. Sedangkan Changmin sering berkunjung kesana, tapi aku yakin kau akan menemukan penggantinya. Seseorang yang akan melindungimu dan mencintaimu dengan setulus hati” ucap Jonghyun bijak.

Kyuhyun tersenyum tipis. “Terima kasih Jonghyun~na, kau sahabat terbaikku” Jonghyun tersenyum.

“Kau bisa bersandar padaku Kyu. Kita sama-sama tak memiliki orang tua dan sama-sama tak ingin membebani hyung kita. Sudah seharusnya kita saling berbagi” ucap Jonghyun.

“Tsk… lebih tepatnya aku yang selalu membebanimu. Kau tak pernah mengeluh apa-apa padaku” Kyuhyun mempoutkan bibirnya. Jonghyun terkekeh melihat tingkah Kyuhyun yang sepertinya kembali seperti semula.

“Ayo…. kita pulang, Hae hyung pasti khawatir karena kau pulang tak tepat waktu” Kyuhyun berdiri lalu merangkul pundak Jonghyun,

“Jonghyun~na, kenapa kau tinggi sekali. Aku kesulitan merangkul pundakmu!” Kyuhyun kembali mempoutkan bibirnya.

”Tsk, kau saja yang pendek. Makannya anak kecil harus minum susu yang banyak biar cepat tinggi” ejek Jonghyun lalu melepas rangkulan Kyuhyun dan berlari.

“Apa? Yak! Jonghyun~na awas kau” teriak Kyuhyun lalu  berlari mengejar Jonghyun di iringi tawa mereka.

.

.

Mobil bermerk Lambhorgini itu berhenti diparkiran sebuah café. Seorang namja tampan memasang wajah sulking, sedangkan si namja manis menggoyang-goyangkan lengan si namja tampan merajuk.

“Aish hyung, kenapa kau mengajakku kemari? Aku sudah makan siang dan aku sedang ada rapat. Kenapa kau tidak mengajak suamimu saja? Bukankah dia yang menghamilimu, jadi seharusnya dia yang menemanimu”

Plaaak

“Aww…sakit hyung. Kenapa kau suka sekali memukul kepalaku? Kalau aku jadi bodoh bagaimana?” ucap namja tampan yang bernama Siwon.

“Kau memang sudah bodoh Choi Siwon, jadi tidak akan ada pengaruh jika aku memukul kepalamu” ucap namja manis yang bernama Jaejong.

“Aigoo, kenapa Yunho hyung mau sih menikah dengan singa galak seperti dia?” gumam Siwon namun bisa didengar Jaejong.

“Apa kau bilang? Yaaa!… yang kau sebut singa galak ini kakakmu, dasar bodoh” ucap Jaejong lalu bersiap memukul kepala Siwon, namun Siwon mengangkat tangannya menyerah.

“Ok.. ok… aku akan menemani hyung. Ayo cepat kita masuk kedalam, kalau kita disini terus kapan hyung akan makan” ucap Siwon.

Mereka berdua berjalan memasuki café bernuansa biru hijau itu dan memilih duduk didekat jendela. Kibum langsung bersiaga lalu mendekati mereka. Melihat yang masuk adalah namja tampan dia langsung merapikan rambutnya.

“Anda ingin memesan apa Tuan?” ucap Kibum menatap wajah Siwon dengan memasang senyum menggoda. Namja tampan itu hanya tersenyum tipis lalu melihat Jaejong menanyakan pesanannya.

“Aku pesan jus buah naga, jangan terlalu manis. Gulanya hanya setengah sendok saja, ingat jangan sampai lebih. Lalu aku juga pesan puding vanilla dengan isi buah kiwi ditengahnya, jangan lupa dengan topping blueberry. Oh iya, aku juga memesan puding coklat isi kurma dengan topping mangga” ucap Jaejong, yang mendapat pandangan tidak suka dari Kibum..

Jaejong sempat melirik kearah namja yang berdiri disampingnya itu dan tersenyum sinis. “Salah sendiri kenapa kau melihat adikku seperti itu. Sebelum kau melancarkan aksimu menggoda adik tampanku, hadapi dulu diriku. Dasar genit!” batin Jaejong.

“Maaf Tuan, tapi yang anda pesan tidak tersedia semua” ucap Kibum menatap Jaejong tak suka.

“Apa maksudmu? Bukankah ini café yang terkenal dengan aneka puding dan jus, selain berbagai jenis kopi?” ucap Jaejong marah.

“Iya itu memang benar, tapi kami tidak menjual puding aneh seperti yang anda katakan tadi” Kibum juga tersulut emosi.

“Aneh kau bilang? Heh, wajahmu lebih aneh daripada makanan yang kusebut tadi. Sekarang panggil pemilik café ini, aku mau bicara padanya. Bagaimana bisa dia memperkerjakan orang yang tidak punya sopan santun seperti dirimu” Siwon menghela nafas panjang, lalu berdiri mendekati hyungnya menenangkannya.

“Sudahlah hyung, mungkin mereka tidak menyediakan makanan seperti yang hyung minta. Kita pesan yang lain saja” ucap Siwon sambil merangkul pundak Jaejong,

“Ini bukan masalah makanannya Siwon~na, tapi pelayanannya!” Jaejong emosi, keributan itu membuat semua orang memperhatikan mereka. Mendengar ada keributan sang Manager bergegas menghampiri mereka.

“Maaf Tuan, apa ada masalah dengan pelayanan kami?” ucap Manager bername tag Kim Jong Woon itu.

“Aku tidak suka dengan pelayanan disini. Bagaimana bisa kalian memperkerjakan pelayan yang tidak sopan  dan kurang ajar disini. Setahuku Yoochun orang yang teliti!” ucap Jaejong marah.

“Maafkan kami Tuan, kami akan memperbaiki pelayanan kami. Silahkan duduk kembali” ucap Jong Woon sedikit membungkuk, lalu menatap Kibum tajam dan memberi isyarat untuk mengikutinya.

Tak lama kemudian Kyuhyun yang ditunjuk menggantikan Kibum datang menghampiri meja Jaejong. “Selamat siang. Apakah anda sudah memilih menu makanan yang akan anda pesan?” ucap Kyuhyun dengan senyum ramah dan wajah ceria. Siwon yang merasa sedikit familiar dengan suara itu mendongakkan kepalanya.

“Kau / Kau” teriak keduanya membuat Jaejong yang sedang sibuk memilih menu berjengit kaget.

“Yaah!… kenapa kalian berteriak?” ucap Jaejong kesal. Kyuhyun yang menyadari kesalahannya, langsung membungkukkan badannya meminta maaf.

“Maaf…. maafkan saya Tuan” Kyuhyun menundukkan kepalanya.

“Aish…. ya sudahlah.Aaku pesan puding vanilla dan jus apel.Bbagaimana denganmu Siwon~na?” tanya Jaejong

“Aku Americano saja” jawabnya sambil melirik Kyuhyun.

“Baik Tuan. Kami akan segera mengantar pesanan anda” Kyuhyun beranjak dari sana setelah sedikit membungkuk.

”Siapa dia? Apa kau kenal dengannya?” Jaejong menatapnya mengintimidasi. Pasalnya Jaejong mengenal semua teman Siwon, namun yang satu ini Jaejong belum mendapat laporan dari adiknya.

Siwon nampak enggan bercerita, namun tatapan kakaknya membuatnya menghela nafas panjang. Dia sangat tahu sifat kakaknya. Jaejong akan terus bertanya jika dia belum mendapatkan jawaban dari pertanyaannya.

“……….. yah seperti itulah aku bertemu dengannya” Siwon mengakhiri ceritanya mengenai pertemuannya dengan Kyuhyun.

“Kyuhyun. Hmm…. nama yang bagus. Orangnya manis dan periang, aku suka” Jaejong tersenyum penuh arti. Siwon mengerutkan keningnya tak mengerti apa yang dikatakan kakaknya itu.

“Hyung… jangan katakan kau jatuh cinta padanya” Siwon menatap horror pada kakaknya. Sendok puding tiba-tiba mendarat dikeningnya.

“Yaah!…. dasar bodoh!. Bagaimana bisa namja bertipe sama saling jatuh cinta, lagipula aku sedang hamil anak Yunho” ucap Jaejong kesal.

“Aku sedang mencarikan jodoh buat adik tampanku” lanjutnya santai

“Ya Tuhan hyung. Bagaimana bisa kau mencarikan jodoh untuk Minho? Dia kan baru lulus Junior High School” ucap Siwon tak percaya. Ingin sekali Jaejong membenturkan kepala adiknya ketembok, agar otak Siwon bisa berpikir normal.

“Siapa yang mau mencarikan Minho jodoh? Aku mencarikannya untukmu bodoh” umpat Jaejong.

“Apa?? Kau menjodohkanku dengan namja cerewet itu? Tidak. Terima kasih” ucap Siwon lalu meminum Americanonya yang sedari tadi dia abaikan. Jaejong hanya menghela nafas panjang mendengar jawaban Siwon, lalu melanjutkan makannya.

***

Kyuhyun mengganti baju kerjanya, hari ini dia ijin pulang lebih dulu kepada Manager setelah tadi mendapat telpon dari kakaknya. Sehun putra dari Donghae kakaknya, tiba-tiba demam dan kakak Kyuhyun menyuruhnya untuk menjaganya dirumah karena dia itu tidak bisa meninggalkan pekerjaannya.

Setelah berpamitan dengan Jonghyun, dia keluar melalui pintu khusus karyawan. Ketika  melewati tempat parkir dilihatnya dua orang yang tadi berada dicafe. Kyuhyun berjalan menghampiri mereka.

“Permisi…” sapa Kyuhyun dan dua orang itu berbalik menghadapnya.

“Eehm, maaf Tuan. Saya hanya ingin mengucapkan terima kasih kepada anda” ucap Kyuhyun menatap salah satu namja yang dia kenal.

“Saya belum sempat mengatakannya pada anda” lanjutnya.

Jaejong beralih menatap Siwon karena setelah beberapa detik tak ada kata yang keluar dari mulut adiknya. Jaejong menyunggingkan senyum miring karena adiknya itu tak berkedip ketika berhadapan dengan Kyuhyun. Siwon memang tengah terpesona dengan namja didepannya itu. Penampilan Kyuhyun sekarang  berbeda dengan yang tadi ketika dia memakai seragam pelayan waktu mereka bertemu. Siwon tidak terlalu memperhatikan Kyuhyun karena pikirannya masih dipenuhi Heechul mantan kekasihnya.  T-shirt polos berwarna baby blue dipadu dengan celana jeans dan jacket berwarna biru tua. Tatanan rambutnya juga berubah. Namja didepannya kini nampak sangat manis.

Jaejong menyikut lengan adiknya. Siwon yang sedikit terkejut hanya memasang wajah bodoh, dengan isyarat mata Jaejong menyuruh adiknya menanggapi ucapan Kyuhyun.

“Oh..eh..iya, tidak masalah” ucapnya sedikit gugup, Kyuhyun tersenyum manis membuat Siwon kembali terpesona.

“Baiklah kalau begitu saya permisi, sekali lagi terima kasih” ucapnya dengan sedikit membungkuk lalu melangkah pergi.

“Tsk… tadi siapa yang tidak mau aku jodohkan.Kkenapa sekarang malah kau yang terlihat sangat tertarik padanya? Aku jadi berpikir lagi. Sebaiknya dia untuk Minho saja meskipun Minho masih sekolah, toh cepat atau lambat dia akan menikah. Jaman sekarang memiliki pasangan yang jauh lebih tua sedang menjadi trend” ucap Jaejong sambil berjalan menuju mobil mereka.

“Apa? Andwee… hyung kumohon. Jangan batalkan keinginanmu untuk menjodohkanku dengannya. Aku tadi hanya bercanda, ternyata dia sangat manis dan aku menyukainya” rayu Siwon, Jaejong hanya memutar bola matanya.

“Kita lihat saja nanti. Tapi kau harus ingat Siwon. Jangan permainkan perasaannya hanya karena kau ingin melupakan Heechul. Jika kau suka padanya aku akan membantumu mendapatkannya” ucap Jaejong serius. Siwon hanya mengangguk.

Sebenarnya Siwon sendiri masih ragu. Dia takut kalau ini hanya perasaan sesaat. Tapi dia akan mencobanya. Mencoba membuka hati lagi, mungkin ini salah satu cara agar bisa melupakan Heechul dan kenangan mereka. Jika Tuhan berkehendak lain setidaknya dia sudah mencobanya.

.

.

Kyuhyun membuka pintu rumah sederhana miliknya dan hyungnya, Donghae. Dia langsung melangkahkan kakinya menuju kamar Sehun. Terlihat bocah berumur 8 tahun tertidur dengan wajah pucat, dihampirinya bocah itu lalu tangan Kyuhyun menempel pada keningnya, mengecek suhu tubuh Sehun. Seorang namja manis memasuki kamar Sehun dengan membawa baskom berisi air untuk mengompres. “Kau sudah datang Kyunnie…” sapa namja manis bernama Eunhyuk kekasih kakaknya.

“Iya hyung…. maaf merepotkanmu” jawab Kyuhyun lalu menerima baskom yang diberikan Eunhyuk.

“Kalau saja sore ini aku tak menemani Bossku keBusan, aku pasti akan menjaga Sehun” ucap Eunhyuk menyesal.

“Tidak apa-apa hyung, aku sudah meminta ijin pada Jong Woon hyung untuk pulang lebih awal. Aku akan menjaga Sehun, hyung pergi saja bekerja” balasnya.

“Sebentar lagi Bossku menjemputku kemari. Aku meminta ijin padanya pergi sebentar, dari sini kami akan langsung pergi ke Busan” ucap Eunhyuk.

Tak lama kemudian ponselnya berbunyi. “Haloo, iya Sajangnim. Saya akan keluar” Eunhyuk beranjak dari sana diikuti Kyuhyun yang mengantarnya kedepan. Kyuhyun menutup pintu setelah melambaikan tangannya pada Eunhyuk.

“Hyukkie, siapa dia?” tanya Jaejong yang tak lain adalah Boss dari Eunhyuk.

“Oh… namanya Kyuhyun” Jaejong beralih menatap Eunhyuk.

“Bukan itu. Maksudku ada hubungan apa kau dengannya?” Eunhyuk menatap Jaejong tak mengerti. Baru kali ini Bossnya yang juga sahabatnya itu memperhatikan orang yang dekat dengannya, kecuali Donghae tentu saja.

“Dia adik Donghae, tapi kenapa kau menanyakannya?” tanya Eunhyuk yang masih tak mengerti.

“Huft, kenapa semuanya begitu mudah. Tsk… tidak seru lagi deh. Harusnya penyelidikanku itu menegangkan, seperti menyewa detektif atau menyewa mata-mata yang professional seperti drama-drama korea yang sering ditonton Yunho” wajah  Eunhyuk terlihat bodoh mendengar ucapan Jaejong.

“Siapa yang harus diselidiki? Apa kau punya musuh?” Jaejong memutar bola matanya.

“Keluargaku adalah keluarga terhormat dan dikenal tak memiliki musuh Hyukkie. Aku akan menjelaskannya nanti karena aku juga membutuhkan bantuanmu” ucap Jaejong mengakhiri pebicaraan.

***

Kyuhyun kembali menemani Sehun dikamarnya. Baru saja dia duduk ditepi ranjang, Sehun sudah membuka mata.

“Kau sudah bangun boy?” Kyuhyun memeriksa suhu badan Sehun di keningnya, namja manis itu tersenyum.

“Panasmu sudah turun, kenapa kau tiba-tiba sakit Sehun~na? Bukankah tadi pagi kau baik-baik saja?”.

Sehun mendudukkan dirinya dibantu Kyuhyun. “Tadi waktu disekolah  aku terpeleset lalu terjatuh ke kolam renang dan bajuku basah” ucap Sehun lirih, Kyuhyun menatapnya curiga.

“Benarkah? Kau tidak bohong? Bukan karena dikerjai temanmu yang nakal itu, yang bernama Kai?” Sehun menggeleng cepat.

“Bukan Samchon, aku memang jatuh sendiri bahkan Kai yang menolongku karena aku tidak bisa berenang. Sekarang dia berubah dan menjadi temanku” ucap Sehun meyakinkan, Kyuhyun mengangguk pelan.

“Baiklah kalau begitu Samchon percaya padamu, sekarang kau tidurlah lagi. Samchon akan menjagamu” Kyuhyun mengacak pelan rambut Sehun dan membantunya berbaring.

“Samchon, Hyukkie ahjussi kemana?”

“Hyukkie ahjussi pergi ke Busan tadi setelah Samchon datang. Dia menemani Bossnya kesana. Memangnya kenapa? Baru saja dia pergi kau sudah merindukannya” Kyuhyun tersenyum manis.

“Hyukkie ahjussi sangat menyayangiku. Aku selalu nyaman kalau dia ada didekatku. Kenapa Hyukkie ahjussi tidak tinggal disini saja? Apa karena rumah kita lebih kecil dari rumahnya, sehingga ahjussi tidak mau tinggal disini?” Sehun terlihat murung.

“Bukan begitu sayang. Samchon yakin Hyukkie ahjussi tak pernah berpikir seperti itu. Tidak lama lagi dia akan tinggal disini bersama kita. Setelah ayahmu dan dia menikah. Dia akan menjadi ibumu” terang Kyuhyun.

“Ibu? Benarkah? Seperti yang dimiliki Kyungso dan Baekhyun?”.

“Ne, kau akan memiliki keluarga lengkap. Ayah dan ibu” tiba-tiba saja Sehun berdiri dan meloncat-loncat.

“Yeeayy!!. Sehun akan punya ibu, yeayyy!” teriak Sehun sambil terus meloncat-loncat. Sejak kecil dia tak pernah merasakan kasih sayang ibu. Ketika dia lahir ibunya, istri Donghae meninggalkannya tanpa kabar hingga sekarang.

.

.

.

.

Keesokan harinya, keluarga kecil itu berkumpul diruang makan, Sehun yang memakai seragam sekolah. Donghae yang memakai pakaian kerja dan Kyuhyun yang seperti biasanya hanya memakai T-shirt dan jelana jeans untuk pergi bekerja. Ketiganya memakan sarapan yang dibuat Donghae.  “Kyunnie nanti malam kau tidak ada acara kan? Aku akan mengajakmu kesuatu tempat” ucap Donghae setelah menghabiskan minumannya.

”Aniya, pergi kemana hyung?” jawab Kyuhyun, lalu berdiri membereskan meja makan.

“Nanti kau akan tahu, bersiaplah saja” Kyuhyun hanya menganggukan kepalanya.

Kyuhyun keluar dari ruang ganti dan bersiap menyambut tamu yang datang. Namun langkahnya terhenti ketika bertemu dengan Kibum yang menggandeng mesra lengan Changmin. Kyuhyun menatap mereka dengan wajah datar lalu membuang muka. Kibum tersenyum sinis dan melanjutkan langkahnya dengan menarik lengan Changmin lalu dengan sengaja Kibum menabrak Kyuhyun hingga mundur beberapa langkah. Kyuhyun hanya bisa menggeram menahan marah. Tak hanya disitu saja sepanjang hari Kibum selalu mengganggu pekerjaan Kyuhyun hingga namja manis itu tak tahan lagi. Ketika dia sengaja menabrak tubuh Kyuhyun yang sedang membawa nampan berisi pesanan hingga jatuh dan berserakan dilantai, wajah Kyuhyun memerah. Ditariknya lengan Kibum yang hendak pergi hingga berbalik menghadapnya.

“Lihat, apa yang kau perbuat namja tidak tahu malu!. Apa maumu? Kenapa kau selalu menggangguku?” teriak Kyuhyun, membuat semua penghuni café menatap mereka termasuk Changmin.

Kibum melipat kedua tangannya didepan dada dan tersenyum sinis.  “Kau yang tak tahu malu, kau yang terjatuh kenapa kau menuduhku” Kyuhyun menggeram.

“Jelas-jelas kau menubrukku hingga aku terjatuh”.

“Mana buktinya jika aku yang menubrukmu? Siapa yang melihatnya? Tidak ada kan? Jangan mengada-ada Kyuhyun~na”.

“Kau……” Kyuhyun meraih gelas berisi jus disampingnya lalu menyiramkannya kepada Kibum.

“Kyaaa…. apa yang kau lakukan hah?” teriak Kibum emosi.

“Kau pantas mendapatkannya siluman rubah” umpat Kyuhyun.

“Dasar kurang ajar, awas kau akan kuadukan pada Boss Yoochun agar kau dipecat”.

 Changmin yang mengetahui ada keributan langsung berjalan menghampiri mereka. “Ada apa ini?” tanya Changmin, Kibum langsung memasang wajah sedih seolah dia yang menjadi korban.

“Honey, bagaimana ini? Dia jahat padaku. Lihatlah dia menumpahkan jus ke wajahku padahal dia yang bersalah karena menjatuhkan nampan berisi pesanan, tapi dia malah menuduhku. Suruh Boss Yoochun memecatnya” ucap Kibum manja. Changmin menatap Kyuhyun yang juga menatapnya, tak ada kata yang keluar dari mulut Changmin, namun mata mereka seolah berbicara, kisah cinta selama dua tahun tak akan hilang begitu saja kan.

Kyuhyun memutuskan kontak mata terlebih dahulu dan kembali menatap Kibum yang masih tersenyum sinis kepadanya. “Tanpa kau adukanpun aku akan pergi dari sini”

 Kyuhyun lalu berjalan meninggalkan mereka berdua. Kibum tersenyum penuh kemenangan sedangkan Changmin hanya menatap punggung itu sendu. Ada perasaan hampa ketika Kyuhyun memutuskan pergi. Sebenarnya Changmin merasa bersalah pada Kyuhyun karena mengkhianatinya apalagi namja manis itu sampai berbohong padanya kalau dia memiliki kekasih.

“Kyuhyun~na, apa kau yakin akan berhenti bekerja di sini? Pikirkanlah lagi, aku yakin Yoochun tidak akan memecatmu hanya karena kejadian tadi. Kau sudah bekerja disini selama hampir 3 tahun, Kyu. Apa kau akan mengalah pada namja angkuh itu?” ucap Kim Jong Woon sang Manager yang memang sudah dekat dengan Kyuhyun.

Namja manis itu tersenyum tipis. “Iya hyung, aku sudah memikirkannya. Bukan karena hanya kejadian ini saja tapi kupikir ada baiknya jika aku tak bertemu mereka” Jong Woon mengerti arah pembicaraan Kyuhyun.

“Jika lebih lama disini, lukaku tidak akan pernah sembuh hyung. Maka dari itu lebih baik aku pergi” Jong Woon tidak bisa berkata apa-apa lagi. Dia hanya tak habis pikir kenapa adik Bossnya itu lebih memilih meninggalkan Kyuhyun untuk bersama namja berhati siluman, padahal masa pacaran mereka cukup lama.

Jonghyun memperhatikan Kyuhyun yang mengemasi barang-barangnya. “Aku sudah menduga akan berakhir begini. Apa kau yakin dengan keputusanmu, Kyu?” tanya Jonghyun.

”Aku harus bagaimana lagi Jonghyun~na, sebenarnya aku juga tak mau pergi dari sini, tapi ….” Jongyun menepuk pundak Kyuhyun.

“Kurasa Changmin akan menyesal telah meninggalkanmu demi namja itu, lalu kau akan bekerja dimana? Aku memiliki kenalan di beberapa café, kalau kau mau aku akan mencarikan kerja untukmu” Kyuhyun menggeleng.

“Tidak Jonghyun~na, untuk sementara ini aku akan tinggal di rumah dulu” Jonghyun mengangguk.

“Ya sudah. Hati-hati dijalan” ucap Jonghyun dan memberikan pelukan pada sahabatnya.

.

.

Setelah sampai dirumah, Kyuhyun langsung menuju kamarnya. Rumah nampak sepi karena Sehun dan Donghae belum pulang. Setelah membersihkan diri Kyuhyun langsung merebahkan tubuhnya diranjang, rasa lelah pada tubuh dan hatinya membuatnya langsung tertidur.

Suara ketukan dipintu membuat Kyuhyun menggeliat, “Kyunnie, kau sudah bangun? Kau tidak lupa kan? Hyung menunggumu didepan” ucap Donghae didepan kamar Kyuhyun. Kyuhyun menghela nafas pendek lalu dengan malas Kyuhyun melangkah kekamar mandi. Dia bukannya lupa dengan janjinya untuk pergi dengan Donghae. hanya saja dia memang malas keluar rumah karena moodnya sedang buruk, tapi dia tak mau membuat kakaknya itu kecewa.

“Ini. Jonghyun mengantarnya tadi, kau meninggalkannya di lokermu” Donghae menyodorkan sebuah jam tangan pada Kyuhyun.

“Jonghyun sudah mengatakan semuanya padaku” lanjutnya, Kyuhyun mengambil jam tangan itu, mengamatinya sebentar lalu membuangnya ditempat sampah.

”Aku memang sengaja tak membawanya” Donghae menghampiri adiknya dan menepuk pundak Kyuhyun.

“Jangan bersedih Kyu, Changmin tak pantas kau tangisi”.

“Ayo kita berangkat sekarang, Hyukkie sudah menunggu kita” lanjutnya.

Selama perjalanan Kyuhyun menjadi pendiam. Eunhyuk menoleh pada Donghae dan hanya dibalas angkat bahu. Suasana mobil yang sepi terasa aneh, mereka terbiasa mendengar celoteh sang maknae. Donghae memakirkan mobilnya dihalaman yang sangat luas itu. Kyuhyun memperhatikan sekitarnya ketika sudah keluar dari mobil, tak terasa mulutnya terbuka. Pandangan kagum terlihat jelas diwajahnya, baru kali ini dia melihat istana dongeng yang nyata.

“Kyuhyun~na, ayo” ucap Donghae lalu menarik lengan adiknya. Eunhyuk tersenyum melihat wajah Kyuhyun. Pintu besar itu terbuka, 8 maid sudah siap menyambut tamu. Eunhyuk dan Donghae yang sudah beberapa kali pergi kesana sudah terbiasa melihat pemandangan seperti itu. Sedangkan Kyuhyun yang baru pertama kali masuk ke istana itu hanya bisa melongo dan pasrah dengan tarikan tangan Donghae.

“Kalian sudah dating” ucap Jaejong yang datang menghampiri mereka, disampingnya suaminya menemani.

“Selamat malam, Sajangnim” sapa HaeHyuk sedangkan Kyuhyun hanya membungkukkan badannya saja. Dia masih terkejut karena mengetahui namja yang beberapa hari lalu di bertemu dengannya itu adalah  pemilik rumah megah ini. “Kalau ada Tuan ini berarti namja yang bernama Siwon juga ada disini” batinnya.

“Tsk, aku sudah katakan pada kalian kalau tidak dikantor panggil seperti biasa saja. Hai Sehunnie” sapa Jaejong pada Sehun yang berada disamping Eunhyuk, lalu pandangannya beralih pada Kyuhyun yang menatapnya. Namja manis itu tersenyum dan menghampirinya.

”Kau mengingatku?” Kyuhyun menganggukkan kepalanya.

“Hae, kenapa kau tak pernah memberitahuku dari dulu kalau kau memiliki adik yang sangat manis?” ucapnya masih dengan menatap Kyuhyun.

“Sebelum orang tua kami meninggal, Kyuhyun tinggal bersama mereka sedangkan aku bersama keluarga kecilku. Jadi aku belum pernah memperkenalkan Kyuhyun pada temanku semenjak aku berkeluarga” ucap Donghae

“Ayo, lebih baik kita masuk kita lanjutkan obrolan didalam” ajak Yunho. Mereka semuanya masuk keruang makan yang sangat luas, disana sudah ada Tuan.Choi dan istrinya yang baru datang dari Beijing juga Siwon. Setelah HaeHyuk dan juga Kyuhyun memberi hormat pada Tuan dan Nyonya Choi mereka menduduki kursi yang disediakan, Kyuhyun duduk berhadapan dengan Siwon, mereka hanya saling melempar senyum.

Selama acara makan malam berlangsung Kyuhyun hanya diam. Dia masih belum mengerti kenapa dia diundang makan malam dirumah direktur kakaknya dan calon kakak iparnya itu. Sedangkan Siwon terus menatap namja didepannya tanpa mengikuti obrolan yang lain. Sikap Siwon tak luput dari perhatian Jaejong , namja manis itu tersenyum penuh arti.

Setelah makan malam, mereka berkumpul di ruang tamu. Jaejong berdiri dari duduknya membuat semua orang beralih memperhatikannya. “Karena semuanya sudah berkumpul aku ingin mengatakan sesuatu pada kalian semua. Sebelumnya aku sudah meminta ijin kepada Aboeji dan Ommonim dan mereka sudah menyetujuinya. Aku dan Donghae sepakat untuk menjodohkan adik kami yaitu Siwon dan Kyuhyun”

“Uhuk..uhuk…/Uhuk…uhuk.” Kyuhyun dan Siwon sama-sama tersedak minuman mereka. Eunhyuk yang berada disamping Kyuhyun langsung menepuk-nepuk punggung calon adik iparnya itu, sedangkan Yunho melakukan hal yang sama pada Siwon.

“Apa??/Apa??” ucap keduanya lagi.

“Wah kalian kompak sekali. Belum saja menjadi suami-istri tapi mereka sudah sehati,” Jaejong tertawa geli. Kyuhyun memalingkan wajahnya pada kakaknya meminta penjelasan Kyuhyun masih tahu sopan santun untuk tidak berteriak pada kakaknya.

“Saya permisi sebentar,” ucap Donghae lalu menarik lengan Kyuhyun untuk mencari tempat berbicara berdua.

“Jelaskan padaku hyung?” tanya Kyuhyun ketika sudah berada ditaman samping rumah. Donghae menghela nafas panjang lalu menatap adik satu-satunya itu sayang.

“Maafkan hyung, karena hyung tak mengatakan hal ini padamu terlebih dahulu Kyu. Awalnya hyung tak tahu kalau istri Yunho itu mengenalmu. Setelah dia menjelaskan semuanya hyung hanya bisa menjawab semua terserah padamu. Kau yang menjalaninya. Jaejong yang mengusulkan perjodohan ini karena di awal pertemuan dia sudah menyukaimu dan merasa cocok jika kau yang mendampingi adiknya. Jangan salah paham Kyunnie. Hyung tidak akan memaksamu, ini hidupmu kau yang menjalaninya. Seharusnya hyung memang mendiskusikan ini denganmu sebelumnya. Maafkan hyung, hyung yang salah. Hyung akan membatalkannya , lagipula kalian memang belum lama mengenal dan kau baru saja patah hati. Hyung hanya ingin kau bahagia. hyung menyayangimu Kyuhyunnie” Donghae tersenyum menenangkan.

Kyuhyun hanya diam menatap hyung yang sangat disayanginya. Dia tahu Donghae menginginkan yang terbaik untuknya. Tapi kejadian ini mendadak dan membuatnya syok. Dia tak mau salah memilih lagi. Lagipula hatinya masih terisi dengan Changmin, meski pria itu sudah menyakitinya. Bisa dibilang Changmin itu cinta pertamanya. Andai saja Changmin saat ini meminta maaf dan ingin kembali padanya, Kyuhyun akan menerimanya. Tapi Kyuhyun tak ingin membuat Donghae  malu didepan Bossnya dan keluarga Bossnya.

“Hyung. A..aku bukannya menolak, hanya saja bisakah perjodohan itu ditunda. Biarkan kami saling mengenal dulu, belum tentu dia juga menyukaiku. Kurasa pernikahan tanpa cinta juga tidak akan berakhir bahagia“ ujarnya.

“Baiklah,  jika itu keinginanmu. Aku akan mengatakannya pada mereka. Ayo masuk” Donghae mengajak Kyuhyun masuk keruangan tengah dimana semuanya sudah berkumpul disana. Kyuhyun melirik Siwon yang juga menatapnya. Kyuhyun kembali menunduk lalu duduk disamping Eunhyuk.

“Eumm… begini. Sebelumnya aku minta maaf, sebenarnya aku belum mengatakan tentang rencana perjodohan ini pada Kyuhyun. Aku rasa sebaiknya mereka lebih dulu mengenal satu sama lain. Kita tidak bisa memaksakan jika mengenai perasaan. Aku menyerahkan sepenuhnya pada Kyuhyun” ucap Donghae.

“Hahahaha…. iya yah. Kenapa aku terlalu terburu-buru? Bukankah mereka belum terlalu mengenal. Maafkan aku yang terlalu antusias untuk menjodohkan mereka. Oh iya aku lupa, Eunhyuk ada yang perlu aku bicarakan denganmu tentang proyek kita kemarin. Ayo ikut denganku dan Sehun~na, uncle punya coklat apa kau mau?” Sehun mengangguk senang. Dengan isyarat mata Jaejong menyuruh Eunhyuk mengikutinya, matanya lalu beralih pada suaminya yang langsung mengerti maksud Jaejong.

“Donghae~ah. Aku baru membeli wine baru, apa kau mau mencicipinya?” ajak Yunho. Donghae yang mengerti maksud Yunho hanya mengangguk dan pergi dari sana setelah berpamitan pada Tuan dan Nyonya Choi.

Suasana diruang tengah itu mendadak hening. Tersisa Kyuhyun, Siwon dan kedua orang Tuanya. Kyuhyun hanya menunduk tak tahu harus berbuat apa. Nyonya Choi menatap Kyuhyun dengan senyuman. Tangan lembutnya memegang tangan Kyuhyun yang terkejut mendapat perlakuan seperti itu. sudah lama dia tak merasakan kehangatan sentuhan seorang ibu. Kyuhyun ingin menangis.

“Kyuhyun-ssi. Maafkan Jaejong, dia memang seperti itu. Jika menyukai sesuatu dia akan terus mengejarnya sampai dapat walaupun itu bukan untuk dirinya sendiri. Terlebih untuk kebahagian adiknya. Jangan dipaksakan jika kamu tidak menginginkannya” Kyuhyun menatap Nyonya Choi haru.

“Kami akan istirahat dulu. Selamat malam” Nyonya Choi mencium pipi Siwon kemudian berlalu bersama suaminya menuju kamar mereka.

Suasana kembali sepi, Kyuhyun masih menundukkan kepalanya. Sedangkan Siwon sedari tadi tak melepaskan pandangannya pada sosok didepannya itu.

“Mau ikut ke taman?“ ajak Siwon memecah keheningan. Kyuhyun terdiam sejenak lalu mengangguk.

Mereka berjalan beriringan menuju taman yang cukup luas dihalaman samping. Siwon membawa dua kaleng minuman ringan. Kyuhyun kembali terpesona dengan apa yang dilihatnya sekarang. Taman yang cuku luas dengan  tanaman bunga berbagai jenis dan juga pepohonan yang rindang. Ditengahnya ada air mancur dengan patung berbentuk ikan, disekitarnya bermacam-macam ikan hias yang mengisi kolam ikan berbentuk lingkaran mengelilingi air mancur. Jangan lupakan lampu lampu cantik yang menambah kesan menakjubkan.

“Indah sekali” ucap Kyuhyun tanpa sadar. Siwon hanya tersenyum melihatnya.

“ Jaejong hyung yang membuat taman ini menjadi indah. Dulu ibuku yang mengurusnya, tapi semenjak mereka menetap di Beijing, hyungku yang mengurusnya. Dengan tambahan sentuhan sana-sini membuatnya semakin indah. Meski dia sibuk dengan pekerjaannya dan keluarga kecilnya dia selalu menyempatkan mengurus taman ini dengan bantuan maid” jelas Siwon yang hanya dibalas anggukan oleh Kyuhyun.

“Kumohon kau jangan memasukkan hati apa perkataan kakakku. Dia memang orang yang seperti itu. terkadang begitu ceroboh dan gegabah tanpa memikirkan akibatnya” ujarnya.

“Aku mengerti, karena aku juga mempunyai kakak. Terkadang mereka akan menjadi brother complex, over protectif dan kadang mereka juga menjadi menyebalkan” Kyuhyun tertawa kecil. Siwon juga.

“Yah begitulah. Brother complex yang menyebalkan” keduanya sama-sama tertawa. Tak berapa lama suasana kembali hening. Keduanya menikmati keindahan yang ada didepan mereka. Tiba-tiba Siwon mengulurkan tangannya. Kyuhyun menatapnya bingung.

“Ayo kita berkenalan. Kita kan belum berkenalan secara resmi” Kyuhyun mengerti maksud Siwon.

“Hai… kenalkan namaku Siwon. Pria tertampan dikeluarga Choi. Senang bertemu denganmu” ucap Siwon masih mengulurkan tangannya. Kyuhyun tertawa kecil, lalu menjabat tangan Siwon.

“Hai… namaku Kyuhyun, orang bilang aku cute dan aku senang orang memujiku seperti itu” Kyuhyun tersenyum lima jari.

“Ah, aku percaya itu. Kau memang cute tapi sepertinya keponakanmu tadi lebih cute” mendengar perkataan Siwon, Kyuhyun melepaskan jabatan tangan mereka dan mempoutkan bibirnya. Entah kenapa Siwon suka dengan Kyuhyun yang  merajuk.

“Mana bisa kau membandingkanku dengan Sehun. Dia kan masih kecil tentu saja dia cute”.

“Hahaha kau ini. Daripada cute, aku lebih suka menyebutmu manis” mendengar pujian Siwon. pipi Kyuhyun sedikit merona.

“Bisa saja kau Siwon-ssi. Kau juga tampan, aku yakin banyak yang menginginkanmu menjadi kekasih”.

“Tidak juga. Aku tidak setampan itu, buktinya kau tidak tertarik padaku”.

“ Emm…. Bukan. bukannya aku tidak tertarik tapi…”.

“Jadi kau tertarik padaku?”.

“Aku tidak tahu” Kyuhyun menghela nafas.

“Apa kau memiliki kekasih?” tanya Siwon ragu.

“Tidak. Aku baru putus dengan kekasihku”.

“Apakah orang yang kau maksud itu, orang sama sewaktu kau menggangguku waktu itu” alis Siwon terangkat. Kyuhyun tersenyum malu saat mengingat kejadian itu.

“Iya. Maaf, aku memanfaatkanmu waktu itu. Aku hanya tak ingin dia merasa kalau aku akan terpuruk jika dia meninggalkanku. Meskipun kenyataannya memang begitu. Tapi aku punya harga diri. Aku tak mau dia mengira kalau aku tidak bisa mencari penggantinya. Untung saja waktu itu ada kau jadi aku tidak ketahuan berbohong”.

“Berarti kau harus berterima kasih padaku” ucap Siwon bangga.

“Iya tentu saja. Sekali lagi terima kasih Siwon-ssi” Kyuhyun sedikit membungkukkan badannya.

“Hahahaha, aku hanya bercanda Kyuhyun-ssi. Kau memang melakukan yang harus kau lakukan”. Siwon tertawa dan Kyuhyunjuga tersenyum. Keduanya kembali meneruskan obrolan. Mengobrol  tentang ini dan itu. hingga tanpa mereka sadari seperti tidak ada jarak. Mereka mengobrol layaknya teman yang sudah dekat.

Sementara itu  terlihat gerombolan orang yang sedang berebut mengintip dari jendela kaca yang berada diruang makan.  Jendela yang tak terlalu besar itu membuat mereka berdesakan ingin melihat orang yang mereka jodohkan.

“Yaak!!. Kalian ini kenapa tidak mau mengalah pada orang yang sedang hamil, huh? Dimana-mana itu orang hamil diutamankan” seru Jaejong ketika dia kesusahan mengintip. Tiga orang yang bersamanya langsung diam.

“Maaf Boo. Ayo sini, aku akan memberimu tempat” Yunho memeluk pinggang istrinya yang langsung tersenyum.

“Terima kasih Yun. Kau yang terbaik” Donghae dan Eunhyuk hanya memutar bola matanya.

“Permisi Uncle. Kata bu guru, anak kecil itu lebih diutamakan dan orang tua harus mengalah pada anak kecil. Sehun juga ingin mengintip Samchon Kyuhyun pacaran jadi tolong beri Sehun jalan ne” ucapan Sehun membuat semuanya melongo.

“Yaak!. Ikan, kau ajari apa anakmu ini huh? Kenapa dia tahu tentang pacaran? Jangan bilang kalau kalian yang mengajarinya. Demi Tuhan Hae, Sehun itu masih sekolah dasar. Jangan kau mengajarinya macam-macam” Jaejong mendeathglare Donghae yang tersenyum lebar.

“Sudah Jae, ingat kehamilanmu. Tidak baik orang hamil marah-marah” tegur Yunho, Jaejong mengerucutkan bibirnya sedangkan HaeHyuk hanya cekikikan.

“Hai…. Apa aku melewatkan sesuatu?” Minho, si bungsu keluarga Choi itu menatap bingung gerombolan yang berdiri didepan jendela yang tak begitu besar.

***

Denting lonceng berbunyi beberapa kali. Mengiringi sepasang pengantin yang berjalan keluar menuju halaman gereja. Wajah-wajah bahagia terlihat dari semua orang yang hadir. Semua orang sudah berkumpul untuk acara lempar bunga. Setelah hitungan ketiga bunga itu terlempar jauh dan mendarat di tangan seorang pria jangkung berwajah tampan.

Siwon dan Kyuhyun. Sepasang pengantin itu tersenyum ketika tahu yang mendapat bunga itu adalah Changmin. Mereka berdua memberi dua jempol untuk Changmin dan kata-kata semangat dari jauh. Changmin  hanya tersenyum sedih ketika sepasang pengantin itu tak melihatnya lagi, lebih tepatnya pada Kyuhyun.

Hingga detik ini dia masih merutuki kebodohannya dengan melepas Kyuhyun dan memilih Kibum. Perkataan orang-orang disekitarnya dia abaikan ketika memberitahukan tentang kejelekan Kibum. Dia berpikir orang-orang itu hanya iri pada kekasihnya. Hingga suatu hari dia melihat sendiri bagaimana kekasihnya tengah bercumbu dengan pria lain diapartemennya.

Changmin merasa pantas mendapat balasan karena telah menyakiti Kyuhyun, kekasih yang berawal dari sahabat dan jatuh cinta. Melewati berbagai rintangan bersama namun karena kehadiran Kibum membuatnya lupa pada Kyuhyun.

“Hai Chang… lama tidak bertemu” Jonghyun menyapa Changmin.

“Hai… Jong. Kapan kau datang. Kudengar kau berada di Canada selama ini?”.

“Iya. Aku pulang karena menghadiri pernikahan sahabat kita” ucap Jonghyun. Lalu keduanya larut dalam obrolan .

=====WK=====

Ruangan yang biasanya terlihat biasa saja itu kini nampak indah. Taburan mawar merah dan putih tersebar diranjang yang juga dihias sedemikian rupa. Siwon baru saja memasuki kamarnya, lebih tepatnya sekarang kamarnya bersama Kyuhyun. Setelah menjamu beberapa temannya yang datang terlambat dihari pernikahannya. Matanya mengedar mencari keberadaan seseorang yang saat ini sudah menjadi istrinya. Senyumnya merekah ketika melihat Kyuhyun yang baru keluar dari kamar mandi.

“Hai baby…. maaf membuatmu menunggu” Siwon menghampiri istrinya lalu mengecup bibirnya. Kyuhyun merona meski bukan kali ini saja Siwon menciumnya.

“Tidak apa-apa, Wonnie. Sekarang mandilah, aku sudah menyiapkan air hangat”.

“Wah kau memang istri idaman sayang.Bbaiklah aku mandi dulu” ucap Siwon bergegas kekamar mandi. Kyuhyun hanya terseyum melihatnya.

Tak berapa lama keduanya sudah berada ditempat tidur dengan Kyuhyun yang bersandar pada dada bidang suaminya. Sedangkan tangan Siwon berada dipinggang ramping Kyuhyun. Keduanya diam menikmati kebersamaan mereka.

“Hari ini aku sungguh bahagia baby. Akhirnya aku bisa membuatmu menjadi milikku sepenuhnya” ucap Siwon sambil mengecup kepala istrinya.

“Aku juga bahagia Wonnie. Choi Siwon pria tampan yang menjadi idola semua gadis ini sekarang adalah milikku seutuhnya”.

“Aku sempat khawatir kau akan menolakku baby. 2 tahun bukan waktu yang singkat untuk menjalani pendekatan denganmu. Aku hampir putus asa ketika kau tak juga memberikan sinyal kalau kau juga meyukaiku” terang Siwon.

“Maafkan aku, Wonnie. Aku membuatmu menunggu lama. Aku orang yang sulit jatuh cinta. Membutuhkan waktu untukku memastikan perasaanku. Tapi aku bersyukur kau mau menungguku selama itu”.

“Makanya ketika kau mengatakan mencintaiku. Aku tidak menunggu lama untuk meminangmu. Kau tahu? Orang yang paling bahagia ketika tahu kita berpacaran adalah Jae hyung. Dia berteriak heboh sendiri dan menyuruhku untuk segera melamarmu” Kyuhyun tertawa kecil.

“Benarkah?”Siwon mengangguk mantap.

“Dia selalu memarahiku jika aku bilang kalau kau belum memberikan sinyal cinta padaku. Menyebutku lamban, bodoh dan lain sebagainya. Entah kenapa dia begitu ingin menjadikanmu bagian dari keluarga Choi. Tapi aku senang karena ternyata pilihan kakakku yang menyebalkan itu begitu istimewa” Kyuhyun tersenyum malu mendengar ucapan Siwon.

Kyuhyun membalikkan badanya berhadapan dengan suaminya. Menatap mata hitam kelam itu penuh cinta. “Kau juga istimewa honey. Kau adalah sosok yang selama ini aku cari. Pria romantis, humoris dan juga penyayang. Aku berterima kasih  pada Tuhan karena telah mempertemukan kita”.

Keduanya kembali terdiam menatap satu sama lain dengan penuh cinta. Tanpa terasa wajah keduanya begitu dekat dan semakin lama semakin tidak ada jarak. Mata mereka terpejam ketika bibir mereka bersentuhan. Meresapi rasa cinta mereka dalam satu ciuman manis dan penjang. Dan lama kelamaan ciuman manis itu berubah menjadi ciuman menggairahkan. Perasaan saling membutuhkan kini mendominasi. Mengharuskan mereka menuntaskan hasrat yang tertahan, hingga benih-benih cinta Siwon tertanam dalam tubuh Kyuhyun. mengabaikan bulan dan bintang yang malu-malu mengintip dijendela kaca yang tak tertutup sempurna oleh tirai.

End.

Fiuuh akhirnya selesai juga. Semoga gak ngeboseninya, soalnya puanjanng banget nih hehehe…

Buat WKC Happy  2ndAnniversary semoga sukses selalu.

At least Mari tebarkan cinta wonKyu.

.

.

From Admin

Dukung FF ini untuk jadi pemenang dengan cara:

  1. Share FF ini ke FB melalui kolom Share.
  2. Screenshot_2016-03-29-18-58-12-1
  3. Berikan Komentar untuk FF ini.
  • 1 username 1 komentar
  • Komentar dengan kata dibawah 20 tidak dihitung. Jadilah reader yang aktif. Jangan hanya semangat komentar jika ada war. #eh *bercanda ajah nih*
  • Penilaian oleh reader dilakukan sampai tgl 8 April jam 10 Malam atau setelah Min ssii memberikan komentar di postingan tersebut. Artinya koment yang masuk setelah komentar Min ssii tidak akan dihitung.
  1. Vote FF favorite kalian pada kolom di bawah ini.

VOTE

 

Sekian dan terima kasih.

 

Selamat berlomba untuk semua author dan selamat menikmati sekaligus memberikan nilai untuk semua reader WonKyuCorp.

 

Semangat!!!!!

Advertisements

12 thoughts on “[FF Kontes] Love Is Coming

  1. Kkkk…
    Dari saling dilepaskan oleh orang yang dipikir akan menjadi pasangan abadi malah jadinya pasangan betulan..
    Suka banget kalo jae, won ama minho jadi sodaraan..seru aja ngebayanginnya..
    Alur ceritanya seru..tapi diskipnya jauh banget..ampe nikah langsung..pengen lihat perjuangan siwon dapetin kyu dan sadar cintanya hanya untuk kyu…tapi suka ceritanya…😍😍😍😍

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s