Posted in BL, Family, FF Kontes, Genre, Oneshoot, Romance, Sad, WonKyu Story

[FF Kontes] Let’s Not Falling in Love

WKCAnnive-Let's Not Falling in Love

Let’s Not Falling in Love

Author: Joanbabykyu

Cast: Choi Siwon, Cho Kyuhyun

Support Cast : Lee Jonghyun, Shim Changmin

Genre: BL, Romance, Family, Sad

Rate: T

Summary :

“Dia lebih bersinar dari seorang wanita, Jong.”

“Jika waktunya tepat nanti, akan aku kenalkan padamu.”

Let’s Not Falling in Love

Kyuhyun merekatkan plester di dahi pasiennya. Dengan wajah datar, Kyuhyun tidak dapat menahan bibirnya untuk tidak mengerucut. Pasiennya kali ini benar-benar menguji kesabarannya. Pasien berjenis kelamin laki-laki itu tak berhenti menggodanya. Kyuhyun bahkan sudah menampakan wajah garangnya agar pria itu berhenti menggodanya. Namun, bukannya berhenti pria dengan kumis tipis itu malah semakin gencar menggodanya dengan kata-kata manis –menyebalkan menurut Kyuhyun-. Jika saja ia tidak sedang mengemban tanggung jawabnya sebagai seorang Dokter, bisa dipastikan pria aneh di hadapannya itu akan habis di tangannya.

“Selesai.” Kyuhyun berucap tegas sembari membereskan peralatannya. Ia membuka sarung tangan latek yang menjadi pelindung diri agar terhindar dari penularan kuman. Salah satu trik, agar pasiennya segera pergi dari hadapannya. Sungguh, Kyuhyun tidak akan menjadi sejahat ini jika saja pasiennya bukan pria genit yang hobi merusuh. Sigh! Kyuhyun sama sekali tidak mengenalnya. Ia bahkan dapat dengan mudah menilainya, dari cara berpakaian juga luka yang didapatkan oleh pria itu. Mungkin saja, luka itu diperoleh saat pria aneh itu sedang menggoda wanita-wanita di luar sana.

Kyuhyun menghentikan kegiatannya saat ia tak melihat tanda-tanda jika pria itu akan segera pergi. Ia membalikkan badannya menghadap pria yang masih saja menatapnya dengan tatapan yang tidak dapat Kyuhyun mengerti maknanya. Ia berdehem dan memasang wajah sebalnya. “Permisi Tuan, pasien yang lain sudah menunggu. Anda tidak perlu dirawat.” Kyuhyun menghirup nafasnya sebelum melanjutkan. “Jadi tolong segera pergi dari sini!”

Pria itu tersenyum –tampan- sebenarnya, hanya saja Kyuhyun tidak mau mengakuinya. “Baiklah, saya permisi Nona….” Matanya bergerak menangkap tulisan rapi yang bertengger di dada kiri Kyuhyun. “….. Cho.” Ucapnya tanpa dosa dengan  meninggalkan sebuah kedipan genit yang membuat Kyuhyun mual. Pria itu bergegas meninggalkan ruangan milik dokter manis itu, dengan sebuah teriakan mengiringi kepergiannya.

“YAK! SUDAH AKU BILANG AKU INI BUKAN PEREMPUAN?”

. . .

Kyuhyun membanting nampan berisi makanannya di atas meja dengan sedikit kuat. Menghasilkan sebuah getaran kecil, baik pada meja juga pada makanan yang sudah tertata rapi itu. Ia segera menghempaskan tubuhnya di balik meja makan kantin. Berhadapan dengan salah satu sahabatnya.

Changmin menatap kaget pada nampan makanan yang tergeletak pasrah tak berdaya karena ulah seseorang itu. Ia menoleh dan menelisik wajah semrawut milik Kyuhyun yang terpampang nyata. Tentu saja, bukan kali ini saja ia menyaksikan wajah penuh kekesalan milik pria super manis itu. Bahkan jika dipikir ulang, rasa-rasanya Changmin bahkan jarang sekali melihat senyum di wajah Kyuhyun. Hampir setiap hari, Dokter muda itu menampakan wajah suram penuh kekesalan. Entah apa yang ada dalam pikiran Kyuhyun. Yang jelas, Changmin sudah terlalu biasa menyaksikan mode suram sahabatnya itu.

“Apa ada yang…”

“Salah dengan wajahku? Kenapa hampir setiap pasienku mengatakan aku ini perempuan?” Changmin menyela dan memperagakan mimic serta gesture yang sekali lagi, sudah terlalu sering dilakukan oleh Kyuhyun. Kyuhyun sering sekali menanyakan pertanyaan yang sama. Juga jelas sekali Kyuhyun tidak akan membutuhkan jawaban darinya.

Changmin ingat saat pertama kali ia menjawab dengan sangat polos dan terus terang tentang penilaiannya terhadap Kyuhyun. Changmin harus menerima serangan brutal dari Kyuhyun. Bagaimana mungkin, seorang dokter yang seharusnya merawat pasien malah dirawat hanya karena alasan sepele? Namun meski begitu, Changmin merasa bersyukur. Berkat luka yang Kyuhyun hadiahkan padanya, ia dapat dipertemukan dengan permaisuri hatinya. Seorang dokter senior yang kini sudah resmi menjadi kekasihnya.

. . .

Kyuhyun menguap lebar. Bukan karena kantuk yang melanda. Ia merasa bosan karena seseorang yang sudah berjanji untuk menjemputnya tak kunjung menampakan batang hidungnya. Baru lima menit padahal. Namun, Kyuhyun sudah benar-benar berada dipuncak rasa bosan untuk menunggu.

Kyuhyun kembali menguap saat sebuah Audi r8 berwarna hitam berhenti di hadapannya. Kyuhyun terheran mengingat ia tidak mengenal siapapun yang memiliki mobil seperti itu. Ia mencondongkan sedikit tubuhnya ke arah pengemudi.

“Hai Kyu~~”

Kyuhyun memutar bola matanya, saat suara yang sangat ia kenal menembus gendang telinganya. Tak berlama-lama lagi, ia segera memasuki mobil mewah yang baru pertama kali ia lihat itu. ‘Tujuh menit dua puluh tiga detik.”

Jonghyun tersenyum maklum memndengar nada dingin yang terlontar dari bibir mungil Kyuhyun. “I’m sorry, Babe. Ban mobilku kempes. Dan aku terpaksa meminjam mobil Hyungku.”

“Hyung? Hyung tirimu yang tinggal di Jepang?”

Sebuah anggukan menjawab Tanya Kyuhyun. “Seminggu yang lalu dia kembali kesini. Dan menyebalkan sekali, dia baru menemuiku hari ini. Dia bahkan tidak pulang ke Rumah.”

“Lalu, dia tinggal dimana?”

Jonghyun mengangkat bahunya. Sejujurnya, Jonghyun memang tidak pernah mengerti dengan kehidupan Hyungnya tersebut.

. . .

Siwon mengitari ruangan yang mulai hari esok akan ia tempati. Tidak terlalu besar, juga tidak terlalu kecil. Sangat cocok untuknya. Apalagi, jendela besar yang menampilkan hamparan luas pemandangan kota Seoul. Sungguh indah, memberikan kesegaran pada setiap yang memandangnya.

Siwon tersenyum kecil mengintat kejadian tadi siang. Meskipun ia harus menghadapi serbuan fans sebuah grup idol hingga mendapatkan luka yang cukup serius. Siwon bukanlah salah satu member dari grup idol tersebut. Ia hanya tidak sengaja lewat disana. Dan berakhir dengan desakan juga teriakan ratusan gadis yang tidak Ia ketahui dari mana asalnya.  Namun meski begitu, ia merasa beruntung karena ia dirawat oleh dokter muda yang manisnya sudah melebihi kapasitas itu. Telunjuknya terjulur meraba plester yang merekat di dahinya. Dokter Cho. You are mine.

“Kau disini, Hyung?”

Siwon menoleh mendapati Jonghyun yang kini berjalan kearahnya. Ia tersenyum menampilkan dimple yang dalam yang selalu menjadi pesonanya.

Jonghyun balas tersenyum. Menyimpan kunci mobil yang tadi dipinjamnya di atas meja. “Kau tidak ada di ruanganku. Ku kira kau sedang berjalan-jalan. Ternyata kau hanya melamun disini.” Jonghyun menghempaskan tubuhnya di atas sofa empuk berwarna putih. Matanya bergerak menelusuri beberapa buah ornament yang menghiasi setiap sudut ruangan itu. Selera Siwon memang patut diacungi jempol.

Pria berlesung pipit itu hanya mengedarkan pandangannya pada hamparan langit biru yang dihiasi titik kecil awan putih. Berkumpul menjadi sebuah bayangan tak kasat mata yang hanya dapat Siwon lihat. Ketika awan itu terbentuk menjadi sebuah lingkar mata yang sangat ia kagumi. “Matanya sangat indah. Sinarnya menyilaukan. Betapa jernihnya, memberikan keteduhan bagi pertemuannya.” Awan itu bergerak seolah mengikuti imajinasi Siwon. “kau tahu? Parasnya sangat sempurna. Pipi chubbynya. Hidung bangirnya. Bulu matanya yang lentik. Dan.. bibir mungilnya membuatku tak tahan untuk segera membenamkan bibirku diantara kedua belah bibir itu.” Matanya terpejam. Merekam potret sempurna yang terus membayanginya. “Apa yang harus aku lakukan, Jong?” ia berbalik. Bersandar pada meja kerja yang berisikan papan namanya.

Jonghyun tertawa kecil. Ia paham apa yang sedang Siwon rasakan. “Kau sedang jatuh cinta?” tanyanya tepat sasaran.

Siwon tersipu. Keempat Jemari dan telapak tangannya bergerak menutupi dagu dan bibirnya. Sementara ujung telunjuknya menempel diantara kedua halis tebalnya. Salah satu gesture favoritnya.

“Oh Hyung! Wanita mana yang berhasil, meluluhkan hati sang petualang ini?!” Jonghyun bersorak. Walau bagaimanapun ia sangat bahagia mendengarnya.

“Dia lebih bersinar dari seorang wanita, Jong.”

Jonghyun menganggukkan kepalanya. “Aku paham. Lalu siapa orang itu?”

“Jika waktunya tepat nanti, akan aku kenalkan padamu.” Senyuman kembali membingkai wajah tampan Siwon. Sinar matanya seolah memancarkan cinta yang dalam. Begitu bermakna hingga membuat wajahnya berkali lipat lebih tampan.

. . .

Kyuhyun mendorong Troly belanjaannya dengan langkah malas. Jika ada pilihan. Sesungguhnya Kyuhyun saat ini sedang ingin beristirahat. Namun, Kyuhyun paham ia tidak akan mendapatkan itu selama Noonanya masih sibuk dengan segala kebutuhan gizi bayi dalam kandungannya. Kyuhyun kembali menguap lebar. Mengikuti langkah kaki ibu muda yang sedang hamil enam bulan itu. Jika ditanya suaminya dimana? Jawabannya adalah di dalam mobil. Di tempat Parkir Minimarket tersebut.

Cho Ahra sedang dalam masa ngidamnya. Kyuhyun yang kebetulan sedang sangat tidak beruntung hari itu, menjadi sasaran ngidam Ahra. Yang meminta ditemani belanja keperluan gizi untuk calon keponakannya. Dan Kyuhyun dapat berbuat apa? Ahra adalah wanita kesayangannya. Meskipun Ahra telah menikah, namun selama Ahra membutuhkannya, Kyuhyun tidak akan pernah menutup mata dan telinga untuk Ahra.

“Kyu, coba lihat apel ini! Bukankah ini menggemaskan, sepertimu?” Ahra mengambil satu buah Apel berwarna merah. Ia mengusap apel itu seolah tengah mengusap pipi gembul Kyuhyun.

Kyuhyun melotot. Apakah hari ini hari sial sedunia? Kenapa banyak sekali yang menguji kesabarannya di hari ini. Pasien, Jonghyun dan bahkan Nonnanya sekalipun. Kyuhyun menggembungkan pipinya yang sudah besar itu menjadi semakin mengembung. Ahra berteriak kecil mendapatinya. Ah Ahra memang sangat menyukai pipi adiknya itu.

Ahra masih sangat ingat. Ketika Kyuhyun masih menyelesaikan kuliah kedokterannya, Kyuhyun pernah kehilangan pipi Chubbynya. Ia menangis histeris. Lantas segera memasak berbagai macam makanan yang disukai Kyuhyun agar pipi itu kembali seperti semula. Dan jangan salahkan siapapun jika kini bobot tubuh Kyuhyun semakin bertambah. Tentu saja itu semua adalah pekerjaan Ahra.

“Noona bagaimana bisa kau membandingkanku dengan apel itu, huh?” Protes Kyuhyun dengan sebuah poutan di bibirnya.

Ahra tersenyum garing. Ia membawa apel itu kedekat Kyuhyun. Membuat Kyuhyn malas melihat tingkah laku sang Apel yang tiba-tiba saja mendapat perhatian lebih dari Ahra. “Kau lihat ini, Babykyu~” Ahra mensejajarkan apel di tangannya dengan pipi Kyuhyun. “Lihat kan? Ini sangat mirip denganmu.” Ahra tersenyum dan mengakhiri kegiatan membandingkannya dengan sebuah cubitan di kedua pipi Kyuhyun.

“Yak! Noona! Kau membuat ku malu.” Kyuhyun menghempaskan kedua jemari jahil milik Ahra. Bibirnya sudah semakin mengurut.

Ahra tertawa dengan keras. “Ayo pulang. Kasihan sekali suamiku menunggu di dalam mobil sendirian.”

Kyuhyun memukul-mukul kepalanya sendiri. Siapa tadi yang menyuruh Jihoon Hyung untuk menunggu di dalam mobil, dengan alasan ingin menikmati waktu berdua dengannya? Kyuhyun melangkah mengikuti gerakan Ahra dengan sedikit menghentak. Well, ia hanya mampu melampiaskan kekesalannya pada lantai yang tak berdaya.

Yang tanpa diketahui siapapun, kini Siwon tengah memborong seluruh apel yang ada di dalam minimarket itu. Well, Siwon memang sedang membeli beberapa kaleng bir untuk mengisi kulkasnya. Yang tidak ia sangka adalah ia mendapatkan pemandangan menggemaskan yang disuguhkan oleh kaka-beradik yang berbahagia itu. Senyumnya melebar mengingat bagaimana wajah sempurna itu kembali menghadirkan sebuah bentuk adorable yang semakin membuat Siwon menginginkan pria manis itu berada dalam pelukannya.

. . .

Kyuhyun menarik nafasnya dalam, saat matanya menangkap sosok yang tidak asing itu. Pria yang kemarin malah menggodanya kini datang kembali. Kyuhyun menelisik setiap inchi wajah Siwon. Tidak ada yang salah dengan wajahnya. Kyuhyun yakin bahwa sebenarnya, luka kemarin pasti sudah sembuh. Lantas apa yang membuat pria itu datang kembali? Kyuhyun berdehem pelan, sebelum membuka suaranya. “Ekhm.. ada yang bisa saya bantu, Tuan?” Kyuhyun masih berupaya sopan. Well, ia tidak melihat pergerakan mencurigakan dari pria aneh ini.

Siwon memasang wajah memelasnya. Dengan wajah kesakitan yang dibuat-buat, ia menyentuh dada kirinya. “Aku sedang tidak sehat, Dok. Disini ada yang tidak beres. Rasanya, sangat sesak.”

Kyuhyun tertegun sebentar. Matanya menatap lekat wajah Siwon yang masih memampang rasa sakit –yang dibuat-buat-. Ia bergerak, mengambil kertas pemeriksaan. Menuliskan beberapa diagnosa awal. “Anda bisa berbaring disebalah sana.’ Titah Kyuhyun menunjuk sebuah ranjang di sudut ruangan.

Tanpa pikir panjang, Siwon segera melangkah dan membaringkan tubuhnya di atas ranjang yang sudah ditunjukan oleh dokter pemikat hatinya.

Kyuhyun mengikuti pergerakan Siwon. Ia memasang stetoskop di kedua telinganya. “Kau tidak ditemani walimu?”

“Aku hanya tinggal seorang diri.” Mata Siwon menatap lekat mata bulat milik Kyuhyun. Lalu beralih manatap pipi gembil yang menjadi pesonanya. Ah, benar-benar seperti Apel merah. Ia menyeringai.

Kyuhyun mengangkat stetoskopnya dan mengarahkannya pada dada kiri Siwon. Ia mengernyit heran. Tak ada yang salah dengan jantung Siwon. Hanya debarannya saja yang sedikit lebih cepat dari normal. Kyuhyun tidak sadar saat jemari Siwon menggenggam tangannya. Menahan gerakan yang akan dilakukan oleh Kyuhyun. Memebuat Kyuhyun terhenyak dan mau tak mau menatap mata Siwon yang kini berubah menunjukan sinar jenaka.

Kyuhyun menghempaskan tangan Siwon dengan kasar, “Kau! Bagaimana mungkin, kau bertindak tidak sopan kepada seorang dokter?!”

Siwon kembali memasang wajah memelasnya. “Aku sedang sakit dokter. Saat tanganmu menyentuh dadaku, rasa sesaknya hilang. aku tidak sengaja melakukannya, Dok.”

“Tidak ada penyakit seperti itu! Lagipula, kau sehat-sehat saja. Tidak ada yang salah dengan tubuhmu. Lebih baik kau segera pergi dari sini, sebelum saya memanggil security untuk menyeretmu keluar dari sini!”

Dan begitulah awal mulanya. kehidupan Kyuhyun mulai berubah selama beberapa minggu ini. Siwon yang akan selalu datang ke Klinik hanya untuk bertemu dengan wajah manis itu, lalu diakhiri dengan pengusiran cantik dari Kyuhyun. Siwon sangat menikmatinya. Hingga mereka tidak sadar, entah sejak kapan keduanya menjadi akrab dan berhubungan baik.

. . .

“Kau tahu, pasien yang sebenarnya tidak sakit itu?” Kyuhyun meneguk jus jeruknya. “Tadi pagi dia datang membawakanku sebuah apel merah. Coba tebak apa yang dia katakan?!”

Jonghyun hanya mengangkat bahunya. Lebih ke tidak peduli sebenarnya. Namun, ia tahu. Kyuhyun tidak suka jika ia tidak didengarkan. “Aku tidak dapat menebaknya.”

“Dia mengatakan bahwa apel merah itu mirip dengan pipiku. Menggemaskan dan chubby. Aku tidak paham, kenapa dia jadi seperti Noona yang sering membandingkan pipiku dengan apel merah.” Kyuhyun menggembungkan pipinya sebal. Baru ia akan membuka mulutnya lagi, sepotong daging masuk kedalam mulutnya. Pekerjaan Jonghyun. Mau tak mau ia harus mengunyah dan menelannya.

“Kalian sepertinya akrab sekali, ya?” Tanya Jonghyun sakratis.

Kyuhyun menyengir lebar saat daging itu sudah lolos melewati tenggorokannya. “Aku juga tidak paham, sejak kapan kami menjadi sangat akrab. Dia ternyata sangat baik, dan sangat konyol.” Kyuhyun tertawa di akhir kalimatnya.

Jonghyun mengaduk makanannya. Merasa tak selera karena pembicaraan tentang ‘pria lain’ yang tak habis-habis. Tidak masalah jika itu Changmin. Jonghyun bahkan tidak tahu siapa nama pria yang akhir-akhir ini menjadi topic pembicaraan setiap pertemuannya dengan Kyuhyun. Dan Jonghyun sangat merutuki sifat polos Kyuhyun. Bagaimana mungkin dokter manis itu tidak paham jika ia sedang cemburu? Sigh!

“Kenapa tidak dimakan?” Kyuhyun menatap makanan yang kini sudah tidak tertata rapi lagi di dalam piring Jonghyun.

“Hanya sudah kenyang saja.”

. . .

Jonghyun termenung. Memang bukan salah Kyuhyun. Ia dan Kyuhyun memang tak memliki hubungan apapun. Ia tidak berhak untuk merasa marah karena Kyuhyun membicarakan pria lain di hadapannya. Namun, hatinya tak dapat mengingkarinya. Perasaan cemburu itu begitu menusuk perasaannya.

Semenjak dulu. Jonghyun memang tidak pernah berani mengungkapkan perasaannya pada Kyuhyun. Bukan karena takut untuk ditolak. Hanya saja, baginya rasa itu tak perlu diungkapkan. Toh, ia dan Kyuhyun dapat berjalan berdampingan meski tiada status pasti. Ia juga paham. Kyuhyun merasakan hal yang sama padanya. Jika tidak, mana mungkin Kyuhyun mau untuk diajak kesana kemari olehnya. Bahkan ketika Jonghyun memberikan perintah untuknya agar selalu menjaga jarak dengan pria manapun. Namun kali ini terasa lain. Ia seolah tak mampu menahan Kyuhyun untuk berhenti membicarakan orang lain. Ia pun tak mampu menahan Kyuhyun untuk berdekatan dengan pria lain.

Matanya menangkap sosok Kyuhyun yang kini sedang berjalan ke arahnya dengan satu cup eskrim di tangannya. Ia mengangkat tangannya, ketika Kyuhyun melambaikan tangan padanya.

Kyuhyun menghempaskan bokongnya di samping Jonghyun. Ia tak berhenti menikmati setiap sendok cairan beku yang mudah lumer di dalam mulut itu. Kepalanya bersandar dengan nyaman di bahu Jonghyun. Dan ia semakin merasa nyaman ketika telapak tangan lebar milik Jonghyun mengusap-usap kepalanya.

Kyuhyun memang mencintai sosok ini. Ia tidak pernah mempermasalahkan status hubungannya dengan Jonghyun. Yang ia butuhkan hanyalah Jonghyun di sisinya.  Cinta itu bukan ucapan. Tetapi sebuah pembuktian. Ia pun dapat merasakan bahwa perasaannya tidak bertepuk sebelah tangan. Perhatian Jonghyun bahkan melebihi harapannya.

. . .

Kyuhyun melirik jam tangan putih yang melingkar di tangan kanannya. Jonghyun kembali terlambat untuk menjemputnya. Menendang-nendang kecil udara yang tidak berwujud itu sebagai pembunuh waktu. Kyuhyun memiringkan kepalanya, saat sebuah mobil berhenti di hadapannya. Audi r8 berwarna putih. Ia merasa de javu. Kyuhyun terhenyak saat Siwon keluar dari dalam mobil tersebut. “Siwon? Kenapa kau ada disini?”

Siwon tersenyum dalam menampilkan kedua dimplenya. Hingga mampu membuat Kyuhyun membeku. “Tentu saja aku datang untuk mengantarmu pulang.”

“Aku?” Kyuhyun mengerjapkan matanya. Sekali lagi, Siwon dibuat terpesona oleh keimutan yang tidak sengaja Kyuhyun tampilkan. “Tapi…” Kyuhyun menghentikan kalimatnya saat suara dering ponsel menggema memecahkan heningnya malam. Ia mengernyit saat nama kakak iparnya yang tertera di layar ponselnya. Tanpa berpikir panjang. Kyuhyun segera mengangkat panggilan tersebut.

Kyuhyun tak dapat menyembunyikan kecemasannya, saat Jihoon mengatakan Ahra terjatuh di lantai kamar mandi hingga mengalami perdarahan dan sedang dilarikan ke Rumah sakit. Kyuhyun segera memutuskan panggilannya saat ia mendapat penjelasan kemana Ahra akan dibawa. Dengan mata berkaca-kaca ia menarik pergelangan tangan Siwon. “Siwon, tolong antarkan aku ke Rumah Sakit Venus.”

Siwon menatap dalam mata Kyuhyun yang berkaca-kaca itu. Syarat akan permohonan. Tanpa bertanya apapun padanya, Siwon segera mengantarkan Kyuhyun untuk masuk kedalam mobilnya. Ia menancap gas menembus ruang dan waktu. Sesekali ia akan melirik Kyuhyun yang kini menangis dalam diamnya. Siwon mengerti bahwa ini, bukanah saat yang tepat untuknya bertanya pada Kyuhyun. Yang ada dalam pikirannya adalah mengantarkan Kyuhyun pada tujuannya secepat mungkin.

. . .

Jonghyun memperlambat laju mobilnya. Ia mengerutkan keningnya saat menagkap mobil yang ia ketahui milik Siwon berhenti di depan Klinik tempat Kyuhyun bekerja. Matanya meruncing mencoba menangkap setiap bayangan nyata yang hadir di hadapannya. Jonghyun menghentikan mobilnya beberapa meter di belakang mobil Siwon,  saat dilihatnya Siwon bergerak keluar menghampiri Kyuhyun. Dari cara mereka  berinteraksi, Jonghyun yakin jika itu bukan kali pertama mereka bertemu.

Sebeuah rasa penasaran mengusik perasaannya. Apa yang tidak ia ketahui belakangan ini? Bagaimana mungkin ia tidak menyadari jika Siwon dan Kyuhyun sering bertemu? Ia kembali mengingat beberapa kepingan memory yang beradatangan belakangan ini.

“Dia lebih bersinar dari seorang wanita, Jong.”

“Jika waktunya tepat nanti, akan aku kenalkan padamu.”

Jonghyun mencoba membuka pikirannya. Apa mungkin, seseorang yang Hyung maksud itu adalah… Kyuhyun?

Jonghyun sudah berniat untuk keluar dari mobilnya. Ia membuka safety belt yang melintang di dadanya. Namun, pergerakkannya terhenti saat sudut matanya menangkap gerakan Kyuhyun yang memasuki mobil milik Siwon. Jemarinya terkepal. Sial! Berani sekali Kyuhyun meninggalkannya untuk pergi bersama Siwon? Ia segera menyalakan mesin mobilnya dan mengikuti kemana arah mobil Siwon melaju. Ia mencoba mengimbangi kecepatan Siwon. Namun, kecepatan Siwon semakin bertambah membuatnya kesulitan mengejar ketinggalannya. Emosi yang melingkupi dirinya membuatnya tidak sadar, jika mobil yang tengah ia ikuti bukanlah menuju ke Apartemen Kyuhyun.

Jonghyun memperlambat laju monbilnya ketika Audi r8 berwarna hitam itu memasuki Rumah Sakit. Tanpa berpikir panjang ia ikut memasukkan mobilnya ke Parkiran Rumah Sakit. Ia berhenti sejenak, menarik nafasnya dalam, dan menghembuskannya. Ia melangkah menyusuri lorong Rumah sakit. Dari kejauhan ia dapat melihat wajah-wajah suram yang ditampilkan oleh kakak ipar Kyuhyun beserta Kyuhyun disana. Kyuhyun sudah menangis saat ia berbicara dengan kakak iparnya. Dan matanya seolah akan meloncat keluar ketika ia melihat Siwon menarik Kyuhyun dalam pelukannya. Ia mengepalkan tangannya hingga buku jarinya memutih. Walau bagaimanapun, rasa tidak nyaman melihat Kyuhyun bersama pria lain, lebih mendominasi dirinya. Ia bergerak keluar dari Rumah Sakit.

. . .

Kyuhyun melepaskan pelukannya pada Siwon saat seorang Dokter keluar dari dalam Ruang Operasi. Matanya menyendu, seolah memohon kabar baik dari sang Dokter. Sinar matanya berubah lega, ketika sang Dokter tersenyum menenangkan. Ia sangat paham jika sang Dokter membawa kabar baik.

“Selamat! Bayinya laki-laki. Sangat sehat, dan ibunya juga sangat Sehat. Kalian boleh melihatnya setelah di Ruang Rawat.”

Kyuhyun bergerak cepat memeluk Jihoon yang juga mematung dalam kelegaan. “Selamat Hyung! Selamat! Kau sudah menjadi seorang ayah sekarang.” Air matanya kembali mengalir. Air mata bahagia yang menghiasi lingkup kebahagiaan keluarga kecil itu.

Siwon tersenyum simpul. Entah bagaimana, beberapa jam yang lalu perasaannya sama cemasnya dengan Kyuhyun. Dan ia tidak dapat menahan diri saat Kyuhyun menangis dalam ketidakpastian. Kini, ia dapat tersenyum lega. Rasa bahagia yang dipancarkan kedua saudara ipar itu nyatanya sampai pada hatinya. Dalam hati ia turut mengucap Syukur.

. . .

Jong, maafkan aku.

Noona ku melahirkan, tadi aku pergi bersama seseorang.

Maaf tidak menunggumu. ❤

Datanglah kemari dan beri salam pada keponakanmu yang lucu ini.

Aku menunggumu {}

Kyuhyun memasukkan ponselnya ke kantung celananya. Ia kembali tersenyum menatap bayi kecil yang tengah tertidur pulas. Siwon sudah pulang beberapa jam yang lalu. Ia sangat berterima kasih kepada Siwon yang sudah mengantarkan hingga menemaninya yang tengah dilanda kecemasan. “Hyung, apakah aku boleh ikut menyumbang nama untuknya?” telunjuknya mengusap wajah mulus sang bayi. Membuat bayi kecil itu menggeliat tak nyaman.

“Tentu saja. Kau kan pamannya, Kyu.” Jawab Jihoon ikut menyaksikan bagaimana bayi itu menggeliat.

Kyuhyun beranjak dari tempatnya. Memberikan ruang lebih pada Jihoon untuk bersama anaknya. Ia melangkah mendekati Ahra yang masih terbaring lemas. Mengecup kening Noona tercintanya. “Selamat, Noona! Dan, Terima kasih sudah bertahan!” matanya berkaca-kaca mengingat kegelisahannya beberapa jam yang lalu.

Ahra tersenyum. Tangannya bergerak mengusap kepala Kyuhyun. “Noona tidak akan semudah itu meninggalkanmu.”

. . .

Kyuhyun menatap penuh Tanya pada Jonghyun yang kini tengah duduk di hadapannya. Pria itu duduk santai sambil menyesap White Coffee nya seolah tiada apapun yang terjadi. Sejujurnya, dua minggu ini Kyuhyun memang merasa kesulitan untuk menghubungi Jonghyun. Sebanyak apapun ia mengirim pesan dan melayangkan panggilan tak ada satupun yang Jonghyun balas.

Kyuhyun hanya merasa kaget. Siwon memintanya untuk bertemu di Café dekat Klinik tempatnya bekerja. Seingat Kyuhyun, Siwon juga sudah memesan tempat untuk mereka malam ini. Dan, yang kini ada dihadapannya adalah Jonghyun. Seseorang yang tidak Kyuhyun sangka akan bertemu dengannya. Di tempat yang telah Siwon pesankan. “J-Jonghyun?” kyuhyun merasa ragu. Bahkan hanya untuk menyebut namanya.

“Duduklah, Kyu. Siwon memesankan tempat ini untuk kita bertiga.” Jonghyun berkata dengan santai. Seolah tidak memahami kebingungan Kyuhyun.

“Si-Siwon? Kita bertiga?” Dengan ragu, Kyuhyun menghempaskan bokongnya di hadapan Jonghyun. Pria yang ada dihadapannya kini, seolah bukan seseorang yang ia kenal.

Jonghyun tersenyum. “Terimalah perasaan Siwon!”

Kyuhyun menatap Jonghyun dengan cepat. “A-apa maksudmu?” kyuhyun mendadak merasa merinding. Ada yang salah dengan Jonghyun. Ia yakin, ini bukan Jonghyun yang ia kenal. Kata-kata Jonghyun begitu dingin dan menusuk.

“Choi Siwon adalah kakak tiriku yang pernah ku ceritakan padamu. Ia menyukaimu, dan ia berniat mengenalkanku padamu. Ia ingin menunjukkan seseorang yang telah mengusik hatinya padaku, hari ini. Dan itu adalah kau, Cho Kyuhyun!”

Kyuhyun mematung. Pikirannya masih belum dapat mencerna dengan sempurna apa yang baru saja Jonghyun sampaikan. Yang Kyuhyun inginkan sekarang adalah penjelasan mengenai hilangnya Jonghyun dua minggu ini. Dan ia sama sekali tidak berpikir tentang masalah Siwon.

“Apa maksudmu? Kau tiba-tiba menghilang, dan sekarang?”

Jonghyun meraih kedua tangan Kyuhyun. Menggenggamnya dengan erat. “Kau cukup terima perasaan Siwon. Dan anggaplah kita tidak pernah saling mengenal.”

“Apa yang kau bicarakan?! Aku tidak pernah jatuh cinta kepada Siwon!  Lagi pula, ba-bagaimana dengan kita?”

“Kita tidak pernah terikat dalam hubungan apapun, Kyu. Kita hanya berjalan seperti biasa. Kita tidak pernah berkencan. Bahkan berciumanpun tidak pernah, kan?”

Ucapan Jonghyun terdengar seperti pisau tajam yang mengiris hatinya. Yah. Jonghyun memang benar, mereka tidak pernah terikat dalam hubungan apapun. Apa yang ia harapkan dari Jonghyun? Selama ini mereka hanya bersama. Bukan menjalani sebuah komitmen. Kyuhyun tertawa getir. Menertawakan kebodohannya. Tanpa pikir panjang. Kyuhyun segera mengayunkan tubuhnya keluar dari Café.

“Kyu? Kau mau kemana?” Suara Siwon memenuhi pendengaran Kyuhyun. Pria manis itu berhenti sejenak. Lantas melanjutkan langkah kakinya, tanpa menoleh pada Siwon.

. . .

Siwon mengepalkan tangannya dengan. Melangkah dengan penuh emosi. Ia berhenti tepat di hadapan Jonghyun yang masih menyesap minumannya dengan santai. Siwon masih mencoba untuk menguasai emosinya. Namun, melihat tiada pergerakkan berarti dari Jonghyun membuat emosinya semakin tersulut.

Sebuah pukulan ia layangkan pada wajah Jonghyun. Membuat pria itu kehilangan keseimbangannya. Jeritan tertahan dari para pengunjung juga pelayan Café tak sanggup menghentikan Siwon.

“Hyung? Kau…” belum sempat kalimatnya ia selesaikan sebuah pukulan kembali menghantam perutnya. Jonghyun mengerang menahan rasa sakit yang kini menyerang tubuhnya. Selebihnya ia tak sanggup untuk melawan Siwon. Bagaimanapun Siwon adalah Kakak yang harus ia hormati. Ia tak kuasa untuk membalas perbuatan Siwon.

“Apa yang kau lakukan pada Kyuhyunku?” Siwon mencengkram kerah baju milik Jonghyun. “Kau bahkan membiarkannya pergi begitu saja, setelah kata-kata menyakitkan yang kau layangkan padanya!”

Jonghyun menyeringai di tengah ringisannya. “Kau mendengar semuanya?” menepis kedua tangan Siwon dengan sisa tenaga yang ia miliki. Ia baru saja akan meneruskan kalimatnya ketika seorang manajer mendatangi mereka dan mengusir mereka dari sana.

. . .

Siwon memberikan minuman kaleng dingin pada Jonghyun. Lantas menghempaskan dirinya di samping Jonghyun yang kini mulai sibuk mengompres wajahnya yang melebam menggunakan kaleng tersebut. Siwon meneguk minumannya dengan cepat. Emosinya tidak seliar tadi. Namun, rasa kesal pada Jonghyun masih menguasainya.

“Aku melepaskan Kyuhyun untukmu.” Jonghyun membuka suaranya. “Kami memang dekat. Kami tidak pernah terikat hubungan apapun. Meski ku akui, aku memang mencintainya. Aku juga yakin dia mencintaiku. Meski kami tidak pernah menyebutkannya.” Membuka minumannya dan meneguknya dengan santai.

Siwon mengepalkan jemarinya. Rasa cemburu kini menyinggahi perasaannya. Ia menghirup nafas dalam-dalam mencoba meredam emosinya agar tidak kembali meledak. “Tidak! Aku yang akan pergi. Kyuhyun sendiri yang mengatakan bahwa dia tidak mencintaiku. Aku akan kembali ke Jepang. Kau jagalah dia dengan baik. Aku mengembalikan Kyuhyun padamu.”

Siwon beranjak dari tempatnya. Jemarinya masih terkepal. Sesungguhnya ia memang tidak paham dengan perasaannya. Apa yang membuatnya emosi dan apa yang mengganggu hatinya. Ia hanya kecewa mendapati kenyataan bahwa Kyuhyun tidak pernah menyukainya.

. . .

Pagi itu, Kyuhyun disuguhi dengan kedatangan Siwon sebagai pasien pertamanya. Kyuhyun tak mampu mengelak saat matanya menangkap luka yang menghiasi punggung jari-jari tangan Siwon. Ia segera meraih jemari tersebut dan mulai membersihkan sekitar luka dengan alcohol. Dilanjutkan dengan memberikian cairan antiseptic pada lukanya. Terakhir, Kyuhyun membungkus luka itu dengan perban.

Sikap Kyuhyun yang terus menundukkan kepalanya semakin membuat Siwon leluasa memandangi wajah manis milik Kyuhyun. Siwon segera mencegah gerakan Kyuhyun yang akan beranjak dari tempatnya. Ia segera membawa Kyuhyun ke dalam dekapannya. Merasa Kyuhyun tidak melakukan perlawanan, Siwon semakin mengeratkan dekapannya. Menikmati setiap kehangatan yang menguar dari tubuh Kyuhyun. Matanya terpejam mencium bau Kyuhyun yang menenangkan.

Siwon melepaskan dekapannya. Ia tersenyum tengil menatap mata Kyuhyun. Mengusap pipi yang selalu membuatnya gemas itu. Ia menunduk, matanya bergerak menulusuri setiap inchi wajah Kyuhyun. Seolah tengah merekam potretnya dalam kotak ingatannya. Dan entah apa yang mendorongnya. Wajahnya mendekat menerkam bibir Kyuhyun dalam pagutannya. Ia menggerakkan kedua belah bibirnya dengan pelan. Meresapi manis yang disuguhkan oleh bibir itu. Menelusuri setiap inchi bibir kenyal yang selalu menjadi dambanya.

Kyuhyun tak mengerti. Ketika tubuhnya membeku merasakan setiap pergerakan Siwon. Saat hembusan nafas Siwon menerpa wajahnya, ia seolah terpenjara. Dan saat bibir Siwon menyentuh bibirnya. Ada sengatan listrik yang menggetarkan hatinya. Jantungnya berdebar berkali-kali lipat lebih cepat. Matanya terpejam menikmati setiap pergerakan yang memberikan sensasi geli di dalam perutnya. Secara alamiah Kyuhyun mulai mengimbangi pergerakan Siwon. Tak ingin berhenti. Ciuman pertamanya.

“Selamat tinggal, Dokter Cho.” Bisikan Siwon menggema di telinganya. Matanya menatap nanar pada Siwon yang kini telah menghilang dibalik pintu ruangannya. Air mata termuntahkan dari balik kelopak matanya, tanpa bisa ia cegah. Kyuhyun sendiri tidak yakin dengan perasaannya.

. . .

3 years later

“Dokter Cho, memang yang terbaik!”

Kyuhyun tersenyum sangat manis mendengar pujian anak berumur 5 tahun itu. Ia segera memberikan sebuah lollipop kepada anak tersebut. “Kau harus cepat sembuh, agar Eomma mu tidak khawatir lagi. Dan kau baru boleh memakan permen ini setelah suara kodoknya hilang, arrachi?”

Bocah kecil itu mengangguk semangat. Berlari kedalam pelukan Ibundanya. Lantas keduanya berpamitan setelah mengucapkan kata terima kasih.

Ponsel Kyuhyun berdering dengan keras. Ia segera mengusap layarnya menerima panggilan dari keponakan kesayangannya itu.

“IMOOO~~”

Kyuhyun segera menjauhkan ponselnya saat suara lengkingan memenuhi gendang telinganya. Kebiasaan keponakannya yang tidak pernah berubah. “Yak! Jung Jaehyun! Berhenti memanggilku Imo! Panggil aku Samchon yang tampan.” Kyuhyun dapat mendengar suara kekehan di seberang sana. Pasti Ahra yang mengajarkannya. Ck!

“Imo, kan alam lumah ne? Jae-jae unggu~~”

“Ahahaha, baiklah jagoan. Tunggu Samchon, ne?” Kyuhyun segera menutup sambungan teleponnya. Ia tersenyum membayangkan tubuh gempal milik Jaehyun di usianya yang sudah tiga tahun itu. Kyuhyun bahkan tidak dapat menahan jemarinya untuk selalu mencubit atau menguyel-uyel pipi Jaehyun. Ia terkekeh kecil membayangkan bocah montok itu.

Kyuhyun melepas jas putihnya. Ia sudah bersiap untuk pulang. Jam kerjanya sudah habis, dan ia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan jagoan kecilnya. Kyuhyun merasa beruntung karena pasien terakhirnya adalah anak kecil yang sangat manis. tidak mengganggu moodnya untuk selalu menebar senyuman. Kyuhyun tidak dapat membayangkan jika pasien terakhirnya, adalah seseorang yang menyebalkan seperti Siwon saat pertama kali mereka bertemu. Ia pasti akan menyuguhkan wajah penuh kekesalan pada Jaehyun. Dan Kyuhyun tidak mau sampai itu terjadi.

Mengingat nama Siwon. Kyuhyun menjadi geli sendiri. Ia tidak menduga bahwa Siwon benar-benar berhasil mencuri hatinya. Awalnya Kyuhyun memang menolak untuk bersama Siwon. Namun entah dorongan dari mana Kyuhyun akhirnya menerima Siwon. Meski hatinya belum sepenuhnya menerima pria jangkung itu. Kyuhyun hanya ingin membalas rasa sakit yang telah Jonghyun tebarkan padanya. Namun, lambat laun perasaannya pada Siwon berubah. Bagaimana ketika ia tak dapat lepas dari pesona Siwon hingga pria itu terus membayangi malam dan mimpinya.

“Jemputan untuk Dokter Cho~~”

Kyuhyun tertawa melihat Siwon melongokkan setengah badannya di balik pintu ruangannya. Ia segera menyambar mantel yang menggantung di dekat jas putihnya. Berlari merangkul tangan Siwon ke dalam dekapannya. “Kita makan malam di rumah Ahra Noona.”

Siwon tampak berpikir sebentar. “Eum baiklah. Tapi berikan satu kecupan untuk pipiku.” Mendekatkan pipinya pada wajah Kyuhyun.

Kyuhyun memutar bola matanya malas. “Oh benar! Kau harus mencukur jambangmu, Hyungie~~ aku tidak mau jika Jaehyun menjauh dariku karna ketakutan melihat bulu-bulu di wajahmu itu.”

Siwon menghentikan langkah kakinya. “Memang apa salahnya, Baby? Semua pegawaiku menyukai jambangku. Mereka bilang jika kekasihmu ini menjadi terlihat semakin gagah dan tampan.” Melepas rangkulan Kyuhyun. Menempatkan sudut antara jempol dan telunjuknya di dagunya. Menambahkan cengiran jenaka hingga matanya menyipit.

“Tapi aku dan Jaehyun tidak menyukainya!” menatap malas pada Siwon yang masih bertahan dengan posenya.

“Baiklah-baiklah aku mengalah untuk kekasihku tercinta. Kalau begitu, kita ke Apartemenku dulu.” Putus Siwon. Ia menarik tangan Kyuhyun untuk berjalan bersamanya.

“Tidak! Kau bisa mencukurnya di rumah Ahra Noona. Aku sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Jaehyunku~~” kyuhyun melangkahkan kakinya lebih dulu.

“Baby~~”

FIN

“Selamat tinggal, Dokter Cho.” Bisikan Siwon menggema di telinganya. Matanya menatap nanar pada Siwon yang kini telah menghilang dibalik pintu ruangannya. Air mata termuntahkan dari balik kelopak matanya, tanpa bisa ia cegah. Kyuhyun sendiri tidak yakin dengan perasaannya.

Hanya saja kakinya bergerak untuk mengejar Siwon yang masih melangkahkan kakinya di lorong Klinik. Kyuhyun segera memeluk punggung Siwon. Menahannya untuk tidak pergi. Bukankah ini yang kau inginkan, Jonghyun? Aku menerimanya. Menerima perasaan Siwon untukku. Kyuhyun menyeringai dalam pelukkannya.

END

.

.

From Admin

Dukung FF ini untuk jadi pemenang dengan cara:

  1. Share FF ini ke FB melalui kolom Share.
  2. Screenshot_2016-03-29-18-58-12-1
  3. Berikan Komentar untuk FF ini.
  • 1 username 1 komentar
  • Komentar dengan kata dibawah 20 tidak dihitung. Jadilah reader yang aktif. Jangan hanya semangat komentar jika ada war. #eh *bercanda ajah nih*
  • Penilaian oleh reader dilakukan sampai tgl 8 April jam 10 Malam atau setelah Min ssii memberikan komentar di postingan tersebut. Artinya koment yang masuk setelah komentar Min ssii tidak akan dihitung.
  1. Vote FF favorite kalian pada kolom di bawah ini.

VOTE

 

Sekian dan terima kasih.

 

Selamat berlomba untuk semua author dan selamat menikmati sekaligus memberikan nilai untuk semua reader WonKyuCorp.

 

Semangat!!!!!

Advertisements

18 thoughts on “[FF Kontes] Let’s Not Falling in Love

  1. Daebak! Trims ya, for Wonkyu story nya mengharu biru plus kangen Wonkyu, kayanya karakter Wonkyu mirip ky real nya jg deh, kan baby Kyu suka jual mahal dulu tuh tp akhirnya jatuh di pelukan Won jg. Kena kau Kyu 😀 2 tumbs up hehehe…

  2. Jadi awalnya kyu gak beneran suka siwon !!? Sebenernya pengen kyu udah cinta siwon aj sejak awal , dan kyu cuma salah paham soal perasaanya kejonghyun . Jadi siwon orang pertama buat kyu…..^^

  3. Ceritanya bagus, ringan tapi maniiiis..suka sama Kyu yg imut dan menggemaskan jd pingin ikutan nyubit..hehe..
    Siwon kan emang selalu kocak jd Kyu g mudah melepaskan pst kebayang terus..tsaaaaahhh..
    Fighting authorsshi..

  4. Ceritanya bagus, ringan tapi maniiiis..suka sama Kyu yg imut dan menggemaskan jd pingin ikutan nyubit..hehe..
    Siwon kan emang selalu kocak jd Kyu g mudah melepaskan pst kebayang terus..tsaaaaahhh..
    Oh iya, mw ngucapin HappySiwonDay..
    Fighting authorsshi..

  5. aku pikir wonkyu bakal sad ending tp ternyata happy ending…tp aku masih penasaran ama hubungan kyu dan jong knp jongnya tiba” ngilang

  6. Untung aja niat kyu buat jonghyun ga kesampean
    dan akhirnya dia juga mengakui kalo siwon emang susah dilupakan *eeeaaaa 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s