Posted in BL, Drama, Family, Romance, Uncategorized, wonkyu, WonKyu Story

Tentang Kamu – Part 22

Tentang Kamu – Part 22

Autor : Cat meonks
Cats : Cho Kyuhyun Choi siwon dll
BL,Yaoi, Mpreg
Warning : typo berserakan dan bahasa kurang jelas,
cerita gaje namun asli hasil karya sendiri
INI PANJANG dan membosankan

^_^
.
.
.
.


“Biarkan aku disini…” Kibum menatap adiknya, “Sampai aku tahu kondisinya…” lanjutnya.

Kini mereka sedang di lobi rumah sakit. ” Untuk apa? Lalu…setelah kau mengetahuinya. Apa yang akan kau lakukan?” Kyu hanya terdiam, “Apa kau akan kembali padanya?”

” TIDAK.” sentaknya tegas.” Aku tetap pada pendirianku.” lanjutnya. Kibum masih menatap adiknya. ” Tapi biarkan aku disini…Ku mohon!”

“Sampai kapan?” Kyuhyun terdiam,”Aku tak bisa menunda keberangkatanku.”

Kyu meraih tangan kakaknya, “Sampai aku tahu bagaimana kondisinya.” jawab Kyu. ” Setelah itu aku akan pergi.” wajahnya memelas.

Kibum menatap wajah adiknya lalu tersenyum tipis, ” Baiklah.” Kyu menarik kakak dalam peluknnya. ” Aku tahu benar akan berangkat sendiri.”

” Nunna harus jaga diri disana.” Kyu semakin mengeratkan pelukannya.

” Bisakah kau berjanji satu hal padaku sayang…”

” Apa?’

Kibum melepaskan pelukan adiknya dan mencakup wajahnya, “Jangan pernah kembali padanya… Aku benar-benar ingin itu terjadi.” Kyu menatap kakaknya dengan wajah terkejut.

” Nunna…”

” Huh?” Kyu hanya terdiam kemudian lalu tersenyum kecil.
.
.
.
.
” Tuan muda Siwon sebaiknya di rawat dulu di sini. Kondisinya benar-benar lemah. Stress berat dan terlalu sering mengkonsumsi minuman berakhohol membuat tekanan darahnya menurun. Belum lagi maag akut yang di deritanya. Sepertinya tuan muda juga jarang makan. Lebih baik Tuan muda di jauhkan dulu dari pikiran yang membebaninya. Saya permisi dulu.” Kangin hanya mengangguk ketika dokter yang biasanya menangani keluarganya keluar dari kamar rawat putranya.

Sungmin bernafas lega dan tersenyum kecil pada Kyuhyun yang terdiam di tempat, ” Terima kasih sayang…” wanita paru baya itu memeluk Kyuhyun dengan erat. Pria itu mengangguk ragu.

” Sebenarnya dimana kau menemukan Siwon?” ucapan Kangin membuat Kyuhyun membulatkan matanya. takut!! iya karna kangin menatapnya dengan tajam dan menyelidik. Pria itu tak pernah menatapnya seperti itu.

” Ehh… anu…aku datang ke apatermen Siwon…dan…” terdengar nada takut dan gugup secara bersamaan membuat Sungmin melempar pandangan mematikan pada suaminya.

” Jangan dengarkan appamu.” Sungmin mencakup wajah Kyuhyun dengan lembut, ” Terima kasih sekali lagi. Kau telah mau membawa putraku ke rumah sakit. Dia emang pria bodoh.” Kyuhyun mengangguk ragu dan Kangin hanya menghela nafas menatap putranya.
.
.
.
.
.
Berlahan mata elang itu terbuka. Hening beberapa saat sebelum dia memijat keningnya karna rasa pusing yang menusuk. Dia melihat sekitarnya yang terasa asing.

” Dimana ini?” suara lirih Siwon menghentikan percakapan ayah dan ibunya. Sungmin segera berlari ke ranjang putranya.

” Siwon…kau sudah sadar. Syukurlah!” Sungmin melontarkan senyuman kepada putranya.

” Dimana aku?” tanyanya lagi.

” Kau dirumah sakit. Kyuhyun yang mengantarkanmu kemari. Demi Tuhan!! kau buat ibu khawatir…”

” Kyuhyun…” Siwon memejamkan mata mengingat sisa memori sebelum dia tak sadarkan diri. Kyu menciumnya dan dia akan pergi. ” Aku harus mengejarnya…” Siwon segera berdiri walau rasa mual dan pusing itu masih begitu mendera hebat. Dia melepas selang infusnya. Sedikit darah segar terlihat di sisa cabutan jarum. Sungmin dan Kangin berusaha menahanya, ” Jangan halangi aku…aku harus mengejarnya…” siwon sudah berhasil turun lalu berjalan dengan sempoyongan. Sungmin hampir menangis ketika Kangin terus memaksanya kembali ke ranjang. Siwon tetap pada pendiriannya tapi ketika dia sampai di depan pintu. Dia terdiam. Hening beberapa saat ketika seorang yang paling ingin di lihatnya berdiri dengan tiga cangkir gelas plastik. Siwon tersenyum lemah dan berjalan pelan untuk mengapai Kyuhyun. Namun belum sampai dia terjatuh pingsan.

” Siwon…” Kyu melempar dua gelas dari tangannya dan menjatuhkan satu gelas di bibirnya. Kangin segera memanggil dokter dan suster. tapi Kyuhyun hanya terpaku menatap beberapa suster pria mengangkat dia kembali di ranjang.
.
.
.
.
.
Cukup lama dan Siwon kembali sadar. Dia berusaha berdiri kembali tapi kali ini dia menghela nafas lega. Pria manis itu masih disana. Dia mencoba turun walau tubuhnya begitu lemas di gerakan namun dia tetap melangkahkan kaki dan berjalan mendekati sofa. Kyuhyun tertidur pulas dengan posisi duduk dengan kepala yang menadah ke atas dan mulut yang terbuka. Dengkuran pun terdengar. Siwon begitu merindukan suara itu. Dia hanya tersenyum dan hampir melupakan rasa sakit di kepala dan perutnya. Dia membungkukkan badan mencoba untuk mengangkat istrinya namun…

” Apa yang kau lakukan?’ Kyuhyun sontak berdiri dan menjaga jarak dengan Siwon.

” Memindahkanmu ke ranjang. Kenapa kau tidur dengan duduk? itu akan menyakitimu.” jawab dengan begitu lemah.

” Kenapa kau bangun? A-apa kau memperlukan sesuatu? Tuan dan Nyonya Choi sedang pergi. Entah kenapa belum kembali. Ehh…bila kau perlu sesuatu bilang saja.” kata Kyuhyun dengan sedikit gugup.

Hening!! Lalu Siwon mengelengkan kepala, “Apa yang aku butuhkan sudah ada disini.” jawab Siwon.

” Lalu kenapa kau tak kembali tidur?” Kyu mengacungkan telunjuknya ke arah ranjang.

Siwon pun menoleh lalu kembali menatap Kyuhyun kembali, “Kau saja yang tidur di sana. Aku tak ingin kau sakit. Tidurlah!!!” ucap Siwon.

Kyu mengelangkan kepala, ” Ani. Aku tidak sakit. Kau yang sakit. Jadi cepat kembali ke ranjangmu. Dokter bilang kau harus banyak istirahat dan jangan banyak bergerak. Tidurlah!!!” tolaknya.

“Kita berbagi tempat tidur saja.” tawarnya.

” Mwo? ” wajah Kyuhyun sontak memerah seketika, ” Yah!!! mana bisa.” sentak Kyuhyun.

“Bukan kita sering melakukannya dulu.” Siwon masih setia menatap Kyuhyun yang tersipu. Kyu masih terdiam, ” Kyu…” panggil Siwon lirih ketika tak mendapatkan tanggaan dari pria itu.

” Itu dulu…” Kyu menatap Siwon dengan berani kali ini, ” Kini kita sudah berbeda. Jangan banyak bicara lagi. Cepatlah kembali tidur!!” telak Siwon masih terdiam membisu. ” Aku bantu berjalan…” Kyuhyun memapang Siwon sampai ke ranjangnya. Membenahi selimut sampai sebatas dada. “Tidurlah!!” ketika Kyuhyun hendak berjalan meninggalkannya, ” Apa lagi?” ketika ada seseorang yang menarik pergelangan tangannya.

” Bisa tetap disini. Perutku…”

” Apa yang harus aku lakukan?” Kyu kebinggungan.

” Kau bisa mengusapnya…” Kyu pun menatap kesana kemari lalu menarik kursi dan duduk di sebelah ranjang. Dia mengulurkan tangannya membelai perut Siwon tanpa menatapnya, ” Mianhae…meski aku tahu ini akan membuatmu lelah…tapi aku tak bisa melihatmu pergi…” guman Siwon dan Kyu tetap mengusap perut Siwon.
.
.
.
” Kita bisa pulang sekarang?’ tanya Kangin menatap istrinya yang masih tak tega dengan anaknya, “Yang di perlukan Siwon bukan obat tapi Kyuhyun jadi…”

” Sayang…”

” Kita pulang sekarang.” kangin menuntun Sungmin dan memperintakan kedua pengawal berjaga di depan kamar rawat Siwon.
.
.
.
.
.
Jiwon terlihat gelisah ketika mendengar kabar kakaknya pingsan. Sebenarnya dia pun ingin ikut, tapi dia tahu bagaimana reaksi kakaknya dan di situ pun ada Kibum.

” Umma…” Jiwon berlari setelah melihat ibunya masuk di papah oleh ayahnya, ” Bagaimana oppa?” tanya dengan antusias.

” Kenapa kau tak lihat sendiri saja..??” ketus Sungmin.

” Bila aku bisa melakukannya. Umma tahu bila oppa…” ucap Jiwon mengantung.

Sungmin menatap putrinya, ” Aku pun masih.” Sungmin melipat tangan di dada, ” Apa kau bisa di sebut manusia?’

” Umma bagaimana pun aku masih putrimu…”

” Apa kau menyebut dirimu manusia setelah melakukan ini semua? Ha…” Sungmin mulai berteriak.

” Umma bukan aku sudah meminta maaf…” Jiwon kembali berlutut.

” Untuk apa kau berlutut. Bila kau memohon maaf dan bisa membuat calon cucuku kembali. aku akan memaafkanmu…”

Kangin menepuk bahu istrinya, ” Bila kau terus marah-marah seperti ini kau bisa terserang darah tinggi.” kata Kangin menarik istrinya untuk berlabuh dalam pelukannya.

” Sayang…aku benar-benar tak bisa mengendalikan perasaanku.” jawab Sungmin sambil membelai dada bidang suaminya.

” Jangan terlalu banyak berpikir. Jaga kesehatanmu.” Kangin membelai punggung istrinya dan Sungmin hanya mengangguk. Jiwon hanya menghela nafas.
.
.
.
.
.

Siwon tersenyum bahagia ketika dia pertama kali membuka mata dan wajah yang dia lihat adalah Kyuhyun. Dia mengulurkan tanganya membelai rambut ikal itu. Dia tahu, Kyuhyun akan menderita sakit punggung karna tidur dengan duduk. Namun dia begitu egois tak ingin membiarkannya pergi. Kyuhyun mengeliat ketika merasakan sebuah sentuhan di kepalanya.

” Apa aku membangunkanmu?’ tanya Siwon dengan lembut. Dia merindukan wajah itu. Begitu berantakan namun manis baginya. Ini masih satu bulan bagaimana bila seumur hidup dia tak melihat wajah manis itu? Mungkin dia akan mati. Siwon tersenyum melihat Kyuhyun mengusap wajahnya lalu mengerjap-ngerjapkan mata karna kantuk masih menderanya,” Apa kau masih mengkantuk? Mianhae…sebaiknya kembalilah tidur aku tak akan menganggu.” sesal Siwon.

” Apa ini sudah pagi? Apa dokter jaga sudah datang?” Siwon mengelengkan kepala, ” Ahh.. Syukurlah!!” dia menghela nafas dan kembali duduk. Dia sering terbangun ketika dokter jaga datang dan buruknya dia membagi ranjang dengan pasien. “Bagaimana ke adaanmu?” tanya Kyu.

Siwon meraih tangan Kyu dan membelainya,” Jauh lebih baik ketika kau yang pertama kali ku lihat.” Kyu tiba-tiba merona, “Harusnya kau tak tidur seperti itu. Apa punggungmi sakit?” Kyu segera menarik tanganya.

”Tidak.Aku akan pergi ke kamar mandi dulu.” Kyu buru-buru berdiri dan berjalan menuju kamar mandi. Siwon hanya tersenyum kecil.
.
.
.
Kyuhyun berdiri cukup jauh dari ranjang Siwon. Dia memperhatikan dokter yang sedang memperiksa ke adaanya. Bahkan ketika dokter yang sudah dia kenalnya itu memberikan nasehat untuk pasien spesialnya dia hanya tersenyum kecil. Seorang wanita memperhatikannya dengan wajah sinis. Melayani Siwon dengan sedikit berbeda. Bahkan dia sengaja menunjukan senyuman manis dan mengodanya dengan menawarkan akan menyuapinya. Siwon pun hanya tersenyum ramah. Sedikit kesal dia pun pergi meninggalkan ruang rawat Siwon. Kyu menatap sekeliling terlihat dua pria berjas hitam membungkuk ke arahnya. Dia hanya tersenyum dan mengangguk lalu berjalan cepat menunju kantin rumah sakit. Satu jam berlalu Kyuhyun baru kembali setelah mendapat kabar Nyonya dan tuan Choi akan datang.

” Darimana saja kamu?” Siwon bertanya dengan wajah cemas.

” Kantin. Kau belum memakan sarapanmu?” Kyu hanya melirik mangkuk yang masih ada di mejanya.

” Aku menunggumu. Kenapa langsung keluar? kau membuatku cemas.” Siwon melontarkan kecemasanan namun Kyu masih dingin dan membereskan barangnya, ” Mau kemana lagi?”

Kyu menghentikan kegiatannya, ” Pulang. Sebentar lagi ahjussi dan ahjumma akan datang jadi untuk apa aku disini lagi.” jawabnya.

” Kau akan meninggalkanku sendiri?”

” Di luar ada dua pengawalmu. Kau cukup memanggil dia bila memperlukan sesuatu dan cepat habiskan makananmu.” Kyu menutup tas rangselnya lalu mengunakannya.

” Kalau begitu aku antar.” Siwon berusaha menyingkirkan makanannya dan hendak melepas selang infusnya.

” Yah!!!” Kyuhyun berlari menahan pria bertubuh besar itu melepas selang infusnya. ” Apa yang kau lakukan? Aku bisa pulang sendiri.” sentaknya.

” Aku tak mungkin membiarkanmu pulang sendiri.”

” Kau masih sakit.”

” Aku tak perduli.”

” Aku bukan anak kecil yang harus di antar pulang. Aku bisa sendiri.” ucapnya dengan tegas. Namun Siwon tetap tak perduli. Dia berusaha berdiri walau tubuhnya masih lemas dan tak bertenaga. ” Kenapa kau keras kepala? Sudah ku bilang aku bisa pulang sendiri. Bagaimana bila orang tuamu mencarimu? Dia akan khawatir.” Kyuhyun berusaha menahan pria itu berdiri dengan sentakannya namun…

” Aku juga bukan anak kecil. Aku bisa menjaga diriku sendiri dan aku juga bisa menjagamu.” jawabnya sambil memandang wajah Kyuhyun yang membeku.

” Mereka akan mencarimu. Kau sedang sakit. Lagi pula aku tak langsung pulang. Aku akan ke villa untuk mengambil barang-barangku.”

” Karna itu aku akan mengatarmu.” kekehnya.

” Bila kau memaksa mengatarku, itu sama saja merepotkanku. Kau tahu bukan…” Siwon terdiam lalu tersenyum kecil, ” Aku…aku hanya tak ingin terjadi sesuatu di jalan. Bagaimana bila orang tuamu menuntutku? Mereka akan meneror keluargaku…memasukanku dalam penjara atau lebih buruknya mereka…”

” Aku bukan keluarga mafia.”

” Tapi tetap saja. Kau tak lihat bagaimana ayahmu menanayakan bagaimana aku bisa menemukanmu pingsan… ” keluhnya.

Tiba-tiba suara tawa menguhuni ruangan itu,”Maaf…maaf…”Sungmin membungkam mulutnya yang kelepasan tertawa padahal suasana sedang tegang.”Sayang…kau..hahahhahaha…”wanita paru baya itu benar-benar tak tahan bila tak tertawa. ” Demi Tuhan…kau… lucu sayang…bagaimana pria bertubuh gempal ini bisa membuatmu takut.” candanya. Kyuhyun hanya menunduk malu ketika dua orang itu memperhatikannya.

” Appa…hentikan menatapnya seperti itu.” Siwon berusaha menghentikan tatapan ayahnya yang menakutkan.

” Lalu aku harus menatapnya bagaimana? Dia sudah mengenalku bertahun-tahun tapi…Ya Tuhan…” keluh Kangin sambil memijat keningnya.

“Sudahlah!! Kita berangkat sekarang?” Kyu sontak menatap Siwon. ” Bukan kau ingin pulang…” Kyu menatap orang tua Siwon dan Siwon secara bergantian.” Kyu…”

” Aku akan tetap disini. Jadi…kembalilah tidur.” Kyu menundukan kepala lalu kembali menaruh tasnya di sisi ranjang Siwon dan duduk di Sofa. Siwon menatap kedua orang tuanya lalu tersenyum bahagia dan kembali merebahkan tubuhnya di ranjang.
.
.
.
.
.
Rasa kantuk mulai mendera ketika obat yang di telan Siwon bereaksi. Kyuhyun pun memastikan pria itu bener-benar sudah tertidur pulas. Dia mengambil tas punggungnya dan menghampiri kedua orang tua Siwon.

” Ahjusii…Ahjumma…” Sungmin menghentikan percakapannya dengan suaminya, ” Mianhae… aku harus pergi sekarang.” Sungmin menatap dengan wajah penuh tanya, ” Ada yang perlu saya lakukan.” lanjutnya.

” Lalu bagaimana bila Siwon mencarimu? Dia…” Sungmin mengantungkan kalimatnya dan menghela nafas karna melihat Kyu hanya terdiam tanpa berniat menjawab, ” Baiklah. Pak Kim akan mengatarkanmu…” kata Sungmin.

” Anio ahjumma… biar Kyu naik taksi.” tolak Kyuhyun.

” Baiklah. Bukan lebih baik aku bangunkan Siwon.” Kyu mengelengkan kepala, ” Lalu terima saja tawaran pertama?” Kyu pun mengangguk menyetujui permintaan Sungmin. Pria manis itu pun berjalan keluar setelah Kangin menghubungi supirnya.

” Kau nyakin melepaskannya?’ tanya Kangin sambil merangkul bahu istrinya.

” Walau aku tahu itu hidup anakku. Tapi dia juga memiliki hidup sendiri bukan?” Sungmin menatap wajah suaminya sebelum menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya. Kangin hanya tersenyum kecil lalu memeluk istrinya dengan erat.

” Kau benar sayang.” cicitnya.
.
.
.
.
.
Sejak tadi Siwon hanya diam memainkan jarinya tanpa berniat bicara pada orang tuanya. Dia sudah tak ada tenaga untuk berdiri atau memberontak. Setelah dokter menyuntikan obat bius dan membuatnya terlelap tidur dan ketika bangun dia tak berniat lagi memberontak.

” Sampai kapan kau akan begitu?” tanya Sungmin dengan lembut. ” Kau tahu aku tak punyak hak menahanya disini bukan. Bila kau…” Sungmin sudah kehabisan kata-kata agar membuat putranya mengerti.

Siwon menghel nafas, ” Umma…” Siwon menatap ibunya.

” Uhmm…” Sungmin meraih tangan putranya dan mendekatnya pada wajahnya.

“Bisakah kau pinjamkan ponselmu?” Siwon menatap ibunya dengan wajah memohon. Sungmin hanya mengangguk lalu mengambil tas dan memberikan beda kecil itu. ” Terima kasih…” jawabnya lalu menekan nomer seseorang.

.
.
.
.
.

Kyu mengenggangkan tubuhnya setelah sejam dia merendam tubuhnya dengan air hangat. Dia menatap ranjangnya yang begitu nyaman dan indah namun sayang ketika kakinya baru saja menginjak satu langkah ponselnya berbunyi. Dia membuka tas ranselnya lalu mengambil ponselnya. Matanya membulat ketika

Sungmin Umma
Call

Kyuhyun menelan ludah kasar lalu kembali duduk di tepi ranjang. Dia mengambil nafas lalu membuangnya dari mulutnya.

” Hallo…”

“Kyu…” Kyu membeku ketika menKyu membeku ketika mendengar suara berat itu. “Apa kau sudah sampai di rumah? “Kyuhyun masih terdiam tak menajawab, “Kenapa kau pergi tanpa berpamitan denganku? Aku mencarimu tapi semua melarangku.”

Hening!!

” Aku sudah sampai dari tadi.” jawabnya dengan nada lirih.

” Kyu…”

” Hmm…”

” Apa kau akan kemari lagi? Maksudku…”

” Tidak.” potong Kyu dengan nada tinggi, ” Aku lelah…tak mungkin kembali.” lanjutnya dan itu membuat Siwon terdiam, ” Siwon…”

” Iya. Aku mengerti. Tidurlah!! aku akan menutupnya.” putusnya.

Namun… ” Siwon… jaga kesehatanmu…kau tahu bukan tak kuat dengan minuman berakohol. Jangan lupa makan makananmu dan minumlah obat. cepat sembuh.” kata Kyuhyun membuat Siwon hanya terdiam.

” Apa kita akan kembali bersama?’ kali ini Kyuhyun yang terdiam, ” Aku merindukanmu….” nada sumbang mulai terdengar dan Kyuhyun sudah menitihkan air mata, ” Kyu…”

Kyuhyun menghapus air matanya, ” Cepatlah tidur! Aku sudah lelah.” jawabnya.

“Baiklah!’ Kyuhyun memejamkan mata ketika Siwon menutup telponya. Dia merosotkan tubuhnya ke bawah memeluk kedua ututnya dan mulai menangis tersedu-sedu. Dia menenggelamkan wajahnya dia kedua bahunya dan terus menangis sampai nafasnya hampir habis. Sedangkan jauh disana Siwon hanya terdiam menaruh ponselnya di narkas lalu dia memejamkan mata.
.
.
.
.
.
” Kenapa dengan matamu?’ Hyukjae memberikan cum-cum bar ke arah Kyuhyun. Hampir tiap malam dia tak pernah tidur dan terus menangis, ” Kau sudah datang ke rumah sakit lagi?’ Kyu hanya mengelengkan kepala sambil mengopres matanya dengan es, ” Kyu…”

” Bisakah kau diam. Aku benar-benar butuh ketenangan.” ucapnya sambil membenturkan kepalanya di meja.

” Siwon mirip seperti mayat hidup. Dia memang makan dan meminum obatnya tapi dia tak pernah bicara dengan siapa pun. Tak kecuali dengan orang tuanya. Tak bisakah kalian berdamai. Kau dan dia sama-sama tak bisa hidup terpisah kenapa membohongi diri.”

” Aku akan mencoba.”

” Dengan menangis setiap malam?” hardik Hyukjae. Kyu terdiam, ” Kyu…”

“Aku sudah berjanji dengan Kibum nunna untuk tetap bertahan dengan posisi ini. Dia sedang berusaha keras bekerja meninggalkan mimpinya demi keluarga. Sedangkan aku….” ucapnya mengantung. ” Itu yang selalu di katakan umma padaku…” lanjutnya. Hyukjae meraih tangan sahabatnya lalu membelai punggung tangan itu dengan lembut.
.
.
.
.
.
Siwon benar-benar seperti mayat hidup. Dia hanya terdiam mengurung diri di apatermentnya setelah dia keluar dari rumah sakit. Dalam satu bulan ini dia tak pernah menerima tamu sama sekali. Wajahnya begitu lusuh dan ditumbuhi bulu lembut. Dia sering membiarkan ponselnya mati karna kehabisan baterai. Jarang mandi, makan, bahkan bila bernafas mempunyai alaram bukan isting, mungkin dia sudah berhenti bernafas. Pria itu sedang duduk santai di depan Tv. Entah apa yang di lihat karna itu hanya untuk menghilangkan sunyi. Dengan terpaksa Pria itu menyeret kakinya malas ketika mendengar suara ketukan pintu. Mungkin pintu itu akan segera roboh tanpa perduli orang lain akan terganggu.

” Dasar anak kurang ajar.” Sungmin memukulkan tipas lipatnya di kepala putranya setelah satu jam dia mengketuk dan menekan bel. ” Sampai kapan kau seperti itu?” Siwon hanya terdiam membiarkan ayah dan ibunya masuk. Wanita paru baya itu menghela nafas. Dia membawakan beberapa makanan untuk putranya namun semuanya hanya disimpan dalam lemari pendingin. “Kau belum memakan ini?” Sungmin mengelurkan semua ini dari lemari pendingin putranya dan mengantinya yang baru. Siwon masih terdiam duduk di sofa tanpa berniat menjawab.

” Siwon.” suara berat itu mengalihkan sejenak pandangan pria berlesung pipi itu dari TV. “Kapan kau mulai kembali bekerja? Lihat semua terbengkalai.” pria itu begitu kesal dengan tingkah anaknya.

” Sudah ku bilang aku tak tertarik. berikan pada Jiwon. Bukan dia menginginkannya.” jawabnya dengan santai.

” Lalu kau ingin makan apa? Bila kau terus seperti itu.” Sungmin kembali dari dapur membawakan minuman dingin untuk mereka.

” Aku akan mencari pekerjaan.”

Kangin menghela nafas, “Kau ingin menguji kesabaran ayahmu? Siwon…”

” Appa…”

” Wae?”

” Biarkan aku menentukan hidupku sendiri. Aku sudah tak tertarik dengan menjadi presdir. Berikan pada Jiwon…”

” Menjadi miskin dan tak memiliki apa-apa. Itu yang kau mau?” Siwon menatap ayahnya dengan pandangan penuh tanya, “Lalu melepas kesempatan mendapatkan Kyuhyun…” Siwon semakin tak mengerti. ” Kau tahu kemarin lusa Hangeng menemuiku dan memberikan sejumlah uang. Dia bilang untuk membayar hutang perusahaan keluarganya.”

Siwon membulatkan matanya, ” Lalu appa menerimanya?” tanyanya.

Kangin tersenyum licik, ” Tentu tidak. Karna aku bukan lagi pimpinan di Choi Grup ” Kangin melipat tangan di dada lalu menatap putranya, “Jadi kau akan melewatkan ini? Mencari simpati di depan mertuamu. Kau bisa menjadi malaikat tak bersayap lalu mengambil hati Hangeng dengan mudah kemudian mendapatkan anaknya.” Kangin mendekatkan diri pada putranya, “Ini bisa menjadi senjata balas budi bukan? Kau pemimpin yang bijaksana. Hangeng sedang menangani proyek baru. Bukan tak mungkin dia akan kesulitan dalam dana. Bank akan semakin mencekiknya lagi. Kali itu tunjukan kuasamu.” Siwon menatap tajam ke arah ayahnya, ” Kau tak benar-benar membunuhnya anakku. Ini trategi bisnis. Karna itu salah satu pengikat istrimu… agar tak mengajukan gugatan cerai. Kau akan memilikinya lagi dan semua kembali normal. Kibum memang sudah mendatap posisi bagus id Kanada tapi …. kau bisa lebih mendapatkannya. Seperti sekali mendayung dua pulau terlampaui…” Sungmin tak percaya dengan ucapan suaminya hanya terdiam. “Aku akan menunggumu besok di kantor tapi keputusan tetap ada pada dirimu.”Kangin berdiri lalu menarik istrinya yang masih membeku. Pintu tertutup. Siwon hanya terdiam menatap figura yang berisi foto mereka berdua.

Sungmin menatap suaminya dengan pandangan membunuh,” Kenapa aku bisa memiliki suami dengan pemikiran picik seperti itu? Jadi begitu kau menjalankan perusahaanmu?” Sungmin sontak membentak suaminya dengan butiran air mata, ” Kau jahat.” umpatnya.

” Jangan bicara disini…” Kangin menarik istrinya untuk menjauh dari kediaman anaknya. Sungmin menolak namun Kangin terus memasaksanya, ” Bila kita tak melakukan ini. Kau ingin kehilangan anakmu?” mereka kini bertengkar di evalator.

” Tapi tidak dengan pemikiran kotormu.”

” Tapi ini adalah salah satu membuatnya kembali ke perusahaan. Dia akan mati di dalam sana bila aku tak melakukannya. Biarkan dia mulai memilik obsebsi baru dan menjadikan dia hidup. Sungmin…aku tak mungkin jahat dengan sahabatku sendiri. Aku tak bener-benar akan membunuhnya. Aku hanya ingin Siwon bangkit dari keterpurukan dan mulai mengejarnya. Aku tahu pemikiranku salah tapi ini adalah cara terakhirku untuk mengembalikan nafas anakku…”

” Bagaimana bila Siwon benar-benar melakukannya? Dia begitu mencintai Kyuhyun. Apa yang ada di pikiran Hangeng tentang kita.”

Kangin terdiam sejenak, ” Aku rasa tidak. Aku percaya pada putraku.” ucapnya dengan penuh keyakinan.

Sungmin hanya menghela nafas lalu memijat keningnya. ” Anakku. Kenapa ini harus terjadi pada kita? Bagaimana Jiwon bisa melakukan itu.” Sungmin hampir menangis. ” Kangin…”

” Hmm…” pria bertubuh gempal itu merangkul bahu istrinya.

” Apa kau sudah melakukan sesuatu pada wanita iblis itu? Ah.. dia membuat aku kehilngan menantu dan cucuku. Belum lagi membuat putriku menjadi penjahat. ” keluah Sungmin.

” Semua sedang dalam proses. Kita bukan sedang bermain dengan semut kecil. Bagaimana pun dia termasuk ikan yang berduri.” jawabnya dengan santai.

” Kalau begitu tanggap saja lalu biar aku masak.” ketusnya. Kangin hanya tertawa renyah lalu mengecup kening istrinya cukup lama.
.
.
.
.
.
Kyuhyun sudah hampir mengelurkan semua lemari bajunya. Demi Tuhan sejak tadi pagi dia hanya berdiri di depan cermin sambil menatap wajahnya. Dia hampir menangis ketika tak menemukan baju yang cocok. Dia sudah menempelkan timun di sekitar wajahnya agar nampak lebih bercahaya namun hasilnya tetap saja dia tak percaya diri. Dia ingin membeli beberapa baju tapi ATM dan kartu kreditnya sudah disita dari dua hari yang lalu.

” Ottokhae…Ottokhae…” dia menghentak-hentakan kakinya di lantai seperti anak kecil.
.
.
.
.
Hampir jam makan siang Kyuhyun baru keluar kamar. Perutnya lapar karna sejak pagi dia belum makan apa pun. Dia berjalan dengan lambat menghampiri meja makan. Terlihat Heachul menata bekal makan siang untuk suaminya.

” Tumben kau melewatkan makan pagimu?” pertanyaan itu membuat Kyuhyun hanya mendengus kesal. ” Kau akan kemana? kenapa serapi itu?” tanya lagi.

” Umma…bisakah kau diam. Aku sedang tidak ingin berdebat.”

” Siapa yang ingin berdebat denganmu? Kau yang akhir-akhir ini sering bicara ketus dengan umma.”

” Itu juga salah umma. Kenapa umma menyita ATM dan Kartu kreditku?”

” Kepalaku pusing melihat tagihan bon-bon itu. Kau harus belajar dewasa. Tak lihat kakakmu sedang bating tulang untuk membantu ekonomi keluarga kita dan kau dengan mudahnya menghabiskannya.”

” Umma tak perlu bicara sekasar itu…aku benci umma…” Kyuhyun pun mendorong kursinya dengan kasar lalu berlari tanpa berniat berhenti karna panggilan ibunya.
.
.
.
.
.
.
Semua menunduk hormat ketika kyuhyun berjalan di lantai utama gedung pencakar langit itu. Ini sudah waktunya jam istirahat. Dia menjadi kikuk sendiri ketika semua kariawan mempersilahkan dia untuk masuk lebih dahulu ke dalam evalator.

” Selamat siang Jessica.” sapa Kyuhyun.

Jessica pun sontak berdiri, ” Selamat siang, Nyonya Choi.” dia sedkit membukukan badan.

” Jangan memanggilku seperti itu. Panggil saja Kyuhyun. ” Jessica terseyum kecil, ” Apa..?”

” Presdir sedang ada rapat mendadak.” jawabnya.

Dia mendesah kecewa, ” Kalau begitu berikan ini buatnya. Bilang bila itu dari Cho Kyuhyun.” Kyuhyun menyerahkan amplop coklat itu di depan meja seketaris Siwon.

” Joesonghamnida. Tapi saya tidak berani. Anda tahu sendiri bagaimana Presdir. Bukan lebih baik Anda sendiri yang menyerahkan. Biar saya hubungi Presdir.” Jessica mengambil gagang telepon namun di tahan oleh Kyuhyun.

” Tak usah. Biar aku menunggu saja.” ucapnya lalu kembali memasukan amplop coklat itu di dalam tas rangselnya.

Lima belas menit berlalu dan Siwon belum nampak menyelesaikan rapatnya. Ini sudah lebih dari jam makan siang. Kyuhyun mulai bosan dan Jessica dapat melihatnya. Wanita cantik itu pun diam-diam mengirimkan pesan singkat pada bosnya.

From : Secretary Jung
” Joesonghamnida Presdir disini ada nyonya Choi Kyuhyun.”

Siwon sontak berdiri dan berlari meninggalkan ruang rapat membuat semua kariawan terkejut. Dia menekan-nekan tombol evalator dengan kasar berharap segera terbuka dan menemui wajah yang begitu dia rinduka dan menemui wajah yang begitu dia rindukan.

” Kenapa tak menunggu di dalam?” Kyuhyun sontak berdiri menatap Siwon yang masih terengah-engah. “Kenapa tak menghubungiku dulu bila kau ingin kemari? Dimana Syalmu?” pertanya bertubi-tubi membuat Kyuhyun hanya terdiam menatap Siwon.

Dia segera mengusai dirinya, ” Aku hanya sebentar.” jawabnya singkat.

” Masuklah dulu aku akan ambilkan syalmu yang ada di mobil. Jessica buatkan coklat hangat dan ambilkan Shal di mobilku.” Jessica hanya mengangguk dan segera berlari mengambil pesanan bosnya itu, ” Kau masuk dulu.” Siwon mendorong Kyuhyun masuk dalam ruangannya. Siwon mulai menyalanan penghangat ruangan dan kembali menuntun Kyuhyun untuk duduk. ” Kau harusnya menghubungiku dulu. Biar aku menjemputmu. Liatlah wajahmu begitu pucat…” Siwon mengambil tangan Kyuhyun, ” Ya Tuhan…tanganmu dingin… kenapa kau selalu ceroboh…” Siwon mengosok-gosokkan tangannya agar Kyuhyun mendapatkan kehangatan.

” Siwon…”

” Ada apa? Kenapa kau tak membalas pesanku sama sekali. Ahh…tapi Syukurlah kau baik-baik saja. Sebenarnya ada apa? kau bisa memintaku datang, tapi aku senang kau datang. ” Siwon menatap dalam ke arahnya membuat Kyuhyun salah tingkah.

Kyuhyun menarik tangannya lalu mengambil sesuatu dalam rangselnya. ” Ini…” dia mengulurkan amplop coklat ke arah Siwon.

” Apa ini?” Siwon mengambi dan melihatnya lalu menatap Kyuhyun.

” Itu adalah cicilan untuk membayar hutang perusahaanku. Aku sudah membujuk ahjussi dan ahjumma Choi untuk menerimanya namun mereka menolak. Kau harapan satu-satunya. ”

Siwon masih terdiam menatap amplop coklat itu, ” Apa maksud semua ini? Kau bukan bermasud menarik garis batas dengan keluarga Choi.”

” Aku hanya tak enak dengan keluargamu. Bagaimana pun kami memijamnya dan harus mengembalikannya. Ini tak seberapa hanya satu persen dari hutang kami. Tapi kami akan berusaha. ” Kyuhyun menundukan kepala. ” Aku rasa aku harus pulang sekarang.” Kyuhyun buru-buru berdiri namun Siwon lebih dulu meninggalkannya.

” Ambil kembali uangmu.” ucapnya dengan dingin.

” Jangan mempersulitku!! Nunna akan memarahiku bila uang ini belum aku berikan pada keluarga Choi…”

” SUDAH AKU BILANG AMBIL KEMBALI UANGMU…” Siwon mengambil amplop coklat itu dan melemparkan tepat di wajah Kyuhyun. Kyuhyun membeku ketika melihat uang itu berhamburan di wajahnya. Siwon menatap dengan wajah dingin. ” Kau pikir dengan mengembalikan semua uang ini kau bisa meninggalkanku. Jadi yang berfikir kau adalah pria bayaran. Setelah kau ingin pergi, jadi kau ingin kembalikan uangku. AKU TAK BUTUH UANGMU…” manik karamel itu berkaca-kaca dan tergagap tak bisa membalas ucapan Siwon sama sekali. Siwon begitu marah dan pergi dengan membanting pintu. Kyu hanya menangis terseguk-segu sambil memunguti uangnya. Dia tak bisa berjalan atau hanya sekedar mengambil lembaran uang tersenyum. Jessica yang berdiri di belakangnya hanya terdiam dengan secangkir coklat pans dan shal di tangannya.

” Nyonya Choi…”

” Apa aku salah hiks…aku..hiks hanya…apa salahku?” dia menatap wanita cantik itu.

” Nyonya tidak salah.” Jessica membantu mengambil uang itu dan memberikan pada Kyuhyun, ” Kenakan Shalnya dulu lalu saya akan antar mencari taksi.” kyu mengelengkan kepala menolak Shal biru yang akan di lilitkan di lehernya, ” Tapi…”

” Aku ingin pulang…hiks..hiks…aku tak ingin disini…” Jessica hampir menangis melihat Kyuhyun terlihat ketakutan dan mengenaskan. Wanita itu membantunya berdiri dan menuntunnya dengan sabar.
.
.
.
.
.
Siwon melajukan mobilnya dengan kencang menembus ramianya kota seoul. Pria itu semakin menginjak gas semakin menambahkan kecepatannya tanpa berpikir itu akan membunuhnya. Tatapan kosong. Bayangan wajah istrinya masih terlintas membuatnya semakin gila dan ingin berteriak. Tapi ketika teringat mata coklat itu mulai berembun membuatnya menghentikan mobilnya dan menarik nafasnya dalam-dalam.

” Siittt!!” dia mengumpat sambil memukul setir mobilnya. Dia segera memutar arah dan kembali mengemudikannya dengan cepat. Siwon berlari menuju tempat kerjanya. ” Dam!!” dia kembali mengumpat dan memukul pintu kayu itu. terlihat Jessica baru kembali ke tempatnya, ” Dimana istriku?” sentaknya.

” Joesonghamnida. Tapi baru saja saya mengatarnya mencari taksi.” jawabnya dengan nada serendah mungkin.

Siwon masih melihat syal di tangan sekertarisnya, ” Lalu…”

” Saya sudah memaksanya namun Nyonya menolak. Bahkan dia tak meminum coklat panasnya.” Siwon memejamkan mata, ” Sejak tadi nyonya belum berhenti menangis.” Siwon menatap seketarisnya dengan tajam lalu Jessica kembali ke meja kerjanya dan mulai melanjutkan pekerjaannya.
.
.
.
.
.
” Siwon…” Heachul terkejut ketika Siwon berdiri di hadapannya, ” Ada apa?” tanyanya.

” Umma bisakah aku bertemu dengan Kyuhyun.”

” Dia belum pulang siwon.” Siwon mengusap wajahnya, ” Ada apa?’ tanya Heachul.

” Nanti akan aku jelaskan. Biarkan aku menemukan Kyuhyun lebih dahulu.” Heachul pun hanya mengangguk lalu membiarkan Siwon pergi.
.
.
.
.
.

Hyukjae menatap sebal ke arah sahabatnya. Bagaimana tidak? acara makan malam bersama calon suaminya gagal karna teman baiknya. Kyuhyun memakan rakus masakan yang spesial dibuat untuk Donghae. Dia hampir menangis di buatnya bila Donghae tak segera menenangkannya.

“Kau benar-benar menghancurkan semuanya. Aku mempersiapkan ini untuk kami berdua dan kau datang lalu menghancurkannya.”cerca Enhyuk.

“YAH!! Bukan calon suamimu kaya. Aku hanya menumpang makan sedikit sajankau sudah mengomel. Jangan seperti Chang…dia pelit…”Kyuhyun mengucapkanya dengan mulut penuh makanan. Donghae hanya tertawa kecil melihat pipi Kyu mengembung lucu.

“Sedikit katamu?? Kau tak lihat makanan dimeja ini semua habis kau makan. Bahkan…bahkan… Kau…menghabiskan makanan kesukaaan Donghae…”

“Sudahlah!! Kau bisa buat lagi lain kali.”Donghae meraih tangan Hyuk dan mengengamnya kuat. “Aku tak apa. Kau sudah mempersiapkannya sajaaku sudah senang.”Hyukjae tersenyum tipis.

“HUWEE… kalin sok romantis…”hina Kyuhyun. “Apa setelah makan malam ini Donghae akan menginap?”tanya Kyuhyun penasaran.

“YAH!! KAU…”Wajah Hyukjae dan Donghae sontak memerah bak kepiting rebus.

“Ku rasa jangan…”saranya sambil melayap ayam goreng kembali,”Jangan bodoh seperti Cangmin yang mau saja di perdaya Yunho.”nasehatnya dengan wajah mengemaskan.

“Sekarang aku baru sadar kenapa Siwon begitu mencintaimu?”Kyu menghentikan acara makannya,”Kau lucu dan mengemaskan.”Donghae memopang dagu menatap dengan sebilas senyuman.

Hyukjae memplout bibirnya lalu membanting sendoknya dan berdiri,”Bulan depan nikah dengan dia. Jangan menemui aku…”dia segera berlari menuju kamar dan sontak Donghae mengejarnya. Kyu hanya mengerjap-ngerjapkan matanya. Dia tak tahu apa yang sebenarnya terjadi.

TING..TONG…

Kyu sontak berdiri menghampiri pintu dan melihat siapa yang datang. Matanya membulat sempurna lalu langsung berlari menuju kamar Hyukjae.

“Oops!!”Kyuhyun menutup matanya ketika melihat Donghae sendak mencium calon istrinya. “Mianhae… Kalian bisa menunda itu dulu… Ku mohon selamatkan aku…”ucapnya dengan histeris.

“KAU MEMANG PENGANGGU…”umpat Hyukjae.

“Jangan bilang aku disini… Aku akan bersembuyi di bawah meja. Oke…”katanya.

“kenpa harud dibawah meja?? Kau bersembuyi saja disini?” kata donghae.

“Karna dia akan mencariku disini. Sudah capat sana bukakan.”perintah Kyuhyun.

“YASH!! MEMANG KAU SIAPA MENYURUH KAMI.”umpat hyukjae sambil berjalan dengan kaki di hentak-hentak.
.
.
.
.
.
“dimana kyuhyun?” itulah yang pertama kali Siwon ucapkan ketika menrobos masuk. Dan benar siwon berlari ke arah kamar Hyukjae dan mengobrak-abriknya. “Dimana dia?” suaranya semakin meninggi.

“Dia tak ada disini”jawab Hyukjae.

“Dia tak ada di rumah atau di tempat Changmin. Kemana lagi dia?? Aku tahu dia akan mencari kalian…”ucapnya dengan kesal. “katakan di mana dia bersembunyi?”

“Mana aku tahu…Pulanglah jangan menganggu kami…”perintah Donghae sambil menunjuk kursi yang ada tas Kyuhyun. “Carilah di tempat lain.”ucapnya sambil mengedipkan mata. Hyukjae menatap kekasihnya lalu menatap Siwon.

Siwon mengangguk lalu melirik di bawah meja makan, “Baiklah.” dia berjalan pelan menuju arah pintu. Kyuhyun bernafas lega walau dia tak menyangka suaminya begitu mudah menyerah. Dia memplout bibirnya dan mencibir dalam hati. Setelah terdengar pintu tertutup Kyuhyun merangkak keluar. Dan … “Apa yang kau lakukan di bawah meja?” Kyu membulatkan matanya dan hendak kembali ke kolong meja namun di tangan oleh Siwon,”Kyu…”sentaknya.

Dia mengibaskan tangan Siwon,”Jangan menyentuhku…”teriaknya lalu berlari menjauh. “KENAPA KALIAN MEMBERITAHUNYA?? AKU TAK PERCAYA LAGI DENGAN KALIAN.”terikanya lagi sambil mengambil tas rangselnya.

“Kyu…”Hyukjae manahan sahabatnya,”Bukan maksud aku… Kami hanya ingin kalian cepat menyelesaikannya…”Hyukjae berusaha menjelaskan. Namun Kyu tak perduli. Pemuda itu berjalan cepat mengenakan sepatunya lalu keluar tanpa memperdulikan Siwon memanggilnya.

“Jangan berjalan terlalu cepat…” Siwon berusaha mengimbangi istrinya, “Kyu…” panggilnya.

“Berhenti mengikutiku… Aku membencimu…”sentaknya sambil terus mendorong Siwon menjauh darinya.

“Maafkan aku…”

“Aku tak bisa memaafkanmu..” dia menghentikan langkahnya.

“Kyunnie… aku tadi begitu marah…kau tahu..aku merindukamu dan kau datang. Tapi…”Siwon berjalan mendekati Kyu yang masih sibuk memainkan jarinya, “Demi Tuhan…aku tak sengaja melempar uang itu… Kau boleh melakukan hal sama…mempermalukanku tapi jangan membenciku…”pinta Siwon namun Kyu masih terbalut emosi mendoronnya sampai terjatuh dan dia berlari masuk ke dalam taksi yang berhenti ketika menurunkan penumpang.
.
.
.
.
.
.
Ini sudah satu minggu lebih Siwon gagal menghubungi Kyuhyun. Pria manis itu selalu mengindar. Bahkan Hyukjae dan Changmin sudah turun tangan namun bagai ular pria itu selalu lepas. sedangkan Kyuhyun untuk meluapkan kekesalannya pria manis itu hampir menghabiskan separuh uang untuk membayar utang keluarganga.Dia baru sadar ketika nunna menayakan keberadaan uang tersebut. Hal yang sial lagi ketika pagi ini dia mendapatkan sms dari orang yang paling dia benci.
.
.

FROM : CHOI PABBO
“Temui aku di Cherbourg nanti siang. Aku terima pembayaran utangmu.”
.
.

“Cih!! Kenapa dia menaggih hutang di saat uang itu sudah aku habiskan??” umpatnya sambil melempar ponselnya di ranjang. “Aku harus mencari pinjaman.”cicitnya. Dia kembali mengambil ponselnya dan mengetik sesuatu tapi dia kembali menghapusnya,”Aku harus mencari pinjaman pada siapa?? Aku sudah sering meminjam uang Hyukjae akhir-akhir ini.sedangkan Changmin… Pria itu tak mungkin meminjaminya. Lalu… “dia kembali duduk di tepi ranjang sambil memegangi kepalanya. Dulu bila seperti ini Siwonlah yang akan membayarnya… Tapi sekarang…
.
.
.
.
.
.
Siwon memesan semua makanan kesuka istrinya. Dia menatap sekitar terlihat cukup sepi untuk makan siang kali ini. Siwon paling gemar makanan berbau barat. Dia menghela nafas berkali-kali setiap melihat jam tangannya. Dia resah… Seperti ini kencan pertamanya.Siwon tersenyum tipis ketika melihat seorang pelayan mengatarkan Kyuhyun ke mejanya.

“Kau lama sekali. Membuatku takut…”omelnya ketika Kyuhyun pertama kali duduk. “Aku sempat berpikir kau tak akan datang.”lanjutnya.

“Benar… Aku tak akan datang bila aku sudah tahu berapa nomer rekerningmu.”jawabnya dengan nada ketus.

Siwon masih berusaha tersenyum,”Aku tak tahu kau ingin makan apa. Jadi aku pesankan semua makanan kesukaanmu. Cobalah!!” siwon berusaha mengalihkan topik pembicaraan dengan pembahasan lebih santai.

“Kau pikir aku datang untuk berkencan?”

“Tak apa kalau kau berpikir begitu.”Siwon tersenyum girang.

Kyu memplout bibirnya,”Aku kesini hanya karna kau meminta uang itu. Jadi langsung ke intinya… Aku tak suka berbasa-basi.” ketusnya.

Siwon meletakan alat makannya,”Tak bisakah kita makan dulu. Sejak pagi aku belum makan. Banyak proyek yang harus aku tanggani..bahkan kemarin aku gagal mendapatkan tander.” keluh Siwon.

“Itu bukan urusanku…”finalnya. Siwon hanya menarik nafas panjang lalu membuangnya kasar. “Ini totalnya lima juta won.”ucapnya sambil mengulurkan amplop coklat itu.

Siwon menyeringai,”Bukan seharusnya sepuluh juta.”Kyu membulatkan mata lalu mengigit bibirnya.

“YAH!! SIAPA BILANG!”teriaknya,”Kau ingin memeraskku…”

“Annie. Tapi bukan memang segitu. karna kemarin nunnamu menghubungiku dan membicarakan soal jumlahnya.”

Kyuhyun masih terlihat tenang. Dia pelipat tangan di dada,”Jangan bercanda? Mana …”Kyu terdiam ketiak Siwon melihat pesan singkat nunnanya dan itu benar nomer baru Kibum. Dia menelan ludah kasar.

“baiklah aku akan kirim notanya dan sekaligus copyan untuk kibum nunna jadi biar tak ada salah paham dan keganjalan dalam pembayaran ini.Pengacara choi grup akan mengurusnya.”

“Tunggu… Tunggu sebenar…bisa kita bicara secara pribadi..maksudku…”Kyuhyun terlihat gugup.

“Ada apa?” Siwon menaikmatinya.

“Begini… Itu memang benar… Semua ada sepuluh juta… Tapi…”

“Tapi apa?”

“Yah !! Kenapa kau mendesakku…”

“Siapa yang mendesakmu?”

“KAU SIAPA LAGI. Ini juga karna salahmu… Bila kau tak membuatku marah dan kesal aku tak akan belanja sebanyak itu…”Siwon menaikan satu alisnya,”Mianhae…”dia menudukan kepala.

“LALU…” Kyuhyun mengelengkan kepala,”Makanlah dulu!! Ini sudah lewat jam makan siang.”Siwon melembutkan suaranya.

“Kenapa yang kau pikirkan hanya makan?? Apa melihatku membuatmu lapar?” kyuhyun terlihat kesal atas tanggapan santai Siwon. Dia hampir menangis karna ketakutan. Bagimana pun itu soal kepercayaan keluarganya?

“Aku tidak dapat berpikir bila sedang lapar. Jadi bisa kita lanjutkan nanti…”

“Kalau begitu aku tunggu kabarmu. Aku berjanji akan segera mengembalikanya.” Kyuhyun segera berdiri.

“Siapa yang menyuruhmu pergi?”

“huh?”

“Ku bilang makanlah dulu baru setelah itu kita mencari tempat yang nyaman untuk bicara.” Kyuhyun terdiam. “Bila kau tak suka dengan apa yang aku pesan. Akan aku panggilkan pelayan.”Kyu mengelangkan kepala. “Kyunnie…”

“Bagaimana aku bisa makan bila itu masih dalam otakku?”

“Itu soal mudah. Jadi jangan terlalu di pikirkan. Aku akan membayarkan begitu juga hutangmu di Eunhyuk.”

“Bagaimana kau tahu soal itu?” Siwon hanya menatapnya,”Oh ya… Kau dengan mudah akan mengetahuinya…”dia menundukan kepalanya.

Siwon berusaha meraih tangan Kyuhyun,”Hanya padamu…”Kyu menatap Siwon. “cepat makan. Lalu setelah itu kita cari jalan tengahnya.” kali ini bagai sihir Kyu mengangguk dan mulai memotong daging yang mulai dingin itu.
.
.
.
.
.
.
“Bukan katanmu itu mudah.” teriak Kyuhyun tak terima ketika Siwon mengkatakan dia harus mencicilnya setiap hari, “Itu bukan uang seberapa buatmu?”Siwon mengangguk,”Lalu…kenapa kau menagih secepat itu. Bahkan aku belum mendapatkan pekerjaan.”keluhnya dengan nada memelas.

Siwon tersenyum kecil,”Mau bagaimana lagi? Aku membutuhkan uang itu segera.” ucapnya dengan enteng.

“Untuk apa?” Siwon memopang dagunya lalu dia nampak berpikir?

“Banyak hal.”dia tersenyum dalam hati. “Bagaimana? Aku bisa memberimu pekerjaan. ” Kyu menatap dengan mata berbinar. “Menjadi nyonya Choi kembali salah satunya.”

PLAAKKS!!

Siwon meringis ketika dengan sadis Kyuhyun memukul kepalanya,”Apa kau sudah gila??” sentaknya.

“Tidak.”jawabnya dengan santai. “Aku hanya menawarkan hal yang mudah. Kau tak perlu bekerja…”Siwon mengedipkan matanya.

Kyu memplout bibirnya. Pasalnya semua pelayan dikafe ini sedang menatap genit ke arah suaminya yang terlihat sangat tampan hari ini. Sebenarnya dia juga terpesona. Dia kesal sampai tak fokus dengan arah pembicaraanya tadi.

“Baiklah.” Siwon menatap dengan mata berbiar.

“Jadi kau setuju kembali padaku?” siwon terlihat girang.

“PABBO. ” Siwon memplout bibirnya,”Aku setuju membayar setiap hari. Tapi aku tak tanggung kalau hanya membayar dua ribu won” jawabnya.

“Lalu kau akan bekerja apa?”

“Bukan urusanmu.”cueknya.

“Kalau kau tak mengkatakannya aku tak akan membiarkanmu pergi.”

“CIH!!”umpat Kyu. “Ada lowongan sebagai pelayan kafe.” ucapnya.

“Andwae. Daripada kau jadi pelayan kafe, lebih baik kau jadi pelayanku. Aku tak suka kau senyum pada orang lain selain aku.”

“Kenapa? Bukan kau juga melakukannya. Kenapa aku tak boleh?”

“Pokoknya tidak boleh. Aku akan menabah bunga besar.”

“DASAR LINTAH DARAT.”

“Terserah.” Siwon melipat tangan di dada.

“Lalu aku harus bekerja apa?”

“Ada tiga pilihan. Satu kembali padaku, dua menjadi asisten pribadiku, dan ketiga menjadi pelayan pribadiku.” ucapnya dengan santai.

“KENAPA SEMUA PEKARJAANYA BEGITU MENYIKSAKU..?” protesnya.

“Aku akan memberikan gaji besar setiap bulannya. Kalau kau mengambil pilihan pertama… Kau bisa sepuasnya.” Siwon tersenyum licik.

“Kalau begitu lebih baik aku mengaku pada nunna saja.” pasrahnya.

Siwon kelabakan ketika mendengar keputusasaan istrinya. Rencana untuk lebih dekat dengan Kyu akan gagal. “Jangan…” sergahnya. Kyu menatap Siwon. “Mereka akan kecewa.” lanjutnya.

“Tapi… Bukan sebaiknya aku berkata jujur dan akan menebusnya. Jadi itu akan lebih mudah..” Kyu menaruh kepalanya di meja dan dia ingin menangis. Siwon menghela nafas. Sungguh dia tak tega melihat istrinya terkena masalah, namun dalam pikiranya ini adalah cara satu-satunya agak mereka sering bertemu. “kepalaku mau pecah!!” dia membenturkan keningnya di meja.

Siwon panik. Otaknya tak berfungsi. Dia akan kalah ketika Kyu merengek padanya. “Kyu…biarkan aku menjadi kejam sekali saja. Jangan membuatku lemah…” pinta Siwon.

Kyuhyun mengangkat kepalanya. Matanya sudah berair dan wajahnya begitu memerah. Siwon mengusap wajah istrinya,”Jangan kejam padaku…aku sudah cukup menderita…kau selalu memanjakanku dan kini aku harus…hikss..hiks …melakukanya sendiri…” Kyu sudah tak tahan lagi. Dia ingin menangis.

“Lalu aku harus bagaimana??” Siwon begitu ingin memeluknya bila ini bukan di depan umum.

“Lupakan soal hutang itu dan tetap mencatat sesuai dengan pemberian nunna.” pintanya. Siwon langsung mengangguk setuju. “Jinjja?” Siwon tersenyum kecil. Kyu sontak merubah ruwat wajah sedihnya menjadi bahagia. “Gomawo…”penawaran selesai dan Kyu tetap keluar sebagai pemenangnya. Siwon tetaplah Siwon. “Aku pergi dulu…”kata Kyuhyun mengambil tas tangselnya lalu berlari meninggalkan kafe tanpa perduli Siwon yang tercengo karna ulah dramanya tadi. Dia memang mudah di perdaya Kyuhyun.
.
.
To :DONGHAE
“Ku rasa aku tertipu lagi. Dia berotak ular. Bahkan dia dengan mudahnya mengajukan penawaran dan aku kalah. Bisakah kau beritahu aku cara membuat istriku tak memperdayaku?”
SEND
.
.
Drrrttt…Drrtt
From : Donghae
“cobalah pergi ke pawang ular dan berikan dia makanan dengan racun tikus. Eunhyuk.”
.
.
Siwon hanya menghela nafas. Teman-temanya tak pernah memberikan saran yang tepat. Padahal dia akan membayar mahal untuk itu. Siwon tersenyum ketika melihat Kyuhyun kembali menghampirinya.

“Bisakah kau meminjamkanku lima puluh ribu won. Aku tak punya uang untuk membayar taksi?” ucap Kyuhyun dengan wajah imutnya sambil menadahkan kedua tangannya.

“Huh?”

TBC
LOHA…ALOHA…. HAHHA
ahh… Kayaknya saya cuma bisa nulis segini saja… ngetik di ponsel melehakan hahaha
Makasih ya buat semua komentarnya…
Ini hanya ff abal abal mirip cerita pasaran di TV jadi jangan protes klo belibet??
Menurut kalian enaknya sampai part berapa ya?? Hahaha
Oke jangan lupa tinggalkan komentar kalian…
Karna itu semangat saya…
Miss you all…peluk sayang untuk para wks…

Advertisements

Author:

Saya manusia biasa Punya salah dan tak sempurna Saya jatuh cinta dengan Wonkyu Tak perduli banyak yang bilang saya gila Bahkan pacar saya... Saya jatuh cinta dengan mereka ♡♡♡♡

48 thoughts on “Tentang Kamu – Part 22

  1. chingu~ya kapan ff ini akan di lanjut.. jujur aku udh gak sabar mnanti kelanjutan ff ini.. please continue this ff.. i’ll waiting you write again..

    gomawoo😂😂😂

  2. author admin chingu kapan lanjuta ini tentang kamunya -,- ga sabar pengen baca kelanjutan tingkah manjany kyubaby 😁😁😁

  3. kyu sama siwon lucu bgt
    mudah”an aja wonkyu bisa menyelesaikan masalah dan buat org yg udh membuat wonkyu pisah bisa mendapat hukuman dari appa siwon

  4. Astaga appa Choi licik W kwkwkk. Lalu Siwon hadeh~ gampang aja diperdaya sama Kyuhyun. Memang sudah aturannya jika Siwon harus selalu mengalah wkwkwk. Keep writing ya thor!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s