Posted in BL, Drama, Family, Fluffy, Genre, Romance, Series, WonKyu Story

All For You – Chapter 9

All For You – Chapter 9

By. ssiihee

Siwon & Kyuhyun

Romance,  family, smooth, fluff & drama

BL, DLDR, OOC, AU, NC17

Dilarang membashing WonKyu jika ingin hidup tenang! (==)

..::..::..

AFY

ssiihee©2016

Totally Reserved

..::..::..

Siwon tersenyum melihat Kyuhyun yang bergerak kecil dalam tidurnya. Menyusupkan wajahnya pada dada Siwon dan mengeratkan pelukannya. Siwon mengecup rambut Kyuhyun penuh sayang dan menarik selimut lebih tinggi untuk menutupi tubuh polos keduanya.

Hampir sejam lalu Siwon terjaga, dan yang dia lakukan hanya memandang dan memeluk Kyuhyun erat. Sesekali mencium rambut, wajah dan bibir pemuda itu. Menghirup aroma tubuh Kyuhyun yang sudah bercampur dengan aroma tubuhnya. Menyentuh setiap jengkal tubuh Kyuhyun tanpa menggaganggu tidurnya.

Mereka berdua benar-benar menghabiskan waktu seperti yang Kyuhyun inginkan. Berenang dan bercinta seharian. Bahkan Siwon masih dapat mengingat dengan jelas bagaimana tubuh mereka bersatu, bagaimana wajah merah Kyuhyun saat mencapai kepuasan. Hal yang menjadi kebahagian bagi Siwon sendiri. Menikmati wajah Kyuhyun yang pasrah dibawah kekuasaannya. Bahkan mengingatnya saja membuat Siwon menginginkan Kyuhyun lagi.

Namun Siwon harus menahan diri karena Kyuhyun belum sepenuhnya pulih, walau sebenarnya hari ini dirinya telah kalah dengan semua yang Kyuhyun lakukan agar mereka bercinta lagi dan lagi. Senyum kecil terukir di wajah pria yang sedang berbahagia itu. Dirinya tidak menyadari ada sosok yang sedang menatapnya dengan kagum.

“Kau bahagia Hyung?”

Siwon menundukan kepalanya menatap wajah Kyuhyun yang sedang menatapnya dengan mata bulatnya. Siwon kemudian mengecup dahi Kyuhyun penuh sayang.

“Tentu saja.” Siwon memeluk erat Kyuhyun yang tersenyum manis mendengarnya.

“Aku senang jika bisa membuatmu bahagia,” Kyuhyun mengecup dada Siwon sekilas. “Hari ini sangat menakjubkan bukan?”

“Sangat.” Siwon lalu menatap Kyuhyun. “Kau baik-baik sajakan?”

Kali ini Kyuhyun mengecup bibir Siwon cepat, “Aku baik-baik saja, sangat baik.” Kyuhyun lalu menatap wajah Siwon yang sepertinya semakin tampan di matanya, “Dan sangat terpuaskan. “

Keduanya tertawa pelan dan kembali saling mengeratkan pelukan.

“Jika kita melakukannya rutin mungkin kau bisa hamil,” canda Siwon tanpa memperhatikan wajah Kyuhyun yang tersenyum kecil dengan kesenduan di kedua bola matanya.

“Kau sungguh ingin punya anak Hyung?” tanya Kyuhyun pelan.

Siwon menatap Kyuhyun dan menyadari kesalahannya. “Hey baby maaf aku tidak bermaksud…”

“Tidak apa-apa Hyung, aku tau. Hanya saja jika kau ingin seorang anak kita bisa mulai merencanakan adopsi.” Kyuhyun tersenyum tulus. Dia ingin Siwon bahagia.

“Jika kau tidak keberatan kita akan melakukannya. Tetapi tidak dalam waktu dekat, aku masih ingin memilikimu seorang diri.” Siwon dengan cepat membalikan posisi mereka hingga kini Kyuhyun berada dibawahnya.

Siwon kemudian mencium Kyuhyun lembut. “Aku belum siap jika nanti anak kita memonopoli dirimu.”

Kyuhyun tertawa dan menyentuh wajah Siwon dengan tangan kanannya. “Maksudmu kau akan cemburu jika aku lebih banyak menghabiskan waktu dengannya?”

“Hemmm sepertinya,” sahut Siwon. Kyuhyun hanya tertawa pelan. “Oleh karena itu sebelum hari itu datang aku hanya ingin memilikimu seorang diri.”

Kyuhyun melingkarkan kedua tangannya pada leher Siwon. Matanya sedikit terpejam dengan bibir bawah tergigit merasakan setiap bagian tubuhnya dan tubuh Siwon bersentuhan. Setiap jengkal tubuh Kyuhyun masih begitu sensitif setelah percintaan mereka yang panjang.

“Sayang.”

“Hem?” Kyuhyun membuka matanya.

Siwon menyentuh pipi kanan Kyuhyun yang memerah perlahan membuat pemuda itu kembali memejamkan mata dengan mulut sedikit terbuka. Kemudian sentuhan  Siwon perlahan turun menuju pundak dan sisi tubuh Kyuhyun. Mengusapnya dengan penuh kelembutan seolah jika Siwon bertindak kasar maka Kyuhyun akan terluka.

Kyuhyun bergerak gelisah merasakan pusaran gairah kembali memenuhi dirinya. Seperti dia tidak pernah cukup dengan apa yang Siwon berikan padanya. Lenguhan dan desahan penuh kenikmatan perlahan terdengar dari bibir manisnya manakala Kyuhyun kembali merasakan tangan besar Siwon di putingnya.

Perlahan Siwon kembali menarik selimut untuk menutupi tubuhnya sebelum kemudian kepala Siwon menghilang dan bermain di dada Kyuhyun. Menghisap perlahan puting yang sepertinya masih bengkak karena ulah Siwon sebelumnya.

Kyuhyun hanya mampu membuka tutup matanya dengan mulut yang tidak berhenti mengeluarkan desahan penuh nikmat. Kedua tangannya kini mencengkram selimut yang menutupi tubuhnya dan Siwon. Membiarkan apapun yang Siwon lakukan didalam sana.

Pada akhirnya sekali lagi Siwon kalah terhadap Kyuhyun. Ucapannya tentang Kyuhyun yang masih belum pulih terlupakan saat mendengar desahan penuh kenikmatan Kyuhyun. Sepertinya keduanya masih belum merasa cukup dan akan kembali melanjutkan kegiatan intims mereka mungkin hingga fajar menjelang.

.

.

.

Hampir  sebulan berlalu sejak kejadian di pesta pernikahan Siwon dan Kyuhyun. Polisi dan keluarga Choi masih menyelidiki kasus tersebut di karenakan tersangka utamanya seolah menghilang ditelan bumi. Entah dia terlalu pintar atau memang sedang beruntung. Namun penyelidikan tetap terus dilakukan sampai pelaku utama tertangkap.

Kehidupan Siwon dan Kyuhyun pun kembali berjalan lancar. Namun kali ini Siwon jauh lebih over protective pada Kyuhyun. Dia tidak membiarkan pemuda itu mengemudi sendirian. Meskipun Kyuhyun sudah menolak dengan keras namun akhirnya dia menyetujuinya melihat Siwon yang terlihat sangat khawatir.

Selain itu dalam waktu dekat Kyuhyun akan membuka butiknya yang sempat tertunda karena pesta pernikahan dan kasus percobaan pembunuhan kemarin. Tentu saja semuanya tidak lepas dari bantuan nyonya Choi yang sepertinya tertular putranya untuk sedikit lebih over protective terhadap menantunya dan Kyuhyun sama sekali tidak bisa berbuat apapun.

“Kyuhyun-ah bagaimana kabarmu?” Hal pertama yang selalu nyonya Choi tanyakan setiap dia bertemu Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum menyambut ayah dan ibu mertuanya yang datang ke kediaman mereka saat ini. Dia memeluk nyonya Choi erat.

“Aku sangat baik Umma, seperti yang kau lihat.” Kyuhyun tersenyum dan kemudian memeluk ayah mertuanya yang hanya tertawa kecil.

Ne. Kau bahkan terlihat lebih berisi sekarang,” kata nyonya Choi. Kyuhyun terlihat terkejut kemudian tertawa kecil.

Mwo? Umma berpikir begitu?” Nyonya Choi mengangguk sementara tuan Choi menatap Kyuhyun kemudian mengangguk kecil.

Siwon yang berdiri memeluk ibunnya ikut tertawa melihat candaan kecil keluarga mereka.

“Ku pikir juga begitu,” Kyuhyun menghela nafas lalu beralih memeluk lengan ayahnya. “Siwon Hyung sama sekali tidak menginjikanku melakukan pekerjaan rumah. Tsk padahal aku baik-baik saja tapi dia terus menyuruhku untuk istirahat.”

“Hey baby aku hanya terus menyuruhmu istirahat bukan terus makan.” Siwon ikut menggoda Kyuhyun yang kini memajukan bibirnya.

“Aku bosan Hyung, yang kulakukan hanya menggambar, menonton drama dan beberapa film. Semuanya kulakukan sambil makan. Jadi jangan salahkan aku juga.”

Arraso, arraso,” Tuan Choi menepuk pelan lengan Kyuhyun. “Bagaimanapun dirimu kami akan selalu mencintaimu Kyuhyun-ah.”

Appa memang yang terbaik.” Kyuhyun menyandarkan kepalanya pada pundak ayahnya.

“Ah! Kalian duduklah, aku akan menyiapkan minuman dan makanan kecil.” Kyuhyun segera berlari ke dapur sementara Siwon membawa kedua orang tuanya ke ruang tengah.

“Apa kau sudah menemukan titik terang tentang pelayan itu Siwon-ah. Appa baru mendapatkan kabar bahwa pelayan tersebut dijemput seseorang saat keluar meninggalkan pesta.” Tuan Choi memulai pembicaraan serius diantara mereka.

“Pihakku juga sedang menyelidiki siapa yang meninggalkan hotel sebelum acara berakhir Appa. Beberapa saksi mengatakan bahwa ada seorang pelayan yang terlihat terburu-buru meninggalkan tempat acara sama seperti hasil yang didapatkan pihak kepolisian. Hanya saja seperti yang sering kita katakan. Pelayan tersebut seperti menghilang ditelan bumi.” Siwon memijat pelipisnya yang berdenyut.

Kyuhyun yang datang dengan makanan dan minumannya terlihat khawatir dengan keadaan Siwon. Pria itu terlalu memaksakan diri hingga Kyuhyun harus berkali-kali menyeret Siwon untuk istirahat.

Kyuhyun mendudukan dirinya disisi Nyonya Choi dan membalas genggaman tangan ibunya setelah meletakan makanan dan minuman di meja. Sementara itu Siwon dan Tuan Choi yang duduk berhadapan hanya memandang satu sama lain.

“Semua pasti akan terungkap. Hanya perlu menunggu waktu yang tepat. Jadi ku harap Hyung jangan terlalu memikirkannya. Serahkan semuanya pada orang-orang yang memang ahli dalam hal ini,” ucap Kyuhyun.

“Benar apa yang Kyuhyun katakan. Serahkan semuanya pada pihak berwajib.” Nyonya Choi ikut menyuarakan pendapatnya.

“Baiklah. Sekarang sebaiknya kita fokus dengan acara Kyuhyun minggu depan,” Tuan Choi menatap Kyuhyun dan tersenyum hangat. “Bagaimana persiapannya sayang? Apa ada yang Appa bisa bantu?”

Kyuhyun tersenyum dan menatap Siwon sekilas lalu kembali menatap ayahnya, “Semuanya sudah siap Appa. Undangan juga sudah mulai disebar. Itu semua tidak akan berjalan lancar tanpa bantuan kalian aku sangat berterima kasih.”

Nyonya Choi tersenyum dan memeluk Kyuhyun pelan. “Aigo tentu saja kami akan membantumu. Kau tidak perlu sungkan Kyuhyun-ah. Bukankah umma pernah mengatakan bahwa kau segalanya bagi kami bahkan posisimu kini jauh lebih tinggi di banding Siwon.”

“Ya Umma bisakah kau katakan itu saat tidak ada aku bersama kalian. Aku seperti anak tiri saja.” Siwon melakukan protes kecil terhadap sikap orang tuanya.

“Tapi yang Ummamu katakan itu memang benar Siwon-ah.” Tuan Choi tidak membantu Siwon sama sekali. Kyuhyun dan Nyonya Choi hanya tertawa pelan melihat wajah Siwon yang kesal.

Appa kau sama saja.”

Keluarga kecil itu tertawa bersama. Mereka menghabiskan waktu dengan bercerita kecil. Kini Kyuhyun tersenyum bahagia dalam pelukan Siwon saat ibunya bercerita tentang masa kecil Siwon. Saat dirinya berada di Paris dan saat kedua orangtuanya memisahkan  mereka sebelum pesta pernikahan. Semuanya membuat Kyuhyun bahagia meskipun saat ini dia menahan dirinya untuk tetap terjaga.

Entah mengapa saat ini Kyuhyun merasa sangat mengantuk. Mungkin karena dia terlalu memikirkan acaranya hingga tanpa sadar tubuhnya mulai meminta untuk istirahat. Kyuhyun menguap kecil berkali-kali hingga akhirnya matanya benar-benar terpejam.

Nyonya Choi menyadari bahwa Kyuhyun tertidur dalam pelukan Siwon. “Yeobo sepertinya kita terlalu lama bercerita.”

“Hem?” Tuan Choi menatap istrinya yang memberikan isyarat lewat tatapannya kepada Kyuhyun.

Siwon dan Tuan Choi menatap Kyuhyun bersamaan kemudian keduanya tersenyum kecil.

“Kau benar sayang,” ucap tuan Choi.

“Siwon-ah sebaiknya kau bawa Kyuhyun ke kamar. Tubuhnya akan sakit jika tidur seperti itu.”

Ne Umma.” Siwon melakukan apa yang ibunya katakan. Dia segera mengangkat tubuh Kyuhyun dan membawanya ke dalam kamar mereka diikuti orangtuanya

Perlahan Siwon membaringkan Kyuhyun di ranjang mereka kemudian menyelimuti tubuh Kyuhyun hingga batas dada. Pemuda itu menggeliat perlahan mencari posisi nyaman.

Aigo lihatlah mengapa dia sangat menggemaskan.” Nyonya Choi berujar pelan melihat Kyuhyun tertidur.

“Rasanya seperti melihat bayi yang tertidur. Andai orang tua Kyuhyun masih ada mereka pasti akan sangat bangga memilikinya.” Tuan Choi ikut mengeluarkan suara.

Siwon hanya tersenyum bahagia melihat orangtuanya begitu menyayangi Kyuhyun. Pemuda itu memang pantas mendapatkannya. Dan Siwon sangat beruntung bisa memilikinya.

“Kau benar sayang. Dan kita sangat beruntung bisa merawat dan membahagiakannya.” Nyonya Choi memeluk suaminya pelan dan pria tua itu membalasnya dengan penuh kasih sayang.

Untuk beberapa saat mereka masih berdiri menatap Kyuhyun yang tertidur. Menikmati pemandangan yang menjadi kebahagiaan bagi mereka bertiga. Berdoa agar Kyuhyun selalu diberikan hal baik dalam kehidupannya. Berdoa agar mereka dapat membuat pemuda itu selalu tersenyum. Tuan dan nyonya Choi, juga Siwon telah menjadikan Kyuhyun pusat kehidupan mereka. Apapun akan mereka lakukan untuk membuat Kyuhyun bahagia. Semua untuk Kyuhyun.

.

.

.

“Tak bisakah kau menundanya Hyung? Acaraku tinggal 3 hari lagi.” Kyuhyun yang sedang duduk di sofa menatap Siwon yang sibuk merapihkan meja kerjanya.

“Kali ini sungguh tidak bisa sayang,” ucap Siwon penuh penyesalan. “Aku janji akan kembali sebelum hari H. Lagipula mana mungkin aku melewatkan acara istriku sendiri.”

Kyuhyun tetap tidak merubah wajah kecewanya. Malam ini Siwon akan berangkat ke Jepang untuk rapat dadakan. Meskipun Siwon sudah mengatakan dia akan kembali sebelum hari pembukaan butik Kyuhyun tetap saja pemuda itu tidak ingin Siwon pergi.

Kyuhyun menghela nafas dan berjalan menghampiri Siwon. Pria itu kemudian menariknya untuk duduk dipangkuannya. Kyuhyun mematuhinya dan melingkarkan kedua tangannya di leher Siwon.

“Kau sungguh memilih pekerjaanmu daripada aku?”

Mwo? Tentu saja tidak sayang. Hanya saja kau sudah tahu ini rapat dadakan. Pasti ada sesuatu yang mendesak. Lagipula aku berjanji akan kembali sebelum acara dimulai.”

Wajah Kyuhyun tetap tertekuk. Sebenarnya Siwon ingin tertawa melihat Kyuhyun yang beberapa kali terlihat menggembungkan pipi dan mengerucutkan bibirnya kesal. Masalahnya pemuda itu tidak seperti biasanya. Kyuhyun bukanlah orang yang tidak mengerti arti dari sebuah pekerjaan dan tanggung jawab. Jadi pasti ada hal lain.

“Lalu apa kalian benar-benar akan pergi berdua?”

“Hem? Maksudmu dengan Jinra?” Kyuhyun mengangguk pelan. “Selama kau di rumah sakit hampir semua pekerjaan yang berhubungan dengan proyek ini Jinra yang mengurusnya jadi dia sudah tau apa yang harus dilakukan. Lagipula dia sekertarisku. Waeyo? Kenapa kau tiba-tiba bertanya seperti itu?”

Annie hanya bertanya,” jawab Kyuhyun pelan. Dia menundukan kepalanya dan memainkan kancing kemeja Siwon.

“Apa kau cemburu?”

Kyuhyun mengangkat kepala cepat, “Annie!”

Siwon ingin tertawa mendengar jawaban cepat Kyuhyun yang memperjelas bahwa pemuda itu sedang cemburu. Hanya saja melihat wajah Kyuhyun yang sepertinya sedang tidak ingin diajak bercanda Siwon menahannya.

“Tidak apa-apa jika kau cemburu sayang, aku justru senang.”

“Aku tidak cemburu hyung,” sahut Kyuhyun cepat.

Arasso,” Siwon mengecup bibir Kyuhyun pelan namun tetap saja wajah Kyuhyun masih kesal. “Kau tidak ingin membantuku packing?”

Pertanyaan yang salah. Karena Kyuhyun langsung beranjak dari pangkuan Siwon.

“Urus saja sendiri!” Kyuhyun menghentakan kaki kesal kemudian meninggalkan Siwon dengan wajah bingungnya.

Sebenarnya ada apa dengan Kyuhyun. Sikap pemuda itu tidak seperti biasanya. Apa Kyuhyun benar-benar sedang cemburu dengan Jinra atau Kyuhyun masih tetap tidak rela dia meninggalkannya. Siwon hanya menggelengkan kepala namun dia harus mencari cara agar Kyuhyun kembali senang dan itu bukan hal yang mudah karena Kyuhyun jarang sekali memperlihatkan sikap seperti ini sejak mereka pacaran. Pemuda itu terlalu cuek namun tidak pernah menolak perhatian yang diberikan kepadanya. Siwon berharap mood Kyuhyun membaik saat acaranya nanti. Dia akan merasa sangat bersalah jika membuat Kyuhyun kesal di acara yang sudah ditunggunya.

.

.

.

“Rin-ah bagaimana pendapatmu tentang sekretaris Siwon?” Kyuhyun bertanya pada Heerin yang sedang berjalan disampingnya dengan sebuah es krim di tangannya.

Kyuhyun merasa bosan di rumah. Semua persiapan acaranya sudah diurus dengan baik oleh orang-orang ibu mertuanya. Dan dia sedang tidak semangat untuk membantu. Jadi Kyuhyun menghubungi Heerin untuk bertemu dan gadis itu menyanggupi.

Waeyo? Kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu?”

Annie. Siwon dan Jinra sedang meeting berdua di Jepang.”

“Tidak benar-benar berdua. Disana akan ada pihak Jepang.” Koreksi Heerin dan Kyuhyun hanya mengangguk kecil.

Heerin memperhatikan sahabatnya yang terlihat tidak bersemangat dan tiba-tiba menanyakan tentang sekeretaris Siwon. Padahal saat dia mengatakan tentang Jinra saat mereka pertama bertemu setelah Kyuhyun kembali dari bulan madunya pemuda itu terlihat tidak tertarik. Atau jangan-jangan.

“Ya! Apa kau berpikir Siwon akan melakukan hal aneh dengan Jinra?” Heerin menatap sahabatnya dengan bingung. Sementara Kyuhyun tidak merespon.

“Kyuhyun-ah lupakan apapun yang ada dalam pikiranmu soal kemungkinan Siwon tertarik dengan gadis lain selama kau tidak ada. Aku hanya berbicara tidak jelas,” tutur Heerin.

“Aku percaya Siwon. Tapi bagaimana menurutmu tentang Jinra?”

“Kau sendiri? Bukankah kau sering bertemu dengannya di kantor Siwon?” Kyuhyun mengangguk. “Kau tidak melihat ada yang aneh dengannya?”

Kyuhyun mengangkat bahu. “Entahlah. Kami tidak terlalu banyak berinteraksi.”

“Ya sebaiknya kau baik dengannya. Pekerjaannya membantu Siwon dan menjaga sajangnimnya.”

Kyuhyun mendelik mendengar perkataan Heerin. Sementara gadis itu hanya tertawa pelan.

“Aku bercanda, mungkin Jinra memang ada perasaan dengan Siwon. Bagaimanapun suamimu itu tampan dan tidak ada yang tahu jika dia sudah taken. Namun aku menjamin jika hanya ada kau dalam setiap detak jantung Siwon dan kau pun tahu itu,” jelas Jinra.

“Mengenai Jinra yang memiliki perasaan kepada Siwon, bukankah itu haknya. Selama dia tidak melakukan hal aneh bukannya kita sebaiknya tidak mengganggunya. Lagipula mungkin saja dia sudah menata perasaannya setelah tahu dia tidak mempunyai kesempatan. Lagipula kau sendiri mengatakan bahwa tidak ada yang aneh dengan dirinya. Jadi kau tidak perlu khawatir.”

Kyuhyun tersenyum dan memeluk Jinra dengan melingkarkan tangannya pada pundak gadis itu, “Ya Jung Heerin kau memang sahabat terbaik.”

Heerin ikut tertawa namun kemudian melepaskan tangan Kyuhyun. “Terima kasih, tapi orang lain akan menganggap kau kekasihku jika seperti ini. Dan aku tidak akan pernah dapat kekasih yang sesungguhnya.”

“Lalu kemana pria yang bersamamu saat di pesta? Apa kalian belum ada kemajuan? Aigo dokter cantik ini sepertinya tidak pintar dalam menarik seorang pria.”

Mwo? Ya bagaimana aku bisa mendapatkan pria jika pria setampan Siwon saja lebih memilihmu.”

Mwo? Ya kau minta dihajar?” Heerin tertawa dan berlari menghindari serangan Kyuhyun.

Setidaknya sahabatnya itu sudah kembali tersenyum. Karena sejak awal Heerin sudah merasakan bahwa ada yang sedang Kyuhyun pikirkan. Jadi dia menunggu sahabatnya untuk bercerita dan Heerin senang dia dapat membantu Kyuhyun. Heerin menyayangi pemuda itu sama seperti dia menyayangi diri sendiri.

.

.

.

Kyuhyun memulai harinya dengan wajah yang tertekuk kesal. Pasalnya Siwon belum kembali dan ponsel pria itu tidak bisa dihubungi sejak kemarin, begitu juga dengan Jinra. Sebenarnya kemana mereka.

Jika saja ibunya tidak memaksanya bangun maka mungkin Kyuhyun akan menenggelamkan dirinya dibalik selimut mengabaikan acara pentingnya hari ini. Namun meski dengan gerakan lama akhirnya Kyuhyun mampu berdiri dengan pakaian lengkap meskipun tidak ada senyum di wajahnya.

Kyuhyun menghembuskan nafas pelan saat mobil yang membawanya sampai di gedung yang sudah dihias dan terlihat ramai. Dia melangkahkan kakinya dengan malas dan sedikit memaksakan senyum di wajahnya. Kemudian Kyuhyun berjalan perlahan ke arah pintu yang dijaga oleh dua orang pria berjas hitam.

Saat Kyuhyun masuk dan mengangkat wajahnya untuk menyambut tamu, seorang pria dengan jas biru dan satu bucket penuh bunga mawar merah besar di tangannya tengah menatapnya dengan senyum paling tampan.

Pria itu merentangkan tangan, membuat Kyuhyun akhirnya tersenyum manis. Senyum tulus pertamanya sejak kemarin. Kyuhyun menahan diri untuk tidak berlari kearah Siwon. Dia masih marah dengan pria itu jadi Kyuhyun hanya berjalan pelan. Saat Kyuhyun berada di hadapan Siwon pria itu tersenyum kepadanya membuat Kyuhyun menyadari bahwa dia begitu merindukan Siwon. Kyuhyun langsung menubruk tubuh Siwon dan memeluk pria itu erat.

“Aku merindukanmu sayang,” ucap Siwon pelan.

“Kau berhutang penjelaasn Hyung, ku pikir kau tidak akan datang.” Rasanya Kyuhyun ingin menangis namun itu akan terlihat sangat berlebihan. Namun Kyuhyun sangat senang sekali saat ini.

“Itu tidak mungkin baby.” Siwon mengecup bibir Kyuhyun perlahan. Lalu kembali memeluk Kyuhyun, “Aku tidak mungkin membiarkanmu sendirian di hari penting seperti ini.”

“Maaf kan saya Kyuhyun-ssi, karena gagal membawa Sajangnim kembali tepat waktu,” tiba-tiba saja Jinra muncul di antara Siwon dan Kyuhyun

“Hey itu bukan salahmu Jinra. Kau terluka karena ingin membantuku.” Siwon menatap Jinra yang masih saja merasa bersalah.

Kyuhyun memperhatikan Jinra dengan wajah bingung. Gadis itu memakai tongkat dengan lengan kanannya dan kaki kanannya terlihat di perban. Kyuhyun juga melihat memar di tangan kanan gadis itu.

“Sebenarnya apa yang terjadi Hyung?” Kyuhyun bertanya pada Siwon dengan wajah khawatir.

Meeting hari terakhir berjalan cukup lama lebih dari yang diperkirakan. Jinra membatuku mengejar pesawat tapi dia justru terserempet mobil saat kami di bandara.”

“Aku baik-baik saja Kyuhyun-ssi,” sela Jinra yang melihat raut khawatir Kyuhyun.

“Dia memintaku untuk pulang duluan, tapi mana mungkin aku meninggalkannya dalam keadaan terluka. Tetapi pagi-pagi sekali justru dia sudah mendapat tiket penerbangan pertama. Aigo kau sungguh gadis gila Jinra-ah.”

“Itu sudah tugasku Sajangnim. Lagipula aku tidak ingin membuat Kyuhyun-ssi kecewa. Rapat dadakan ini juga tidak mungkin terjadi jika aku  mengerjakan pekerjaanku dengan baik,” tutur Jinra.

“Tapi apa benar baik-baik saja Jinra-ssi?” Kyuhyun mengernyit ngeri melihat kaki Jinra.

“Aku baik-baik saja Samunim,” canda Jinra membuat Kyuhyun mempoutkan bibirnya mendengar Jinra memanggilnya samunim.

“Sudahlah, Umma nanti yang akan mengurus Jinra. Siwon dan Kyuhyun kalian masuklah. Acara akan segera dimulai.” Nyonya Choi berdiri disisi Jinra dan meminta gadis itu ikut dengannya.

Kyuhyun mengangguk dan kembali mengalihkan perhatiannya pada Siwon. Dia kemudian menerima bunga yang Siwon bawa kemudian bersama Siwon masuk ke dalam untuk memulai acara.

Acara hari ini berjalan dengan lancar. Semua tamu terkesan dengan desain pakaian yang Kyuhyun pamerkan pada pembukaan butiknya. Desain tersebut kebanyakan dia kerjakan saat berada di Paris. Tidak ada hal aneh yang terjadi seperti yang mereka khawtirkan terajadi seperti di acara pesta pernikahan mereka. Semua tamu yang kebanyakn teman dekat dan beberapa rekan pers dijamu dengan baik. Pers yang tertarik dengan Kyuhyun karena statusnya sebagai istri dari Choi Siwon mengubah pendapat mereka bahwa Kyuhyun memang berbakat dan itu semakin membuat Kyuhyun bersemangat. Meskipun dia melakukannya bukan untuk mendapat pujian dari orang lain.

Kyuhyun sendiri sangat menikmati acaranya meskipun saat ini dia dan Siwon berada di sebuah kamar yang berada dalam ruangan Kyuhyun.

“Aku merindukanmu Hyung.” Kyuhyun memeluk erat Siwon yang tertawa kecil melihat sikap manja Kyuhyun yang terasa lebih banyak akhir-akhir ini.

Nado. Aku juga merindukanmu Baby.”

Siwon mencium Kyuhun lembut. Dia begitu merindukan Kyuhyun dalam pelukannya. Kyuhyun membalas ciuman Siwon lebih bersemangat. Kakinya perlahan mundur dan Kyuhyun menarik Siwon keranjang hingga akhirnya keduanya terbaring dengan Siwon di atas Kyuhyun.

Tanpa ragu Kyuhyun melepaskan dasi dan kancing kemeja Siwon membuat pria itu cukup terkejut.

“Hey acaramu belum selesai sayang,” Siwon menahan tangan  Kyuhyun yang bergerak cepat.

“Sebentar saja Hyung.” Suara Kyuhyun terdengar memohon dan Siwon tidak tega melihat wajah Kyuhyun yang sepertinya sangat tersiksa.

Siwon menghela nafas dan tersenyum. “Baiklah. Sekali saja arasso. Kau masih harus menyambut tamu-tamumu yang lain.”

Ne Siwonnie.”

Kemudian dengan cepat Siwon membuat keduanya tidak berlapis benang sehelaipun. Desahan dan erangan mulai terdengar dan Kyuhyun bersyukur walaupun saat itu dengan terpaksa menyetujui saran ibunya untuk membuat kamar ini kedap suara. Jadi saat ini Kyuhyun bisa dengan bebas melepaskan rasa rindunya terhadap sentuhan Siwon dan Kyuhyun semakin senang saat Siwon melanggar kata-katanya sendiri karena mereka tidak hanya melakukannya sekali. Rasa rindu membuat mereka menginginkan satu sama lain lagi dan lagi.

Siwon hanya memberikan senyum kecil saat dia berpapasan dengan ibunya yang menatapnya curiga.

“Dimana Kyuhyun?” tanya Choi.

“Kyuhyun tertidur, aku akan membangunkannya 30 menit lagi.”

“Kau ini, tidak bisakah menahannya.” Nyonya Choi berdecak kesal.

“Asal Umma tahu Kyuhyunlah yang menginginkannya.”

“Teserah kau saja. Oh iya tadi ada yang mencarimu. Dia menunggumu di luar. Umma memintanya menunggu di dalam namun dia tidak mau.”

Siwon terlihat bingung. “Siapa? Umma tidak mengenalnya?”

Annie. Dia hanya mengatakan bahwa dia mengenal Kyuhyun, namun dia hanya ingin berbicara denganmu,” tutur nyonya Choi. Dia kemudian meninggalkan Siwon dengan alis berkerut bingung.

Kemudian Siwon segera berjalan keluar dan menemui seorang pria yang sedang bersandar pada mobilnya tidak jauh dari butik Kyuhyun. Awalnya melihat rambut pirang pria tersebut Siwon berpikir bahwa dia bukan orang Korea ternyata perkiraannya salah.

“Anda mencariku?” tanya Siwon langsung.

Pria itu berbalik dan menatap Siwon dari atas sampai bawah. “Jadi kau Choi Siwon?”

“Benar. Ibuku mengatakan bahwa kau mengenal Kyuhyun. Kalau boleh tahu kau siapa dan ada urusan apa mecariku?”

“Tidak bisa dikatakan bahwa aku mengenalnya secara langsung. Aku hanya sering mendengarnya,” jawab pria itu membuat Siwon semakin bingung. “Oh yah bagaimana dengan kasus di pesta pernikahanmu? Apa kau sudah menangkap pelakunya?”

Wajah Siwon sedikit mengeras, “Sebenarnya kau siapa dan apa tujuanmu?”

“Tujuanku? Aku hanya ingin memperingatkanmu Choi Siwon-ssi. Ada seseorang yang saat ini mengincar istrimu, bisa kukatakan saperti itu. Dan dia tidak akan berhenti sebelum dia mendapatkan Cho Kyuhyun.”

Siwon dengan cepat menarik kerah kemeja pria itu dan mencengkramnya erat. “Katakan lebih jelas. Apa maksudmu? Siapa yang sedang mengincar Kyuhyun?”

“Benarkah kau tidak tahu?” tanya pria itu santai membuat wajah Siwon semaki terlihat marah. “Dia ada di sekitar kalian Tuan Choi Siwon. Sayang sekali hari ini dia tidak hadir. Jika dia ada mungkin aku akan membantumu membawanya pulang ke Paris.”

Pria itu menghentakan kedua tangan Siwon dan segera masuk ke  mobil lalu meninggalkan Siwon dengan penuh amarah di wajahnya. Siwon menendang kerikil kecil untuk melampiaskan amarahnya. Sebenarnya apa maksud dari pria itu bahwa orang yang menginginkan Kyuhyun berada di sekitarnya. Apa pria itu mengenalnya, jika ya mengapa dia tidak berusaha menyadarkan orang itu atau seperti yang dia sendiri katakan membawanya kembali ke Paris. Paris. Paris. Paris.

“Oh Shit!”

Siwon menjambak rambutnya dan merogoh saku jasnya. Dia meraih ponsel dan dengan cepat menelpon seseorang.

“Selidiki teman, annie, maksudku gadis bernama Han Seungmi atau Samantha Han.”

.

.

.

T.B.C

Note: *abaikan*

Hai hai aku dating lagi dengan cerita nista ini… Kapan sebenernya cerita ini berakhir… *hela nafas*

Oh iya maaf kalo rada aneh, aku lagi tahap peralihan dalam penggunaan pov orang ketiganya… biasanya pake kata ganti Ia dan sekarang jadi Dia… sedikit masih kaku karena sudah terbiasa…

Jangan kecewa karena part ini gak ada hal-hal tentang berenang dan bercinta… chap berikutnya juga…

Rencananya aku akan buat di part special dan belom tahu dipostnya kapan…

And ofc di protect dan aku hanya akan memberikan pwnya buat yang koment dipart sebelumnya… misalnya aku post sebelum chap 10 atau chap depan, itu berarti aku hanya akan kasih pw ke yang koment di chap 9 ini…

Bukan pelit tapi itu hadiah dari aku buat yg rajin koment… maybe bisa ajah aku akan langsung kirim via email kalian masing… itu bentuk terima kasih aku buat kalian yang menyempatkan diri menulis sesuatu… hehehehehe

Banyak gaya yah padahal FFnya ajah baru 25% lol…

Thanks to BAT yang selalu bikin semangat mainin Wonkyu #eh vira unnie, ryunee, suha dan die yg aku kangenin, buat wulan yg rajin update dan yg koment di chap sebelumnya,,,,

AngelaWonkyu, wonkyuluv, honey, kyuian cho, andinganiskatrina, desviana dewi, lianacho, kyumine, maykyu, suciibabycho, enpkyu, rulli manasari, rina, ratnasparkyu, zita frauke, riniasih, nidit, neetha choi, henhen99, wk_elfa.

Sorry kalau ada yg belom disebut atau salah nama,,, aku ucapin thankyu udah mau baca cerita gaje ini… ada beberapa reader yg udah aku kenal banget unamenya juga dan ada beberapa yang sudah tidak baca atau mungkin baca tanpa meninggalkan jejak…

Thanks semuanya… *hug satu2*

Kebanyakan ih..

Last but not least

See u next time and keep spreading WonKyu Love!

Annyeong!!

Advertisements

Author:

Me and My Dirty Little Secret Are Heaven ^^

63 thoughts on “All For You – Chapter 9

  1. baru nemu nie ff lnsng jth cnta
    sbnerny sih q jg reader wonkyu corp ini
    tp g prnh bca ff yg nie..jd smbil nggu ff yg sring q baca update ..q bca nie ff dah..bgus jga critany sneng bcany jln crta wonkyu momentny smua bgus..
    nb:boleh g q mnta PW yg chap 10 sma chap 3 please soalny biar q bcany g loncat2 hee

  2. Aigoo kyuhyun kyuhyun….
    Untung saja siwon datang, klu tdk…. Aduh cemberut trs tu wajah kyu….. Kkkkkk

    Org yg bertemu dng siwon itu, org yg bersama sam saat masih di paris kan.?

    Akhirnya siwon mengetahui siapa yg patut dicurigai…. Yaitu seungmi….

    ——1315——

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s