Posted in Angst, BL, Friendship, Hurt, Romance, Uncategorized

Song For Love 2

Judul : Song For Love

Cast : Siwon x Kyuhyun, Changmin

Genre : Angst, Romance

By: Miss Lee, Ang, Siwonniesm


Changmin membuka matanya lagi dan demi semesta alam ini sudah pukul dua dini hari tapi kantuk yang dia nantikan belum datang juga. Siapa yang harus dia salahkan untuk ini? Sudah sejak berminggu-minggu yang lalu atau mungkin sejak berbulan-bulan yang lalu, waktu tidurnya sudah sangat berkurang. Bahkan setelah dirinya mendapatkan Kyuhyun dalam genggamannya dan selalu ada disampingnya, hati Changmin belum juga bisa tenang. Terlebih saat dirinya harus bertatapan dengan Siwon dan dia harus terus menemukan bahwa pria itu bukanlah pria yang seharusnya menjadi sasaran dari keegoisannya. Changmin tidak menyesal telah mendapatkan Kyuhyun lebih dulu tapi Changmin merasa bersalah. Entah itu kepada Siwon atau pun Kyuhyun. Bahkan beberapa hari ini Changmin merasa kasihan pada dirinya sendiri, Changmin tidak menemukan sebuah kebahagiaan yang selama ini dia dambakan untuk dirasakannya saat dia bersama Kyuhyun. Changmin menghela nafas berat sambil berusaha memejamkan matanya lagi.

Seandainya Vic ada disini….

Changmin tersentak, langsung membuka matanya saat memikirkan itu. Sejak kapan Changmin menjadi begitu bergantung pada wanita itu. Changmin memegangi dadanya yang berdegup kencang. Ada apa dengannya?

Selama dua minggu terakhir ini memang dia dan Vic sedikit lebih sering saling bertemu. Bahkan hal itu dia lakukan tanpa sepengetahuan Kyuhyun. Bahkan hingga sekarang Changmin belum menemukan alasan kenapa dirinya memutuskan untuk bertemu Vic dibelakang Kyuhyun. Hingga Kyuhyun dengan gamblang mengatakan kepercayaan penuh kepada Changmin, bukan rasa bangga yang berakar pada hatinya tapi rasa bersalah yang justru memenuhi otaknya.

“Pacar macam apa kau Min? Kenapa kau menjadi seperti ini Min?”

“Itulah yang sedang aku tanyakan pada diriku sendiri hyung. Aku sedang bingung sekali” ucap Changmin pada Jaejoong yang saat ini tengah dalam masa libur wamilnya.

Changmin sengaja menemui Jaejoong ketika tahu Hyung kesayangannya itu sedang libur. Changmin sudah tidak tahu lagi harus bercerita kepada siapa. Jika dia bercerita pada Yunho tentu saja pria itu akan sangat marah padanya untuk semua kelakuannya yang bisa dikategorikan gegabah. Mengingat Yunho dan Siwon adalah sahabat yang sangat dekat. Changmin tentu masih menyayangi dirinya dan nyawanya. Itu mengartikan jika Jaejoong adalah pilihan yang paling tepat.

“Dan Kyu sampai saat ini masih belum tau jika kalian berdua sering bertemu?” Tanya jaejoong lagi

“Aku brengsek sekali kan hyung. Aku tak tahu harus bagaimana lagi. Aku malu pada Siwon hyung dan Kyuhyun”

“Saranku cuma satu Min, ungkapan segala yang ada dihatimu. Aku tak mau menyalahkanmu walau aku tahu perbuatanmu sepenuhnya salah, tapi aku juga tahu ada kekhilafan disana. Lupa bahwa keegoisanmu itu bisa merusak kehidupanmu.”

“Seperti yang hyung katakan kemarin2″

Jaejoong adalah teman baik dari Siwon juga. Dia juga tahu dengan pasti bagaimana Siwon dari dulu menaruh hati pada Kyuhyun. Tapi yang Jaejoong tak tahu bahwa adik bodohnya, Changmin, berubah menjadi tak mengenali dirinya sendiri juga keinginannya.

“Saranku hanya satu saat ini, jujurlah pada Kyuhyun. Karena menurutku dari sisi kalian berdua, kau dan siwon maksudku tak ada masalah urgent seharusnya. Tapi kalau dengan Kyuhyun, semuanya harus jelas, hatimu, hatinya.”

“Ya benar, hatiku terlebih dulu yang harusnya kuyakinkan hyung. Dan hati Kyuhyun sebenarnya jauh sebelum kami berpacaran aku tahu bahwa perasan Kyuhyun pada Siwon hyung sudah ada disana walau tak diyakininya.”

“Lalu apa yang menjadi masalahnya?” Jaejoong menatap lekat kearah adik kesayangannya itu, Jaejoong tidak lagi melihat tatapan kekanakan disana, yang dia temukan disana hanyalah sorot penuh keraguan dan rasa bersalah.

“Ada apa Chwang? Tumben sekali masih jam bertugas minta bertemu?”

Changmin hanya menatap Kyuhyun tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, rasa bersalah itu semakin menjadi dan menemukan hatinya terus mengutuk dirinya sendiri. Apa yang harus dia lakukan untuk menebus semuanya? Haruskah dia melepaskan Kyuhyun? Masih ada sudut hatinya yang tidak rela untuk melepaskan Kyuhyun. Tapi, Changmin lebih dari sekadar tahu bahwa apa yang telah dia lakukan selama ini adalah salah. Changmin menghela nafas panjang sambil menyembunyikan wajahnya diceruk leher Kyuhyun sambil terus mengeratkan pelukannya.

“Chwang? Ap—“

“Aku rindu padamu. Sangat. Sebagai sahabat yang selalu ada untukku” Hanya itu yang berhasil keluar dari mulutnya setelah membiarkan Kyuhyun menunggu jawabannya cukup lama.

“Chwang??” Kyuhyun merasa sesak karena Changmin dari pertama melihat Kyuhyun langsung memeluknya erat.

“Mian mian mianhae Kyu.”

Kyuhyun mengerutkan keningnya mendengar bisikan Changmin. Kyuhyun tidak merasa mereka memiliki masalah dengan hubungan mereka saat ini. Kyuhyun melepaskan pelukan mereka dan menatap lurus kedalam mata Changmin yang terlihat sedikit berbeda. Tatapan itu sudah tak sama lagi. Kyuhyun menggigit bibir bawahnya. Ada apa? Hanya itu yang terlintas dipikirannya dan ada ketakutan dihatinya. Kyuhyun takut akan mendengar kebenaran yang menyakitkan.

“Ada apa sebenarnya Chwang?”

Kyuhyun tahu dengan pasti ada yang tidak beres dengan hari ini sejak Changmin semalam mengajaknya bertemu tiba2 ditengah minggu yang sibuk begini.

“Ada apa Chwang?” Tanya Kyuhyun sekali lagi. Karena saat ini Changmin hanya menunduk dan baru saj menghabiskan satu botol air mineral.

“Aku mau kamu sadar dan kembali menjadi sahabatku saja.”

“Hah?”

“Ya kyu. Kembalilah jadi sahabatku lagi.”

Changmin mrnghela nafas memberikn jeda berpikir bagi otaknya untuk memberikan penjelasan panjang untuk Kyu.

“Jangan menyelaku sampai kubilang aku sudah selesai dengan penjelasanku”

“Maafkan aku egois memintamu ini itu. Lebih dari setahun yang lalu aku memintamu menjadi kekasihku tiba-tiba, memberikanmu serangan yang diluar kebiasaanku. Membuatmu luluh pada batasan tabu yang pernah kau ceritakan padaku. Membuatmu percaya padaku sepenuhnya yang akhirnya ku hancurkan. Beberapa waktu lalu, kau sempat menanyakan ada apa aku dan Vic, aku menemuinya diam-diam selama beberapa bulan ini dibelakangmu. Maafkan aku, Kyu.”

Changmin menghela nafas debngan penuh beban sambil menarik tangan Kyuhyun kedalam genggamannya. Changmin menggigit bagian dalam mulutnyasaat melihat Kyuhyun menatapnya denga lekat, Changmin tahu Kyuhyun sedang berusaha menyerap semua penjelannya yang begitu tiba-tiba. Meskipun sudah sangat terlambat untuknya melakukan ini, Changmin tidak akan mundur. Dia sudah meyakinkan dirinya dan dia tahu ini adalah hal yang paling benar untuk dilakukan. Changmin meremas tangan Kyuhyun sebelum mengecup kedua punggung tangan yang selama setahun belakangan ini menjadi miliknya. Changmin tersenyum miris sebelum mendongak membalas tatapan Kyuhyun dengan tatapan yang tidak memiliki keraguan sedikitpun.

“Kyu, aku tahu mungkin ini sudah terlambat untukku melakukannya, tapi tidak pernah ada kata terlambat dalam cinta. Maafkan aku untuk semuanya, tidak seharusnya aku begitu egois dan menjadikanmu kekasihku walau dengan sangat jelas aku menyadari jika Siwon hyung menyukaimu. Aku yang sangat tahu tentang prinsipmu yang menganggap hubungan semacam ini tidaklah dibenarkan, tapi sekali lagi aku mengabaikannya. Dan disinilah kita, menjadi sepasang kekasih yang bahkan tidak lagi mengenali siapa kita dan mengabaikan apa yang sebenarnya kita rasakan. Tapi akumenyadari satu hal sekarang, kau dan aku tidak akan pernah jadi lebih dari sekedar sahabat. Aku yang terlalu bodoh tidak menyadari betapa berharganya kau sebagai seorang sahabat yang selalu ada disampingku. Aku yang terlalu bodoh karena dikuasai ketakutanku kehilangan dirimu saat melihat kau lebih sering menghabiskan waktu bersama Siwon hyung. Maafkan aku, karena semua kasih sayang dan cintaku untukmu berubah menjadi obsesi yang begitu egois karena mengabaikan kebahagiaan sahabatnya sendiri. Maafkan aku, Kyu. Please!.” Changmin tidak tahu sejak kapan dia mulai mengeluarkan air mata dan suaranya menjadi sedikit tersendat.

Kyuhyun pun sama saja. Tanpa sadar pria manis bermata karamel itu sudah menangis bersama Changmin dan menarik Changmin kedalam pelukannya. Seharusnya Kyuhyun marah. Seharusnya dia kecewa. Alih-alih merasa kecewa dan sakit hati Kyuhyun malah merasa terenyuh dan iba pada dirinya dan Changmin. Kenapa mereka begitu naif untuk mengakui semuanya? Berusaha seolah hubungan mereka baik-baik saja. Kyuhyun pun tahu ada yang salah dengan perasaannya pada Changmin, awalnya Kyuhyun terus mengabaikannya tapi setelah akhir-akhir ini dia tidak pernah jarang bertemu denga Siwon, pikirannya dipenuhi oleh Siwon bahkan saat Changmin berada disampingnya. Kyuhyun tidak ingin mengakui perasaannya sendiri, tapi dia menemukan dirinya begitu merindukan Siwon dan ingin bertemu dengan pria yang telah dia kecewakan. Bukan, tapi Kyuhyun telah megkhianati pria itu. Kyuhyun menolak Siwon dengan alasan yang menjadi prinsipnya, tapi setelahnya dia dengan mudah menerima cinta Changmin meskipu hatinya berteriak keputusannya tidak benar. Tapi sebagian besar perasaan dan logika Kyuhyun mengiyakannya karena Kyuhyun begitu bergantung pada Changmin dan merasa sangat nyaman berada didekat sahabatnnya itu. Pemikiran itu cukup berhasil membuatnya mengabaikan apa yang sebenarnya dia rasakan. Ironic!

“Chwang.. Aku tidak tahu harus mengatakan apa tentang semua ini. Tapi aku tidak akan meralat apa yang telah kau ucapkan. Aku hanya ingin menambahkan beberapa kenyataan yang akan semakin memperjelas keadaan hubungan kita.” Kyuhyun melepaskan pelukannya dan memandang Changmin yang baru saja mengusap wajahnya.

“Bukan hanya kau saja yang egois disini. Aku tidak kalah egois darimu, aku mengesampingkan perasaan Siwon terhadapku dan memilihmu. Aku tidak lagi peduli bahwa aku menyakit seseorang yang memiliki perasaan begitu tulus untukku. Lalu, aku menerima kehadiranmu untuk menjadi seseorang yang lebih dari sekedar sahabat, walaupun aku masih tidak terlalu yakin dengan perasaanku. Semuanya terasa begitu semu, bahkan kenyamanan yang dulu ada diantara kita pun terlihat begitu palsu dan aku terus mengabaikannya untuk berusaha meyakinkan diriku bahwa aku bahagia bersamamu. Padahal, sudah begitu jelas jika aku membohongi hati kecilku dan kehilangan seorang sahabat yang jauh lebih berharga dibandingkan apapun didunia ini. Aku lebih bodoh dan egois dibandingkan denganmu, Chwang. Maafkan aku!”

Seolah berbalik keadaan, kini Changmin yang menarik Kyuhyun kedalam pelukannya sambil menepuk pelan punggung Kyuhyun. Changmin menghela nafas panjang lalu mengecup puncak kepala Kyuhyun. Kenapa semuanya begitu rumit?

It’s okay. Everythin’s gonna be okay.” Bisik Changmin,berharap itu bisa menyalurkan ketenangan yang bahkan tidak dia rasakan sekarang.

Kyuhyun melepaskan pelukan Changmin dan memaksakan sebuah senyuman pada pria itu. Lalu Kyuhyun mengulurkan tangannya kearah Changmin yang menatap bingung kearah Kyuhyun.

Best friends for life?”

Kyuhyun tersenyum tulus kearah Changmin yang langsung membalas senyumannya dan meraih uluran tangan Kyuhyun tanpa keraguan sedikit pun.

Best friends forever.”

Mereka tertawa bersama setelah itu, bahkan kedua pria itu sudah lupa kapan terakhir kalinya mereka tertawa selepas ini bersama. Changmin merasa begitu lega seolah beribu ton beban baru saja terangkat dari bahunya. Memang inilah seharusanya. Semua telah kembali seperti semula dan Changmin sama sekali tidak menyesali semuanya. Changmin menatap Kyuhyun yang sedang memejamkan matanya sambil tersenyum.

“Kyu..” Panggil Changmin.

Kyuhyun hanya bergumam menanggapi panggilan Changmin

“Bagaimana dengan Siwon?”

Pertanyaan Changmin membuat Kyuhyun sedikit terhenyak lalu membuka matanya sebelum menoleh kearah Changmin yang masih menunggu jawabannya.

“Entahlah. Aku…” Kyuhyun menggigit bibir bawahnya, Kyuhyun takut perasaan Siwon sudah tidak sama lagi.

“Kau harus pergi menemuinya. Kau harus jujur, Kyu. Tidak akan pernah ada kata terlambat dalam cinta.”

“Bagaimana jika dia menolakku?”

“Cinta yang sebenarnya tidak akan semudah itu berubah. Apalagi menghilang.”

Siwon baru saja kembali dari makan siang saat menemukan Kyuhyun menunggunya diruang kerjanya. Ingin rasa Siwon mengurungkan niatnya kembali keruangannya. Tapi hal itu diurungkannya karena itu akan semakin menyulitkannya untuk melupakan Kyuhyun dan berdamai dengan perasaannya yang semakin lama semakin kuat. Kyuhyun langsung berdiri begitu melihat Siwon memasuki ruangan, Kyuhyun nyaris melompat dan berhambur kedalam pelukan Siwon. Sudah hampir sebulan mereka tidak bertemu dan Kyuhyun sangat merindukan pria itu.

“Kyu.. Apa yang membawamu kemari? Kau datang bersama Changmin?” Siwon mengedarkan pandangannya tapi tidak ada orang lain selain Kyuhyun dan dirinya disana.

“Aku datang sendiri kemari.” Ucapan Kyuhyun hampir tidak terdengar.

Siwon duduk dihadapan Kyuhyun dan menatap kearah Kyuhyun yang bergerak tidak nyaman ditempatnya. Gelagat Kyuhyun sedikit aneh, tidak biasanya pria itu menghindari tatapannya. Siwon menepis rasa penasarannya dengan mengambilkan air minum untuk Kyuhyun sebelum kembali ke tempat duduknya.

“Kyu…”

Kyuhyun menggigit bibir bawahnya mendengar panggilan Siwon. Harus dari mana Kyuhyun memulainya, rasa takut akan penolakan menguasai Kyuhyun. Dan dia tidak cukup berani untuk menatap langsung kearah pria itu. Haruskah Kyuhyun mengurungkan niatnya dan pulang? Tapi Kyuhyun tidak bisa mundur lagi, sekarang atau tidak sama sekali.

“A—Aku… Maafkan aku karena ini akan menyita waktumu. Maaf jika aku mengganggu pekerjaanmu, Siwon. Tapi aku harus mengatakan semua ini secepatnya sebelum terlambat. Entahlah, mungkin ini sudah sangat terlambat tapi tidak ada salahnya jika aku mencobanya.”

Siwon mengerutkan keningnya saat Kyuhyun menghela nafas, apakah Kyuhyun memutuskan untuk menikah dengan Changmin? Atau Kyuhyun ingin mereka untuk benar-benar berhenti bertemu?

I’m so sorry, Choi Siwon. Aku tahu kata ini seharusnya kau dengar sejak lama. Tapi aku tidak cukup berani untuk mengatakannya dengan jelas dihadapanmu. Aku selalu berpikir kenapa aku mendapatkan cintamu dengan begitu mudah padahal pada kenyataannyaaku teus menyakitimu, Siwon. Aku mengkhianatimu dengan menerima Changmin menjadi kekasihku tanpa mempedulikan perasaanmu dan mengabaikan semua prinsipku yang telah menjadi alasanku untuk menolak perasaamu. Aku bukanlah orang yang pantas untuk meerima cinta tulusmu, Siwon. Kau seharusnya membenciku.”

“Kyu, berhen—“

“Aku tidak akan berhenti sebelum kau mengerti apa yang aku ucapkan. Semuanya tidak akan serumit ini kalau saja aku tidak terus membohongi hatiku sendiri. Tapi jawaban yang aku cari berubah menjadi begitu jelas setelah Changmin menjadi kekasihku. Aku jadi tahu apa yang sebenarnya aku rasakan meskipun semuanya berubah jelas setelah waktu yang cukup lama. Aku bahkan seperti menjadi orang lain. Tapi akhirnya aku menyadari satu pengakuan yang aku hindari. Sebuah perasaan yang selama ini sudah begitu jelas tapi aku dibutakan oleh perasaan dan kenyamanan semu yang Changmin tawarkan untukku. Seharusnya aku menyadari ini sejak awal dan tidak memberikan alasan bodohku untuk menolakmu, Siwon. Semuanya akan menjadi lebih sederhana jika saja aku bersedia untuk jujur sejak awal. Aku…”

“Stop!” Siwon berdiri dari tempat duduknya, Siwon takut mendengar ucapan Kyuhyun setelah ini.

Kyuhyun ikut berdiri dengan wajah kaget karena teriakan Siwon yang tiba-tiba. Siwon berjalan mengitari meja dan berdiri dihadapan Kyuhyun. Siwon memejamkan matanya sebentar sebelum memegangin bahu Kyuhyun.

“Hentikan, Kyu! Apapun yang akan kau katakan, bisakah kau menyimpannya dulu?”

Siwon melepaskan pegangannya dan berbalik tapi langkahnya terhenti saat Kyuhyun mencengkram lengannya dengan erat. Siwon menoleh kearah Kyuhyun yang menatapnya dengan mata berkaca-kaca.

I love you, Choi Siwon. With all my heart. Aku tidak bisa menyimpannya lagi. Kau harus mengetahuinya, Siwon. Walaupun terlambat, setidaknya aku sudah mencobanya dan kau mengetahuinya.”

Kyuhyun baru saja ingin memeluk Siwon saat pria itu melepaskan cengkraman tangan Kyuhyun dan memeluknya.

“Kenapa, Kyu? Kenapa kau baru menemuiku saat aku berusaha untuk berdamai dengan hatiku? Semuanya tidak semudah mengucapkannya. Karena keadaan tidak sesederhana kelihatannya. Maafkan aku, Kyu. Maafkan aku…” Siwon mengecup puncak kepala Kyuhyun sebelum berjalan keluar tanpa menoleh sediktpun dan tidak mempedulikan Kyuhyun yang menunduk dengan bahu terguncang, Kyuhyun menangis dalam diam. Tapi tidak ada penyesalan, Kyuhyun pantas menerima semuanya.

Yang tidak Kyuhyun ketahui adalah Siwon yang menangis dalam diam diruangan yang lain dengan penyesalan karena tidak memiliki kepercayaan diri untuk menerima Kyuhyun.

Changmin membuka pintu kantor Siwon dengan kasar, kemarahannya sangat jelas terpatri diwajahnya. Changmin mendekati Siwon yang sedang duduk dikursi kerjanya. Chagmin langsung menarik kerah seragam Siwon, Changmin tidak lagi mempedulikan bahwa mereka salah dua bagian dari kepolisian di negara tercinta mereka.

Duag!!

Satu pukulan melayang tepat di wajah Siwon menyisakan sedikit darah dibibirnya. Beberapa kali Changmin melayangkan pukulan diperut Siwon. Changmin tidak menyangka Siwon tidak akan menerima Kyuhyun.

“Seharusnya aku tidak melepaskan Kyuhyun, kalau hyung akan bertindak sebodoh itu. Aku melepaskannya agar dia menemukan kebahagiaannya, hyung. Tapi kenapa hyung melakukan itu?” Changmin menarik kerah seragam Siwon yang meringis menahan perih dibeberapa bagian wajahnya.

“Dia sama sekali tidak pantas mendapatkan perlakuan seperti itu, hyung!” Changmin melayangkan pukulan lagi sebelum melepaskan cengkramannya membuat tubuh Siwon sedikit oleng.

“Kau pikir apa yang kau lakukan, hah?” Siwon meninju perut Changmin sekuat tenaganya membuat tubuh pria jangkung itu terpental.

Changmin tertawa meremehkan. “Haruskah aku merbut Kyuhyun lagi dan kau akan bertingkah seperti pria tersakiti oleh kami padahal kenyataannya kau sendiri yang telah menyia-nyiakan kesempatan untuk bersama Kyuh—“

Duag!

Pukulan Siwon menghentikan ucapan Changmin. Kemarahan Siwon terasa begitu mendidih hingga keubun-ubun. Siwon tidak akan membiarka Changmin menjauhkan Kyuhyun darinya lagi.

“Kau akan menyesali apa yang telah kau lakukan pada Kyuhyun minggu lalu jika kau melihat keadaannya sekarang.”

“Apa yang terjadi pada Kyuhyun?” Siwon mencengkram bahu Changmin dengan tatapan nanar.

“Kau bisa melihatnya sendiri.” Changmin melepaskan cengkraman Siwon dengan kasar.

Siwon tidak lagi peduli dengan sikap kasar Changmin, tanpa berpikir panjang pria itu berlari keluar kantornya. Dia harus menemui Kyuhyun. Ya Tuhan! Apa yang sebenarnya telah dia lakukan? Sementara Changmin tersenyum penuh arti melihat punggung Siwon yang berlari sambil bersandar di daun pintu.

“Kuda bodoh akan selamanya jadi kuda bodoh. Ah.. Sakit sekali pukulannya.”

Siwon berlarian keluar dari lift apartemen Kyuhyun. Siwon tidak peduli dengan pakaiannya yang basah oleh keringat karena sejak tadi terus berlari sekencang yang dia bisa. Siwon menekan bel, tapi tidak ada yang membukakan pintu. Siwon menekan bel sekali lagi, dan tidak ada satupun tanda seseorang akan membukakan pintu untuknya. Tangan Siwon bergerak ragu, tapi tidak ada pilihan lain. Siwon tidak ingin Kyuhyun melakukan sesuatu yang membahayakan dirinya sendiri. Bagaiman jika Kyuhyun pingsan atau kesakitan didalam sana. Ya Tuhan! Tangan Siwon bergerak cepat menekan password apartemen dan belum berubah karen pintu itu akhirnya terbuka.

Siwon masuk dan mengedarkan pandangannya. Sangat sepi. Siwon berjalan keruang TV dan tetap saja tidak ada siapapun disana. Dengan jantung yang berdegup kencang karena berpacu dengan rasa khawatirnya Siwon berjalan kearah kamar.

“Kyu.. Kyuhyun?” Teriakan Siwon terhenti saat suara kamar mandi terbuka.

“Si—Siwon, apa yang kau lakukan disini?”

Bahu Siwon langsung bergerak turun saat melihat Kyuhyun keluar dengan rambut basah tanpa tanda-tanda yang salah sedikit pun. Siwon memejamkan matanya, berusaha meredam semua perasaan khawatirnya dengan kelegaan yang langsung menjalari seluruh tubuhnya. Pikiran Siwon sudah berimajinasi liar. Bahkan sempat terpikir olehnya jika Kyuhyun berusaha mengakhiri hidupnya. Benar-benar pikiran yang bodoh. Siwon tertawa untuk kebodohannya membuat Kyuhyun menatap Siwon dengan tatapan aneh.

“Si—mpphh”

Ucapan Kyuhyun dengan cepat dihentikan oleh Siwon dengan mempertemukan bibir mereka. Siwon melumat bibir Kyuhyun dengan sedikit kasar sebelum menggigit bibir bawah Kyuhyun dan lidahnya bergerak menguasai mulut Kyuhyun. Siwon terus melumat bibir Kyuhyun yang melenguh pelan diantara ciuman mereka. Kyuhyun kini telah mengalungkan lengannya dileher Siwon mengabaikan handuk lembab yang kini tergeletak dismping kaki mereka. Siwon mendesah saat Kyuhyun membalas ciumannya tidak kalah menuntut, tangan Kyuhyun bergerak dibagian belakang kepala Siwon. Terbuai dengan godaan dari lidah Siwon didalam mulutnya. Kyuhyun bahkan lupa jika Siwon belum menjawab pertanyaannya. Siwon mengecup bibir Kyuhyun sebelum melepaskan ciuman mereka. Kyuhyun hampir merengek karena kehilangan sentuhan Siwon dibibirnya.

Siwon menyeka pinggir bibir Kyuhyun dengan ibu jarinya sebelum mengecup ujung bibir Kyuhyun dengan lembut. Siwon menatap mata Kyuhyun dengan pipi yang bersemu merah dan bibirnya terlihat membengkak. Siwon bangga melihatnya karena dia yang menjadi alasan dibalik itu semua, bukan Changmin atau orang lain.

“Maafkan aku, Kyu.”

Kyuhyun meletakkan telunjuknya dibibir Siwon sebelum menempelkan bibirnya ditelunjuknya itu. Kyuhyun perlahan melepaskan telunjuknya yang menjadi penghalang untuk bibir mereka bersentuhan. Kyuhyun mencium bibir Siwon dengan lembut, melumatnya dalam gerakan lambat. Kyuhyun merasakan Siwon megeratkan pelukan dipinggangnya. Kyuhyun terssenyum diantara ciuman mereka sebelum melepaskan tautan bibir mereka.

I’m sorry too, and I love you. Tapi bisakah kita berhenti mengatakan kata maaf setelah ini?”

I love you too, Cho Kyuhyun. I love you so freaking much.” Siwon memeluk Kyuhyun dan meletakkan dagu di bahu Kyuhyun setelah bernafas lega.

“Kau tahu, Siwon? Aku sudah sangat lama ingin mendengar kau mengatakan itu lagi. Dan akhirnya..” Kyuhyun tersenyum senang sambil menyembunyikan wajahnya di leher Siwon.

I love you, Cho Kyuhyun.”

I love you, Choi Siwon.”

I love you more.”

I love you more. More. More.” Bisik Kyuhyun lirih.

I love you so much more.”

Siwon terkekeh saat Kyuhyun melepaskan pelukan mereka dan menatap Siwon dengan wajah cemberut.

“Apa kita akan terus berdiri disini dan berlomba Siwon yang memiliki cinta lebih besar diantara kita berdua?”

Siwon menggeleng penuh arti sebelum mengangkat tubuh Kyuhyun ala bridal style lalu berjalan kearah ranjang sambil beberapa kali mencuri ciuman dari Kyuhyun yang terkikik geli. Siwon meletakkan tubuh Kyuhyun diatas ranjang dengan lembut lalu megurung tubuh Kyuhyun.

“Aku harus melakukan sesuatu terlebih dahulu.” Bisik Siwon lalu mencium leher Kyuhyun yang tanpa sengaja meloloskan desahan pelan.

“Apa itu?” Tanya Kyuhyun setelah berhasil menangkup wajah Siwon.

“Kau tidak takut menyesal mendengar jawabannya?” Tanya Siwon dengan mata mengerling nakal.

Kyuhyun menggeleng cepat.

“Aku…”

“Ya…”

“Aku…”

“Ya…” Kyuhyun memberikan tatapan tidak sabar kearah Siwon.

“Aku harus kembali ke kantor. Menampar dan meninju Changmin. Lalu menyelesaikan semua pekerjaanku agar aku bisa cepat mendapat waktu liburku.” Siwon mengatakan kalimat itu dengan cepat lalu mencium bibir Kyuhyun dan berlari kearah pintu.

“Ya!!! Pergi kau dari sini.” Kyuhyun bangun dengan cepat melemparkan bantal kearah Siwon yang tertawa terbahak-bahak didepan pintu.

“Aku harus pergi, Kyu. Aku akan menghabiskan semua liburku bersamamu nanti. Aku benar-benar akan membuatmu sedikit menyesal karena menantikannya. Aku pergi sayang. Akan kutelpon kau nanti.” Siwon mengedipkan matanya sebelum berbalik dan meninggalkan Kyuhyun dengan wajah bersemu merah.

“Dasar bodoh! Aku tidak akan pernah menyesal selama itu bersamanya. Cih!” Kyuhyun menghempaskan tubuhnya sambil memeluk guling.

Kyuhyun bahagia! Hanya itu yang dia tahu sekarang.

Because love is no boundaries!

“If you love until it hurts, then there can be no more hurt but only more love.”

Advertisements

23 thoughts on “Song For Love 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s