Posted in Angst, BL, Genre, Oneshoot, Romance, WonKyu Story

Song For Love

Judul : Song For Love

Cast : Siwon x Kyuhyun, Changmin

Genre : Angst, Romance

By: Miss Lee, Ang, Siwonniesm

 

“Should I smile because you are my friend? Or shoud I cry because that’s all you will ever be?”

“Kita tidak mungkin bersama, aku tidak mungkin bersamamu. Ini salah hyung. Ini sangat berdosa. Aku yakin hyung bisa mengatasi perasaanmu. Hyung akan menyadari jika semua itu hanya perasaan yang sesaat saja.” ucapan itu seakan menjadi lonceng yang berdenting sebagai tanda waktu tetap berjalan, begitupun saat ia mengingat mengenai seseorang itu. Suara itu dan kalimat itu akan selalu terngiang di telinganya.

“Apa yang salah jika itu adalah cinta? Dan aku mengetahui dengan pasti apa yang sedang aku rasakan sekarang.” Itu lah yang selalu ia katakan kepada namja yang berbeda dua tahun dibawahnya, tetapi tidak ada jawaban untuk pertanyaannya itu, kembali ia hanya bisa menahan sakitnya.

“Aku tidak masalah dengan skinship-mu, tapi maafkan aku yang tidak akan pernah bisa membalas cintamu. Karena semua ini salah”

.

.

“Siwon..” Seorang namja tampan dengan badannya yang tegap dan juga kekar tetapi tidak memiliki tinggi yang sama dengannya itu pun memberikan segelas kopi panas kepadanya.

“Gomawo Hae..”

“Mengapa kau melamun?”

Anieyo..”

“Kau tak bisa membohongiku Siwon”

“Kau seakan cenayang Hae”

“Karena aku temanmu, aku tau bebanmu.. Berbagilah.. Selama ini kau memendamnya, jangan kau fikir memberdeul tak tau, semuanya mengetahui akan hal ini.. Tapi mereka tak ingin mencampurinya, karena mereka yakin kau bisa mengatasinya dan kami berharap bahwa cintamu bersambut.. Tapi..”

“Cukup Hae.. gwaenchana..” ucapnya sembari tersenyum walau tak menutupi sepenuhnya rasa sendu itu.

“Lalu..”

“Lalu??”

“Kau akan berdiam diri saja disini?? Kau tak ingin bercengkrama dengan sahabat terbaikmu ini, Siwon Choi?”

“Sekarang pun aku sedang bercengkrama denganmu”

Yak!! Kau memang menyebalkan” Donghae menyeruput kopinya dengan jengkel, ia ingin bisa membuat Siwon membagi rasanya. Ia tau jika Siwon tak setangguh itu untuk menutupi segala rasa sakitnya.

Sakit dimana seseorang yang kau cintai, menolakmu dengan berbagai alasan tetapi pada akhirnya ia berpacaran dengan seseorang yang dikatakannya adalah sahabat baiknya, dia menolak dengan dalih bahwa itu adalah HUBUNGAN YANG SALAH tetapi nyatanya dia menyambut kesalahan itu dengan orang lain.

“Jangan menatapku seperti itu Hae?”

“Memang aku menatap seperti apa?”

“Mengasihaniku..”

I care for you, and you knew it better than anyone, Siwon..”

I know but..”

“Menyakitkan?? Ciih kau akan terus menjalani harimu seolah semua tak menyakiti hatimu?? Siwon.. kau hanyalah manusia biasa, bicaralah mengenai ini padanya.. Dia tidak bisa seenaknya kepadamu”

“Dia juga adikmu, Hae”

“Ya.. tapi dia sudah menyakiti hati hyung ku..”

“Hahaha.. disaat seperti ini kau menanggapku hyung, dasar dongsaeng kurang ajar..”

“Cukup Siwon.. jangan mengalihkan pembicaraan, aku tau jika kau datang kemari bukan sekedar mengajakku untuk sekedar makan siang semata, kau hanya menghindarinya, bukan??”

Kedua mata Siwon memerah, dia menahannya. Sungguh dia menahannya selama ini. Tapi bolehkah dia menumpahkannya saat ini, sungguh ia merasa sakit. Sangat sakit.

Donghae mengajak Siwon menuju sebuah lorong, dimana lorong itu sepi dari jangkauan orang lalu lalang, beruntunglah Siwon mengajak Donghae di kedai coffee sahabatnya, jadi mereka mendapatkan sebuah privacy yang amat terjaga disana.

Sesampainya mereka di lorong yang sepi, Siwon hanya menyandarkan tubuhnya pada dinding, menundukkan kepalanya. Air matanya yang selama ini ia jaga dengan lancangnya membasahi wajah tampannya.

Donghae perlahan memajukan tubuhnya membawa wajah Siwon untuk bersandar di bahunya, menepuk bahu Siwon menyalurkan kekuatannya, menyalurkan rasa kasihnya.

“Apakah aku sangguh Hae?” Ucapnya bergetar.

“Aku bersamamu Siwon..”

“Aku mencintainya, tetapi ini sangat menyakitiku…”

“Bertahanlah atau lepaskan sekarang juga..”

Siwon kembali ke kantornya, ia sengaja melambatkan laju mobilnya saat ke kantor. Ia hanya berharap bahwa saat dia kembali, seseorang yang di cintainya itu sudah pergi dari sana.

Selama ini ia berusaha menahan rasanya, menahan sakitnya, hanya demi keutuhan hubungan yang bernama keluarga. Tapi bolehkah kini ia meruntuhkan rasa kuatnya itu di hadapan sahabatnya, ia hanya membutuhkan sandaran seseorang yang mengerti akan hatinya. Saat dimana ia di terima wamil bersama sahabatnya itu, ia pun seakan ditarik secara paksa dengan kembali ke dunia nyata bahwa ia pun harus melaksanakan wamilnya bersama seseorang yang bisakah dia katakan sebagai perebut cintanya? Walau mungkin ia tak tau akan sejarah cintanya atau ia tau tetapi tidak peduli?

Tetapi nyatanya Siwon harus menjalaninya, ia tidak bisa memundurkan kembali jadwalnya, mungkin inilah hukuman karena ia menyalahi aturan akan cinta yang Tuhan berikan kepada setiap umat-Nya. Mencintai selayaknya adam dan hawa, tetapi Siwon tidak bisa mengarahkan hatinya, karena hatinya sendiri yang mengarahkan panah cintanya pada orang yang seharusnya dan selamanya hanya akan menjadi sahabat atau dongsaeng-nya.

.

.

“Siwon hyung..”

“Ah Changmin.. ada apa?”

“Besok kita libur, mau kah kau ikut dengan kami berlibur?”

“Berlibur? Kalian berdua saja, aku hanya akan mengganggu kalian saja”

Anieyo.. ikutlah bersama kami”

Otaknya mengatakan tidak tetapi ntah mengapa kepalanya seakan mengangguk menyetujuinya.

Gomawo hyung… besok aku akan menjemputmu”

“Tidak usah. Kita bertemu saja”

“Ah bertemu di gedung SM”

“Memakai van SM?”

Changmin mengangguk semangat, Siwon hanya tersenyum.

Ne..”

“Baiklah.. kalau begitu aku ke ruanganku dulu hyung, sebelum dan sesudahnya gomawo hyung

Ne..”

Changmin dengan riang meninggalkan Siwon yang memukul-mukul kepalanya.

“Ah.. kau lupa Siwon, bahwa kau hanya akan jadi peng-cover hubungan mereka” gumam Siwon.

Keesokannya sesuai dengan perjanjian sebelumnya, Siwon pun kini berada di gedung SM. Kembali pemandangan yang Siwon tak inginkan tersaji di hadapannya, bagaimana Kyuhyun yang menyandarkan kepalanya di bahu Changmin, lalu bagaimana Changmin yang mengelus surai Kyuhyun.

Siwon kembali hanya menghela nafasnya berat, seharusnya ia kemarin tidak mengatakan YA, seharusnya yang ada di posisi Changmin itu adalah dirinya. Kau bodoh Siwon, mencintai seseorang yang bahkan tak pernah memandangmu sedikitpun, memandang segala ketulusan akan kasih sayang, cintanya darimu untuknya.

.

.

Kini mereka berempat termasuk Yongsun manajer, berada di van yang akan membawa mereka menuju pantai. Sebenarnya Siwon tau bahwa Kyuhyun bukanlah pecinta pantai, tapi ia pun tau bahwa Changmin lah yang berhasil membujuk Kyuhyun untuk berlibur di pantai.

***

“Kyu..”

“Heum..”

“Bagaimana jika liburan besok kita ke pantai?”

“Aku tak suka pantai hyung” Kyuhyun masih terfokus akan PSP di depannya.

“Sekali saja Kyu..”

“Tidak hyung. Kau ajak saja Hae hyung atau Hyuk hyung mereka sangat menyukainya..”

“Tapi berjemur di pantai juga akan bagus untuk kulitmu..”

“Aku tidak suka dengan panasnya dan itu akan membuat kulitku merah-merah” Kyuhyun pun menjawab final sembari pergi meninggalkan Siwon ke kamarnya, ia tidak tau jika Siwon sudah menyiapkan sesuatu di pantai.. ungkapan cintanya disana harus gagal.

***

“Ternyata aku selalu menantikan seseorang yang bahkan bayangannya pun enggan bersamaku” inner Siwon sembari melihat ke arah jendela menikmati jalanan di kala terik matahari.

Kini mereka sudah tiba di pantai yang dituju, pasangan ChangKyu segera keluar menuju sisi pantai, bahkan Siwon bisa melihat senyum dan pancaran kebahagiaan di wajah mereka.

“Haruskah aku menarikmu untuk berada di sisiku? Egois kah aku, jika aku hanya menginginkan bahwa senyumanmu itu hanya untukku?” Siwon mengusap wajahnya kasar.

“Siwon kajja” ajak Yongsun.

Sebenarnya kisah cinta Siwon yang bertepuk sebelah tangan bukanlah hal yang tabu bagi manajemen, siapa orang yang bodoh yang tidak mengetahui bahwa Siwon sangat mencintai Kyuhyun? Ya.. jawabannya adalah Kyuhyun karena dia menyia-nyiakan Siwon serta jawaban keduanya adalah Changmin yang bisa dengan bahagianya mengambil kehidupan cinta Siwon tanpa rasa bersalah.

Siwon dan Yongsun duduk di atas batu besar yang menghadapkannya dengan lautan, sesekali Siwon melempar kerikil yang dibawanya dari bawah kakinya dan melemparnya jauh seakan sedang menyalurkan rasa sedihnya, atau Siwon sedang berusaha membuang rasa cinta nya dengan jauh?

“Siwon..”

Ne hyung..”

“Mengapa kau seperti ini?”

Siwon memandang Yongsun mengernyit bingung akan pertanyaan Yongsun itu.

“Aku tau jika kau saat ini sedang berusaha baik-baik saja. Sebagai aktor kau sungguh sangat apik memerankannya, tetapi ini kehidupan nyatamu. Aku bisa melihatnya dengan jelas bahkan dari matamu saja semua orang sudah mengerti tentang keadaanmu saat ini”

“Sangat terlihat?” Tanya Siwon ambigu sembari kembali melihat ke arah lautan, ia menutup matanya saat angin menerpa badannya dan membuat wajahnya terasa dingin.

“Hanya orang bodoh yang tak mengetahuinya”

“Lalu apa mereka bodoh karena tidak mengetahuinya?” Tanya Siwon sembari melihat ke arah ChangKyu dimana mereka kini sedang bermain air laut.

“Aku tak tau mereka bodoh atau mereka. Tidak punya hati..” ucap Yongsun mengena di hati Siwon.

Siwon tersenyum meremehkan, dunia tau ia tersakiti tetapi ia sendiri yang seakan kuat dalam menghadapi semuanya, tetapi nyatanya ia hanyalah seorang yang rapuh.

“Aku tau hyung, mengapa cintaku bukannya menghilang tetapi malah semakin besar kepadanya.. semakin aku sering melihatnya, maka cintaku akan terus bertambah”

“Lalu apa yang akan kau lakukan selanjutnya?”

“Apakah aku harus melepaskan kehidupanku saat ini?”

“Maksudmu?”

“Meninggalkan gemerlapnya dunia keartisan dan mengambil jabatan yang sudah appa-ku berikan kepadaku di perusahaan?”

“Kau akan meninggalkan member?”

“Aku hanya bertanya, belum mengambil keputusan” kembali Siwon melemparkan kerikil yang entah itu untuk ke berapa kalinya.

“Jawabannya hanya ada pada hatimu, Siwon…” Yongsun hanya menatap iba pada Siwon dan kembali ia melihat ke arah Kyuhyun yang terlihat bahagia dengan kebersamaannya bersama Changmin.

“Mengapa kau melepaskan cintamu pada Siwon, Kyu. Kau sangat bodoh. Siwon benar-benar mempunyai cinta yang bahkan tak akan kau dapatkan pada siapapun untukmu” inner Yongsun.

Siwon, Kyuhyun, Changmin dan Yongsung sedang duduk di bawah pohon rindang dengan menikmati minuman dari buah kelapa asli yang berada disana. Sesekali Siwon masih harus bisa menahan kembali sakitnya, saat melihat lovey dovey yang dilakukan Kyuhyun kepada Changmin.

“Ku dengar kau akan di promosikan untuk pindah divisi, Siwon?” Tanya Yongsun berusaha untuk mengalihkan perhatian Siwon.

“Heum. Ya..”

Kyuhyun yang nampak acuh sebenarnya dia mendengarkan dengan seksama percakapan antara Yongsun dan Siwon di depannya.

“Lalu kapan kau akan pindah divisi?”

“Tidak akan lama lagi, lalu aku akan satu divisi dengan Donghae”

“Ya. Dan kau meninggalkanku hyung..” sela Changmin.

“Kau juga bisa untuk di promosikan, Chang” ujar Siwon mencoba menghibur.

“Tidak. Aku sudah betah di divisi ku”

Siwon hanya tersenyum menanggapi jawaban Changmin.

“Ah aku kesana dulu ya..” Changmin pun pamit menuju salah satu kedai yang ada disana, Kyuhyun yang seakan enggan di tinggal Changmin pun akhirnya menganggukkan kepalanya saat Changmin meminta untuk pergi seorang diri. Suasana canggung terjadi, karena Siwon hanya bisa sesekali melihat ke arah Kyuhyun.

“Selamat hyung” ucapan Kyuhyun memecahkan keheningan.

“Heum?”

“Atas promosimu sehingga kau bisa bersama dengan Donghae hyung

Ne.. gomawo

Yongsun pun dengan sengaja meninggalkan Siwon dan Kyuhyun untuk berduaan, dia beralasan akan menghubungi temannya.

Kembali suasana canggung pun terjadi, Siwon tidak tau apa yang harus dilakukanya ataupun obrolan apa yang harus ia katakan?

“Eum. Bagaimana kabarmu Kyu??” Siwon benar2 merutuk bibirnya yang dengan tidak sinkronnya dengan otak karena bertanya yang ia sendiri tau jawabannya.

“Aku baik. Bahkan sangat baik, bagaimana denganmu hyung?”

“Eum. Ya. Baik”

“Maafkan aku..”

“Tidak ada yang perlu di maafkan, melihatmu bahagia itu adalah bahagiaku…”

Gomawo hyung

Ne. Gwaenchana

“Aku yakin kau pasti akan mendapatkan yang lebih baik dariku”

“Aku tidak mengharapkannya”

“Heum?” Kyuhyun memandang wajah Siwon.

“Aku tidak membutuhkannya untuk saat ini bahkan aku tak tau kapan aku membutuhkannya, aku bahagia dengan seperti ini” ucap Siwon sembari ia berdiri dari duduknya, membersihkan pasir yang mengotori celananya.

“Kau mau kemana hyung?”

“Aku mau membeli makanan dulu, kau mau ikut?”

“Tidak.. Changmin mungkin sebentar lagi akan kembali”

“Baiklah..” tanpa banyak berkata lagi Siwon segera pergi meninggalkan Kyuhyun yang menatap sendu kepadanya.

Miannae hyung..”

.

.

Siwon sudah berada di salah satu kedai disana, memesan makanan untuk dibawanya, ia lebih memilih makan di van saja setelahnya ia bisa mengistirahatkan dirinya, hingga ia bisa melihat siluet badan seseorang yang dikenalnya.

“Changmin..” bisiknya.

Ia bisa melihat Changmin yang sedang bercengkrama dengan beberapa yeoja berpakaian serba minim bahkan diselingi canda tawa, Siwon mengepalkan tangannya mencoba menahan amarahnya, bagaimana bisa Changmin berbahagia dengan banyak yeoja disana sedangkan Kyuhyun yang notabene adalah kekasihnya masih menunggu di tempat tadi, bahkan jarak mereka tidak lebih dari 200 meter.

“Apakah aku harus merebut Kyuhyun darimu?”

.

.

“Sedang apa Won? Kenapa tidak kembali kesana?” Tanya Yongsun yang setelah mencari kemanapun keberadaan Siwon didekat Kyuhyun sewaktu dia tinggalkan tadi tak ditemukannya. Yang kini ternyata Siwon tengah asyik memejamkan matanya didalam van sambil mendengarkan beberapa lagu kesukaannya di telinganya.

“Ahh tidak hyung. Aku habis makan saja. Panas diluar makanya aku mendinginkan diri disini”

“Sudah kuberi waktu kalian untuk berdua kenapa tidak kau manfaatkan saja Siwon?”

“Memanfaatkan untuk apa hyung? Haha”

“Aku benci saat melihat salah satu kalian bertingkah bodoh hanya untuk menutupi hati kalian yang rapuh itu” ucap Yongsun sambil mengusap mukanya kasar. Yongsun bukan hanya setahun dua tahun menemani Super Junior. Bahkan mungkin diri anak-anak Super junior lebih diketahui oleh Yongsun ketimbang mereka sendiri. Dan teruntuk masalah Siwon kali ini bukan hanya yongsun sang manajer terlama mereka, tapi manajer magang sekalipun tahu bahwa masalah yang Siwon tutupi kali ini lebih berat dari yang terlihat.

….

“Ayo hyung, kita pulang saja. Tampaknya Changmin kelelahan. Hyung bisa minta tolong angkat Changmin” ucap Kyuhyun pada Yongsun yang sedang bercengkrama dengan Siwon

“Biar aku saja. Hyung hidupkan mesinnya” perintah Siwon. Siwon sudah tidak memperhatikan mereka lagi sejak terakhir Siwon melihat changmin tengah asyik haha hihi dengan wanita-wanita berpakaian minim tadi.

Thanks hyung

Kyuhyun terdengar sedikit ragu2 saat mengatakannya. Kyuhyun sudah akan mengikuti Siwon saat Siwon berkata, “duduk saja di van, matahari sudah sangat terik nanti tubuhmu semakin merah”

Siwon masih hafal diluar kepala segala hal yang berkaitan dengan Kyuhyun. Dan Kyuhyun saat ini menganggapnya hanya sebagai kepedulian Siwon terhadap Kyuhyun sebagai dongsaeng-nya. ‘Menyedihkan’ batin Yongsun.

“Bagaimana dengan liburanmu ke pantai kemarin bodoh?” Tanya Hyuk, ya Hyukjae a.k.a Eunhyuk saat ini tengah menikmati libur pendeknya. Dan hari ini dia menyempatkan mengunjungi atau lebih tepatnya berkumpul dengan dua orang kesayangannya, Siwon dan Donghae.

“Biasa saja” jawab Siwon pendek yang saat ini malah asyik mengaduk aduk aglio olio miliknya. ‘Kesukaan Kyuhyun’ batin Siwon

“Biasa saja, that’s not so you. Jadi apa aku ketinggalan banyak berita?”

“Berita apa? Yang ada juga aku ketinggalan banyak berita mengenai private soldier class one Lee Hyukjae ini? Berat ya disana? Tahu begitu aku ikut kau saja ketimbang harus mengikuti fishy ini”

“Haish. Hari ini bukan cerita tentangku. Lebih menarik jika ceritaku nanti dirangkum di akhir masa wamilku. Dan harap digarisbawahi ya. Kau sendiri yang ingin menemani Haek yang kau anggap tak bisa apa-apa jika sendiri ini”

Siwon tersenyum saat akhirnya yang dia lihat hanyalah pertengkaran tak penting dari HaeHyuk ini. Siwon selalu bisa merasa tenang dan tanpa beban walau hanya dengan mereka. Duo sahabat berbeda alam kepunyaannya. Hyukjae yang selalu bisa serius tapi santai dan Donghae yang diam tapi mengerti segalanya.

“Kata Donghae setiap minggu kyuhyun mengunjungi kalian?”

“Mengunjungi Changmin. Not me

“Lalu ceritakan kenapa kau masih bisa bersikap seolah tak pernah terjadi apa-apa dengan kalian bertiga dengan Changmin?”

“Changmin tak tahu apa-apa Hyuk. Dia hanya seorang pria yang sama denganku jatuh dengan pesona kyuhyun. Tapi memiliki ending yang berbeda denganku. Dia diberi kata ‘yes‘ oleh kyuhyun sementara aku disebut ‘taboo’ oleh kyuhyun. At least, one of us should got the happy ending.

“Bullshit. Changmin tahu segalanya Won. Dia tahu semuanya.” Eunhyuk sudah setengah berteriak sebelum akhirnya Haek memegang tangannya untuk menenangkannya.

“Diam Hae, dia perlu tahu ini”

“Aku baru tahu dari Yunho yang beberapa waktu lalu berlibur bersama denganku mengenai bagaimana Changmin menjadi terobsesi dan penasaran dengan Kyuhyun yang notabene sahabatnya karena dirimu tak berhenti mengejar Kyu dan terus mengatakan kau cinta kepadanya”

“Hah?”

Akhirnya Eunhyuk menceritakan beberapa garis besar berita yang dia peroleh dari Yunho mengenai Changmin. Berita bahwa Changmin tahu bagaimana Siwon menggilai Kyuhyun. Bagaimana Kyuhyun saat itu adalah sahabatnya dan akhirnya dia merasa dia mencintai Kyuhyun karena melihat Siwon jatuh cinta tanpa batas begitu kepada Kyuhyun. Bagaimana di setiap konser SMTOWN atau berbagai kesempatan Changmin merasa dia dikalahkan Siwon yang Changmin tahu punya cinta yang begitu besar pada Kyuhyun karena perhatian Kyuhyun akhirnya tertumpu pada Siwon, sampai akhirnya dia merasa tertantang untuk merebut perhatian Kyuhyun sampai akhirnya Changmin jatuh cinta sesungguhnya pada Kyuhyun.

Siwon menghela nafas panjang saat kalimat terakhir dari Hyuk yang menceritakan semua itu selesai. Nafsu makannya yang rendah menjadi hilang sama sekali. Siwon akhirnya menutup matanya didalam tangkupan tangannya.

“Biarkanlah Hyuk. Toh nyatanya adik kesayanganmu itu memang ternyata mencintai Changmin bukan aku.”

“Dia bukan lagi adik kesayanganku saat aku tahu dia sudah menghancurkan hidup dari saudaraku”

“Hyuk” kata Hae karena kaget mendengar kata-kata Hyuk

“Aku sama kecewa padanya dengan dirimu saat dia menerima cinta dari Changmin setelah dia bilang perasaanmu adalah hal yang tabu. Tapi aku dan Donghae jauh lebih kecewa dengan dirimu yang hanya bisa diam menurunkan segala senjatamu dan menyerah seperti ini”

Siwon kembali menghela nafas.

“Aku bukannya menyerah. Namun lebih baik bagiku untuk melihat Kyuhyun tersenyum walau bukan denganku”

“Kau terlalu jatuh pada Kyuhyun, bro” ucap Haek

“Lalu apa yang akan kau lakukan saat ini” tanya Hyuk

Siwon diam masih menatap aglio olio dihadapannya yang saat ini nampak jauh lebih kering dari sebelumnya.

“Untuk saat ini aku bersyukur karena aku dipindahkan divisi dengan Changmin. Paling tidak aku tidak harus bertemu dan melihat mereka setiap minggu. Lagipula jadi ada haek didekatku saat ini”

“Bukan itu yang kumaksud. Tapi apa yang akan kau lakukan pada Kyuhyun. Setelah ceritaku tadi kau tahu bahwa Changmin jauh lebih egois kan.”

“Aku dan Kyuhyun. Aku rasa biar waktu saja yang menjawabnya”

….

“Hai hyung, baru datang. Ini tadi Kyuhyun menitipkan makan siang untukmu juga saat tadi makan siang denganku” ucap Changmin saat melihat Siwon baru selesai melepas jaketnya dan duduk di kursi kerjanya di kantor kepolisian Seoul.

“Ahh. Iya aku tadi ke kantor pusat untuk mengurus naik divisiku. Terima kasih Chang. Tapi aku sudah makan”

“Tapi ini permintaan Kyuhyun, hyung. Hyung tahu aku tidak bisa menolak dan berbohong pada Kyu. Jdi hyung harus menerimanya sesuai perintahnya”

“Chang, aku pulang dulu ya”

Terdengar suara wanita dari ruang tamu kantor ini. Sementara Siwon tidak bisa melihat wajah si wanita ini karena tertutup badan Shangmin.

“Siwon, aku pulang dulu ya.” Pamit Victoria -si wanita tadi-

‘Kenapa ada Victoria disini’ batin Siwon saat tengah membuka makan siang dari Kyuhyun yang diberikan Changmin tadi sementara Changmin mengantar Victoria keluar.

Hyung.. bisa kuminta satu hal. Jika Kyuhyun ada tanya tentang apapun mengenai diriku termasuk hari please jadikan rahasia saja dihatimu okay okay. Jangan bilang apapun pada Kyuhyun ya”

Siwon diam melihat wajah Changmin yang tengah memohon pada Siwon kali ini.

‘Apa hubungan kalian memangnya?’ Batin Siwon

“Janji ya hyung janji please aku mohon hyung

“Bukankah Vic juga sahabat kalian, kenapa aku harus menyembunyikan kunjungannya. Dan lagi, aku juga tak punya hak untuk mencampuri urusan kalian” jawab Siwon enteng

“Ya pokoknya jangan katakan apapun. Ok, hyung?

Hari ini hari dimana Siwon naik divisi. Mulai hari ini Siwon satu kantor dengan Donghae. Dan sedikit membuat dada Siwon terasa lebih lega karena tidak terhimpit perasaan tertekan jika melihat Changmin.

“Siwon, beberapa hari yang lalu Kyuhyun ada menanyakan dirimu padaku”

“Oh yaa?”

“Dia sepertinya mencarimu”

“Ada apa?”

Sudah beberapa hari sebelum Siwon pindah divisi memang Siwon tidak bertemu dengan Kyuhyun bahkan ketika hari kepindahannya Siwon tidak ada bertemu dengannya.

“Hae, kau pernah dengar hubungan Vic dengan Chang?”

“Hah? Tidak pernah, ada apa memangnya?”

“Tidak, tidak ada apa2”

….

“Chang, sebenarnya ada apa kamu dengan Vic?” Tanya Kyuhyun ditengah-tengah percakapan keduanya yang membuat Changmin kaget setengah mati.

“Kita bersahabat kan sayang. Sama seperti kamu juga bersahabat dengannya”

“Tapi sepertinya tidak, waktu itu aku lewat sini ada mobil Vic dan setelahnya kamu tidak berbicara apapun mengenai dia padaku”

Changmin meraih tangan Kyuhyun dan menggenggamnya. Setelah menghela nafas panjangnya Changmin sudah akan berbicara sesuatu sebelum Kyuhyun akhirnya melanjutkan kata-katanya.

“Tapi aku percaya padamu. Siwon hyung juga tidak ada berkata apa-apa saat aku tanya”

Tanpa sadar Kyuhyun jauh didalam hatinya dia lebih mempercayai Siwon daripada Changmin. Hatinya beberapa hari terakhir merasa tidak enak. Belum lagi sched parahnya belum lagi kepikiran hal ini. Tapi mendengar Siwon bilang tidak ada apa-apa. Hatinya langsung terasa lebih enteng.

….

“Tapi aku percaya padamu” kata yang sangat manis. Seharusnya dan memang akan selalu menjadi kalimat yang membuat iri siapapun mendengarnya. Seorang kekasih mengatakan kepada pasangannya bahwa ia mempercayainya.

Tapi bagi seorang Siwon kata itu seakan menjadi senjata yang mematikan untuk kinerja jantungnya.

“Seharusnya aku tidak memaksakan diri untuk datang mengambil barangku di saat makan siang, haaah.. bukankah sudah nasibku akan seperti ini?” Gumam Siwon. Ia segera melangkah menjauh dari ruangan kerjanya dulu, Siwon memang sudah cukup lama terdiam di depan pintu tanpa Kyuhyun maupun Changmin tau keberadaannya disana. Ia menjelas segala percakapan keduanya.

“Siwon..”

Siwon memeluk teman satu divisinya dulu “Ah.. Jongsuk”

“Sedang apa kau disini?”

“Aku tadi akan mengambil barang-barangku yang masih tertinggal, tapi aku harus kembali ke kantorku.. bisakah aku meminta tolong padamu?”

“Ya.. katakan saja”

“Tolong antarkan barang-barangku ke kantorku..” Siwon memohon.

Jongsuk seakan melihat bagaimana Siwon yang sepertinya sudah bersiap akan pergi dan wajahnya menyiratkan bahwa ia enggan berada disana lama-lama “Heum.. baiklah, nanti akan aku bawakan ke kantormu.. kau benar terburu-buru?”

Ne.. tapi jika aku ada waktu luang, kita bisa berbincang dan mungkin makan siang bersama”

“Aku anggap sebagai janji makan siang”

“Hahaha.. baiklah, kalau begitu aku pamit”

Ne..”

Siwon pun segera melangkah menjauh dari gedung kantor lamanya, terlalu banyak kenangan menyakitkan disana. Tidak.. Siwon tidak mengatakan bahwa semuanya buruk, hanya saja kehadiran setiap minggu Kyuhyun disana hanya akan menambah luka nya yang belum bahkan tidak pernah kering untuknya.

“Haruskah aku benar-benar melepaskanmu, walau sebenarnya aku seakan berperang dalam batinku, karena nyatanya aku masih terlalu mencintaimu, Kyu..”

Siwon terus berjalan sambil tertawa hambar, untuk memberikan sedikit simpati pada dirinya sendiri. Mungkin Siwon harus menyimpan rapat-rapat cintanya untuk Kyuhyun, dia tak akan memaksa lagi dan Siwon tidak akan mengharapkan cintanya berbalas. Kyuhyun sudah bahagia dan menemukan cinta yang dia inginkan. Dan cinta itu bukan untuknya. Bukankah mencintai tidak harus memiliki? Because love is when you put someone’s happiness above yours.

“I love you with all the hurt and the pain you gave and you will give.”

 

Advertisements

25 thoughts on “Song For Love

  1. eh ? hahaha
    ini macem permainan hati dalam segitiga yang rumit, kalau sama vic jadi segi emlat deng hahah /plak
    sepertinya sih sepertinya ada yang kyu rahasiakan kenapa gak bisa terima siwon tapi malah terima changmin,

  2. Sedih baget ceritanya , siwon benar” menyedihkan kenapa tdk berbuat sesuatu untuk mencegah kyuhyun di hianati changmin dan kuntum benar” salah sudah menolak siwon yg benar” mencintainya dgn tulus , suka baget dgn persahabatan ensihae mereka selalu saling menguatkan……

  3. Sedih baget ceritanya , siwon benar” menyedihkan kenapa tdk berbuat sesuatu untuk mencegah kyuhyun di hianati changmin dan kyuhyun benar” salah sudah menolak siwon yg benar” mencintainya dgn tulus , suka baget dgn persahabatan ensihae mereka selalu saling menguatkan……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s